Damn Love Songs part 1

0
Damn Love Songs part 1 ff nc kyuhyun donghae super junior
Author : FK
Tittle : Damn Love Songs [1]
Category : NC21, Yadong, Romance, Chapter
Cast : Cho Kyuhyun Super Junior
Lee Shinhyun (OC)
Jo Hyunhwa
Other Cast : Lee Donghae
Kim Taeyeon
Yeah, love is pain
Dedicated to all my broken-hearted people
One’s old a flame, just scream my name
And I’m so sick of love songs
Yeah, I hate damn love songs, momento of ours
Shinhyun berjalan cepat menyusuri koridor sekolah sambil tangannya tak berhenti mengusap air mata yang sedari tadi berjatuhan. Penampilannya berantakan dan ia tak peduli. Masa bodoh dengan kata teman-temannya, hanya satu hal yang ada di kepala Shinhyun saat ini; menemukan Cho Kyuhyun.

Matanya terus berputar mencari sosok itu di sepanjang koridor sekolah, tapi nihil. Ia mencoba mencari di kelas, tapi tidak ada juga. Sial! Kemana pria brengsek itu berada?
“Tunggu!” Shinhyun menahan tangan Hyuna, teman sekelasnya yang hendak keluar kelas. Gadis itu sama sekali tak memperdulikan tatapan kaget Hyuna yang tangannya ikut terkena noda darah dari tangan Shinhyun. “Kau tahu dimana Cho Kyuhyun?”
“Tadi aku melihatnya di kantin.”
Tanpa menunggu lebih lama lagi Shinhyun langsung berlari menuju kantin dan menemukan Cho Kyuhyun sedang menegak minumannya sambil tertawa bersama teman setianya –anak buahnya-, Lee Donghae dan Lee Sungmin.
Cih! Bahkan tawanya cocok jika disandingkan dengan tawa setan. Melihatnya saja sudah membuat perut Shinhyun melilit ingin muntah. Ingin sekali rasanya ia menampar wajah dingin dan angkuhnya itu. Ya, Shinhyun harus melakukannya. Kalau bukan dia, siapa lagi?
Tak memperdulikan tatapan heran siswa lain, Shinhyun semakin mempercepat langkahnya menghampiri Kyuhyun dan langsung memberi satu tamparan keras di pipi mulus lelaki itu tanpa aba-aba sebelumnya.
“Brengsek!” umpat gadis itu dengan wajah berapi-api. Ia masih menatap lekat Kyuhyun yang sekarang terlihat sedang menahan emosinya.
Balas saja. Aku tidak takut! Jerit Shinhyun dalam hati.
Rahang Kyuhyun mengeras dan pipinya memerah. Dalam hati lelaki itu mengumpat. Sial! Tidak ada yang berani memperlakukan Cho Kyuhyun dengan tidak hormat sebelum ini.
“Hey! Apa yang kau lakukan?!” Sungmin dan Donghae berdiri hendak mencekal tangan Shinhyun ketika Kyuhyun tiba-tiba mengangkat tangannya, menghentikan apa yang akan diperbuat kedua temannya.
“Biarkan saja,” ucap lelaki itu dingin. Ia menoleh dan menatap Shinhyun dengan pandangan meremehkan. “Sudah puas menamparku, nona manis?”
Cih! Dasar manusia titisan iblis. Oh Tuhan, kenapa Kau biarkan makhuk seperti ini berkeliaran di bumi-Mu?
“Apa yang kau lakukan pada kekasihku, brengsek?!” seru Shinhyun berapi-api. Tangannya mengepal dan nafasnya terengah-engah. Sebisa mungkin Shinhyun menahan diri agar tidak memukul wajah lelaki angkuh dihadapannya. Bayangan Jo Hyunhwa terkapar diantara tumpukan barang bekas gudang sekolah dengan darah yang mengucur di pelipis serta dibeberapa bagian tubuhnya membuat gadis itu meringis. Rasanya ia bisa merasakan luka yang Hyunhwa rasakan. Dan satu-satunya manusia yang bisa dimintai pertanggung-jawaban atas dihajarnya Hyunhwa adalah Cho Kyuhyun.
Rahang Kyuhyun kembali mengeras beberapa detik mendengar penuturan Shinhyun sebelum akhirnya ia memilih mengeluarkan seringai andalannya. “Apakah aku sedang menonton drama? Hebat sekali kau membela Jo Hyunhwa? Ck, untuk apa dia punya otot yang selalu dia banggakan kalau melindungi dirinya sendiri saja dia tidak bisa.”
“Sialan!” Shinhyun kembali melayangkan tamparan pada pipi Kyuhyun. Oh, lengkap sudah kedua pipi lelaki itu. Dan tanpa dicegah Kyuhyun seperti sebelumnya, Donghae berhasil lebih dulu berdiri dan menahan tangan Shinhyun dibelakang tubuhnya.
“Aku tidak peduli kau mau menjelek-jelekkanku seperti apa. Tapi jangan sekali-kali kau menjelek-jelekkan Hyunhwa, apalagi itu dihadapanku!”
Sekali lagi Kyuhyun menyeringai. Ternyata tamparan Shinhyun cukup keras juga. Meskipun ia merasakan perih di pipinya lagi, tapi Kyuhyun mendapati satu kenyataan yang membuat hatinya senang; bahwa Shinhyun bukanlah gadis yang lemah.
Sambil memegangi pipinya, Kyuhyun berkata, “Memangnya apa yang akan kau lakukan jika aku merendahkan Hyunhwa lagi? Toh, bukankah dia memang seperti itu?”
Shinhyun mengumpat, lagi. Ia berontak berusaha melepaskan cengkeraman tangan Donghae, namun sayang cengkeraman lelaki itu terlalu kuat. Sial!
Melihat Shinhyun yang tidak bisa berkutik, Kyuhyun melangkah lebih dekat ke arah gadis itu, menarik dagu Shinhyun agar mendongak dan menatap tepat kearah matanya. “Lee Shinhyun…” gumam Kyuhyun, mengelus dagu gadis itu dengan seringai diwajahnya.
“Lepaskan tanganmu dariku, brengsek!” Shinhyun berteriak geram. Seandainya gadis itu boleh jujur, ia akan mengatakan bahwa wajah Kyuhyun memang begitu tampan. Persis seperti yang dikatakan orang-orang, sempurna. Tapi jika mengingat kelakuannya, semua fakta itu seakan lenyap bersama rasa muaknya terhadap laki-laki ini.
“Aku tidak segan-segan menginjak kakimu jika kau berani macam-macam!”
Kyuhyun menaikkan alisnya, pura-pura kaget. “Oh, kalau begitu aku akan dengan senang hati menyerahkan kakiku, nona.”
“Menyingkir dari hadapanku Cho Kyuhyun!”
Kyuhyun tertawa keras mendengar teriakan Shinhyun. Ia kembali duduk dikursinya dan meminum es yang sempat ia anggurkan tadi.
“Bukankah kau sendiri yang menghampiriku, Lee Shinhyun? Kenapa aku yang harus menyingkir?” tatapan dingin yang Kyuhyun lemparkan pada Shinhyun berubah menjadi tajam. “Yang seharusnya menyingkir adalah kau!” tegasnya dengan menekankan pada kata terakhir. Kemudian lelaki itu melangkah meninggalkan penghuni kantin yang diserang rasa kaget atas apa yang baru saja mereka lihat dan juga Shinhyun yang masih kesal.
***
Bohong
Saat larut malam, hujan turun dan membawa dirimu
Bergerak menuju kenangan yang menjadi basah pada akhirnya
Tanpamu aku berkata bahwa aku dapat hidup dengan baik
Meskipun aku mencoba berjanji, hal itu tidak akan membantu
“Akh… Pelan-pelan, sayang,” Hyunhwa meringis ketika Shinhyun membasuh luka di pelipisnya dengan handuk. Gadis itu menjauhkan tangannya begitu mendengar rintihan kekasihnya. Rasanya begitu takut dirinya akan membuat Hyunhwa semakin sakit.
“Aku sudah pelan, oppa,” jawabnya. Gadis itu kembali membersihkan luka Hyunhwa dengan lembut. “Sebegitu sakitkah?”
“Kau pikir aku main-main?” ujar Hyunhwa, mengambil alih handuk dari tangan Shinhyun dan membersihkan luka itu sendiri.
Shinhyun memperhatikan Hyunhwa dengan prihatin. Wajahnya lebam dan beberapa sudut mengeluarkan darah. Cho Kyuhyun sialan! Rasanya ia ingin sekali menelan wajah angkuh pria itu hidup-hidup. Dua tamparan yang ia layangkan tadi rasanya belum cukup untuk seorang Cho Kyuhyun.
“Memangnya kau ada masalah apa dengan Kyuhyun sampai dia menghajarmu seperti ini?” tanya Shinhyun, menyodorkan segelas lemon tea untuk Hyunhwa.
“Mana aku tahu. Bukankah seharusnya aku yang bertanya seperti itu padamu?”
Shinhyun mengangkat bahu. “Kupikir dia sudah tidak akan menggangguku lagi setelah aku membiarkan dia menyalip nilaiku. Tapi kenapa sekarang kelakuannya semakin kurang ajar, ya? Dan kenapa dia tidak melampiaskannya padaku seperti biasa saja dan malah menghajarmu?” gadis itu bergumam, berpikir. Sepertinya Cho Kyuhyun memang tidak waras.
“Sudahlah. Lain kali aku akan membalasnya sendiri,” sahut Hyunhwa. “Oh ya, sayang, minggu depan kau datang ke pesta ulang tahun Yoona, kan?”
Shinhyun mengangkat bahu. “Entahlah, oppa. Aku tidak terlalu suka pesta.”
“Kalau kau tidak datang bagaimana denganku? Kau tega membiarkan aku pergi sendiri?” ucap Hyunhwa sambil menunjukkan wajah cemberutnya, membuat Shinhyun tersenyum.
“Baiklah baiklah. Aku mau datang asalkan bersamamu.”
“That’s my girl,” balas Hyunhwa bahagia sambil memeluk Shinhyun erat.
***
Lee Shinhyun meremas ujung gaunnya dengan gugup. Bagaimana tidak? Sejak Hyunhwa menjemputnya sampai sekarang setengah perjalanan menuju gedung tempat ulang tahun Yoona pria itu selalu mencuri pandang terhadapnya. Shinhyun malu sekali. Rasanya seperti bukan dirinya saja.
“Jangan melirikku terus, oppa. Kau bisa menabrak mobil lain nanti.”
Hyunhwa menyunggingkan senyumnya. “Kau terlihat berbeda malam ini, sayang.”
“Kau yang menyuruhku memakai gaun ini. Sudah ku bilang, kan, lebih baik aku pakai celana jeans seperti biasanya saja,” gerutu Shinhyun. Dalam hati ia merutuki dirinya sendiri. Kenapa tadi ia mau memakai gaun yang Hyunhwa belikan untuknya? Ia pasti malu setengah mati jika bertemu dengan teman-temannya nanti. Mereka pasti akan menertawakan penampilannya.
“Jangan begitu, sayang. Kau terlihat sangat cantik dengan gaun itu. Seharusnya kau lebih sering memakai baju yang feminim seperti ini. Kau ini seorang wanita, bukan pria.”
Shinhyun mendengus. “Aku tahu,” gerutunya dan hanya dibalas tawa oleh Hyunhwa. Masa bodoh dengan apa kata teman-temannya nanti. Lagipula ia juga tidak bisa menolak jika Hyunhwa sudah meminta sambil menunjukkan ekspresi menggemaskan yang ia punya.
Tak lama kemudian mobil mereka telah sampai ke sebuah gedung yang disewa untuk ulang tahun teman sekelas mereka, Im Yoona. Tempat itu sudah cukup ramai ketika Hyunhwa dan Shinhyun datang. Setelah Hyunhwa meyakinkan Shinhyun –lagi- bahwa penampilannya tidak memalukan, mereka turun dan memasuki gedung itu.
“Hallo romeo julliet,” sapa Kris, salah satu teman mereka dari kelas lain. “Shinhyun, kau cantik sekali malam ini,” puji pria itu.
Shinhyun tersenyum malu. “Terima kasih.”
“Sudah kubilang, kan, kau sangat cantik,” ujar Hyunhwa menimbulkan semburat merah di pipi Shinhyun semakin terlihat.
“Shinhyun-ah!” gadis itu menoleh ketika mendengar seseorang menyerukan namanya. Senyumnya melebar melihat siapa orang itu.
“Taeyeonie,” sahutnya senang. Setelah meminta ijin pada Hyunhwa, gadis itu mendekati Taeyeon, sahabatnya. “Kau datang sendiri? Kenapa tidak bersamaku saja tadi?”
Taeyeon menggeleng. “Aku tidak sendiri, Hyun,” gadis itu mendekati telinga Shinhyun seolah hendak memberitahu rahasia negara yang tidak boleh diketahui siapapun. “Aku bersama kekasih baruku.”
Shinhyun melebarkan matanya senang. “Oh ya? Astaga, sayang, siapa dia? Kenapa baru memberi tahuku sekarang?”
“Kami baru pacaran tadi sore,” jawab Taeyeon. Ia menolehkan kepalanya kekanan kiri, mencari seseorang. Dan senyumnya melebar ketika menemukan orang yang dicarinya sedang berbincang-bincang dengan teman-temannya. “Dia disana.”
Shinhyun ikut menoleh mengikuti arah tunjuk Taeyeon. Dan betapa terkejutnya ia mengetahui siapa laki-laki yang Taeyeon maksud. “Taeyeon, kau pacaran dengan Lee Donghae?” tanyanya tak percaya. Sedangkan Taeyeon hanya mengangguk ringan.
“Memangnya kenapa?”
Shinhyun memutar bola matanya. “Kau tidak ingat siapa Lee Donghae? Dia itu sahabat Cho Kyuhyun, pembuat onar di sekolah kita. Kau tidak ingat kita sering dikerjai oleh mereka?”
Taeyeon mengangguk lesu. “Aku tahu. Tapi setidaknya Donghae tidak sejahat Kyuhyun. Dan aku baru sadar ternyata Donghae itu romantis sekali, Hyun-ah. Dan aku juga menyukainya.”
Shinhyun memaksakan seulas senyum. Yah, apa boleh buat. Taeyeon menyukai pria itu. Dia tidak punya hak apa-apa untuk melarang.
“Baiklah. Aku doakan semoga kau bisa awet dengan Donghae.”
“Gomawo, Hyun-ah,” Taeyeon memeluk sahabatnya dengan senang. Mereka masih berpelukan ketika ada tiga orang pria mendekati mereka.
“Wah, menyenangkan sekali bisa berpelukan di tempat umum.”
Shinhyun dan Taeyeon melepaskan pelukannya. Taeyeon tersenyum lebar melihat Donghae bersama kedua temannya, Kyuhyun dan Sungmin. Sedangkan Shinhyun mendengus melihat Kyuhyun yang menatap dirinya tajam. Seperti biasa. Pria itu kenapa sih? Selalu seperti itu setiap ada Shinhyun.
“Taeyeon, kalau begitu aku menyusul Hyunhwa dulu, ya?” pamit Shinhyun dan segera pergi meninggalkan mereka. Harus ditanamkan kuat-kuat dalam dirinya bahwa tidak boleh berdekatan dengan makhluk bernama Cho Kyuhyun dalam radius sepuluh meter jika ingin nyawanya selamat.
Shinhyun kembali menghampiri Hyunhwa. Pria itu memberikan Shinhyun segelas minuman yang langsung ditegak habis oleh gadis itu, tanpa curiga sedikitpun pada kekasihnya. Tanpa sadar bahwa lelaki yang berdiri di sampingnya menyeringai dengan menyeramkan pada teman-temannya.
“Op— oppa…” gadis itu merasa kepalanya pusing. Ia terhuyung dan Hyunhwa dengan sigap menerima tubuhnya.
“Sayang, kau tidak apa-apa?” tanya Hyunhwa.
Shinhyun merasa kepalanya pusing. Bumi yang dipijakinya seolah berputar dan pandangannya mengabur. Apa yang terjadi? Apakah sedang ada gempa bumi? “Oppa, ada gempa. Ayo pulang…”
Mendengar gumaman tak jelas dari Shinhyun membuat Hyunhwa tertawa bersama teman-temannya. Bagus. Rencananya sebentar lagi berhasil. Tidak sia-sia dia berusaha mendekati Shinhyun selama setahun ini, gadis yang menurut semua lelaki di sekolah paling sulit ditakhlukkan, karena sebentar lagi ia akan mendapatkan apa yang ia mau.
“Kalian harus memberikan masing-masing 1 juta won itu padaku. Sebentar lagi aku pasti akan mendapatkan keperawananya.
Hahaha—“
Shinhyun masih mampu mendengar ucapan Hyunhwa disisa kesadarannya semakin menipis. Apa yang Hyunhwa katakan tadi? Mendapatkan keperawanannya? Oh Tuhan, apa yang sebenarnya terjadi? Apa laki-laki ini mencintainya karena memang ada maksud terselubung?
“Cepat kita bawa dia pergi sebelum yang lain tahu,” kata Kris, pria yang sedari tadi bersama Hyunhwa. Apa pria ini juga ikut taruhan?
Astaga, tidak! Shinhyun tidak boleh diam saja. Ia harus melawan dan menjauh dari pria-pria bajingan ini. Hatinya seolah teriris. Satu-satunya pria yang berhasil membuatnya jatuh cinta ternyata menganggapnya tak lebih dari sekedar barang taruhan.
Gadis itu hendak memberontak ketika Hyunhwa dengan mudah mengangkat tubuh mungilnya dan kemudian ia merasa tubuhnya sudah berada di dalam mobil. Oh Tuhan, selamatkan aku…
Shinhyun, Hyunhwa, beserta keempat teman Hyunhwa yang lain sudah memasuki mobil, entah akan membawa Shinhyun kemana. Namun ketika Kris yang duduk di balik kemudi sedang berusaha menyalakan mesin tiba-tiba kaca depan mobil itu pecah, menimbulkan teriakan kaget dari semua yang berada di dalam mobil dan terkena pecahan kaca. Shinhyun terlalu lelah membuka mata hingga dirinya benar-benar pingsan, tidak mengetahui perkelahian hebat yang terjadi diluar mobil antara Jo Hyunhwa c.s. dengan satu orang pria.
***
Aku mencoba mengisi hatiku yang terbakar semalaman
Aku tidak suka,
Tanpamu hariku terasa panjang, aku mohon
Kyuhyun membaringkan Shinhyun di dalam kamar apartemennya. Lelaki itu mengumpat dalam hati. Dasar gadis keras kepala. Sudah dia tunjukkan berkali-kali bahwa Jo Hyunhwa bukan pria baik-baik dan lihatlah sekarang. Lee Shinhyun tidak seharusnya seperti ini.
Kyuhyun menghela nafas. Sepertinya dia juga yang bodoh. Ia sadar yang ia lakukan selama ini tidak akan membuat Shinhyun sadar, melainkan membuat Shinhyun membenci dirinya. Bodoh. Pria sepertinya memang kurang dianugerahi rasa mengerti dalam perasaan cinta.
Tapi biarlah. Kyuhyun tak perduli apa yang telah ia lakukan. Yang penting sekarang ini Shinhyun selamat. Itu sudah lebih dari cukup untuknya. Laki-laki itu pasti tidak akan bisa memaafkan dirinya sendiri jika Shinhyun bisa sampai ‘jatuh’ ke tangan Jo Hyunhwa biadab itu.
Kyuhyun duduk di pinggir ranjang samping kepala Shinhyun dan mengelus kepala gadis itu lembut, menyelipkan beberapa helai rambut yang menutupi wajah cantiknya ke belakang telinga. Harus berapa kali Kyuhyun katakan bahwa gadis ini benar-benar cantik tanpa cela. Meskipun pengakuan itu belum pernah sekalipun keluar dari bibirnya, tapi cukuplah dirinya dan Tuhan yang tahu bahwa Kyuhyun benar-benar menginginkan gadis ini lebih dari apapun yang pernah ia inginkan. Parasnya begitu sempurna, juga pribadinya yang kuat. Entah bagaimana caranya Kyuhyun harus mendeskripsikan apa yang ia rasakan pada gadis ini.
Dan Kyuhyun bertekad dalam hati akan membalas apa yang Hyunhwa lakukan pada gadis ini. Ia tidak perduli pada beberapa bagian tubuhnya yang terluka akibat perkelahian beberapa jam yang lalu.
Kyuhyun menaiki ranjang, membaringkan tubuhnya di samping Shinhyun dan mengamati wajah cantik itu dari samping. Andaikan gadis ini ‘melihatnya’ dari awal, ia tidak akan mungkin jatuh keperangkap Hyunhwa. Dan Kyuhyun akan dengan mudah menjadikan gadis ini sebagai miliknya. Bodohnya ia selama ini memperlakukan Shinhyun dengan begitu buruk. Tapi Kyuhyun hanya ingin dianggap ada oleh Shinhyun, meskipun ada sebagai musuh.
Mata Kyuhyun tertuju pada bibir Shinhyun. Bolehkah ia? Tapi Shinhyun sedang tidak sadar, dan tegakah ia? Lelaki itu menggeleng keras mengusir pikiran-pikiran aneh itu dan memlikih untuk memejamkan mata. Ia baru saja menyelamatkan Shinhyun, ia tidak mungkin ‘memakan’ gadis ini juga.
Tapi jika Shinhyun bangun bukankah kemungkinan besar gadis itu akan memaki dan menolaknya?
Tidak! Setelah apa yang terjadi, ia tidak akan membiarkan Shinhyun pergi darinya. Ia tidak akan pernah mempercayakan gadis ini pada pria lain. Tidak akan atau pria itu harus melangkahi mayatnya dulu jika ingin mengambil Shinhyun dari sisinya.
Kyuhyun menumpukan sebelah sikunya di samping kepala Shinhyun dan mengecup kening gadis itu. Jemarinya yang bebas ia gunakan untuk mengelus wajah gadis itu seiring dengan ciumannya yang perlahan merambat ke bibir mungil Shinhyun.
Perlahan Kyuhyun melumat bibir Shinhyun, menarik dagunya agar mulutnya terbuka dan lidahnya dengan lihai menjelajahi mulut Shinhyun.
Astaga! Kyuhyun tahu bibir gadis ini manis. Tapi ia tak menyangka akan semanis ini. Lebih manis daripada yang ada diimajimasi liarnya.
Lelaki itu tidak sadar ketika dirinya tiba-tiba menaiki tubuh Shinhyun, menindihnya. Kyuhyun terus mengecap bibir Shinhyun. Menjilati rongga mulutnya dan menghisap lidah gadis itu sehingga tercipta bunyi decapan yang menyenangkan. Seandainya Shinhyun bangun dan mendesah untuknya…
Ciuman Kyuhyun merambat ke leher Shinhyun. Tangannya pun kini sedang berusaha membuka kaos Shinhyun, entah setan apa yang menguasai dirinya malam ini. Ia hanya sedang berusaha mewujudkan impiannya; menjadikan Lee Shinhyun hanya miliknya. Dan lelaki itu tertegun melihat pinggang ramping Shinhyun yang seputih susu. Payudaranya tersembunyi indah di balik bra merah berendanya yang menyala, seolah mengundang dirinya untuk menikmati pemandangan indah itu.
Tangan Kyuhyun mengelus pinggang Shinhyun, merambat naik menyentuk payudaranya. Dengan jantung yang berpacu semakin cepat, Kyuhyun menyusupkan tangannya di balik bra Shinhyun, meloloskan benda kembar itu tanpa harus melepaskan bra nya. Astaga, indah sekali! Begitu pas ditangannya saat ia menangkupnya. Begitu putih dengan putting cokelat kemerahan dipuncaknya. Sempurna. Dan akan lebih sempurna lagi jika putting itu menegang.
Oh Tuhan, membayangkannya saja sudah membuat monster Kyuhyun semakin menegang.
Kyuhyun mencari kaitan bra Shinhyun dan melemparkannya sembarangan. Tangannya ia tangkupkan diatas kedua payudara Shinhyun dan meremasnya perlahan. Kenyal sekali.
Payudara kanan Shinhyun kini menjadi sasaran mulut Kyuhyun. dijilatinya seluruh permukaan payudara itu dan menyedot puttingnya dengan kuat, membuat benda itu menegang sempurna.
“Apakah kau menikmatinya?” Kyuhyun tersenyum dan kembali menggarap dua payudara milik Shinhyun. Tangannya mulai turun ke bawah, melepaskan celana sekaligus celana dalam Shinhyun dan membuangnya sejauh mungkin.
Kyuhyun mencium seluruh permukaan kaki Shinhyun sebelum sampai di pangkal pahanya. “Kau benar-benar sempurna, sayang,” ucapnya sebelum ia mulai menjilati vagina Shinhyun, meremas pahanya sambil lidahnya terus bekerja menggodai klitoris Shinhyun.
“Mhh…”
Astaga! Begitu Kyuhyun menginginkan desahan Shinhyun sampai halusinasinya terdengar seperti nyata.
“Aaahh…”
Oh Tuhan!
“Aaakhh… a- apa yang kau lakukan shh—“
Kyuhyun baru sadar jika Shinhyun terbangun ketika tubuh itu bergerak dan bersuara. Reflex Kyuhyun mengangkat kepalanya dan bertemu pandang dengan gadis itu.
Shinhyun tertegun. Mengetahui dirinya tanpa busana dan Kyuhyun sedang bekerja dengan mulutnya di tubuh yang paling ia jaga membuat hatinya berdesir. Apa yang terjadi padanya?
Kepala Shinhyun berputar pada kejadian sebelum ia pingsan. Kenyataan bahwa Hyunhwa hanya menjadikannya barang taruhan, dan sekarang… Oh Tuhan, apakah Cho Kyuhyun juga termasuk dari salah satu teman Hyunhwa yang mempertaruhkan tubuhnya?
“Brengsek! Apa yang lakukan pad- eemmphh…” teriakan Shinhyun tertahan ketika tiba-tiba Kyuhyun menindih tubuhnya dan mencium bibirnya dengan kasar. Matanya terbelalak dan ia berusaha meronta, tapi yang ada Kyuhyun malah menahan kedua tangannya, menahan kedua tangan Shinhyun di atas kepalanya.
“Eemmphh…” Shinhyun merasakan kepalanya berputar. Ciuman Kyuhyun begitu menggebu. Shinhyun juga merasakan sesuatu yang aneh saat payudaranya bergesekan dengan dada Kyuhyun. Dan kemaluannya, kenapa ada yang aneh disana?
Sensasi aneh itu terus menjalari tubuh Shinhyun ketika tangan Kyuhyun yang satu ia gunakan untuk meremas payudaranya. Puttingnya menegang akibat cubitan yang diberikan pria itu, membuatnya merasakan kenikmatan yang belum pernah ia ketahui sebelumnya.
Kyuhyun menyerinngai ketika merasakan tubuh Shinhyun sudah mulai menikmati sentuhan-sentuhannya. Lelaki itu melepaskan bibir mungil Shinhyun, ingin mengetahui apa yang akan dihasilkan bibir itu ketika ia melepaskan ciumannya.
“Ouhh nghhh…”
Kyuhyun merasakan kepuasan tersendiri bisa mendengar desahan gadis idamannya secara nyata. Ia menyeringai lebar kemudian melumat puncak payudara Shinhyun lembut, menggodanya untuk mendesah lebih kencang. Kepala gadis itu terangkat dan dadanya tanpa sadar membusung, seolah mengijinkan Kyuhyun berbuat lebih jauh. Tubuh dan akalnya terasa tidak sinkron. Apalagi ketika ia merasakan sebuah benda membuka lipatan vaginanya sebelum akhirnya masuk ke dalam, mengoyak tubuhnya.
“Aahh Kyuu…”
Jemari Kyuhyun dengan lincah bermain di vagina Shinhyun yang terasa begitu basah, memudahkannya untuk membuat desahan Shinhyun semakin keras. Bahkan menjerit ketika Shinhyun merasakan kenikmatan yang amat sangat menjalar keseluruh tubuhnya. Kyuhyun terus menggerakkan jemarinya sambil terus memandang wajah cantik Shinhyun yang benar-benar menggoda. Wajah yang biasanya selalu menunjukkan raut muak padanya itu berubah menjadi raut penuh kenikmatan. Mulut yang biasanya terus melontarkan umpatan dan makian pada Kyuhyun kini mendesah pasrah untuknya. Begitu mempesona. Dan Kyuhyun bersumpah ia tidak akan membiarkan siapapun melihat raut seperti ini dari Lee Shinhyun.
“Enghhh aahhh…”
Jari-jari panjang Kyuhyun bergerah semakin lincah ketika merasakan vagina Shinhyun semakin menyempit menjepit jarinya. “Keluarkan sayangku.”
“Cho Kyuhyun oouuhhh—“
Tubuh Shinhyun melengkung dan terhempas ketika gelombang dahsyat itu menghampirinya, membawanya seolah terbang bersama kenikmatan yang belum pernah ia rasakan, bahkan belum pernah ia bayangkan sebelumnya. Nikmat sekali.
Kyuhyun mengeluarkan jarinya, mengoleskan cairan itu pada putting Shinhyun kemudian menghisapnya.
“Nghh brengsek shh…”
Lelaki itu menyeringai mendengar umpatan Shinhyun, bahagia mendengarnya. “Oh ya? Lebih brengsek siapa? Aku atau Jo Hyunhwa?”
“Aahhh—“ Shinhyun kembali mendesah ketika merasakan sebuah benda menggesek vaginanya, membuatnya tak mampu menjawab pertanyaan Kyuhyun karena sibuk menahan rasa sakit yang menjalari tubuhnya ketika sebuah benda asing menerobos masuk ke dalam tubuhnya. “Akhhh sakiitthhh—“
“Sebrengsek apapun diriku, setidaknya aku tidak menjadikanmu barang taruhan,” Kyuhyun langsung melumat bibir Shinhyun dan meramas payudaranya dengan teratur, berusaha mengalihkan rasa sakit gadis itu ketika juniornya memaksa masuk. Gadis itu menjerit tertahan saat Kyuhyun mendorong juniornya dengan keras, merobek sesuatu yang ada di dalam sana dan membuat vagina Shinhyun mengeluarkan beberapa tetes darah.
Kyuhyun mendiamkan juniornya di dalam tanpa menghentikan lumatan dan pijatannya di payudara Shinhyun. Apapun yang bisa ia lakukan agar mengurangi sakit yang Shinhyun rasakan.
Shinhyun sendiri merasakan hatinya benar-benar remuk. Ia bisa merasakan kejantanan Kyuhyun memenuhi dirinya. Dan itu artinya mahkotanya telah hilang. Ia kotor. Kehormatan yang selama ini ia jaga telah direbut paksa oleh pria yang selama ini menyandang status sebagai musuhnya. Oh Tuhan, betapa tidak berharganya ia saat ini. Dan tololnya meski Shinhyun merasakan perih yang amat sangat di hati dan kemaluannya, tetapi lumatan dan remasan tangan Kyuhyun di payudaranya masih tetap terasa nikmat.
Dan detik itu Shinhyun merasa dirinya tak lebih dari seorang pelacur.
“Nghh—“ desahan gadis itu kembali keluar ketika Kyuhyun menarik juniornya kemudian memasukkannya lagi dan melakukan gerakan itu dengan gerakan teratur. Seluruh dinding vagina Shinhyun terasa seperti ditarik dengan begitu nikmat dan ia merasa seperti sedang tidak berada di bumi. “Aaahhh sshhh—“
Kyuhyun tersenyum puas ketika Shinhyun mulai menikmati perlakuannya. Tubuh gadis itu menggeliat dan bibirnya tak berhenti mengeluarkan desahan nikmat saat ia menggerakkan pinggulnya menggenjot gadis itu, membuatnya terbang. Ia menenggelamkan kepalanya di leher Shinhyun, membubuhkan beberapa tanda kemerahan disana. Tangannya sibuk mencubiti putting Shinhyun bersama genjotannya yang semakin menggebu.
“Enghhh disituuhh ouuhhh—“
Kyuhyun semakin cepat menggerakkan pinggulnya, menggempur vagina Shinhyun hingga menyentuh titik rangsang gadis itu berkali-kali. Tubuh gadis itu semakin menegang dan vaginanya juga semakin menyempit, menjepit juniornya dengan begitu erat. “Kyuuhh akuu aakkhhh—“
Kyuhyun menghentikan gerakannya sejenak, membiarkan Shinhyun menikmati saat-saat pelepasannya. Lelaki itu mengelus wajah Shinhyun, menyeka keringat di dahinya dan menyelipkan beberapa helai rambut gadis itu ke belakang telinganya.
“Aku tahu kau pasti menikmatinya,” Kyuhyun mencium kening Shinhyun dan menyeringai puas. Melihat gadis ini tergeletak tak berdaya di bawah tubuhnya membuatnya bangga luar biasa. Apalagi ketika gadis ini meneriakkan namanya.
“Kau lebih brengsek dari Hyunhwa. Aku akan membunuhmu shh,” Shinhyun bergetar ketika tangan usil Kyuhyun mencubit puttingnya yang sudah mengeras akibat perlakuan lelaki itu sedari tadi.
“Oh ya? Kau mau membunuhku atau mendesah lagi untukku?
“Aahhh—“
Kyuhyun menarik Shinhyun untuk duduk di pangkuannya. Kedua kaki gadis itu ia lingkarkan pada pinggangnya, membuat juniornya semakin menusuk titik rangsang Shinhyun lebih dalam.
“Nghh…” gadis itu terkulai lemas di dada bidang Kyuhyun. Tangannya menggantung di leher lelaki itu. Oh Tuhan, sampai kapan penderitaan ini berlangsung? Shinhyun merasa dirinya adalah gadis paling kotor di dunia ini.
“Kau belum membuatku orgasme, nona manis,” Kyuhyun berbisik di telinga Shinhyun disertai dengan jilatan pada telinganya dan remasannya pada kedua pantat Shinhyun. “Bergeraklah.”
“Ti- tidak…”
Kyuhyun menyeringai. Gadis ini masih saja keras kepala. Ia pun beralih memegang pinggang Shinhyun, mengangkat tubuhnya kemudian menurunkannya lagi membuat gadis itu menjerit.
“Kyuhyun… aahhh…”
“Seperti ini, sayang. Bergeraklah seperti ini,” Kyuhyun terus menaik-turunkan tubuh Shinhyun yang dibalas gadis itu dengan jeritan nikmat karena junior Kyuhyun menyodok dinding rahimnya dengan begitu intens. Begitu nikmat. Membuat Shinhyun tanpa sadar ikut menggerakkan tubuhnya sesuai perintah Kyuhyun saat pria itu melepaskan pinggangnya, membiarkannya bekerja sendiri. “Bagus, sayang. Terus seperti ini…”
“Ouuhhh ngghh aahhh…”
Tubuh Shinhyun hampir saja ambruk kebelakang jika saja Kyuhyun tidak menahan pinggangnya dan tangan kiri Shinhyun ia tumpukan di atas ranjang. Tangan kanannya masih melingkar di leher Kyuhyun, meminta perlindungan. Sedangkan tubuhnya sendiri tidak berhenti bergerak, berusaha mencari puncak kenikmatan lagi.
Kyuhyun memperhatikan setiap inchi tubuh Shinhyun yang bergerak di atasnya dengan penuh kekaguman. Mulut lelaki itu juga mengeluarkan geraman nikmat akibat perbuatan Shinhyun pada tubuhnya. Ia memajukan kepalanya ke dada Shinhyun, melumat kembali payudaranya yang tak berhenti bergerak seolah mengundangnya. Dan betapa senangnya Kyuhyun ketika Shinhyun bergerak lebih cepat merespon apa yang ia lakukan. Tangan kanan Shinhyun yang melingkar di lehernya kini beralih meremas rambut Kyuhyun.
“Enngghh akuuhh tidak kuaathh…”
“Sebentar lagi, sayang,” jawab Kyuhyun di sela lumatannya pada kedua payudara Shinhyun. Pria itu merasakan gerakan Shinhyun yang semakin memelan. Astaga, jangan berhenti dulu atau ia harus mengulang lagi dari awal. Kyuhyun pun menghentikan Shinhyun dan segera membaringkannya lagi di atas ranjang. Kyuhyun melebarkan kedua paha Shinhyun dan langsung menggenjotnya dengan cepat, membuat gadis itu melengkung penuh nikmat.
“Kyuuuhhh… akuuhhh ouuhh…”
“Tunggu sebentar nghh…” Kyuhyun ikut menggeram. Ia memeluk tubuh Shinhyun erat bersama dengan keluarnya cairan dari tubuh mereka yang menyatu dalam vagina gadis itu.
I’m sorry, but I love you…
To Be Continued –

Fc Populer:

%d blogger menyukai ini: