Beloved Friend Part 4

0
Beloved Friend Part 4 ff nc kyuhyun super junior
Tittle :  Beloved Friend Part 4
Main Cast :
Han Yoori
Cho Kyuhyun 
Categori :  NC21, Chapter, Friendship, Romance, Sad (mybe). 
Author :  Sulfaminggo
Mohon partisipasi untuk komentarnya.
Selamat Membaca ^^
___
Flashback On
“Tunggu aku Cho Kyuhyun!”
Kyuhyun memperlambat larinya, karena teriakan yang begitu nyaring dari arah belakang. “kau lambat sekali Yoong? Bahkan aku hanya lari santai, tapi kau tetap tidak dapat mengimbangi langkahku?”

“kau gila? Kau bilang lari santai? Oh bahkan langkahmu sudah seperti lari marathon!” jawab Yoori dengan nafas tersenggal – senggal. Kali ini ia sudah berada di samping Kyuhyun.
Kyuhyun menghentikan langkahnya. Menghadap sahabatnya yang sedang menunduk mengatur nafas kelelahan. “kau tumbuh dengan kaki yang pendek” cacat Kyuhyun memperhatikan tubuh Yoori dari ujung rambut hingga ujung kaki.
“Mwo! Kau mengataiku? Asal kau tau, tinggiku diatas rata – rata wanita seumurku Cho” jawab Han Yoori membela diri.
“tetap saja, tinggimu jauh dibawahku dan kakimu itu pendek” jawab Kyuhyun asal sambil memandang sekeliling taman, mencari bangku yang kosong untuk istirahat.
“kau menye-….. kyaaa“ ucapan Yoori terhenti karena mendapat tarikan dari Kyuhyun.
“kita duduk disana” Kyuhyun menarik lengan Yoori paksa menghampiri bangku kosong yang tak jauh dari mereka berdiri.
“kau menyebalkan!” kesal Yoori begitu mendudukan diri disebelah Kyuhyun.
Kyuhyun menarik nafas, ia rasa cukup mengerjai Yoori, kasian juga melihat Yoori yang terus – terusan ia hina. Sebenarya Kyuhyun juga tidak tega membiakan Yoori kelelahan mengikutinya olahraga pagi. Tapi apa boleh buat toh Yoori yang memaksa ingin ikut olahraga pagi.
“mian Yoong. Lain kali jangan ikut aku olahraga” Kyuhyun membersihkan keringat di pelipis Yoori dengan handuk kecil yang dikalungkan di leher Yoori.
Yoori diam, ia masih kesal dengan sikap Kyuhyun yang melarangnya olahraga pagi. Yoori mengembungkan pipinya, merasa tuli dengan ocehan Kyuhyun.
Kyuhyun diam – diam tersenyum tipis melihat tingkah manja sahabatnya ini. “kau tidak memaafkanku? Kalau begitu sini aku peluk” Kyuhyun menarik pundak Yoori hingga yeoja itu berada di dalam pelukannya.
“Shirio! Kau bau keringat Cho” Yoori melepaskan pelukan Kyuhyun dan tersenyum mengejek
mereka pun tertawa renyah. Memang persahabatan yang aneh.
“kau mau makan Es Krim?”
“kajja” ajak Yoori semangat
Flasback end
Yoori tersenyum kecut, karena teringat sedikit kenagan bersama Cho Kyuhyun sewaktu mereka masih berumur belasan tahun. Air matanya sudah kering, ia habiskan bermalam – malam untuk menangis. Tidak ada gunanya ia menyesali nasip yang ia alami. Toh ini karena keputusannya sendiri, Yoori terjebak dengan kondisi saat ini.
Ini sudah sepekan setelah Yoori pergi ke apaterment Kyuhyun untuk memberitahukan bahwa ia tengah hamil lima minggu, namun yang ada ia malah bertemu dengan calon istri Kyuhyun – Kim Rena, yang tidak ia kenal sama sekali. Bahkan Yoori tidak datang kebandara saat Kyuhyun berangkat ke Amerika. Sejak saat itu Yoori memutuskan untuk membesarkan janinnya seorang diri, dan merahasiakan kehamilannya pada Kyuhyun. Yoori hanya tidak mau jika merusak pernikahan dan kebahagiaan Khyuyun.
Perutnya kembali mual, saat ini Yoori sedang berdiri di wastafel toilet kantor. Ia baru selesai dengan aktifitas yang lima hari ini sering ia alami tiap pagi. Yoori memegangi perutnya yang bahkan masih rata, ia mengusap sayang agar sang jabang bayi tidak kembali memualkan perutnya. Sungguh Yoori harus merahasiakan kehamilannya pada siapapun, bahkan dengan sang ibu – Ny. Han. Ia belum siap melihat respon ibunya jika mengetahui anak semata wayangnya hamil, tanpa seorang suami.
“Gwenchana?”  seorang wanita paruh baya yang baru masuk ke dalam toilet menghampiri Yoori yang sedang membungkuk di wastafel menahan mualnya. Wanita paruh baya ini tadinya ingin buang air tetapi ia urungkan karena merasa iba melihat Yoori dengan kondisinya saat ini.
Merasa ada yang memegang pundaknya, Yoori mendongak “Oh ketua Hwang? joesonghamnida. Saya baik –  baik saja” jawab Yoori lemah
“oh nona Han, apa anda sedang sakit?” ketua Hwang tampak Kawatir
“Anio, saya hanya meriang ketua Hwang” Yoori berusaha tersenyum.
Ketua Hwang adalah kepala devisi bagian desigh busana, dan itu merupakan devisi Yoori saat ini bekerja. Maka dari itu Yoori berusaha terlihat baik – baik saja, karena jika ketua Hwang tau bahwa Yoori sedang hamil, maka Yoori dianggap gugur dalam kontes desigh Internasional yang di ikuti oleh berbagai Negara. Yoori harus menyelesaikan kontes ini, walaupun kelak ia tidak menang, namun Yoori tetap ingin merasakan karyanya di nilai oleh orang – orang professional.
“jaga kesehatanmu baik – baik nona Han, ingatlah deadline untuk baju musim panas sudah hampir dekat. Jika kau sakit aku kawatir kau tidak dapat maksimal”
“saya akan lebih menjaga kesehatan” jawab Yoori membungkuk hormat
“saya percaya padamu nona Han” jawab Ketua Hwang dengan menepuk pundak Yoori dan pergi masuk kedalam toilet.
***
Seluruh persiapan pernikahan sudah siap di depan mata. Besok merupakan hari pernikahan Cho Kyuhyun dan Kim Rena. Kyuhyun benar – benar tidak pernah menyangka jika wanita yang akan ia ikat dengan janji suci bukanlah Han Yoori. Ia benar – benar kecewa dengan semua ini, terlebih lagi Kyuhyun merasa seperti laki – laki berengsek yang mninggalkan Yoori begitu saja, tanpa kata perpisahan ataupun kata maaf.
Kyuhyun sangat sadar dengan perasaannya kepada Yoori. ia mencintai Yoori, lebih dari sekedar sahabat ataupun saudara. Tetapi apa boleh buat, nasi sudah menjadi bubur. Kyuhyun harus tetap melaksanakan pernikahannya dengan Kim Rena, demi menyelamatkan perusahaan sang ibu – Cho Grup dari hutang. Kyuhyun berjanji pada dirinya sendiri jika ia akan cepat menyelesaikan masalah ini, dan meminta maaf kepada Han Yoori.
Kyuhyun memijat pelan pelipisnya, merasakan pening karena pikiran yang bergelayut didalam otaknya. Masalah yang ia hadapi, sungguh membuatnya gila, masalah yang sangat memojokan posisi Kyuhyun. Di satu sisi ia tidak dapat membiarkan perusahaan yang sudah ibunya rintis, perusahaan yang sangat berarti untuk beliau jatuh di tangan orang lain begitu saja. Namun jika Kyuhyun ingin mempertahankan perusahaan Cho Grup, maka ia harus menikah dengan wanita yang sama sekali tidak di cintai.
Di sisi lain, Kyuhyun akan melukai wanita yang sangat ia cintai-Han Yoori, wanita yang seharusnya ia perjuangkan, wanita yang seharusnya menjadi satu – satunya pendamping hidupnya. Wanita yang dari dulu membuat hidupnya berarti. Tetapi wae? Kenapa ia harus di berikan dua pilihan yang sangat sulit?.
Kim Rena, wanita yang baru beberapa bulan lalu aku kenal. Dengan penampilan yang angkuh tetapi memiliki pesona yang sangat menawan. Laki – laki mana yang tidak tertarik dengan tubuh dan wajahnya? Bahkan Kyuhyun pun tidak munafik untuk mengakui ketertarikannya. Tetapi sayangnya hatinya tidak untuk Rena, hati Kyuhyun sudah dimiliki oleh Han Yoori.
Kyuhyun terus meremang, saat ini ia sedang bersandar di sofa panjang dekat dengan jendela kamarnya. Memejamkan mata menahan segala kebimbangan dalam hatinya. Dapatkah ia melaksanakan pernikahan dengan Kim Rena? Wanita yang tidak ia cintai? Dapatkah ia hidup tanpa Han Yoori?
Kyuhyun membuang nafas panjang, membuka mata dan melihat kembali selembar foto yang sedari tadi ia genggam. Selembar Foto yang menggambarkan laki-laki dan perempuan yang sedang tersenyum lebar, seakan tanpa beban. Kyuhyun tersenyum pahit, ia merindukan wanita dalam foto itu. Senyumnya yang selalu menyejukan hatinya.
“appa harap kau tidak akan melarikan diri saat pernikahanmu besok Cho Kyuhyun” suara tuan Yongwa membubarkan lamunan Kyuhyun, menghapus senyuman yang terukir di wajah Kyuhyun. Pria baya itu masuk tanpa mengetuk pintu kamar Kyuhyun terlebih dahulu.
“appa tidak perlu khawatir!” jawab Kyuhyun tajam
“baguslah” tuan Yongwa menganggukan kepala, Seraya berbalik ingin meninggalkan Kyuhyun, merasa lega karena Kyuhyun tidak akan mengikari janjinya untuk menikahi Kim Rena.
Namun ketika Tuan Yongwa inngin melangkah pergi, Kyuhyun berbicara lirih namun penuh dengan penekanan disetiap katanya.
“jangan pernah mencampuri hidupku setelah ini”
Tuan Yongwa menghentikan langkahnya dan berbalik menatap Kyuhyun, alisnya menaut seakan meminta penjelasan.
“setelah aku menuruti keinginan appa untuk menikahi Kim Rena, dan melunasi utangmu, jangan pernah ikut campur apapun yang berkaitan dengan hidupku dan juga Cho Grup” Kyuhyun menatap tajam mata tuan Yongwa dengan segala amarah yang tertahan.
***
“Yoori_a, kau tidak sarapan sayang? Ny. Han berteriak ketika melihat anak kesayangannya melesat melewati ruang makan.
“ah, eomma” Langkah Yoori terhenti ketika mendengar panggilan dari sang ibu, kemudian Yoori berbalik berjalan kearah Ny. Han yang sedang menata makanan di meja makan. “maaf aku tidak dapat sarapan bersama eomma, pagi ini ada metting eomma” jawab Yoori sambil mencium pipi sang ibu. Sebenarnya Yoori sedang berbohong jika ada rapat pagi ini. Memang Yoori sengaja menghindar agar jika ia mual dipagi hari, ibunya tidak akan pernah tau.
“jadi hari ini eomma harus sarapan sendirian lagi?”
“dimana appa?”
“appa mu baru saja berangkat, appa mengatakan ada metting dengan para investor pagi ini”
Investor? Bukankah perusahaan Cho Grup merupakan salah satu Investor perusahaan ayah Yoori? apakah Kyuhyun akan hadir dalam rapat?. Pertanyaan itu teriang dikepala Yoori.
“sayang, eomma perhatikan tubuhmu semakin berisi sekarang?”
Damn! Yoori tersadar dari lamunannya, ia mengerjapkan mata, merasa keluh tentang pertanyaan Ny. Han. Apa yang harus Yoori katakana?. Memang benar saat ini badan Yoori sedang sedikit berisi dari sebelumnya. Walaupun perutnya belum terlalu kelihatan membesar, tetapi pipi dan lengannya memang bertambah gemuk. Apa Ny. Han sudah mulai curiga?
“benarkah? Ah, mu-mungkin karena aku rutin meminum stimulus yang eomma beli dari China minggu lalu. Ya aku slalu meminumnya” Yoori tersenyum kikuk
“ah obat itu memang berkhasiat.. Oh ya berikan Kyuhyun juga, Eomma yakin dia membutuhkannya. Kyuhyun terlalu memfosir dirinya”
“Ne eomma akan ku berikan pada Kyuhyun nanti, aku berangkat dulu Ne” dusta Yoori, yang terpenting sekarang Yoori harus cepat pergi dari hadapan ibunya. Yoori benar – benar takut Ny. Han akan mengetahui kehamilannya, Yoori belum siap melihat sang ibu sedih. Dan tentang Kyuhyun, tentu saja orangtua Yoori tidak mengetahui bahwa Kyuhyun akan menikah. Orangtua Yoori memang sering menayakan keberadaan Kyuhyun karena sudah lama tidak berjumpa, namun Yoori selalu beralasan bahwa Kyuhyun sibuk dan harus keluar kota untuk perjalanan bisnis.
***
Setelah menikah Kyuhyun menetap di Amerika bersama Kim Rena. Hutang sang ayah pun sudah di anggap Lunas karena Cho Kyuhyun sudah menikahi Kim Rena sesuai kesepakatan antara tuan Cho dan tuan Kim. Dengan demikian, yang harus Kyuhyun lakukan adalah membangun kepercayaan Investor, untuk mau menanamkan kembali dananya kepada Cho grup. Kyuhyun harus menstabilkan dan mengembalikan lagi kejayaan perusahaan yang ibunya bangun. Dengan demikian ia dapat menebus seluruh hutang terhadap Kim Grup, sehingga Kyuhyun tidak perlu lagi terikat dengan Kim Rena dan ia dapat kembali ke Korea, untuk menceritakan semuanya kepada Yoori dan menyatakan perasaannya yang selama ini ia pendam – Kyuhyun sangan mencintai Yoori
Sudah terhitung tiga minggu setelah pernikahan Kyuhyun dengan Rena. Namun tidak ada tanda – tanda keharmonisan dalam rumahtangga mereka. Kyuhyun yang tidak pernah menganggap keberadaan Rena, dan Rena yang terlalu sibuk dengan dunianya sendiri. Begitulah kehidupan mereka sehari – hari, Kyuhyun yang menyibukan diri dengan pekerjaan kantornya, dan Rena yang terlalu sibuk belanja dan teman – temannya.
Seperti saat ini, waktu sudah menunjukan pukul 11 malam, dan Kyuhyun baru pulang dari kantor. Ia memang sengaja pulang larut dan berangkat pagi – pagi sekali hanya untuk menghindar dari Kim Rena. Ia tidak mau terlalu memberi harapan pada wanita itu, biarlah Rena mengganggap Kyuhyun kejam atau dingin. Hal itu Kyuhyun lakukan agar Rena tidak semakin terjebak dengan mencintai Kyuhyun. Kyuhyun harap Rena membencinya, agar tidak ada yang tersakiti saat kontrak pernikahan mereka usai.
Kyuhyun merebahkan tubuhnya di ranjang setelah mencuci muka dan mengganti pakaian. Sungguh saat ini Kyuhyun sangat lelah, tentu ia harus bekerja dua kali lebih ekstra untuk mengembalikan kondisi perusahaannya yang merangkak dari kebangrutan. Kyuhyun menoleh ke sisi kanan ranjang, mendapati Kim Rena yang sudah tertidur pulas dengan posisi memunggungi Kyuhyun. Beginilah mereka selama tiga minggu pernikahan. Tidak ada malam pertama, tidak ada kontak fisik, bahkan jika ada butuhnya saja mereka berkomunikasi.
***
Tidak seperti biasanya, Kyuhyun pulang lebih awal dari sebelumnya – sebelumnya. Waktu masih menunjukan pukul 6 sore, dan itu membuat Kim Rena tersenyum senang. Rena berniat untuk memasakan makan malam untuk Kyuhyun. Harapan Rena, setidaknya hari ini ia bisa menikmati malam yang lebih panjang dengan Kyuhyun. sungguh Rena sangat ingin menghabiskan waktu dengan suaminya, entah itu menonton Tv bersama, saling bertukar pendapat, makan malam bersama, bukankah Rena adalah wanita normal? Jadi sangat wajar ia menginginkan rumahtangga yang harmonis?
Namun senyum Rena memudar ketika melihat Kyuhyun keluar kamar dengan setelan kemeja yang berbeda dari yang tadi ia gunakan untuk pergi kekantor.
“Kyuhyun kau mau pergi kemana?” Tanya Rena merasa aneh dengan koper kecil yang Kyuhyun seret. Bukankah Kyuhyun baru pulang kantor? Dan ia mau pergi lagi? Malam – malam begini.
“bukankah sudah jelas tertera dalam kontrak pernikahan, tidak ada dari kita yang mencampuri urusan pribadi masing – masing?” jawab Kyuhyun dingin menghentikan langkahnya.
Rena menghentikan aktifitas memotong sayuran dan menghampiri Kyuhyun. “apakah kau nyaman dengan kehidupan pernikahan kita ini?”
“apa yang kau harapkan dari pernikahan kontrak, Kim Rena?”
“tidak dapatkah kita hidup normal seperti suami – istri pada umumnya?”
“cihh..  kehidupan normal seperti apa yang kau impikan? Bahkan pernikahan ini tidak aku harapkan”
“Cho Kyuhyun! apa kau tidak punya hati?” teriak Rena dengan mengepalkan tangannya, sungguh ia ingin menampar mulut dingin suaminya. Apa laki – laki ini benar – benar tidak punya hati? Mengapa ia tega sekali.
Kyuhyun menarik nafas berat, ia begitu lelah dengan kondisinya saat ini. Sungguh saat ini, Kyuhyun tidak berselera untuk meladeni perdebatan Kim Rena. Memang hampir setiap malam mereka menghabiskan waktu untuk berdebat, tidak jarang perdebadan kecil menjadi pertengkaran hebat. Namun tidak saat ini, Kyuhyun harus segera pergi, jika tidak ia akan ketinggalan penerbangan malam ini. Ada sebuah acara yang tidak dapat  Kyuhyun tunda, ia harus menghadirinya. Acara ini sangat penting bagi hidupnya.
“ku mohon Kim Rena, aku ada perjalanan bisnis malam ini”
“urusan apa? perusahaan? Serahkan saja pada seketarismu. Yang terpenting kita harus bicara sekarang”
“siapa dirimu? Perusahaanku lebih penting dari segalanya!” emosi Kyuhyun mulai menguap
“aku istrimu Cho Kyuhyun, istri sah mu. Bahkan selama tiga minggu kita menikah kau hanya mengurusi perusahaamu saja. Apa kau lupa kau memiliki aku?”
Mata Kyuhyun memincing. wajah Kyuhyun memerah. Gadis dihadapannya benar – benar membuat emosinya naik. Sepertinya Kyuhyun harus menyelesaikan gadis ini dahulu.  Kyuhyun mendorong kopernya hingga terjatuh, ia berjalan selangkah demi selangkah mendekati Rena, dengan matanya yang tajam menyiratkan amarah.
Rena berbidik ngeri ketika menyadari aura gelap yang keluar dari tubuh Kyuhyun. Rena mundur selangkah demi selangkah ketika langkah Kyuhyun terus maju perlahan. Hingga tubuh Rena terbentur oleh dinding, ia tidak dapat berkutik. Apakah ini akhir dari hidupnya?
“Akh!” pekik Rena ketika Kyuhyun mencekram kedua bahunya. “apa yang kau lakukan? Kau ingin membunuhku, Cho Kyuhyun?” Rena berusaha sekuat mungkin menahan ketakutannya.
Kyuhyun tersenyum sinis “aku tidak akan mengotori tanganku dengan membunuhmu Kim Rena” Kyuhyun meraba pipi mulus Rena, kemudian meraba leher belakang Rena. Sebenarnya Kyuhyun sudah menyadari dari dulu bahwa Rena merupakan gadis yang sangat cantik, dengan rambut pendeknya, dan tubuh yang sexy, sangat sempurna dipadukan dalam satu tubuh. Namun sayangnya hati Kyuhyun bukan untuk Kim Rena. Kyuhyun tidak mencintai Kim Rena.
Rena yang semula tegang dan merasa ketakutan, berubah menjadi sedikit santai saat merasakan sentuhan lembut Kyuhyun. ia merasa bahwa Kyuhyun tidak akan membunuhnya. Namun di detik berikutnya Kyuhyun meraup bibir Rena ganas, menahan tengkuk Rena agar gadis ini tidak dapat berkutik. Kyuhyun terus menjelajahkan lidahnya hingga ke dalam mulut Rena.
Rena yang mendapat ciuman spontan dari Kyuhyun hanya dapat menahan dan sesekali memukul dada Kyuhyun bertubi – tubin karena ia membutuhkan oksigen.
“bukankah ini yang kau inginkan? Aku tidak pernah menyentuhmu selama pernikahan kita. Maka kau ingin kita memperbaikinya?” penekanan dalam pertanyaan Kyuhyun, terdengar seperti pernyataan di telinga Rena.
Rena menggelengkan kepala, merasa terancam dengan pernyataan yang Kyuhyun lontarkan. Sesungguhnya bukan sex yang diinginkan Rena, ia hanya ingin memperbaiki hubungannya dengan Kyuhyun. walaupun Rena dan Kyuhyun menikah atas dasar kontrak namun tidak menutup kemungkinan bahwa pernikahan mereka lambat laun akan ditumbuhi dengan cinta sesungguhnya. Rena hanya ingin memulai kehidupan pernikahan dengan Kyuhyun dari nol, tanpa kontrak yang mengikat satu sama lain
Kyuhyun kembali membungkam bibir Rena dengan bibirnya, menggigitnya hingga menambah rasa perih di bibir Rena. Kyuhyun terus meraba ke seluruh tubuh Rena, berusaha membuka baju yang Rena gunakan. Namun karena Kyuhyun sangat kesusahan, tidak banyak berfikir, Kyuhyun merobek bagian atas baju Rena. Dengan cepat Kyuhyun meremas kedua dada Rena kuat, secara bergantian.
Rena terus meronta di dalam kuasa Kyuhyun. namun tenaganya tidak cukup kuat melawan tubuh kekar Kyuhyun. Jadi yang Rena lakukan hanyalah pasrah menutup mata rapat – rapat menahan sakit di seluruh tubuh bagian atasnya. Kyuhyun terus menerjang payudara Rena, bahkan bra Rena sudah tidak tergantung sempurna di dadanya.  Kyuhyun melumat dan memilin kedua putting Rena bergantian.
“hentikan” lirih Rena dengan suara bergetar
“Jebal Hentikan!” kini suara Rena mulai menekan, namun Kyuhyun tidak memperdulikan suara Rena. Ia tetap melumat dada dan leher Rena.
“Cho Kyuhyun kau Brengsek!”
Deg!
Kali ini Kyuhyun menghentikan aktifitasnya, suara teriakan Rena menyadarkan Kyuhyun. Brengsek? ia teringat tentang Han Yoori. ia memang laki – laki berengsek! Yang meninggalkan Yoori begitu saja. Lalu apa ini? Kim Rena, apa yang kau lakukan pada Rena? Kau sungguh laki – laki berengsek Cho Kyuhyun! apa tidak cukup kau menyakiti hati Han Yoori? apa kini kau akan menyakiti Kim Rena?
Kyuhyun merasakan pening. Ia benar – benar gelap mata saat melakukan hal keji kepada Kim Rena. Ia benar – benar tidak sadar.
“maafkan aku. Sungguh aku tidak..…”
Kyuhyun berhenti berbicara, ia sangat iba saat ini, melihat raut wajah dan penampilan Rena yang mengenaskan. Baju bagian atas yang sudah tak berwujut, rambut yang acak – acakan dan bibir Rena yang membengkak dan berdarah di titik tertentu. Matanya sebam karena air mata. Di mana wajah Kim Rena yang angkuh dan rupawan itu?
“maafkan aku. Sungguh aku tidak sadar. Kim Rena maafkan aku”
Setelah mengucap kata maaf, Kyuhyun pun pergi meninggalkan Rena dengan membawa tas kopernya yang Kyuhyun tinggalkan tadi.
Begitu Kyuhyun pergi meninggalkan Rena sendiri, ia jatuh ke lantai. Kakinya bergetar sudah tidak mampu menahan beban tubuhnya sendiri. Rena memejamkan mata, ia menangis sesegukan. Hatinya terasa tersayat. Ia benar – benar tidak menyangka pernikahan yang ingin ia perbaiki, huubungan dengan Kyuhyun yang ingin ia bangun dari awal. Musnah, musnah sudah bagaikan serpihan kaca yang melukai hatinya. Karena perlakuan Kyuhyun malam ini yang benar – benar keterlaluan.
Memang benar pernikahan Kim Rena dan Cho Kyuhyun hanya pernikahan kontrak antara mereka berdua, yang tidak diketahui oleh orangtua masing – masing. Ya sejak awal memang Kyuhyun menyetujui pernikahanya dengan Rena, karena mereka sudah menyepakati sebuah kontrak, bahwa mereka tidak akan mencampuri urusan masing – masing dan tidak ada sex dalam pernikahan mereka, hingga batas waktu yang di tentukan yaitu 2 tahun pernikahan atau sampai Cho Kyuhyun dapat mengembalikan hutang Cho Grup. Maka di saat itulah Cho Kyuhyun dan Kim Rena akan bercerai.
Memang Rena menyetujuinya, namun bukankah ia wanita normal? Yang menginginkan kehidupan pernikahan yang harmonis?. Tiga minggu ia sudah cukup sabar untuk menerima Kyuhyun yang selalu bersikap dingin terhadapnya. Namun semenjak malam ini, Rena berjanji tidak akan pernah menuntut Kyuhyun lebih. Ia akan mempertahankan pernikahannya jika Kyuhyun mempertahankannya. Namun jika namja itu ingin berakir, maka ia akan mengakirinya.
***
Paris City Hall
Malam ini, merupakan hari yang di tunggu – tunggu oleh Han Yoori. Tentu hari dimana kontes design pakaian musim panas di kompetisikan. Berbagai orang hebat ada disini, berbagai Negara mengikuti kontes ini, mewakili Negaranya, termasuk Yoori yang sedang gugup menanti giliran design baju musim panasnya dipamerkan di atas panggung dengan seorang model yang memakainya.
Namun bukan itu saja yang membuatnya gugup, Yoori sedang menunggu sesorang. Yoori sedari tadi mengitari pandangannya keseluruh grumunan orang – orang yang melihat ke atas panggung. “apa dia akan menepati janjinya?” guman Yoori merasa tidak yakin bahwa seseorang yang ia tunggu akan datang.
“kau mencariku?”
Yoori menoleh kebelakang, saat suara seorang namja yang ia kenal menyapanya. “Siwon oppa?” Yoori tersenyum mendapati wajah Siwon yang sedang tersenyum tulus. Ia senang bahwa Siwon datang ke acara pentingnya ini, namun ia juga sedih tak kala namja yang menyapanya bukan seseorang yang ia tunggu. Ya Yoori sedang menunggu Kyuhyun, bukankah Kyuhyun sudah berjanji untuk memberinya semangat?. Apakah ia akan tetap datang, walaupun namja itu sudah menikah?.
Yoori mengetahui jika Kyuhyun sudah melangsungkan pernnikah. Hal itu berawal saat Ny. Miyong membeli majalah yang didalamnya ada berita tentang pernikahan Cho Kyuhyun dan Kim Rena. Awalnya Ny.Miyong sangat terkejut, ia tidak percaya dengan kabar ini, bahkan Kyuhyun tidak pernah mengatakan apapun. Ny.Miyong memberitahukan kabar pernikahan Kyuhyun kepada Yoori. Awalnya Yoori merasa sakit mendengarnya. Walaupun ia sudah tau jauh hari jika Kyuhyun akan segera menikah, namun hatinya benar – benar sakit melihat secara langsung foto Kyuhyun dan wanitanya mengucap janji pernikahan.
Yoori sangat menerima keputusan Kyuhyun. Ia memang sakit hati, namun Yoori juga tidak boleh egois. Yoori juga mengetahui alasan Kyuhyun menikahi Rena. Karena Cho Grup merupakan salah satu Investor di perusahaan Sang ayah, maka tuan Han mengetahui jika perusahaan Cho Grup sedang dalam ambang bangrut, dan memiliki hutang kepada perusahaan Kim Grup. Maka untuk melunasi hutang Cho Grup, Cho Kyuhyun harus menikahi Kim Rena – anak dari pemilik Kim Grup. Yoori sangat terpukul dengan nasip yang dialami Kyuhyun, sahabatnya itu. Kenapa Kyuhyun tidak pernah menceritakan masalahnya kepada Yoori. Jika Kyuhyun mau bercerita mungkin Kyuhyun tidak akan semenderita ini, karena Yoori akan memberikan solusi bagi Kyuhyun. Mungkin dengan bantuan dana dari perusahaan sang ayah – tuan Han. Namun nasi sudah menjadi bubur. Kyuhyun sudah menikahi Kim Rena, dan Yoori mengerti sekarang jika Kyuhyun pasti tidak mencintai Rena.
Walaupun Yoori sudah mengetahui kebenaran tentang Kyuhyun. namun Yoori tetap menyimpan rapat – rapat tentang kehamilannya kepada Kyuhyun. ia tidak mau merusak rumahtangga Kyuhyun dan Rena. Walaupun Kyuhyun dan Rena menikah karena Bisnis. Bukan berarti Yoori dapat merusak pernikahan mereka seenaknya. Yoori tetap menginginkan pernikahan Kyuhyun bahagia. Yoori bertekat untuk membesarkan janinnya seorang diri, biarlah Kyuhyun tidak mengeahui tentang anaknya, toh Kyuhyun juga belum tentu mencintainya. Selama ini Kyuhyun dan Yoori adalah sahabat, tidak lebih.
“kau mencari Kyuhyun?” seru Siwon saat melihat wajah murung Yoori yang dipaksakan tersenyum.
“Anio, aku mencarimu oppa”
“kau tidak pandai berbohong Yoori_a, wajahmu menjelaskan semuanya”
Yoori menundukan wajahnya, semua yang dikatakan Siwon memang benar. Yoori menunggu kedatangan Kyuhyun.‘Kyuhyun pasti menepati janjinya, apapun yang terjadi’  batin Yoori. Ia sangat hapal dengan sifat Kyuhyun, yang komitmen dengan segala ucapannya, Yoori yakin itu.
Siwon merasakan perubahan raut sedih Yoori. sebenarnya Siwon tidak tega dengan Yoori. ia mengetahui semua yang dialami Kyuhyun maupun Yoori. Bahkan Siwon satu – satunya orang yang tau jika Yoori sedang mengandung, Tentu yeoja ini yang menceritakan, dengan syarat Siwon harus merahasiakannya pada siapapun, terutama pada Kyuhyun. Siwon sangat menyayangkan keputusan Kyuhyun yang sangat bodoh, menurutnya. Apa Kyuhyun lupa, jika ia masih memiliki Siwon? Bahkan Siwon dapat membeli persahaan Kyuhyun, kau tau Siwon pengusaha kaya?.
Siwon tersenyum dan menyikut lengan Yoori. “saatnya design bajumu”
Yoori menatap Siwon dan mengalihkan pandangannya menuju panggung. Benar itu design baju musim panas yang Han Yoori rancang. Digunakan oleh model yang berjalan mengeliingi panggung, memperlihatkan design baju yang santai namun terkesan elegan. Jadi sangat cocok untuk dipakai di saat cuaca sedang panas. Yoori tersenyum puas dengan karyanya. Ia benar – benar terharu, karena karyanya dapat di pamerkan di kontes design Internasional. Mimpinya benar – benar terwujud.
Siwon terus memandangi wajah ceria Han Yoori. Ia benar –  benar berharap keceriaan itu tidak pernah menghilang dari wajah sahabatnya ini. Siwon sangat iba melihat nasib Yoori, bagaimana kehidupan Yoori kelak? Melahirkan dan membesarkan anak seorang diri.
Disisi lain. Saat ini Kyuhyun sedang berdiri dibalik dinding yang tidak jauh dari posisi Han Yoori dan Siwon berdiri. Kyuhyun datang menepati janjinya kepada Yoori, ia datang ke acara ini, walaupun ia tidak mungkin dapat bertemu langsung dengan sahabatnya itu. Kyuhyun memperhatikan Yoori yang sedang tersenyum ceria, dan Siwon yang memandangi wajah Yoori. Bertapa ia merindukan wajah ceria itu. Ingin rasanya Kyuhyun berlari dan memeluk Yoori, tapi apa daya, ia hanya dapat melihat Yoori dari jauh. Belum saatnya Kyuhyun bertemu dengan Yoori.
Kyuhyun berjlan menuju meja dimana berbagai hidangan tersaji di atas meja. Kyuhyun mengambil segelas wine dan meneguknya, ia benar – benar haus karena perjalanan yang panjang untuk menuju kesini. Kyuhyun sama sekali tidak hawatir jika Yoori akan melihat dia, karena saat ini jaraknya dengan Yoori berdiri cukup jauh, dan banyaknya orang yang mengintari mereka.
***
Acara pun telah selesai. Yoori tidak berhenti tersenyum menyambut jabatan selamat dari tamu peserta lain, dan juga petinggi perusahaannya. Yoori benar – benar bahagia, design baju musim panasnya dapat menjadi juara 2 dalam kontes Internasional seperti ini, bahkan lawannya merupakan designer terkenal Dunia. Walaupun Yoori tidak mendapat juara pertama, namun ia benar – benar terharu bahagia. Ia dapat mewakili perusahaan dan Negaranya dalam kontes ini.
“selamat untukmu nona Han”
“ah, gamsahamida Ketua Hwang, saya seperti ini karena dukungan dari anda” senyum Yoori merekah
“kerja sama Tim adalah yang utama, benarkan?”
“Ya, benar sekali” namun raut wajah Yoori tiba – tiba berubah sedih menatap ketua Hwang “Emm, sebenarnya setelah ini, saya ingin mengundurkan diri dari Fashion King”
Raut wajah Ketua Hwang menjadi tegang, ia menautkan alisnya seakan meminta penjelasan lebih “apa alasannya? Bukankah ini adalah awal untukmu? Mengapa justru kau mengundurkan diri?”
“maafkan saya, tapi saya sudah memikirkan ini dari jauh hari. dan memang ini yang harus saya ambil” jawab Yoori mantap
“apa ini semua karena kehamilanmu?”
Deg!
Dari mana Ketua Hwang tau jika Yoori hamil? Sejak kapan dia tau? Mata Yoori membulat saat mendengar kalimat yang di ucapkan ketua Hwang. Yoori merasa keluh untuk menjawab dan membenarkan pernyataan itu. Apa yang harus ia lakukan sekarang?
“b-ba-bagaimana an-anda….”
Melihat Yoori yang gugup, Ketua Hwang memegang pundak Yoori “saya sudah tau semenjak kita kebetulan bertemu di toilet beberapa minggu yang lalu. Apa salahnya dengan kondisimu yang hamil? Jangan menjadikan kehamilanmu sebagai alasan untuk kau berhenti berkarya. Tetapi jika itu sudah menjadi keputusanmu, saya hanya dapat mendukungmu dari belakang. Karena kau yang menjalaninya Nona Han”
Yoori tersenyum, ia sangat tersentuh dengan perhatian dari Ketua Hwang. Air matanya sudah mengenang di pelupuk mata, namun Yoori menahannya. Ia tak mau memperlihatkan sisi lemahnya di depan orang lain.
“gamsahamida, saya berencana untuk meneruskan karya saya sendiri di jepang”
“kalau begitu berjuanglah”
***
Yoori termenung duduk di pinggir ranjang. Hari yang cukup melelahkan baginya. Ya walaupun seharusnya ia merasa senang atas kemenangannya hari ini, ia memang senang namun semua sirna saat berbagai hal bergelayut di dalam hati dan pikirannya. Yoori merasa bimbang, setelah ini ia harus bagaimana? apa ia tetap akan mengundurkan diri dari Fashion King, dimana cita – citanya yang ia bangun dari nol hingga saat ini ia dapat memenangkan kejuaraan Fashion internasional mewakili Negaranya. Lalu bagaimana dengan orang tuanya? Yoori sangat menyayangi kedua orangtuanya, namun Yoori merasa ia bukanlah anak yang dapat membahagiakan. Terbukti dari pupusnya harapan ayah dan ibu karena kehamilan  Yoori tanpa seorang suami, bahkan sampai sekarang Yoori belum mengakuinya. Sampai detik ini orangtua Yoori masih senang tiasa memberi dukungan kepada anak semata wayangnya, beliau sangat bangga dengan prestasi yang dicapai Yoori, ia sama sekali tidak tau jika anaknya memendam permasalahan yang rumit.
Pintu kamar terbuka, memperlihatkan Siwon yang masuk membawa segelas susu di tangannya. Ia berjalan mendekati Yoori yang belum menyadari jika ada seseorang yang datang. Siwon melihat Yoori yang duduk di pinggir ranjang dengan mata yang memandang lurus namun kentara sekali jika pikiran Yoori kemana – mana. Siwon juga melihan Yoori sedang menggengam kain yang cukup panjang, itu pasti kain yang Yoori pakai sepanjang acara untuk menutupi perutnya yang sudah mulai membuncit. Walaupun belum terlalu besar namun dengan tubuh Yoori yang kurus, itu cukup terlihat. Siwon merasa iba dengan kondisi sahabatnya yang hamil tanpa suami, ia merasakan hatinya perih saat melihat Yoori yang seperti ini. Bahkan Siwon bersumpah akan melindungi Yoori sampai kapan pun.
Yoori tersadar dari lamunan panjangnya, saat merasakan ada seseorang yang duduk di sampingnya.
“oppa?”
Siwon tersenyum lebar  “apa yang kau lamunkan? Minumlah ini dulu” pintah Siwon sambil menyerahkan segelas susu.
Yoori tersenyum tipis dan langsung meneguk perlahan segelas susu yang diberikan Siwon.
“Habiskan,  Perhatikan nutrisi bayimu”
“Ya oppa, Gomawo” Yoori meletakkan gelas kosongnya ke meja samping ranjang.
Siwon memandangi perut Yoori dan beralih memandang wajah pucat Yoori. “apa dia tidak apa – apa, jika kau tekan dengan kain itu terus?”
“dia bayi yang kuat, aku yakin dia mengerti kondisi ibunya saat ini” jawab Yoori tersenyum, seakan ia tidak merasakan sakit.
Siwon mengangguk mengerti, namun raut wajahnya masih menunjukan kekawatiran “Yoori_ah apa kau yakin dengan keptusanmu? Apa tidak sebaiknya kau jujur soal kemamilanmu kepada orangtuamu dan juga Kyuhyun?”
“apa oppa berubah pikiran? Dan tidak mau membantuku?” Yoori menautkan alisnya, ia takut jika Siwon tidak mau mendukung rencananya, dan Yoori tidak tau lagi harus minta bantuan kepada siapa lagi.
“bukan… bukan seperti itu. Tetapi…..”
Potong Yoori cepat  “soal orangtuaku, aku pasti akan memberitahu mereka cepat atau lambat. Tapi untuk Kyuhyun, aku tidak dapat memberitahunya oppa…. Aku… Aku tidak mau jadi perusak rumah tangga Kyuhyun. Biarlah aku membesarkan anak ini sendirian. Aku juga tidak mau jika Kyuhyun mengetahui anak ini, kemudian Kyuhyun akan bertanggungjawab dengan terpaksa. Aku tidak mau itu….  Kyuhyun juga tidak mencintaiku oppa, dia tidak pernah mengatakan jika dia mencintaiku.” Yoori menundukan wajahnya, hatinya begitu bimbang.
Siwon membuang nafas pasrah, bukankah sahabatnya ini berpikiran sangat bodoh.  “apa kau mencintai Kyuhyun?”
Yoori menggelengkan kepala pelan “aku tidak tau”
“Yoori_ah apa kalian bodoh? Hem.. kenapa kau dan Kyuhyun tidak sadar dengan perasaan kalian? Bukankan anak dalam kandunganmu sudah dapat menjelaskan perasaan kalian?” Tutur Siwon penuh penekanan, namun dengan nada bicara  yang sangat halus.
“kami melakukannya karena kebutuhan. Aku dan Kyuhyun saling menyayangi, tapi itu bukan cinta oppa. Hanya kasih sayang seorang sahabat” jawab Yoori parau. Ia menahan segala amarahnya. Bahkan dipelupuk matanya sudah ada air yang menggenang. Kenapa akhir-akhir ini ia gampang sekali menangis.
Siwon lagi – lagi membuang nafas frustasi, sungguh ia bingung dengan jalan pikiran Yoori dan Kyuhyun. jelas – jelas mereka saling mencintai, tetapi tidak ada yang mengungkapkannya. Sungguh bodoh pikir Siwon. Bahkan Siwon berani bertaruh, jika Siwon yang berada diposisi Kyuhyun, belum tentu Yoori mau ‘melakukannya’. Bukankah itu sudah membuktikan Yoori mencintai Kyuhyun?. Dan mengenai perasaan Kyuhyun, sejak Sinior High School Kyuhyun sudah menceritakan pada Siwon jika dia mencintai Yoori.
Namun walau bagaimanapun Siwon sudah bertekat untuk menjaga Yoori, ia tidak akan membiarkan Yoori menanggung beban ini sendiri. Siwon memeluk Yoori mengusap punggung sahabatnya untuk menenangkan. “baiklah, jika itu keputusanmu, aku akan selalu berada diblakangmu. Aku berjanji tidak akan memberitahukan Kyuhyun tentang kondisimu”
Siwon melonggarkan pelukannya dan menatap raut sendu Yoori, “sebaiknya kau istirahat dahulu Yoori_ah. Besok siang kita pulang ke Korea untuk meminta ijin ke orangtuamu, dan kita akan memulainya di Jepang dari awal. Sesuai keputusanmu”
“Gomawo oppa” setelah mendapat anggukan dari Yoori, ia berdiri dan meninggalkan Yoori menuju kamarnya sendiri.
***
Kyuhyun membuang nafas kasar dan menjatuhkan diri di kasur empuk sebuah hotel. Ia sekarang masih berada di kota Paris. Hari ini merupakan hari yang benar – benar menguras hati bagi Kyuhyun. Ia mengingat wajah Yoori yang ia rindundukan selama ini, sayangnya ia tak dapat bertegur sapa. Kyuhyun ingin sekali menanyakan kabar Yoori, apa ia makan dan tidur dengan baik? Apa ia masih menganggap Kyuhyun sahabatnya? Setelah Kyuhyun meninggalkannya begitu saja?. Kyuhyun tersenyum miris, betapa malang nasipnya sekarang. Kyuhyun juga mengingat wajah Yoori yang tersenyum karena Siwon. Kyuhyun yakin Siwon dapat menjaga Yoori lebih dari dirinya.
Kyuhyun memejamkan mata ia juga teringat tentang pertengkarannya kemarin dengan Kim Rena – istrinya, sampai sekarang pun Kyuhyun menyesali perbuatan bejatnya terhadap Rena malam itu. Kyuhyun benar – benar Pria Brengsek!. Walaupun Kyuhyun membenci pernikahannya dengan Rena, dan tidak pernah menganggap wanita itu ada. Namun Kyuhyun masih punya hati nurani, tidak sepantasnya wanita seperti Rena harus mendapatkan pernikahan yang gagal seperti ini. karena dari awal memang Kyuhyun yang menginginkan pernikahan kontak ini.
Kyuhyun merogoh saku celananya, mengambil benda pipih dan menekan kontak seseorang disana.
“pengacara Lim, tolong batalkan seluruh isi kontrak pernikahanku dengan Kim Rena”
***
Flashback On
“Hyung. Apa kau dapat mengalahkanku?” dua orang namja berseragam sekolah High School sedang asik berebut bola basket di lapangan belakang sekolah.
“tentu saja, aku akan mengalahkanmu seperti permainan sebelumnya” namja berlesung pipi ini sedang berusaha merebut bola yang dikuasai lawan mainnya.
“kali ini aku yang akan menang” ia melempar bola tepat pada ranjang. Dan masuk!.
“Yeyyy. Kau lihat?”
“Shit! Oke kali ini kau menang Kyu” Siwon duduk di aspal lapangan dengan mengatur nafas. tubuh dan pelipisnya penuh dengan keringat. Kyuhyun menyusul Siwon dan duduk disamping sahabatnya itu, kondisi tubuh Kyuhyun sama seperti yang dialami Siwon.
“Hyung, apa menurutmu Yoori itu cantik?”
“tentu saja dia cantik. Wae? Kau menyukainya?”
“awalnya aku menyukai sebagai teman bermain, tetapi tanpakusadari perasaanku semakin tumbuh saat melihat dia menjadi gadis remaja. Hatiku selalu berdebar. Entahlah, apa itu yang dinamakan cinta?” Kyuhyun menerawang langit
“kalian tumbuh bersama, dan perasaan itu pasti akan ada diantara kalian. Kau harus menyatakannya Kyu”
“Entahlah Hyung, saat ini aku hanya ingin menjaganya. Aku tidak ingin dia menjauhiku, hanya karena dia tau perasaanku”
“Ck, pengecut sekali. Jika kau tidak mau menyatakan perasaanmu, maka biarlah aku yang menyatakan perasaanku” jawab Siwon dengan senyum usilnya
“kau menyukai Yoori?” Tanya Kyuhyun kaget
Siwon tertawa renyah sambil mengedikan bahunya, dan Kyuhyun memasang wajah tidak suka. “jangan kau lakukan itu Hyung!”
“Yak! kenapa permainannya sudah selesai?” Yoori berlari menghampiri dua sahabatnya.
“kau lama sekali Yoori_ah”
Yoori tersenyum dan mendudukan diri disamping Siwon “mian, tadi aku keruang kepala sekolah dahulu. Oh aku membelikan kalian minuman” Yoori memberikan Kyuhyun dan Siwon kaleng minuman yang tadi ia beli.
Flashback off
Siwon tersenyum mengingat masa – masa High School mereka bertiga sambil memegang sebuah foto yang memperlihatkan dua namja dan satu yeoja sedang memasang wajah konyol. “seperti yang aku katakan Kyu. Jika kau tidak menyatakan perasaanmu kepada Yoori. Maka jangan marah jika saat ini Yoori memilih bersamaku” Siwon berguman pelan memandangi foto mereka bertiga.
“Oppa? aku sudah siap, kajja”
Siwon menoleh ke belakang dan mendapati Yoori yang sudah berdiri menenteng tas koper. Saat ini Siwon dan Yoori sedang berada di kamar Yoori. mereka akan berangkat ke Jepang, Yoori akan menetap di Jepang mengikuti Siwon, ia ingin menenangkan pikiran sejenak dari Kyuhyun, dan tentu saja untuk menghindar dari kedua orang tuanya. Perut Yoori yang sudah mulai membesar semakin sulit untuk di tutupi. Bukannya Yoori tidak ingin mengakui kehamilannya pada kedua orangtua, tetapi Yoori masih belum siap untuk saat ini, tetapi Yoori akan mengakuinya kelak secepatnya. Itu pasti.
“kajja” Siwon menghampiri Yoori dan mengambil alih koper yang dibawa oleh Yoori.
***
“sayang, kenapa kau meninggalkan eomma sendiri oh?” Ny. Han tidak rela jika Yoori pergi ke jepang meninggalkannya hanya untuk sebuah pekerjaan.
“eomma, aku di Jepang tidak akan lama, memang sudah keputusan perusahaan untuk memindahkanku ke Jepang” Yoori sengaja mengatakan bahwa ia ke Jepang karena dipindahkan oleh perusahaanya. Nyatanya Yoori ke jepang untuk menenangkan diri, dan untuk pekerjaannya, ia sudah mengundurkan diri dari Fashion King.
Yoori memeluk Ny. Han, namun di bagian perut ia tidak benar-benar menempel pada ibunya. Walaupun perut buncit Yoori sudah di lilit dengan kain namun tidak menutup kemungkinan ibunya akan merasakan jika mereka berpelukan.
Dalam hati Yoori benar – benar merasa bersalah karena sudah membohongi kedua orangtuanya ‘maafkan aku eomma, percayalah ini yang terbaik’  batin Yoori dalam hati. Dadanya sangat sesak menahan air matanya yang ingin keluar. Yoori kau harus kuat!.
Setelah melepas pelukan ibunya, Yoori menoleh ke Tn.Han yang berada di samping nya. “appa, jaga eomma baik – baik oh? Appa jangan terlalu sibuk dengan perusahaan, perhatikan kondisimu. Taukah kau sudah menua appa?” cacar Yoori pada sang ayah
Tn Han tersenyum dengan perhatian yang diberikan sang putri, memang benar ia terlalu gila dengan pekerjaan hingga melupakan kondisinya yang sudah menua, dan mudah lelah. “jika kau sadar appamu ini sudah tua, maka gantikan appa memimpin di perusahaan?” Tn Han membelai sayang puncak kepala Yoori
Yoori menggeleng cepat “aku tidak ingin memimpin perusahaan appa. Aku ingin memulai sesuatu dari usahaku sendiri”
Tn. Han membuang nafas, lelah sudah berbagai cara membujuk putrinya untuk memimpi perusahaan, tetapi tetap saja Yoori menolak mentah – mentah. Yang Tn. Han binggungkan kelak adalah siapa yang akan meneruskan perusahaannya kalau bukan anak sematawayangnya ini.
“cepatlah menikah, lalu beri kami cucu. Dengan demikian anakmu akan meneruskan appa untuk memimpin perusahaan” saran Tn Han
‘astaga appa! Kau sudah memiliki cucu sekarang’   Yoori diam, tidak dapat menjawab pertanyaan ayahnya. Lidahnya keluh saat yang dikatakan Tn Han terjadi dalam tubuhnya. Ia benar – benar mengandung sekarang. Tetapi yang membuat hatinya perih adalah ia mengandung tanpa seorang suami.
Yoori senggigit bibir bawahnya,  dan memeluk Tn Han. Air matanya tidak dapat ia tahan lagi. Tanpa seijinnya Mengalir di pipi mulus Yoori. Bibir dan tubuh Yoori bergetar menahan tangisnya. Ia sudah tidak dapat menahan tangisannya.
Tn. Han yang merasakan Yoori menangis di dalam pelukannya pun menepuk – nepuk punggung putri kesayanggannya ini, berusaha meredakan tangisan yang menyayat hatinya. Ny Han juga tak tinggal diam saat melihat putrinya menagis. Ia ikut menenagkan “Uljima, uljima oh.”
Sementara ada sesosok namja yang sedari tadi berdiri tidak jauh dari Yoori. Ia hanya bisa melihat, ingin rasanya ia memeluk Yoori, ikut menenangkan sahabatnya itu. Sungguh. Tetapi tubuhnya seakan tidak dapat bergerak. Sebenarnya ia masih ragu, apa keputusan yang di ambil Yoori itu yang terbaik? Menghindar bukanlah solusi yang tepat. Namun Siwon juga tidak dapat menolak keputusan Yoori, karena ia sudah berjanji akan membantu dan mendukung Yoori sepenuhnya.
TBC

Fc Populer:

%d blogger menyukai ini: