Because Your Cold Attitude Part 2 (END)

0
ff kris exo nc Because Your Cold Attitude Part 2 (END)
Title: Because Your Cold Attitude (Part 2)
Author(*) : Tania Jung (Jung Hyera)
Main Cast(*): Wu Yifan (Kris ExoM),Carly Han(You)
Support Cast(*):
-EXO
-Park Junhae.
-Jessica Jung
-Im Yoona (Han)
Genre(*) :School Life  and Romance.
Rating(*) :NC+21
Lenght : Chapter.
Kris dapat dengan jelas mendengar isakan Carly, Kris kembali mencium bibir Carly dan melumatnya lembut. Ia mengelus lembut pipi Carly dan memasukkan lidahnya kedalam ciumannya. Kris melepas tautan bibirnya pada Carly kemudian menatap mata sayu gadis itu, menghapus airmata dipipi yeoja bermarga Han tersebut.

******
Kris mengajak Carly kembali ke apartemennya, Namja itu terlihat menyesal. Namun, keangkuhannya membuatnya malu untuk menunjukkan rasa sesal dan salahnya itu. Saat dimobil Kris mencoba mencuri-curi pandang. Sementara Carly hanya menatap ke luar jendela dengan pandangan Kosong.
“Sesampainya aku ingin kau melayani-ku lagi,” ucap Kris berbicara.
“Ya Aku mengerti,” jawab Carly, Kris menoleh dan hendak menegur Carly tapi gadis itu langsung melanjutkan kata katanya. “Tuanku.”
Saat lampu merah menyala Kris melirik Carly yang tetap diam membisu, Kris mulai merasa bersalah, saat tak sengaja ia melihat air mata yang jatuh tiba tiba dari pipi Carly. Dan tentu saja Carly langsung kembali menatap keluar mobil, Kris menarik dagu yeoja itu.
“Kau menangis?” tanya Kris datar.
“Anniya, Tuan.” Balasnya singkat.
“Lalu apa itu?” Kris mengusap bekas airmata di ujung mata Carly.
“Aku hanya mengantuk saja, aku tidak menangis.” Kris langsung melumat bibir Carly dan mencumbunya hangat, Carly melepas ciuman dari Kris, Kris hampir protes tapi Carly keburu menunjuk lampu Hijau yang menyala. Kris mendecak kesal, sambil menancap gas ia menahan hasratnya yang tiba-tiba ingin menyetubuhi gadis itu. Dan mereka kembali dalam kebisuan pada malam itu.
Kris membuka pintunya setelah sampai di dekat parkiran apartemennya, Carly juga begitu. Kris jalan terlebih dahulu sementara Carly mengikutinya. Perlahan pintu Lift terbuka Kris masuk dan Carly mengikutinya, keadaan didalam Lift tebilang sepi bahkan, hanya mereka berdua saja yang berada di dalam Lift tersebut. Kris langsung mendorong tubuh Carly begitu Lift berjalan. Kris melumat bibir Carly napsu, tangannya yang kekar mendorong tenguk Carly seakan ia akan memakan bibir merah itu.
Carly mendorong Kris ia mengatur nafasnya yang memburu, wajahnya terlihat memerah. Kris menarik tangannya kasar saat pintu Lift terbuka, dengan cepat namja itu mendorong tubuh yeoja itu ke arah sofa dan menindihinya dengan cepat. Menciumnya dengan kasar.
“Ahh..” desah Carly.
Kris melumat bibir merah itu, mengemutnya dengan gemas kemudian tangannya meremas payudara besar dan kenyal itu. Kris terus mencumbu Carly dan kembali gadis itu mendorong tubuh tinggi itu, Kris yang seakan tahu bahwa Carly sedang mengambil nafas langsung merobek baju Carly dan membuka bra yeoja itu cepat.
Kris langsung mengulum payudara gadis didepannya, seperti tersiksa yeoja itu hanya mendesah keras begitu tangan kekar milik Kris menggesek, menggoda vaginannya yang telah basah. Dengan mudahnya Kris menarik Cd yeoja itu. Kris terus berkutat pada gundukkan kembar di hadapannya.
“Aahh..”desah Carly semakin keras, terlihat semakin tidak tahan lagi Kris menyuruh Carly untuk mengulum juniornya yang sedari tadi tidak tenang. Carly terduduk dilantai sementara Kris berdiri dengan tegap, Carly langsung memainkan Junior Kris. Carly mengocok junior panjang Kris. “Mmphh sshh” suara decakan nafsu Carly membuat Kris semakin bernafsu.
“Asshh moreehh baby ngghh” Kris terus mendesah dengan nikmatnya, kepalanya mendongak, membuka dan menutup matanya. Hingga tibalah waktu Kris untuk klimaks dan Crott! “Uggh aah..”desahnya lega.
Carly meminum semua cairan Kris dengan tenang karna sebelumnya ia sudah meminum sperma namja itu. Kris menyuruh Carly untuk tengkurep karna ia akan memasuki gadis itu dengan gaya Doggy Style gaya Favoritnya. Dengan cepat juniornya tertancap pada anus Carly, yeoja itu sedikit merintih pelan.
“Aahh pelan sedikit,”pintanya pelan.
Kris langsung memaju mundurkan pinggulnya, Carly terlihat terangsang hebat ia hanya mendesah dan mendesah. Kris mencium bibir Carly dari belakang lalu meremas Payudara montok gadis itu.
******
Sudah 4 Bulan Carly tinggal di apartemen Kris, keadaan Carly semakin buruk bahkan Carly yang dingin sangat berbeda dengan Carly yang sekarang. Ia hanya diam dengan lingkaran hitam yang besar. Junhae tampak khawatir akan tetapi, gadis Han itu hanya berkata ‘Gwaenchana.’ Carly bahkan cukup menderita, didepan umum Ia tersenyum, bermanja-manja, berpura-pura manis. Tapi nyatanya ia sama sekali menderita, setiap malam melayani Kris yang selalu memintanya untuk melayani nafsu Pria itu.
Walaupun Kris orang yang ia sukai tapi, haruskan sikapnya seperti itu? Kris selalu berlaku dingin saat di apartemen, bahkan sering sekali menamparnya karna masalah kecil, itu menyakitkan. Setiap hari Junhae selalu mendengar tangis Carly. Dan biasanya Carly lakukan hal itu saat ia di dalam Kamar mandi atau saat Kris tidak ada di apartemen.
Hari itu Carly tidak ada jadwal Kuliah begitu pula Kris, Namja Canada itu berkata akan pergi bersama sahabat Canadanya bernama Henry. Carly memutuskan untuk mengundang Junhae kesana dan bercerita tentang kejadian dan keluh hatinya atas sikap Pria tinggi tersebut.
“Kenapa kau tidak lapor pada Polisi, Carly? Ini sudah termasuk pelecehan Seks bahkan pemerkosaan, kau tahu itu bukan?” kesal Junhae.
Carly menggeleng.“Aku mencintainya,”
“Micheosseo-yo!”
“Aku tau aku gila, sangat gila. Tapi kau tahukan bahwa sulit sekali untukku agar jatuh cinta pada seseorang dan sulit sekali untukku melupakan seseorang yang sangat aku cintai. Itu sulit!” isak Carly.
“Jika kau mencintainya mengapa kau tidak mengungkapkannya? Kau tahu ini sama saja kau menyakiti Rohani dan Jasmanimu.” Nasehat Junhae lembut merasa kasihan pada sahabatnya itu.
“Aku takut untuk mengucapkannya, aku hanya akan menunggu dimana ia akan membuangku. Dengan begitu aku yakin bahwa aku baru bisa membencinya. Aku yakin itu, aku yakin bahwa Ia tidak mencintaiku. Aku takut kalau ia menolakku, itu terlalu menyakitkan.”
“Aishh! Gila sekali kau, jangan katakan takut! Kau belum mencobanya, jikapun Kau di tolak kau sudah mencobanya dan rasa penasaranmu sudah terbalaskan.” Balas Junhae lagi.
“Aku tidak bisa.”bisik Carly lemah.
“Aishh! Jeongmal, terserahlah padamu aku hanya menasehatimu. Aku harus pergi, Tiffany menungguku.” Ujar Junhae kesal dan berlalu pergi.
******
Kris terdiam dalam larut malam. Seharian ia di kedai Cafe bersama Chanyeol, Baekhyun, Suho, Luhan, Sehun, Kai, Xiumin, Chen, Lay, D.O, Henry dan Tao yang asik bermain game. Kris terus berfikir bagaimana ia harus melupakan perasaannya pada gadis yang sekarang berada di dekapannya, Carly.
“Aku tahu aku salah mempermainkan perasaannya bahkan menyentuh tubuhnya tapi, apakah ini cara Tuhan menghukumku? Dengan membuatku jatuh cinta padanya? Ini konyol, sangat konyol. Aku tidak mungkin menyukainya bahkan mencintainya, Ia hanya gadis yang aku jadikan tikus mainan tidak lebih. Sadarlah Wu Yi Fan!” ucap Kris dalam Hati.
“Hyung, kau masih dengan Carly?” tanya Sehun tiba-tiba, Kris menoleh dan beberapa berhenti dari aktivitasnya kemudian menoleh kerah Kris.
“Ne,” balas Kris singkat. “Wae?” tanyanya Cuek.
“Ku fikir kalian telah putus ternyata masih berlanjut,” Komentar Baekhyun.
“Ne, kau benar Hyung kufikir juga begitu, Habis aku fikir kau sudah bosan dengannya.” Tambah Sehun.
“Secepatnya aku akan memutuskannya,” jawab Kris.
“Mworago? secepatnya?” tanya Kai. “Aku tahu kau memang playboy tapi, untuk kali ini akan kuhentikan sikapmu Hyung!” bentak Kai kasar. “Kau tahu, aku sangat kecewa begitu melihatmu menggandengnya saat dikantin dimana saat itu kau baru saja menjadi kekasihnya. Mungkin memang banyak yang berkata bahwa aku menyukai hampir seluruh gadis dikampus, tapi tidak dengan Carly!”
“Kalau begitu ambillah untukmu! Aku tidak membutuhkan tubuhnya lagi,” jawab Kris keras untung saja keadaan kedai sedang sepi.
“Jika aku bisa mengambilnya darimu, sejak dulu! Tapi apa? Ia terlanjur mencintaimu!” balas Kai tak kalah Keras.
“Sudahlah, apa yang kalian lakukan berhenti bertengkar lihat kita jadi sorotan mereka!” Suho melerai.
Kai melempar kasar Handphonenya ke meja kedai, terlihat bahwa ada sebuah gambar loker terbuka dan itu adalah loker milik Carly. Dalam loker tersebut banyak tulisan seperti.
“Kris Wu, aku menyukaimu –Senin,13- Nov-”
“Neomu saranghae Wu Fan-ssi! –Jum’at,23-Nov”
“Kris Wu.. <3”
“I will be waiting you WYF…”
“My memories with you is a magic in my life my Wufan.”
“Sim salabim Kevin Wu mencintaiku kkk~”
Dan beberapa Tulisan yang menyebutkan Kris, mereka semua tercenggang. “ Ia mencintaimu, haruskah Kau bangga pada apa yang telah kau perbuat? Membuatnya jatuh cinta denganmu lalu Kau meninggalkannya seperti kulit Kacang?!” Bentak Kai.
Kris terdiam, ia langsung pergi dan menuju apartemen, sekarang pukul 11:34. Saat membuka pintu apartemen, Ia menemukan sepatu wanita di dalam apartemen.
“Ini bukan sepatu Carly.” gumamnya dan Ia melihat yeoja yang terlihat lebih Tua 4 tahun dengannya.
“Kris, Kau sudah datang?” tanya Carly. Kris mengangguk. “Oh, Ini adalah Unnieku Yoona, Ia dari jepang.” Carly memperkenalkan Yeoja disebelahnya, Yeoja bernama Yoona itu menatap dingin Kris.
“Yoona,”
“Aku Kris.” Mereka menyalami satu sama lain.
“Baiklah, sepertinya aku tidak harus berlama-lama. Siwon sudah menungguku, kau baik baiklah. Arasseo?” ucap Yoona tiba-tiba kemudian mengelus manja pipi Carly.
“Eonni, jangan mengelus pipiku!” tepis Carly dengan nada anak kecilnya.
“Haha, Mian!” jawabnya, Yoona berpamitan dan berlalu.
“Ia Eonnimu?”tanya Kris.
“Ne, Dia eonniku.” Jawab Carly.
“Oh, Aku lapar buatkan makanan untukku.” Perintah Kris dingin, Carly mengangguk kemudian pergi menuju dapur.
Kris melihat gerak gerik Carly sedari tadi memasak, Ia menyalakan tv agar Carly tidak menyadarinya. Carly sangat fokus pada aktivitas yang ia lakukan sampai tidak menyadari bahwa ada seseorang yang memperhatikannya yaitu, Kris. Selama setengah jam Carly memasak hingga selelsai Kris masih memperhatikannya.
******
“Kemarin kulihat Kris bersama seorang gadis bercumbu hingga masuk kedalam kamar, Aigoo~ Ia seksi sekali ditambah keringat yang bercucuran sehabis keluar dari kamar tersebut!” Tanpa sengaja Carly mendengar omongan salah satu yeoja yang sedang merumpi dikaridor kampus, mendengar nama Kris dan apa yang diperbuat namja itu. Carly mengeluarkan airmatanya dengan cepat seakan air terjun, Air matanya jatuh begitu saja.
“Dengan siapa Kris melakukannya?” Tanya yeoja berambut keriting.
“Dengan Seohyun!”
Mendengar siapa nama gadis itu membuat matanya panas, Seohyun wanita yang sama dinginnya dengan Carly. Satu kampus dengannya, Carly tidak kuat, Ia masih memaafkan jika bukan gadis kampus yang Kris setubuhi tapi, ini adalah satu kampus. Hubungannya dengan Kris telah lama menyebar, lalu apa semua ini? Kris terlalu khianat baginya.
“Seohyun, bagaimana kau dengan Kris? Aahh.. aku tidak percaya kau bisa bercinta dengan Kris.” ucap yeoja berambut lurus..
“Sangat nikmat tubuhnya yang tegap, permainannya yang ganas membuatku seperti terpuaskan olehnya.” Jawab Seohyun dengan wajah yang antusias. Carly hendak pergi dari sana tapi tepat saat itu Seohyun mendekatinya. “Upss, kau disini Carly? Apa kau mendengar ucapanku? hmm… mungkin iya? Haha kau tau pacarmu kemarin malam mengajakku untuk bercinta jadi aku tidak bisa menolaknya.”
Carly menatapnya dingin, ia sama sekali tidak ingin meladeni perkataan gadis itu. Cukup baginya untuk sakit mendengar perkataannya, jadi ia memilih diam.
“Oh My God, I forget! Kris berkata tidak mencintaimu, ia bahkan hanya ingin mempermainkanmu! Ya Tuhan, kasihan sekali kau!” Seohyun menatap Carly benci. Dulu ia tidak suka jika Carly menjadi yang terbaik dibanding dirinya. Kai tiba tiba datang disaat Seohyun ingin melanjutkan ceritanya.
“Cukup sudah ceritamu, pelacur! Kau bersetubuh dengannya karena ingin membuatku cemburu, Kau memang menyukai Kris bukan? Dasar wanita jalang!” Kai membentak Seohyun tepat di tempat umum, gadis itu malu dengan ucapan Kai.
“Anni! Aku tidak…” Sebelum melanjutkan ucapannya Kai menarik tangan Carly dengan cepat dan membawa gadis tersebut ke arah masuk Kampus.
“Lepaskan aku,” pinta Carly pelan pada Kai.
“Wae?” tanya Kai.
“Aku bisa sendiri, terimakasih.” Carly membungkuk dan berjalan meninggalkan Kai.
“Aggh! Sial!” teriak Kai. “Kau tidak tahu bahwa aku mencintaimu? Apa sebesar itu cintamu pada Kris Hyung? Ia telah menyakitimu, sadarlah. Buka matamu, aku mencintaimu.” Ucap Kai perih.
******
“Mworago? Gadis jalang itu … akan ku habisi dia! Dan takan kubiarkan ia hidup tenang di atas pederitaan sahabatku!” Junhae marah, kesal bahkan ia sangat jengkel dengan perlaku kedua makhluk itu, saat ini mereka sedang berada di luar Kampus. Carly berkata bahwa ia ingin mencari tempat untuk menceritakan kejadian yang ia alami.
“Sudahlah, aku yang salah.”
“Kau yang salah? Kau memang gila, kau bukan Carly yang kukenal! Kau bukan sahabatku yang mau membalas apa yang mereka perbuat. Itu bukan kau ,Carly, sadarlah kau buta karna Cintamu!” Junhae bangkit dari tempat duduknya dan pergi dengan kesalnya, meninggalkan sahabatnya yang terlihat dengan wajah lelahnya.
“Junhae! Junhae, kau mau kemana? Junhae-ya?” Carly mencoba memanggil Junhae.
******
Carly berjalan menuju tempat parkiran namun ia mendapat telfon dari nomor yang tidak ia kenali dan tertera di layarnya bertulisan ‘Private Number’ Carly mengangkat telfonnya dan terdengar jelas suara seseorang yang tidak ia kenali. “Datanglah ke Club Dominic jam 11:45,” ucapnya dan telfonpun mati sebelum Carly ingin menjawabnya.
“Mwo-ya? Siapa yang menelfonku?” tanya Carly bingung, namun akhirnya ia kembali melanjutkan langkah kakinya.
“Na wasseo!” serunya pelan. Carly menebak nebak apakah Kris ada atau tidak, tapi otaknya masih teringat atas kejadian saat ia akan kembali ke apartemen, Ya, siapa yang menelfonnya? Carly masih bingung, suaranya terasa asing di telinganya.
******
Malamnya Carly bersiap akan pergi, sedari pulang kampus ia tidak melihat Kris. Ia mencari taxy di jalanan tanpa sadar ada sepasang mata mengintainya. Carly sudah mendapatkan taxy setelah 15 menit berlalu, dan kendaraan itu melaju sesuai arah yang ingin dikunjungi Carly.
Ternyata Club Dominic itu lumayan jauh, sampai Carly hampir tertidur. Setelah memberikan uang pada sopir taxy, Carly berjalan masuk ke Club itu dan I-Phonenya berbunyi tapi tidak ada nama yang tertera di layar bening itu.
“Rupanya kau sudah sampai, baguslah! Semoga kau terhibur!”
“Hey! Hey jangan…” Carly mendecak kesal, ia melangkah dengan wajah datarnya. Banyak sekali diantara mereka yang berciuman membuatnya merasa tidak nyaman. Namun, matanya tidak sengaja menangkap bayangan Kris sedang berciuman, ia langsung berlari kecil menerobos orang orang yang tengah mabuk ataupun menari dengan mabuknya dunia malam.
Mata Carly memang benar, Kris tengah bercium dengan seorang gadis bahkan, bukan saja berciuman tangan Kris telah menyentuh dada gadis itu. Ia terus berjalan mendekati Kris, airmata Carly tidak dapat dibendung.
Chanyeol yang melihat Carly dengan refleksnya langsung menyebut nama gadis itu. “Carly?”
Kris melepas ciumannya, dan menoleh kearah Carly. Ia bangkit dengan kagetnya. “Apa yang kau lakukan disini?” tanya Kris. Carly tidak menjawab tapi sudah jelas airmatanya menetes deras. Mereka semua berdiri, dan Baekhyun menyuruh gadis yang bersama Kris itu pergi.
Carly masih terdiam tapi akhirnya bibirnya terbuka. “Maldeoandwae,” ucapnya pelan. Namun terasa seperti berteriak di telinga Kris. Gadis itu berbalik hendak pergi, Kris menghalangnya dan mencoba meraih pipi gadis itu untuk menciumnya. Dan bibir Kris langsung menuju bibir Carly. Carly tidak membalasnya, ia menangis dan tangannya meremas baju yang Kris pakai. Dengan sekuat tenaga ia mendorong Kris dan berlari keluar, mencari taxy dan menuju Apartemen Kris.
Kris terpaku tapi akhirnya ia mengejar Carly. Dan setelah sampai Kris melihat Carly di Apartemen, sedikit ada rasa lega dihatinya tapi, begitu ia membuka kamarnya dan melihat Carly memasuki bajunya kedalam Koper, ia sangat terkejut.
“Mau kemana kau?” tanya Kris menghampiri Carly.
“Jepang.” jawab gadis itu, suaranya terdengar serak.
“Apa kau lupa? Aku bisa saja menempel foto tubuhmu dimading Kampus!” ancam Kris padahal ia takut kalau saja Carly nekat akan pergi.
“Aku tidak peduli!” tangis Carly pecah. Kris sangat ingin memeluk gadis itu. Sangat dan sangat ingin mendekapnya, atau sedikit menenangkannya.
“Aku akan mengirim fotomu ke kedua orangtuamu!”
“……”
******
Kris memandang wajah Carly itu dengan sayang. Sempurna bisiknya dalam hati. Setelah Carly menangis Kris langsung mencium bibir yeoja itu kasar, bahkan lebih kasar dari biasanya. Dan saat itu juga Kris menjamah kembali tubuh yeoja Han itu sampai gadis itu letih. Kris tau pasti gadis itu kecewa, Ia merasa amat bersalah.
“Mianhae,” ucapnya tulus sembari mengelus pipi Carly dengan lembut. Di ciumnya kening Carly penuh kasih. Ia mendekap Carly menarik pinggang gadis tersebut, memeluk erat dengan hangat. “Andaikan kau tahu aku sudah mulai mencintaimu, tapi maaf jika semua sikapku padamu selalu kasar. Harus kau tau bahwa aku tidak mampu hidup tanpamu. Aku akan segera menikahimu, tunggulah hari itu.” Katanya dan mengelus kepala Carly dengan sayang.
******
Paginya Carly terbangun tapi, ia tidak mendapati Kris disana. Akhirnya ia bergegas untuk mandi, bayangannya teringat kembali dimana saat itu juga Kris mencium gadis lain didepan matanya. Matanya mulai berkaca – kaca dengan segera Carly menghapusnya, ia menghampiri kaca di sebelah pintu kamar mandi dan memandang tubuh dan wajahnya. Ada memar sedikit di payudara kirinya.
CKLEEK…
Suara pintu terbuka dan Carly melihat Kris membawa sebuah baskom beserta kain yang mungkin isinya adalah es. “Kau sudah bangun?” tanya Kris seraya mendekati Carly. Gadis itu menggangguk. “Duduklah disana.” suruh Kris menunjuk tepi tempat tidur.
“Apa yang mau kau lakukan, tuan?” tanya Carly.
“Jangan sebut aku seperti itu lagi.” kata Kris dingin, Ia menarik kursi rias didekat kaca itu dan duduk tepat di depan Carly. “Mendekatlah,” suruh Kris, Carlypun menurut. Kris mengompres payudara Carly dengan tenang, Carly sempat kaget tapi iapun hanya diam tanpa protes. Hanya saja ia masih binggung, kenapa Kris menyuruhnya untuk berhenti menyebut pria itu Tuan? Bukankah Kris sendiri yang menyuruhnya?
“Sakit?” tanya Kris pelan. Carly mengangguk. “Hari ini kau tidak boleh kemana mana, aku sudah menyuruh Sehun untuk mengizinkanmu lewat Junhae. Dan aku juga sudah minta izin.”
“Kenapa?” Carly bertanya demikian. “Aku tidak apa apa, kenapa harus minta izin?”
“Aku ingin kau melayaniku seharian.” Kris menjawabnya acuh, diliriknya gadis itu membisu, diam. Ia berhenti mengompres dan memandang mata gadisnya. “Hari ini aku mau berdua denganmu. Hanya berdua.” Kris mengelus pucuk kepala Carly lembut, dan kembali melanjutkan aktivitasnya tadi. Sementara Carly tertegun dengan rasa yang melonjak.
******
“Mworago, Oh Sehun?” pekik Junhae keras, bukan bukan tapi lebih tepatnya teriak.
Sehun meringis telinganya. “Kris hyung bilang, ia mau bersama Carly untuk hari ini jadi dia memintaku untuk mengizinkan Carly. Atau lebih tepatnya menyampaikan padamu supaya kau tidak khawatir.” Jelas Sehun.
“Yak! Aku tahu Kau, Kris dan teman temanmu itu tampan, hajiman.. kau tidak bisa memperlakukan sahabatku seperti itu. Dia pikir dia siapa yang berani-beraninya ingin bersama Carly?!” teriak Junhae lagi membuat Sehun harus kembali meringis mendengar teriakan cempreng si manis Park tersebut.
“Hey, Park! Kau habis makan tengku kereta api, ya?”
“Mwo?” tanya gadis itu keras. Tidak terima dengan komentar Sehun.
Sehun menepuk jidatnya. “Kris hyung bilang, ia ingin bersama Carly. Hyung bilang mau mengajak Carly jalan karena Carly terlalu lelah akhir-akhir ini dan Kris hyung ingin sedikit membuat gadis itu nyaman atau setidaknya punya waktu untuk bersantai. Kau tidak perlu menjenguknya, Carly tidak apa-apa. Ia tidak sakit atau apapun seperti yang berada dalam pikiranmu, Kris hyung menjaga dengan Carly dengan baik.” Dusta Sehun, tentu acara jalan antara Carly dan Kris tidak ada, dia hanya mengada-ada itu supaya Junhae merasa bahwa tidak ada hal yang perlu di takutkan lagi.
Lagipula Sehun yakin, Kris pasti punya rencana mengapa ia mengizinkan Carly hari ini. Yang Sehun tau juga bahwa, Kris memang mulai mencintai Carly. Ia tahu dari Luhan dan Chanyeol.
******
Carly keluar begitu selesai memakai baju, di lihatnya Kris yang berdiri tengah menyiapkan sarapan. Carly mendekatinya dengan pelan.
“Kau sudah selesai mandi?” tanya Kris menyadari kehadiran Carly.
“Ne,” sahutnya.
“Makanlah! Maaf aku hanya bisa membuatkan roti bakar dan susu. Aku tidak bisa masak.” Jelas Kris seraya menarik tubuh Carly untuk duduk. “Aku sudah makan saat kau tidur, jadi makanlah yang banyak.” Setelah berucap, Kris mencium bibir Carly mesra dan mengelus kepalanya dengan sayang.
Carly terpaku. Kris berubah, benar benar berbeda dari biasanya. Kris hendak meninggalkan Carly tapi Carly menggeleng. “Jangan pergi. Tetap disini aku tidak mau sendiri…”
Kris tersenyum hangat. “Baiklah.”
Kris duduk disebelah Carly, kemudian gadis itu mengambil beberapa buah roti dan memakannya. Kris menatapnya, walaupun yeoja itu tidak menyadarinya. Selang beberapa saat tepatnya setelah Carly selesai, Kris menyuruh gadis itu untuk menemaninya diruang tv. Kris duduk disofa ruangan tersebut dengan berselonjor.
“Kemarilah…” pinta Kris menepuk pahanya. Carly menatapnya bingung.
“Aku duduk di tempat yang lain saja.” tolak yeoja itu.
“Aku mau memangkumu.” Tangan kekar Kris menarik tangan mungil Carly, akhirnya Carly jatuh dipelukan Kris. Kris memandangnya, kemudian mengecup bibir Carly.
******
Junhae tampak khawatir, gadis bermarga Park itu datang di pagi buta untuk menunggu sahabatnya, Carly Han. “Akan ku hajar namja nappeun itu, aku tidak peduli jika Carly menangis saat melihat orang yang dia cintai di penjara.” Gumam Junhae.
Dilihatnya mobil sport Kris berhenti dan Carly keluar bersama Kris, seperti biasanya Kris menggandeng atau merangkul bahkan memeluk Carly. Kris mengelus manja Carly. Junhae yang melihat hal itu langsung menghampiri mereka.
“Apa yang kau lakukan pada Carly sampai dia kemarin tidak masuk, ha?” sembur Junhae.
“Junhae-ya..” Carly hendak menjawab.
“Aku tidak mau kau yang berbicara!” bentak Junhae.
“Jangan kau bentak dia, Junhae-ssi!” bentak Kris dingin, Junhae terhenyak tapi ia langsung berfikir bahwa itu termasuk akting Kris didepan umum.
“Sudahlah! Cukup sudah aktingmu tuan Wu! Aku akan melaporkanmu pada pihak berwajib atas tuduhan pemerkosaan dan tindak kekerasanmu selama ini pada sahabatku!” Junhae mengintimisadi Kris dengan lantang. Sementara Kris hanya menatap gadis didepannya itu dengan datar.
“Aku tidak butuh mendengarkan omong kosong sahabatmu, Chagi-ya. Akan ku antar kau, ayo!” ucap Kris mengacuhkan Junhae. –berbicara ke Carly sambil menatap- Kris merangkul Carly kedalam, terlihat Junhae yang melongo dengan bodoh tapi ia tersadar dan wajahnya terlihat marah.
******
“Kau mau pesan apa?” tanya Kris seraya merangkul pundak Carly, sekarang mereka berada di kantin bersama kawan – kawan Kris dan tentunya ada Kai disana. Kai menatap kedua pasangan itu datar. Ingin rasanya ia berteriak bahwa yang pantas untuk Carly adalah dia, bukan Kris.
Rencananya gagal! Seharusnya mereka bertengkar, bukan malah semakin dekat! Ucapnya dalam hati. Ya, Kai-lah yang menelfon Carly agar mendatangi Club Dominic dan ia juga yang menyuruh Kris untuk berciuman dengan gadis yang bersama Kris saat itu.
“Terserah kau saja,” sahut Carly.
“Ada apa denganmu? Kau sedang tidak enak badan?” tanya Kris khawatir, Carly menggeleng pelan.
“Anniyo gwaenchana, aku cuma sedikit ngantuk.” Balas Carly, Kris menarik kepala Carly untuk tidur di dadanya.
“Tidurlah! Aku akan membangunkanmu kalo makanan kita sudah sampai.” Ucap Kris lembut.
“Tapi..”
“Ssstt… turuti atau aku akan menciummu sampai kau tidak dapat masuk kelas!” ancam Kris disertai seuntai senyum hangat. Carly langsung terdiam. Ia memejamkan matanya pelan.
Waktu berlaru cepat Seoul Unniversity-pun tidak terlihat sepi, terlihat Kris yang terus menunggu Carly karna gadis itu harus mengerjakan soal yang jawabannya hanya ada didalam perpustakaan Kampus.
“Aku mungkin sampai malam, kau pulanglah duluan.” Ujar Carly.
“Masih banyak?” tanya Kris. Carly mengangguk. “Lanjutkan saja besok, matamu sudah lelah.” Katanya sambil mengusap lingkar mata Carly, yeoja itu terhenyak.
“Aku tidak apa…”
Kris keburu mencium bibir itu dengan pelan. “Aku tetap akan disini menunggumu,” Carly kembali terdiam.
“Ada apa denganmu?” tanya Carly segan.
“Mwoga?” tanya Kris bingung.
“Sikapmu berbeda dari biasanya, bahkan sangat berbeda. Kau memperlakukanku seperti yeojachingumu sendiri, bukan saja di Kampus atau bukan saja di depan banyak orang. Apa ini trikmu juga?” Carly bertanya dengan wajah yang sulit ditebak.
“Trik apa? Aku tidak mengerti.” Jawab Kris bingung.
“Sudahlah! Katakan yang sebenarnya apa ini juga caramu untuk membuat mereka percaya bahwa Kita memang sepasang kekasih? Jika iya pulanglah, sekarang tidak ada siapapun disini jadi kau tidak perlu berakting peduli padaku!” ucap Carly tanpa sadar mengutarakan isi pikirannya. Kris menatapnya kaget. Bagaimana bisa Carly menganggapnya sepicik itu? Dia juga manusia bukan? Dan ia juga makhluk sosial yang bisa merasakan cinta dan ia melakukan semua itu karna rasa sayangnya.
“Jadi kau hanya menganggapku seorang Playboy yang mempunyai trik sepicik itu? Hanya itu sajakah pendapatmu tentangku?” tanya Kris terdengar kecewa. Carly langsung menatap mimik wajah Kris, ada rasa bersalah di hatinya ketika mengatakan apa yang ada di fikirannya. “Keure, Kau benar..” Kris berbalik dan melanjutkan ucapannya dengan nada yang begitu dingin, sebelum keluar meninggalkannya sendiri. “Itu hanya trikku saja.”
Carly langsung terpaku dengan kepergian Kris, indra pendengarnya tidak salah atau indra pengelihatannya tidak salah. Apakah perasaannya yang membuat semua ini kacau? Dengan jelas bersama bola mata dan telinganya ia bisa melihat dan mendengar bahwa Kris sangat kecewa. Ditutupnya wajah itu dengan tangan mungilnya, kenapa sesesak ini?
“Neomu saranghae Kevin Wu,” bisiknya bergetar dan airmatanya mengalir derasnya.
Dilain tempat…
Badan itu bersender, raga itu lemas tanpa sedikit tenaga sama seperti tubuh tanpa tulang. Hal itu terjadi karna satu perasaan yaitu, Kecewa. Inikah rasa kecewa yang pernah ia lakukan pada yeoja-yeoja yang ia permainkan perasaannya? Oh mungkin itu lebih. Kris memejamkan matanya dengan enggan seolah ia ingin mengulang apa yang barusan ia lihat dan dengar.
“Aku benar-benar mencintainya, Kenapa? Kenapa Tuhan memberiku rasa sepedih ini, rasa yang ingin kumiliki dari 12 tahun lamanya? Ini menyakitkan lebih daripada saat eomma dan appa bercerai, dan lebih sakit daripada di tolak seorang yeoja! Tidak bisakah ia menghargai apa yang telah kuperbuat? Aku tulus mencintai dan menjaganya, Tuhan.” Kata Kris dengan nada yang pelan penuh tekanan dalam setiap kata yang bermakna baginya.
Diambilnya Phonselnya dan di ketiknya nomor orang yang sangat dekat dengannya yaitu, Chanyeol. Setelah menellfon sahabatnya ia menyuruh beberapa orang untuk menjaga Carly seperti Bodyguard.
******
Kai sibuk mengutak-utik laptopnya, pengelihatannya begitu serius, begitu teliti sampai tidak sadar bahwa ada Kris yang mendatanginya.
“Hey! What are you doing?” tanya Kris, Kai langsung spontan kaget dan menengok kerahnya.
“Oh Hyung?!” Kai mendecak antara kaget dan takut.
“Kenapa sekaget itu kau fikir aku hantu?” tanya Kris tersinggung.
“Mian, kau tidak pulang?” tanya Kai, Kris menggeleng.
“Mungkin setelah aku mabuk.” Jawabnya santai.
“Bagaimana dengan Carly?”
“Aku sudah menyuruh beberapa Bodyguard untuk menjaganya,”
“Kau mengkhawatirkannya?”
“Dia orang yang akan melahirkan anakku nanti.” jawab Kris sambil tersenyum tipis, tapi tidak menatap mata Kai yang terlihat kaget. “Aku akan menikahinya segera!”
******
Fajar telah terbit tapi tidak dengan Kris, Pagi milik Carly benar benar menyakitkan tanpa Kris disampingnya. Perasaan rindunya membuat gadis itu terduduk disofa tengah ruang tv, dilihatnya bingkai fotonya bersama Kris tengah merangkul dengan gaya ia mencium pipi Kris. Foto itu diambil saat mereka berada di taman bermain bersama sahabat sahabatnya-Kris-.
Ia memandang foto yang lainnya fotonya juga yang bersama Kris dengan saling merangkul, Kris tersenyum kearahnya sementara Carly sendiri tengah tersenyum dengan mata tertutup. Manis rasanya mengingat hari itu dan sikap Kris sangat lembut dan penyayang.
TING NONG TING NONG!!!
Suara bellnya berbunyi, Carly fikir itu Kris tapi begitu ia buka pintunya itu adalah sebuah paket untuknya. Bingung dan penasaran Carly langsung membawa kedalam dan membuka isi paket tersebut, dan matanya membulat besar, hendak keluar tapi tertahan. Matanya memerah, perasaannya terlonjak antara kaget dan tidak percaya. Isi paket itu berisi foto, tapi yang membuatnya kaget, gambar itu adalah Kris dengan seorang yeoja barat tengah bercinta dengan tubuh telanjang tanpa kain tertutup. Dan saat itu juga ia menangis dengan kencang.
Tepat setelah ia menangis apartemen itu terbuka dan menampakkan Kris dengan wajah kusut sehabis bangun tidur, Wajah namja itu langsung berubah begitu melihat Carly menangis diam dengan bisu tanpa kata tanpa gerakan sedikitpun. Ia menghampiri Carly.
“Neo waegeure?” tanya Kris. Tapi tidak ada jawaban atau respon dari Carly, matanya melihat benda yang dipegang Carly diraihnya picture itu dengan cepat. Dan matanya langsung membulat begitu melihat foto tersebut.
“Kapan kau akan mencampakkan aku?” tanya Carly dingin sembari bangkit menatap mata Kris.
“Apa maksudmu?”
“Kapan kau akan membuangku seperti sampah yang tidak berguna?!” jerit Carly dengan wajah yang menyedihkan.
“Tidak akan pernah!” jawab Kris datar.
“Aku manusia! Aku tidak ingin terus menjadi budak seksmu! Aku juga butuh kasih sayang dan cinta dari orang yang mencintaiku bukan, penderitaan yang kurasa seperti ini! Aku ingin bebas seperti yeoja lainnya yang dapat merasakan ciuman kasih sayang dan perlakuan manja dari kekasihnya bukan, siksaan dari Tuan yang haus akan nafsunya!” teriaknya dengan keras. Di raihnya kerah kemeja Kris dan mengguncang-kan badan namja itu. “Aku ingin mencintai dan dicintai! Lepaskan aku! Buanglah aku, aku tidak ingin terus disakiti! Aku ingin bebas! Aku ingin kau melepasku seperti sampah sekarang juga Kris Wu! Kumohon!”
Kris langsung menarik badan Carly. “Tidak akan pernah dan tidak akan mungkin aku melepasmu, membuang apa lagi mencampakkanmu.” Kris memeluk tubuh Carly yang bergetar, yang terlihat emosi. Ditenangkannya Carly dengan dekapan hangatnya. “Aku tidak akan pernah mau melakukannya dan tidak akan pernah mau melepas calon Anaeku, Hanya kau yang kucintai. Bagaimana mungkin aku melepas seorang yang sangat berarti bagiku, itu tidak akan terjadi selagi waktu memberiku kesempatan untuk memilikimu, selagi Tuhan memperbolehkanku untuk menikahimu, selagi takdir berkata aku untuk selalu menjagamu. Maka aku tidak akan pernah melepas, meninggalkan, membuang atau mencampakanmu. Aku terlalu mencintaimu. Percayalah…”
Kris tidak tahan dengan ucapan Carly, Ia tidak tahan dengan hinaan yang di ucapkan Carly tentang dirinya sendiri. Menyebut dirinya sampah dan menganggapnya serendah itu, terlalu menyakitkan baginya. Tidak ia biarkan Carly merendahkan dirinya sendiri dihadapan Kris. Namja itu hanya ingin Carly tahu bahwa ia mencintai yeoja itu lebih dari yang ia rasakan. Namun memang semua ini salahnya yang bodoh dan tidak tahu bagaimana caranya mengutarakan perasaannya
“Aku tahu setiap sikap kasarku membuatmu mengeluarkan airmata, tapi aku tidak tahu bagaimana caranya untuk menghapus airmatamu. Terlalu sulit untukku mengutarakan perasaanku padamu, rasa egois dan angkuhku terlalu besar untuk mengatakan saranghae padamu.” Kris mengatakannya dengan mengelus kepala Carly yang masih terisak.
“Ketika kau menangis karna aku memberikan rekaman desahanmu pada sahabat-sahabatku, aku merasa bersalah. Ketika kau mengatakan akan pergi dari apartemenku dan aku mengancammu, aku sangat takut kehilanganmu. Ketika kau menuduhku dengan sikap picikku, aku sangat kecewa. Aku hanya ingin kau tahu bahwa kau berharga, kau yang terbaik untukku! Aku mencintaimu, Neomu Saranghae..” jelas Kris dengan hangat dan semakin mempererat dekapannya.
Kris memeluk tubuh Carly lebih erat, lebih lembut, lebih hangat dari yang ia lakukan lusa kemarin. Carly masih menangis, membuat Kris merasa sakit. Siapa yang tega melakukan hal seperti itu? Mengedit fotonya dengan gadis lain.
“Aku tidak pernah bersetubuh dengan gadis lain setelah Kita berpacaran.” Ucap Kris tulus dan jujur. “Aku pernah mengajak seorang pelacur untuk memuaskan seksku, tapi aku selalu teringat wajahmu. Aku pernah mengajak Jessica bercinta tapi, semua itu gagal ketika kuingat suara lirihmu, aku menguatkan perasaanku bahwa aku tidak mungkin mencintaimua. Tapi Tuhan memberi hukuman untukku dengan mencintaimu dan menjagamu sampai aku menutup mataku. Ketika Kai menyuruhku berciuman dan mencoba seks dengan membayangkanmu, aku bisa. Tapi kau datang dan aku tahu kau kecewa padaku saat itu. Dan sejak saat itu juga aku terlalu takut untuk kehilanganmu.”
Carly diam walaupun masih tetap menangis, pernyataan Kris membuatnya kaget tapi jika ia memberi alasan bahwa sikap Kris dingin dan sulit di tebak , itu juga terdengar sangat konyol. Sementara Kris kembali menjelaskan perasaannya, agar yeoja itu mengerti.
“Aku tidak pernah melakukan hal seperti foto yang kau lihat itu.” Kris merasa Carly memeluknya semakin erat. “Bibirmu yang pink, Matamu yang sayu, Hidungmu yang mancung, Tangan mungilmu yang halus, Suara desahan yang kau ciptakan, Tubuh molek yang membuatku kagum. Dan yang membuatku merasa nyaman karnanya. Semua itu adalah kau. Neomu Saranghae…”
Kris tahu kemejanya basah karna airmata Carly. Badan Carly bergetar, Kris tahu itu. Kris melepas pelukannya mencoba melihat wajah Carly yang penuh akan airmata tersebut. Hidung Carly merah, terlihat urat matanya, bibirnya semakin berwarna pink karna tangisannya. Kris menghapus airmata dipipi Carly dan yeoja itu tampak menikmatinya, dipejamkannya matanya dan seakan tahu bahwa yeoja itu meminta kecupan dibibirnya. Kris mengecup bibir Carly. “Kris saranghae…” bisik Carly.
Carly melepas kecupan Kris dan menyentuh pipi Kris, menatap namja itu dengan matanya yang indah seolah mengutarakan perasaannya lewat tatapannya. “Kris mianhae.. aku seharusnya tahu bahwa kau seperti ini. Aku memang bodoh dan sangat bodoh, jeongmal Mianhae.” Ujarnya, Kris tersenyum mendengar pernyataan Carly.
“Carly-ya, Kau sama sekali tidak bodoh tapi kau itu sangat polos seperti anak kecil yang baru mengerti cinta.” Kata Kris menarik pinggang Carly semakin merapat. “Ini semua bukan salahmu, bukan juga salahku. Tapi semua ini terjadi karna Kita sama sama tidak mau mengutarakan perasaannya, sama sama bersikap dingin. Sampai Kita sama sama malu mengatakan perasaan Kita.” jelas Kris.
Carly menggeleng tiba tiba membuat Kris bingung melihatnya, mata Carly kembali menatap kemudian memutar ke bawah. Gerkannya berubah menyender ke dada Kris. “Aku sudah menyukaimu sejak kau bersender di bahuku saat aku sendiri dan kau menghampiriku tiba-tiba.” Ungkap Carly pelan. Kris terkesiap di lihatnya Carly dengan wajah yang memerah bersemu.
“Jinjja-yo?”tanya Kris kaget.
“Keurom~”
“Tapi kenapa kau menolakku?”tanya Kris lagi.
“Aku ini wanita yang tidak sebodoh mantan-mantanmu dulu! Aku tahu saat kau menembakku kau mempermainakanku, jadi aku tidak mau menerimamu.” Jawab Carly seperti anak kecil.
“Sikapmu yang dingin adalah caramu untuk membaca fikiran!” Kris mencubit pipi Carly. “Aku sangat menyukaimu, chagi-ya.” Peluk Kris hangat.
“Nado, neomu joha-yo!”
“Aku janji akan menikahimu, aku sudah merebut hakmu dan telah merusakmu. Mengganggu hidupmu…”
“Tapi aku senang kau muncul dikehidupanku, karna kau aku jadi tahu bagaimana rasa sabar, mencintai, dicintai. Saranghae jeongmal saranghae.”
“Aku juga senang kau yang menghapus sikap dinginku, nae ane!”
******
Ting Nong!
Suara bel berbunyi padahal saat itu Kris dan Carly tengah berciuman, Carly yang duduk dipaha Kris alias Kris memangku Carly. Carly berkata bahwa ia menginginkan sentuhan namja itu, dan katanya hal itu harus ia lakukan karna terbiasa.
Carly maupun Kris berhenti saling menatap satu sama lain. “Kau bisa duduk di sofa dulu, aku akan melihat siapa yang datang.” Carly menatap enggan.
“Gak mau!” kata Carly sambil menggeleng.
“Anak manis, aku akan menciummu lebih romantis ,sayang!” tawar Kris.
“Yakseok?”
“Yakseok-e,”
Carly menjatuhkan badannya ke sofa sementara, Kris berjalan menuju pintu apartemen-nya. Dilihat siapa yang datang dan ia cukup terkejut melihat Kai dengan beberapa kertas di tangannya, tiba tiba perasaannya tidak  enak begitu melihat ketas tersebut. Fikirannya tertuju bahwa Kailah yang mengirim dan mengedit fotonya bersama gadis Barat tersebut. Di Bukanya pintu apartemennya, wajah Kai tampak terkejut membuat Kris puas akan urat wajah yang di tampakkan Kai.
“Kris, bukankah kau tadi dikamarku?” tanya Kai gelagapan.
“Ne, kau benar tapi aku segera pergi begitu kau meninggalkanku dikamarmu.” Jawab Kris dengan wajah coolnya.
“Kris, siapa yang datang?” suara Carly mendekat dan muncul dibelakang Kris sambil memeluk Kris dari belakang. “Ohh Kai, ada apa? Ayo masuk!”ajak Carly. Tapi Kris menahan.
“Aku akan menikahi Carly. Lusa depan aku ke Jepang untuk melamarnya dan mencari tanggal untuk pernikahan kami.” Ucap Kris dan terlihat Kai yang benar-benar terkejut begitu pula Carly. “Oh ya apa itu? Apa yang kau bawa?” tanya Kris menantang.
“Eemm… ini..” Kai tampak bingung.
“Lebih baik kita bicarakan di dalam.” Carly mempertengah.
Mereka bertiga masuk, wajah Kai tegang tapi terlihat ditutupi. Kris menatap gerak gerik Kai, mungkin Carly tidak mengerti dan belum paham bahkan belum tahu tentang perasaan Kai padanya. Dan jelas saja Kris bisa menuduh Kai yang mengedit dan mengirim, Ia punya satu alasan yang kuat.
Kris mengambil map coklat dengan cepat. “Apa ini?” tanya Kris dengan cepat dan langsung membuka map itu. Dan terlihatlah isi map itu foto Kris bersama gadis barat yang sama seperti Carly lihat. Carly dan Kris terkejut bukan main. “Apa kau yang mengedit gambar ini?” tanya Kris dingin.
Kai dengan mantap dan tanpa sedikitpun rasa bersalah menjawab dengan berani. “Ne, aku memang yang mengedit gambar itu karna aku tidak suka kau terus menjalin hubungan dengannya!” tunjuk Kai pada Carly.
Kris langsung menghantam pipi Kai dengan tonjokannya, Carly terdiam beberapa saat, lalu ia tersadar melihat Kris yang langsung menghajar Kai. “Sudahlah Kris, tidakkah seharus-nya kita berterimakasih padanya?”
“Mwo? Neo michyeo..”
“Karnanya kita mau mengungkapkan perasaan Kita, bukan?” Carly langsung membantu Kai berdiri. “Mianhae, maafkan Kris. Aku tidak menyangka bahwa kau sampai nekat melakukan ini, tapi aku sangat berterimakasih. Kris dan aku sama-sama mau mengungkapkan perasaan kami dan Dia berjanji akan menikahiku. Maafkan aku, tidak bisa membalas perasaanmu. Apa ini salahku? Andaikan kau mengatakan sejak awal, mungkin kejadiannya tidak seperti ini. Ku mohon jangan lakukan ini lagi, jika kau memang mencintaiku, tolong relakanlah aku dengan Kris. Yakinlah bahwa disana ada yang lebih baik dan lebih pantas dariku untukmu.”
Kai menunduk, wajahnya menyesal. Tapi ia langsung mendongakkan wajahnya. “Aku menyesal, mianhae. Kris sangat beruntung mendapatkan yeoja sepertimu, semoga kau dengannya bahagia. Saranghae.” Kai menarik tenguk Carly mencium kening Carly didepan Kris. Setelah melepas kecupannya di dahi Carly. “Maaf aku menciumnya, jaga dia baik-baik atau aku akan merebutnya!” Kai meninju bahu Kris dan ia berjalan menuju keluar pintu apartemennya, pergi berlalu.
“Berani sekali dia menciummu didepan mataku!” Kris berkata keras.
“Daripada dia mencium bibirku tanpa sepengetahuanmu, itu lebih menyakitkan.” Kata Carly santai, berjalan menuju kamar mereka.
“Ah.. Kau juga salah! Kenapa kau tidak berontak saat dia menciummu?” Tanya Kris sebal terdengar merajuk.
“Untuk apa? Lagipula dia tidak salah malah dia laki-laki yang berani mengungkapkan perasaannya ke yeoja yang telah memiliki kekasih, apalagi kekasih yeoja itu ada dihadapannya.” Jawab Carly menyindir. “Aku lebih suka namja seperti Kai, daripada namja yang ditegur dulu baru mau menyatakan perasaannya.” Lanjut Carly.
“Lalu kenapa kau tidak memilih Kai?” tanya Kris sengit, ia menatap keluar jendela. “Ciri-ciri namja yang kau ucapkan tadi benar benar berkarakter tentangku.” Lanjut Kris dengan dingin.
Carly berjalan menuju Kris, kemudian memeluk tubuh Kris dari belakang. “Aku juga bingung tapi kau terlalu berharga dan ungkapan tentangku dari bibir tebalmu yang manis itu membuatku menjadi enggan untuk memilih Kai.” Kris melepas tangan Carly diperutnya dan berjalan menuju keluar kamarnya. Tangan Carly menarik tangan Kris dan memeluknya. “Aku tulus memilihmu karna aku mencintaimu, bukan karna ungkapanmu atau perkataanmu.” Tangan Carly menggerakan wajah Kris ke hadapannya. Di ciumnya bibir Kris. “Aku akan membuatkanmu sarapan.”
Carly berjalan menuju keluar kamar mereka dan menuju dapur, yeoja itu menyiapkan persiapan untuk memasak tapi tangan kekar seseorang memberhentikan aktivitas Carly. “Aku mau sarapan dari tubuhmu,” bisik suara manja yang jelas dan tentu saja dari Kris. Carly menyentuh tangan Kris dan mengelusnya.
Bibir itu kembali menjelajahi tubuh putih nan mulus itu, kembali lagi tubuh itu menggelijang dan bibir mungil itu mengeluarkan suara lenguhannya. Kris terus menyelimuti tubuh Carly dengan pijatan dan keringat gairahnya, sementara Carly bertahan dengan tubuh lemas.
“Kris aku tidak tahan…ngghh.” desah Carly.
“Keluarkan saja chagiya..” balas Kris. Namja itu terus menggenjot vagina Carly dan terus meremas payudaranya. Sampai akhirnya puncak rangsangan telah didepan mata mereka hingga sebuah tanda desahan kelegaan yang menandakan bahwa mereka mencapai titik klimaks.
“Gomawo,” Kris berterimakasih pada Carly sambil mengecup kening Carly.
“Cheonma.” Jawab Carly sambil mengatur nafasnya.
“Kau lapar?” tanya Kris dengan mengelus puncak kepala Carly, gadis itu mengangguk. “Baguslah aku juga, kita mandi bersama-sama sehabis itu kita makan diluar. Aku tidak mau kau memasak sehabis melayaniku.” Lanjutnya dan mengecup kening Carly.
******
Malamnya…
“Would you marry me?” tanya Kris saat mereka makan malam. “Dulu aku memintamu  menjadi kekasihku, sekarang bolehkan aku memilihmu sebagai orang yang pertama kali kulihat saat aku membuka mataku dan orang yang terakhir kali kulihat ketika kuhendak tidur. Dan aku berharap kau menjadi orang yang memberiku keturunan dan kasih sayang padaku hingga aku menutup akhir jalanku.” Kris mencium telapak tangan Carly dengan lembut, membuat Carly terharu.
“Aku tidak bisa…” kata Carly menggantung. “Menolak permintaan seorang yang sangat berarti di dalam kehidupanku, dan aku mau menikah denganmu.” Lanjut Carly meneteskan airmata harunya.
Kris memeluk Carly mendekapnya lembut seolah hanya Carlylah yang ia miliki dan tidak ada waktu untuk melepasnya.
“Saranghae…” bisik Kris lembut.
-END
Sorry endingnya gak bagus—‘ aku emang gak bisa buat ending happy yang romantis, aku hampir typo pas mau ngetik terharu hampir ngetik terhura. Maaf kalian harus nunggu lama hoho^O^ aku sampe kaget baca pas ada yang ngomen nunggu selama 1 tahunan haha aku kaya ngehamilin anak orang terus gak bertanggung jawab. Hahaha.  Aku minta maaf ya, soal ff kemaren kenapa kepostnya Cuma setengah, itu ternyata ada masalah waktu pengiriman ternyata aku ngirim file yang belum jadi, nah makanya ff yang kepost kemaren cuma setengah aja, padahal maudijadiin twoshoot aja, tapi akhirnya di jadiin 3 chap deh hehe, maaf ya aku ceroboh banget! Oke, Sampai ketemu di ff selanjutnya.. Bye bye~Title: Because Your Cold Attitude (Part 2)
Author(*) : Tania Jung (Jung Hyera)
Main Cast(*): Wu Yifan (Kris ExoM),Carly Han(You)
Support Cast(*):
-EXO
-Park Junhae.
-Jessica Jung
-Im Yoona (Han)
Genre(*) :School Life  and Romance.
Rating(*) :NC+21
Lenght : Chapter.
A/N: Sebelumnya aku minta maaf karena ff yang byca part 2 kemarin kepotong dan baru sempet buat ngirim emailnya sekarang. Maaf yang udah nunggu lama, sekali lagi Mianhae. Tapi aku udah lanjutin sampe lengkap, soalnya waktu kemarin itu aku salah kirim document. Makasih buat yang udah baca dan koment. Ghamshamnida.. kunjungi aku di wp pribadi aku ya fansofkpophere.wp.com, kalo mau kenalan bisa follow @jnghyera gomawo!
Summary: Menceritakan seorang gadis bermarga Han yang bersifat dingin, Suatu ketika ia mendapatkan kejutan dari seorang namja namun kejutan tersebut Ia tolak. Terjadilah dendam di hati Namja tersebut, Bagaimanakah kisahnya?
******
Kris dapat dengan jelas mendengar isakan Carly, Kris kembali mencium bibir Carly dan melumatnya lembut. Ia mengelus lembut pipi Carly dan memasukkan lidahnya kedalam ciumannya. Kris melepas tautan bibirnya pada Carly kemudian menatap mata sayu gadis itu, menghapus airmata dipipi yeoja bermarga Han tersebut.
******
Kris mengajak Carly kembali ke apartemennya, Namja itu terlihat menyesal. Namun, keangkuhannya membuatnya malu untuk menunjukkan rasa sesal dan salahnya itu. Saat dimobil Kris mencoba mencuri-curi pandang. Sementara Carly hanya menatap ke luar jendela dengan pandangan Kosong.
“Sesampainya aku ingin kau melayani-ku lagi,” ucap Kris berbicara.
“Ya Aku mengerti,” jawab Carly, Kris menoleh dan hendak menegur Carly tapi gadis itu langsung melanjutkan kata katanya. “Tuanku.”
Saat lampu merah menyala Kris melirik Carly yang tetap diam membisu, Kris mulai merasa bersalah, saat tak sengaja ia melihat air mata yang jatuh tiba tiba dari pipi Carly. Dan tentu saja Carly langsung kembali menatap keluar mobil, Kris menarik dagu yeoja itu.
“Kau menangis?” tanya Kris datar.
“Anniya, Tuan.” Balasnya singkat.
“Lalu apa itu?” Kris mengusap bekas airmata di ujung mata Carly.
“Aku hanya mengantuk saja, aku tidak menangis.” Kris langsung melumat bibir Carly dan mencumbunya hangat, Carly melepas ciuman dari Kris, Kris hampir protes tapi Carly keburu menunjuk lampu Hijau yang menyala. Kris mendecak kesal, sambil menancap gas ia menahan hasratnya yang tiba-tiba ingin menyetubuhi gadis itu. Dan mereka kembali dalam kebisuan pada malam itu.
Kris membuka pintunya setelah sampai di dekat parkiran apartemennya, Carly juga begitu. Kris jalan terlebih dahulu sementara Carly mengikutinya. Perlahan pintu Lift terbuka Kris masuk dan Carly mengikutinya, keadaan didalam Lift tebilang sepi bahkan, hanya mereka berdua saja yang berada di dalam Lift tersebut. Kris langsung mendorong tubuh Carly begitu Lift berjalan. Kris melumat bibir Carly napsu, tangannya yang kekar mendorong tenguk Carly seakan ia akan memakan bibir merah itu.
Carly mendorong Kris ia mengatur nafasnya yang memburu, wajahnya terlihat memerah. Kris menarik tangannya kasar saat pintu Lift terbuka, dengan cepat namja itu mendorong tubuh yeoja itu ke arah sofa dan menindihinya dengan cepat. Menciumnya dengan kasar.
“Ahh..” desah Carly.
Kris melumat bibir merah itu, mengemutnya dengan gemas kemudian tangannya meremas payudara besar dan kenyal itu. Kris terus mencumbu Carly dan kembali gadis itu mendorong tubuh tinggi itu, Kris yang seakan tahu bahwa Carly sedang mengambil nafas langsung merobek baju Carly dan membuka bra yeoja itu cepat.
Kris langsung mengulum payudara gadis didepannya, seperti tersiksa yeoja itu hanya mendesah keras begitu tangan kekar milik Kris menggesek, menggoda vaginannya yang telah basah. Dengan mudahnya Kris menarik Cd yeoja itu. Kris terus berkutat pada gundukkan kembar di hadapannya.
“Aahh..”desah Carly semakin keras, terlihat semakin tidak tahan lagi Kris menyuruh Carly untuk mengulum juniornya yang sedari tadi tidak tenang. Carly terduduk dilantai sementara Kris berdiri dengan tegap, Carly langsung memainkan Junior Kris. Carly mengocok junior panjang Kris. “Mmphh sshh” suara decakan nafsu Carly membuat Kris semakin bernafsu.
“Asshh moreehh baby ngghh” Kris terus mendesah dengan nikmatnya, kepalanya mendongak, membuka dan menutup matanya. Hingga tibalah waktu Kris untuk klimaks dan Crott! “Uggh aah..”desahnya lega.
Carly meminum semua cairan Kris dengan tenang karna sebelumnya ia sudah meminum sperma namja itu. Kris menyuruh Carly untuk tengkurep karna ia akan memasuki gadis itu dengan gaya Doggy Style gaya Favoritnya. Dengan cepat juniornya tertancap pada anus Carly, yeoja itu sedikit merintih pelan.
“Aahh pelan sedikit,”pintanya pelan.
Kris langsung memaju mundurkan pinggulnya, Carly terlihat terangsang hebat ia hanya mendesah dan mendesah. Kris mencium bibir Carly dari belakang lalu meremas Payudara montok gadis itu.
******
Sudah 4 Bulan Carly tinggal di apartemen Kris, keadaan Carly semakin buruk bahkan Carly yang dingin sangat berbeda dengan Carly yang sekarang. Ia hanya diam dengan lingkaran hitam yang besar. Junhae tampak khawatir akan tetapi, gadis Han itu hanya berkata ‘Gwaenchana.’ Carly bahkan cukup menderita, didepan umum Ia tersenyum, bermanja-manja, berpura-pura manis. Tapi nyatanya ia sama sekali menderita, setiap malam melayani Kris yang selalu memintanya untuk melayani nafsu Pria itu.
Walaupun Kris orang yang ia sukai tapi, haruskan sikapnya seperti itu? Kris selalu berlaku dingin saat di apartemen, bahkan sering sekali menamparnya karna masalah kecil, itu menyakitkan. Setiap hari Junhae selalu mendengar tangis Carly. Dan biasanya Carly lakukan hal itu saat ia di dalam Kamar mandi atau saat Kris tidak ada di apartemen.
Hari itu Carly tidak ada jadwal Kuliah begitu pula Kris, Namja Canada itu berkata akan pergi bersama sahabat Canadanya bernama Henry. Carly memutuskan untuk mengundang Junhae kesana dan bercerita tentang kejadian dan keluh hatinya atas sikap Pria tinggi tersebut.
“Kenapa kau tidak lapor pada Polisi, Carly? Ini sudah termasuk pelecehan Seks bahkan pemerkosaan, kau tahu itu bukan?” kesal Junhae.
Carly menggeleng.“Aku mencintainya,”
“Micheosseo-yo!”
“Aku tau aku gila, sangat gila. Tapi kau tahukan bahwa sulit sekali untukku agar jatuh cinta pada seseorang dan sulit sekali untukku melupakan seseorang yang sangat aku cintai. Itu sulit!” isak Carly.
“Jika kau mencintainya mengapa kau tidak mengungkapkannya? Kau tahu ini sama saja kau menyakiti Rohani dan Jasmanimu.” Nasehat Junhae lembut merasa kasihan pada sahabatnya itu.
“Aku takut untuk mengucapkannya, aku hanya akan menunggu dimana ia akan membuangku. Dengan begitu aku yakin bahwa aku baru bisa membencinya. Aku yakin itu, aku yakin bahwa Ia tidak mencintaiku. Aku takut kalau ia menolakku, itu terlalu menyakitkan.”
“Aishh! Gila sekali kau, jangan katakan takut! Kau belum mencobanya, jikapun Kau di tolak kau sudah mencobanya dan rasa penasaranmu sudah terbalaskan.” Balas Junhae lagi.
“Aku tidak bisa.”bisik Carly lemah.
“Aishh! Jeongmal, terserahlah padamu aku hanya menasehatimu. Aku harus pergi, Tiffany menungguku.” Ujar Junhae kesal dan berlalu pergi.
******
Kris terdiam dalam larut malam. Seharian ia di kedai Cafe bersama Chanyeol, Baekhyun, Suho, Luhan, Sehun, Kai, Xiumin, Chen, Lay, D.O, Henry dan Tao yang asik bermain game. Kris terus berfikir bagaimana ia harus melupakan perasaannya pada gadis yang sekarang berada di dekapannya, Carly.
“Aku tahu aku salah mempermainkan perasaannya bahkan menyentuh tubuhnya tapi, apakah ini cara Tuhan menghukumku? Dengan membuatku jatuh cinta padanya? Ini konyol, sangat konyol. Aku tidak mungkin menyukainya bahkan mencintainya, Ia hanya gadis yang aku jadikan tikus mainan tidak lebih. Sadarlah Wu Yi Fan!” ucap Kris dalam Hati.
“Hyung, kau masih dengan Carly?” tanya Sehun tiba-tiba, Kris menoleh dan beberapa berhenti dari aktivitasnya kemudian menoleh kerah Kris.
“Ne,” balas Kris singkat. “Wae?” tanyanya Cuek.
“Ku fikir kalian telah putus ternyata masih berlanjut,” Komentar Baekhyun.
“Ne, kau benar Hyung kufikir juga begitu, Habis aku fikir kau sudah bosan dengannya.” Tambah Sehun.
“Secepatnya aku akan memutuskannya,” jawab Kris.
“Mworago? secepatnya?” tanya Kai. “Aku tahu kau memang playboy tapi, untuk kali ini akan kuhentikan sikapmu Hyung!” bentak Kai kasar. “Kau tahu, aku sangat kecewa begitu melihatmu menggandengnya saat dikantin dimana saat itu kau baru saja menjadi kekasihnya. Mungkin memang banyak yang berkata bahwa aku menyukai hampir seluruh gadis dikampus, tapi tidak dengan Carly!”
“Kalau begitu ambillah untukmu! Aku tidak membutuhkan tubuhnya lagi,” jawab Kris keras untung saja keadaan kedai sedang sepi.
“Jika aku bisa mengambilnya darimu, sejak dulu! Tapi apa? Ia terlanjur mencintaimu!” balas Kai tak kalah Keras.
“Sudahlah, apa yang kalian lakukan berhenti bertengkar lihat kita jadi sorotan mereka!” Suho melerai.
Kai melempar kasar Handphonenya ke meja kedai, terlihat bahwa ada sebuah gambar loker terbuka dan itu adalah loker milik Carly. Dalam loker tersebut banyak tulisan seperti.
“Kris Wu, aku menyukaimu –Senin,13- Nov-”
“Neomu saranghae Wu Fan-ssi! –Jum’at,23-Nov”
“Kris Wu.. <3”
“I will be waiting you WYF…”
“My memories with you is a magic in my life my Wufan.”
“Sim salabim Kevin Wu mencintaiku kkk~”
Dan beberapa Tulisan yang menyebutkan Kris, mereka semua tercenggang. “ Ia mencintaimu, haruskah Kau bangga pada apa yang telah kau perbuat? Membuatnya jatuh cinta denganmu lalu Kau meninggalkannya seperti kulit Kacang?!” Bentak Kai.
Kris terdiam, ia langsung pergi dan menuju apartemen, sekarang pukul 11:34. Saat membuka pintu apartemen, Ia menemukan sepatu wanita di dalam apartemen.
“Ini bukan sepatu Carly.” gumamnya dan Ia melihat yeoja yang terlihat lebih Tua 4 tahun dengannya.
“Kris, Kau sudah datang?” tanya Carly. Kris mengangguk. “Oh, Ini adalah Unnieku Yoona, Ia dari jepang.” Carly memperkenalkan Yeoja disebelahnya, Yeoja bernama Yoona itu menatap dingin Kris.
“Yoona,”
“Aku Kris.” Mereka menyalami satu sama lain.
“Baiklah, sepertinya aku tidak harus berlama-lama. Siwon sudah menungguku, kau baik baiklah. Arasseo?” ucap Yoona tiba-tiba kemudian mengelus manja pipi Carly.
“Eonni, jangan mengelus pipiku!” tepis Carly dengan nada anak kecilnya.
“Haha, Mian!” jawabnya, Yoona berpamitan dan berlalu.
“Ia Eonnimu?”tanya Kris.
“Ne, Dia eonniku.” Jawab Carly.
“Oh, Aku lapar buatkan makanan untukku.” Perintah Kris dingin, Carly mengangguk kemudian pergi menuju dapur.
Kris melihat gerak gerik Carly sedari tadi memasak, Ia menyalakan tv agar Carly tidak menyadarinya. Carly sangat fokus pada aktivitas yang ia lakukan sampai tidak menyadari bahwa ada seseorang yang memperhatikannya yaitu, Kris. Selama setengah jam Carly memasak hingga selelsai Kris masih memperhatikannya.
******
“Kemarin kulihat Kris bersama seorang gadis bercumbu hingga masuk kedalam kamar, Aigoo~ Ia seksi sekali ditambah keringat yang bercucuran sehabis keluar dari kamar tersebut!” Tanpa sengaja Carly mendengar omongan salah satu yeoja yang sedang merumpi dikaridor kampus, mendengar nama Kris dan apa yang diperbuat namja itu. Carly mengeluarkan airmatanya dengan cepat seakan air terjun, Air matanya jatuh begitu saja.
“Dengan siapa Kris melakukannya?” Tanya yeoja berambut keriting.
“Dengan Seohyun!”
Mendengar siapa nama gadis itu membuat matanya panas, Seohyun wanita yang sama dinginnya dengan Carly. Satu kampus dengannya, Carly tidak kuat, Ia masih memaafkan jika bukan gadis kampus yang Kris setubuhi tapi, ini adalah satu kampus. Hubungannya dengan Kris telah lama menyebar, lalu apa semua ini? Kris terlalu khianat baginya.
“Seohyun, bagaimana kau dengan Kris? Aahh.. aku tidak percaya kau bisa bercinta dengan Kris.” ucap yeoja berambut lurus..
“Sangat nikmat tubuhnya yang tegap, permainannya yang ganas membuatku seperti terpuaskan olehnya.” Jawab Seohyun dengan wajah yang antusias. Carly hendak pergi dari sana tapi tepat saat itu Seohyun mendekatinya. “Upss, kau disini Carly? Apa kau mendengar ucapanku? hmm… mungkin iya? Haha kau tau pacarmu kemarin malam mengajakku untuk bercinta jadi aku tidak bisa menolaknya.”
Carly menatapnya dingin, ia sama sekali tidak ingin meladeni perkataan gadis itu. Cukup baginya untuk sakit mendengar perkataannya, jadi ia memilih diam.
“Oh My God, I forget! Kris berkata tidak mencintaimu, ia bahkan hanya ingin mempermainkanmu! Ya Tuhan, kasihan sekali kau!” Seohyun menatap Carly benci. Dulu ia tidak suka jika Carly menjadi yang terbaik dibanding dirinya. Kai tiba tiba datang disaat Seohyun ingin melanjutkan ceritanya.
“Cukup sudah ceritamu, pelacur! Kau bersetubuh dengannya karena ingin membuatku cemburu, Kau memang menyukai Kris bukan? Dasar wanita jalang!” Kai membentak Seohyun tepat di tempat umum, gadis itu malu dengan ucapan Kai.
“Anni! Aku tidak…” Sebelum melanjutkan ucapannya Kai menarik tangan Carly dengan cepat dan membawa gadis tersebut ke arah masuk Kampus.
“Lepaskan aku,” pinta Carly pelan pada Kai.
“Wae?” tanya Kai.
“Aku bisa sendiri, terimakasih.” Carly membungkuk dan berjalan meninggalkan Kai.
“Aggh! Sial!” teriak Kai. “Kau tidak tahu bahwa aku mencintaimu? Apa sebesar itu cintamu pada Kris Hyung? Ia telah menyakitimu, sadarlah. Buka matamu, aku mencintaimu.” Ucap Kai perih.
******
“Mworago? Gadis jalang itu … akan ku habisi dia! Dan takan kubiarkan ia hidup tenang di atas pederitaan sahabatku!” Junhae marah, kesal bahkan ia sangat jengkel dengan perlaku kedua makhluk itu, saat ini mereka sedang berada di luar Kampus. Carly berkata bahwa ia ingin mencari tempat untuk menceritakan kejadian yang ia alami.
“Sudahlah, aku yang salah.”
“Kau yang salah? Kau memang gila, kau bukan Carly yang kukenal! Kau bukan sahabatku yang mau membalas apa yang mereka perbuat. Itu bukan kau ,Carly, sadarlah kau buta karna Cintamu!” Junhae bangkit dari tempat duduknya dan pergi dengan kesalnya, meninggalkan sahabatnya yang terlihat dengan wajah lelahnya.
“Junhae! Junhae, kau mau kemana? Junhae-ya?” Carly mencoba memanggil Junhae.
******
Carly berjalan menuju tempat parkiran namun ia mendapat telfon dari nomor yang tidak ia kenali dan tertera di layarnya bertulisan ‘Private Number’ Carly mengangkat telfonnya dan terdengar jelas suara seseorang yang tidak ia kenali. “Datanglah ke Club Dominic jam 11:45,” ucapnya dan telfonpun mati sebelum Carly ingin menjawabnya.
“Mwo-ya? Siapa yang menelfonku?” tanya Carly bingung, namun akhirnya ia kembali melanjutkan langkah kakinya.
“Na wasseo!” serunya pelan. Carly menebak nebak apakah Kris ada atau tidak, tapi otaknya masih teringat atas kejadian saat ia akan kembali ke apartemen, Ya, siapa yang menelfonnya? Carly masih bingung, suaranya terasa asing di telinganya.
******
Malamnya Carly bersiap akan pergi, sedari pulang kampus ia tidak melihat Kris. Ia mencari taxy di jalanan tanpa sadar ada sepasang mata mengintainya. Carly sudah mendapatkan taxy setelah 15 menit berlalu, dan kendaraan itu melaju sesuai arah yang ingin dikunjungi Carly.
Ternyata Club Dominic itu lumayan jauh, sampai Carly hampir tertidur. Setelah memberikan uang pada sopir taxy, Carly berjalan masuk ke Club itu dan I-Phonenya berbunyi tapi tidak ada nama yang tertera di layar bening itu.
“Rupanya kau sudah sampai, baguslah! Semoga kau terhibur!”
“Hey! Hey jangan…” Carly mendecak kesal, ia melangkah dengan wajah datarnya. Banyak sekali diantara mereka yang berciuman membuatnya merasa tidak nyaman. Namun, matanya tidak sengaja menangkap bayangan Kris sedang berciuman, ia langsung berlari kecil menerobos orang orang yang tengah mabuk ataupun menari dengan mabuknya dunia malam.
Mata Carly memang benar, Kris tengah bercium dengan seorang gadis bahkan, bukan saja berciuman tangan Kris telah menyentuh dada gadis itu. Ia terus berjalan mendekati Kris, airmata Carly tidak dapat dibendung.
Chanyeol yang melihat Carly dengan refleksnya langsung menyebut nama gadis itu. “Carly?”
Kris melepas ciumannya, dan menoleh kearah Carly. Ia bangkit dengan kagetnya. “Apa yang kau lakukan disini?” tanya Kris. Carly tidak menjawab tapi sudah jelas airmatanya menetes deras. Mereka semua berdiri, dan Baekhyun menyuruh gadis yang bersama Kris itu pergi.
Carly masih terdiam tapi akhirnya bibirnya terbuka. “Maldeoandwae,” ucapnya pelan. Namun terasa seperti berteriak di telinga Kris. Gadis itu berbalik hendak pergi, Kris menghalangnya dan mencoba meraih pipi gadis itu untuk menciumnya. Dan bibir Kris langsung menuju bibir Carly. Carly tidak membalasnya, ia menangis dan tangannya meremas baju yang Kris pakai. Dengan sekuat tenaga ia mendorong Kris dan berlari keluar, mencari taxy dan menuju Apartemen Kris.
Kris terpaku tapi akhirnya ia mengejar Carly. Dan setelah sampai Kris melihat Carly di Apartemen, sedikit ada rasa lega dihatinya tapi, begitu ia membuka kamarnya dan melihat Carly memasuki bajunya kedalam Koper, ia sangat terkejut.
“Mau kemana kau?” tanya Kris menghampiri Carly.
“Jepang.” jawab gadis itu, suaranya terdengar serak.
“Apa kau lupa? Aku bisa saja menempel foto tubuhmu dimading Kampus!” ancam Kris padahal ia takut kalau saja Carly nekat akan pergi.
“Aku tidak peduli!” tangis Carly pecah. Kris sangat ingin memeluk gadis itu. Sangat dan sangat ingin mendekapnya, atau sedikit menenangkannya.
“Aku akan mengirim fotomu ke kedua orangtuamu!”
“……”
******
Kris memandang wajah Carly itu dengan sayang. Sempurna bisiknya dalam hati. Setelah Carly menangis Kris langsung mencium bibir yeoja itu kasar, bahkan lebih kasar dari biasanya. Dan saat itu juga Kris menjamah kembali tubuh yeoja Han itu sampai gadis itu letih. Kris tau pasti gadis itu kecewa, Ia merasa amat bersalah.
“Mianhae,” ucapnya tulus sembari mengelus pipi Carly dengan lembut. Di ciumnya kening Carly penuh kasih. Ia mendekap Carly menarik pinggang gadis tersebut, memeluk erat dengan hangat. “Andaikan kau tahu aku sudah mulai mencintaimu, tapi maaf jika semua sikapku padamu selalu kasar. Harus kau tau bahwa aku tidak mampu hidup tanpamu. Aku akan segera menikahimu, tunggulah hari itu.” Katanya dan mengelus kepala Carly dengan sayang.
******
Paginya Carly terbangun tapi, ia tidak mendapati Kris disana. Akhirnya ia bergegas untuk mandi, bayangannya teringat kembali dimana saat itu juga Kris mencium gadis lain didepan matanya. Matanya mulai berkaca – kaca dengan segera Carly menghapusnya, ia menghampiri kaca di sebelah pintu kamar mandi dan memandang tubuh dan wajahnya. Ada memar sedikit di payudara kirinya.
CKLEEK…
Suara pintu terbuka dan Carly melihat Kris membawa sebuah baskom beserta kain yang mungkin isinya adalah es. “Kau sudah bangun?” tanya Kris seraya mendekati Carly. Gadis itu menggangguk. “Duduklah disana.” suruh Kris menunjuk tepi tempat tidur.
“Apa yang mau kau lakukan, tuan?” tanya Carly.
“Jangan sebut aku seperti itu lagi.” kata Kris dingin, Ia menarik kursi rias didekat kaca itu dan duduk tepat di depan Carly. “Mendekatlah,” suruh Kris, Carlypun menurut. Kris mengompres payudara Carly dengan tenang, Carly sempat kaget tapi iapun hanya diam tanpa protes. Hanya saja ia masih binggung, kenapa Kris menyuruhnya untuk berhenti menyebut pria itu Tuan? Bukankah Kris sendiri yang menyuruhnya?
“Sakit?” tanya Kris pelan. Carly mengangguk. “Hari ini kau tidak boleh kemana mana, aku sudah menyuruh Sehun untuk mengizinkanmu lewat Junhae. Dan aku juga sudah minta izin.”
“Kenapa?” Carly bertanya demikian. “Aku tidak apa apa, kenapa harus minta izin?”
“Aku ingin kau melayaniku seharian.” Kris menjawabnya acuh, diliriknya gadis itu membisu, diam. Ia berhenti mengompres dan memandang mata gadisnya. “Hari ini aku mau berdua denganmu. Hanya berdua.” Kris mengelus pucuk kepala Carly lembut, dan kembali melanjutkan aktivitasnya tadi. Sementara Carly tertegun dengan rasa yang melonjak.
******
“Mworago, Oh Sehun?” pekik Junhae keras, bukan bukan tapi lebih tepatnya teriak.
Sehun meringis telinganya. “Kris hyung bilang, ia mau bersama Carly untuk hari ini jadi dia memintaku untuk mengizinkan Carly. Atau lebih tepatnya menyampaikan padamu supaya kau tidak khawatir.” Jelas Sehun.
“Yak! Aku tahu Kau, Kris dan teman temanmu itu tampan, hajiman.. kau tidak bisa memperlakukan sahabatku seperti itu. Dia pikir dia siapa yang berani-beraninya ingin bersama Carly?!” teriak Junhae lagi membuat Sehun harus kembali meringis mendengar teriakan cempreng si manis Park tersebut.
“Hey, Park! Kau habis makan tengku kereta api, ya?”
“Mwo?” tanya gadis itu keras. Tidak terima dengan komentar Sehun.
Sehun menepuk jidatnya. “Kris hyung bilang, ia ingin bersama Carly. Hyung bilang mau mengajak Carly jalan karena Carly terlalu lelah akhir-akhir ini dan Kris hyung ingin sedikit membuat gadis itu nyaman atau setidaknya punya waktu untuk bersantai. Kau tidak perlu menjenguknya, Carly tidak apa-apa. Ia tidak sakit atau apapun seperti yang berada dalam pikiranmu, Kris hyung menjaga dengan Carly dengan baik.” Dusta Sehun, tentu acara jalan antara Carly dan Kris tidak ada, dia hanya mengada-ada itu supaya Junhae merasa bahwa tidak ada hal yang perlu di takutkan lagi.
Lagipula Sehun yakin, Kris pasti punya rencana mengapa ia mengizinkan Carly hari ini. Yang Sehun tau juga bahwa, Kris memang mulai mencintai Carly. Ia tahu dari Luhan dan Chanyeol.
******
Carly keluar begitu selesai memakai baju, di lihatnya Kris yang berdiri tengah menyiapkan sarapan. Carly mendekatinya dengan pelan.
“Kau sudah selesai mandi?” tanya Kris menyadari kehadiran Carly.
“Ne,” sahutnya.
“Makanlah! Maaf aku hanya bisa membuatkan roti bakar dan susu. Aku tidak bisa masak.” Jelas Kris seraya menarik tubuh Carly untuk duduk. “Aku sudah makan saat kau tidur, jadi makanlah yang banyak.” Setelah berucap, Kris mencium bibir Carly mesra dan mengelus kepalanya dengan sayang.
Carly terpaku. Kris berubah, benar benar berbeda dari biasanya. Kris hendak meninggalkan Carly tapi Carly menggeleng. “Jangan pergi. Tetap disini aku tidak mau sendiri…”
Kris tersenyum hangat. “Baiklah.”
Kris duduk disebelah Carly, kemudian gadis itu mengambil beberapa buah roti dan memakannya. Kris menatapnya, walaupun yeoja itu tidak menyadarinya. Selang beberapa saat tepatnya setelah Carly selesai, Kris menyuruh gadis itu untuk menemaninya diruang tv. Kris duduk disofa ruangan tersebut dengan berselonjor.
“Kemarilah…” pinta Kris menepuk pahanya. Carly menatapnya bingung.
“Aku duduk di tempat yang lain saja.” tolak yeoja itu.
“Aku mau memangkumu.” Tangan kekar Kris menarik tangan mungil Carly, akhirnya Carly jatuh dipelukan Kris. Kris memandangnya, kemudian mengecup bibir Carly.
******
Junhae tampak khawatir, gadis bermarga Park itu datang di pagi buta untuk menunggu sahabatnya, Carly Han. “Akan ku hajar namja nappeun itu, aku tidak peduli jika Carly menangis saat melihat orang yang dia cintai di penjara.” Gumam Junhae.
Dilihatnya mobil sport Kris berhenti dan Carly keluar bersama Kris, seperti biasanya Kris menggandeng atau merangkul bahkan memeluk Carly. Kris mengelus manja Carly. Junhae yang melihat hal itu langsung menghampiri mereka.
“Apa yang kau lakukan pada Carly sampai dia kemarin tidak masuk, ha?” sembur Junhae.
“Junhae-ya..” Carly hendak menjawab.
“Aku tidak mau kau yang berbicara!” bentak Junhae.
“Jangan kau bentak dia, Junhae-ssi!” bentak Kris dingin, Junhae terhenyak tapi ia langsung berfikir bahwa itu termasuk akting Kris didepan umum.
“Sudahlah! Cukup sudah aktingmu tuan Wu! Aku akan melaporkanmu pada pihak berwajib atas tuduhan pemerkosaan dan tindak kekerasanmu selama ini pada sahabatku!” Junhae mengintimisadi Kris dengan lantang. Sementara Kris hanya menatap gadis didepannya itu dengan datar.
“Aku tidak butuh mendengarkan omong kosong sahabatmu, Chagi-ya. Akan ku antar kau, ayo!” ucap Kris mengacuhkan Junhae. –berbicara ke Carly sambil menatap- Kris merangkul Carly kedalam, terlihat Junhae yang melongo dengan bodoh tapi ia tersadar dan wajahnya terlihat marah.
******
“Kau mau pesan apa?” tanya Kris seraya merangkul pundak Carly, sekarang mereka berada di kantin bersama kawan – kawan Kris dan tentunya ada Kai disana. Kai menatap kedua pasangan itu datar. Ingin rasanya ia berteriak bahwa yang pantas untuk Carly adalah dia, bukan Kris.
Rencananya gagal! Seharusnya mereka bertengkar, bukan malah semakin dekat! Ucapnya dalam hati. Ya, Kai-lah yang menelfon Carly agar mendatangi Club Dominic dan ia juga yang menyuruh Kris untuk berciuman dengan gadis yang bersama Kris saat itu.
“Terserah kau saja,” sahut Carly.
“Ada apa denganmu? Kau sedang tidak enak badan?” tanya Kris khawatir, Carly menggeleng pelan.
“Anniyo gwaenchana, aku cuma sedikit ngantuk.” Balas Carly, Kris menarik kepala Carly untuk tidur di dadanya.
“Tidurlah! Aku akan membangunkanmu kalo makanan kita sudah sampai.” Ucap Kris lembut.
“Tapi..”
“Ssstt… turuti atau aku akan menciummu sampai kau tidak dapat masuk kelas!” ancam Kris disertai seuntai senyum hangat. Carly langsung terdiam. Ia memejamkan matanya pelan.
Waktu berlaru cepat Seoul Unniversity-pun tidak terlihat sepi, terlihat Kris yang terus menunggu Carly karna gadis itu harus mengerjakan soal yang jawabannya hanya ada didalam perpustakaan Kampus.
“Aku mungkin sampai malam, kau pulanglah duluan.” Ujar Carly.
“Masih banyak?” tanya Kris. Carly mengangguk. “Lanjutkan saja besok, matamu sudah lelah.” Katanya sambil mengusap lingkar mata Carly, yeoja itu terhenyak.
“Aku tidak apa…”
Kris keburu mencium bibir itu dengan pelan. “Aku tetap akan disini menunggumu,” Carly kembali terdiam.
“Ada apa denganmu?” tanya Carly segan.
“Mwoga?” tanya Kris bingung.
“Sikapmu berbeda dari biasanya, bahkan sangat berbeda. Kau memperlakukanku seperti yeojachingumu sendiri, bukan saja di Kampus atau bukan saja di depan banyak orang. Apa ini trikmu juga?” Carly bertanya dengan wajah yang sulit ditebak.
“Trik apa? Aku tidak mengerti.” Jawab Kris bingung.
“Sudahlah! Katakan yang sebenarnya apa ini juga caramu untuk membuat mereka percaya bahwa Kita memang sepasang kekasih? Jika iya pulanglah, sekarang tidak ada siapapun disini jadi kau tidak perlu berakting peduli padaku!” ucap Carly tanpa sadar mengutarakan isi pikirannya. Kris menatapnya kaget. Bagaimana bisa Carly menganggapnya sepicik itu? Dia juga manusia bukan? Dan ia juga makhluk sosial yang bisa merasakan cinta dan ia melakukan semua itu karna rasa sayangnya.
“Jadi kau hanya menganggapku seorang Playboy yang mempunyai trik sepicik itu? Hanya itu sajakah pendapatmu tentangku?” tanya Kris terdengar kecewa. Carly langsung menatap mimik wajah Kris, ada rasa bersalah di hatinya ketika mengatakan apa yang ada di fikirannya. “Keure, Kau benar..” Kris berbalik dan melanjutkan ucapannya dengan nada yang begitu dingin, sebelum keluar meninggalkannya sendiri. “Itu hanya trikku saja.”
Carly langsung terpaku dengan kepergian Kris, indra pendengarnya tidak salah atau indra pengelihatannya tidak salah. Apakah perasaannya yang membuat semua ini kacau? Dengan jelas bersama bola mata dan telinganya ia bisa melihat dan mendengar bahwa Kris sangat kecewa. Ditutupnya wajah itu dengan tangan mungilnya, kenapa sesesak ini?
“Neomu saranghae Kevin Wu,” bisiknya bergetar dan airmatanya mengalir derasnya.
Dilain tempat…
Badan itu bersender, raga itu lemas tanpa sedikit tenaga sama seperti tubuh tanpa tulang. Hal itu terjadi karna satu perasaan yaitu, Kecewa. Inikah rasa kecewa yang pernah ia lakukan pada yeoja-yeoja yang ia permainkan perasaannya? Oh mungkin itu lebih. Kris memejamkan matanya dengan enggan seolah ia ingin mengulang apa yang barusan ia lihat dan dengar.
“Aku benar-benar mencintainya, Kenapa? Kenapa Tuhan memberiku rasa sepedih ini, rasa yang ingin kumiliki dari 12 tahun lamanya? Ini menyakitkan lebih daripada saat eomma dan appa bercerai, dan lebih sakit daripada di tolak seorang yeoja! Tidak bisakah ia menghargai apa yang telah kuperbuat? Aku tulus mencintai dan menjaganya, Tuhan.” Kata Kris dengan nada yang pelan penuh tekanan dalam setiap kata yang bermakna baginya.
Diambilnya Phonselnya dan di ketiknya nomor orang yang sangat dekat dengannya yaitu, Chanyeol. Setelah menellfon sahabatnya ia menyuruh beberapa orang untuk menjaga Carly seperti Bodyguard.
******
Kai sibuk mengutak-utik laptopnya, pengelihatannya begitu serius, begitu teliti sampai tidak sadar bahwa ada Kris yang mendatanginya.
“Hey! What are you doing?” tanya Kris, Kai langsung spontan kaget dan menengok kerahnya.
“Oh Hyung?!” Kai mendecak antara kaget dan takut.
“Kenapa sekaget itu kau fikir aku hantu?” tanya Kris tersinggung.
“Mian, kau tidak pulang?” tanya Kai, Kris menggeleng.
“Mungkin setelah aku mabuk.” Jawabnya santai.
“Bagaimana dengan Carly?”
“Aku sudah menyuruh beberapa Bodyguard untuk menjaganya,”
“Kau mengkhawatirkannya?”
“Dia orang yang akan melahirkan anakku nanti.” jawab Kris sambil tersenyum tipis, tapi tidak menatap mata Kai yang terlihat kaget. “Aku akan menikahinya segera!”
******
Fajar telah terbit tapi tidak dengan Kris, Pagi milik Carly benar benar menyakitkan tanpa Kris disampingnya. Perasaan rindunya membuat gadis itu terduduk disofa tengah ruang tv, dilihatnya bingkai fotonya bersama Kris tengah merangkul dengan gaya ia mencium pipi Kris. Foto itu diambil saat mereka berada di taman bermain bersama sahabat sahabatnya-Kris-.
Ia memandang foto yang lainnya fotonya juga yang bersama Kris dengan saling merangkul, Kris tersenyum kearahnya sementara Carly sendiri tengah tersenyum dengan mata tertutup. Manis rasanya mengingat hari itu dan sikap Kris sangat lembut dan penyayang.
TING NONG TING NONG!!!
Suara bellnya berbunyi, Carly fikir itu Kris tapi begitu ia buka pintunya itu adalah sebuah paket untuknya. Bingung dan penasaran Carly langsung membawa kedalam dan membuka isi paket tersebut, dan matanya membulat besar, hendak keluar tapi tertahan. Matanya memerah, perasaannya terlonjak antara kaget dan tidak percaya. Isi paket itu berisi foto, tapi yang membuatnya kaget, gambar itu adalah Kris dengan seorang yeoja barat tengah bercinta dengan tubuh telanjang tanpa kain tertutup. Dan saat itu juga ia menangis dengan kencang.
Tepat setelah ia menangis apartemen itu terbuka dan menampakkan Kris dengan wajah kusut sehabis bangun tidur, Wajah namja itu langsung berubah begitu melihat Carly menangis diam dengan bisu tanpa kata tanpa gerakan sedikitpun. Ia menghampiri Carly.
“Neo waegeure?” tanya Kris. Tapi tidak ada jawaban atau respon dari Carly, matanya melihat benda yang dipegang Carly diraihnya picture itu dengan cepat. Dan matanya langsung membulat begitu melihat foto tersebut.
“Kapan kau akan mencampakkan aku?” tanya Carly dingin sembari bangkit menatap mata Kris.
“Apa maksudmu?”
“Kapan kau akan membuangku seperti sampah yang tidak berguna?!” jerit Carly dengan wajah yang menyedihkan.
“Tidak akan pernah!” jawab Kris datar.
“Aku manusia! Aku tidak ingin terus menjadi budak seksmu! Aku juga butuh kasih sayang dan cinta dari orang yang mencintaiku bukan, penderitaan yang kurasa seperti ini! Aku ingin bebas seperti yeoja lainnya yang dapat merasakan ciuman kasih sayang dan perlakuan manja dari kekasihnya bukan, siksaan dari Tuan yang haus akan nafsunya!” teriaknya dengan keras. Di raihnya kerah kemeja Kris dan mengguncang-kan badan namja itu. “Aku ingin mencintai dan dicintai! Lepaskan aku! Buanglah aku, aku tidak ingin terus disakiti! Aku ingin bebas! Aku ingin kau melepasku seperti sampah sekarang juga Kris Wu! Kumohon!”
Kris langsung menarik badan Carly. “Tidak akan pernah dan tidak akan mungkin aku melepasmu, membuang apa lagi mencampakkanmu.” Kris memeluk tubuh Carly yang bergetar, yang terlihat emosi. Ditenangkannya Carly dengan dekapan hangatnya. “Aku tidak akan pernah mau melakukannya dan tidak akan pernah mau melepas calon Anaeku, Hanya kau yang kucintai. Bagaimana mungkin aku melepas seorang yang sangat berarti bagiku, itu tidak akan terjadi selagi waktu memberiku kesempatan untuk memilikimu, selagi Tuhan memperbolehkanku untuk menikahimu, selagi takdir berkata aku untuk selalu menjagamu. Maka aku tidak akan pernah melepas, meninggalkan, membuang atau mencampakanmu. Aku terlalu mencintaimu. Percayalah…”
Kris tidak tahan dengan ucapan Carly, Ia tidak tahan dengan hinaan yang di ucapkan Carly tentang dirinya sendiri. Menyebut dirinya sampah dan menganggapnya serendah itu, terlalu menyakitkan baginya. Tidak ia biarkan Carly merendahkan dirinya sendiri dihadapan Kris. Namja itu hanya ingin Carly tahu bahwa ia mencintai yeoja itu lebih dari yang ia rasakan. Namun memang semua ini salahnya yang bodoh dan tidak tahu bagaimana caranya mengutarakan perasaannya
“Aku tahu setiap sikap kasarku membuatmu mengeluarkan airmata, tapi aku tidak tahu bagaimana caranya untuk menghapus airmatamu. Terlalu sulit untukku mengutarakan perasaanku padamu, rasa egois dan angkuhku terlalu besar untuk mengatakan saranghae padamu.” Kris mengatakannya dengan mengelus kepala Carly yang masih terisak.
“Ketika kau menangis karna aku memberikan rekaman desahanmu pada sahabat-sahabatku, aku merasa bersalah. Ketika kau mengatakan akan pergi dari apartemenku dan aku mengancammu, aku sangat takut kehilanganmu. Ketika kau menuduhku dengan sikap picikku, aku sangat kecewa. Aku hanya ingin kau tahu bahwa kau berharga, kau yang terbaik untukku! Aku mencintaimu, Neomu Saranghae..” jelas Kris dengan hangat dan semakin mempererat dekapannya.
Kris memeluk tubuh Carly lebih erat, lebih lembut, lebih hangat dari yang ia lakukan lusa kemarin. Carly masih menangis, membuat Kris merasa sakit. Siapa yang tega melakukan hal seperti itu? Mengedit fotonya dengan gadis lain.
“Aku tidak pernah bersetubuh dengan gadis lain setelah Kita berpacaran.” Ucap Kris tulus dan jujur. “Aku pernah mengajak seorang pelacur untuk memuaskan seksku, tapi aku selalu teringat wajahmu. Aku pernah mengajak Jessica bercinta tapi, semua itu gagal ketika kuingat suara lirihmu, aku menguatkan perasaanku bahwa aku tidak mungkin mencintaimua. Tapi Tuhan memberi hukuman untukku dengan mencintaimu dan menjagamu sampai aku menutup mataku. Ketika Kai menyuruhku berciuman dan mencoba seks dengan membayangkanmu, aku bisa. Tapi kau datang dan aku tahu kau kecewa padaku saat itu. Dan sejak saat itu juga aku terlalu takut untuk kehilanganmu.”
Carly diam walaupun masih tetap menangis, pernyataan Kris membuatnya kaget tapi jika ia memberi alasan bahwa sikap Kris dingin dan sulit di tebak , itu juga terdengar sangat konyol. Sementara Kris kembali menjelaskan perasaannya, agar yeoja itu mengerti.
“Aku tidak pernah melakukan hal seperti foto yang kau lihat itu.” Kris merasa Carly memeluknya semakin erat. “Bibirmu yang pink, Matamu yang sayu, Hidungmu yang mancung, Tangan mungilmu yang halus, Suara desahan yang kau ciptakan, Tubuh molek yang membuatku kagum. Dan yang membuatku merasa nyaman karnanya. Semua itu adalah kau. Neomu Saranghae…”
Kris tahu kemejanya basah karna airmata Carly. Badan Carly bergetar, Kris tahu itu. Kris melepas pelukannya mencoba melihat wajah Carly yang penuh akan airmata tersebut. Hidung Carly merah, terlihat urat matanya, bibirnya semakin berwarna pink karna tangisannya. Kris menghapus airmata dipipi Carly dan yeoja itu tampak menikmatinya, dipejamkannya matanya dan seakan tahu bahwa yeoja itu meminta kecupan dibibirnya. Kris mengecup bibir Carly. “Kris saranghae…” bisik Carly.
Carly melepas kecupan Kris dan menyentuh pipi Kris, menatap namja itu dengan matanya yang indah seolah mengutarakan perasaannya lewat tatapannya. “Kris mianhae.. aku seharusnya tahu bahwa kau seperti ini. Aku memang bodoh dan sangat bodoh, jeongmal Mianhae.” Ujarnya, Kris tersenyum mendengar pernyataan Carly.
“Carly-ya, Kau sama sekali tidak bodoh tapi kau itu sangat polos seperti anak kecil yang baru mengerti cinta.” Kata Kris menarik pinggang Carly semakin merapat. “Ini semua bukan salahmu, bukan juga salahku. Tapi semua ini terjadi karna Kita sama sama tidak mau mengutarakan perasaannya, sama sama bersikap dingin. Sampai Kita sama sama malu mengatakan perasaan Kita.” jelas Kris.
Carly menggeleng tiba tiba membuat Kris bingung melihatnya, mata Carly kembali menatap kemudian memutar ke bawah. Gerkannya berubah menyender ke dada Kris. “Aku sudah menyukaimu sejak kau bersender di bahuku saat aku sendiri dan kau menghampiriku tiba-tiba.” Ungkap Carly pelan. Kris terkesiap di lihatnya Carly dengan wajah yang memerah bersemu.
“Jinjja-yo?”tanya Kris kaget.
“Keurom~”
“Tapi kenapa kau menolakku?”tanya Kris lagi.
“Aku ini wanita yang tidak sebodoh mantan-mantanmu dulu! Aku tahu saat kau menembakku kau mempermainakanku, jadi aku tidak mau menerimamu.” Jawab Carly seperti anak kecil.
“Sikapmu yang dingin adalah caramu untuk membaca fikiran!” Kris mencubit pipi Carly. “Aku sangat menyukaimu, chagi-ya.” Peluk Kris hangat.
“Nado, neomu joha-yo!”
“Aku janji akan menikahimu, aku sudah merebut hakmu dan telah merusakmu. Mengganggu hidupmu…”
“Tapi aku senang kau muncul dikehidupanku, karna kau aku jadi tahu bagaimana rasa sabar, mencintai, dicintai. Saranghae jeongmal saranghae.”
“Aku juga senang kau yang menghapus sikap dinginku, nae ane!”
******
Ting Nong!
Suara bel berbunyi padahal saat itu Kris dan Carly tengah berciuman, Carly yang duduk dipaha Kris alias Kris memangku Carly. Carly berkata bahwa ia menginginkan sentuhan namja itu, dan katanya hal itu harus ia lakukan karna terbiasa.
Carly maupun Kris berhenti saling menatap satu sama lain. “Kau bisa duduk di sofa dulu, aku akan melihat siapa yang datang.” Carly menatap enggan.
“Gak mau!” kata Carly sambil menggeleng.
“Anak manis, aku akan menciummu lebih romantis ,sayang!” tawar Kris.
“Yakseok?”
“Yakseok-e,”
Carly menjatuhkan badannya ke sofa sementara, Kris berjalan menuju pintu apartemen-nya. Dilihat siapa yang datang dan ia cukup terkejut melihat Kai dengan beberapa kertas di tangannya, tiba tiba perasaannya tidak  enak begitu melihat ketas tersebut. Fikirannya tertuju bahwa Kailah yang mengirim dan mengedit fotonya bersama gadis Barat tersebut. Di Bukanya pintu apartemennya, wajah Kai tampak terkejut membuat Kris puas akan urat wajah yang di tampakkan Kai.
“Kris, bukankah kau tadi dikamarku?” tanya Kai gelagapan.
“Ne, kau benar tapi aku segera pergi begitu kau meninggalkanku dikamarmu.” Jawab Kris dengan wajah coolnya.
“Kris, siapa yang datang?” suara Carly mendekat dan muncul dibelakang Kris sambil memeluk Kris dari belakang. “Ohh Kai, ada apa? Ayo masuk!”ajak Carly. Tapi Kris menahan.
“Aku akan menikahi Carly. Lusa depan aku ke Jepang untuk melamarnya dan mencari tanggal untuk pernikahan kami.” Ucap Kris dan terlihat Kai yang benar-benar terkejut begitu pula Carly. “Oh ya apa itu? Apa yang kau bawa?” tanya Kris menantang.
“Eemm… ini..” Kai tampak bingung.
“Lebih baik kita bicarakan di dalam.” Carly mempertengah.
Mereka bertiga masuk, wajah Kai tegang tapi terlihat ditutupi. Kris menatap gerak gerik Kai, mungkin Carly tidak mengerti dan belum paham bahkan belum tahu tentang perasaan Kai padanya. Dan jelas saja Kris bisa menuduh Kai yang mengedit dan mengirim, Ia punya satu alasan yang kuat.
Kris mengambil map coklat dengan cepat. “Apa ini?” tanya Kris dengan cepat dan langsung membuka map itu. Dan terlihatlah isi map itu foto Kris bersama gadis barat yang sama seperti Carly lihat. Carly dan Kris terkejut bukan main. “Apa kau yang mengedit gambar ini?” tanya Kris dingin.
Kai dengan mantap dan tanpa sedikitpun rasa bersalah menjawab dengan berani. “Ne, aku memang yang mengedit gambar itu karna aku tidak suka kau terus menjalin hubungan dengannya!” tunjuk Kai pada Carly.
Kris langsung menghantam pipi Kai dengan tonjokannya, Carly terdiam beberapa saat, lalu ia tersadar melihat Kris yang langsung menghajar Kai. “Sudahlah Kris, tidakkah seharus-nya kita berterimakasih padanya?”
“Mwo? Neo michyeo..”
“Karnanya kita mau mengungkapkan perasaan Kita, bukan?” Carly langsung membantu Kai berdiri. “Mianhae, maafkan Kris. Aku tidak menyangka bahwa kau sampai nekat melakukan ini, tapi aku sangat berterimakasih. Kris dan aku sama-sama mau mengungkapkan perasaan kami dan Dia berjanji akan menikahiku. Maafkan aku, tidak bisa membalas perasaanmu. Apa ini salahku? Andaikan kau mengatakan sejak awal, mungkin kejadiannya tidak seperti ini. Ku mohon jangan lakukan ini lagi, jika kau memang mencintaiku, tolong relakanlah aku dengan Kris. Yakinlah bahwa disana ada yang lebih baik dan lebih pantas dariku untukmu.”
Kai menunduk, wajahnya menyesal. Tapi ia langsung mendongakkan wajahnya. “Aku menyesal, mianhae. Kris sangat beruntung mendapatkan yeoja sepertimu, semoga kau dengannya bahagia. Saranghae.” Kai menarik tenguk Carly mencium kening Carly didepan Kris. Setelah melepas kecupannya di dahi Carly. “Maaf aku menciumnya, jaga dia baik-baik atau aku akan merebutnya!” Kai meninju bahu Kris dan ia berjalan menuju keluar pintu apartemennya, pergi berlalu.
“Berani sekali dia menciummu didepan mataku!” Kris berkata keras.
“Daripada dia mencium bibirku tanpa sepengetahuanmu, itu lebih menyakitkan.” Kata Carly santai, berjalan menuju kamar mereka.
“Ah.. Kau juga salah! Kenapa kau tidak berontak saat dia menciummu?” Tanya Kris sebal terdengar merajuk.
“Untuk apa? Lagipula dia tidak salah malah dia laki-laki yang berani mengungkapkan perasaannya ke yeoja yang telah memiliki kekasih, apalagi kekasih yeoja itu ada dihadapannya.” Jawab Carly menyindir. “Aku lebih suka namja seperti Kai, daripada namja yang ditegur dulu baru mau menyatakan perasaannya.” Lanjut Carly.
“Lalu kenapa kau tidak memilih Kai?” tanya Kris sengit, ia menatap keluar jendela. “Ciri-ciri namja yang kau ucapkan tadi benar benar berkarakter tentangku.” Lanjut Kris dengan dingin.
Carly berjalan menuju Kris, kemudian memeluk tubuh Kris dari belakang. “Aku juga bingung tapi kau terlalu berharga dan ungkapan tentangku dari bibir tebalmu yang manis itu membuatku menjadi enggan untuk memilih Kai.” Kris melepas tangan Carly diperutnya dan berjalan menuju keluar kamarnya. Tangan Carly menarik tangan Kris dan memeluknya. “Aku tulus memilihmu karna aku mencintaimu, bukan karna ungkapanmu atau perkataanmu.” Tangan Carly menggerakan wajah Kris ke hadapannya. Di ciumnya bibir Kris. “Aku akan membuatkanmu sarapan.”
Carly berjalan menuju keluar kamar mereka dan menuju dapur, yeoja itu menyiapkan persiapan untuk memasak tapi tangan kekar seseorang memberhentikan aktivitas Carly. “Aku mau sarapan dari tubuhmu,” bisik suara manja yang jelas dan tentu saja dari Kris. Carly menyentuh tangan Kris dan mengelusnya.
Bibir itu kembali menjelajahi tubuh putih nan mulus itu, kembali lagi tubuh itu menggelijang dan bibir mungil itu mengeluarkan suara lenguhannya. Kris terus menyelimuti tubuh Carly dengan pijatan dan keringat gairahnya, sementara Carly bertahan dengan tubuh lemas.
“Kris aku tidak tahan…ngghh.” desah Carly.
“Keluarkan saja chagiya..” balas Kris. Namja itu terus menggenjot vagina Carly dan terus meremas payudaranya. Sampai akhirnya puncak rangsangan telah didepan mata mereka hingga sebuah tanda desahan kelegaan yang menandakan bahwa mereka mencapai titik klimaks.
“Gomawo,” Kris berterimakasih pada Carly sambil mengecup kening Carly.
“Cheonma.” Jawab Carly sambil mengatur nafasnya.
“Kau lapar?” tanya Kris dengan mengelus puncak kepala Carly, gadis itu mengangguk. “Baguslah aku juga, kita mandi bersama-sama sehabis itu kita makan diluar. Aku tidak mau kau memasak sehabis melayaniku.” Lanjutnya dan mengecup kening Carly.
******
Malamnya…
“Would you marry me?” tanya Kris saat mereka makan malam. “Dulu aku memintamu  menjadi kekasihku, sekarang bolehkan aku memilihmu sebagai orang yang pertama kali kulihat saat aku membuka mataku dan orang yang terakhir kali kulihat ketika kuhendak tidur. Dan aku berharap kau menjadi orang yang memberiku keturunan dan kasih sayang padaku hingga aku menutup akhir jalanku.” Kris mencium telapak tangan Carly dengan lembut, membuat Carly terharu.
“Aku tidak bisa…” kata Carly menggantung. “Menolak permintaan seorang yang sangat berarti di dalam kehidupanku, dan aku mau menikah denganmu.” Lanjut Carly meneteskan airmata harunya.
Kris memeluk Carly mendekapnya lembut seolah hanya Carlylah yang ia miliki dan tidak ada waktu untuk melepasnya.
“Saranghae…” bisik Kris lembut.
 -END
Sorry endingnya gak bagus—‘ aku emang gak bisa buat ending happy yang romantis, aku hampir typo pas mau ngetik terharu hampir ngetik terhura. Maaf kalian harus nunggu lama hoho^O^ aku sampe kaget baca pas ada yang ngomen nunggu selama 1 tahunan haha aku kaya ngehamilin anak orang terus gak bertanggung jawab. Hahaha.  Aku minta maaf ya, soal ff kemaren kenapa kepostnya Cuma setengah, itu ternyata ada masalah waktu pengiriman ternyata aku ngirim file yang belum jadi, nah makanya ff yang kepost kemaren cuma setengah aja, padahal maudijadiin twoshoot aja, tapi akhirnya di jadiin 3 chap deh hehe, maaf ya aku ceroboh banget! Oke, Sampai ketemu di ff selanjutnya.. Bye bye~

Fc Populer:

%d blogger menyukai ini: