Be With You Part 7

0
Be With You Part 7 ff nc kyuhyun super junior yadong
Tittle: Be With You (Part 7)
Cast:
Cho Kyuhyun
Song Eunso (OC)
And other cast
Category: Action, Romance, Chapter
Author: Mylittlechick
Sesuai janjinya Kyuhyun membawa Eunso kerumah yang letaknya berada dipinggir pantai, jauh dari kota Seoul. Perjalanan yang memakan waktu empat jam itu tidak terasa melelahkan bagi Eunso karena ada Kyuhyun bersamanya. Selama perjalanan itupun Kyuhyun menunjukkan satu sisi lain lagi kepada Eunso, namja itu ternyata bisa menggoda sekaligus menghibur. Kyuhyun sering terlihat melontarkan beberapa lelucon kepada Eunso. Eunso pun merasa senang karena mengetahui hal ini, entahlah Kyuhyun banyak berubah dari kali pertama mereka bertemu.

Mereka berhenti disebuah rumah yang tidak terlalu mewah tapi terlihat begitu indah, sangat sederhana dan nyaman. Eunso tidak berhenti berguman kagum bahkan setelah mereka berada didalam rumah.
“jinjja.. rumah ini sangat-sangat indah” seru Eunso setelah ia berada diberanda rumah itu. Pemandangan laut yang indah menyambutnya saat ini.
“rumah ini appa bangun karena eomma begitu menyukai laut” sahut Kyuhyun, berdiri disebelah Eunso dengan tangan melingkar dipinggang istrinya.
“kalian benar-benar kaya” Eunso melirik Kyuhyun. Kyuhyun menaikkan bahunya sebagai jawaban dari ucapan Eunso. “sebenarnya apa yang kalian lakukan hingga sekaya ini?. Memeras orang? Merampok orang? Atau mendapatkan bayaran besar setelah membunuh orang?” tanya Eunso tidak dengan sungguh-sungguh, ia tahu pekerjaan keluarga Cho adalah menyewakan jasa peminjaman kapal untuk mengangkut barang-barang eksport import. Karena itu Kyuhyun oppa selalu bau laut karena selalu datang ke pelabuhan. Eunso tahu satu kapal yang disewa bisa beratus-ratus juta pemasukan yang didapat.
“seperti itulah, tidak jauh berbeda” jawab Kyuhyun acuh.
“kau berbohong” Eunso merengutkan hidungnya
Kyuhyun memberikan sebuah senyuman sebagai jawaban. Lihatlah, namja ini sekali lagi menunjukkan satu sisi yang tidak menunjukkan bahwa dia adalah seorang mafia. Tersenyum begitu manis dan membuat Eunso terpesona karenanya.
“oppa, jangan tambah keahlianmu dengan pandai berbohong” Eunso memutar tubuhnya lalu berjalan masuk kedalam rumah. Pura-pura merajuk, itulah yang sering Eunso lakukan belakangan ini. Sungguh menyenangkan jika ia sudah melakukan hal ini, karena Kyuhyun oppa akan langsung mengejarnya dan membujuknya.
Kyuhyun menahan Eunso dengan sekali lagi melingkarkan lengannya dipinggang Eunso hingga punggungnya menyentuh dada Kyuhyun “kau merajuk sayang?”
Eunso menyembunyikan senyumnya sambil menelengkan kepalanya kesamping agar Kyuhyun tidak bisa melihat wajahnya yang sedang menahan senyum.
“kau tahu, kau begitu menggemaskan ketika merajuk, tapi aku tidak suka tidak melihat wajahmu begitu lama” Kyuhyun menarik dagu Eunso menghadapnya lalu mengerutkan alisnya melihat Eunso tersenyum jahil. “eeyy.. jinjja, kau berpura-pura ya?”
“oppa pikir oppa saja yang bisa menggodaku?” Eunso menjulurkan lidahnya, melepaskan tangan Kyuhyun yang melingkar dipinggangnya lalu berlari menjauhi Kyuhyun yang berteriak memanggil Eunso.
“yaakk.., Song Eunso. berhenti disana” teriakan memperingati itu tidak digubris Eunso, ia terus menjauh dari kejaran Kyuhyun, bukannya merasa takut, Eunso malah tertawa karena berhasil membuat Kyuhyun kesal. “yaakk.., jangan berlari, kau sedang hamil..” peringatan itu baru saja keluar sesaat sebelum Eunso menabrak sofa dan terjatuh berguling diatas sofa hingga terhempas ke atas lantai.
“Eunso-ya..” Kyuhyun berlari menghampiri Eunso cepat, berlutut disebelah Eunso yang berbaring tertelungkup. Getaran tubuh Eunso membuat Kyuhyun menengang takut, apa Eunso terluka?. “sayang.. kau tidak apa-apa?” Kyuhyun menarik Eunso pelan agar berbalik dan menghadap padanya.
Eunso bukan bergetar menangis karena sakit, tapi sedang bergetar karena tertawa hingga tidak bersuara. “jinjja, ini sungguh menghibur, aku jarang sekali tertawa seperti ini seumur hidupku” Eunso menghapus airmata yang keluar dari pelupuk matanya, lalu tiba-tiba berhenti, karena menyadari kebisuan Kyuhyun. Perlahan Eunso menoleh kearah Kyuhyun. Tawanya langsung berhenti melihat ekspresi Kyuhyun saat ini. “oppa.. mianhae..” ujarnya, merasa bersalah pada sesuatu yang ia tidak ketahui kenapa.
Kyuhyun menghembuskan nafasnya cepat-cepat, ia sangat takut melihat Eunso terjatuh, sesuatu yang buruk bisa saja terjadi, saat ini Eunso sedang hamil muda, keguguran bisa terjadi dengan mudah. “jangan berlari seperti itu lagi” geramnya.
Eunso memegang baju bagian depan Kyuhyun. “arraso.. mianhae”
Kyuhyun mengacuhkan permintaan maaf itu dengan memeriksa tubuh Eunso. “kau tidak apa-apa?”.
“euhmm” Eunso mengangguk cepat. “tidak apa-apa, oppa tidak perlu cemas”
“bayinya?” tanyanya lagi, memeriksa persendian kaki Eunso.
“dia juga tidak apa-apa” jawab Eunso, menarik kepala Kyuhyun agar menghadap padanya. “bayinya tidak apa-apa oppa, dia sekuat aku dan dirimu” Eunso memberikan senyum menenangkan diwajahnya agar Kyuhyun tidak perlu merasa cemas lagi, tapi usahanya tidak berhasil dengan baik. Eunso masih bisa melihat kerutan khawatir diwajah suaminya. “oppa.. mianhae, aku tidak akan lari lagi, aku akan menjaga bayi kita dengan baik. Eoh..? jangan khawatir”
Kerutan didahi Kyuhyun berkurang, akhirnya Kyuhyun bisa sedikit merasa lega. “aku membawamu kesini bukan untuk berlari-lari seperti tadi. Jangan pernah berlari, terjatuh atau apapun yang bisa membahayakan dirimu dan bayi kita”
“aku mengerti”
Kyuhyun menarik Eunso kedalam pelukannya sebagai tanda ia sudah merasa tenang. “sekarang istirahatlah sebentar, bersihkan dirimu dan pikirkan kau mau makan apa malam ini, aku akan membuatnya untukmu”
.
Selagi Eunso membersihkan diri Kyuhyun beranjak ke beranda hanya untuk menelpon seseorang, sayangnya ia tetap tidak bisa menghubugi siapapun, tidak ayahnya tidak juga imonya. Kyuhyun mematikan handphonenya lalu mendesahkan nafasnya frustasi. Sejak seminggu yang lalu setelah berita kehamilan Eunso, Kyuhyun berusaha menelpon ayahnya. Dan entah kenapa sambungan teleponnya tidak pernah tersambung.
Kyuhyun sudah memerintah seseorang yang berada di Jerman untuk melihat keberadaan ayahnya. Dan saat ini, ia benar-benar khawatir akan menerima berita buruk. Tidak masalah jika ayahnya memang tidak mau diganggu, tetepi  kenapa ia juga tidak bisa menghubungi imo-nya.
“dimana mereka?” bisiknya lirih. Kyuhyun mengusap wajahnya lelah lalu menoleh kebelakang ke istrinya yang saat ini sedang mengerutkan alisnya membaca halaman internet yang dibukanya ditablet. Kyuhyun mengantongi ponselnya disaku celana lalu memutuskan untuk menemani istrinya saat ini. Haruskah ia menceritakan tentang kekhawatirannya saat ini kepada Eunso?.
“kau mau yang mana aegi-yaa..? Cruncy chocolate pancake atau Beef Lasagna” Eunso sedang memilih dari dua menu yang berbeda didalam menu-menu makanan yang dicarinya diinternet. Sejak tidak lagi mengalami mual-mual dan muntah-muntah nafsu makan gadis itu meningkat pesat, dan Eunso selalu ingin mencoba jenis-jenis makanan yang berbeda, minggu lalu ia meminta kyuhyun memasakkannya masakan Thailand dan dengan sukses lagi Kyuhyun berhasil membuat makanan itu dengan sama lezatnya seperti yang dibuat oleh koki di restoran Thailand.
“baiklah kita putuskan untuk mencoba Pancake-nya. Appa pasti bisa memasaknya untuk kita, Benarkan? Appamu selalu bisa memasak apapun saat ini” Eunso meletakkan tabletnya lalu mengusap perutnya yang masih rata. Kyuhyun yang berdiri diambang pintu tersenyum melihat Eunso tengah berbicara pada si jabang bayi. Dengan semangat Eunso mengatakan padanya mengajak si jabang bayi mengobrol adalah hal yang sangat bagus untuk meningkatkan ikatan ibu dan bayi. Karena itu Eunso juga memaksa Kyuhyun untuk ikut berbicara dengan bayi mereka agar kyuhyun bisa merasakan ikatan yang kuat juga dengan bayi mereka. Meskipun Kyuhyun tahu hal seperti itu seharusnya dilakukan setelah usia kandungan si bayi 5 bulan, Kyuhyun tetap mengikuti keinginan istrinya mengajak si jabang bayi mengobrol.
“apa bayinya ingin makan Pancake?” tanya Kyuhyun tiba-tiba, mengejutkan Eunso yang sedang asik mengusap perutnya.
“aahh.. appamu datang” seru Eunso kepada perutnya. Kyuhyun tertawa sambil menghampiri Eunso yang sedang duduk bersandar disofa empuk.
“sepertinya aku harus mengubah profersiku menjadi seorang chef sekarang juga hanya untuk membuat istri dan anakku terus merasa kenyang” Kyuhyun duduk disamping Eunso dengan tangan memeluk pinggang istrinya itu.
“bagus, buang profesimu sebagai mafia” Eunso menyetujui. Kyuhyun tertawa lagi sambil mengecup pelan pipi Eunso lalu menghembuskan nafasnya. Melihat keresahan dimata Kyuhyun membuat Eunso terdiam, tangannya mengusap pelipis Kyuhyun yang berkerut, meskipun Kyuhyun saat ini tertawa Eunso bisa melihat ada yang tidak beres dari mata Kyuhyun. “ada apa?” tanya Eunso serius.
Kyuhyun menatap lama kedalam mata Eunso, “tidak ada apa-apa” jawab Kyuhyun.
“oppa yakin?”
“aku yakin” jawab Kyuhyun cepat, lalu terdiam sejenak dan menarik nafas panjang. “hanya saja, aku masih tidak suka melihatmu berlari dan terjatuh seperti tadi”
“oppa.. aku kan sudah minta maaf, aku tidak akan mengulanginya lagi, lagi pula aku kan jatuhnya diatas sofa”
“tetap saja, itu membuatku jantungan”
“aaa.. seorang mafia juga bisa jantungan?” Eunso tersenyum menggoda, bermaksud agar kyuhyun tidak terlalu serius memikirkan kecelakaan kecil yang terjadi tadi.
“hanya satu permintaanku padamu manis, kalian berdua harus sehat” ujar Kyuhyun serius, mengingat ibunya yang lemah ketika mengandungnya karena terlalu banyak tekanan saat itu membuat Kyuhyun khawatir akan kesehatan Eunso.
Tahu apa yang saat ini Kyuhyun pikirkan Eunso pun memututskan untuk tidak mendebat Kyuhyun lagi, Eunso tahu seberapa takutnya Kyuhyun akan kondisi Eunso saat ini. Kyuhyun tidak ingin Eunso mengalami kejadian yang sama seperti ibunya. “arraso, aku tidak akan berbuat bodoh lagi, dan aku akan makan yang banyak sampai aku gendut dan kau tidak mau lagi melihatku karena aku tidak cantik lagi” ujar Eunso, menambahkan bumbu-bumbu lelucon dalam kalimatnya.
Kyuhyun tertawa pelan, berbaring disofa dengan  menyandarkan kepalanya dipaha Eunso lalu mengecup pelan perut Eunso. “aku ragu akan hal itu sayang, tapi jika kau penasaran, coba saja” tantang Kyuhyun.
“eeyy.. lalu kau akan mencari istri baru?, jangan harap Cho Kyuhyun. Aku akan membuatmu terikat denganku seumur hidupmu”
Kyuhyun tersenyum menengadah keatas, menatap wajah cantik istrinya itu. “kau tahu, kami yang menyandang nama Cho memiliki kebiasaan untuk mencintai satu yeoja seumur hidupnya” jawab Kyuhyun serius.
Eunso terdiam, matanya tidak lepas dari wajah Kyuhyun yang berada dipangkuannya, ia ingat Hyunjin pernah menyebutkan hal itu di ruang piano saat itu. Apa arti dari kalimat itu? apa baru saja Kyuhyun mengatakan bahwa ia mencintai Eunso?. Sudah lama Eunso mendugabahwa Kyuhyun mencintainya, tapi namja itu tidak pernah sekalipun mengatakan kata ajaib itu padanya.
“oppa..”
“heum..?”
“anniya” Eunso menggelengkan kepalanya lalu tersenyum, tanganya bermain dirambut Kyuhyun, mengusap dan membelai rambut kecoklatan Kyuhyun yang berada dipangkuannya. “kau ingin anak laki-laki atau perempuan?”
Kyuhyun menoleh kearah Eunso sambil tersenyum, “perempuan”.
“nee..?kau ingin perempuan? Bukan laki-laki?”.
“oo.. kenapa memangnya jika aku ingin anak perempuan?” Kyuhyun mengerutkan alisnya bingung.
“biasanya para namja menginginkan anak laki-laki sebagai anak pertama bukan? Agar bisa meneruskan pekerjaan mereka” Eunso teridam. “aah andwe.. perempuan saja, aku tidak mau anakku juga menjadi mafia ” tiba-tiba Eunso mengubah pikirannya tentang memiliki anak laki-laki.
“siapa bilang perempuan tidak bisa meneruskan pekerjaanku?” jawab Kyuhyun.
Eunso melebarkan matanya tidak percaya. “jinjja? Kau ingin membuat anak perempuanmu menjadi seorang mafia? Andwe, aku tidak setuju”
“dia anak pertamaku kan? jadi sudah menjadi kewajibannya untuk meneruskan nama dan pekerjaanku” Kyuhyun menjawab dengan ekspresi santai, terkesan tidak terlalu peduli akan ketidaksukaan Eunso.
“dia juga anakku. Sireo, aku tidak mau anak perempuanku menjadi mafia, dia harus jadi gadis baik-baik yang cantik, anggun dan mempesona semua namja”
“ jika dia gadis yang kuat akan lebih sempurna lagi” tambah Kyuhyun
“andwe.. aku tidak mengizinkan”
“apa hakmu melarangnya?”
“aku ibunya”
“aku ayahnya”
“oppa…?”
“wae..?”
Eunso membuka mulutnya lalu menutupnya lagi. tidak, ia tidak ingin anak perempuannya menjadi seorang mafia, membayangkan putrinya menjadi seorang gadis yang kejam dan tidak punya hati membuat Eunso merinding.
Melihat kerutan didahi Eunso membuat Kyuhyun tersenyum. “begini saja, yang ini biarkan perempuan lalu dia akan menjadi gadis seperti yang kau inginkan, tapi aku tetap ingin dia belajar bertarung agar bisa membela dirinya dari bahaya, bagaimana?”
Eunso berhenti mengerutkan alisnya, baru terpikir olehnya bahwa anaknya nanti adalah anak dari seorang mafia, akan ada banyak bahaya yang mungkin mengancam keselamatanya. “baiklah” jawabnya setuju.
“lalu, anak kedua laki-laki agar bisa meneruskan pekerjaanku” Kyuhyun diam sejenak. “anak ketiga juga laki-laki dan anak keempat perempuan lagi” lanjutnya sambil tersenyum.
Wajah Eunso berubah merah mendengar hal itu. “kau bicara seolah-olah ingin memiliki empat anak”
Kyuhyun menarik kepala Eunso turun agar mendekat padanya lalu mencium Eunso, “memang, kau sanggup melahirkan empat anak untukku kan?” tantang kyuhyun.
“tentu saja aku sanggup, kau meragukan kemampuanku ya?” jawab Eunso, tidak suka karena Kyuhyun menantangnya.
Kyuhyun tertawa renyah, ia bangkit dari tempatnya berbaring dan duduk bersebelahan dengan Eunso, membawa gadis itu kedalam dekapannya.
“tapi kan kita belum tahu bayi ini perempuan atau laki-laki bagaimana jika dia laki-laki?” tiba-tiba Eunso kembali membahas jenis kelamin bayi yang saat ini sama sekali belum terlihat bentuknya itu.
“tidak masalah, perempuan atau laki-laki aku ingin bayi kita sehat”.
“jawaban khas orang tua” bisik Eunso ringan, merasa nyaman karena berada didalam pelukan Kyuhyun.
.
Kyuhyun membuka matanya lebar, menatap wajah Eunso yang saat ini sedang tidur disebelahnya. Selesai makan malam Eunso langsung tertidur disofa ruang tv, Kyuhyun menggendong Eunso dengan mudah dan membawanya kekamar. Selama satu jam ia hanya berbaring menyamping dengan kepala bertopang pada tangannya dan memandangi wajah Eunso.  Perasaan damai dan tentram selalu menghampirinya hanya dnegan memandangi  wajah tidur Eunso, selelah apapun pikirannya karena masalah Kisaragi akan hilang jika ia bisa melihat wajah damai tertidur istrinya. Kyuhyun mengulurkan tangannya dan menyentuh lembut pipi Eunso, Kyuhyun kembali tersenyum melihat pipi itu sedikit membesar.
SREEEKKK..
Suara gemerisik dari luar membuat Kyuhyun menolehkan kepalanya kearah jendela, dengan secara perlahan ia bangung dan beranjak kearah jendela untuk melihat seseorang yang sejak tadi membuntuti mereka. Kyuhyun menyadari hal itu ketika ia keluar dari mobil, seseorang sedang mengawasinya, namun Kyuhyun mengacuhkan hal itu karena sadar bahwa seseorang yang mengawasinya hanyalah seorang pemuda yang tidak akan membahayakan.
Satu jam ia berdiri dibalik tembok mengawasi keluar jendela. Kyuhyun menghitung sampai tujuh orang-orang yang mengitari rumahnya itu. Selagi memasak tadi Kyuhyun bisa merasakan kehadiran adanya orang lain dirumah itu. Bersembunyi diatap rumah. Lalu ia melihat orang ke empat diberanda rumah, dan terakhir ia melihat 3 orang lagi berada dipersembunyian semak-semak pohon.
“Shin Jeyeon, kau pikir bisa melumpuhkanku hanya dengan tujuh orang?” dengus Kyuhyun. “baiklah, selesaikan ini dengan cepat” Kyuhyun hendak berbalik dan mengambil samurainya ketika sebuah benda berkilat menarik perhatianya, sebuah Kunai. Kyuhyun kembali berdiri dibalik jendelanya dan menyipitkan matanya melihat kearah beranda.
Kyuhyun berdiri membeku. Yang dilihatnya bukanlah yang dipikirkannya tadi, bukan beberapa anak buah amatir yang mengunjunginya kali ini, tapi beberapa ninja. “sial” Kyuhyun bergerak cepat menghampiri Eunso. “Eunso-ya.. iroena..”
Eunso yang baru sudah terhanyut kedalam mimpinya terganggu karena panggilan Kyuhyun. Eunso membuka matanya yang masih mengantuk lalu menoleh pada Kyuhyun yang membungkuk diatasnya. “wae oppa?”
“bangunlah sayang..” Kyuhyun menarik pelan lengan atas Eunso.
“kenapa..?” tanya Eunso bingung
“sssttt…” Kyuhyun menempelkan jari telunjuknya pada mulutnya menyuruh Eunso untuk diam. Eunso  akhirnya tetap mengikuti perintah Kyuhyun.
Kyuhyun meraih samurainya dari bawah tempat tidur lalu membawa Eunso pelan keluar dari kamar. Eunso bisa merasakan kuatnya tangan kyuhyun memeluknya, betapa tegangnya wajah Kyuhyun. Samurai yang dipegang oleh Kyuhyun menggatakan jelas padanya bahwa seseuatu sedang terjadi saat ini karena itu Eunso tetap membisu selagi Kyuhyun membimbingnnya keluar dari kamar..
Eunso menelan salivanya pelan, ia mencengkeram kuat baju Kyuhyun berjalan didalam kegelapan malam keluar melalui jalan kecil yang berada disebelah dapur. Kyuhyun membuka pintu lemari besar dan menarik Eunso masuk kedalam lemari tersebut. “diam disini sampai aku kembali arraso?” bisik Kyuhyun.
“lalu oppa?” Eunso balas berbisik.
“aku akan melihat keadaan diluar. Kau pegang ini” Kyuhyun menyerahkan samurainya pada Eunso.
“sireo.. oppa bawa saja” Eunso langsung menolak uluran samurai itu. Ia tidak ingin Kyuhyun kalah jika tidak memegang samurainya.
“dengarkan kata-kataku” ujar Kyuhyun tegas. Eunso menatap Kyuhyun lama sebelum mengulurkan tanganya yang bergetar karena takut mengambil samurai itu. “kau ingat pelajaran memakai pedang kan?” Eunso mengangguk menjawab pertanyaan Kyuhyun. “baiklah, tunggu disini, aku akan segera kembali” Kyuhyun memberikan kecupan ringan sebelum menutup lemari besar itu.
Kyuhyun berbalik dengan tatapan serius menghadapi rumah yang hanya diterangi oleh cahaya dari teras depan. Kyuhyun berjalan kedapur dan mengambil beberapa sumpit lalu berjalan menyusuri tembok. Menangkap sebuah bayangan berjalan memasuki dapur, Kyuhyun mengambil satu sumpit dan melemparkanya hingga menancap tepat dileher pria pertama.
“satu..” desis Kyuhyun. Kyuhyun menunduk dibalik tembok ketika dua ninja berderap masuk. Kyuhyun mengambil dua sumpit sekaligus dan melemparkannya cepat kepada kedua ninja tersebut. Mengenai sasaran dengan tepat sekali lagi kedua ninja itupun terjatuh.
“tinggal empat” bisik Kyuhyun sambil berjalan kearah ninja-ninja tersebut. Kyuhyun mengambil salah satu pedang dari salah satu ninja dan beberapa kunai yang berada dikantung para ninja. Tidak sia-sia Kyuhyun belajar ilmu bela diri ninja juga selama dua tahun terakhir, sadar akan berhadapan dengan para penjahat besar yang berasal dari Jepang, Kyuhyun pun berusaha keras untuk bisa mempelajari ilmu bela diri itu dari seorang guru yang tidak sengaja ia temui dan bersedia mengajarinya dengan Cuma-Cuma.
Drap..drap..drap.. langkah kaki keempat ninja masuk lalu mengelilingi Kyuhyun. Kyuhyun memasang kuda-kuda dengan memegang samurai yang diambilnya tadi bersiap menyambut tantangan para ninja tersebut.
.
Suara dentingan bertemunya benda tajam itu terdengar jelas dari dalam lemari. Eunso memeluk samurai yang diberikan oleh Kyuhyun dengan erat didadanya. Apa yang terjadi? Apa Kyuhyun benar-benar sedang bertarung? Pikiran itu terus berkelebat dipikiran Eunso. Entah sudah berapa lama waktu berlalu, Eunso ingin sekali keluar dari persembunyianya dan melihat sendiri apa yang sedang terjadi, ia ingin memastikan bahwa Kyuhyun baik-baik saja. Tapi, teringat akan perintah Kyuhyun Eunso pun bertahan didalam lemari tersebut.
BRAAAKKK…
Eunso terkesiap kaget ketika pintu lemari terbuka dengan tiba-tiba kemudian bernafas lega melihat Kyuhyunlah yang membuka pintu itu. “kajja..”
“apa yang terjadi?” tanya Eunso, menoleh kearah dapur lalu menarik nafasnya terkejut melihat beberapa namja dengan pakaian hitam dan bertopeng terbaring dilantai dengan bergelimang darah.
“jangan melihat kesana Eunso” Kyuhyun menutup mata Eunso dengan sebelah tanganya. “kajja..” Kyuhyun menarik Eunso didalam pelukanya keluar dari rumah itu.
Dalam perjalanan menuju mobil yang terparkir dihalaman rumah Kyuhyun dikejutkan oleh kehadiran beberapa ninja lagi. “ternyata tidak hanya bertujuh” desis Kyuhyun kesal.
Kyuhyun salah mempertimbangkan instingnya, seharusnya ia tahu bahwa keluarga Shin tidak akan senekat ini. Seharusnya ia langsung membawa Eunso pulang begitu merasakan ada beberapa orang yang mengintainya pagi tadi.
“oppa..” Eunso mencengkeram kuat baju depan Kyuhyun, ngeri melihat banyaknya namja berpakaian serta bertopeng hitam.
“sssttt.. jangan takut, ada aku” bisik Kyuhyun pelan. “jangan pernah lepaskan pelukanmu, arraso?”
Eunso menganggukkan kepalanya, kemudian memejamkan matanya dan memekik pelan ketika tubuhnya dibawa berputar oleh Kyuhyun.
Traang.. suara bertemunya kedua samurai memkakkan telinga Eunso. Tubuhnya terus terseret dan terayun mengikuti gerakan tubuh Kyuhyun yang saat ini sedang berusaha keras melawan para ninja. Sesekali Eunso harus merasakan tekanan tangan Kyuhyun mengencang dipundaknya. Eunso membuka matanya sebelah mengintip namun menutup matanya lagi dengan cepat ketika seseorang berlari kearahnya dengan cepat.
Selagi Eunso menutup matanya dan kyuhyun sibuk melawan serangan samurai-samurai yang terus menyerangnya, seseorang berjalan dengan perlahan dan meraih pergelangan tangan Eunso.
“kyaaaa…” Eunso ditarik secara paksa oleh namja yang memegang pergelangan tanganya. Eunso membuka matanya terkejut, namun dalam hitungan detik ketika wajahnya berhadapan dengan pria bertopeng itu  terhenti karena samurai Kyuhyun menancap tepat didada pria itu. Darah keluar dengan cepat ketika samurai itu ditarik, mengenai wajah Eunso yang masih terperangah kaget. Detik berikutnya Eunso sudah berada didalam pelukan kyuhyun lagi.
Nafas Eunso memburu dengan cepat, ia menoleh keatas kewajah serius Kyuhyun yang berkeringat. Suara dentingan samurai terdengar samar-samar digantikan oleh deru nafasnya yang memburu dan detak jantungnya yang memacu cepat. Ini bukan adegan di drama atau film, kejadian ini benar-benar terjadi didepan matanya. Ia sedang berada dalam pelukan namja yang sedang bertarung, melihat sendiri bagaimana orang-orang itu berusaha keras melukai Kyuhyun dan dirinya. Melihat dengan jelas bagaimana Kyuhyun baru saja menusuk seorang pria didepan wajahnya sendiri.
.
Nafas Kyuhyun terengah lelah, ia menatap satu persatu mayat yang sudah terbaring dilantai. Hampir saja mereka berhasil menarik Eunso darinya. Beruntung baginya masih bisa bertarung dengan sebelah tangan Dengan cepat ia bisa menusukkan samurainya pada satu ninja yang menarik Eunso tadi.
Kyuhyun menoleh kearah Eunso yang bergetar hebat dipelukannya. “Eunso-yaa” Kyuhyun menjatuhkan samurainya, menengadahkan wajah Eunso. Gadis itu membalas tatapanya dengan mata yang melebar ngeri, airmata jatuh membasahi pipi putihnya. Eunso menangis tanpa suara. “sayang.. sudah aman, jangan takut” bisik Kyuhyun dengan alis berkerut. Ia tidak suka melihat ekspresi ngeri diwajah Eunso.
Kyuhyun mengapus noda darah yang mengotori wajah Eunso. “kau aman..”
Eunso masih menatap kosong kearah Kyuhyun, lalu melirikkan matanya ketumpukan mayat yang tergeletak dihamparan pasir putih, namun gerakannya terhenti oleh tangan Kyuhyun yang menarik wajahnya kembali kepada Kyuhyun. “anniya, jangan dilihat, lihat aku saja”
Eunso mengerjapkan matanya beberapa kali, masih dalam keterkejutannya akan  apa yang baru saja terjadi. “ya Tuhan, Eunso-ya kau baik-baik saja kan? katakan sesuatu” Kyuhyun memegang wajah Eunso cemas, ia tidak suka melihat ekspresi kosong diwajah istrinya itu.
“Eunso..” panggil kyuhyun lagi. “katakan sesuatu. Gwencana?”
Eunso menelan salivanya pelan kemudian menganggukkan kepalanya. “aku melihatmu menusuk namja itu” bisiknya serak.
Kyuhyun menyentuhkan dahinya dikepala Eunso. “lupakan semuanya, lupakan.. kau tidak melihat apa-apa”
“ada banyak namja yang terbunuh”
“aku tahu… karena itu pejamkan matamu dan jangan mengingatnya”
“ini mengerikan” Eunso terisak, sadar bahwa baru saja ia mengalami situasi yang memang sangat mengerikan, jika bukan karena Kyuhyun mungkin Eunsolah yang berada diposisi namja-namja tersebut.
“aku tahu sayang.. maafkan aku” ujar Kyuhyun menyesal. Ia tahu, meskipun ia mengajari Eunso cara memakai samurai, Eunso tetaplah hanya gadis biasa yang tidak biasa pada pertarungan sesungguhnya. Tentu saja Eunso akan mengalami shock yang sangat hebat ketika hal ini benar-benar terjadi. Kyuhyun memejamkan matanya merutuki dirinya sendiri karena telah memabawa Eunso kedalam bahaya. Seharusnya ia segera pulang begitu tahu ada yang mengintainya tadi. “mianhae..” bisik Kyuhyun lagi.
Eunso menggelengkan kepalanya berkali-kali, ia sudah tidak sanggup mengatakan apa-apa lagi, yang bisa dilakukanya hanyalah memeluk erat Kyuhyun dan menangis didadanya.
“kita pulang sekarang” Kyuhyun menunduk mengambil samurainya kemudian membawa Eunso masuk kedalam mobilnya dengan cepat ia melajukan mobilnya pulang kerumahnya yang aman.
.
.
Dalam perjalanan pulang dari rumah pantai itu, Kyuhyun menelpon Woobin untuk segera menyusulnya membawa serta anak buahnya, ia ingin merasa aman untuk Eunso. Kyuhyun bisa saja menjaga Eunso sendirian, tapi ia tetap ingin Eunso berada dalam perlindungan beberapa orang lagi.
“Woobin akan menyusul kita” Kyuhyun mematikan ponselnya lalu meletakkannya begitu saja, matanya menatap lurus kedepan untuk beberapa saat hingga akhirnya ia menyadari kebisuan Eunso. Dengan cemas Kyuhyun menoleh kesamping. Ia melepaskan tangan kanannya dari kemudi mobil dan memegang tengkuk Eunso. “sayang, kau baik-baik saja?”
Eunso menggelengkan kepalanya cepat, matanya masih menyorotkan pandangan kosong. Hari ini ia hanya ingin menikmati liburannya bersama Kyuhyun. Dari selama ia mengenal Kyuhyun, baru kali inilah Eunso merasakan betapa besar namja yang berstatuskan suaminya ini peduli padanya atau mungkin mencintainya. Ia baru saja akan memanfaatkan liburan ini dengan mengungkapkan isi hatinya terlebih dahulu kepada Kyuhyun. Selama ini Kyuhyun memang namja yang tegas dan arogan, tapi ia juga bisa merasakan ketulusan dan besarnya kasih sayang dari setiap perlakuan Kyuhyun padanya. Kyuhyun sama saja seperti manusia lainnya, memiliki rasa kasih sayang yang tulus dan bisa memberikannya secara Cuma-Cuma kepada Eunso. Tapi, apa yang baru saja terjadi menyadarkannya, bahwa Kyuhyun memang namja yang sangat kuat dan pantas untuk ditakuti.
“mereka siapa? Apa mau mereka?”
Kyuhyun memijat saraf Eunso yang menegang ditengkuk gadis itu pelan, haruskah ia menjawab dengan jujur?. “mereka ninja” jawab Kyuhyun.
Eunso menarik nafasnya cepat. “yakuza? Mereka menginginkan aku?”
CEEEKIIIIITT… Kyuhyun menghentikan laju mobilnya secara mendadak. Ia menoleh kearah Eunso cepat. “Eunso-ya.. apa yang sedang kau bicarakan?”. Kyuhyun tidak bisa menahan diri untuk tidak bertanya, apa gadis itu sudah tahu tentang siapa dirinya sebenarnya?.
“aku.. aku seharusnya tidak menceritakan hal ini padamu, eomma bilang kau tidak boleh tahu, tapi jika mereka memang mengejarku dan membahayakan dirimu, aku.. aku..” Eunso tergagap dalam kebingungannya. Ia tidak bisa melanggar janjinya pada ibunya, tapi ia juga tidak ingin membawa Kyuhyun kedalam bahaya, yang ia tahu dari penjelasan ibunya, yakuza yang mengejarnya adalah yakuza yang paling ditakuti dari semua kalangan.
Kyuhyun menarik Eunso kedalam pelukannya, ia bisa merasakan keresahan Eunso saat ini. “siapa yang menceritakannya padamu? ibumu?”
“oo.. ceritanya panjang, jadi..” Eunso mengentikan kalimatnya karena Kyuhyun melepaskan pelukannya secara tiba-tiba. Kyuhyun mengambil ponselnya lalu menelpon seseorang.
“oo.. Donghae-ya, kau ingat rencana yang kita buat kemarin?”
“…..”
“mianhae.. kita harus menjalankannya saat ini juga”
“…….”
“bawalah ibumu, Eunso aman bersamaku”
“…….”
Eunso terdiam lama, mendengarkan pembicaraan yang singkat itu. Kyuhyun telah mematikan panggilannya dan sekali lagi menelpon Woobin, menanyakan keberadaan namja itu. dalam waktu singkat itu, Eunso merasa pikirannya menjadi tidak bisa bekerja dengan baik. Kenapa Kyuhyun terdengar sangat mengenal Donghae. Rencana apa yang elah mereka buat? Bagaimana bisa mereka saling mengenal? Apa mereka sudah lama saling mengenal? Kedengarannya mereka sangat akrab.
“kita berangkat sekarang” selesai berbicara dengan Woobin, Kyuhyun memasukkan gigi untuk menjalankan mobilnya.
“kau mengenal Donghae oppa?” pertanyaan itu menghentikan gerakan Kyuhyun. Sejenak Kyuhyun merasa bingung, lalu tersadar akan maksud dari pertanyaan itu. Ia menoleh kearah Eunso yang menatapnya marah. Gadis itu butuh penjelasan. “kalian terdengar akrab”.
“tidak ada waktu untuk menjelaskannya sekarang” Kyuhyun menggerakkan kemudinya melaju namun dengan cepat Eunso menarik tangan Kyuhyun, membuat laju mobil hampir tidak terkendali.
“Song Eunso apa yang kau lakukan?. Kau cari mati haah?” teriakan Kyuhyun terdengar menggelegar ditelinga Eunso, namun Eunso tidak gentar. Ia butuh penjelasan.
“jelaskan padaku apa hubungan kalian, kenapa kalian terdengar seperti sudah lama saling mengenal?. rencana? Rencana apa yang kalian buat? Apa kau tahu tentang asal usulku? Apa kau tahu hubunganku dengan Donghae oppa?”
Tatapan mata Eunso sangat tajam, gadis itu tidak akan berhenti memaksa Kyuhyun menjawabnya sampai ia mendapatkan semua jawaban dari pertanyaanya.
Kyuhyun mengusap wajahnya cepat  lalu mengadap kearah Eunso, menatap langsung kedalam mata Eunso. tidak ada waktu untuk bertengkar, ia akan menjelaskannya secara singkat. “aku dan Donghae sudah berteman sejak kami SMA, benar, aku tahu asal-usulmu dan aku tahu Donghae adalah kakakmu. Kau puas? Sekarang kita pergi”
“kau tahu dia kakakku tapi kau tetap memperkosaku?” Eunso bisa merasakan amarahnya saat ini. Sebenarnya ia sudah melupakan kejadian itu, tapi rasanya lebih menyakitkan sekarang jika mengingat Kyuhyun melakukannya padahal ia tahu Donghae adalah kakaknya.
“benar” jawaban Kyuhyun membuat airmata Eunso jatuh, ia bisa bertahan dengan rasa Shock yang dialaminya barusan, ketika para ninja menyerang mereka, tapi kenyataan ini membuatnya tidak bisa menahan airmatanya.
“kau tega sekali padaku?”
Desisan lirih itu membuat pertahanan Kyuhyun hancur, ia tidak bisa mendengar nada suara yang seperti itu dari Eunso. Kyuhyun memegang bahu Eunso memaksa Eunso yang meronta dari peganganya agar menatapnya. “dengar sayang, aku tahu aku salah saat itu. aku tidak bisa menahan amarah saat aku tahu kau mencintai namja lain, bahkan jika namja itu kakakmu sendiri. aku harus memilikimu, apapun caranya, kau harus jadi milikku”
“dengan cara sekasar itu?”
“aku tahu aku salah, eoh? mianhae..”
“aku membencimu, aku membencimu karena menyembunyikan rahasia itu, karena marah padaku padahal kau tahu kebenarannya. Aku mebencimu”
“sayang…” Kyuhyun menghentikan kalimatnya lalu menoleh kebelakang mobil karena cahaya lampu mobil lain yang menyorot kearah mereka, Kyuhyun melebarkan matanya menyadari mobil itu tidak memelan sedikitpun. Ditarikanya Eunso kedalam pelukannya cepat, sebelum semuanya terlambat.
BRAAAAAKKKKKK…..
Mobil itu menabrak mobil Kyuhyun dan Eunso, membuat laju mobil mereka bergerak tidak beraturan dan terbentur kepepohonan yang berada tidak jauh dari mereka. Kyuhyun menoleh keluar mobil melihat beberapa orang berjas hitam keluar dari mobil yang baru saja menabrak mereka. “sial”.
Kyuhyun melepaskan pelukannya lalu membuka pintu Eunso, dengan gerakan cepat ia membuka seatbelt Eunso dan dirinya lalu mendorong Eunso keluar dari mobil. Dengan langkah cepat ia menarik Eunso berlari kedalam hutan menghindari beberapa tembakan yang dilontarkan oleh orang-orang berjas itu, kemudian membawa Eunso ke dalam semak-semak daun yang terlihat meyakinkan.
Kepala Eunso masih berputar-putar ketika ditarik dan dipaksa berlari oleh Kyuhyun. Kesadarannya kembali pulih ketika mendengar suara tembakan. Kyuhyun berhenti disebuah semak dan mendudukkan Eunso disana. “oppa apa yang terjadi?”
“yang ini orang-orang keluarga shin. kau diam disini dulu”
“tunggu..” Eunso menarik lengan Kyuhyun. “kepalamu berdarah” Eunso mengulurkan tangannya kearah luka yang berada dikepala Kyuhyun. Darah segar mengalir diwajah tampan suaminya, menutupi mata sebelah kanannya.
“aku tidak apa-apa. Tetap disini sampai aku kembali”
.
Kyuhyun keluar dari persembunyian yang ia pilih untuk Eunso lalu berlari kearah pepohonan. Ia memegang pistol yang sempat dikeluarkannya dari dalam mobil sesaat sebelum ia keluar dari mobil bersama Eunso. meskipun sudah sering berlatih tembak, ini baru pertama kalinya Kyuhyun menembak sasaran yang hidup. Selama ini samurai adalah keahliannya, karena berfikir lawannya adalah para yakuza, tapi saat ini ia tidak bisa melawan orang-orang ini dengan samurainya, karena  samurainya tertinggal dimobilnya.
“sial.. Shin Jeyeon, kau benar-benar cari mati dariku” Kyuhyun mengokang pistolnya lalu mulai menembak,  pandanganya sedikit mengabur karena darah yang menutupi matanya, ia hanya bisa bergantung pada cahaya bulan untuk melihat lokasi dari para namja-namja berjas itu. Dengan mata yang tertutup sebelah Kyuhyun membidikkan pistolnya kebeberapa orang dan berhasilkan menjatuhkan sebagian dari mereka.
Baku tembak itu berjalan cukup lama, Kyuhyun sudah mengurangi 5 orang, tetapi itu tidak membuat banyaknya mereka berkurang, karena satu persatu dari mereka terus berdatangan. Kyuhyun sudah hampir kehabisan peluru, ia harus mencari cara untuk mengalahkan mereka, salah satunya cara adalah mengambil samurainya didalam mobil dan menghabisi mereka dari belakang, tapi bagaimana caranya ia kembali kemobilnya ketika mobilnya berada dibelakang orang-orang itu.
“hentikan tembakan” suara seorang namja membuat kegiatan baku tembak itu berhenti. “Nona Shin inginkan tuan Cho dalam keadaan hidup. Kita berpencar mencari istrinya Song Eunso, aku yakin ia menyembunyikan istrinya disuatu tempat”
Kyuhyun menatap tajam dari balik pohon kearah namja yang baru saja berbicara, ia mengenal wajah namja itu, seperti seseorang yang selalu berada dibelakangnya. Salah satu anak buahnya. “penghianat, sekarang aku tahu siapa yang memberitahukan keberadaanku dan Eunso di rumah pantai”
Kyuhyun berjalan mengendap-ngendap diantara semak-semak menghampiri Eunso. Gadis itu masih duduk dalam pose yang sama seperti terakhir kali Kyuhyun meninggalkannya. Wajahnya terlihat tegang tapi gadis itu sudah tidak merasa takut seperti dirumah pantai tadi.
“oppa..” bisik Eunso ketika melihat Kyuhyun menghampirinya.
“aku harus mengambil samuraiku, tapi mereka berada tepat didepan mobil. Kau harus menunggu disini untuk beberapa saat lagi”
Eunso tidak mendengarkan Kyuhyun, tangannya sibuk mengelap wajah Kyuhyun dari darah. Wajahnya mengerut cemas melihat luka yang berada dikepala Kyuhyun, mungkin Kyuhyun membentur kaca mobil ketika berusaha melindunginya tadi, pikirnya.
“sayang kau dengar aku?” bisik Kyuhyun.
“oo.. aku akan menunggumu” jawab Eunso, masih sibuk mengelap wajah Kyuhyun.
Kyuhyun menarik lepas tangan Eunso. “kau tidak takut?”
Eunso menggigit bibirnya yang bergetar, “bagaimana aku bisa takut ketika aku merasa hampir mati karena menghawatirkanmu?”. Airmata kembali jatuh dipipinya, kali ini airmata penuh rasa cemas untuk Kyuhyun. ia melupakan pertengkaran mereka dimobil tadi, melupakan rasa marahnya pada Kyuhyun tadi. Saat ini ia terlalu sibuk mencemaskan Kyuhyun yang bertarung sendirian melawan banyaknya orang-orang itu.
Kyuhyun mengusap wajah Eunso lembut. “aku akan baik-baik saja sayang” Kyuhyun menundukkan kepalanya, mencium Eunso dalam ciuman yang lembut dan menghanyutkan. Disaat seperti ini yang ia butuhkan adalah energi dari Eunso. “tunggu aku disini, aku akan kembali”. Kyuhyun mengecup puncak kepala Eunso lalu berlari sambil mengendap-ngendap kearah mobilnya.
Dengan bantuan pohon-pohon yang berdiri tinggi dan besar disekitarnya Kyuhyun bisa bersembunyi dan berjalan lebih dekat kearah mobilnya. Ia berhenti dibalik pohon tidak jauh dari mobilnya karena seorang namja terlihat berdiri diam menjaga mobilnya. Kyuhyun meraba saku celananya dan tersenyum mendapati sebuah pulpen berada disaku celananya. Memanfaatkan bagian runcing dari pulpen itu Kyuhyun melemparkan pulpen itu kearah namja yang berdiri didekat mobil.
JEPS.. pulpen itu berhasil mengenai titik mematikan yang langsung membuat namja itu terjatuh ketanah. Dengan cepat Kyuhyun berlari menghampiri mobilnya dan mengambil samurainya. Mendapatkan kekuatan karena telah memegang samurainya Kyuhyun berlari dengan perlahan menghampiri para namja yang sudah membuatnya sedikit kewalahan tadi.
Kyuhyun berada dalam bayangan dikegelapan malam, ia berhasil membunuh satu persatu dari namja-namja berjas hitam itu. Disaat namja-namja itu mencari, mereka tidak menyadari keberadaan Kyuhyun yang berada didekat mereka yang langsung menusuk mereka dengan samurainya, tanpa memberikan sedikitpun kesempatan untuk merintih kesakitan ataupun menjerit karena Kyuhyun langsung menusukkan samurainya tepat dibagian jantung.
Kyuhyun membuntuti satu lagi orang, yang ia pikir adalah anak buahnya tadi, Kyuhyun berdiri tepat dihadapan namja yang terkejut itu lalu mengarahkan samurainya kedepan. “kau bekerja untuk siapa?”. Namja itu mengacungkan pistolnya kearah Kyuhyun karena takut, namun kecakapan Kyuhyun menghentikan aksinya. Kyuhyun bukan hanya membuat pistol itu terlepas dari tangannya tetapi membuat pergelangan tanganya terputus karena samurainya yang tajam. Namja itu berteriak kencang karena rasa sakit dan darah terus mengalir dari lengannya yang terputus.
“untuk siapa?” teriak Kyuhyun lagi. namja itu masih terus menjerit kesakitan tidak mendengar sama sekali pertanyaan Kyuhyun. Merasa tidak akan mendapatkan jawaban apapun, Kyuhyun langsung menghunuskan pedangnya kejantung namja itu. “sudahlah, aku tahu kau bekerja untuk siapa”.
Suara deru mobil menarik perhatian Kyuhyun, ia bisa melihat Woobin keluar dari mobil dan langsung berlari kearahnya. Merasa lega karena anak buah kepercayaanya sudah berada bersamanya Kyuhyun pun berjalan pelan kearah semak dimana ia menyembunyikan Eunso.
“sayang kau aman seka…” Kyuhyun terdiam, ia tidak menemukan Eunso ditempat yang ia tinggalkan tadi, gadis itu menghilang. “Eunso-yaa..” Kyuhyun berdiri dan menoleh kesekeliling, memicingkan matanya mencari sosok Eunso.
“Eunso-yaa.. jangan bermain-main” teriaknya. Nafasnya memburu cepat ketika tidak mendengar jawaban apapun dari Eunso, suara ataupun gerakan tubuh Eunso tidak terdengar dimana-mana. Kyuhyun menegang, seketika dadanya terasa sesak, ia kehilangan Eunso. istrinya menghilang.
“ya Tuhan, sayang.. jangan bercanda! keluarlah” bisiknya lirih..
“Kyuhyun-aa..?” Woobin muncul dibelakangnya dengan kening berkerut bingung melihat Kyuhyun yang terlihat sewaktu-waktu bisa terjatuh. Tetapi tidak, Kyuhyun tidak terjatuh ketanah, Kyuhyun berlari kearah manapun yang menurutnya bisa membawanya kearah Eunso.
“EUNSO-YAAA…”
.
“EUNSO-YAAA…”
Airmata terus mengalir dipipi Eunso, mulutnya tertutup oleh kain berwarna putih, tanganya terikat dibelakang dan tubuhnya saat ini dibopong dipundak seseorang yang sangat besar. Sesaat ketika ia bisa melihat kyuhyun berhasil menghampiri mobil mereka, seseorang muncul dari kegelapan dibelakangnya dan membekap mulutnya. Ia berusaha menjerit namun jeritannya tertahan oleh kain putih. Dan dengan cepat pula, para namja itu membawanya jauh dari tempat persembunyiannya.
Sebuah mobil mini van menunggu didekat jalan, Eunso dibawa masuk kedalam mobil dan terus dipegangi  dengan erat, ia sudah lelah meronta, tanganya sudah sakit dan tubuhnya sudah memar karena bergesekan dengan ikatan ditubuhnya. Ia berhenti meronta bukan karena ia pasrah, tapi karena ia tidak ingin menyakiti dirinya dan bayinya. Ia akan mengikuti kemana orang-orang ini membawanya dulu, setelahnya ia bisa berfikir langkah apa yang harus ia ambil setelah ini.
.
Eunso terus membuka matanya menatap keluar jendela, dengan diapit oleh dua laki-laki bertubuh besar didalam mobil, ia tidak bisa berbuat apa-apa lagi, kemana sebenarnya mereka akan membawa Eunso?. Eunso ingat Kyuhyun bilang bahwa para namja berjas itu adalah anak buah keluarga Shin, akan tetapi, firasatnya mengatakan ini lebih membahayakan dari pada keluarga Shin. apa mereka akan membawa Eunso kepada Kisaragi?.
“Tuhan, selamatkan aku dan bayiku” Eunso memejamkan matanya dan berdoa didalam hati.
Mobil berhenti menandakan mereka telah tiba ditempat tujuan mereka, Eunso dipaksa untuk turun dari mobil dan dibawa langsung kedalam sebuah rumah yang telihat mewah. Eunso menoleh kekiri dan kanan berusaha untuk mengenali tempat itu, tapi tetap saja ia tidak tahu diana ia berada saat ini.
Mereka membawa Eunso kesebuah ruangan yang terlihat seperti ruang tamu. Lengannya digenggam erat oleh namja yang membopongnya tadi. Ikatan kain putih yang menyumpal mulurnya ditarik lepas membuat Eunso kembali meronta dan berteriak. “lepaskan aku, kalian manusia tidak tahu diri”
“yaak.., kenapa kau lepas ikatannya?” teriak seorang namja yang berada tidak jauh dari Eunso.
“ini perintah” jawab namja yang memegang erat tangan Eunso.
“kalian berdua tahu? Kyuhyun oppa tidak akan pernah memaafkan kalian, kalian akan mati begitu ia tahu siapa yang membawaku kesini. Lepaskan aku dan bawa aku kembali pada suamiku” entah mendapatkan keberanian darimana Eunso berusaha sebisa mungkin untuk terlihat sangat-sangat mengancam kedua namja itu.
“hahaha.. kau pikir kami takut?”
“kalian tidak lihat bagaimana Kyuhyun oppa mengalahkan teman-teman kalian tadi? Aku yakinkan pada kalian berdua, kalian akan merasakan hal yang sama nantinya”
“yaakk.., wanita ini banyak bicaranya”
“tapi apa yang dia katakan benar”
“jangan terhasut ucapannya”
“aku tidak menghasut, aku berkata yang sebenarnya, sebelum Kyuhyun oppa membunuh kalian berdua, cepat bawa aku kembali pada suamiku” melihat adanya keraguan dari namja yang memegangnya Eunso semakin bersemangat menakut-nakuti namja itu. “yaakk.. lepaskan aku, dan nyawamu akan selamat”
PLAAAAKKKK…
Tamparan keras mendarat dipipi mulus Eunso, warna kemerahan terlihat jelas dan denyut akibat ditampar membuat Eunso membelalakkan matanya terkejut, ia menoleh kedepan dan semakin terkejut melihat siapa yang telah menamparnya. “Shin Jeyeon”
“kalian tidak perlu takut pada omong kosong wanita jalang ini”. Shin Jeyeon menatap tajam Eunso sambil tersenyum meremehkan. “waah..wah.. lihat siapa yang berhasil kudapatkan disini?”
“Kyuhyun oppa tidak akan pernah mengampunimu”
“waaw.. kenapa rasanya aku tidak takut sama sekali ya?” Jeyeon meletakkan sebelah tanganya dipinggang dan menopangkan tubuhnya pada satu kaki, matanya meneliti penampilan Eunso. Jeyeon mengerutkan alisnya tidak suka menyadari sesuatu yang berbeda dari Eunso, Eunso terlihat lebih bersinar dan cantik dari terakhir yang ia lihat, apa karena terlalu bahagia membuat Eunso menjadi semakin mempesona.
“kau akan merasa takut dan memohon ampun karena telah memisahkan kami” desis Eunso, ia yakin, Kyuhyun tidak akan tinggal diam jika tahu Jeyeon lah dalang dibalik semua ini.
“tidak jika kau sudah tidak ada lagi didunia ini” Jeyeon menyunggingkan senyum liciknya. “aku akan menyerahkanmu kepada Hiroki Kisaragi, dan dia akan menyerahkan Kyuhyun padaku, begitulah perjanjiannya, kau jadi milik Kisaragi dan Kyuhyun menjadi milikku” Jeyeon mendekat ada Eunso dan menyentuhkan satu jarinya pada wajah Eunso. “sekali menjadi gundik tetaplah seorang gundik”
BUUUKKKK….
“aaagggrrrhhhh….” suara rintihan terdengar dari mulut berwarna merah milik Jeyeon, ia terkejut karena tiba-tiba merasakan sesuatu yang keras menendang perutnya. Jeyeon terhuyung kebelakang sambil memegang perutnya. Eunso baru saja menendang perut Jeyeon.
“kau seharusnya dimasukkan kerumah sakit jiwa, dasar wanita gila, atau kau seharusnya tidur dan bermimpi saja dan jangan bangun-bangun lagi. wanita sinting, gila, lajang, tidak tahu diri, kampungan, norak, serigala, dan apa lagi yang pantas untukmu..” Eunso melangkah maju mendekati  Jeyeon sambil menendang-nendangkan kakinya yang masih bebas kearah Jeyeon.
Kedua namja yang berada diruangan itu sejenak terpaku dan terkejut dengan apa yang terjadi, mereka berusaha menahan tawa mereka melihat anak majikan mereka terjatuh karena ditendang oleh seorang wanita yang tanganya sedang terikat itu, namun mereka berhasil menutupi tawa mereka dengan menarik Eunso menjauh dari Jeyeon.
Jeyeon melebarkan matanya marah, rasa skit diperutnya masih terasa ketika ia berusaha membalas perlakuan Eunso “sial.. wanita ini cari mati”
“CUKUP…” gerakan Jeyeon terhenti mendengar suara bariton dari belakangnya, ia memutar tubuhnya sambil meringis pelan.
Seorang pria berdarah Jepang bertubuh tinggi memakai jaket kulit berwarna hitam masuk kedalam ruangan itu. “Tuan kami ingin wanita itu hidup-hidup”
Jeyeon mendelikkan matanya pada pria jepang itu. “aku harus membalasnya dulu karena telah menghinaku dengan menendangku”
“aku tidak akan mengizinkanmu. Bawa dia” jelas pria itu adalah pemimpin dari proses penjemputan Eunso saat ini, pria itu memerintahkan beberapa  anak buahnya untuk membawa Eunso, dan dengan cepat Eunso berpindah pada orang-orang Jepang itu. 
Eunso menoleh kebelakang kearah Jeyeon, ia tahu ia akan dibawa kesiapa sekarang, tapi ia tidak akan dengan sukarela dibawa begitu saja. “Jeyeon-ssi.. kumohon, jangan serahkan aku pada mereka”
Jeyeon melihat Eunso dengan perasaan sedikit bersalah, entah kenapa perasaan itu tiba-tiba saja muncul. Jeyeon menggelengkan kepalanya, membuang perasaan itu jauh-jauh. Selangkah lagi ia akan mendapatkan apa yang ia inginkan. “tunggu, kau tidak bisa membawanya begitu saja, kita harus barter, kalian berjanji akan memberikan Kyuhyun padaku sebagai imbalannya”
Pria itu menatap Jeyeon dengan senyum dingin. “nona Shin, apa kau pikir kami akan memenuhi perjanjian itu? sudah lama kami bekerja dengan tidak menepati janji”
“lalu kalian akan pergi begitu saja? tanpa memberikan imbalan padaku?. Jika begitu, Aku tidak akan mengizinkan kalian membawa wanita itu” Jeyeon berlari menghadang pria-pria yang membawa Eunso. “berikan padaku wanita itu”.
Jeyeon hendak merebut Eunso namun gerakan tanganya terhenti dan tiba-tiba saja diputar mengarah keatas. “aaarrggghh.. sakiiiittt” teriaknya keras.
“kau tidak akan mendapatkan apapun, tapi jika kau terus menghalangi kami, hanya kesakitan yang akan kau dapatkan” Pria berjaket hitam itu mendorong Jeyeon hingga wanita itu terjatuh dan membentur tembok.
Melihat majikan mereka diperlakukan dengan kasar kedua namja yang membawa Eunso tadi bereaksi cepat, namun kalah cepat dengan gerakan dari pria berjaket hitam itu, ia menempakkan senjatanya kearah kedua namja itu yang langsung terjatuh dan mati begitu saja. Jeyeon menatap ngeri kedua anak buahnya yang menurutnya adalah orang-orang yang handal dalam membela dirinya.
“jika kau masih menghalangi kami, maka kau akan menyusul mereka berdua nona manis” setelah mengucapkan kalimat yang membuat bulu kuduk Jeyeon merinding, para yakuza itu berjalan dnegan menarik Eunso bersama mereka.
Eunso menoleh kebelakang sekali lagi, melihat Jeyeon yang masih memegang tangannya yang sakit. Tidak ada harapan lagi, Jeyeon tidak akan bisa menolongnya, ia akan dibawa kepada Hiroki Kisaragi. Apa yang harus ia lakukan?. “Kyuhyun oppa.., ottoke?”
.
.
.
TBC….
Tbc ga pada tempatnya lagi? justru kalo Tbc disini kalian jadi makin penasaran kan? hehehehe…, mian.. aku seneng banget ngegodain readers.. hehehe #plaak..
Dua part lagi kayaknya tamat.. dan dinext part, Eunso bakal bertatap muka sama Kisaragi…

Fc Populer:

%d blogger menyukai ini: