Be With You Part 6

1
Be With You Part 6 kyuhyun yadong
Tittle: Be With You (Part 6)
Cast:
Cho Kyuhyun
Song Eunso (OC)
Cho Hyunjin (ayah Kyuhyun)
Kim Seungmi (imo Kyuhyun)
Song Jieun (ibu Eunso)
Shin Daewon
Shin Jeyeon
Lee Donghae
Category: NC-21, Romance, Chapter
Author: Mylittlechick
Pagi yang cerah datang menghampiri rumah besar milik keluarga Cho. Isi dirumah itu terlihat ceria seperti biasanya namun terlihat sedikit lebih sepi karena ketidak hadiranya Hyunjin dan Seungmi. Seungmi berangkat ke Jerman malam harinya setelah Kyuhyun meminta bibinya itu menjaga ayahnya. Paginya, Eunso dan Jieun harus kebingungan mencari-cari yeoja yang sudah seperti nyonya rumah dirumah itu.

Eunso menyambut baik cerita Kyuhyun yang menyatakan bahwa bibinya sudah berangkat menyusul ayahnya. Gadis itu bahkan terdengar lebih dari sekedar senang, ia begitu riang mendengar berita itu.
“aku yakin mereka bisa saling terbuka nantinya. Kau benar-benar hebat oppa”.
Kyuhyun tersenyum mengingat ekspresi riang Eunso saat itu. Matanya menatap lembaran-lembaran kertas laporan yang diserahkan oleh sekretarisnya tetapi pikiranya dipenuhi oleh wajah Eunso. Sepertinya Eunso sudah bisa menerima dirinya dengan begitu baik saat ini. gadis itu tidak pernah membantahnya lagi, bahkan lebih penurut. Ditambah lagi kesepakatan untuk berpura-pura saling mencintai itu terlupakan begitu saja. Sekarang mereka terlihat seperti pasangan mesra seperti yang lainya.
“Bos..” Sekretarisnya menginterupsi lamunan Kyuhyun. Kyuhyun melirik kearah sekretaris yang berdiri dipintu. “ada seseorang yang ingin bertemu”
“siapa..?” Kyuhyun mengerutkan alisnya penasaran.
“dia…”
“ini aku..” seorang gadis menyerobot masuk disebelah sekretaris itu. Kyuhyun menghela nafasnya kesal begitu melihatnya. “wae..? kau tidak senang melihatku?”
“apa maumu Shin Jeyeon?” geram Kyuhyun.
“aku..?, aku hanya merindukan calon suamiku. Memangnya kau tidak merindukanku?” dengan santai Jeyeon masuk kedalam ruang kantor itu. Shin Jeyeon, berangkat dengan dandanan yang ia yakini bisa menarik perhatian semua namja hari ini. Meskipun tujuannya adalah gudang besar disebuah pelabuhan yang berbau amis lautan, tidak memudarkan niat Jeyeon untuk menemui Kyuhyun.
“kau tahu, hal terakhir yang aku inginkan darimu adalah melihatmu menjauh dari hidupku” Kyuhyun berdiri dari balik meja kerjanya dan berjalan memutar menghadap Jeyeon. “atau melihatmu mati”
Jeyeon tersenyum mendengar nada penuh kebencian itu. “ya Tuhan aku tidak tahu jika kau bisa sangat-sangat menggairahkan seperti ini Cho Kyuhyun” Jeyeon mendekat secara perlahan dengan mengulurkan tanganya kedepan menyentuh permukaan dada Kyuhyun.
Kyuhyun diam menatap wajah Jeyeon yang tersenyum menjijikkan kepadanya, wajah gadis itu mendekati wajahnya.
Jeyeon semakin tersenyum ketika bibirnya hampir menyentuh permukaan bibir Kyuhyun, namun tertahan oleh tangan Kyuhyun yang memegang wajahnya lalu mendorongnya.
“apa yang kau inginkan?” tanya Kyuhyun lagi, mendorong jauh Jeyeon dari hadapannya.
“ciih.. merusak kesenanganku saja” Jeyeon berdecak kesal, ia lalu berjalan menelusuri isi ruangan kerja Kyuhyun. “aku lihat, istri manismu itu bermain dibelakangmu”, hati-hati Jeyeon melirik kearah Kyuhyun menunggu reaksi dari namja itu. “kau tahu, bertemu secara diam-diam dengan namja lain” sambungnya.
“jika kau ingin mengatakan omong kosong sebaiknya kau pulang sekarang Shin Jeyeon. Kau tahu, datang ke markas musuh itu merupakan kesalahan besar” ancam Kyuhyun.
“ooh, tenang saja, aku tidak akan membuat keributan. Aku hanya ingin mengadukan perihal istrimu yang menyeleweng”  Jeyeon melipat kedua tanganya didepan dada. “kau pasti tidak tahu itu kan? kasihan sekali kau?”.
Kyuhyun mengeram kesal. “pergi sekarang juga Jeyeon”
Jeyeon tersenyum penuh kemenangan, ia mengambil sesuatu dari dalam tasnya kemudian melemparkan beberapa lembar foto diatas meja. “itu buktinya” senyumnya semakin lebar melihat ekspresi terkejut Kyuhyun ketika menatap sebagian foto yang tergeletak itu. “baiklah, aku pergi sekarang. Annyeong”
Kyuhyun masih menatap satu lembar foto yang tergeletak diatas meja dengan garang. Ia bisa melihat Eunso sedang berbincang dengan seorang namja. Namja yang ia tahu bernama Lee Donghae. Rahangnya mengeras menahan marah. Istri cantiknya, melanggar perintahnya.
.
.
.
Eunso turun dari mobil yang dibuka oleh Woobin, matanya menatap bingung mobil Kyuhyun yang terparkir diarea parkiran rumah. Eunso kemudian tersenyum mengetahui Kyuhyun sudah berada dirumah sore ini, dengan cepat ia berjalan memasuki rumah. Senyumnya semakin merekah ketika melihat suaminya berdiri dibelakang jendela dengan kedua tangan terlipat didadanya.
“oppa.. kau sudah pulang? Bukankah kau bilang kau akan berada dipelabuhan selama dua hari?” Eunso berjalan cepat menghampiri Kyuhyun, namun langkahnya melambat lalu berhenti dipertengahan jalan ketika melihat tatapan membunuh dimata Kyuhyun. “oppa..?”
“bukankah sudah pernah kubilang untuk tidak menemui namja bernama Lee Donghae itu lagi” ujar Kyuhyun langsung pada inti masalah yang membuatnya marah.
Eunso melebarkan matanya terkejut, ia lalu menoleh kebelakang, kearah Woobin yang juga sepertinya terkejut. Eunso mengerutkan alisnya siapa yang memberitahu kYuhyun jika bukan Woobin. “itu tidak seperti apa yang kau pikirkan. Kami hanya berbincang-bincang”
“tidak penting apa yang kalian lakukan, kau sudah melanggar janjimu” desis Kyuhyun marah.
“oppa.., aku tidak bisa menghindari Donghae oppa begitu saja. Dia mencari-cari keberadaanku dan eomma setelah kami pindah kesini. Aku harus membuatnya merasa tenang dan tidak harus mencari-cariku lagi”.
Kyuhyun tetap diam ditempatnya dengan tatapan penuh kemarahan, ia melirik woobin. “kenapa kau tidak bilang padaku bahwa istriku menemui namja lain?”
“maaf Kyuhyun-aa. Tapi kau tidak bertanya” jawab Woobin dengan kehormatan yang tinggi.
“persetan dengan aku yang bertanya, kau seharusnya memberiku informasi apapun tentang kegiatan Eunso” Kyuhyun berteriak marah.
“ini bukan salah Woobin-ssi, aku yang memintanya untuk tidak mengatakannya” Eunso berusaha sebisa mungkin membela Woobin.
Kyuhyun balik menatap Eunso. “kau bermaksud merahasiakannya dariku?, bagus sekali Song Eunso”
“oppa..” Eunso mengerang frustasi. “aku harus, kau sendiri yang bilang akan membunuh Donghae oppa jika kami bertemu lagi, pertemuan itu tidak bisa dihindari dan aku tidak ingin kau benar-benar membunuhnya”
“sekarang aku benar-benar akan membunuhnya”.
Eunso terdiam, matanya perih karena menahan desakan airmata. “kau tidak bisa seperti ini oppa, kau tidak bisa melarangku bertemu dengan siapapun. Aku dan Donghae oppa sudah bersahabat sejak lama, aku tidak mungkin menghindarinya begitu saja. Tidak mungkin melukai perasaanya yang menghawatirkan aku”
“dia tidak perlu menghawatirkanmu lagi karena aku akan membunuhnya” desis Kyuhyun marah. Kyuhyun memutar tubuhnya dan melangkah menjauh dari Eunso.
Eunso menatap punggung Kyuhyun yang menjauh dengan bingung. Bagaimana ini?, apa Kyuhyun benar-benar akan membunuh Donghae?. “oppa..” panggilnya. “jika kau melakukanya, aku akan membencimu seumur hidupku” teriaknya.
Kyuhyun menghentikan langkahnya lalu berbalik menatap Eunso nanar. “jangan memancingku Song Eunso”.
“oppa.. jebal, jangan lakukan itu. aku mohon”
Ucapan permohonan Eunso membuat Kyuhyun semakin memanas. “kau masih mencintai namja itu?”  tanyanya garang.
Eunso menatap takut-takut Kyuhyun. “apa jika kukatakan tidak, kau tidak akan membunuhnya?” jawab Eunso hati-hati.
Mendengar jawaban  ambigu itu membuat Kyuhyun semakin marah. Eunso terdiam dengan kedua tangan terkepal didepan dadanya menunggu luapan emosi dari Kyuhyun. Tapi tidak, Kyuhyun tidak meluapkan kemarahanya lagi kepada Eunso. Namja itu memutar tubuhnya dan berjalan cepat meninggalkan Eunso.
“oppa..?” panggil Eunso lirih.
.
.
.
Langkah kaki Kyuhyun terdengar berderap memasuki gedung apartemen disalah satu kota Seol, ekspresinya sama sekali tidak terbaca begitu dingin dan datar. Ia berhenti disalah satu pintu yang bernomor 2020 lalu menekan bel yang terletak disisi kanan sebelah pintu. Terdengar suara namja yang menyahut dari balik pintu, tidak harus menunggu lama pintu itupun terbuka menampilkan sosok seorang namja dengan wajah yang sudah ia hapal.
Kyuhyun mengepalakan tangannya begitu melihat ekspresi terkejut namja itu. “Cho Kyuhyun” namja itu menaikkan alisnya terkejut.
“Lee Donghae” balas kyuhyun dengan tatapan nanar.
“aku bertanya-tanya.. kapan tepatnya kau ak….” suara namja itu terhenti ketika kerah bajunya ditarik kedepan oleh kepalan tangan Kyuhyun.
“aku benar-benar akan membunuhmu” desis Kyuhyun.
“jinjja..?” tidak bergeming Donghae pun balas menarik kerah baju Kyuhyun. “aku yang seharusnya membunuhmu, menghilang selama 2 tahun dan sekarang datang dengan menikahi gadisku”
“dia milikku” geram kyuhyun.
“sejak kapan dia menjadi milikmu?. Selama ini aku yang menjaganya, menjamin keselamatanya dan membuatnya nyaman.” tidak kalah geram Donghae menarik Kyuhyun mendekat, wajah mereka berada sangat dekat dengan napas yang sama-sama memburu karena marah.
“Sialan, aku benar-benar akan membunuhmu” nafas Kyuhyun memburu dengan cepat, ia tidak bisa menahan amarahnya lagi, tidak peduli bahwa namja yang sedang berada dihadapanya ini adalah sahabatnya sendiri.
“lakukanlah sebelum aku yang membunuhmu terlebih dahulu” Donghae mencengkeram kuat kerah baju Kyuhyun. ia sudah sangat marah pada Kyuhyun. Bukan hanya karena Kyuhyun tidak memberitahukan kepulanganya setelah menghilang, juga karena Kyuhyun menikahi Eunso.
Kyuhyun melepaskan cengkraman tanganya dikerah Donghae dengan mendorong namja itu kebelakang, membuat  Donghae  terpaksa harus melepaskan cengkramannya juga. Donghae mundur lebih kedalam agar Kyuhyun bisa masuk kedalam apartemennya kemudian dengan cepat ia menutup pintu apartemennya.
“setelah lulus kuliah kau menghilang, dan sekarang kembali dengan berita mengejutkanku. Untuk apa kau menikahi Eunso?. Aku menceritakan rahasia besar ini padamu hanya agar kau menjauh dari Eunso, tapi kau malah menikahinya. Apa tujuanmu sebenarnya Kyuhyun-aa?” dengan tangan berada dipinggang, Donghae berjalan mendekati Kyuhyun yang berada ditengah-tengah ruang tamu.
“aku hanya ingin memastikan dia aman berada dibawah perlindunganku” jawab Kyuhyun santai.
“persetan dengan kau mampu menjaganya. Ini bukan masalah kecil seperti kau melanggar perjanjian pernikahan dengan keluarga Shin. Ini masalah karena siapa yang kau nikahi”
“tidak ada yang perlu tahu siapa Eunso. Hanya kita berdua yang tahu siapa dia sebenarnya”
“yaakk.. Cho Kyuhyun, kenapa kau begitu naif?. Kau pikir mereka tidak akan mencari tahu asal usul istrimu?. Dengan cepat mereka akan menemukan siapa sebenarnya Eunso. Dengan cepat Hiroki Kisaragi bisa membunuh Eunso” teriak Donghae marah.
“sial, Donghae-ya.. karena itu aku menikahinya. Aku akan menjaganya, melindunginya” Kyuhyun balas meneriaki Donghae, ia lalu berjalan mondar-mandir sambil mengusap wajahnya. “selama dua tahun ini aku menelusup masuk kedalam markas Kisaragi. Mereka terus melacak kalian. Mereka hampir menemukanya, aku tidak sanggup melihatnya jauh dariku. Aku akan bisa memastikan keselamatanya dengan dia berada disisiku”
Donghae menghembuskan nafasnya frustasi. Ia tahu jika Kyuhyun sudah mengambil keputusan tidak bisa dibantah lagi. Ia juga tahu bagaimana teguhnya perjuangan Kyuhyun untuk berubah menjadi kuat hanya untuk memastikan keselamatan Eunso. Benar, Donghaelah saksi bagaimana kerasnya Kyuhyun berusaha untuk menjadi lebih kuat dari siapapun. Ia tidak bisa untuk berpura-pura tidak mengetahui bahwa Kyuhyun sangat mencintai Eunso.
10 tahun yang lalu setelah Kyuhyun menceritakan pada Donghae bahwa ia menyukai seorang gadis bernama Song Eunso, Donghae dilanda kebimbangan yang amat besar. Ia tidak bisa membiarkan Kyuhyun mendekati Eunso, karena Kyuhyun adalah seseorang yang menyandang nama besar dalam dunia mafia maka identitas Eunsopun akan terungkap jika berdekatan denganya. Karena itulah Donghae memutuskan untuk memberitahukan rahasia besar yang ia jaga sesuai amanat dari ayahnya.
Donghae tidak menyangka ketakutanya benar-benar akan terjadi. Donghae hanya bisa pasrah ini semua sudah terjadi, satu-satunya jalan sekarang adalah sebisa mungkin menjauhkan Eunso dari bahaya. “sudahlah, sekarang aku hanya bisa berharap kau benar-benar bisa menjaganya”
“aku akan menjaganya” jawab Kyuhyun cepat.
“termasuk dari wanita menjijikkan itu. Shin Jeyeon. Aku yakin dia akan melakukan hal-hal licik” Donghae mengingatkan.
“jangan menghawatirkan wanita itu, yang ia tahu hanyalah bersikap arogan manja dan berpesta pora”
Donghae menaikkan bahunya, tahu bahwa apa yang dikatakan Kyuhyun memang benar. Jeyeon bukanlah masalah besar. Yang harus mereka khawatirkan adalah Hiroki Kisaragi. “bagaimana kabar mereka?” tanya Donhae datar, sejak Kyuhyun membawa diam-diam Jieun dan Eunso Donghae tidak punya kesempatan untuk bertemu dengan kedua wanita itu
“mereka baik-baik saja”
“kau membuatku mati ketakutan karena tidak menemukan mereka dimana-mana. Aku juga tidak bisa menghubungi mereka. Kenapa kau tidak memberitahuku terlebih dahulu?”
“jika kuberitahu apa kau akan mengizinkan aku membawa mereka?”
“tentu saja tidak. Sialan kau”
“kalau begitu tidak perlu kujawab lagi” Kyuhyun melirik Donghae hati-hati. “sebaiknya kita mengatakan kepada Eunso kebenarannya”
Donghae menaikkan sebelah alisnya sambil berjalan ke lemari es dan mengeluarkan sekaleng bir menyerahkanya kepada kyuhyun lalu mengambil sekaleng lagi untuk dirinya sendiri. “dengar Kyuhyun-aa.. kau tidak punya hak untuk mengambil keputusan itu”
Kyuhyun mengambil uluran bir itu lalu meletakkanya diatas meja, tidak ingin meminum bir saat ini. “karena adikmu itu mencintaimu”
Tangan Donghae berhenti dari kegiatanya membuka penutup kaleng bir itu matanya melirik kearah Kyuhyun dengan kedua alis bertautan. “aaa.., kau cemburu padaku?”
Kyuhyun menaikkan bahunya. “dia tidak akan mencintaimu jika tahu kau adalah kakak kandungnya”
“Eunso bilang padaku dia mencintaimu karena itu dia menikah denganmu” ujar Donghae, teringat akan perkataan Eunso ketika gadis itu mengatakan dia sudah menikah dengan Kyuhyun.
Kyuhyun diam membisu ingin sekali rasanya ia mengatakan bahwa itu hanyalah akting, kesepakatan pura-pura saling mencintai masih dilakoni oleh Eunso.
“hanya ada satu hal yang membuatku bingung, kalimat Eunso yang mengatakan aku akan dalam masalah besar jika kau tahu dia menemuiku. Apa maksudnya itu?” tanya Donghae penasaran.
“aku bilang padanya aku akan membunuhmu jika dia menemuimu lagi” jawab kyuhyun santai.
“dasar iblis” dengus Donghae.
“sudahlah, aku tidak boleh terlihat begitu lama berdua denganmu kan?”
“oo.. jaga mereka untukku disaat aku melacak keberadaan appa”
“arraso..”
.
.
.
“Eunso-yaa.. minumlah ini” Jieun mengulurkan mug yang berisikan cokelat panas kepada Eunso, setelah ditinggal oleh Kyuhyun kemarin, Eunso terlihat sedih dan merenung. Kyuhyun tidak pulang kerumah setelah pertengkaran hebat itu. Tidak ada yang tidak tahu apa isi dari pertengkaran itu termasuk Jieun.
“gomawo eomma” Eunso mengambil uluran mug itu, lalu menggenggam mug itu dengan kedua tangannya.
“sebenarnya apa yang terjadi?” tanya Jieun hati-hati.
Eunso menggelengkan kepalanya, tidak ingin membahas masalah ini lagi.
“sebenarnya siapa yang kau cintai?” tanya Jieun lagi, tidak menyerah untuk membuat putrinya jadi lebih terbuka padanya. “diawal pernikahan ini kau mengatakan padaku bahwa kau mencintai Kyuhyun bukan Donghae”
“eomma.. eomma tahu kan ceritaku tentang seorang namja yang terluka di gudang didekat rumah kita yang dulu?”
“oo.. kau bilang namja itu Donghae kan?” jawab ibunya
“namja itu bukan Donghae” ujar Eunso. Jieun menaikkan alisnya bingung “tapi Kyuhyun oppa”
“nee..?. Kyuhyun?”
“oo.. selama ini, orang yang menjadi cinta pertamaku itu Kyuhyun oppa bukan Donghae oppa”
Jieun menghembuskan nafasnya pasrah, ia menatap putrinya dengan iba. Awalnya ia khawatir karena Eunso mencintai Donghae yang memang adalah kakak kandungnya sendiri, tapi sekarang mengetahui Eunso mencintai Kyuhyun lebih membuatnya khawatir. Sejak beberapa hari yang lalu ia mengalami mimpi buruk yang membuatnya resah. Tidak, bukan mimpi buruk, lebih tepatnya memori yang sudah lama tidak mendatanginya, apakah itu petanda sesuatu yang buruk akan segera terjadi?. Jieun merasa kejadian yang dialaminya akan menghampiri putrinya cepat atau lambat.
“Eunso-yaa..” panggil Jieun ragu-ragu. Eunso melirik kearah ibunya bingung mendengar suara yang sedikit bergetar itu. “ada sesuatu yang harus kau ketahui”
Eunso mengerutkan alisnya. “mouya?.”
Jieun menarik nafas panjang sambil menatap putrinya lekat-lekat, diraihnya tangan Eunso yang memegang mug, lalu meletakkan mug itu diatas meja. “dengarkan eomma.. eomma melakukan ini hanya karena eomma menyayangimu dan karena perintah dari appamu”
Kedua alis Eunso menyatu karena semakin bingung ibunya menyebut ayahnya. “apa maksud eomma?”
“Eomma.. sebenarnya eomma dulu bukan pelacur” ujar Jieun hati-hati.
“nee?”
“Eomma dulu hanyalah seorang gadis yang hidup dengan orangtua yang sangat kejam, ibuku tidak ingin menganggapku ada lalu ia meninggalkan aku yang masih bayi bersama dengan suaminya yang mabuk-mabukan dan suka berjudi.  Karena banyaknya hutang yang dibuat oleh ayahku, ayahku memutuskan untuk menjualku pada rentenir agar hutangnya terbayar lunas” Jieun memejamkan matanya ketika sekelebat memori itu masuk kedalam kepalanya.
“eomma pikir eomma akan berakhir menjadi seorang pelacur tapi tidak. Ternyata mereka bukan hanya rentenir  mereka adalah Yakuza”
“Yakuza?” potong Eunso.
Jieun menganggukkan kepalanya. “eomma diberikan sebagai hadiah kepada seorang laki-laki yang sudah sangat berjasa kepada kepala yakuza itu. Saat itu eomma benar-benar takut, eomma tahu para yakuza lebih kejam dari penjahat paling keji sekalipun. Tapi tidak untuknya, dia adalah namja yang paling lembut dan penuh kasih yang pernah eomma temui”
“dia ayahku?” Eunso melebarkan matanya.
“oo.. eomma sangat mencintai ayahmu. Eomma akan melakukan apapun untuknya. Sampai suatu hari eomma tahu siapa sebenarnya ayahmu.”
Eunso menahan nafasnya takut mendengar kelanjutan cerita itu. “siapa?”
“ayahmu adalah pembunuh bayaran yang bertugas untuk membunuh pemimpin yakuza itu, tapi sayangnya pria itu terlalu kuat untuk dibunuh. Malam itu bukan tanpa hasil, tidak berhasil membunuh pria itu, ayahmu malah tidak sengaja membunuh satu-satunya anak laki-laki yang dimiliki oleh pemimpin yakuza itu. pria itu sangat murka kepada ayahmu, dia menyuruh siapapun dan membayar siapapun untuk kepala ayahmu.”
“apa yang terjadi padanya? Apa mereka membunuhnya?”
Jieun menggelengkan kepalanya. “eomma tidak tahu keberadaanya lagi sampai lima tahun yang lalu”
“kalian masih berhubungan? Eomma… lalu kenapa kau bilang padaku bahwa aku adalah anak haram? Aku bahkan berfikir ayahku adalah pria yang kejam karena menginggalkanmu. Selama ini aku pikir aku benar-benar anak haram” semburat kemarahan keluar begitu saja. Eunso menatap ibunya dengan garang.
“ini demi kebaikan kita, itu kenapa eomma mati-matian bertahan bekerja di club malam.  Mereka tidak akan mencari kita disana. Mereka tidak akan berfikir eomma akan bekerja disana, itu yang appamu katakan pada eomma. Eunso-ya.. mianhae, eomma tahu bagaimana perasaanmu tapi ini demi kebaikanmu” Jieun menggenggam erat tangan Eunso, airmatanya jatuh membasahi pipinya karena merasa bersalah. Selama ini ia sudah merasa sangat bersalah karena harus berbohong kepada Eunso, ditambah lagi ia juga tidka sanggup melihat putrinya selalu dicemooh oleh teman-temannya ataupun oleh para tetangga.
Eunso menatap nanar jemarinya yang digenggam oleh Jieun. “ceritakan semuanya padaku eomma, semua yang tidak kuketahui”
Jieun menarik nafas kemudian menghembuskannya kasar, sudah tidak bisa merahasiakan apapun lagi dari Eunso saat ini. Eunso memang sudah harus tahu tentang semuanya. “baiklah.. kau harus tahu sayang bahwa kau adalah gadis yang berdarah setengah Jepang”
“nee..?”
“nama eomma yang sebenarnya adalah Takagi Mariko. Appamu bernama Lee Taewa,  adalah pembunuh bayaran dari Korea yang menyamar menjadi seorang yakuza. Malam itu, setelah kejadian pembunuhan itu appamu membawa kabur kita semua. Selama 5 tahun dalam masa persembunyian banyak kejadian yang membuat appamu memutuskan untuk mengakhiri pelarian itu dengan menuntaskan tugasnya untuk membunuh Hiroki Kisaragi. Dan akhirnya appamu meninggalkan eomma yang sedang mengandungmu disini lalu membawa serta kakakmu bersamanya”
“tunggu..” potong Eunso. “aku punya seorang kakak?”
“oo..” Jieun menundukkan kepalanya sedih. “seorang kakak laki-laki”
“dimana dia sekarang? Apa masih bersama appa? Apa eomma tidak pernah bertemu dengannya lagi? sekalipun?”
Jieun menggelengkan kepalanya. “10 tahun yang lalu eomma bertemu dengan kakakmu, anniya.. sebenarnya kakakmulah yang berhasil menemukan kita, dari dialah eomma tahu bahwa ayahmu masih hidup. Kau juga sering bertemu dnegannya”
“siapa..?” Eunso terdiam. “tidak mungkin”.
Jieun menatap putrinya lama. “kau mengenal kakakmu dengan nama Lee Donghae”
Eunso menarik lepas tanganya dari genggaman Jieun. Darah mendidih didadanya, bagaimana mungkin rahasia sebesar ini disembunyikan darinya. Pertama ia tahu bahwa dirinya ternyata bukanlah anak haram, dari cerita ibunya Eunso tahu kedua orang tuanya saling mencintai. Dan setelahnya ia tahu bahwa namja yang selalu berada didekatnya, menjaganya yang dianggapnya sebagai cinta pertamanya adalah kakak kandungnya sendiri.
“Eunso-yaa..” panggil Jieun ketika Eunso berdiri dari sofa ruang tamu itu.
“aku butuh waktu untuk menerima ini semua eomma” ujar Eunso sambil berlalu meninggalkan ibunya yang berusaha sebisa mungkin menahan airmata yang hendak jatuh lagi kepipinya.
“mianhae..” bisik Jieun sedih. Ia tahu apa yang dirasakan oleh Eunso saat ini, kecewa karena telah dibohongi. Namun Jieun tidak menyesal telah menceritakan rahasia besar ini pada Eunso. Cepat atau lambat Eunso memang harus tahu. Sesuai janji suaminya, setelah ia berhasil membunuh Hiroki Kisaragi mereka akan kembali berkumpul menjadi satu keluarga.
Airmata berhasil jatuh dipipinya, ini sudah lebih dari 20 tahun dan selama 5 tahun terakhir ini Taewa menghilang. Bahkan Donghae tidak tahu dimana keberadaan appanya. Banyak kemungkinan yang terjadi padanya, namun Jieun tidak berani mengambil kesimpulan terburuk dari kemugkinan-kemungkinan itu. ia hanya bisa berharap. Seseorang bisa membunuh Hiroki Kisaragi agar ia bisa kembali pada suaminya lagi, agar mereka bisa berkumpul lagi bersama-sama.
.
.
.
.
Eunso terbangun dipertengahan malam dengan melirik ke sisi tempat tidur yang kosong. Kyuhyun tidak pulang lagi, atau Kyuhyun pulang tapi tidak tidur bersamanya?. Banyak yang ingin ia katakan kepada suaminya itu, tentang rahasia siapa sebenarnya dirinya. Rahasia bahwa Donghae adalah kakak kandungnya sendiri agar Kyuhyun tidak perlu marah terlalu lama lagi padanya. Sungguh, Eunso sangat-sangat membutuhkan kyuhyun saat ini. Ia ingin berbagi kesedihanya karena telah dibohongi selama ini oleh ibunya. Kenyataan bahwa ayahnya adalah seorang pembunuh bayaran.
Eunso harus menelan kekecewaanya sendiri ketika hari sudah menjelang pagi dan Kyuhyun sama sekali tidak terlihat dimanapun disisi rumah itu. Eunso berjalan dengan pelan-pelan menghampiri ibunya yang sedang membantu pelayan merapikan meja makan. Setelah menangis semalaman karena kenyataan bahwa selama ini dirinya menjalani hidup dengan dobohongi, Eunso sadar bahwa ibunya benar. Mungkin itu semua yang terbaik untukknya. Dan eunso tahu, yang paling menderita dari ini semua pastilah ibunya. Berpura-pura menjadi mantan seorang pelacur tidaklah mudah, eomma harus berkorban karena selalu dicemooh dan diperlakukan tidak senonoh.
GREEPP… “Eomma” Eunso memeluk pinggang ibunya dari belakang.
Jieun terdiam dengan tangan memegang piring, ia memutar tubuhnya dan berhadapan dengan wajah putrinya. “Eunso-ya.. kau tidak marah lagi?”
Eunso menggelengkan kepalanya sambil tersenyum. “gwencana eomma.. Aku mengerti alasan kenapa eomma melakukannya”.
Jieun harus menahan airmata terharunya mendengar kebesaran hati Eunso. Putrinya selalu bisa membuatnya terkejut. “kajja, kita sarapan” Jieun melepaskan pelukanya dan menarik Eunso untuk duduk dibangku yang sering didudukinya.
“dimana Kyuhyun oppa?” tanya Eunso kepada pelayan yang sedang berjalan membawa sepiring ayam goreng.
“oo.. tuan muda berada diruang kerjanya sejak malam tadi”
“oo jinjja?” Eunso berdiri dengan semangat mendengar hal itu, membuat kepalanya seidkiti berkunang-kunang karena berdiri secara mendadak. Eunso memegang tepian meja dengan sebelah tangan mengusap pelipisnya.
“gwencana? Eunso-ya?” tanya Jieun cemas.
“anniya, gwencana. Hanya sedikit pusing” Eunso menggelengkan kepalanya sedikit sebelum akhirnya berjalan menuju ruang kerja yang biasa digunakan oleh Kyuhyun akhir-akhir ini.
Eunso menghentikan langkahnya ketika melihat Woobin sedang berdiri didepan pintu ruang kerja itu. alisnya tertaut bingung mendekati namja itu. “apa Kyuhyun oppa didalam?”
“nee..”
Eunso tersenyum senang mendekati pintu namun dihadang oleh Woobin. “Woobin-ssi?”
“Kyuhyun sedang tidak ingin diganggu” jawab Woobin
Eunso mengerutkan alisnya bingung. “tidak ingin diganggu? Bahkan dariku?”
“katanya siapapun” jawab Woobin lagi.
“apa dia masih marah padaku?”
“aku tidak tahu Eunso-ssi”
“katakan padanya aku ingin bertemu” rengek Eunso.
Woobin menggelengkan kepalanya menyesal. “ini perintah”
“katakan dulu padanya aku ingin bertemu, kumohon” Eunso mengusap tanganya didepan wajah seperti memohon kepada Woobin.
Woobin mengembuskan nafasnya kemudian membukan pintu. “tunggu disini”.
Eunso tersenyum lega karena Woobin mau membantunya bertemu dengan Kyuhyun namun senyumnya langsung runtuh ketika Woobin keluar sambil menggelengkan kepalanya.
Eunso harus menahan kekecewaanya lagi, ia berjalan dengan sedih keruang makan dimana ibunya masih menunggunya dengan setia.
“waeyo? Kyuhyun tidak ingin makan?”
Eunso menggelengkan kepalanya. “dia masih marah padaku, dia tidak ingin menemuiku, padahal aku ingin mengatakan padanya bahwa Donghae adalah kakak kandungku”
“anniya..” potong Jieun. “jangan beritahu siapapun tentang itu Eunso-yaa”
“waeyo?”
“ini rahasia kita, akan ada masalah jika ada yang tahu”
“tapi.. ini kyuhyun oppa, tidak akan ada masalah jika kuberi tahu dia”
“tidak siapapun. Bahkan itu Kyuhyun, terlalu bahaya” Jieun meremas lengan Eunso, memberikan penekanan pada setiap katanya.
Eunso bisa melihat keseriusan dari wajah Jieun, ia pun mengerti lalu menganggukkan kepalanya. Mungkin ia harus mencari jalan lain agar bisa berbaikan dengan Kyuhyun.
.
.
.
“sudah seminggu Kyuhyun oppa menghindariku” Eunso mengutarakan keresahanya kepada ibunya ketika mereka sedang menyantap makan malam mereka.
“mungkin Kyuhyun sedang sibuk” jawab Jieun
“tidak, kemarin kyuhyun oppa sedang santai di perpustakaan, aku tahu itu. Dia sengaja menghindariku” protes Eunso kesal. Mungkin kemarin Eunso memang merasa bersalah kepada Kyuhyun dan berfikir bahwa ia memang layak untuk itu, tapi diamnya Kyuhyun membuatnya kesal dan marah. Kenapa Kyuhyun harus mendiaminya selama ini? sebegitu marahnya kah?.
“sudahlah Eunso-ya, makan saja dulu. Ini eomma buatkan sup kepiting untukmu” Jieun menyerahkan mangkuk berisi sup kepada Eunso.
Eunso mengerutkan alisnya, masih kesal sambil menyendokkan kuah sup itu. tanganya berhenti diudara ketika dirasanya sesuatu tiba-tiba bergejolak didalam perutnya. Eunso meletakkan lagi cepat sendok itu dan menutup mulutnya.
“Wae..?” tanya Jieun bingung
“anniya.. bau supnya membuatku mual” Eunso menepuk-nepuk dadanya pelan bermaksud meredakan rasa penuh diperutnya. Namun sepertinya perutnya sedang bermasalah karena sekali lagi Eunso merasakan desakan yang memaksanya untuk mengeluarkan sesuatu dari perutnya. Eunso berdiri lalu berlari kekamar mandi dengan cepat sebelum semuanya keluar diatas meja makan.
Jieun yang ditinggalkan menatap kepergian putrinya dengan alis terangkat keatas. “jangan-jangan”.
.
Eunso tahu kondisi tubuhnya sedang tidak fit dua hari belakangan ini, ia selalu merasa mual dipagi hari dan berakhir dengan memuntahkan sarapan paginya setelah ia menyantap sesuatu. Tapi, sakit yang menyerangnya malam ini membuatnya harus berbaring ditempat tidur selama seharian. Ia bukan hanya merasa mual tapi juga tubuh yang lemas dan kepala yang selalu berputar-putar.
“Eunso-yaa.. minum ini” Jieun mengguncang tubuh Eunso, membangunkan gadis itu dari tidurnya.
Eunso menggelengkan kepalanya mendengar suara ibunya. Ia tahu apapun yang ia minum saat ini pasti akan keluar lagi.
“ayolah, ini membantu meredakan mualmu”
Mau tidak mau Eunso menuruti perintah ibunya, ia duduk dan mengambil cangkir yang diberikan oleh ibunya. Ibunya membuat teh hangat yang dicampur dengan daun mint, membuat tenggorokan sekaligus perut yang bergejolak kembali hangat dan tenang. Eunso menghembuskan nafasnya lega, merasa lebih baik. “gomawo eomma. ”
Jieun mengambil cangkir teh dari tangan Eunso lalu duduk ditepi tempat tidur. “kau harus kedokter”
“oo..” Eunso menyandarkan punggungnya dikepala tempat tidur dengan mata terpejam.
“mungkin kau sedang hamil” Eunso membuka matanya terkejut lalu bertatapan dnegan ibunya. “gejalanya sama persis dengan yang eomma alami saat hamil Donghae dan kau. Kapan terakhir kau datang bulan?”
Eunso menarik tubuhnya kedepan dengan tatapan terpana menatap ibunya. Jika ibunya benar, berarti saat ini didalam perutnya sedang tumbuh anaknya dan Kyuhyun?. Eunso menghitung dengan perlahan siklus bulanannya, ia ingin dengan segera mengetahui apakah ia benar-benar hamil atau tidak.
“aku terlambat 2 minggu” ujarnya pelan.
Jieun tersenyum. “kau tidak pernah terlambat datang bulan bukan?”
“oo..” Eunso menatap kosong kedepan kemudian tersenyum. Mungkin ini salah satu alasan untuknya agar bisa berbicara dengan Kyuhyun. “aku harus memberitahukan berita ini pada Kyuhyun oppa” Eunso menyibak selimut lalu menurunkan kakinya ditepi ranjang, dengan cepat ia berjalan keluar kamar diikuti oleh ibunya.
Beruntung bagi Eunso ketika ia keluar dari kamarnya ia melihat kyuhyun baru saja keluar dari ruang rapat bersama beberapa anak buahnya. Dengan cepat Eunso berlari mengejar Kyuhyun. menghiraukan teriakan khawatir ibunya begitu saja. Saat ini tujuannya hanya satu, menemui Kyuhyun selagi ia bisa melihatnya.
“oppa..” Kyuhyun menoleh kearah Eunso sekilas tanpa menghentikan langkahnya sama sekali. “oppa..” sekali lagi Eunso memanggil Kyuhyun tapi namja itu tetap tidak menghentikan langkahnya.
“OPPA.. BERHENTI” teriakan Eunso membuat semua orang menoleh padanya termasuk Kyuhyun. Kyuhyun menghentikan langkahnya kemudian berbalik kearah Eunso.
“wae..?” tanyanya dingin.
Eunso berdigik mendengar nada suara yang dingin itu. “ada yang ingin kubicarakan denganmu”
“nanti saja aku sedang sibuk” jawab Kyuhyun ketus, lalu memutar tubuhnya lagi dan berjalan menjauh.
Eunso mengepalkan tanganya kesal. Kenapa Kyuhyun begitu ingin menjauh darinya?. Eunso menoleh pada bantal yang berada di sofa lalu mengambilnya dan melemparkannya kearah Kyuhyun.
BUUKK.. bantal itu sukses mendarat dikepala Kyuhyun, membuat anak buah dan Jieun terkejut karena reaksi spontan Eunso itu. Kyuhyun melebarkan matanya terkejut lalu berbalik dengan ekspresi tidak terbaca. “Song Eunso, apa yang kau lakukan?” bentak Kyuhyun.
Bukannya takut mendengar bentakan itu Eunso semakin menggila, ia mengambil satu bantal lagi lalu melemparkannya kepada Kyuhyun. “kau menyebalkan..” mengambil satu bantal lagi. “benar-benar menyebalkan” lalu melemparkanya lagi pada kyuhyun.
Dengan sigap Kyuhyun menangkap bantal-bantal yang dilempar oleh Eunso. “yaakk.., mouyaa..?” teriak Kyuhyun marah. Kali ini suaranya terdengar lebih keras dan membuat semua orang berdigik termasuk Eunso, gerakan tangan yang hendak mengambil benda keras selain bantal terhenti. Ia menatap Kyuhyun dengan nafas memburu.
Eunso menggigit bibir bawahnya menahan isak tangisnya. “kenapa kau melakukan ini padaku? Jika kau memang tidak ingin menemuiku lagi keluarkan saja aku dari rumah ini, itu lebih baik daripada kau mendiamiku seperti ini” Eunso mengusap airmata yang jatuh dipipinya. “tapi jika kau melakukannya aku bersumpah kau tidak akan pernah melihat bayi ini”, Eunso memutar tubuhnya lari berlari cepat kearah kamarnya.
.
Setelah meninggalakn Kyuhyun dengan kalimat mengejutkan, namja itu terdiam sejenak. “nee..? bayi..?” matanya menoleh kearah Jieun. Jieun menatap Kyuhyun sambil menganggukkan kepalanya. Tanpa pikir panjang lagi Kyuhyun berlari menyusuri tangga menyusul Eunso.
Tangannya membuka pintu kamar dengan cepat dan melihat Eunso sedang berbaring menelungkup diatas tempat tidur menyembunyikan tangisannya diatas bantal. Eunso terisak sangat keras ketika Kyuhyun berjalan menghampirinya. Kyuhyun mengerutkan alisnya menyesal telah membuat gadis itu menangis seperti ini.
“Eunso-ya..” Kyuhyun berlutur diatas tempat tidur lalu merangkak naik diatas tubuh Eunso, tanganya terulur menepis rambut Eunso yang menutupi wajahnya. “mianhae.. mianhae.. mianhae..”.
Eunso semakin keras menangis diatas bantal, redaman suara Eunso dan itu terdengar memilukan untuk Kyuhyun. “ya Tuhan, apa yang sudah aku lakukan?” Kyuhyun berbaring disebelah Eunso, bertumpu pada sikunya lalu menarik paksa tubuh Eunso agar berbalik menghadapnya. “uljima.. eoh..? maafkan aku..” Kyuhyun menghapus airmata yang jatuh dipipi Eunso.
Eunso menoleh menatap Kyuhyun, airmata masih keluar membasahi pipinya dan berulang kali Kyuhyun harus menghapus airmata itu. “mianhae.. mianhae..” bisik Kyuhyun, mengusap lembut wajah Eunso. “aku tahu aku salah, jangan menangis lagi sayang. Maafkan aku”
“kenapa kau melakukan ini padaku?. Kenapa menghindariku?” isak Eunso.
“aku sibuk” jawab Kyuhyun
“bohong..” Eunso mengerutkan alisnya tidak percaya.
Kyuhyun mengusap alis yang berkerut itu lembut. “baiklah, aku memang bohong. Mianhae… memang banyak hal yang harus kuurus, tapi aku memang sengaja menjauhimu, ini karena..”
“aku dan Donghae oppa benar-benar tidak ada hubungan apa-apa” potong Eunso. Tanganya mencengkeram kemeja bagian depan Kyuhyun. “sungguh oppa, aku tidak mencintai Donghae oppa”
Kyuhyun menatap lama wajah Eunso, ia bisa melihat kejujuran dari suara dan ekspresi Eunso. Kyuhyun tersenyum lalu menarik Eunso kedalam pelukanya, menyerap semua energi dari tubuh Eunso. Betapa ia merindukan istrinya ini. Kyuhyun masih belum terima bahwa Eunso masih mencintai Kyuhyun karena itulah ia menghindari Eunso. Tapi ternyata tindakan itu malah membuat Eunso lebih jujur kepadanya. “aku membentakmu tadi, mianhae..”
“anniya.. gwencana” Eunso mengulurkan tanganya dipunggung Kyuhyun membalas pelukan Kyuhyun lalu menelusupkan kepalanya didada Kyuhyun.
Kyuhyun menarik dirinya sedikit lebih jauh lalu menunduk agar bisa melihat wajah Eunso. “apa yang ingin kau bicarakan tadi?” tanya Kyuhyun lembut, tanganya terulur kebawah dan mengusap perut Eunso. “bayi apa? Apa kau sedang hamil?”
Tiba-tiba Eunso dilanda rasa malu yang besar, tindakannya tadi benar-benar sangat berani. Melempar sesuatu kepada seorang mafia lalu berteriak perihal bayi didepan orang banyak. “aku baru mengira-ngira, eomma bilang gejala yang aku alami seperti sedang hamil. Dan aku memang terlambat datang bulan dua minggu” jawabnya dengan wajah memerah.
Kyuhyun tersenyum mengerti. “kau harus ke dokter”
“oppa mau menemaniku?”
Kyuhyun menunduk diatas Eunso. “tentu saja manis, tapi nanti. Sekarang aku ingin menciummu. Aku merindukanmu”, lalu Kyuhyun mendaratkan ciuman yang sarat akan nafsu.
.
.
.
@Rumah Sin Daewon
“lihat apa yang kudapatkan?” seruan kegembiraan Jeyeon menginterupsi kegiatan Daewon yang sedang duduk dibalik meja kerjanya.
“ada apa?”
“ini” Jeyeon meletakkan beberapa foto dan tumpukan kertas diatas meja ayahnya. “aku menemukan ini ketika sedang mencari tahu seluk beluk wanita jalang itu. dan appa tahu, wanita itu dan ibunya adalah istri dan anak dari namja yang selama ini dicari-cari oleh Hiroki Kisaragi”
Daewon menaikkan alisnya terkejut, iapun mengambil foto-foto itu lalu menatapnya dengan teliti. Sebuah foto usang menampilkan seorang wanita muda sambil menggedong seorang bayi laki-laki, lalu sebuah foto yang baru diambil oleh Jeyeon sendiri. foto wanita yang saat ini menyandang gelar istri Cho Kyuhyun.
“kita bisa mengadukan hal ini kepada Kisaragi, lalu biarkan dia yang mengurus wanita jalang itu dan akhirnya aku akan mendapatkan Cho Kyuhyun”
“anniya..” potong Daewon
“wae?” tanya Jeyeon terkejut.
“jangan berurusan dengan Kisaragi Jeyeon-aa, laki-laki itu menakutkan. Kami hanyalah segelintir mafia yang hanya bekerja dengan memeras orang, merampok pajak dan melakukan bisnis kotor. Tapi Kisaragi, adalah Yakuza yang benar-benar keji, ia bahkan membunuh istrinya sendiri setelah berhasil melahirkan seorang anak laki-laki untuknya. Pria itu tidak memiliki hati”
“tepat seperti yang aku inginkan, aku tidak bisa membuat anak buahmu membunuh wanita itu untukku. Kau juga tidak mau melakukannya untukku, tapi dia bisa”
“Shin Jeyeon. Aku bilang jangan”
“appa takut padanya?”
“semua mafia tidak ada yang mau berurusan dengannya. Walaupun kau memberikan informasi ini untuknya tidak menjamin dia akan menganggapmu berjasa”
“appa.. kenapa kau begitu pengecut?” Jeyeon berdecak sambil menggelengkan kepalanya.
“Shin Jeyeon, memangnya kenapa kau pikir namja bernama Lee Taewa itu berniat membunuhnya? Dia musuh bagi semua orang, tidak hanya bagi para mafia tapi juga bagi pemerintah. Aku melarangmu, dan aku sendiri yang akan mematahkan lehermu jika kau berani melaporkan hal ini”
Jeyeon menatap ayahnya geram. “arraso” jawabnya patuh, tapi tidak didalam hatinya. Mungkin ayahnya memang takut pada Kisaragi tapi tidak baginya, Shin Jeyeon tidak takut pada siapapun. Dan yeoja itu akan melakukan apa saja agar keinginannya bisa terpenuhi.
.
.
.
.
Eunso membuka matanya lebar didalam kegelapan, matanya menatap jam digital diatas meja yang terletak diatas nakas disebelah tempat tidurnya lalu menoleh kepada Kyuhyun yang tidur disebelahnya. Sudah satu jam berlalu sejak ia terbangun malam ini, perutnya meminta untuk diisi tapi ia terlalu malas untuk pergi ke dapur sendirian.
Eunso berguling mendekati Kyuhyun lalu menatap lekat wajah suaminya, ia beranjak naik keatas dada kyuhyun lalu tersenyum merasakan deru nafas tubuh Kyuhyun yang naik turun didadanya. namja itu tidak terbangun sedikitpun meskipun Eunso berbaring menelungkup diatas dadanya. Sejak hari dimana Eunso dinyatakan positif hamil Kyuhyun berlaku lebih protektive daei biasanya terhadap Eunso dan dari sikap Kyuhyun, Eunso bisa menyimpulkan bahwa Kyuhyun tidak hanya senang, namja itu sangat-sangat gembira menyambut berita baik itu.
Eunso mempoutkan bibirnya sambil mengulurkan tanganya kewajah tidur Kyuhyun, lalu menjepit hidung mancung suaminya. Kyuhyun berguman tidak jelas memalingkan wajahnya dari tangan Eunso, kemudian membuka matanya menoleh kepada Eunso yang sedang memandangnya serius.
Tidak terkejut melihat Eunso berada diatas dadanya,  Kyuhyun malah memeluk pinggang Eunso. “wae?”.
“aku lapar..” jawab Eunso manja.
“kau lapar?” Kyuhyun menoleh kearah jam, pukul 02.00 dini hari. “arraso, ayo kita bangunkan bibi Han” ujar Kyuhyun, merujuk pada koki dirumah itu.
“anniya..” protes Eunso.
“wae..?”
“aku ingin oppa yang masak”
“mwoo..? Eunso-ya.. aku tidak pernah masak” Kyuhyun mengerutkan alisnya mendengar permintaan Eunso.
Eunso mengembungkan pipinya sambil menatap Kyuhyun dengan tatapan memohon, yang terlihat dimata kyuhyun seperti mata kucing yang memelas minta makan. Kyuhyun menggigit pipi bagian dalamnya melihat sisi menggemaskan Eunso itu.
“tapi aku ingin… aku ingin.. aku ingiiinn… oppa..”
Kyuhyun membuka mulutnya lalu menutupnya lagi. ya Tuhan, apa ini? kenapa ia sama sekali tidak bisa menolak Eunso, memasak? Memegang penggorengan saja Kyuhyun tidak penah.
“nee..? neee..?” pinta Eunso lagi. “bayinya juga ingin”.
Kyuhyun memejamkan matanya sejenak sebelum menggeser Eunso menjauh dari dadanya. “arraso, kau ingin makan apa?”, lalu duduk ditepi tempat tidur.
Eunso menjerit kegirangan lalu berdiri dengan cepat dari tempat tidur. “nasi goreng kimchi” ujarnya riang, menarik tangan Kyuhyun agar berdiri lalu keluar dengan sambil bersenandung bersama kyuhyun yang berjalan dengan mengusap tengkuknya mengantuk.
.
Kyuhyun menatap serius tablet diatas meja, membaca dengan detail setiap kata perkata yang tertera dilayarnya. Dengan tangan memegang mangkuk nasi ia membaca dengan seksama resep nasi goreng kimchi yang ia dapatkan dari internet.  Dengan sedikit canggung tadi ia berhasil memasak telur mata sapi dan sekarang tiba saatnya ia memasak nasi goreng kimchi.
Eunso yang duduk dalam diam hanya bisa memperhatikan Kyuhyun yang terus mengerutkan alisnya bingung. Sesekali Eunso tertawa geli melihat kebingungan Kyuhyun, tapi hal itu tidak membuat Kyuhyun berhenti mencoba. Ia langsung mengerti apa yang harus ia kerjakan setiap kali membaca instruksi dari resep itu. dan hasilnya, tanpa dibantu oleh Eunso seikitpun Kyuhyun berhasil memasak nasi goreng kimchi tersebut.
Kyuhyun meletakkan piring yang berisikan nasi goreng kimchi dengan telor mata sapi diatasnya. Eunso bertepuk tangan melihat hasil dari masakan Kyuhyun.
“makanlah..” jar Kyuhyun, menyerahkan sendok kepada Eunso.
“calmokkeseumida..” Eunso menyendok nasi goreng itu lalu menyuapinya kedalam mulutnya. Rasanya benar-benar luar biasa untuk seseorang yang baru pertama kali memasak. Eunso menatap Kyuhyun takjub setelahnya.
“wae..? tidak enak?” tanya Kyuhyun penasaran.
“anniya.. ini benar-benar sangat enak, bahkan lebih enak dari buatan eomma” Eunso tidak bisa menutupi kekagumannya dan dia memang benar, nasi itu rasanya sangat lezat. “oppa, memang diberkahi bakat yang luar biasa eoh? memasak ini untuk pertama kalinya tapi rasanya sudah mengalahi koki terhebat sekalipun” Eunso mengulurkan jempolnya kepada Kyuhyun.
Kyuhyun mengusap kepala Eunso lembut. “itu gampang, kau hanya harus mengikuti semua instruksi didalam resep dengan benar”
“aah.. jinjja, kau memang benar-benar daebak” Eunso kembali menyendoki nasi goreng itu kemudian mengunyahnya pelan.
Kyuhyun tersenyum dengan menyandakan kepalanya ditumpuan tanganya diatas meja memandang Eunso yang selesai memakan nasi goreng kimci buatannya. “kau lebih suka mana, pantai atau pegunungan?” tanyanya tiba-tiba.
“pantai..” jawab Eunso cepat.
“baiklah kita akan kepantai”
Eunso menyatukan alisnya bingung. “pantai? Kenapa kesana?”
Kyuhyun meraih tangan Eunso lalu menarik gadis itu berdiri dari kursinya dan membawanya duduk diatas pangkuan Kyuhyun. “kau tidak ingin liburan?”
“liburan..?”
“oo.. kepantai.. kau dan aku” Kyuhyun menepis rambut yang jatuh dipipi Eunso.
“hanya berdua?” Eunso mengalungkan tanganya diseputar leher Kyuhyun.
“Hanya berdua….” Kyuhyun mengecup pelan hidung Eunso.
“tidak ada Woobin-ssi?” tanya Eunso lagi
“tidak ada Woobin” jawab Kyuhyun.
“pasti menyenangkan”
.
.
.
TBC…
Makin complicated ya? tapi sedikit-sedikit terungkap kan.. kenapa dari awal Kyuhyun ngotot bgt mau sama Eunso dan alasan kenapa Kyuhyun pengen banget berubah jadi kuat.. ^^..,
Next part bakal menegangkan, dan author jamin kalian makin cinta ma Kyuhyun.. :p.., tapi harap bersabar.., ><..,
Oh ya.. mian kalo Donghae nya dibuat setengah berdarah Jepang. Disini Cuma ceritanya aja ya.. ceritanyaa.. hehehe

Fc Populer:

%d blogger menyukai ini: