Be With You Part 5

1
Be With You Part 5 ff yadong kyuhyun super junior
Tittle: Be With You (Part 5)
Cast:
Cho Kyuhyun
Song Eunso (OC)
Cho Hyunjin (ayah Kyuhyun) 
Kim Seungmi (imo Kyuhyun)
Song Jieun (ibu Eunso) 
Shin Daewon
Shin Jeyeon 
Lee Donghae
Category: NC-21, Romance, Chapter
Author: Mylittlechick
Ada kesalahan penulisan nama di part 3. Yg bener  Shin Jeyeon bukan Shin Jiyeon.. mianhae..
.
Oh ya.. terima kasih untuk kritik dan sarannya tentang cara penulisan tanda baca dan sebagainya, mian baru bisa diperbaiki nanti di part 6, soalnya sampe part 4 udah terlanjut dikirim, dan author males buat ngebenerin dulu trus di send ulang, trus juga yang part 5 ini author males mau baca ulang lagi buat ngoreksi tanda baca. Authornya sibuk bgt, ini juga sempet ngetik Cuma malem hari sama weekend doank, ngetiknya juga ngebut, makanya banyak tulisan yang typo.  Author ga bisa bilang maklumi aja, emang kurang enak baca kalo banyak typo, tapi beneran authornya ga ada waktu buat ngebaca ulang buat diteliti lebih baik lagi. sekali lagi mianhae..

author ga mengharapkan dapet pujian FF ini bagus bahkan ini jauh darri sempurna, author Cuma suka nulis nuangin cerita yang sering nyantol dikepala author.  Kalo apa yang author rasain pas nulis ff ini sampe kekalian, author udah seneng kok.. ^^.., bahkan makasih bgt udah mau baca ketikan yang berantakan ini.. selama ini yang baca FF author juga sampe 50an orang, ini udah melampaui harapan author karena yang komen udah sampe ratusan gitu.. makasih banyak ya
                              #################
Hari ini merupakan salah satu hari-hari yang tenang dirumah keluarga Cho. Hubungan Eunso dan Kyuhyun semakin berkembang dengan membawa serta perasaan masing-masing. Setelah mengetahui bahwa Kyuhyun adalah namja yang tidak sengaja ia temukan sedang terluka disebuah gudang yang tidak terpakai, Eunso menjadi lebih bisa terbuka dengan perasaannya sendiri. Eunso tahu, alasan kenapa ia tidak mengalami kekecewaan yang sangat besar setelah Kyuhyun memperkosanya, karena jauh dilubuk hatinya ia sadar siapa Kyuhyun sebenarnya.
Seperti hari-hari biasa yang membosankan, Eunso menghabiskan waktunya dengan berkeliling isi rumah yang besar itu. Meskipun ia sudah mendatangi setiap sudutnya tetap saja ada tempat yang membuatnya terpesona.
Eunso membuka satu pintu yang sangat besar dengan ukiran yang tidak bisa Eunso artikan, ia masuk dan melebarkan matanya melihat ayah mertuanya sedang duduk didepan piano hitam ditengah-tengah ruangan itu. Apa ini adalah ruang piano?.
Eunso sudah ingin mengundurkan dirinya ketika Hyunjin menoleh dan memanggilnya. “Eunso-ya..”
“Nee.. aboenim?”.
“masuklah”.
“aaah.., aku tidak bermaksud untuk mengganggumu, aku tidak tahu ini ruangan apa. Aku sedang melihat-lihat isi rumah” Eunso masih berdiri didepan pintu menjelaskan kepada ayah mertuanya kenapa ia bisa sampai diruangan yang terlihat sangat pribadi itu.
“gwencana Eunso-ya.. masuklah. temani aku” Hyunjin memberikan senyum teramah yang pernah ia berikan kepada siapapun. Melihat Senyum itu Eunso-pun mulai melangkah mendekati ayah mertuanya. Hyunjin menggeser dudukknya dikursi piano itu dan menyuruh Eunso duduk disebelahnya.
“aboenim bisa bermain piano?” tanya Eunso penasaran, kenapa ayah mertuanya hanya duduk saja dan tidak memainkan pianonya?.
“anni, Kyuhyun eomma yang bisa bermain piano” Hyunjin menyentuh satu tuts piano dengan pandangan kosong. “aku merindukannya”.
“aboenim pasti sangat mencintainya” Eunso tersentuh mendengar ayah mertuanya merindukan istrinya, setelah 26 tahun, namja itu masih merindukan istrinya.
“inilah kutukan bagi kami yang menyandang nama Cho. Selain menjunjung tinggi kesetian kami memiliki cinta yang sangat besar hanya pada satu orang seumur hidup”
Diluar dugaan Eunso, Hyunjin menjawab dengan sangat terbuka. Ayah mertuanya itu semakin hari menjadi semakin sering menunjukkan sisi kelembutanya, Kyuhyun memang mirip ayahnya, tidak hanya kejam tapi memiliki sisi kelembutan juga.
“aku jadi ingin bertemu dengan eomonim”.
“kau melihatnya pada Seungmi”.
“nee..?”.
“jika kau ingin melihat wajahnya, mereka mirip. Mereka kembar” .
“oo..? aku tidak tahu jika mereka kembar” Eunso memang pernah melihat foto ibu Kyuhyun, dan memang mirip dengan Seungmi. Hanya saja wanita yang difoto lebih terlihat muda karena itu Eunso tidak menyadari kemiripan mereka.
“terkadang, aku ingin sekali membunuhnya karena ia terus mengingatkan aku akan mendiang istriku” Hyunjin menerawang jauh melihat jeluar jendela. “dan terkadang, aku ingin sekali memeluknya hanya untuk melepaskan rasa rinduku pada mendiang istriku”.
Eunso terdiam lama, menyadari sesuatu dari kalimat itu. Apa mungkin ayah mertuanya sebenarnya mencintai Seungmi?. Mungkin tanpa disadari oleh Hyunjin sendiri, ia sudah jatuh cinta pada Seungmi. Tapi ia berusaha keras menyangkal hal itu.
“jinjja, aku terlalu banyak mengatakan hal yang tidak-tidak padamu” Hyunjin menoleh kearah Eunso sambil tersenyum. “kau mau menjaga rahasiaku lagi kan?”
“nee, aboenim”.
“dan ingat jangan beritahu perihal penyakitku pada wanita cerewet itu”.
Eunso menggerakkan tanganya didekat bibirnya seperti mengunci lalu tersenyum. “Jangan beritahu imo.. aku mengerti”
“haah.. kau sudah jauh-jauh kesini, menemukan ruang bermain piano tapi mian aku tidak bisa bermain piano, keahlianku adalah bermain pedang bukan piano”.
Eunso tertawa. “gwencana aboenim”
“tapi Kyuhyun bisa, kau bisa memintanya untuk memainkan sebuah musik”.
“oo jinjja?” Eunso terkejut mendengar hal itu.
“kuberi satu rahasia lagi. Kyuhyun dulu adalah anak yang manja, rajin dan penurut”.
Eunso melebarkan matanya terkejut. “jinjja?”, ia ingat malam itu Kyuhyun mengatakan perihal dirinya yang lemah. “lalu kenapa sekarang Kyuhyun oppa berubah?”
“masalah itu.. aku hanya tahu dia mulai berubah setelah dikeroyok oleh beberapa namja. Selebihnya aku tidak tahu, dia memutuskan untuk keluar dari rumah dan mulai berpetualang. Ia baru kembali tiga bulan yang lalu”.
“Kyuhyun oppa kemana saja?”.
Hyunjin tersenyum kepada Eunso “aku tidak tahu nak, kenapa tidak kau tanyakan saja padanya?”.
“aku ragu Kyuhyun oppa akan menceritakanya padaku” jawab Eunso, sedikit kecewa karena Hyunjin tidak bisa menjelaskan kemana saja Kyuhyun selama pergi dari rumah.
“dia akan menceritakanya padamu nak, kau tinggal bertanya”.
Eunso ingin sekali membantah ayah mertuanya tapi ia memutuskan untuk diam. Memang Kyuhyun sering bersikap lembut padanya tapi terkadang Kyuhyun jarang sekali menjawab pertanyaanya.
Eunso memutuskan untuk meninggalkan Hyunjin tetap sendirian diruang piano itu lagi. Banyak hal baru yang ia ketahui tentang keluarga ini, dan Eunso bingung bagaimana mungkin keluarga yang begitu menjunjung tinggi kesetiaan dan rasa cinta ini bisa menjadi seorang mafia?
Menjauh dari ruang piano itu Eunso melangkahkan kakinya menuju kepintu yang tertutup rapat sejak pagi. Pintu yang menghalanginya untuk bertemu dengan Kyuhyun. Kyuhyun sedang mengadakan pertemuan rapat penting dengan para anak buah yang setia kepada keluarga Cho. Entah apa yang mereka bicarakan Eunso tidak mau tahu dan tidak tertarik sama sekali, ia hanya ingin bertemu dengan Kyuhyun secepat mungkin.
Eunso duduk disebelah pintu dengan lutut ditekuk keatas agar ia bisa menyandarkan dagunya disana, dilirknya jam tanganya kemudian menghembuskan nafasnya pasrah. Sudah hampir 6 jam, mereka berada diruangan itu.
.
.
“mereka secara terang-terangan membelot dan memihak keluarga Shin, bagi mereka anda sudah berhianat dengan memutuskan pertunangan itu” namja bertubuh besar dengan wajah yang tegas memberikan informasinya kepada Kyuhyun. Namja yang usianya tidak berbeda jauh dengan usia Kyuhyun itu adalah namja yang bersumpah akan setia kepada Kyuhyun seumur hidupnya.
“sebagian dari mereka memang tidak pernah suka pada appa. Aku tidak terkejut” Kyuhyun memang tidak terkejut, karena selama ini ia tahu sebagian dari orang-orang yang bersekutu pada mereka hanya takut kepada Hyunjin. Kyuhyun tahu, disaat yang tepat mereka pasti akan berpindah pihak hanya untuk menjatuhkan ayahnya.
“kemungkinan mereka akan menggunakan cara licik untuk menghancurkan bisnis keluarga Cho”
Kyuhyun tersenyum “mereka hanya orang-orang kecil yang pengecut, tidak perlu dikhawatirkan. Yang harus kita khawatirkan adalah keluarga Kisaragi”
“Hiroki Kisaragi sepertinya tidak terlalu gencar lagi”
“itu justru lebih mengerikan. Kita harus tetap waspada” ujar Kyuhyun kepada anak buahnya. Rapat selesai dengan kalimat itu. Kyuhyun berdiri dari tempatnya duduk membuat anak buahnya pun ikut berdiri. Seorang namja membukakan pintu untuk Kyuhyun namun ia berhenti karena sesuatu menahan pintu itu.
“wae..?” tanya Kyuhyun bingung
“pintunya jadi berat, sesuatu menghadangnya” namja itu mendorong pelan dengan kekuatanya, sampai akhirnya berhasil membuka pintu itu lebar, mereka keluar dan bermaksud melihat apa gerangan yang menghadang pintu.
Beberapa anak buahnya terkejut melihat apa yang menghadang pintu. Berkerut, Kyuhyun-pun menoleh kebawah. Kyuhyun melebarkan matanya terkejut melihat Eunso sedang duduk dibelakang pintu dan hampir saja terjepit pintu.
“eunso-yaa..” Kyuhyun berjongkok dan meraih Eunso kedalam pelukanya. Hal pertama yang dipikirkanya melihat Eunso seperti ini adalah Eunso sedang sakit, namun kekhawatiranya memudar ketika mendengar nafas beraturan Eunso. Gadis itu hanya tertidur dibalik pintu. “kenapa kau tidur disini?” bisik Kyuhyun, ia mengulurkan sebelah tanganya dibawah lutut Eunso dan mengangkat gadis itu dalam gendonganya.
.
Didalam tidurnya Eunso merasakan tubuhnya dibawa dalam sebuah pelukan yang kokoh. Eunso membuka matanya dan tersenyum ketika melihat wajah Kyuhyun tidak jauh dari wajahnya. Senyumnya semakin merekah ketika Kyuhyun menunduk dan ikut tersenyum bersama Eunso.
“kau sudah bangung?” tanya Kyuhyun, masih melangkahkan kakinya menuju kamar mereka.
“oo.. oppa sudah selesai?”
“oo.. kenapa tidur didepan pintu seperti itu? kau bisa masuk angin”
“aku tidak bermaksud tidur, aku hanya ingin menunggumu selesai”
Kyuhyun menempelkan bibirnya diatas kepala Eunso “wae..? kenapa mencariku?”
“aku ingin membicarakan sesuatu tentang aboenim” Eunso melirik kekanan dan kekiri, mencari-cari Seungmi, kemudian bernafas lega karena wanita itu tidak ada disekitar mereka.
Kyuhyun mengerutkan alisnya penasaran, ia memantapkan gendonganya pada Eunso lalu melangkah cepat menaiki tangga. “mouya? Kenapa dengan appa?”.
“masalah penyakitnya” bisik Eunso ragu-ragu.
“kau tahu?” Kyuhyun terkejut.
“oo.. aboenim yang menceritakanya padaku”.
Mereka tiba didepan kamar, entah dengan cara seperti apa Kyuhyun berhasil membuka pintu itu, lalu menutup pintu itu dengan kakinya. “appa yang menceritakanya padamu?”.
“oo..”
Kyuhyun merebahkan Eunso diatas tempat tidur, lalu duduk dihadapan Eunso. Eunso duduk agar mereka bisa berbicara lebih dekat lagi “euhmm.. aku terkejut. appa bukan tipe orang yang senang menceritakan perihal dirinya pada siapapun” .
“kami juga tadi berbicara diruang piano, dan aboenim bilang ia merindukan eomonim” jelas Eunso
“jinjja?”
“oo.. aboenim juga bilang, kau bisa bermain piano” ujar Eunso ragu-ragu
Kyuhyun tersenyum canggung. Selama ia tumbuh, ayahnya jarang sekali memperhatikan Kyuhyun, karena itu ia terkejut ketika mendengar ayahnya mengetauhi keahlianya bermain piano. Jadi selama ini ayahnya bukanlah ayah yang tidak peduli padanya karena terlalu berduka atas kematian istrinya.
“appa sangat mencintai eomma, ketika Eomma meninggal, appa sama sekali tidak pernah mencurahkan perhatianya padaku. Sampai akhirnya aku berusia 12 tahun, appa menyadari kesalahanya karena telah menyerahkan segala kebutuhanku kepada imo. Aku tumbuh menjadi anak yang manja, penakut dan tidak bisa apa-apa. Appa berusaha keras mengubah itu semua. Ia berusaha keras mengajariku cara memegang samurai, cara menjadi berani dan cara untuk menjadi keji. Tapi sayangnya tidak pernah berhasil”
Eunso mendengarkan dengan perhatian penuh semua yang Kyuhyun ceritakan padanya. Ini pertama kalinya Kyuhyun menceritakan masa lalunya pada Eunso “sekarang kau berubah” ujar Eunso
“itu semua karena dirimu” Kyuhyun menatap langsung mata Eunso ketika mengatakan hal itu
“aku..?”
Kyuhyun menggelengkan kepalanya, menyadari sesuatu “ya Tuhan, kenapa kau menceritakanya padamu?”
“oo wae..?” Eunso memegang baju Kyuhyun “aku ingin dengar, kenapa karena aku?” ia sudah penasaran ketika Hyunjin menceritakan hal ini diruang piano tadi
“lupakanlah” Kyuhyun menggelengkan kepalanya, benar-benar tidak ingin meneruskan ceritanya lagi. Eunso sudah ingin protes ketika Kyuhyun mengubah topik pembicaraan mereka “masalah appa, aku akan memintanya untuk melakukan pengobatan. Tapi, aku ingin seseorang menemaninya. Dan appa, benar-benar tidak ingin imo tahu masalah penyakitnya” Kyuhyun menghembuskan nafasnya “satu-satunya yang kuharapkan untuk menjaga appa adalah imo”
Eunso menganggukkan kepalanya “entah kenapa, aku merasa aboenim menyukai imo” 
“jinjja..?” Kyuhyun menaikkan alisnya terkejut  “aku merasa Imolah yang menyukai appa”
“oo..? jinjja?”
“oo.., kau pikir kenapa Imo tidak pernah menikah?. Karena dengan tidak bisa ia kendalikan ia jatuh cinta pada suami kakaknya sendiri. Sadar akan posisinya sebagai adik ipar, imo tidak berani mengungkapkan perasaanya. Kau tahu, Ia hanya bisa mencintai appa secara diam-diam selama hampir 25 tahun ini”
“benarkah?” Eunso menundukkan pandanganya “kalau begitu kemungkinan mereka saling mencintai”
“mungkin” jawab Kyuhyun
“mungkin kita bisa membuat mereka saling terbuka satu sama lain, tidak ada salahnya bukan?. Belum terlambat untuk mereka berdua bersatu” Eunso mengutarakan pemikirannya. “bagaimana jika idemu tadi benar-benar dilakukan? Biarkan imo yang merawat aboenim”.
Kyuhyun tersenyum geli “kau bermaksud menjadi mak comblang?”
“jika perlu, aboenim sudah terlalu lama berduka bukan?, Sudah saatnya dia berbahagia”
Kyuhyun menganggukan kepalanya beberapa kali. “kau benar, aku akan mengaturnya”
Eunso ikut menganggukkan kepalanya “aah.., aku hampir lupa” seru Eunso tiba-tiba
“wae..?”
“minggu depan ada ujian akhir semester, aku harus ke kampus”
“aku mengerti” Kyuhyun menganggukan kepalanya.
“aku penasaran” seru Eunso lagi “kau bilang kau sudah tingkat 5, dari caramu mengajariku aku tahu kau orang yang pintar bahkan genius. Tapi, kau tidak terlihat sibuk menyelesaikan kuliahmu. Kau malah sibuk membuntutiku”
Kyuhyun tertawa “kau tahu, aku sudah lulus kuliah dua tahun yang lalu”
“nee..?” Eunso mengerjabkan matanya berkali-kali “kenapa kau bilang kau masih tingkat lima saat itu?”
Kyuhyun menaikkan bahunya “akan terdengar aneh jika kukatakan aku sudah lulus dua tahun yang lalu tapi berkeliaran dikampus”
“memang.. kau aneh..” dengus Eunso.
“aneh..? Song Eunso. Kau mengataiku aneh?” Kyuhyun memicingkan matanya menatap Eunso.
Merasakan adanya bahaya, Eunso bergerak kesamping menjauhi Kyuhyu. Tapi terlambat, dengan cepat Kyuhyun bisa menangkap pinggang Eunso lalu menggelitik istrinya.
“kyaaa.., ampun.. aku tidak tahan geli..” Eunso menjerit disela gelak tawanya. “oppa..”.
“kau harus dihukum karena mengatai suamimu aneh” Kyuhyun masih terus menggelitik Eunso, meskipun gadis itu sudah menggeliat kegelian.
“kau memang aneh” meskipun ia tidak tahan terus digelitik Eunso tetap mengatai suaminya. “hahaha… ampun. Oppa..”
Gelak tawa Eunso berhenti ketika tangan Kyuhyun yang tadinya menggelitik pinggangnya bergerak masuk kebalik hotpantsnya lalu menurunkan celana itu beserta underwearnya. Tatapan mata Kyuhyun tidak lepas dari wajah Eunso yang terkejut karena perubahan situasi. Setelah berhasil menurunkan celana Eunso Kyuhyun pun menurunkan celananya, ia bergerak diantara kedua kaki Eunso lalu memasukkan kejantanannya kedalam diri Eunso pelan.
Kyuhyun dan Eunso mendesah pelan setelah Kyuhyun masuk sepenuhnya. Kyuhyun mulai menggerakkan pinggulnya dengan tangan yang juga tidak tinggal diam, ia melepaskan kancing baju Eunso, membebaskan kedua payudara Eunso dari kurungannya. Tanganya meraup payudara kanan Eunso, membuat jerit nikmat keluat begitu saja dari bibir indah Eunso.
Kyuhyun menunduk dan mencium leher putih Eunso lalu bibirnya naik keatas, berbisik ditelinga Eunso “payudaramu membesar”
“jinjja..?” Eunso memejamkan matanya ketika gerakan pinggul Kyuhyun berubah cepat,
“oo..” Kyuhyun meraupkan tangannya yang bebas kepayudara Eunso yang satu lagi “keduanya membesar”
“jadi itu alasanya kenapa bra ku terasa sempit” Eunso mendesah nikmat. Ini aneh, obrolan vulgar seperti ini malah semakin membuatnya terangsang. “bagaimana oppa bisa tahu?”
“tentu saja aku tahu” Kyuhyun menaikkan kaki Eunso keatas pinggulnya, dan bergerak semakin cepat “karena tubuhmu ini milikku, dan aku hapal semua yang kumiliki. Bibirmu semakin menggoda, payudaramu membesar, dan tubuhmu semakin terbiasa menerimaku”
Eunso menelan salivanya pelan, ia sudah tidak bisa berfikir lagi ketika Kyuhyun menyentuh titik rangsanganya “oppa memperhatikanya?”
“oo..” Kyuhyun menempelkan bibirnya dibibir Eunso “sekarang diamlah” lalu ia mencium Eunso dengan sama menggebu-gebunya dengan gerakan pinggulnya. Mereka larut dalam kegiatan mereka, yang selanjutnya hanya terdengar desahan dari keduannya sampai akhir pelepasan mereka.
.
.
.
.
Eunso turun dari mobil Sport hitam yang terparkir di halaman parkiran kampusnya. matanya menatap gedung kampus yang hampir dua bulan ini tidak ia datangi. Apa yang akan dikatakan oleh teman-temannya karena menghilangnya dirinya selama ini?. Eunso melangkahkan kakinya menuju gedung kampusnya kemudian berhenti dan menoleh kebelakang, kesosok seorang namja bertubuh besar berpakaian necis dengan jaket kulit berwarna abu serta jeans berwarna hitam.
“Woobin-ssi, apa kau harus mengikutiku sepanjang hari?”
“kyuhyun menyuruhku menjagamu, karena itu aku akan menemanimu kemanapun kau pergi” jawab namja itu
“tapi..,” Eunso menoleh kearah kampusnya, kemudian menundukkan kepalanya karena tatapan beberapa orang. Tentu saja mereka bingung karena kehadiran Woobin. Salah seorang kaki tangan Kyuhyun. Entah apa yang membuat namja ini tunduk pada Kyuhyun, yang Eunso ketahui adalah namja ini menyerahkan seluruh hidupnya untuk setia kepada Kyuhyun.
Beberapa orang memandang dirinya dan Woobin lagi, Eunso menghembuskan nafasnya frustasi, harus ia akui, Woobin memang namja yang sangat tampan dan keren,ia juga tidak habis fikir, jika ingin melindunginya seharusnya Kyuhyun lebih cerdas dengan meminta namja yang wajahnya biasa-biasa saja dari pada namja yang wajahnya bak model ternama seperti Woobin. Tentu saja, hal ini menarik semua mata agar tertuju padanya bukan?
Eunso menggelengkan kepalanya dan berbalik lagi kepada Woobin “kau boleh mengikutiku asal jangan terlalu dekat” pintanya.
“aku mengerti” Woobin mengangguk mengerti.
Setelah memastikan Woobin berada cukup jauh darinya, Eunso pun melangkah masuk menuju ruang ujian yang sudah dijadwalkan. Semua mata tertuju padanya ketika Eunso melangkah masuk kedalam ruangan kelas, namun pandangan mereka teralihkan pada Woobin yang ikut masuk.
“yaak.., Eunso-yaa..” Eunso menaikkan pandanganya kemudian tersenyum melihat temannya. “kau masih hidup?” tanya Hyemi, jelas terlihat temanya itu sangat terkejut melihat penampilan Eunso saat ini. Eunso memang terlihat berbeda dengan kali terakhir Hyemi melihatnya. Bukan hanya pakaian Eunso yang terlihat lebih feminim tapi wajah Eunso yang juga terlihat berseri-seri.
“tentu saja aku masih hidup, kenapa kau berfikir aku sudah mati?” Eunso duduk disebelah Hyemi.
“banyak gosip yang beredar, ada yang bilang. Kyuhyun menculikmu dan menjualmu. Ada juga yang bilang, Kyuhyun menjadikanmu budak sex, dan ada juga yang bilang Kyuhyun membunuhmu setelah memperkosamu”
Eunso melebarkan matanya terkejut, ia tidak tahu ada banyak gosip yang beredar setelah ia menghilang dari apartemenya dan tidak pernah datang ke kampus. Sebenarnya Eunso tahu akan ada gosip tapi ia tidak tahu akan ada banyak dan semua gosip yang beredar adalah gosip buruk tentang Kyuhyun.
“anniya, aku tidak diculik, tidak dijadikan budak sex dan tidak dibunuh” matanya menunduk kebawah, menatap jari-jarinya yang saat ini sedang bertautan. “sebenarnya, aku sudah menikah dengan Cho Kyuhyun”
“MWOOO…” Eunso tersentak kaget, bukan hanya suara Hyemi yang terkejut tapi seluruh temanya didalam kelas pun ikut terkejut. Eunso tidak menyadari bahwa semua teman-temannya memasang telinga ganda untuk mendengarkan pembicaraanya dengan Hyemi.
“kau benar-benar sudah dikutuk, bagaimana mungkin kau menikah dengan namja itu?” tanya Hyemi
Eunso menatap Hyemi kemudian tersenyum, membuat Hyemi mengerutkan alisnya bingung karena senyum itu. “Kyuhyun tidak seburuk yang kalian pikirkan, dia namja yang lembut dan penuh perhatian, menyayangi keluarganya dan dia seseorang yang dihormati”
“Song Eunso. Apa kau sudah tidak waras lagi?” tanya Hyemi bingung
“aku sangat-sangat waras Hyemi-ya. Kyuhyun tidak seburuk yang kalian bicarakan”
Hyemi berdecak kemudian menggelengkan kepalanya. “kalau begitu aku bingung harus bilang kau gadis yang dikutuk atau gadis yang beruntung?” terdengar nada kesal dari suara itu.
“kenapa kau terlihat kesal?”.
“tidak.. aku tidak kesal” Hyemi menghembuskan nafasnya pasrah. “sebenarnya aku iri padamu, kau wanita yang cantik dan pintar dalam hal pelajaran, dan yang membuatmu lebih menarik lagi adalah kepolosanmu itu. semua namja menyukai gadis yang polos. Termasuk Cho Kyuhyun”
“hyemi-ya..”
“sebenarnya aku mendengar dua berita mengenai Cho Kyuhyun. ada yang bilang dia adalah namja yang lemah dan tidak bisa apa-apa, dan ada juga yang bilang Cho Kyuhyun adalah namja yang kejam. Tentu saja yang kita lihat dan percayai adalah kabar yang kedua bukan? Banyak yang berharap gosip pertamalah yang benar, karena dia bisa menjadi namja yang dikejar-kejar oleh banyak wanita karena ketampanannya”
“kau tahu, semua bilang Cho Kyuhyun sedikit berbeda jika berada didekatmu. Banyak yang bilang kau adalah dewi yang bisa menjinakkan iblis” Hyemi tersenyum kecut. “karena itulah aku iri padamu”.
Eunso terdiam, ia menyimpulkan bahwa Hyemi menyukai Kyuhyun meskipun tau Kyuhyun adalah seorang anak mafia. Mungkin bukan hanya Hyemi, mungkin ada banyak lagi gadis yang diam-diam menyukai Kyuhyun tapi mereka tidak berani untuk mendekati Kyuhyun. Tiba-tiba saja Eunso tersenyum penuh kebanggaan, ia tidak tahu bahwa suaminya diam-diam begitu diminati oleh banyak yeoja.
“dia siapa sih?” tunjuk Hyemi pada Woobin yang berdiri tegak disebelah pintu.
“aahh.., salah satu anak buah Kyuhyun”.
“woaah.. dia tampan sekali. Apa ada banyak anak buah yang setampan itu?. Eunso-ya, jinjja kau benar-benar beruntung, menikah dan dijaga oleh namja-namja tampan dan keren”
Eunso tersenyum lagi, Woobin memang tampan dan keren tapi baginya ada yang lebih dari itu, dan Eunso tahu dimana hatinya berlabuh saat ini.
.
.
Selesai ujian Eunso berjalan sendirian diikuti oleh Woobin, hari ini jadwal ujianya hanya ada dua. Eunso sedang dalam perjalanan menuju kelas kedua ketika ia melihat seorang namja berdiri tidak jauh darinya.
“Donghae oppa?” Eunso terdiam ditempatnya.
“Eunso-yaa.. kau kemana saja? Aku mencari-carimu kemana-mana, kau dan ibumu menghilang dari apartemen dan ponselmu tidak aktif lagi” Donghae berjalan cepat menghampiri Eunso. Memegang kedua bahu Eunso. “gwencana?”
“oo.. oppa.. aku baik-baik saja. Mianhae, membuatmu khawatir”
“eeey.. kau kemana saja?”.
Eunso diam, lalu diam-diam ia melirik kearah Woobin, “ceritanya panjang, kau mau menungguku sampai selesai ujian?” tanya Eunso ragu-ragu
Donghae melirik kearah Woobin kemudian menganggukkan kepalanya. “aku tunggu ditaman”
.
Eunso berlari-lari cepat menuju taman kampus, bertemu dengan Donghae lagi membuatnya tidak bisa fokus menjawab soal-soal tadi. Meskipun begitu tidak ada satu soal pun yang tidak terjawab olehnya. Ia harus memberikan penjelasan kepada Donghae, memang hubungan mereka bukanlah sepasang kekasih tapi Eunso merasa harus menjelaskan situasinya sekarang pada namja itu. karena sekarang Eunso sadar kehadiran Donghae dihidupnya lebih seperti seorang kakak yang selalu menjaganya.
“oppa..” Eunso memelankan langkahnya mendekati Donghae, ia menoleh kebelakang dengan alis berkerut karena Woobin benar-benar mengikutinya kemana saja.
“Eunso-ya..” Donghae berdiri dari bangku taman yang sudah ia duduki selama hampir dua jam itu,
“aku tidak bisa lama-lama, aku tidak ingin kau celaka” hati-hati Eunso menjelaskan kepada Donghae, ia ingat bahwa Kyuhyun pernah mengancam akan membunuh Donghae jika ia terlihat bersama Donghae lagi,ia tidak ingin Kyuhyun melihat kebersamaan mereka. tapi Eunso  harus membuat Donghae tenang, meyakinkan namja itu dia baik-baik saja.
“apa yang kau bicarakan?” Donghae mengerutkan alisnya
“aku sudah menikah oppa”
“MWO..? dengan siapa?” ekspresi terkejut terlihat jelas dari wajah Donghae
“Cho Kyuhyun”
“Cho.. Kyuhyun..?” Donghae semakin melebarkan matanya terkejut.
“apa kau tahu dia siapa?” tanya Eunso.
“tentu saja aku tahu dia siapa, kami pernah satu sekolah dulu” jawab Donghae cepat “tapi, bagaiamana mungkin?”
“kejadiannya begitu cepat dan tidak terduga. Tapi, oppa tenang saja, aku baik-baik saja dan aku bahagia. eomma juga bersamaku”
Donghae menyipitkan matanya tidak percaya “kau mencintainya?” geram Donghae
Eunso menatap Donghae dengan tatapan yang terisi penuh dengan cinta, cinta untuk Kyuhyun.
“nee..” kata mengiyakan itu keluar begitu saja dari mulut Eunso, dan ia tidak merasa sesuatu yang aneh atau perasaan bersalah mengatakanya. Ia memang mencintai Kyuhyun, dari sejak ia tidak sengaja menemukan Kyuhyun terluka digudang 10 tahun yang lalu itu. Bukan Donghae yang ia kira adalah namja yang ia tolong yang sebenarnya adalah Kyuhyun.
Donghae mengulurkan tanganya dan menangkup wajah Eunso dengan kedua tanganya “Song Eunso, kau benar-benar mencintainya? Namja itu anak seorang mafia”
“arraya..”
“hidupmu akan terus dalam bahaya jika menikah dengannya”
“aku tahu, tapi aku bisa menjaga diriku sendiri”
“kau tidak bisa”
“aku bisa oppa, percayalah padaku”
Donghae bisa mendengar nada penuh keyakinan dari suara Eunso. Donghae memejamkan matanya dan mengatupkan giginya keras. Haruskah ia melepaskan Eunso kepada namja seperti Kyuhyun? pikirnya. “Eunso-ya, kau tahu.. sebenarnya aku..”
Ddrrrtt…ddrrrttt..  Eunso tersentak kaget merasakan getar ponsel ditanganya. Eunso melirik kelayar ponsel lalu mengerutkan alisnya melihat siapa yang menelponya. “oppa, aku benar-benar tidak bisa berlama-lama bersamamu. Mianhae, ini semua demi kebaikanmu. Kau tenang saja, aku baik-baik saja bersamanya. Eoh? annyeong oppa”
Eunso memutar tubuhnya dan berlari menjauh dari Donghae dan mengangkat telponnya yang terus bergetar. Meninggalkan Donghae dalam kebingungan yang besar. Menikah? Eunso dengan Kyuhyun? maldo andwe.
.
.
“oo oppa, aku sudah dalam perjalanan pulang bersama Woobin-ssi”
“…..”
“oo.. sampai bertemu dirumah. Keuno” Eunso menjauhkan ponselnya dari telinganya dan menghembuskan nafasnya  lega. Pertemuan dengan Donghae membuat jantungnya berdegup kencang, bukan karena ia berdebar karena mencintai namja itu, tapi karena ia dilanda rasa khawatir jika terlalu lama berdekatan dengan Donghae. Eunso yakin, bahkan sangat Yakin. Kyuhyun akan benar-benar melakukan ancamannya pada Eunso tempo hari.
“Woobin-ssi” Eunso memanggil Woobin yang duduk disebelah supir
“nee.. Eunso-ssi?”
“kau bisa menolongku?”
“eehhmm? Katakan saja”
“bisakah kau merahasiakan pertemuaku tadi dengan Donghae oppa dari Kyuhyun oppa?” tanya Eunso ragu-ragu.
Woobin diam sejenak. Ini permintaan sulit, kesetiaanya ada pada Kyuhyun bukan istri Kyuhyun. “aku tidak akan mengatakanya jika Kyuhyun tidak bertanya”
“aku tidak ingin Kyuhyun melakukan hal yang keji dengan membunuh Donghae oppa”
“dia tidak akan melakukan hal itu” jawab Woobin
“nee..? bagaimana kau bisa yakin?”
“karena kyuhyun bukanlah orang yang sembarangan membunuh orang. Kau tenang saja”
“tapi kau akan menceritakanya jika Kyuhyun oppa bertanya kan?” Eunso terlihat benar-benar khawatir
“jika Kyuhyun bertanya apakah kau bertemu dengan Donghae hari ini? aku akan menjawab dengan jujur”
Eunso menghembuskan nafasnya, sedikit lega mendengar pernyataan itu. Kyuhyun tidak mungkin bertanya seperti itu bukan?
.
Kyuhyun sedang menandatangani beberapa dokumen kontrak kerja jual beli barang-barang antik diruang tamu, ketika Eunso masuk bersamaan dengan Woobin. Kyuhyun menoleh kearah Eunso lalu tersenyum. Eunso mendekati Kyuhyun dengan ekspresi yang sedikit aneh.
“waeyo..?” tanya Kyuhyun
“aa.. anniya..” Eunso menggelengkan kepalanya
“wajahmu terlihat aneh. waeyo?, Ada yang mengganggumu?” Kyuhyun menoleh kearah Woobin. “ada yang mengganggunya?” tanyanya pada Woobin.
Eunso menoleh kearah Woobin, takut-takut mendengar jawaban Woobin, “tidak ada” jawab namja itu. memang benar, hari ini tidak ada yang mengganggu Eunso sama sekali.
“lalu kenapa wajahmu seperti itu manis?” Kyuhyun mengusap pipi Eunso dengan punggung jari telunjuknya.
“hari ini aku mendengar banyak gosip tidak bagus tentang kita” jawab Eunso akhirnya. Eunso memang benar, gosip-gosip yang dibicarakan oleh Hyemi tadi benar-benar mengganggunya.
“gosip seperti apa?” Kyuhyun mengulurkan tanganya diseputar pinggang Eunso dan menarik Eunso kedalam pelukanya. Melihat keintiman itu para bawahan termasuk Woobin mengundurkan diri dari ruangan itu
“mereka menyebar berita bahwa kau membunuhku setelah memperkosaku, lalu menculikku untuk dijual lalu menjadi budak sex.. aaah.., gosip menyebalkan” Eunso mengerutkan alisnya kesal, marah karena ia tidak suka mendengar berita yang menjelek-jelekan Kyuhyun.
“well, beritanya memang benar” Kyuhyun tersenyum geli
“apanya yang benar?” Eunso memicingkan matanya menatap Kyuhyun
“aku memang memperkosamu, lalu menculikmu dan mengurungmu dirumah ini, menjadikan istrimu itu sama saja dengan menjualmu dalam pernikahan, aku membunuhmu dengan semua kegiatan bercinta kita dan itu artinya kau memang budak sex ku”
“oppa..!!” tegur Eunso marah
“wae..?” Kyuhyun masih memasang senyum geli
“itu semua tidak benar, diawal kau memang memperkosaku tapi setelahnya..” Eunso berhenti
“setelahnya?” desak Kyuhyun
Eunso menggelengkan kepalanya “kita menikah, itu janji suci bukan seperti perjanjian jual beli barang. dan aku tidak mati karena semua sentuhanmu aku masih bisa bertahan. Aku juga bukan budak sex mu… jangan sebut itu sex, itu lebih dari sekedar sex.. kita bercinta”
Kyuhyun mengeratkan pelukanya karena tiba-tiba ia menjadi sangat-sangat tertarik dengan pembicaraan ini “memang apa bedanya Eunso-ya?”
Eunso mengalungkan kedua lenganya dileher kyuhyun.“itu bukan sex jika kita melakukanya karena sama-sama menginginkanya bukan?”
“nee.. kau benar” Kyuhyun menunduk diatas bibis merah Eunso “aku menginginkanmu” kyuhyun mencium bibir Eunso lembut “sekarang”
“euhm..” Eunso pun membuka mulutnyaa ketika lidah kyuhyun mendesak masuk meminta lebih dari sekedar ciuman.
.
.
.
“Kyu-aa.. sudah seminggu aku tidak melihat ayahmu. Dimana dia?”.
Suara Seungmi menginterupsi kegiatan kyuhyun yang sedang duduk dibalik meja kerja ayahnya. Kyuhyun melirik kearah Seungmi lalu berdiri dari kursinya, ia berjalan memutar menghampiri Seungmi yang berdiri didepan pintu. Imonya tidak pernah berani masuk lebih dalam kedalam ruang kerja itu.
“appa sedang dalam perjalanan bisnis” jawab Kyuhyun begitu tiba didepan Seungmi.
“aaa..” Seungmi menganggukkan kepalanya. “tidak biasanya dia pergi tanpa berpamitan” Seungmi sedikit memberengutkan wajahnya tidak suka.
Tersenyum Kyuhyun pun menarik tangan Seungmi dan membawanya masuk kedalam ruang kerja itu. “imo, ada yang ingin aku katakan padamu”.
“mouya?”. Seungmi duduk disofa hitam dan duduk bersebelahan dnegan kyuhyun yang masih menggenggam tangannya.
“appa.. sedang sakit”
Seungmi melebarkan matanya terkejut. “sakit?, wooah.. appamu tidak pernah sakit sebelumnya”
“yaa.. appa memang tidak pernah sakit, dan sekalinya sakit bukan sakit biasa”
“apa maksudmu?” Seungmi meremas jemari Kyuhyun tegang
“sebenarnya appa sekarang berada di Jerman untuk mengobati penyakit jantungnya”
“nee..?”
Kyuhyun menarik nafas panjang sebelum melanjutkan. “Appa sudah mengidap penyakit ini selama 3 tahun, tapi baru kali ini ia bersedia melakukan pengobatan ke Jerman”
“tapi.., tidak mungkin. Dia.. namja yang angkuh, sombong, pemarah dan egois, tidak mungkin dia bisa terserang penyakit jantung” Seungmi menggeleng-gelengkan kepalanya tidak percaya. “kau pasti bercanda”.
“imo..” panggil Kyuhyun. “meskipun begitu appa tetaplah manusia”
Seungmi melepaskan tanganya dari genggaman Kyuhyun dan meremas tanganya sendiri. Perasaannya bercampur aduk saat ini. Ia tidak bisa percaya namja sekuat Hyunjin bisa sakit, tapi Kyuhyun benar Hyunjin tetaplah manusia. Pikirannya bercampur aduk saat ini. Apa Hyunjin baik-baik saja sekarang?, Apa pengobatanya berjalan lancar?, Apa ada yang menjaganya disana?.
Kyuhyun bisa melihat kegelisahaan dan kecemasan dimata Seungmi, tersenyum Kyuhyunpun berdeham lembut. “imo.. appa disana sedirian, tadinya aku tidak ingin mengatakanya padamu karena appa memintaku berjanji untuk tidak memberitahukan hal ini padamu. Tapi, aku tidak bisa tidak peduli mengetahui appa disana sendirian”
Seungmi menoleh kearah Kyuhyun dengan mata yang basah. “apa yang ingin kau katakan?”.
“jika imo bersedia, maukah kau menjaga appa?”.
Seungmi menggigit bibir bawahnya menahan airmata yang memaksa untuk keluar. “Kyu-aa.. aku tidak berhak untuk melakukan itu, baginya aku hanyalah adik ipar yang menyebalkan, cerewet, mengganggu dan tidak bisa diusir dari rumah ini”. Airmata berhasil jatuh dari pipi yeoja yang menurut Kyuhyun masih terlihat cantik itu. Meskipun Kyuhyun tidak pernah memiliki memori akan wajah ibunya tapi berkat Seungmi ia bisa melihat seperti apa wajah ibunya jika ibunya masih hidup.
“imo.. setelah selama ini aku yakin appa menganggapmu lebih dari itu” Kyuhyun masih berusaha membujuk Seungmi.
“tapi..”
“appa membutuhkanmu”
“tidak.. dia pasti mengusirku langsung begitu melihatku”
“appa tidak akan tega”
“dia selalu tega padaku”
Kyuhyun diam sejenak. Kenapa sepertinya ia pernah mengalami hal seperti ini?, begitu sulit membujuk wanita. Eunso juga begitu sulit untuk dibujuk, apa semua wanita memang seperti ini?, pikirnya. “selama ini, imo selalu dibentak, diusir dan dimaki tapi kau tetap bertahan dirumah ini. aku yakin kau pasti kebal dengan semua kata-kata kasaranya nanti”.
“Kyuu-aa..”.
“imo.. tolonglah aku. Jaga appa untukku”.
Seungmi menghapus jejak airmata dipipinya kemudian menunduk, berfikir sejenak. Haruskah ia mengambil langkah ini?, ia memang mencintai Hyunjin tapi sama seperti biasanya ia tidak cukup berani untuk menyatakan perasaanya ataupun mendekati Hyunjin. “baiklah” bisik Seungmi. Apapun yang terjadi, Seungmi memutuskan akan memberikan semua perhatian untuk Hyunjin disisa hidupnya ini.
.
.
TBC…
Next.. apa yang terjadi sama Eunso pas Kyuhyun tahu kalo Eunso ketemu sama Donghae? Wait ya.. sabar menunggu.. yang sabar disayang author.., #plaaak

Fc Populer:

%d blogger menyukai ini: