Be With You Part 4

0
Be With You Part 4 ff yadong kyuhyun
Tittle: Be With You (Part 4)
Cast:
Cho Kyuhyun
Song Eunso (OC)
Cho Hyunjin (ayah Kyuhyun)
Kim Seungmi (imo Kyuhyun)
Song Jieun (ibu Eunso) knp marganya sama, karena kn Eunso ga punya ayah pas lahir
Category: NC-21, Romance, Chapter
Author: Mylittlechick
“Sunbae.. kau memanggilku?”
Eunso sedang berdiri dengan ragu dipintu yang terbuka itu, tadinya ia sedang mengulang materi kuliahnya dikamar ketika seorang pelayan mengatakan padanya bahwa Kyuhyun mencarinya.  Kyuhyun sedang duduk di sofa besar berwarna putih. Ia menoleh kearah pintu kemudian tersenyum melihat istrinya sudah tiba.

“oo.. kemarilah” panggil Kyuhyun
Ragu-ragu Eunso masuk kedalam ruangan yang dipenuhi oleh lemari-lemari tinggi berisikan buku-buku yang berjejer rapi. Ini seperti perpustakaan yang pernah dikunjunginya di kampus, hanya bedanya perpustakaan ini lebih kecil dari perpustakaan umum.
“duduk disini” Kyuhyun menepuk bagian kosong disebelahnya
“Sunbae mau apa?” Eunso ragu untuk duduk bersebelahan dengan Kyuhyun. Sejak kali terakhir mereka melakukanya dihari pertama Eunso tinggal dirumah itu Kyuhyun tidak pernah menyentuhnya lagi. Eunso bisa melihat kesibukan Kyuhyun sejak ia pulang dari pertemuan yang Eunso tahu pertemuan dengan keluarga Shin. Eunso sudah sangat penasaran dengan hasil pertemuan itu, tapi waktunya untuk bertemu dengan Kyuhyun sejak hari itu sangat minim. Kyuhyun pulang larut malam, dan bangun pagi-pagi sekali. Entah apa yang membuat namja itu sibuk. Terhitung sudah hampir seminggu Eunso tidak bertemu dengan Kyuhyun berdua saja seperti ini.
“aku bilang duduk.. duduklah”
Mengikuti perintah itu Eunso-pun duduk disebalah Kyuhyun.
“kau bawa bukumu?” tanya Kyuhyun.
“oo.. pelayan Kang bilang aku harus membawa serta buku-bukuku” Eunso meletakkan tumbukan bukunya diatas pangkuannya, menatap Kyuhyun bingung.
“geure.. sekarang kau mau belajar materi yang mana dulu?” Kyuhyun mengambil satu buku diatas pangkuan Eunso dan membukanya.
“oo? Sunbae benar-benar akan membantuku belajar? Kau tidak berbohong akan hal ini?” seru Eunso terkejut. ia tidak mengira Kyuhyun akan benar-benar mengajarinya.
“aku sudah janji kan?”
Eunso masih terkejut tetapi tanganya mencari-cari sebuah buku dan menariknya keluar, “aku lemah pelajaran ini” ujarnya.
Kyuhyun mengambil buku itu dan membaca judulnya “Ekonomi Teknik?” lalu ia membuka buku itu “bagian mana yang kau tidak mengerti?”
Eunso menyebutkan halaman yang tidak ia mengerti. Ia sudah pasrah ketika Kyuhyun memaksanya untuk tidak masuk kuliah hari itu. Selain ia memang kurang begitu mengerti dosen yang mengajar juga tidak mudah dipahami. Ia harus membolak-balik bukunya agar bisa mengerti, tapi tetap saja. Ia membenci pelajaran ini.
Satu jam berlalu, Eunso sedang duduk dibawah dan serius mengerjakan contoh soal yang diberikan oleh Kyuhyun padanya tadi. Ia menggunakan rumus yang diberikan oleh Kyuhyun serta teknik-teknik agar ia bisa mengerti apa yang dimaksud didalam soal dengan mudah. Eunso melirik sedikit kearah Kyuhyun yang saat ini sedang berbaring disofa panjang, kepalanya bersandar di tangan sofa sambil membaca serius sebuah buku.
Kyuhyun tidak main-main dengan apa yang dikatakannya, dia memang sangat mampu untuk mengajari Eunso. Kyuhyun bahkan bisa menjadi seorang dosen karena apa yang diarahkannya tadi sangat mudah Eunso pahami, dan dengan cepat Eunso bisa menjadi ahli dalam pelajaran ini.
“aku sudah selesai”
Kyuhyun menurunkan buku yang dibacanya lalu menoleh kearah Eunso, ia mengulurkan tanganya meminta buku coretan Eunso untuk menjawab soal darinya. Eunso menyerahkan buku itu dan menanti dalam diam Kyuhyun memeriksa jawabanya.
“bagus.. kau memang pintar” Kyuhyun mengusap kepala Eunso, penghargaan untuk Eunso yang bisa menjawab soal yang ia berikan “sekarang, coba yang ini” Kyuhyun mengambil pensil yang tadi dipakai Eunso lalu membuat soal baru diatas kertas itu.
Eunso menerima uluran buku itu dan mulai mengerjakan soal yang diberikan oleh Kyuhyun. setelah 5 menit, ia berhasil menjawabnya.”sudah”
“berapa?” tanya Kyuhyun tidak menurunkan bukunya seperti tadi
“bunganya naik setiap dua minggu” jawab Eunso
“geure.. kau sudah memahaminya dengan mudah sekarang”
“Sunbae tidak akan memeriksanya? barangkali aku salah”
“tidak, jawabanya sama seperti yang aku inginkan”
Eunso terdiam, namja ini memang luar biasa pintar. “ternyata kau tidak membual tentang kau bisa mengajariku pelajaran-pelajaran ini ya?”
“aku tidak pernah membual Eunso-ya..” jawab Kyuhyun dari balik bukunya. Namja itu masih serius membaca buku itu.
“Sunbae..?” panggil Eunso
“heeumm..?”
“apa yang terjadi setelah pertemuan hari itu?” tanya Eunso hati-hati
“pertemuan?” Kyuhyun membeo
“dengan keluarga Shin” Eunso mengingatkan
Kyuhyun meletakkan bukunya diatas meja lalu menoleh kearah Eunso “kau penasaran?” senyum mengembang diwajahnya.
Melihat senyum itu membuat jantung Eunso berdetak lebih cepat “te..tentu saja, jika mereka marah dan berusaha membunuhmu dan kau mati, aku akan  menjadi janda” jawabnya, dengan mata menunduk kebawah. Tidak berani menatap mata Kyuhyun.
Kyuhyun tersenyum sinis “jangan khawatir. Aku tidak akan mati dengan mudah. dulu aku pernah hampir mati”
“oo jinja?” Eunso membelalakkan matanya terkejut
“oo.. tapi untunglah seseorang menolongku saat itu”
“siapa?” tanya Eunso penasaran
“seorang bidadari” Kyuhyun tersenyum
“ooh..” Eunso terdiam. Ia ingin sekali mengatakan sesuatu yang sinis untuk menanggapi Kyuhyun, tapi mengurunkan niatnya. Entah kenapa rasa tidak suka masuk kedadanya begitu melihat Kyuhyun tersenyum menyebutkan perihal bidadari itu.
Melihat cibiran dibibir merah Eunso Kyuhyun tersenyum “kemarilah” Kyuhyun meraih tangan Eunso dan menariknya mendekat. Eunso yang ditarik secara tiba-tiba itu hanya bisa bangun dari duduknya dan menyeret lututnya mendekati Kyuhyun.
Masih berbaring disofa panjang itu Kyuhyun melingkarkan tanganya dipinggang Eunso membuat gadis itu harus menempel didadanya. Eunso menempelkan tanganya didada namja itu, kakinya masih berlutut dilantai tapi sepertinya akan goyah jika terus menempel seperti ini.
“Sunbae..?” Eunso melebarkan matanya terkejut karena kontak fisik yang mendadak itu, wajahnya berada tidak jauh dari wajah Kyuhyun. sudah lama ia tidak sedekat ini dengan Kyuhyun. rasanya begitu canggung dan mendebarkan.
“mana ucapan terima kasihmu karena aku sudah mengajarimu tadi?”
“ooh.., itu.. gomawo..” Eunso mengucapkan rasa terima kasihnya dengan sungguh-sungguh.
“ucapkan dengan cara lain” Kyuhyun mengusap pipi Eunso dengan jari telunjuknya.
“euhmm.. xiexie? Thank you..” Eunso mencoba mengucapkan kata terima kasih dnegan bahasa lain
Kyuhyun menurunkan jarinya kebibir Eunso, dan mengusap lembut permukaan bibir itu. Eunso memejamkan matanya, menermia sentuhan itu. jantungnya berdebar lebih cepat dari yang tadi. “bibir ini bisa melakukan yang lebih baik dari ucapan terima kasih” bisik Kyuhyun “kisseu..”
Eunso membuka matanya terkejut, mereka bertatapan dalam diam cukup lama. Eunso harus menelan salivanya pelan karena tatapan Kyuhyun menguncinya. Darah berdesir ditubuhnya hanya mendengar kata cium itu. entah apa yang dipikirkan olehnya, Eunso menundukkan kepalanya diatas Kyuhyun. Senyum tersungging diwajah Kyuhyun sedetik sebelum bibir Eunso menyentuh bibirnya.
CUP… Eunso memberikanya sebuah kecupan. Ia menaikkan lagi kepalanya tapi tertahan oleh tangan Kyuhyun yang dengan cepat langsung memegang tengkuknya.
“cium aku lebih dalam, manis..”
Eunso terkejut dengan panggilan “manis” itu. ia menelan salivanya lalu menunduk lagi, kali ini ia tidak hanya menempelkan bibirnya, ia mencium bibir itu seperti cara Kyuhyun menciumnya. Kyuhyun mengambil alih kecanggungan Eunso, ia mulai mengeluarkan lidahnya dan menyentuh bibir bawah Eunso dan menjilatinya. Dengan mudah ia menelusup masuk kedalam rongga mulut Eunso dan mulai penjelajahanya disana.
“heeeemmmpptt…” Eunso  mendesah merasakan manisnya lidah Kyuhyun. seperti rasa anggur. Apa Kyuhyun baru saja meminum wine?
Kyuhyun melepaskan ciumannya lalu beralih pada leher jenjang Eunso. Eunso menengadahkan kepalanya menerima ciuman itu ia harus berpegangan kuat pada dada Kyuhyun agar tidak terjatuh. Namun kegiatan itu berubah menjadi lebih intim ketika Kyuhyun menemukan celah diantara dada mereka dan meremas payudara Eunso
“Sunbae.. aku.. rasa.. aku..” Eunso berpegangan kuat pada dada Kyuhyn, merasakan getaran hebat dikakinya.
“Eunso.. kenapa kau selalu banyak bicara disaat seperti ini?” Kyuhyun menempelkan bibirnya ditelinga Eunso. Membuat gadis itu semakin tidak bisa menahan dirinya lagi
“tapi..”
“diamlah.. ooh..”
BRUUKK..
Tubuh Eunso merosot kebawah membuat Kyuhyun tersentak kaget karena Eunso jatuh terduduk. “kakiku lemas” ujar Eunso dengan wajah memerah malu.
Kyuhyun tertawa, lalu duduk menarik pinggang Eunso lagi kemudian mendudukkan Eunso dipangkuannya. “aku sudah mau bilang tadi” Eunso masih mengoceh karena malu “kau saja yang tidak mau mendengarkan aku”
Kyuhyun membaringkan Eunso ditempatnya berbaring tadi “kalau begitu kau berbaring saja”
.
.
.
“Sunbae, kita mau kemana..?”
“membeli baju untukmu” hari ini Kyuhyun mengajak Eunso untuk memilih baju pesta untuk sebuah acara pesta ulang tahun pemilik salah satu perusahaan besar di korea. Kyuhyun bermaksud untuk mengenalkan Eunso kedunia. Meskipun ada resiko keluarga Shin akan marah besar, Kyuhyun tetap berkeinginan memberitahu pada seluruh dunia bahwa Eunso adalah istrinya.
Kyuhyun membawa Eunso kebeberapa butik mewah, seperti yang dibayangkan olehnya semua baju yang dicoba oleh Eunso sangat pas dan membuat gadis itu semakin cantik dengan kemolekan tubuhnya. Hampir saja Kyuhyun membelikan semua baju yang ada disemua butik yang ia kunjungi jika Eunso tidak menahannya.
“kita sudah beli banyak tadi, bukankah aku seharusnya membeli baju pesta saja?” Eunso menggerutu, karena lelah seharian mencoba baju dan berjalan kesana kemari
“wae..? kau lelah?” Kyuhyun menghentikan langkahnya, menoleh kewajah Eunso yang memerah karena kepanasan dan peluh yang sudah hampir jatuh dikepalanya. Kyuhyun mengeluarkan sapu tanganya dan mengelap keringat dipelipis Eunso “kau lelah ya? mianhae..”
Eunso menatap wajah Kyuhyun dihadapanya, terkadang ia bisa merasakan kelembutan dari setiap sentuhan atau perhatian Kyuhyun. Sebelum ini yang Eunso tahu Kyuhyun adalah namja yang selalu egois dan arogan. Apa lagi kejadian diklinik kampus itu, membuat Eunso mengecap Kyuhyun sebagai namja yang kasar dan pemaksa. Namun, setiap hari berada dirumah yang sama, dipeluk, dicium dan dibelai dengan lembut, membuat Eunso menyadari bahwa Kyuhyun adalah namja yang penuh dengan kelembutan. Tapi, Eunso hanya melihat itu jika mereka sedang berdua. Bahkan ketika dihadapan imo-nya, Kyuhyun sering bersikap dingin dan suka memerintah seenaknya. Aneh memang, tapi itulah yang Eunso lihat.
“kajja, duduk disana” Kyuhyun menarik tangan Eunso menghampiri sebuah bangku yang terletak disebuah taman kecil disana. “kau mau jus jeruk atau apel?”
“nee.. eeuhmm apel”
“apeel.. tunggu disini nee?”
“oo..”
Setelah ditinggalkan oleh Kyuhyun Eunso mengipas-ngipas dirinya dengan tangan. Hari ini memang terasa lebih terik dari biasanya. Eunso menggulung rambutnya menjadi satu lalu mengikatnya membentuk ekor kuda. Eunso terlalu sibuk mendinginkan dirinya tanpa menyadari beberapa namja yang berjalan mendekatinya.
“hei Nona manis, apa yang kau lakukan disini sendirian?” Eunso menoleh kearah namja yang memanggilnya. Alisnya bertautan bingung melihat 3 namja berjalan mendekatinya. Namja yang memakai kaos hitam tersenyum menjijikkan padanya.
“aku sedang menunggu suamiku” jawab Eunso tegas, mengangkat dagunya tinggi memberikan kesan sinis kepada namja-namja itu
“suami? Kau sudah menikah? Diusia semuda ini?” tanya namja berjaket hitam
“kau bukanya sedang menunggu seorang pelanggan?” namja berbaju hijau ikut berbicara
“aku benar-benar sedang menunggu suamiku. Cho Kyuhyun” Eunso berdiri dari tempatnya duduk dan berjalan mundur, menghindari orang-orang itu
“bhwahahahaha.. kau bilang siap? Cho Kyohyun?” ketiga namja itu tertawa bersama-sama
“jangan menggertak kami nona, Cho Kyuhyun adalah anak manja yang tidak bisa apa-apa” ujar namja yang berjaket hitam.
apa yang mereka katakan? Mereka pasti membicarakan Cho Kyuhyun yang berbeda.
“ayolah, sebelum pelangganmu datang, bermain-main dulu dengan kami”
“tinggalkan aku, aku benar-benar sedang menunggu suamiku”
“jangan mengatakan hal-hal bodoh, kami tahu dari tubuhmu yang molek itu kau pasti yeoja dari club malam kan?”
“mwo..? aku bukan wanita seperti itu” teriak Eunso, air mata menggenang dipelupuk matanya, baru kali ini ada namja yang jelas-jelas menghinanya dengan mengira dia adalah seorang pelacur.
“jangan mengelak, dasar wanita jalang, dari bentuk tubuhmu kami tahu, kau sudah sering mengalami mastrubasi”
Eunso menarik nafasnya tertahan. Namja-namja ini bukan saja menghinanya tapi dengan lancang mengatakan hal-hal kotor kepadanya. Eunso memutar tubuhnya hendak berlari menjauhi namja-namja itu, tapi tanganya ditahan oleh salah satu dari mereka “lepaskan aku” Eunso menggeliatkan tanganya, meronta minta dilepaskan, namun kekuatan namja tetaplah lebih besar dari kekuatanya.
Sebuah tangan yang lebih kuat mencengkeram tangan namja yang menarik tangan Eunso. Namja itu merintih sakit, karena cengkraman tangan Kyuhyun yang tiba-tiba sudah berada diantara mereka, sangat kuat “jangan sentuh istriku” desis Kyuhyun marah. Eunso bisa melihat kerasnya ekspresi Kyuhyun. Eunso pernah melihat Kyuhyun marah sebelum ini, dan Eunso harus kehilangan keperawananya karena kemarahan itu. tapi kemarahan yang saat ini dilhatnya berbeda, begitu menakutkan dan kejam.
BUK.. dengan tangan kosong Kyuhyun meninjukan kepalan tanganya dirahang namja itu. namja berbaju hitam itu terjungkal kebelakang sambil merintih kesakitan, tanganya menutup hidungnya yang mengeluarkan darah.
“yaaakk.. berani-beraninya kau memukulnya? Kau tidak tahu siapa kami? Kami ketua genk disni”
“dan aku adalah Cho Kyuhyun” geram Kyuhyun.
Ketiga namja itu membelalakkan matanya, lalu menoleh kearah Eunso, menyadari bahwa Eunso tidak berbohong, mereka juga mengenal wajah Kyuhyun setelah berdiri begitu lama dihadapan mereka. Tidak percaya bahwa namja itu adalah Cho Kyuhyun yang lemah, mereka satu persatu mulai menerjang Kyuhyun. Kyuhyun bergerak lebih cepat dan lebih gesit dari mereka, bukanya memukul, mereka malah terjerembab lebih jauh ketanah karena pukulan-pukulan Kyuhyun.
Eunso menjerit tertahan melihat satu persatu dari mereka merintih kesakitan ditanah. Kyuhyun menghabisi mereka dengan mudah, dan tanpa berkeringat sedikitpun. Kyuhyun menginjakkan kakinya pada salah satu kepala dari mereka, dan menekan kakinya keras, membuat namja itu berteriak lebih sakit lagi “ini pelajaran karena kau berani melihat tubuh istriku, menghinanya dan berani berfikiran kotor tentangnya. Jika kau sayang nyawamu, Jangan pernah muncul dihadapanku lagi” Kyuhyun menarik kakinya lalu berbalik kearah Eunso.
“gwencana?” Kyuhyun menarik tangan Eunso kemudian mengusap pergelangan tangan Eunso yang memerah karena digenggam terlalu kencang tadi.
“gwencana” Eunso memandang wajah Kyuhyun yang sama sekali tidak berkeringat ataupun kelelahan. Sekarang ia sadar. Kyuhyun memang seorang mafia, kuat dan menakutkan tapi dibalik itu semua. Kyuhyun memiliki sisi lembutnya sendiri. “gomawo..” Eunso memeluk pinggang kyuhyun. menyembunyikan kepalanya didada namja itu. “oppa..” entah sejak kapan Eunso menyadarinya, ia selalu merasa nyaman berada dipelukan Kyuhyun.
Kyuhyun mengusap punggung Eunso, menenangkan. “kajja, kita pulang”
.
.
.
Tap..tap.. tap.. BRAKK..
“appa.. sudah kuputuskan, aku tidak ingin pernikahan ini batal. Aku menginginkan Cho Kyuhyun” Shin Jeyeon mengagetkan ayahnya yang sedang duduk dibalik meja kerjanya.
“apa maksudmu? Kau bilang kau tidak menyukainya? Kau juga setuju untuk tidak memperpanjang masalah ini” tanya Daewon bingung
“memang ketika dia namja yang lemah, aku melihatnya tadi, dia melumpuhkan tiga berandalan dengan mudah. Appa tahu, memukul serangga saja dulu dia tidak bisa. Sekarang dia berbeda, keren dan menggairahkan. Melihatnya memukul berandalan itu membuatku bergairah”
“Shin Jeyeon, jaga bicaramu”
“pokoknya, aku tetap menginginkan Cho Kyuhyun, bagaimanapun caranya.”
“tidak akan mudah” jawab Daewon cepat
“wae..?”
“ mereka tidak bisa dikalahkan dengan mudah, aku sudah mencobanya bertahun-tahun ini”
“jika appa tidak mau, aku akan melakukanya sendiri. membunuh istrinya sekalipun”
Daewon menatap putrinya sambil tersenyum. Semangatnya sama seperti dirinya dulu “terserah kau saja” jawabnya akhirnya.
“aku akan membutuhkan beberapa anak buahmu”  Jeyeon bergegas keluar ruangan dan menutup pintu ruang kerja ayahnya. Banyak rencana yang akan ia lakukan untuk menarik perhatian Kyuhyun dan menyingkirkan istrinya.
.
.
.
“Imo.. dimana Kyuhyun oppa?”
Sungmi sedang merapikan meja makan bersama dengan Jieun. Setelah hidup bersama dalam satu rumah membuat Seungmi dan Jieun menjadi lebih akrab. Mereka memasak bersama, berbelanja bersama bahkan bergosip bersama. Khas ibu-ibu.
“kau sudah memanggilnya oppa eoh?” tanya Seungmi tersenyum senang
“eeuuhh…” Eunso mengusap pipinya yang merona karena malu. Ia tidak ingat kapan tepatnya ia mulai terbiasa memanggil Kyuhyun oppa, Eunso hanya ingat ia mulai memanggil Kyuhyun oppa, ketika beberapa berandalan mengganggunya dan Kyuhyun menolongnya. Eunso tidak mengganti panggilan itu karena Kyuhyun pun tidak protes karena dipanggil oppa.
Seungmi tersenyum geli melihat ekspresi wajah Eunso “dia ada diruang latihan”
Eunso berjalan menuju ruang berlatih pedang dirumah itu. ia melewati lorong-lorong panjang yang temboknya dikelilingin beberapa foto. Selama hampir sebulan ia dirumah ini, baru kali ini Eunso berjalan melewati lorong-lorong itu. Eunso melihat satu persatu foto-foto itu. dari foto ayah Kyuhyun dan ibu Kyuhyun berdua, hingga foto masa-masa kecil Kyuhyun.
Eunso tersenyum kecil melihat foto-foto yang menurutnya lucu, Kyuhyun kecil sangat tampan, lucu dan menggemaskan. Eunso mengerutkan alisnya selagi mengamai foto ketika Kyuhyun berusia remaja, Kyuhyun terlihat sama persis seperti layaknya murid-murid yang rajin dan rapi. Tidak ada guratan kekejaman ataupun kebengisan diwaja mudanya. Eunso berhenti difoto terakhir, mengingat seragam yang dipakai oleh Kyuhyun difoto itu. itu seragam yang sama yang dipakai Donghae. Pikirnya, apa mereka berada disatu sekolah yang sama?
Eunso memperhatikan wajah Kyuhyun lebih seksama, ia sepertinya mengingat wajah ini. seandainya saja pelipisnya robek dan mengeluarkan darah pasti Kyuhyun akan terlihat seperti.,,, DEG.. Eunso tersentak atas pemikiranya sendiri. apa mungkin? Tapi..
Eunso membuka pintu ruang latihan itu perlahan dan berdiri diam, menyaksikan Kyuhyun sedang berlatih dengan mengayunkan beberapa kali pedang kayu ditangannya. Kyuhyun memakai kimono yang sering dipakai oleh orang-orang jepang. Dimata Eunso saat ini Kyuhyun terlihat sangat keren. Merasakan kehadiran seseorang, Kyuhyun pun menoleh kearah pintu.
Kyuhyun berdiri tegap, mengusap keringat dikepalanya dan tersenyum kepada Eunso “waeyo..? kenapa kesini?”
Eunso tersadar dari lamunanya, kenapa ia kesini? Eunso juga bingung. Tadinya ia hanya merasa kesepian dan bermaksud untuk untuk melihat Kyuhyun, hanya melihatnya. Karena seperti biasa. Kyuhyun sangat sibuk, mereka hanya bisa bertemu dimalam hari, dan Kyuhyun memanfaatkan waktu itu dengan mengajak Eunso bercinta. Tidak ada waktu banyak untuk mereka mengobrol. Hanya dihari-hari tertentu saja, jika Kyuhyun sedang libur. Eunso selalu menanti-nantikan hari libur itu. “tidak ada apa-apa, makanan sebentar lagi akan siap” jawab Eunso, memberikan alasanya yang memang ada
“aa.., kemarilah” panggil Kyuhyun
“wae..?” merasa senang karena dipanggil, dan itu artinya Eunso bisa berada lebih lama bersama. Iapun berjalan mengghampiri Kyuhyun
“belajar pedang bersamaku” Kyuhyun memberikan pedang kayunya kepada Eunso lalu berjalan memutari Eunso hingga ia berada dibelakang Eunso. Tanganya terulur kedepan membenarkan pegangan Eunso pada pedang itu. “ayunkan menyamping seperti ini” Kyuhyun menggerakkan tangan Eunso mengayun menyamping, “gunakan kekuatan otot tubuh jangan otot tangan arraso?”
Eunso menggelengkan kepalanya “aku tidak mengerti”
“gunakan otot tubuh dari sini” Kyuhyun menyentuhkan tanganya dibagian perut Eunso “lalu ayunkan seperti, joah.. ayunkan lagi berlainan arah. Joah..”
Eunso mulai tertarik dengan apa yang saat ini Kyuhyun ajarkan padanya. Kyuhyun tidak hanya mengajarinya cara mengayunkan pedang tetapi juga cara bertahan dengan tangan kosong, atau memukul dengan tangan kosong. Intinya gunakan otot dari tubuh, jangan menggunakan otot tangan. Dan Eunso merasa puas karena Kyuhyun memuji kecepatan Eunso mengerti setiap yang ia ajarkan.
“haah..hah.. aku lelah” Eunso membaringkan dirinya dilantai kayu itu dengan kedua tangan terentang keatas, nafasnya tersengal-sengal. Ini lebih menghabiskan tenaga dari pada bergulat dengan Kyuhyun dikamar.
“besok kita akan melakukan pemanasan dulu sebelum memulai latihan lagi” Kyuhyun mendudukkan dirinya disebelah Eunso, tanganya bersandar kebelakang dengan deru nafas yang sama.
“kita akan berlatih lagi besok?”
“tentu saja, wae..? shireo?”
“anniya..” Eunso duduk bersila, agar bisa melihat wajah Kyuhyun “aku hanya penasaran, kenapa oppa ingin aku berlatih bela diri?”
“aku ingin kau bisa melindungi dirimu jika aku tidak berada disampingmu. Eomma sering mengalami teror yang luar biasa membuatnya terguncang, ia diculik, disekap dan sempat hampir terbunuh ketika ia sedang hamil aku”Kyuhyun menoleh kearah Eunso “eomma memang wanita yang pemberani karena menikah dengan appa, tapi ia tetaplah seorang wanita yang lemah. Tidak bisa melindungi dirinya. Karena itu aku ingin istriku bisa melindungi dirinya, setidaknya itu membuatmu tidak terguncang seperti eomma”
“aku akan mengalami hal yang sama?” tanya Eunso, perasaan takut tiba-tiba menghampirinya.
“kemungkinan” jawab Kyuhyun. Eunso mengerutkan alisnya takut membayangkan hal-hal yang dialami oleh ibu Kyuhyun.
“dan oppa tidak akan berada disampingku?”
“anni.. aku akan berusaha sebisa mungkin menjagamu disisiku. Aku hanya berandai, jika suatu kondisi yang mengharuskan kita terpisah, dan kau jauh dariku” Kyuhyun melihat kerutan rasa takut diwajah Eunso “tentu saja aku akan sekuat mungkin membuat kau tidak berada jauh dari sisiku” Kyuhyun mengusap pipi Eunso
“kau janji tidak akan jauh-jauh dariku?” Eunso mengulurkan tanganya kebaju Kyuhyun, dan menggenggam baju itu kuat.
“aku janji” Kyuhyun memegang tengkuk Eunso lalu memijat pelan saraf-safar Eunso yang menegang “aku tahu kau gadis yang kuat Eunso-ya, sejak pertama kita bertemu aku sudah tahu kau gadis pemberani juga kuat. Karena itu aku yakin kau bisa mengatasi ini lebih baik dari eomma”
Mendengar hal itu Eunso merasa percaya diri, dipercaya seperti ini adalah hal pertama yang dihadapinya. Eunso sangat tahu ia mampu menghadapi hal ini. selama ini, Eunso selalu dibayang-bayangi oleh dosa ibunya, menanggung nama anak haram dan menanggung malu karena pekerjaan ibunya, bukanya ia malu kepada ibunya tapi teman-temannya banyak yang mencomooh ibunya, karena itu Eunso tidak pernah menyukai pekerjaan ibunya. Dan sejauh ini Eunso bisa menghadapinya. Mungkin, jika ia gadis yang lemah, Eunso akan melakukan hal yang biasa dilakukan oleh orang-orang, bunuh diri karena beratnya beban hidup.
Bahkan ketika Kyuhyun memperkosanya, Eunso masih bertahan dan berfikir waras, dengan tidak menyerah pada hidupnya. Dan ia beruntung saat ini ia masih bernafas. Eunso memandang Kyuhyun dengan pandangan yang berubah, saat ini, dihadapanya Ada seorang namja yang jauh lebih mengenalnya dari dirinya sendiri.
“tentang pertemuan pertama itu” ujar Eunso, mengingat apa yang Kyuhyun ucapkan tiap katanya “apa 10 tahun yang lalu oppa pernah terluka disebuah gudang yang sudah lama tidak terpakai?”
Kyuhyun tersenyum penuh arti “pernah”
Eunso menahan nafasnya tertahan, jadi benar. Namja yang sempat ia rawat dulu adalah Kyuhyun? jadi bukan Donghae? Saat itu Eunso tidak mengingat dengan jelas wajah pemuda yang dirawatnya itu, karena wajahnya terluka dan memar dimana-mana, Eunso hanya mengingat seragam yang dipakai pemuda itu. dengan giat ia mencari pemuda itu. dan berhasil menemukanya atau menyimpulkan bahwa pemuda itu adalah Donghae. Jadi ini alasanya kenapa Donghae tidak pernah ingat kejadian itu jika ia bertanya?
Eunso mengulurkan kedua tanganya kewajah Kyuhyun dan mengusap kedua pipi Kyuhyun. Eunso meneliti pelipis Kyuhyun lebih seksama, memang ada bekas yang mencoklat didekat pelipisnya, Eunso tidak menyadarinya selama ini, tapi jelas bekas luka itu berada ditempat yang sama diwajah pemuda yang ditolongnya dulu. jadi cinta pertamanya adalah Kyuhyun? bukan Donghae? Ia mencintai namja yang salah selama ini?.
“kau sudah sembuh” bisik Eunso
Kyuhyun tertawa pelan “tentu saja manisku, itu sudah 10 tahun yang lalu”
“kenapa oppa tidak bilang itu adalah kau?”
“aku sudah pernah bilang kan, kau harus mengingatnya sendiri”
Eunso mengerutkan alisnya kesal “kau memang menyebalkan”
“tapi kau mengingatnya kan?”
“yaa.. tapi..,”
“tapi apa?” Kyuhyun menunduk dan menyurukkan hidungnya dileher Eunso
‘aku jadi berfikir bahwa aku mencintai Donghae selama ini’ bisiknya dalam hati
“tapi apa Eunso?” Kyuhyun mengecup pundak Eunso, lalu naik kelehernya dan berpindah ke pundak yang lain.
“tapi.. aku berkeringat. Oppa, berhenti menciumku” Eunso mendorong Kyuhyun menjauh, membuat namja itu tertawa lagi
“kau benar, kau terasa asin. Kajja, mandi lalu kita makan malam. Imo pasti mengomeli kita lagi karena terlambat makan lagi”
.
.
.
Kyuhyun menahan kemarahanya sendiri ketika menerima surat dari keluarga Shin yang menjelaskan bahwa pernikahan itu tidak akan pernah batal, dan Kyuhyun diharuskan untuk menikahi Jeyeon secepatnya. Didalam surat itupun tertulis jelas bahwa Jeyeon akan menerima Eunso sebagai wanita simpanan Kyuhyun.
Kyuhyun melempar surat itu kesembarang tempat. Bukan kekeras kepalaan keluarga Shin yang membuatnya marah, tapi cara Jeyeong yang menghina Eunsolah yang membuat Kyuhyun naik darah. Setelah kejadian siang itu dimana Eunso dihina oleh tiga berandalan Kyuhyun memutuskan untuk menunda pengumuman pernikahan mereka, karena ia sangat yakin banyak namja yang akan melirik istrinya yang cantik. Tapi setelah menerima surat ini mau tida mau Kyuhyun harus mengumumkan segera bahwa ia sudah menikah dengan Eunso. Apapun resikonya.
.
.
.
BRAAAKKK.. Jeyeon memukul meja dengan kasar. Amplop yang berisikanundangan pesta dirumah keluarga Cho membuatnya marah. Cho Kyuhyun mengabaikan suratnya dan sekarang malah akan mengadakan pesta pengumuman bahwa ia sudah menikah?
“Cho Kyuhyun. kau memang sudah banyak berubah” bukanya kesal Jeyeon malah tersenyum “kita lihat saja, apa yang bisa kulakukan dipestamu malam ini”
.
.
.
Eunso menjulurkan kepalanya lebih maju agar bisa melihat para tamu yang datang, ia sudah didandani dan memakai gaun berwarna hijau toska, gaun ini sebatas lutut dan mengembang dibagian roknya, potongan lehernya juga tidak terlalu terbuka, Eunso merasa nyaman dengan pilihan gaun Kyuhyun. karena tidak terlalu mengekspos bagian tubuhnya yang lain.
“aahh.. aku gugup sekali” Eunso mendesahkan nafasnya melihat beberapa namja ditemani oleh pasangan wanitanya. Mereka terlihat elegan dan mempesona dengan cara mereka masing-masing. Semuanya terlihat kaya tapi ada juga beberapa orang yang terlihat menyeramkan.
“apa mereka semua adalah mafia?” desah Eunso lagi “aaahh.., aku takut” Eunso memutar tubuhnya dan berjalan cepat dengan hellsnya. Ia harus segera menemui Kyuhyun yang sekarang entah berada dimana. Pesta ini dibuat secara mendadak. Ia pun terkejut karena tiba-tiba Kyuhyun memberitahukan seisi rumah bahwa akan ada pesta dirumah ini. pesta pengumuman kepada semua orang bahwa ia adalah istri dari seorang Cho Kyuhyun.
“aahh.. molaa” Eunso menggelengkan kepalanya pelan-elan karena tidak ingin mengacaukan tatanan rambutnya yang sudah susah payah digelung dan dihias oleh seorang perias yang sengaja dipanggil oleh Seungmi tadi.
Eunso berhenti didepan pintu kerja, mungkin Kyuhyun berada disana. Ia mengetuk pelan pintu itu. tidak ada jawaban. Eunso memutar kenop pintu lalu membuka pintu itu perlahan matanya terbelalak kaget melihat sosok ayah mertuanya sedang meringkuk dilantai
“abonim..?” Eunso berlari menghampiri Hyunjin. “abonim? Gwencanayo?  imo..”
“andwe.. Eunso-ya” Hyunjin mencengkeram lengan Eunso menyuruh gadis itu untuk berhenti memanggil orang “aku hanya butuh meminum obatku”
“obat..? obat apa? Dimana?” tanya Eunso panik, ia menoleh kekiri dan kanan.
Hyunjin mengeratkan pegangnya dilengan Eunso “bantu aku duduk disofa”.
Eunso membantu Hyunjin berdiri dan membawanya duduk disofa yang tidak jauh dari mereka
“ada obat dilaci meja ku” tunjuk Hyunjin. Eunso-pun bergegas kearah meja dan mencari apapun yang berbentuk obat. Eunso menemukan botol yang berisikan kapsul-kapsul obat, ia pun bergegas keatas meja yang lain menuangkan air putih kedalam gelas dan memberikanya kepada Hyunjin.
Hyunjin meminum obat itu dengan sekali teguk. Ia memejamkan matanya dan menarik nafas panjang, merasa sedikit lebih baik setelah meminum obat itu.
“abonim sakit apa?” tanya Eunso, memperhatikan peluh yang jatuh dipelipis Hyunjin
“kau berjanji tidak akan mengatakanya kepada Seungmi jika kuberitahu?” tanya Hyunjin
Eunso menganggukkan kepalanya
“penyakit ini sudah lama datang, tapi baru terasa lebih berat sekarang” Eunso menunggu dengan sabar ayah mertuanya bercerita “aku memiliki penyakit jantung”
“jantung? Abonim? Tapi anda terlihat sangat sehat dan kuat”
“semua yang terlihat sehat tetaplah tidak sekuat yang telihat Eunso-ya..”
“apa Kyuhyun oppa tahu?”
Hyunjin menganggukan kepalanya “Kyuhyun yang pertama kali tahu, karena itu ia yang mengatasi semua pekerjaanku sekarang”
Eunso mengerti, jadi ini alasan Kyuhyun tiba-tiba menjadi sangat sibuk. “abonim harus banyak beristirahat”
“dan membuat Seungmi curiga? Tidak”
“tapi.. imo juga pasti merasa khawatir jika abonim tidak mau beristirahat”
“karena itu jangan beritahu dia. Kau tahu sendiri kan dia begitu cerewet”
Eunso diam. ia tidak bisa mengatakan hal yang lain lagi, jika ini sudah menjadi keputusan ayah mertuanya maka Eunso hanya bisa menurutinya.
“kau pergilah, pestanya akan dimulai sebentar lagi”
“tapi abonim bagaimana?”
Hyunjin tersenyum mendengar nada khawatir disuara Eunso, inilah alasanya ia tidak mau memberitahukan perihal penyakitnya pada siapapun apa lagi Seungmi. Ia tidak ingin mendengar orang-orang menghawatirkannya “aku akan menyusul kalian nanti. Pergilah”
Eunso keluar dari ruang kerja itu dengan sedikit khawatir, apakah ayah mertuanya akan baik-baik saja?
“Eunso-ya.. akhirnya aku menemukanmu”
“oppa..” Kyuhyun datang dari arah kamar mereka, memeluk pinggang Eunso lalu mengecup dahi Eunso.
“kau cantik sekali” puji Kyuhyun
“jeongmal? Semua orang sering memujiku cantik” Eunso tersenyum mendengar pujian itu, memang semua orang sering memujinya cantik dan itu terdengar biasa saja. Tapi berbeda jika Kyuhyun yang mengatakannya.
“tapi hari ini terlihat lebih cantik dari biasanya” Kyuhyun menundukkan kepalanya namun dihentikan oleh Eunso “wae..?”
“andwe.. nanti lisptiknya rusak”
“eey.., kajja, kita selesaikan pesta ini dengan cepat”
.
Eunso berjalan disebelah Kyuhyun, dengan tanganya mengalung di lengan Kyuhyun. mereka menuruni tangga dalam diam, semua mata tertuju pada mereka. Eunso menarik nafas panjang menerima semua perhatian itu, semua orang berbisik-bisik melihat mereka berdua.
Kyuhyun berjalan dengan pandangan lurus kedepan, matanya menatap satu tamu yang sebenarnya tidak ia harapkan hadir disini. “Shin Jeyeon” desisnya.
Eunso menoleh kearah Kyuhyun mendengar desisan itu. ia mengenal nama itu sebagai nama tunangan Kyuhyun dulu. Apa gadis itu datang? Pikirnya. Ia ingin sekali bertanya kepada Kyuhyun tapi mereka sudah berada ditangga terbawah dan orang-orang mulai berdatangan. Kyuhyun memperkenalkan Eunso pada satu persatu tamu-tamu yang datang. Eunso harus memasang senyum yang sedikit canggung karena tatapan penuh tanda tanya dari orang-orang yang menyalaminya.
“hahaha.. aku mengerti kenapa kau membatalkan pernikahanmu dengan keluarga Shin, istrimu memang sangat cantik” ujar salah satu tamu ayng Kyuhyun perkenalkan pada Eunso yang Eunso sendiri pun tidak ingat namanya.
“terima kasih” jawab Kyuhyun sedikit dingin, namja itu memang memuji istrinya tapi Kyuhyun tidak suka melihat tatapn penuh minat namja itu kepada Eunso. Seharusnya ia memang tidak memperkenalkan Eunso pada dunia, semua mata laki-laki diruangna ini tidak bisa lepas memandang istrinya. Tapi pengumuman ini harus dilakukan, agar semua orang tahu ia sudah menikah dengan wanita pilihanya sendiri.
Kyuhyun memeluk pinggang Eunso sepanjang perkenalan itu. berbeda dengan Kyuhyun yang terlihat sedikit kesal Eunso malah terlihat lebih santai karena Kyuhyun terus berada disisinya. Semua tamu memandangnya dengan berbeda-beda, dan itu membuatnya sedikit salah tingkah, beruntung ia masih bisa mengatasinya karena Kyuhyun memeluknya erat.
“apa kau tidak akan memperkenalkanya padaku?” suara lembut seorang wanita menginterupsi. Eunso dan Kyuhyun bahkan semua mata menoleh pada wanita yang memakai gaun panjang hitam, dengan belahan panjang dikakinya hingga kepaha dan potongan dada yang rendah.  “memperkenalkan padaku, wanita yang akan menjadi simpananmu”
Eunso bisa mendengar geraman marah dari Kyuhyun. Wanita itu memiliki wajah yang cantik tapi Eunso bisa melihat kelicikan dari wajah wanita itu.
“pernikahan kita sudah batal Shin Jeyeon”
“tidak, sampai aku menyetujuinya. Aku akan berhasil membuatmu menikah denganku” wanita itu melirik Eunso dengan tatapan tidak suka “lalu menyingkirkan gundikmu ini”
Eunso mengerutkan alisnya. Gundik? Yang benar saja, kami menikah secara sah. Teriak Eunso dalam hatinya.
“aku tidak bisa dipaksa” geram Kyuhyun
“tapi kau bisa digoda” wanita itu berjalan mendekati Kyuhyun dan Eunso. Matanya menatap lekat Kyuhyun dengan senyum menggoda “dia mungkin memang cantik. Tapi aku ragu bisa memuaskanmu diatas ranjang. Dan Kyu-aa.. aku yakin aku bisa membuatmu puas” wanita itu semakin dekat dan mengulurkan tanganya kedepan hentak menyentuh dada bidang Kyuhyun. Namun sentuhan itu tertahan oleh tangan seseorang. Bukan tangan Kyuhyun melainkan tangan Eunso.
“jangan berani-berani menyentuh suamiku nona”
Jeyeon menoleh kearah Eunso terkejut “haa.. kau berani juga nona muda?”
“tentu saja, aku tidka suka melihat wanita lain dengan lancang menyentuh suamiku”
“aa jinjja..?” Jeyeon menoleh kearah Kyuhyun “aku rasa istrimu ini takut kau akan tergoda padaku”
“siapa bilang?” potong Eunso “dengan kau berdiri dihadapanya tanpa sehelai benangpun aku ragu Kyuhyun oppa akan tertarik”
Merasa terhina Jeyeon menyipitkan matanya menatap Eunso geram “kau ingin mengujinya?”
Eunso melebarkan matanya terkejut. mengujinya? Membiarkan Kyuhyun oppa melihat tubuh naked wanita ini? Eunso menelan salivanya pelan. TIDAK, teriaknya dalam hati.
“selama ini tidak ada yang tidak jatuh kedalam pesonaku nona manis” ujar Jeyeon lagi
Eunso menyipitkan matanya marah “apa kau menggoda namja-namja itu dengan pakaian seperti itu?” tunjuk Eunso pada baju Jeyeon
“mwo..?” Jeyeon berkerut bingung
“karena aku tidak perlu memakai baju seksi agar Kyuhyun oppa mau meniduriku. Bahkan aku sedang memakai kaos oblong lusuh dan celana jeans belel serta jas lab kotot ketika Kyuhyun oppa mengambil keperawananku” Eunso terdiam lalu menutup rapat mulutnya. Apa yang baru saja dia katakan? Kenapa dia mempermalukan dirinya sendiri didepan semua orang. Semua menatapnya dengan tatapan geli. ‘Ya Tuhan, aku membuat malu Kyuhyun oppa’ pikirnya.
“bwahahahaha” Eunso terkejut mendengar gelak tawa dari namja yang beridir dibelakangnya. Tawa menghibur Kyuhyun oppa. Kyuhyun memeluk Eunso erat, “bahkan dengan pakaian tebal sekalipun kau tetap menggairahkan” detik berikutnya Kyuhyun mencium Eunso dengan nafsu yang tidak ditutup-tutupi.
Melihat itu Jeyeon pun semakin meradang. Dia tidak hanya dipermalukan oleh hinaan Eunso sekarang dipermalukan dengan melihat ciuman menggebu-gebu dari kedua orang dihadapanya itu. tidak ingin berlama-lama lagi. Jeyeon pun memutuskan untuk meninggalkan pesta itu. sekarang. Tidak akan ada ampun lagi untuk wanita yang berani menghinanya. Jeyeon menajamkan matanya pada Eunso sebelum akhirnya memutar tubuhnya dan menjauh dari keramaian.
Nafas Eunso tersengal-sengal setelah Kyuhyun melepaskan ciumannya, semua mata sudah tidak lagi memandang mereka, terlalu malu untuk melihat adegan yang begitu intim itu. “oppa..”
“jinjja.. kau memang istri yang mengagumkan” bisik Kyuhyun. mencium telinga Eunso lalu turun mengecup pundaknya.
“oppa tidak marah?”
“kenapa aku harus marah?”
“aku mempermalukan dirimu”
“tidak manis, kau membuatku bangga. Membela suamimu dengan begitu semangat” Kyuhyun menaikkan kepalanya lalu tersenyum.
Eunso menghapus jejak lipstiknya yang menempel dibibir Kyuhyun “lihat, lipstikku belepotan” lalu menoleh kesekiling mereka “dan semua orang melihat kita”
“itu tadi tontonan yang menarik, kecuali adegan ciumannya” Eunso menoleh kebelakang punggung Kyuhyun lalu menunduk malu melihat ayah mertuanya.
“appa..”
“bagaimana mungkin wanita itu berani datang?” tanya Hyunjin
“aku tidak tahu, dan kenapa dia begitu ngotot ingin menikah denganku? Seingatku dia membenciku sama seperti aku membencinya”
“karena harga dirinya terlalu tinggi untuk dihina dengan pembatalan pernikahan ini” jawab Hyunjin
“tidak, dia tipe gadis yang tidak peduli dengan itu. baginya kesenangan adalah yang terpenting” Kyuhyun menyangkal jawaban ayahnya
“mungkin dia menyukaimu” jawab Eunso
“tidak, dia tidak suka namja lemah” Kyuhyun menggelengkan kepalanya
“kau tidak lemah, kau kuat”
“aku yang dulu adalah namja yang lemah manis, dan aku tidak melakukan apapun untuk mengubah tanggapan itu”
“kecuali dia melihatmu yang berubah”
Kyuhyun terdiam, Eunso benar, apa ada situasi yang membuat Jeyeon melihat Kyuhyun berubah? Tapi kapan?. Kyuhyun menggelengkan kepalanya. Itu tidak penting, yang penting sekarang adalah ia harus waspada dengan apapun yang sedang direncanakan oleh wanita itu. Eunso sudah menghinanya tadi Kyuhyun yakin Jeyeon akan membalas hinaan itu apda Eunso. Dan Kyuhyun harus memastikan sendiri, Jeyeon tidak akan menyentuh Eunso sedikit pun.
Kyuhyun melirik ayahnya yang terlihat sedikit pucat dan berkeringat, Banyak hal yang harus ia pikirkan, meyakinkan ayahnya untuk beristirahat dirumah peristirahatan, memastikan keluarga Shin tidak akan mengganggu bisnisnya, dan memastikan keselamatan Eunso. Tapi pertama-tama, ia harus kembali berbaus pada pesta yang ia buat malam ini.
.
.
.
.
TBC….

Fc Populer:

%d blogger menyukai ini: