Be With You Part 3

0
Be With You Part 3 ff nc super junior kyuhyun donghae yadong
Tittle: Be With You (Part 3)
Cast:
Cho Kyuhyun
Song Eunso (OC)
Cho Hyunjin (ayah Kyuhyun) 
Kim Seungmi (imo Kyuhyun)
Song Jieun (ibu Eunso) knp marganya sama, karena kn Eunso ga punya ayah pas lahir
Category: NC-21, Romance, Chapter
Author: Mylittlechick
Kyuhyun menghentikan mobilnya di pekarangan luas sebuah rumah. Sejak dari kejauhan Eunso bisa melihat besarnya rumah yang sedang dituju oleh Kyuhyun. Jantungnya berdetak cepat karena sebentar lagi akan menginjak rumah itu. Eunso melirik kyuhyun yang memasang ekspresi santai sambil mengambil sesuatu dari jok belakang. Kyuhyun mengangkat benda panjang dari sana, seperti sebuah tongkat, tidak. Meskipun Eunso belum pernah melihat benda itu sebelumnya ia tahu itu apa, ia sering melihat benda itu didalam film-film ninja.

“Samurai..? untuk apa kau memegang samurai?” tanya Eunso ngeri melihat benda itu.
“jaman sekarang orang-orang sudah memakai pistol sebagai senjata. Tapi aku dan appa masih sering menggunakan samurai untuk membela diri” jawab Kyuhyun, membuka pintunya dan melangkahkan kakinya keluar.
“lalu kenapa kau memegangnya sekarang?” pertanyaanya tidak didengar oleh Kyuhyun, karena namja itu sudah memutar langkahnya menuju pintu disebelah Eunso. Eunso masih terlalu kaget untuk mengunci pintunya karena ia tidak ingin turun.
“kajja turun”
“shireo” Eunso bersikeras duduk dijok mobil itu dengan memegang erat sabuk pengaman yang melintang didepan dadanya.
“eeeyy..” Kyuhyun menunduk dan memasukkan dirinya, membuka sabuk pengaman itu dan menyentakkan sabuk itu agar terlepas dari Eunso “jangan takut. Kajja” ditariknya pergelangan tangan Eunso dengan hati-hati sampai akhirnya gadis itu keluar dari mobil.
“sunbae, aku rasa.. ini semua salah” Eunso menarik-narik pergelangan tanganya dari cengkraman Kyuhyun. Namun ia tidak berhasil membuat jarak yang lebih jauh menuju rumah itu, hanya rasa sakit ditanganya.
Kyuhyun membawa Eunso masuk kedalam rumah mewah bergaya eropa itu, seperti tampak diluar, didalamnya pun sangatlah besar, lampu-lampu kristal menghias diatas, rumah itu diisi oleh perabotan yang mewah. Beberapa pelayan wanita muncul dari balik pintu. Ada beberapa namja juga yang berdiri didekat pintu. Eunso mengalihkan pandanganya kedepan kearah tangga besar yang melingkar dihadapanya. Kyuhyun membawanya menaiki tangga itu. ini seperti mimpi, sesaat Eunso merasa dirinya menjadi seorang Cinderella karena berada diistana yang sangat mewah.
“Kyu-aa.. kau pulang?” Eunso menoleh keatas susuran tangga, seorang wanita paruh baya sedang menatap Kyuhyun dengan alis berkerut “siapa gadis itu?”
“dimana appa?” tanya kyuhyun. Tidak menghiraukan pertanyaan wanita itu sama sekali
“di ruang kerjanya” jawab wanita itu “ada apa? Siapa gadis ini? dan kenapa kau membawa samuraimu?  Kyuu-aaa..?” Eunso hanya bisa menoleh kebelakang, kearah wanita yang tertinggal itu.
“bisakah kau menolongku?” pinta Eunso kepada wanita itu.
“ya Tuhan ada apa ini?” wanita itu berlari-lari kecil mengejar Kyuhyun dan Eunso. Eunso menoleh kedepan lagi kearah pintu yang sebentar lagi mereka capai. Kyuhyun berhenti didepan pintu itu dan mengetuknya beberapa kali.
“Sunbae, aku rasa aku belum siap bertemu dengan ayahmu”
Kyuhyun tidak mendengarkan Eunso. Setelah mendengar suara ayahnya yang mengizinkanya masuk Kyuhyun membuka pintu itu lebar. Melangkah masuk sambil menarik tangan Eunso.
“Tuhan.. selamatkanlah aku” Eunso berdoa dalam bisikannya selagi ia melangkah masuk dibelakang Kyuhyun. Mereka berhenti ditengah-tengah ruangan. Eunso bersembunyi dibelakang Kyuhyun tidak berani sama sekali untuk melihat mertuanya saat ini, ia menoleh kebelakang melihat wanita yang tadi, berdiri diambang pintu menatap dengan penuh minat.
“ oo Kyu..? ada apa?” Cho Hyunjin menatap putranya penasaran, ia melihat sekilas gadis yang bersembunyi dibelakang Kyuhyun. Serta tangan Kyuhyun yang memegang tangan gadis itu lalu tangan yang satunya lagi memegang samurai-nya
“aku punya kabar gembira untukmu appa” jawab Kyuhyun tegas.
“oo..? mouya?”
Eunso melongokkan kepalanya sedikit dibalik punggung Kyuhyun, bagaimanapun ia juga penasaran seperti apa wajah ayah mertuanya, namun kemudian menarik lagi kepalanya setelah melihat sekilas namja itu.
“aku sudah menikah tadi siang” eunso menelan salivanya takut-takut.
Cho Hyunjin melirik gadis yang berada dibelakang Kyuhyun sambil menghembuskan nafasnya “biar kutebak, kau menikah dengan gadis itu? apa dia yang bernama Song Eunso?”
Eunso tertegun, ayahnya Kyuhyun tau namanya? Kyuhyun menceritakan perihal dirinya pada ayahnya?
“nee..” jawab Kyuhyun tegas.
“Cho Kyuhyun. Kita baru saja membicarakan perihal ini kemarin bukan? Kau memberikanku jawaban bahwa kau mengerti akan situasimu”
“aku mengerti appa”
“lalu kenapa kau menikahi wanita selain tunanganmu?” desis ayahnya. Suara itu membuat Eunso harus memegang tengkuknya karena merinding.
“aku mengerti dan tahu aku memiliki tunangan, tapi bukan berarti aku mau menikahi wanita itu” Eunso kagum karena Kyuhyun menjawab dengan ketengan yang sangat luar biasa.
BRAAAAAKKK.. Eunso tersentak mendengar suara gebrakan meja itu. ia semakin meringsutkan dirinya dibelakang Kyuhyun takut. Berdoa didalam hati semoga ia bisa selamat keluar dari kandang mafia ini, ia ingin sekali menghindari pertengkaran ayah dan anak ini.
“Cho Kyuhyun. Kau tahu apa yang akan terjadi akibat perbuatanmu?”
“aku tahu”
“lalu kenapa kau melanggar janji yang sudah dibuat bertahun-tahun  yang lalu?”
“appa, masalahnya adalah, aku tidak ingin melanjutkan genjatan senjata kita bersama keluarga Shin. jika kita sudah bermusuhan sejak dulu. Kenapa tidak tetap menjalani peran sebagai musuh saja untuk selamanya?”
“lalu kau akan membuat kedua kubu berperang dingin kembali?”
“aku tidak takut appa. Tidak pernah takut”
Cho Hyunjin berusaha keras untuk tidak tersenyum. Putranya memang membanggakan. Tidak takut sama sekali untuk berperang. “ini permintaan terakhir ibumu nak. berdamai dengan keluarga Shin”
“anggap saja aku bukan anak yang berbakti” jawab Kyuhyun. Membela diri
Ayahnya menarik nafas panjang. Berdiri dari kursinya dan berjalan memutar lalu berhenti dihadapan Kyuhyun “dengan melanggar janji ini kau akan membuat keluarga Shin semakin mendendam kepada kita. Satu-satunya cara untuk berdamai adalah dengan menikahkanmu dengan putri mereka”
“aku tidak ingin menjadi alatmu untuk menebus rasa bersalahmu” jawab kyuhyun sinis.
Cho Hyunjin menaikkan alisnya “Sialan. Aku tidak pernah merasa bersalah dengan keluarga itu. astaga.. aku hanya ingin mengabulkan permintaan terakhir ibumu. Ibumu terlalu sering mengalami mimpi buruk karena takut keluarga itu akan membunuhku”
“appa..” potong Kyuhyun “eomma sudah lama meninggal, dan kau tidak pernah bisa dibunuh. Begitupun aku” Kyuhyun menatap ayahnya penuh dengan keyakinan “jika mereka harus mengerahkan semua usaha untuk membunuhku aku tidak akan takut. Aku sudah bisa melindungi diriku sendiri”
“lalu gadis itu?” tunjuk Cho Hyunjin, pada Eunso “kau bisa melindunginya dari para musuhmu?”
Kyuhyun menolehkan kepalanya kebelakang. Eunso mendongakkan kepalanya membalas tatapan Kyuhyun dengan tatapan ngerinya. Kyuhyun tersenyum sinis “tentu saja aku bisa”
Cho Hyunjin menghembuskan nafasnya lagi “coba kulihat gadis itu”
Eunso menahan nafasnya, memegang baju bagian belakang Kyuhyun erat bertahan ditempat persembunyiannya. Namun usahanya sia-sia karena Kyuhyun menarik Eunso dengan kuat dari persembunyiannya. Eunso menariknafas panjang kemudian menahanya lama, matanya bertemu dengan mata yang serupa dengan yang dimiliki oleh putranya. Ia melihat duplikat dari Kyuhyun. Hanya saja namja itu lebih tua dari namja yang berada disebelahnya saat ini.
Cho Hyunjin tertawa lepas, setelah melihat Eunso ia mengerti kenapa putranya bisa tergila-gila pada gadis itu. gadis itu memang diluar perkiraanya. Ia pikir gadis yang diminati oleh putranya adalah gadis yang bergaya glamor dan berdandan secara berlebihan. Berbeda dengan gadis yang ia lihat saat ini. meskipun wajahnya sangatlah cantik gadis itu tetaplah gadis yang sederhana.
Enso mengerutkan alisnya bingung. Kenapa ayah Kyuhyun tertawa seperti itu? apa penampilanya sangat memalukan? Apa ada coreng diwajahnya?
“kemarilah nak” namja itu mengulurkan tanganya kepada Eunso. Eunso terdiam melihat uluran tangan itu, ia menoleh kearah Kyuhyun lalu terkejut karena Kyuhyun menganggukkan kepalanya. Ragu-ragu ia melangkah maju dan menyambut uluran tangan itu. Tuhan, jika saat ini juga dia harus mati ditangan namja ini, izinkanlah dia untuk mengucapkan selamat tinggal kepada eommanya dan Donghae, cinta pertamanya, untuk yang terakhir kalinya. “apa pendapatmu tentang anak laki-lakiku?”namja itu terdengar lebih menakutkan dari jarak sedekat ini
“dia..” Eunso menoleh kebelakang, menatap Kyuhyun sejenak lalu menoleh lagi kedepan, bingung.
“jawab dengan sejujurnya nak”
Eunso merasakan aura mengerikan dari suara itu. ‘Tuhan, selamatkanlah aku’. “maafkan aku pak, tapi aku rasa, putra anda adalah namja yang egois, arogan dan tukang suruh”
“hahahahahaha.. aku suka dia, aku suka dia” Cho Hyunjin tertawa lepas mendengar jawaban Eunso. Eunso menatap kaget ayah mertuanya itu. kenapa namja itu malah tertawa mendengar putranya dikatai seperti itu?. “aku sika pilihanmu” namja itu melepaskan tangan Eunso lalu menyuruhnya kembali kepada Kyuhyun. Cepat-cepat Eunso berlari dan bersembunyi lagi dibelakang kyuhyun.
“sebenarnya, jauh dilubuk hatiku aku tidak pernah setuju kau menikah dengan putri keluarga shin. kau benar, sekali musuh tetaplah musuh. Tidak ada jalan untuk berdamai. Tapi karena ini permintaan terakhir ibumu maka aku..” Cho Hyunjin menarik nafasnya “tidak bisa memberikan izin semudah itu” ia melirik samurai ditangan putranya “temui aku di ruang latihan. Jika kau berhasil mengalakanku dalam waktu 10 menit. Aku akan mengizinkanmu”
“astaga.. tidak, jangan bertarung. Kalian berdua” suara Seungmi yang dari tadi hanya membisu dipintu terdengar menginterupsi mereka “eonni juga bilang, kau jangan sampai membunuh anakmu. Kalian ayah dan anak. Jangan saling membunuh”
“ya Tuhan, Seungmi. Pertarungan kami tidak akan berakhir dengan kematian” desah Cho Hyunjin kesal. “kau bawa saja gadis itu ke kamarnya. Dan jangan ganggu kami berdua”
Kim Seungmi menggerutu sambil berjalan mendekati Eunso. “kajja” ajaknya
“tapi, apa yang akan kalian lakukan?” tanya Eunso khawatir “sunbae?”
Kyuhyun menoleh kearah Eunso lalu menaikkan dagunya keluar pintu “pergilah bersama imo-ku”
“kau tidak akan mati kan?” tanya Eunso lagi
“tidak Eunso. Pergilah”
Dengan hati sedikit berat Eunso membiarkan dirinya ditarik keluar oleh wanita yang Kyuhyun panggil imo itu. sesekali ia menoleh kebelakang kearah Kyuhyun yang berjalan berlainan arah, entah kemana, disusul oleh ayahnya.
“mereka akan melakukan apa?” tanya Eunso takut-takut
“aku tidak tahu” jawab wanita yang berada disebelahnya “tidak perlu dipedulikan, mereka akan baik-baik saja” wanita itu mengusap lengan Eunso . menenangkan gadis yang baru saja menjadi istri keponakanya itu. Sekarang ia tahu kenapa Kyuhyun sampai tega memperkosa gadis ini. hanya dalam sekali lihat Kim Seungmi sudah menyimpulkan gadis ini selain cantik ia juga memiliki hati yang lembut.
.
.
Eunso dibawah kesebuah kamar yang sangat besar. Menurut wanita yang membawanya kesana, kamar itu adalah kamar milik Kyuhyun. Eunso bisa melihat hal itu ketika mereka masuk kedalam kamar itu, ada aroma khas Kyuhyun disini serta barang-barang yang berada dikamar itu mengingatkan dia akan kepribadian Kyuhyun.
“kau ingin kubawakan sesuatu?” mendapati diamnya Eunso Seungmi berusaha utuk menenangkan gadis itu.
Eunso menoleh kearah Seungmi dan menggelengkan kepalanya “kurasa aku ingin pulang” jawabnya.
“aaa.. sepertinya itu bukan keputusan yang baik. Karena Kyuhyun akan sangat marah jika tidak menemukanmu disini” Seungmi mengusap pelipisnya “meskipun aku tidak tahu apa sebenarnya yang terjadi, aku tahu Kyuhhyun pasti ingin kau berada disini ketika ia selesai berurusan dengan ayahnya”
“apa yang akan mereka lakukan?” tanya Eunso penasaran
“bertarung, hingga salah satu dari mereka merasa kalah”
“mereka tidak akan saling membunuh kan?”
“hahaha.. tidak, sepertinya tidak” jawab Seungmi ragu-ragu. Ini kali pertama Kyuhyun membelot dari perintah ayahnya. Tapi melihat dari sikap Hyunjin tadi. Seungmi tahu namja itu sebenarnya juga ingin sekali mengakhiri perjanjian pernikahan itu.
“cogiyo..” hati-hati Eunso memanggil Seungmi dari lamunanya “jika saya boleh tahu, anda siapa? Aku ingat Sunbae memanggilmu imo tadi”
“aku memang imo-nya. Aku adik ibunya”
Eunso mengangguk mengerti. Jadi wanita ini adik ibunya Kyuhyun. Tiba-tiba Eunso teringat akan gosip yang beredar, bahwa ibu Kyuhyun meninggal karena dibunuh oleh salah satu musuh dari keluarga Cho. “eeuhm.., apa gosip itu benar?” tanya Eunso ragu-ragu
“gosip? Gosip apa?”
“perihal meninggalnya ibu Sunbae”
“ada gosip tentang itu? memangnya gosip seperti apa?” tanya Seungmi penasaran
“bahwa ibunya meninggal karena terbunuh?”
Seungmi menaikkan alisnya terkejut. benarkah ada gosip seperti itu? “kau terlalu banyak mendengar gosip nak. kemarilah biar kuceritakan padamu keseluruhan ceritanya” Seungmi menarik Eunso kesebuah sofa dikamar itu, setelah mereka duduk. Seungmi mulai menceritakan cerita tentang semua ini bermula.
“saat itu. kakakku akan menikah dengan keluarga Shin. tapi Cho Hyunjin, membawa kabur kakakku 5 menit sebelum pernikahan itu berlangsung. Keluarga Shin tentu saja sangat..sangat marah. Mereka mulai mencari-cari cara untuk membunuh Hyunjin. Tapi sayangnya tidak pernah bisa, kakakku harus selalu hidup dalam ketakutan selama sisa hidupnya. Takut jika suaminya kapan saja bisa mati. dan itu mempengaruhi kehamilanya. Tubuhnya sangat lemah ketika proses melahirkan berlangsung. Dan kakakku meninggal setelah Kyuhyun lahir”
“ya Tuhan, kasihan sekali”
Seungmi tersenyum “permintaan terakhir kakakku adalah, agar keluarga Cho berdamai dengan keluarga Shin. ia tidak ingin putranya mengalami teror yang sama sepertinya. Karena itu perjanjian pernikahan itupun diadakan untuk bersatunya kedua keluarga. Yaah.. sayangnya anak itu tumbuh persis seperti ayahnya. Membangkang dan susah untuk diatur”
Eunso mengangguk-anggukan kepalanya mengerti. Tatapan mata Seungmi tidak lepas dari wajah Eunso “mungkin kau bisa mengendalikanya”
“nee..? aku..? Imo.. ayah dan anda saja tidak bisa mengendalikanya apa lagi aku?” Eunso menggelengkan kepalanya tidak setuju dengan apa yang dikatakan oleh Seungmi
Seungmi menaikkan bahunya “kakakku bisa membuat Cho Hyunjin tunduk. Bahkan memintanya berdamai dengan keluarga Shin”
“apa maksudmu aku harus mati dulu untuk melakukan itu?” tanya Eunso takut-takut
“anniya..” Seungmi menepis tanganya didepan wajah “Kyuhyun melanggar janji perdamaian dan menikahimu pasti ada alasanya. Kau akan mengerti nanti kenapa”
Eunso ingin sekali membantah imo Kyuhyun itu, tapi sepertinya percuma, bakat keras kepala juga ada dikepala Kim Seungmi.
.
.
@ruang latihan 30 menit setelah pertarungan yang disepakati
Deru nafas tersengal-sengal menghiasi ruangan itu. Cho Hyunjin duduk berlutut dengan kaki kananya, tangan kirinya memegang pedang. Peluh membasahi seluruh tubuhnya. Rambutnya pun sudah basah karena keringat. Ia menatap putranya dengan tatapan membunuh sekaligus bangga.
“appa tadi bilang 10 menit” tidak jauh berbeda dengan ayahnya. Cho Kyuhyun sedang berlutut dengan kedua lututnya dan pedang terlentang dihadapannya. Ia membalas tatapan membunuh ayahnya dengan tatapan penuh kemenangan “kau sudah berapa kali kalah dalam waktu 10 menit itu dan 10 menit berikutnya”
Cho Hyunjin mengangkat bibir kirinya keatas, tersenyum sinis pada putranya. Seandainya dia lebih muda mungkin dia akan bisa menang dengan mudah. Aah tidak, jika dia semuda Kyuhyun pun. Ia tetap tidak akan bisa mengalahkan putranya ini. diluar dugaannya putranya sudah menjadi lebih hebat dari dirinya sendiri.
“baiklah, appa menyerah” Hyunjin duduk bersila dan meletakkan pedangnya disisi kanannya. “apa ini pelajaran yang kau dapatkan selama kau menghilang beberapa tahun yang lalu?”
Kyuhyun masih duduk berlutut dengan kedua tangan memegang lututnya. “banyak tempat yang kudatangi”
“ciih.., dasar anak muda” Hyunjin berdecak keras. Matanya menatap lekat putranya dengan penuh kebanggaan. Ia tidak pernah mengira putranya akan menjadi sosok yang akan ia kagumi seperti ini.
Kyuhyun muda, adalah anak yang penurut, manja dan sangat penakut, namun setelah satu kejadian yang hampir membuatnya terbunuh Kyuhyun mulai berubah. Ia pergi dari rumah 10 tahun yang lalu dengan alasan ingin menemukan jati dirinya dengan berpetualang. Meskipun begitu Kyuhyun masih sempat menyelesaikan kuliahnya dengan cepat. Lalu dua bulan yang lalu Kyuhyun kembali kerumah dengan sosok yang berbeda dengan yang terakhir ayahnya lihat. inilah alasan kenapa semua pelajaran berbudi yang diajarkan oleh imo-nya menghilang begitu saja.  Semua kepatuhan, ketakutan dan sikap manja menghilang.
Hidup dengan dibesarkan oleh seorang bibi yang sangat protektive membuatnya tumbuh menjadi anak yang manja, dan penakut. Saat itu ayahnya terlalu sibuk dengan duka kehilangan ibunya sehingga mencurahkan seluruh perhatianya pada pekerjaan, hingga akhirnya ia tersadar bahwa ia sudah terlambat untuk mendidik putranya menjadi penerus yang ditakuti seperti dirinya. Kyuhyun sering dicemooh disekolah ataupun dalam lingkungan para ahli waris geng mafia.
Saat itu, ketika Kyuhyun baru saja pulang dari sekolahnya ada beberapa murid yang sengaja menghadang jalannya dan memukulnya. Entah karena apa murid-murid itu melakukanya, yang pasti saat itu Kyuhyun hampir saja mati jika tidak ada seorang malaikat yang menolongnya. Kyuhyun tersenyum mengingat kejadian itu.
“kenapa kau tersenyum?” tanya ayahnya.
“anni.. aku hanya teringat pertemuan pertamaku dengan Eunso” jawab Kyuhyun. Ia lalu menutup mulutnya rapat.
“yaaa.., aku bukan tempat yang cocok untuk kau ajak curhat masalah percintaan”
“jika tidak ada yang bisa kulakukan lagi, aku permisi” Kyuhyun membungkuk dihadapan ayahnya kemudian berdiri dengan membawa samurainya serta. Sudah lama ia tidak pernah mengenang hari itu lagi. ia selalu mengenang hari itu sebagai penyemangatnya. Namun setelah bertemu dengan Eunso lagi, keangan itu menghilang dan digantikuan oleh kenangan baru.
“Song Eunso..” Kyuhyun menyebutkan nama itu selagi ia berjalan menuju ke kamarnya “jelas dia tidak mengingat kejadian itu”
**flashback On**
BUK…BUK…BUK..,
Kyuhyun terbatuk mengeluarkan darah menerima pukulan terakhir. Ia hanya sedang ingin pulang kerumahnya ketika beberapa murid menghadangnya dan memukulnya. Alasan dari para murid ini tidak jelas.
“haah.. aku benar-benar ingin sekali tahu bagaimana rasanya memukul salah satu keluarga Cho”
“apa kita bunuh saja?”
“jangan.. kau bisa dipenjara”
BUK..
“uhuukkk..” Kyuhyun sudah terbaring lemah, darah keluar lagi dari mulutnya. Seluruh tubuhnya sakit dan lemah. Ia tidak sanggup hanya untuk berhapas sekalipun. Ia sudah berteriak minta tolong. Tapi gudang tempatnya diseret begitu saja tadi terletak sangat jauh dari keramaian. Tidak ada seorang pun yang datang menolongnya.
“dia sudah tidak berdaya. Sekarang bagaimana?”
“kita tinggalkan saja disini. Jika dia beruntung dia akan bertahan hidup”
“kajja”  Kyuhyun melihat dengan pandangan kabur yang memerah karena darah yang mengalir dari pelipisnya menghalangi pandanganya. Ketiga pemuda itu pergi begitu saja meninggalkannya. Kyuhyun menarik nafas panjang kemudian merintih merasakan sakit ditulang rusuknya. Ia terluka parah, dan dia akan segera mati jika tidak ada yang menolongnya.
“Imo…” bisiknya lirih, memanggil satu-satunya ibu yang dimilikinya, ia membutuhkan pelukan dan sentuhan lembut dari wanita itu. Kyuhyunpun terpejam karena tidak bisa lagi melawan kegelapan yang menghampirinya.
.
Sentuhan lembut diwajahnya membangunkan Kyuhyun. Ia merintih sakit ketika sekali lagi sentuhan itu mengenai pelipisnya yang terluka. Tangan kecil itu menjauh dari wajahnya dan kembali lagi ketika kyuhyun sudah tidak merasa sakit. Namun Kyuhyun kembali merintih ketika tangan itu menyentuhnya lagi.
“imo..” panggilnya..
Kyuhyun membuka matanya perlahan, lalu mengerjabkanya beberapa kali agar pandanganya menjadi jelas, ia masih berada di dalam gudang itu. gudang yang berbau debu dan apek itu. Kyuhyun berusaha menarik nafas lagi namun lagi-lagi ia merasa kesakitan.
“gwencanayo?” suara seorang gadis kecil terdengar dari sebelahnya Kyuhyun menoleh kesamping kearah pemilik suara itu. Gadis itu sedang duduk disebelahnya dengan tangan memegang sapu tangan yang terkena noda darah. Apa gadis ini baru saja membersihkan lukanya? Pikirnya.
Merasa sedikit lebih Baik, Kyuhyun berusaha untuk duduk namun mengurungkan niatnya ketika tulang rusuknya terasa sakit lagi. mungkin salah satu tulang rusuknya patah.
“sebaiknya kau jangan bangun dulu” suara gadis kecil itu menasehatinya. Kyuhyun menoleh kearah gadis itu dengan alis bertautan.
“kau bisa tolong aku?” tanya Kyuhyun
“aku sedang menolongmu” jawab Gadis itu mengulurkan tanganya dan mengelap pelipis kyuhyun, ia memundurkan tanganya ketika Kyuhyun merintih sakit. “sakit?” tanyanya polos
“oo.., sakit sekali”
“aah.. jika saja aku membawa obat merah dan perban” tutur gadis itu menyesal
Kyuhyun tersenyum. Meskipun gadis itu membawanya ia tetap tidak akan bisa membantu meringankan sakit yang saat ini dirasakan oleh Kyuhyun. Kyuhyun menatap gadis itu dengan seksama, wajah gadis itu sangat cantik untuk usia semuda itu. Kyuhyun yakin gadis ini akan menjadi gadis yang banyak dipuja-puja oleh namja ketika ia sudah dewasa.
“kau tidak takut melihat darah?”
“tidak, eomma sering terluka jadi aku sudah terbiasa”
Kyuhyun mengangguk pelan mengerti. Gadis ini cukup pemberani, pikirnya. Sesuatu menghangat dihatinya, ia menyukai gadis ini. “namamu siapa?”
“Eunso..”
“baiklah, Eunso-yaa. Kau bisa menolongku lagi?”
“apa..?”
Kyuhyun menarik secarik kertas dari dalam tasnya dengan susah payah kemudian menuliskan sebuah nomor telepon disana “bisakah kau menelpon nomor ini? katakan pada wanita yang mengangkat teleponmu bahwa keponakanya terluka dan minta beberapa orang untuk menjemputku”
“arraso. Aku akan pergi. Kau tidak apa-apa disini sendirian?”
“aku tidak apa-apa”
**Flashbak Off**
Setelah gadis itu menelpon ditelpon umum ia kembali dengan membawa sebotol air untuk Kyuhyun. Gadis itu lalu mengucapkan permintaan maafnya karena tidak bisa menemani Kyuhyun lebih lama. Dengan mengingat nama gadis itu, Kyuhyun berjanji akan menemui gadis itu lagi setelah ia dewasa dan lebih kuat dari hari ini. imo-nya menangis semalaman karena luka-luka yang didapati oleh Kyuhyun. Ayahnya sudah menawarkan diri untuk memberi pelajaran pada tiga murid yang memukulnya tapi Kyuhyun menolak keras
“aku sendiri yang akan melakukanya appa” jawabnya kala itu. dan Kyuhyun memang melakukanya, lima tahun kemudian, Kyuhyun menghajar habis ketiga namja itu. hingga salah satu diantara mereka harus cacat seumur hidupnya.
“tuan muda” Kyuhyun menoleh kebelakang, seorang namja dengan tubuh besar datang menghampirinya.
“kau sudah membawanya kesini?” tanya Kyuhyun
“nee.. sudah dipertemukan dengan putrinya” jawab namja itu
“baguslah.. terima kasih”
“nee tuan muda”
Kyuhyun menganggukkan kepalanya memerintahkan namja itu untuk pergi. Sesuai janjinya kepada Eunso, ia meminta salah satu orang kepercayaanya untuk menjemput ibu gadis itu. tapi saat ini, kyuhyun lebih memilih untuk mandi, membersihkan keringat dibadannya baru menyapa ibu mertuanya.
.
.
“Eomma..” Eunso menghampiri ibunya diruang pribadi yang khusus disediakan oleh imo Kyuhyun tadi untuk Eunso bisa menemui ibunya.
“Eunso-ya.. apa sebenarnya yang terjadi?” Song Jieun, memeluk putrinya lalu mengajaknya duduk disofa “mereka bilang kau sudah menikah? Benarkah?”
Eunso menggigit pipi bagian dalamnya. Haruskah ia jujur pada ibunya? Ibunya pasti akan sangat shock jika tahu kebenaranya. Dan Eunso tidak bisa membuat ibunya cemas, ibunya sudah banyak menderita seumur hidupnya. Ia tidak ingin ibunya ikut merasakan beban yang ditanggungnya dengan menikah secara tidak sengaja dengan seorang mafia
“mianhae, eomma. Itu benar” jawab Eunso sedikit menundukkan kepalanya
“Eunso-ya.. eomma tidak pernah tahu kau memiliki pacar, kenapa dia? Kenapa anak dari keluarga yang terkenal sebagai mafia?”
Eunso memejamkan matanya lagi. mau tidak mau ia harus berbohong “ini terjadi diluar kendaliku eomma. Kami harus menikah..”
“heee..!!!” ibunya menarik nafas ditengah-tengah kalimat Eunso “jangan bilang kau hamil? Eunso-yaa.. apa yang eomma bilang tentang menjaga dirimu?”
“anniya.. anniya.. bukan itu eomma, aku tidak hamil” jawab Enso cepat, ‘mungkin nanti’ sambungnya dalam hati “ini karena aku..” Eunso diam sejanak, ia harus berbohong “karena aku begitu mencintainya”
“eomma pikir kau mencintai Donghae?” tanya ibunya bingung
“aku juga perfikir begitu dulu, tapi setelah bertemu dengan Sunbae, aku rasa aku sudah jatuh cinta pada pandangan pertama” jawab Eunso, sebisa mungkin terdengar meyakinkan.
Ibunya menatap Eunso lama, ia masih belum yakin dengan pilihan putrinya. “eomma, setelah aku menikah, eomma tidak perlu bekerja di club malam lagi, Sunbae bilang kau bisa tinggal bersama kami”
“kau yakin, kau menikah bukan karena ini? ingin eomma berhenti bekerja?” tanya ibunya tajam “eomma ingat kita bertengkar kemarin malam karena masalah ini”
“anniya.. sungguh, ini semua karena aku mencintai Sunbae, percayalah padaku”
“lalu kenapa kau masih memanggilnya Sunbae?”
“aku.. aku masih malu, memanggilnya dengan nama lain”
Ibunya menghembuskan nafasnya panjang “baiklah, eomma percaya padamu. tapi jika kau tidak terlihat bahagia sedikitpun, kita bisa pergi. Belum terlambat untuk kabur”
Eunso sempat memikirkan perkataan ibunya. Kabur saat ini adalah hal yang mungkin. Tapi sepertinya ia tidak akan bisa kabur kemanapun jika Kyuhyun yang mengejarnya. “eomma akan melihat aku bahagia, percayalah”
.
.
Setelah selesai mandi dan mengeringkan diri, Kyuhyun berganti dengan pakaian rumah. Celana kain berwarna hitam dan kaos putih menjadi pilihanya untuk menemui ibu Eunso. Kyuhyun diberitahu oleh imo-nya bahwa Eunso dan ibunya sudah berpindah tempat kekamar tamu. Karena itu saat ini Kyuhyun berjalan santai menuju salah satu kamar tamu yang berada dirumah yang mewah itu.
Tok..Tok..
Kyuhyun menunggu hingga detik kesepuluh sampai akhirnya pintu itu terbuka. Ia melihat seorang wanita yang sudah berumur berdiri dihadapanya, Kyuhyun tersenyum karena melihat kemiripan diantara ibu dan anak itu. meskipun begitu bentuk bibir dan hidung yang dimiliki Eunso berbeda dengan milik ibunya.
“annyeong haseyo omoenim” Kyuhyun membungkukkan badanya memberi hormat kepada wanita yang sekarang menjadi ibu mertuanya.
“kau pasti Cho Kyuhyun” ujar wanita itu
“nee.. Omoenim”
“waah.. pantas putriku berpaling padamu, kau memang tampan” Song Jieun, memberikan senyum yang paling ramah yang pernah ia berikan kepada orang. Selama ini ia hanya memberikan senyum palsu untuk para tamu di club malam, tapi kali ini, senyum tulus keluar begitu saja. Entah kenapa ia merasa tenang setelah tahu namja seperti apa pilihan putrinya.
Kyuhyun tersenyum “aku minta maaf karena ini semua terlalu mendadak, dan dengan tidak sopan menyuruh seseorang membawamu kesini”
“tidak apa-apa, selama tujuanku adalah putriku”
“dimana Eunso?”
“oo..” Jieun tersadar, kemudian mundur, menyuruh Kyuhyun untuk masuk “dia sedang tidur, aku sudah menyuruhnya untuk kembali kekamarnay sendiri, tapi ia bersikeras ingin tidur bersamaku malam ini”
Kyuhyun bisa melihat Eunso sedang tidur diatas tempat tidur kamar itu. wajahnya terlihat sangat lelah. “jika boleh, aku ingin membawanya bersamku” Kyuhyun meminta izin kepada ibu Eunso. Sesuatu yang jarang ia lakukan
“tentu saja, kau kan suaminya sekarang” jawab Jieun.
Setelah mendapatkan izin, Kyuhyun mendekati Eunso, menyibakkan selimut yang menutupi Eunso lalu mengulurkan tanganya kebawah kepala Eunso dan lututnya. Dan dengan mudah ia bisa mengangkat Eunso kedalam gendonganya. “kalau begitu aku permisi dulu, omoenim. Selamat malam”
“selamat malam Kyuhyun-aa”
Sambil menggendong Eunso Kyuhyun berjalan menuju kamarnya sendiri. Dengan hati-hati ia membaringkan Eunso ditempat tidur, lalu menutupi Eunso dengan selimut. Ia pun ikut membaringkan dirinya disebelah Eunso, tanganya terulur menepis rambut hitam bergelombang yang menutupi wajah Eunso. Kyuhyun selalu membayangkan hal ini dimasa-masa ia berada dijalanan untuk mencari jati dirinya. Membayangkan berbaring ditempat tidur dengan memandangi wajah Eunso yang sedang tidur disebelahnya. Sekarang, hal ini benar-benar terjadi. Dan ia berhasil menjadikan Eunso miliknya.
Kyuhyun menyentuhkan jari telunjuknya dilekukan bibir Eunso yang menebal sisa-sisa dari ciuman panas mereka tadi pagi. Sejak hari itu bayangan Eunso tidak lepas dari kepalanya, meskipun saat itu Eunso masihlah seorang gadis kecil Kyhyun sudah sangat terpikat pada pandangan pertama. Ia membuat janji pada dirinya sendiri akan menjadikan Eunso miliknya. Bagaimanapun caranya.
Kyuhyun menyurukkan tanganya kebawah kepala Eunso, menjadikan tangannya bantal untuk Eunso. Ia menarik pinggang Eunso dan membawa gadis itu kepelukannya. Dengan mata terpejam ia menarik nafas panjang menghirup aroma rambut Eunso, detik berikutnya Kyuhyunpun ikut tertidur.
.
Matahari mulai bersinar pagi ini. Eunso biasanya akan terbangun sebelum matahari terbit. Tapi hari ini, ia merasa nyaman dan malas untuk bangun. Eunso memeluk erat seseorang yang berada disampingnya. Semula Eunso berfikir itu adalah ibunya, namun seseorang yang dipeluknya memiliki tubuh yang lebih besar dan keras. Lalu memiliki aroma maskulin khas seorang pria. Aneh, kenapa ibunya jadi berubah.
Masih dengan mata yang terpejam Eunso mengendus aroma orang yang sedang balik memeluknya erat itu. ia menaikkan kepalanya dan mengendus lama aroma maskulin yang menyeruak dari leher orang tersebuh. Eunso sudah hendak membuka matanya ketiak bibirnya disentuh benda lunak dan lembut. Bibirnya dicicipi dan diserap dengan tekanan yang memabukkan. Tahu siapa yang sedang menciumnya, Eunso masih memejamkan matanya dan berdiam diri dicium seperti itu. berpura-pura masih tidur. Satu-satunya cara menghindari ciuman pagi ini.
“aku tahu kau sudah bangun, Song Eunso” bibir itu berbisik ditelinganya kemudian turun kelehernya, Kyuhyun memcium permukaanya lehernya dan menghisapnya dengan kuat. Darah berdesir disekujur tubuhnya, geli dan rasa meremang bercampur menjadi satu. Satu desahan keluar dari bibir manis Eunso ketika tangan cekatan milik Kyuhyun menekan payudaranya.
“Sunbae.. ke..kenapa kau ada dikamar eomma?” Eunso ingat ia tidur bersama ibunya semalam
“jika kau mau buka matamu kau akan sadar kau sedang berada dikamar yang mana” tangan Kyuhyun meremas payudara Eunso dibalik baju tidur gadis itu. Kyuhyun turun lalu menemukan puting Eunso dan menciumnya dibalik kain linen itu.
Eunso membuka matanya terkejut menerima serangan tiba-tiba itu, tanganya mencengkeram kuat rambut kyuhyun. Menahan kepala itu untuk tetap disana. Apakah mereka harus melakukan ini sepagi ini? pikir Eunso.  Selagi ia bingung kenapa bisa berada dikamar Kyuhyun lagi Eunso menoleh kearah jendela, dan mendapati matahari sudah masuk melalui celah-celah tirai yang tertutup “Sunbae, aku rasa hari sudah mulai terang”
“lalu?” Kyuhyun menurunkan selimut yang menutupi bagian tubuh Eunso yang lainnya dan bergerak keatas Eunso. Eunso terbaring telentang dibawah Kyuhyun. Tidak seperti kemarin, ia tidak bisa menolak Kyuhyun lagi. karena setiap ciuman atau sentuhan namja itu membuatnya ketagihan.
“tidak apa-apa, aku hanya ingin bilang hari sudah pagi” jawab Eunso, mengizinkan namja yang sudah menjadi suaminya itu meneruskan apa yang sedang ia lakukan. “mungkin orang-orang sudah bangun dan mencari kita”
“heuummm” Kyuhyun berguman pelan, menyahuti Eunso, pikiranya sedang fokus pada apa yang sedang ia kerjakan saat ini. Eunso memakai baju yang aneh untuknya tidur. Celana itu memiliki tali yang terikat dipingganya. Namun ketika tali itu ia buka ikatanya, celana itu tetap menempel erat disana “bagaimana caranya membuka ini?”
Eunso melirik kearah celananya lalu terdiam, haruskah ia memberikan jawabannya? Kerutan diwajah Kyuhyun membuatnya memilih untuk menjawab “celananya memakai karet, pitanya hanya hiasan”
Mengerti Kyuhyunpun menarik celana itu lepas dengan sekali tarikan melalui kaki-kaki Eunso. Melempar celana itu kesembarang tempat kemudian ia fokus untuk membuka baju yang melekat ditubuhnya sendiri.
Eunso berbaring dalam diam, hanya memperhatikan Kyuhyun menarik kaos putihnya lepas dari rubuhnya melalui kepalanya. Eunso sadar ia masih memakai baju kaosnya, haruskah ia melepaskanya juga? Namun pikiran itu menghilang ketika Kyuhyun yang mengambil alih melepaskan kaos besar yang dipakai oleh Eunso. Eunso menaikkan sedikit badanya agar Kyuhyun bisa melepaskan baju itu melalui kepalanya, Kyuhyun melepaskan ikatan branya dibagian punggung dan melemparkan bra itu juga.
Kyuhyun kembali mendaratkan ciumanya dibibir Eunso, mengyesap bibir bawah Eunso lama lalu menyatukan lidah mereka dan saling menjelajah mulut masing-masing. Tanganya terus meremas kedua payudara Eunso. Kyuhyun melepaskan ciumanya lalu bergerak turun mencium leher Eunso lagi, mendaratkan satu kecupan diantara kedua payudara gadis itu lalu turun kepusar dan semakin turun kebawah.
“Sunbae..?” Eunso bingung dengan apa yang hendak Kyuhyun lakukan, namja itu menarik turun underwearnya lalu menunduk semakin dalam kepangkal pahanya “Sunbae.., apa yang ingin kau.. ooh..” Eunso mendesah nikmat, merasakan bibir Kyuhyun dibagian tubuhnya yang lembab dan basah. Namja itu menyesap dan mengecap dibawah sana. Tidak lupa ia memainkan klirotis Eunso dengan lidahnya.
“ssshhh.. Sunbaee.. aaaahh.. kumohon, hentikan” Eunso mencengkeram seprai dengan erat, kakinya meremang karena apa yang dilakukan Kyuhyun dibawahnya. Sesuatu mendatanginya, mendesak untuk diledakkan saat itu juga. Dan “aaakkhh..” Eunso menjerit tertahan ketika pelepasan itu datang.
Kyuhyun menjilat untuk terakhir kalinya cairan yang Eunso keluarkan lalu naik berlutut diantara kedua kaki Eunso. Ia membuka celananya sendiri hingga sekarang mereka berdua sama-sama tidak memakai sehelai benangpun.
Dengan nafas tersengal-sengal Eunso melirik kearah Kyuhyun. Ini pertama kalinya ia melihat tubuh polos Kyuhyun. Namja itu memiliki tubuh seorang pria yang kekar. Bentuk kotak-kota diperutnya menandakan bahwa namja itu sering melakukan olahraga. Eunso bisa melihat parut bekas luka di perut bagian kanannya. Penasaran Eunso duduk dan mengulurkan tanganya menyentuh bekas luka itu. mata Kyuhyun tidak lepas menawatp wajah Eunso saat gadis itu menyentuh bekas luka itu. Kyuhyun bersyukur karena Eunso tidak merasa jijik terhadap bekas lukanya.
Mata Eunso meneliti luka yang memanjang itu sampai keujung yang berada tepat diatas perut Kyuhyun. Tangannya berhenti ketika hampir saja menyentuh benda yang sedang mengeras dan tegang diantara kedua kaki Kyuhyun. Eunso ragu-ragu hendak menyentuh benda itu, namun memberanikan diri menyentuhnya dan terkejut ketika Kyuhyun mengerang saat itu juga.
“appaseyo?” tanya Eunso khawatir
“anniya..” Kyuhyun menatap Eunso tajam “sentuh dia lagi”
Eunso memegang batang itu lagi “begini?” tanyanya
“genggam dengan tanganmu” perintah Kyuhyun, menurut Eunso pun menggenggam milik Kyuhyun erat. Kyuhyun memejamkan matanya lalu mengerang nikmat sekali lagi. melihat Kyuhyun merasa senikmat itu Eunso pun mulai menjelajahkan tanganya dibenda itu, ia mengusap bagian pangkalnya dan tersenyum lagi mendengar Kyuhyun mendesah nikmat.
“Eunso-ya..” Kyuhyun menarik tangan Eunso lepas dari miliknya “sudah cukup”
“oo.. wae?”
“aku ingin pelepasan dari dalam dirimu bukan dari tanganmu. Berbaringlah lagi” Kyuhyun mendorong lembut Eunso agar berbaring lagi ditempat tidur. Eunso pun menurut dengan berbaring telentang dibawah Kyuhyun “berbaring menelungkup”
“nee..?” Eunso membalikkan dirinya agar berbaring menelungkup
“menelungkup dan aahh.. seperti ini” Kyuhyun menarik pantat Eunso agar menempel dengan selangkanganya, dengan pelan ia masuk kedalam eunso dari belakang. Eunso membaringkan kepalanya diatas bantal dengan pantat menunging keatas. Ia memejamkan matanya merasakan Kyuhyun masuk secara perlahan. Merasa penuh dibagian bawahnya Kyuhyun lalu mulai menggerakkan pinggulnya. Eunso mencengkeram semakin kuat bantalnya. Jeritan nikmatnya teredam oleh bantal.
“ssshh.. aahh,, Sunbae..” Eunso mendesah lagi, merasa lemas karena terus bergerak mengikuti irama Kyuhyun. Ia sudah hampir sampai ketika Kyuhyun tiba-tiba berhenti dan membalikkan tubuhnya. “oo.. waee..?” protesnya.
“aku ingin menciummu” Kyuhyun kembali bergerak cepat sambil menjelajahkan lidahnya dimulut Eunso, Eunso memeluk punggung Kyuhyun dan melingkarkan kedua kakinya dipinggang Eunso. Lagi-lagi ia merasa akan mendapatkan pelepasanya, dan Kyuhyun tahu itu, ia bergerak semakin cepat dan keras, membuat gadis itu mendesah lagi dan akhirnya mereka menjerit nikmat bersamaan ketika mendapatkan pelepasan mereka berdua.
Dengan nafas tersengal-sengal Kyuhyun mencium kening Eunso. Butuh beberapa menit bagi Eunso dan Kyuhyun untuk meredakan nafas mereka. Setelah merasa tenang Kyuhyun melepaskan dirinya dari Eunso. Ia duduk dan menarik Eunso ikut berdiri bersamanya
“wae..?” tanya Eunso bingung
“mandi, lalu kita sarapan” Kyuhyun menarik Eunso bersamanya masuk kedalam kamar mandi
“nee..? mandi berdua?”
.
.
Kucuran air panas mengalir disebelah mereka, Eunso dengan patuh duduk dipinggiran bathup dengan kedua tangan menutup dirinya, satu didada satu dibagian kemaluanya. Ia malu tentu saja, ini pertama kalinya ia harus rela dimandikan oleh seorang laki-laki. Meskipun namja itu sudah berstatus suaminya tapi Eunso tetaplah merasa malu. Saat ini Kyuhyun sedang tekun mencuci rambut Eunso dengan sampo.
“eeuhmm.. Sunbae..?” panggil Eunso disela-sela kegiatan Kyuhyun
“wae..?” sahut Kyuhyun, tanganya memujat-mijat kulit kepala Eunso
“apa aku bisa minta tolong?”
“mouya..?”
“euhmm.., begini, aku harus berbohong pada eomma. Aku bilang aku menikah denganmu karena aku mencintaimu dan kita saling mencintai”
“lalu?”
“apa kau mau berpura-pura kita saling mencintai didepan eomma?”  Eunso memberanikan dirinya untuk meminta bantuan Kyuhyun.
“baiklah..” jawab Kyuhyun cepat
“baiklah..?” Eunso membeo
“oo.. baiklah.. kita akan berpura-pura saling mencintai, tidak didepan ibumu saja, tapi didepan semua orang. Bagaimana?”
Eunso menganggukkan kepalanya “baiklah..” sahutnya juga.
Tanpa disadarinya Kyuhyun tersenyum dibelakangnya “tutup matamu” kemudian ia menyirami kepala Eunso dengan air hangat, membilas rambut hitam lebat itu sampai bersih.
.
.
“akhirnya pengantin baru turun juga” Hyunjin tersenyum lebar melihat Kyuhyun turun bersama Eunso dengan tangan saling bergandengan, sesuai kesepakatan mereka tadi, mereka akan berpura-pura akrab didepan semua orang, termasuk orang yang berada dirumah itu.
Pagi itu datang dengan sangat canggung karena kehadiran orang baru dirumah itu, Eunso dan ibunya Jieun. Cho Hyunjin sebenarnya tidak suka menerima orang baru dirumahnya, tapi dengan besar hati ia menyambut wanita yang sekarang menjadi besannya itu. apapun latar belakang wanita itu, yaa.. Hyunjin tentu saja tahu persis siapa dan apa dulu pekerjaan ibu Eunso. Tapi dia lebih memilih tidak peduli akan hal itu, karena ini adalah pilihan Kyuhyun.
“kalian lama sekali?” tegur Seungmi.
“mianhae imo..” Eunso memerah karena malu, benar pikiranya tadi, semua orang mencari mereka berdua
“yaakk.. jangan meminta maaf pada wanita cerewet itu” tegur Kyuhyun
“Yaakk.. Cho Kyuhyun” teriak Seungmi “kau, berani-berani nya..”
“Kim Seungmi” tegur Hyunjin “jangan berteriak dimeja makan dan ingat, kita sedang ada tamu” ia mengingatkan Seungmi akan kehadiran Ibu Eunso.
Kyuhyun membawa Eunso duduk disebelah ibunya dan ia duduk disebelah Eunso, setelah teguran dari sang kepala keluarga meja makan itupun menjadi hening. Dan hanya terdengar suara mengunyah atau dentingan piring dan garpu.
“Hari ini kita ada pertemuan dengan keluarga Shin” ujar ayahnya setelah ia selesai dengan makanannya
“aku tahu”
“kita akan memberitahukan pembatalan itu nanti” ayahnya terseyum licik “aku tidak sabar menunggu reaksi dari namja itu.
Eunso yang tadinya sedang mengobrol dengan ibunya teralihkan perhatianya dengan pembicaran Kyuhyun juga ayahnya. “sunbae, kau mau kemana?” tanyanya hati-hati
“ssstt.. bukan urusanmu” bisik Kyuhyun, mengedipkan sebelah matanya kepada Eunso. Eunso memberengutkan wajahnya. Kyuhyun sudah menjadikanya istrinya tapi masih tidak mau terbuka padanya, kemarin Kyuhyun tidak mau menceritakan perihal pertemuan pertama mereka yang tidak Eunso inga, lalu hari ini Kyuhyun tidak mau mengatakan padanya kemana ia akan pergi
“huuhh.. aku juga tidak mau peduli. Aku juga sibuk kuliah” dengus Eunso
“aah.. masalah itu sebaiknya kau tidak perlu pergi kuliah lagi”
“oo wae..?”
“aku sudah bilang kan? Aku yang mengajarimu. Kau hanya perlu datang jika waktu ujian sudah tiba”
“tapi.. bagaimana aku bisa menjawab soal-soal jika aku tidak mengerti?”
“kan ada aku..”
“memangnya kau bisa ap…” Kyuhyun menghentikan ocehan Eunso dengan memasukkan sepotong jeruk kedalam mulutnya.
“patuhi aku sayang, jangan membantah,  arraso?” Kyuhyun berbisik tepat ditelinga Eunso. Eunso mengunyah jeruk yang Kyuhyun berikan dalam diam. ada kalanya Eunso sadar kapan ia harus membantah Kyuhyun dan kapan ia harus patuh pada Kyuhyun.
“baiklah, sepelumnya kita lihat perkembangan dikantor. Kajja, Kyu-aa”  perintah Hyunjin
“oo..” Kyuhyun berdiri dari tempat tidurnya, membuat tiga kepala dari ketiga yeoja disana ikut menoleh padanya. Kyuhyun melirik Eunso yang menatapnya sambil berkedip. Ia membungkukkan badanya dan memberikan ciuman dibibir lembut Eunso “aku pergi dulu”
Wajah Eunso memerah setelah ciuman dan bisikan lembut itu. ia menoleh kearah ibu dan imo dengan malu, dan tertawa canggung. Memang mereka tadi berjanji akan terlihat saling mencintai, tapi ciuman mendadak didepan ibu dan imo Kyuhyun membuatnya malu.
“aigo.. pengantin baru” decak imo Kyuhyun, sambil tersenyum geli.
Jieun pun itu tersenyum menyaksikan adegan romantis itu. mungkin benar, mereka saling mencintai. Pikirnya.
Eunso tidak tahu kemana tepatnya namja itu pergi, mendengar pembicaraan dengan ayah mertuanya tadi. Kyuhyun akan memberitahukan tentang pembatalan pernikahan. Apa yang akan dilakukan oleh keluarga Shin setelah tahu Kyuhyun menikahinya? Apa mereka akan langsung menyerang Kyuhyun saat itu juga? Tiba-tiba Eunso dilanda rasa panik dan khawatir. Ia lalu berdoa didalam hati untuk keselamatan namja itu. tunggu. Kenapa ia harus merasa khawatir?. Tentu saja, karena ia tidak mau menjadi janda dalam kurun waktu satu hari saja. Bergulatan didalam hati Eunso terus berlanjut hingga siang hari dan ia berhenti bergulat memikirkan harus menghawatirkan Kyuhyun atau tidak, ketika ibu dan imo Kyuhyun memanggilnya. 
.
PRAAANGG…
Suasana makan siang yang tadinya tenang dan canggung itu berubah sengit ketika pihak keluarga Cho mengumumkan pembatalan pernikahannya. Piring-piring berjatuhan karena kemarahan Shin Daewon. Membuat anak buahnya siaga ditempat memegang senjata masing-masing.
“pembatalan pernikahan?. Kalian mau mempermainkanku? Haaah..?”
“tidak ada yang bisa kulakukan ini karena putraku Kyuhyun sudah memilih gadisnya sendiri”
Daewon melirik kearah Kyuhyun yang memasang ekspresi tidak terpengaruh sama sekali dengan kemarahannya “apa maksudmu kau lebih memilih gadis lain dibanding putriku?”
“maafkan aku, tapi aku tidak mencintai putri anda” jawab Kyuhyun santai
“mwo..? apa cinta dijaman sekarang masih dibutuhkan? Eeyy.. jinjja. Asal kau tahu putriku juga tidak mau menikah dengan namja lemah, penakut dan manja sepertimu”
Kyuhyun menaikkan alisnya menoleh kepada yeoja yang duduk dihadapannya,  Shin Jiyeon. Yeoja yang selama ini menjadi tunangannya. Ia tahu yeoja itu tidak pernah menyukainya karena Kyuhyun yang dulu adalah namja yang penakut, manja dan lemah. Yeoja itu membalas tatapanya dengan senyum sinis.
“kalau begitu tidak ada masalah bukan? Kedua belah pihak tidak menginginkan pernikahan ini terus berlangsung” ujar Kyuhyun
“tentu saja. Tapi ini penghinaan untukku. Aku harus mengorbankan perasaanku bertahun-tahun hanya karena aku ingin memenuhi janjiku kepada appa, tapi kau seenaknya membatalkan pernikahan ini” ujar Jiyeon
“kami tidak akan terima dihina seperti ini” Shin Daewon berdiri dari tempatnya “permusuhan kita tetap akan berlangsung. Perjanjian kerja kitapun batal”
Tuan Shin dan putrinya bergegas meninggalkan ruang makan itu dengan kemarahan yang memuncak, entah apa yang akan mereka lakukan setelah ini. Dulu memang mereka sempat melakukan genjatan senjata karena Shin Daewon tahu ia tidak bisa merebut kembali ibu Kyuhyun. Namun hal ini lagi-lagi diperkeruh oleh pembatalan pernikahan ini.
“kau tahu, dia tidak akan melakukan apa-apa padamu karena ini” ujar Hyunjin
“kenapa appa begitu yakin?”
“karena kami sudah tua nak, dendam itupun sudah mereda dengan sendirinya”
Kyuhyun menganggukkan kepalanya membenarkan apa yang ayahnya katakan. Ayahnya pun saat ini juga sudah berubah menjadi lebih bijaksana. Mungkin Kyuhyun bisa bernafas sedikit lega saat ini, tapi ia juga tetap harus waspada.
.
.
.
TBC….
Alurnya Lamaaaa yaaa..? iya author tahu.. hehehe.., kalo ada yang bilang konfliknya kurang ato bilang tambahin konflik donk? Yaaa, harap bersabar aja, ini kan FF chapter, author sengaja buat alurnya begini biar chemistry mereka berdua dapet.. konflik bakal muncul nanti kok. Jalan ceritanya udah ada dikepala, konfliknya gimana udah author pikirin. Cuma tinggal nunggu author ada waktu buat ngetiknya aja.. jadi sabar-sabar aja ya…,oo yaa. Buat pemberitahuan aja, next next episodenya bagian NC ga akan dibuat full, dan ga setiap part nantinya ada, tapi dijamin kalian bakalan melted sama kemesran mereka :D.. terima kasih sebelumnya yang udah mo baca ^^..,

Fc Populer:

%d blogger menyukai ini: