Be With You Part 2

0
Be With You Part 2 ff nc super junior kyuhyun donghae
Tittle: Be With You (Part 2)
Cast:
Cho Kyuhyun
Song Eunso (OC)
Lee Donghae
Other cast find by your self
Category: NC-21 , Romance, Chapter , Sad
Author : Mylittlechick
Tap..tap..tap..
Suara langkah kaki yang mantap terdengar menggema didalam rumah yang besar itu. anak dari pemilik rumah itu Cho Kyuhyun. Sedang berjalan memasuki rumahnya dengan ekspresi tidak terbaca seperti biasanya. Sebuah gumpalan kain putih tergenggam erat ditanganya. Rumah itu terlihat sepi meskipun ada beberapa penjaga yang berdiri didepan pintu. Rumah itu tetaplah sepi, tidak ada tawa atau apapun menghiasi rumah itu. Namja itu melirik kearah kanan dan mendapati adik ibunya sedang berlari menghampirinya.

“kau sudah pulang?” sapa imo kesayangnya itu
“oo..”
“apa yang kau bawa?” imo nya melirik gumpalan kain putih yang digenggam oleh Kyuhyun.
“oo.. igo.. imo bisa membantuku? Suruh pelayan mencucinya” Kyuhyun menyerahkan kain putih itu kepada imonya.
“ooo wae..? beli saja yang baru. Kain ini terlihat sudah usang” imonya meneliti kain putih itu. tidak begitu putih, karena warna memudar sudah tercetak jelas disana-sini “heeeehh..” imonya menarik nafas panjang melihat noda darah yang cukup lebar dikain itu “kau terluka? Kyu-aa?”
“anni” jawab Kyuhyun acuh. Ia terus berjalan menuju kamarnya sendiri
“lalu..? ya Tuhan, kau membunuh seseorang dan bermaksud menghilangkan bukti?” tebak imonya
“anni.. aku baru saja memperkosa seorang gadis dan bermaksud menghilangkan bukti” jawab Kyuhyun terus terang.
Langkah imonya terhenti. Ia menatap kaget keponakan tersayangnya itu “Cho Kyuhyun. Apa yang kau lakukan? Memperkosa seorang gadis..? kaauu…? kenapa sifatmu jadi semakin mirip dengan ayahmu haah..?”
Kyuhyun menngusap telinganya beberapa kali karena teriakkan dari imonya cukup memekakkan telinga. “imo, kau semakin tua tapi suaramu sama sekali tidak menua”
“yak.. Cho Kyuhyun. Kau.. apa yang sudah aku ajarkan padamu tentang menghormati seorang wanita? Kau memperlakukan mereka dengan tidak terhormat sama saja dengan kau tidak menghormati aku dan mendiang ibumu”
“Imo..” potong Kyuhyun “aku sedang tidak ingin dengar ceramah darimu malam ini”
“kauu…” imonya mulai terisak “mendiang ibumu memintaku merawatmu agar aku bisa memastikan kau tumbuh menjadi namja yang baik. Bukannya malah semakin mirip dengan ayahmu. Sia-sia sudah pelajaran berbudi yang kuajarkan padamu selama ini. aku tahu, ayahmu pasti sudah meracunimu dengan pelajaran-pelajaran tidak manusiawi. Kalian suka pergi secara diam-diam bersama kan? Kau berlatih untuk menjadi tidak manusiawi kan? Hanya untuk meneruskan…. ”
“imo.. jika appa mendengarmu. Aku yakin dia akan langsung mengeluarkanmu dari rumah ini. tidak peduli kau adik dari istrinya” ujar Kyuhyun santai.
“yaakk.., pria tua, berotak udang dan angkuh itu tidak akan berani melakukanya. Aku yang membesarkanmu sejak ibumu meninggal ketika melahirkanmu”
“siapa yang kau sebut peria berotak udang dan angkuh?” imonya terdiam dan langsung membalikkan tubuhnya kebelakang. Pria tua yang baru saja ia sebutkan ada dibelakangnya menatapnya dengan tatapan membunuhnya. “kau benar-benar ingin kuusir dari sini ya..?” suara sangar dari pria itu membuat imo Kyuhyun berdigik ngeri. Iapun berlari kebelakang Kyuhyun. Meminta perlindungan dari keponakannya itu.
“appa..” Kyuhyun membungkukkan badanya memberi salam kepada ayahnya.
“kau sudah pulang?. Bersihkan dirimu dan temui appa diruang kerja”
“arraso” Kyuhyu membungkuk lagi sebelum ayahnya berbalik dan pergi meninggalkanya bersama imo nya yang sedang merdecak mengatai ayahnya. “imo.. appa benar-benar akan mengusirmu jika kau terus seperti itu”
“ibumu berpesan padaku untuk menjauhkanmu dari appamu. Tapi..” imonya menarik nafas panjang “sepertinya sudah terlambat” lanjutnya lirih. Ia menatap penuh sedih darah dikain putih itu. keponakanya aah tidak, bisa dibilang juga seperti anaknya sendiri karena dia rela menghabiskan masa mudanya hanya untuk merawat Kyuhyun. Ia bahkan rela menjadi gadis tua untuk itu. tentu saja karena tidak ada yang mau berurusan dengan adik ipar dari keluarga Cho.
“kau tidak bisa terus-terusan menjagaku. Aku tahu apa yang kulakukan” jawab Kyuhyun, memecahkan lamunan imonya itu. Kim Seungmi menoleh kepada keponakanya yang sudah pergi menuju kamarnya, tidak menyerah wanita itu mengejar keponakanya “siapa dia? Kenapa kau sampai memperkosanya?”
Kyuhyun menoleh kearah imonya dengan alis saling bertautan. Rasa penasaran imonya tidak pernah mengejutkannya “bukan urusanmu”
“Yakk.. Cho Kyuhyun. Setidaknya aku harus memastikan gadis itu tidak bunuh diri setelah diperkosa mahluk buas sepertimu atau..atau.. melaporkanmu ke polisi”
Kyuhyun menatap imonya dengan tatapan meremehkan “tidak perlu, aku akan mengurusnya nanti”
“kau akan membunuhnya?” tanya imonya takut-takut.
“anni..” jawab Kyuhyun malas
“lalu apa?” desak imonya
“eeeyy..” Kyuhyun membuka pintu kamarnya lebar setibanya dikamarnya dan berbalik kearah imonya dengan tatapan mematikan “aku sudah membuatnya menjadi milikku, karena itu aku tidak akan pernah mengizinkanya membunuh dirinya atau melaporkan kepolisi, karena dia adalah milikku. Imo mengerti?”
Kim Seungmi mengerjabkan matanya berkali-kali mendengar penuturan keponakanya. Melihat diamnya Seungmi Kyuhyun-pun lantas menutup pintu kamarnya. Seungmi masih terkejut dengan gumpalan kain putih itu masih tergenggam erat ditanganya. Apa ini bukan dejavu? Pikirnya. Sepertinya kejadian seperti ini pernah terjadi. Yaa.. terjadi kepada ibu Kyuhyun. Ayahnya melakukan hal yang serupa kepada ibu Kyuhyun. Dan sekarang kejadian itu terjadi pada putra si pria tak berhati itu.
Seungmi memutar tubuhnya dan berjalan dalam kebingungan yang terpancar jelas diwajahnya. Harus ia akui ayah Kyuhyun memang sangat mencintai kakakknya, saat melakukan itu. Ia merebut paksa calon istri orang dan menjadikan kakaknya sebagai milik Cho Hyunjin,  hingga akhirnya kakaknya meninggal ketika melahirkan Kyuhyun. Kejadian serupa bukan? Yang membedakanya hanyalah dulu Cho Hyunjin langsung menikahi kakaknya.  Tapi kyuhyun? Apa alasanya ia melakukan hal seperti itu? karena semua orang tahu. Bahwa kyuhyun memiliki seorang tunangan.
.
.
.
Selesai mandi dan berganti pakaian. Kyuhyun langsung berjalan menyusuri rumahnya yang besar untuk menemui ayahnya. Selama perjalananya menuju ruang kerja ayahnya Kyuhyun terus memikitkan perkataan imonya. “Setidaknya aku harus memastikan gadis itu tidak bunuh diri setelah diperkosa mahluk buas sepertimu atau..atau.. melaporkanmu ke polisi”
Tidak masalah jika Eunso melaporkan dirinya ke polisi namun jika gadis itu bunuh diri? Kyuhyun mengernyitkan idungnya tidak suka dengan pemikiran itu. Dia harus memastikan sendiri gadis itu tidak akan melakukan hal sebodoh itu.
Tok..Tok.. Kyuhyun mengetuk pintu ruang kerja, dan membukanya setelah mendengar izin dari ayahnya.
Cho Hyunjin sedang duduk dibelakang meja besar berwarna coklat tua yang terbuat dari kayu kualitas terbaik. Ayahnya menatap putranya sekilas lalu kembali fokus pada suara yang sedang didengarnya dibalik telepon yang menempel ditelinganya. Kyuhyun duduk tepat dikursi yang terletak dihadapan ayahnya, mengambil handphonenya dan mencari-cari sesuatu disana sambil menunggu ayahnya selesai menelpon.
“Kyu-aa..” Kyuhyun menoleh kearah ayahnya dan meletakkan ponselnya diatas pangkuannya. Ayahnya sudah siap berbicara denganya sekarang.
“nee appa..” jawab Kyuhyun dengan kesopanan yang tinggi
“kenapa kau terus bermain-main?” Cho Sungjin menyandarkan punggungnya disandaran kursi dan menatap putranya intens
“aku tidak mengerti” jawab Kyuhyun santai, sama sekali tidak terpengaruh oleh aura kekejaman ayahnya
Ayahnya menghembuskan nafasnya kasar “berhenti bermain-main, kau sudah lulus kuliah dua tahun yang lalu, kenapa masih mengunjungi kampusmu? Apa yang kau temui disana? Atau lebih tepatnya siapa?”
“tidak ada, aku hanya sedang bernostalgia…”
“siapa gadis itu?” potong ayahnya
Kyuhyun mengeraskan rahangnya. Diam seribu bahasa, ia tahu cepat atau lambat ayahnya pasti tahu apa saja yang ia lakukan belakangan ini. Kyuhyun membalas tatapan menyelidik ayahnya dengan tatapan keras kepalanya. Tidak ada perlunya mengatakan kepada ayahnya siapa Eunso.
“cckk.. Cho Kyuhyun. Kau semakin mirip saja denganku”
“appa mendidikku dengan baik”
Ayahnya tersenyum penuh bangga. Walaupun ia tidak suka dengan kekeras kepalaan putranya tadi ia tetap bangga karena putranya sendiri tidak pernah takut padanya. Satu hal yang selalu ia ajarkan sejak Kyuhyun masih kecil. Untuk menjadi seorang mafia jangan pernah takut pada apapun atau pada siapapun termasuk ayahmu sendiri. “jadi siapa gadis itu?” tanya ayahnya lagi.
Kyuhyun menghembuskan nafasnya menoleh kearah rak buku yang berada disebelahnya “Song Eunso” jawabnya
“kau hanya akan memberikan aku namanya saja?” Kyuhyun menaikkan bahunya sebagai jawaban “terserah jika kau mau menyewa pelacur tapi kau harus ingat tentang pernikahanmu sebulan lagi”
Kyuhyun menatap ayahnya garang “dia bukan pelacur” desisnya marah
“lalu apa yang kalian lakukan di klinik kampus itu?”
“aku hanya menjadikanya milikku”
Ayahnya menatap Kyuhyun lama, ia hapal sifat seperti ini. dulu juga dia dikuasai oleh emosi seperti itu “baiklah, terserah. Miliki dia selama yang kau inginkan. Tapi kau tetap akan menikah dengan keluarga Shin. kau tahu ini untuk menghindari perang dari kedua kubu”
“aku mengerti”
“bagus jika kau mengerti. Sekarang keluarlah”
Kyuhyun berdiri dari kursinya dan membungkukkan badannya hingga 90 derajat, ia selalu menghormati ayahnya. Meskipun dia adalah pria brengsek tapi dia tetaplah suami dan ayah yang hebat.
Kyuhyun berjalan sambil memainkan ponselnya. Menekan satu nama dilayar touchscreennya lalu menekan tombol hijau dan menempelkan ponselnya ketelinga. Terdengar nada sambung untuk beberapa saat hingga akhirnya gadis yang ditelponya menjawab panggilannya.
“yeobboseyoo..?” terdengar suara serak dari gadis itu
“kau tidur?” tanyanya bodoh, tentu saja gadis itu sedang tidur sebelum ia menelpon “baguslah kalau begitu. lanjutkan tidurmu” lalu ia pun menutup telponnya dan menghembuskan nafas lega. Syukurlah dia tidak bunuh diri.
.
.
.
Eunso meletakkan ponselnya dengan alis bertautan. Ia menoleh kearah jam pukul 02.00 dini hari. Untuk apa namja itu menelponya lalu setelahnya ia menutup telponya begitu saja. Namja aneh pikirnya. Eunso kembali membaringkan tubuhnya miring, memeluk boneka beruangnnya erat. Ia memejamkan lagi matanya. Bayangan yang terjadi di kilnik kampus masuk lagi. Eunso membuka matanya lebar, membuang jauh bayangan itu. anehnya ia bukanya merasa jijik atau terluka. Seharusnya itu yang ia rasakan saat ini tapi rasa itu berubah setelah kedatangan Kyuhyun kerumahnya hanya untuk memberikan cream pereda nyeri.
Eunso memejamkan matanya dan lagi-lagi terbayang oleh kuatnya tangan Kyuhyun diseputar pinggangnya dan ciuman yang menggoda itu. ya Tuhan, bibirnya sungguh lembut dan basah. Eunso membuka matanya tiba-tiba.
“tidak Song Eunso apa yang kau pikirkan? Kau seharusnya merasa jijik dicium seperti itu. ya Tuhan, kau baru saja diperkosa oleh namja itu. berhentilah memikirkan namja arogan, pemaksa dan dingin itu” omel Eunso pada dirinya sendiri “tapi ciumannya memabukkan” lirihnya “eeyy.., Jinjja.. ada apa denganku?” Eunso menutup kepalanya dengan selimut dan berusaha untuk menghilangkan bayangan-bayangan itu lagi. lama waktu yang dibutuhkan Eunso untuk menghapus bayangan itu sampai akhirnya iapun bisa tidur lagi dengan lelap.
.
.
.
Mobil Limosin itu ternyata memang panjang dan luas. Eunso mengerjabkan matanya berkali-kali menatap kagum mobil itu. Tadinya ia sedang berjalan keluar dari jalanan apartemenya ketika mobil itu mendadak berhenti dihadapanya. Untuk beberapa saat Eunso memang terpesona namun keterpesonaan itu berubah menjadi rasa gugup sekaligus takut. Jendela kursi penumpang turun dan menampilkan wajah tampan Cho Kyuhyun.
“masuk” perintahnya. Tidak terbantahkan dan tidak bisa ditolak. Eunso membuka pelan pintu mobil itu lalu mendudukkan dirinya tepat disebelah Kyuhyun. Untuk beberapa menit namja itu tengah sibuk mengutak-atik tab nya. Entah apa yang dilihatnya disana.
Kyuhyun meletakkan tab nya kesamping, lalu menoleh kearah Eunso secara tiba-tiba. Eunso yang ditatap tiba-tiba gugup dan memalingkan wajahnya keluar jendela. “sudah sarapan?” suara bariton itu terdengar biasa namun membuat deguban jantung Eunso tidak beraturan. Ia menganggukan kepalanya sekilas agar tidak perlu mengeluarkan suaranya yang tercekat.
“aku belum” lanjut Kyuhyun. “temani aku sarapan”
“tapi..” Eunso memutar kepalanya dan menoleh kepada Kyuhyun “aku ada kelas pagi ini”
“libur saja” titah Kyuhyun
“kuliah ini penting” jawab Eunso bersikeras.
Mereka saling menatap dalam diam. lama waktu yang dibutuhkan bagi Eunso untuk tersadar bahwa mereka sudah bertatapan begitu lama. Ia menurunkan pandangannya kearah kerah dasi biru yang dipakai oleh Kyuhyun. Dasi? Eunso pun menurunkan matanya dan melihat setelan Kyuhyun hari ini. Kenapa namja ini berpakaian rapi sekali hari ini?.
Eunso sudah ingin menanyakan hal itu ketika menaikkan pandanganya lagi kewajah Kyuhyun dan melihat wajah itu sudah menunduk padanya. Lalu detik berikutnya bibirnya disentuh oleh bibir lembut Kyuhyun. Eunso mengulurkan tangannya dan memegang dada Kyuhyun, memalingkan wajahnya kesamping dan mendorong dada itu.
Tidak terpengaruh sama sekali dengan penolakan itu Kyuhyun merangkulkan tanganya dipinggang Eunso dan menarik kuat Eunso hingga gadis itu duduk dipangkuan Kyuhyun. “jangan menolakku” lenganya yang kuat menopang kepala Eunso, tanganya yang bebas menangkup wajah Eunso agar menghadap padanya. Kyuhyun lalu mencium Eunso dengan nafsu yang tidak ditutup-tutupi.
“heeummpp.. sunbae..” Eunso menahan dada Kyuhyun dengan tanganya. tapi sama seperti kemarin kekuatanya tidak ada apa-apanya jika kyuhyun sudah memaksa. Bibirnya dicium dengan membabi buta. Kyuhyun mengigit dan menyesap bibir bawahnya dengan sedikit tekanan. Membuat bibir itu merah dan bengkak sesudahnya “Sunbae..??”
“berhenti bicara, nikmati saja” Kyuhyun diam untuk beberapa detik diatas bibir Eunso yang sudah memerah. Lidahnya terjulur keluar, menyapu permukaan tebal bibir bawah Eunso. Gadis itu memejamkan matanya menerima sapuan lidah itu. darahnya berdesir nikmat, mulutnya otomatis terbuka ketika lidah Kyuhyun menelusup masuk melalui celah bibirnya. Kyuhyun menjelajah mulutnya dengan sabar. Namja itu membuatnya ikut berperang melawan lidah itu.
“heemmpppttt…” leguhan nikmat terdengar dari sela decapan bibir mereka. Tangan kyuhyun tidak lagi menangkup wajah Eunso, tangan itu pergerak turun melalui leher Eunso dan terus hingga kepinggang gadis itu. melalui baju kaos bagian bawahnya tangan Kyuhyun menelusup masuk kedalam bajunya. Dengan lihai ia menarik bra Eunso kebawah dan menyentuh payudara kanan Eunso.
“aakkh Sunbae..” Eunso mencengkeram tangan Kyuhyun. Ciuman Kyuhyun memang memabukkan tapi ia masih takut untuk menerima sentuhan tangan itu.
“sssstt.. diamlah” bisik Kyuhyun bibirnya turun keleher putih Eunso dan menghisapnya. Eunso mengigit bibir bawahnya menahan erangan nikmat karena perbuatan Kyuhyun. Tangan Kyuhyun memutar puting Eunso dengan cepat, membuat jari-jari kakinya gemetar karena sengatan listrik yang nikmat. Entahlah setiap sentuhan dan sapuan Kyuhyun saat ini terasa nikmat, berbeda dengan yang kemarin. Ketika namja itu memaksakan dirinya.
Kyuhyun menurunkan kepalanya diatas payudara kiri Eunso. Ia mulai mencium, mengulum dan menghisap puncak payudara itu. Eunso menjerit tertahan, tanganya meremas kuat rambut Kyuhyun, menahan Kyuhyun untuk tetap disana.
“aaahh.. Sunbae..” Eunso menahan erangan nikmatnya ketika lidah Kyuhyun bermain diputingnya. Tangan Kyuhyun berhenti meremas payudara kanannya sekarang turun menyentuh paha Eunso lalu naik kebagian paha dalamnya melalui rok pendek yang dipakai oleh Eunso.
“kenapa kau memakai rok?” bisik Kyuhyun ditelinganya.
“aahh… terlalu sakit memakai jeans” jawab Eunso sedikit malu mengingat apa yang membuatnya sakit.
Tangan Kyuhyun bergerak lihat dibagian dalam pahanya lalu menyentuh bagian kewanitaan Eunso dibalik underwearnya. Gadis itu sudah lembab dibawah sana, Kyuhyun tersenyum dileher Eunso. Gadis ini sudah mulai terangsang. “apa hari ini masih sakit?” tanyanya lagi
Seharunya Eunso menjawab Iya untuk menghindari kejadian yang lebih lanjut “tidak terlalu” jawabnya, matanya terpejam nikmat merasakan jari-jari Kyuhyun menelusup masuk melalui underwearnya, dan menurunkan celana dalam itu dengan mulus melalui kaki-kakinya.
“lebarkan sedikit kakimu” perintah Kyuhyun tegas. Disaat seperti ini namja itupun tidak bisa dibantah. Dengan rona wajah memerah karena malu dan mata masih terpejam Eunso melebarkan sedikit kakinya. Dengan sedikit terbukanya bagian kewanitaan Eunso, Kyuhyun bisa menyentuh bagian itu dengan bebas. Kyuhyun menyentuh klirotis Eunso dan tersenyum mendengar suara desahan tertahan gadis itu. “mendesahlah, tidak ada yang mendengarmu”
“tapi.., ooh.. Sunbae..” Kyuhyun menyentuh bagian lembab itu, dan mulai mencari lubang hangat disana, jarinya menelusup masuk secara perlahan. Kyuhyun memperhatikan wajah Eunso selagi jarinya masuk, Eunso sedikit mengerutkan wajahnya karena sakit namun setelahnya mengernyit nikmat. Lagi-lagi Kyuhyun tersenyum puas. Obat itu memang mujarab untuk menyembuhkan.
Setelah memastikan gadis itu tidak lagi merasa sakit, ia menarik keluar jarinya mendengar suara protes Eunso lalu membaringkan gadis itu disofa panjang didalam limosim itu. untung dia memabawa mobil itu tadi. Kyuhyun menekan tombol mengunci pintu lalu tombol interkom agar bisa berbicara pada supirnya “apapun yang terjadi jangan ganggu aku sampai aku yang memanggilmu. Arraso?” perintahnya
“nee bos” jawab supir itu patuh.
Eunso terbaring dalam diam memperhatikan Kyuhyun. Peluh sudah membasahi dahinya. Nafasnya tersengal-sengal dan jantungnya berdegup kencang. Ya Tuhan apa yang ia lakukan, berbaring pasrah ditempat duduk didalam limosim mewah, menunggu namja ini meneruskan apa yang sudah ia mulai. Matanya menatap penuh minat Kyuhyun yang melepaskan ikat pinggangnya, membuka kancing celananya lalu menurunkan celana itu beserta boxernya. Benda itu terbebas dari kurungnya. Kaku, tegang dan besar. Eunso menelan salivanya pelan.
“Sunbae.. aku rasa, aku masih kesakitan” ujar Eunso serak. Ia sudah hendak memutar tubuhnya ketika tangan Kyuhyun menahan lututnya dan membuka lebar kedua kakinya, lalu menarik Eunso mendekat pada selangkanganya.
“tidak, kau sudah sembuh” ujung penisnya menyentuh vaginanya yang hangat. Eunso menarik nafasnya tertahan merasakan benda itu menusuknya.
“tapi.. kuliahku, aku akan terlambat..” protes Eunso lagi. Kyuhyun tidak peduli, ia terus memasukan kejantananya kedalam diri Eunso. Gadis itu meringis pelan merasakan desakan keras itu. “itu kuliah penting” sahutnya lagi
“aku akan menjelaskan padamu isi kuliahnya, setiap tahun namja tua botak itu selalu menyampaikan kata-kata yang sama” Kyuhyun masuk dengan perlahan, Eunso masih sangat sempit.
“tapi.. sunbae.., ooh..” Eunso mendesah diakhir katanya. Merasa penuh dibagian bawahnya.
“diamlah. Aku sudah masuk” Kyuhyun meraih paha Eunso yang terjatuh dilantai mobil lalu melingkarkan kaki itu diseputar pinggangnya “sudah kubilang kan, libur kuliah dan temani aku sarapan” Kyuhyun menarik kejantanannya hingga mencapai ujung vagina Eunso lalu mendorong masuk dengan pelan.
“iya… tapi..”
“kubilang diam. aku sedang menikmati sarapanku” desis Kyuhyun nikmat diatas bibir Eunso. Namja itu terus menggerakkan pinggulnya keluar masuk sambil menjelajah mulut Eunso dengan lidahnya. Airmata jatuh dari mata Eunso, bukan karena ia menangis seperti pertama kali, tapi karena tusukan-tusukan kejantanan Kyuhyun mengenai bibir rahimnya. Membuat tubuhnya berguncang keras mengikuti irama goyangan pinggul Kyuhyun.
Kyuhyun melepaskan bibir Eunso dan mulai meraup payudara kanan Eunso. Pinggulnya terus bergerak masuk dan keluar, gerakan itu semakin cepat, membuat airmata Eunso keluar semakin banyak. Terasa begitu nikmat dan menusuknya.
“aaakkhh..” Eunso menjerit keras, ketika Kyuhyun berhasil menusuk titik sensitivenya “Sunbaeee..” teriaknya lagi, tanganya meraih lengan Kyuhyun. Berusaha mencari pegangan. Naluri membawa tanganya naik keatas dan memeluk Kyuhyun, kedua kakinya mengapit pinggul Kyuhyun. Agar bisa menasakan lebih. Kyuhyun tersenyum puas, iapun semakin cepat bergerak.
Otot-otot vagina gadis itu mencengeram kejantananya kencang, gadis itu sudah akan keluar. Kyuhyun terus bergerak cepat sambil menghisap leher putih Eunso.
“Sunbaeee.. akuu.. aaakkkhhh…” gadis itu sampai lebih dulu lagi sebelum dirinya. Kyuhyun bergerak semakin leluasa setelah cairan gadis itu keluar. Masuk dan keluar dengan cepat. Ia menunduk dibahu Eunso, memejamkan matanya merasakan dirinya juga akan sampai.
“aaaakkhh..” teriakan namja itu terdengar jelas ditelinga Eunso. Nafas panas Kyuhyun menerpa lehernya. Namja itu terbaring lemas diatasnya. Dibagian bawah sperma Kyuhyun keluar memenuhi rahim Eunso, terlalu banyak hingga cairan putih itu keluar melalui lubang vaginanya dan mengotori kursi mewah limosin itu.
Nafas Eunso pun tersengal-sengal namun tubuh berat Kyuhyun tidak membuatnya semakin sesak. Ia menikmati rasa ini, berat kyuhyun menimpanya dan nafas Kyuhyun yang terdengar ditelinganya sekaligus menggelitik lehernya. Kaki Eunso terjatuh kebawah lelah. Membuat Kyuhyun tersadar dari kepuasanya lalu iapun bangkit dari atas Eunso. Ia mengeluarkan kejantananya dari Eunso dan duduk bersandar disofa.
Eunso masih mengatur nafasnya untuk bergerak menjauh dan menutupi dirinya, matanya terpejam lelah dengan posisi yang masih sama.
Kyuhyun menoleh kearah Eunso yang terpejam sambil membuka ikatan dasinya dan melepas jasnya. Melempar jas itu kesebelahnya, lalu membungkuk lagi diatas Eunso. mobil limosin itu sudah berhenti, entah sudah berapa lama mereka tiba didepan kampus. Dan supirnya mematuhinya dengan tidak menginterupsi Kyuhyun.
“lelah?” tanya Kyuhyun diatas Eunso.
Eunso membuka matanya dan menatap wajah Kyuhyun diatasnya, ia menganggukkan kepalanya. Kyuhyun tersenyum, tanganya mengelus paha Eunso. “kalau begitu istirahatlah dulu” bisiknya. Mengecup puncak kepala Eunso, lalu kembali duduk bersandar. Eunso bangkit dan duduk disebelah Kyuhyun. Matanya mencari-cari underwearnya yang dibuang oleh Kyuhyun tadi. Tapi ia tidak menemukan benda itu.
“aku harus masuk kuliah” ujarnya lagi
“sudah kubilang, aku akan menggantikan dosen itu mengajarimu” jawab Kyuhyun ketus. Ia mulai menaikkan lagi celananya dan menutup dirinya. Eunso masih mencari-cari benda kecil itu, tapi Kyuhyun ternyata melemparnya diluar jangkauan matanya.
“ituku..”
“apa?”
“eeuuhhmm….” Eunso diam.. apa dia harus menyebutkan benda itu
Kyuhyun tersenyum simpul, tau apa yang dicari gadis itu. ia mengulurkan tanganya kebawah pantatnya dan menarik underwear Eunso. “ini” ujarnya, sambil melemparkan benda itu kearah Eunso.
Dengan sigap Eunso menangkap benda itu dan mulai memakainya dengan sambil memunggungi Kyuhyun dan memakianya cepat agar Kyuhyun tidak bisa melihatnya.
Kyuhyun mengabaikan Eunso yang terlihat malu-malu itu dan menekan interkom lagi “kajja pulang” ujarnya
“nee..?? tapi pertemuan antar pewaris??” supir itu terdengar ragu-ragu mengingatkan bosnya
“pulang dulu” jawab Kyuhyun tegas. Mau tidak mau supir itu mengikuti kemauan bosnya.
“aahhkk.. kuliahku. Sunbae,…?” protes Eunso ketika mobil itu sudah kembali melaju
“ya Tuhan, berhenti melawanku” geram kyuhyun “sudah kubilangkan aku yang akan menggantikanya. Sekarang duduk manis saja disana”
Eunso mau tidak mau hanya bisa duduk manis dikursi limosin itu. matanya menatap bingung Kyuhyun. Tadi, Kyuhyun terlihat lembut dan berbisik dengan suara yang lembut tapi sekarang, suara lembut dan menghanyutkan itu menghilang. tergantikan oleh suara dingin dan bengis.
.
.
Eunso dibawa kesebuah rumah megah namun tradisional. Ia tidak tahu ini rumah siapa, setelah mengenal Kyuhyun Hyemi sering memberitahukan kekayaan-kekayaang yang dimiliki oleh keluarga Cho, salah satunya rumah mewah bergaya eropa, dan yang lainya. Tapi Hyemi tidak pernah menyebutkan rumah ini. Rumah yang mungkin ditinggali oleh para bangsawan dijaman Juseon dulu. Mungkin ini salah satu aset milik Kyuhyun.
Beberapa pelayan wanita dengan seragam berwarna hitam menghampirinya dan Kyuhyun. Eunso membungkukkan badanya membalas bungkukan para pelan itu. ini pertama kalinya ia melihat orang-orang membungkuk hormat padanya.
“mandi dan ganti pakaianmu” perintah Kyuhyun.
“nee..? tapi kenapa? Pakaianku masih layak dipakai” protes Eunso.
“mereka akan membantumu menemukan beberapa pakaian yang bisa kau pakai” Kyuhyun tidak menghiraukan protes Eunso
“shireo. Aku akan tetap pakai bajuku”
“ya Tuhan, tidak bisakah kau menuruti perintahku langsung tanpa protes lebih dulu?” tanya Kyuhyun geram
“tidak” jawab Eunso, menaikkan dagunya tinggi. entah keberanian apa yang dia dapati melawan Kyuhyun seperti itu. Eunso merasa setelah namja itu mengambil sesuatu yang berharga miliknya, ia berhak mempertahankan harga dirinya yang lain. tidak ingin diperintah didepan orang-orang banyak.
“kau lihat dirimu dicermin Song Eunso. Penampilanmu terlihat seperti habis bercinta. Jelas kau memang bercinta denganku tadi. Noda sperma dimana-mana dan wajahmu kusut karena baru saja selesai mastrubasi”
Eunso menganga lebar mendengar penuturan Kyuhyun. Pelayan wanita yang berada didekat mereka menutup mulut terkejut tapi tidak berani berkomentar apapun atas apa yang bos mereka katakan.
“kau. Benar-benar.. namja.. yang.. aaaarrrggggghhhh” Eunso tidak bisa menyelesaikan umpatanya ia hanya bisa mengepalkan kedua tanganya dan mengeeram putus asa.
“cepat mandi sana” Kyuhyun memutar tubuhnya dan meninggalkan gadis itu dengan wajah yang memerah karena marah.
“memangnya siapa yang membuatku seperti ini? haaahh..?” teriak Eunso. Hilang sudah kesabarannya
“Song Eunso!!!!” teriak Kyuhyun “masuk dan mandi!!!” Kyuhyun berbalik dan menunjuk kearah kamar yang akan didatangi oleh Eunso
“sireo.. biar saja aku seperti ini” jawab Eunso bersikeras “kau membuatku tidak masuk kuliah penting, meniduriku didalam mobil limosin dan sekarang menyuruhku untuk mandi lagi?. Shireoooo..”
“kau mau aku yang memandikanmu?” Kyuhyun berjalan cepat menghampiri Eunso.
Eunso menangkupkan kedua tanganya didepan dada karena tatapan nanar Kyuhyun yang berjalan cepat menghampirinya. Dengan cepat ia memutar tubuhnya dan menarik salah satu pelayan yang ada disana “kajja.. kajja..kajjaaa..” teriaknya kesal.
Kyuhyun menghembuskan nafasnya kasar. Gadis ini. benar-benar membuatnya hampir kehilangan kesabaran. Kenapa selalu saja melawannya? Kyuhyun memutar lagi tubuhnya dan bergegas kekamarnya. Bersiap untuk mandi lagi.
.
.
Eunso menatap kagum rumah itu. seumur hidupnya baru kali ini ia menginjakkan kakinya dirumah tradisional seperti ini. semua terbuat dari kayu dan pintunya harus digeser agar tebuka. Ia juga harus merasakan nikmatnya berendam air panas di bak mandi yang terbuat dari kayu, dengan ditaburi bunga-bunga mawar dan melati.
Untuk beberapa saat Eunso menikmati kegiatan mandi itu sampai akhirnya Kyuhyun berdiri diluar pintu kamar dan berteriak untuk bergegas. Eunso merutuki Kyuhyun sambil keluar dari bak kayu itu, lalu memakai handuknya. Ia berdiri didepan cermin lalu terperangah melihat tubuhnya dipenuhi bercak-bercak merah, dari sekitar leher, hingga… Eunso menurunkan sedikit lilitan handuknya dan sekali lagi terkejut melihat bercak merah itu begitu banyak dibagian dadanya. Jadi ini alasan para pelayan itu tertawa geli ketika Eunso mulai membuka bajunya.
“Cho Kyuhyun sialaaannn…”
Selesai berganti pakaian dengan drees selutut berwarna putih Eunso keluar dengan canggung. Bercak merah bekas Kiss mark yang dibuat Kyuhyun dilehernya sulit untuk ia tutupi karena potongan dress itu cukup rendah. Eunso mengakali hal itu dengan melilitkan selendang putih yang ia temukan disalah satu lemari didalam kamar itu.
“aah.. akhirnya kau keluar” Eunso mengerutkan alisnya tidak suka harus mendengar suara namja itu lagi. Kyuhyun sedang berdiri ditengah-tengah ruangan yang dikelilingi oleh tembok-tembok kayu dan jendela yang terbuat dari kertas. Namja itu kembali memakai setelan resmi dengan jas berwarna hitam dibaliknya kemeja berwarna putih menyelimuti dada bagian depanya, lalu dasinya sudah berganti menjadi warna merah marun. Sungguh ini benar-benar pemandang yang tidak pernah ia bayangkan akan ia lihat.
“aku ingin mengajukan penawaran denganmu” Kyuhyun membuka pembicaraan
“penawaran?” Eunso membeo
“penawaran yang pasti menguntungku dan juga dirimu”
“apa itu?”
“menikah denganku”
“mwoo..? menikah denganmu? Dan kau bilang itu menguntungkanku? Yang benar saja” terdengar nada sinis dan meremehkan dari suara Eunso. Tapi hal itu tidak mempengaruhi Kyuhyun. Namja itu menatap Eunso dengan mantap.
“tentu saja, kau tidak perlu lagi harus mati-matian belajar karena mengejar beasiswa, tidak perlu bekerja sambilang di klinik kampus lagi dan juga”
“aku tidak pernah mengeluh akan hal itu” potong Eunso
“dan juga…” sambung Kyuhyun “ibumu tidak perlu bekerja di club malam lagi. kau ingin ibumu berhenti bekerja disana kan?”
Tepat sasaran. Eunso terdiam dan sejenak ia tergiur oleh penawaran itu. Namun ditepisnya cepat-cepat pemikiran itu, menikah dengan pewaris gengster atau mafia di Korea? Setiap hari harus melihat suaminya membunuh orang atau berkelahi, atau.. atau.. ia bisa saja dibunuh karena statusnya sebagai istri dari Cho Kyuhyun. Eunso sering mendengar itu dari cerita-cerita horor Hyemi, ibu Kyuhyun pun mati karena dibunuh oleh salah satu musuh ayahnya. ya Tuhan. Tidak.. ia tidak mau.
“shireo..”
“aku tidak mau mendengar kata shireo”
“kau bilang ini penawaran kan? Tentu saja aku bisa menolaknya” tegas Eunso
“penawaran dalam kamusku adalah mendapati persetujuan langsung tanpa berdebat”
“aku tidak melihat adanya keuntungan dengan menikah denganmu. Malah.. mungkin.. aku akan mendapat celaka” jawabnya, merinding dengan pemikirannya yang terakhir
“dengar, kau dan ibumu bisa tinggal bersamaku. Dibawah perlindungan keluargaku dan dengan uang yang melimpah”
Eunso menelan salivanya lagi. itu artinya ia bisa hidup sedikit mewah? Naik Mobil limosin lagi? tunggu.. kenapa dirinya jadi sedikit gila harta seperti ini? “aku tetap tidak mau”
“dengan imbalan uang yang banyak?” tanya Kyuhyun lagi.
Eunso mengeraskan rahangnya marah “dengar Cho Kyuhyun. Aku tidak bisa dibeli, aku bukan pelacur”  Eunso meringis mengucapkan sebutan itu. seperti kata ibunya, apapun yang terjadi dia tidak akan mau menjual dirinya. Itu sama artinya dengan ia adalah seorang pelacur.
“God.., ingin rasanya aku mematahkan lehermu itu” desis Kyuhyun tidak kalah marah “aku tidak bilang kau seorang pelacur” teriaknya.
“lalu apa namanya ini? membeliku agar kau bisa menikmati tubuhku semaumu kan? Itu yang kau pikirkan bukan?” tebak Eunso dengan kepercayaan diri yang tinggi.
“jika hanya untuk memiliki tubuhmu, bisa kudapatkan kapan saja tanpa harus menikahimu. Kau lupa apa yang terjadi di mobil tadi? Jangan bilang kau tidak menikmatinya Song Eunso”
Eunso terdiam, Kyuhyun benar, mungkin kali pertama terjadi karena dia dipaksa tapi kali kedua, didalam mobil itu tadi ia hanya berbaring pasrah dibawah Kyuhyun. Bahkan menikmatinya “ya Tuhan, aku seorang pelacur.. ottokee..? eommaaa..” Eunso jatuh terduduk dengan memegang kepalanya dengan kedua tanganya.
“yaaa!!” Kyuhyun mendekati Eunso dan duduk bersila dihadapan Eunso. Kedua tanganya terulur keatas dan menangkup pipi Eunso “aku bilang kau bukan pelacur”
“lalu aku apa? Bercinta dengan seorang laki-laki sebelum menikah.. ituuu..”
“itu.. tidak disebut melacurkan diri. Dengarkan aku. Tidak apa-apa jika kau melakukanya hanya dengan satu namja seumur hidupmu”
“jinjja..?”
“begini” Kyuhyun menurunkan tanganya dan memeluk pinggang Eunso dan menarik gadis itu agar duduk dipangkuannya. Terkejut karena gerakan yang tiba-tiba itu, Eunso menumpukan kedua tanganya dibahu Kyuhyun. Wajah Kyuhyun berada begitu dekat dihadapanya “dua kali spermaku keluar dirahimmu, apa kau tidak khawatir akan resikonya?”
Eunso memandang kosong wajah Kyuhyun “hamil..?”
“gadis pintar. Kau tidak ingin anakmu menjadi anak haram juga kan?” Eunso menatap mata Kyuhyun sambil mengedipkan matanya beberapa kali lalu ia menggelengkan kepalanya. Kyuhyun mengusap rambut Eunso yang beraroma melati dan mawar. “benar, jangan biarkan anakmu menjadi anak haram juga. Karena itu kita akan menikah”
Eunso merasa terhanyut oleh tatapan mata Kyuhyun dan usapan lembut tangan Kyuhyun diseputar pinggang dan pahanya. Ia tidak bisa berfikir jernih “akuu.. sepertinya aku sedang dibodohi..” ujarnya. sadar akan ketidak mampuannya menolak Kyuhyun.
“tidak, kau hanya sedang diberikan pencerahan agar mengambil keputusan yang benar” jawab Kyuhyun
“aku, tidak mau menjadi istri seorang mafia, aku ingin menikah dengan namja yang bekerja kantoran saja” jawabnya lagi.
“mafia hanya pekerjaan sampingan Eunso-yaa.. aku punya kantor sendiri jika kau ingin tahu”
“aku tetap tidak suka pekerjaan sampinganmu itu”
“Song Eunso…” Kyuhyun menggeramkan suaranya marah. Batas kesabaranya hampir habis. Ia bisa saja memaksa Eunso menikah denganya. tapi hakim tidak akan mau menikahkan mereka jika Eunso menolak keras. “pikirkan ibumu, dan bayi yang mungkin saja nanti akan ada”
“tapi aku belum hamil”
“kau mau menunggu sampai perutmu membuncit, dan orang-orang bergunjing karenanya?”
Eunso terdiam lagi, matanya menunduk kebawah, kearah dasi merah marun Kyuhyun. Dengan sabar Kyuhyun menunggu pergulatan hati Eunso. Ia terus mengusap dan mengeratkan dudukan Eunso dipahanya. Hingga bagian bawah mereka berdua bersentuhan. Eunso mengerang tertahan merasakan batang mengeras dibalik celana itu ketika menyentuh daerah paling sensitivenya. “aku harus berfikir dulu” ujarnya gelagapan.
“eeeyy.. jinjja. Sekarang atau kau tidak punya waktu untuk berfikir lagi”
“Sunbae..”
“aku butuh persetujuanmu sekarang”
“aku tidak bisa didesak”
“pikirkan ibumu, dia tidak perlu bekerja di club malam lagi, anak haram diperutmu, ayo cepatlah berfikir”
“sialan kau Cho Kyuhyun.. sialaaan kau..” maki Eunso, kesabaranya sudah habis. Ia didesak untuk mengambil keputusan yang mungkin akan ia sesali dikemudian hari.
“aahh.. kau memang pintar” bisik Kyuhyun, menerima makian itu sebagai persetujuan Eunso. Dengan mudah ia bangkit dari duduknya bersama Eunso yang masih menempel erat dalam pelukanya. “sebelum kau berubah pikiran, kita menikah sekarang” Kyuhyun menarik lengan Eunso dan membawanya keluar dari rumah itu
“mwoo..? sekarang? Sunbae..?”
.
.
.
“baiklah, sekarang kalian sudah menjadi pasangan suami istri. Selamat” Eunso merasa pusing ketika disalami oleh hakim yang menikahkanya barusan. Ia menyambut tangan itu dengan tatapan kosong. Ia tidak benar-benar sadar kenapa bisa berada di ruangan kerja ini dan menandatangani surat nikahnya. Kyuhyun dengan sangat sabar membimbing tangan Eunso untuk menandatangi dokumen itu.
Dan inilah dia, seorang wanita yang tadinya hanya ingin berangkat sepagi mungkin agar bisa masuk kedalam kelas perkuliahanya dan sekarang berakhir dicatatan sipil , dengan dokumen dan berkas-berkas yang menyatakan dirinya adalah Nyonya Cho.
“astaga.. aku sudah gila” tanpa disadarinya ia mengucapkan kata itu dengan keras, hingga didengar oleh sang hakim
“nee..?”
“dia gila karena terlalu bahagia” jawab kyuhyun “tutup mulutmu yang menganga itu sayang”
Eunso tidak sempat menutup mulutnya karena Kyuhyun sudah membantunya menutup mulutnya dengan ciuman yang memabukkan. Eunso memejamkan matanya sekali lagi terhanyut oleh ciuman itu. ia memegang lengan baju kyuhyun. Agar tidak terjatuh karena tiba-tiba saja kakinya  berubah seperti lilin yang akan meleleh karena panas.
“hahahaha.. suami istri muda yang berbahagia” Eunso bisa mendengar suara sang hakim dihadapan mereka. Kyuhyun masih belum melepaskan ciumanya hingga menit ke dua. Eunso bernafas tersengal-sengal setelah Kyuhyun melepaskan bibirnya. Namja itu mengusap sudut bibirnya mengelap bagian yang basah.
Masih dengan sedikit bingung ia berjalan keluar dari gedung itu. tanganya digenggam erat oleh Kyuhyun, dan namja itulah yang membimbingnya keluar dari sana. Jika saja Kyuhyun tidak menariknya mungkin saja Eunso masih diam terpaku diruangan hakim itu.
“Sunbae..” panggilnya ragu-ragu
“nee..?”
“apa alasanmu menikahiku? Untukmu, maksudku bagi kalian yang melakukan suatu kejahatan atau hanya bisa berkelahi saja tidak mungkin menikahi seorang gadis hanya karena khawatir gadis itu hamil”  sejak didalam ruangan itu, pikiran seperti ini sudah masuk kebenaknya. Hanya saja ia tidak bisa bertanya karena terlalu kaget tadi.
“karena aku tidak mau menikah”
“nee..?” Eunso mengerutkan alisnya bingung. Tidak mau menikah? Tapi namja ini baru saja menikahinya.
“aku ditunangkan dengan seorang pewaris lain sejak aku kecil”
“yaakk.. kenapa tidak kau nikahi saja tunanganmu itu” teriak Eunso. Ia tidak perlu repot-repot menikah dengan Kyuhyun jika Kyuhyun sudah memiliki tunangan
“dan kau ingin berakhir menjadi wanita simpananku?”
“mwoo..? yaakk.. kau.. kenapa percaya diri sekali? Untuk apa aku mau menjadi wanita simpananmu?”
“karena itu aku menikahimu. Aku juga tidak mau kau menjadi wanita simpanan dan membiarkan wanita itu menjadi istriku”
“yaa.. Cho Kyuhyun” Eunso masih bingung dengan jawaban Kyuhyun, sebenarnya apa maksud namja ini?
“aku sudah menginginkanmu sejak pertama kali kita bertemu. Dan bertekat menjadikanmu istriku. Tadinya aku ingin kita bercinta setelah kita menikah, tapi ditengah-tengah pendekatanku kau membuatku marah karena berbohong demi menemui namja lain, dan.. akhirnya aku memaksamu”
“ciih.. apa kau baru saja mau bilang kau sudah terpikat padaku pada pandangan pertama di klinik kampus itu?” Eunso diam, aah tentu saja. Karena wajah inilah semua orang begitu menginginkannya, hanya saja Cho Kyuhyun terlalu berkuasa hingga akhirnya bisa mendapatkan dirinya dengan mudah.
Kyuhyun menghentikan langkahnya dipinggir jalan lalu menatap Eunso dalam “terpikat pada pandangan pertamanya benar tapi diklinik kampusnya salah”
“nee..?”
“kita pernah bertemu sebelum itu Eunso. Aku yakin kau tidak mengingatnya”
“kita? Pernah bertemu? Kapan?”
Kyuhyun tersenyum, senyum yang baru dilihat oleh Eunso “tidak akan kuberitahu sampai kau mengingatnya sendiri” Kyuhyun memutar tubuhnya dan melangkah masuk kedalam mobilnya. Kali ini namja itu membawa mobil jaguar merahnya dan menyupirnya sendiri.
“yaakk.. Sunbae.. aku penasaran” Eunso membuka pintu disebelah Kyuhyun dan mendudukan dirinya dibangku penumpang itu. matanya menatap Kyuhyun lekat “dimana dan kapan kita pernah bertemu? Aku tidak mungkin melupakanya jika itu kau”
“lalu kenapa kau lupa?” tanya Kyuhyun “pakai sabuk pengamanya Eunso-ya” Kyuhyun melajukan mobilnya keluar dari area parkir.
“coba ingatkan aku lagi” desak Eunso, memakai sabuk pengaman dengan cepat
“tidak..”
“aahh.. Sunbae” Eunso mengerutkan alisnya, ia benar-benar penasaran. Matanya menatap lurus kedepan mengingat-ingat tahun-tahun pertamanya di kampus. Mungkin saja mereka pernah bertemu disana. Tapi.. Eunso memang memiliki memori ingatan yang kurang, karena itu ia mati-matian belajar dan mengulang-ulang pelajaranya. Jika tidak, ia akan mudah melupakan segalanya.
“aaakkhh.. kau membuatku penasaran” rutuk Eunso.
Disebelahnya kyuhyun tersenyum lucu. Baru kali ini ia melihat Eunso berbicara sebanyak itu. selama sebulan kemarin ia meminta Eunso menemaninya gadis itu hanya membisu dan menatapnya garang. Tapi hari ini, gadis itu menunjukkan satu sisi yang menggemaskan. Dan Kyuhyun menyukai hal itu.
Eunso menoleh keluar jendela kemudian menegakkan dudukanya, melihat pilihan jalan yang jarang ia lalui “kita mau kemana?”
“pulang kerumahku”
“nee..? rumah yang tadi?”
“bukan, rumah ayahku”
“nee..? lalu bertemu ayahmu? Kenapa membawaku kesana? Aku tidak mau, aku tidak mau mati”
“yaakk..!! kau itu istriku sudah seharusnya aku membawamu tinggal bersamaku”
“dan tinggal serumah dengan ayahmu? Ya Tuhan, aku pasti cepat mati karena ketakutan” Kyuhyun hanya diam mendengar Eunso terus mengocehkan hal-hal yang tidak penting “kau bilang kau punya tunangan kan tadi? Ya Tuhan, ayahmu pasti marah besar tahu kau menikahiku. Ayo kembali lagi kesana dan batalkan pernikahan kita”
“tidak” jawaab Kyuhyun tegas
“sunbae”
“aku bilang tidak. Ya tidak”
“ayahmu pasti marah besar, dan membunuhku. Ya Tuhan”
“appa pasti marah. Tapi dia tidak akan membunuhmu”
“kenapa kau yakin sekali?”
“karena dia harus membunuhku dulu untuk melakukan itu. sekarang diam dan duduk manis saja disana”
Eunso menggelengkan kepalanya frustasi. Satu hari, ia bisa gilaa hanya dalam satu hari ini. “tunggu, aku tidak bisa pergi kerumahmu dan meninggalkan eomma sendirian. eomma pasti kebingungan karena aku tidak pulang. Jadi bawa aku pulang, cepat.. cepat..” desak Eunso.
Kyuhyun melirikkan matanya kearah eunso dan menatapnya dengan remeh. “ibumu akan dijemput oleh anak buahku. Tidak perlu cari-cari alasan lagi Song eunso. Diam dan duduk manis saja”
Eunso menggit bibir bawahnya, ingin rasanya ia meneriaki namja ini. ya Tuhan. Ia benar-benar akan cepat mati karena serangan jantung yang tiba-tiba..
TBC…
Pasti akan dilanjut kok secepat yang author bisa. jadi jangan nagih” terus ke adminnya ya.. sabar aja.. hehehe

Fc Populer:

%d blogger menyukai ini: