Be With You Part 1

0
Be With You Part 1 ff nc kyuhyun donghae
Tittle: Be with You (Part 1)
Cast:
Cho Kyuhyun
Song Eunso (OC)
Lee donghae
Other cast find by your self
Category: NC-21, Romance, Chapter, Sad
Author: Mylittlechick
“ANDWEE.. Sunbae.. kumohon.. jangaaan..” terisak, Song Eunso sedang berusaha keras melawan tangan kekar dan menuntut yang sedang berusaha memcoba membuka paksa celana jeansnya. Tubuh bagian atasnya sudah terekspos didepan wajah namja yang dia panggil Sunbae itu. Baju kaosnya harus menjadi korban besarnya kekuatan namja itu. dan dengan lancangnya namja itu meraup payudaranya dengan kasar setelah ia berhasil membebaskan keduanya.

“Jebal.. Sunbae..” Eunso terus meminta belas kasihan dari namja itu. Tanganya yang mencengkeram erat celana jeansnya ditarik secara paksa dan diangkat keatas kepalanya. Dengan mudahnya namja itu mengikat kedua tangan Eunso di tiang penyangga tempat tidur dengan menggunakan jas lab yang tadinya ia pakai. Namja itu menarik jeans Eunso dengan paksa, serta celana dalamnya. Eunso bisa merasakan airmatanya lagi-lagi jatuh dipipinya. Haruskah ia kehilangan keperawananya disini? Ditempat tidur kecil yang berada diruang Kesehatan di kampusnya?
Eunso tidak pernah tahu ketika ia bersedia menjadi petugas kesehatan dikampusnya ia akan menerima nasib seperti ini. Meskipun memang ia memiliki nasib yang buruk tapi hal ini adalah hal yang sama sekali tidak pernah ia khawatirkan. Berakhir ditempat tidur kecil dan diperkosa. Eunso sudah diperingati untuk tidak berurusan dengan namja ini. Tapi apa yang harus ia lakukan? Ketika melihat namja ini terluka sudah menjadi tugasnya untuk merawat seseorang yang terluka. Ia tidak pernah tahu namja yang ditolongnya benar-benar seseorang yang tidak manusiawi.
“Jebal… hentikan Sunbae” sebagai usaha terakhir Eunso mengucapkan permohonanya. Ia merasakan sesuatu menusuk daerah kemaluanya. Eunso memejamkan matanya membuat airmata mengalir deras dipipinya. “andwee…” ia meringis perih merasakan benda itu menusuk masuk kedalam dirinya.
“ini pelajaran untukmu Song Eunso. Jangan pernah bermain-main dengan Cho Kyuhyun”
**Flashback On
Satu bulan yang lalu
Hari itu Eunso sedang berdiri terpaku melihat ada banyak orang yang sedang berkerumun didepan pintu ruang kesehatan. Ia baru saja keluar dari kelas pelajaran ekonomi yang diambilnya disemester keempatnya.
Eunso hanyalah seorang mahasiswi biasa yang kuliah dengan mengandalkan beasiswa. Karena itu ia pun mati-matian belajar lebih keras agar nilainya tetap tinggi dan beasiswanya terus berlanjut. Selain itu ia juga menyempatkan diri menjadi petugas kesehatan dikampusnya. Tidak banyak uang yang ia dapatkan, tapi dengan membantu menjadi petugas kesehatan memberikanya waktu lebih banyak untuk belajar, karena tidak banyak mahasiswa yang datang karena sakit atau terluka.
Song Eunso memang seperti gadis kebanyakan hanya satu yang membuatnya berbeda yaitu wajahnya yang mempesona. Ibunya yang cantik mewariskan parasnya kepada putrinya. Banyak Namja yang terpikat oleh Eunso dan banyak pula gadis yang membenci Eunso karenanya.
“kalian sedang apa?” Eunso mengagetkan kerumunan orang-orang didepan pintu itu. Setelah melihat Eunso untuk sejenak mereka kembali melirik kedalam ruangan sambil berbisik-bisik.
“Hyemi-aa” panggil Eunso kepada salah satu rekannya diruang kesehatan “ada apa sebenarnya?”
“Cho Kyuhyun didalam, dan dia terluka” jawab rekan kerjanya yang ia panggil Hyemi itu
“oo..? lalu kenapa tidak kau obati?”
“yaa.. aku takut, tatapan matanya menatapku seolah-olah ingin membunuhku” Hyemi berdigik ngeri mengingat tatapan mata yang menusuk ketika namja itu masuk kedalam ruangan kesehatan itu tadi
“lalu kau akan membiarkanya terluka seperti itu saja?” tanya Eunso. Ia melirik keadalam dan melebarkan matanya terkejut melihat namja itu sedang duduk dikursi dengan tangan menggantung ditulutnya. Eunso bisa melihat tetesan darah mengalir dari pergelangan tanganya hingga keujung jari telunjuknya. “sudah biar aku saja”
“andwe, Eunso-yaa.” Hyemi menahan Eunso
“wae..?”
“kita tunggu ibu kepala saja. Kau bisa celaka jika berurusan denganya”
Eunso melirik jam tanganya lalu menoleh kepada Hyemi “masih lama menunggu ibu kepala, dia bisa kena infeksi dan kehabisan darah” Eunso melepaskan tangan Hyemi yang memegangnya.
“ya Tuhan, selamatkan dia” Hyemi mengepalkan kedua tanganya dan berdoa untuk rekannya yang saat ini sedang berjalan melewati kerumunan orang itu menuju ruang kesehatan.
Eunso masuk dengan langkah yang cepat, ia berjalan ke arah lemari yang menyimpan alkohol, kain kasa dan perban. Meletakkan semua itu diatas nampan plastik dan berjalan mendekati Kyuhyun. Eunso berhenti ketika namja itu menatapnya dengan penuh minat. Hyemi benar tatapan namja itu seakan-akan bisa membunuhnya kapan saja. Ia ragu sejenak namun melihat darah itu sudah hampir menggenang dilantai ia-pun kembali berjalan mendekati Kyuhyun.
Eunso meletakkan nampan itu diatas meja lalu berbalik kearah Kyuhyun “aku akan mengobatimu” ujarnya. Ia menunggu izin dari namja itu tapi sepertinya namja itu bisu atau semacamnya karena ia sama sekali tidak menjawab Eunso. Tanpa pikir panjang lagi Eunso mengulurkan tanganya kelengan namja yang terluka itu. luka itu berasal dari lengan atas, terdapat luka yang melintang dan besar dari sana. Eunso harus menggunting kemeja yang dipakai oleh namja itu untuk bisa melihat lukanya lebih jelas.
Eunso sedang mencari-cari gunting diatas meja ketika ia mendengar suara robekan baju dibelakangnya, ia berputar dan terkejut melihat namja itu sedah merobek bagian lengan dari kemejanya. Merasa malu karena itu, Eunso pun bergerak cepat mengambil alkohol dan menuangkanya ke kapas putih. “aku harus membersihkan kotoran yang menempel, akan perih sedikit” bisik Eunso.
Eunso mengambil kursi dan duduk disebelah Kyuhyun, ia mulai menempelkan kapas beralkohol itu lalu membersihkan lukanya. Ia mengharapkan ada suara ringisan atau rintihan dari namja itu, tapi Kyuhyun tetap bergeming, tidak mengeluarkan suara sama sekali. Penasaran Eunso pun menaikkan pandanganya ke arah Kyuhyun. Matanya bertemu dengan mata Kyuhyun, namja itu sedang memperhatikan wajah Eunso bukanya memperhatikan lukanya. Tiba-tiba saja Eunso didera rasa malu karena ditatap seperti itu. biasanya para namja memang akan menatapnya kagum karena ia adalah gadis yang sangat cantik. Tapi kali ini tatapan yang didapatinya berbeda dan itu membuat jantungnya berpacu cepat.
“eeehh.. tidak sakit?” Eunso kembali menoleh kearah luka dilengan itu, tidak ingin berlama-lama menatap mata elang itu. lagi-lagi Kyuhyun diam, tidak menjawab Eunso. Setelah selesai membersihakan darah dan bagian yang kotor Eunso bisa melihat luka itu dengan jelas sekarang. Luka itu sepanjang lima centi dan sedikit terbuka dibagian dagingnya. “ini harus dijahit. Bagaimana kau bisa dapat luka seperti ini?” tanya eunso lagi. ia tahu namja itu tidak akan menjawab pertanyaanya lagi, tapi dengan banyak berbicara membantunya mengurangi rasa gugupnya karena tatapan namja itu
“tusukan pisau” Eunso menaikkan pandanganya mendengar suara namja itu. Seperti wajahnya yang dingin suara namja itupun terkesan sinis.
“ke..kenapa kau ditusuk?” tanya Eunso lagi. Ia menyalakan api lilin dan memanaskan jarum agar steril kemudian memasukkan benang kejarum itu.
“banyak yang tidak menyukaiku” jawab namja itu lagi
“anda tidak seharusnya berkelahi” sambung Eunso, ia lalu menutup bibirnya, sadar karena telah lancang menasehati namja itu. ia ingat Hyemi berpesan agar tidak berurusan dengan Kyuhyun.
“berkelahi sudah menjadi takdirku. Itu sudah mendarah daging”  Eunso meringis mendengar hal itu. Sadar bahwa ia memang tidak boleh berurusan dengan namja ini. pikirnya.
Setelahnya Eunso menjahit luka itu dalam diam. Matanya terlalu fokus menjahit untuk menyadari tatapan menyelidiki dari wajah Kyuhyun. Kyuhyun bukanlah namja yang biasanya melihat seseorang seintens ini. tapi sesuatu dari Eunso menariknya. Ia ingin terus memandangi wajah Eunso. Gadis yang cantik, itu pikiranya pertama kali ia melihat Eunso. Dan yang lebih mengejutkanya lagi adalah gadis ini satu-satunya yang berani mendekatinya dan mengobati lukanya. Ia tahu semua orang tidak mau dekat-dekat denganya karena reputasinya yang buruk, sering berkelahi, sering mengancam orang dan ia memang ditakuti, ia bahkan yakin kepala petugas kesehatanpun tidak akan berani mengobati lukanya.
“siapa namamu?” tanya Kyuhyun
“Eunso.. Song Eunso” jawab Eunso, masih fokus menjahit
“jurusan apa dan tingkat berapa?”
“Bisnis. Aku tingkat dua tahun ini”
“itu artinya kau juniorku”
Eunso melirik Kyuhyun sejenak “tapi aku tidak pernah melihatmu”
“aku jarang ke kampus selama dua tahun ini.”
“anda tingkat berapa?”
“Lima”
“oo.. itu artinya anda sebentar lagi lulus bukan?”
“begitulah”
Eunso mengambil gunting dan memotong benang sebagai hasil akhir menjahitnya “sudah selesai” ujarnya.
Kyuhyun melihat hasil jahitan Eunso dengan cermat “kau pintar menjahit luka orang”
“oo.. ibuku sering terluka karena pekerjaanya”
“apa tepatnya pekerjaan ibumu?”
Eunso diam, ia tidak melanjutkan lagi kalimatnya. Bagaimana mungkin ia mengatakan pada namja ini apa pekerjaan ibunya “bukan apa-apa” jawabnya.
Kyuhyun menatap lekat wajah Eunso. Salah tingkah karena ditatap seperti itu, Eunso pun menoleh kesembarang arah. Terjadi kebisuan dan kecanggungan selama beberapa detik. Kyuhyun memutuskan untuk segera pergi dari ruang kesehatan itu. orang-orang yang berkumpul dipintu menyebar sebelum Kyuhyun mencapai pintu dan menghilang.
Eunso merapikan peralatan medisnya dan berniat mengepel lantai yang terkena tetesan darah Kyuhyun ketika Hyemi dan ibu kepala masuk.
“kau benar-benar berani” puji Hyemi sekaligus takut
“kau seharusnya tidak melakukan itu, kau bisa menungguku” ujar ibu kepala, ada sedikit nada penuh kelegaan disuaranya karena ia tidak harus mengobati Kyuhyun dibawah tatapan mengerikan namja itu
“gwencana, sekarang sudah selesai”
Hyemi dan ibu kepala menganggukan kepalanya bersamaan “aku benar-benar takut tadi” Hyemi mengusap dadanya
“kau masih beruntung hari ini dia tidak memegang samurainya” jawab ibu kepala
“samurai?” Eunso menghentikan gerakanya dari mengepel lantai karena nama benda yang langka untuk dimiliki oleh seseorang dijaman sekarang “kenapa dia punya samurai memangnya dia siapa?”
“kau pikir siapa?” bisik Hyemi takut-takut
Eunso berfikir sejenak, melihat luka dilenganya dan kata-kata Kyuhyun tentang berkelahi sudah mendarah daging ditubuhnya Eunso menyimpulkan “berandalan?”
“kyaa.. Eunso-ya.. dia bukan Cuma berandalan. Dia putra seorang mafia”
Eunso menarik nafasnya tercekat. Mafia? Dijaman seperti ini? dan si kota seperti ini? masih ada mafia? “tapi.. bagaimana mungkin dia berada dikampus kita?” bisik Eunso takut
“ayahnya salah satu pendonasi dikampus kita, kau tidak tahu? Keluarga Cho terkenal karena kekayaanya dan juga kekejamannya. Ayahnya sudah menjadi bos mafia ketika muda. Dan aku dengar Kyuhyun akan segera mewarisi gelar itu. Bos mafia termuda”
Eunso sekali lagi menahan nafasnya. Bagaimana mungkin tadi ia bisa mengobati luka dan berbincang-bincang dengan seorang mafia?. Eunso kembali pada kegiatanya mengepel lantai sambil terus berdoa. Semoga saja itu kali pertama dan terakhir ia bertemu dengan Cho Kyuhyun.
.
.
Tuhan memang tidak pernah mendengar doanya. Doa dari gadis yang terlahir karena dosa. Doa dari gadis yang ibunya memiliki dosa. Karena itu Eunso selalu berfikir bahwa ia memang pantas mendapatkan perlakuan buruk apapun. Setelah mengobati luka Cho Kyuhyun hari itu. Kyuhyun terus mendatanginya. Tidak penting kapan saja, dikelas, dihalaman kampus, diruang kesehatan bahkan disekitar apartemennya. Cho kyuhyun selalu muncul secara tiba-tiba.
Awalnya Eunso benar-benar merasa takut akan hal itu. Tapi lambat laun Cho Kyuhyun benar-benar mengganggu kegiatanya. Ia tidak bisa tenang karena harus diikuti terus oleh namja itu.
“Sunbae.. apa kau tidak punya kegiatan lain selain mengikuti aku kemana saja?” Eunso memberikan tatapan tidak sukanya pada namja itu. Sebelumnya ia memang sering diikuti oleh para namja, dan Eunso bisa mengatasi itu dengan mengusir mereka secara halus. Ia pernah mencoba hal itu kepada Kyuhyun kemarin. Tapi namja itu sepertinya tidak terpengaruh oleh penolakanya sama sekali.
“tidak sampai kau mau ikut makan malam bersamaku” jawab Kyuhyun acuh
“aku harus berada dirumah malam hari, karena eomma harus bekerja”
“kerja apa?”
“bukan urusanmu” jawab Eunso sinis. Entah kenapa rasa takut diawal ia tahu bahwa namja ini adalah seorang mafia menghilang begitu saja, yang ia tahu sekarang adalah Cho Kyuhyun hanyalah seorang namja yang egois. Mungkin jika Eunso tidak mencintai namja lain dia akan menerima ajakan Kyuhyun karena sebenarnya Cho Kyuhyun adalah namja yang tampan, karena pembawaan dan jati dirinyalah orang-orang tidak berani mendekatinya. Jika saja dia bukan seorang mafia akan ada banyak gadis yang mengantri untuk menjadi kekasihnya.
“ahaa.. aku suka sekali rahasia” bukanya merasa tersinggung, Kyuhyun malah semakin senang “makan siang saja kalau begitu” tawarnya
“aku benar-benar tidak bisa”
“waeyo?”
“kau tidak lihat? aku sedang sibuk” Eunso mengangkat buku-buku yang sedang dipegangnya. Ia harus belajar untuk ujian akhir semester yang sebentar lagi akan berlangsung. Ia harus mendapat nilai tinggi untuk mempertahankan beasiswanya.
Kyuhyun diam melihat buku-buku itu. Melihat diamnya Kyuhyun, Eunso pun kembali melangkah menjauhi namja itu. tapi bukan Cho Kyuhyun jika ia menyerah. “yaaa.. Song Eunso” panggilnya
Eunso berhenti dan berbalik, jarak mereka cukup jauh sekitar 5 meter, tapi Eunso bisa melihat tatapan mematikan dari matanya “sudah kuputuskan kau adalah milikku. Temui aku besok pagi di cafe yang berada didepan kampus. Pesankan aku Americano panas. Aku akan menemuimu disana besok pagi”
“Shireo” jawab Eunso
“tunggu aku” nada tegas terdengar jelas dari suara Kyuhyun. Tidak bisa dibantahkan
“jika aku tidak mau?” tantang Eunso
“beasiswamu akan dicabut”
DEG…., Eunso menatap punggung Kyuhyun yang menjauh. Cho Kyuhyun tau dia adalah mahasiswa beasiswa. Dan dia memanfaatkan hal itu untuk mengancam Eunso. Apa ini salah satu kekuasaan dari namja itu? Eunso menelan salivanya pelan. Sekarang ia tidak bisa lari lagi, jika ia tidak mau kehilangan beasiswanya.
.
.
Keesokan paginya, Eunso datang pagi-pagi sekali. Seperti pesanannya kemarin Eunso pun memesankan Americano untuk Kyuhyun. Ia menunggu dengan sabar sambil terus menatap kosong keluar jendela hingga namja itu tiba. Namja itu hari ini memakai celana jeans hitam dan jaket kulit berwarna cokelat dibalik baju kaos putihnya. Keren. Itu adalah hal pertama yang dipikirkan oleh semua gadis ketika pertama kali melihat penampilan Kyuhyun. Dan ketika mereka tahu siapa Cho Kyuhyun. Mereka akan mengundurkan diri karena takut.
Kyuhyun duduk dihadapan Eunso. Mengambil gelas Americano dihadapanya dan menyeruputnya pelan. “kau tidak memesan sesuatu untukmu?” tanya Kyuhyun, melihat tidak ada apapun yang diminum oleh Eunso
“sunbae.. tidakkah ini keterlaluan?” tanya Eunso
“apanya yang keterlaluan?”
“ini semua? Kelakuanmu yang tidak masuk akal dan ancamanmu itu”
“oh.. ini tidak keterlaluan, aku harus membuatmu patuh padaku”
“waeee..? untuk apa? Apa yang kau inginkan dariku?” hilang sudah rasa takutnya kepada Cho Kyuhyun. Saat ini yang ada hanyalah perasaan ingin membela dirinya.
“bukankah kemarin sudah kukatakan padamu? Kau milikku. Aku menginginkanmu”
Eunso mengerjapkan matanya berkali-kali. Ini bukan hal pertama yang ia dengar dari seseorang. Karena wajahnya yang cantik banyak namja yang mengatakan hal itu secara gamblang. Mereka menginginkan Eunso bukan hanya untuk menjadi kekasih, tapi juga untuk dimiliki secara utuh.
“ini tidak masuk akal, aku tidak akan menjadi milikmu. Tidak akan pernah” Eunso berdiri dan berjalan dengan langkah cepat keluar dari cafe itu.
Eunso keluar dengan perasaan terhina, kenapa ia selalu mengalami hal seperti ini? kanapa ia harus begitu mirip dengan ibunya? Cantik dan memiliki tubuh yang seksi. Eunso sudah berusaha menutupi dirinya dengan berpakaian biasa, celana jeasn dan kaos kebesaran, tapi hal itu tetap tidak bisa menutupi kemolekan tubuhnya. Eunso tidak pernah merutuki kecantikanya seperti hari ini.
GREEEEPPPP… seseorang menarik tanganya dan memutar tubuhnya. Untuk sesaat Eunso terhuyung kedepan namun dengan cepat ia bisa mengendalikan diri dan melihat orang yang menariknya.  Cho Kyuhyun. Tidak bisakah namja ini melepaskanya?
“dua hal yang harus kau pikirkan ketika menolakku Song Eunso. Satu beasiswamu dicabut dan dua semua orang tahu apa pekerjaan ibumu”
Eunso melebarkan matanya terkejut. jangan bilang namja ini tahu.
“aahh.. dan tiga. Semua orang tahu bahwa kau adalah anak haram?”
PLAAAAAKKK… tamparan itu keras. Kyuhyun hanya bisa diam merasakan tamparan itu, malah terkesan tidak merasa sakit sama sekali. Eunso menggigit bibir bawahnya yang bergetar hebat. tanganya yang tadi menampar Kyuhyun perih. Haruskah namja ini mengingatkannya bahwa ia terlahir karena dosa ibunya?
“pilihanya ada pada dirimu” bisik Kyuhyun dingin. Ia menangkup tengkuk Eunso dan mencium paksa gadis itu, Eunso menekan dada Kyuhyun menjauh tapi tenaganya tidak cukup besar untuk menjauhkan namja itu. Kyuhyun terus menciumnya dengan kasar. Sebagai usaha penolakanya Eunso hanya bisa mengatupkan rapat bibirnya.
Kyuhyun menarik kepalanya dan melepaskan Eunso secara tiba-tiba. “temui aku lagi besok disini ketika jam makan siang” setelah mengucapkan hal itu, namja itupun pergi meninggalkan Eunso dalam keterkejutanya.
.
.
Selama 3 Minggu Eunso harus menuruti semua perintah Kyuhyun. Tidak banyak yang diinginkan oleh namja itu sebenarnya, ia hanya meminta Eunso menemaninya diamanapun dan kapanpun ia inginkan. Dia harus menemani Kyuhyun memilih baju resmi yang Eunso tidak tahu akan dipakai untuk apa baju-baju resmi itu. ia juga harus menemani Kyuhyun makan siang hari disebuah restoran. Ia harus menemani Kyuhyun berlatih pedang dengan beberapa namja bertubuh kekar disebuah dojo yang Eunso pikir itu adalah dojo milik keluarga Cho. Dan yang lebih membuat Eunso bingun adalah Kyuhyun memintanya menemaninya tidur. Eunso harus duduk diam dibangku halaman kampusnya dengan kepala Kyuhyun terbaring dipangkuannya.
Selama mengikuti permintaan aneh itu Eunso tidak pernah protes ataupun menolak, karena semua perintah dari Kyuhyun tidak pernah melewati batas. Meskipun begitu Euno masih belum bisa memahami seperti apa sifat Kyuhyun yang sebenarnya. Baginya Kyuhyun tetaplah namja egois dan menakutkan.
“Eunso-yaa.. kau benar-benar dikutuk” Hyemi memanggil eunso ketika gadis itu sedang merapikan mejanya
“apa maksudmu?” tanya Eunso bingung
“Cho Kyuhyun. Kau pikir seisi kampus tidak tahu? Dia membuatmu menjadi budaknya”
“sebenarnya tidak seperti itu” jawab Eunso sedikit membela Kyuhyun. Ia memang benar, Kyuhyun tidak menyuruhnya melakukan hal-hal aneh. Dan entah kenapa ia harus menjelaskan hal itu kepada Hyemi
“sudahlah Eunso-ya.. aku tahu, semua juga tahu. Aku sudah merasakan feeling yang aneh ketika ia datang keruang kesehatan hari itu”
Eunso hanya bisa diam, jadi semua orang tahu ia harus mengikuti semua kemauan Kyuhyun? “apa maksudmu?”
“aku rasa dia memang sengaja mendatangi ruang kesehatan hari itu. kau tahu, dia kan seorang mafia yang kaya raya ia bisa mendapatkan pengobatan langsung dari dokter daripada dari kita yang hanya kebetulan menjaga ruang kesehatan”
“jadi maksudmu dia memang sengaja datang kesana hari itu? kenapa?”
“molla.. mungkin sudah menjadi kutukanmu” jawab Hyemi, terkesan mengejek. Dan Eunso tidak tahu kenapa Hyemi terdengar tidak suka.
Dddrrrrttt…ddddrrrttt… sebuah psan singkat masuk keponselnya. Eunso membaca pesan itu cepat, takut jika itu dari Kyuhyun namun tiba-tiba gadis itu tersenyum “dia pulang” pekiknya riang
“nugu..?”
“cinta pertamaku” jawab Eunso cepat, iapun berlari keluar ruangan dengan langkah yang terburu-buru. Ia sudah menunggu hari ini. Donghae pulang dari perjalanan bisnisnya selama satu bulan diluar kota.
Eunso bergegas menaikki bus dan pulang keapartemenya sendiri. Seperti pesan dari Donghae, namja itu sudah sedang menuju kerumahnya dan bermaksud untuk menemui. Ponselnya bergetar lagi dan kali ini benar-benar panggilan dari Kyuhyun.
“nee.. sunbae..?”
“odi? Aku ingin bertemu” tanpa basa basi namja itu langsung memerintahnya
“aku tidak bisa” jawab Eunso cepat
“waeyo?” Eunso ragu sesaat, haruskah ia berkata jujur? Tapi jika ia jujur ia takut Kyuhyun akan marah dan langsung mengancamnya begitu saja.
“eehh.., aku sedang tidak enak badan”
“kau sakit?” suara itu terdengar sedikit khawatir
“oo..”
“sudah kedokter?”
“aaa.. tidak perlu, aku hanya harus tidur” Eunso menggigit bibir bawahnya karena tahu ia terlalu banyak berbohong. Berbohong bukanlah kebiasaanya tapi ia sangat ingin bertemu dengan Donghae saat ini
“ya sudah, beristirahatlah”
“oo..” setelah menutup telponya, Eunso menariknafas panjang. Ada perasaan aneh didadanya saat ini. ia merasa sangat berdosa karena sudah membohongi Kyuhyun. Rasanya seperti ia sedang berselingkuh dari Kyuhyun. Aaah tidak. Eunso menggelengkan kepalanya. Bagaimana mungkin ini bisa disebut selingkuh jika namja yang selalu ia cintai adalah Donghae, bukan Kyuhyun.
Eunso tiba diapartemenya berbarengan dengan Donghae. Namja itu keluar dari mobilnya sambil membawa kantung-kantung bungkusan oleh-oleh untuk Eunso.
“oppa..” Eunso langsung menghamburkan dirinya didalam pelukan Donghae. Ia sangat merindukan namja ini setelah dua bulan tidak bertemu. Donghae adalah namja yang paling sopan dan perhatian yang pernah Eunso kenal. Walauun ia tahu apa pekerjaan ibunya dan bahwa Eunso adalah anak haram namja itu tetap mau berteman denganya.
“Eunso-yaa.. sudah lama sekali” Donghae memeluk Eunso dengan sangat erat.
“oppa bawa apa?”
“ada banyak oleh-oleh untukmu. Kajja masuk keapartemenmu. Ibumu dirumah kan?”
“nee.. akhir-akhir ini eomma pergi sedikit lebih lama”
Eunso mengajak Donghae masuk kedalam gedung apartemenya. Tidak menyadari adanya sebuah mobil sport hitam yang terparkir tidak jauh dari sana. Cho Kyuhyun menatap geram Eunso yang tersenyum kepada Donghae. Tanganya terkepal erat karena emosi yang ia rasakan saat ini. Tadinya ia sedang menunggu kepulangan Eunso dan menelpon gadis itu agar mereka bisa bertemu didepan apartemen gadis itu. tapi apa yang saat ini ia lihat membuatnya marah. Terlebih lagi Eunso berbohong padanya.
.
.
.
Setelah kamerin bertemu dengan Donghae, Eunso merasa ia bisa menjalani hari-harinya dengan lebih bersemangat. Iapun belajar dengan lebih ringan didalam ruang kesehatan, hingga ia tidak menyadari matahari sudah hampir tenggelam. Eunso menaikkan pandanganya dari meja dan menatap jendela dengan terkejut. ia melirik jamnya yang menunjukkan bahwa hari sudah pukul 5 sore hari.
“oo.. aku sudah harus pulang” Eunso merapikan meja dari buku-bukunya dan merapikanya didalam tasnya. Ia melirik ponselnya dan mengerutkan alisnya bingung. Hari ini Kyuhyun tidak menelponya ata mengiriminya pesan. Sepertinya namja itu masih menganggap Eunso sakit sehingga ia tidak ingin mengganggu Eunso. Aneh. Eunso merasa sedikit kehilangan.
“aah.. mouyaa..? sehari tanpa namja itu adalah hari terbaikku” Eunso menggelengkan kepalanya membuang pikiran aneh itu.
CEKELEEEEKK.. pintu ruangan itu terbuka seseorang masuk . Eunso melirik kearah pintu dan terkejut melihat siapa yang baru saja masuk.
“Sunbae?” Kyuhyun berdiri tegap dengan tatapan yang membuat Eunso ngeri “kau sakit..?” tanyanya sedikit khawatir. Tidak menjawab Eunso Kyuhyun menutup pintu dan memutar kunci yang tergantung dilubang kunci itu.
Eunso melebarkan matanya terkejut, kenapa Kyuhyun mengunci pintunya? Dan kenapa kyuhyun terlihat sangat marah? “Sunbae?” bisik Eunso takut-takut.
“siapa namja yang kau temui kemarin?” tanya Kyuhyun tiba-tiba. Sejenak Eunso bingung dari maksud pertanyaan itu kemudian ia mengerti siapa yang Kyuhyun maksud.
“aa.. mianhae Sunbae. Aku berbohong padamu. Aku ingin mengatakan yang sebenarnya tapi aku takut kau tidak mengizinkan aku” jelas Eunso
“memang. Aku tidak mengizinkan kau bertemu dengan namja manampun didunia iini. kau milikku. Aku sudah jelas mengatakan hal itu sebulan yang lalu” suara Kyuhyun terdengar lebih bengis dan dingin dari biasanya
“aku bukan milikmu, aku tidak mau menjadi milikmu. Aku.. aku mencintai namja lain”
Kyuhyun mengeraskan rahangnya marah. Gadis ini tidak boleh mencintai namja lain. gadis ini miliknya. Kyuhyun berjalan cepat, menangkap pergelangan tangan Eunso dan menariknya kearah tempat tidur kecil yang berada diruang kesehatan itu.
Eunso terhempas ditempat tidur yang tidak empuk itu, punggungnya merasa panas karena tubrukan dengan permukaan kasur. matanya menatap ngeri Kyuhyun yang duduk diatasnya “Sunbaaee…?” Eunso menahan nafasnya ketika tangan Kyuhyun meraba permukaan baju kaosnya dan mulai merobek bajunya.
“aku bersabar denganmu Song Eunso. Aku bersikap baik yang sama sekali tidak pernah aku lakukan sebelum ini dan kau dengan seenaknya membuat kesabaranku habis”
“andwee.. ampun.. maafkan aku. Sunbae..” Eunso menggeliat dibawah Kyuhyun. Mencoba untuk melarikan diri dari kurungan kaki Kyuhyun. Airmata merebak dari matanya ketika payudaranya terekspos begitu saja setelah Kyuhyun berhasil melepaskan branya. Bagian tubuhnya yang paling ia lindungi dan ia jaga terlihat didapan seorang namja. “aku janji tidak akan berbohong lagi. Sunbae. Kumohon berhentilah.. aakhh”
Bukannya merasa kasihan Kyuhyun meraup payudara Eunso dengan kedua tanganya. “toloong..” teriak Eunso. Berharap siapa aja akan datang menolongnya saat ini “tolong akuu..”
“berteriaklah, tidak akan ada yang datang. Aku sudah memastikan kampus ini kosong. Hanya ada kita berdua. Jika saja kau mau menurutiku kau tidak akan diperlakukan seperti ini. kau dengar aku?” teriak Kyuhyun. Eunso membangkitkan iblis yang selama sebulan ini tertidur. Setelah bertemu dengan Eunso Cho Kyuhyun menjadi sedikit jinak. Tapi sejak kemarin sore. Iblis itu terbangun karena rasa cemburu yang memuncak. Dan Song Eunso harus menanggung akibatnya.
*Flasback Off**
“lihat aku Song Eunso” Kyuhyun memegang dagu Eunso dengan tangan kanannya “aku bilang lihat aku. Buka matamu”
Eunso membuka matanya perlahan. Matanya masih mengeluarkan air mata. “Sunbae jebal” pintanya lagi
“lihat siapa yang sebentar lagi akan memilikimu. Sialan. berhenti menangis” Kyuhyun menghapus airmata yang jatuh dipipi Eunso. Ia ingin Eunso melihatnya saat namja itu menelusup masuk kedalam diri Eunso.
Kyuhyun menggenggam sejumput rambut Eunso ketika ia berusaha menanamkan kejantananya didalam Eunso. Ia meringis pelan karena jalan masuknya sangat sempit. Matanya menatap lekat Eunso yang menahan perih.
JLEEEB.. Kyuhyun berhasil masuk dengan sekali hentakan menembus lapisan tipis dididalam sana. Sesuatu mengalir melalui kejantananya. Kyuhyun menoleh kebawah dan ia tidak terkejut melihat darah keluar dari sana. Kyuhyun tersenyum dan kembali menoleh kearah Eunso. Gadis itu sudah menutup matanya lagi.
“buka matamu” perintah Kyuhyun lagi, Eunso membuka matanya. Ia sudah tidak bisa memohon belas kasihan Kyuhyun lagi. keperawananya sudah diambil. Hal yang dijaganya selama ini untuk suaminya nanti, dan berharap Donghaelah yang kan menjadi suaminya. Hilang begitu saja. Diruang kesehatan yang kecil ini.
“kau lihat siapa yang memilikimu sekarang? kau milik siapa sekarang?” Kyuhyun mulai bergerak mengeluar masukkan kejantananya divagina Eunso. Untuk sesaat Eunso meringis perih. Namun setelahnya ia merasaan sesuatu yang baru, rasa geli dan nikmat.
Eunso melenguh pelan. ia menahan desahanya yang hendak muncul. Ia tidak ingin terdengar menikmati hal ini. ia sedang diperkosa seharusnya ia merasa jijik tapi tubuhnya bereaksi berbeda dengan yang diharapkanya.
“katakan kau milik siapa sekarang?” desak Kyuhyun menarik paksa kepala Eunso agar mendongak dengan menggenggam erat rambut gadis itu.
“milikmu..” jawab Eunso, sedikit mendesah setelahnya
“sebut namaku” desak Kyuhyun lagi
“milik Cho Kyuhyun.. aku milik Cho kyuhyun” Eunso memang merasa dirinya telah menjadi milik Cho Kyuhyun saat ini juga. Berada dibawah tubuh kekar Kyuhyun dan perlahan-lahan otaknya menerima hal itu. ia melupakan cintanya pada Donghae. Saat ini pikiran dan tubuhnya terisi oleh Kyuhyun.
“itu baru gadisku” Kyuhyun memejamkan matanya merasakan kedutan dikejantananya. Ia akan mendapatkan pelepasanya. Kyuhyun bergerak lebih cepat, melebarkan paha Eunso agar lebih terbuka dan tersenyum penuh kemenangan ketika Eunso mengerang nikmat sesudahnya.
Kyuhyun mendapatkan pelepasanya setelah Eunso mencapainya terlebih dahulu. Eunso terengah-engah dibawahnya. Gadis itu tidak pernah tahu ia bisa merasakan hal seperti yang baru saja ia rasakan. Tadinya ia mengira akan merasa tidak nyaman, sakit dan jijik tapi tiba-tiba itu semua berubah menjadi lebih nikmat, dan Eunso menyukainya.
Kyuhyun melepaskan kejantananya dari diri Eunso dan Eunso harus merasakan perih sekali lagi karenanya. Kyuhyun memakai lagi celananya. Ia membuka kemeja putih yang dipakainya dan memberikanya kepada Eunso sebelum ia membuka ikatan ditangan Eunso. “pakai kemejaku”
Eunso memutar tubuhnya dan berbaring menelungkup, ia meredam tangisanya dibawah bantal. Jadi ini semua sudah terjadi. Melihat ekspresi tidak bersalah Kyuhyun membuatnya muak aah tidak ia muak karena disaat terakhir ia juga menikmatinya. Bukanya ia merasa sedih kehilangan karena keperawananya telah diambil secara paksa tapi ia menangis karena ia menikmati rasa itu, ia merasakan mastrubasi pertamanya tadi.
Kyuhyun membungkuk diatasnya dan menepis rambutnya yang menutupi wajahnya “tidak ada perlunya menangis, semua sudah terjadi.” bisik Kyuhyun kasar. “aku akan menemuimu lagi besok. Dan ingat kata-kata ku ini Song Eunso. Jika kau masih menemui namja itu setelah ini, kau akan melihat mayatnya tergantung didepan kampus. Aku tidak main-main dengan ini”
Eunso mengangguk mengerti. Ia tahu, semua yang dikatakan oleh Kyuhyun tidak pernah main-main. Kyuhyun sangat mampu untuk melakukan semua ancamanya barusan “gadis pintar” Kyuhyun mencium kepala Eunso sebelum ia pergi meninggalkan gadis itu sendirian dan menangis.
.
.
Malam harinya. Eunso menangis lagi. setelah ia merasa tenang ia bergegas pulang. Ia terkejut karena ternyata dikampus memang tidak ada orang sama sekali sore itu. biasanya masih akan ada beberapa mahasiswa yang berada dikampus. Tapi Kyuhyun benar-benar tidak main-main. Ia benar-benar membuat semua orang pulang lebih cepat sore itu.
CUUUUURRRR…., dibawah guyuran air dingin yang berasal dari pancuran tidak membuat perasaan Eunso lebih baik lagi. Eunso sudah hampir menggigil kedinginan ketika akhirnya ia memutuskan untuk keluar dari pancuran itu. ia memakai baju dan membiarkan rambutnya yang basah tetap basah.
“Eunso-ya.. kenapa wajahmu seperti itu?” Eunso menoleh kepada ibunya. Ibunya sudah siap untuk berangkat kerja, memakai baju onepice yang hanya menutupi sedikit sekali dari bagian tubuhnya. Baju itupun sangat ketat, menunjukkan kemolekan tubuh ibunya. Meskipun ia telah memiliki anak yang berusia 20 tahun, ibunya tetap terlihat masih muda. Eunso memperhatikan wajah ibunya yang disapu oleh make up tebal serta lipstik warna merah.
“tidak bisakah eomma berhenti dari pekerjaanmu?” tiba-tiba Eunso merasa muak dengan kehidupanya, karena ibunya dia harus menerima nasib seperti ini, karena ibunya mewariskan parasnya yang cantik dan tubuhnya yang indah Eunso harus menerima takdirnya diperkosa diruang kesehatan hari ini.
“apa yang kau bicarakan? Ini satu-satunya pekerjaan yang bisa eomma lakukan”
“ada banyak eomma, tidak harus menjadi pelayan di club malam”
“ini lebih baik dari pada pekerjaan eomma yang dulu” teriak ibunya membuat Eunso berhenti membantah “eomma berhenti melacurkan diri karena kau. Pekerjaan itu dulunya membuat eomma menghasilkan lebih banyak uang. Eomma berhenti karena memikirkan dirimu. Eomma mau saja mencari pekerjaan lain tapi tidak ada yang mau menerima mantan pelacur sepertiku”
Airmata merebak begitu saja dipipi pucat Eunso. Ia tahu ibunya juga menjalani hari-harinya dengan sulit “mianhae eomma..” bisik Eunso lirih
Ibunya menghembuskan nafasnya pasrah, ia memeluk putrinya dengan sayang. Ia dulu memang wanita nakal tapi memiliki seorang anak membuatnya menjadi lebih manusiawi “seandainya saja ayahmu mau menikahi eomma semua ini tidak akan mungkin terjadi. Maafkan eomma, kau terpaksa harus lahir dari rahimku”
Eunso mengusap airmatanya dan mengalungkaan tanganya dipinggang ibunya “anniya.. aku yang seharusnya meminta maaf, aku bersyukur telah lahir kedunia ini. eomma bukanlah ibu yang buruk, eomma merawatku dengan penuh kasih sayang. Karena itu. biarkan aku bekerja membantu biaya kehidupan kita”
“andwee.. kau fokus saja belajar. Dan lulus dengan cepat, eomma ingin kau menjadi seseorang yang sukses. Jangan berakhir seperti eomma. Buktikan pada orang-orang bahwa memiliki wajah kelewat cantik seperti kita tidak harus berakhir menjadi seorang pelacur. Arraso?”
Eunso hendak menggelengkan kepalanya tapi ia tidak sanggup. Semua sudah terlambat, keperawananya sudah direnggut dari dirinya. “nee eomma” Eunso hanya bisa mematuhi ibunya saat ini.
“eomma berangkat, kau belajarlah”
Eunso menghembuskan nafasnya panjang. Hidup memang mempermainkan mereka berdua. Ibunya dulu adalah gadis baik-baik yang harus menerima nasib karena dijual oleh ayahnya sendiri. Selama bertahun-tahun ia harus menjadi pelacur. Hingga suatu hari ibunya jatuh cinta pada seorang namja, cinta itu berkembang hingga akhirnya ibunya hamil. Ayah Eunso menghilang sebelum tahu ibunya tengah hamil, ibunya tidak mau membuang satu-satunya hadiah yang ditinggalkan oleh laki-laki itu didalam rahimnya. Dan lahirlah dia, seorang gadis yang memiliki wajah serupa dengan ibunya. Tidak ingin bos ditempatnya bekerja memanfaatkan kemolekan Eunso. Ibunya keluar dari club malam itu mencari pekerjaan lain.
Tidak ada yang mau menerima ibunya karena dandanan ibunya sangat menjelaskan siapa dirinya. Para istri tidak ingin suami mereka tergoda karena pegawai seperti ibunya. Karena itu ibunya tidak diterima dimanapun. Ibunya mendapatkan pekerjaan menjadi seorang pelayan di club malam karena bantuan seorang temannya. Hanya seorang pelayan, karena ibunya berhenti menjadi pelacur begitu Eunso lahir. Dan Eunso tahu tidak mudah bagi ibunya bekerja disana. Ada banyak pria mesum yang suka mengganggu ibunya ataupun kurang ajar menyentuh ibunya. Untungnya pemilik club malam itu, adalah pria yang menyukai ibunya. Dan ibunya aman dibawah perlindungan namja pemilik club itu.
TOK..TOK..Tok..
Eunso menoleh kearah pintu dengan alis berkerut. Siapa yang datang malam-malam begini? Apa ibunya ketinggalan sesuatu? Eunso membuka pintu itu cepat karena mengira ibunya kembali lagi. namun ia membelalakkan matanya melihat namja evil itu berdiri didepan pintunya.
Eunso mundur dan memeluk tubuhnya cepat “sunbae..?” ujarnya takut-takut.
Kyuhyun menatap Eunso dingin. Ia mendorong Eunso lebih masuk kedalam rumahnya lalu melangkah melewati pintu. Ia menutup dan mengunci pintu rumah itu cepat. Eunso berjalan mundur dengan takut-takut. Kejadian yang baru terjadi beberapa jam lalu terlintas didalam kepalanya. Apa Kyuhyun datang untuk melakukanya lagi?
“Sunbae.. kenapa disini?” tanya Eunso, masih dengan nada takut-takut. Tidak menjawab Eunso Kyuhyun mendudukkan dirinya disofa yang menghadap televisi “eomma akan pulang sebentar lagi”
“ibumu pulang besok pagi” tegas Kyuhyun, jelas namja itu memang tahu pekerjaan ibunya “duduk” perintahnya
Eunso berjalan mendekati sofa yang berbeda dengan Kyuhyun. “duduk disini” Kyuhyun menepuk sofa tepat disebelahnya. Eunso ragu sejenak. Haruskah ia duduk disana? “kau mau duduk sendiri atau kupaksa?” Eunso berdigik mendengar kalimat itu, iapun mendekati sofa panjang yang diduduki Kyuhyun itu. dan duduk dipaling ujung disofa itu. Membuat jarak satu meter dengan Kyuhyun.
“CK..” Kyuhyun berdecak kesal. Iapun bergeser mendekati Eunso dan menyambar pinggang gadis itu. Jeritan kecil keluar dari bibir indah Eunso ketika tubuhnya menempel dengan tubuh Kyuhyun. Bayangan betapa keras dan kuatnya tubuh Kyuhyun menindihnya tadi kembali masuk kedalam kepalanya. Eunso menelan salivanya bukan karena takut, tapi sesuatu mengalir didalam darahnya, desiran panas yang membuat jantungnya berpacu.
Kyuhyun menempelkan bibirnya ditelinga Eunso, menghembuskan nafas panasnya disana. Tangan Eunso yang berada didada Kyuhyun meremas pakaian Kyuhyun. Desiran lain muncul. Membuat kakinya meremang karena tiba-tiba ia terangsang.
Kyuhyun menggerakkan bibirnya melewati pipi Eunso dan berhenti dipermukaan bibir Eunso yang tercetak semburnya “aku selalu ingin mencium bibir indah ini” Kyuhyum mencium Eunso dengan penuh minat dan tekanan yang keras. Ia menjilati bibir bawah Eunso dan mengigitnya pelan. membuat Eunso terpaksa merintih dan membuka mulutnya. Kyuhyun menelusupkan lidahnya masuk kedalam mulut Eunso dan mulai menjelajah isi mulut itu.
Suara decapan bibir yang saling memagut itu berlomba dengan suara deguban jantung Eunso. Tangan Kyuhyun bergerak turun kepaha Eunso yang telanjang. Eunso memakai baju kaos kebesaran yang menutupi sebagian pahanya. Ia sengaja tidak memakai celana karena daerah kewanitaanya masih sangat perih. Eunso meringis sakit ketika merasakan tangan Kyuhyun membuka pahanya lebar dan menyentuh daerah kewanitaanya.
“Sunbae..” Eunso mencengkeram kuat baju Kyuhyun ketika tangan itu menelusup dibalik celana dalamnya dan berusaha menurunkan celana dalamnya. “jebaal.. jangan lagi..” pintanya. Kyuhyun tidak mendengarkan Eunso jari-jarinya masih bermain dibawah sana. Hingga jari itu menemukan lubang vaginanya dan jari itu menelusup masuk kesana.
Eunso meringis sakit saat jari itu masuk. Kyuhyun memutar jarinya didalam sana. Membuat Eunso harus menahan perih karena itu. tapi perih itu tidak berlangsung lama, karena jari Kyuhyun sudah tidak berada didalam vaginanya lagi. Eunso bisa merasakan hawa dingin dan menyejukkan didalam vaginanya. Apa yang namja ini masukkan tadi?
“apa..? apaa yang?”
“itu membantumu agar tidak merasa perih lagi”
“tapi.. apaa..?” Eunso terdiam. Apa mungkin baru saja Kyuhyun mengoleskan obat untuknya.
“aku pergi” Kyuhyun berdiri dan meletakkan sebuah botol kecil diatas meja “oleskan itu pada itumu setiap pagi dan malam”
Eunso masih terkejut menatap botol salep diatas meja itu. ia memanggil Kyuhyun sebelum namja itu sudah hampir memutar kunci rumahnya “Sunbae” Eunso berdiri dan berjalan pelan mendekati Kyuhyun “gomawo” Kyuhyun menaikkan alisnya tidak mengerti
“Song Eunso kau mengucapkan terima kasih pada namja yang baru saja memperkosamu?”
Eunso juga meras bingung kenapa dia mengucapkan terima kasih kepada Kyuhyun. Tapi. Perlakuan Kyuhyun padanya barusan membuatnya terkejut, dan sudah sepantasnya ia mengucapkan terima kasih kepada orang yang sudah memberikanya obat bukan? “aaanuu.. ituu..”
“jangan berterima kasih. Aku tidak pantas mendapatkanya” jawab Kyuhyun dingin. Eunso bisa melihat ekspresi kebingungan diwajah namja itu “aku benar-benar tidak bermaksud memperkosamu tadi. Aku terlalu marah dan diluar kendali. Aku kembali keruang kesehatan itu untuk membersikan tempat tidur dan melihat” Kyuhyun mengumpat sekali sebelum melanjutkan “kau pasti sangat kesakitan, darah yang keluar…. sangat banyak”
“tentu saja, karena aku masih perawan sebelumnya”
“yyaa.. tapi tidak sebanyak itu seharusnya yang keluar” jawab Kyuhyun lagi. mengingat jelas noda merah diseprai tempat tidur itu.
“mungkin karena kau memasukiku terlalu bersemangat” Eunso merasa bingung kenapa dia harus membuat namja ini tenang?
Kyuhyun melangkah maju dan mendekati Eunso. Ia menunduk dan menempelkan pipinya dipipi Eunso yang memerah karena panas yang tiba-tiba saja datang diwajahnya “masih perih?” tanya Kyuhyun. Eunso bisa mendengar nada khawatir dan bersalah disana
“tidak begitu, karena salepnya. Gomawo untuk salepnya”
Kyuhyun memejamkan matanya. Melingkarkan lengannya dipinggang Eunso dan memeluk tubuh Eunso erat. Eunso diam. tiba-tiba saja dia tidak ingin menolak atapun melawan Kyuhyun lagi. “aku menyesal” Eunso menganggukkan kepalanya menerima penyesalan Kyuhyun “tapi bukan berarti aku akan berhenti” Eunso terdiam. “karena kau milikku kau harus mematuhiku. Kau mengerti?” entah apa yang merasukinya, Eunso menganggukan kepalanya patuh.
“good girl” Kyuhyun mencium Eunso sekali lagi sebelum akhirnya ia benar-benar pergi dari rumah Eunso.
Eunso menatap pintu itu dengan bingung. Tiba-tiba ia tersadar dengan apa yang baru saja ia sepakati dengan kyuhyun. Ia mengakui bahwa dirinya adalah milik namja itu dan ia mematuhi semua perkataan namja itu. pengaruh Kyuhyun membuatnya tidak bisa berfikir jernih. Ada yang merasukinya jika ia berhadapan dengan Kyuhyun. Hingga tidak bisa menolak namja itu.
….. To be continoud ….
Ini baru bagian awal.., bakal ada banyak lika liku untuk bersatunya cinta mereka.., ^^

Fc Populer:

  • Kyu bener-bener menakutkan, menjadi terobsesi sama eunso, sampe memaksa dan melakukan hal buruk…Salut sama mamanya eunso, tetep sayang sama anaknya.
    gimana kelanjutan kisah mereka, bikin penasaran.

%d blogger menyukai ini: