A MILLION SHADOWS DARK Part 5

0
A MILLION SHADOWS DARK Part 5 END ff nc exo
JUDUL : A MILLION SHADOWS DARK/PART 5 (END?) 
AUTHOR : Devil_ChOI 
RATING : NC 21?? 
GENRE : SAD, ROMANCE, ADULT, PSYCHOLOGY, DARK,KEKERASAN, CAMPUS LIFE. 
CAST : 
-PARK CHANYEOL 
-KIM NANA 
-OH SEHUN 
-KIM JONGIN 
-BYUN BAEKHYUN 
-OTHER PLACE. 
.
Suasana menjadi lebih aneh saat tiba-tiba, kai masuk ke dalam kamar nana dan chanyeol, pria berkulit tan itu menatap nana tajam sembari terus melangkah mendekati nana, kai bahkan mengabaikan keberadaan chanyeol yang berdiri tepat di sampingnya, sesampainya di sisi ranjang, kai menarik tangan nana yang sedari tadi, menggenggam selimut yang membalut tubuh naked nya, nana panik saat kai menariknya untuk berdiri, nana terus mengeratkan selimut putihnya agar tak terlepas, chanyeol yang melihat kejadian tersebut, melangkah cepat menghampiri kai. 

“diam di sana park chanyeol!ini urusan ku bersama ADIK KU!!” ucap kai tersenyum miring dan menekan kata ‘adik’ . 
Chanyeol berhenti melangkah, saat kata-kata dingin yang kai keluarkan, chanyeol melirik nana, mendapat tatapan wanitanya yang seakan mengatakan ‘aku baik-baik saja’, hingga chanyeol merasa tenang dan keluar meninggalkan nana bersama kai…sepeninggalan chanyeol, kai kembali melemparkan tatapan tajam yang menusuk pada nana, membuat nana mengalihkan maniknya. 
“hei bitch!! Tatap aku, jika aku ingin bicara.” 
Nana sontak menoleh mendengar ucapan kai, menatap tak percaya pada kakak yang selama ini menjaganya, dadanya seakan di remas oleh tangan tak terlihat, begitu juga nafasnya yang berhenti seketika, membuat nana meloloskan air matanya. 
“apa ini ucapan trimakasih mu padaku song nana?” ucap kai dengan wajah datar, seakan tak peduli jika wanita di depanya kini menangis. 
“apa ini balasan yang ku terima, saat aku merelakan masa muda ku hanya untuk mengelola tempat terkutuk itu, hanya untuk menyelamatkan mu song nana?” 
Tangisan nana semakin terdengar,saat kai memanggilnya tanpa mencantumkan marga yang sama dengan pria berkulit tan tersebut, nana bahkan tidak menahan tangisanya lagi seperti sebelumnya, ia teringat saat kakaknya-kim jongin- merelakan masa mudanya hanya untuk membuat nana bebas dari tempat terkutuk tersebut. 
“aku bahkan akan memberikan apapun yang kau mau song nana, bahkan saat kau datang pada ku untuk meminta uang, aku akan berikan berapapun itu song nana!” ucap kai tak dapat lagi menahan emosi. 
“a..akk..aku, tidak ingin menyusahkan mu lagi kai.” Sahut nana dengan gemetar. 
“omong kosong dengan apa yang kau katakan, aku akan memberikan sebuah pilihan untukmu nana.” 
nana menatap kai, dengan tatapan penuh tanya, sedangkan kai mencengkram kedua bahu nana, memberikan tatapan serius kepada adiknya tersebut.
“pertama, tetap di sini! Dan jangan pernah temui aku lagi atau menganggapku sebagai kakakmu lagi..kedua, ikut aku! Dan kita akan pergi bersama untuk tinggal di kanada.” 
“kk..kai..” ucap nana dengan tatapan nanar. 
“lusa aku akan pergi ke kanada, aku akan menetap di sana untuk mengelola club ayah di kanada, jika kau ingin ikut bersama ku, aku akan menyuruh jang ahjusi menjemputmu..tapi jika tidak, jangan temui aku dan menganggapku sebagai kakakmu lagi kim nana!” 
Kai melepaskan cengkramanya, membuat nana terduduk di lantai dengan tangisan yang semakin kencang, kai beranjak pergi meninggalkan nana yang terus menanggis. .
“pakai bajumu, dan berhenti menangis.” Ucap kai sebelum benar-benar menghilang di balik pintu tersebut. 
# LIVING ROOM 
Chanyeol sudah menunggu selama sepuluh menit, pria itu terus mengusap wajahnya gusar karna yang di nanti tak kunjung menampakan dirinya, kai baru saja meninggalkan mansionya sekitar satu menit yang lalu, chanyeol tahu jika kai membencinya sekarang, pria bermarga park itu juga tahu jika nana adalah adik dari sahabatnya –kim jongin atau biasa di sebut kai-, tapi entah kenapa chanyeol tidak bisa melepaskan nana begitu saja, toh nana bukanlah adik kandung dari seorang kim jongin, chanyeol merasa nana bagaikan zat adiktif yang telah menguasai seluruh hidupnya… 
‘KRIETT’ 
Nana melangkah keluar dari kamarnya, membuat senyum mengembang dari seorang park chanyeol, nana menghampiri chanyeol yang baru saja berdiri menyambutnya, chanyeol menarik nana ke dalam pelukanya, mengendus aroma mawar dari tubuh wanitanya. 
“apa yang kalian bicarakan? Apa dia menyakitimu?” 
“tidak chan, kami hanya menyelesaikan masalah yang tertunda.” 
Chanyeol hanya mengangguk, pria itu tak ingin repot memikirkan hal yang ‘tidak penting’ menurutnya, mungkin kai hanya sedikit membentak nana, karna chanyeol melihat mata wanitanya sembab. 
‘drtttt..drrttt..’ 
Nana melepaskan pelukan chanyeol, wanita itu beralih melihat ponselnya yang berdering, nana tersenyum mendapati nama sehun tertera di ponselnya, dan itu berarti sehun merespon cepat ‘pesan’ yang ia kirim. 
“chan, aku akan angkat panggilan ini sebentar.” Ucap nana sembari tersenyum meninggalkan chanyeol yang terdiam. 
Chanyeol menatap heran kepergian nana, pria itu sedikit mendengar percakapan nana dengan orang di sebrang sana. 
‘oh, huniie..akhirnya kau menghubungi ku.’ 
‘…’ 
‘emm..apa kau ada waktu? Aku ingin bertemu dengan mu.’ 
‘…’ 
‘eoh? Benarkah? Kalau begitu kita bertemu sore nanti.’ 
‘…’ 
‘baiklah, sampai bertemu.’ 
Shit! Chanyeol mengumpat saat mendengar nana berbicara manja pada orang di sebrang sana, dan yang chanyeol yakini bahwa orang itu adalah seorang pria, dengan langkah lebar chanyeol pergi meninggalkan nana, pria itu melangkah masuk ke dalam ruang kerja nya, membanting pintunya dengan kencang, hingga tak menyadari bahwa nana mengetahuinya, dan menatap nanar ke arah pintu berwarna coklat tersebut. 
“maaf..”
# SUNGAI HAN 
Langit sore yang cerah semakin memperindah pemandangan sungai han, suasana di sungai han tidak terlalu dingin, mengingat bahwa ini masih musim semi, seorang pria dengan kaus putih polos dan celana jeans berwarna biru tua, tengah duduk di sebuah bangku panjang yang berada di pinggir sungai tersebut, senyum nya terus terlihat di wajah tanpa cacatnya, matanya selalu fokus pada jalan setapak di depanya, hingga tiba-tiba ia melambaikan tanganya pada seorang wanita yang ia rindukan.
“na-ya, aku di sini!” 
Wanita yang ia panggil tersebut melangkah mendekatinya, memberikan senyum hangat yang sangat ia rindukan, wanita itu kim nana, mengenakan pakaian yang sama dengan pria yang tak lain adalah oh sehun, bedanya hanya nana mengenakan kaus longgar berwarna merah polos dengan jeans yang sedikit robek, dan tas selempang kecil berwarna hitam. 
“eoh? Huniee, apa kau menunggu lama?” tanya nana sembari duduk di samping sehun. 
“ani..aku juga baru sampai, mungkin sekitar lima menit yang lalu.” 
“hun, maaf ..jika pertemuan kita kemarin tak mengenakan.” 
Sehun menatap nana, pria itu mengingat kembali saat nana berdiri dengan seorang pria bertubuh tinggi yang mengumumkan jika nana adalah calon istrinya. 
“apa..pria itu calon suami mu?” tanya sehun memastikan. 
Seketika nana membeku, saat pikiran nya juga mengingat pesta itu, nana menunduk saat menyadari kenyataan itu, nana juga tahu saat ini sehun ‘mungkin’ sedih. 
“apa aku harus bicara jujur hun-aa? Tapi bisakah kau lupakan itu? Karna aku kemari untuk menjelaskan semuanya padamu.” Ucap nana dengan menatap nanar pada pria di depanya. 
Nana menceritakan awal mula ia bertemu dengan chanyeol, nana memang berniat menceritakan semuanya pada sehun,karna nana berfikir mungkin sehun dapat memberinya jalan keluar, nana juga menceritakan bagaimana perjanjian bodoh yang ia tanda tangani tapi juga ia nikmati, membuat sehun yang mendengarnya melebarkan mata, nana menangis saat menceritakan jika kai tahu tentang ini, bagaimana marahnya kai mengetahui ini dan tak ingin mengakuinya sebagai adik nya lagi, jika nana masih melakukan perjanjian bodoh itu, dan nana semakin kencang menangis saat ia menceritakan, bahwa kai ingin pergi ke kanada meninggalkanya, membuat sehun reflek merengkuh nana ke dalam pelukanya. 
“uljjima na-ya! Apa yang bisa ku bantu?” 
“hun-ah, apa yang harus ku lakukan? Tetap di sini, atau pergi bersama kai?” 
“apa aku harus memberikan saran? Baiklah..turuti kata hati mu! ikutlah bersama orang yang menurutmu berarti dalam hati mu!” 
“maksudmu?” tanya nana melepaskan pelukan sehun, dan menatap bingung ke arah sehun. 
Sehun tersenyum saat mendapatkan raut bingung dari wanita di depanya, tanpa sadar sehun memajukan wajahnya ke arah nana, nana reflek memejamkan matanya, saat di rasa sebuah material lunak menyentuh permukan bibirnya, sehun melumat bibir cherry nana dengan lembut, membuat nana juga tanpa sadar ikut membalas lumatan sehun, nana seakan hanyut saat sehun memperlakukanya lembut bagai kapas, hingga reflek nana mengalungkan tanganya di leher sehun, suara decapan dari bibir mereka semakin terdengar, lumatan yang awalnya lembut juga semakin cepat, tangan sehun yang hanya diam di sisi tubuh nana, kini bergerak menelusup ke dalam kaos kebesaran nana, membuat gadis tersebut sedikit melenguh. . 
‘BUGH’ 
Sebuah tinjuan mendarat tepat di rahang sehun, membuat pria itu tersungkur dan lepas dari kegiatanya bersama nana, sedangkan nana menatap sehun sambil menjerit, baru saja nana ingin membantu sehun berdiri, sebuah tangan kekar menariknya menjauh dari sehun, nana menoleh dan mendapati seorang park chanyeol yang kini tengah menyeretnya keluar dari area sungai han, chanyeol memasukan nana ke dalam mobil bugati nya, melajukanya dengan batas di atas normal seperti orang kesetanan, chanyeol tak memperdulikan teriakan nana agar menjalankan mobilnya sedikit pelan, rahang pria itu mengeras menandakan bahwa ia sedang marah pada tingkat yang sangat tinggi..dan perlu kalian tahu, sebenarnya chanyeol mengikuti nana, pria itu menyaksikan nana menangis, memeluk sehun, namun chanyeol masih menahanya, saat nana berciuman dengan sehun, chanyeol juga bersikap diam, tapi saat nana mulai membalas lumatan sehun, mengalungkan tanganya, dan tangan sehun merambat masuk ke dalam kaus nana, emosi chanyeol tak dapat tertahan lagi, ibarat sebuah granat, mungkin sudah meledak, dan menghancurkan segala apapun yang berada di sampingnya. 
“TURUN!!” ucap chanyeol saat mobilnya sudah berhenti tepat di depan mansion mereka berdua. 
Nana tak mendengar ucapan chanyeol, ia takut dan menangis hingga sesegukan, chanyeol yang tak dapat bersabar lagi, dengan cepat melepas seatbelt milik nana dan juga dirinya, chanyeol keluar dan membuka pintu kemudi, menarik kasar nana agar keluar dari mobilnya, chanyeol menggiring nana masuk ke dalam kamar, menghiraukan sapaan dari semua maid di mansionya. 
‘BRUG’ 
Setelah menutup pintu kamarnya, chanyeol membenturkan tubuh nana ke dinding, membuat nana meringis dan semakin kencang menangis, chanyeol menghimpit tubuh nana mencengkram rahang nana dan mencium wanitanya kasar, chanyeol bahkan menggigit bibir nana hingga kedua orang itu merasakan cairan asin di sela-sela ciuman tersebut, chanyeol melucuti pakaian nana hingga tak tersisa sehelai pun, pria bermarga park itu juga membuka celananya, dan tanpa aba-aba memasukan miliknya kedalam tubuh nana yang belum basah, membuat nana berteriak kesakitan seperti terobek untuk kedua kalinya. 
“aakkkkkhhhh!!” 
Chanyeol menggerakan miliknya dengan brutal, mengoyak bagian bawah tubuh nana, nana bahkan mencakar punggung chanyeol yang masih tertutup dengan baju hitam pria tersebut, namun tak juga menghentikan aksi pria itu..nana terus menjerit tak ada desahan nikmat yang keluar dari bibirnya seperti sebelumnya. 
“ss..sakk..hh..ku mohon..ini sakit chan.” 
Sayangnya pria itu seakan tuli, chanyeol juga meremas kencang dada nana, masih dengan menaik turunkan pinggulnya, nana merasakan seperti di perkosa oleh pria itu, wanita itu merasakan orgasmenya yang pertama, chanyeol bahkan tak memberi kesempatan agar nana merasakan nikmat dari puncaknya, nana kembali berteriak saat chanyeol menggerakan pinggulnya semakin brutal, bahkan suara yang di timbulkan dari gesekan di bawah sana semakin keras. 
.
“chan..kk..kumohh..akh.” . Nana mencoba mendorong chanyeol agar menjauh, tapi yang ia dapat adalah sebuah tamparan yang mendarat di pipinya, membuat nana kembali menangis. 
.
“uggghhh, dd..diamlahhh..” desah chanyeol. 
Chanyeol merasa puncaknya akan segera datang, begitu pula dengan nana, chanyeol terus bergerak ke setanan di dalam tubuh nana, sedangkan nana hanya diam dengan air mata yang terus mengalir, mata keduanya terhenti saat keduanya merasakan puncak. 
“aaahhhh.” Desah keduanya. 
Chanyeol melepas kontaknya, sambil terus mengatur nafas, chanyeol menatap tajam ke arah nana, nana mengalihkan wajahnya berharap setelah ini keputusan yang ia pilih akan lebih baik, chanyeol mencengkram pipi nana mengalihkan tatapan nana untuk memandangnya. 
“ini hukuman untuk bitch sepertimu kim nana!” 
Chanyeol beralih menarik rambut indah nana, dan membenturkar kepala wanitanya ke dinding. 
‘DUGG’ 
.
Nana hanya diam dan meringis kecil saat chanyeol terus membenturkan kepalanya, wanita itu sudah lelah menangis, ia tahu ini hukuman yang ia dapat karna telah menyakiti kakaknya sendiri, ia bahkan tak perduli saat di rasanya cairan kental mulai keluar dari kepalanya. 
“KENAPA KAU TIDAK BERONTAK!” teriak chanyeol dan melepaskan cengkramanya di rambut nana, saat melihat darah telah keluar dari kepala wanitanya. . 
“apa aku harus berontak? Jika memang inilah kesalahan ku?” ucap nana lemah menatap chanyeol dengan wajah yang sudah sangat basah. 
“kau bahkan memanggilku ’bitch’ tn.park, aku menerima semua ini tn.park, ini mungkin hukuman yang ku dapat karna telah membuat kakak ku marah dan menangis, aku juga pantas mendapat semua ini karna membalas ciuman sehun, AKU PANTAS KAU PUAS? BENTURKAN LAGI KEPALA KU PARK CHANYEOL!”teriak nana. 
Nana bahkan membimbing tangan chanyeol agar membenturkan kepalanya lagi, tapi chanyeol hanya diam dan menatap tajam pada manik nana. 
“CUKUP!” kini chanyeol yang berteriak. 
Nana memungut kembali pakaianya satu persatu, wanita itu melangkah masuk ke arah kamar mandi, tapi langkahnya terhenti saat chanyeol tiba-tiba memeluknya dari belakang. 
“maafkan aku, kumohon!” ucap chanyeol lirih. 
Nana menepis kasar kedua tangan chanyeol dan menghilang di balik pintu kamar mandi, meninggalkan chanyeol yg diam membeku di tempatnya. 
.
# THIRTY MINUTES LATER
Setelah setengah jam berkutat di dalam kamar mandi, nana keluar mengenakan kimono putih, wanita itu menatap sekelilingnya, tak mendapatkan pria jangkung itu di kamar mereka, nana melangkah ke arah lemari dengan langkah terseok-seok, mengambil pakaian di dalam lemarinya, mengenakan dress pink selutut, dan kembali melangkah terseok menghampiri ponselnya di atas nakas, nana sibuk mengetik sebuah pesan dengan nama sehun sebagai penerima.
‘aku sudah menentukan sebuah pilihan! Tolong aku huniie..bisakah kau membantuku? Beradalah selalu di sisi ku!.’ Itulah isi pesanya. 
Setelah mengirim sebuah pesan untuk sehun, nana kembali memainkan ponselnya, kali ini nana bukan ingin memberi pesan, nana menghubungkan sebuah panggilan pada orang di sebrang sana. 
‘kai..aku sudah menentukan pilihan!’ 
‘…’ 
‘ku harap aku tidak melukaimu lagi kali ini.’ 
‘…’ 
‘maaf kai, tapi aku akan ikut denga…’ 
‘PRANGG’ 
TBC

Fc Populer:

%d blogger menyukai ini: