A MILLION SHADOWS DARK Part 3

0
A MILLION SHADOWS DARK Part 3 ff nc exo
JUDUL : A MILLION SHADOWS DARK/PART 3
AUTHOR : Devil_ChOI
GENRE : SAD ROMANCE, KEKERASAN, PSYCHOLOGY, ADULT, CAMPUS LIFE.
RATING : NC?
CAST :
-PARK CHANYEOL
-KIM NANA
-OH SEHUN
-BYUN BAEKHYUN 
-KIM JONGIN
-OTHER PLACE.
.
HAPPY READING
.
Matahari mulai muncul dari persembunyianya, menerangi sebuah kamar bergaya klasik berwarna abu-abu dengan luas yg tidak bisa di sebut sebuah kamar lagi, ruangan luas yg di sebut kamar itu mempunyai, satu lemari besar dengan ukiran, meja rias berwarna putih, sebuah kamar mandi yg tak kalah luas dengan tempat sauna di dalamnya, sofa berwarna putih yg mengarah pada sebuah tv berukuran besar, dan satu buah tempat tidur ber ukuran king size mewah, jangan lupakan seorang wanita yg tertidur di atas kasur king size tersebut, mengenakan kemeja putih kebesaran dan selimut putih tebal menutupi tubuh indah wanita itu sempai pinggang.

.

“enggh..”
.
Wanita yg tak lain adalah kim nana, menggeliat merasakan cahaya sang mentari menusuk indra penglihatanya, manik indah dengan warna coklat tersebut, sedikit demi sedikit terbuka menatap sekelilingnya yg terasa asing bagi wanita itu, nana mendudukan tubuhnya bersandar pada kepala kasur king size tersebut.
.
“ahkk.”
.
Nana meringis merasakan tubuhnya seakan baru jatuh dari lantai tertinggi sebuah apartemen, wanita itu merasakan pinggul hingga kakinya seakan tak menyatu dengan tubuhnya, tak terkecuali pangkal pahanya yg begitu keram, nana memejamkan matanya mencoba menahan rasa sakit di sekujur tubuhnya, nana baru ingin bangkit dari ranjangnya saat suara pintu terbuka menampilkan seorang wanita paruh baya, dengan baju maid seperti di film animasi yg sering nana tonton. 
.
“nona sudah bangun? Ahh..apa ada yg bisa ku bantu? Apa anda ingin mandi?”
.
Nana memutarkan maniknya mengelilingi seluruh isi ruangan yg ia anggap begitu asing, wanita itu baru sadar jika ia berada di sebuah ruangan luas yg sangat asing, nana mengingat kembali apa yg terjadi hingga membuat ia berada di ruangan ini, mata nana membola saat mengingat kejadian di mana ia pingsan, nana menoleh ke arah wanita paruh baya yg kini berjalan masuk kedalam ruangan tersebut.
.
“cc..chan..chanyeol? dimana pria itu?” ucap nana gemetar.
.
“ahh.. tuan, maaf nona! Tuan berpesan jika ia pergi ke kanada untuk urusan bisnis.”
.
“APA? Mm..maksudku, sedari kapan ia pergi? Dan di mana ini?” nana terlonjak kaget mendengarkan ucapan wanita paruh baya di depanya.
.
“emmm, dua jam yg lalu..tuan juga bicara ia akan tinggal di kanada selama dua minggu.”
.
“eoh maaf bibi..?”
.
“ahh, nona bisa memanggilku bibi ahn!”
.
“ohh.. baiklah bibi ahn, aku ingin bertanya..di mana ini? Dan kenapa aku bisa disini?”
.
“ahh..mulai saat in…”
.
Ucapan bibi jung terhenti saat seorang pria dengan setelan jas hitam yg terlihat mahal, masuk ke dalam ruangan tersebut, mengusir bibi ahn dengan gerakan tangan.
.
“mulai sekarang ini rumah mu kim nana, chanyeol membelikanya untukmu.”
.
Mulut nana menganga lebar, mata wanita itu juga membulat, mendengar ucapan pria yg ia ketahui adalah sekertaris dari park chanyeol –baekhyun-.
.
“tutup mulutmu nana-sii!”
.
Nana terkesiap, ia mengubah kembali mimik wajahnya, wanita itu mencoba berdiri menghampiri baekhyun yg dengan santainya duduk di sofa putih ruangan tersebut.
.
“ap..apa kau bercanda? Apa maksudmu?” 
.
“astaga kim nana, apa kau tuli? Ini rumah mu, chanyeol memberikan ini untuk mu.” ujar baekhyun menatap kesal ke arah nana.
.
“dimana pria itu? Aku ingin bicara!”
.
“pria itu sedang di kanada, jika kau ingin bertanya.. kau bisa menunggu sampai ia pulang.”
.
“tapi…”
.
Belum selesai nana merampungkan kalimatnya, baekhyun bangkit dari duduknya dan melangkah keluar dari ruangan tersebut, sebelum baekhyun pergi, pria itu menoleh sekilas ke arah nana.
.
“kau bisa berkeliling, kau juga boleh keluar dengan supir, aku akan menyusul chanyeol satu jam lagi.” Ucap baekhyun sembari melanjutkan langkahnya meninggalkan ruangan tersebut.
.
Kini gantian nana yg terduduk di sofa putih ruangan tersebut, menatap kosong ke arah depan, wanita itu tak menyangka jika hasil yg ia terima belum kurang dari satu hari, nana merasa seperti wanita paling rendah saat ini, seharusnya ia bisa memberikan miliknya kepada lelaki yg akan menikah denganya.
.
.
ANOTHER PLACE
.
.
Seorang pria dengan kulit putih pucat dan rahang tegas, kini berdiri memandang sebuah kedai yg telah menjadi puing-puing, nafasnya tercekat, rahangnya mengeras, dan tanganya terkepal..emosi nya kini memuncak ingin meledak melihat kerusuhan yg kedua orang tuanya lakukan, pria yg tak lain adalah oh sehun anak dari OH venue king’s, berjalan cepat menghampiri bangunan tersebut, sehun ingin mencari setitik cahaya yg bisa mempertemukanya dengan gadisnya –kim nana-.
.
‘KRING..KRINGG’
.
Sehun mengumpat mendengar dering ponselnya yg berbunyi, pria itu kini kacau mengetahui tak ada lagi setitik cahaya untuk menemui gadisnya, sehun meraih kasar ponselnya yg berada dalam jaketnya, mencebikan bibirnya saat nama yg tertera bukan gadisnya, melainkan orang yg kini sedang ia benci, Tn. Oh seung chul ayah dari pria tersebut.
.
“wae?” tanpa basa basi sehun bertanya.
“ohh.. astaga putaku oh sehun ckckck, apa ini cara mu menyapa pada orang yg lebih tua?”
“tolong jangan berbelit-belit ayah, apa yg ingin kau bicarakan?”
“apa kau sedang di kedai milik ny.kim? bisa kau belikan sebuah kopi untuk ku di sana?”
“cihh, jangan bodoh ayah! Bukan kah kedai ny.kim sudah kau hancurkan eoh?”
“omo? Benarkah? KALAU BEGITU KEMBALI KEMARI OH SEHUN!!” teriak tn.oh dari sebrang.
“aku tidak akan pulang.” Ujar sehun santai.
“APA YG KAU KATAKAN? Kembali ke sini atau ku patahkan leher mu.”
.
PIP PIPP
.
Sehun mematikan ponselnya secara sepihak, ia tahu jika ayahnya ingin mebicarakan larinya sehun dari acara pertunangan konyol itu, pria itu cukup lelah menanggapi sang ayah, ia ingin mencari nana, mengajak gadis itu lari dengan jauh, meninggalkan tempat kelahiran mereka ini, membangun kehidupan kecil yg bahagia bersama..sehun sebenarnya tidak tahu apa nana akan menerimanya kembali, sehun ingat jika sebelum ia pergi meninggalkan nana, pria itu sudah lebih dulu memutuskan hubungan mereka, sehun masih ingat wajah memelas nana saat pria itu meninggalkan gadis tersebut..membuat rasa bersalah menyeruak kembali memenuhi hati dan fikiranya.
.
.
AT MANSION NANA & CHANYEOL.
.
.
Nana kini tengah duduk di ruang tengah mansion tersebut, setelah membersihkan dirinya dan mengganti pakaian.. nana berencana mengisi perutnya yg sudah berbunyi minta di isi,nana sedang menunggu makan siangnya yg kini sedang di buat oleh bibi ahn, sambil menunggu.. nana mengelilingi mansion besar yg baekhyun katakan telah menjadi rumahnya, wanita itu ternganga melihat semua fasilitas mewah yg terdapat di mansion tersebut, setelah puas dengan tour nya mengelilingi mansion tersebut, nana melangkah ke ruang makan, melihat semua makanan yg bibi ahn masak, kini telah tersedia.
.
“nona boleh makan sekarang, aku akan meninggalkan nona, jika ada yg nona butuhkan..nona bisa memanggilku.”
.
“ahh..bibi ahn tidak usah pergi, makanlah bersama ku!” ucap nana menahan bibi ahn.
.
“maaf nona..saya tidak bisa makan bersama nona, itu tidaklah sopan.”
.
“tidak bi.. aku tidak mau makan sendirian.” 
.
“sekali lagi maaf nona, aku izin pergi.”
.
Nana mem pout kan bibirnya, memandang kepergian bibi ahn, wanita itu tidak menyukai hidup mewah seperti ini, ia merasa kesepian jika seperti ini, dan lagi bibi yg nana miliki satu-satunya di sini, kini pergi menemui sanak saudara untuk meminta bantuan, seharusnya kini nana memberi tahu bibi jinhwan untuk kembali.
.
.
AT CANADA CITY
.
.
“Akkh… astaga byun baekhyun aku bisa gila.”
.
Chanyeol melempar ponsel genggam miliknya, mengusap gusar wajahnya, pria itu merasa gila, entah kenapa baru saja sampai di kota kanada, chanyeol merasa tak tenang, fikiranya terus menuntun pria itu memikirkan nana, sedangkan sang sekertaris –baekhyun- hanya duduk di sofa sembari meniup-niup kuku nya.
.
“tenanglah chan, kau hanya dua minggu di kanada.”
.
“APA? Hanya? Kau bilang ‘hanya’ byun baekhyun?” chanyeol memekik menatap ke arah saudaranya yg masih bersikap tenang.
.
“eoh? Kau memang hanya dua minggu, lagi pula biasanya kau akan betah jika berlama-lama di negri orang.”
.
“YAK BYUN BAEKHYUN! Kau tahu aku akan frustasi jika sekarang juga tak menyentuh nana.”
.
“ahh..kalau begitu, kau sentuh saja foto gadis itu! Bukankah aku pernah memberikanya padamu?” ucap baekhyun enteng.
.
“Astaga.. kau polos atau BODOH? Kau mengerti apa yg ku maksud dengan ‘menyentuh’ bukan?”
.
Baekhyun bangkit dari sofa yg baru saja ia tempati, pria tersebut, menghampiri chanyeol yg kini sudah berpenampilan sangat kacau.
.
“tenanglah chan! Kau bisa menyentuhnya setelah sampai di korea, kau juga boleh membuat wanita itu masuk ke rumah sakit, tapi sekarang kau harus memikirkan pekerjaan mu di sini.”
.
Chanyeol ber angsur-angsur tenang mendengar ucapan baekhyun, chanyeol juga kembali merapihkan penampilanya yg terbilang berantakan.
.
“bagaimana dengan pesta perayaan park venue corporration? Apa kau akan membawa nana?” tanya baekhyun sembari memainkan ponselnya.
.
“emmm..aku berencana membawanya, apa semua persiapan sudah rampung?” sahut chanyeol.
.
“ya.. sudah rampung, setelah kau pulang dari kanada acaranya akan di laksanakan.”
.
“baiklah! Tolong panggilkan petugas kebersihan, aku ingin pergi.”
.
Chanyeol melangkahkan kakinya keluar dari ruangan tersebut, meninggalkan baekhyun yg kini sedang mencoba menghubungi petugas kebersihan di sebrang sana.
.
.
TWO WEEKS LATER
.
Nana menghembuskan nafasnya dalam, wanita itu berdiri di depan jendela besar kamar miliknya, menatap pemandangan malam kota seoul yg gemerlap, dua minggu sudah ia berada di mansion tersebut, nana tidak berniat keluar untuk sekedar mencari udara segar maupun berbelanja, padahal yg nana ketahui..chanyeol memberikanya sebuah black card, tapi seperti yg nana katakan..ia tidak ada niat utuk pergi berbelanja, nana menyesap teh yg bibi ahn buatkan, maniknya terpejam menghirup aroma melati yg menguar dari teh tersebut, entah kenapa fikiran nana sedang berkelana memikirkan pria park yg telah merenggut miliknya, dua minggu chanyeol tidak menelponya, memberinya sebuah kabar, membiarkanya terombang-ambing setelah pristiwa yg terjadi pada dirinya.
.
‘GREBB’
.
Nana mematung saat sebuah tangan kekar melingkar di pinggangnya, baru nana menoleh, sebuah kepala sudah menyusup diantara ceruk lehernya, nana mnghirup aroma parfum yg menguar di belakangnya, wanita itu tersenyum mengetahui jika seseorang di belakangnya adalah park chanyeol.
.
“I MISS YOU, kim nana.”
.
Nana hanya bergumam sebagai jawaban, ia merasakan bibir pria itu mulai bermain di leher jenjangnya, nana tak menghindar..entah kenapa ia sangat suka setiap sentuhan yg di berikan oleh pria park tersebut, padahal jika berfikir lagi..nana baru dua kali menerima sentuhan dari chanyeol.
.
“kau tidak merindukan ku?” ucap chanyeol masih dengan aktivitasnya mengecupi leher nana.
.
“NO, bagaimana aku ingin merindukan mu, i just new shipper.”
.
Chanyeol menghentikan aktivitasnya, mengangkat kepalanya menatap nana yg masih fokus memandang kota seoul, pria itu tersenyum saat melihat nana memejamkan maniknya sejenak, chanyeol merasakan debaran jantungnya yg tiba-tiba berpacu sangat cepat, chanyeol mengambil alih cangkir teh di tangan nana, memindahkan ke atas nakas..chanyeol membalikan tubuh nana menghadap ke arahnya, membawa kedua tangan nana melingkari lehernya, mengecup sekilas bibir wanitanya yg ia rindukan.
.
“bagaimana jika kita saling mengenal di atas ranjang? Sepertinya akan lebih santai.”
.
Chanyeol mengangkat kedua kaki nana, melingkarkan kedua kaki wanitanya pada pinggangnya, membawa tubuh nana menuju kasur king size milik mereka berdua, chanyeol membanting tubuh nana ke atas ranjang, menindih tubuh wanita tersebut.
.
“do you know? I miss your voice gasped when my name, yor body, and…”
.
Tanpa melanjutkan ucapanya, chanyeol menyambar bibir cherry nana dengan cepat..melumat, mengecap, menggigit benda kenyal milik wanitanya yg sangat ia rindukan, hormonya dengan cepat naik, menumpahkan rasa tersiksa yg chanyeol alami karna harus berpisah oleh nana.
.
“engghhh..”
.
Nana melenguh saat chanyeol mulai menelusupkan lidahnya, mengabsen setiap inci dari sudut bibirnya, nana membiarkan chanyeol memimpin, karna nana yakin apa yg ia lakukan akan sia-sia jika dia harus membalas nafsu pria park tersebut.. chanyeol menelusupkan tanganya ke dalam kaos milik nana, merangkak naik hingga menyentuh titik sensitif wanita nya, meremas gemas dada nana yg masih terbungkus bra.
.
“emmmhh…”
.
Desahan nana tertahan oleh lumatan chanyeol, pria itu sudah menghilangkan akalnya, sudah cukup rasa rindunya untuk tidak menyentuh wanitanya, menjauhkan chanyeol ber kilo-kilo meter jauhnya dari nana..chanyeol melucuti seluruh pakaian yg nana kenakan, pria park itu juga melucuti pakaian yg ia kenakan.
.
“well, kita mulai malam panjang kita berdua.”
.
~~~~~ SORRY SKIP~~~~~
.
“emmmhhh…ahhhh…ugghhhh…”
.
Jam kini menunjukan pukul empat pagi, semua orang di kota seoul masih terlelap dalam alam mimpinya, namun tidak dengan nana dan chanyeol, keduanya masih tetap melanjutkan aktivitas mereka, nana terlihat lelah dengan peluh yg keluar dari tubuhnya, berbanding terbalik dengan chanyeol, pria itu masih sangat segar setelah membuat kedunya mencapai klimaks berpuluh-puluh kali, nana memunggungi tubuh chanyeol yg masih menggerakan miliknya di dalam tubuh nya, nana merasakan sakit luar biasa dengan apa yg chanyeol lakukan..pri itu memasukan miliknya pada tubuh nana dari belakang, membuat nana merasakan miliknya seakan ingin hancur detik ini juga, tak hanya milik pria itu yg mengoyak milik nana, tangan pria itu juga meremas kasar dada nana dari belakang, dan bibirnya juga memberikan banyak tanda di punggung dan tengkuk nana.
.
“engghh..ppp..park..chanyeol..hentt..tikkan..hhh.”
.
Chanyeol seakan tuli, pria itu masih terus menggerakan pinggulnya di dalam sana, tanganya semakin kencang meremas dada nana, takala miliknya seakan membesar, dan milik wanitanya menjepit miliknya.
.
“agghhh..nana..aku..sampp..hai…” ucap chanyeol sembari menggerakan tubuhnya semakin kencang, membuat mata nana yg awalnya terpejam, kini terbuka merasakan tubuh chanyeol yg mengoyak dirinya semakin liar.
.
“ahhhhkkkkkkk..hhh..”
.
Keduanya mendesah hebat saat mencapai puncaknya, nafas keduanya tersengal, chanyeol menghentikan tanganya yg sedari tadi meremas dada nana, bibir chanyeol mengecup punggung polos tanpa cacat nana, membuat nana terpejam menikmati kecupan tersebut.
.
“ugghhh.”
.
Nana melenguh saat chanyeol melepaskan miliknya dari tubuh wanita tersebut, nana rasa ia tidak akan bisa berjalan dengan benar setelah ini, bisa di lihat bagaimana liarnya chanyeol menjamah tubuh nana tanpa terlewat sedikit pun.
.
“kau..tahu nana…aku merasa kacau saat di kanada.” Ucap chanyeol.
.
“maaf karna tak mengeluarkanya di luar, besok aku akan mengantarmu pergi menemui konsultan.”
.
“emmm.” Nana bergumam sebagai jawaban, gadis itu merasa lelah, bagaimana tidak? Mereka melakukan aktivitas tersebut hingga menunjukan waktu empat pagi.
.
“apa kau lelah? Tidur lah! Karna besok aku akan mengajak mu ke suatu tempat.”
.
Nana tak menjawab ia rasa dirinya akan terbang ke alam mimpi saat ini juga, chanyeol memeluk pinggang nana, menyembunyikan wajah tampanya di balik punggung polos tanpa sehelai benang milik wanitanya, menaikan selimut tebal berwarna putih hingga menutupi leher mereka.
.
.
.
AT MORNING MANSION OH’S
.
Di pagi cerah hari ini, terlihat dua orang paruh baya yg kini sedang menikmati menu sarapan yg di sajikan oleh beberapa maid, dari arah pintu masuk mansion megah itu, muncul seorang pria muda dengan rahang tegas, sehun melangkah masuk menuju kamarnya, tak menghiraukan sepasang tatapan tajam yg di berikan oleh tn.oh..kaki sehun berhenti saat baru ingin menaiki tangga, pendengaranya mendengar sebuah ucapan yg terlontar dari belakang.
.
“aku tidak akan membahas pertunangan mu, aku hanya ingin bilang! Jika nanti malam tn.park mengundang kita ikut serta dalam acaranya.”
.
“aku tidak akan pergi-“
.
“aku tidak perduli dengan omong kosong mu..kau harus tetap pergi dengan ayah dan ibu!”
.
Sehun tak mau paginya hancur, pria itu hanya bergumam, dan kembali melanjutkan langkah besarnya, mungkin yg ayahnya sarankan tidak buruk, ucap sehun dalam hati.
.
.
AT PARTY PARK VENUE CORPORRATION.
.
Ruang hotel berbintang yg di jadikan sebagai tempat berkumpulnya para petinggi negara, kini terlihat indah dengan desain yg membuat ruangan tersebut begitu elegant dengan suasana klasik, ruangan tersebut juga sudah di penuhi oleh rekan kerja dari park venue, chanyeol melangkah masuk kedalam ruangan tersebut, sambil menggandeng tangan nana, wanita itu terlihat cantik mengenakan dress merah, dengan belahan v, yg sedikit terbuka menampilkan bagian dada dan juga punggung putih tersebut..baekhyun membawa chanyeol untuk menaiki sebuah panggung yg sudah di siapkan, pria park itu membungkukan tubuhnya dan tersenyum ke arah rekan bisnisnya, chanyeol melepaskan kaitan tanganya dengan nana, menggantikanya dengan menarik pinggul wanitanya hingga merapat.
.
“selamat malam!” ucap chanyeol masih dengan senyumnya.
.
“dalam rangka ulang tahun perusahaan ku..aku ingin mengumumkan! Jika wanita yg berada di sebelah ku, dia adalah calon istri ku!”
.
Sontak semua mata menatap tertarik ke arah nana, sedangkan nana membelalakan matanya mendengar ucapan chanyeol, wanita itu menoleh menatap chanyeol ‘apa kau bercanda?’tatapanya seakan memberi tahu pria tersebut, chanyeol hanya memandang tajam ke arah nana, menyiratkan tatapan ‘aku tidak bercanda’…nana semakin terkejut saat dengan tiba- tiba chanyeol meraup bibirnya, membuat ruangan tersebut ricuh dengan tepuk tangan..nana merasakan bibir chanyeol mulai liar melumat bibirnya, dengan kuat nana mendorong dada chanyeol, wanita itu merasa lega sekaligus malu saat ciuman mereka terpisah..ia mengedarkan matanya menatap orang-orang di ruangan tersebut.
.
‘DEG’
.
Nafas nana tiba-tiba tercekat saat maniknya, menangkap tatapan yg tajam dan menusuk dari sudut ruangan tersebut, nana mencengkram kemeja chanyeol saat orang yg ia tatap tersenyum miring, chanyeol yg merasakan tangan nana meremas kemejanya..menoleh melihat wanitanya kini mematung dengan mata dan mulut yg sama-sama melebar.
.
TBC/FIN?
.
.
Anyeonggggg! Author kembali post ff ini , kali ini author ga terima coment NEXT, TAG ME, AND KEREN, author mulai lelah nih lanjutin ff kalau responya gitu…author bakal post ff ini sedikit lama kalau responya gitu..author berubah egois…

Fc Populer:

%d blogger menyukai ini: