A MILLION SHADOWS DARK Part 1

0
A MILLION SHADOWS DARK Part 1
JUDUL : A MILLION SHADOWS DARK/part 1
AUTHOR : DeVil_ChOI
GENRE : Romance, Sad, Dark, Kekerasan, Psychologi,Adult, campus life.
RATING: NC 17 (its running time ratting will further increase)
CAST : 
-PARK CHANYEOL
-KIM NANA
-BYUN BAEKHYUN
-KIM JONGIN
-OH SEHUN
-OTHER SIDE
HAPPY READING
Dentingan suara sendok dan garpu terdengar dari ruang makan di dalam sebuah mansion nan megah, seorang pria bertubuh tinggi duduk dengan tenang di meja makan yg terlihat mewah, dengan ukiran klasik di bagian meja makan tersebut, matanya menatap lurus ke depan, tanpa menghiraukan setiap maid yg melayani keperluan pria tersebut, namun tatapanya mulai teralihkan mengikuti langkah seorang pria ber jas yg menghampirinya.

.
“CHAN!! Apa yg kali ini kau lakukan huh?” tanya namja ber jas tersebut dengan nada sedikit membentak.
.
“apa maksudmu baek? Aku tidak mengerti?”
.
Bukanya menjawab.. namja jangkung yg tak lain adalah chanyeol, atau lebih sering di kenal oleh seluruh penduduk seoul dengan nama park chanyeol tersebut, hanya balik bertanya dan menautkan alisnya.
.
“jangan pura-pura bodoh PARK CHANYEOL!! Apa yg kau lakukan pada wanita pub itu huh? Kau tahu? Karna ulahmu gadis itu pingsan dan harus di larikan ke rumah sakit.”
.
“tutup mulut mu! dan jangan urusi masalah pribadi ku, tugasmu sebagai sekertarisku hanya untuk menuruti kemauan ku, BYUN BEKHYUN!” 
.
Chanyeol menatap lawan bicaranya dengan tatapan tajam yg seakan bisa menusuk lawan bicaranya, tidak untuk seorang byun baekhyun, namja itu terlalu sering mendapatkan tatapan itu, menurutnya tatapan tajam itu sekarang hanya bagaikan segumpal kapas yg menggelitik penglihatanya.
.
“hahaha..omong kosong dengan status ku sebagai sekertarismu, sekarang di hadapan mu aku bicara sebagai baekhyun saudara mu, dan ingat park chanyeol! Akulah yg selalu membereskan ‘sampah’ dari permainan mu.”
.
Baekhyun kini berucap dengan nada sedikit tenang, memasukan kedua tanganya dalam saku celana hitamnya, bersandar pada dinding mansion tersebut, dan menatap halus ke arah saudaranya.
.
“baiklah kali ini aku mengaku bersalah, dan terimakasih karna telah membersihkan ‘sampah’ itu.”
.
Napsu makan pria jangkung tersebut seketika hilang, chanyeol bergegas pergi meninggalkan ruang makan tersebut, pria itu ingin menenggelamkan tubuhnya dengan air dingin, sebenarnya ini bukan gaya pengusaha kaya raya tersebut, biasanya jika baekhyun datang dan memberi ocehan pada chanyeol, pria tersebut akan berakhir dengan punggung tangan yg berdarah, karna menyalurkan amarahnya pada kaca atau dinding kamar nya, tapi ia berfikir jika hari ini akan ada rapat penting dengan kolega penting nya.
.
Baekhyun hanya menggelengkan kepalanya melihat kepergian saudaranya, pria itu menghampiri seorang maid dengan baju seragamnya yg ketat dan juga pendek.
.
“jangan berpakaian seperti itu di depan chanyeol! Jika kau tidak mau masuk rumah sakit seperti wanita yg ku katakan tadi, sekarang tolong bersihkan piring kotor pria itu!”
.
Maid tersebut bergidik ngeri dengan ucapan baekhyun, Baekhyun hendak pergi meninggalkan maid tersebut, langkahnya terhenti dan menghadap kembali pada maid tersebut.
.
“setelah mengganti seragam mu, siapkan perlengkapan chanyeol untuk pergi bekerja hari ini! Tanyakan pada pria itu sebelum memilih jam dan sepatu nya!”
.
?#?ANOTHER? PLACE
.
Seorang gadis terduduk di sebuah bangku taman kota seoul, maniknya terus melirik ke arah jalan setapak yg ada di taman tersebut, gadis itu menghembuskan nafasnya membuat kepulan asap keluar dari bibir mungil berwarna merah chery tersebut, gadis itu melirik arlojinya untuk ke sekian kalinya, membuat raut kecewa tergambar jelas di wajahnya, ia beranjak pergi meninggalkan taman tersebut, kaki jenjang berbalut sepatu kets tersebut menuntunya melangkah ke arah sebuah kedai kecil, maniknya menatap sayu ke arah kedai yg kini telah hancur bagai di terpa angin topan, tangan lincahnya bergerak menghubungi seseorang dari telepon yg sedari tadi ia genggam, hingga terdengar sahutan dari sebrang membuat senyumnya merekah.
.
“yeoboseyo.”
“—“
“kai bisa kah kita bertemu? Aku butuh bantuan mu!”
“—“
“baiklah kita bertemu di sana.”
.
?#?PARK? VENUE CORP.
.
Suasana gedung berlantai 30 dengan roftop tersebut terlihat ramai, segelintir orang terus berlalu lalang datang dan pergi di gedung tersebut, berbeda dengan sebuah ruang pertemuan yg luas di dalam gedung tersebut, suasana nya begitu tenang dan hanya suara berat seorang pria yg sedang menjelaskan tantang perusahaan tersebut lewat sebuah layar berukuran besar dengan cahaya infokus.
.
“well, aku sudah menjelaskan tentang sistem dari kerja sama yg akan kita jalin, do you have a question mr.michael?”
.
“nothing, aku rasa semua sudah jelas, and thank you already want to establish cooperation with our company.”
.
“emm..well ku rasa pertemuan kita sampai di sini, and once again thank you mr.michael.”
.
“yeah..your welcome mr.park.”
Chanyeol duduk bersandar di bangku kerjanya, setelah semua koleganya pergi meninggalkan ruangan tersebut, tanganya menarik dasi abu-abu nya agar sedikit longgar, entah kenapa fikiranya berubah kacau, pria itu butuh seorang gadis untuk melampiaskan kekacauan dalam otaknya, chanyeol memijit pelipis nya, memejamkan mata, dan membuang nafasnya kasar, tanpa sadar sekertarisnya yg tak lain adalah baekhyun masuk dan menghampiri pria park tersebut.
.
“well mr.park..apa kau berfikir untuk membuat seorang gadis masuk rumah sakit lagi hari ini?” ucap baekhyun dengan senyum mengejek.
.
“SHITT!! Aku harus bertemu pria hitam itu lagi, and ask another girl who was still in a state of virgin.”
.
“why not? Bukan kah itu kebiasaan mu? selalu ingin barang baru.”
.
“NO, sekarang aku ingin suatu perjanjian.”
.
“perjanjian? Apa maksud mu?”
.
“lihat saja nanti, ini tidak akan membuat mu bersusah payah untuk membereskan ‘sampah’ tersebut.”
.
Chanyeol berdiri dan pergi meninggalkan baekhyun yg masih menaruh ribuan pertanyaan atas ucapan saudaranya, baekhyun merasa firasat buruk akan terjadi sebentar lagi, kini giliran baekhyun yg duduk bersandar sembari memijat pelipisnya.
.
?#?GANGNAM?-EDEN CLUB
.
Chanyeol melangkahkan kakinya masuk ke dalam club malam terkenal di daerah gangnam tersebut, saat memasuki club tersebut, matanya langsung di sapa dengan orang-orang yg bercumbu, merokok, mabuk, dan meliukan badanya di lantai dansa dengan di aluni lagu keras yg memekakan dari disk jocker, chanyeol terus mengedarkan penglihatanya mencari seseorang, menghiraukan wanita-wanita nakal yg mencoba menggodanya, tak lama chanyeol melihat orang yg sedari tadi ia cari sedang duduk berhadapan dengan seorang gadis di sofa club tersebut, senyum miring tercetak jelas di wajah pria tersebut, melangkahkan kakinya mendekati objek yg ia cari, samar-samar chanyeol mendengar percakapan kedua orang tersebut.
.
“Na-ya..apa kau yakin ingin melakukan ini? Aku akan meminjamkan uang untuk mu, tapi tidak bekerja di tempat ku.”
.
Chanyeol melihat gadis yg di ajak bicara tersebut menundukan wajahnya, membuat wajahnya tertutup oleh rambut yg gadis itu gerai.
.
“hello man!” ucap chanyeol menyadarkan kedua orang tersebut, dan membuat namja berkulit tan yg ia sapa nampak terkejut.
.
“chan? Kk..kau ada di sini?” 
.
“emm..seperti biasa,there is a business mr.kim”
.
Chanyeol menoleh ke arah gadis yg sedari tadi menunduk, sekarang gadis itu menatap ke arahnya, chanyeol seperti tertarik oleh pesona gadis itu, manik bulatnya yg berwarna coklat, hidung mancung, bibir mungil berwarna merah cherry yg menggoda, membut libido chanyeol bangkit.
.
“Kai, apa dia new stuff?” tanya chanyeol masih menatap intens ke arah gadis di depanya.
.
“NO! Dia bukan barang baru ku, dia bukan pekerja ku di ssii….”
.
“tidak, mulai sekarang aku pekerja baru di sini, dan nama ku kim nana.” Ucapan kai terpotong oleh gadis yg tak lain adalah kim nana.
.
“apa yg kau bicarakan? Tolong tinggalkan kami berdua na-ya!” ujar kai dengan nada yg tinggi.
.
Nana bediri meninggalkan kai dengan namja bertubuh tinggi yg tidak ia ketahui namanya, gadis itu duduk di kursi bar dan memesan satu vodka untuk menghilangkan rasa hausnya sehabis menangis, sedangkan dua pria yg nana tinggalkan kini duduk berhadapan.
.
“kai, i want him!!.”
.
“tidak chan, dia bukan pekerja ku.”
.
“oh come on man, dia bilang seperti itu.”
.
“tidak! Jika kau ingin seorang gadis yg masih virgin, aku bisa memberikanya, tapi tidak dengan nana.”
.
“Aku hanya ingin dia!”
.
“terserah, aku bilang tidak.”
.
Kai meninggalkan chanyeol dan menghampiri nana, chanyeol memfokuskan penglihatanya ke arah di mana kai berada, bisa pria itu lihat, kai berbicar dengan gadis yg chanyeol ketahui namanya, dan mengelus puncak kepala gadis itu, yg chanyeol lihat selanjutnya..gadis itu pergi meninggalkan edden club, hingga satu seringaian lolos dari bibir chanyeol, pria itu juga ikut beranjak mengejar gadis yg telah mengambil sebagian eksistensi nya, chanyeol beruntung..saat ia keluar, pria itu menemui nana sedang berjalan sembari menangis membuat pundaknya naik turun, chanyeol mempercepat langkahnya, dan menarik pergelangan tangan nana hingga membuat gadis itu berbalik.
.
“eoh?aa..ada apa?” tanya nana menghapus air matanya.
.
“apa yg kau lakukan di club tadi?”
.
“aa..ahh, itu..aku hanya bertemu dengan kai?”
.
“katakan dengan jujur, maksud dan kedatangan mu!”
.
Nana diam dan menundukan kepalanya, gadis itu bingung harus bercerita atau tidak, ia tidak mengenal pria di hadapanya, tapi gadis itu berfikir jika pria di hadapanya mungkin bisa menolongnya.
.
“aa..aku…”
.
“baiklah kita bicarakan di dalam mobil ku!” ucapan hana terpotong saat chanyeol menarik tangan nana menuju mobil mewah nya yg berada di lantai bawah club tersebut, nana melihat sekitar besment tersebut, sepi dan gelap, itulah yg ada di fikiran nana.
.
BRUKK.
.
Chanyeol membukakan pintu belakang mobil sportnya untuk nana, pria itu juga ikut masuk ke dalam mobilnya, chanyeol menutup pintu mobil belakangnya, dan menghadapkan tubuhnya ke arah nana, pria itu melihat raut bingung di wajah gadis itu.
.
“ayo katakan alasan mu!” 
.
“kk..kenapa kita duduk di belakang?”
.
“biar kita lebih saling mengenal dekat kim..nana?!” ucap chanyeol dengan senyum misteriusnya.
.
“bb..aiklah, aku bertemu dengan kai karna aku membutuhkan uang, aku sudah memikirkan ini selama satu bulan lebih, aku ingin menjadi pekerja nya, tapi kai tidak mengizinkan ku, ia menyuruhku pulang dan berjanji mengirm uang ke dalam rekening ku, tapi aku tidak butuh rasa kasihan.”
.
Nana menunduk menahan air mata yg siap turun kapan saja, gadis itu melakukan semua ini karna ia punya alasan, chanyeol mengangkat dagu nana, pria itu bisa melihat gadis di depanya kini tengah menggigit bibir bawahnya, dan mata gadis itu juga terpejam dengan cairan bening yg keluar dari sudut maniknya, chanyeol seakan frustasi melihat wajah nana, bagi chanyeol..nana sangat sexy saat menggigit bibir bawahnya.
.
“aa..hh..bagaimana jika aku memberi penawaran?” tanya chanyeol sedikit menahan desahan yg akan keluar dari bibirnya.
.
Nana membuka matanya, ia menatap chanyeol yg kini memejamkan maniknya, nana memajukan tubuhnya agar lebih dekat dengan chanyeol, tanpa gadis itu ketahui, chanyeol sekarang bahkan sedang menahan libiodonya yg semakin meningkat.
.
“aa..apa?” ucap nana membuat chanyeol membuka matanya.
.
“kau yakin akan menerimanya?” nana hanya mengangguk sebagai jawaban
.
“baiklah setelah ini, aku akan menyuruh sekertaris ku untuk memberkan mu surat perjanjian.”
.
“kalau boleh aku bertanya, aku akan melakukan apa? Dan berapa bayaran yg ku terima?” ucap nana malu, dan lagi menggigit bibir bawahnya.
.
“SHIT!! Kau hanya harus melakukan apa yg aku perintahkan, seperti ini.”
.
Dan detik berikutnya, chanyeol mendorong nana hingga gadis itu tertidur di bangku belakang mobil mewah chanyeol, nana semakin terkejut saat chanyeol menindih tubuhnya, dan mencium bibir merah cherry nana dengan kasar, nana memejamkan maniknya, gadis itu mengatupkan bibirnya tak membalas lumatan kasar chanyeol, membuat chanyeol semakin brutal mencium bibir nana, chanyeol menggigit bibir nana, membuat gadis di bawah kuasanya melenguh, chanyeol memasukan lidahnya kedalam bibir nana, hingga nana membuka mata nya dan reflek mendorong chanyeol, namun kekuatan nana se akan tak ada apa-apanya bagi chanyeol, lama mereka saling bertautan, nana seakan pasrah dan membalas panggutan chanyeol, membuat pria yg berada di atasnya tersenyum di sela-sela ciuman keduanya, baru saja nana membalas tautan chanyeol, pria jangkung tersebut melepaskan bibirnya dari bibir nana, mengalungkan tangan nana pada lehernya, bibir pria itu bergerak turun ke arah leher jenjang milik nana, menggigit leher gadis tersebut, membuat gadis di bawah kuasanya mendesah keras, merasa sakit sekali gus nikmat.
.
“akk..hhh…emm..hh..”
.
“park chanyeol! Desahkan nama ku nana-sii.” Ucap chanyeol sembari terus menggigit leher nana dengan brutal.
.
“chh..ann..chan…ahh..saaa…kith.” 
.
Chanyeol yg mendengar desahan nana, merubah gigitan di leher nana menjadi kecupan dan sedikit hisapan, nana seakan melayang saat chanyeol melembutkan permainanya di leher jenjang gadis tersebut, di tambah tangan chanyeol yg terus turun mengelus pinggulnya, hingga nana meremas lembut rambut berwarna abu milik chanyeol, bukan hanya tangan nana yg bergerak, tangan chanyeol juga terus bergerak menyelinap kaos biru yg sedikit longgar di tubuh nana, mengelus perut rata gadis tersebut hingga gadis di bawah kuasanya kembali melengguh.
.
“enn..ghh.”
.
Chanyeol kembali mencium bibir nana sedikit lembut namun masih menuntut, tangan chanyeol tidak hanya diam di perut rata nana, tanganya terus naik hingga sampai di dada nana yg masih tertutup bra, chanyeol meremas dada nana, membuat nana seakan kacau atas perbuatan chanyeol.
.
“engghh..ahhh…chhann..yeolhh..”
.
Chanyeol semakin kacau, bahkan miliknya kini berdiri di balik celana bahan miliknya, namun entah apa yg membuat chanyeol sadar, pria itu membuka mata nya, dan melihat gadis di bawahnya, terpejam dengan bibir yg masih di lumat oleh bibirnya, ia juga masih meremas dada nana, dan nana masih mengeluarkan lengguhan karna sentuhan dari pria tersebut, chanyeol diam melepas lumatanya, dan melepas remasanya di dada nana, gadis di bawah kuasanya juga masih terpejam sembari mengatur nafasnya, rambut yg acak-acakan, kaos birunya yg tersingkap hingga menampilkan dada nya, dan bra yg letaknya sedikit bergeser dari tempatnya.
.
“open your eye kim nana!”
.
Nana membuka kedua matanya, gadis itu tersadar dan segera menghapus saliva yg tercetak di sekitar bibirnya, chanyeol juga membantu nana, merapihkan rambut gadis itu, menghapus saliva nya yg berada di bibir nana, dan tanganya masuk ke dalam kaos nana, membenarkan kembali letak bra nana, membuat gadis itu membulatkan matanya, chanyeol bangun dari posisinya menindih nana, pria itu juga menyadarkan nana kembali, dan membangun kan nana dari posisinya.
.
“aku tidak akan menyentuh mu lebih jauh sebelum kau menyetujuinya.”
.
Nana hanya menunduk malu dengan apa yg baru ia lakukan bersama pria yg baru ia kenal, nana merasa dirinya bagai wanita murahan yg berada di club milik kai, melengguh, mendesah, menikmati,dan..
.
“aku akan mengantarkan mu pulang, dan besok kita akan bertemu lagi untuk membahas perjanjian.”
.
Chanyeol membuka pintu mobil nya, membawa nana untuk duduk di samping kemudi, dan chanyeol duduk di kursi kemudi, setelah selesai menggunakan safety belt, chanyeol melajukan mobil sport berwarna putih metalik mewahnya membelah kota seoul.
.
.
.
Setelah mobil chanyeol sampai di depan rumah nana, nana melepas safety belt nya, tanganya baru ingin membuka pintu mobil milik chanyeol, dengan ragu nana menoleh melihat chanyeol yg menatap nana bingung.
.
“cc..chanyeol, apa kau tidak ingin meminjam kamar mandi ku?”
.
Manik nana menatap ragu ke arah pangkal paha chanyeol, chanyeol ikut melirik arah tatapan nana, dan…
.
.
.
TBC/FIN?
.
Anyeong ini janji author buat bikin ff yg sedikitttttttt mirip ‘FIFTY SHADES OF GREY’ entah menurut pembaca ini mirip atau ga? Tapi klo ga, author minta maaf, memang author bilang sedikit ngambil dari sana…NO SILENT READERS…

Fc Populer:

  • Bru part awal udah agak pnas.
    Knp Nana mau dtang ke club y.?