A MILLION SHADOW DARK Part 6 END

-1
A MILLION SHADOW DARK Part 6 END chanyeol ff yandong exo
JUDUL : A MILLION SHADOW DARK / PART 6 (WHY?) ‘REAL END!’ 
AUTHOR : Devil_ChOI 
RATING : NC21? (warning!! Dirty talk). 
GENRE : SAD ROMANCE, ADULT, PSYCHOLOGY, DARK,KEKERASAN, MARRIAGE LIFE. 
CAST : 
-PARK CHANYEOL 
-KIM NANA 
-OH SEHUN 
-KIM JONGIN/ KIM KAI 
-BYUN BAEKHYUN 
-JUNG SERA 
-OTHER PLACE
# ONE YEAR LATER 
.
02, january 2016 
Seorang pria bertubuh tinggi, dengan kemeja abu-abu yang terlihat lusuh, dan jangan lupakan wajahnya yang terlihat kacau, pemandangan seperti itu bukan hal yang baru untuk pria bertubuh tinggi tersebut,

keadaanya bahkan sudah seperti itu semenjak sebelas bulan belakangan ini, pria itu –park chanyeol-, hanya terduduk di atas ranjangnya dengan tatapan kosong, tangan kekarnya terus menekuk kedua lututnya, bibirnya selalu bergumam tak jelas, membuat seorang pria yang tak lain adalah byun baekhyun, selalu menatap sedih keadaan sepupunya yang terlihat hancur…baekhyun menghampiri chanyeol yang masih menatap kosong ke depan.

“chan…sampai kapan kau akan seperti ini? Apa kau tidak ingin kembali memimpin perusahaan mu?”. 
.
Ya, baekhyun benar..setelah satu tahun kepergian nana tanpa jejak, chanyeol menjadi rapuh seperti sekarang, bahkan perusahaan yang chanyeol miliki, kini telah di ambil alih oleh baekhyun, pria bermarga byun itu, takut jika perusahaan yang sepupunya miliki, akan bangkrut dan menghancurkan chanyeol sempai tak tersisa, saat nana meninggalkan chanyeol, baekhyun melihat bagaimana sepupunya tersebut, berteriak bak orang kesetanan, menangis, dan memanggil nama wanita itu, baekhyun bahkan membantu chanyeol untuk menemui keberadaan nana, namun hasilnya nihil…wanita itu bagai di telan bumi, semua orang-orang kepercayaan baekhyun bahkan tak dapat menemui keberadaan nana, tapi satu hal yang baekhyun ketahui dan di sembunyikan dari chanyeol, bahwa sembilan bulan yang lalu, setelah tiga bulan kepergian nana..sehun mengantarkan undangan pernikahanya dengan nana, baekhyun tau jika sekarang mungkin kedua orang itu sudah hidup bahagia di bagian bumi yang lain. 
“nana..song nana..” 
Baekhyun mendengarnya, pria itu turut sedih dengan keadaan sepupunya, tapi apa yang bisa ia lakukan? Ini semua di luar kuasanya, baekhyun juga kehilangan kai yang notabenya adalah kakak angkat dari song nana atau kim nana. 
“chan..ku dengar hari ini kau belum menyentuh makanan mu eoh? Bagaimana jika kita makan di luar? Ku dengar ada restoran china yang baru saja buka.” Ucap baekhyun. 
Chanyeol tak menganggapi apa yang baekhyun katakan, pria itu terus menggumamkan nama nana, dengan tatapan yang masih kosong. 
“kumohon! Bisakah kau kembali bersikap seperti dulu? Aku bahkan lebih senang jika kau meniduri semua jalang di bar sampai mereka harus di masukan kerumah sakit karena ulahmu!!.” Taeriak baekhyun. 
Kesabaran baekhyun sudah habis, ia tak mengerti dengan sikap sepupunya, dulu chanyeol bahkan tak pernah memperdulikan ‘mainanya’, pria itu bahkan selalu diam jika ‘mainanya’ melarikan diri dari kurunganya.
‘BIIPPP…BIPPP.’ 
Baekhyun mengalihkan pandanganya saat ponsel miliknya bergetar, pria itu mengernyit saat mendapatkan sebuah panggilan dari salah satu orang kepercayaanya. 
‘ada apa zhang ahjussi?’ 
‘…’ 
‘MWO?’ 
‘…’ 
‘apa kau bercanda?’ 
‘…’ 
‘eoh? Baiklah trimakasih atas informasinya.” 
‘…’ 
‘PIPPP’ 
Baekhyun mematikan sambunganya, senyumnya bahkan tercetak jelas di wajah pria byun tersebut, baekhyun beralih menatap chanyeol yang masih memandang kosong ke depan. 
“chan…apa kau tahu?Aku..sudah..menemui..keberadaan..wanita mu.” ucap baekhyun 
Pandangan yang awalnya terlihat kosong, kini bahkan terlihat berbinar dengan sedikit air yang menggenang, pria itu menatap tak percaya ke arah baekhyun. 
# CANADA 
.
04,january 2016 
Seorang wanita cantik, dengan dress soft pink yang ia kenakan, dan rambut hitam sepinggangnya yang tergerai, melangkahkan kaki jenjangnya mengitari barisan toko yang menjual berbagai macam kebutuhan semua orang, langkahnya terhenti di depan sebuah toko yang memperjualkan berbagai macam perlengkapan bayi, manik coklatnya seketika berair, menemani tubuhnya yang mematung saat ingatanya memutar kembali kejadian pahit yang ia alami sembilan bulan lalu. 
@ FLASHBACK 
# NINE MONTHS AGO (april 2015) 
.
Suara decapan terdengar dari sebuah kamar bernuansa serba putih yang terlihat luas, di dalamnya kedua manusia berbeda jenis tengah memanggut satu sama lain, kedua orang tersebut masih mengenakan pakaian pernikahan, sang wanita dengan dress panjang yang mengekspos punggungnya, dan sang pria dengan tuxedo putihnya…kedua orang itu –sehun dan nana-, baru saja menggelar upacara pernikahan sederhana yang hanya dihadiri oleh rekan-rekan bisnis dari seorang kim jongin. 
Keduanya masih saling melumat, menyalurkan rasa hangat satu sama lain, tangan sehun yang awalnya memeluk pinggul nana, kini merambah naik menyentuh tengkuk nana, memperdalam lumatan dari keduanya, mata keduanya terpejam menikmati lumatan yang kini berubah kasar dan terburu-buru, baru saja sehun menarik turun sleting dress yang istrinya kenakan, tiba-tiba terhenti saat nana mendorong bahu sehun untuk menjauh. 
‘UGGH…HOEK..’ 
Nana melangkah pergi meninggalkan sehun, wanita itu melangkah masuk kedalam kamar mandi, tanganya membekap mulutnya, sehun panik dan menghampiri nana yang tengah memuntahkan isi perutnya di atas washtufle. 
“are you okay?” ucap sehun sambil memijit tengkuk nana. 
“No, i’m alright!” 
‪#‎THE‬ NEXT DAY 
Nana memandang lirih sebuah benda berwarna putih di tanganya, dua garis merah tergambar jelas dalam alat tersebut, matanya berair, entah apa yang harus di deskripsikan,sedih, senang, atau marah.. setelah menghapus air matanya yang jatuh, nana melangkah keluar dari kamar mandi, maniknya di sambut dengan manik tajam milik sehun, pria itu berjalan mendekati nana, menatap istrinya dengan pandangan bertanya. 
“bagaimana?”tanya sehun 
“ss..sehun, I am pregnant.” 
Sehun mengembangkan senyumnya, sebenarnya pria itu bingung dengan apa yang harus ia lakukan, senang atau marah, senang menerima janin yang nana kandung meskipun sehun belum menyentuh nana, atau marah karna jelas-jelas janin yang nana kandung adalah darah daging dari seorang pria bernama park chanyeol. 
“sehun, maafkan aku..ini benar-benar di luar dugaan ku, jika kau marah aku akan terima, dan jika kau mau…aku juga akan menggugurkan bayi ini.” Ucap nana dengan mata yang sudah dibanjiri air mata. 
Sehun menggelengkan kepalanya, jika boleh jujur..pria itu sebenarnya ingin sekali menggugurkan bayi yang nana kandung, toh nana menyetujuinya, tapi sehun juga mempunyai sisi baik, ia tak akan mungkin menyuruh nana untuk menggugurkan kandunganya, sehun bisa melihat, jika nana sebenarnya amat terluka saat wanita itu mengucapkan akan mengugurkan kandunganya. 
“anii, OH NANA..aku tidak ingin kau melakukan hal bodoh seperti itu, aku tidak ingin jika kau menjadi ibu yang buruk bagi baby oh.” 
Kini tangisan nana pecah lebih keras, sehun merengkuh tubuh nana ke dalam dekapanya, sehun mengecup puncak kepala nana berkali-kali, mengantarkan rasa tenang ke dalam diri nana. 
“na-ya, bagaimana jika besok aku menemani mu ke rumah sakit?” tanya sehun masih terus memeluk nana. 
Nana tak menjawab, wanita itu hanya mengangguk menjawab ucapan pria yang kini telah menjadi suaminya. 
# THE NEXT DAY AGAIN 
Sehun tengah mengendarai audi merahnya dengan kecepatan sedang, di sampingnya nana duduk manis dan terus memperhatikan jalanan yang mereka lewati, sehun menatap sekilas ke arah nana. 
‘BIPP..BIPP..’ 
Perhatian sehun teralihkan, saat ponselnya berdering menampilkan sebuah nama ‘kim jongin’ dari layar ponselnya. 
“na-ya! Bisa tolong angkat dan dekatkan ponselku.” Ucap sehun sembari menunjuk telinganya. 
Nana mengangguk dan tersenyum, wanita itu mengangkat panggilan tersebut dan menempelkan ponsel itu ke arah telinga sehun. 
“yeoboseyo..kai-shi?” 
‘…’ 
‘eoh? Bertemu? Tapi aku harus mengantarkan nana untuk chek-up.’ 
‘…” 
‘emm..sepertinya, aku berada di dekat cafe yang kau maksud..’ 
‘…’ 
‘ya baiklah.’ 
‘PIPPP’ 
Sehun menghentikan mobilnya tepat di sebuah cafe, sehun bersyukur jika kai mengajaknya bertemu di tempat yang tak jauh dari keberadaanya,hingga membuat sehun dapat mempercepat pertemuanya.
“nana, bisa kau diam di sini sebentar? Aku harus menemui kai sebentar.” 
.
“kenapa aku tidak boleh ikut?” 
“sayang, ini musim dingin..aku tidak ingin jika kau kedinginan.” 
Sebelum keluar, sehun mengecup kening nana cukup lama, pria itu membuka pintu mobilnya, dan meninggalkan nana yang tengah menatap kepergian suaminya.
.
sekitar sepuluh menit sudah nana menunggu sehun, wanita itu benar-benar bosan berada di dalam mobil, nana berniat menyusul sehun, nana mengernyitkan dahinya saat memasuki cafe tersebut, maniknya menangkap sebuah keributan di dalam cafe, yang membuat nana terkejut adalah kedua pria yang tengah menatap sengit satu sama lain, kedua pria itu sehun dan kai, di tengah-tengah mereka seorang wanita dengan raut paniknya sedang berusaha melerai pertengkaran keduanya, wanita itu jung sera..istri dari seorang kim jongin. 
“oh sehun, apa kau boduh huh? Kau menerima begitu saja bayi pria brengsek itu?” ucap kai. 
“kai..kumohon, aku bahkan baik-baik saja dengan keberadaan bayi itu.” 
“shitt! Mengaku lah oh sehun, aku tidak keberatan, aku bahkan akan membantu mu untuk menggugurkan janin itu.” 
“BAIKLAH! AKU TIDAK MENYUKAI KEBERADAAN BAYI ITU, AKU MEMBENCINYA DAN JUGA AYAH DARI BAYI TERSEBUT, BAHKAN JIKA NANA DAN BAYI ITU BERADA DALAM KECELAKAAN, DAN MENGHARUSKAN SALAH SATU HARUS DI SELAMATKAN, AKU LEBIH MEMILIH NANA DIBANDINGKAN BAYI SIALAN ITU!!” teriak sehun. 
“Nn..nana?” ucap jung sera saat maniknya menemukan keberadaan nana dengan air mata yang sudah membanjiri wajah wanita tersebut. 
.
mendengar ucapan sera, sehun dan kai menoleh menatap keberadaan nana dengan terkejut, nana sudah terlihat menyedihkan dengan air matanya, wanita itu berlari meninggalkan ketiga orang tersebut, sehun lantas mengikuti nana, pria itu bahkan berteriak meminta nana agar berhenti, sehun berhasil menarik tangan nana, membalikan tubuh wanitanya , keduanya sama-sama kalut hingga tak menyadari bahwa keduanya berada di tengah-tangah sebuah garis penyebrangan jalan yang di tutupi salju. 
“nana, aku mohon dengarkan aku!” 
“apa yang harus ku dengarkan? Sehun, jika kau tidak menginginkan bayi ini aku bisa menggugurkanya.” 
“tidak na-ya, aku benar-benar bingung saat itu, aku bahkan teriak hanya agar kai tak menyudut kan–.”
.
‘TINNN..TINN’ 
Sebuah truk melintas tepat di depan keduanya, kejadian itu bahkan sangat cepat, sehun mendorong tubuh nana menjauh, hingga nana tersungkur dengan kepala yang membentur pembatas jalan, darah keluar dengan deras dari kepala nana, sedangkan sehun..tubuhnya terpental sedikit jauh dengan darah yang membanjiri seluruh tubuhnya. 
“KIM NANA!! OH SEHUN!!” 
Nana mendengar sebuah suara yang meneriaki namanya, belum sempat melihat orang yang meneriakinya dan sehun, semuanya buram dan tak terlihat lagi. 
@ FLASHBACK END 
Wanita itu, kim nana terus terisak sambil memperhatikan toko yang memperjualkan perlengkapan bayi, nana terduduk meremas ujung dressnya, wanita itu tak memperdulikan tatapan orang-orang yang tengah menatapnya khawatir. 
“Oh sehun, maafkan aku..sungguh maafkan aku…ak..aku..mencintaimu.” 
Tak jauh dari tempat nana menangis, sebuah mobil audi berwarna hitam terparkir, di dalamnya seorang pria tengah menatap nanar ke arah nana, pria itu –park chanyeol- tersenyum menatap punggung bergetar wanitanya. 
“akhirnya aku menemukan mu, park nana..” 
.
# TWO DAYS LATER 
Dua hari sudah nana mengurung dirinya di dalam apartment yang jongin berikan, saat ia memutuskan meninggalkan chanyeol dan pergi bersama sehun, wanita itu tinggal di sebuah mansion yang sehun beli di canada, tentunya bersama sehun, namun saat kejadian yang menimpanya sembilan bulan yang lalu, mengharuskanya untuk meninggalkan seluruh kenangan yang menyangkut seorang oh sehun, air matanya tak mau berhenti mengingat kenanganya bersama sehun, terus mengalir bagai air sungai, nana bahkan tak keluar dari kamarnya, wanita itu hanya keluar saat jam makan. 
‘TING TONG’ 
Nana tersadar saat bel apatementnya berbunyi, wanita itu mengernyit bingung, itu bukan jongin, kakaknya tahu persis password dari apartement nya, lalu siapa yang datang pada pukul sepuluh malam seperti ini?.. nana lantas melangkah keluar kamar, menghampiri pintu apartemenya, tanpa melihat layar intercom, nana membuka pintu apartement nya, nana tersentak saat mendapati pria jangkung yang ia rindukan selama satu tahun belakangan.
“cc..chanyeol?” tanya nana tak percaya dengan mulut yang sedikit terbuka. 
Chanyeol menerobos masuk, pria itu menarik tubuh nana ke dalam pelukanya, menghirup aroma wanitanya yang sangat ia rindukan, sedangkan nana hanya mematung, masih belum tersadar dari keterkejutanya.. nana baru tersadar saat chanyeol membungkam bibir nana, melumatnya menyalurkan rasa rindu yang sangat membuncah, nana hanya diam tak membalas, ia akui jika nana juga merindukan bibir chanyeol, nana juga merindukan setiap sentuhan dari pria bermarga park tersebut. . Ciuman keduanya semakin dalam dan menuntut, dada kedunya meletup-letup merasakan bahagia yang tak terukur, tak ada lagi ciuman lembut seperti saat chanyeol baru menerobos masuk ke dalam apartement milik nana, kini ciuman mereka bahkan memperdengarkan sebuah decakan dari kedua bibir tersebut, tanpa nana sadari..chanyeol perlahan membawa tubuh nana masuk lebih dalam dengan masih melumat satu sama lain, chanyeol merebahkan tubuh nana di atas sebuah sofa berwarna putih, menindihnya menumpukan kedua tanganya agar badanya tak terlalu membuat wanitanya tersiksa, chanyeol menggigit bibir bawah nana hingga sang empunya membuka bibirnya, chanyeol melesakan lidahnya ke dalam mulut nana, mengekspos seluruh bagian dalam mulut wanitanya, pria bermarga park itu menggerakan tanganya membuka satu kancing teratas kemeja milik nana, namun belum selesai membukanya, nana menghentikan tangan chanyeol dan menjauhkan tubuh chanyeol, hingga panggutan keduanya terlepas. 
“chan, apa yang kau lakukan di sini? Dari mana kau mengetahui keberadaan ku?” tanya nana. 
Chanyeol menghela nafas, ia tahu jika dirinya salah karena telah menyakiti wanitanya, tapi satu tahun lalu emosinya tak bisa terkontrol, chanyeol juga tak sadar melakukan itu pada nana. 
“ku mohon maafkan aku! Apa kau tahu? Aku menyesal telah melakukanya pada mu.” 
Nana percaya dengan apa yang chanyeol katakan, wanita itu juga tahu jika chanyeol menyesal telah melakukanya, ia masih ingat dengan jelas bagaimana kacaunya chanyeol, setelah menyakiti nana, 
@ FLASHBACK
‘PRANG’ 
Nana terkejut mendengar suara kegaduhan di luar kamarnya, wanita itu mengernyitkan alisnya, nana mematikan sambungan ponselnya yang tengah menghubungi kim jongin, setelah selesai dengan obrolanya bersama kai, nana melangkah kan kakinya keluar kamar, kaki jenjangnya berhenti melangkah di tengah-tengah tangga mansion tersebut. 
‘PRANG…BRUGGHH..” 
Nana membulatkan maniknya, saat maniknya menangkap kekacauan di depanya, pecahan kaca berserakan, wanita itu menangkap tubuh chanyeol yang tengah terduduk dengan tangan kanan yang mengeluarkan darah, di samping chanyeol..baekhyun tengah menatap nanar tubuh sepupunya, di ikuti seluruh maid yang menunduk ketakutan. 
“aku..menyesal..baek.” lirih chanyeol. 
“aku sangat menyesal telah menyakitinya.” 
Nana ingin berlari dan memeluk tubuh pria itu, tapi nana sudah memutuskan hal yang terbaik bagi dirinya dan chanyeol, lagi pula kontraknya sebagai slave sex dari seorang park chanyeol akan selesai dalam beberapa hari ke depan, wanita itu juga bertekad untuk memperbaiki hubunganya bersama kim kai –kakak angkatnya-, kai juga menyetujui jika nana tinggal di kanada bersama oh sehun, dan bukan denganya. 
@FLASHBACK END 
Entah sejak kapan pergumulan tersebut berlanjut, sekarang keduanya tengah melumat satu sama lain dengan gairah yang tak dapat di tahan lagi, kini nana juga membiarkan tangan kekar chanyeol melucuti satu persatu pakaianya, masih dengan posisi menindih di atas sebuah sofa berwarna putih, bahkan kini keduanya hanya menyisakan pakaian dalam yang masih melekat, nana dengan bra merah berenda serta celana dalam berwarna serupa, sedangkan chanyeol hanya menyisakan boxer dan juga celana dalam. 
‘KLEKK’ 
Chanyeol menelusupkan tanganya membuka pengait bra yang nana kenakan, melempar bra merah tersebut ke lantai, chanyeol menatap tubuh atas nana yang polos, pria itu merindukan ini, chanyeol meremas dada nana membuat wanita di bawahnya mendesah merasakan sentuhan tangan kekar pria tersebut, chanyeol tak membiarkan satu tanganya menganggur, pria itu kembali menelusupkan tanganya memasuki celana dalam yang nana gunakan, menggesekan tanganya membuat nana kembali mendesah tak karuan. 
“emmhh..” 
Nana melengguh saat merasakan tubuh bagian bawahnya di masuki oleh tangan dari pria bermarga park tersebut, menarik kedua jarinya keluar masuk semakin cepat tak beraturan, nana mengadahkan kepalanya saat tubuhnya mencapai puncaknya, wanita itu semakin gelisah, ia ingin merasakanya lebih jauh. 
‘SRETT’ 
Dengan cepat nana mendorong chanyeol, menindih tubuh pria itu dengan nafas yang terengah, nana melepas celana dalamnya, wanita itu juga melepas kain terakhir yang menutupi tubuh chanyeol, nana menatap penuh nafsu pada pusat tubuh chanyeol, nana menggenggam milik chanyeol, membuat sang empunya mengeluarkan desahanya. 
“ahhhh…” 
“aku merindukanya, ku mohon biarkan aku yang memimpin.” Ucap nana 
Tanpa mendengar jawaban dari pria tersebut, nana sedikit menggerak-gerakan milik chanyeol, dan memasukanya ke dalam tubuh wanita tersebut, nana menggerakan pinggulnya naik turun, membuat milik pria tersebut masuk lebih dalam, nana kembali mengadah saat chanyeol juga tak tinggal diam dan memijat dada nana, chanyeol membantu nana menggerakan pinggulnya berlainan arah, keduanya terus mengeluarkan suara-suara desahan, yang semakin membuat hawa di sekitar mereka menjadi lebih panas, chanyeol merasakan miliknya akan mencapai puncaknya, sama halnya dengan nana, keduanya semakin bergairah menyentakan pusat tubuh masing-masing, hingga saatnya tiba..keduanya mendesah lega mencapai puncaknya, cairan chanyeol sepenuhnya masuk ke dalam tubuh nana. 
‘BRUKK’ 
Nana menjatuhkan tubuhnya di atas tubuh telanjang chanyeol, mereka bahakan belum melepaskan ‘ikatan’ mereka di bawah sana, nana menelusupkan wajahnya di celah leher chanyeol, menghirup aroma maskulin yang teramat ia rindukan. 
“cchh..chan, aku ingin kau tahu satu hal.” Ucap nana dengan nafas yang masih memburu. 
“emmhhh.. katakanlah.” 
“aku ingin bilang, jika aku telah menikah dengan oh sehun.” 
Tubuh chanyeol seketika menegang, pria itu membolakan matanya tak percaya, apa ia kini telah meniduri istri seseorang?. 
“tapi… sembilan bulan yang lalu, dia meninggalkan ku..kami bahkan baru dua hari merasakan status sebagai sepasang suami-istri.” Ucap nana. 
Chanyeol merasakan sesuatu yang basah mengaliri lehernya, pria itu tahu jika ini bukan air hujan, melainkan air mata dari seorang kim nana, ‘apa dia sudah mencintai sehun sedalam ini?’ batin chanyeol. 
“kau tahu chan? Jika aku boleh memilih, aku lebih baik menggantikan tubuhnya yang terkapar tak berdaya, karna telah menyelamatkan ku dan malaikat kecilmu.” 
“sudahlah nana jangan menang–, ahh tunggu! Apa yang kau maksud malaikat ‘kecilmu’ ? apa kau?” ucap chanyeol sembari menangkup kedua pipi nana. 
“emm.. saat aku meninggalkan mu aku sedang mengandung malaikat kecil mu, aku baru menyadarinya setelah tiga bulan meninggalkan mu.” 
Chanyeol kembali mematung mendengar pernyataan yang keluar dari bibir wanitanya, cukup lama pria itu mematung, hingga akhirnya..menampilkan sebuah senyuman lebar pada nana. 
“lalu di mana dia? Apa dia di sini? Apa dia laki-laki? Atau perempuan?” ucap chanyeol sembari mengelus perut polos nana. 
Tangis nana kembali pecah, wanita itu menggenggam erat tangan chanyeol, mengecup tangan pria itu dengan bibirnya. 
“mm..maafkan aku, tapi saat itu..ternyata usaha yang sehun lakukan sia-sia, kedua orang yang amat ku cintai pergi meninggalkan ku?” ucap nana dengan suara gemetar. 
Chanyeol merasakan sebuah tangan tak terlihat, meremas dadanya, membuat nafasnya tercekat dan tak bisa bernafas, pria itu mengeratkan pelukanya merengkuh tubuh polos wanitanya, chanyeol bisa mendengar suara tangisan nana semakin keras, pria itu juga merasakan bagaimana sakitnya seorang kim nana saat ini. 
“na-ya! Aku ingin memperbaiki semuanya, apakah kau mau memberiku kesempatan? Aku berjanji akan menghadirkan malaikat-malaikat kecil di dalam hidup mu.” 
“cc..chan, maafkan aku…aku mungkin akan menerima mu, tapi beri aku kesempatan untuk menghapus bayang-bayang sehun dalam hidupku.” 
“aku tau jika kau sudah mencintainya terlalu dalam na-ya, tapi aku akan merubahnya menjadi diri ku.” 
“ku mohon kembalilah pada ku, dan lupakan kejadian menyakitkan itu..aku berjanji akan merubah seluruh sikap ku terhadap mu, aku juga akan menjelaskanya pada kai, tapi ku mohon sekali lagi kembalilah bersama ku, dan ikutlah dengan ku kemanapun aku pergi.” 
Nana mengangguk menjawab ucapan pria bermarga park tersebut, chanyeol lantas mengecup puncak kepala nana berkali-kali, menghantarkan kehangatan bagi wanitanya.. chanyeol sudah berjanji akan memperbaiki semuanya, semua waktu satu tahun yang nana jalani dengan tangisan dan juga hal-hal pahit, chanyeol bertekat untuk menggantikanya dengan hal-hal yang akan menarik untuk nana simpan di akhir hidupnya nanti…chanyeol berjanji. 
END 

Fc Populer:

%d blogger menyukai ini: