We Need Love Part 5

0
ff nc kyuhyun CL 2ne1 We Need Love Part 5
Author: Putria Kim
Title: We Need Love
Category: NC21, Yadong, Romance, Married Life, Chapter
Cast: Cho Kyuhyun
Lee Chae Lin (CL 2ne1)
Lee Donghae and other cast
“We Need Love” (Part 5)
(Preview)
Kyuhyun membuka lembaran surat kabar, berusaha menyembunyikan wajahnya yang sejak tadi asyik memperhatikan gerak-gerik Chae Lin di dapur. Wanitanya sedang membuat sarapan, entah kenapa pagi ini terasa aneh baginya setelah kejadian semalam, saat dimana Chae Lin mengungkapkan beban hatinya kepada Kyuhyun.

Ternyata di balik sosok kuat dan angkuh yang selalu Chae Lin perlihatkan padanya hanyalah sebuah topeng belaka, nyatanya Chae Lin sama seperti wanita pada umumnya, rapuh dan lemah, hanya saja Chae Lin sangat pandai menyembunyikan semua itu. Kyuhyun tahu beban berat yang Chae Lin rasakan selama ini, hidup di tengah keluarga yang carut-marut, gadis itu tumbuh tanpa kasih sayang kedua orangtuanya.

Kali ini tiap kali menatap wajahnya, Kyuhyun selalu ingin mendekapnya, mengamankan hatinya yang ringkih bak sebuah lapisan es tipis, bayangan Chae Lin yang menangis dalam dekapannya semalam masih tergambar jelas di benaknya. Tanpa Kyuhyun sadari, hatinya mulai jatuh kepada istrinya sendiri.
Chae Lin meletakkan dua piring pancake di meja makan. Kyuhyun melipat surat kabar yang menjadi kamuflasenya dalam mengintai sang istri.
Kyuhyun menyiramkan saus maple pada pancakenya, memotong-motongnya. Lantas disodorkan kepada Chae Lin, “makanlah”.
Chae Lin melongo melihat tingkah Kyuhyun. Dengan canggung Chae Lin mengambilnya.
“Berikan itu padaku” sebagai gantinya Kyuhyun meminta sepiring pancake yang ada di depan istrinya.
“Hari ini aku libur, mau jalan-jalan?” ajak Kyuhyun tiba-tiba.
Chae Lin hampir tersedak pancake yang sedang dikunyahnya. Kyuhyun menyodorkan segelas susu seraya berkata, “makan pelan-pelan!”.
“Ada apa denganmu?” tanya Chae Lin keheranan melihat tingkah lembut Kyuhyun.
“Aku? Memangnya aku kenapa?” Kyuhyun balik bertanya, bingung.
“Kau tidak seperti Cho Kyuhyun yang biasanya”
“Oh ya? Memangnya Cho Kyuhyun yang biasanya itu seperti apa?”
“Cho Kyuhyun yang kurang ajar dan tidak berperikewanitaan!” jawab Chae Lin sekenanya.
“Berperikewanitaan? Apa itu?”
“Kau selalu menyerangku secara tiba-tiba, bahkan saat aku belum siap melakukannya kau dengan lancangnya memasukiku”
“Ah! Maksudmu tentang bercinta?”
“Maafkan aku” ucap Kyuhyun sambil memasukkan potongan pancake ke dalam mulutnya.
Chae Lin membulatkan mulutnya, seakan tak percaya dengan apa yang baru saja diucapkan Kyuhyun. Chae Lin menarik kedua daun telinganya sendiri, memastikan bahwa ia tidak salah dengar.
“Setelah sarapan kita pergi ke pulau Nami, sudah lama sekali aku ingin pergi kesana”
***
Sebuah jeep wrangler rubicon berwarna hijau army berhenti di pelataran menara cable car, salah satu alat transportasi praktis menuju pulau Nami. Kyuhyun dan Chae Lin berjalan masuk diiringi tatapan kagum orang-orang di sekitarnya, seoah mereka baru saja melihat malaikat yang baru turun dari langit. Kyuhyun dalam balutan kaos polo putih dan celana cargo abu-abu dilengkapi sunglasses chanel makin menyempurnakan penampilannya.
“For God’s sake! He’s so damn hot!” batin Chae Lin dalam hati saat ia melihat penampilan Kyuhyun hari ini dalam balutan pakaian super kasual.
Namun Chae Lin sendiri tak kalah menawan dari suaminya dalam balutan kemeja sutra panjang berwarna putih yang sangat pas di tubuhnya berpadu dengan ripped jeans pendek serta sunglasses tersampir di hidung bangirnya.
“Kau tidak takut ketinggian kan?” tanya Kyuhyun pada Chae Lin yang berjalan di belakangnya.
“Tidak sedikitpun” jawab Chae Lin cuek, gadis itu berjalan mendahului suaminya.
Kyuhyun hanya tersenyum tipis lantas berjalan cepat mengejar wanitanya, Kyuhyun tiba-tiba menggamit tangan Chae Lin dan menggenggamnya erat. Membuat Chae Lin terperangah heran.
Kini mereka berdua sudah berada di dalam lift menuju lantai teratas tempat mereka akan meluncur lewat cable car. Keduanya masih saling diam, Kyuhyun sesekali menggoyang-goyang genggaman tangan mereka sambil tersenyum simpul, sedangkan Chae Lin hanya tersenyum kecut melihat tingkah suaminya.
Sekarang keduanya sudah siap meluncur dari ketinggian menuju pulau Nami menggunakan cable car. Kyuhyun mengulurkan tangannya pada Chae Lin sesaat sebelum mereka meluncur, malu-malu Chae Lin menyambutnya. Kyuhyun mengusap lembut tangan istrinya.
“Whoaaaaa…” pekik Chae Lin girang melihat pemandangan di bawahnya.
“Whooaaaa…Whoaaa” seru Kyuhyun tak mau kalah dari istrinya.
“Chaemita…Whoooa…”
Tak ada rasa takut sedikitpun yang terpancar dari wajah Chae Lin, hal itu membuat Kyuhyun heran karena biasanya kebanyakan wanita takut dengan hal-hal ekstrem seperti yang baru saja mereka lakukan, meluncur menggunakan cable car.
“Dia memang berbeda” batin Kyuhyun kagum.
Mereka berdua mendarat dengan selamat di pulau Nami. Chae Lin membetulkan helaian rambutnya yang berantakan tertiup angin. Di hadapan mereka berbaris rapi jajaran pohon perdu penyejuk mata, Kyuhyun dan Chae Lin berjalan beriringan, keduanya diam membisu tak pelak membuat suasana menjadi canggung. Bak seorang selebritis, keduanya dilempari tatapan yang tak bisa diartikan.
“Apa ada yang salah dengan penampilanku?” tanya Chae Lin pada sang suami.
“Ya” jawabnya singkat.
“Apa riasanku bernatakan?” tanya Chae Lin panik. Tak biasanya Chae Lin yang cuek dan suka berdandan sesukanya kini malah mengkhawatirkan penampilannya.
“Aniya, hanya saja kau terlalu cantik jadi semua orang iri melihatmu”
Chae Lin tercenung mendengar lontaran pujian dari mulut Kyuhyun hingga ia menurut saja saat Kyuhyun menggenggam tangannya erat, menyeretnya menuju tempat penyewaan sepeda. Chae Lin tak bisa berkata apa-apa lagi. Total Speechless dengan tingkah Kyuhyun.
“Ayo cepat naik” perintah Kyuhyun pada Chae Lin yang masih berdiri di sampingnya.
“Aku bisa naik sepeda sendiri” Chae Lin menolak halus.
“Jangan membantahku Cho Chae Lin!” Dengan sangat terpaksa Chae Lin akhirnya mengikuti perintah Kyuhyun. Ia tidak mau membuat keributan dengan mendebat suaminya.
Kyuhyun mulai mengayuh sepedanya, Chae Lin membonceng di belakang.
“Aku seperti mengangkut lima karung beras”
“Yaa! Aku tidak seberat itu!” seru Chae Lin tak terima.
“Berapa berat badanmu? 65kg? 70kg?”
“Sialan! Kau pikir aku Lee Gook Joo?”
“Hahahaha…” Kyuhyun tertawa renyah setelah mengolok Chae Lin.
Chae Lin mencubit keras pinggang suaminya guna meredam tawa menyebalkannya.
“Awwww…ahhhh” Kyuhyun mengerang kesakitan karena ulah Chae Lin.
“Tau rasa!” Kini giliran Chae Lin yang tersenyum menang. Rasa canggung yang sejak tadi menggelayuti mereka berdua akhirnya lenyap.
***
Jajaran pohon perdu berwarna hijau terlihat sangat meneduhkan mata terlebih lagi bagi sepasang pengantin baru yang selalu disibukkan dengan beragam urusan mereka di kota metropolitan. Kyuhyun dengan segudang pekerjaannya di kantor dan Chae Lin yang mulai belajar mengurus tugas rumah tangga seperti memasak dan membersihkan penthouse mereka.
Kyuhyun menghentikan sepedanya di samping penjual es krim keliling.
“Kau mau es krim?” tawar Kyuhyun. Chae Lin menggelengkan kepala.
Kyuhyun melenggang meninggalkan sang istri. Dan selang beberapa menit kemudian pria itu sudah memegang dua buah es krim cone rasa coklat vanilla. Kyuhyun menyodorkannya pada sang istri, namun Chae Lin tak bergeming sedikitpun, tangannya masih terlipat di depan dada.
Kyuhyun menempelkan es krim tersebut di bibir Chae Lin hingga membuat hidung bangir Chae Lin ikut belepotan es krim. “Yaaa!” pekik Chae Lin kesal sembari mengusap hidungnya.
Pada akhirnya Chae Lin dan Kyuhyun sama-sama menikmati es krim.
***
Lee Dong Wook sudah duduk manis di tengah cahaya remang yang terpancar dari lilin-lilin merah kecil di sekelilingnya. Dong Wook sesekali melihat jarum di arloji mewahnya seraya mengetuk-ngetukkan jemarinya pada meja kristal. Pria itu sedang menunggu seseorang, dan sudah lima menit ia menunggu wanita yang kini sedang berjalan ke arahnya dalam balutan black mini dress. Kulit putihnya terlihat sangat kontras dengan gaun yang dikenakan, dialah Jang Shil Yoon. Dong Wook tersenyum cerah padanya dan menarik kursi di hadapannya, mempersilahkan Shil Yoon duduk.
“Kau yang mempersiapkan semua ini?” tanya Shil Yoon takjub. Dong Wook hanya mengangguk pelan seraya menyunggingkan senyum mautnya.
“Kau suka?” tanya Dong Wook to the point. Giliran Shil Yoon yang menganggukkan kepalanya.
Dong Wook menjentikkan jarinya, kode memanggil pelayan.
“Kau  mau makan apa?” tanya Dong Wook pada Shil Yoon.
Wanita itu terlihat enggan membuka buku menu di hadapannya dan malah menatap takjub pada Dong Wookk yang malam itu terlihat sangat menawan dalam balutan tuxedo warna abu-abu dengan rambut hitam yang dinaikkan ke atas makin memancarkan pesona Lee Dong Wook.
“Pesankan apa saja untukku” ucap Shil Yoon mantap. Dong Wook mulai memilih hidangan makan malam mereka.
“Kenapa kau membuat jamuan makan malam seperti ini? Kita kan hanya akan melakukan penandatanganan kontrak kerja sama” celoteh Shil Yoon.
“Apa kau yakin cuma ingin melakukan penandatanganan surat kontrak kerja kita? Tidak ingin menandatangani akte pernikahan bersamaku?”
Blush… Pipi Shil Yoon merona merah karena godaan yang dilontarkan Dong Wook. Pria itu hanya tersenyum simpul melihat tingkah gugup Shil Yoon.
Tiba-tiba Dong Wook mengusap lembut kedua tangan Shil Yoon.
“Aku mencintaimu” ucap Dong Wook seraya mengecup lembut punggung tangan wanita di hadapannya. Sontak hal tersebut membuat Shil Yoon mematung seketika.
“Aku tahu jika kita baru saling mengenal, tapi tidak berarti aku tak bisa mencintaimu secepat ini bukan? Karena pada dasarnya cinta tidak mengenal kapan dan pada siapa ia akan datang. Tapi percayalah padaku, cinta itu telah datang padaku saat pertama kali kita bertemu di dalam lift.”
Deg! Bibir Shil Yoon terasa kelu, tidak bisa mengucapkan sepatah katapun untuk saat ini. Ia hanya menatap pria tampan yang sudah menawan hatinya saat pertama kali mereka bertemu. Tepat seperti apa yang dikatakan Dong Wook, ia ingat pertemuan pertama mereka di dalam lift. Saat itu Shil Yoon sudah menaruh ketertarikan pada pria itu, pria yang awalnya menjadi target incaran untuk dikeruk hartanya.
Namun pada akhirnya Shil Yoon kalah dengan keadaan, fakta bahwa ia mencintai pria bernama Lee Dong Wook tak terelakkan lagi. Pria itu terlalu tampan untuk ditolak maupun dimanfaatkan olehnya.
“Aku juga mencintaimu” jawab Shil Yoon sembari tersenyum simpul.
Dong Wook tersenyum lebar, senyum kemenangan.
Dua orang pelayan pria datang dengan membawa dua piring hidangan pembuka dan sebotol red wine. Dong Wook menuangkan red wine dan mengajak Shil Yoon bersulang.
***
Kyuhyun memarkirkan sepedanya di dekat area proyek pembangunan resort di tepi danau. Chae Lin mengekori suaminya yang berjalan masuk ke area pembangunan resort.
Chae Lin mulai curiga pada suaminya yang tiba-tiba berhenti di depan area pembangunan resort dan tanpa ragu memasuki area pembangunan seolah lahan tersebut adalah miliknya.
Bingo! Tebakan Chae Lin memang tak pernah meleset karena sekarang Kyuhyun sedang sibuk bercakap-cakap dengan beberapa orang pria yang menurut tebakan Chae Lin mereka adalah para pekerja yang Kyuhyun kerahkan untuk membangun sebuah resort nomor wahid di pulau Nami. Hal paling menyebalkan bagi Chae Lin adalah menunggu! Terlebih lagi menunggu seseorang yang seolah tidak menganggap keberadaan dirinya, Kyuhyun seolah lupa akan kehadiran sang istri dan semata-mata hanya fokus mendengar penjelasan kontraktor tentang pembangunan  resort yang Chae Lin ketahui akan selesai satu tahun mendatang, dia mendengar pembicaraan mereka. Tak tahan lagi, Chae Lin akhirnya memilih pergi meninggalkan area proyek dan membiarkan suaminya yang pasti tak menyadari kepergian dirinya.
“Lee Chae Lin!” seseorang menyerukan nama Chae Lin.
Gadis itu memutar kepalanya, dan mendapati sosok pria dengan pakaian kasual serta topi jeraminya. Senyum Chae Lin terkembang lebar begitu melihat pria itu, pria yang seringkali datang di saat-saat ia membutuhkan lawan bicara, dialah Lee Donghae.
“Kau sedang apa disini sunbae?” tanya Chae Lin curiga, barangkali Donghae mengikutinya sejak tadi.
“Kau mengikutiku lagi?”
“Yaa! Memangnya aku tidak punya kerjaan sampai harus mengikuti kemanapun kau pergi?” Donghae menoyor pelan kepala Chae Lin.
“Aku kebetulan sedang melihat lahan pembangunan resort tempatku menanamkan saham.”
“Ah! Jadi Lee Dong Hae merupakan salah satu investor yang mendanai pembangunan resort di bawah kendali suaminya itu?” batin Chae Lin berbisik.
“Kau sendiri sedang apa sendirian disini? Kau kan sudah menikah kenapa selalu sendirian? Perlu aku temani?”
“Memangnya orang yang sudah menikah harus selalu bersama-sama?”
“Tentu saja. Apalagi jika pengantin baru sepertimu” ucap Donghae lirih, berusaha meredam kepedihan hatinya melihat wanita yang ia cintai sudah dimiliki orang lain.
“Ah sudahlah sunbae tak usah membahas itu.”
“Baiklah. Bagaimana jika kita bermain sepeda air?” tawar Donghae sambil menunjuk ke arah danau, beberapa sepeda air dan sampan kecil ada disana.
“Boleh” Chae Lin mengiyakan ajakan Donghae, tujuannya datang kesini kan untuk bersenang-senang bukan untuk menemani suaminya yang sangat menyebalkan.
Saat ini keduanya sudah berada di dalam boat bebek, keduanya siap mengayuh sepeda air mengelilingi danau. Sesekali mereka tertawa bersama saat Donghae melontarkan kalimat-kalimat bodoh guna membuat Chae Lin tertawa.
“Kau timun laut bodoh!” ucap Donghae.
“Babi laut busuk!” balas Chae Lin.
“Celana kotak spongebob!”
“Hidung besar squidward”
“Hahahaha…” keduanya tertawa riang bersama.
Tanpa mereka sadari ada sesosok pria yang mengawasi mereka dengan tatapan membunuh. Cho Kyuhyun melihat keduanya dari kejauhan, dari area pembanguan resortnya ia bisa melihat dengan jelas pemandangan danau di hadapannya. Melihat Chae Lin bersenda gurau dengan pria asing membuat emosinya membara. Kyuhyun mengepalkan kedua tangannya.
***
Chae Lin terlihat sedikit gugup saat melihat Kyuhyun sudah menunggunya di tempat penyewaan sepeda air. Ia tak berani menatap manik mata suaminya yang ia pastikan berkilat-kilat tajam karena kesal. Kyuhyun hampir menghadiahkan bogem mentah pada pria di samping Chae Lin, pria yang tidak tahu diri membawa istri orang bermain-main di tengah liburan mereka. Kyuhyun mengurungkan niatnya karena ternyata pria asing itu adalah Lee Donghae, salah seorang investor yang mempercayakan uangnya pada perusahaan Kyuhyun.
“Lee Donghae-ssi” ucap Kyuhyun seraya menarik Chae Lin dalam jangkauannya.
“Kau mengenal istriku?” tanya Kyuhyun pada Lee Donghae, ada penakanan pada kata ‘istriku’. Donghae hanya melemparkan senyum tipis padanya.
“Ya, aku sunbaenya semasa sekolah tingkat atas” jawab Donghae santai tak terintimidasi sedikitpun oleh tatapan tajam Kyuhyun.
“Oh jadi begitu, dunia ini memang sempit”
Chae Lin hanya diam membisu, mungkin seperti ini lah yang Kyuhyun rasakan saat ia menangkap basah dirinya sedang berciuman dengan Hyun Soo di kantor.
“Tapi ini kan berbeda, aku dan Donghae tidak memiliki hubungan istimewa layaknya Kyuhyun dan sekretaris tak tahu diri itu.” Chae Lin bermonolog dalam hati .
Meskipun Chae Lin memang menyukai Lee Donghae sejak dulu sekali tapi ia tak pernah berniat mengkhianati Kyuhyun dengan menjalin hubungan bersama sunbaenya itu. Chae Lin tahu bagaimana rasanya dikhianti jika menilik track record keluarganya yang berantakan karena perselingkuhan ayahnya, kendati Kyuhyun pria yang sangat menyebalkan ia tak mungkin menghancurkan kehidupan rumah tangga yang bahkan tak pernah diinginkannya. Gadis itu terlalu lembut hatinya untuk melakukan sebuah pengkhianatan.
Kyuhyun membawa Chae Lin menjauh dari Donghae. Pria itu hanya menatap sedih kepergian Chae Lin.
“Andai kau milikku” Donghae berujar lirih.
***
“Apa yang kau lakukan bersama Lee Donghae?” tanya Kyuhyun tajam bak menginterogasi tersangka pembunuhan.
“Kami hanya bermain sepeda air.” Jawab Chae Lin seadanya.
“Aku tahu itu, kau pikir aku bodoh?”
“Kalau kau sudah tahu kenapa masih bertanya padaku?” Chae Lin menatap Kyuhyun kesal.
“Ma…maksudku apa yang kalian lakukan selain bermain sepeda air?” tanya Kyuhyun bingung seraya menggaruk kulit kepalanya.
“Eobseo!” Chae Lin mulai malas menanggapai pertanyaan bodoh suaminya.
“Apa yang kalian bicarakan tadi? Aku lihat kalian tertawa bersama”
“Timun laut bodoh. Babi laut busuk. Celana kotak spongebob. Hidung besar squidward.” Chae Lin mengulangi kalimat-kalimat bodohnya dan Donghae yang menjadi penyebab tawa mereka.
“Yaa! Jangan bercanda!” Kyuhyun menggeram sebal.
“Kau pikir aku bercanda? Kau sendiri yang tanya apa yang menyebabkan kami tertawa bukan?”
“Kau menyukainya?” tanya Kyuhyun to the point.
DEG! Jantung Chae Lin seolah berhenti sepermilisekon mendengar kalimat itu.
“Anniya” jawab Chae Lin bohong. Kyuhyun tersenyum kecut.
“Kau tidak pernah bisa membohongiku nyonya Cho. Aku tahu kau menyukainya, benar begitu bukan?”
Chae Lin bungkam. Saat ini ia terlihat seperti tersangka pembunuhan yang siap dieksekusi mati.
“Yaa! Kenapa kau malah memojokkanku huh?”
“Aku tidak sengaja bertemu Lee Donghae saat aku hampir mati bosan menunggumu bercakap-cakap dengan para pekerjamu, dia yang mengajakku bermain sepeda air, apakah aku salah menerima ajakan seseorang yang sudah ku kenal guna untuk membunuh rasa bosan karena diabaikan oleh suamiku sendiri? Katakan padaku dimana letak kesalahanku?”
“Kami hanya berbincang biasa layaknya sunbae dan hoobae. Kami bahkan tak melakukan kontak fisik seperti yang kau lakukan dengan sekretarismu itu di kantor! Tapi kenapa kau menyudutkanku dan seolah menganggapku seperti tersangka perselingkuhan? Aku benci padamu Cho Kyuhyun!” banjiran kalimat Chae Lin berhasil membungkam Kyuhyun. Chae Lin berlalu dari hadapan suaminya, bulir-bulir jernih hampir membuncah keluar dari sudut matanya.
Kyuhyun berjalan cepat menyusul Chae Lin, lantas berhenti di hadapan wanitanya. Tanpa ragu Kyuhyun langsung menyambar bibir mungil itu, mengulumnya lembut. Tak mempedulikan tatapan iri orang-orang yang melihat mereka.
“Maafkan aku” bisik Kyuhyun lirih tepat di telinga Chae Lin.
***
Gadis itu sudah terkulai di atas meja dengan tangan yang masih menggenggam segelas red wine. Shil Yoon mulai meracau tak jelas, “Sudah ku bilang aku tidak bisa minum terlalu banyak karena toleransiku terhadap alkohol sangat kecil Dong Wook-ah”
“Kau harus terbiasa chagi karena aku sangat suka minum” Dong Wook meneguk gelas keempat red winenya. Pria itu tersenyum kecil melihat Jang Shil Yoon sudah mulai tak berdaya karena pengaruh alkohol.
Tiba-tiba terdengar suara keras yang tak lain dan tak bukan adalah suara sendawa Shil Yoon.
“Ups! Maaf…” celetuk gadis itu seraya terkekeh kecil. Mau tak mau Dong Wook juga ikut tersenyum.
“Ayo aku antar kau pulang” Dong Wook meraih kedua tangan Shil Yoon dan memapahnya.
“Bagaimana aku bisa menandatangani perjanjian kontrak kerja sama kita jika keadaanku seperti ini eoh?” seloroh Shil Yoon.
“Kita bisa lakukan nanti di apartementmu, setelahh kita bermain-main” bisik Dong Wook seduktif di telinga Shi Yoon.
“Bermain-main di ranjang maksudmu?” Shil Yoon mendekatkan wajahnya pada leher Dong Wook, mencium aroma tubuh Dong Wook yang begitu memabukkannya. Shil Yoon sudah bernar-benar mabuk secara harfiah dan mabuk dalam pesona pria itu.
Lee Dong Wook telah berhasil menjerat wanita ular yang telah memporak-porandakan keluarganya.
***
Chae Lin keluar dari kamar mandi dengan lilitan handuk di tubuh dan rambutnya, mendapati Kyuhyun sedang tiduran di atas ranjang . Ya, mereka memutuskan untuk menginap satu malam karena kapal terakhir yang harusnya membawa mereka kembali ternyata mengalami kerusakan. Kyuhyun menekan acak tombol remote televisi, Chae Lin tak menghiraukan prianya.
Bahkan Chae Lin bertingkah seolah tak ada Kyuhyun disana, sejak pertengkaran mereka sore tadi mereka berdua masih belum bertegur sapa. Meski Kyuhyun sudah meminta maaf padanya Chae Lin masih merasa kesal pada suaminya itu.
“Kita pergi keluar untuk makan malam” ucap Kyuhyun membuka pembicaraan.
“Pergi saja sendiri” jawab Chae Lin cuek.
Pandangan Kyuhyun pada layar datar di hadapannya beralih pada sosok Chae Lin yang telanjang bulat, wanitanya sedang mencari pakaian di dalam ransel mungilnya.
“Memangnya ransel sekecil itu muat untuk pakaiannya?” gumam Kyuhyun dalam hati.
Kyuhyun menelan salivanya, melihat tubuh indah Chae Lin selalu membangkitkan gairahnya. Tapi malam ini Kyuhyun harus bisa mengendalikan keingannya untuk menjamah tubuh sang istri, karena Kyuhyun tak cukup berani hanya untuk menatap Chae Lin, ia masih dihantui rasa bersalah karena telah menuduh wanitanya bermain belakang dengan Lee Donghae, Kyuhyun juga merasa malu karena kenyataannya ialah yang bermain belakang dengan sekretaris pribadinya, Lee Hyun Soo.Perasaan malu dan menyesal mulai merambati hati Kyuhyun.
“Aku pergi beli makan sebentar”
Kali ini Kyuhyun mengaku kalah pada Chae Lin. Ini adalah kali pertama ia tidak memaksakan kehendaknya pada wanitanya.
***
Suara dering ponsel berhasil mengusik indera pendengaran Chae Lin. Dilihatnya ponsel Kyuhyun yang ada di atas tempat tidur berdering tanpa henti. Chae Lin yang pada awalnya berniat mengabaikan hal tersebut akhirnya mengambil ponsel sang suami. Terpapar nama ‘sekretaris Lee’ pada layar ponsel.
“Oppa! Kenapa lama sekali mengangkat teleponnya?” seloroh Hyun Soo begitu Chae Lin mengangkat panggilannya.
“Oppa kenapa hari ini tidak datang ke kantor? Apa kau tidak enak badan? Bogoshipo…”
Chae Lin tersenyum kecut mendengar celotehan Hyun Soo.
“Beraninya kau merindukan suamiku, Lee Hyun Soo-ssi” Chae Lin membuka suara. Di ujung sana Hyun Soo berdiri mematung mengetahui bahwa istri Kyuhyun yang mengangkat teleponnya.
”Ka…kau” ujar Hyun Soo tergagap.
“Geurae. Ini aku istri dari kekasihmu, kau terkejut karena aku yang menjawab panggilanmu huh? Suamiku sedang keluar membeli makan. Ada yang perlu aku sampaikan padanya?”
Lidah Hyun soo membeku seketika. Gadis itu hampir memutus sambungan teleponnya, namun Chae Lin sudah memperingatkannya lebih dulu, “Jangan tutup teleponnya dulu. Aku masih ingin bicara denganmu!”
Kata-kata yang keluar dari mulut Chae Lin seperti mengandung charmspeak. Hyun Soo menuruti kata-kata Chae Lin, ponsel pintarnya masih menempel di telinga.
“Aku akan menjawab semua pertanyaanmu tadi satu persatu menggantikan suamiku, alasan kenapa suamiku tidak datang ke kantor karena kami sedang berlibur bersama, keadaannya baik-baik saja jadi kau tidak perlu mengkhawatirkannya karena aku selalu ada disisinya. Ah! Dan satu lagi terimakasih sudah merindukan suamiku Lee Hyun Soo-ssi. Sebagai seorang sekretaris kau sungguh perhatian dan tidak tahu diri karena berani merindukan atasanmu yang sudah beristri. Sudah ya, aku tutup teleponnya.”
Chae Lin memutus sambungan teleponnya. Dilemparkannya ponsel Kyuhyun sembarangan ke atas ranjang, sementara itu di seberang sana Lee Hyun Soo mengusap keringat dinginnya. Dia ketakutan setengah mati mendengar celotehan istri Kyuhyun.
***
“Bisa bubuhkan tanda tanganmu disini?” ucap Dong Wook pada Shil Yoon yang sudah terkulai lemah di atas tempat tidur.
“Sebelum kita memainkan sesuatu yang sangat nikmat” bisik Dong Wook lembut pada wanita itu. Shil Yoon tersenyum manis lantas mengambil pena yang ada di tangan Dong Wook.
“Ah tunggu dulu… Ini surat petjanjian kerjasama kita kan? Aku harus membacanya terlebih dulu” racau Shil Yoon. Dong Wook mulai panik karena sebenarnya surat yang ia berikan pada Shil Yoon adalah surat pengalihan saham. Dong Wook berusaha tetap tenang dan memangkas jarak mereka berdua, Dong Wook menenggelamkan kepalanya pada ceruk leher Shil Yoon dan membuat tanda merah keungungan disana. Shil Yoon tersentak kaget dengan aksi dadakan Dong Wook namun wanita itu sepertinya tidak keberatan dengan perbuatan Dong Wook.
Kini Dong Wook melahap habis bibir Shil Yoon mencoba mengalihkan perhatian Shil Yoon dari surat perjanjian kontrak yang telah ia manipulasi. Shil Yoon ikut terhanyut dalam alur panas yang coba Dong Wook buat. Selama beberapa menit mereka saling menggigit kecil di tengah ciuman mereka hingga akhirnya Shil Yoon melepas pagutan bibir mereka karena hampir kehabisan nafas.
“Cepat bubuhkan tanda tanganmu dan kita mulai sesi yang lebih panas dari ini” bisi Dong Wook seduktif. Kali ini tanpa berpikir, Shil Yoon membubuhkan tanda tangannya di atas selembar kertas yang ditempeli materai. Dong Wook tersenyum lebar melihatnya.
Dong Wook melanjutkan aksinya dengan melepas gaun hitam Shil Yoon dan menampilkan tubuh mulus Shil Yoon. Dong Wook mulai menjamah tiap inchi tubuh Shil Yoon yang membuat desahan nikmat lolos dari mulut wanita itu.
“Ooooouhhh…” desah Shil Yoon nikmat saat Dong Wook menyesap kuat nipplenya. Shil Yoon meremas rambut tebal Dong Wook sebagai pelampiasan rasa nikmatnya.
Tangan kanan Dong Wook mulai meraba area kewanitaan Shil Yoon yang masih terbalut underwear hitam, dengan cekatan Dong Wook melepas kain pelindung itu. Dong Wook memasukkan jemarinya pada lubang hangat milik Shil Yoon, hal tersebut membuat wanita itu mendesah nikmat. Dong Wook memainkan kedua tangan dengan lihai di dua tempat paling sensitif seorang wanita, tangan kirinya sibuk memilin nipple kiri Shil Yoon sementara di bagian kanan Dong Wook berlagak seperti bayi yang sedang kehausan dengan menyesap nipple Shil Yoon kuat. Sementara tangan kanannya sibuk mengaduk-aduk lubang Shil Yoon. Tak lama kemudia cairan bening berhasil keluar dari dalam sana, Shil Yoon merasa lemas setelah pelepasan pertamanya.
Hanya itu yang dapat Dong Wook lakukan. Ia tidak sudi menjamah tubuh Shil Yoon lebih jauh lagi, dia masih cukup waras untuk mengendalikan hawa nafsunya. Ia tidak mungkin meniduri wanita yang telah ditiduri ayahnya. Belum lagi jika nantinya Shil Yoon ternyata hamil dari benih yang ditanamnya secara tak sengaja, itu akan menjadi masalah besar untuknya. Dong Wook mengecup lembut kening wanita itu seraya mengusap-usap pelan kepala Shil Yoon. Hal itu berhasil membuat Shil Yoon mengatupkan kedua matanya.
Dong Wook mengambil sapu tangan dari dalam saku jasnya, membersihkan cairan orgasme di jemarinya. Pria itu beranjak pergi meninggalkan Shil Yoon yang sudah terkulai tak sadar di ranjangnya. Dong Wook membawa serta sebuah map berisi surat alih saham yang sudah ditanda tangani Shil Yoon, dan itu berarti usai sudah tugasnya mengembalikan saham keluarganya.
***
Kyuhyun kembali dengan membawa sekantung plastik besar berisi makanan dan minuman. Kyuhyun meletakannya di samping Chae Lin yang sedang memakai body lotion.
Dikeluarkannya dua piring jajjangmyun sujebi hangat dari dalam tas plastik dilengkapi mandu dan dua botol air mineral serta dua kaleng minuman beralkohol.
“Ayo kita makan” ajak Kyuhyun pada sang istri.
“Aku tidak nafsu makan” sahut Chae Lin tanpa menatap lawan bicaranya.
“Wae? Aku bahkan harus berjalan cukup jauh untuk membeli semua ini” ujar Kyuhyun kesal.
“Saat kau pergi tadi kekasihmu itu menelpon dan katanya dia merindukanmu”
Kyuhyun mengerutkan keningnya lantas menyambar ponsel pintarnya di atas tempat tidur. Kyuhyun memastikan bahwa yang dikatakan Chae Lin memang bukan bohong belaka. Kyuhyun mendesahkan nafasnya keras-keras.
“Sudahlah ayo kita makan saja. Aku tahu kau lapar” ujar Kyuhyun seraya menyodorkan sepiring jajjangmyun pada istrinya. Chae Lin menepisnya.
“Aku tidak lapar!” Chae Lin membaringkan tubuhnya dan berusaha tak menghiraukan suaminya yang sudah siap meledak-ledak.
“Yaa! Setidaknya hargailah usahaku yang sudah berjalan jauh untuk membelinya” Kyuhyun berusaha mengontrol nada suaranya agar tidak meninggi.
“Aku tidak memintamu untuk membelinya” jawab Chae Lin cuek.
“Ya sudahlah terserah kau saja. Aku sudah cukup muak dengan sikapmu hari ini!” batas kesabaran Kyuhyun sudah mencapai puncaknya.
“Yaa! Harusnya aku yang bilang begitu. Sebenarnya apa tujuanmu mengajakku pergi kesini? Untuk berlibur atau untuk menemanimu melihat proyek pembangunan restort? Kau pikir aku bodoh? Kau selalu lebih mementingkan pekerjaanmu daripada diriku yang hanyalah istri pajangan bagimu. Istri yang kau pinang untuk menjadi penunggu penthouse mewahmu dan sebagai wanita yang selalu bisa kau jamah tubuhnya karena kau tidak pernah bisa menjamah tubuh sekretarismu itu bukan? Kau belum pernah meniduri Hyun Soo karena kau takut ia hamil dan harus bertanggung jawab atas benih cinta kalian? Menggelikan sekali! Aku tahu semua pikiran busukmu itu” cerocos Chae Lin panjang lebar.
Chae Lin bangkit berdiri, “Aku akan membuka kamar lain.”
Kyuhyun mendekap erat Chae Lin yang kini mulai meronta minta dilepaskan.
“Maafkan aku Chae Lin-ah” ucap Kyuhyun parau. Rasa bersalah membuncah di dalam hati Kyuhyun, sekarang semuanya mulai terasa jelas. Kyuhyun tidak bisa mengelak lagi dan membohongi dirinya sendiri, Kyuhyun sudah jatuh dalam pelukan Chae Lin.
“Saranghae” batin Kyuhyun sembari mengecup puncak kepala Chae Lin.
***
Pagi-pagi sekali Kyuhyun sudah bangun, di balik tirai jendela wisma penginapan Kyuhyun bahkan bisa melihat panorama pagi di musim panas, hijaunya pepohonan dan bunga-bunga beragam warna yang mulai bermekaran. Puas menikmati pemandangan di luar, Kyuhyun mengalihkan pandangannya kepada Chae Lin yang masih terkulai di ranjang besar mereka, atau mungkin lebih tepat disebut sebagai ranjang besar istrinya karena malam tadi Kyuhyun dan Chae Lin tidur terpisah, Kyuhyun bahkan rela tidur di sofa berukuran sedang yang ada di depan televisi karena Chae Lin bersikeras tak membiarkan Kyuhyun tidur di sampingnya. Kyuhyun tahu bahwa wanitanya itu masih belum memaaafkan kesalahannya. Kyuhyun mafhum akan hal itu, pria itu menyadari semua yang telah ia perbuat memang keterlaluan dia mulai menyesali perbuatannya.
“Sayang, bangun…” bisik Kyuhyun lembut tepat di telinga sang istri.
Chae Lin menggeliatkan tubuhnya begitu mendengar suara Kyuhyun. Kedua mata tajamnya berkedip-kedip saat menyadari posisi Kyuhyun tepat berada di sampingnya. Kyuhyun tersenyum manis sekali.
“Apa yang kau lakukan?” tanya Chae Lin dalam keadaan setengah sadar. Matanya masih terasa berat.
“Ireona.. palli…” ucap Kyuhyun sembari menarik kedua tangannya hingaa saat ini Chae Lin sudah duduk sambil menggaruk-garuk kepalanya. Kyuhyun tersenyum kecil melihat penampilan
Chae Lin yang biasanya selalu tampil mempesona dengan riasan mata mengintimidasinya kini terlihat bak seorang gadis remaja tanpa polesan make up, bagi Kyuhyun ia lebih menyukai keadaan Chae Lin yang seperti ini, ia terlihat seperti Chae Lin yang sebenarnya, wanitanya yang polos dan lembut hatinya. Bukan Chae Lin yang selalu berpura-pura kuat dan kejam hanya untuk membentengi dirinya dari rasa sakit akibat kondisi carut-marut keluarganya.
Kyuhyun mengecup singkat bibir Chae Lin dan kontan membuat kedua mata tajamnya membeliak sempurna. Kecupan singkat Kyuhyun dirasakan bagai sengatan listrik yang mengejutkannya, Kyuhyun tersenyum simpul melihat kedua mata elang Chae Lin sudah terbuka lebar. Tanpa bicara Chae Lin bingkas dari tidurnya, berlalu menuju kamar mandi. Kyuhyun terperangah melihat kelakuan Chae Lin, karena biasanya ia akan kena makian Chae Lin jika menyentuhnya tanpa izin. Apalagi kondisi hubungan mereka sejak kemarin masih tidak kondusif untuk melakukan skinship.
“Ah sepertinya otaknya belum bekerja dengan baik karena aku membangunkannya sepagi ini” bisik Kyuhyun pada dirinya sendiri.
***
Jang Shil Yoon mengerjap-ngerjap kedua matanya, berusaha menyesuaikan paparan sinar matahari yang masuk melalui celah-celah tirai. Kepalanya terasa begitu pening dan tenggorokannya serasa kering karena efek mabuk semalam. Ya, samar-samar Shil Yoon masih mengingat kejadian semalam. Saat ia bertemu dengan Lee Dong Wook dalam rangka penandatanganan perjanjian kerjasama, tak dinyana malam itu juga Dong Wook, pria yang beberapa hari belakangan berhasil mengacaukan pekerjaan Shil Yoon karena isi kepalanya hanya terfokus pada sosok pria tampan itu.
Shil Yoon ingat jika semalam Dong Wook menyatakan isi hatinya, ternyata cintanya tidak bertepuk sebelah tangan, hal tersebut membuat Shil Yoon lega karena ia mencintai pria yang tepat. Dimata Jang Shil Yoon, Lee Dong Wook adalah pria paling sempurna, paras tampannya tidak perlu diragukan lagi ditambah dengan tubuh tegapnya bak seorang model catwalk serta statusnya sebagai pemilik perusahaan properti terbesar di China membuat Shil Yoon tak tagu untuk membawa pria itu ke apartementnya. Shil Yoon tersenyum kecil mengingat potongan-potongan kejadian semalam. Wanita itu meraba lehernya yang banyak ditinggali bercak merah keunguan, ulah Dong Wook. Jang Shil Yoon berjalan menuju ke kamar mandi sembari menyeret selimut tebal yang membalut tubuh telanjangnya.
Sunggingan senyum tak pernah lenyap dari wajah Shil Yoon. Ia merasa menjadi wanita yang sempurna karena telah memiliki segalanya, harta melimpah hasil rampasan dari keluarga Lee serta memiliki kekasih tampan bernama Lee Dong Wook.
Andai Shil Yoon tahu bahwa orang yang tengah membuat hatinya berbunga-bunga saat ini adalah orang yang sama yang kelak akan membuatnya menangis penuh penyesalan. Dia adalah orang yang sama, dialah Lee Dong Wook.
***
Kyuhyun dan Chae Lin tengah menikmati hidangan sarapan mereka, meskipun mereka makan dalam diam tak berarti mereka masih melakukan perang dingin yang keduanya sering lencarkan, saling membisu seolah tidak saling menganal padahal kenyataannya mereka adalah sepasang suam istri.
Chae Lin menyesap secangkir teh hijau di hadapannya, sementara Kyuhyun menandaskan potongan waffle coklat terakhirnya. Dilihatnya Chae Lin menghirup aroma wangi yang menguar dari cangkir teh di genggaman tangan, jika melihat gelagat wanita itu sepertinya mood Chae Lin sudah lebih baik daripada kemarin.
Oleh karena itu Kyuhyun memberanikan diri untuk membuka suara, “Aku akan menebus semua kesalahanku kemarin”
Chae Lin meletakkan cangkir tehnya, memandang Kyuhyun dengan tatapan yang sulit diartikan.
Seusai sarapan Kyuhyun kembali mengajak Chae Lin berkeliling pulau Nami dengan sepeda. Menyusuri jalanan yang masih lengang karena mereka pergi pagi-pagi sekali, bahkan tadi mereka harus membuat pemilik tempat penyewaan sepeda membuka usahanya lebih awal. Dalam perjalanan Kyuhyun tak henti-hentinya mengajak Chae Lin bicara atau melontarkan candaan bodoh yang menurut Chae Lin ‘garing’.
Ya,  karena Chae Lin paham betul bagaimana sifat suaminya yang cenderung dingin dan berintelektual tinggi hingga terasa konyol saat mendengar Kyuhyun melontarkan kalimat-kalimat bodoh hanya untuk membuatnya tertawa.
“Yaa! Jangan diam saja! Aku seperti pria bodoh yang sedang membawa patung Athena parthenos.” Kyuhyun menggeram sebal.
“Aku-bukan-patung!” sahut Chae Lin tajam.
Kedua mata Chae Lin tertuju pada seorang wanita berusia paruh baya yang tengah berjalan-jalan dengan hewan peliharaannya, seekor anjing Siberian Husky.
“Stop! Stop!” perintah Chae Lin pada sang suami sembari menepuk-nepuk punggung Kyuhyun.
“Wae?” tanya Kyuhyun heran.
Chae Lin sudah turun dari boncengan sepeda dan berjalan mendekati ajumma dan anjingnya.
“Annyeonghaseyo” sapa Chae Lin ramah pada wanita paruh baya tersebut.
“Annyeonghaseyo” wanita itu membalas sapaan Chae Lin.
“Anjing anda lucu sekali ajumma” seloroh Chae Lin.
“Ne? Ah gamsahamnida”
“Boleh aku memegangnya?” Chae Lin meminta izin dari si pemilik.
Chae Lin mulai mengusap lembut kepala anjing tersebut, si anjing terlihat senang saat Chae Lin mengusap kepalanya.
“Neomu kyeowo” ucapnya gemas.
Kyuhyun hanya mengamati istrinya dari kejauhan. Chae Lin memberi isyarat dengan tangannya agar Kyuhyun mendekat.
“Aku?” tanya Kyuhyun ragu. Chae Lin menjawab dengan anggukan kepala.
Kyuhyun berjalan mendekati sang istri dan ajumma serta anjing besarnya.
“Siapa namanya ajumma?” tanya Chae Lin pada si pemilik.
“Marty”
“Annyeong marty-yaa… Whoaaa kyeowo, kyeowo, kyeowo…” Chae Lin mengusak bulu lebat marty si anjing husky.
“Huaaa bulunya lembut sekali”
“Jinjja?” tanya Kyuhyun ingin tahu.
Chae Lin mengangguk pelan, “Coba pegang saja”
Ragu-ragu Kyuhyun mengusap kilat kepala marty dan disambut gonggongan pelan anjing itu. Chae Lin melihat perubahan raut wajah Kyuhyun, otot-ototnya sedikit menegang menyiratkan ketakutan.
“Cho Kyuhyun takut anjing? Maldo andwae!” batin Chae Lin geli membayang Cho Kyuhyun yang pemaksa dang menyebalkan ternyata takut dengan anjing.
“Kajja Chae Lin-ah, biarkan Marty jalan-jalan” Kyuhyun menggandeng tangan Chae Lin.
“Annyeong Marty-yaa…” pamit Chae Lin pada si anjing sekaligus kepada ajumma pemiliknya.
“Kau takut anjing?” tanya Chae Lin penuh selidik kepada sang suami.
“Anni.”
“Jangan bohong! Aku melihat matamu saat mengusap kepala Marty”
“Oh ya? Tapi aku sama sekali tidak takut anjing!”
“Jinjja? Bagaimana kalau kita temui lagi Marty dan coba ajak dia bermain.”
“Yaa! Jangan ganggu aktivitas mereka Chae Lin-ah”
“Kalau bagitu kau juga jangan berbohong padaku Kyuhyun-ah. Aku tanya sekali lagi, kau takut anjing kan?”
“Ne! Aku takut pada anjing. Puas?”
“Dulu sewaktu kecil aku pernah dikejar oleh anjing tetanggaku, dan anjing itu menggigit pantatku karena aku melemparnya dengan batu”
Chae Lin tersenyum menang. Meski ia tidak dapat melihat waut wajah Kyuhyun tapi ia bisa memastikan bahwa saat ini wajah suaminya itu sudah dipenuhi gurat-gurat malu. Seolah harga diri yang selama ini dijunjung tinggi jatuh begitu saja karena ia mengaku takut pada anjing.
“Hahaha sudah kuduga!” tawa Chae Lin meledak seketika.
“Kau pikir itu lucu?” Kyuhyun menghentikan sepedanya dan menolehkan kepalanya ke belakang.
“Dangyunhaji! Cho Kyuhyun yang pemaksa dan suka mengintimidasi ternyata takut pada anjing”
“Yaa! Berhenti menertawakanku” Kyuhyun menggeram sebal.
“Hahahaha Cho sajangnim takut pada anjing. Takut anjing. Takut anjing. Hahaha” Chae Lin terus-menerus melontarkan olokan pada suaminya.
Kyuhyun sebal melihat dirinya menjadi bahan olokan. Kata-katanya tidak mempan untuk membungkan mulut wanitanya hingga ia terpaksa menyambar bibir mungil itu, membuat tawa renyahnya lenyap seketika digantikan decakan kecil yang Kyuhyun ciptakan. Kyuhyun mengulum lembut bibir Chae Lin sehingga ia merasa ada yang berbeda dari ciuman mereka kali ini, Chae Lin merasa Kyuhyun menciumnya terlampau lembut.
Tak seperti biasanya, Kyuhyun menciumnya dengan brutal dan menuntut. Kali ini tidak, Chae Lin dapat merasakan itu, seolah Kyuhyun berusaha menyalurkan perasaannya di tengah pagutan bibir mereka, dan tanpa Chae Lin sadari dirinya ikut terhanyut suasana.
Chae Lin mulai membalas pagutan lembut di bibirnya. Dengan mata terpejam, sepasang sejoli tersebut merasa suasana damai menyelimuti mereka, hembusan angin sepoi pagi hari seolah berputar-putar di sekeliling mereka. Mungkin saat ini dewi cinta sedang membidikkan panah cintanya kepada mereka berdua, sepasang pengantin baru yang acap kali berselisih paham. Seolah dihujani ribuan kelopak mawar merah, hati Kyuhyun dan Chae Lin begitu berbunga-bunga tanpa mereka sadari.
Jika bukan karena nafas mereka yang mulai tersengal karena hampir kehabisan asupan oksigen mungkin mereka tidak akan menghentikan ciumannya. Kyuhyun menempelkan keningnya pada kening sang istri, menatap kedua mata elang itu dalam-dalam. Kyuhyun seolah mengatakan ‘aku cinta padamu’ lewat tatapan matanya. Kyuhyun kembali mengecup singkat bibir manis itu.
***
Ini adalah kali pertama Kyuhyun dan Chae Lin terlihat seperti sepasang suami istri sungguhan. Bukan sepasang suami istri bisnis. Ya, karena keduanya menikah dalam rangka untuk memperkuat posisi perusahaan mereka masing-masing.
Chae Lin yang berniat mengambil saham milik Kyuhyun dan Kyuhyun yang ingin menguatkan posisi perusahaan di tengah krisis ekonomi global dengan menikahi Chae Lin, sehingga membuat perusahaannya memenangkan banyak tender setelah berita pernikahannya dengan Chae Lin tersebar ke penjuru negeri. Ya, keduanya memiliki motif tersendiri dalam pernikahan ini. Namun untuk saat ini, keduanya seolah lupa akan tujuan awal pernikahan mereka.
Sepasang sejoli itu tengah di mabuk cinta, hanya saja keduanya tidak saling mengungkapkannya. Chae Lin tahu bahwa hatinya sudah mulai tertambat pada suaminya sendiri, begitu pula dengan Kyuhyun, ia sudah jatuh dalam pelukan wanitanya sejak Chae Lin mencurahkan beban hatinya tempo hari. Kyuhyun merasa perlu menjaga Chae Lin, mengamankan hatinya dari rasa sakit dan kian hari keinginan untuk membuat wanitanya bahagia adalah tujuan utama hidupnya saat ini.
“Bagaimana dengan Lee Hyun Soo jika kau mencintai istrimu?” batin Kyuhyun bermonolog.
***
To be continued…

Fc Populer:

%d blogger menyukai ini: