We Need Love Part 4

0
We Need Love Part 4 ff nc kyuhyun CL 2ne1
Author:            Putria Kim
Title:                We Need Love
Category:        NC21, Yadong, Romance, Married Life, Chapter
Cast:                Cho Kyuhyun
Lee Chae Lin (CL 2ne1)
Lee Donghae and other cast
“We Need Love” (Part 4)
Author’s note: Hi readers, thanks for reading yaa. Ada perbedaan antara cast di awal judul sama diceritanya, antara Chae Rind an Chae Lin. Yang bener Chae Lin yang di awal itu cuma typo. Buat yang ngerasa sedikit asing sama cast CL yang aku pasangin sama bang evil bisa bayangin aja Chae Lin itu sebagai OC, sesuka kalian aja deh yaa.

Ini sebenernya ff yang aku buat iseng-iseng aja pas kebetulan ide lagi nongol di kepala jadi sorry kalau masih belum puas sama ff ini karena kurang panjang dan alur yang masih belum terlalu jelas, tapi di part kali ini aku berusaha memperjelas semuanya, gimana kelanjutan Chae Lin sama Kyuhyun sekaligus sama sekretarisnya. Dan alasan kenapa aku pilih CL sebagai main cast karena menurutku karakter CL yang kuat cocok banget buat karakter cewek yang aku buat di ff ini. Dan satu lagi, kalau kalian cermati di awal, aku udah kasih sedikit clue di part pertama soal hubungan Kyuhyun dan Hyun Soo, dimana Kyuhyun nggak sungkan untuk ganti baju di depan sekretarisnya bahkan terkadang Hyun Soo pasangin dasi buat Kyuhyun. Aku tulis begitu loh di part pertama. Hihihi

Big thanks for kak Handa dan readers yang sudah bersedia meninggalkan jejak. Tanpa kalian karyaku ini nggak akan berarti apa-apa.
Sorry for typos. No bash! Happy reading…
(Preview)
“Aku masih mencintaimu”
Lee Hyun Soo menghambur dalam dekapan Kyuhyun.
“Nado” Kyuhyun memeluk erat wanita yang berposisi sebagai sekretaris pribadinya itu sembari mengusap lembut rambutnya.
Bagai dipukul godam dengan kuat, Chae Lin merasakan nyeri di dadanya setelah mendengar dan melihat pemandangan di hadapannya.
Lee Hyun Soo tersenyum kecil di balik punggung Kyuhyun setelah kedua matanya menangkap sosok Chae Lin yang berjalan di belakangnya.
Chae Lin meremas kuat clutch mewah yang ada di genggamannya. Chae Lin berusaha keras menahan dirinya agar tidak menjambak rambut panjang wanita itu. Terang saja, siapa yang tidak kesal jika melihat suaminya memeluk wanita lain di depan mata kepalanya sendiri. Chae Lin menghirup nafas panjang berusaha meredam amarah yang hampir mencapai ubun-ubun. Chae Lin melenggang melewati Kyuhyun yang tidak menyadari keberadaan dirinya. Chae Lin meninggalkan ballroom tempat diadakannya jamuan makan malam tanpa memberitahu Kyuhyun.
“Persetan dengannya!” geram Chae Lin dalam hati.
Kini ia sudah berdiri di lobby hotel, menunggu salah seorang supir pribadinya datang. Malam ini ia tidak mau lagi melihat wajah Kyuhyun si pengkhianat! Chae Lin sudah cukup muak tiap kali membayangkan Kyuhyun yang telah merenggut kehormatannya dan tanpa rasa berdosa malah menjalin hubungan dengan wanita lain saat status hubungan mereka sudah resmi menjadi sepasang suami istri.
“Oh tidak! Tidak!” erang Chae Lin frustasi saat tiba-tiba isi kepalanya seolah menyatakan bahwa ia mulai jatuh hati pada suaminya sendiri. Chae Lin tidak menyukai gagasan tersebut. Lantas dengan cepat dikikisnya pikiran-pikiran tersebut dari benaknya.
Untuk mengurangi rasa  bosan menunggu supirnya, Chae Lin menarik stylus di samping ponsel pintarnya. Jemarinya mulai menggoreskan garis-garis yang membentuk gambar siluet tubuh wanita dalam balutan tanktop warna dark blue yang dipadukan dengan bolero jacket warna maroon, untuk bagian bawah Chae Lin menggambarkan celana jeans belel color fade dilengkapi ankle boots. Sebuah gambaran fashion wanita yang bercita rasa rock. Chae Lin tersenyum tipis setelah melihat hasil desain pakaiannya.
“Masih sama seperti dulu” celetuk sebuah suara dari arah belakang Chae Lin.
“Sunbae!” pekik Chae Lin begitu melihat sosok pria tinggi putih berdiri di belakangnya, pria yang sejak tadi mengamati gerak-geriknya tanpa Chae Lin sadari.
“Sunbae sedang apa disini?” tanya Chae Lin penasaran.
“Entahlah. Aku juga tidak tahu apa yang sedang aku lakukan disini. Mmmmh tapi ku rasa aku sedang mengikutimu” Pria itu tersenyum simpul.
“Masih sama seperti dulu” batin Chae Lin setelah melihat senyum manis sunbaenya itu, Lee Donghae.
“Apa yang kau lakukan disini huh? Apa kau sedang menunggu seseorang?”
“Ya, aku sedang menunggu seseorang.”
Raut wajah Donghae mendadak berubah mendung.
“Kau sedang melakukan kencan buta?” tanya Donghae getir.
“Aniya, aku kan sudah menikah mana mungkin melakukan kencan buta. Aku sedang menunggu
supir pribadiku”
“Ah maja! Aku lupa kalau kau sudah bersuami sekarang” ucap Donghae lirih, seolah enggan sekali mengucapkan kalimat ‘bersuami’ pada wanita yang ada di hadapannya.
“Lantas dimana suamimu sekarang?”
“Dia sedang asyik bercengkrama dengan wanita lain” jawab Chae Lin dalam hati.
“Entahlah, aku kabur dari acara jamuan makan malam. Aku tidak suka acara-acara formal, terlebih lagi berada di tengah-tengah orang yang sibuk membahas krisis ekonomi global, harga saham, investasi dan bla bla bla… Membuatku pusing saja!” cerocos Chae Lin mengungkapkan unek-uneknya.
Donghae hanya tersenyum kecil mendengarnya. Gadis yang ada di hadapannya masih sama seperti dulu, menggemaskan dan tidak sungkan mengungkapkan ketidaksukaannya. Sikap Chae Lin yang seperti itulah yang berhasil menambat hati Donghae sejak lima tahun lalu, saat pertama kali ia mengenal Chae Lin sebagai adik kelasnya semasa senior high school.
“Ya aku tahu itu Chae Lin-ah, aku tahu kau lebih suka minum-minum di pub daripada mengikuti jamuan makan malam. Haruskah kita pergi minum?”
“Lain kali saja sunbae, aku hanya ingin cepat sampai di rumah sekarang” Chae Lin menolak ajakan Donghae secara halus.
“Baiklah kalau begitu”
“Ah itu supirku sudah datang. Sampai jumpa lagi sunbae!” Chae Lin melambaikan tangannya sebagai salam perpisahan. Donghae mengantar kepergian Chae Lin dengan menatapnya sampai bayangan gadis itu tak terlihat lagi.
***
Kyuhyun berjalan berkeliling mencari sosok istrinya, namun nihil! Chae Lin tak ditemukan.
“Kemana perginya?” batin Kyuhyun.
Kyuhyun mengambil ponsel dari dalam saku jasnya. Membuat panggilan yang tak kunjung mendapat jawaban. Sudah lima kali ia mencoba menghubungi Chae Lin.
“Sajangnim, jamuan makan malam sudah siap” ucap salah seorang karyawannya mengingatkan si boss besar.
Rahang Kyuhyun mengeras. Ia merasa malu karena harus duduk seorang diri di tengah para kolega bisnisnya yang duduk berdampingan dengan pasangan masing-masing.
“Apa gunanya aku beristri jika akhirnya tetap seperti ini?” dalam hati Kyuhyun berdecak kesal.
***
Chae Lin menyandarkan kepalanya dengan nyaman di jok empuk sedan mewahnya. Kedua tangannya memegangi dadanya, ia bisa merasakan detak jantungnya yang bekerja lebih cepat dari biasanya. Kelibat Donghae bermain di ruang mata, hanya dengan menatap wajahnya saja sudah berhasil membuat jantungnya dag-dig-dug tak karuan, Chae Lin senyam-senyum sendiri mengingat pertemuan singkatnya tadi bersama sunbae kesayangannya, Lee Donghae.
“Aissssh mengganggu saja!” gerutu Chae Lin saat mendengar suara dering ponselnya. Terpapar nama Cho Kyuhyun di layar ponselnya. Sebuah panggilan masuk dari suaminya  yang brengsek.
Chae Lin memasukkan ponselnya ke dalam clutch. Tak berniat sedikitpun untuk menjawab telepon dari Kyuhyun.
***
Kyuhyun melepas dasi yang melingkari lehernya dengan brutal serta melemparkan jasnya ke lantai. Dibukanya dengan kasar pintu kamar. Pria itu menyapukan pandangannya ke sepenjuru kamar dan tak mendapati Chae Lin.
“Cari tahu apakah Chae Lin ada di rumahnya atau tidak. Cari dimana dia berada sekarang. Cepat!” perintah Kyuhyun pada asisten pribadinya via telepon.
Kyuhyun mengambil sekaleng alkohol dari dalam lemari pendingin, barangkali bisa meredakan emosinya yang sedang membara.
Sebuah pesan masuk dari asisten pribadinya.
“Nyonya Chae Lin tidak ada di rumahnya. Penjaga apartement mengatakan bahwa ia melihat nyonya Chae Lin masuk ke dalam penthouse”
Kyuhyun membuka pintu kamar tamu. Exactly! Disana ia melihat sosok sang istri yang sudah terlelap dalam gelungan selimut tebalnya. Kyuhyun berjalan menghampirinya. Otak nakalnya mulai bekerja saat melihat wajah ayu istrinya, terlebih saat melihat bibir mungil itu. Kyuhyun tidak pernah tahan melihat godaan bibir Chae Lin yang rasanya semanis madu tiap ia mengulumnya. Tanpa ragu Kyuhyun menyambar bibir mungil itu, melahapnya habis. Sontak Chae Lin membuka matanya, sekarang kedua mata elang itu sudah terbeliak sempurna karena aksi dadakan Kyuhyun.
Chae Lin mencoba mendorong tubuh Kyuhyun, namun Kyuhyun tak bergeming ia masih mengulum bibir Chae Lin dengan penuh semangat, sampai-sampai membuat Chae Lin hampir kehabisan nafas karena serangan ciuman panas dari suaminya. Kyuhyun dan Chae Lin sama-sama tersengal karena hampir kehabisan nafas. Kyuhyun tersenyum evil. Sementara itu Chae Lin menatap Kyuhyun dengan tatapan membunuhnya.
“Dasar kurang ajar!” umpat Chae Lin seraya mengusap bibirnya yang basah.
“Apa kau bilang?” jawab Kyuhyun tak terima.
“KURANG AJAR!” ujar Chae Lin mantap.
Kyuhyun tersengih.
“Bukannya kau yang kurang ajar huh? Bisa-bisanya kau pergi tanpa memberitahuku. Membuatku seperti manusia tolol yang menjadi bahan gosip orang-orang karena makan seorang diri.”
“Kenapa tidak minta ditemani teman wanitamu itu huh?” sindir Chae Lin tajam.
“Bagaimana ia tahu kalau aku bertemu dengan Hyun Soo?” batin Kyuhyun risau.
“Kenapa diam? Sedang memikirkan alasan yang tepat untuk diberikan padaku atau malah sedang memikirkan darimana aku tahu semua itu?” Chae Lin tersenyum mengejek.
“Jangan mengalihkan pembicaraan! Aku harus menghukummu karena tindak bodoh yang kau lakukan itu!” Kyuhyun menyudutkan tubuh Chae Lin di tepian ranjang.
“Hahaha kau pikir aku takut padamu Cho Kyuhyun? Tidak lagi! Takkan ku biarkan suami brengsek sepertimu menyentuh tubuhku lagi. Sentuh saja tubuh wanita jalangmu itu.”
“Aku tidak akan menyentuh wanita yang bukan istriku nyonya Cho.” Kyuhyun memupus jarak di antara mereka, keduanya beradu pandang dan saling melemparkan tatapan membunuhnya.
“Munafik sekali suamiku ini. Kau pikir aku tidak melihatnya saat kau mendekap erat tubuh wanita itu? Kau pikir aku buta?”
“Wanita itu kekasihmu? Jika memang benar, kenapa kau menerima perjodohan kedua orangtua kita? Bahkan kau dengan gilanya melamarku di pertemuan pertama kita.”
“Jika wanita itu memang kekasihku kenapa? Apa kau cemburu?”
DEG! Chae Lin membeku seketika.
“Hahaha mana mungkin aku cemburu. Aku hanya sangat tidak suka pria yang suka bermain belakang! Mengingatkanku akan sesuatu”
“Mwoga?”
“Aku rasa itu bukan urusanmu, suamiku. Meskipun status kita adalah sepasang suami istri, tapi aku tidak akan pernah melarangmu menjalin hubungan dengan wanita manapun di luar sana asalkan tidak diketahui oleh siapapun, karena aku tidak mau dicap sebagai istri yang tidak becus menjaga suaminya. Itu menjijikkan!”
“Kita lihat saja nanti apa yang akan terjadi, akankan kau akan tetap membiarkanku bermain dengan wanita lain di belakangmu?”
“Hahaha jangan terlalu percaya diri suamiku. Jangan karena paras tampan dan harta melimpahmu itu kau bisa dengan mudah mendapatkanku? Tidak semudah itu brengsek!”
“Tapi faktanya aku sudah mendapatkanmu, istriku” Kyuhyun mengusap lembut pipi Chae Lin. Dari jarak sedekat ini Chae Lin bisa merasakan hembusan nafas Kyuhyun.
“Ya, kau memang memilikiku secara harfiah, bahkan kau sudah memiliki tubuhku. Tapi tidak dengan hatiku!”
“Tidak lama lagi aku pasti akan memilikimu seutuhnya” Kyuhyun tersenyum jahat, kedua tangannya sudah berhasil merobek piyama sang istri. Chae Lin hanya tersenyum kecut.
Kyuhyun berniat melahap bibir Chae Lin, namun istrinya sudah memalingkan wajahnya terlebih dulu, Chae Lin berguling ke samping dengan sigap sebelum kedua tangan Kyuhyun berhasil menggapainya, ditendangnya organ penting suaminya hingga membuat Kyuhyun mengerang kesakitan. Chae Lin kabur menuju kamar utama dan menguncinya dari dalam.
***
Langit biru di luar sana seolah menggambarkan kondisi hati seorang wanita bernama Jang Shil Yoon, wanita cantik berhati busuk. Ya, dialah wanita yang sudah merebut seperempat saham perusahaan properti dan saham hotel milik keluarga Lee. Wanita itu adalah mantan sekretaris pribadi Lee Jungsik, yang tak lain dan tak bukan adalah ayah kandung dari pria yang kini ada di hadapan Jang Shil Yoon.
Lee Dong Wook menyodorkan sepiring pancake yang sudah ia potong-potong kepada wanita yang duduk dihadapannya, Jang Shil Yoon. Saat ini mereka berdua sedang sarapan bersama sekaligus membahas kerjasama yang akan segera dilakukan oleh kedua belah pihak. Jang Shil Yoon menatap takjub pada Dong Wook yang kian hari kian terlihat menawan, bahkan hanya dalam balutan kaos putih polos dan celana olahraga pria itu tetap terlihat mempesona. Ditambah lagi dengan bulir-bulir keringat yang menempel di keningnya, membuat Shil Yoon gemas untuk mengelapnya. Shil Yoon mengeluarkan sapu tangannya dari dalam tas tangan, tanpa ragu ia mengusap keringat Dong Wook.
“Maaf menemui dalam keadaan seperti ini. Kau sudah cantik dan wangi sementara aku masih berkeringat begini.” Dong Wook menempelkan hidungnya pada lengan bajunya yang basah.
“Gwaencana. Aku suka melihat pria yang rajin berolahraga” Shil Yoon memamerkan senyum termanisnya, berusaha memikat Dong Wook.
Lee Dong Wook hanya tersenyum tipis mendengar perkataan Shil Yoon.
“Kau pikir aku akan jatuh semudah itu dalam perangkap wanita ular sepertimu? Tidak akan!” batin Dong Wook.
“Lain kali aku akan mengajakmu ke gym, kita olahraga bersama. Hubungi aku jika kau memiliki waktu luang” tawar Dong Wook disertai senyum mempesona yang tak pernah bisa ditolak oleh wanita manapun.
“Oh ya bagaimana dengan invesatasi yang kita bicarakan tempo hari? Apa kau bersedia menanamkan modal pada mega proyek pembangunan hotel di California?” tanya Dong Wook.
“Aku sudah membaca berkas-berkas yang kau berikan, sepertinya prospek investasi yang sangat bagus mengingat pembangunan hotel tersebut berada di pusat kota”
“Aku tidak mungkin menawarkan sesuatu yang buruk padamu nona manis” goda Dong Wook.
Jang Shil Yoon tersenyum simpul mendapat pujian dari pria yang tanpa ia sadari sudah berhasil masuk ke dalam hatinya.
“Baiklah, bawakan surat perjanjiannya lusa. Sepakat?” Shil Yoon mengulurkan tangannya.
“Sepakat!” Dengan mantap Dong Wook menyambut uluran tangan Shil Yoon, dikecupnya punggung tangan wanita itu. Sontak membuat kedua pipi Shil Yoon bersemu merah. Lee Dong Wook bersorak menang di dalam hati.
“Kena kau!” batin Dong Wook.
***
Kyuhyun menggedor pintu kamarnya tak sabaran.
“Cepat buka pintunya Chae Lin-ah” seru Kyuhyun dari luar.
“Tidak akan!” sahut Chae Lin dari dalam kamar, gadis itu masuk ke dalam kamar mandi yang ada di dalam kamar lantas menguncinya dari dalam.
“Jangan mengujiku Chae Lin! Cepat buka pintunya atau ku dobrak pintu ini. Aku beri waktu lima detik!”
Chae Lin berjalan mondar-mandir di dalam kamar mandi, kedua tangannya sudah memegang erat handel pintu kamar mandi.
“Satu…”
“Dua…”
“Ti…ga…”
“Empat”
“Lima…”
Kedua mata Kyuhyun berkilat tajam, seakan menandakan bahwa kini ia sudah bersiap menerkam mangsanya. Dengan sekali dorongan Kyuhyun berhasil mendobrak pintu kayu kokoh itu, amarahnya terhadap Chae Lin begitu membara.
Kedua mata iblis Kyuhyun menyapukan pandangannya ke sepenjuru ruangan dan tak mendapati Chae Lin. Kyuhyun melangkahkan kakinya menuju kamar mandi, tanpa ba-bi-bu ia langsung mendobrak paksa pintu kamar mandi. Sosok Chae Lin berdiri di bawah shower sembari kedua tangan mterlipat di depan dada.
Kyuhyun berjalan menghampiri sang istri, tatapan tajamnya seolah mengatakan ‘mati kau!’. Kyuhyun langsung menyambar ganas bibir Chae Lin, mengulumnya tak bersisa, kedua tangan besar itu sudah mengungkung tubuh ramping Chae Lin sepenuhnya, tak ada lagi ruang bagi wanitanya untuk mencoba kabur.
Chae Lin membulatkan matanya saat Kyuhyun menggigit kasar bibirnya, membuat sedikit luka kecil, Chae Lin tak mau kalah, ia membalas perbuatan Kyuhyun dengan balik menciumnya ganas dan tanpa jeda. Kedua tangan Chae Lin menarik tengkuk Kyuhyun, memperdalam ciuman mereka. Ciuman panas tersebut masih terus berlanjut, kedua insan itu terlihat sangat menikmati ciuman panas sarat emosi.
Kyuhyun mengangkat tubuh istrinya, lantas mendudukkannya di tepian wastafel, membuat tinggi mereka sejajar. Chae Lin meremas kuat helaian rambut tebal Kyuhyun saat sang suami menekan payudaranya dengan kuat.
Tiba-tiba Kyuhyun melepas ciuman mereka, mengalihkan perhatiannya pada kedua gundukan kembar milik istrinya. Untuk kedua kalinya Kyuhyun berhasil merobek piyama sutra sang istri, Chae Lin hanya tersenyum kecut melihat tingkah liar suaminya. Dengan sigap Kyuhyun membebaskan kedua gunung kembar Chae Lin dari kungkungan bra hitamnya. Kyuhyun mulai menjilati nipple sebelum mengulumnya habis, sesekali terdengar desahan nikmat dari mulut Chae Lin saat Kyuhyun menyesap nipplenya dengan kuat.
“Aaaaaahhh…”
Kyuhyun mengangkat tubuh Chae Lin seraya memeluknya erat, sementara itu Chae Lin melingkarkan kedua tangannya di leher Kyuhyun serta kedua kakinya yang melingkar di pinggang sang suami. Kyuhyun dengan berhati-hati merebahkan tubuh istrinya di dalam bathtub. Kyuhyun kembali mengulum lembut kedua payudara sang istri secara bergantian, kedua tangannya sedang sibuk menurunkan celana hitamnya, berusaha melepaskan juniornya sudah siap tempur.
Chae Lin mengusap lembut punggung kekar Kyuhyun yang mulai berpeluh, sesekali ia menancapkan kukunya di kulit punggung Kyuhyun saat tiba-tiba Kyuhyun menyodokkan juniornya ke dalam lubang Chae Lin.
“Aaaaaah”
Chae Lin memekik kencang, rasa sakit sekaligus nikmat ia rasakan secara bersamaan begitu Kyuhyun menggerakkan organ kejantanannya di dalam lubang sempit miliknya. Kyuhyun menatap wajah cantik Chae Lin, ada satu hal yang baru Kyuhyun sadari, bahwa istrinya itu seribu kali terlihat lebih cantik saat mereka sedang bercinta, Kyuhyun tak jengah menikmati paras elok Chae Lin, kedua  mata elangnya, hidung bangirnya serta bibir mungil bercita rasa madu yang selalu menjadi candu baginya. Kyuhyun melemparkan senyum manis pada sang istri saat dirasakannya jutaan sel spermanya meledak di dalam rahim Chae Lin. Kyuhyun mengusap lembut peluh di kening Chae Lin. Dikecupnya singkat kening sang istri, dan Kyuhyun beranjak dari posisinya. Mengangkat tubuh sang istri lantas membawanya kembali ke dalam kamar.
***
Chae Lin mengaduk-aduk espressonya dengan malas.
“Kau itu kenapa huh? Apa yang terjadi padamu?” tanya Park Ye Eun heran pada gadis di hadapannya, Lee Chae Lin.
“Aaaaargh molla. Aku tidak pernah merasakan hal ini sebelumnya.”
“Memangnya apa yang sedang kau rasakan?” tanya Ye Eun dengan tatapan menyelidik. Ia sudah paham betul bagaimana sikap sahabatnya itu, jika Chae Lin sudah memasang tampang kusutnya seperti sekarang pasti ada suatu hal serius yang menimpanya.
“Sudah dua kali aku ditelanjangi oleh Kyuhyun dan sialnya aku selalu menikmati servisnya meski dalam hati aku terus mengutuk perbuatannya” bisik Chae Lin lirih.
“Hahahaha kau itu lucu sekali! Kenapa menceritakan rahasia rumah tangga kalian padaku? Sekalian saja ceritakan padaku bagaimana detailnya kalian melakukan hal itu. Menjijikkan!”
“Tak peduli kau mencintainya atau tidak, seks memang selalu senikmat itu, membutakan segalanya” seloroh Ye Eun.
“Aaaargh ottohke? Aku sudah tidak suci lagi. Aaaaargh!”
Chae Lin mengusap wajahnya frustasi, lantas menjatuhkan kepalanya di atas meja.
“Bagaimanapun juga kau itu sudah menikah Chae Lin-ah, bukan suatu hal yang tabu melakukan hal itu dengannya. Justru akan terlihat aneh jika kalian tidak melakukan hubungan layaknya sepasang suam istri”
“Tapi Cho Kyuhyun itu pria brengsek! Dia ternyata sudah memiliki kekasih, kemarin malam aku melihatnya memeluk seorang wanita. Aaaaargh benar-benar sial! Kenapa aku harus terjebak dalam situasi seperti ini, menikah dengan pria pengkhianat keparat!”
“Setidaknya suamimu itu tampan dan kaya raya” celetuk Ye Eun.
“Jika bukan karena ayahku yang berselingkuh dengan sekretarisnya yang biadab itu pasti aku tidak akan terjebak dalam pernikahan bisnis bodoh  ini.”
“Bersabar saja lah, bukankah kau bilang jika suamimu bersedia memberikan saham hotel yang ia miliki padamu maka kau bisa mengakhiri pernikahan kalian? Jika kau tidak mau terjebak selamanya dalam pernikahan  itu maka jalan satu-satunya adalah kau harus membuatnya jatuh ke pelukanmu, dengan begitu semuanya akan lebih mudah bagimu mengambil alih saham miliknya.”
“Aku? Membuatnya jatuh cinta padaku? Tidak sudi!”
“Kalau begitu selamanyalah kau akan hidup bersama Cho Kyuhyun si pria hidung belang. Selamat!”
“Aaaaaarggghh!” Chae Lin menggeram sebal membayangkan dirinya terjebak di dalam penthouse mewahnya bersama suaminya yang brengsek sepanjang hidupnya, itu adalah hal paling mengerikan yang pernah terlintas di benak Chae Lin.
***
Lee Dong Wook melingkarkan lengannya di bahu Chae Lin, memeluk adik perempuannya.
“Aiissssh kau bau sekali! Menyingkir dariku oppa!” pekik Chae Lin kesal karena mendapat serangan pelukan dari kakaknya yang masih mengenakan kaos putih polos yang basah karena keringat.
Seusai sarapan bersama Jang Shil Yoon, Dong Wook meluncur ke mansion mewah keluarganya atas perintah eommanya. Kini mereka semua sudah berkumpul di ruang keluarga.
Sang ibu yang tengah sibuk mengecek beberapa berkas penting perusahaan mencoba menyapa anak-anaknya.
“Bagaimana perkembangannya Dong Wook-ah?”
“Sepertinya ia akan segera masuk dalam perangkap kita. Lusa aku akan bertemu lagi dengannya dan memberikan surat perjanjian kerjasama”
“Bagus! Eomma harap kau bisa segera menyingkirkan wanita keparat itu dan mengambil kembali semua uang yang sudah ia rampas dari kita. Lalu Chae Lin bagaimana denganmu?”
“Bagaimana apanya?” tanya Chae Lin bingung.
Sang ibu menghentikan aktivitasnya, melepaskan kacamata minusnya, memandang Chae Lin tajam.
“Apa kau lupa tentang tujuan utamamu menikah dengan Cho Kyuhyun?”
“Ah! Saham hotel itu?”
Sang ibu dan kakak laki-lakinya tak sabar mendengar jawaban dari mulut Chae Lin.
“Aku belum melakukan apapun.” Jawab Chae Lin cuek.
Kedua orang itu mendesah sebal, tepat seperti dugaan mereka, bahwa tak seharusnya sang ibu menyerahkan tanggungjawab seperti itu pada putrinya yang susah diatur.
“Beri aku waktu” celetuk Chae Lin.
“Sesukamu sajalah” sahut sang ibu.
“Yang terpenting saat ini saham preferen kita di hotel tidak ada masalah kan setelah aku menikah dengan Kyuhyun?”
“Memang tidak, eomma hanya takut jika wanita ular itu tiba-tiba mengajukan mosi pemecatan komisaris untuk menggantikan posisi ayahmu yang sedang koma, oleh karena itu kita harus mendapatkan saham milik suamimu, untuk berjaga-jaga saja.”
“Akan aku usahakan” Chae Lin menjawab sekenanya.
“Bagaimana rasanya menikah? Kau sudah melakukan ‘itu’ bersamanya?” goda Dong Wook dengan melemparkan senyum jahil.
“Yaa! Aku tidak mengerti apa maksudmu oppa”
“Hahaha aku rasa kalian sudah melakukannya. Benar kan?”
Chae Lin membeku.
“Jadi adikku yang nakal ini sudah menjadi seorang wanita sungguhan? Chae Lin bukan gadis lagi! Hahaha” tawa Dong Wook pecah seketika.
Chae Lin yang kesal karena olokan Dong Wook bangun dari duduknya, berjalan meninggalkan eommanya yang seolah tak mempedulikan kedua anaknya yang saling goda, Chae Lin melemparkan bantal tepat ke wajah tampan sang kakak, hal itu berhasil membuat tawanya terhenti.
“Yaaa! Beraninya kau!”
Chae Lin melenggang pergi tanpa mempedulikan Lee Dong Wook yang masih mengoceh di belakangnya.
“Chae Lin-ah” seru sang ibu menghentikan gerak kaki Chae Lin.
“Berikan berkas ini kepada suamimu, surat perjanjian kontrak pembangunan Jeju Tower” sang ibu menyerahkan sebuah map berisi kertas-kertas perjanjian kontrak bernilai jutaan dollar.
***
Chae Lin memutar balik mobil sedan mewahnya sesampainya di depan kompleks apartementnya. Chae Lin melihat jam yang melingkar di pergelangan tangan, waktunya makan siang. Chae Lin memutuskan untuk mengantarkan berkas titipan ibunya langsung ke kantor Kyuhyun, sekalian saja ia melihat-lihat tempat kerja suaminya itu.
Hanya butuh waktu sepuluh menit dari tempat tinggalnya menuju kantor Kyuhyun, tak heran jika Kyuhyun lebih memilih tinggal di penthouse karena letaknya yang dekat dengan kantor.
Chae Lin melepas sunglasses rayban yang tersampir di hidungnya, berjalan menghampiri meja resepsionis.
“Dimana ruangan Cho Kyuhyun?” tanya Chae Lin pada resepsionis wanita berpotongan rambut bob.
“Maaf, anda siapa?” tanya wanita itu sopan namun penuh selidik. Kedua mata wanita itu bak sebuah alat scan yang menatap Chae Lin dari ujung kaki sampai ujung kepala.
“Aku istrinya” jawab Chae Lin ogah-ogahan.
“Jesongheyo nyonya Cho karena tidak mengenali anda” tatapan wanita itu melembut begitu mengetahui status Chae Lin.
“Dimana ruangannya?” tanya Chae Lin cuek sembari membuat balon kecil dari permen karet yang sedang dikunyahnya.
“Ruangan tuan Cho ada di lantai dua belas nyonya” jawab si resepsionis ramah, senyum lebar terkembang di wajahnya. Membuat Chae Lin geli melihatnya, jika tadi ia tidak menyebutkan statusnya sebagai istri bossnya tentu wanita itu masih memandang remeh dirinya yang hanya memakai atasan bare shoulder bermotif American flag yang dipadukan dengan celana jeans super pendek yang mengekspoks paha mulusnya.
Chae Lin berlalu dari hadapan resepsionis wanita itu dan melangkahkan kakinya menuju lift, pintu lift terbuka, semua orang yang ada di dalam lift membelalakkan kedua matanya karena melihat wanita berpakaian minim di hadapan mereka. Chae Lin memakai lagi sunglassesnya, tak mempedulikan tatapan ganjil orang-orang yang berada dalam lift. Ditekannya angka dua belas.
Di sepanjang koridor menuju ruang kerja suaminya, Chae Lin terus menerus dilempari tatapan tak mengenakkan para karyawan suaminya.
“Dimana ruangan Cho Kyuhyun?” tanya Chae Lin menghentikan seorang karyawan wanita yang berpapasan dengannya.
“Disana” jawab wanita itu dengan menunjuk pada sebuah pintu kayu kokoh bertuliskan CEO di tengah-tengahnya.
***
“Apakah siang ini aku ada pertemuan dengan calon investor dari Jepang?” tanya Kyuhyun pada sekretarisnya, Lee Hyun Soo.
Hyun Soo menscroll down tablet pcnya, memastikan bahwa si boss tidak memiliki jadwal pertemuan dengan investor asing.
“Tidak ada”
“Haruskah kita pergi makan siang?” ajak Kyuhyun pada Hyun Soo. Pria itu melipat kaca mata minusnya, meletakannya di meja seraya mendekatkan tubuhnya pada Hyun Soo.
“Bagaimana jika ketahuan istrimu?” tanya Hyun Soo. Tangannya memainkan dasi yang melingkar di leher Kyuhyun.
“Tidak usah merisaukannya, aku bisa mengatasinya di rumah nanti jika memang ketahuan. Bagaimana?”
“Makan disini saja, kita pesan jjampong dan udon. Otte?” Hyun Soo menyandarkan kepalanya di bahu Kyuhyun.
Kyuhyun mengecup lembut bibir Hyun Soo.
***
Chae Lin menekan handel pintu kayu kokoh di depannya, kedua mata elangnya menangkap dua sosok manusia berbeda gender sedang berciuman.
Chae Lin bertepuk tangan mengejek melihat pemandangan itu. Menginterupsi aksi ciuman Kyuhyun dan sekretarisnya. Kyuhyun terkejut melihat istrinya tiba-tiba datang ke kantor dan memergokinya sedang berciuman dengan wanita lain. Kyuhyun berusaha menyembunyikan rasa paniknya, sementara itu Hyun Soo terlihat jauh lebih tegang. Terang saja ia gugup dan takut karena istri Kyuhyun menangkap basah dirinya dan suaminya yang sedang berciuman.
“Jadi begini pekerjaanmu di kantor?” sindir Chae Lin sembari melangkahkan kakinya masuk lebih dalam ke ruang kerja suaminya. Kedua tangannya terlipat di depan dada, tatapan matanya menusuk tajam seolah menelanjangi Hyun Soo dan Kyuhyun.
“Maaf saya permisi dulu” ucap Hyun Soo gugup.
Chae Lin tak henti-hentinya menatap tajam wanita itu sampai hilang dari pandangannya.
“Ada perlu apa kau kemari huh?” tanya Kyuhyun berusaha menormalkan suaranya yang sedikit bergetar karena gugup.
Chae Lin melemparkan map yang dipegangnya ke meja kerja Kyuhyun.
“Ibuku menyuruhku memberikan itu padamu” jawab Chae Lin acuh, mulutnya masih sibuk mengunyah permen karet.
“Jadi wanita yang kemarin malam itu adalah sekretarismu?” ada penekanan di kata ‘sekretaris’. Chae Lin seolah enggan mengucapkan kalimat itu, sebuah profesi yang di matanya terlihat sangat menjijikkan.
Bagaimana tidak? Ayahnya berselingkuh dengan sekretarisnya, dan sekarang suaminya ternyata juga sama, menjalin hubungan dengan sekretarisnya sendiri. Sungguh Chae Lin lebih rela melihat suaminya bermain api dengan wanita malam daripada dengan sekretarisnya. Chae Lin sudah cukup muak melihat hubungan antara si boss dan sekretarisnya.
“Tidak bisakah kau mencari wanita simpanan yang jauh lebih superior dariku?” seloroh Chae Lin kesal.
“Aku merasa harga diriku jatuh karena disandingkan dengan seorang sekretaris!”
“Memangnya kenapa kalau aku memacari sekretarisku sendiri? Kau cemburu?”
“Lagi???? Kau sudah menanyakannya semalam. Aku tidak cemburu! Aku hanya merasa tidak terima karena seorang Lee Chae Lin, putri dari pemilik Lee Corporation dimadu dengan seorang pegawai biasa seperti kekasihmu itu. Apakah kau pikir gadismu itu pantas disejajarkan denganku?” ucap Chae Lin angkuh.
“Sudahlah, aku sedang malas berdebat denganmu. Jika tujuanmu kesini untuk memberikan titipan ibumu, aku sudah menerimanya bukan? Pulang sajalah dan buatkan aku hidangan makan malam yang lezat, hari ini aku akan pulang lebih awal”
“Kau mengusirku, Cho Kyuhyun? Hahaha benar-benar keterlaluan! Akan ku buat kau menyesal karena tak menahanku berada disini lebih lama!” Chae Lin tersenyum evil, Kyuhyun membiarkan istrinya keluar dari ruangannya. Mendadak kepala Kyuhyun terasa pening.
***
Chae Lin berjalan menghampiri wanita yang ia ketahui sebagai sekretaris yang merangkap menjadi kekasih suaminya itu. Chae Lin menyandarkan tubuhnya di sekat ruangan yang membatasi ruangan antar karyawan, kedua tangannya terlipada di depan dada.
“Jadi kau kekasih suamiku? Aku sudah melihatmu kemarin malam di acara jamuan makan malam. Kau sudah tahu siapa diriku bukan? Jadi rasanya aku tidak perlu memperkenalkan diri padamu…Lee Hyun Soo-ssi” ucap Chae Lin sembari membaca tag nama yang tersandang di kemeja wanita berambut hitam legam di hadapannya.
“Sampai jumpa lagi kekasih gelap suamiku, senang bertemu denganmu” Chae Lin menyunggingkan senyum manisnya pada gadis itu, tapi tidak bagi Hyun Soo, senyuman Chae Lin padanya bagaikan sebuah somasi, lewat senyuman itu Hyun Soo bisa menangkap makna tersembunyi yang seolah mengatakan ‘tamat riwayatmu Lee Hyun Soo!’.
***
Tepat seperti apa yang dikatakan Kyuhyun siang tadi, pria itu pulang lebih awal daripada biasanya. Di penthouse ia mendapati Chae Lin sedang berkutat dengan buku sketsa serta beragam pensil warna di sekelilingnya. Chae Lin sedang membuat sketsa sebuah gaun pengantin dengan model bare shoulder berwarna putih, cream dan motif bunga berwarna ungu muda, ditambah dengan ekor gaun yang menjuntai panjang. Secara diam-diam Kyuhyun mengintip dari balik punggung Chae Lin yang masih belum menyadari kehadiran dirinya, Kyuhyun kagum melihat hasil desain yang dibuat istrinya. Kyuhyun hampir melupakan fakta tentang istrinya yang merupakan seorang desainer muda berbakat. Maklum saja, Kyuhyun baru beberapa hari mengenal dan tinggal bersama istrinya, Kyuhyun masih mengingat beberapa informasi yang asisten pribadinya berikan padanya sebelum melakukan kencan buta dengan Chae Lin, Kyuhyun ingat bahwa Chae Lin selama ini mengambil studi di Milan sebagai seorang fashion desainer.
“Cukup bagus untuk seorang amatir” celetuk Kyuhyun menarik perhatian Chae Lin.
Gadis itu memutar kepalanya, mendapati sosok suaminya berdiri di belakangnya dengan tangan terlipat di depan dada.
“Kau masak apa hari ini?” tanya Kyuhyun.
“Aku tidak memasak apapun”
“Mworagu?”
“Suruh saja kekasih gelapmu untuk membuatkanmu makanan” sahut Chae Lin cuek, ia kembali fokus pada buku sketsanya. Mengabaikan Kyuhyun yang sudah manyun-manyun kesal.
“Lagi? Kau masih mau melanjutkan perdebatan kita siang tadi?”
“Dangyunhaji! Kau pikir semuanya sudah berakhir begitu saja?”
“Lalu apa maumu eoh?”
“Aku mau kau mencari wanita lain, siapapun itu asal bukan sekretarismu!”
Kyuhyun tersengih mendengarnya.
“Sepertinya kau sangat sensitif dengan seorang sekretaris. Apa kau pernah memiliki kenangan buruk dengan wanita yang berprofesi sebagai sekretaris?”
Chae Lin meremas hasil gambarnya. Ia bangkit berdiri dan menatap Kyuhyun tajam.
“Ya! Ayahku menjalin hubungan terlarang dengan sekretaris pribadinya, membuat keluarga kami berantakan, membuat suasana rumah yang damai berubah layaknya neraka! Membuat ayahku terbaring koma karena terkena serangan jantung begitu mengetahui sekretarisnya mengambil seperempat saham perusahaan kami” cerocos Chae Lin penuh amarah mengeluarkan unek-uneknya, kedua matanya mulai berkaca-kaca. Chae Lin menggerakkan kakinya, beranjak dari hadapan sang suami.
Tiba-tiba saja Kyuhyun menarik tangannya serta memutar tubuhnya. Mereka berdua sudah saling berhadapan, Chae Lin tidak bisa lagi menahan laju bulir jernih di sudut matanya. Kyuhyun menarik tubuh Chae Lin ke dalam dekapannya.
***
Kyuhyun membuka lembaran surat kabar, berusaha menyembunyikan wajahnya yang sejak tadi asyik memperhatikan gerak-gerik Chae Lin di dapur. Wanitanya sedang membuat sarapan, entah kenapa pagi ini terasa aneh baginya setelah kejadian semalam, saat dimana Chae Lin mengungkapkan beban hatinya kepada Kyuhyun. Ternyata di balik sosok kuat dan angkuh yang selalu Chae Lin perlihatkan padanya hanyalah sebuah topeng belaka, nyatanya Chae Lin sama seperti wanita pada umumnya, ringkih dan lemah, hanya saja Chae Lin sangat pandai menyembunyikan semua itu. Kyuhyun tahu beban berat yang Chae Lin rasakan selama ini, hidup di tengah keluarga yang carut-marut, gadis itu tumbuh tanpa kasih sayang kedua orangtuanya.
Kali ini tiap kali menatap wajahnya, Kyuhyun selalu ingin mendekapnya, mengamankan hatinya yang ringkih bak sebuah lapisan es tipis, bayangan Chae Lin yang menangis dalam dekapannya semalam masih tergambar jelas di benaknya. Tanpa Kyuhyun sadari, hatinya mulai jatuh kepada istrinya sendiri.
Chae Lin meletakkan dua piring pancake di meja makan. Kyuhyun melipat surat kabar yang menjadi kamuflasenya dalam mengintai sang istri.
Kyuhyun menyiramkan saus maple pada pancakenya, memotong-motongnya. Lantas disodorkan kepada Chae Lin, “makanlah”.
Chae Lin melongo melihat tingkah Kyuhyun. Dengan canggung Chae Lin mengambilnya.
“Berikan itu padaku” sebagai gantinya Kyuhyun meminta sepiring pancake yang ada di depan istrinya.
“Hari ini aku libur, mau jalan-jalan?” ajak Kyuhyun tiba-tiba.
Chae Lin hampir tersedak pancake yang sedang dikunyahnya. Kyuhyun menyodorkan segelas susu seraya berkata, “makan pelan-pelan!”.
“Ada apa denganmu?” tanya Chae Lin keheranan melihat tingkah lembut Kyuhyun.
“Aku? Memangnya aku kenapa?” Kyuhyun balik bertanya, bingung.
“Kau tidak seperti Cho Kyuhyun yang biasanya”
“Oh ya? Memangnya Cho Kyuhyun yang biasanya itu seperti apa?”
“Cho Kyuhyun yang kurang ajar dan tidak berperikewanitaan!” jawab Chae Lin sekenanya.
“Berperikewanitaan? Apa itu?”
“Kau selalu menyerangku secara tiba-tiba, bahkan saat aku belum siap melakukannya kau dengan lancangnya memasukiku”
“Ah! Maksudmu tentang bercinta?”
“Maafkan aku” ucap Kyuhyun sambil memasukkan potongan pancake ke dalam mulutnya.
Chae Lin membulatkan mulutnya, seakan tak percaya dengan apa yang baru saja diucapkan Kyuhyun. Chae Lin menarik kedua daun telinganya sendiri, memastikan bahwa ia tidak salah dengar.
“Setelah sarapan kita pergi ke pulau Nam Yi, sudah lama sekali aku ingin pergi kesana”
To be continued…
Bagaimana kelanjutan hubungan Kyuhyun dan Chae Lin. Mereka mau liburan bareng loh. Hehe
Tunggu lanjutannya yaaaa

Fc Populer: