We Need Love Part 3

0
we need love part 3 kyuhyun ff nc
Author     :  Putria Kim
Tittle        :  We Need Love
Category :  NC21, Yadong, Romance, Married Life, Chapter
Cast        :  Cho Kyuhyun, Lee Chae Rin (CL 2NE1), Lee Dong Hae, and Other cast
“We Need Love” (Part 3)
(Preview)
“Sekretaris Lee masuklah ke ruanganku” pinta Kyuhyun. Wanita bertubuh langsing itu langsung mengikuti Kyuhyun menuju ruangannya.

Kyuhyun menutup rapat pintu ruangannya.
“Maafkan aku” ucapnya lirih sembari meraih tangan kanan Lee Hyun Soo.
Hyun Soo menepis tangan Kyuhyun seraya memalingkan wajahnya selagi ia menahan bulir-bulir jernih di sudut matanya.
Kyuhyun menarik lembut dagu Hyun Soo sehingga membuat air mata gadis itu mengalir.
“Maafkan aku Hyun Soo-ya. Maafkan aku…”
Kyuhyun mendekap erat tubuh gadis di hadapannya.
***
“Aku lebih suka konsep pesta kebun”
“Tidak. Aku lebih suka konsep marriage in wonderland.”
“Pada intinya kedua konsep tersebut digelar outdoor bukan?”
“Kalau begitu aku setuju selama acaranya diselenggarakan di luar ruangan tak peduli dengan konsep manapun yang akan dipakai. Kalau begitu kita tanyakan saja kepada mereka berdua, bagaimana menurutmu Chae Lin?”
“Ne?” Chae Lin memutar kepalanya, menatap kedua orang wanita yang sejak tadi asyik berdebat.
“Pesta kebun atau pesta dari negeri dongeng?” tanya sang ibu padanya.
“Terserah kalian saja.” Jawab Chae Lin malas.
“Baiklah, kau tenang saja kami yang akan mengatur segalanya” sahut sang ibu mertua.
“Konsep pesta sudah. Gaun pengantin sudah. Daftar tamu undangan sudah.” Ibu Chae Lin membubuhkan tanda centang pada setiap daftar keperluan untuk pesta resepsi.
“Apa lagi yang kurang?” tanya nyonya Lee pada besannya.
Mereka berdua berpikir keras. Chae Lin kembali sibuk dengan ponsel pintarnya.
“Hidangan pesta!” pekik kedua wanita paruh baya tersebut secara bersamaan. Chae Lin tersenyum tipis melihat kekompakan mereka.
***
Lee Dong Wook menatap lama pantulan bayangannya di cermin. Balutan tuxedo hitam dan dasi berwarna senada dilangkapi saddle shoes makin menyempurnakan penampilannya. Percayalah, tak ada wanita yang akan berhenti merapalkan doa kepada sang pencipta karena telah menciptakan pria setampan dirinya. Tubuh tegapnya bak seorang model catwalk dengan rambut hitam rapi dinaikkan ke atas memperlihatkan alis hitam tebal miliknya, kedua mata bening yang sanggup melelehkan hati setiap wanita yang dipandangnya, hidung mancung proporsional serta bibir merah tipisnya niscaya dapat membuat semua wanita tergila-gila.
Ponsel di saku jasnya bergetar menandakan sebuah panggilan masuk.
“Dia sudah bergerak? Baiklah”
Klik. Dong Wook memutus sambungan teleponnya seraya menjejakkan kakinya keluar dari toilet pria dengan membawa segelas americano, berlari kecil menuju lift. Ditekannya tombol nomor tiga.
Dong Wook mengatur nafasnya dan merapikan jambul rambutnya. Pintu lift terbuka, dan sesosok wanita dengan berpakaian rapi ala pegawai kantor masuk ke dalam lift.
“Bagaimana dengan perkembangan pembangunan supermall di Beijing? Semuanya berjalan dengan lancar” seloroh Dong Wook dengan ponsel menempel di telinganya.
“Apa? Bukankah sudah ku katakana bahwa ini adalah mega proyek terbesar kita tahun ini. Kau tahu berapa keuntungan yang akan didapat perusahaan setelah menyelesaikan pembangunan tersebut? Tak terhitung nominalnya” cerocos Dong Wook pada lawan bicaranya di telepon.
Sementara itu wanita yang berdiri di sampingnya secara diam-diam menyimak dengan seksama pembicaraan Dong Wook. Matanya bak sebuah alat scan, melihat dari ujung kaki sampai ujung kepala Dong Wook. Senyum tipis terkembang di wajahnya.
“Target baru!” bisik wanita tersebut dalam hati.
“Lusa aku akan datang ke Beijing. Hari ini aku ada rapat dengan para pemegang saham.”
Dong Wook memasukkan ponselnya ke dalam saku celananya setelah sambungan teleponnya terputus, disesapnya es Americano di tangan kanannya seraya melihat jam di pergelangan tangannya.
Pintu lift terbuka dan pria itu melenggang santai keluar dari sana.
“Hana…Dul…Set” batin Dong Wook. Senyum tipis terkembang di wajah tampannya bersamaan dengan suara seorang wanita yang memanggilnya dari belakang.
“Chogiyo…” seru wanita tersebut.
Dong Wook memutar tubuhnya menatap wanita yang bersama dengannya di lift tadi.
Wanita tersebut menulurkan sebuah sapu tangan kepada Dong Wook, “ini milik anda bukan?”
“Oh terimakasih nona” jawab Dong Wook dengan memberikan senyum terbaiknya.
Dong Wook berlalu meninggalkan wanita itu yang tersenyum simpul.
***
Chae Lin menjatuhkan tubuhnya di sofa empuk yang berada di tengah ruang keluarga.
“Ajumma…” serunya memanggil salah seorang maid di mansion mewah tersebut.
Seorang pelayan berusia dua puluhan datang ke hadapannya.
“Buatkan mango milkshake”
“Baik nona”
Si pelayan bergegas menuju dapur membuat minuman kesukaan nona mudanya.
Chae Lin mengambil ponsel pintar dari dalam tas tangannya. Ada sebuah pesan singkat dari Kyuhyun.
“Kau dimana?”
Chae Lin mendengus sebal saat membacanya seraya melemparkannya ke meja kristal di hadapannya.
Tiba-tiba isi kepalanya memutar kejadian tempo hari saat mereka berdua bercinta di atas meja makan.
“Aish jinnja! Aaaaarrrghhh…” Chae Lin mengacak-acak rambutnya sendiri.
“Eonni, kau kenapa?” celetuk sebuah suara.
“Oh Hayoung-ah” sapa Chae Lin kikuk.
Hayoung mengambil duduk di hadapan kakak perempuannya itu. Hayoung terkikik melihat Chae Lin dalam balutan mini dress bermotif bunga.
“Wae?” tanya Chae Lin heran.
“Jadi kakak ipar berhasil mengubahmu menjadi seorang wanita tulen?” seloroh Hayoung.
“Hanya pakaian ini yang aku temukan di dalam lemari rumahku. Kau tahu?” Chae Lin mendengus kesal karena diperolok adik kecilnya.
“Tapi eonni terlihat lebih cantik daripada memakai celana sobek-sobek dan kaos kurang bahan milikmu itu” ucap Hayoung seraya beranjak dari hadapan kakaknya.
“Yaaaa! Lee Hayoung semua pakaianku itu mahal!” balas Chae Lin dengan menyesap milkshake yang baru datang.
“Kau masih disini?” celetuk sang ibu begitu melihat Chae Lin masih duduk santai dengan segelas milkshake di genggamannya.
“Ini kan juga rumahku” sahutnya cuek.
“Brengsek!” Nyonya Lee melemparkan map berisikan laporan keuangan perusahaan yang diberikan asistennya. Kedua bola matanya berkilat tajam seolah hendak  menyembul keluar.
Chae Lin hanya menatap heran.
“Ada apa lagi” Chae Lin membuka perbincangan.
“Setengah dari laba bersih perusahaan masuk ke rekening pribadi wanita keparat itu!” ujar eommanya kesal setengah mati.
“Perusahaan properti?”
“Aku tidak tahan lagi! Cepat hubungi Dong Wook” perintahnya pada si asisten pribadi.
Kim Namjoo membuat panggilan di ponselnya sementara Chae Lin hanya duduk diam sambil terus menyesap mango milkshakenya.
“Pulanglah nak. Ambil hati suamimu agar dia bisa segera menyerahkan saham yang dimilikinya kepadamu” ucap sang ibu lembut kepada Chae Lin.
Nyonya Lee memegangi keningnya. Rasa pening seketika menyergapnya setelah melihat laporan keuangan perusahaan tersebut. Ia tidak rela wanita jalang yang sudah memporak-porandakan rumah tangganya menikmati uang yang ia ambil secara paksa dari keluarganya.
Chae Lin meninggalkan ibunya yang uring-uringan. Ia berjalan menuju kamarnya, mengemasi pakaian dan barang-barang yang akan ia pindahkan ke penthouse barunya.
***
Jang Shil Yoon tersenyum puas melihat saldo di buku tabungannya.
“Sekretaris Park masuklah ke ruanganku” ucapnya via telepon pada sekretaris pribadinya.
Jang Shil Yoon yang pada mulanya seorang sekretaris pribadi kini sudah memiliki sekretaris pribadi karena posisinya saat ini sudah meningkat menjadi komisaris di perusahaan. Kerja kerasnya selama hampir dua tahun sudah membuahkan hasil memuaskan.
“Tidak sia-sia aku menyerahkan diriku pada pria bodoh kaya raya itu” bisiknya dalam hati seraya mengumbar senyum kemenangan.
“Cari tahu profil pria yang bertemu denganku di lift tadi pagi” perintahnya pada sang sekretaris.
“Pria yang mana maksud anda nona?” tanyanya bingung.
“Aaaah aku lupa kau tidak ada disana. Cari semua data tentang pria tampan dari perusahaan properti yang sedang melakukan pembangunan supermall di Beijing.”
“Baik nona”
Jang Shil Yoon mengetukkan jemari lentiknya di atas meja kerjanya.
“Siapapun dirimu. Kau pasti akan ku dapatkan!” gumamnya ringan.
***
“Darimana saja kau?” sapa suara dingin di sudut ruangan.
“Pergi menemui ibuku dan ibumu” Chae Lin menjawab sekenanya.
Kyuhyun menatap koper yang ada di genggaman tangan istrinya. Seolah mengatakan “apa itu?”
Menyadari tatapan tajam suaminya Chae Lin berkata tanpa ditanya.
“Barang-barangku dari rumah”
“Kau sudah makan?” tanya Chae Lin pada Kyuhyun. Ia kini duduk pada sandaran kopernya, sebenarnya hanya menyandarkan pantat montoknya disana bukan duduk.
“Ada jamuan makan malam bersama investor asing. Bersiaplah” Kyuhyun meletakkan minuman bersodanya di meja seraya beranjak dari hadapan sang istri.
Chae Lin tersengih melihatnya.
“Dasar brengsek! Dia bahkan tidak meminta maaf padaku soal kemarin!” decaknya kesal.
Suara deritan roda-roda kecil koper yang beradu dengan lantai menjadi satu-satunya pemecah keheningan di tengah penthouse mewah sepasang pengantin baru tersebut.
***
“Omo! Ooooh kau mengejutkanku”
Kedua tangan Chae Lin memegangi dadanya begitu melihat Kyuhyun duduk di atas ranjang dengan menatap tajam dirinya yang hanya terlilit handuk. Jantungnya berdegup kencang tak beraturan. Sementara itu Kyuhyun hanya tersenyum tipis melihat tingkah istrinya.
“Bisakah kau keluar sebentar?” celetuk Chae Lin canggung.
“Tidak perlu malu nyonya Cho, aku sudah pernah melihatmu telanjang sebelumnya. Kau lupa?”
Senyum jahil terkembang di wajah Cho Kyuhyun. Chae Lin tersenyum kecut mendengarnya.
Chae Lin menguatkan hatinya sendiri dan tanpa ragu dijatuhkannya handuk yang membungkus tubuh moleknya, membelakangi Kyuhyun yang duduk di belakangnya. Hawa dingin merambati tengkuknya membuat bulu kuduknya meremang, darahnya berdesir menyalurkan kehangatan dan membuat tubuhnya gemetar. Chae Lin merasakan gugup yang tak pernah ia rasakan sebelumnya hanya karena ada seorang pria yang menatapnya. Meski tidak melihatnya, Chae Lin tahu kalau saat ini suaminya tengah menatapnya intens, memerhatikan gerak-geriknya dengan seksama. Chae Lin tak berani menoleh ke belakang.
Kyuhyun tak bisa memalingkan pandangannya barang satu detik pun, mengagumi lekuk tubuh wanita di hadapannya. Kulit kuning langsat semulus porselen ditambah dengan bentuk tubuh yang sangat pas di mata Kyuhyun membuatnya tersenyum simpul, teringat kejadian tempo hari saat ia berhasil memiliki wanitanya. Kyuhyun bahkan masih mengingat dengan jelas betapa menggairahkannya tubuh indah Chae Lin.
“Jangan gugup nyonya Cho. Biasakan dirimu. Aku tunggu di luar” bisik Kyuhyun tepat di telinga kanan Chae Lin.
Chae Lin meluruh ke lantai dengan tangan memegang handel lemari, ia terlihat seperti cokelat yang dilelehkan. Kyuhyun berhasil meluruhkan semua kekuatannya, membuat kedua lututnya lemas hanya karena tatapan dan bisikan lembutnya. Chae Lin memejamkan matanya seraya mengatur ulang nafasnya yang tersengal karena gugup.
“Damn!” Chae Lin mengutuk dirinya sendiri.
***
Lee Dong Wook melepas dasi hitam yang melingkar di lehernya.
“Berapa uang kita yang sudah ia ambil?” tanya Lee Dong Wook pada ibunya yang berjalan mondar-mandir memegangi keningnya.
“Dua belas juta dollar!”
“Oh shit! Itu cukup untuk membeli jet pribadi dan yacht mewah”
“Aaaaaahhh ottohke?” ucap sang ibu parau.
Nyonya Lee memijit-mijit keningnya. Rasanya semua orang juga tidak rela jika uang yang begitu banyaknya diambil  paksa oleh orang lain, terlebih lagi oleh orang yang sudah menghancurkan rumah tangganya selama ini. Gelora amarah Lee Byul tak tertahan lagi.
“Cepat selesaikan tugasmu Dong Wook-ah” ucapnya lirih hampir berbisik.
Lee Dong Wook hanya menatap iba pada ibunya.
***
Atasan one shoulder warna hitam berbahan silk screened motif checkerboard yang dipadukan dengan mini skirt berwarna dan motif senada membalut tubuh molek Chae Lin. Dengan rambut warna goldnya yang dibuat bergelombang serta pulasan make up smokey eyesnya terasa begitu pas dipandang. Chae Lin mematut dirinya di depan cermin sekali lagi sebelum keluar kamar.
Kyuhyun membeku seketika. Kedua matanya membulat sempurna memandang istrinya yang terlihat begitu mempesona. Kyuhyun bak melihat seorang bidadari. Ya, bidadari yang tuhan kirimkan untuk menjadi wanitanya.
“Kita berangkat” Kyuhyun berjalan mendahului Chae Lin berusaha menyembunyikan debaran jantungnya yang tak menentu.
***
Semua pasang mata yang ada di acara jamuan makan malam menatap takjub pada sepasang sejoli yang baru masuk ke dalam ballroom. Kyuhyun menebarkan senyum kepada para kolega bisnisnya.
“Istri anda cantik sekali tuan Cho” celetuk seorang relasi bisnis Kyuhyun.
Kyuhyun tersenyum tipis seraya mengeratkan gamitan tangan istrinya.
“Tersenyum membuatmu lebih menawan istriku” bisik Kyuhyun lirih.
Chae Lin membalas dengan senyum lebar yang dipaksakan.
***
Dari balik kerumunan orang sejak tadi gadis itu mengamati gerak-gerik kedua pasangan paling mempesona di acara jamuan makan malam. Melihat pria yang dicintainya tersenyum manis di samping wanita yang sialnya memang sangat cocok bersanding dengan bos besar Skyline Group. Lee Hyun Soo meratapi nasibnya sendiri. Seandainya ia berasal dari keluarga berada seperti Kyuhyun pasti saat ini ia tidak perlu merasakan kepedihan yang begitu menusuk hatinya.
“Wine?”
Suara seorang pria berhasil mengaburkan lamunannya. Pria itu menyodorkan segelas red wine padanya.
“Tampan” hanya satu kata itu yang keluar dalam benak Lee Hyun Soo pada pria yang secara mendadak sudah berdiri di sampingnya. Dia tersenyum ramah.
Lee Hyun Soo menyambutnya serta balik tersenyum simpul pada pria tersebut.
“Kau kenal mereka?” dagu pria tersebut menunjuk pada Cho Kyuhyun dan istrinya, Chae Lin.
Hyun Soo hanya menganggukkan kepala, “Ya, pria itu bossku”
“Dan wanita yang ada di sampingnya adalah wanita yang aku cintai”
Hyun Soo menatap pria yang ada di sampingnya, “Nuguseyo?”
“Lee Donghae” pria itu mengulurkan tangannya sebagai tanda perkenalan.
“Lee Hyun Soo” sambutnya ramah.
***
Selama hampir setengah jam berada di samping Kyuhyun bersama orang-orang yang terus membicarakan harga saham, proyek pembangunan, dan blab la bla… Chae Lin tak ingat pasti apa saja yang mereka bahas. Dan sekarang rasa bosannya telah mencapai puncak, ia bangkit dari duduknya dan berbisik lirih tepat di telinga Kyuhyun, “Aku ke toilet”
Kyuhyun hanya mengangguk pelan. Dan saat itu ponselnya bergetar menandakan sebuah pesan masuk.
“Toilet wanita sekarang! Aku menunggumu”
Kyuhyun memasukkan kembali ponselnya ke saku celana dan ia bingkas bangun.
Chae Lin menatap pantulan bayangannya di cermin. Dia tersenyum simpul. Menyadari banyaknya perubahan yang telah ia lakukan setelah menikah, salah satunya adalah penampilannya saat ini. Sebelumnya Chae Lin tak pernah begitu memperhatikan penampilannya, namun kali iniChae Lin benar-benar menjaganya, ia merapikan helaian-helaian rambutnya yang menjuntai serta memulaskan lipstik berwarna merah menggoda di bibir mungilnya. Tanpa Chae Lin sadari mungkin dirinya telah jatuh pada pesona Cho Kyuhyun.
***
“Aku masih mencintaimu”
Lee Hyun Soo menghambur dalam dekapan Kyuhyun.
“Nado” Kyuhyun memeluk erat wanita yang berposisi sebagai sekretaris pribadinya itu sembari mengusap lembut rambutnya.
Bagai dipukul godam dengan kuat, Chae Lin merasakan nyeri di dadanya setelah mendengar dan melihat pemandangan di hadapannya
To be continued…

Fc Populer:

%d blogger menyukai ini: