We Need Love Part 2

0
We Need Love Part 2 kyuhyun ff nc
Author    :     Putria Kim
Tittle       :     We Need Love
Category :    NC21, Yadong, Romance, Married Life, Chapter
Cast        :    Cho Kyuhyun, Lee Chae Rin (CL 2NE1), Lee Dong Hae, and Other cast
“We Need Love” (Part 2)
(Preview)
“Jadi kapan kita bisa menikah?”
Chae Lin hampir menyemburkan makanan yang ada di mulutnya setelah mendengar pertanyaan yang Kyuhyun ajukan. Demi langit dan bumi! Mungkin hanya Kyuhyun seorang yang bisa melakukannya. Mengajak seorang wanita menikah tanpa rasa canggung sedikitpun.

Chae Lin meneguk air putih di hadapannya. “Besok pagi!”
“Baiklah. Besok pagi kita menikah. Pastikan dirimu datang dan jadilah pengantinku yang menawan”
Waktu seolah berhenti berputar. Matanya tidak berkedip menatap pria bernama Cho Kyuhyun. Pria paling gila yang tidak suka basa-basi. Empat-kosong! Chae Lin kalah telak. Pada mulanya ia hanya akan menggertak pria itu dengan mengatakan bahwa ia siap menikah besok pagi. Senjata makan tuan, mungkin ungkapan tersebut tepat untuk menggambarkan kondisi Chae Lin saat ini.
“Baiklah. Pastikan dirimu siap menjadi bagian dari keluarga Lee”
Chae Lin bingkas bangun dari duduknya, “Sampai jumpa besok pagi, calon suamiku”
“Sampai jumpa, calon ibu dari anak-anakku” sahut Kyuhyun dengan tersenyum menggoda dan mengedipkan sebelah matanya. Chae Lin membalasnya dengan senyum yang dipaksakan.
“Bermimpilah selamanya tuan Cho! Aku tidak akan menjadi ibu dari anak-anakmu!” bisik hati Chae Lin.
Chae Lin mengeluarkan ponsel dari dalam clutch mewahnya.
“Ye Eun-ah, temani aku minum” ucapnya via telepon pada sahabatnya, Park Ye Eun.
***
“Pastikan semuanya siap besok pagi. Aku tidak mau ada yang terlewat sedikitpun.” Ucap Kyuhyun pada asisten pribadinya untuk mengurus segala persiapan pernikahannya besok pagi.
“Tidak perlu, aku akan membeli cincin pernikahanku sendiri”
Kyuhyun memutus sambungan teleponnya. Dan bersiap membuat panggilan baru.
“Yeoboseyo eomma. Aku akan menikah dengan Lee Chae Lin besok pagi.”
“Mwo? Mworagu?” sang ibu terkejut mendengarnya. Tak disangka bahwa rencananya akan berjalan begitu mulus. Pernikahan yang sangat ia idamkan akhirnya terjadi, putra tunggalnya akan menikah dengan wanita yang pantas bersanding dengannya, bagian terpentingnya adalah ia akan segera mendapat keturunan baru, penerus keluarga Cho.
“Ya, aku akan menikah dengan gadis itu.” Tegas Kyuhyun sekali lagi.
“Eomma akan persiapkan semuanya, pakaian pengantin untukmu, cincin pernikahan, tempat resepsi dan lain sebagainya.”
“Tidak perlu. Asisten pribadiku yang akan menanganinya. Aku akan mencari cincin pernikahan. Sampai jumpa di rumah” tutup Kyuhyun.
***
Chae Lin menandaskan isi slokinya yang terakhir. Malam ini adalah malam terakhirnya hidup sebagai wanita lajang yang bebas melakukan apapun termasuk menenggak dua botol vodka.
“Sudah puas?” tanya Ye Eun pada Chae Lin yang sudah mabuk.
“Hahaha aku akan menikah besok pagi Ye Eun-ah.” Racau Chae Lin.
“Akuuuuu akan menikah” serunya lantang membuat semua orang yang ada di pub menatap dirinya.
***
Kyuhyun berjalan ke arah sumber suara yang tak terasa asing baginya. Kyuhyun meninggalkan para sahabatnya yang asyik bercengkrama bersama wanita malam.
Gotcha! Ia melihat calon istrinya, Lee Chae Lin terkulai di atas meja bar. Kyuhyun berjalan menghampirinya.
“Kau?” seloroh Chae Lin saat melihat sosok Kyuhyun yang mendadak muncul di hadapannya.
“Hahahaha sepertinya aku sudah gila karena harus menikah besok pagi. Bahkan aku melihat pria gila itu ada disini Ye Eun-ah” racau Chae Lin asal.
Ye Eun menatap bingung pria yang mendadak berdiri di sampingnya.
“Dia minum dua botol?” tanya Kyuhyun pada Ye Eun.
“Ne” sahut Ye Eun.
“Dasar gadis gila!” Kyuhyun menghela nafas.
Kyuhyun menarik tangan Chae Lin yang mulai tak sadarkan diri karena mabuk.
“Aku akan mengantarnya pulang” ucapnya pada Ye Eun.
“Aku tidak mengenal anda tuan, jadi mana mungkin akan ku biarkan sahabatku bersama orang asing sepertimu” tegas Ye Eun.
“Kalau begitu perkenalkan. Aku Cho Kyuhyun, calon suami dari sahabatmu itu” Kyuhyun mengulurkan tangannya.
“Park Ye Eun” sambut Ye Eun.
“Berikan aku alamatnya”
Ye Eun meminta secarik kertas dan sebuah pulpen dari waitress. Ditulisnya alamat rumah Chae Lin, lantas diberikannya pada Kyuhyun.
“Berikan aku tanda pengenalmu” pinta Ye Eun.
“Hahaha kau masih tidak mempercayaiku?”
“Hanya untuk berjaga-jaga”
Kyuhyun menyerahkan kartu identitasnya pada gadis itu.
***
Dilepasnya sabuk pengaman Chae Lin. Tiba-tiba gadis itu melingkarkan tangannya ke leher Kyuhyun. Ditatapnya lekat-lekat paras gadis di hadapannya, menelusuri tiap jengkal lekuk wajahnya, kedua mata elang itu kini terpejam rapat, hidung mancungnya, bibir mungilnya ditambah tahi lalat kecil di bagian kanan bawah bibirnya. Pulasan gincu merah terang pada bibir mungil Chae Lin berhasil menghipnotis Kyuhyun, perlahan ia mendekatkan wajahnya. Dan….
“Hueeeek…” Chae Lin memuntahkan semua isi perutnya di kemeja Kyuhyun.
“SHIT!”
***
Nyonya Lee berjalan mondar-mandir di ruang tengah ditemani asisten pribadinya, jarum jam sudah menunjukkan pukul dua pagi dan putrinya sampai saat ini masih belum bisa dihubungi. Lee Byul sudah tidak sabar ingin mendengar hasil dari kencan buta mereka berdua.
“Coba terus hubungi Chae Lin” perintah nyonya Lee pada asisten pribadinya.
Kyuhyun memapah Chae Lin masuk ke dalam mansion mewah berlantai empat kediaman keluarga Lee.
“Omo! Sesangi..” seru nyonya Lee begitu melihat Chae Lin dalam keadaan mabuk dan seorang pria yang membantunya berjalan.
“Namjoo-ya tolong bawa Chae Lin ke kamarnya” pinta nyonya Lee pada asistennya itu.
“Ne” dengan sigap wanita yang berprofesi sebagai tangan kanan nyonya Lee memapah tubuh Chae Lin.
“Nuguseyo?” tanya nyonya Lee penuh selidik.
“Annyeonghaseyo, Cho Kyuhyun imnida.” Ucap Kyuhyun memperkenalkan diri pada calon ibu mertuanya.
“Cho Kyuhyun-ssi?” tanya nyonya Lee terkejut.
“Ne eomonim, saya Cho Kyuhyun. Calon suami dari putri anda” senyum tipis terkembang di wajah tampannya.
“Mworagu? Calon suami?” tanya sang ibu heran.
“Jadi Chae Lin belum memberitahu anda? Besok pagi kami akan menikah”
“Mwoya ige? Bagaimana bisa gadis nakal itu tidak memberitahuku. Omo! Aaaaah…Kepalaku serasa mau pecah sekarang!” Nyonya Lee menjatuhkan tubuhnya di sofa.
“Tenang saja eomonim, aku sudah mempersiapkan segalanya untuk pernikahan kami. Anda hanya perlu datang serta mengundang kerabat dekat” ucap Kyuhyun sopan.
Nyonya Lee menghembuskan nafasnya. Lega.
“Gedung pernikahan, gaun pengantin, cincin pernikahan, barang-barang hantaran semuanya sudah disiapkan?”
“Ne eomoni. Besok pagi orang-orangku akan datang kemari mengantarkan gaun pengantin. Cincin pernikahan juga sudah saya persiapkan.”
Nyonya Lee tersenyum senang mendengarnya. Tidak sia-sia ia menjodohkan Chae Lin dengan pria sepertinya, benar-benar pria bertanggungjawab dan sopan.
“Kalau begitu saya pamit dulu.” Kyuhyun melihat arloji di pergelangan tangannya.
“Pulanglah nak. Hati-hati di jalan. Sampaikan salamku pada kedua orangtuamu” seloroh nyonya Lee.
***
Mansion mewah yang biasanya sepi berubah ramai, banyak orang berjalan kesana kemari mempersiapkan pernikahan pertama keluarga Lee. Nyonya Lee terlihat sibuk dengan ponsel pintarnya, menghubungi beberapa sanak saudara serta relasi bisnisnya untuk hadir di acara pernikahan serba mendadak itu.
“Kau baru bangun?”
“Apa eomma lupa kalau putra sulungmu ini adalah seorang DJ. Aku selalu pulang pagi dan kenapa pagi buta begini eomma menghubungiku? Hoaaaam…” Lee Dong Wook menguap lebar, matanya masih terpejam.
“Adikmu menikah pagi ini, kau harus menjadi pendampingnya”
“MWO??????”
Sang ibu menjauhkan ponsel dari telinganya, pekikan suara Dong Wook benar-benar memekakkan telinga.
“Sudah. Cepat pergi ke kamar mandi dan datang ke rumah. Kami menunggumu”
Sambungan telepon terputus.
***
“Bagaimana dengan acara resepsinya? Mustahil untuk menggelarnya tanpa persiapan. Eomma menginginkan pesta paling meriah untukmu, kau tahu kan seumur hidup hanya akan ada satu pesta pernikahan yang digelar keluarga ini. Jadi eomma tidak akan membiarkannya terlewat begitu saja” papar ibu Kyuhyun.
“Yang terpenting untuk saat ini adalah prosesi pemberkatan. Soal resepsi bisa dilakukan setelahnya” timpal ayah Kyuhyun.
“Aku setuju.”
“Oke. Eomma akan berunding dengan nyonya Lee mengenai pesta resepsi.”
Perbincangan singkat keluarga Cho berakhir. Kyuhyun naik ke kamarnya untuk mandi dan bersiap untuk hari besar yang akan merubah hidupnya, menikah dengan Lee Chae Lin.
***
“Ya tuhan! Kau masih belum bangun huh?” seru sang ibu kesal saat melihat putrinya yang akan segera melepas masa lajang masih terkulai di ranjangnya.
Disibaknya selimut tebal yang membalut tubuh Chae Lin. Ditepuknya pantat Chae Lin berkali-kali sampai putrinya itu mengerang kesakitan.
“Aaaaauuuwww aaaahhh…eomma appo…appo” Chae Lin mengelus pantat montoknya.
Kepalanya berdenyut nyeri. Efek mabuk semalam.
“Gadis nakal! Kenapa tidak langsung memberitahu eomma soal pernikahan kalian? Bagaimana mungkin kau bisa menikah dengannya tanpa persiapan sedikitpun?”
Chae Lin bangun dan duduk bersandar pada tepian ranjang. Meneguk air putih untuk membasahi tenggorokannya yang kering.
“Aku lupa. Semalam aku mabuk” jawabnya acuh.
Ibunya tersengih mendengar jawaban Chae Lin.
“Ibu tahu kau mabuk Chae Lin-ah, beruntungnya kau mendapat suami seperti Kyuhyun. Dia pria sopan dan bertanggungjawab” puji sang ibu pada calon menantunya.
“Darimana eomma tahu kalau dia sopan dan bertanggungjawab? Bertemu dengannya saja belum pernah” Chae Lin melipat tangannya di depan dada seraya menatap pantulan bayangannya di cermin. Rambut emasnya terlihat seperti sarang burung.
“Eomma tidak mungkin membuat penilaian sedemikian rupa jika eomma belum pernah bertemu dengan Cho Kyuhyun. Semalam dia yang mengantarmu pulang”
“APA??????”
“Kau terkejut? Kau tidak menyadarinya huh? Memangnya sudah berapa botol minuman yang masuk ke tubuhmu sampai membuatmu tidak ingat?”
“Entahlah. Yang aku ingat hanyalah semalam aku bersama Ye Eun, aku memintanya menemaniku minum. Setelah itu aku melihat….” Chae Lin menggantungkan kalimatnya.
Kepalanya berusaha memutar memori semalam, saat ia tiba-tiba melihat sosok Kyuhyun berdiri di hadapannya.
“Jadi, semalam ia benar-benar nyata?” batin Chae Lin.
“Sudahlah cepat mandi. Penata riasmu sudah menunggu di bawah”
Chae Lin masih berdiri terpaku di depan cermin sementara sang ibu sudah pergi keluar kamar, mengurus keperluan yang lain.
***
Sebuah gaun pengantin warna putih dipenuhi renda membalut tubuh ramping Chae Lin. Ekor gaun yang menjuntai mengikuti gerak si pemakai. Sekali lagi, Chae Lin menatap pantulan dirinya di cermin. Polesan make up sederhana membuat wajahnya terlihat lebih lembut, Chae Lin bak seorang putri dari negeri dongeng, sangat berbeda dengan Chae Lin yang biasanya, Chae Lin dengan riasan smokey eyes yang mengintimidasi.
Chae Lin menghembuskan nafasnya, memejamkan kedua matanya serta mulut yang tak berhenti merapalkan kalimat-kalimat untuk menguatkan dirinya sendiri. Ya, Chae Lin harus bisa menangani semua ini sendiri. Ini akan menjadi babak baru hidupnya.
“Benarkah kau Chae Lin? Adikku yang nakal?” goda Dong Wook padanya begitu keluar dari ruang rias.
Lee Dong Wook terlihat sangat gagah dengan balutan tuxedo hitam serta rambut yang dinaikkan ke atas.  Jika pria itu bukan saudara kandungnya mungkin Chae Lin tidak segan untuk menjalin hubungan dengannya, tidak ada wanita yang tak jatuh hati pada pesona serta ketampanan kakaknya itu. Meski banyak wanita yang berhasil ia kencani tapi belum ada yang berhasil membuatnya bertekuk lutut.
“Apa kau benar-benar sudah siap Chae Lin-ah? Jangan terlalu memaksakan diri. Jika memang belum siap aku bisa membantumu kabur dari sini” tawar Dong Wook padanya.
Chae Lin tersenyum tipis. Sejak dulu oppanya memang selalu membantunya, selalu melindunginya dan Ha Young.
“Anniya oppa. Aku sudah siap.” Jawab Chae Lin mantap.
Lee Dong Wook menatap kedua mata Chae Lin, mencari kebenaran kata-kata dari sorot matanya.
“Sudahlah, ayo kita pergi” Chae Lin menginterupsi, ia tahu kalau oppanya selalu bisa membaca kebohongan yang ia buat hanya dengan menatap matanya. Chae Lin melingkarkan tangannya pada lengan sang kakak.
“Oppa, tunggu sebentar” tiba-tiba Chae Lin teringat akan satu hal. Ayahnya.
“Aku harus meminta restu dari ayah” ucap Chae Lin lembut.
Dong Wook membiarkan adiknya masuk ke dalam sebuah kamar yang sudah dirubah layaknya sebuah kamar rawat inap rumah sakit. Dipenuhi dengan peralatan medis serta sang ayah yang berbaring tak sadarkan diri dengan tempelan berbagai selang penopang hidupnya.
Chae Lin duduk di tepian ranjang, digenggamnya erat kedua tangan sang ayah. Berusaha menyalurkan kehangatan tubuhnya, menyampaikan kehangatan kasih sayangnya yang tak pernah diungkapkan pada sang ayah. Melihat keadaan ayahnya yang seperti mayat hidup membuat air matanya tak terbendung lagi. Tetesan jernih mulai mengucur dari kedua sudut matanya. Namun Chae Lin segera menghapusnya sebelum riasannya berantakan. Tujuannya datang menemui sang ayah adalah untuk berbagi kebahagiaan bukan kesedihan. Meski hanya sebuah kebahagiaan klise.
“Appa… Hari ini aku akan menikah” ucapnya lirih tepat di telinga appanya.
“Appa ingat tidak saat aku kecil aku selalu bermimpi bisa menikahi pangeran tampan berkuda emas bersayap. Appa selalu mengatakan padaku bahwa tidak ada kuda berwarna emas apalagi memiliki sayap, kata appa semua itu hanya ada di dalam buku cerita bergambar. Saat itu aku sudah menangis karena appa tidak pernah bisa menyenangkan hatiku dan aku akan berlari ke eomma dan meminta pendapatnya bahwa kuda emas bersayap itu ada, lalu eomma akan membenarkan semua kata-kataku. Tapi kini aku sudah menyadarinya. Semua yang appa katakan benar, tidak ada kuda emas bersayap di dunia ini, dan aku sadar bahwa sejak kecil appa sudah mengajarkan kejujuran padaku, appa tidak pernah menyenangkan hatiku dengan sebuah bualan kecil. Aku bisa memetik pelajaran berharga dari semua itu, kejujuran yang berakhir menyakitkan jauh lebih baik daripada bahagia dalam kebohongan”
Bulir-bulir jernih tak henti-hentinya meleleh di pipi Chae Lin.
“Selama ini aku hidup dalam keujujuran yang menyakitkan. Tapi semuanya akan segera ku akhiri appa, mulai besok mungkin aku akan lebih memilih hidup bahagia dalam kepura-puraan. Aku akan meyakinkan semua orang termasuk diriku sendiri bahwa pilihan yang sudah ku buat tidak akan pernah aku sesali. Hari ini aku sangat bahagia appa. Aku datang untuk meminta restu darimu, aku harap ayah memberikannya padaku. Aku akan menikah dengan pria tampan bernama Cho Kyuhyun, dia pewaris tunggal Skyline Group.” Chae Lin tersenyum getir di akhir ucapannya.
“Appa, aku pergi dulu. Semua orang di luar pasti sudah menungguku. Cepatlah bangun appa, aku ingin appa melihatku mengenakan gaun pengantin karena aku terlihat sangat menawan seperti putri dari buku cerita bergambar” Chae Lin mengecup singkat pipi ayahnya dan berjalan meninggalkan sang ayah.
Tanpa sepengetahuan siapapun, bulir-bulir jernih merembes keluar dari ujung mata Lee Jung Sik.
***
“Aku menyatakan mengambilmu sebagai istriku dan sebagai seorang suami yang setia, dan takut akan Tuhan. Aku berjanji akan mengasihimu pada waktu kelimpahan maupun kekurangan, pada waktu sehat maupun sakit, sampai maut memisahkan kita” Kyuhyun mengikrarkan janjinya.
“Aku menyatakan mengambilmu menjadi suamiku dan sebagai seorang istri yang takut akan Tuhan. Aku berjanji akan mengasihimu pada waktu kelimpahan maupun kekurangan, pada waktu sehat maupun sakit, sampai maut memisahkan kita” Chae Lin mengikrarkan janji pernikahan.
Kyuhyun memperkecil jarak antara mereka berdua, menarik tubuh ramping Chae Lin mendekat. Ditatapnya lembut wanita yang sudah sah menyandang gelar nyonya Cho. Kyuhyun tersenyum manis. Tanpa dikomando lagi Kyuhyun mendaratkan bibirnya pada bibir mungil Chae Lin, dikulumnya lembut dan penuh perasaan. Menikmati kelembutan bibir istrinya. Chae Lin memejamkan kedua matanya, membiarkan Kyuhyun beraksi sendiri. Tak kunjung mendapat balasan, Kyuhyun melepas ciumannya.
“Kau harus membalas ciumanku untuk membuat semua orang yakin kalau kita berdua saling mencintai. Kau mengerti?” bisik Kyuhyun lirih di telinga Chae Lin.
Kyuhyun kembali mencium bibir Chae Lin tanpa rasa canggung. Perlahan Chae Lin mulai membuka mulutnya dan membiarkan lidah Kyuhyun masuk dan mengajaknya bermain. Chae Lin mulai ikut menikmati alur permainan yang Kyuhyun buat. Ciuman lembut itu berubah menjadi penuh gairah. Bibir mungil itu kini sudah dikulum habis oleh Kyuhyun, mereka berdua seolah tak mempedulikan tetamu undangan yang hadir dan menatap mereka dengan cemburu.
Ha Young tersenyum bahagia melihat eonninya berjalan dengan anggun bersama sang suami. Ha Young ikut melemparkan kelopak-kelopak bunga mawar pada kedua mempelai. Chae Lin melingkarkan tangannya pada lengan Kyuhyun dan berjalan sangat hati-hati, sepatu hak tingginya hampir tenggelam oleh karpet merah beledu yang terhampar dari altar sampai pintu masuk gereja. Mercedes New S 500 L warna hitam mengkilap sudah terparkir di hadapan mereka, sedan mewah hadiah pernikahan mereka dari kedua orangtua Kyuhyun. Mereka pun pergi menuju tempat yang telah disiapkan oleh Kyuhyun, penthouse mewah di jantung kota Seoul tempt dimana mereka akan menghabiskan malam pertama sebagai sepasang suami istri.
***
“Lee Hyun Soo-ssi apa kau tidak mendengar kabar apapun tentang pernikah Cho sajangnim?” celetuk seorang karyawan wanita pada sekretaris pribadi Kyuhyun.
“Tidak. Tuan Cho tidak mengatakan apapun padaku” jawabnya singkat seraya berjalan meninggalkan kerumunan karyawan wanita yang asyik bertukar gosip.
“Aku kira selama ini dia ada hubungan dengan si boss, ternyata tidak ya.” celetuk sebuah suara.
“Mana mungkin tuan Cho memacari sekretarisnya sendiri. Beda kasta. Karena menurut kabar yang ku dengar, tuan Cho menikahi putri dari pemilik Lee Corporation”
Dari jarak lima meter Lee Hyun Soo masih bisa mendengarnya. Hatinya teriris. Pedih sekali.
***
Secepat kilat! Berita pernikahan Kyuhyun dan Chae Lin sudah tersebar ke seluruh penjuru negeri. Menjadi headline di berbagai surat kabar, harga saham perusahaan mereka meroket tajam. Bagaimana tidak? Lee Corporation yang merupakan perusahaan properti terbesar di Korea secara tidak langsung sudah bergabung dengan Skyline Group yang sama-sama bergerak di bidang properti. Pernikahan Kyuhyun dan Chae Lin dianggap oleh sebagian besar kalangan masyarakat sebagai pernikahan bisnis. Untuk saling menguatkan posisi kedua perusahaan di tengah krisis ekonomi global.
Tanpa disadari, deraian air mata mengalir dari kedua mata Lee Hyun Soo. Gadis itu terisak pelan menatap layar ponselnya, disana terpapar fotonya bersama Kyuhyun yang sedang memeluknya erat.
***
Kyuhyun melepas jas hitam yang membalut tubuhnya lantas membuangnya sembarangan. Sementara itu Chae Lin sedang berdiri di depan jendela kaca yang besar atau lebih pantas disebut dinding kaca tebal. Disana ia bisa melihat dengan jelas pemandangan kota Seoul. Pendar-pendar lampu serta padatnya jalanan ibukota menjadi suatu keindahan penyejuk mata baginya.
Kedua tangan besar itu tiba-tiba melingkar di perut Chae Lin. Dengan sigap Chae Lin melepaskannya dan berjalan mundur beberapa langkah dari jangkauan Kyuhyun.
“Lancang sekali kau tuan Cho” rungut Chae Lin kesal.
“Kenapa? Apa aku tidak boleh menyentuh istriku sendiri?” sahut Kyuhyun dengan tatapan menggoda sambil berjalan mendekati wanitanya.
“Kita memang sudah menikah tapi bukan berarti kau bisa menyentuhku!”
“Lantas apa gunanya aku menikahimu jika aku tidak bisa menyentuhmu huh? Apa kau lupa dengan kodratmu sekarang? Salah satu tugasmu adalah melayaniku sebagai suamimu”
“Aku akan melayanimu, aku akan menjadi ibu rumah tangga yang baik. Aku akan menyiapkan segala keperluanmu”
“Itu saja belum cukup nyonya Cho. Kau juga harus melayani kebutuhan seksualku” bisik Kyuhyun seduktif tepat di telinga Chae Lin. Dia sudah memojokkan wanitanya di dinding.
Chae Lin tersengih. Senyum kecut terkembang di wajah ayunya.
“Tidak akan! Aku tidak akan menyerahkan mahkotaku pada pria yang tidak aku cintai. Dengar itu suamiku” balas Chae Lin tak gentar. Kedua mata mereka saling beradu. Kini giliran Kyuhyun yang tersenyum kecut.
“Lalu untuk apa kau menikah denganku?”
“Karena permintaan ibuku”
“Gadis penurut.” Kyuhyun mengusap lembut kepala Chae Lin. Dia melenggang pergi menuju kamar mandi. Meninggalkan Chae Lin yang ketakutan setengah mati. Gadis itu menghembuskan nafasnya seolah berhasil melepas beban berat yang ada di punggungnya.
Pertama kali baginya merasakan ketakutan seperti yang baru saja ia alami. Selama ini ia belum pernah merasa terintimidasi dan begitu terpojok oleh seorang pria, karena selama ini Chae Lin lah yang selalu memegang kendali pada setiap pria yang berusaha menawan hatinya. Tapi kali ini ia dibuat tak berdaya oleh seorang Cho Kyuhyun.
“Kau pasti bisa melaluinya Lee Chae Lin! Kau bisa!” batin Chae  Lin menguatkan dirinya sendiri.
***
Dua piring roti bakar hangat sudah terhidang di meja makan.Chae Lin masih berkutat dengan omeletnya saat Kyuhyun datang menghampirinya. Pria itu tanpa ragu menempelkan dagunya di pundak Chae Lin.
“Aku suka telur setengah matang. Mulai besok tidak usah membuat omelet” bisik Kyuhyun di telinga Chae Lin. Mendadak sekujur tubuh istrinya meremang.
“Baiklah, aku mengerti.” Jawab Chae Lin singkat tanpa memandang sang suami, berpura-pura fokus pada masakannya.
Kyuhyun mengambil posisi duduk di ujung meja makan. Dia tersenyum tipis seusai menggoda istrinya.
“Aku lebih suka pancake daripada roti bakar” ucapnya seraya mengoleskan selai cokelat di roti bakarnya.
“Aku akan belajar membuatnya besok” jawab Chae Lin patuh.
“Kenapa kau selalu menuruti semua permintaanku? Ku dengar selama ini kau adalah gadis pemberontak.”
“Jadi kau lebih menyukai istri yang susah diatur?” sahut Chae Lin sambil meletakkan sepiring omelet di hadapan Kyuhyun.
“Kau sudah mandi?” tanya Kyuhyun seraya memegang tangan kanan sang istri. Kyuhyun menatapnya dari ujung kaki sampai ujung kepala, istrinya masih memakai piyama semalam.
“Memangnya kenapa huh?” Chae Lin menatap Kyuhyun tajam. Kedua mata tajam itu saling beradu.
Kyuhyun melepaskan tangan istrinya. Saat gadis itu mulai beranjak dari hadapannya secara tiba-tiba Kyuhyun menarik tali pengikat piyama sang istri. Chae Lin terkejut dibuatnya. Piyama sutra berwarna merah maroon itu terbuka, Kyuhyun menatap Chae Lin tanpa berkedip, kedua bola matanya tertuju pada gundukan kembar Chae Lin dan hal tersebut berhasil membuat hasrat seksualnya memuncak. Kyuhyun tersenyum jahat.
Kedua tangan Chae Lin kembali mengaitkan tali salur piyamanya. Kyuhyun berjalan mendekatinya, memegang kedua tangan sang istri. Chae Lin membeku seketika. Kyuhyun mendorong tubuh Chae Lin memojokkannya ke dinding, menatapnya seduktif.
Chae Lin menelan salivanya, tak berani menatap manik mata Kyuhyun.
“Kau takut padaku?” ucap Kyuhyun sembari mengusap lembut pipi istrinya.
“Tidak.” Sahutnya singkat tanpa memandang Kyuhyun.
“Benarkah?” jemari Kyuhyun menelusuri tiap jengkal kulit wajah Chae Lin sampai berhenti di dada istrinya. Chae Lin menepis tangan Kyuhyun.
“Jangan kurang ajar tuan Cho! Aku sudah memperingatkanmu semalam”
Entah mendapat keberanian darimana, kali ini Chae Lin menatap tajam suaminya.
“Sayang sekali, aku tidak takut dengan peringatanmu itu nyonya Cho Chae Lin” Kyuhyun tersenyum jahil.
“Aku tidak bermain-main!” geram Chae Lin.
“Aku juga tidak suka bermain-main”
Kyuhyun menangkupkan kedua tangannya pada wajah Chae Lin, dilahapnya habis bibir mungil Chae Lin. Kedua mata Chae Lin membeliak, didorongnya dengan kuat tubuh sang suami hingga terhuyung beberapa langkah ke belakang.
Kyuhyun tersenyum kecil seraya mengusap bibirnya yang basah. Sementara Chae Lin menatap tajam suaminya, nafasnya naik turun menahan amarah.
“Brengsek kau Cho Kyuhyun!” selorohnya kesal.
“Sepertinya aku harus memberikanmu sedikit pelajaran tentang sopan santun. Kau tidak pantas mengumpat di hadapan suamimu nyonya Cho. Aku akan menghukummu” Kyuhyun mengangkat tubuh Chae Lin. Gadis itu tidak tinggal diam, dia sudah meronta-ronta dalam gendongan Kyuhyun. Memukul-mukul punggung kekar suaminya.
“Aaaaaaauuuuww” Kyuhyun mengerang kesakitan karena Chae Lin menggigit pundaknya.
“Baiklah jika itu maumu. Kita selesaikan disini saja” ucap Kyuhyun kesal. Kyuhyun menurunkan Chae Lin dari gendongannya memojokkannya di meja makan. Dengan sigap Kyuhyun mengangkat tubuh istrinya dan membaringkannya di atas meja makan. Chae Lin berusaha kabur tapi tak berhasil. Kyuhyun menahan kedua tangannya dengan erat. Kyuhyun tersenyum menang, dia kini sudah berada tepat di atas tubuh Chae Lin.
Kyuhyun mendekatkan wajahnya pada wajah Chae Lin, target pertamanya adalah bibir mungil nan lembut milik sang istri. Chae Lin berhasil menghindar dengan memalingkan wajahnya ke kanan dan kiri, bergerak cepat. Kyuhyun tersengih.
Kyuhyun menjatuhkan tubuhnya tepat di atas tubuh Chae Lin membuat wanitanya tidak bisa bergerak hingga memudahkannya, kembali ditangkupkannya kedua tangan besar itu di wajah Chae Lin lantas Kyuhyun melumat habis bibir mungil Chae Lin. Bulir-bulir jernih mulai keluar dari sudut mata Chae Lin. Ia menangisi sesuatu yang belum terjadi, tapi ia sudah tahu akhir dari semua ini. Ia tahu kalau ia tidak akan bisa menyelamatkan kehormatannya lagi.
Kyuhyun meninggalkan bibir Chae Lin yang tak kunjung membalasnya. Bibir tebal itu kini sudah berjalan ke bawah menciumi tiap jengkal kulit mulus Chae Lin. Berkali-kali Kyuhyun meninggalkan jejak merah keunguan di leher jenjang istrinya, sensasi menggelitik Chae Lin rasakan saat lidah Kyuhyun bermain di belahan dadanya. Kyuhyun merobek piyama sutra yang dikenakan Chae Lin, membuat tubuh bagian atas Chae Lin terekspos sepenuhnya. Bra hitam yang membalut gundukan kenyal sang istri segera ia loloskan. Chae Lin tersenyum kecut melihat Kyuhyun berhasil melucuti pakaian dalamnya. Chae Lin mulai terisak pelan.
Indera pendengaran Kyuhyun seolah tak berfungsi, ia mengabaikan tangisan sang istri yang kian menjadi-jadi. Kyuhyun memainkan kedua tangannya pada payudara Chae Lin, menggelitiknya, mengusapnya lembut serta memilin-milinnya.
“Aaaaaahhhh…oooouuuhhh…” desahan pertama Chae Lin lolos begitu saja. Kyuhyun tersenyum menang.
Dilahapnya lagi bibir mungil itu bersamaan dengan tangan kanan Kyuhyun yang masih disibukkan dengan payudara Chae Lin sementara tangan kirinya sudah berhasil melepaskan celana dalam sang istri, menurunkannya sampai lutut. Tangan Chae Lin berusaha menggapai kembali underwearnya tapi Kyuhyun menahannya.
Kyuhyun melepaskan tautan bibir mereka dan kini saatnya untuk mengulum kedua payudara Chae Lin secara bergantian. Tangan kirinya kembali memilin nipple sang istri dan dibalas dengan desahan-desahan nikmat keluar dari bibir mungil itu. Kyuhyun berhasil membuat tubuh Chae Lin menggelinjang nikmat. Kyuhyun berhasil membuat tubuh Chae Lin membalas perlakuannya meski dalam hati Chae Lin terus mengutuk perbuatan Kyuhyun.
Kyuhyun payudara Chae Lin dengan kuat layaknya hingga meninggalkan jejak merah pada kedua putting payudara istrinya.
“Oooouuuhhh…ahhhh” desah Chae Lin nikmat.
Chae Lin mendorong kepala Kyuhyun agar menyesap nipplenya lebih kuat dan dalam. Sesekali Chae Lin mengacak rambut tebal suaminya.
Sementara mulutnya masih fokus menyesap payudara Chae Lin, kedua tangannya mengusap lembut pantat montok istrinya. Tangan kanan Kyuhyun menjelajah ke organ intim wanitanya, Kyuhyun mengusap lembut lipatan paha Chae Lin.
“Ooooouhhh…yeahhhh…aaaaahh” erangnya nikmat.
Kyuhyun mulai mengusap lembut organ kewanitaan Chae Lin. Kyuhyun menatap wanitanya yang terlihat sangat menikmati servisnya, Kyuhyun memulai dengan memasukkan jari telunjuknya ke dalam hole Chae Lin. Sodokan jari Kyuhyun berhasil membuat Chae Lin mengerang nikmat dengan mata membulat sempurna.
“Jadi aku yang pertama?” celetuk Kyuhyun dengan tersenyum menang.
Chae Lin tak henti-hentinya mendesah merasakan nikmat dan sakit secara bersamaan. Kenikmatan yang belum pernah ia alami sebelumnya. Chae Lin mendekap tubuh Kyuhyun erat hingga tak ada lagi jarak di antara mereka. Diusapnya lembut tiap jengkal punggung kekar Kyuhyun.
Kyuhyun menarik keluar telunjuknya lantas memasukkan ketiga jarinya sekaligus.
“Aaaaaargggghhhh…ooooouuuuhhh”
Jepitan holenya begitu kuat dan Kyuhyun dengan lembut memaju mundurkan jemarinya di dalam sana, Chae Lin menggeliat nikmat diirngi suara pecahan piring yang tidak sengaja ditendangnya. Kyuhyun mencabut ketiga jarinya bersamaan dengan keluarnya cairan orgasme sang istri. Chae Lin terkulai lemas dengan keringat bercucuran di keningnya.
Dengan lembut Kyuhyun mengusap butir-butir keringat di kening Chae Lin seraya membetulkan juntaian helai rambut emas istrinya ke belakang telinga.
“Kau lapar?” tanya Kyuhyun lembut dengan menatap sang istri. Chae Lin hanya mengangguk pelan.
Kyuhyun menyambar roti bakar di atas kepala Chae Lin lalu disuapkannya ke dalam mulut Chae Lin.
“Aku akan masuk sekarang sayang” bisik Kyuhyun lirih. Tanpa babibu Kyuhyun menghujamkan juniornya, merobek selaput dara istrinya. Chae Lin hampir tersedak roti yang sedang dikunyahnya, Chae Lin meringis kesakitan dengan cairan bening yang mulai menggenangi pelupuk matanya.
“Bertahanlah sayang, aku akan berusaha melakukan selembut mungkin” dikecupnya lembut bibir istrinya. Perlahan Kyuhyun mulai menggerakan pusat tubuhnya sementara bibir mereka masih saling berpagut, sesekali Chae Lin menggigit bibir Kyuhyun saat junior suaminya menghujam kuat holenya.
“Oooooouuuhhhh….aaaahhh…ahhhh…lebih..cep..at” erang Chae Lin terbata.
Kyuhyun menuruti keinginan sang istri, ia bergerak lebih cepat dan menghujamkan juniornya tepat pada g-spot sang istri. Keduanya mendesah lega saat terjadi pelepasan di dalam tubuh Chae Lin. Ia merasakan kehangatan menjalari tubuhnya saat jutaan sperma Kyuhyun memenuhi rahimnya.
Kyuhyun mengecup puncak kepala Chae Lin seraya memeluknya erat. Kyuhyun membaringkan tubuhnya tepat di samping sang istri, ditatapnya lembut Chae Lin yang terkulai lemas. Senyum terkembang dari paras elok sepasang sejoli itu.
***
“Sekretaris Lee masuklah ke ruanganku” pinta Kyuhyun. Wanita bertubuh langsing itu langsung mengikuti Kyuhyun menuju ruangannya.
Kyuhyun menutup rapat pintu ruangannya.
“Maafkan aku” ucapnya lirih sembari meraih tangan kanan Lee Hyun Soo.
Hyun Soo menepis tangan Kyuhyun seraya memalingkan wajahnya selagi ia menahan bulir-bulir jernih di sudut matanya.
Kyuhyun menarik lembut dagu Hyun Soo sehingga membuat air mata gadis itu mengalir.
“Maafkan aku Hyun Soo-ya. Maafkan aku…”
Kyuhyun mendekap erat tubuh gadis di hadapannya.
To be continued…

Fc Populer:

%d blogger menyukai ini: