We Need Love Part 1

0
We Need Love Part 1 ff nc kyuhyun
Author :     Putria Kim
Tittle    :     We Need Love
Category :  NC21, Yadong, Romance, Married Life, Chapter
Cast         :   Cho Kyuhyun, Lee Chae Rin (CL 2NE1), Lee Dong Hae, and Other cast
“We Need Love” (Part 1)
“Ayahmu koma, kau harus pulang hari ini juga”.
Tut…Tut…Tut… Sambungan telepon terputus.
Gadis itu memasukkan buku sketsa ke dalam tas ranselnya seraya menghela nafas panjang.

***

“Ibu mohon pulanglah, kali ini saja.”
Terdengar suara isakan tangis seorang wanita disela-sela obrolannya bersama sang anak.
“Baiklah” jawab si anak dari ujung telepon.
***
Seorang wanita berusia paruh baya duduk di sofa beledu. Otot-otot wajahnya menegang.
“Eomma tahu kalau kalian semua tidak suka berada disini dan dalam situasi seperti ini. Keadaannya sangat genting, eomma tidak dapat melakukan semuanya sendiri. Eomma membutuhkan kalian” ditatapnya satu persatu anak-anaknya, memohon belas kasihan.
“Apa yang bisa ku lakukan?” sahut si sulung.
“Ambil kembali semua milik kita dari genggaman pelacur laknat itu!” kobaran amarah terpancar dari kedua bola mata sang ibu.
“Rebut kembali perusahaan properti milik kita, Dong Wook-ah. Sementara itu kau, menikahlah dengan pewaris tunggal Skyline Group.” Ucap sang ibu dengan jari menunjuk ke arah anak keduanya, Lee Chae Lin.
“MWO??????” sahutnya terkejut. Matanya terbelalak sempurna, mulutnya menganga lebar.
“Andwae! Ini gila! Benar-benar gila! Eomma tidak bisa seenaknya mengatur pernikahan untukku!” gadis itu bangkit dari duduknya, matanya berkilat tajam.
“Kali ini jangan membantahku Lee Chae Lin! Eomma sudah pikirkan semuanya dengan matang. Kau harus menikahi Cho Kyuhyun untuk mengambil alih saham mayoritas di hotel. Bukankah keinginanmu selama ini adalah menikah tanpa perlu menjalin hubungan sebagai sepasang kekasih?” tukas sang ibu.
“Aku memang ingin menikah, tapi dengan lelaki pilihanku sendiri. Kenapa harus aku yang menikah dengannya? Kenapa tidak eomma saja?” seru Chae Lin kesal.
“Lee Chae Lin, jaga bicaramu!” sela Dong Wook.
Sang ibu hanya tersenyum getir.
“Aku tahu aku bukanlah seorang ibu yang baik untuk kalian semua, tapi percayalah, eomma sangat mencintai kalian. Eomma tidak akan membiarkan wanita jalang itu merebut semua hak yang seharusnya kalian dapatkan. Jika Chae Lin tidak mau menikahi pewaris tunggal Skyline Group maka tugas ini akan eomma berikan pada adikmu, apa kau bersedia Ha Young-ah?”
Ha Young tercenung mendengar perkataan ibunya. Si bungsu yang sejak tadi duduk manis di tengah-tengah kedua kakaknya, menatap sang ibu dengan tatapan sendu.
“Oh ya tuhan! Tolong jangan libatkan Ha Young. Dia masih terlalu kecil untuk menanggung semuanya eomma” seloroh Lee Dong Wook seraya mengacak rambutnya sendiri. Suasana kian memanas.
“Kita tidak punya pilihan, Dong Wook-ah. Maafkan eomma, sayang”
Lee Ha Young, si bungsu yang pendiam berusia tujuh belas tahun hanya bisa duduk membisu dengan air mata yang mulai merembes keluar. Sejak tadi ia meratapi nasibnya sendiri, sebagai seorang anak bungsu ia tidak pernah memiliki pilihan dan pendapatnya tidak pernah didengar. Jadi ia akan selalu melakukan apapun yang kedua orang tuanya perintahkan padanya, ia tidak bisa seperti kedua kakaknya yang susah diatur dan berani menentang semua hal yang tidak mereka suka.
Lee Dongwook, si sulung yang pergi meninggalkan rumah seusai upacara wisudanya karena sang ayah memintanya untuk mulai belajar memimpin perusahaan properti terbesar di Korea milik keluarga Lee. Sejak saat itu Lee Dongwook tidak pernah menginjakkan kakinya di rumah karena sang ayah, Lee Jung Sik mengusirnya keluar saat mendengar lontaran kalimat penolakan mengurus perusahaan dari putra sulungnya.
Sementara itu Lee Chae Lin, gadis pemberontak nan pemberani, selalu menentang keinginan kedua orangtuanya yang memintanya mendalami ilmu manajemen bisnis agar dapat andil di kerajaan bisnis  keluarga Lee suatu hari nanti. Sayang sekali Lee Chae Lin tidak menyukai gagasan tersebut, dan ia memutuskan untuk menjadi seorang desainer dan sudah hampir empat tahun ia menimba ilmu di salah satu kota mode dunia, Milan, Italia.
.
“Aku bersedia menikah dengan Cho Kyuhyun” celetuk sebuah suara, dialah Lee Chae Lin.
Sebuah keajaiban baru saja terjadi di tengah mereka. Lee Chae Lin yang keras kepala akhirnya bisa ditaklukkan. Selama ini semua orang tahu jika Chae Lin sudah mengambil keputusan maka tidak ada seorangpun yang bisa mengubahnya. Dengan mata berkaca-kaca Chae Lin memeluk adik bungsunya, Lee Ha Young.
“Aku mohon, jangan pernah libatkan Ha Young” gumamnya pelan.
“Aku tidak akan pernah membiarkan Ha Young mengalami hal yang mengerikan dalam hidupnya. Hidup di tengah keluarga ini saja sudah cukup buruk apalagi jika ia harus menikah untuk urusan bisnis. Aku rasa itu sangat keterlaluan. Meskipun aku membenci keluarga ini tapi aku tidak pernah bisa membiarkan salah seorang dari anggota keluargaku menderita. Aku membenci eomma yang tidak pernah ada di rumah dan mengurus kami, aku membenci eomma yang membiarkan ayah bermain api dengan sekretaris keparat itu!” cerocos Chae Lin mengeluarkan semua kekesalannya selama ini diiringi isakan tangis.
Suasana yang pada mulanya panas dan sarat emosi kini berubah mengharu biru. Ketiga wanita yang ada disana tidak dapat menahan laju air mata mereka masing-masing. Sementara itu Lee Dong Wook, satu-satunya pria disana menyusut pelan bulir jernih di ujung matanya sebelum sang ibu dan kedua adik perempuannya menyadari hal tersebut.
“Baiklah. Malam ini eomma akan atur semuanya. Siapkan dirimu untuk bertemu dengan calon suamimu, Chae Lin-ah” tutur sang ibu seraya bangkit dari duduknya dan berjalan meninggalkan ketiga buah hatinya. Linangan air mata tak berhenti turun dari kedua matanya.
Choi Byul atau yang sekarang berubah marga menjadi Lee Byul menghela nafas panjang Kata-kata Chae Lin berngiang di kepalanya. Pikirannya menjelajah dan memutar kenangan indah saat rumah tangga yang ia bina dengan sang suami masih sangat harmonis. Ia merindukan kebersamaan itu. Ia merindukan keluarganya yang dulu.
Diusapnya lembut air mata yang melelehi pipi wanita yang masih terlihat cantik dan segar meski pada usia yang hampir menginjak setengah abad.
“Kau harus membayar segalanya, Jang Shil Yoon!” gumamnya lirih.
***
Chae Lin berjalan gontai menuju lift, alat transportasi dari satu lantai ke lantai yang lain di dalam mansion mewah keluarga Lee. Sebenarnya Chae Lin lebih suka menaiki tangga, namun kejadian hari ini membuatnya terlalu malas untuk sekedar menyeret tubuhnya ke lantai dua, tempat dimana kamarnya berada.
Gadis itu menjatuhkan tubuhnya di ranjang empuk, menatap langit-langit kamarnya. Laju air matanya tak terbendung lagi.
***
“Eomma aku sedang rapat dengan para investor asing. Nanti aku akan ku hubungi lagi.” tukasnya lirih di pojok ruangan.
“Kau tahu? Eomma senang sekali saat mendapat panggilan dari nyonya Lee dan mengatakan bahwa ia bersedia menjodohkan putrinya denganmu. Bahkan ia sudah mengatur pertemuan untuk kalian” seloroh sang ibu riang.
“Ya eomma, aku tahu kau sangat senang sekarang. Sudah tiga kali eomma mengatakannya padaku. Aku tahu apa yang harus aku lakukan. Makan malam bersama putri keluarga Lee di restoran perancis, pukul delapan, meja nomor enam dan aku harus tampil sempurna untuk dapat memikat hatinya. Benar begitu bukan? Aku tutup teleponnya. Eomma saranghae” cerocosnya bertubi-tubi.
Sambungan telepon terputus. Di ujung sana sang ibu hanya tersenyum simpul mendengar banjiran kalimat putra semata wayangnya, Cho Kyuhyun.
***
Gaun sutra panjang berbelahan dada rendah membalut tubuh berisi Chae Lin. Ditambah dengan warna maroon gaun tersebut yang sangat kontras dengan kulit putih langsatnya. Chae Lin memang sedikit berbeda dengan wanita korea kebanyakan, tone kulitnya perlahan berubah menjadi sedikit gelap untuk ukuran wanita asia timur, mungkin karena hobbynya yang suka berjemur di pesisir pantai Ibiza saat musim panas menjadi penyebab utamanya. Namun hal tersebut tak sedikitpun mengurangi pesona yang dimiliki gadis bermata tajam tersebut, bahkan warna kulit putih langsatnya menambah kesan eksotis nan seksi padanya. Garis wajahnya yang tegas serta riasan smokey eyes pada kedua matanya memancarkan kharisma seorang Lee Chae Lin.
“Kau sudah siap?” ucap sang ibu yang tiba-tiba masuk ke dalam kamarnya. Saat ini penata rias keluarga Lee sedang mencepol rambut Chae Lin.
“Eomma, kenapa aku harus menata rambutku seperti ini? Aku rasa ini terlalu berlebihan! Aku hanya akan melakukan kencan buta dengannya.” Gerutu Chae Lin kesal pada eommanya.
“Sudah selesai?” tanya sang ibu pada penata rias. Salah satu pegawainya itu pergi meninggalkan mereka.
“Coba lihat dirimu disana, kau terlihat lebih menarik seperti itu sayangku.” Seloroh ibunya.
Chae Lin yang terbiasa memakai ripped jeans, crop top, sneakers, serta rambut warna goldnya yang tergerai. Kini berubah seratus delapan puluh derajat. Ia menatap lekat pantulan dirinya di cermin, seolah takjub akan apa yang dilihatnya. Lee Chae Lin dalam balutan long dress sutra dan stiletto hitam.
“Aku terlihat seperti wanita aristokrat abad pertengahan. Not bad, but it’s really not my style mom” selorohnya singkat seraya meninggalkan eommanya yang hanya tersenyum tipis.
***
Arloji di pergelangan tangannya sudah menunjukkan pukul 19.45 KST.
“Sekretaris Lee, tolong siapkan kemeja dan jasku” perintah Kyuhyun pada sekretaris pribadinya.
“Ne, sajangnim”
Wanita itu berjalan ke belakang rak buku di sudut ruang kerja bossnya, Kyuhyun sengaja menyediakan sebuah lemari disana untuk meletakkan beberapa pakaian kerjanya untuk mengantisipasi hal-hal tak terduga seperti sekarang, ia tidak punya banyak waktu untuk kembali ke rumah dan berganti pakaian sebelum melakukan kencan buta dengan gadis pilihan ibunya.
Tanpa canggung Kyuhyun mengganti kemejanya di hadapan sekretarisnya. Wanita itu sudah sering melihat tubuh kekar Kyuhyun bahkan terkadang Kyuhyun meminta bantuan sekretaris Lee untuk memasangkan dasi untuknya.
“Aku pergi dulu Lee Hyun Soo-ssi.”
Kyuhyun kembali melihat arlojinya, ia hanya punya waktu sepuluh menit lagi.
“Aku tidak boleh terlambat. Tidak boleh!” bisiknya dalam hati.
Cho Kyuhyun yang seorang penggila kerja memang tidak pernah terlambat datang pada setiap pertemuan yang telah ia atur. Entah itu satu menit, satu detik atau setengah milisekon pun tak pernah Kyuhyun lakukan. Ia selalu memegang teguh prinsipnya, time is money!
***
“Tunggu…” seru seseorang dari arah luar lift.
Chae Lin sontak menekan tombol penahan lift.
“Lee Chae Lin?” tanya pria tersebut ragu-ragu, takut salah mengenali orang.
Chae Lin memutar kepalanya, menatap sosok pria yang berdiri di sampingnya.
“Sunbae!” pekiknya girang setelah mengenali sosok pria itu.
“Wow! Kau sudah banyak berubah rupanya” goda pria itu padanya.
“Anniya” sahut Chae Lin gugup, jantungnya berdetak tak beraturan.
“Aku dengar kau melanjutkan studi di Milan. Jadi sekarang sedang liburan?” tanya pria itu.
“Tidak. Semuanya sudah selesai sekarang”
Tring… Pintu lift terbuka dan Chae Lin segera keluar dari dalam lift yang mendadak terasa begitu pengap baginya karena kehadiran pria itu, sunbaenya saat di bangku sekolah menengah atas, lelaki pertama yang berhasil membuat darahnya berdesir cepat dan mengeluarkan keringat dingin hanya dengan berada di sampingnya atau melihat siluet tubuhnya dari kejauhan, dialah Lee Dong Hae.
***
Kyuhyun mengetuk-ngetukkan jemarinya di meja. Lima menit sudah ia menunggu gadis itu, teman kencan butanya malam ini.
Chae Lin melangkah dengan hati-hati, takut menginjak juntaian gaunnya ditambah pula dengan sepatu hak tinggi yang ia pakai, jika saat ini keadaan restoran tersebut sepi mungkin Chae Lin sudah melepas sepatu penyiksa tumitnya itu. Chae Lin menyapukan pandangannya ke seluruh penjuru restoran, meja nomor enam, tempat yang ia cari.
Dari jarak lima meter ia melihat seorang pria sudah duduk manis disana, di meja itu.
Chae Lin berjalan menghampirinya.
“Anda tuan Cho?” tanya Chae Lin sopan pada sosok pria di hadapannya.
“Ne. Nona Lee?” Kyuhyun balik bertanya dan hanya dijawab anggukan kepala oleh Chae Lin.
“Silahkan duduk” tawar Kyuhyun padanya.
Kyuhyun menjentikkan jarinya, memanggil pelayan restoran.
“Maaf datang terlambat” Chae Lin membuka pembicaraan.
“Tidak apa-apa. Kau sudah tahu tentang rencana kedua orang tua kita?” tanya Kyuhyun to the point.
Chae Lin menelan salivanya.
“WOW! Dia adalah tipe pria yang tidak suka basa-basi rupanya” bisiknya dalam hati.
“Ne, ibuku sudah mengatakan semuanya”
“Apa kau bersedia menikah denganku?”
Deg! Dua kali sudah pria ini melontarkan pertanyaan yang membuat jantungnya terlonjak kaget.
“Tidak bisakah ia menunggu sampai selesai makan? Kalau begini, kau berhasil membuatku kehilangan nafsu makan tuan Cho” batin Chae Lin berbisik.
“Aku akan menjawabnya setelah kita selesai makan Cho sajangnim”
“Panggil aku Cho Kyuhyun saja” Kyuhyun mengulurkan tangan kanannya sebagai tanda perkenalan.
“Lee Chae Lin” sambut Chae Lin seraya tersenyum tipis.
Selama beberapa menit mereka berdua saling membisu. Chae Lin menatap pemandangan kota Seoul dari ketinggian, lampu-lampu di bawah sana terlihat bak hamparan bintang di angkasa. Tanpa Chae Lin sadari, sejak tadi Cho Kyuhyun memperhatikan gerak-gerik gadis di hadapannya itu. Dirinya seolah tersihir akan pesona yang gadis itu miliki, terlebih lagi saat mereka saling bertentang mata. Kedua mata elang yang selalu berhasil mengintimidasi semua orang, tak terkecuali, Cho Kyuhyun.
***
Enam buah piring sudah terhidang di hadapan mereka, Soupe a l’oignon sebagai appetizer, Foie Gras sebagai main course dan Nicoise salad sebagai makanan penutup. Tak lupa sebotol Armand de Brignac, salah satu champagne paling populer di dunia.
“Berapa usiamu?” tanya Kyuhyun to the point (lagi).
“Dua puluh lima tahun. Kau?”
“Dua puluh tujuh”
Kyuhyun memotong-motong hidangan hati angsa bercampur saus khas prancis, lalu menyodorkannya pada Chae Lin seraya berkata , “Untukmu”.
Tiga kali! Kyuhyun berhasil membuatnya terperangah lagi.
“Gamsahamnida” ucap Chae Lin sopan.
“Jadi kapan kita bisa menikah?”
Chae Lin hampir menyemburkan makanan yang ada di mulutnya setelah mendengar pertanyaan yang Kyuhyun ajukan. Demi langit dan bumi! Mungkin hanya Kyuhyun seorang yang bisa melakukannya. Mengajak seorang wanita menikah tanpa rasa canggung sedikitpun.
Chae Lin meneguk air putih di hadapannya. “Besok pagi!”
“Baiklah. Besok pagi kita menikah. Pastikan dirimu datang dan jadilah pengantinku yang menawan.”
Waktu seolah berhenti berputar. Matanya tidak berkedip menatap pria bernama Cho Kyuhyun. Pria paling gila yang tidak suka basa-basi. Empat-kosong! Chae Lin kalah telak. Pada mulanya ia hanya akan menggertak pria itu dengan mengatakan bahwa ia siap menikah besok pagi. Senjata makan tuan, mungkin ungkapan tersebut tepat untuk menggambarkan kondisi Chae Lin saat ini.
“Baiklah. Pastikan dirimu siap menjadi bagian dari keluarga Lee”
Chae Lin bingkas bangun dari duduknya, “Sampai jumpa besok pagi, calon suamiku”
“Sampai jumpa, calon ibu dari anak-anakku” sahut Kyuhyun dengan tersenyum menggoda dan mengedipkan sebelah matanya. Chae Lin membalasnya dengan senyum yang dipaksakan.
“Bermimpilah selamanya tuan Cho! Aku tidak akan menjadi ibu dari anak-anakmu!” bisik hati Chae Lin.
Chae Lin mengeluarkan ponsel dari dalam clutch mewahnya.
“Ye Eun-ah, temani aku minum” ucapnya via telepon pada sahabatnya, Park Ye Eun.
To be continued…

Fc Populer:

%d blogger menyukai ini: