Uncommitted Part 1

0

Uncommitted Part 1 ff nc kyuhyun super junior Shinee
Author : Red Blue
Title : Uncommitted Part 1
Category : NC-21, Yadong, Romance, Chapter
Cast : Cho Kyuhyun
  Shim Changmin
  Lee  Jonghyun
  Choi Minho
Fanfic ini terinspirasi dari drama Meteor Garden, Gentleman’s Dignity dan Boys Over Flower. 
P.S : Silahkan tinggalkan komentar dan saran kalian. Mungkin author bisa dapat inspirasi dari jejak kalian. Happy Reading ^,^

Introduction
Apa yang kalian pikirkan jika mendengar nama Kyuline? Mungkin kalian akan berpikir mereka adalah sekelompok pria muda, kaya, tampan, dan sederet predikat baik lainnya. Ya, mereka memang sekelompok pria muda, tampan dan kaya. Baik? Khusus untuk yang satu ini perlu dikoreksi. Mereka adalah sekelompok pria berkuasa yang menggunakan kekuasaannya untuk kesenangan dan kepuasan pribadi.
Mereka adalah empat orang pria yang bersahabat sejak kecil. Bersekolah di tempat yang sama, mulai dari pendidikan dasar hingga perguruan tinggi. Keluarga keempatnya juga merupakan relasi bisnis. Wajar jika mereka berempat sudah bersama sejak kecil. Mereka adalah Cho Kyuhyun, Shim Changmin, Lee Jonghyun dan Choi Minho. Kenapa grup mereka bernama Kyuline? Ini bukan karena Kyuhyun adalah pemimpinnya, tapi karena mereka lebih sering menggunakan rumah Kyuhyun sebagai base camp mereka. Sebenarnya tidak jelas siapa yang menjadi pemimpin mereka. Mereka sudah seperti saudara.
Cho Kyuhyun, anak kedua keluarga Cho sekaligus pewaris Winner Group adalah pria angkuh yang menuntut semua pekerjaannya harus sempurna. Dia tidak terlahir dengan otak jenius, namun dia adalah pria gila kerja yang akan melakukan segala cara untuk memuaskan keinginannya. Diantara anggota Kyuline, dia lah yang memiliki rumah paling besar sehingga rumahnya dijadikan base camp. Selain itu, dia memiliki kakak perempuan yang cantik dan ramah sehingga teman-temannya betah bermain di sana. Namun kakaknya, belum menikah di usianya yang tidak lagi muda.
Kakaknya lebih memilih hidup tanpa pasangan dari pada harus menikah dengan orang yang tidak dicintainya. Kebebasan Kyuhyun yang terbatas membuatnya menjadi sosok pria yang suka memberontak, ia akan melalukan segala sesuatu sesuai caranya sendiri. Ia merasa sudah cukup dewasa untuk memutuskan kehidupannya sendiri. Tak jarang ia pulang larut malam atau menjelang pagi jika ibunya mulai cerewet terhadap kehidupannya. Kyuhyun akan menghabiskan malamnya di club bersama Kyuline dan bersenang-senang dengan wanita cantik. Ia menganggap bahwa wanita adalah makhluk paling merepotkan. Bagi Kyuhyun, wanita hanya untuk dinikmati bukan untuk dijadikan teman hidup.
Shim Changmin, anak pertama keluarga Shim sekaligus pewaris Core Inc, adalah pria paling pintar diantara Kyuline. Shim Changmin adalah pria yang penuh kelicikan jika menyangkut keinginannya yang sulit terpenuhi. Hidup di keluarga kaya, semua kebutuhan serba tercukupi membuatnya suka  meremehkan orang yang levelnya berada di bawahnya. Changmin memiliki adik perempuan yang sangat baik namun adiknya pergi meninggalkan rumah karena tidak ingin terikat dengan peraturan konyol keluarganya yang mengharuskannya menikah hanya demi bisnis keluarga. Keluarganya yang berantakan membuatnya menjadi pribadi yang tidak punya hati, apalagi jika hal itu berhubungan dengan bisnis. Ia tak segan melakukan hal kotor sekalipun. Kepribadiannya yang keras membuatnya tak tersentuh oleh wanita, bahkan hingga usia mendekati 30 tahun ia masih belum memiliki kekasih. Namun, bukan berarti ia tak pernah menyentuh wanita. Ia akan bercumbu dengan wanita mana saja yang ia temui di club dan mampu membangkitkan gairahnya.
Lee Jonghyun ,  anak tunggal keluarga Lee yang sudah menjadi CEO Seirin Corp di usianya yang masih muda. Ayahnya sakit keras hingga harus bergantung dengan alat-alat medis untuk menunjang hidupnya. Ibunya yang entah kemana, ayahnya yang sibuk bekerja saat ia masih kecil, membuatnya menjadi pria yang dingin, berbicara pada orang lain seperlunya, bisa dibilang dia adalah anggota Kyuline yang paling sedikit bicara. Saat masih SMA, ia harus menggantikan ayahnya menjalankan perusahaan karena ayahnya sakit.
Hanya dengan anggota Kyuline, dia merasa menjadi remaja lagi meskipun saat berbisnis dia sering berurusan dengan relasi bisnis yang lebih tua bahkan seumuran dengan ayahnya. Jonghyun begitu dingin, ia bahkan tidak banyak bicara dengan anggota Kyuline. Ia tidak suka membicarakan masalahnya dengan siapapun termasuk Kyuline sekalipun.
Tetapi, Kyuline selalu tahu masalah Jonghyun meskipun ia tak pernah bercerita. Setiap momennya bersama Kyuline, ia begitu menikmatinya. Meskipun ia tidak suka bermain wanita seperti ketiga temannya, ia tetap akan berada di club sepanjang malam bersama Kyuline. Baginya, wanita adalah monster. Mereka diciptakan untuk merusak hidupmu. Sama seperti kehidupan keluarganya yang rusak setelah ibunya pergi.
Choi Minho, cucu satu-satunya keluarga Choi sekaligus pewaris Red Star Inc, adalah pria yang tampak periang dan sangat aktif. Ditinggal kedua orang tuanya yang telah meninggal saat masih kecil, hidup bersama kakek dan neneknya membuatnya kesepian, tidak pernah merasakan hangatnya kasih sayang orang tua. Kakek dan neneknya adalah orang yang baik, namun karena mereka sudah tua, mereka tidak bisa bermain dengan Minho. Sifatnya yang periang sebenarnya hanyalah kedok. Minho tidak pernah benar-benar senang dengan hidupnya. Ia mencari berbagai macam pelarian dan hanya dengan Kyuline lah hidupnya terasa berwarna. Ia akan dengan senang hati bersenang-senang dengan wanita di club hampir setiap malam bersama anggota Kyuline. Bagi seorang Choi Minho, wanita adalah bunga yang indah saat mekar dan akan kehilangan keindahannya saat layu dan gugur. Selama wanita bisa dinikmati, maka nikmatilah jika sudah layu maka kau hanya perlu mencari penggantinya, begitu prinsip Minho.
Kesamaan yang dimiliki keempatnya membuat mereka bersahabat. Mereka tampan dan kaya, tapi mereka tidak pernah benar-benar menikmati hidup. Apa jadinya jika pria egois dan menyedihkan seperti mereka bertemu dengan wanita yang mampu menjungkir balikan hidup mereka?
=Cho Kyuhyun=
“Sekretaris Im, kirim semua jadwalku seminggu kedepan.” Kyuhyun menelpon sekretarisnya, beberapa menit kemudian sekretaris Im masuk ke ruang kerjanya.
“Sajangnim, ini jadwal anda. CEO Cho memberitahu saya bahwa peresmian pabrik di Gwangju akan dipercepat besok lusa.”
“Aish, jinjja. Seenaknya saja Ahra nuna mengubah jadwal peresmiannya. Apalagi yang dia katakan padamu?”
“CEO Cho juga ingin akuisisi Altec Group dipercepat, oleh karena itu beliau mempercepat peresmian pabriknya.”
“Sebegitu tidak sabarnya kah dia ingin cepat lengser dari jabatannya sebagai CEO? Aish, ini benar-benar menambah beban pekerjaanku.”
“Saya permisi sajangnim.” Sekrestaris Im keluar dari ruangan Kyuhyun. Kyuhyun menyandarkan punggungnya di kursi kebesarannya. Melonggarkan dasi dan menggulung lengan kemejanya. Ia tidak habis pikir dengan kelakuan kakaknya. Kakaknya, Cho Ahra, adalah CEO Winner Group, namun sudah beberapa bulan ini kakaknya tampak ingin melepas jabatannya. Kyuhyun sempat berpikir bahwa kakaknya ingin melepas jabatan CEO Winner Group karena beban pekerjaan yang sangat banyak. Ternyata dugaannya salah. Kakaknya ingin beristirahat dan menikmati hidupnya, melepas statusnya sebagai putri keluarga Cho yang tidak bisa bebas memilih hidupnya sendiri.
*Flashback on*
“Ahra-ya sudah saatnya kau menikah dan beristirahat. Kau terlalu sibuk mengurus perusahaan. Kyuhyun bisa menggantikan posisimu sebagai CEO.” Nyonya Hong Jiyoung kembali mengungkit masalah pernikahan pada putri satu-satunya saat makan malam keluarga. Ekspresi Nyonya Hong tampak tenang, gayanya yang anggun tidak akan menampakkan betapa mengerikannya orang ini.
“Aku memang berniat mundur sebagai CEO, tapi aku tidak akan menikah.” Jawab Ahra tanpa bergeming dari makanannya. Ia tampak tenang menjawab pertanyaan ibunya.
“Sampai kapan kau akan melawan ibu?” Suasana ruang makan berubah menjadi tidak enak, nyonya Hong bahkan meletakkan alat makannya.
“Aku tidak pernah melawanmu. Aku menuruti semua keinginanmu, termasuk meninggalkan Minhyuk. Menikah dengan pria pilihanmu? Lebih baik aku hidup sendiri. Untuk hal ini, biarkan aku memutuskan hidupku sendiri.” Ahra meletakkan alat makannya dan meninggalkan ruang makan. Tuan Cho hanya bisa mendesah pasrah, sedangkan nyonya Hong tampak tidak terima dengan keinginan putrinya. Kyuhyun yang melihat kejadian itu justru menyeringai, tampak puas dengan jawaban kakaknya yang menentang ibunya. Ah, suatu saat aku akan berada di posisi Ahra nuna, mungkin aku akan melakukan hal yang sama sepertinya, batin Kyuhyun.
*Flash back off*
Kyuhyun mulai penat dengan pekerjaannya yang menumpuk, ia berniat untuk melepas penat di luar kantor sejenak. Kyuhyun berjalan keluar dari ruangannya, ia berniat untuk makan siang dengan teman-teman Kyuline-nya. Ia mulai menekan tombol di ponselnya dan menghubungi teman-temannya. Saat ia berjalan di lobi, muncul seorang wanita cantik dan anggun yang berjalan dengan angkuhnya diikuti seorang sekretaris wanita di belakangnya. Kyuhyun tampak tertegun dan memandangi wanita itu sejenak. Samar-samar ia mendengar wanita itu menyebut nama kakaknya pada resepsionis. Jelas wanita itu tampak bukan orang biasa, mungkin relasi bisnis atau teman Ahra nuna, pikir Kyuhyun. Kyuhyun melenggang menjauh dari lobi menuju tempat Audi RS hitamnya terparkir tepat di depan pintu masuk lobi.
=Shim Changmin=
Ini bukan pertama kalinya aku menghancurkan sebuah bangunan untuk membangun gedung di atasnya. Tapi kenapa untuk menghancurkan rumah ini sulit sekali? Semua ini karena yeoja itu. Ia mempersulit semuanya. Penawaran apalagi yang harus kutawarkan padanya? Aaaarrgh, tak ada jalan lain, sepertinya aku harus menggunakan tangan orang lain untuk merebut tanah itu.
Pikiran Changmin sedang kacau karena pembangunan gedung yang terhambat. Sengketa tanah yang tak bisa ia selesaikan tepat waktu menjadi penyebab terhambatnya pembangunan gedung apartemen yang rencananya akan dibangun oleh perusahaannya. Perusahaan Changmin, bergerak di bidang konstruksi bahkan memiliki pabrik bahan-bahan bangunan, tak jarang ia bermasalah dengan pengambilalihan lahan tapi selalu berhasil. Baru kali ini ia menemui seorang wanita yang begitu keras kepala, Changmin sudah memberikan penawaran agar wanita itu mau menjual tanahnya pada perusahaan Changmin, tapi wanita itu selalu menolak menjual tanahnya. Wanita itu hanya memiliki sebidang tanah yang tidak seberapa luas dan berdiri rumah sederhana di atasnya. Hanya wanita itu yang tersisa di lingkungan itu. Semua tetangga di sekitarnya sudah direlokasi oleh perusahaan Changmin.
“Panggil direktur perencanaan strategis ke ruanganku sekarang!” Changmin menghubungi sekretarisnya melalui interkom. Ia meletakkan gagang telepon setengah membanting. Changmin sudah kelewat sabar. Ia harus mendapatkan tanah itu apapun caranya. Seorang pria setengah baya masuk ke ruangan Changmin dengan langkah yang mantap.
“Duduk.” Perintah Changmin pada pria itu.
“Aku tidak tahan lagi dengan masalah pengambilalihan lahan di wilayah Myeong-Dong. Ini masalah sepele tapi kenapa kau tidak bisa segera menyelesaikannya? Tak tahukah kau, pembangunan apartemen kita terlambat 2 minggu dari jadwal!” Changmin berbicara dengan nada keras, tak peduli jika lawan bicaranya lebih tua darinya.
“Saya sudah memberikan penawaran harga yang lebih tinggi dari pada tetangganya yang lain, tapi wanita itu tetap menolak menjual tanahnya daepyonim.” Pria itu bahkan tak berani menatap mata Changmin saat berbicara padanya.
“Lakukan apapun untuk mengambil tanahnya. Aku tidak peduli jika harus menggunakan cara kotor. Aku tak mau kehilangan waktu untuk pembangunan apartemen ini. Selesaikan dalam 3 hari. Jika tidak selesai dalam 3 hari, jangan pernah menampakkan wajahmu di kantor ini lagi!” Pria itu setengah ketakutan saat Changmin mengancam akan memecatnya. Ekspresi wajahnya pucat saat meninggalkan ruangan Changmin.
Changmin menghela napas panjang, memijit tengkuknya yang terasa kaku. Tiba-tiba handphone-nya berdering memunculkan nama ChoKyu di layar ponselnya. Dengan malas Changmin mengangkat ponselnya.
“Wae Kyu?” Ucap Changmin malas. Ia tidak memiliki mood yang bagus hari ini.
“Ayo kita makan siang. Aku lapar. Aku berani bertaruh, kau pasti belum sarapan hari ini.” Jawab pria di seberang sana.
“Sudah jam 2 ternyata. Ah aku lapar sekali, aku sudah melewatkan sarapan seminggu ini. Baiklah, kita makan di tempat biasa. Kau beritahu yang lain kita berkumpul di sana setengah jam lagi.” Changmin menutup sambungan telepon sepihak. Sebaiknya aku bertemu Kyuline dan makan siang agar mood ku membaik, batin Changmin.
“Aku akan keluar makan siang. Jangan menghubungiku kalo tidak penting, atur ulang jadwal rapatku sore nanti. Aku akan kembali ke kantor jam 4.” Changmin menghubungi sekretarisnya sebelum ia pergi makan siang.
Ia berjalan menuju tempat parkir eksklusifnya di dekat pintu lobi. Changmin masih memikirkan wanita yang tidak mau menjual tanahnya itu. Kenapa ia bersikeras tidak mau menjualnya? Padahal harga yang kutawarkan sudah cukup tinggi untuk tanah yang tidak lebih luar dari pada halaman belakangku, wanita ini benar-benar membuatku gila, aku bahkan lupa jika aku belum makan seharian gara-gara masalah ini, batin Changmin. Ia mempercepat langkahnya menuju mobil Jeep Wrangler silvernya.
=Lee Jonghyun=
Jonghyun mondar-mandir di depan ruangan ayahnya di rawat. Ayah Jonghyun sakit parah sejak ia masih duduk di bangku kelas 3 SMA. Sejak saat itu ia menggantikan posisi ayahnya menjadi CEO Seirin Corp. Beruntung ia sudah memahami bisnis sejak masih remaja. Sesibuk apapun ayahnya, ia masih menyempatkan diri untuk mengajak Jonghyun yang masih remaja dalam perjalanan bisnis. Bukan untuk bersenang-senang tentunya. Saat ini ayahnya kembali harus masuk rumah sakit karena kondisi kesehatannya yang terus memburuk. Rasa khawatirnya membuncah saat dokter keluar dari ruangan ayahnya di rawat.
“Untuk saat ini, kondisi ayah anda sudah cukup stabil. Tapi untuk 3 hari ke depan, keadaannya akan terus kami pantau. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan, sakitnya kali ini tidak separah seperti yang sebelumnya. Beliau hanya perlu istirahat total.” Dokter itu membungkukkan badannya dan pamit meninggalkan Jonghyun di ruangan ayahnya. Ia bisa bernapas lega, ternyata kekhawatirannya terlalu berlebihan.
“Bagaimana keadaanmu?” tanya Jonghyun pada ayahnya yang terbaring lemah di atas tempat tidur rumah sakit.
“Aku masih cukup kuat untuk hidup dan melihatmu menikah.” Tuan Lee Namgyu tersenyum lemah namun masih sempat menggoda pada anaknya. Selang oksigen di hidungnya membuatnya tak bisa berbicara dengan jelas.
“Jangan mati. Aku tak punya siapapun selain kau.” Jonghyun tampak dingin dari penampilan dan ekspresi wajahnya, tapi ia adalah seorang anak yang sangat menyanyangi ayahnya. Kata-kata Jonghyun barusan dibalas senyuman oleh ayahnya.
“Apa kau sudah makan? Aku tak ingin kau mati kelaparan karena terlalu mengkhawatirkanku. Ini bukan pertama kalinya aku masuk rumah sakit dan aku selalu berhasil pulang dengan keadaan yang lebih baik. Jangan khawatir.”
Tiba-tiba ponsel Jonghyun bergetar, memunculkan nama Kyu-nim di layarnya. Jonghyun hanya melihat layar ponselnya tanpa ekspresi dan menjawab panggilan teleponnya.
“Wae?” Tanya Jonghyun singkat dengan ekspresi datarnya.
“Arasso.” Jawab Jonghyun lagi, setelah seseorang di seberang sana selesai berbicara. Si penelepon sudah tidak heran jika Jonghyun hanya akan berbicara satu atau dua kata. Jonghyun kembali menatap ayahnya setelah meletakkan ponselnya kembali ke dalam saku celananya.
“Aku yakin itu salah satu dari 3 teman berandalmu. Pergilah! Lebih baik aku diawasi oleh dokter dan perawat karena mereka lebih tahu keadaanku dari pada kau.” Jonghyun hanya menyeringai mendengar jawaban ayahnya. Setelah berpamitan dengan ayahnya ia keluar dari ruangan ayahnya dirawat.
Setelah berjalan beberapa langkah dari ruangan ayahnya, ia mengeluarkan ponselnya dari saku celana dan menekan beberapa nomor.
“Yeobseo. Ahjussi, tolong kau jaga ayahku sampai aku kembali. Aku hanya pergi beberapa jam.” Setelah selesai menghubungi orang kepercayaan ayahnya, ia menutup sambungan telepon dan kembali berjalan ke tempat mobil Mercedes-Benz Sport Coupe putihnya terparkir. Jonghyun menghentikan langkahnya sambil melihat ke arah sekumpulan anak-anak kecil yang sedang bernyanyi dengan riangnya.
Anak-anak itu mengenakan pakaian pasien Sungwon Hospital, di depan anak-anak itu tampak seorang gadis yang memainkan gitar dan melantunkan melodi lagu anak-anak. Mungkin ia sukarelawan di rumah sakit ini, pikir Jonghyun. Ia masih memandangi gadis itu. Gadis itu juga ikut bernyanyi dengan semangat bersama pasien anak-anak. Tanpa sadar Jonghyun tersenyum tipis melihat pemandangan itu. Kemudian ia melirik jam tangannya, ia harus segera menyusul ketiga teman-temannya.
=Choi Minho=
Keringat membasahi seluruh tubuh Minho bagian atas. Entah sudah berapa jam ia menghabiskan waktunya di gym. Hanya dengan olahraga dan bermain bersama Kyuline, pria itu bisa mengurangi rasa penatnya. Kantornya berada satu gedung dengan fitness centre. Jadi ia bisa berolahraga kapanpun ia mau. Minho adalah General Manager Red Star Inc, sedangkan posisi CEO masih dipegang oleh kakeknya. Ia masih belum mau mewarisi perusahan yang bergerak di bidang pariwisata dan entertaiment itu. Minho merasa dirinya masih belum pantas menjabat menjadi CEO, ia merasa terlalu muda untuk posisi itu. Padahal kakeknya yang sudah berusia senja berkali-kali membujuk Minho untuk segera menggantikan posisinya. Sebelumnya, CEO Red Star adalah ayahnya namun posisi CEO kembali ke kakeknya karena Minho masih anak-anak saat ayahnya meninggal.
Banyak artis dan trainee Red Star Inc yang tertarik padanya, bahkan mendekatinya. Belum lagi relasi bisnis perusahaan itu tertarik menjodohkan anak perempuan mereka dengan Minho. Tapi pria itu tetap tidak tertarik.
“Ada telepon untuk anda pak.” Sekretaris Minho mendekatinya dan memberikan ponsel Minho yang dipegangnya.
“Dari siapa?” Minho masih terus mengangkat beban dan menampakkan otot-otot lengannya.
“Choi daepyonim yang menelepon anda.” Jawab sekretaris Minho dengan lembut. Jika saja wanita ini cantik dan tidak berdandan kuno, mungkin aku akan mengencaninya, pikir Minho. Minho menghentikan aktivitasnya dan mejawab teleponnya dengan enggan.
“Yeobseo, ada apa haraboji?”
“Ehm, haruskah aku yang kesana? Aku ada pertemuan dengan direktur anak perusahaan kita minggu depan.” Tampak Minho sedang mendiskusikan sesuatu dengan kakeknya. Dengan raut muka serius dia mendengarkan kakeknya seksama.
“Baiklah, tapi biarkan aku yang mengatur jadwalnya agar tidak berbenturan dengan jadwalku yang lain.” Lanjut Minho lagi.
“Arasso.” Setelah ia menutup teleponnya, ia menyerahkan kembali ponselnya pada sang sekretaris. Dengan setia sekretarisnya menemani Minho yang melanjutkan olahraganya. Kemudian ponsel Minho berdering lagi.
“Maaf pak, ada telepon dari Cho Sajangnim untuk anda.” Minho tampak terganggu dan menghembuskan nafasnya dengan kasar.
“Wae??? Tak tahukah kau ini hari apa??” Minho menjawab panggilan telepon itu dengan kesal. Setiap hari Kamis pagi hingga siang adalah jadwalnya olahraga, hanya di hari itu ia memiliki waktu senggang karena setiap akhir pekan ia akan menemani neneknya dengan segudang acara amal. Dan Minho sangat kesal jika ia diganggu saat sedang bersantai.
“Arasso! Ku harap kali ini kau yang traktir makan siangku karena kau sudah menganggu olahragaku. Dan jangan mengeluh jika aku bau keringat. Aku tidak akan mandi dulu, ehm….mungkin hanya mengganti bajuku.” Minho tersenyum puas setelah selesai menjawab telepon dari Kyuhyun. Ia memang suka menggoda teman-temannya. Ia langsung beranjak dari gym dan menuju ruang ganti. Tampaknya Minho benar-benar tidak mandi karena ia hanya menghabiskan waktu 5 menit untuk berganti pakaian.
“Jam berapa pertemuanku dengan direktur pemasaran?” Tanya Minho pada sekretarisnya sambil memakai jaket denimnya. Minho hanya memakai celana jeans biru gelap, kaos hitam dan jaket denim yang senada dengan jeans nya.
“Pertemuannya jam 6 sore pak. Apakah ada pesan yang perlu saya sampaikan pada direktur pemasaran?”
“Tolong katakan padanya untuk membawa laporan penjualan kita bulan lalu dan beritahu kakek untuk tidak menungguku karena aku tidak akan makan malam di rumah. Aku akan kembali ke kantor sebelum jam 5.” Minho melenggang pergi meninggalkan sekretarisnya yang masih berdiri di dekat pintu masuk gym. Sekretaris Min membungkukkan badannya sampai tubuh Minho  menjauh dari lobi. Ferrari california nya sudah disiapkan oleh anak buahnya dan terparkir di depan lobi.
Jika Minho sudah berkata ‘beritahu kakek untuk tidak menungguku karena aku tidak akan makan malam di rumah’ berarti ia akan lembur, memesan makan malam di luar dan memakannya di kantor. Wanita itu bukanlah sekretaris cantik dan berbadan seksi seperti pada umumnya. Ia adalah wanita yang berpenampilan cukup kuno. Dengan rok selutut berwarna abu-abu, kemeja lengan panjang putih dan blazer hitam serta kacamata berbingkai kotak. Fashionnya tidak pernah berubah selalu memakai pakaian tertutup berwarna coklat, hitam, atau abu-abu. Minho sangat senang dengan kinerja sekretarisnya yang rapi dan paham setiap maksud Minho. Minho selalu senang jika melihat ekspresi kesal sekretarisnya setiap kali ia akan lembur. Pria itu senyum-senyum sendiri di dalam mobilnya setiap kali membayangkan ekspresi sekretarisnya.
Ini adalah kisah dimana empat pria tampan dan memiliki segala merasakan jatuh cinta. Jatuh cinta yang memaksa mereka akan melakukan apa saja demi mendapatkan wanita yang mereka cintai. Sifat posesif yang tidak mereka sadari, akan muncul jika berurusan dengan wanita yang mereka cintai. Betapa keempatnya akan cemburu setengah mati jika wanita didekati oleh pria lain dan berusaha mati-matian menjauhkan wanitanya dari siapapun yang berusaha mendekati. Pria tampan nan kaya yang haus perhatian dan kasih sayang, akan menunjukkan sisi lain dirinya jika hal itu mampu menyenangkan hati wanitanya. Semua kisah ini akan terungkap perlahan.
Note: penasaran sama cast cewek nya? Sabar ya, para cewek cantik ini akan muncul di part 2 :p

Fc Populer:

%d blogger menyukai ini: