Sorry (My Love)

0
Sorry (My Love) ff nc
Tittle    : Sorry (My Love)
Author            : Yesi Rosiana
Genre : Romance. NC . Oneshoot.
Cast    : -Cho Kyuhyun
-Kang Hye-Bin
Other cast.
Happy reading^^ sorry for typo. ^_^
Jarum jam dinding di kamar itu sudah menunjukan pukul 8 pagi. Tapi wanita yang sedang berbaring menyamping memenuhi tempat tidur besar itu dengan tubuh mungilnya tidak bergeming sekalipun. Matanya menatap lurus kedepan terlihat tidak focus. Rambutnya yang berantakan menambahkan kesan jika ia sedang mengalami kesulitan dalam kehidupannya.

“Op..Oppaa” sebutnya dengan suara serak khas orang bangun tidur. Hening.
“Cho Kyuhyun” sebutnya sekali lagi. Tidak ada yang menjawab. Wanita itu terseyum pahit setelahnya. Ia baru sadar. Pria yang resmi menjadi suaminya 10 bulan yang lalu telah pergi dari sisinya. Pergi meninggalkannya sendirian disini. Tanpa kehangatan. Belaian. Dan Kasih Sayangnya. Lagi.
Wanita itu berguling kemudian duduk disisi ranjang. Kembali terbengong. Wajahnya menyiratkan begitu banyak beban yang dipikulnya sendiri setelah kepergian suaminya itu. Sungguh ironis memang. Hidup sendiri di apartement yang sebesar ini. Hanya ditemani benda- benda mati.
“Yak! Cho Hye Bin. Cepat bangun! Kau bilang ada rapat hari ini. Cepat bangun dan mandi!” Kyuhyun menendang pantat istrinya dengan sebelah kakinya pelan. Ia ingat kemarin malam gadis itu mengatakan ada rapat dengan klien penting hari ini. Dan menyuruh membangunkannya agar tidak telat nanti.
“Mmm..” jawab wanita itu singkat. Bukannya bangun tapi malah merapatkan selimut tebalnya. Wanita itu benar- benar mengantuk. Apalagi, hari ini hujan turun begitu deras mengguyur kota seoul. Membuat orang- orang lebih banyak menghabiskan waktunya di tempat tidur daripada melakukan aktivitas di luar.
“Nanti kau telat sayang” suara Kyuhyun melembut. Memeluk tubuh istrinya yang sedang membelakanginya.
“Iya, 5 menit lagi” gumamnya pelan. Memundurkan tubuhnya agar lebih merapat dengan Kyuhyun.
Tidak ada gunanya lagi ia terus membangunkan istrinya. Yang penting ia sudah melaksanakan tugasnya untuk membangunkan wanita itu. Jika wanita itu mengamuk nanti. Ia sudah memiliki alasan yang tepat untuk membela diri.
Hye-Bin menggeleng pelan. Sepertinya ia mengingat kenangannya dulu dengan suaminya. Ia harus berendam untuk menghilangkan semua kenangannya dengan Pria itu.
***
“Kenapa tidak membangunkanku! Kau membuatku telat ke kantor. Hari ini aku ada klien penting dari Jepang! Mereka pasti sedang mencaci makiku sekarang karena telat!” mulutnya terus mengomel tanpa henti. Sambil mempoles wajahnya dengan make up tipis.
“Honey, aku bahkan sudah membangunkanmu tepat waktu. Kau saja yang mengulur- ulur waktu. Tidak ingat? 5 menit?” Kyuhyun menaikkan satu alisnya. Dia tengah sibuk sekarang. Mempersiapkan keperluan istrinya hari ini.
“Seharusnya setelah 5 menit itu kau bangunkan aku lagi!” Kyuhyun mengidikan bahunya.
“Jasku!”
“Ini tuan putri” Kyuhyun dengan sigap memakaikannya. Membawakan istrinya susu saat sampai di depan pintu apartemen mereka.
“Kau tidak kekantor?”
“Aku meliburkan diri”
“Sudah. Aku berangkat” mengembalikan gelasnya yang kosong lalu mengecup bibir suaminya singkat.
“Baiklah. Jangan pulang terlalu malam” Hye Bin mengangguk sebagai jawabannya. Lalu menghilang di balik pintu.
Bibir wanita itu mengerucut. Menatap sekeliling dapurnya. Biasanya Kyuhyun akan membuatkan susu dan roti bakar untuknya saat pria itu tidak sedang sibuk. Walaupun ia tidak suka susu, wanita ini tetap meminumnya. Menghargai Kyuhyun yang sudah susah payah membuatkannya.
Tidak ada makanan yang tersaji di meja makan itu. Hanya ada air putih yang sedang digenggamnya. Hye Bin meminumya dengan tidak sabaran. Ia seperti tidak pernah minum berabad-abad saja. Terengah- engah setelahnya. Terdengar bunyi detuman kecil saat ia menaruh kembali gelas itu. Merasa kesal mungkin.
Hidupnya saat ini benar- benar kasihan. Orang yang sudah di usir tidak akan kembali lagi. Ingatlah. Bahkan surat cerai mereka sudah selesai dibuat. Tinggal suaminya saja yang belum mentanda- tanganinya. I berniat mengantarkannya besok.
Jadi belajarlah menjadi seorang Janda muda mulai sekarang. Kang Hye-Bin. Dan mulailah menghabiskan waktumu di kantor.
***
“Aku melihatnya! Kau berselingkuh!” mata wanita itu menyala- nyala bagai api yang membara. Jika wanita itu punya ilmu sihir. Mungkin ia akan membakar pria yang ada didepannya dengan tatapannya saja. Tangannya tidak tinggal diam. Melempar barang- barang yang ada didekatnya kearah pria itu. Ingin sekali wanita ini melepar kursi ke pria itu. Tapi ia tidak ingin mengambil resiko prianya cacat akibat ulahnya yang brutal. Yah, walaupun wanita ini sedang emosi tapi dia tau tingkat kewajaran yang harus di lakukan.
“Aku tidak pernah berselingkuh!! Mungkin yang kau lihat itu bukanlah aku melainkan orang lain yang hampir mirip dengan wajahku” Tangan pria itu dengan cekatan menangkap barang- barang yang dilempar kearahnya. Wanitanya benar- benar brutal.
“Aku tidak mungkin salah lihat!! Aku yakin itu kau. CHO KYUHYUN!”
“Aku akan menjelaskannya kalo begitu”
“Tidak perlu. Semuanya sudah jelas. Tunggu saja surat cerai yang akan aku kirim ke kantor mu nanti! Dan Pergilah” wanita itu menyudahi aksi melempar barang. Bersidekap sambil menatap sinis kearah prianya.
Kyuhyun terlihat syok mendengar penuturan sang istri padanya.
“APA?! CERAI?! Terserah jika itu maumu.Aku akan menunggunya. Jika dalam waktu 2 minggu surat cerai itu tidak dikirim. Aku akan kembali kesini! Jangan harap kau bisa mengusirku nanti. Kang Hye-Bin”
Kyuhyun menggeram mengingat petengkarannya dengan sang istri. Hari ini tepat sudah 2 minggu ia pergi dari apartement mereka. Begitupula ia tidak ke kantor selama itu. Kyuhyun memilih bergelung di tempat tidur kesayangannya.
Pekerjaanya ia limpahkan pada sekertarisnya itu. Pria itu benar- benar merasa kesal dengan kelakuan istrinya.
Sempat pria itu bermain PSP semalaman guna melupakan istrinya itu. Ternyata tidaklah mempan, malah semakin mengingatkan kisah- kisah romantic mereka berdua. Biasanya saat hari libur Kyuhyun akan menghabiskan waktunya bermain PSP dengan Hye-Bin disampingnya siap melayani apapun pria itu inginkan. Menyuapinya makan atau memijit bahu pria ini.
Sampai saat ini sekertarinya belum menelponnya sama sekali maka itu jelas surat cerai dari wanita itu belum dikirim atau mungkin wanita itu tidak memprosesnya. Tersenyum kecil karena opsi kedua.
Kyuhyun memandang dalam foto yang terbingkai indah di meja kecil di kamarnya. “Hari ini waktunya aku pulang” batinya.
***
Gadis ini sudah mondar- mandir di depan pintu yang bertuliskan Cho Kyuhyun satu jam yang lalu . Merasa cemas dengan tingkah laku kakanya ini. Ia akan turun saat jam makan lalu setelahnya naik menuju kamarnya kemudian menguncinya. Ayah dan Ibu Cho sempat bertanya ada apa. Tapi dia selalu menjawab dengan gelengan kepala tapi tampang wajahnya itu menyedihkan. Ibu Cho bilang mungkin kakaknya ini sedang bertengkar dengan istrinya. Mereka tidak ingin ikut campur karena ini masalah keluarga mereka, biarkan mereka selesaikan sendiri saja.
Tapi menurut gadis kelahiran Jepang ini. Hal ini tidaklah baik. Harus ada yang menengahi mereka berdua. Membantu memperbaikinya. Jika dilihat selama 2 minggu ini, tidak ada reaksi apapun dari kedua belah pihak. Membujuk kembali misalnya. Itu meyakinkan dirinya bahwa Kakak dan Istrinya ini masih kekanak- kanakan! Menyebalkan!
Klik
Pintu terbuka. Seseorang yang dipikirkan dan ditunggu gadis itu sudah keluar dari sarangnya.
“Wow” gadis itu terkejut dengan apa yang ia lihat sekarang. Memandang Kyuhyun yang tengah berjalan ke sofa dekat tangga kemudian menudukan pantatnya. Gadis itu menghampiri. Duduk di sebalahnya.
“Sepertinya Jam makan siang akan terlaksana 2 jam lagi. Kenapa kakakku yang pendiam dan terlihat menyedihkan ini keluar?” godanya.
“Bukan urusanmu. Han Hyemi. Kau masih kecil” menyandarkan punggungnya. Foto yang ada ditangan kanannya ia angkat sejajar dengan wajahnya.
Gadis bernama Han Hyemi itu merasa penasaran. Siapa orang yang ada di foto itu? Apa istrinya? Gadis ini tidak tau bagaimana rupa istri kakaknya. Karena ini pertama kalinya ia datang ke Korea sejak 10 tahun yang lalu. Tau kakaknya ini menikah saja baru beberapa hari yang lalu. Foto pernikahan mereka pun tidak pernah dilihatnya.
Dengan cekatan Hyemi mengambil foto itu. Memandang orang yang ada difoto itu intens. Sepertinya ia pernah melihat wanita ini. Dimana ya?.
“Oh! Di Taman!” serunya. Kyuhyun mengambil foto itu balik.
“Apanya yang di taman? Otak bodohmu?” sindirnya.
“Haishh.. Wanita ini. Aku melihatnya 2 minggu yang lalu saat kita bertemu pertama kali di sana. Jangan berbicara tentang Otakku. Aku tidak membawa otak ke Korea. Otakku di Jepang” tuturnya. Kyuhyun slalu menganggapnya bodoh. Otaknya tidak berisi apalah. Otaknya perlu di buanglah. Dan segala caci makinya. Tapi perkataan Kyuhyun itu menjadikannya motivasi untuk belajar. Mengisi otaknya dengan ilmu- ilmu kedokteran. Dan seperti inilah ia sekarang. Seorang mahasiswa Fakultas Kedokteran semester 5 di Tokyo University dan merupakan siswa yang berprestasi. Sekolah terbaik di Jepang. Dan Kyuhyun tidak pernah mengakuinya. Ia slalu mengatakan “Itu kurang cukup untuk meyakinkanku kalo kau pintar”. Menyebalkan!
Kyuhyun hanya terbengong setelahnya. Memikirkan sesuatu yang sulit dimengerti.
***
Disinlah mereka sekarang. Duduk berhadapan dengan segelas cangkir teh hangat di depan mereka masing- masing. Hyemi menatap istri kakaknya terang- terangan. Wajah wanita itu terlihat sama menyedihkannya dengan kakaknya. Sungguh kasihan. Jadi hari ini ia akan menjelaskan kesalahpahaman yang telah terjadi. Mempersatukan cinta mereka berdua. Malaikat Penyelamat Cinta! Peran yang tepat untuknya saat ini. Tidak! Tapi ia yang menyebabkan mereka berdua bertengkar. Lalu malaikat apa dia? Ah, terserahlah.
“Apa yang ingin kau bicarakan padaku” suara Hye-Bin memecahkan keheningan diantara mereka berdua. Hye- Bin sepertinya tidak ingin berlama- lama dengan wanita ini. Karena itu akan mengingatkan Kyuhyun yang berselingkuh.
“Aku ingin meluruskan kesalahpahaman yang telah terjadi” Hyemi membuat pola melingkar dengan telunjuknya di bibir cangkir teh itu. Hye-Bin terdiam.
“Aku ini adik Cho Kyuhyun. Anak dari adik Bibi Cho yang tinggal di Jepang. Ini pertamakalinya aku ke Korea sejak 10 tahun yang lalu. Jelas eonni tidak tau aku. Ditaman dekat kantor Kyuhyun Oppa lah pertama kalinya aku bertemu lagi dan melihatmu juga disana. Saat itu aku tidak menghiraukan tatapan membunuhmu kepadaku saat Oppa memelukku. Yang ada dipikiranku saat itu adalah Oh, sepertinya dia salah satu fans berat Kyuhyun oppa. Maafkan aku” Tersenyum lebar saat mengingat pikirannya saat itu. Menunduk dalam kemudian.
Hyebin terlihat berpikir beberap saat.
“Sepertinya aku akan mati sekarang” Hyemi melongo mendengarnya. Kenapa Kakak iparnya harus mati? Apa ada yang salah dengan ucapannya tadi.
“Surat cerainya sudah jadi. Tinggal aku kirim kekantornya untuk di tanda tangani oleh Kyuhyun” mengigit bibir bawahnya. Hye-Bin merasa menyesal dan takut sekarang. Kenapa ia gegabah sekali? Harusnya ia mendengarkan penjelasan dari Kyuhyun. Jangan salahkan dia. Salahkan setan yang lebih dominan menguasai pikirannya saat itu.
“Hah. Lebih baik kau robek surat itu. Sebelum Kakakku melihatnya dan semakin mengamuk” sarannya lalu berdiri dari tempatnya. Ia tidak ingin masuk terlalu jauh dalam masalah keluarga ini.
“Aku pergi eonni. Sampai disini saja aku bisa membantumu”
“Jangan. Kau harus menolongku.” Matanya memelas.mencoba menghalangi Hyemi pergi.
Hyemi tau ini akan terjadi. Mengeluarkan botol kecil didalam tasnya. Lalu memberikannya ke Hye-Bin.
“Apa ini?” Hyemi mendekatkan bibirnya ketelinga Hye-Bin. Membisikan sesuatu yang membuat wanita itu terbengong setelahnya. Meninggalkan Hye-Bin sendirian yang masih syok dengan perkaatan Hyemi tadi.
“Aku tidak akan menggunakan cara licik ini” menatap botol kecil itu ngeri. Yang bertuliskan Obat Perangsang.
***
Hye-Bin bergegas masuk ke kamarnya. Dipikirannya hanya satu. Mengambil surat itu lalu merobeknya. Tapi surat yang ia cari tidak ia temukan di tempatnya semula. Kemana surat itu?
Mencoba mencari peruntungan, mungkin ia meletakannya di meja kecil dekat sofa di ruang tamu. Gerakan kakinya terhenti setelah sampai di ruang tamu, melihat pria dihadapannya kini tengah mengenggam map coklat itu. Surat Cerai mereka!. Kapan Kyuhyun masuk? Kenapa bisa ia tidak melihatnya. Bodoh!
“Mencari ini Nyonya?”
“Ha.Ha.Ha. Kau tau saja” di saat menakutkan seperti ini. Ia harus tertawa untuk meredakan rasa takutnya. Walaupun tidak berhasil.
“Kau memang berniat ingin kita bercerai ya!” Kyuhyun berkacak pinggang mencoba menahan amarahnya yang sudah mencapai ubun-ubun itu.
“Kemarin Iya. Tapi Sekarang Tidak” Diangkatnya kedua tangannya sejajar dengan dadanya. Lalu melambai- lambaikannya cepat. Mencoba meyakinkan suaminya itu.
Kyuhyun diam. Matanya focus menatap Hye-bin dalam. Hanya kedua tangannya saja yang bergerak merobek surat itu. Sampai tak terbentuk lagi. Mati kau Kang Hye-Bin!
“Maafkan aku. Adikmu sudah menjelaskannya tadi. Jadi maafkan aku” ucapnya. Matanya terpejam dengan kepala yang menunduk dalam. Dia benar- benar menyesal!
“Aku belum berminat memaafkanmu” ucapnya dingin. Pergi meninggalkan Hye-Bin sendirian dengan Susana yang begitu mencekam baginya.
***
Terhitung 5 hari sudah Kyuhyun mendiaminya. Selama itu pula ia tidak bekerja. Selama Kyuhyun belum memafkannya, Ia tidak akan pergi ke kantor. Untung saja wanita itu bekerja di perusahaan milik ayahnya sendiri. Jadi ia mendapat kelonggaran sedikit.
Memang Kyuhyun kembali tinggal di apartement mereka tapi dengan cara Kyuhyun yang seperti ini membuatnya mati perlahan- lahan. Bahkan saat ia pergi kekantor, tidak ada satu kalimat pun yang diucapkan pria itu. Berpamitan misalnya. Saat kembali pun ia sama sekali tidak memandangnya. Wanita itu hanya dianggap patung berjalan yang berkeliaran di apartemen ini. Tidak lebih.
Hye-bin mengetuk- ngetukan jarinya di meja makan sambil berpikir apa yang harus ia lakukan. Jika Kyuhyun Oppa masih marah padamu. Taklukan dia dengan obat perangsang ini. Kau tau maksudku kan eonni?. Bisikan Hyemi tergiang- ngiang di kepalannya. Haruskah?. Tapi itu mempertaruhkan harga dirinya. Hye-Bin menggeleng cepat. Tapi ini cara terakhir untuk memperbaiki hubungannya dengan Kyuhyun. Wanita itu mengangguk mantap. Dia harus melakukannya. Menjadi Wanita Penggoda misalnya.
Segera Hye-Bin melancarkan aksinya. Mengambil obat itu dari dalam tasnya. Kemudian kembali kedapur. Membuka kulkas untuk mencari minuman yang selalu Kyuhyun minum sepulangnya bekerja. Botol air dingin. Hye-Bin mengeluarkan semua minuman itu dari tempatnya. Menyisakannya satu yang telah ia beri obat. Melirik jam dinding di dapur itu. Sekitar 2 jam lagi Kyuhyun akan datang. Dia harus bersiap- siap. Hanya hari ini saja harga diri nya di turunkan untuk suami tercintanya itu.
***
Kyuhyun membuka pintu kamarnya yang tampak gelap gulita. Seingatnya istrinya takut akan kegelapan. Tidak banyak berpikir, Ia lalu menaruh jas dan tas kerjanya sembarang. Menghidupkan lampu dekat pintu kamarnya kemudian.
“Apa hari- harimu menyenangkan?” Kyuhyun terbengong melihat istrinya sekarang. Duduk bersandar di kepala ranjang dengan menggunakan bra dan celana dalamnya saja. Kyuhyun mendekat pelan kearah istrinya.
“Menyenangkan. Kau sedang ingin menggodaku ya?” matanya menjelajahi setiap inci tubuh istrinya. Ini pertama kalinya ia melihat wanitanya seperti ini. Membuatnya panas saja.
“Memangnya sedang apa aku jika sudah seperti ini?” nyaris berbisik mengatakannya. Ia benar- benar malu sebenarnya. Sempat ada pikiran untuk membatalkannya. Tapi. Yah, sudahlah.
Hye-Bin menarik dasi suaminya. Menuntun pria itu agar duduk disebelahnya.
“Kita mulai!” bisiknya riang. Rencana meminta maafnya dimulai.
Hye-bin mencium bibir suaminya pelan penuh dengan penekanan. Tangannya beralih mengeluarkan kemeja putih dari celana kain yang pria itu gunakan. Lalu naik keatas mengusap dada suaminya pelan. Memberikan rangsangan pada Kyuhyun agar semakin bergairah.
Tepat 5 menit kemudian. Kyuhyun bereaksi. Pria itu benar- benar tidak bisa hanya diam saja jika istrinya sudah se agresif ini. Melumatnya lebih dalam.
Tidak ada yang mendominasi ciuman panas mereka. Memberi satu sama lain. Membalas setiap lumatan- lumatan bergantian dengan penuh penekanan.
Tangan Kyuhyun tidak tinggal diam. Mengelus- elus punggung istrinya. Kemudian melepas bra wanitanya. Tangannya beralih kedepan ingin menangkup dada Hye-Bin dengan kedua tangannya sebelum secara tiba- tiba istrinya itu mendorongnya kasar kebelakang.
Salah satu tangan Hye-Bin terangkat kedepan. Memberitahu Kyuhyun untuk berhenti sejenak.
“Sebelum melanjutkannya, aku ada permintaan” tuturnya setelah nafasnya kembali normal.
“Apa?” tanyanya serak. Kyuhyun benar- benar tidak habis pikir dengan istrinya ini. Disaat- saat seperti ini ia malah mengajukan permintaan.
“Maafkan aku. Kau bilang waktu itu belum memaafkanku. Tapi sekarang maafkan aku” ucapnya menunduk. Memainkan salah satu dadanya nakal. Menggoda suaminya.
Kyuhyun yang melihat itu. Membuat tubuhnya bereaksi. Dia tidak tahan dengan semua ini.
“Jika aku tidak memaafkanmu bagaimana?” tanyanya.
“Maka acara ini, kita selesaikan sampai disini saja. The End” tangannya beralih menuju lehernya. Membuat gerakan memotong lurus kesamping.
“Baiklah. Aku memaafkanmu” sebenarnya ia sudah memaafkan istrinya itu. Dia hanya member istrinya pelajaran saja. Terlalu cemburu itu tidak baik.
“Kita lanjutkan”
***
Kyuhyun merapikan anak rambut yang menutupi wajah istrinya itu. Mengecup dahinya lalu turun kepipi kanan dan kiri dan yang terakhir bibir ranumnya.
Hye-Bin tersenyum. Menikmati setiap keintiman yang mereka ciptakan. Berdua.
“Apa kau sudah menghabiskan minum nya?” tanyanya. Melihat Kyuhyun yang seperti tadi. Membuatnya yakin suaminya memang sudah terjebak dalam perangkapnya.
“Minum? Aku tidak minum tadi” menengelamkan wajahnya dilekukan leher istrinya.
“Kenapa kau tidak minum? Biasanya kau slalu minum air botol dingin di kulkas sepulangmu dari kantor” ada sedikit tidak percaya dengan perkataan suaminya itu. Saat bercinta tadi suaminya ini tidak pernah puas. Lagi dan lagi. Sampai sekarangpun tubuh mereka masih menyatu. Kyuhyun yang menginginkannya. Bukankah itu berarti ia memang begitu bergairah saat ini.
“Oh. Sebenarnya aku ingin meminumya. Tapi sebelum itu tetangga sebelah kita tiba- tiba bertamu. Kedatangannya kemari hanya ingin meminta makanan dan minuman. Kau tau kan? Tetangga kita yang satu itu memang slalu meminta kepada kita.” Hyemi mengangguk. Pantas tadi dirinya mendengar suara bel berbunyi. Ia kira Kyuhyun hanya iseng saja memainkan bel rumah.
“Wajahnya terlihat lusuh. Saat itu ia juga sempat curhat kepadaku. Ia bilang sudah 3 bulan terakhir ini belum mendapatkan jatah untuk memenuhi kebutuhan biologisnya. Istrinya sibuk melakukan pemotretan dimana- mana. Sampai Istrinya itu tidak sempat membelikannya makanan” Lanjutnya. Wajahnya masih betah di lekukan leher istrinya. Menghirup wangi tubuh wanitanya. Wangi yang ia sukai.
“Kasihan sekali” komentarnya.
“Maka dari itu aku memberikan yang ia inginkan. Sebuah roti dan satu botol air minum. Sebenarnya aku tidak ingin memberikannya minum. Karena hanya itu satu- satunya yang ada di kulkas. Tapi aku kasihan dengannya. Jadi aku berikan” menarik kepalanya kembali. Tangan kirinya terangkat untuk mengelus pipi istrinya. Ia slalu suka jika pipi ini bersemu merah. Itu membuat istrinya sangat menggoda berkali- kali lipat.
“Oh” Dia tidak ingin suaminya itu tau apa yang sebenarnya terjadi. Wajahnya terlihat khawatir memikirkan apa yang terjadi dengan tetangganya itu. Sudah tidak dipuaskan salaam 3 bulan ditambah obat perangsang. Semakin menjadilah hasrat ingin bercinta pria itu.
Satu harapan Hye-Bin. Tetangganya itu tidak akan keluar untuk mencari gadis nakal untuk memuaskannya. Doanya.
END
Kekekeke.. 😀 😀
Aku harap para readers bisa kasih komentarnya tentang FF ini..
But Please,, berikan komentar- komentar yang bermanfaat bagi author untuk kedepannya^^
Thank U admin.. yang sudah berkenan ngepost FF ini.. 

Fc Populer:

%d blogger menyukai ini: