So Good Bye

0
So Good Bye ff nc kyuhyun
Tittle : So Good Bye
Author : ikmnana
Main Cast : Kim Nana, Cho Kyu Hyun, Jang Min Hee and other cast.
Genre : Sad,Romance, NC-21+
Dalam menyelesikan ff ini, aku dibantu oleh Chieva Chiezchua eonni^^ hehe dia salah satu author favoritku 🙂
Happy Reading~~!!^^
“Walau kisah ini berakhir, percayalah bahwa cinta ini takkan berakhir..”
_Story Begin_
Namja tampan itu duduk bersandar di dasbor ranjang, lengan kekarnya memeluk sebuah bingkai foto, yang berisikan dirinya dengan yeoja pujaan hatinya, Jang Min Hee. Gadis yang telah meninggalkan dirinya hanya demi seorang jutawan, pria paruh baya itu.

Sejak kepergian Min Hee, namja tampan bernama lengkap Cho Kyu Hyun itu lebih memilih diam di dalam kamarnya dan mengingat-ingat kenangan indahnya bersama Min Hee. Kenangan yang semakin membuatnya terpuruk ketika mengingatnya.
Kyu Hyun kini tampak jauh lebih kurus sejak Min Hee mencampakkannya, tepat di hari pernikahan mereka! Sakit! Tidak,bahkan kata sakit tak mampu mewakili perasaan Kyu Hyun yang kala itu sangat mencintai Min Hee.
Sejak awal, keluarga Kyu Hyun memang terlihat tidak menyukai gadis itu. Namun apa daya? Kyu Hyun begitu mencintai Min Hee dan membuat orangtua Kyu Hyun tak dapat berbuat banyak. Memang, Min Hee-lah yang merawat Kyu Hyun ketika ia terbaring lemah pasca kecelakaan mobil yang dialami-nya tahun lalu.
“Kyu—ini eomma bawakan makanan kesukaanmu! Buka pintunya,sayang..”
“Aku tidak lapar,eomma!”
Ha Na yang berada di depan pintu kamar tampak tertunduk lesu. Sudah beberapa hari ini putranya tak mau makan. Khawatir! Sebagai seorang ibu tentu saja ia khawatir akan kondisi kesehatan putranya yang makin hari semakin menurun.
Tiba-tiba Ha Na teringat akan janjinya untuk bertemu dengan teman-temannya. Ia pun meletakkan nampak berisi makanan itu di depan pintu kamar Kyu Hyun.
“Kyu, makanannya eomma taruh di sini. Jika kau lapar makanlah! Eomma benar-benar khawatir padamu. Eomma pergi.”
Wanita paruh baya itu segera memasuki kamarnya dan merapikan diri sebelum pergi menemui teman-temannya.Setelah selesai, ia tampak berjalan kaki menuju sebuah restoran mewah yang berada tak jauh dari kediamannya.
~XXX~
“Kalian tahu? Kemarin cucu ketigaku baru saja lahir! Aku sangat bahagia!”ucap salah satu teman Ha Na dengan wajah sumringah.
“Jeongmal? Wahh~ pasti kau senang sekali! Menantuku sedang hamil enam bulan. Aku semakin tak sabar menunggu kelahiran cucu pertamaku!”balas temannya yang lain.
“Wah~~ senangnya! Kalian tahu? Semenjak cucuku lahir, aku merasa seperti muda lagi. Merawatnya,menggendongnya! Aaa~ itu sungguh menyenangkan!”ujar wanita paruh baya itu antusias.
“Kau sendiri bagaimana, Ha Na? Apakah kau sudah memiliki cucu? Rasanya sudah lama kita tak bertemu..”tegur temannya itu pada Ha Na yang sedari tadi hanya diam.
“Eoh?Belum. aku belum memiliki cucu..”lirih Ha Na sambil tersenyum kecil.
“Jinjja? Oh,ya! Kudengar calon menantumu melarikan diri pada hari pernikahan dengan seorang pria paruh baya yang kaya raya itu,ya?”tanya wanita paruh baya bernama Jang Mi, membuat Ha Na tak dapat berkutik.
“Pasti kau sangat sedih sekali ya? Yang sabar ya. Kami yakin bila suatu saat nanti kau pasti mendapatkan menantu yang lebih baik dan bisa memberikanmu cucu.”hibur Ah Rin yang berada di sebelah Ha Na sambil menepuk pelan bahu Ha Na.
Sementara itu, teman-teman Ha Na tampak memberi semangat pada sahabatnya itu agar tidak bersedih. Sementara Ha Na hanya dapat tersenyum pahit.
~XXX~
Wanita paruh baya itu berjalan tanpa semangat. Wajahnya tampak lesu. Nampaknya semenjak pertemuannya dengan teman-temannya itu, ia semakin memikirkan keinginannya untuk segera memiliki seorang cucu.
Bahkan ia begitu malu ketika teman-temannya mengetahui kepergian sang calon menantu di hari pernikahan itu.
Ha Na tampak tak memperhatikan jalan. Banyak pikiran yang membebani otaknya. Hingga orang-orang di sekitarnya memandang aneh dan iba pada dirinya.
“Nyonyaa!! Awasss!!!”teriak seorang gadis sambil menjatuhkan sepedanya lalu berlari mendorong Ha Na yang hampir tertabrak.
Untung saja, keduannya selamat dan hanya menderita luka kecil di bagian tangan dan kaki. Sementara orang-orang di sekitar mereka tampak mengerubuni keduanya.
“Nyonya, tidak apa-apa? Apakah anda baik-baik saja?”tanya gadis berkulit putih itu dengan nada khawatir.
Sementara Ha Na yang masih terkejut tampak diam dan menatap dalam gadis yang telah menyelamatkan hidupnya itu.
“Nyonya anda baik-baik saja?”tegur gadis cantik itu yang membuat Ha Na sadar dari lamunannya.
“Eh? Aku baik-baik saja. Terima kasih telah menyelamatkan hidupku.”balas Ha Na sambil tersenyum tulus.
“Ne.sama-sama Nyonya. Aku pamit dulu Nyonya.”jawab gadis itu sambil berusaha berdiri. Namun luka di kakinya tampak cukup parah sehingga membuatnya sulit untuk berdiri.
”Arghh..”rintih gadis berambut sedang itu, kesakitan dan kembali terjatuh.
“Luka di kakimu cukup parah. Ikutlah kerumahku, akan ku obati. Kau begini karenaku. Maka aku harus bertanggung jawab,nona.”jelas Ha Na yang merasa bersalah.
“Anniyo. Ini bukan karena Nyonya. Sejak kecil eomma selalu mengajarkanku untuk menolong orang lain. Jadi Nyonya jangan merasa bersalah..”balas gadis itu sambil tersenyum manis yang membuat Ha Na tersentuh.
‘Gadis ini begitu baik. Dia memiliki hati yang mulia. Beruntung sekali jika memiliki menantu sepertinya.’batin Ha Na.
“Nyonya? Apa kata-kataku tadi salah? Mianhaeyo..”sesal gadis bermata sipit itu,polos. Membuat Ha Na kembali tersenyum.
“Anni. Kata-katamu tadi tidak ada yang salah. Ah! Bagaimana sebagai ucapan terima kasih, kau mampir ke rumahku? Aku akan mengobati lukamu. Bagaimana?”tawar Ha Na yang tampaknya tak ingin berpisah dengan gadis polos itu.
“Apa tidak merepotkan,Nyonya?”tanya gadis itu takut.
“Tentu saja tidak. Baiklah aku akan menelepon suamiku untuk menyuruh supir dan menjemput kita, kau tunggu yaa..”ujar Ha Na lembut.
Gadis itu tampak mengganguk.
‘Nyonya ini begitu baik.aku merasa melihat sosok eomma yang telah tiada.’batin gadis berpipi chubby itu.
~XXX~
“Ah, namamu siapa? Bahkan sedari tadi aku tidak mengetahui namamu.”tanya Ha Na sambil mengobati luka di kaki dan tangan gadis itu.
“Eoh? Namaku,Kim Nana.”jawab Gadis bermarga Kim itu sambil tersenyum manis. Ha Na mengganguk.
“Cah, lukamu telah selesai diobati. ayo kita makan malam.”ajak Ha Na penuh kasih sayang.
“Euhmm? Makan malam?aku tidak ingin merepotkan Nyonya lagi..aku—“Nana tampak gugup dan sungkan terhadap Ha Na.
“Tidak. Kau sama sekali tidak merepotkanku. Aku malah senang dengan kehadiranmu. Kajja..”balas Ha Na dengan nada sedikit memaksa yang membuat Nana tak mampu menolak dan menurut.
~XXX~
“Nyonya, kalau boleh aku tahu,mengapa rumah ini sepi sekali? Kita hanya makan malam berdua?”tanya Nana hati-hati.
“Putriku tengah melanjutkan kuliahnya di luar negeri dan kembali beberapa bulan sekali. Suamiku belum pulang bekerja. Sementara putraku. Semenjak ditinggal calon istrinya di hari pernikahan,ia menjadi pemurung dan mengurung diri di kamarnya. Aku sangat khawatir dengan kondisi kesahatannya yang makin menurun.”terang Ha Na.
Nana hanya mengganguk mengerti dan kembali melanjutkan makannya. Sementara Ha Na masih menatap gadis bertubuh kurus itu.
“Hmm..bagaimana denganmu?”tanya Ha Na,memecahkan keheningan yang ada diantara dirinya dan gadis berkulit putih bersih itu.
“Aku..aku tinggal sendiri. Eomma sudah meninggal tiga tahun yang lalu. Appa sudah meninggal sejak aku kecil. Dan sekarang aku tinggal di rumah peninggalan eomma. Untuk bertahan hidup, aku bekerja sebagai penjaga dan pengantar bunga di sebuah toko bunga yang berada tak jauh dari rumahku..”jelas Nana dengan suara sedikit gemetar,menahan tangis.
Ha Na tampak mengerti dan memahami kondisi Nana. Dengan lembut ia mengelus rambut panjang Nana,mencoba menghibur gadis malang itu.
“Mianhae. Aku tidak bermaksud membuatmu sedih.”terang Ha Na dengan nada sedikit menyesal ketika melihat Nana yang akhirnya tak mampu menahan kesedihannya dan menitikkan air matanya.
“Anniyo. Aku mengerti nyonya. Hanya aku saja yang cengeng.”balas Nana sembari menyeka air matanya dan mencoba tersenyum.Senyuman Nana terlihat sedikit memaksa. Mengetahui kesedihan yang dialaminya dalam hidup.
“Hari sudah malam. Tak baik bila seorang gadis sepertimu untuk pulang. Lebih baik kau bermalam disini. Tidurlah di kamar putriku.”titah Ha Na,lembut.
Nana mengangguk mengiyakan permintaan wanita paruh baya itu. Ia tak mampu menolak niat baik dari wanita paruh baya berambut pendek itu. Alasannya, karena wanita paruh baya dihadapannya ini mirip dengan eommanya dan membuatnya nyaman.
“Mari kuantarkan ke kamarmu..”ajak Ha Na sambil mengandeng tangan kanan Nana. Nana pun menurut dan mengikuti langkah wanita paruh baya itu.
~XXX~
“Nah, ini kamar putriku. Istirahatlah. Jika kau ingin mandi, pakailah pakaian putriku. Anggaplah ini rumahmu sendiri..”
“Ne. Kamsahamnida Nyonya. Hari ini,nyonya terlalu baik padaku. Jeongmal kamsahamnida..”
“Tidak apa-apa. Anggaplah ini rumahmu sendiri. Silakan istirahat..”
“Selamat malam nyonya..”
Ha Na mengangguk dan melangkah pergi menuju kamarnya. Sementara Nana mulai memasuki kamar milik putri wanita paruh baya itu.
Indah dan rapi! Itulah kesan pertama yang mampu diungkapkan Nana ketika menginjakan kaki di kamar yang berukuran cukup besar itu. Gadis penyuka warna merah muda itu berjalan mendekati sebuah meja di sudut kamar itu.
Diraihnya sebuah bingkai foto yang menampilkan foto seorang namja dan seorang yeoja. Di dalam foto itu tampak seorang yeoja yang merangkul namja dalam foto itu. Mereka tampak tersenyum bahagia dan akrab.
‘DEG!’
Nana menatap nanar namja dalam foto itu. Namja itu,adalah namja yang membuat jantungnya berdetak kencang. Yup! Namja yang ditemui-nya beberapa yang ditemuinya beberapa minggu lalu.
Nana ingat betul ketika namja itu mampir ke toko tempatnya bekerja dan bertanya bunga yang cocok untuk diberikan pada calon istrinya. Sejak kedatangan namja yang diketahui bernama Cho Kyu Hyun itu,jantung Nana berdetak begitu kencang. Bayangan wajah Kyu Hyun selalu hadir di pikirannya.
Namun, Nana sadar dan ingat. Namja yang dicintainya itu sudah memiliki calon istri dan akan menikah!sejak itu, Nana sadar dan mulai mencoba untuk melupakan Kyu Hyun. Namun,apa daya? Semakin Nana berusaha untuk melupakannya, semakin dalam Nana mencintainya.
Awalnya,Nana berpikir bahwa ia tak memiliki kesempatan untuk bersama Kyu Hyun. Tapi, saat ini ia merasa harapan untuk bersama Kyu Hyun kembali muncul. Meski ia tahu,kondisi Kyu Hyun sekarang dari cerita Ha Na tadi.
Nana tersenyum sendu dan kembali meletakkan bingkai foto itu ketempat semula. Gadis itu tampak mengambil sepotong pakaian di dalam lemari dan berjalan menuju kamar mandi yang berada di dalam kamar itu lalu masuk.
~XXX~
“Yeobo..”
“Ne? Waeyo?”
“Kau tahu? Tadi sore aku hampir saja tertabrak oleh sebuah mobil..”
“Mwo? Kau tidak apa-apakan,yeobo?”
“Anniyo. Untunglah ada seorang gadis cantik yang menolongku. Sejak awal aku melihatnya, kurasa aku menyukai-nya..”
“Mwoya? Ma..maksudmu?”
“Ne. Aku menyukainya. Gadis itu benar-benar baik. Tapi, aku kasihan padanya. Orangtuanya sudah meninggal. Sementara itu,demi menghidupi dirinya yang seorang diri,ia bekerja di sebuah toko bunga.”
“Jadi?”
“Aishh..yeobo!kurasa ia gadis yang tepat untuk uri Kyu Hyun..”
“Mwo? Kau tidak bercanda chagiya? Mana mung—“
“Aish! Aku tahu,memang sulit untuk mendekatkannya dengan Kyu Hyun. Tidak ada salahnya kan bila dicoba? Aku yakin Kyu Hyun pasti menyukainya. Lagipula dia adalah gadis yang cantik. Terlebih sikap dan ucapannya yang sopan,membuatku semakin menyukainya. Ayolah yeobo. Kau setujukan?”
“Ya,baiklah!aku bisa apa bila kau sudah menyukai gadis itu? Lagipula,aku jadi penasaran, seperti apa gadis yang kau ceritakan itu..”
“Dia sedang istirahat di kamar Ahra. Tunggulah besok pagi. Kau akan bertemu dan melihatnya. Aku yakin kau juga akan menyukainya,yeobo..”
“Ne. Arraseo..”
‘Aku yakin gadis itu adalah gadis yang tepat untuk menjadi menantuku. Aku yakin dia mampu Kyu Hyun melupakan gadis matre yang meninggalkannya itu. Yah,Aku sangat yakin’
~XXX~
“Selamat pagi,tuan dan nyonya. Annyeong haseyo tuan,Joneun Kim Nana imnida..”sapa Nana pada orang tua Kyuhyun,Cho Young Hwan dan Cho Ha Na, sambil membungkuk hormat.
Tuan Cho tampak tersenyum menatap gadis manis di hadapannya. Persis seperti kata istrinya! Gadis itu benar-benar sopan dan terlebih ia tampak menarik dan cantik.
“Eoh,kau sudah datang Nana-ya? Silakan sarapan,eomma sudah menyiapkan sarapan spesial untukmu. Kajja..”ajak Nyonya Cho ramah.
Nana sedikit tertegun. ‘Nana-ya? Eomma? Ah,tidak apalah, mungkin karena ia begitu merindukan putrinya, ia jadi memanggil Nana dengan sebutan akrab dan sayang’.pikir Nana.
Nana pun mengangguk dan duduk di tempat yang telah di sediakan oleh Nyonya Cho untuknya. Sementara Tuan Cho hanya mampu tersenyum menatap perlakuan ‘istimewa’ yang diberikan istrinya pada Nana.
“Yeobo?bisakah kau bujuk Kyu Hyun untuk sarapan? Sudah beberapa minggu ini ia tak pernah makan bersama dengan kita. Dia selalu mengurung diri dikamarnya. Ia keluar,itupun hanya sesekali untuk mengambil makanan yang kuletakkan di depan pintu kamarnya.”terang Nyonya Cho,sedih kala mengingat kondisi putranya itu.
“Baiklah. Akan kucoba untuk membujuknya..”balas Tuan Cho sambil berjalan menuju lantai atas,dimana kamar Kyu Hyun berada.
~XXX~
“Dia tetap tidak mau turun,yeobo..”jelas Tuan Cho,lesu.
“Hufftt..anak itu. Apa yang sebenarnya dia inginkan? Untuk apa dia terus memikirkan gadis yang belum tentu memikirkannya?Heuh, gadis matre itu,mengingatnya membuatku kesal. Kurang baik apa Kyu Hyun dengannya? Sampai-sampai ia tega meninggalkan Kyu Hyun hanya demi pria tua yang kaya raya?”omel Nyonya Cho kesal.
“Sabar yeobo. Tenangkan dirimu..”ucap Tuan Cho sambil menenangkan istrinya yang tengah marah itu.
“Bolehkah aku mencoba membujuknya?”tanya Nana pelan.
“Mwo? Silakan Nana-ya. Eomma harap kau bisa membujuknya. Setidaknya membuat dia keluar dari kamarnya..”kata Nyonya Cho,senang.
“Baiklah. Akan kucoba..”jawab Nana sambil berjalan menuju kamar Kyu Hyun. Sementara Nyonya Cho yang tadinya marah,kini tersenyum puas. Sedangkan Tuan Cho menggelengkan kepala menatap istrinya itu.
~XXX~
“Annyeong?aku—aku Kim Nana. Apakah kau tidak ingin keluar? Menatap dan menikmati indahnya dunia?Aku tidak bermaksud untuk mencampuri masalahmu. Aku hanya ingin kau tahu, semua orang mengkhawatirkan dan merindukanmu. Keluarlah,jangan sakiti dirimu sendiri. Aku mengerti kau sangat sedih. Tapi,percayalah bila kalian berjodoh, Tuhan pasti akan menyatukan kalian. Jadi keluarlah,hibur dirimu! Mianhae bila aku terkesan mencampuri masalahmu. Ketahuilah,aku melakukan ini karena aku peduli denganmu. Bukan kasihan..”ucap Nana panjang lebar di depan pintu kamar Kyu Hyun.
Sementara Kyu Hyun hanya terdiam dan merenungi kata-kata dari gadis yang tak dikenalnya itu.Diam-diam dia mulai memikirkan perkataan gadis itu. Bodoh bukan bila dirinya terus menyiksa diri seperti ini?
Nana menunduk lesu. Ia merasa tak mendapatkan respon sedikitpun. Dengan lemas, ia berjalan turun menghampiri Tuan dan Nyonya Cho.
“Bagaimana,Nana-ya? Apakah ia akan keluar?”tanya Nyonya Cho ketika melihat Nana yang mulai datang menghampirinya.
“Maafkan aku. Sepertinya dia takkan keluar. Dia sama sekali tak merespon ucapanku..”jelas Nana dengan nada kecewa.
“Gwencana. Dia memang begitu. Aku yakin dia mendengarkanmu..”hibur Nyonya Cho sambil menepuk pelan bahu Nana.
“Ah, mianhae. Aku harus pulang. Aku harus pergi bekerja. Terima Kasih atas semuanya, Nyonya dan Tuan.” Ujar Nana sambil berdiri dan membungkuk hormat.
“Aishh..panggil kami eomma dan appa. Jangan sungkan begitu..”jelas Nyonya Cho pada Nana yang masih sedikit bingung(?)
“Ahh..ne. arraseo. Kalau begitu aku pamit.”ucap Nana sambil berjalan keluar dari rumah megah itu.
“Hati-hati ya! Sering-seringlah main kemari!”kata Nyonya Cho sedikit berteriak yang membuat Nana berbalik dan mengangguk. Nana tampak meninggalkan rumah dan berjalan menuju tempatnya bekerja.
“Gadis itu, benar-benar baik bukan?”tanya Nyonya Cho pada suaminya itu.
“Yah,kau benar. Bahkan akupun sempat mendengar semua yang ia katakan pada Kyu Hyun.” Aku Tuan Cho.
“Aku juga. Gadis itu begitu ceria dalam menghadapi hidupnya. Dia benar-benar gadis yang kuat dan tegar.”puji Nyonya Cho yang dibalas anggukan kepala oleh Tuan Cho.
“Entah sampai kapan dia mengurung diri seperti itu. Huh..”keluh Nyonya Cho yang sedih ketika mengingat kondisi putra tercintanya itu.
“Tunggu saja yeobo. Aku yakin suatu saat nanti dia akan keluar dan mulai melupakan gadis itu. Sejak awal,aku memang tidak menyukai kedekatannya dengan putra kita. Dan aku juga percaya bila suatu saat nanti akan ada gadis yang benar-benar tepat untuk Kyu Hyun.”terang Tuan Cho, optimis.
“Semoga saja yeobo.”balas Nyonya Cho singkat.
~XXX~
“Terima kasih! Selamat datang kembali!”teriak seorang gadis dengan nada ceria dan riang yang membuat lawan bicaranya itu tersenyum ramah,membalas ucapan gadis itu.
Sedangkan pemilik toko bunga tempat gadis itu bekerja,tersenyum senang melihat semangat gadis bernama lengkap Kim Nana itu. Tak lama,yeoja berusia 50-an itu memilih menghampiri Nana. Yup,sedari tadi ia telah mengamati kinerja Nana yang cekatan dan ramah melayani semua pelanggan yang mampir ke toko bunga miliknya itu.
“Nana-ssi..”panggil Nyonya pemilik toko bunga itu sambil menepuk pelan bahu Nana yang membuat Nana berpaling menghadapnya.
“Eoh? Nyonya?”ucap Nana yang nampaknya sedikit terkejut dengan kedatangan Nyonya pemilik toko bunga itu yang tak lain adalah bos-nya.
“Kau bekerja sangat baik hari ini. Dan kau tahu? Pendapatan toko-ku semakin meningkat. Dan itu semua karena kau! Kau melayani mereka dengan ramah. Yah,walau terkadang tak sedikit dari mereka yang melayangkan protes dan cerewet dengan nada membentak. Untuk itu, aku memberikanmu bonus. Ini. Terimalah..”jelas Nyonya berkaca mata itu sambil memberikan sejumlah uang dalam amplop cokelat.
“Jeongmal? Terima kasih banyak,Nyonya! Sekali lagi terima kasih!”balas Nana sangat senang dan bahkan membungkuk hormat pada bos-nya sampai berulang kali ==”
“Sama-sama. Justru aku yang harus berterima kasih. Sekarang, kau boleh pulang.”ujar Nyonya berambut pendek itu.
“Ne! Terima kasih Nyonya! Tapi…”ucapan Nana terdengar menggantung,dan membuat wanita berusia setengah abad itu sedikit penasaran.
“Waeyo? Apa ada yang salah?”tanya wanita bertubuh kurus itu,bingung.
“Tidak,Nyonya. Hanya saja,bolehkah aku membeli beberapa tangkai bunga? Aku ingin mengunjungi makam eomma dan appaku. Nyonya bisa mengambilnya dari bonus-ku ini..”jelas Nana sambil menyodorkan amplop cokelat berisi sejumlah uang itu.
“Ah,tidak usah. Ambilah bunga yang kau mau. Anggaplah ini sebagai pemberianku kepada kedua orangtuamu. Ambilah,kau tidak perlu membayarnya. Simpan saja uang bonus-mu itu untuk keperluanmu sehari-hari..”jawab Nyonya pemilik toko itu dengan nada lembut,diiringi seulas senyum di wajahnya.
“Terima kasih Nyonya! Anda benar-benar baik. Beruntung sekali aku bekerja disini. Aku berjanji akan bekerja lebih baik lagi! Sekali lagi,terima kasih!”balas Nana senang.
Wanita paruh baya itu mengganguk dan mengelus pelan rambut Nana. “Pergilah. Hati-hati di jalan. Aku pulang dulu.”katanya yang membuat Nana mengganguk paham.
~XXX~
“Eomma, appa bagaimana kabar kalian? Apa disana menyenangkan?Aku sangat merindukan kalian. Merindukan pelukan hangat eomma dan merindukan ajaran appa yang menguatkanku. Mianhae,aku belum bisa menjadi orang yang sukses seperti permintaan eomma dan appa. Ah! Kemarin aku bertemu dengan seorang nyonya. Dia memperlakukanku dengan sangat baik. Aku merasa nyaman di dekatnya. Apakah ia titisan eomma? Mengapa ia baik seperti eomma?”isak Nana sambil meletakkan beberapa kuntum bunga di pusara eomma dan appa-nya.
“Eoh,aku lupa. Hari sudah gelap. Aku harus pulang. Aku pamit,eomma-appa..”ucap Nana sambil membungkuk hormat dan pulang dengan sepeda tuanya.
‘Dia,benar-benar gadis yang sangat berbakti.Aku akan segera menjadikannya menantuku. Aku semakin yakin bahwa dia adalah gadis yang sangat tepat untuk Kyu Hyun.’batin Nyonya Cho yang sedari awal membuntuti Nana.
Wanita paruh baya itu,nampaknya tak ingin salah pilih. Ia juga tak ingin putranya mendapatkan pasangan yang salah lagi. Apalagi hingga tersakiti. Namun, kali ini ia sangat menyukai gadis sederhana itu.
~XXX~
Sudah seminggu sejak pertemuan Nana dengan Nyonya Cho,keduanya belum bertemu kembali. Hanya Nyonya Cho yang terkadang membuntuti dan memperhatikan gadis ceria itu dari kejauhan,tanpa berniat menggangu pekerjaan dan aktivitas Nana.
Hari ini,Nyonya Cho tampak enggan untuk membuntuti Nana. Beliau lebih memilih istirahat di rumah. Namun, tiba-tiba langkahnya menuju kamar terhenti. Ya,ketika ia mendengar suara pintu yang terbuka. Ia mendongakan wajahnya keatas.
‘DEG!’
Nyonya Cho tampak terkejut sambil mengucek kedua bola matanya. Apakah ia bermimpi? Wajahnya tampak terkejut.
“Kyu?”lirihnya Nyonya Cho,seolah tak percaya.
“Ne. An-annyeong eomma..”sapa namja tampan itu yang terdengar sedikit kaku.
Yah, sudah cukup lama ia tak melihat eomma-nya. Terlebih menyapa wanita yang telah melahirkannya itu.
“Kyu!”pekik Kyu Hyun eomma sambil berlari memeluk erat putra kesayangannya itu. Kyu Hyun yang awalnya terdiam,lama-kelamaan tampak membalas pelukan hangat eomma-nya itu.
“Mianhae. Ak—aku..”Kyu Hyun tampak gugup.
“Gwencana. Eomma mengerti. Yang terpenting,sekarang kau keluar.Eomma mohon,lupakan gadis itu!”ucap Nyonya Cho yang membuat Kyu Hyun terdiam sejenak.
“Ak- akan kuusahakan eomma..”lirih Kyu Hyun mencoba menghibur eomma-nya itu.
“Hmm..bagaimana bila eomma adakan makan malam? Sekalian eomma kenalkan kau pada seorang gadis?”tawar Nyonya Cho senang.
“Terserah eomma..”ucap Kyu Hyun datar. Nampaknya pria berkulit putih itu masih mengunci pintu hatinya untuk gadis manapun. Seluruh hatinya masih terisi dengan nama seorang yeoja, siapa lagi bila bukan Jang Min Hee?
“Baiklah. Kalau begitu persiapkan dirimu! Kau harus terlihat tampan malam ini!”titah Nyonya Cho tersenyum puas.
~XXX~
“Permisi?”
“Annyeong? Ada yang bisa saya bantu?”
“Hmm..aku ingin mencari bunga untuk nenek-ku.apa bisa kau pilihkan mana bunga yang cocok?”
“Tentu. Bagaimana bila bunga mawar merah? Kurasa mawar adalah bunga yang tepat untuk di berikan untuk orang terkasih. Bukankah mawar merah melambangkan cinta?”
“Kurasa kau benar. Baiklah, aku pesan sebuket bunga mawar merah.”
“Baiklah. Tunggu sebentar. Akan kuambilkan untukmu,Tuan.”
“Ahh..ini bunga pesanan anda Tuan.”
“Ne. Gomawo..”
“Cheonmaneyo. Selamat datang kembali!”
Pria tampan itu tersenyum manis pada gadis ceria di depannya. Setelah menyerahkan beberapa lembar uang, pria itu pergi sambil membawa sebuket bunga mawar di tangannya.
“Permisi?”
“Annyeong. Ada yang bisa ku— eoh? Nyonya?”
“Aishh..panggil aku eomma.”
“Ahh.. ne eomma. Ada yang bisa kubantu?”
“Begini,apa kau mau menemani eomma hari ini?”
“Mwo? Ta—tapi aku seang bekerja eomma.Mianhae..”
“Tenanglah, eomma sudah bicarakan pada bos-mu. Dia teman eomma. Jadi, kau akan menemani eomma kan?”
“Ne. Aku akan menemani eomma..”
“Baiklah kalau begitu, Kajja! Waktu kita tak banyak!”
Nyonya Cho tampak menarik tangan kanan Nana dan mengajak Nana masuk ke dalam mobil-nya. Nana yang bingung hanya menurut dan mengikuti yeoja paruh baya itu. Sementara yeoja paruh baya itu tersenyum penuh arti.
~XXX~
“Bagaimana makan malam-nya? Apakah kau menyukainya,Nana-ya?”
“Ah, ne eomma..Neoumu mashita..”
“Hmm..bagaimana denganmu,Kyu-ah?”
“Heuh. Aku permisi dulu..”
Namja tampan berkulit putih itu tampak beranjak dari tempat duduknya dan meninggalkan meja makan dengan ekspresi yang..yah, sulit ditebak! Sementara Nana hanya menunduk tanpa mampu menatap kepergian namja yang di cintainya itu.
Gadis berwajah oriental itu tak mampu memungkiri perasaannya terhadap namja tampan bernama Cho Kyu Hyun itu. Namun,sepertinya ia sadar, Kyu Hyun tak memiliki perasaan yang sama dengannya. Atau bahkan membencinya? Entalah, rasanya sulit sekali untuk menebaknya.
“Huh, anak itu! Susah sekali diatur! Neo gwencana,Nana-ya? Maafkan sikap Kyu Hyun. Dia memang seperti itu. Tapi,sebenarnya ia pribadi yang hangat dan baik.”
“Gwencana,eomma,appa. Aku mengerti. Mungkin aku memang tidak pantas, aku hanya—-“
“Jangan berbicara begitu Nana-ya. Siapa bilang kau tidak pantas? Kau gadis yang sangat baik. Eomma dan appa yakin,Kyu Hyun akan mencintaimu. Jangan takut..”
Nana hanya tersenyum pahit. Nampaknya gadis itu menangkap sinyal ‘ketidak-sukaan’ Kyu Hyun terhadap dirinya. Ia tahu, ia mungkin tak sebanding dengan Min Hee. Yeoja yang selalu di banggakan dan dicintai Kyu Hyun.Namun, Nana sendiri tak mampu memungkiri perasaan cintanya pada Kyu Hyun.
~XXX~
“Kyu! Apa maksudmu tadi,heuh? Pergi dengan seenaknya?”
“Sudahlah eomma. Aku lelah..”
“Kau tidak boleh seperti ini terus! Sudah berapa kali, lupakan yeoja matre itu!”
“Eomma, jangan berkata seperti itu tentangnya!”
“Wae? Bukankah benar? Jika dia benar-benar yeoja yang baik dan mencintaimu dengan tulus, mengapa ia pergi? Pergi dengan pria tua konglomerat itu?”
“Cukup,eomma!”
“Sampai kapan kau akan terus begini? Masih banyak gadis yang jauh lebih baik darinya! Eomma tahu, sulit bagimu untuk melupakannya, tapi cobalah. Lupakan dia dan belajar mencintai gadis lain..”
“Gadis lain? Maksud eomma gadis itu,Kim Nana?”
“Ne! Wae? Apakah ada masalah?”
“Aku tidak yakin akan menyukainya,apalagi mencintainya..”
“Mwo? Apa maksudmu?”
“Aku lelah. Aku ingin istirahat…”
Nyonya Cho tak mampu berbuat banyak. Ia tahu, mungkin sulit bagi Kyu Hyun untuk mencintai Nana. Namun, ia percaya satu hal,bahwa seiring berjalannya waktu, Kyuhyun pasti bisa mencintai Nana bahkan melupakan Min Hee!
~XXX~
Dua bulan sejak pertemuan itu,Nyonya Cho semakin giat mendekatkan Kyuhyun dengan Nana. Walau harus diakui,cukup sulit memang untuk mendekatkan Kyuhyun dan Nana,tapi usaha yang di lakukan Nyonya Cho tampaknya tak sia-sia. Buktinya,Tuhan telah menjawab doa-doanya selama ini!
Bahkan sekarang,ia tak hanya mampu mendekatkan keduanya! Lebih dari itu! Nyonya Cho mampu menyatukan keduanya! Mungkin lebih tepatnya beliau memaksa Kyuhyun untuk menikahi Nana. Kyuhyun tak mampu lagi berkutik ketika berdebat dengan eomma-nya. Nyonya Cho punya beribu-ribu alasan mengapa Kyuhyun harus menikahi Nana.
“Sudah kukatakan berulang kali,eomma! Aku tidak mencintainya!”
“Alasan apa lagi yang akan kau katakan? Kau masih mencintai yeoja matre itu? Sampai kapan kau akan terus seperti ini? Ingat! Dia sudah meninggalkanmu dan lebih memilih menikah dengan konglomerat tua yang kaya raya itu ketimbang denganmu!”
“Cukup eomma! Jangan terus menghinanya! Walau bagaimanapun dia adalah yeoja yang sangat kucintai!”
“Cih! Lupakan dia! Mau sampai kapan kau terus mencintainya? Mencintai yeoja yang sudah bahagia dengan orang lain!”
“Eommaa..”
“Pernahkah kau memikirkan perasaan eomma,Kyu Hyun-ah? Disaat semua teman eomma menceritakan perkembangan cucu mereka, eomma hanya diam? Pikirkan masa depanmu! Lagipula umur eomma sudah tua! Kau tega melihat eomma-mu meninggal sebelum menggendong cucu darimu?”
Kyu Hyun tampak tak berkutik. Ia tampak merenungkan kata-kata eomma-nya. Sekejam itukah ia terhadap eomma-nya? Sebegitu inginnya kah eomma menggendong cucu darinya?
“Baik! Eomma tidak akan memaksamu lagi,Cho Kyu Hyun! Mungkin kau lebih memilih melihat eomma-mu mati ketimbang me—“
“CUKUP! Berhenti mengatakan hal-hal konyol itu! Aku akan menuruti permintaan eomma! Ak—aku akan menikahi Nana!”
Nyonya Cho tampak tersenyum puas. Kebahagiaan di wajahnya tak dapat ia sembuyikan lagi. Ia sontak berdiri dan memeluk erat putranya itu.
“Gomawo! Jeongmal Gomawo telah menuruti permintaan eomma. Eomma yakin pilihan eomma takkan salah. Kau akan bahagia dengannya. Belajarlah mencintainya. “
Kyu Hyun tampak terdiam membeku. Sebahagia inikah eomma-nya?
~XXX~
Tanpa terasa,sudah sebulan semenjak perdebatan antara Kyu Hyun dan eomma-nya. Pernikahan Kyu dan Nana pun sudah di depan mata. Hanya tinggal menghitung hari menuju hari pernikahan.
Nyonya Cho tampak sudah mempersiapkan semuanya dengan lengkap. Gaun pernikahan terbaik,Tuxedo terbaik,Gedung pernikahan termewah,bahkan undangan paling indah pun telah di siapkan dengan sempurna oleh Nyonya Cho.
Dan hari ini,Nana tampak meminta izin kepada calon mertuanya untuk pergi mengunjungi makam kedua orangtuanya.
“Kyu,tolong temani Nana. Lagipula kau belum mengunjungi makam kedua calon mertuamu kan?”ucap Nyonya Cho sambil menatap putranya yang tengah asyik memainkan games di ponselnya.
“Anniyo eomma. Tidak apa-apa. Aku tidak ingin merepotkan Kyu Hyun oppa. Lagipula aku bisa sendiri kok..”terang Nana,sopan.
“Ahh~ tidak! Sebentar lagi kau akan menjadi pengantin. Eomma tidak ingin terjadi sesuatu denganmu.Kyu! cepat antar calon istrimu!”suruh Nyonya Cho,sedikit memaksa.
“Ne! Ne!” ucap Kyu Hyun terpaksa. Di lepasnya headphones di telinganya dan di kalungkan di leher putihnya itu.
“Hati-hati di jalan!”balas Nyonya Cho smabil menatap Nana yang membungkuk pamit padanya.
~XXX~
“Bisakah kau memakai headphones-mu? Aku ingin berbicara dengan orangtuaku!”
Aneh! Memang terdengar sedikit aneh. Karena tak ingin ada perdebatan panjang, Kyu Hyun pun langsung memakai headphones di telinganya dan menyetel lagu kesukaannya.
Nana pun tampak berlutut di antara kedua makam orang tuanya. Tangisnya tak mampu ia tahan sendiri. Terbayang di benaknya,kenangan indah bersama kedua orangtuanya itu.
“Eomma,appa bagaimana kabar kalian? Apa kalian mendengarku?”
Kyu Hyun tampak memperhatikan tingkah gadis di hadapannya. Ia penasaran,apa saja yang akan dibicarakan Nana pada orangtuanya. Jangan-jangan menjelek-jelekkan Kyuhyun? Ah! Tidak boleh! Tanpa sepengetahuan Nana, Kyu Hyun mematikan lagu di ponselnya tanpa melepas headphones di telinganya dan mendengarkan semua perkataan Nana.
“Eomma,Appa! Aku kemari dengan calon suamiku! Dia tampan bukan? Jika eomma dan appa melihatnya pasti kalian bangga memiliki menantu setampan dia. Bukankah aku sangat beruntung? Aku hanya yeoja biasa,tapi memiliki suami yang sangat sempurna?”
‘DEG!’
Kyu Hyun tampak terkejut dengan perkataan Nana yang memuji-nya di depan pusara calon mertuanya itu. Dugaan negatif tentang Nana yang sedari tadi di pikirannya ternyata salah besar. Kyu Hyun semakin penasaran akan apa yang diucapkan Nana selanjutnya.
“Eomma,appa! Saat ini aku merasa sangaaat bahagia! Beberapa hari lagi aku akan menikah dengan namja yang sangat kucintai. Apakah aku bisa seperti kalian? Bersama sampai akhir hidup? Jujur sejak kecil eomma dan appa adalah idola sekaligus panutanku. Aku berharap bisa seperti eomma dan appa.”
Lagi-lagi Kyuhyun di buat tak berkutik dengan ucapan Nana. Bisakah ia mewujudkan harapan calon istrinya itu? Bersama sampai akhir hidup? Kyu Hyun kembali menatap gadis berkulit putih di hadapannya. Air mata Nana tampak mengalir deras.
“Eomma dan appa, doakan aku! Aku sangat mencintai kalian!”
Kyuhyun tampak tersentuh dengan semua ucapan Nana. Bukankah itu hanyalah sebuah ucapan sederhana? Bahkan gadis itu sama sekali tak mengatakan sesuatu yang buruk tentang Kyu Hyun yang selama ini selalu bersikap dingin dengannya.
Nana tampak menyeka air matanya dan bangkit berdiri. Nana tampak berjalan mendekati Kyu Hyun yang sedari tadi berdiri.
“Ayo kita pulang!”
Nana tampak berjalan menuju mobil mereka. Sementara Kyu Hyun masih terpaku. Matanya masih menatap kedua makam calon mertuanya itu. Tak lama ia pun tersadar akan lamunannya dan membungkuk hormat di depan makam calon mertuanya dan berjalan menyusul Nana.
~XXX~
Seminggu semenjak pernikahan megah itu berlangsung,tak ada yang berubah dengan kehidupan Kyu Hyun dan Nana, meski keduanya kini keduanya tinggal bersama di sebuah apartemen mewah yang telah di hadiahkan Nyonya Cho dan Tuan Cho kepada keduanya, tetap saja keduanya merasa canggung.
Tak ada perlakuan romantis seperti pasangan pengantin muda lainnya. Yang ada hanyalah sebuah kesunyiaan. Sikap Kyu Hyun masih saja dingin terhadap Nana. Sementara Nana masih memaklumi sikap dingin Kyu Hyun terhadapnya. Tentu saja karena Kyu Hyun masih belum bisa melupakan Min Hee sepenuhnya.
Ah! Bahkan mereka tidur di kamar yang terpisah! Terlebih mereka bahkan belum merasakan malam pertama mereka, hanya karena sebuah alasan yang Kyu Hyun yang terdengar sedikit aneh yaitu,ia tidak ingin melakukan hal itu dengan yeoja yang tak dicintainya!
Bukankah itu sangat menyakitkan bagi Nana yang berstatus istri sah-nya dan sangat mencintainya?Namun, lagi-lagi Nana mencoba lebih bersabar dan mengerti akan perasaan Kyu Hyun walau sejujurnya hatinyalah yang paling sakit. Bagaimana tidak? Mengetahui bahwa suaminya masih mencintai yeoja lain. Bukankah sangat menyakitkan bagi seorang istri?
Nana tak ingin menunjukkan kesedihannya di depan Kyu Hyun. Terlebih di depan kedua mertua yang sangat menyayanginya seperti anak sendiri. Ia lebih memilih menyibukkan dirinya sendiri dengan aktifitas rumah tangga yang harus di jalaninya sebagai seorang istri. Atau terkadang menumpahkan semua perasaannya di dalam buku hariannya.
~XXX~
Seperti biasa, Kyu Hyun pergi bekerja di perusahaan appa-nya,sementara Nana tinggal sendiri di rumah. Yah,sejak menikah, Nyonya Cho memang tak mengizinkan menantu kesayangannya itu bekerja lagi.
Tidak ada hal romantis yang dilakukannya dan Kyu Hyun. Padahal sejak kecil, Nana berharap bisa menjadi istri yang sempurna bagi suaminya kelak.
Memasangkan dasi sebelum suaminya berangkat kerja,menciumnya sebelum ia pergi, bahkan membawakan tasnya ketika ia kembali ke rumah. Sederhana bukan? Tapi, Nana tak mampu melakukan itu semua.
Nana hanya takut Kyu Hyun merasa tidak nyaman dengan perlakuannya itu. Ia tak ingin semakin membebani suami yang sangat di cintainya itu.
‘Ting Tong~!’
Bel apartemen berbunyi,menyadarkan Nana dari semua lamunan indahnya itu. Dengan sigap,ia berdiri dan membukakan pintu.
“Eomma? Eonni? Annyeong! Silakan masuk eomma,eonni!”
“Gomawo Nana-ie!”
Ternyata yang datang adalah Nyonya Cho dan Cho Ahra,kakak perempuan Kyu Hyun yang tengah melanjutkan pendidikannya di luar negeri.
“Omo! Jadi ini adik iparku? Kyaa~neomu kyeopta!”
“Ah~ Gamsahamnida eonni. Eonni terlalu memujiku..”
“Tidak! Kau memang cantik! Persis seperti yang eomma ceritakan padaku. Ah, mianhae waktu itu aku tak bisa hadir dalam pernikahan kalian.”
“Gwencana eonni. Aku mengerti..”
“Apartemen ini rapi sekali. Kau pasti lelah mengurusnya sendirian Na-ya? Apa perlu eomma panggilkan pembantu rumah tangga untuk membantumu?”
“Ah..tidak usah eomma. Aku sudah terbiasa sejak kecil. Lagipula ini sudah tugasku sebagai seorang istri.”
“Omo! Dongsaeng-ku benar-benar beruntung memiliki istri sepertimu.”
“Ah..tidak eonni. Jangan terlalu memujiku..”
“Sudahlah, eomma dan Ahra membawakan makanan kesukaan Kyu. Eomma tidak ingin membuatmu kelelahan..”
“Gamsahamnida eomma! Mianhae aku jadi merepotkan eomma..”
“Kau sama sekali tidak merepotkan eomma. Ah, eomma dan Ahra akan bertanya kepadamu.”
“Bertanya? Bertanya apa eomma? Mengapa mendadak aku jadi tegang begini?”
“Ini pertanyaan rahasia,Nana-ie!”
“Rahasia? Ma- maksud eomma?”
“Ini rahasia wanita!”
“Mwo?”
“Ne! Eomma dan Ahra akan bertanya padamu! Jawablah dengan jujur! Arraseo?”
“Akhh~ ne..”
“Cepat bacakan pertanyaan pertama,Ahra!”
“Baik eomma!”
Nana tampak bingung dan memperhatikan Ahra yang mengeluarkan sebuah kertas cukup panjang berisi daftar pertanyaan o.O?
“Pertama, apakah kalian sudah melakukan ‘itu’?”
“Mwo? ‘itu’ apa eomma?”
“Aish~ ‘itu’ malam pertama kalian!”
“Mwoya?”
“Aigoo~ mengapa kau terkejut sekali?”
“Akh~itu—“
“Arraseo! Pasti kalian belum melakukannya kan? Benarkan tebakkan eomma?”
Nana hanya tampak mengganguk.
“Aigoo! Anak itu benar-benar!”
“Sabar eomma. Lalu,apa alasan yang dikatakannya?”
“Eoh? Apa alasannya N-ya? Cepat katakan pada eomma dan Ahra!”
“Oppa tak ingin melakukannya dengan yeoja yang tak dicintainya eomma..”
“Mwo? Aish! Anak itu benar-benar minta di hajar rupanya!”
“Sabar eomma. Apa maksudnya Nana-ie?”
“Aku mohon eomma. Jangan memarahinya. Aku hanya tak ingin memaksanya. Aku menyadari betul bahwa oppa masih mencintai Min Hee. Aku hanya tak ingin menyakiti perasaan oppa..”
“Hiks~ Nana-ie? Mengapa kau begitu baik pada dongsaengku itu? Bukankah kau istrinya? Mengapa kau masih membiarkan perasaannya pada Min Hee sialan itu?”
“Aku hanya tak ingin menambah beban oppa. Aku hanya mampu menunggu sampai waktu itu tiba. Waktu dimana ia hanya bisa menatapku seorang.”
“Ini tidak bisa dibiarkan Nana-ie! Eomma tak bisa menunggu lagi!”
“Tapi—eomma aku mohon jangan salahkan oppa! Mungkin aku yang salah,karena aku tak semenarik Min Hee dan tak seperti yang oppa harapkan..”
“Menarik? eomma punya ide! Ahra,kajja kita pulang! Kita bicarakan rencana eomma! Na-ya, eomma dan Ahra pulang ya. Kau tunggu saja,sebentar lagi kau akan menjadi Nyonya Cho seutuhnya!”
“Menjadi Nyonya Cho seutuhnya?”
Nana masih tak mengerti akan arti ucapan mertuanya itu. Sementara Nyonya Cho tampak menarik Ahra dan berjalan keluar dari apartemen Nana dan Kyuhyun.
~XXX~
“Sebenarnya apa yang eomma rencanakan?” tanya Ahra.
Nyonya Cho tampak membisikkan sesuatu di telinga putrinya itu. Sementara Ahra yang mendengar rencana itu hanya tersenyum puas dan mengganguk mengerti.
“Bagaimana ide eomma baguskan?”tanya Nyonya Cho seusai membisikkan rencananya di telinga Ahra.
“Bagus eomma! Tapi,apa eomma yakin ini akan berhasil?”tanya Ahra sedikit ragu.
“Tentu saja. Tinggal tunggu waktu saja, sebentar lagi eomma akan menggendong cucu! Eomma akan memamerkan cucu eomma pada teman-teman eomma itu!”
Sementara Ahra hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah eomma-nya itu.
“Tapi, kapan rencana eomma ini dijalankan?”tanya Ahra lagi.
“Malam ini! Eomma tak bisa menunggu lebih lama lagi! Cucuku! Halmeoni sudah menantimu!” teriak Nyonya Cho bahagia.
Sedangkan Ahra hanya tersenyum menatap tingkah eomma-nya itu.
~XXX~
Tepat pukul delapan malam Nana masih setia menunggu kepulangan Kyuhyun, gadis itu tidak berhenti menggerak-gerakkan kedua kakinya sesekali mengangkatnya ke atas sofa, meregangkan otot-otot tubuhnya yang terasa kaku akibat terlalu lama menunggu sejak tadi.
“Kenapa dia belum pulang juga?” gumam Nana seperti pada dirinya sendiri, jika boleh jujur Nana ingin sekali berteriak bosan, belum lagi cacing-cacing diperutnya tidak berhenti berdemo ingin segera menerima jatah asupan makan malam. Tapi dia harus bersabar menunggu kepulangan Kyuhyun mengingat tadi ibu mertuanya berpesan bahwa mereka harus memakan makanan itu bersama-sama.
Nana menatap nanar semua makanan yang tersaji di meja makan, sedangkan suara di perutnya semakin menggila. “sabar, kau harus tetap menunggunya.” Gumam nana seraya mengusap lembut perutnya.
Sepuluh menit kemudian Nana mendengar bunyi kode apartemen terbuka, itu berarti tanda bahwa Kyuhyu sudah pulang, Nana segera beranjak dari tempatnya.
“Kau sudah pulang?” Kyuhyun masih berdiri di dekat pintu seraya mengganti sepatunya dengan sandal rumah, Nana berjalan menghampirinya lalu meraih tas kerja Kyuhyun.
“Apa yang kau lakukan? Sudah kubilang kau tidak perlu menungguku pulang.”
“Aku hanya ingin menjadi istri yang baik, apakah itu salah?”
Mendengar pernyataan Nana Kyuhyun mematung di tempatnya, sejauh itukah Nana berusaha berada di sampingnya?
“Tadi eommanim memasak makanan special dan dia membawakannya untuk kita, aku sudah menyiapkannya di meja makan, ayo kita makan bersama, aku yakin kau apsti belum makan malam kan?”
“Kau makan saja dulu, aku ingin mandi.”
“Baiklah kalau begitu aku akan menunggumu, aku juga sudah menyiapkan air hangat untukmu.” Kyuhyun mengerutkan kening melihat keanehan Nana hari yang terlalu perhatian padanya, biasanya gadis itu tidak akan berani melakukan hal macam-macam tanpa di suruh.
Tanpa banyak bicara maupun menanggapi perkataan Nana, Kyuhyun berlalu begitu saja pergi ke kamar mandi, sedangkan Nana sudah duduk di meja makan, lagi-lagi Nana harus bersabar menunggu Kyuhyun.
Lima belas menit kemudian Kyuhyun kembali dengan pakaian santainya, tubuhnya terlihat lebih segar. “eoh, kau sudah selesai?” Kyuhyun duduk di kursinya, menghadap langsung pada Nana.
Ini pertama kalinya mereka berdua makan malam bersama, Nana menyiapkan nasi beserta lauknya ke dalam mangkuk Kyuhyun. “Ini makanlah.”
“Tidak usah repot-repot aku bisa mengambilnya sendiri.” Jawab Kyuhyun tidak acuh. Nana berusaha tetap bersabar menghadapi sikap Kyuhyun.
Kyuhyun menyendokkan nasi ke dalam mulutnya. “ngomong-ngomong apa yang eomma bicarakan padamu, kenapa kau terlihat berbeda malam ini?” Tanya Kyuhyun dengan mulut penuh.
“Eommanim tidak mengatakan apapun, dia hanya berpesan kita harus memakannya bersama,”
“…..”
Tidak ada tanggapan dari Kyuhyun, mereka kembali sibuk dengan makanan masing-masing.
.
.
.
.
.
Setelah makan malamnya bersama Nana tadi, Kyuhyun merasa ada yang tidak beres dengan tubuhnya, padahal suhu AC di dalam kamarnya sudah di setting dengan temperature hampir penuh tapi mengapa ia masih saja merasa kepanasan. Kyuhyun tau dengan pasti apa yang ia rasakan saat ini, tubuhnya butuh pelampiasan. Ia yakin pasti eommanya dengan sengaja telah memasukkan sesuatu ke dalam makanan mereka. Ya Tuhan! ini benar-benar keterlaluan, mengapa eommanya sampai melakukan hal itu?
Kyuhyun keluar dari kamarnya, berjalan ke arah kamar Nana. Tanpa permisi pria itu membuka pintu kamar Nana secara tiba-tiba. Seketika itu juga mata Kyuhyun membelalak lebar melihat pemandangan yang tidak biasanya ia lihat. Nana hanya memakai kaos tanktop hitam yang membungkus ketat lekuk tubuhnya.
“Arrrrrrrggg…….” Nana yang menyadari kehadiran Kyuhyun berteriak sekencang-kencangnya lalu menutupi tubuhnya dengan selimut.
“Yak! Kenapa kau masuk kesini?”
“Apa kau tau sesuatu yang telah eomma masukkan ke dalam makanan kita tadi?”
“Apa maksudmu? Aku tidak mengerti.” Nana semakin beringsut ke sudut ranjang, sementara Kyuhyun berjalan semakin mendekatinya.
“Karena kau yang membuatku memakan makanan itu, jadi sekarang kau harus bertanggung jawab.”
“Bertanggung jawab apa?” Tanya Nana polos.
“……”
Tanpa menjawab pertanyaaan Nana, Kyuhyun ikut naik ketempat tidur.
“Aku tau, kau melepaskan piyamamu pasti karena tubuhmu merasa kepanasan bukan?” Tanya Kyuhyun dengan tatapan seduktif. Sedangakn Nana hanya mampu menganggukkan kepalanya.
“Asal kau tau aku juga merasakannya.”
“Tapi kenapa…. ?”
“Tidak ada kata kenapa, yang perlu kita lakukan hanyalah melampiasaknnya.” Detik selanjutnya Kyuhyun membungkam mulut Nana dengan bibirnya, gadis itu membelalakkan matanya mendapat serangan tiba-tiba dari Kyuhyun.
Kyuhyun terus melumat bibir Nana penuh nafsu, tidak perduli dengan keadaan gadis itu yang hampir saja kehabisan nafas. Sesekali Kyuhyun mendaratkan kecupannya pada leher Nana lalu kembali mengeksplorasi bibir gadis itu semakin dalam.
Kyuhyun melepaskan pagutannya. Lalu memandang mata coklat Nana. “Makanan itu yang membuatku tidak bisa menahan gairah, jadi aku ingin kita melakukannya malam ini.”
Apa Nana tidak salah dengar, yach! ia yakin Kyuhyun benar-benar mengatakannya, mereka akan melakukannya malam ini. Akhirnya sebenatr lagi Nana bisa menjadi istri sepenuhnya bagi Kyuhyun. Perasaan bahagia menyeruak ke dalam hatinya, dia tidak pernah menyangka moment seperti ini benar-benar akan terjadi.
.
.
.
.
.
Tidak perlu menunggu waktu lama, kini tubuh keduanya sudah saling menempel tanpa penghalang apapun. Kyuhyun menahan beban tubuhnya dengan kedua tangannya, memposisikan miliknya tepat di depan bibir bawah milik Nana.
“Aku tidak ingin menahan terlalu lama lagi, jika kau kesakitan lampiaskan saja rasa sakitmu kepadaku.”
Kedua tangan Nana mencengkeram kuat lengan Kyuhyun, ia merasakan milik Kyuhyun mulai mendorong masuk ke dalam tubuhnya di bawah sana, rasanya begitu penuh meskipun milik Kyuhyun belum masuk sepenuhnya.
Kyuhyun masih berusaha mendorong miliknya agar semakin tenggelam ke dalam tubuh Nana. Milik Nana terasa sangat sempit, membuat Kyuhyun tidak kuasa menahan gelenyar kenikmatan akibat cengkeraman kuat dinding kenikmatan milik Nana. “Ya Tuhan! jika seperti ini rasanya aku tidak akan bisa bertahan lama.”
Nana memejamkan matanya erat, keningnya mengerut akibat menahan rasa sakit tubuhnya yang harus menerima milik Kyuhyun. “apakah sangat sakit?” Kyuhyun berhenti sejenak.
“Kau teruskan saja, aku akan menahannya.”
“Baiklah tunggu sebentar lagi.”
Kyuhyun mendorong kuat miliknya, dalam sekali hujaman miliknya terbenam penuh kedalam tubuh Nana, ia mendesah lega begitupun dengan Nana. “Kau tenang saja, aku akan bergerak perlahan.” Ujar Kyuhyun, sedangkan Nana hanya mengangguk menanggapinya.
Kyuhyun menarik perlahan miliknya kemudian mendorongnya lagi hingga penuh kedalam tubuh Nana, sensasi saat milik mereka saling bergesekan membuat Kyuhyun selalu ingin merasakannya lagi dan lagi. Sangat sialan memang! Ini semua karena makanan yang telah ibunya masakkan untuk mereka.
“Apa kau masih merasa sakit?.”
“Sudah tidak seberapa, aku tidak apa-apa, bergeraklah.”
Kyuhyun mulai menarik dan mendorong tubuhnya dengan tempo teratur, membuat kenikmatan tersendiri bagi keduanya.
“Ahhhh……. Shhhh. Lebih cepat Kyu…. “
“Baiklah.” Kyuhyun semakin mempercepat tempo gerakannya. Jujur saja ia sudah tidak tahan ingin merasakan puncak kenikmatan itu. “kita akan sampai bersama-sama.”
Kyuhyun semakin mempercepat gerakan tubuhnya, “Sialan! Kau sungguh sempit Kim Nana, ini membuatku tidak mampu bertahan lama. “
Kyuhyun merasakan cengkraman tubuh Nana semakin menguat, itu berarti sebentar lagi Nana akan segera sampai, Kyuhyun membenamkan miliknya semakin dalam, beberapa detik kemudia ia merasakan miliknya menghangat akibat cairan kenikmatan milik Nana. “Ahhhhhhhh…”
“Mendesahlah sesukamu, aku akan segera menyusulmu sebentar lagi.” Kyuhyun menarik miliknya kemudian mendorongnya lagi semakin dalam ke tubuh Nana. Dia mendesah lega saat miliknya memuntahkan semua isi di dalam testisnya ke dalam tubuh Nana. “Ini sungguh nikmat.” Kepala Kyuhyun jatuh ke dalam ceruk leher Nana, nafas pria itu tak beraturan akibat orgasme yang baru saja ia rasakan. Begitu pula dengan Nana, dadanya naik turun seiring dengan deru nafasnya.
Kyuhyun berbisik di dekat telingan Nana. “Sepertinya aku tidak akan bisa melakukannya hanya sekali ini saja, apa kau siap?”
“Apa maksudmu?” Tanya Nana polos. Kyuhyun tidak bisa melihat wajah merona Nana saat ini.
“Jangan pura-pura bodoh Kim Nana, tanyakan saja pada eomma jika kau berani, karena inilah yang dia inginkan dari kita.”
“Jadi bersiaplah, mulai malam ini dan seterusnya aku tidak akan membiarkanmu tidur dengan nyenyak, ingat itu.”
END
Thanks buat semua yang udh ninggalin jejak <3

Fc Populer:

  • Thor apa nggak ada lanjutannya?? Penasaran sama perasaannya kyuhyun.. Lanjut dong thor ya ya ya

%d blogger menyukai ini: