[SiKyu Moment] Kiss at First Sight

0
[SiKyu Moment] Kiss at First Sight kyuhyun ff nc
Author : WonSiKyu
Tittle : {SiKyu Moment} Kiss at First Sight
Category : NC21, Yadong, Oneshoot
Cast :
Cho Kyuhyun
Choi Sihyun
Cho Ahra
Choi Siwon
Super Junior member
Annyeong Haseyo Kembali dengan saya. Istri tercinta Choi Siwon adik kesayangan Cho Kyuhyun dan kembarannya Im Yoona dan Tiffany.
Cerita ini gak ada yang special. Hanya menceritakan kehidupan seseorang. Agak sedikit GJ dan Ncnya yang sama sekali gak HOTIni pernah di post di knc sama blog pribadi aku ^^
Ok langsung aja RCL ^~^

– – – – – – – – – – – –  – – – – – — – –  – – — –  – – – – –
[Sihyun POV]
“Oppa! Oppa! Kyu oppa!” Yeoja kecentilan itu berteriak memanggil namja paling menyebalkan dan tak tahu diri. Cih! Menjijikan.
Annyeong Haseyo. Choi Sihyun imnida. Umur 24 tahun kuliah di Kyung Hee University. Kalian pasti sudah mengenal kampus ini bukan. Yups. Kampus ini juga termasuk tempat kuliahnya namja menyebalkan yang selalu bergaya sok cool, yang suka pamer. Magnae dari member Boyband Korea yang terkenal sedunia. Siapa lagi kalau bukan Cho Kyuhyun. Musuhku sedari aku lahir (?). Aku sangat membencinya.
Kalian pasti heran kenapa aku bisa membenci namja yang sekarang sedang dikejar-kejar (?) para yeoja seluruh dunia. Bagaimana aku tidak membencinya sedangkan dia sudah merebut ciuman pertamaku. My First Kiss. Kalian pasti tidak percaya. Ini mungkin belum seberapa. Ada yang lebih membuat kalian tidak percaya. Kyuhyun merebut ciuman pertamaku ketika aku kelas 3 SD. Dasar napeun namja.
~Flashback~
[Author POV]
Seperti biasa tepat jam 12 siang. Sihyun kecil pulang dari sekolah. Sambil bernyanyi Sihyun kecil berjalan menuju rumahnya.
15 menit kemudian akhirnya Sihyun kecil sampai dirumahnya.
“Aku pulang *lagam nobita*”
“Sihyun-ah, kesini sebentar.” Teriak Choi ahjumma, eomma Sihyun.
“Iya eomma.” Sihyun berlari kecil.
“Tolong antarkan ini ke rumah tetangga sebelah yang baru. Sebelumnya ganti dulu pakaian mu.”Perintah Choi ahjumma sesampainya Sihyun di dapur.
“Kenapa tidak Siwon oppa aja eomma?” Tanya Sihyun ketika dilihatnya Siwon kecil tidur-tiduran di ruang keluarga.
“Eomma tadi sudah menyuruhnya. Tapi kau tahu sendirikan oppa kalau dia bilang tidak mau ya tidak mau. Sudahlah cepat ganti bajumu dan antarkan ini.”
Sihyunpun berlari menuju kamarnya dan berganti baju. Setelah selesai berganti baju Sihyun segera mengantarkan sekotak makanan kepada tetangga sebelah.
Diperjalanan masih dengan sambil bernyanyi lagu ‘iwak peyek (?)’ Sihyun menyusuri trotoar. Hingga akhirnya …
“Awas!!!”
“Bruuuk!” Seorang namja kecil berhasil menabrak Sihyun dan membuatnya terjatuh.
“Omo!” Semua makanan yang ada dalam kotak terjatuh ke trotoar.
“Mianhae, aku tak sengaja.” Ucap namja kecil itu tulus sambil turun dari sepedanya dan membantu Sihyun berdiri.
“Ya! Apa kau bilang! Lihat semua ini gara-gara kau. Semua makanan buatan eommaku jatuh dan kotor. Aish! Otteokhe?” Sihyun mengambil makanan yang dikiranya tak terlalu kotor.
“Ya! Kenapa kau diam saja?! Ayo bantu aku!” Bentak Sihyun pada namja kecil itu. Namja kecil itupun membantu Sihyun.
Setelah selesai Sihyun dan namja kecil itupun kembali berdiri.
“Mian, yah aku tak sengaja” Namja kecil itu kembali meminta maaf. Sihyun menatap namja itu untuk pertama kalinya.
“Kau …”
Namja kecil itu mengerutkan keningnya.
“Kau Cho Kyuhyun kan?” Tanya Sihyun.
“Bagaimana kau tahu namaku?”
“Cih! Siapa yang tidak tahu Cho Kyuhyun. Namja super pintar. Yeondae Elementary School …” Kyuhyun tersenyum mendengar penjelasan Sihyun, tapi sedetik kemudian “Menjijikan.”
“MWO?! Apa kau bilang?!”
“Yah menjijikan. Gara-gara kau, teman-temanku tak mau mendengarkan aku bercerita dan mereka hanya bercerita tentang kau. Membosankan,” Kyuhyun tak menjawab dan hanya menatap Sihyun yang mengembungkan pipinya.
“Mwo?” Tanya Sihyun yang heran dengan tatapan Kyuhyun.
Tanpa titi mangsa, salam pembuka *d kta surat*, Kyuhyun mendekatkan wajahnya pada Sihyun begitu cepat dan mengeup bibir Sihyun kilat.
Mata Sihyunpun membulat, “APA YANG KAU LAKUKAN???!!!”
~Flashback end~
[Sihyun POV]
Aku meremas kaleng minuman hingga penyok (?). Bila mengingat kejadian itu sungguh membuat ku badmood belum lagi pernyataan eomma yang menyatakan aku akan di jodohkan terus terngiang-ngiang di telingaku. Akupun akhirnya meninggalkan kantin. Ketika di pintu kantin aku berpapasan dengan namja menyebalkan itu. Dan seperti biasa dia menatapku dengan tatapan sinisnya.
Aish! Asal kalian tahu setelah kejadian itu kami tak pernah bersapa *memang kapan kami saling bersapa* dan yang lebih menyebalkannya namja itu bukannya meminta maaf padaku tapi malah judes, dingin padaku dan bila dia bersama temannya dia selalu bersikap seolah tak mengenalku. Siapa sih yang salah? Harusnya aku yang berpilaku seperti itu padanya.
[Author POV]
Kyuhyunpun melangkah meninggalkan Sihyun. Sihyun menatap punggung Kyuhyun dengan tatapan evilnya sama seperti yang Kyuhyun sering berikan. Sihyun kembali meremas kaleng minuman yang masih ada di tangannya.
Tiba-tiba saja di kepala Sihyun terdapat tanduk (?). Seketika Sihyun melemparkan kaleng kosong itu tepat pada kepala Kyuhyun. Sihyunpun segera berlari. Meninggalkan kantin.
________________________________
Sihyun berjalan menysuri koridor kampus yang sudah sepi. Tiba-tiba seseorang menari tangan Sihyun kasar.
“Ya!” Sihyun melihat seorang namja bertopi menariknya. “Ya! Lepaskan aku!!!” Sihyun berusaha melepaskan cengkraman namja itu. Tapi cengkramannya terlalu kuat.
Ketika Sihyun masih berusaha melepaskan engkraman namja itu. Tiba-tiba namja itu menari Sihyun ketembok dan mengurungnya. Namja itu menatap Sihyun. Tapi karena koridor sudah gelap dan namja itu memakai topi Sihyun tak dapat melihat wajahnya.
“Bagaimana kabarmu, Mrs. Choi.” Sihyun menaikan sebelah alisnya. Ia kenal suara ini. Tapi ia lupa siapa.
“Kau melupakan ku, Mrs. Choi?” Namja itu kembali berkata sambil membuka topinya.
“Kau …”
[Sihyun POV]
Namja itu membuka topinya. Omo! Ternyata namja menyebalkan itu.
“Ingat aku?” Tanyanya.
Siapa yang tidak mengenalmu namja yadong. Yang sudah merebut ciuman pertamaku. Namja yang paling ku benci.
Belum sempat ku menjawab, “Aku namja yang tadi kau lempar kaleng.”
Aish! Kenapa dia bisa tahu aku yang melemparnya.
Aku tak menjawab. Dan dia hanya diam menatapku. Ani, dia bukan menatapku tapi bibirku. Mwo?! Apa dia mau menciumku (lagi)?!
Tiba-tiba saja dia mengalihkan tatapannya dari bibirku. Dan menatap mataku dalam. Akupun jadi salah tingkah. Namja ini selain menyebalkan ternyata dia namja aneh.
“Tadinya, aku ingin meng’hukum’mu. Karena sudah melempar kaleng kesembarang orang.” Dia kembali menatap bibirku. “Tapi, tak kan asyik Cuma hanya menghukummu. Bagaimana kalau aku menantangmu.” Dia kembali menatapku. Dan aku masih hanya diam.
“Ku dengar kau pintar main starcraft. Aku tahu. Sepintarnya kau bermain pasti aku yang akan menang bukan. Tapi …”
“Hei! Mr. Cho yang terhormat. Kau boleh mengatakan dan melakukan apapun yang kau suka, aku tak peduli. Tapi jangan pernah merendahkan kekuatanku yang pasti bisa mengalahkan mu.”
“So?”
“Aku akan ikut tantanganmu.”
“Ok. Siapa yang kalah, dia patut menuruti apa yang si pemenang mau. Otte?”
“Arraseo. Kita lihat saja.”
[Kyuhyun POV]
Aku tahu dia pasti akan menerima tantanganku. Dia adalah yeoja yang tidak mau kalah dan yah … rasa gengsi yang tinggi. Sama denganku. Sebenarnya banyak hal yang sama di antara kami. Dan itulah yang membuat aku menyukai. Ani, tapi mencintainya.
Sejak kejadian beberapa tahun yang lalu sebenarnya aku merasa bersalah padanya. Aku tahu ciuman pertama itu sangat berarti bagi seorang yeoja. Karena aku juga punya nunna seorang yeoja. Dan kami begitu dekat. Jadi aku tahu apapun tentang yeoja.
Aku ingin meminta maaf padanya tapi … ia selalu bersikap dingin padaku. Dan aku tak yakin dia mau mendengarkanku. Akhirnya tiap bertemu dengannya aku hanya mengucap maaf dalam hati. Aku seorang pengecut. Memang. Bila bersangkutan dengan yeoja itu aku seperti namja pengecut. Tapi untuk kali ini aku tak kan lagi menjadi namja pengecut.
Aku menunggunya di kanti kampus kami. Huft … ada sedikit rasa khawatir bila aku tak menang. Bila aku tak menang. Berarti kesempatan aku mendapatkannya untuk seumur hidup gagal. Dan aku tidak mau itu terjadi. Aku ingin mendapatkan. Pokoknya harus mendapatkannya.
Dia datang. Ayolah Cho Kyuhyun. Kau pasti bisa!
“Annyeong!” Sapaku.
“Berhentilah berbasa-basi, Mr. Cho. Sebaiknya langsung saja kita mulai.” Dia menjawab dengan nada dinginnya.
Baiklah Mrs. Choi kita mulai dan siap-siap saja kau berubah marga menjadi Mrs. Cho.
Aku tersenyum dalam hati. Akhirnya aku bisa juga mengalahkan yeoja ini. Hahaha … sudah kubilang tak akan ada yang bisa mengalahkan seorang Cho Kyuhyun. Ku lihat ada raut kesal di wajahnya.
“Bagaimana Mrs. Choi apa kau siap memenuhi janjimu?” Tanyaku tak lupa di selingi dengan senyum evilku.
“Kau tahu? aku tidak suka mengingkari janji.” Yah. Aku tahu. Aku sangat tahu. Karena akupun  begitu. “Lalu apa permintaanmu Mr. cho.”
“Baiklah nampaknya kau sudah siap melakukan apapun permintaanku.” Aku terdiam sesaat. Jujur aku deg-degan. Bagaimanapun aku ini sedang melamar seorang yeoja. “Kau hanya harus … menikah denganku.”
[Sihyun POV]
“Baiklah nampaknya kau sudah siap melakukan apapun permintaanku.” Dia terdiam beberapa saat. “Kau hanya harus … menikah denganku.”
MWO?! Butuh beberapa waktu untuk memulihkan kesadaranku. Aku menepuk-nepuk pipiku. Ku harap ini sebuah mimpi.
“Kau tidak sedang bermimpi Mrs. Choi.” Pernyataannya membuatku tersadar.
“Apa kau gila?” Tanyaku tanpa sadar.
Dia tersenyum. Senyum khasnya. “Apapun yang kau katakan. Tapi kau sudah berjanji Sihyun-ah.”
“I know, but …”
“Pulang kuliah aku tunggu kau di gerbang.” Dia memotong perkataanku dan langsung pergi meninggalkanku.
Aish! Kenapa namja itu sungguh tak dapat ku mengerti. Untuk pertama kalinya kami bersapa setelah kejadian itu dia menantangku. Lalu sekarang pertama kali bertarung dia memintaku untuk menikahnya.
Namja itu benar-benar aneh. Tapi jujur aku sedikit merasakan bahagia. Bukan apa-apa tapi ini untuk seumur hidup aku di tembak oleh seorang namja. Bukan di tembak lagi tapi di lamar. Tapi kenapa harus namja yang selama ini ku benci? Ah! Aku benar-benar tak mengerti.
[Kyuhyun POV]
Aku menunggunya di gerbang kampus. Dengan senyum yang masih melekat erat di wajahku. Sedari kantin aku tak pernah melepas senyum dari wajahku. Tak peduli tatapan semua orang yang memandangku heran. Karena baru kali ini aku tersenyum tulus dan bahagia. Bahagia? Tentu saja bahagia. Namja mana yang tidak bahagia bila lamarannya di terima. Yah … walaupun lamaranku cenderung memaksa tapi aku tetap tak peduli. Hari ini juga aku akan memperkenalkan Sihyun pada appa dan eomma ku. Dan tentu saja Ahra nunna yang kebetulan sedang berlibur.
Dia datang. Ku lihat ada raut ragu di wajahnya. Ayolah Sihyun. Jangan pakai raut itu sekarang karena aku akan memperkenalkanmu pada orang tuaku.
“Kau sudah siap?” Tanyaku ketika dia sudah berada di hadapanku. Dia hanya mengangguk ragu.
“Kita akan kemana Kyuhyun-ssi?”
“Sudahlah kau naik saja.”
“Eomma, Appa, Nunna!!!” Aku berteriak ketika sesampainya di rumah. Sudah lama aku tak datang kerumah. Yah … selama ini aku kan tinggal di dorm.
Dapat ku dengar suara orang-orang berlarian. “Kyunie!!!” Nunna berteriak memanggil namaku sambil berlari lalu memelukku. Di belakan nunna ada appa dan eomma.
“Ya! Kenapa kau baru pulang sekarang? Bukan kah aku sudah memberitahu mu kalau aku pulang dari kemarin. Bogoshipttaneun nae dongsaeng!”
Aku hanya tersenyum. Kulihat eomma dan appa sudah terbengong (?) duluan. “eomma appa kalian tak rindu Kyuhyun. Kenapa akalian hanya bengong saja?” Tanya Ahra sambil melepaskan pelukanku. Tapi sedetik kemudian Ahra nunna ikutan bengong.
“Kyunie, nuguya?” Tanya Ahra nunna pelan. Nyaris seperti bisikan, tapi karena kami dalam jarak dekat jadi aku bisa mendengarnya.
“Nugu? Ini?” Aku merangkul Sihyun yang sedari tadi berdiri di belakangku. “Ini calon nae anae.”
[Author POV]
“MWO?!” Ahra, eomma dan appa Kyuhyun berteriak bersama. Tapi sedetik kemudian eomma dan appa Kyuhyun tertawa.
“Syukurlah. Ahra, ini yeoja yang ibu bicarakan tadi. Ini yeoja yang mau di jodohkan dengan Kyuhyun.”
“Mwo?” Untuk pertama kalinya Sihyun bersuara. “Apa ibu mu tidak bercerita tentang calon suamimu nak?” Tanya eomma Kyuhyun.
[Sihyun POV]
Jadi semua ini karena perjodohan? Jadi yang eomma bilang namja itu adalah Cho Kyuhyun. Aku mengaku. Aku sedikit kecewa karena Kyuhyun melamarku karena perjodohan. Ku kira dia tulus melamarku karena dia menginginkanya. Tapi …
“Sudahlah lebih baik kita duduk.” Appa Kyuhyun berbicara.
2 minggu kemudian
[Author POV]
Sihyun melihat pantulan tubuhnya yang berbalut gaun putih panjang yang indah di cermin. Gaun itu sangat pas dan cocok untuknya. Bentukkan bunga mawar di pinggangnya menambah keindahan.
“Ekhmmm …” Seseorang berdehem di belakanngnya. Sihyun menoleh.
“Oppa!”
“Aigo! Kenapa donsaeng oppa jelek sekali memakai gaun ini.”
“Mwo?”
“Hahaha. Oppa becanda. Kau nampak cantik, saeng.” Siwon memuji adik semata wayangnya.
“Aku iri pada Kyuhyun. Kenapa dia bisa memiliki istri secantik ini. Padahal aku lebih tampan darinya.” Siwon secara tak langsung menggoda Sihyun.
“Oppa!” Sihyun memukul lengan Siwon pelan.
“Aku senang melihatmu bahagia.” Siwon mencium kening Sihyun. “Ingat kau tak boleh terlalu bermanja padanya. Arra?”
“Arraseo.”
“Ya sudah ayo kita keluar. Appa sudah menunggumu.”
[Author POV]
Mereka sudah berada di apartment baru mereka. Kyuhyun sedang asyik memainkan PSPnya sedangkan Sihyun duduk di kursi sebelah Kyuhyun, diam. Tak tahu apa yang harus dia lakukan.
“Apa kau tidak gerah dengan baju itu?” Tanya Kyuhyun menatap Sihyun lembut.
“Ne? Ah … itu … e …”
“Ganti bajulah,” Kyuhyun mengusap puncak kepala Sihyun.
Noda merah mulai nampak di waja Sihyun. Segera ia bangkit dan meninggalkan Kyuhyun. Dan masuk kedalam kamar.
[Sihyun POV]
Omo! Apa ini? Wae? Waeyo? Kenapa jantungku berdetak sekencang ini. Apa yang kurasakan ini. Aku mengusap puncak kepalaku yang tadi Kyuhyun usap. Belaiannya itu rasanya masih berbekas di kepalaku. Aish! Aku ini kenapa. Segera aku berlari ke kamar mandi.
[Kyuhyun POV]
“YES!” Akhirnya. Aku menang kembali. Hahaha siapa dulu dong Cho Kyuhyun. Akupun meletakan kembali PSP ku.
Apa dia sudah selesai? Ketikaku memasuki kamar. Masih terdengar suara gemercik air. Dia belum selesai.
Kamarnya cukup besar. Tak salah aku menunjuk Ahra nunna untuk memilih apartment kami.
Cklek. Pintu terbuka dan … omo!
[Author POV]
Sihyun keluar dari kamar mandi hanya memakai handuk. Pahanya terpampang sudah di mata Kyuhyun. Sihyun mengeringkan rambutnya dengan handuk satu lagi.
Diam-diam Kyuhyun menelan ludah yang rasanya seperti duri hingga akhirnya ia terbatuk. Sihyun tersadar ada seseorang di kamarnya. Ia menoleh pada asal suara itu. Dilihatnya Kyuhyun yang duduk di tepi ranjang dan sedang menatapnya dengan tatapan yang …
“OMO!” Sihyun langsung berlari kembali menuju kamar mandi. BRAAAK! Pintu di tutup dengan sangat keras.
Kyuhyun tersadar dari keterpakuannya. “Aish!” Kyuhyun menghampiri pintu kamar mandi.
“Sihyun-ah,” Kyuhyun mengetuk pintu kamar mandi pelan.
“Ne,”
“Kau tidak apa-apa?”
“Aku tidak apa-apa.”
Kyuhyun hendak melangkah meninggalkan pintu. “Kyuhyun-ssi,” Panggil Sihyun.
“Ne?”
“Bisa kau ambilkan aku baju, jebal?”
“Ah, ne.”
Kyuhyun melangkah menuju lemari. Di bukanya lemari. “Ige Mwoya?!”
[Kyuhyun POV]
“Ige Mwoya?!”
Ini pasti kerjaan nunna. Kalian tahu apa yang ada di dalam lemari. Yang ada hanya sebuah gaun tidur tipis yang pendek yang aku lupa namanya. Dan baju piama. Piama untuk laki-laki. Aish bagaimana ini?
“Kyuhyun-ah?” Panggil Sihyun masih di dalam kamar mandi.
“Ne, tunggu sebentar.” Tak apalah dari pada dia harus memakai handuk.
Aku memberika gaun itu pada Sihyun. “Ige mwoya?!” Teriaknya dari dalam kamar mandi.
“Kyuhyun-ssi apa kau sudah gila, masa aku harus memakai baju yang seperti ini?”
“Wae?”
“Aku tidak mau!”
“Ya … harus bagimana lagi. Tak ada baju lagi di lemari. Hanya ada piama dan itu. Dan piama itu untuk lelaki.”
Sesaat tak ada suara hingga akhirnya. “Aku pakai piamamu itu!”
“Mwo?”
“Kau tidak usah mandi. Kau pakai saja baju itu untuk tidur.”
“Ya! A …”
“Sudahlah, Kyu. Aku kedinginan nih.” Untuk pertama kalinya ku dengar suara memelasnya. Dan yah tak dapat ku bantah lagi.
“Ini!” Akupun memberikan piamaku padanya.
Beberapa menit kemudian dia keluar. Omo! Dia tak lebih seksi di banding memakai gaun itu kurasa.
“Kenapa kau tak memakai celananya?” Tanyaku menatap pahanya yang terpampang jelas. Dan aku tak bisa mengalihkan tatapanku.
“Apa kau tak lihat? Bajunya saja sudah mencapai hampir lututku apalagi kalau ku pakai celananya. Sudahlah, dengan ini bukannya lebih baik. Kau bisa pakai celananya. Dan sekarang lebih baik kau mandi.” Jelasnya.
Aku tak menjawab dan masih menatap pahanya. Dia tersadar. “Ya! Apa yang kau lihat?!”
“Ani!” Aku langsung berlari menuju kamar mandi.
[Author POV]
Sekarang Kyuhyun dan Sihyun berada di ranjang yang sama. Kyuhyun beberapa kali memutar (?) badannya.
“Kau kenapa?” Tanya Sihyun. Kyuhyun membalikan badannya yang membelakangi Sihyun dan ketika berbalik wajah Sihyun hanya berjarak beberapa cm dari wajahnya.
Seketika merekapun saling tatap. Kyuhyun menurunkan tatapannya dari mata Sihyun menuju bibir Sihyun. Bibir yang untuk pertamakalinya ia kecup. Bibir yang sudah merebut ciuman pertamanya.
Kyuhyun menghapus jarak wajahnya dengan wajah Sihyun. Kyuhyun mengecup bibir Sihyun pelan. Lama-lama kelamaan iapun melumat bibir Sihyun. Bermula lembut hingga akhirnyamenjadi kasar.
Entah apa yang Sihyun pikirkan, tapi ia membalas ciuman Kyuhyun.
Merasa mendapat sambutan (?), Kyupun merubah posisi menjadi menindih Sihyun. Masih dengan bibir yang saling menempel, tangan Kyu mulai nakal menjalar kebalik piama yang di pakai Sihyun. Mengusap perut Sihyun.
“Hmmmm … hmmm … Kyuhmmm … gelhhhiihhmm …”
Kyuhyun memindahkan ciuman menuju leher putih Sihyun. Diberinya kissmark di beberapa tempat. Sejalan dengan itu Kyu berhasil membuka semua kancing kemeja Sihyun. Terpampanglah dua gundukan yang tertutup bra berwarna putih. Kyu memeluk Sihyun dan mencoba melepaskan pengait bra Sihyun. Akhirnya Kyu berhasil membuka pengait bra Sihyun.
Kyu berhenti menjelajahi leher Sihyun demi menatap dua gundukan indah milik Sihyun. Tersadar dari buaian yang Kyuhyun berika Sihyun langsung menutup kedua dadanya.
Kyuhyun kembali mencium bbir Sihyun. Tangannya berusaha melepas tangan Sihyun yang menutup dadanya. Akhirnya tak ada lagi yang menutup dua gundukan itu. Kyu menurunkan ciumannya menuju leher Sihyun dan merambat mnuju dada Sihyun. Kyu mengecup sekitar niple Sihyun. Di berinya tanda kepemilikan disana. Setelah puas mengecup Kyupun langsung melumat niple Sihyun kuat.
“Ahhh .. hmmm … Kyuaaahhhh …”
Kyu memainkan niple Sihyun dengan lidahnya. Desahan Sihyunpun menguat. “Kyuhhh …. Kyuahhhh … hmmmm …” Kyu mengulum niple Sihyun bergantian.
“Kyuahhh …. Kyuuuaahh ….” Setelah puas Kyu memindahkan ciumannya menuju perut Sihyun. “Geliiihhh … jebbaalll … Kyuhhh …. aahhhh ….”
Kyu berhenti mempermainkan perut Sihyun ia bangkit dan menatap cd yang berwarna senada dengan bra Sihyun. Kyu mengusapnya pelan sebelum ia membukanya.
“Kyuhhh …” Kyuhyun menjilat vagina Sihyun ketika cdnya terlepas. “Kyuhhhh … ahhhh …. anhhhh … dwahhhh ….eeehhh “
“Awww … Kyuhhh .. sakiiit ….” Kyuhyun memasukan satu jarinya kedalam vagina Sihyun. “Kyuuhhh… ahhh …. fasss …. fasssterhhh…”
Kyuhyun mengocok vagina Sihyun dengan cepat. “Ahhhh…..” Sihyun melenguh pertanda cairannya keluar.
Kyuhyun menghabiskan seluruh cairan yang keluar dari vagina Sihyun. Setelahnya Kyu bangkit dan melepas seluruh pakaiannya.
Kyu mengambil menggesekkan juniornya di depan vagina Sihyun. “Sihyun-ah, bolehkah aku?” Tanya Kyuhyun.
“Kenapa kau harus bertanya?” Wajahnya Sihyun seketika merah. Kyu tersenyum dan mulai memasukan juniornya.
“Ahhh … Kyyuuuhhh … Sakiiit hhh…” Sihyun menjerit.
“Ahhh sabar … sedikit lagi hhhh …”
Jleb. Akhirnya junior Kyu masuk sempurna di vagina Sihyun. Kyu mendiamkannya beberapa saat hingga dirasakannya vagina Sihyun siap.
Kyuhyun mulai mengeluar masukan junior. Pertama-tama dngan tempo pelan dan akhirnya menjadi sangat cepat/
“Ahhhh … Kyuuuuhhhh … hhhhhmm … Kyuuhhh …. fassteerhhh … kyuuuhhhh …. kyuhhh ….” Desahan Sihyun terdengar jelas dikamar itu.
“Ahhhh … hmmm … Sihyun-aaahhh …. paaangggil hhh… nmma kkku ….” Kyu mendesah sambil terus menggenjot dengan cepat.
“Kyyyuu …. Kyyyuhhhh … CHOhhhh …. KYUUHHH … Hyyyunnn.” Tepa saat Sihyun menyebut nama Kyuhyun cairannya keluar.
“Tunggguhhhh …. tuuunggguh … aaaaAaAAAAHHHH!!!” Kyuhyun keluar dan cairannyapun tertampung di rahim Sihyun.
Kyuhyun dan Sihyun mencoba mengatur nafas mereka yang tersenggal. Kyu memeluk Sihyun. “Gomawo.” Ucap Kyuhyun sambil mengecup bibir Sihyun.
Sihyun tak menjawab, “Mianhae.” Kyuhyun meminta maaf.
Sihyun mengangkat sebelah alisnya dan melepaskan pelukan Kyuhyun. “Mianhae karena aku telah merebuut ciuman pertamamu.”
“Jika kau ingin meminta maaf karena itu. Kau juga harus meminta maaf karena kau sudah mengambil mahkoraku, Mr. Cho.”
“Hahaha kau ini.” Kyuhyuh memeluk Sihyun kembali. Beberapa menit kemudian hening.
“Sihyun-ah,”
“Ne?”
“Aku mau lagi.”
“Ya! Cho Kyuhyun!”
-The End-

Fc Populer:

%d blogger menyukai ini: