[SiKyu Moment] I Hate You?

0
[SiKyu Moment] I Hate You? ff nc kyuhyun
Author : WonSiKyu
Tittle : {SiKyu Moment} I Hate You???
Category : NC21, Yadong, Oneshoot
Cast :
Cho Kyuhyun
Choi Sihyun
Annyeong! Kembali lagi dengan saya. Membawa sequel dari Sikyu moment terdahulu
Mohon maaf apabila NC kurang Hot. Karena yah umur saya belum terlalu matang untung mendalami yang begituan heehehehe
Jadi sekali mohon maaf kalau Nc y masih sama kaya kemarin gak Hot
RCL ^~^

[Sihyun POV]
Cahaya matahari yang terbit di pagi hari tanpa permisi membangunkanku dari tidur nyenyakku. Perlahan aku membuka mataku. Rasanya tubuhku begitu berat. Belum lagi tangan yang sekarang melingkar ditubuhku. Menambah beban berat yang kurasakan. Tunggu. Tangan?!
Aku melihat tangan seorang namja yang melingkar dipinggangku. Ketika aku menoleh kesamping benar saja. Seorang namja dengan wajah polosnya tertidur nyenyak. Namja itu adalah Cho Kyuhyun. MWO?! CHO KYUHYUN?!.
Segera aku bangkit dari pembaringanku. Ige Mwoya?! Kenapa namja menyebalkan ini bisa tidur disini? Dan … Omo! Dia tidak memakai pakaian sehelaipun dalam selimut tebalnya. Aku menutup mataku dengan kedua tangan. Tapi tiba-tiba aku tersadar akan sesuatu. Akupun sama dengan namja itu. Aku tak memakai pakaian sehelaipun. Dengan cepat aku berlari menuju kamar mandi.
Aku menahan debaran jantungku yang tak mau berhenti berdetak kencang. Apa yang terjadi sebenarnya? Kenapa aku dan dia bisa sama-sama tak memakai pakaian? Kemarin? Kuingat-ingat kembali apa yang terjadi kemarin.
Ya! Baboya! Sihyun babo! Kau itu sudah menikah. Dan namja bernama Cho Kyuhyun itulah yang kemarin mengikat janji denganmu. Aish! Jinja! Dan kemarin malam itu …
Aish! Aku memukul kepalaku. “Awww!” Sihyun Babo. Kenapa kau memukul kepalamu sendiri.
^^^^^^^^^^^^^^^^^^^
[Kyuhyun POV]
Aku terbangun dari tidur panjangku (?) ketika tercium aroma wangi dari luar kamar. Tanpa membuka mata akupun bangkit dan melangkah menuju tempat asal wangi makanan itu berada.
Kurasakan aroma itu semakin dekat. Hingga akhirnya kurasa aku sudah sampai aku membuka mataku. Kulihat beberapa makanan sudah terjejer (?) rapih di meja. Ketika aku hendak duduk.
Pranng … suara piring pecah. Ku lihat Sihyun yang melotot (?) menatapku tak percaya.
“Sihyun-ah, gwenchanayo?” Aku hendak menghampirinya.
“Kyuhyun yadong! Kenapa kau keluar tak memakai baju?!” Sihyun menutup kedua matanya dengan kedua tangan.
“Mwo?” Aku menatap tubuh polosku. Tanpa sehelai benangpun yang membalut. OMO! Segera aku berlari menuju kamar kami.
^^^^^^^^^^^^^^^
[Author POV]
Kyuhyun dan Sihyun sarapan dalam diam. Hanya dentingan sendok dan garpuh yang mengisi acara makan pagi pertama mereka.
Sihyun sibuk dengan pikirannya, begitu juga Kyuhyun. Suasana yang begitu canggung.
“Kau mau kemana?” Tanya Kyu ketika sadar Sihyun sudah berpakaian dengan rapih.
“Kuliah.”
“Mwo?! Ya! Apa kau tidak lelah?”
“Lelah untuk apa?” Tanya Sihyun polos.
“Untuk …” Seketika muka Kyu memerah sadar apa yang akan ia katakan selanjutnya.
“Mwo?” Tanya Sihyun masih dengan muka polosnya.
“A .. a .. aniyo. Kau pikirkan sendiri!” Ucap Kyu sambil memakan makanannya dengan cepat dan meninggalkan Sihyun yang masih berfikir.
Lelah? Memang lelah karena apa? Apa yang sudah aku lakukan. Pikir Sihyun. Sedetik kemudian ia teringat dengan kejadiaan tadi malam “Ya!”
^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^
Sihyun berjalan menyusuri koridor dengan langkah cepat.
Aish! Jinja! Semua ini gara-gara namja menyebalkan itu. Gara-garanya aku telat. Sihyun menggerutu dalam hati.
~Flasback~
“Jam berapa kelasmu dimulai?” Tanya Kyuhyun ketika dilihatnya Sihyun sudah siap dengan pakaiannya yang terlihat anggun.
“Jam 8. Waeyo?”
“Kalau begitu kau tunggu aku. Aku juga mau pergi kuliah.”
“Aish! Kalau begitu palliwa!”
[Sihyun POV]
Aish! Jinjayo! Kenapa namja itu lama sekali?
Waktu sudah menunjukan pukul 8 kurang. Aku bisa telat kalau begini.
“Kyuhyun-ssi kau sudah selesai?!” Teriakku dari luar.
Beberapa menit kemudian namja itu keluar. Ya! Ige Mwoya?! Kenapa namja ini masih memakai pakaian seperti tadi? Celana pendek selutut dan kaos yang longgar.
“Kau masih disini?” Tanyanya menyebalkan.
“Ya! Apa maksudmu?!”
“Ah, ne. Aku lupa. Aku tidak jadi pergi, karena aku baru ingat aku sudah mengambil cuti selama seminggu.”
“Nde?!”
“Kau pergi saja dengan bus. Lagian nanti kalau ketahuan ELF bisa gawat.”
Ige mwoya?! Namja ini benar-benar bosan hidup apa?!
“Cepatlah kau pergi! Kau bisa telat!”  Dengan nada mengusir dia mengatakannya.
Mwo?! Apa yang dia katakan?! Ya! Aku sudah telat karenamu tuan Cho. Aish! Jinjayo!
“Kau benar-benar syetan Tuan Cho!!!”
~Flashback End~
^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^
Hari pertama pernikahan kami dia sudah berulah. Aish! Kenapa aku harus menikah dengan namja menyebalkan itu?! Eomma dan Appa benar-benar sudah tak menginginkan anaknya bahagia. Tapi syukurlah aku sempat mencekiknya sebelum berangkat. Tapi sayang dia tidak mati.
Ya! Kenapa aku jadi terus memikirkan namja menyebalkan itu?! Aish! Jinjayo! Ayolah Nayeon-ah fokus pada pelajaranmu ini!
Aku kembali menatap buku tebal yang ada didepanku. Sesekali meminum colaku.
“Sihyun-ah!!!” Seorang Yeoja memanggil dari belakang. Aku sudah tahu siapa dia. Park Nayeon.
“Mwo?” Tanyaku ketika Nayeon duduk disampingku. Masih dengan menatap buku buku tebal dan meminum seteguk cola.
“Aku terpilih.”
Seketika cola yang akan meluncur ketenggorokan meloncat (?) keluar. “MWO?!” Aku bertanya tak percaya.
Nayeon tak menjawab. Ia sudah sibuk membersihkan cola yang ada di mukanya.
“Jinjayo?!”
“Ne.” Jawabnya masih dengan membersihkan cola.
Aku menatapnya prihatin. Yah~ prihatin. Kalian tahu apa yang kami bicarakan? Ia akan menjadi wakil manager Siwon oppa. Dan itu sama saja menjadikan dirinya babu seumur hidup.
“Apa kau yakin?” Tanyaku.
“Tentu saja. Ini satu-satunya cara agar aku bisa dekat dengan Siwon oppa. Menjadi wakil managernya walau hanya sementara. Dan ini juga bisa membantu ekonomi keluargaku. Wae?”
“Ani. Hanya saja …”
Hanya saja kau tidak tahu betapa menyebalkannya oppaku itu.
“Mwo?”
“Ani.”
Yah~ bagaimanapun juga Nayeon adalah seorang ELF tepatnya Siwonest. Dan aku tidak boleh tentu tidak boleh menjelekan oppa. Karena akan ada satu yang berkurang bila aku bilang. Oppakan seorang seleb begitu penting fans untuknya. Aku bukan dongsaengnya yang baik kalau aku mengurangi satu fansnya. Dan aku tidak mau menjadi dongsaeng yang jahat –seperti namja yang sekarang tinggal seapartment denganku-, walau Siwon oppa tak kalah menyebalkan dari namja Evil itu.
“Soalnya kalau tidak dengan ini aku tak akan pernah bisa dekat dengan Siwon oppa. Kau kan tak mau memperkenalkanku dengannya. Waktu pernikahanmu saja kau mengusirku darinya.”
“Ya! Ini semua demi kebaikanmu!”
“Mwo? Wae? Kenapa bisa demi kebaikanku?”
“A … a… aniyo.”
Aish! Kenapa aku bisa kecplosan begini? Nayeon menatapku heran dan menuntut. Aku tahu ia menginginkan penjelasan.
“Ah, aku lupa. Aku sudah di tunggu Kyu. Aku harus cepat pergi. Annyeong, Nayeon-ah.” Terpaksa aku memakai namja menyebalkan itu untuk lari.
^^^^^^^^^^^^^^^^^
“Aku pulang.” Dengan lesu aku memasuki rumah ini -yang kupastikan didalamnya ada sesosok syetan-.
“Ya! Dari mana saja kau?! Jam segini baru pulang?!” Tanya syetan yang berwujud namja itu galak.
“Bukan urusanmu.” Jawabku dingin.
Loh? Kenapa aku jadi dingin padanya? Ah, sudahlah. Aku sudah terlalu lelah berfikir. Memikirkan cara agar Nayeon tak menjadi wakil manager Siwon oppa. Semuanya membuatku lelah.
Aku langsung memasuki kamar.
BRAAK!!! Tanpa sadar aku menutup pintu kamar dengan kencang. Aku saja sampai dibuat kaget olehnya.
[Kyuhyun POV]
BRAAK!!! Ia menutup pintu kamar dengan kencang.
Apakah dia sedang marah? Apa dia marah karena tadi pagi? Apa tadi pagi aku begitu keterlaluan? Tapi menurutku itu tidak keterlaluan dibanding ketika aku mengerjai Hyungdeul di dorm.
“Sihyun-ah?” Aku mengetuk pintu kamar perlahan.
“Mwo?” Tanyanya dingin.
Dia benar-benar sedang marah? Aish! Kyuhyun baboya! Kalau begini dia tak akan berhenti membenciku. Yah~ aku memang sudah tahu. Kalau dia sangat membenciku. Dia sudah membenciku sejak kejadian itu –Kiss At First Sight-. Ah! Aku benar-benar babo.
^^^^^^^^^^^
[Sihyun POV]
Kuletakan PSPku di meja kecil sebelah tempat tidur.
Kulihat jam yang ada dinding kamar kami setengah 11. Kemana namja menyebalkan itu? Kenapa dia belum juga tidur?
Akupun bangkit dari tempat tidur. Rasanya aku ingin minum.
Ketika aku lewat ruang keluarga kulihat namja babo dan menyebalkan itu sudah tertidur pulas di sofa sambil memegang PSPnya. Aish! Namja ini benar-benar seorang gamer.
Ia menggeliat pelan. Aku segera berlari. Telat sedetik saja PSP-nya akan hancur. Kalian tahukan begitu pentingnya gadget ini untuknya. Sebagai gamer, aku juga bisa merasakan jika kehilangan benda ini. Bahkan aku pernah merasakannya. Waktu itu oppaku yang babo tanpa sengaja menduduki PSP-ku di jok mobil. Dan kalian tahu lah badan oppaku itu seperti apa. Akhirnya PSP-ku patah dan aku tak bisa makan dengan lahap selama seminggu.
Aku menatap wajahnya yang terlelap tidur. Ternyata benar apa yang sering aku baca. Seorang Cho Kyuhyun tidur mendengkur. Itu adalah fakta. Bagaimana bisa namja babo ini tidurnya begitu kampungan. Belum lagi mulutnya yang terbuka memperlancar pembuatan pulau di bantal sofa kami.
Tapi … tak bisa kupungkiri. Wajahnya yang sedang tidur ini menambah ketampanannya. Walaupun oppaku masih tetap tampan dari padanya. Wajahnya sekarang berbeda dengan wajahnya ketika ia membuka mata. Begitu polos, tampan seperti wajah malaikat. Bahkan wajah malaikatnya Leeteuk oppa terkalahkan oleh wajahnya.
Tanpa kusadari aku terus menatapnya. Dan lupa tujuanku keluar kamar. Jujur menatap wajahnya menghilangkan rasa haus. Kenapa bisa begitu? Molla, hanya tuhan dan author(?) yang tahu.
[Author POV]
Walaupun sedang tidur tapi bila seseorang menatap kita. Pasti itu akan terasa. Dan itulah yang dirasakan seorang Cho Kyuhyun. Perlahan ia membuka matanya dan sedikit terkejut ketika dilihatnya yeoja yang selama ini ia cintai yang sekarang sudah menjadi istrinya itu sedang menatapnya.
Sihyun tak mnyadari kalau Kyu sudah membuka matanya.
“Aku tahu wajahku memang tampan. Tapi kau tak perlu menatapku seperti itu Mrs. Cho.”
“Ya! Sejak kapan kau bangun?!”
“Hahaha apakah wajahku ini sangat tampan sampai-sampai. Kau tak menyadari apapun karena menatapku?”
“Ya! Kau ini narsis sekali Mr. Cho!”
Sihyun segera bangkit dan sedikit tergesa-gesa meninggalkan Kyu menuju dapur. Tapi Kyu segera bangkit dan menarik tangan Sihyun, hingga Sihyun duduk di sebelahnya. Kyu bangkit dari duduknya dan berdiri didepan Sihyun. Lalu Kyu mengurung Sihyun dengan kedua tangannya yang menempel disandaran kursi belakang Sihyun. Kyu menundukan wajahnya sehingga wajahnya berhadapan dengan Sihyun.
Wajah malaikat yang tadi Sihyun temui kini berubah menjadi seperti biasa. Kyu tersenyum evil ketika dapat dilihatnya wajah Sihyun yang ketakutan karena aura syetan yang ia keluarkan. *Kaya Gong Xi aja*
“Sihyun-ah aku ingin menanyakan sesuatu padamu.” Kyu berhenti mengeluarkan (?) aura syetannya.
“Mwo?”
“Kau masih membenciku?” Kyu bertanya dengan nada lirih.
“Mwo? Aku membencimu?”
“Bukan kah kau membenciku sedari dulu?”
“Kenapa aku membencimu?”
“Aku kan sudah merebut ciuman pertamamu. Jangan kau bilang kalau kau tidak kesal ciuman pertamamu aku ambil dan kau sebenarnya bahagia karena aku yang merebutnya?”
“Ya! Siapa bilang aku bahagia kau merebut ciuman pertamaku?! Aku kesal sangat kesal. Seharusnya ciuman pertamaku itu suamiku yang mengambilnya.”
“Aku kan suamimu.”
“Tapi saat kejadian itu kau bukan suamiku!”
“Jadi kau benar-benar membenciku? Dan sekarang masih?” Tanya Kyu dan suaranya masih lirih.
“Jika aku bilang aku masih. Lalu apa yang kau lakukan?” Tantang Sihyun.
“Mwo? Jangan bilang kau sedang menantangku Cho Sihyun.”
“Siapa yang menantang, aku hanya bertanya kalau aku bilang masih kau akan berbuat apa.”
“Kau ingin tahu?” Kyu mengeluarkan Smirk Evilnya. Sihyun menatap Kyu heran.
Tanpa basa-basi Kyu melumat bibir Sihyun lembut akan tetapi dalam.
[Sihyun POV]
“Aku akan membuat rasa bencimu berubah jadi rasa cinta.”
Hatiku berdebar ketika ia menjawab pertanyaanku sebelumnya. Seakan takut itu benar terjadi. Takut jika rasa benci –yang sebenarnya sudah hilang yang aku tidak tau sejak kapan- berubah menjadi rasa cinta. Tapi untuk apa aku takut toh dia sudah menjadi suamiku. Tapi apa salahnya aku mencintai namja yang sudah menjadi suamiku?
Perlahan ciuman Kyu mulai mengganas aku membalasnya dengan mengalungkan tanganku dilehernya. Sedikit menekan tengkuknya, agara dapat memperdalam ciuman kami. Dibaringkannya aku disofa tempat tadi ia tidur dan menindihku. Tapi tak sepenuhnya menindihku karena sikunya ikut serta menahan tubuhnya. Ciuman kami mulai mengganas. Saliva kami sudah saling tertukar.
Tanpa kusadari tangan Kyu mulai nakal masuk kedalam T-Shirt biru yang sedang kugunakan. Tangannya dengan nakal mengusap perutku membuatku kegelian. Lalu tangannya merambat kepungguku seiring dengan ciumannya yang turun keleherku.
Trek. Ia berhasil membuka kaitan braku. Ia menghentikan ciumannya dileherku. Perlahan tapi pasti ia membuka T-shirt yang sedang ku pakai sekaligus dengan braku. Kini badan atas ku tak tertutup apapun. Segera kututup kedua belah dadaku.
“Kenapa ditutup? Kau malu?” Tanya Kyu seduktif yang mebuat pipiku memerah seperti tomat.
Tanpa menunggu jawabanku Kyu langsung menarik kedua tanganku yang menutupi benda yang mungkin akan menjadi favorite-nya. Kyu membenamkan wajahnya di lembah yang berada ditengah kedua gunungku. Kurasakan sedikit nikmat saat sesuatu yang basah menyentu belahan dadaku. Kyu menjilat belahan dadaku setelah itu ia mengecupnya pelan. Perlahan kecupannya merambat menuju puncak dari gunung tak bertulang sebelah kiri.
Ketika sampai puncak Kyu langsung melumat nipple-ku. “Ahhmm … Kyuhhh …” Kyu memainkan nipple-ku dengan ganas. Payudaraku yang sebelah kanan tak dibiarkannya kesepian (?). Ia menemani payudaraku yang sebelah kanan dengan tangan kirinya. Diplintirnya payudaraku yang sebelah kanan dengan jari-jarinya.
“Kyuhhh … hmmm …”
Tangan kanannya yang menganggur perlahan merambat mengusap pahaku yang tak tertutup mengingat aku memakai hotpants yang haya menutup setengah pahaku. Badanku sudah mulai memanas. Aku menarik bajunya pertanda aku menginginkan benda ini lepas dari tubuhnya. Kyu berhenti mempermainkan dadaku. Ia melepas bajunya dengan tergesa-gesa. Setelah lepas ia kembali melakukan aktifitasnya yang tertunda. Bedanya kini tangan kanannya tidak lagi bermain di pahaku. Tapi tangan kanannya mulai nakal melepas kancing hotpants.
Hanya dengan satu tangan Kyu berhasil melepas hotpantsku. Kyu melepas permainannya didadaku. Ia menatap tubuhku yang hanya terbalut celana dalam yang menutup daerah sensitifku dengan tatapan … heran?
“Wae?” Tanyaku.
“Aku heran mengapa aku bisa tergoda dengan tubuhmu yang biasa ini? Padahal tubuh Taehee nunna lebih sexy dari padamu.”
PLETAK! Aku memukul kepalanya dengan keras. Namja ini benar-benar sudah bosan hidup.
“Ya! Kenapa kau memukulku?!”
“Jika kau tak suka ya sudah! Bercinta saja kau dengan Taehee eonni!” Aku mendorong tubuhnya dan berusaha mengambil pakaian yang sudah bertebaran dimana-mana. -__-“
[Kyuhyun POV]
Aish! Yeoja ini pemarah sensitif sekali tak jauh beda dengan Siwon hyung. Dengan cepat aku memeluk tubuhnya.
“Harusnya kau berterima kasih padaku. Karena meskipun tubuhmu tidak sesexy Taehee nunna, aku lebih menginginkan tubuhmu. Lagi pula Taehee nunna bukan istriku jadi mana bisa aku bercinta dengannya. Bersyukurlah karena aku mau menerimamu menjadi istriku.”
Aku mencium bibirnya lembut. Aku ingin mengatakan sebuah kata indah padanya. Seperti yang sering dilakukan namja-namja lain. Tapi Sejenius apapun aku. Aku tetap babo jika di suruh bicara. Apalagi jika harus berkata kata romantis. Kuharap dengan ciumanku yang lembut ini dia bisa mengetahui perasaanku sebenarnya.
Selama seperkian detik aku menciumnya lembut tanpa ada nafsu didalamnya. Tapi lama kelamaan akhirnya nafsu itu datang. Dan AngleKyu kembali terganti dengan EvilKyu. Aku memperganas ciumanku. Kuangkat tubuhnya yang mungil tapi berat itu. Masih dengan berciuman aku berjalan menuju kamar kami. Agar lebih leluasa. Untuk melanjut permainan.
Perlahan kurebahkan tubuhnya dikasur dan kembali menindih tubuhnya. Aku tak peraya ternyata nafasnya juga begitu panjang. Sedari tadi kami belum melepaskan ciuman kami. Terlihat sekali kalau ia seorang yang sering ke gereja.
Aku mengalihkan ciumanku menuju lehernya yang putih. Lebih putih dariku. Kutinggalkan beberapa kissmark dilehernya itu sebelum ciumanku turun lebih bawah. Menuju kedua belah dadanya.
Kukecup lembah yang terapit dua gunung tak bertulang itu berkali-kali. Kutelusuri hingga sampai dipuncaknya. Segera kukulum puncaknya itu.
“Ahmmm … Kyuhhh …” Desahan indah mulai keluar kembali dari bibir mungilnya. Membeuatku lebih bersemangat untuk mengulumnya.
Tangan kananku meremas gemas dadanya yang menganggur. Kemainkan dada kirinya dengan cara memelintir nipplenya.
Sudah bosan dengan yang kanan. Ku pindahkan ciumanku ke dada kirinya sedangkan tangan ku yang semula bermain di dadanya mulai turun. Kubelai perut ratanya.
“Kyuhh … geliiih …”
Setelah puas bermain. Kutelusuri perutnya dengan ciumanku. Sihyun meremas rambutku. Nikmat dan geli mungkin yang ia rasakan.
[Sihyun POV]
Ciuman Kyu menurun terus turun hingga sampai di daerah pribadi ku. Kyu mengecup lubang kemaluanku yang masih tertutup. Tak sabaran Kyu menarik paksa underwearku.
Tanpa aba-aba Kyu langsung menjilat lubang kemaluanku dengan tak sabaran. Jilatannya liar. Aish! Bernafsu sekali dia ini.
“Ahhhmm … Kyuhhh …” Kujambak rambutnya, menekan agar ia tak melepaskan cumbuannya di lubang kemaluanku.
Kyu memasukan satu jarinya kedalam lubangku. Desahan kenikmatanku pun semakin keras, dan itu makin membuatnya menjadi-jadi.
“Ahhhh ….” Hingga akhirnya cairan putih kental keluar dari liang kenikmatanku. Dan Kyu tanpa jijik menghabiskannya dengan penuh nafsu.
Belum sempat aku mengatur nafasku. Kyu sudah melumat bibirku lembut. Aku membuka mataku –yang kututup ketika aku mendapatkan puncak-. Kyu tersenyum. Akupun ikut tersenyum.
Kyu mengenggam tanganku. Di bawanya aku menuju kemaluannya yang belum terlalu mengeras. Aku meremas benda itu perlahan.
“Ahhh …” Kyu mendesah pelan.
Aku mulai meremasnya kuat. Dan desahannya mulai mengeras seiring dengan remasanku yang menguat.
Aku mengocok benda berharga milik Kyu itu dengan cepat. Membuatnya menengadah dan matanya terpejam. Sungguh demi apapun dia lebih tampan bila begini. Sungguh sexy.
Bibirnya sedikit terbuka. Dengan gemas kulumat bibirnya yang terbuka itu. Kyu membalasnya dengan penuh nafsu. Kocokanku semakin kupercepat.
Kyu melepaskan ciuman kami. “Kulum dia Sihyun-ah,” Kyu menjilat telingaku seduktif.
Segera kuturunkan ciumanku menuju benda berharga milik Kyu. Dengan ragu aku menjilat ujungnya. Dengan tiba-tiba Kyu menekan kepalaku membuat penisnya itu masuk. Aku hampir tersedak karena ujung dari penisnya itu sudah mencapai tenggorokanku.
Kyu dengan tidak sabaran memaju mundurkan penisnya di mulutku.
“Ahhh … Sihyunaaah …” Badan Kyu menegang.
Kyu makin menekan kepalaku pada selangkanganya. Dan akhirnya cairan putih kental melesak ketenggorakanku. Cairannya sangat banyak hingga sebagian keluar dari mulutku.
Aku berusaha mendorongnya dari hadapanku. Tapi ia tak kunjung bergerak. Dia masih menikmati puncaknya.
PLAAAK dengan keras ku tepuk pantatnya yang montok (?) itu dngan keras.
“Ya!” Dia berteriak dan melepaskan penisnya di mulutku. “ Kenapa kau menepuk pantatku yang sexy ini, hah?”
“Aku tak bisa bernafas Cho Kyuhyun babo!” Teriakku padanya. Kuhapus cairannya yang masih ada di ujung bibirku.
Belum sempat ku menghapusnya, Kyu menarik tanganku dan langsung membersihkan cairannya dengan mulutnya. Tak lama setelah bersih Kyu melumat bibirku ganas. Lidahnya melesat masuk mengajak lidahku untuk bermain.
Kyu mnekan badanku untuk berbaring tanpa melepaskan ciumannya. Direntangkannya kedua pahaku. Kyu melepaskan ciumannya dan berpindah menuju nippleku.
“Hmmm … Kyuhhh …  Arghhh!” Kyu menekan batang kemaluannya itu dengan tiba-tiba. Walaupun ini bukan yang pertama kalinya tapi rasanya sama seperti prtama kali. Perih yang kurasakan. Dan setetes air mata mulai membasahi pipiku.
“Appo?” Tanya Kyu sambil menghapus air mataku. Aku mengangguk.
“Mianhae,” Kyu mengecup keningku lembut.
Ajaib. Tiba-tiba saja perih yang kurasakan sedikit berkurang ketika Kyu mengecup keningku.
Kyu mulai melumat kembali bibirku dan tangannya kembali aktif mempermainkan dadaku.
“Ahhh … euhhh ….” Rasa perih yang ku rasakan telah kini berganti dengan rasa nikmat yang tingkatannya tidak terhingga.
Kyu membenamkankepalanya di dadaku. Kutekan kepalanya lebih dalam. Kyu mengulum nippleku, bersamaan dengan itu Kyu mulai menggerakan miliknya. Memaju mundurkannya dengan pelan.
“Ahhh .. Kyuhhhmmm …” Kyu kembali melumat bibirku dalam.
Kyu mempercepat keluar masuk miliknya. Ciumannya berpindah ke leherku. Melukis beberapa karya disana.
“Kyuhhh … akuhhh … Ahhhh…” Tak tertahankan lagi aku mencapai puncak.
Kyu makin mmpercepat gerakan keluar masuknya. Berusaha untuk mencapai puncak secepatnya.
“Ahhh …” Kyu melenguh matanya terpejam dan mulutnya sedikit terbuka.
Kyu berpindah berbaring disampingku.
Baru saja aku berhasil mengatur keluar masuknya nafasku. Kyu kembali mencium bibirku dan tangannya kembali bermain di dadaku.
Sebelum birahi itu datang kembali, aku menahan tangan Kyu yang bermain di dadaku.
Kyuhyun melepas lumatannya di bibirku. “Wae?”
“Aku lelah,”
“Satu lagi saja,” Dia mulai ber-aegyo. Ya! Sejak kapan dia pandai ber-aegyo.
“Shireo,”
“Ayolah, Sihyun-ah.” Aish! Kenapa dia jadi kekanakan seperti ini?
Ku ambil selimut yang ada di bawah kaki kami. Lalu berbalik membelakanginya menutup seluruh tubuhku dengan selimut.
“Ya! Sihyun-ah!” Tak kuhiraukan, “ Ck,” Dapat ku dengar decakan dari mulutnya itu.
Aku berbalik dan mencium bibirnya lembut.
“Besok lagi kita lanjut kan, ne? Sekarang aku lelah. Aku baru saja menyelesaikan skripsiku hari ini.”
“Tapi janji besok kita melakukannya lagi?” Tanya seperti anak kecil.
“Hahaha kenapa kau jadi kekanakan seperti ini Kyuhyun-ssi?”
“Ya! Kau belum menjawab!”
“Arra! Arra! Kita akan melakukannya lagi besok. Kau puas Mr. Cho?”
“Ne. Kalau begitu cha! Kita tidur. Jaljayo!” Kyu mengecup keningku lalu memelukku  dengan erat.
Aku membencinya? Tentu saja. Namja ini mampu membuat hatiku luluh dan mampu membuatku seperti orang bodoh. Aku membencimu Mr. Cho. Karena kau mampu rasa benci ini menjadi cinta. Kau berhasil Mr. Cho.

Fc Populer:

%d blogger menyukai ini: