Princess Kaguya 1 of 2

0
ff nc kyuhyun twoshoot princess kaguya
Author : Rashisa
Title : Princess Kaguya
Cast : Cho Kyuhyun as Kyuhyon
Kaguya
Genre : Sad, Romance, Married Life
Rating : Nc 21
Annenyong, sekedar pemberitahuan jika FF ini aku buat karena terinspirasi dari cerita rakyat yang pernah aku baca. Aku sengaja menggunakan judul yang sama dengan cerita aslinya yaitu putri kaguya sendiri dan untuk jalan ceritanya aku pastikan akan beda dari aslinya tapi untuk bagian endingnya aku sengaja buat sama. Karena kisah ini berasal dari Jepang so aku juga menggunakan nama jepang juga tentunya dan pilihannya jatuh pada biasku sendiri yaitu Cho Kyuhyun. Buat para pecinta Kyuhyun sudah pasti tahu lah nama jepangnya dan FF ini adalah hasil gabungan dari kecintaanku dari dua negara ini yaitu Jepang dan Korea. So…

Hope you like it~~~~
“nenek aku tidak ingin kesana” ucap Kaguya kepada neneknya yang sejak tadi tak berhenti membujuknya untuk menerima undangan ke istana.
“tapi Kaguya, kau tidak boleh begitu. Bagaimanapun kaisar adalah orang yang paling berkuasa di negeri ini, mana bisa kau menolak permintaannya ” lirih kembali sang nenek. Sudah bermacam-macam cara ia gunakan untuk merayu Kaguya agar mau bertandang ke kediaman sang kaisar namun itu tetap saja tak sedikitpun mengubah pendirian Kaguya.
“…..” Kaguya tak bergeming, dia tak peduli lagi dengan apa saja yang dikatakan neneknya. Dia sudah berulang kali mengatakan bahwa dirinya tidak mau datang ke istana meskipun setiap hari akan ada para prajurit kerajaan yang mengunjungi rumahnya lalu memintanya ke istana.
“baiklah, nenek akan menyampaikan pesanmu jika kau masih tidak ingin menemui mereka” wanita berumur lanjut itu keluar dari kamar Kaguya dengan wajah lesu. Ia kembali menyesal harus menyampaikan kabar mengecewakan kepada kaisar.Dengan wajah tertunduk nenek Kaguya kembali menemui prajurit kerajaan yang sudah menunggunya lama di depan rumah. Ia tak bisa menutupi guratan-guratan penyesalan dihadapan orang-orang yang menjadi utusan kaisar itu. Dengan berat hati ia menyampaikan kembali penolakan putrinya.
“maaf, untuk saat ini sepertinya putri saya masih belum menerima permintaan kaisar. Atas nama Kaguya saya meminta maaf sebesar-besarnya kepada Kaisar Kyuhyon karena kembali memberikan berita yang mengecewakan untuknya” ucap nenek Kaguya sambil membungkukkan badannya bertanda meminta maaf.
“tidak apa-apa saya mengerti. Nenek pasti sudah berusaha keras untuk membujuknya, saya akan menyampaikan kabar ini langsung kepada Kaisar Kyuhyon sendiri”
Para prajurit kerajaan itu satu-persatu meninggalkan rumah Kaguya mengikuti pimpinannya yang sudah jalan terlebih dahulu. Sudah berulang kali mereka datang kesana karena perintah dari Kaisar Kyuhyon. Beliau meminta agar membawa Kaguya datang ke istana langsung untuk bertemu dengannya. Namun sepertinya niatan baik sang kaisar tidak di sambut hangat oleh Kaguya sendiri. Ia selalu menolak ajakan orang yang menjadi nomor satu di negerinya itu dengan berbagai alasan dan seperti sekarang ini, Kaguya kembali berhasil membuat para prajurit kerajaan pulang ke istananya tanpa membawa hasil.
Kaguya adalah gadis yang tumbuh dengan kecantikan yang luar biasa. Ia memiliki kulit putih bersih seperti susu yang merata di seluruh tubuhnya. Matanya yang tajam namun berbinar menambah kesan misterius pada gadis ini. Semua gadis yang ada di Jepang tidak ada yang bisa menandingi pesona wajah cantik Kaguya. Hal ini lah yang membuat Kaguya menjadi terkenal di semua kalangan pria.
Rumor tentang kecantikan Kaguya menyebar dengan sangat cepat. Banyak orang yang berdatangan ke rumah Kaguya dan secara terang-terangan meminta ingin mempersunting Kaguya, mulai dari kalangan biasa sampai dengan kalangan pejabat pemerintahan. Namun semua itu ditolak secara halus oleh Kaguya. Dia akan membuat berbagai macam permintaan yang sangat menyulitkan agar tidak bisa dipenuhi oleh siapapun sehingga dia bisa bebas dari semua niat mereka yang ingin menjadikannya istri.
Desas-desus tentang Kaguya si gadis cantik akhirnya sampai ke telinga Kaisar Kyuhyon sendiri. Kyuhyon penasaran dengan sosok Kaguya dari kabar yang selama ini ia dengar. Dan hatinya semakin tertarik ketika gadis itu selalu menolak prajurit utusannya yang datang ke rumahnya untuk membawa Kaguya ke istana.
“apa yang kalian katakan? Dia tidak mau datang ke sini lagi?” bentak Kyuhyon setelah mendengar kabar bahwa Kaguya kembali menolak undangannya. Dia tidak habis fikir apa yang ada dalam otak gadis itu sehingga dengan berani menolaknya. Kyuhyon merasa tidak terima, selama ia menjabat sebagai kaisar belum sekalipun ia mendapatkan perlakuan seperti yang Kaguya lakukan.
“saya minta maaf dan sangat menyesal harus kembali mengatakan hal ini tapi begitulah yang mereka sampaikan pada saya”
Kyuhyon menghela nafasnya kasar lalu tangan kirinya mengusap wajah tampannya yang nampak sekali memperlihatkan ia sedang frustasi. Baiklah, jika gadis itu tidak mau datang ke sini biar aku yang akan mendatangi rumahnya bisik hati Kyuhyon.
“Kalian boleh pergi dan jangan lupa siapkan kendaraan untukku besuk karena aku akan datang ke rumahnya “perintah Kyuhyon akhirnya setelah yakin dengan ide yang baru saja terlintas di fikirannya itu.
“kami akan memastikan semuanya sudah siap sesuai dengan yang kaisar perintahkan” pria berbadan tegap itu mengundurkan diri hadapan sang kaisar setelah semua tugasnya di anggap selesai. Ia membungkukkan tubuhnya sekilas lalu berbalik keluar dari ruangan kebesaran kerajaan itu.
                                     oOo
Kaguya masih betah berdiam diri sendirian di kamarnya setelah utusan kerajaan pergi dari rumahnya. Dia memandang pemandangan di luar rumahnya melalui jendela kamarnya yang sengaja ia buka. Matanya menangkap pohon maple dengan daun-daun yang berwarna kecoklatan bergoyang-goyang tertiup angin dan sebagian diantara mereka berguguran karena sudah tak kuat melekat di ranting-ranting pohon.
Kaguya tak bisa berhenti berfikir kenapa banyak orang-orang yang diluar sana yang sangat menginginkan dirinya untuk di jadikan istri, padahal ia yakin, masih banyak gadis yang jauh lebih baik dari dirinya. Kaguya hanyalah gadis desa yang hidup jauh dari kebisingan kota dan dia juga gadis yatim piatu yang hanya tinggal bersama kakek dan neneknya. Mereka adalah sepasang orang tua yang berprofesi sebagai pencari bamboo di hutan.  Tidak ada yang special dalam diri Kaguya yang dapat ia banggakan.
“Kaguya, mari nak kita makan bersama. Kakekmu sudah datang dan dia sedang menunggumu” Kaguya menolehkan kepalanya kearah pintu kamarnya yang menampilkan tubuh neneknya yang berdiri di ambang pintu. Dengan perlahan-lahan namun pasti nenek Kaguya menghampiri putrinya yang sedang termenung di ranjangnya.
“kau sedang melamun nak?” tanya neneknya setelah mendudukkan diri di samping Kaguya. Tangannya mengelus kepala Kaguya dengan penuh kasih sayang lalu menyandarkannya tepat di dadanya. Kaguya tak sekalipun melawannya, ia bahkan sangat menyukai perlakuan neneknya terhadap dirinya saat ini. Bagi Kaguya, bisa mendengar detak jantung orang yang telah membesarkannya dari sejak bayi membuatnya nyaman dan ia sangat ingin mendengarkan jantung itu berdetak sampai kapanpun.
“apa yang sedang kau fikirkan?”
“tidak ada” jawab Kaguya lirih. Ia semakin mendekatkan kepala kedalam dekapan neneknya karena semakin merasa nyaman saat wanita berumur itu mengelus dan memberikan kecupan dipuncak kepalanya. Kaguya bisa merasakan kasih tulus yang neneknya berikan di setiap sentuhan tangannya.
“apa ini ada kaitannya dengan Kaisar Kyuhyon?” mata Kaguya mendongak melihat wajah neneknya yang juga menunduk guna membalas memandangnya. Mereka berdua terdiam sesaat seolah lewat tatapan mata keduanya berbicara untuk mewakili apa yang ingin mereka sampaikan.
“nak,…”
“kakek pasti akan marah karena menunggu kita yang terlalu lama. Ayo nek, perutku juga sangat lapar meminta di isi” potong Kaguya terlebih dahulu sebelum neneknya melanjutkan bicaranya. Kaguya tahu bahwa itu adalah perbuatan yang kurang sopan yang tak seharusnya ia lakukan pada neneknya tapi mengingat neneknya yang kembali membicarakan hal yang akan memperburuk suasana hatinya maka ia cepat-cepat mencegahnya.
Kaguya tahu jika neneknya pasti tidak akan jauh-jauh dari pembahasan tentang sosok Kaisar Kyuhyon yang terkenal tampan itu. Sudah puluhan kali Kaguya mendengarnya karena neneknya selalu menceritakan padanya. Dan sekarang ia tak berminat untuk mendengarkannya lagi.
Nenek Kaguya mendesah pasrah melihat putrinya meninggalkannya sendirian di kamar. Ia cukup faham dengan tabiat Kaguya yang terkenal keras kepala dan tidak suka jika dipaksa. Dengan kakinya yang sudah menua nenek kaguya melangkah meninggalkan kamar putrinya dan bergabung dengan suami serta Kaguya untuk makan malam.
Di ruangan yang tak begitu besar itu keluarga Kaguya menikmati santapan malamnya dengan rasa bersyukur. Dengan nasi dan lauk pauk yang sederhana sebagai pelengkap sudah lebih dari cukup bagi keluarga itu. Mereka akan selalu menerimanya dengan senang hati karena semua yang telah mereka dapat hari ini bagi mereka adalah anugerah yang patut untuk di syukuri.
“duduklah disini, ada yang ingin kakek tanyakan“ Kaguya berhenti membereskan meja yang baru saja mereka gunakan untuk makan. Neneknya sudah lebih dulu membawa mangkuk-mangkuk kotor mereka untuk segera di cuci dibelakang. Kaguya menuruti perintah kakeknya dengan duduk menghadapan di seberang meja. Rumah mereka memang tidak mempunyai banyak ruangan hanya ruang tidur, ruang mandi dan ruang tamu yang juga berfungsi sebagai ruang makan jika nenek dan Kaguya ingin memasak mereka harus melakukannya di belakang rumah karena tidak adanya tempat lagi.
“kakek dengar kau kembali menolak di ajak ke istana. Apa itu benar?” Kaguya menyembunyikan wajahnya di hadapan kakeknya. Ia yakin kakeknya sedang sangat serius memandang wajahnya lewat tatapan matanya yang teduh. Kaguya paling tidak tahan melihat lebih dalam mata kakeknya karena itu membuat hatinya lemah.
Kakek Kaguya menganggap  bahwa kediaman Kaguya mengisyaratkan bahwa Kaguya membenarkan ucapannya. Dengan sifat sabar yang dimilikinya kakek kaguya kembali bertanya padanya “kenapa Kaguya?” cicit kakeknya lembut berharap dengan itu Kaguya mau menjawab pertanyaannya. Kakeknya sudah banyak bersabar menghadapi Kaguya dengan tidak menanyakan alasan Kaguya yang selalu menolak pria-pria yang ingin meminangnya namun sepertinya rasa penasaran itu memuncak hari ini dan dia ingin mendengarnya langsung dari mulut putrinya.
“kenapa kau diam saja? Kau pasti mempunyai alasan kuat sehingga kau menolaknya. Katakan pada kakek alasan apa itu” Kaguya mengangkat kepalanya menghadap kakeknya setelah merasakan tangan hangat kakeknya menggenggam jemari tangannya.
“aku hanya tidak ini meninggalkan kakek dan nenek sendirian disini. Jika aku menikah dengan salah satu diantara mereka pasti mereka akan membawaku dan menjauhkanku dari kakek dan nenek” Kaguya tak yakin dengan apa yang dia katakan tapi hanya kalimat itulah yang ada terlintas diotaknya di saat darurat seperti ini. Kaguya berharap kakeknya percaya dengan apa yang ia katakan sehingga tak lagi membujuknya untuk menikah.
“jadi itu yang kau khawatirkan selama ini, kau sudah tumbuh menjadi besar Kaguya sudah sepantasnya kau menikah dan hidup berumah tangga. Kau tidak usah mencemaskan kami selaku kakek dan nenekmu disini, kami akan amat sangat bahagia jika kau juga menemukan kebahagianmu bersama suamimu nanti”
Mata Kaguya mengerjap, ia tidak menginginkah hal seperti itu terjadi dalam hidupnya. Bisa hidup bersama-sama dengan kakek dan neneknya sudah sangat membuatnya bahagia dan Kaguya tidak menginginkan kebahagiaan lainnya lagi yang akhirnya nanti akan membuat orang lain terluka karena perbuatannya.
“tapi kek, Kaguya sudah sangat bahagia hidup bersama kakek dan nenek dan Kaguya tidak ingin membaginya dengan yang lain lagi” Kaguya bersikukuh dengan pendapatnya yang tak ingin meninggalkan kakek dan neneknya hidup seorang diri. Ia tak berhenti berusaha untuk meyakinkan sang kakek jika dia bahagia dengan hidup yang ia jalani saat ini.
“Kaguya, putriku. Aku tahu jika kau sangat mencintai kami dan begitupun kami juga yang sangat mencintaimu tapi nak kami sudah tua dan umur kami juga tidak akan panjang lagi. Kami tidak akan mempunyai waktu menemanimu selama-lamanya” kakek Kaguya menjeda sebentar ucapannya setelah melihat istrinya yang tadi ikut menguping pembicaraan mereka berjalan menghampiri mereka berdua untuk bergabung dalam satu meja.
“kami berdua berharap kau bisa menemukan orang yang benar-benar mencintaimu dan rela menjadi pelindungmu setelah kami berdua meninggal nanti. Anggap ini adalah permintaan terakhir dari kakek dan nenek, kami berjanji tidak akan meminta apapun lagi setelah kau memenuhi permintaan kami ini” 
“kakek, nenek…” Kaguya tak sanggup mengucapkan sepatah katapun. Ia bergantian memandang wajah kakek dan nenek didepannya. Ia bahkan sempat melihat wajah neneknya mengangguk menyetujui apa yang di katakan kakeknya. Kaguya benci keadaan seperti ini melihat tatapan memohon dari kedua orang yang sangat berjasa bagi hidupnya membuatnya lemah. Ia tidak bisa menolaknya atau akan menambah guratan kekecewaan di wajah kakek dan neneknya yang terlihat semakin menua.
                                           oOo
Kyuhyon tak henti-hentinya bergerak di atas ranjangnya yang empuk. Ia bergerak kesana-kemari mencari posisi yang pas sehingga membuatnya nyaman saat dirinya tertidur nanti. Sudah terhitung sejak tiga puluh menit yang lalu ia terbaring di kamar tidurnya setelah menyelesaikan makan malamnya dan sampai waktu itu berlalu ia masih tak bisa memejamkan matanya.
“Hah, kenapa kau tidak bisa hilang dari fikiranku sebentar saja. Mataku sudah sangat lelah dan ingin sekali tidur” gerutu Kyuhyon sambil membuka selimut yang sempat ia gunakan untuk menutupi seluruh tubuhnya. Termasuk kepalanya karena tak bisa tidur sejak tadi. Kyuhyon langsung bangun dari tidurnya lalu mengacak-acak rambutnya gusar.
“aku mohon jangan ganggu aku. Aku berjanji akan menemuimu langsung besuk tapi sekarang ijinkan aku tidur malam ini” rengek Kyuhyon entah pada siapa karena di kamar itu tidak ada seorangpun selain dirinya sendiri. Kyuhyon kembali membaringkan tubuhnya di tempat tidur dan berusaha mengenyahkan bayangan Kaguya yang selalu menghantuinya sepanjang hari ini.
“Ya Tuhan, kau benar-benar. Aku bahkan belum bertemu dan melihat wajahmu dengan mataku sendiri tapi kau sudah membuatku tidak bisa tidur semalaman karena memikirkanmu” desahan putus asa kembali Kyuhyon lontarkan karena tak sanggup menghalau otaknya sudah dipenuhi oleh sosok Kaguya.
Untuk kesekian kalinya Kyuhyon bangun dari tidurnya dan kali ini ia beranjak turun dari ranjangnya. Kaki Kyuhyon melangkah mendekati sebuah lemari yang berisi penuh dengan deretan buku-buku, tangannya mengambil salah satu diantara mereka untuk dia baca. Kyuhyun berharap dengan membaca buku itu dia bisa menghilangkan fikirannya tentang Kaguya dan bisa membuatnya tertidur.
Kyuhyon adalah putra tunggal yang mewarisi tahta yang di jabat ayahnya sebelumnya. Ayah Kyuhyon tidak mempunyai selir, ia hanya menikah dengan satu orang wanita yang juga menjadi permaisurinya dan ibu kandung Kyuhyon sendiri. Kehidupan keluarga mereka sangat bahagia sampai sesuatu yang buruk menimpa keluarga mereka. Ayah dan ibu Kyuhyon terlibat kecelakaan besar sehingga merenggut nyawa keduanya. Kyuhyon yang saat itu masih remaja harus menerima keyataan pahit ditinggal pergi oleh kedua orang tuanya.
Kyuhyon sudah menjadi kaisar sejak 5 tahun yang lalu karena sekarang dia berumur 25 tahun. Pada saat usianya menginjak 20 tahun secara resmi ia diangkat menjadi kaisar menggantikan kedudukan ayahnya yang di wariskan untuknya. Kyuhyon menjadi kaisar termuda pertama yang pernah ada di Jepang karena kaisar lainnya tidak akan mendapat gelar kaisar di usia yang semuda dia. Tumbuh besar dikalangan bangsawan membuat Kyuhyon harus lebih bersikap dewasa dari usianya. Di saat orang-orang seumuran dengannya memikirkan sekolah dia harus memikirkan rakyat-rakyatnya. Ia harus selalu bisa berfikir bijak dan mengambil keputusan yang tepat jika berkaitan dengan urusan negaranya.
                                                    oOo
Kyuhyon benar-benar melakukan rencananya berkunjung ke rumah Kaguya. Setelah melewatkan perjalanan panjangnya akhirnya ia sampai juga di tempat yang ia tuju. Sedikit terkejut dengan keadaan rumah yang menjadi tempat tinggal Kaguya walaupun sebelumnya dia sudah mengetahui informasinya dari sekretaris kerajaan namun tetap saja ini diluar dari ekspetasinya.
“lalu apa jawabanmu Kaguya?” mata Kaguya bergerak gelisah. Di dalam rumahnya sudah penuh dengan orang-orang yang di bawa Kyuhyon. Kaguya kembali memandang wajah kedua kakek dan neneknya, ia tak bisa berkelit mencari alasan lagi karena kemarin malam Kaguya sudah berjanji akan mau menikah jika ada orang yang datang untuk melamarnya lagi.
Kaguya masih tak percaya bahwa sekarang Kaisar Kyuhyon sendiri yang datang ke rumahnya di tambah melamar dirinya langsung. Ia tak pernah menyangka jika janji yang dia ucapan di peruntukkan untuk Kaisar Kyuhyon. “aku masih menunggu jawabanmu Kaguya” Kaguya kembali mengerjap mendengar suara pria asing yang ada dihadapannya. Sepertinya dia harus membiasakan diri mendengar suara serak nan tegas itu karena seperti janjinya Kaguya akan menerima pinangannya.
“apa aku bisa menolak permintaan Kaisar? Semua wanita luar sana pasti akan memandangku iri karena saat ini Kaisar Kyuhyon melamar gadis sepertiku”
“apa itu berarti kau menerima lamaranku Kaguya?” tanya Kyuhyon memastikan.Kaguya tersenyum manis lalu menjawabnya dengan enteng. “apa Kaisar Kyuhyon menginginkan jawaban lain selain kata iya?”
“tentu saja tidak. Aku yakin kau tentu saja akan menerima pinanganku, kau tidak akan menolakku karena aku sudah jauh-jauh datang secara Khusus hanya untuk meminangmu” Kyuhyon sebenarnya belum yakin dengan keputusan Kaguya karena gadis itu sendiri masih memberikan jawaban yang terkesan ambigu. Melepar kembali pertanyaan Kyuhyon seolah-olah dia menerima pinangan Kyuhyon tapi dibalik itu sebenarnya dia juga tak terlalu menginginkannya.
“baiklah mulai hari ini kau akan ikut denganku ke istana. Kita akan mempersiapkan pernikahan kita secepatnya” putus Kyuhyon sepihak.
“tapi bagaimana dengan…”
“tenang saja aku akan mengutus seseorang untuk menjaga kakek dan nenekmu. Kau tidak usah mengkhawatirkan hal itu” Kyuhyon tahu apa yang menjadi kekhawatiran Kaguya setelah melihat wajah cemas yang ditunjukkan gadis itu saat melihat kakek dan neneknya. Untuk mengurangi dampak itu akhirnya Kyuhyon memutuskan akan menjamin kehidupan kakek dan nenek Kaguya bagaimanapun mereka akan menjadi bagian dari keluarganya fikir Kyuhyon.
Kyuhyon pergi meninggalkan rumah Kaguya dengan membawa serta gadis itu juga tentunya. Wajah cerah nan berseri tak lepas Kyuhyon tunjukkan karena telah mendapatkan gadis idamannya yang membuatnya tak bisa tidur memikirkannya. Kyuhyon tak pernah merasakan hal ini sebelumnya, jatuh cinta dengan orang yang bahkan dia belum tahu wujudnya seperti apa tapi ia sangat bahagia mengetahui bahwa Kaguya lebih cantik dari perkiraannya selama ini.
“pernikahan kita akan segera dilangsungkan dan aku sudah menyuruh pihak istana untuk mengumumkan hari bahagia itu” ucap Kyuhyon berhasil memecahkan kesunyiannya selama berada di samping Kaguya.
“apakah harus secepat itu? kita bahkan baru saja bertemu” ucap Kaguya ragu. Ia saja masih belum menerima jika dirinya akan menikah dan baru saja Kyuhyon dengan santainya mengatakan pernikahan mereka tidak akan lama lagi. Tidak kah itu terkesan terburu-buru.
“kita masih bisa saling mengenal lebih jauh jika sudah menikah. Bukankah begitu lebih baik?” lempar Kyuhyon. Ia memandang Kaguya dengan tersenyum senang seolah menganggap itu bukanlah masalah yang harus difikirkan.
“tapi__, terserah padamu aku tidak bisa melawan apa yang menjadi kehendak kaisar bukan?” seru Kaguya lesu. Ia melencos memilih memandang jalanan yang mulai beranjak senja. Ia mendengus pasrah dengan apa yang akan dilakukan Kyuhyon padanya dan memilih diam.
“kau tidak apa-apa?” Kyuhyon memegang dagu Kaguya memaksa mengalihkan pandangannya untuk menatap mata Kyuhyon. ”apa kau keberatan dengan keputusanku?”
“tidak” jawabnya singkat. Kaguya menepis tangan Kyuhyon dengan halus lalu kembali menghindar dari tatapan wajah Kyuhyon yang memandangnya tak percaya.
Berita besar tentang pernikahan sang kaisar muda tersebar dengan sangat cepat di kalangan rakyatnya. Setelah pihak kerajaan mengumumkan hari bersejarah itu semua orang menyambut dengan suka cita dan ikut bahagia dan tak sabar menantikan hari itu segera terjadi. Apa lagi calon pengantin yang berasal dari rakyat biasa membuat orang-orang semakin mencintai keluarga kerajaan karena itu berarti kaisar yang menjadi panutan mereka tidak pilih kasih saat menentukan gadis pendamping hidupnya.
                                            oOo
“kau satu-satunya orang yang sama sekali tidak terlihat bahagia dengan pernikahanmu sendiri” ucap Kyuhyon lirih. Mereka berdua baru saja memasuki kamar pengantin mereka setelah menyelesaikan semua acara pernikahan yang sungguh panjang dan sangat melelahkan.
“kenapa kau bicara seperti itu, aku bahagia. Kau tidak lihat jika sejak tadi aku selalu nampak tersenyum” ujar Kaguya tak mau kalah. Ia malas menanggapi ucapan Kyuhyon yang terus memojokkannya, yang ada di fikirannya saat ini adalah istirahat karena dia merasa jika tubuhnya sangat lelah.
“kau bisa membohongi semua orang tapi kau tidak bisa menipuku dengan senyum itu. Aku yakin kau hanya berpura-pura” Kyuhyon menyender di belakang pintu dengan melipat kedua tangannya di depan dada dan melempar tatapan tajam kearah Kaguya yang sedang duduk di pinggiran ranjang mereka.
“aku tidak mau berdebat denganmu hanya masalah itu. Aku butuh istirahat dan apakah wajar jika kita bertengkar saat malam pertama kita sebagai suami istri”
“apa kau baru saja mengatakan kalau kau menginginkan malam pertama kita terjadi Kaguya?” Kyuhyon menunjukkan smirk miliknya yang selama ini sudah jarang sekali ia tunjukkan. Langkah Kyuhyon mendekat kearahnya sukses membuat tubuh Kaguya menegang. Ia sama sekali tak bermaksud mengatakan seperti itu, Kyuhyon telah salah mengartikannya.
“apa yang akan kau lakukan?” tanya Kaguya gugup. Matanya tak mampu berkedip karena saat ini wajah Kyuhyon berada sangat dekat dengan wajahnya, sedikit saja ia menggerakkan wajahnya sudah dapat di pastikan ia akan menyentuh hidung bangir Kyuhyon.
“bukankah ini yang kau minta. Aku sedang melakukan apa yang menjadi keinginanmu tadi dan mungkin sekarang menjadi keinginanku juga saat ini”
“aku minta menjauh dari tubuhku. Kau tidak bisa melakukan hal ini terhadapku” Kaguya berusaha mendorong tubuh Kyuhyon yang menindih tubuhnya. Dia tak mengira ini semua akan terjadi. Betapa bodohnya ia sehingga tak memikirkan memungkinkan hal ini jika nyatanya mereka sudah menikah.
“berhenti memberontak. Aku tidak suka menyakiti wanita” bentak Kyuhyon. Seketika Kaguya menghentikan perlawanannya dan memandang wajah Kyuhyon yang saat ini menatap wajahnya intens. “kita sudah resmi menikah dan aku berhak memintanya darimu seperti dirimu yang juga berhak meminta dariku. Aku hanya ingin melakukannya denganmu” Kyuhyon menundukkan kepalanya dibahu Kaguya lalu dengan pelan ia membisikkan sesuatu di telinga gadis itu.
Kaguya bisa menangkap sikap tulus yang terpancar dari sorot mata Kyuhyon saat memandangnya dan ia yakin jika tidak ada kebohongan sama sekali disana. Kaguya menepis segala macam suara-suara yang berseliweran di fikirannya dan ia mengetahui apa yang Kyuhyon fikirkan saat ini seolah-olah dia tengah membaca fikiran pria itu. Kaguya tahu bahwa Kyuhyon adalah sosok pria yang baik tapi apakah hanya karena alasan itu ia melakukannya.
Kaguya tak lagi bisa menutupi kegelisahannya saat dengan gerakan lambat bibir Kyuhyon menjelajahi lehernya yang putih. Bulu kuduknya meremang ketika merasakan hembusan nafas Kyuhyon dan kecupan-kecupan singkat bibir pria itu di sepanjang lehernya. “Kyu” Kaguya mengangkat kepala Kyuhyon dari lehernya berusaha menghentikan aktifitas yang dilakukan pria itu.
Kyuhyon memandang wajah gadis yang ada di bawahnya saat ini dengan tatapan memuja. Pantas saja banyak orang-orang yang tergila-gila dengannya karena Kyuhyon pun juga begitu tapi akhirnya Dewi Fortuna berpihak padanya. Kyuhyon telah menikah dengan Kaguya dan itu berarti dia sudah resmi memiliki gadis itu walaupun mungkin kenyataannya Kaguya menerimanya dengan setengah hati tapi tak akan memupuskan harapan Kyuhyon untuk membuat Kaguya berbalik mencintainya.
Kaguya tak berhenti mendesah saat Kyuhyon memainkan tubuhnya secara bertubi-tubi. Ia sudah tak ingat lagi sejak kapan tubuhnya sudah polos tak terbalut kain apapun. Sentuhan Kyuhyon yang diberikan padanya membuatnya mabuk dan tak ingat apapun selain rasa nikmat yang menjalar keseluruh tubuhnya. Bukan hanya lehernya yang menjadi sasarannya saat ini namun buah dadanya juga tak luput dari sentuhan tangan serta lumatan bibirnya. Kyuhyo benar-benar membuat Kaguya melayang.
“eugghhh” Kaguya kembali mengeluarkan desahannya lagi. Ia merasa sudah di terbang tinggi awang-awang. Kyuhyon sangat pintar memancing gairah yang ada dalam tubuhnya. “eugghhh, berhentiii” mohon Kaguya memelas. Ia tak lagi bisa menahan nikmat yang diberikan Kyuhyun padanya saat sesuatu mendesak meminta di keluarkan di bagian bawah tubuhnya. Kyuhyon sama sekali tak menanggapi rintihan Kaguya yang terdengar jelas ditelinganya, ia menganggap bahwa suara yang keluar dari mulut Kaguya adalah ekspresi nikmat yang gadis itu tunjukkan padanya. Kyuhyon semakin mempercepat gerakannya untuk mengoda bagian paling sensitive di tubuh Kaguya semakin keras desahan Kaguya maka semakin berhasrat pula Kyuhyon menggerakkannya.
Tubuh Kaguya menengang, ia sudah sangat mendekati pelepasannya tapi tangan Kyuhyon tak henti beranjak dari bagian intimnya dan semakin keranjingan melakukan pekerjaannya. Desahan keras Kaguya akhirnya keluar menandakan bahwa dia sudah mencapai puncaknya. Kyuhyon mengeluarkan tangannya yang sejak tadi bekerja memuaskan Kaguya.
“aku sangat bersyukur menjadi satu-satunya orang yang melihat keindahan tubuhnya dan membuatmu mengeluh puas karena aku” Kyuhyon mencium kening Kaguya lalu menghapus butiran-butiran keringat yang keluar di seluruh wajahnya. Rasa bangga menghinggapi Kyuhyon saat ini, bisa menyaksiksan gadis yang ia cintai tak berkutik dibawah kendalinya bahkan sangat terlihat menikmati dengan perlakuannya.
Kyuhyon tak berhenti sampai disitu saja, dia belum selesai menuntaskan semuanya. Melihat nafas Kaguya yang berangsur-angsur normal, Kyuhyon kembali melakukan kegiatannya dengan menggoda payudara Kaguya serta menggesek-gesekkan batang tubuhnya yang sudah mengeras. Kyuhyon menggeram pelan merasakan sensasi nikmat yang baru saja ia rasakan. Ia tak menyangka jika hanya menyentuhankan bagian intim mereka saja sudah senikmat ini apa lagi jika keduanya menyatu pasti lebih dari nikmat.
Kaguya mendesah, jantungnya kembali berdetak cepat bekerja keras untuk memompa darahnya. Lagi-lagi Kyuhyon membuat tubuhnya memanas, sepertinya malam ini akan menjadi malam yang panjang bagi keduanya. Kening Kaguya mengernyit terlihat sedang menahan sakit ketika ia merasakan sesuatu benda asing yang ingin masuk di bagian bawah tubuhnya, ia menutup matanya enggan untuk sekedar membukanya.
Kyuhyon sedang mencoba memasukkan miliknya kedalam tubuh Kaguya dengan perlahan. Ia berusaha menahan egonya untuk tidak melakukannya dengan cepat walaupun sesungguhnya ia sudah tak tahan merasakan kenikmatan yang berada di ujung miliknya. Laju milik Kyuhyun tertahan oleh sesuatu sehingga ia tak bisa melanjutkannya diperlukan sedikit dorongan keras agar miliknya bisa masuk sempurna. Kyuhyon mendekap Kaguya lebih mendekatkan tubuhnya lalu memeluknya erat. Ia tahu ini akan membuat Kaguya merasakan lebih lebih sakit maka dari itu ia akan menenangkannya lewat dekapan hangatnya.
Seperti yang dibayangkan Kyuhyon sebelumnya, Kaguya berteriak kesakitan saat ia mendorong keras miliknya agar dapat masuk kedalam Kaguya. “maaf” Kyuhyon tidak tahu harus mengatakan apa tapi hanya kata itu yang keluar dari mulutnya dan pelukan hangat yang di berikan untuk Kaguya. Rasa senang bercambur dengan lega memenuhi benak Kyuhyon setelah berhasil melakukannya. Ia bangkit dari posisinya saat ini lalu tersenyum memandang miliknya yang menyatu bersama milik Kaguya.
Dahi Kyuhyun mengernyit heran saat menemukan fakta yang menurutnya ganjil. Darah? Kaguya tidak mengeluarkan darah saat Kyuhyon menyetubuhinya. Bukankah seharusnya hal itu terjadi saat seorang wanita melakukannya pertama kali? “kenapa?” suara merdu dari Kaguya mengaburkan fikiran-fikiran buruk yang sempat singgah di otaknya. Ia menghadiahkan senyum terbaiknya kepada Kaguya lalu melumat bibirnya yang sudah memerah karena sejak tadi Kyuhyon tak henti menciumnya.
Kyuhyun menggerakkan miliknya mulai dari pelan hingga berangsur-angsur cepat dan semakin cepat. Ia semakin mengeratkan pegangan tangannya dipinggul Kaguya saat rasa nikmat itu mengalir ditubuhnya. Matanya ikut terpejam sambil tak sadar mengeluarkan rancauan yang keluar dari mulut. Berulang kali Kyuhyon menghentakkan miliknya agar masuk lebih dalam dan membuat Kaguya kenikmatan karena perlakuannya. Suara lengkuhan Kaguya yang menahan nikmat makin sering terdengar oleh telinganya dan secara tak langsung membawa banyak pengaruh bagi miliknya, ia bisa merasakan kenikmatan yang dirasakan Kaguya saat mendesahkan namanya karena ia juga mendapatkannya. 
Kyuhyon ambuk diatas tubuh Kaguya saat ia memperoleh puncak yang dicarinya sejak tadi. Nafasnya masih memburu dan belum sepenuhnya kembali normak saat ia membisikkan sesuatu di telinga Kaguya. “terima kasih” Kyuhyun kembali mencium bibir tipis Kaguya namun itu hanya sebentar karena ia sudah lebih dulu membaringkan tubuhnya di samping Kaguya.
“kau akan menyesal telah menikah denganku” Kyuhyon menolehkan kepalanya dan melihat mata Kaguya yang memandangnya dengan tatapan yang sulit terbaca. “tidak akan terjadi. Aku tidak akan pernah menyesalinya” Kyuhyon membawa tubuh Kaguya lebih dekat kearahnya lalu memeluknya erat. “aku akan membuatmu mencintaiku seperti aku mencintaimu” ia kembali mendaratkan kecupan singkat di puncak kepala Kaguya lalu secara berangsur-angsur kesadarannya mulai menghilang dan keduanya memejamkan matanya.
Tbc

Fc Populer:

%d blogger menyukai ini: