[Oneshoot/NC21/Kyuhyun] My Brother’s Friend

0
my brother's friend kyuhyun ff nc
Author             : Nami
Tittle                : My Brother’s Friend
Category         : NC 21, Yadong, Kekerasan, Oneshoot
Cast                 : Cho Kyuhyun (Super Junior)
Lee Minjae (OC)
Lee Hyukjae (Super Junior)
Other cast        : Donghae (Super Junior)
Shindong (Super Junior)
Ini pertama kalinya aku bikin FF NC. Semoga hasilnya memuaskan. Mungkin ini tidak ada apa-apanya dibandingkan FF author-author lain, tapi aku tetap berharap readers suka.

Maaf jika terjadi kesamaan tokoh, alur, tempat, suasana, dll dengan FF lain. Ini murni hasil pemikiranku dan tidak ada unsur plagiat sama sekali. Dan jika memang ada kesamaan itu tidak disengaja.
(no bash, no plagiat, no repost without permission, don’t like=exit)
Hati-hati ! Typo bertebaran.
HAPPY READING !!!
“Nona muda, kau harus makan.” Ucap seorang ahjuma yang berstatus sebagai pelayan dirumah besar itu.
Majikannya tetap diam tidak bergeming. Sudah tiga hari ini dia tidak memasukkan makanan apapun di dalam tubuhnya sehingga membuatnya semakin kurus dan ringkih. Tidak hanya itu, dirinya tidak menghadiri kuliah serta tidak keluar kamar sama sekali. Yang dilakukannya hanya duduk diujung kamar sambil menekuk lututnya dan menyembunyikan wajahnya. Sesekali menangis terisak.
Seseorang yang melihatnya dari ambang pintu berjalan mendekat dan meraih piring yang dibawa pengasuhnya. “Ahjuma, biar aku saja” ucapnya sambi tersenyum.
“Minjae-ah, kau harus tetap makan. Lihatlah dirimu, kau lebih kurus setiap harinya. Oppa akan menyuapimu. Kajja makanlah,”
Tetap tidak ada sahutan, bahkan untuk mendongakkan kepala sekalipun tidak dilakukan Lee Minjae sama sekali.
Lee Hyukjae, kakak laki-laki dari Lee Minjae hanya mendesah pasrah. Adiknya yang dulu selalu ceria berubah 180 derajat menjadi pemurung dengan wajah mengenaskan. Dipikirannya hanya satu orang yang bisa menyembuhkan keterpurukan adiknya, tapi saat ini dia tidak bisa ditemui karena sedang pergi keluar negeri.
Dibelainya puncak kepala adiknya dengan sayang, Hyukjae tahu apa yang telah terjadi pada Minjae. Dia bahkan ikut merasa bersalah, bagaimana tidak awal mulanya dialah yang membawa namja itu kerumahnya. Namja yang sudah berani merenggut mahkota paling berharga milik Lee Minjae. Dialah Cho Kyuhyun.
***
Flashback begin
Seperti biasa, Hyukjae beserta sahabat-sahabatnya akan mengadakan pesta kecil-kecilan jika weekend tiba untuk melepas penat setelah seminggu bekerja. Dan kali ini rumah Hyukjae lah yang menjadi singgasana mereka.
“Hyukjae-ah, kau punya koleksi video dewasa terbaru?” tanya salah satu sahabatnya yang bernama Donghae sambil tetap fokus ke jalanan karena sedang menyetir.
“Tentu saja. Maka dari itu aku mengajak kalian kerumahku untuk menonton bersama.”
“Dasar monyet yadong,” celetuk Kyuhyun yang berada di belakang mereka.
“Yak!” teriak Hyukjae sambil memukul kepala Kyuhyun yang menyembul diantara jok miliknya dan milik Donghae.
Kyuhyun hanya mendengus sambil mengusap kepalanya.
Setelah beberapa menit, akhirnya mereka sampai dirumah Hyukjae. Belum sempat Hyukjae membuka pintu, seorang yeoja lebih dulu membukakan pintu.
“Oppa, kenapa kau baru pulang? Ini sudah sangat larut.”
“Lalu kenapa kau belum tidur? Dimana ahjuma?” tanya Hyukjae yang berlalu masuk tanpa menjawab pertanyaan adiknya.
“Ahjumma sudah pulang. Mereka….”
Belum sempat Minjae menyelesaikan kalimatnya, Hyukjae sudah lebih dulu menjawabnya, “Mereka teman-temanku. Ini Donghae, Kyuhyun, dan Shindong.”
“Oh. Annyeong Oppadeul”
“Annyeong Minjae,” seru Donghae yang memang sudah tahu Minjae karena Hyukjae sering menceritakan Minjae padanya.
Minjae membalas senyuman Donghae, lalu beralih menatap Shindong, “Oppa, kau lucu sekali seperti teddy bear”, dengan serenatak semua yang ada disana tertawa. Tertawa karena setuju Shindong yang gendut dan lucu seperti teddy bear.
***
“Minjae-ah, ambilkan beberapa soju dan camilan. Lalu letakkan diruang tengah,” ucap Hyukjae pada adiknya dan berlalu menuju kamar untuk berganti pakaian.
Setelah meletakkan apa yang disuruh kakaknya, Minjae ikut duduk diruang tengah bersama Kyuhyun, Donghae, dan Shindong. Dengan secepat kilat, Shindong langsung meraih camilan dimeja dan memeluknya seolah-olah makanan itu hanya miliknya seorang.
Donghae dengan tampang cool nya, berdiri dan berpindah duduk disebelah Minjae. Minjae hanya bingung menatapnya.
“Annyeong Minjae, aku selalu bertanya-tanya apakah kau benar-benar adik Lee Hyukjae”
Minjae terlihat kebingungan, “Memangnya kenapa, Oppa?”
“Kau dan Hyukjae bagaikan langit dan bumi. Kau sangat cantik, sedangkan Hyukjae berwajah seperti monyet.”
Shindong dan Kyuhyun tertawa kencang melihat jurus rayuan Donghae.
“Hyung, jurus kampungan apa yang sedang kau berikan pada Minjae?” ucap Kyuhyun dengan masih menyisakan tawa.
“Yak, evil ! lalu bagaimana denganmu? Kau bahkan butuh waktu satu tahun untuk merayu Aeri agar bisa menjadi yeojachingumu. HAHAHAHA…” ucap Hyukjae yang baru datang dan bergabung bersama mereka. Kini giliran Dongahe dan Shindng yang tertawa keras.
Kyuhyun menatap mereka sengit. Tapi Donghae, Hyukjae, dan Shindong mengalihkan pandangan tidak peduli.
Setelah selesai tertawa, Hyukjae melirik Minjae. Lalu matanya membulat melihat pemandangan yang membuatnya ingin marah, “Hey ikan teri, singkirka tanganmu dari pundak adikku! SEKARANG JUGA!”
Donghae kaget bukan main dengan teriakan sahabatnya, secepat kilat dia menyingkirkan tangannya dan memukul tangannya sendiri sambil berkata, “Nappeun,”.
Minjae hanya tertawa melihat kelucuan teman-teman kakaknya, “Apa yang kau tertawakan?” seru Hyukjae.
“Oppa, teman-temanmu terlihat konyol.”
“Masuklah ke kamar. Mereka semua laki-laki dan bisa menjadi buas kapan saja. Jangan keluar kamar! Arraseo?”
“Ara, arraseo” Minjae berlalu ke kamar, dia bukan anak kecil dan cukup mengerti apa yang akan dilakukan kakaknya bersama teman-temannya malam ini. Keluar kamar adalah hal paling berbahaya yang dilakukan. Apalagi beberapa saat lagi mereka akan terlihat seperti singa lapar. Minjae bergidik membayangkan apa yang akan terjadi.
***
Kyuhyun berjalan kearah dapur bermaksud untuk mengambil beberapa soju lagi. Saat melewati kamar Minjae, entah kenapa kakinya berhenti. Matanya memaksakan untuk menengok apa yang ada didalam. Dengan hati-hati Kyuhyun mengintip dari celah pintu kamar Minjae yang memang tidak tertutup sempurna. Matanya membelalak ketika melihat Minjae membuka kaos yang dipakainya sehingga menyisakan tanktop pink yang masih melekat ditubuhnya. Kyuhyun menelan salivanya, memaksa otaknya agar bisa berpikir jernih. Dia buru-buru berjalan ke dapur untuk mengambil beberapa soju dan langsung melesat keruang tengah tanpa memperdulikan kamar Minjae.
Lagi-lagi pikirannya tertuju kepada Minjae yang hanya menggunakan tanktop. Dia memejamkan matanya, lalu kembali melihat ke arah televisi yang masih menampilkan video dewasa seorang namja dan yeoja yang sedang bercinta dikamar mandi.
“sssshhhh…aaahh..teruusshh..” desahan demi desahan dari video itu terus menggema ditelinga Kyuhyun.
Bagaimana jika dia melakukannya bersama Minjae? Oh ayolah, itu tidak mungkin karena Minjae adik sahabatnya sendiri dan jika dia benar-benar melakukan itu, Hyukjae akan memenggal kepalanya. Kyuhyun terus-menerus berpikiran positif, tapi akal sehatnya selalu kalah dengan nafsu yang semakin meluap.
Diliriknya Shindong yang ternyata sudah tidur nyenyak tanpa memperdulikan video tersebut yang masih menyala, mungkin karena terlalu banyak soju sehingga mabuk berat. Lalu beralih ke Hyukjae dan Donghae yang sedang meremas miliknya masing-masing sambil sesekali mendesah. Haruskan Kyuhyun juga melakukan itu mengingat miliknya juga sudah berdiri?
Kyuhyun mulai mempraktekkan seperti apa yang dilakukan Donghae dan Eunhyuk.
“Sssshh..” desahnya tertahan, hingga lama-lama matanya semakin berat dan terlelap.
***
Kyuhyun terbangun karena baru saja bermimpi sedang bercinta bersama Minjae di kamar mandi. Masih jelas didalam ingatannya tubuh Minjae tanpa sehelai benang. Dilihatnya kejantanannya yang lagi-lagi berdiri tegak.
“Sial,” rutuknya pelan.
Dia benar-benar butuh pelepasan kali ini. Dilihatnya Hyukjae, Donghae, dan Shindong yang masih tertidur nyenyak. Lagi dan lagi pikirannya melayang pada mimpinya barusan, saat tubuh Minjae sedang bergerak diatasnya memberikan kepuasan serta kenikmatan tiadatara.
Kyuhyun bangkit dan berjalan perlahan kearah kamar Minjae. Kali ini dia benar-benar butuh pelepasan. Ya, tidak hanya dari imajinasinya saja, tapi benar-benar pelepasan didalam milik seseorang.
Dibukanya kamar Minjae perlahan, lalu mata Kyuhyun mengitari kamar Minjae yang bernuansa soft pink dan berhenti disalah satu titik, yaitu tubuh Minjae yang terbungkus selimut tebal. Ditutupnya pintu kamar Minjae, Kyuhyun melakukannya dengan sangat pelan karena tidak ingin membangunkan Minjae. Walaupun dirinya sudah tidak sabar berada didalam Minjae, tapi otaknya masih berjalan dengan sedikit akal sehat. Hanya sedikit, karena kini tatapan Kyuhyun berubah menjadi singa lapar yang sedang menemukan mangsanya.
Kaki Kyuhyun berjalan mendekat kearah ranjang. Setelah berada disebelah Minjae diamatinya beberapa saat, jarinya tergerak menyentuh dahi Minjae, lalu turun menuju hidung, turun lagi dan berhenti di bibir. Kyuhyun berlutut disebelah ranjang Minjae dan mendekatkan bibirnya di bibir merah Minjae. Akhirnya bibir mereka bersentuhan. Hanya bersentuhan.
Kyuhyun tidak kuat menahan hasratnya akhirnya melumatnya pelan. Minjae tergerak dari tidurnya karena merasa terusik akibat ulah Kyuhyun.
Dengan reflek, Kyuhyun langsung melepaskan tautan bibir mereka. Dilihatnya Minjae kembali tidur. Kyuhyun berdiri dan berpindah posisi menjadi duduk disebelah kepala Minjae. Tangannya terulur menyibakkan selimut yang membungkus tubuh Minjae. Karena posisi Kyuhyun yang saat ini sedikit berada diatas Minjae, dia dapat melihat payudara Minjae yg menyembul sedikit dari balik tanktop pink menggodanya, dengan perlahan tangan Kyuhyun menyusup ke dalam tanktop Minjae dan masuk kedalam cup branya.
Kyuhyun memejamkan mata mencoba merasakan bentuk payudara Minjae yang terasa sangat pas di tangannya, lalu meremas dengan pelan dan teratur. Minjae kembali terusik dari tidurnya dan mendesah menikmati sebuah perlakuan di payudaranya, pelan-pelan dia membuka mata.
Alangkah terkejutnya Minjae saat melihat siapa yang dihadapannya saat ini, tetapi saat hendak menjerit, Kyuhyun langsung melepaskan tangannya dan berpindah di tengkuk Minjae lalu membungkam mulut Minjae dengan melumatnya cepat.
Minjae meronta-ronta dalam dekapan Kyuhyun karena dia hampir kehabisan napas. Kyuhyun menyadarinya dan melepaskan tautan bibir mereka. Bibirnya berpindah menjilat dan menghisap leher Minjae, menyesapnya berkali-kali lalu turun hingga ke dada atas Minjae.
Minjae masih terus meronta-ronta hingga kekuatanya habis. Dia merasa lelah dan lemas, sehingga akhirnya pasrah. Air matanya turun, tidak menyangka teman kakaknya akan melakukan hal memalukan seperti ini. Minjae pasrah saat Kyuhyun mulai mendaki tubuhnya, tangan Kyuhyun lagi-lagi mulai menyusup ke dalam tanktop Minjae. Minjae mencoba menahan desahannya agar tidak keluar, tapi perlakuan Kyuhyun yang mulai menyesap bibir Minjae membuatnya terlena sehingga sebuah desahan kecil lolos dari bibir mungilnya.
“Sshh…”
“Bagus, mendesahlah untuku” bisik Kyuhyun pelan.
Minjae memejamkan mata erat-erat , tidak membalas atau menghindar. Kyuhyun mengangkat tanktop Minjae terus hingga terlepas melalui kepala Minjae, lalu ciumannya turun ke belahan dada Minjae.
Sepertinya Minjae mulai menikmati perlakuan Kyuhyun di dadanya, tangan Kyuhyun menyusup di punggung minjae, masih dengan wajah yang ditenggelamkan dibelahan dada Minjae sambil sesekali mengecupnya, Kyuhyun melepas kaitan branya. Ciumannya kini berpindah di puncak payudara kiri Minjae, tanpa melepaskan bra yg masih menggantung. Sedangkan payudara yang satunya diremas dengan kuat, sesekali memelintir ujungnya.
Ciuman Kyuhyun mulai turun di perut rata Minjae. Minjae seakan tersadar kalau yang dilakukannya ini salah besar, dan dia tidak ingin menyesal nantinya. Dengan sisa kekuatan yang dimilikinya, Minjae mendorong Kyuhyun hingga terjatuh ke belakang. Kesempatan itu dimanfaatkan Minjae berlari ke arah pintu untuk meminta pertolongan, tapi saat tangannya hampir menyentuh handel pintu, tangan satunya sudah ditarik Kyuhyun dan Minjae dihempaskannya kembali ke kasur.
Kyuhyun melumat bibir Minjae kasar dan melupakan fakta bahwa Minjae adalah adik dari sahabatnya. Dengan cekatan Kyuhyun menarik hotpants yg dipakai Minjae, lalu menarik serta celana dalamnya. Kini tubuh telanjang Minjae terekspos bebas didepan Kyuhyun. Dengan cepat Kyuhyun mulai mengurung Minjae menggunakan kedua tangan kekarnya.
Minjae merasa sangat malu, dia terus memberontak tidak mau diam dan terus mengindar.
“Jika kau tidak mau diam, aku akan berlaku kasar!” ancam Kyuhyun.
Minjae tidak mau mendengar Kyuhyun, dia tetap memberontak.
Kyuhyun menjadi gemas melihat tingkah Minjae yang terus meronta. Akhirnya digigit nipple kanan Minjae dengan sedikit hisapan, sedangkan payudara kirinya diremas dengan kasar.
“AAAARRRRRRGGGGHHHH…….”, teriak Minjae keras.
***
Hyukjae sayup-sayup mendengar sebuah teriakan, tapi dia kembali tidur karena kepalanya terasa berat dan sangat pusing akibat beberapa botol alkohol yang diminumnya.
***
Minjae akhirnya diam dan terus memejamkan mata. Dia merasa dirinya benar-benar kotor sekarang dan tidak berani membuka mata. Keadaan Minjae yang sedang pasrah digunakan Kyuhyun untuk membuka kemeja dan celana panjang serta boxer nya, sehingga hanya menyisakan celana dalam.
Ditindihinya tubuh Minjae. Lalu menekankan miliknya yang masih tertutup celana dalam dimilik Minjae.
“Nggghh..”, keduanya mendesah bersamaan. Kyuhyun kembali melumat bibir Minjae, kali ini dengan kelembutan.
Pelan-pelan jari Kyuhyun menyusup di daerah kewanitaan Minjae, mengusapnya pelan. Basah. Itu tandanya Minjae sudah terangsang, pikirnya.
Dengan perlahan Kyuhyun menusukkan satu jarinya kedalam lubang milik Minjae, membuat Minjae memekik tertahan karena terkejut sekaligus kesakitan.
Kyuhyun mencoba mengalihkan rasa sakit yang dirasakan Minjae dengan mengecup lembut bibir Minjae. Setelah Minjae tenang Kyuhyun mulai menggerakkan jarinya.
Minjae mencoba menahan desahannya lagi. Dia malu untuk mendesah. Kyuhyun menambahkan satu jarinya dan itu membuat Minjae bergerak-gerak tidak karuan memohon Kyuhyun untuk melepaskan jarinya, masih dengan menahan desahannya.
Kyuhyun kembali menambahkan jarinya, sehingga kini ketiga jarinya masuk di lubang milik Minjae. Kyuhyun menggerakkan jarinya dengan sangat cepat. Membuat Minjae semakin menggelinjang tidak karuan.
“Ahhh..ssshhh….aaahhh…” sebuah desahan keras akhirnya lolos karena Minjae tidak kuat menahannya.
Daerah kewanitaannya menyempit menandakan dia akan sampai sebentar lagi. Kyuhyun semakin menusukkan ketiga jarinya dan mengocoknya semakin cepat. Tangan Minjae yang sejak tadi mencengkeram seprai berpindah keleher Kyuhyun dan menariknya mendekat.
Minjae menggigit bahu Kyuhyun saat merasakan pelepasan. Orgasme pertamanya. Kyuhyun tersenyum simpul. Dia buru-buru melepaskan ketiga jarinya lalu mengusapkan dibibir Minjae dan melumatnya. Dengan satu tangannya, Kyuhyun menurunkan celana dalamnya hingga sebatas lutut dan menariknya dengan kaki satunya hingga terlepas.
Kyuhyun menggesekkan miliknya yang sudah keras dan berdiri di milik Minjae.
“Ngghh…” desah Kyuhyun menikmati basahnya daerah kewanitaan Minjae.
Kyuhyun semakin terangsang akibat ulahnya sendiri. Dibukanya kedua kaki Minjae perlahan, lalu Kyuhyun mengarahkan miliknya untuk menyentuh milik Minjae. Hanya menyentuh.
Digesekkannya kepala kejantanannya ke lubang minjae.
“nggsshhh…” Minjae mulai mendesah.
Dengan hati-hati Kyuhyun memasukkan miliknya.
“Oppaa…sakit,” erang Minjae setengah menjerit.
Kyuhyun meremas dada Minjae dan membungkam mulutnya dengan ciuman lembut menuntut membuat Minjae sedikit melupakan rasa sakit di daerah kewanitaannya. Kyuhyun memasukkan kejantanannya lebih dalam hingga setengah miliknya sudah masuk di lubang milik Minjae.
Dia berhenti dan melihat wajah Minjae memerah menahan sakit. Dibelainya wajah Minjae, lalu dikecupnya kedua pipi minjae dengan lembut. Melihat eksprsi Minjae saat ini, Kyuhyun jadi merasa bersalah. Tapi mau bagaimana lagi, berhenti di tengah jalan? Itu tidak mungkin karena dia sudah lebih dari setengah perjalanan.
Kyuhyun mencoba menenangkan Minjae dengan mengusap peluh didahinya dan mengecupnya. “Aku akan melakukannya pelan-pelan, aku janji!”.
Minjae menatap Kyuhyun sambil diam saja. Tidak mengangguk ataupun menggeleng.
“Jika kau merasa kesakitan, lakukanlah apapun padaku”, ucap Kyuhyun.
Minjae masih belum menjawab dan memalingkan wajahnya kesamping lalu air matanya kembali turun. Sebenenarnya bukan itu kata-kata yang ingin didengar Minjae.
Kyuhyun tidak peduli Minjae menjawab atau tidak, dan kembali berkosentrasi memasukkan miliknya. Setiap melihat ekspresi Minjae yang menahan sakit, Kyuhyun akan berhenti, saat Minjae sudah kembali tenang Kyuhyun kembali melesakkan miliknya. Hingga, “Aku akan menghitung sampai hitungan ke tiga, kau bisa menggigit atau mencakarku sesukamu”.
“1..2..”, Minjae mulai mencakar punggung Kyuhyun saat Kyuhyun mulai manarik miliknya keluar, “..3 !” tepat saat hitungan ketiga Kyuhyun menghentakkan miliknya dengan keras sehingga miliknya masuk sepenuhnya di milik Minjae. Seperti yang dikatakan Kyuhyun sebelumnya, Minjae bebas melakukan apapun kepada Kyuhyun.
Minjae menggigit kasar lengan kyuhyun yang ada disampingnya, air matanya mulai turun, dia mulai menangis terisak.
Kyuhyun melihat kearah bawah dimana kejantanannya menancap sempurna di lubang milik Minjae disertai cairan merah yang masih menetes disekitarnya. Kyuhyun yang melihatnya merasa sangat bersalah, dibelainya puncak kepala Minjae, lalu menciumnya. Di diamkannya miliknya yang menancap hingga Minjae bisa menyesuaikan diri.
Setelah Minjae berhenti terisak dan mulai beradaptasi dengan kejantanannya, Kyuhyun menarik miliknya keluar, lalu menumbuknya dengan tempo pelan. Begitu seterusnya hingga tempo berubah semakin cepat.
Melihat dada Minjae yg ikut berguncang, Kyuhyun melahapnya dengan ganas sekaligus untuk membantu Minjae melupakan rasa sakit dipangkal pahanya.
“nggghh…sssshhhhhh…..ahh…ahh…ahh…”
Minjae yang berada dibawahnya semakin mendesah tidak karuan, ditariknya kepala Kyuhyun dari dadanya, lalu bibir Kyuhyun dilumatnya dengan cepat dan kasar. Entah dari mana Minjae mendapatkan kekuaatan, yang pasti dia ingin meluapkan pada sesuatu. Kyuhyun tersenyum ditengah lumatannya bersama Minjae.
Minjae mulai menikmati perlakuan Kyuhyun yang terus menusuknya tanpa ampun. Hingga milik Minjae mengetat pertanda dia akan mencapai puncak sebentar lagi. Kyuhyun menambah tempo gerakannya dengan menghentakkan miliknya semakin cepat dan dalam. Beberapa saat kemudian cairan milik Minjae keluar lagi.
“Aaaaaahhhhhhhh…………….” desah Minjae lega.
Kyuhyun menghentikan gerakannya dan membiarkan Minjae menikmati sisa-sisa orgasmenya.
Setelah kurang lebih 5 menit, Kyuhyun menggulingkan badannya, sehingga posisi Minjae kini menjadi berada diatasnya. Kyuhyun mencoba bangun dan hal itu membuat miliknya yang berada didalam lubang Minjae semakin menusuk. Minjae kembali mendesah.
Kyuhyun mengambil beberapa bantal dan meletakkan di belakang punggungnya. Dimundurkannya posisi duduknya hingga punggungnya menyandar di dashboar ranjang. Dipeluknya tubuh Minjae, sehingga dada telanjang mereka saling bergesekan.
Minjae menyandarkan kepalanya dibahu Kyuhyun karena tubuhnya terasa lemas. Tangan kiri Kyuhyun berada dipinggang, sedangkan tangan kanannya membelai rambut panjang Minjae.
Kyuhyun meletakkan kepalanya diatas kepala Minjae sambil sesekali menghirup aroma rambutnya.
“Strawberry,” gumamnya pelan yang dibalas anggukan Minjae.
Ditariknya tubuh Minjae mendekat sehingga milik mereka semakin menyatu, membuat keduanya mendesah. Kyuhyun yang belum mencapai puncaknya meraih pinggul Minjae dan menggerakkannya maju mundur keatas kebawah sehingga miliknya semakin dipijat kuat oleh milik Minjae.
Minjae hanya pasrah dengan perlakuan Kyuhyun. Tubuhnya sudah benar-benar lemas, dia hanya menyandarkan kepalanya di bahu Kyuhyun sambil memejamkan mata mencoba merasakan perlakuan Kyuhyun yang semakin nikmat disetiap tusukannya.
Kyuhyun ikut menggerakkan pinggangnya maju mundur sehingga miliknya semakin menyentuh titik rangsang Minjae.
Setelah bergerak kurang lebih selama 20 menit, Kyuhyun merasa cairanya sudah berkumpul diujung kejantanannya dan siap untuk menyembur. Begitu pula Minjae yang semakin mengetatkan otot kewanitaannya.
“Shsssshhh…berhhh..siapphh..laaahhhh” bisik Kyuhyun sambil mendesah kenikmatan.
“Sekaranghhh…”
Dengan satu hentakan keras, Kyuhyun menghujamkan dalam-dalam miliknya di milik Minjae saat cairan miliknya keluar dan bersatu dengan cairan milik MInjae.
Kyuhyun menyandarkan kepalanya di dasboard ranjang. Sedangkan Minjae masih berada diatas dada Kyuhyun dengan mata terpejam merasakan cairan Kyuhyun yang menyembur di miliknya tanpa henti.
Nafas keduanya tidak beraturan. Cairan Kyuhyun yang begitu banyak tidak dapat ditampung oleh milik Minjae hingga keluar mengalir di paha keduanya.
Kyuhyun mengangkat Minjae dari tubuhnya sehingga milik mereka terlepas, dan membaringkan Minjae di kasur. Minjae hanya menurut sambil terus menatap Kyuhyun, begitu pula Kyuhyun yang tidak mengalihkan pandangannya sedikitpun dari wajah Minjae.
Kyuhyun menyelimuti tubuh naked Minjae, lalu dia berdiri dan kembali memakai pakaiannya. Minjae hanya menatap Kyuhyun dengan tatapan kosong. Dia masih berharap Kyuhyun mengucapkan kata yang sedari tadi ditunggunya, yaitu ‘maaf dan pertanggung jawaban’ . Tapi hingga Kyuhyun selesai memakai pakaiannya, tidak ada satupun kata yang keluar.
Kyuhyun mendekat kearah Minjae, lalu mengecup keningnya singkat dan pergi keluar. Setelah pintu ditutup, Minjae menarik selimutnya sampai atas kepala dan menangis terisak.
Flashback end.
***
Setelah kepulangan Kyuhyun, Hyukjae buru-buru menghubunginya untuk meminta pertanggungjawaban atas apa yang telah dialami adiknya. Mereka sengaja bertemu di cafe VVIP langganan mereka. Hyukjae tidak ingin basa-basi dan langsung ke pokok pembicaraan.
“Menikahlah dengan adikku,”
“Mwo?” Kyuhyun yang terkejut dengan kata-kata Hyukjae lantas menyernyitkan keningnya.
Senyum meremehkan keluar dari bibir Kyuhyun, “Kita bahkan belum tahu dia hamil atau tidak. Kenapa kau memintaku untuk menikahinya?”
Hyukjae menggeram kesal karena ekspresi Kyuhyun saat ini terlihat sangat santai seolah-olah tidak terjadi apapun.
BRAKKK
Hyukjae sudah tidak bisa menahan emosinya lantas menggebrak meja dan berdiri.
“Bagaimana kau bisa sesantai itu saat orang lain terluka karena dirimu?” ucap Hyukjae dengan mata memerah sarat akan emosi yang meluap.
“Aku tidak bisa menikahinya. Kau tau persis akan hal itu. Lalu kenapa kau masih memaksaku?” Kyuhyun tak mau kalah lantas ikut berdiri dan menantang Hyukjae.
Tangan kanan Hyukjae terkepal erat. Dalam hitungan detik tubuh Kyuhyun terpental di ujung ruangan dengan darah segar mengalir di ujung bibirnya.
Kyuhyun lagi-lagi tersenyum meremehkan sambil mengusap bibirnya kasar. “Sahabat macam apa kau? Tega memukul sahabatmu sendiri” ucap Kyuhyun.
Hyukjae semakin tersulut emosi akibat kata-kata Kyuhyun. “MWO? Bukankah seharusnya aku yang berkata seperti itu? Sahabat macam apa yang tega memperkosa adik sahabatnya sendiri tanpa mau bertanggungjawab?”
Lagi-lagi Hyukjae hampir memuluk Kyuhyun, tapi Kyuhyun lebih dulu memukulnya hingga terjadi baku hantam beberapa saat.
Hingga tiba-tiba…
“YAK HENTIKAN ! kalian mau membuat cafe ku hancur?” seru seseorang yang tak lain adalah Shindong sang pemilik cafe sekaligus sahabat mereka. Shindong datang bersama Donghae yang berada dibelakangnya.
Shindong maupun Donghae buru-buru melerai perkelahian antara Hyukjae dan Kyuhyun. Lalu mendudukkan mereka di tempat semula dan menyuruhnya berbicara baik-baik.
“Kau tahu sendiri kan, aku sudah bertunangan dengan Song Aeri dan sebentar lagi kami akan menikah. Karena itu aku tidak bisa menikahi Minjae” ucap Kyuhyun.
“LALU KENAPA KAU TIDAK MELAKUKAN SEKS DENGAN SONG AERI SAJA?” teriak Hyukjae masih dengan emosi yang meluap.
“Hyukjae-ah, tenanglah. Berpikirlah dengan kepala dingin.” Seru Donghae yang duduk disebelahnya.
Ya, Donghae benar. Dia memang harus berpikir jernih tanpa emosi. Dihembuskannya nafasnya dengan kasar untuk membuang emosinya.
“Kyu, kau sudah minta maaf pada Minjae?” tanya Shindong.
Kyuhyun teringat sesuatu, dia bahkan tidak minta maaf pada Minjae sama sekali setelah memperkosanya. Dia hanya berlalu keluar tanpa sepatah kata.
Kyuhyun menundukka kepala sambil menggeleng. Oke, kali ini dia memang mengaku telah salah.
“Aku akan meminta maaf padanya. “ucap Kyuhyun yang dibalas anggukan oleh Hyukjae.
“Tapi utuk menikah…” Belum selesai Kyuhyun berbicara, Hyukjae sudah memotongnya, “Aku tau,”
***
Mereka pergi ke kediaman Hyukjae. Sepi seperti biasanya karena memang sudah setahun ini orang tua Hyukjae tinggal diluar negeri untuk mengurusi perusahaan utama disana sehingga Hyukjae dan Minjae dirumah hanya bersama satu orang pengasuh dan satu orang supir yang datang dipagi hari dan pulang dimalam hari.
Hyukjae membuka kamar Minjae perlahan. Minjae masih ditempatnya semula, diujung ruangan dengan menenggelamkan wajah di lututnya.
“Minjae-ah, ada yang ingin bertemu denganmu,”
Hyukjae memberi isyarat Kyuhyun untuk mendekat, lalu meninggalkan Kyuhyun dan Minjae dikamar.
“Ehm,” Kyuhyun berdehem sebentar karena dia bingung apa yang harus dilakukan mula-mula.
“Minjae-ah, aku…”
Minjae mendongak mendengar suara Kyuhyun. Kyuhyun sangat terkejut dengan penampilan Minjae saat ini. Sangat berbeda dengan terakhir dia melihatnya saat sebelum memperkosanya. Benar-benar, Minjae yang terlihat ceria dan menggemaskan menjadi Minjae yang menyeramkan seperti zombie. Dengan wajah yang kusut, rambut berantakan, serta kantung mata hitam yang sangat tebal. Bibirnya tidak menampakkan ekspresi seperti dulu yang selalu tersenyum. Bibir itu kini hanya terdiam dengan sedih. Sorot matanya mengisyaratkan terluka dan kekecewaan.
Kyuhyun berjalan mendekat, tangannya hedak menyentuh Minjae.
Tiba-tiba…
“AAAAAAAAAAAARRRGGGHHHHH…..PERGI !! PERGI KAU!!”
Hyukjae yang menunggu diluar kamar terkejut mendengar teriakan adiknya. Dia buru-buru masuk dan memandang Kyuhyun tajam. Kyuhyun hanya mengendikkan bahu dengan wajah kebingungan tidak mengerti kenapa Minjae menjadi menakutkan seperti itu.
Hyukjae mendekap adiknya dan mengelus punggungnya untuk menenangkan. Adiknya terus menangis meraung-raung tidak mau berhenti sehingga menbuat Hyukjae menjadi ikut menangis. Kyuhyun yang sejak tadi diam saja terkejut melihat air mata yang keluar dari mata sahabatnya. Baru pertama kali ini dia melihat Hyukjae menangis. Sebegitu sayangnyakah Hyukjae terhadap adiknya hingga ikut menangis?
Rasa bersalah menyusup di relung hatinya. Kini tidak hanya adik sahabatnya yang disakiti, tetapi secara tidak langsung dia telah menyakiti sahabatnya sendiri. Kyuhyun merasa dirinya telah benar-benar menjadi orang yang jahat.
Hyukjae menghapus air matanya, lalu menghapus air mata Minjae, “Minjae-ah, tananglah. Kyuhyun disini buakan untuk menyakitimu. Dia hanya ingin meminta maaf.”
Minjae mulai tenang kemali, dipandanginya Kyuhyun terus menerus dengan tatapan tajam. Kyuhyun menjadi gugup dan salah tingakah.
“Ak..aku minta ma..maaf,” ucap Kyuhyun tergagap karena terus dipandangi Minjae dengan tatapan tajam.
“Minjae-ah, kumohon maafkan aku. Aku memang salah.” Ucap Kyuhyun sekali lagi.
Pandangan Minjae berubah lembut, tapi belum menampakkan ekspresi kelegaan sama sekali. Hyukjae tau jika sebenarnya tidak hanya ini yang diinginkan adiknya, melainkan sebuah aksi pertanggungjawaban.
“Minjae-ah, Kyuhyun sudah minta maaf. Oppa ingin kau kembali menjadi Minjae yang dulu. Minjae yang selalu ceria. Bukan Minjae yang pemurung seperti ini.” Ucap Hyukjae dengan penuh kasih sayang.
“Apakah hanya dengan meminta maaf semua yang diambilnya dapat kembali seperti semula?” bisik Minjae sangat pelan.
Hyukjae memejamkan mata. Dia tau apa maksud adiknya. Tapi dia juga tidak bisa memaksakan Kyuhyun untuk menikahi adiknya. Disisi lain dia juga tidak ingin adiknya hidup dalam keterpurukan seperti ini.
Kyuhyun yang berada tidak jauh dari mereka samar-samar dapat mendengar apa yang di bisikkan Minjae. Sejenak memejamkan matanya, lalu dilihatnya wajah Hyukjae yang seperti sedang berpikir mencari jalan keluar, lalu dipandanginya Minjae kembali.
Kyuhyun memejamkan matanya, lalu enghembuskan napasnya perlahan. “Ayo kita menikah”
Ucapan Kyuhyun barusan membuat kedua manusia didepannya menolehkan kepala kearah Kyuhyun.
“Kau serius?” tanya Hyukjae meyakinkan kembali apa yang dikatakan Kyuhyun.
“Ya! Aku bukan laki-laki pengecut yang tidak mau bertanggungjawab atas apa yang telah kulakukan.” Ucap Kyuhyun diakhiri dengan senyum menawan.
Kyuhyun sudah benar-benar menetapkan pilihannya untuk menikahi Minjae. Untuk urusan pertunangannya dengan Aeri, itu urusan belakangan. Dia akan membicarakan dengan Aeri pelan-pelan dan yakin Aeri akan mengerti.
“Kau dengar? Kyuhyun akan bertanggungjawab. Jadi sekarang sudah tidak ada alasan untukmu bersedih kembali.” seru Hyukjae sambil memeluk Minjae erat.
Minjae memandang Kyuhyun dengan pandangan seolah-olah bertanya ‘apakah kau serius?’ , Kyuhyun menganggukkan kepalanya sambil tersenyum.
“Tersenyumlah,” ucap Kyuhyun tanpa suara, hanya dengan gerakan bibir. Minjae pun tersenyum. Kyuhyun merasa lega melihat Minjae tersenyum cerah kembali walaupun belum benar-benar cerah karena penampilannya saat ini.
Hyukjae melepaskan pelukannya dari Minjae, dilihatnya wajah Minjae yang sedang tersenyum, “Aigoo, akhirnya kau bisa tersenyum manis”
Tiba-tiba pandangan Minjae menjadi kabur dan tubuhnya terasa lemas.
“MINJAE!!!”
Semuanya menjadi gelap seketika setelah mendengar teriakan yang berasal dari kakaknya dan juga calon suaminya.
FIN
Thankyou for all. Sampai jumpa di cerita lain

Fc Populer:

  • Lanjutiiinn dong thor, plisss. Aku oenasaran bangeet. Nggantung. Hiks pingin nangiss

  • Waduuuuh…bikin pnsran…gmna itu?? Lanjutan pliiis

%d blogger menyukai ini: