[Oneshoot/NC21/Kyuhyun] The Eye

0
the eye kyuhyun ff nc

Author : queencyblooms

Title : THE EYE
Category : NC21, Oneshot
Cast : Cho Kyuhyun
Support Cast :
– Choi Jina
– Han Yoora
– Park Jungsoo
– Kim Youngwoon
– etc.
Author’s note : Hello~ saya queencyblooms kembali /plakk
ga ada yang peduli sih yah ahaha
Oke ini saya udah bikin ff baru berkategorikan nc dan agak sedikit syerem._. disini ga ada romancenyaaa~ jadi kalo yang suka romance kayaknya bakalan keciwi =(

Dan disini nc-nya ga banyak. Jadi sebelumnya mau minta maaf dulu untuk pecinta nc hard :’)
Okelah, happy reading guys~! RCL yaa 😀
Bau khas yang menyengat dari seluruh ruangan di koridor sepertinya sudah menjadi udara sehari-hari yang biasa untuk dihirup oleh pria ini. Pria yang hingga sekarang masih saja berkutat dengan beberapa tubuh putih pucat diatas ranjang kecil yang hanya beralaskan besi tipis tanpa busa. Padahal hari sudah menjelang larut dan jarum jam kecil yang berputar dibalik kaca jam tangan miliknya yang sengaja ia taruh diatas meja, sudah menunjukkan pukul 12 lewat 17 menit.
Ini sudah biasa. Pekerjaannya sebagai Dokter yang mengidentifikasi tubuh-tubuh yang telah terpisah dengan ruh adalah rutinitasnya sehari-hari. Takut? Jangan ditanya. Bukan Cho Kyuhyun namanya jika hanya berhadapan dengan mayat saja ia bisa merasa takut.
“Oh astaga.” Kyuhyun sedikit terkejut mendengar suara mangkuk aluminium yang menerpa keramik lantai.
Sedikit menoleh pada mangkuk yang kini posisinya tertelungkup, Kyuhyun lalu mengabaikannya. Ia sedang cukup sibuk dengan jasad seorang gadis yang baru dua jam lalu tiba diatas ranjang dingin ini.
Kyuhyun mendongakkan leher gadis itu untuk melihat bekas dari tali yang mencekiknya. Bekasnya masih memerah, dan sedikit membuat kulitnya sobek. Menggoreskan pena diatas buku, Kyuhyun lalu kembali memperhatikan tubuh mayat ini yang hanya tertutupi kain putih didaerah organ kewanitaan.
Gadis ini meninggal bunuh diri dengan tubuh menggantung di langit-langit kamarnya. Itu kabar yang Kyuhyun dengar dari Polisi. Namun sebagai seorang Dokter yang sudah lama bergelut di bidang identifikasi, Kyuhyun tahu ada sesuatu yang aneh. Gadis ini tidak bunuh diri. Ia dibunuh.
“Selamat pagi, Dokter. Lembur lagi semalam huh?”
Kyuhyun yang sedang menyesap kopi hanya tersenyum mendengar pertanyaan dari rekannya sesama Dokter yang baru saja masuk ke ruang kerjanya. Choi Jina.
“Kantung matamu sudah semakin menghitam. Kau ingin aku merekomendasikanmu krim yang dapat menyamarkan kantung mata?”
“Oh tuhan, Dokter Choi. Kau kira aku wanita?”
Jina tertawa. Tidak ada bermaksud demikian sebenarnya. Hanya merasa sedikit kasihan dengan Kyuhyun yang beberapa minggu ini sering kali lembur hingga kadang ia terpaksa untuk menginap. Kasus kematian sedang gencarnya terjadi akhir-akhir ini.
Dan tentang kantung mata, Jina tidak main-main. Lingkar hitam dibawah mata Kyuhyun serta kantung matanya yang makin menebal terlihat semakin jelas.
“Aku beruntung menjadi Dokter umum, tidak sepertimu. Hah jika aku jadi kau, aku rasa aku bisa gila. Bertemu dengan mayat setiap malam, bukankah itu mengerikan?”
Meletakkan kembali mug diatas meja kerjanya, Kyuhyun lalu menggeleng. “Tidak sama sekali.”
“Kau sangat pemberani.”
“Resiko. Jika aku jadi polisi juga sama saja. Ada mereka yang juga bekerja di bidang yang sama denganku, bedanya aku tidak perlu pergi ke TKP. Lebih mudah bukan?”
Jina melirik bangku kosong didepan meja kerja Kyuhyun, lalu menyambar benda itu cepat dengan bokongnya. “Kau tertarik menjadi polisi?”
“Cita-cita masa kecilku. Tapi ya sudahlah, pekerjaanku sekarang adalah keinginan Appa. Menjadi Dokter ternyata cukup menyenangkan.”
“Hidupmu pasrah sekali.” Cibir Jina yang hanya dijawab Kyuhyun dengan kekehan.
Kyuhyun sekilas menangkap bayangan seseorang yang mengenakan seragam kepolisian berlalu didepan ruangannya. Segera Kyuhyun bangkit bermaksud menemui orang tersebut, meninggalkan Jina yang hanya mengerang protes karena Kyuhyun meninggalkannya tanpa pamit.
“Annyeonghaseyo.” Kyuhyun membungkukkan badan sopan saat tiba didepan polisi dengan dua balok berwarna emas dibahu kanan dan kirinya ini.
“Ah, Dokter Cho Kyuhyun? Bagaimana otopsinya?”
Sejenak Kyuhyun melirik tagname didada polisi ini lalu tersenyum. Kim Youngwoon. Polisi yang sempat bertemu dengannya kemarin, hanya saja Kyuhyun tak mengingat namanya.
“Anda bersedia untuk ikut saya kekamar mayat, Tuan Kim?”
Youngwoon mengangguk dan mengekor langkah Kyuhyun didepannya.
“Saya rasa saya akan mengejutkan anda dengan kabar yang akan saya sampaikan, ”
Youngwoon menatap Kyuhyun heran. “Maksud anda?”
“Rekan anda telah salah mendiagnosa tentang mayat kemarin.”
Kyuhyun dan Youngwoon kemudian tiba didepan ruangan yang menjadi tujuan mereka. Kyuhyun bergerak membuka pintu dan semerbak aroma yang cukup menyengat menerpa hidung Youngwoon yang tidak terbiasa. Menyadari itu, Kyuhyun pun langsung tanggap dan memberikan masker pada Youngwoon yang segera ia pakai.
“Ini berkas tentang Han Yoora.” Ucap Youngwoon seraya memberikan map berwarna kuning pada Kyuhyun.
Kyuhyun menyambutnya, membaca sekilas tentang identitas jasad didepannya ini lalu menaruh map itu diatas meja.
“Jadi namanya Han Yoora?” gumam Kyuhyun. Youngwoon mengangguk.
Kemarin memang identitas jasad gadis ini belum diketahui, dan hari ini kedatangan Youngwoon adalah untuk memberikan identitas lengkapnya pada pihak rumah sakit.
“Keluarganya bagaimana?”
“Ah, gadis ini sepertinya tidak memiliki keluarga di Seoul. Dari kartu tanda pengenal dan beberapa berkas lain yang kami temukan di TKP, dia berasal dari Busan.”
“Bisa jelaskan padaku lebih rinci tentang bagaimana ia ditemukan bunuh diri?”
Youngwoon berdeham, lalu mulai menjelaskan. “Yoora ditemukan tergantung di langit-langit kamar oleh salah satu tetangga yang merasa curiga karena pintu rumahnya terus terbuka dari pagi. Setelah diperiksa, ya seperti yang telah saya jelaskan. Leher Yoora tercekik oleh tali yang digantungkan didekat jendela kamar. Dan ia sudah dalam posisi tak bernyawa lagi.”
Kyuhyun mendelik, merasa aneh dengan penjelasan Youngwoon. “Jendela kamar? Harusnya ia tidak mati karena masih bisa berpijak ditanah. Bukankah begitu?”
Youngwoon mengangguk setuju. “Untuk sementara kami hanya dapat menyimpulkan Han Yoora bunuh diri, tapi kami akan menyelidikinya lagi.”
Kyuhyun hanya mengangguk-angguk. Ia pun mengambil kertas jingga kecil dan seutas tali. Menggoreskan beberapa huruf lalu mengikatkan tali itu di ibu jari kaki Yoora.
“Gadis ini pasti dibunuh. Aku tidak main-main. Dan sepertinya tugas Anda bertambah, Tuan Kim.”
Youngwoon tersenyum mendengar ucapan Kyuhyun.
“Ya ini memang sudah tugasku dibidang ini. Kami juga mempunyai tugas lain untuk mencari tahu tentang keluarganya dan memberikan kabar ini.”
“Selamat bekerja, Tuan Kim.”
“Baiklah, kami menunggu otopsi resmi anda mengenai jasad Han Yoora. Dan aku rasa aku harus pergi sekarang juga, Dokter.”
Jabatan tangan Kyuhyun dan Youngwoon mengakhiri pertemuan singkat mereka. Sepeninggal Youngwoon, Kyuhyun kembali menyingkap kain yang menutupi tubuh Yoora. Sejenak Kyuhyun memerhatikan daerah kemaluannya yang mengundang rasa curiga. Mengenakan sarung tangan plastik di tangan kirinya, Kyuhyun kemudian memasukkan jari telunjuknya kedalam kemaluan Yoora. Kyuhyun terkesiap. Memang ada yang tidak beres dari gadis ini.
Dan Kyuhyun kembali menemukan keganjilan, gadis ini diperkosa.
Beberapa kali bola mata Kyuhyun bergerak dengan pandangan yang cukup tajam, mendelik kekanan dan kiri, pada setiap area yang memenuhi penglihatannya.
Heran menyelimuti pikirannya. Seingat Kyuhyun, semalam ia berada diruangan kerjanya. Lalu kenapa kini tiba-tiba saja ia bisa berdiri diluar gerbang rumah sakit?
Dan kini, didepan matanya, ada seorang gadis yang…
“Astaga, bukankah gadis itu sudah mati?”
Kyuhyun terperangah melihat Han Yoora yang masih hidup tampak berjalan didepan gerbang rumah sakit. Gadis itu menorehkan senyum pada beberapa orang yang lewat didekatnya dan juga pada salah satu staff keamanan dirumah sakit yang sedang berdiri di pintu gerbang.
“Annyeonghaseyo, Nona~”
“Annyeonghaseyo~” Yoora tampak tersenyum untuk membalas sapaan untuknya.
Alis Kyuhyun tertaut melihat pandangan pria itu yang terkesan sangat mencurigakan pada Yoora.
“Aish, dasar security genit.”
Mengarahkan lagi pandangannya pada Yoora, Kyuhyun seketika terpaku saat melihat tubuh gadis itu yang berjalan lurus kearahnya, semakin dekat dan menembus tubuh Kyuhyun begitu saja.
Kyuhyun terhenyak.
“A-ada apa denganku?” Kyuhyun menatap kedua tangannya. Dia dalam kondisi yang sama seperti saat ia masih sadar sebelum ini. Seluruh anggota tubuhnya masih utuh dan berfungsi dengan baik.
Hanya saja..
“Apakah ini mimpi?” Kyuhyun kembali memerhatikan sekitar. Beberapa orang yang berlalu lalang seperti tidak menyadari kehadirannya sama sekali. “Lalu kenapa ada gadis itu dalam mimpiku?”
“Hhhhh..”
Kyuhyun berbalik mendengar suara desahan nafas yang berjarak sangat dekat dengan telinganya.
“H-Han Yoora?” Kyuhyun membelalak.
“Tolong aku.”
Jarak gadis itu dengannya kini sangat dekat. Tangan Yoora terulur menyentuh wajah Kyuhyun. Ah tidak, tangan Yoora menyentuh matanya. Bola matanya.
“AAAH!!”
“Cho Kyuhyun~ Hey, kau tidak apa-apa?”
Wanita itu, -Choi Jina tampak cukup panik. Sudah dari sepuluh menit yang lalu ia membangunkan Kyuhyun, tapi tak ada respon yang ia dapat hingga kini.
Jina sudah menaruh curiga karena mendapati Kyuhyun tidak ada di meja kerjanya pagi ini, karena walau selelah apapun Kyuhyun ia pasti akan keruangannya jika ingin beristirahat. Dan tadi Jina justru menemukan Kyuhyun yang tubuhnya banjir keringat tidur dikamar mayat, dan berbaring diatas ranjang besi yang dingin. Tepat disebelah jasad Han Yoora.
“Aah~”
Jina mendesah lega melihat bibir Kyuhyun terbuka dan mengeluarkan suara. Kyuhyun membuka matanya perlahan, mengerjap dan matanya kemudian terpaku pada tubuhnya yang berbaring.
“Cho Kyuhyun, kau kenapa tidur disini?”
“Apa?” Kyuhyun mencoba duduk seraya memegangi kepala sebelah kirinya yang terasa cukup berat. “Aku kenapa?”
“Kau tidur disini semalaman, Kyuhyun! Kau gila? Kini kau ingin menguji nyalimu dengan tidur bersama 3 tubuh yang tak bernyawa lagi, begitu? Astaga, Kyuhyun! Apa kau bercinta dengan mayat ini semalam?”
Alis Kyuhyun tertaut mendengar rentetan ucapan Jina. Kyuhyun memejamkan matanya sesaat seraya sedikit memijat kepala. Sedikit menoleh kesamping, Kyuhyun pun melonjak. Hampir saja jatuh jika tidak dengan segera Jina memegangi lengannya.
“Kau kenapa?”
Kyuhyun menelan ludah. Tubuh Yoora hampir tertutupi seluruhnya dengan kain putih yang Kyuhyun ingat dia sendiri yang menutupnya. Tapi apa yang terjadi semalam? Bayangan itu, apakah hanya mimpi? Dan kenapa tiba-tiba Kyuhyun dapat berada dikamar ini dengan tubuh yang terbaring disebelah jasad Han Yoora? Bukankah semalam ia berada diruang kerjanya?
Mengatur nafasnya dengan cepat, Kyuhyun kembali mengingat mimpi yang semalam ia alami. Dengan cepat Kyuhyun menyentuh kedua matanya.
“Jina-ya, mataku apa baik-baik saja?”
Jina menyipitkan mata. Menatap cukup lama pada mata Kyuhyun.
“Sudah kubilang kantung matamu semakin parah.” jawab Jina yang membuat Kyuhyun mendesah lega.
Kyuhyun lalu mengarahkan pandangan pada dahi Yoora yang setengahnya tidak tertutup. Yang Kyuhyun rasakan semalam entah kenapa bisa begitu nyata. Gadis ini menyentuh bola matanya dengan rasa yang luar biasa sakit.
“Ada apa Dokter Cho? Kau aneh sekali hari ini.”
Kyuhyun menggeleng lalu beranjak dari atas ranjang. “Sebaiknya aku pulang. Aku rasa aku tidak enak badan.”
“Jinjja? Biar aku memeriksamu dulu, bagaimana?”
Kembali Kyuhyun menggeleng dan menolak halus tawaran yang Jina ajukan. Jina hanya mengedikkan bahu lalu tersenyum tipis. Berjalan keluar mengikuti Kyuhyun yang kemudian mengunci pintu ruangan itu.
Sepanjang perjalanan kerumahnya, Kyuhyun masih belum bisa bernafas dengan normal. Ia masih cukup shock. Bayangan wajah Yoora yang memandangnya dengan tatapan sendu serta kata tolong yang ia ucapkan masih terngiang jelas. Ada apa sebenarnya dengan gadis itu?
“Aaash!” Kyuhyun mengacak rambutnya. Selama 5 tahun menjadi Dokter forensik, baru kali ini ia mendapat mimpi aneh dan seakan dihantui oleh arwah dari mayat yang ia tangani.
Sampai dirumah pun Kyuhyun kembali menerima hal yang lebih aneh lagi. Telinganya dengan jelas menangkap suara perempuan saat Kyuhyun baru saja menginjakkan kaki di kamar mandi.
“Tolong aku..”
Han Yoora?
“Tolong aku..”
Suara itu lagi.
Kyuhyun berusaha mengabaikannya dan mandi dengan tempo beberapa menit lebih cepat dari biasa.
“Kenapa harus aku hah?” teriak Kyuhyun pada udara. Ia memang bukanlah lelaki yang kejam, tapi menurutnya sendiri ia juga bukanlah lelaki berhati bagaikan malaikat yang bersedia saja menolong arwah penasaran seperti Yoora. Kyuhyun adalah sosok yang dingin. Teman bicaranya selama ini adalah Jina dan beberapa orang Dokter yang berada tidak jauh dari ruangannya. Kyuhyun jarang sekali mengajak bicara pasien-pasien dirumah sakit bahkan jika ada yang menyapanya sekalipun.
Beberapa Dokter lain menilai pekerjaannya ini memang sangat cocok dengan kepribadiannya yang terkesan aneh.
“Tolong aku.. Aku mohon..”
“Ya Tuhan. Aku harus apa??”
Tidak ada jawaban. Kyuhyun membuang nafas kasar. Merasa tidak ubahnya seperti orang tidak waras dengan terus saja berteriak marah pada udara seperti ini. Kyuhyun kemudian membaringkan tubuhnya diatas tempat tidur. Menatap langit-langit dan menerawang. Udara dingin tiba-tiba berhembus menerpa leher dan telapak kakiya.
“Tolong aku..”
“Aku akan memikirkannya nanti Han Yoora. Sekarang biarkan aku tidur, arrasseo?”
Kyuhyun menghela nafas. Beberapa menit kemudian suara itu tidak kembali ia dengar. Sedikit memiringkan tubuhnya, Kyuhyun pun memejamkan mata. Memasuki alam mimpi.
.
“Apa lagi ini?”
Berulang Kyuhyun mengusap wajahnya untuk memastikan apa yang ia lihat tidak salah. Tapi tetap saja, ini semua seperti nyata.
Kyuhyun memerhatikan sekeliling. Kini ia berada di salah satu ruangan besar di rumah sakit. Namun dengan aura yang sangat gelap dan mencekam, tidak seperti biasanya. Kyuhyun merasa sangat asing dengan ruangan ini.
“Kau gila!”
Suara seorang gadis mengaung di telinga Kyuhyun.
“Kau gila! Jangan lakukan itu, Jungsoo! Dasar pembohong!”
Kyuhyun mendelik. Suara itu kembali ia dengar. Dengan cepat Kyuhyun menoleh ke belakang. Dan seketika kedua matanya membesar melihat seorang gadis yang tengah diseret dan bersusah payah mendorong tubuh kekar pria yang membawanya masuk keruangan ini.
“Hey!!” teriak Kyuhyun. Sejenak Kyuhyun terdiam. Gadis itu… Han Yoora?
“Han Yoora, kau adalah milikku.” Pria itu melepaskan lengan Yoora secara kasar hingga gadis itu terhempas diatas lantai. Mengunci pintu dan mendekati Yoora dengan tatapan menyala, pria itu kini bahkan menindihnya.
“Tidak, Jungsoo! Astaga, aku mohon lepaskan!!”
“Lepaskan dia!!” bentak Kyuhyun. Namun sia-sia. Pria dengan nama Jungsoo itu tidak menanggapi ucapannya. Tidak. Dia bukannya tidak menanggapi ucapan Kyuhyun. Tapi dia tidak mendengarnya. Dan Jungsoo maupun Yoora tidak melihat Kyuhyun. Sama sekali.
“Hey lepaskan dia!!” Kyuhyun berteriak semakin keras saat Jungsoo mulai melucuti pakaian gadis dibawahnya secara paksa hingga gadis itu menangis keras.
Kyuhyun menggeram. Melihat ada gagang sapu didekatnya, Kyuhyun segera meraih benda itu dan melemparkannya pada punggung Jungsoo.
Dan Kyuhyun terhenyak. Benda itu menembus tubuh Jungsoo.
“Ya Tuhan!”
Kyuhyun mulai sadar jika ini bukanlah dunia nyata. Dirinya telah masuk dalam kejadian lampau, sama seperti mimpinya sebelum ini. Dengan cepat Kyuhyun berlari kearah pintu. Tapi sial. Pintu dikunci dan tidak ada akses lain diruangan ini untuknya keluar.
“Jungsoo, sakit!!!”
Suara Yoora yang terdengar menyayat memaksa Kyuhyun untuk kembali menyaksikan pemerkosaan didepan matanya ini. Pakaiannya yang telah ringsek sana sini dan juga darah yang keluar dari kemaluannya membuat Kyuhyun mual. Penis Jungsoo kembali menghujam kemaluan Yoora berkali-kali sambil mulutnya yang basah bermain di payudara Yoora.hingga seringkali gadis itu menjerit kesakitan.
“Keluarkan aku dari tempat ini! Astaga!” Kyuhyun menjambak bahkan memukul kepalanya sendiri agar secepatnya ia bisa bangun.
Pemandangan ini sangat menjijikkan tentu saja. Melihat seorang gadis yang tak berdaya diperlakukan dengan kasar secara fisik dan bahkan diperkosa seperti ini adalah hal yang tidak pernah Kyuhyun bayangkan sebelumnya. Apa yang membuat dirinya bisa masuk kedalam dunia yang aneh seperti ini? Mereka atau Kyuhyun yang tidak nyata?
Kyuhyun mengacak kasar rambutnya. Suara erang kesakitan dari bibir Yoora dan juga geram kenikmatan dari Jungsoo membuat Kyuhyun tidak punya pilihan selain mendengarkan suara mereka yang menggema diruangan ini.
“Tolong…”
Kyuhyun menelan ludah dan kembali mengarahkan pandangan pada wajah Yoora. Gadis itu menatapnya. Beberapa kali meminta tolong dengan tangan yang menggapai-gapai udara, seperti berharap agar Kyuhyun dapat menyelamatkannya sekarang.
Detak jantung Kyuhyun sudah tidak karuan melihat ini semakin jauh. Jungsoo kini sibuk memainkan areal tubuh Yoora bagian bawah dengan mulutnya. Dan Yoora hanya menangis dengan kedua tangan yang berpegangan pada ranjang besi, mengerang dan menjerit, mengatakan jika Jungsoo menyakitinya.
“Diamlah! Sudah kukatakan kau milikku, Han Yoora! Ini akibatnya jika kau menolak cintaku.”
“Tolong aku..”
Mata Yoora tertutup sedetik setelah sepasang organ itu beradu pandang dengan milik Kyuhyun. Kyuhyun melotot. Yoora terpejam bersamaan dengan tubuhnya yang tak melakukan perlawanan lagi. Jungsoo yang masih sibuk mendaratkan lidahnya di kemaluan Yoora pun menghentikan kegiatannya, dengan segera ia duduk dan mengguncang-guncangkan tubuh Yoora. Gadis itu sudah tak sadarkan diri.
“Astaga.” Kyuhyun menutup mulutnya.
“Han Yoora bangun!!!” Jungsoo dengan cepat mengenakan pakaiannya dan kembali mengguncang tubuh Yoora yang terkulai lemah.
“Sialan, dia mati!”
“Dia belum mati bodoh!” teriak Kyuhyun sia-sia. Kyuhyun yakin gadis itu belum mati. Ia hanya tidak sadarkan diri karena rasa sakit dan lelah yang diterima oleh tubuhnya. Manusia tidak akan mati hanya karena dicumbui dalam waktu yang tidak lama seperti itu.
Jungsoo bergerak gusar. Dengan cepat panik menjalari seluruh tubuhnya. Kyuhyun tidak tahan lagi, ia melangkah geram pada Jungsoo kemudian bergerak memukul wajah pria itu. Dan apa yang Kyuhyun lakukan kembali sia-sia. Tangannya justru melewati kepala Jungsoo yang kini sedang menggendong tubuh Yoora didepan dadanya.
Jungsoo membawa tubuh telanjang Yoora kedepan pintu. Sedikit susah payah merogoh kunci disaku celananya, memilah dari cukup banyak kunci yang terikat pada satu tali dan dengan cepat Jungsoo membuka pintu setelah menemukan kunci yang ia cari. Kyuhyun pun segera mengikuti Jungsoo yang berlari dengan langkah menggema dikoridor.
Sejenak Kyuhyun mengedarkan pandangan pada areal rumah sakit. Benar. Ini rumah sakit tempatnya bekerja. Ia pun kembali menoleh kebelakang. Ke papan berukuran sedang diatas pintu, tepatnya pada tulisan yang tertera disana.
13-B?
Ruangan yang selama ini selalu dibiarkan kosong yang Kyuhyun sendiri tidak tahu apa penyebabnya.
Bruukk!
Terkejut mendengar itu, Kyuhyun menghadap lurus kedepan dan kembali berlari. Kembali fokus pada tujuan awalnya untuk mengikuti Jungsoo yang membawa Yoora ke arah belakang rumah sakit.
“Sialan.” Tinju Kyuhyun mengepal melihat Jungsoo yang sedang menepuk kedua tangannya untuk membersihkan kotoran. Yoora tidak terlihat lagi karena Jungsoo telah melempar tubuh itu ke balik pagar yang tak terlalu tinggi.
Jungsoo terllihat panik, matanya mendelik kekanan-kiri untuk mencari sesuatu yang bisa ia gunakan untuknya naik. Saat matanya menangkap sebuah kursi berukuran sedang tergeletak dalam posisi terbalik didekat gudang, Jungsoo segera berlari mengambil benda itu. Dan menyusul Yoora dibalik pagar.
Baru saja Kyuhyun ingin berlari menyusul Jungsoo, mendadak rasa pusing yang amat sangat menerpa seluruh inci kepalanya. Kyuhyun mengatur nafas yang mulai terdengar tak beraturan hingga beberapa detik kemudian tubuhnya jatuh ke atas tanah.
.
“Oh Tuhan!”
Kyuhyun tersentak, ia pun terduduk dengan nafas yang terengah-engah. Titik keringat nampak jelas di area dahi dan atas dadanya.
Mengusap wajah beberapa kali, Kyuhyun kembali membaringkan tubuhnya setelah melepas bajunya terlebih dahulu. Tiba-tiba saja aura kamar ini menjadi aneh dan begitu panas.
Mimpi tentang Han Yoora lagi. Yang satu ini bahkan lebih parah. Dan apa itu tadi? Yoora diperkosa di ruangan 13-B? Lalu siapa pria itu? Kenapa ia bisa memiliki kunci dari ruangan-ruangan di rumah sakit?
Kyuhyun memiringkan tubuhnya, hingga seketika matanya membulat sempurna melihat tulisan berwarna merah darah tertoreh diatas cermin didepannya. Dengan segera Kyuhyun bangkit, mendekati cermin dan membaca kata demi perkata tulisan yang tampak acak-acakan.
“Itu benar. Jungsoo pelakunya.”
“Ya Tuhan, gadis ini~”
Kyuhyun sigap bergerak, mencari-cari ponselnya yang tadi ia taruh didalam saku jas putihnya. Menghubungi Jina.
“Hey, kau sudah baikan?”
“Jina-ya~ apa ada seseorang yang bernama Jungsoo di rumah sakit?”
Jina mendengus. Bukannya menjawab kekhawatiran Jina atas dirinya, Kyuhyun justru menanyakan hal lain.
“Jungsoo?”
“Iya, palli~~”
Jina menatap langit-langit ruangan kerjanya. Mencoba mengingat nama yang disebutkan Kyuhyun.
“Ah, aku ingat. Ada staff keamanan yang bernama Park Jungsoo dan setahuku ia sudah mengundurkan diri dua hari yang lalu? Ada apa?”
Mata Kyuhyun membesar? Staff keamanan? Apa pria ini adalah pria yang pernah Kyuhyun lihat di mimpi pertamanya? Kyuhyun menggigit bibirnya, masih tidak mengerti kenapa bisa mengalami kejadian mengerikan seperti tadi. Dia berada ditempat tapi seperti sedang menonton film. Tidak bisa melakukan apapun selain menonton perbuatan yang Jungsoo lakukan pada Yoora.
“Ah tidak tidak. Aku hanya bertanya.”
Sebenarnya Kyuhyun ingin mengatakan hal ini pada Jina sekarang juga. Tapi Kyuhyun sadar, ia tidak bisa sembarang tuduh pada Jungsoo tanpa adanya bukti. Lagipula Jungsoo sudah lari dengan modus mengundurkan diri dua hari yang lalu. Kyuhyun sama sekali tidak mengetahui alamat pria itu, identitasnya, bahkan wajah dan nama Jungsoo pun baru ia ketahui dalam bayangan menyeramkan beberapa waktu lalu.
Setelah itu, Kyuhyun memutus sambungan telepon sepihak membuat Jina hanya memandang heran pada layar ponselnya. Jina menghembuskan nafas.
“Aneh.”
Kakinya melangkah lebar di koridor dengan tatapan mata yang tidak lepas dari beberapa catatan diatas note kecil yang selalu ia bawa. Sapaan dari beberapa orang dengan profesi yang sama dengannya pun tak begitu ia gubris. Kini pikirannya hanya terfokus pada satu hal. Identitas lengkap Park Jungsoo.
Sudah dua hari ini tidur Kyuhyun tidak pernah tenang. Arwah Yoora terus saja menghantuinya dengan mimpi-mimpi yang aneh. Selain karena tugasnya sebagai Dokter yang harus menuntaskan otopsi ini secepat mungkin dan juga ingin kembali hidup tenang, Kyuhyun melakukan hal ini juga karena sisi kemanusiaan. Ia sudah menyaksikan sendiri peristiwa pemerkosaan Yoora didepan matanya. Dan satu-satunya cara untuk membuat Yoora bisa pergi dengan tenang adalah mengungkap semua ini dengan bukti yang otentik.
Tujuan Kyuhyun kini adalah gudang penyimpanan arsip identitas pegawai. Walau Jungsoo hanya security, tapi ia pernah menjadi bagian dari rumah sakit ini dan identitasnya pasti masih disimpan disana.
“Selamat pagi, Dokter.”
Kyuhyun menghentikan langkah dan melirik office boy yang menyapanya. Sesaat Kyuhyun melirik tulisan yang dibordir di bagian dada kiri seragam office boy ini.
Kim Youngwan.
“Apa kau menyimpan kunci gudang?”
“Kunci gudang? T-tentu. Ada yang anda cari, Dokter?”
Kyuhyun mengangguk. “Berkasku tertinggal disana. Aku harus mengambilnya sekarang juga.”
“Baiklah, biar saya yang membukanya unt..”
“Tak usah.” Potong Kyuhyun. “Biar aku yang melakukannya sendiri. Mana kuncinya?”
Sedikit gugup, Youngwan lalu mengambil runtaian kunci dari saku dan menyerahkannya pada Kyuhyun.
“Terima kasih.”
“Ba-baiklah, Dokter. Saya permisi.”
Sepeninggal Youngwan dengan jarak yang sudah jauh, Kyuhyun pun segera beranjak menuju gudang yang pintunya sudah dapat ia lihat.
Sampai didepan pintu dengan warna cat coklat dan tertera tulisan ‘Gudang’ diatasnya ini, Kyuhyun segera memilah kunci dari runtaian kunci yang cukup banyak ditangannya. Dan dapat.Tak perlu waktu lama, beberapa puluh detik kemudian Kyuhyun sudah berada didalam. Aroma apek dan sangat menyengat menerpa indra penciuman Kyuhyun dengan segera. Ruangan ini seperti sudah sangat lama tidak terjamah.
Braak!
Kyuhyun membanting beberapa tumpuk kertas yang mulanya berada di rak paling bawah.
Sedikit mendengus karena yang ia lihat hanyalah arsip tahunan tentang pendaftaran dan rawat inap pasien.
Kyuhyun kemudian menuju rak lain yang berada dibelakang rak sebelumnya. Dokter itu lalu menyunggingkan senyum karena menemukan apa yang ia cari. Diatas binder hitam yang sedang dipegangnya tertera tulisan arsip pegawai tahun 2014. Kyuhyun memang tidak tahu pasti kapan Jungsoo mulai bekerja, dan masih ada beberapa tumpuk binder diatas rak namun Kyuhyun yakin jika dalam binder ini ada sesuatu yang ia cari. Kyuhyun bergerak membukanya, memerhatikan foto dan nama dari tiap lembar kertas yang ia buka.
Sekilas ia melihat sekelebat bayangan putih melintas diatas kepalanya. Itu Han Yoora. Arwah gadis muda itu mulai berani menampakkan diri setelah mimpi kedua Kyuhyun. Dan Kyuhyun memang tidak takut sama sekali. Sosok Yoora juga tidak terlalu menyeramkan. Ia hanya tidak senang diganggu.
Kyuhyun kemudian mengangguk-angguk. “Ah, jadi dia baru bekerja beberapa minggu.”
“Tolong aku..”
“Astaga, adakah kalimat lain?” Kyuhyun mendecak namun tak lama ia tersenyum karena sudah menemukan apa yang ia cari. Surat lamaran kerja Park Jungsoo sudah ditangannya kini.
Kembali menyusun beberapa kertas yang berantakan akibat ulahnya, Kyuhyun lalu berjalan keluar. Namun mendadak ia menghentikan langkah saat terpikirkan sesuatu. Kyuhyun memerhatikan runtaian kunci ditangan kirinya satu persatu. Dan bingo! Senyum Dokter muda ini kembali muncul mendapati kunci dengan tempelan kertas putih bertuliskan 13-B diatasnya.
“Aku sebenarnya berbakat menjadi Detektif, kau tahu?”
Kyuhyun mendengus melihat bayangan putih itu justru terbang menjauh darinya.
“Aish, hantu menyebalkan.”
“Hasil otopsinya sudah keluar, Dokter?” tanya Youngwoon.
“Belum.” Jawab Kyuhyun seraya mendorong salah satu tandu dengan raga tanpa nyawa diatasnya kedalam lemari pendingin khusus mayat.
Bau amis dari darah yang mengering amat menusuk hidung Youngwoon. Hawa dingin yang merembes dari belakang lemari pendingin jenazah pun tak cukup kuat meredam aromanya. Suasana dingin yang kering dan amis mengesankan angker baginya. Yang pasti Youngwoon tidak tahan berlama-lama berada ditempat ini.
“Han Yoora juga belum bisa dimakamkan.”
Youngwoon mengernyit. “Kenapa?”
“Ada sesuatu hal.” Jawab Kyuhyun lagi.
“Yoora yang mengatakan itu. Aku harus apa heh?” Kyuhyun sedikit kesal saat mengingat peristiwa semalam. Ia dan Yoora ‘berkomunikasi’ dalam waktu yang cukup lama. Yoora melakukannya dengan cara mengotori cermin dengan darah yang bisa terhapus dengan sendirinya setelah jangka waktu satu menit. Darah itu membentuk rangkaian tulisan yang mengharuskan Kyuhyun untuk membacanya beberapa kali untuk dapat memahami maksud arwah itu.
Kesimpulannya, Yoora ingin ia dimakamkan dengan tenang setelah Jungsoo tertangkap dan seluruh anggota keluarganya mengetahui jika ia bukan meninggal karena bunuh diri. Bukan kemauan yang macam-macam sebenarnya. Tapi permintaan Yoora agar Kyuhyun melakukan semua itu sendirian yang membuat Kyuhyun sedikit kesal. Yoora menuliskan jika ia hanya percaya pada Kyuhyun untuk menyelesaikan semua ini. Mau tidak mau, bisa tidak bisa, pada akhirnya Kyuhyun tetap harus menyanggupi.
“Apa keluarganya sudah tahu, Tuan Kim?” tanya Kyuhyun.
Youngwoon mengangguk. “Mereka akan ke Seoul dalam waktu dekat ini.”
Kyuhyun melirik bayangan Yoora yang melintas diatas kepalanya. Arwah itu bergerak terbang melintasi kepala Kyuhyun beberapa kali dengan cepat. Seakan gusar dengan ucapan Youngwoon tadi.
“Saya mewakilkan pihak rumah sakit ingin meminta maaf pada Anda dan juga keluarga Han Yoora untuk keterlambatan otopsi, Tuan Kim. Untuk sementara, jasad Yoora sudah kami taruh di lemari pendingin.”
Youngwoon kembali mengangguk. Memaklumi.
“Lalu apa kalian sudah menemukan bukti tentang pembunuhannya?”
“Sejauh ini belum. Jika memang benar Han Yoora dibunuh, berarti tersangka melakukan aksinya dengan cukup rapih. Tidak ada barang milik korban yang hilang, tempat tinggal korban juga tidak berantakan sama sekali.”
“Tentu saja.” batin Kyuhyun. Dokter ini jadi kesal sendiri karena tidak bisa menjelaskan apa yang terjadi pada Youngwoon. Dan sejauh ini, Kyuhyun baru memegang identitas Jungsoo dan kunci ruangan 13-B sebagai bukti. Ia sudah masuk keruangan itu dan anehnya tidak ada apapun yang mencurigakan didalam sana. Bekas darah Yoora yang seharusnya terlihat di lantai pun tidak ada lagi.
Apa Jungsoo masih sempat membersihkan ruangan itu keesokan harinya? Kyuhyun menggeleng, rasanya tidak mungkin.
Mengedarkan pandangan pada beberapa kotak aluminium yang tertutup didepannya, Kyuhyun lalu mendongak.
Kedua matanya sedikit membesar melihat CCTV diatas sana. Bodoh sekali karena tidak memikirkan hal ini dari awal.
Dalam ruangan 13-B pasti ada CCTV. Ya, itu pasti.
Beberapa menit setelah itu, Youngwoon pamit untuk kembali bekerja. Sedikit tergesa, Kyuhyun lalu segera menuju ruangan tempat pengawasan setelah Youngwoon benar-benar pergi. Ia ingin mendapatkan buktinya secepat mungkin.
“Dokter Cho Kyuhyun?”
Kyuhyun tersenyum tipis pada satpam yang heran melihat kehadirannya. Satpam yang duduk didepan banyak layar berukuran kecil itu kemudian berdiri dan membungkukkan badan pada Kyuhyun.
“Hey, siapa namamu?”
“Jung Soonim. Ada apa, Dokter?”
“Apa kau sudah lama bekerja disini, Soonim?”
“Eh..sudah satu tahun, Dokter? Ada apa?”
“Ah tidak. Aku hanya ingin tahu semua ruangan dirumah sakit ini ada cctv kan? Bagaimana dengan ruangan 13-B?” Tanya Kyuhyun cepat.
Soonim tampak bingung. “13-B? Ah, tunggu sebentar.” Ia kembali duduk dan memperhatikan layar-layar didepannya satu persatu. Begitu juga dengan Kyuhyun.
“Bukankah ruangan itu tidak digunakan lagi, Dokter?”
“Mungkin.” Kyuhyun mengangkat bahu. “Tapi aku yakin, cctv-nya masih berfungsi. Cepat periksa rekaman tiga hari yang lalu.”
“Tiga hari yang lalu? A-algasseumnida.” Pria dengan umur yang tidak muda lagi itu mengangguk dan mematuhi yang Kyuhyun pinta.
Matanya mendelik kesana kemari dengan keringat yang mulai mengucur dari dahinya. Kyuhyun menatapnya curiga. Kenapa dia harus segugup itu?
“I-ini, Dokter.”
“Ah awas kau.” Kyuhyun menyikut bahu Soonim membuat ia menggeser posisi duduknya dan dengan cepat Kyuhyun memposisikan dirinya untuk duduk diatas kursi yang tadinya Soonim duduki.
Kyuhyun mulai menatap fokus pada layar. Pada suasana ruangan 13-B yang benar-benar kacau, bahkan Kyuhyun dapat melihat bercak noda diatas lantai yang ia yakini adalah darah Yoora. Mata Kyuhyun kemudian menyipit melihat salah seorang office boy masuk keruangan itu. Membersihkan genangan darah yang telah mengering dan mengemasi kekacauan disana tanpa rasa curiga sama sekali.
Di layar bagian atas sebelah kanan, tertera tanggal dan pukul saat peristiwa itu berlangsung. 12 – 10 – 2014 06:45:21.
Ini dua hari yang lalu saat pagi hari. Jasad Han Yoora belum tiba dirumah sakit pagi itu.
Kyuhyun berdeham melihat wajah office boy itu saat Kyuhyun menjeda dan memperbesar pada area wajahnya. Rasanya tidak asing.
“Mana rekaman tiga hari yang lalu? Rekaman yang kau berikan ini salah!” seru Kyuhyun.
Soonim terkejut mendengar Kyuhyun yang setengah berteriak padanya. Dengan gugup ia membuka salah satu laci dimeja, dan menyerahkan kaset rekaman pada Kyuhyun setelah cukup lama mengobrak-abrik isi laci.
Dan Kyuhyun menyambutnya cukup kasar. Ia sudah tidak sabar. Udara dingin terus saja menerpa tengkuknya. Mengambil dua buah kaset rekaman yang tadi Soonim berikan, Kyuhyun lalu pergi tanpa pamit. Ia ingin menyaksikan apa yang ditampilkan di rekaman itu sendiri ,tanpa adanya gangguan dari siapapun.
“Sial sial sial!!”
Kyuhyun menunduk dengan kedua tangan menjambak rambutnya sendiri. Ini sudah kesekian kali ia memutar rekaman pada tanggal 11 Oktober dan sebanyak itu pula Kyuhyun memandang kesal pada layar didepannya karena hanya menampilkan semut hitam putih mengerubung penuh disana. Aneh, rekaman itu terputus begitu saja saat dengan jelas Kyuhyun mendengar suara teriakan perempuan yang ia yakini adalah suara Yoora.
Kyuhyun menyeka dahi disekitar dahinya. “Ini tidak benar. Pasti ada yang memanipulasi ini semua.”
Mendengar sesuatu menggesek cerminnya, Kyuhyun menoleh kesana. Yoora mulai berulah lagi.
“Tidurlah. Aku ingin menunjukkanmu sesuatu.”
Kyuhyun mendecak. “Bagaimana aku bisa tidur jika aku tidak tenang?”
“Tolong aku..”
Suara itu lagi.
“Arrasseo!” teriak Kyuhyun putus asa. Setelah memastikan layar didepannya mati, Kyuhyun beringsut dari meja kerjanya lalu menuju tempat tidur. Berbaring.
Dan entah kenapa, tiba-tiba ia merasakan kantuk yang amat sangat hingga tak perlu waktu lama, kini pria itu sudah memejamkan mata. Menyusul alam mimpi yang telah menantinya.
.
Alis Kyuhyun tertaut melihat tiga orang pria yang sedang berbincang disudut ruangan dengan cukup banyak layar berbentuk sedang tertempel di dinding.
Kyuhyun membelalak saat sadar ia berada dimana sekarang. “Astaga, ini ruang cctv!”
Kyuhyun menggelengkan kepalanya beberapa kali. Ruangan ini cukup gelap membuatnya tidak bisa melihat wajah pria itu satu persatu dengan jelas.
“Ini bayaranmu.”
“Aih, Park Jungsoo. Kau akan mendapatkan tubuh gadis itu dan kau hanya membayar kami 100.000 won?” sahut pria yang tubuhnya lebih kecil dari yang lain.
Park Jungsoo? Kyuhyun menggeram. Ternyata ini yang akan Yoora tunjukkan.
“Jinjja~ Youngwan-ssi, aku belum menerima gajiku bulan ini kau paham?”
“Lalu bagaimana denganku, Jungsoo-ah?”
“Untukmu? Itu uangnya kalian bagi dua saja bodoh! Tugasmu berjaga saja disini dan matikan cctv diruangan 13-B.”
“13-B? Bukankah itu ruangan yang terkenal sangat angker? Aku dengar salah satu Dokter yang sekarang telah dipecat pernah salah melakukan operasi hingga pasiennya meninggal dan masih penasaran hingga kini. Kau sungguh akan melakukannya disana? Kau gila!”
Jungsoo tertawa. “Ruangan itu satu-satunya yang jarang terjamah dirumah sakit ini dan terletak cukup jauh dari ruangan-ruangan utama. Aku hanya cari aman. Pokoknya kau Youngwan-ssi, bersihkan ruangan itu pagi-pagi sekali.”
“Baiklah.” Sahut Youngwan. “Lalu dimana gadis itu?”
“Di ruangan penjagaan depan. Dasar gadis bodoh. Mau saja dia kuajak kesini sekarang.” Jungsoo menyeringai.
Kyuhyun terperangah mendengar percakapan itu. Jadi semua staff yang akhir-akhir ini pernah bertemu dengannya mempunyai korelasi atas kematian Han Yoora? Ini sungguh tidak bisa dibiarkan.
Duuk!
Kyuhyun segera menoleh ke belakang mendengar seperti ada benda yang terjatuh diluar sana. Mata Kyuhyun membesar melihat wajah seorang gadis di jendela yang tampak panik.
“Sial! Itu Han Yoora! Dia mendengar semuanya!”
“A-apa?” Kyuhyun tercekat. Ia terdiam saat tubuh tiga orang pria tadi menembus tubuhnya dan berhamburan keluar untuk mengejar Yoora.
Kyuhyun pun kemudian memutuskan untuk mengikuti mereka.
Malang bagi Yoora, belum jauh ia berlari Jungsoo sudah menggenggam kuat pergelangan tangan Yoora dan membekap mulutnya. Setelah mengisyaratkan kedua temannya untuk pergi, Jungsoo lalu menyeret tubuh Yoora. Ke ruang 13-B. Tempat peristiwa nista itu terjadi.
“AH!!”
Tubuh Kyuhyun tersentak bersamaan dengan matanya yang membulat sempurna. Kyuhyun mendesah lega karena ia sudah kembali ke dunia nyata. Mengusap keringat didahinya, Kyuhyun lalu duduk. Kembali menoleh pada cermin. Yoora menggoreskan tulisan lagi disana.
“Dia bilang dia mencintaiku. Pembohong.”
“Jangan membicarakan urusan cinta denganku.” Ucap Kyuhyun dingin. “Aish, cara satu-satunya agar mereka semua ditangkap adalah dengan menangkap Jungsoo terlebih dahulu, begitu?”
Kyuhyun mengangguk-angguk. “Aku butuh bantuan Kim Youngwoon.”
“Kau serius?”
Mengangguk mantap. Hanya itu reaksi yang ia tunjukkan. Membiarkan Polisi didepannya membaca tulisan diatas kertas yang ia berikan, Kyuhyun lalu mengedarkan pandangan pada ruangan pribadi milik pria ini. Ia di kantor polisi sekarang. Dengan membawa berkas surat lamaran Jungsoo yang tertera identitas lengkap dan juga foto pria itu.
Kyuhyun lalu menunduk, sibuk dengan pikirannya sendiri.
“Aku pernah melihat pria ini.” Gumam Youngwoon.
Kyuhyun mendongak cepat. “Benarkah?”
“Dia pernah ditahan di kantor polisi dengan kasus pemerkosaan. Dua tahun yang lalu.”
Senyum muncul di bibir Kyuhyun. “Han Yoora akan tenang mulai besok.”
“Apa katamu?”
“Arwah Yoora terus menggangguku akhir-akhir ini.” Jawab Kyuhyun. “Dan aku tahu semua hal ini tentu saja bukan karena menduga-duga. Aku hanya curiga karena kematian gadis itu terkesan tidak wajar. Di kemaluannya jelas-jelas ada tanda kekerasan. Terserah anda ingin percaya atau tidak, Tuan Kim.”
Youngwoon tersenyum. “Tentu aku percaya. Aku kira pria ini sudah sadar, ternyata lebih parah. Ia bahkan dengan berani mengkamuflase kematian korbannya.”
Setelah itu, Youngwoon meraih ponselnya diatas meja. Menghubungi beberapa bawahannya untuk segera meluncur ke rumah Park Jungsoo.
“Akhirnya kau bisa pergi dengan tenang, Yoora~”
.
Braak!
“Jangan bergerak!”
“AAAA JUNGSOO-AH. MEREKA SIAPA?”
“Kami Polisi. Angkat tangan kalian!”
Kyuhyun hanya melihat kejadian penggebrekan itu dari jauh karena ia tidak punya wewenang untuk ikut masuk kedalam sana walaupun Youngwoon memaksanya untuk ikut pergi ke TKP.
“Kau ditangkap, Park Jungsoo.” Seru Youngwoon, kemudian memerintahkan kedua polisi yang lain untuk memborgol pria itu.
“A-apa salahku, Pak?”
“Kau ingat Han Yoora?” Tanya Youngwoon.
Jungsoo tercekat. Ia terdiam dalam waktu yang cukup lama, dan tentu saja membuat Youngwoon tahu apa jawaban dari pertanyaannya.
“Tapi, Pak..”
“Jelaskan semuanya di Kantor Polisi!”
Youngwoon lalu berjalan keluar diikuti dua bawahannya yang memegangi Jungsoo dan wanita yang juga bersama Jungsoo didalam rumah itu.
Kyuhyun tersenyum miring, cukup puas rasanya melihat Jungsoo bisa tertangkap secepat ini dan sedang dalam kondisi bercumbu dengan wanita yang tak ubahnya seperti wanita penghibur. Hal yang semakin menguatkan bukti atas bagaimana gilanya pria ini akan sex dan pemerkosaan yang ia lakukan pada Yoora dan juga gadis lain sebelum itu.
Matanya memandang pada wajah-wajah duka dari beberapa orang yang berdiri didepan sebuah ruangan tempat terjadinya reka ulang atas peristiwa memilukan itu. Seorang wanita paruh baya yang ia yakini adalah Ibu dari korban menangis dengan menutupi seluruh wajahnya. Seorang pria muda bertubuh kurus dan juga bocah lelaki berdiri didekat Ibu itu, memeluk dan menenangkannya.
Ratapan, tangisan, dan jeritan kembali Kyuhyun dengar. Makian pada tiga orang yang kini tengah berdiri diantara lindungan polisi dengan lancar pria bertubuh kurus itu ucapkan.
Kyuhyun menatap miris pada mereka semua. Pria yang adalah kakak kandung Yoora itu ingin bergerak menendang Jungsoo secara brutal jika saja Polisi tidak melerainya.
Jungsoo sudah mengakui semua perbuatannya setelah tiga hari diinterogasi secara ketat di Kantor Polisi. Sidik jari Jungsoo yang menempel di beberapa benda di kamar Yoora yang menjadi lokasi kejadian pun semakin memperkuat buktinya, dan juga melalui bukti-bukti yang Kyuhyun jelaskan melalui rekaman cctv. Untuk penglihatannya pada arwah Yoora tentu saja tidak Kyuhyun jelaskan. Siapapun tidak akan percaya dengan hal mistis seperti itu di zaman modern seperti ini.
Youngwan dan Soonim? Mereka berdua segera dipecat secara tidak terhormat karena perbuatan memalukan itu. Jungsoo tidak terima kedua temannya yang ikut terlibat bisa bebas begitu saja diluar sana. Dan tentu saja, setelah ini mereka akan ikut Jungsoo untuk mendekam di penjara dalam waktu yang sangat lama nanti.
“Jika aku jadi kau, aku juga akan melakukan hal yang sama.” Gumam Kyuhyun. Ia masih memusatkan perhatian pada kakak Yoora yang belum bisa berhenti memaki Jungsoo. “Bahkan kurasa aku akan membunuhnya jika itu tidak salah.”
Kyuhyun kemudian berbalik, meninggalkan tempat itu. Tugasnya sudah selesai kini. Hasil otopsi sudah rampung dan sudah ia serahkan pada Polisi, Yoora juga sudah dimakamkan dengan layak tadi pagi. Kini ia bisa kembali tidur dengan tenang tanpa mimpi-mimpi aneh lagi.
“Terima kasih..”
Angin berhembus kencang bersamaan dengan hadirnya suara itu. Suara yang tidak asing lagi ditelinga Kyuhyun. Han Yoora.
“Aku kira kau hanya bisa mengucap ‘tolong aku’, ternyata tidak.” Kyuhyun terkekeh.
“Aku akan mengambil lagi penglihatanmu supaya kau tidak melihat hal aneh lagi, Dokter.”
Kyuhyun mengernyit. “Hey, maksudmu apa?”
“Astaga.” Hampir saja Kyuhyun terjungkal ke belakang melihat kehadiran sosok Yoora yang tiba-tiba didepan matanya. Gadis itu sudah lebih baik penampilannya kini. Tubuhnya memancarkan sinar, dan suaranya terdengar tidak seseram saat ia masih menjadi arwah penasaran beberapa waktu lalu. Tapi tetap saja, gadis ini bukan manusia lagi.
“Terima kasih..” ucapnya sekali lagi. Yoora mendekatkan jaraknya pada Kyuhyun, bergerak menyentuh wajah Kyuhyun tepat di bagian mata Dokter itu. Mengambil ‘penglihatan’ Kyuhyun yang pernah ia titipkan dulu.
END

Fc Populer:

%d blogger menyukai ini: