[Oneshoot/NC17/Kyuhyun] YOU

0
you ff nc kytuhyun
Author : Red
Tittle : YOU
Category : Romance, Sad, Family, Oneshoot, NC-17
Main Cast : Cho Kyuhyun, Lee Hyemi, ect.
Annyeong… ini pertamakalinya aku ngebuat FF dengan genre ini. FF buatan aku sudah cukup banyak, dan mungkin beberapa dari kalian mengenal FF buatanku. Biasanya cast di FFku itu member EXO dan Cho Kyuhyun, tapi aku menggunakan nama pena yang lain untuk FF normal. Dan untuk FF bergenre lemon aku akan menggunakan nama pena RED. Baiklah langsung aja ke ceritanya ya. Selamat membaca J

Author POV
Pagi yang cerah secerah senyum seorang gadis muda berseragam SMA Paran High School. Gadis cantik dengan mata bulat berwarna coklat muda, rambut hitam kecoklatan sebahu dan dilengkapi dengan tinggi badan yang cukup ideal yakni 168cm juga badan yang terbentuk sempurna membuat para lelaki tentu saja tak dapat menolak pesona gadis itu.
Ditambah lagi kepribadiannya yang hangat membuat Lee Hyemi atau biasa dipangil Hyemi termasuk kedalam salah satu gadis populer di sekolahnya.
Hyemi tersenyum dengan lebar hingga membuat kedua lesung pipinya terlihat jelas, tak lupa matanya yang membentuk bulan sabit terbalik itu membuatnya semakin manis.
Beberapa orang menyapanya ketika mereka berpapasan, dan dengan ramahnya Hyemi membalas sapaan orang-orang yang bahkan beberapa diantara mereka tidak ia kenali.
Sambil berjalan menuju kelas, ia berjalan melewati lorong sepi yang mengarah pada ruang music. Langkahnya tiba-tiba saja terhenti ketika ia mendengar suara dentingan piano yang diiringi dengan suara nan lembut milik seorang lelaki.
Dengan sebongkah rasa penasaran yang dimilikinya, Hyemi melangkahkan kakinya mendekati pintu ruang music. Kedua tangannya mencengkram pegangan tasnya dengan erat.
Kini ia sudah berada tepat di depan pintu ruang music. Perlahan ia membuka sedikit celah di pintu berwarna coklat tua itu. Bibirnya terkatup rapat, iris matanya focus menatap seorang lelaki berparas tampan yang sedang memainkan piano dengan jemarinya yang panjang dan indah.
Ia masih terdiam membisu, terlalu terpesona dengan permainan piano juga lelaki yang tak ia kenal itu. Hingga tiba-tiba saja lelaki itu menatapnya. Menatapnya dengan tatapan dingin tak bersahabat. Kemudian tanpa mengucapkan sepatah katapun, lelaki itu berdiri hendak meninggalkan ruangan itu.
Grep
Sebuah cengkraman dirasakan lelaki itu ketika berpapasan dengan Hyemi. Ia menatap Hyemi kesal, berani-beraninya gadis itu mengusiknya. Dan ia tidak menyukai pengganggu seperti wanita disebelahnya itu.
“Lepas.” Singkat, padat, jelas, dan datar. Itulah kata pertamanya pada Hyemi. Hyemi yang mendengar suara baritone lelaki itu sontak saja mengalihkan pandangannya pada lelaki itu.
“Cho Kyuhyun” ujarnya saat membaca name tag lelaki itu. Kyuhyun mengikuti arah pandang Hyemi yang tertuju pada name tagnya. Ia mendengus kesal, lalu menghentakan tangannya hingga terlepas dari cengkraman Hyemi.
Kyuhyun berjalan dengan aura dingin yang menyelimutinya, namun justru itu menjadikannya terlihat semakin mempesona. Lelaki dingin penyendiri yang berwajah tampan. Saking tampannya hingga membuat Hyemi membeku tak berkutik ketika mereka berhadapan.
Hyemi terus memandangi punggung tegak Kyuhyun yang berjalan semakin jauh dari pandangannya. Perlahan Hyemi meraba bagian jantungnya, merasakan jantungnya berdegup dengan kencang, dan menyadari bahwa dirinya menjadi orang idiot saat berhadapan dengan lelaki itu, lelaki yang baru pertamakali ia lihat, Cho Kyuhyun.
“Perasaan ini…” bisiknya dengan mata tertutup, mencoba menelisik lebih dalam mengenai perasaannya.
“Love at first sight?” seulas senyum kembali tergambar di wajahnya.
Suara bel membuat kesadaran Hyemi kembali, ia berjalan menuju kelasnya dengan senang dan tak lupa semburat mereah yang terpampang di wajahnya. Sesekali terkikik kecil mengingat kebodohan yang ia lakukan tadi.
“Hihihi, semoga kita bisa bertemu kembali, Cho Kyuhyun-ssi.” Doanya.
Dan benar saja, seakan Tuhan sangat berpihak pada Hyemi, Ia dilibatkan dalam sebuah tim olimpiade matematika mewakili sekolahnya. Tetapi yang membuatnya merasa sangat senang adalah mengetahui bahwa ia dan Kyuhyun berada dalam satu grup yang sama.
Kesempatan ini tentu saja dimanfaatkan dengan baik oleh Hyemi. Ia mulai melancarkan modus-modusnya untuk mendekati Kyuhyun. Mulai dari SKSD hingga mencuri-curi pandang pada Kyuhyun saat menerima materi dari guru.
“Kyuhyun-ssi, mengapa kau tidak menyukai sayuran? Pantas saja wajahmu bolong-bolong. Hihihi….” Ya begitulah, Hyemi selalu berusaha untuk membuat Kyuhyun mau berbicara dengannya. Ia melancarkan aksi stand up komedinya yang sangat garing, tak lupa melakukan tingkah-tingkah konyol untuk menarik perhatian Kyuhyun. Namun siapa sangka jika ternyata itu malah membuat Kyuhyun merasa terganggu dan jengah.
“Ah kau tahu permainan pianomu sangat bagus, suaramu juga merdu. Aku rela untuk dijadikan objek nyanyianmu. Hehe…” dengan mata berbinar, Hyemi menatap Kyuhyun yang terlihat kesal meski ia masih sibuk berkutat dengan soal soal latihan matematika yang diberikan oleh guru.
Hyemi mengabaikan latihan soal itu karena terlalu focus untuk mendapatkan perhatian Kyuhyun, yang sudah pasti tidak dianggap sama sekali oleh Kyuhyun.
“Kyuhyun-ah.. apakah sore ini kau ada waktu? Jika ada maukah kau berkencan denganku?” tanya Hyemi penuh harap.
Kyuhyun menghentikan kegiatan menulisnya. Ia menatap Hyemi yang sedang memohon penuh harap padanya. Sungguh tak tahu malu, fikir Kyuhyun. Bagaimana bisa ada gadis yang menyatakan perasaannya terlebih dulu pada lelaki? Sungguh, ia adalah gadis yang tak punya harga diri di mata Kyuhyun.
“Oh ayolah Cho Kyuhyun… bisakah kau menjawab pertanyaanku eoh?” rajuk Hyemi.
Merasa terganggu dengan ocehan Hyemi. Kyuhyun beranjak dari duduknya dan merapihkan barang-barangnya. Sedangkan Hyemi hanya mampu menatap Kyuhyun dengan wajah tak mengertinya.
“Kau mau kemana Kyuhyun-ah?” tanya Hyemi yang tidak di gubris oleh Kyuhyun. Setelah membereskan barang-barangnya kedalam tas, Kyuhyun beranjak meninggalkan perpustakaan dengan wajah kesalnya.
Hyemi yang melihat itu sontak saja berlari mengikuti Kyuhyun dengan tergesa tanpa merapihkan barang-barangnya.
“Kyu..Kyuhyun-ah… Cho Kyuhyun kau mau kemana eoh?” Hyemi berteriak-teriak memanggil nama Kyuhyun dengan keras sehingga membuatnya menjadi pusat perhatian.
Si cantik Hyemi yang hangat dan si tampan Kyuhyun yang dingin, oh tentu saja mereka menjadi pusat perhatian. Kekepoan teman-teman mereka memang sudah sangat akut, jadilah Kyuhyun dan Hyemi menjadi objek kekepoan mereka saat ini.
“Kyu…” Hyemi mencengkam tangan Kyuhyun, membuat lelaki itu terdiam. Dengan nafas yang masih ngos-ngosan, Hyemi kembali tersenyum pada Kyuhyun.
“Eodi? Kita kan belum selesai belajar? Lagipula kau belum menjawab pertanyaanku Kyuhyun-ssi.”
Kyuhyun memejamkan matanya, tangannya terkepal menahan amarah yang nyaris tak dapat terbendung lagi. Ditambah dengan ochan Hyemi yang tiada henti benar-benar mengganggunya.
“Kyu..yuhuu.. Cho Kyu..”
“DIAM! “ Teriak Kyuhyun membuat Hyemi membulatkan matanya terkejut. Begitupun dengan orang-orang disekitar mereka.
“Kyu, Wae yo?” tanya Hyemi lembut. Kyuhyun menatapnya garang, sangat tidak bersahabat, memancarkan aura kebencian yang tepat menusuk ulu hati Hyemi yang melihatnya.
SRET
Kyuhyun menghentakan tangannya yang digenggam Hyemi keras hingga membuat gadis itu sedikit terhuyung kebelakang.
“SIAL! Bisakah kau tidak menggangguku dengan ocehan tak jelasmu hah? Apa kau wanita murahan yang selalu mengejar-ngejar lelaki? Tak tahukah kau sangat menggangguku? Kau sangat berisik dan menjijikan! Bisakah kau enyah dan jangan menggangguku terus HAH?” ucap Kyuhyun dengan tegas, tak memperdulikan raut wajah Hyemi yang menyendu, bahkan genangan airmata sudah mulai terlihat di pelupuk mata gadis itu.
Kata-kata Kyuhyun sangat menyakitkan bagi Hyemi, hingga rasanya ia akan segera diambil nyawa secara paksa oleh malaikat kematian. Mengapa Kyuhyun begitu kejam padanya? Apakah salah jika ia ingin mengungkapkan perasaannya pada lelaki yang ia cintai?
“Mian.” Jawab Hyemi lirih setelah terdiam beberapa menit yang dibalas dengan sebuah decakan oleh Kyuhyun.
Tanpa mempedulikan Hyemi dan orang-orang disekitarnya, Kyuhyun kembali melanjutkan langkahnya dengan tenang. Tanpa mempedulikan perasaan Hyemi, ingat itu!
Ia mengira Hyemi pasti tidak akan megusik dirinya lagi setelah kejadian memalukan ini. Dan ia berharap tidak akan ada lagi gadis pengganggu seperti Hyemi.
“SARANGHAE! NAN NEOREUL JHOA HANDAGO CHO KYUHYUN-SSI! Dan akan kupastikan kau jatuh cinta padaku suatu saat nanti!” teriak Hyemi dengan sangat keras.
Seluruh orang yang ada disana membelalakan matanya, sangat terkejut dengan ucapan Hyemi. Terlebih Cho Kyuhyun. Ia terdiam mematung dengan wajah terkejutnyaa. Bagaimana bisa ada gadis seperti itu? bukankah ia sudah mengatakan kata-kata yang kasar? Mengapa ia bukannya menangis? Justru Hyemi melakukan hal yang sangat memalukan fikirnya. Sungguh gila!
Dengan rahang yang terlihat mengeras, Kyuhyun berjalan dengan langkah cepat meninggalkan koridor yang ramai itu.
“Sampai jumpa besok Cho Kyuhyun yang tampan!” Hyemi tersenyum riang sembari melambai-lambaikan tangannya mengiringi kepergian Kyuhyun.
Orang-orang yang tadinya menatap Hyemi iba kini hanya dapat menggeleng-gelengkan kepala. Hyemi memang terkenal karena sifatnya yang aneh juga, namun mereka tak menyangka bahwa Hyemi seaneh ini.
Setelah sosok Kyuhyun tidak dapat terlihat oleh retinanya. Perlahan tangan Hyemi yang melambai-lambai itu menurun. Senyum riangnyapun perlahan memudar. Sorot mata kesedihan itu kembali terlihat di matanya yang menyendu.
“Sebegitu sulitnyakah mencintai seseorang?” lirihnya.
Author POV END
Hyemi POV
Huft, hari ini melelahkan sekali! Aku menjatuhkan tubuhku di sofa rumah. Mataku melirik keadaan rumahku, sepi. Berarti ayah belum pulang.
“Haahh…. Lelahnya..” aku merenggangkan otot-ototku sejenak sebelum berbaring di sofa yang cukup panjang ini. perlahan-lahan mataku terpejam, sejenak merilexkan tubuhku dari rasa lelah.
Namun kejadian menyedihkan di koridor tadi kembali berputar di kepalaku. Cho Kyuhyun. Lelaki yang membuatku terkena syndrome love at firs sight. Bagaimana bisa begitu sulit untuk membuatnya mencintaiku? Ah tidak, untuk melihatkupun rasanya sangat sulit.
Mengingat perkataannya tadi, apakah aku sangat mengganggunya hingga ia semarah itu? sakit. Ya, hatiku sangat sakit mendengar perkataan kasarnya tadi. Tapi entah mengapa itu tidak menyurutkan niatku untuk terus mendekatinya. Aku akan berjuang! Berjuang untuk mendapatkan hatinya.
“Hehehe….” Aku terkekeh membayangkan Kyuhyun yang akan jatuh cinta padaku nanti. Astaga, kurasa otakku sudah bergeser.
“Apa kau baik-baik saja Hyemi-ya?” tanya sebuah suara seorang lelaki.
Aku merubah posisiku menjadi duduk, mempersilahkan ayah untuk duduk di sebelahku.
“Aisshh… aku ini baik-baik saja ayah…” ucapku dengan nada merajuk. Terdengar suara kekehan ayah yang sangat lembut. Ahhh aku suka saat-saat seperti ini, bisa bercanda dan tertawa bersama ayah.
“Ayah kira kau kerasukan mahluk ghaib, karena kau tertawa sendirian tanpa sebab. Membuat ayah merinding.”
Aku memanyunkan bibirku, tidak terima dengan perkataan ayah tadi. Huh, aku ini gadis cantik, mana berani para mahluk ghaib yang berwajah abstrak itu mendekatiku.
PLUK, aku menepuk pundak ayah, merajuk.
“Isssshh…. Aku ini sedang senang ayah! Bagaimana bisa aku dikira kerasukan?”
“Woahh… kau sedang gembira? Cha ceritakan pada ayah, apa yang membuatmu segembira ini sayang?” tanya ayah penasaran.
Aku memainkan telunjukku di depan bibir, seolah-olah sedang berfikir. Ayah memperhatikanku dengan alis yang terangkat sebelah. Sesekali aku melirik ayah yang duduk disebelahku.
“Ahh…..” aku menjentikan jariku, lalu memajukan wajahku membisikan sesuatu pada ayah.
“Ayah terlalu kepo untuk ukuran lelaki tua. Hihihi….” Aku langsung berlari menuju kamarku sebelum mendengar teriakan ayah yang cetar membahana.
“YA! BOCAH TENGIK! KEMARI KAU!” see? Lihatkan betapa lebaynya ayahku yang sudah tua itu?
Sedangkan aku masih cekikikan di dalam kamar. Kembali merebahkan tubuhku diatas kasur setelah berganti pakaian.
Seulas senyum kurasakan mengembang di wajahku. Ayah, betapa beruntungnya aku memiliki ayah seperti ayahku. Ia adalah seorang single parents yang bekerja sebagai polisi di negaraku. Broken home? Ya, ayah dan ibu memang sudah bercerai sejak aku berusia 4 tahun, sedangkan keberadaan ibu… aku tidak tahu. setelah ayah dan ibu bercerai aku benar-benar tidak pernah bertemu lagi dengan wanita itu.
Tapi aku tidak pernah menyalahkan Tuhan atas takdirku ini. Selama masih ada ayah, aku pasti masih bisa hidup dengan baik.
Ia lebih dari sekedar ayah, dia bagaikan ayah peri bagiku. Ia bisa menjadi ibu, guru, kaka, kekasih, serta sahabat bagiku. Meskipun ayah sangat sibuk, tetapi ia selalu meluangkan waktunya untukku. Ya, kadang kami suka bertengkar dengan hebat, lalu selanjutnya kami akan kembali berbaikan.
Sebenarnya aku merasa kasihan pada ayah yang terlihat sangat lelah. Aku takut. Aku takut terjadi sesuatu yang buruk dengan ayah. Ia adalah satu-satunya keluarga yang aku punya, karena aku adalah anak tunggal. Aku selalu berdoa pada Tuhan untuk selalu menjaga ayahku. Sungguh, aku tidak sanggup jika membayangkan kelak Tuhan memanggil ayahku kembali. Bagaimana aku bisa bertahan hidup nanti?
Aaahh sudahlah, rasanya sangat menyedihkan jika membayangkan hal itu. lebih baik sekarang aku tidur, supaya besok aku mempunyai cukup tenaga untuk kembali mengejar Cho Kyuhyun. Ahhh… lelaki tampan itu. semoga ia hadir dalam mimpiku mala mini. Amin…
HYEMI POV END-
AUTHOR POV
Hyemi benar-benar membuktikan ucapannya untuk membuat Kyuhyun menyukainya. Ia selalu mengikuti Kyuhyun kemanapun lelaki itu pergi. Memuatkan bekal untuk makannya meski makannan buatannya harus berakhir di tempat sampah, dan tak lupa senyum manis yang selalu ia perlihatkan pada Kyuhyun.
Tanpa mempedulikan tanggapan teman-temannya, ia terus berjalan dibelakang Kyuhyun layaknya anak bebek yang selalu mengikuti induknya. Shin Minyeong, sahabatnya bahkan sudah sering menasehati, bahkan nyaris melakukan rukiyah pada Hyemi supaya ia bisa segera sadar dari kebodohannya. Namun Hyemi hanya menanggapinya dengan senyuman.
Miris memang, gadis sebaik Hyemi harus diperlakukan begitu kejinya oleh lelaki yang ia suka. Namun Hyemi tetap teguh pada pendiriannya. Karena ia yakin suatu saat Kyuhyun akan jatuh cinta padanya.
Hyemi memandangi punggung Kyuhyun yang berjalan di depannya. Hari ini mereka akan melakukan belajar bersama di rumah Kyuhyun karena lelaki itu memiliki urusan di rumahnya.
Bisa kalian bayangkan betapa bahagiannya Hyemi? Ini adalah kali pertamanya bermain ke rumah teman lelaki. Terlebih lelaki itu adalah lelaki yang disukainya. Siapa tahu disana nanti ia bisa bertemu dengan calon mertuanya.
“Hihihi…. Auhh..” Hyemi yang cekikikan sepanjang jalan tadi kini tengah merintih kesakitan karena menabrak punggung Kyuhyun yang berhenti di depannya.
Kyuhyun menatap sebal pada Hyemi yang sedang mengelus-elus jidatnya. Ia berdecak melihat kelakuan gadis itu. Sangat merepotkan!
Jika bukan karena kepentingan dirumahnya dan belajar bersama yang tidak boleh tertinggal seharipun, mana mau ia mengajak Hyemi si pengganggu ke rumahnya. Bisa-bisa rumahnya hanjur karena kedatangan virus mematikan seperti Hyemi.
Kyuhyun masuk ke dalam sebuah mobil Audi berwarna merah, mobil miliknya. Wajar saja, Kyuhyun memang berasal dari golongan chaebol, jadi ya begitulah.
Sementara itu Hyemi masih terpaku di tempatnya. Memandang takjub pada mobil Kyuhyun. Dengan mata membelalak dan mulut menganga, ia terus memandangi mobil Kyuhyun.
Dan kesadarannya kembali pulih saat Kyuhyun membunyikan klakson mobilnya dan mendelik menyuruhnya masuk.
Dengan kikuk dan berhati-hati, Hyemi duduk di kursi sebelah Kyuhyun.
Ini seperti mimpi. Astaga, mimpi apa ia semalam hingga bisa berada di mobil yang sama dengan Kyuhyun.
“Hey, apakah cara memakai sabuk pengaman ini sama dengan memasang sabuk pengaman di mobil lainnya?” tanya Hyemi yang dibalas delikan tajam oleh Kyuhyun.
“Eiy… siapa tahu hanya dengan bersuara sabuk pengaman ini bisa terpasang sendiri. Ini kan mobil mewah.” Kyuhyun tidak mempedulikan ocehan Hyemi yang tidak penting, dan menghidupkan mobilnya.
Hyemi melirik Kyuhyun yang sudah menjalankan mobilnya, ia terlihat sangat keren dan mempesona. Seakan-akan mereka sedang berada di padang rumput yang luas, dengan kerlap kerlip lampion yang sangat indah. Ahh….. sungguh bagaikan dunia mimpi.
“Berhenti menatapku dengan matamu yang jelek itu.” ucapan kasar Kyuhyun lagi lagi hanya dianggap gurauan oleh Hyemi hingga gadis itu terkekeh.
“Hehe… kau terlihat sangat tampan jika sedang menyetir. Padahal kuyakin kau baru beberapa hari yang lalu mendapat sim kan? Woaaahh daebak…” Hyemi memandang Kyuhyun dengan berbinar sembari menangkupkan telapak tangannya.
Bagaimana Hyemi bisa mengetahui segala sesuatu tentang Kyuhyun? Oh itu karena ia berubah menjadi detektif gadungan yang menguntit segala sesuatu tentang Kyuhyun sejak ia memutuskan untuk mencintai lelaki dingin itu.
“Cih.” Hanya sebuah dengusan yang keluar dari mulut Kyuhyun. Selebihnya mereka habiskan dengan kesunyian sepanjang perjalanan.
Ckiitt….
Kyuhyun membuka pintu mobilnya setelah memarkirkannya di depan pintu rumah. Ia melenggang masuk tanpa mempedulikan Hyemi yang kembali terpaku melihat rumah mewah Kyuhyun yang bergaya victoria.
Hyemi berjalan sambil mengamati seisi rumah Kyuhyun dengan takjub. Bahkan ia tersandung anak tangga saat mengikuti Kyuhyun ke kamarnya yang berada di lantai dua.
“Woahh…. Ini rumah apa istana kepresidenan?” tanya Hyemi polos, kemudian melanjutkan “HUWOHUWO…lihat lhat! Kamarmu bahkan nyaris sebesar rumahku.”
Hyemi masih sibuk mengitari kamar Kyuhyun, tak menyadari bahwa sedari tadi Kyuhyun tengah memandangnya jijik.
“Hey bodoh cepat kau kerjakan contoh soal yang kemarin.”
Perkataan Kyuhyun membuat Hyemi kembali sadar, dan saat Hyemi mengalihkan pandangannya pada Kyuhyun, ia dibuat menahan nafas. Kyuhyun yang hanya menggunakan celana boxer tanpa atasan hingga mengekspos tubuh putih berototnya sungguh membuat Hyemi meremang.
Menyadari tatapan Hyemi, sebuah ide jahil muncul di benak Kyuhyun. Kyuhyun perlahan berjalan mendekati Hyemi, dengan matanya yang bertatapan dengan Hyemi.
Secara reflex, Hyemi melangkah mundur, hingga ia terjatuh diatas ranjang. Dan ia semakin gugup saat Kyuhyun memberikannya smirk dan berjalan semakin mendekat hingga ia terbaring dengan Kyuhyun diatasnya.
“Ma..mau apa k-kkau?” tanyanya gugup dengan wajah memerah. Kyuhyun masih tersenyum smirk. Kyuhyun menundukan badannya mendekat pada tubuh Hyemi yang terlentang. Hyemi menahan Kyuhyun dengan tangan yang menempel di dada Kyuhyun, menimbulkan sensasi aneh bagi keduanya.
“Kau bilang kau mencintaiku? Lalu bagaiman jika aku menginginkan tubuhmu sebgai bukti bahwa kau mencintaiku hemh?” tanya Kyuhyun menggoda.
Hyemi masih terdiam terkejut, dan sebelum ia berbicara, Kyuhyun sudah membungkam mulutnya dengan sebuah ciuman menggebu, dan menambah keterkejutannya.
Kyuhyun mencium Hyemi dengan ganas, menekan bibir Hyemi, menyedot dan menggigitnya kecil. Ia terjebak dengan permainannya sendiri. Ia tak menyangka bahwa bibir Hyemi senikmat ini. bahkan kini penisnya terasa mengeras hanya karena dadanya tanpa sengaja bersentuhan dengan sesuatu yang menonjol dibalik seragam Hyemi.
Sedangkan Hyemi yang awalnya memberontak, kini mulai menikmati ciuman ini. bahkan tangannya sudah merambat ke rambut Kyuhyun, sesekali menjengutnya melampiaskan hasratnya. Sedang tangan satunya mengelus dada Kyuhyun hingga membuat Kyuhyun mengerang.
“Arrghh…” erang Kyuhyun di depan mulut Hyemi yang terbuka, menimbulkan sensasi hangat dari udara disekitar mereka.
“Sialan kau!” cacinya sebelum kembali mencium Hyemi lebih ganas.
Bibir mereka saling menekan, dan terus berganti posisi dari kiri ke kanan untuk mencari posisi yang nyaman dengan tempo yang cepat.
Satu tangan Kyuhyun mulai merambat menuju payudara Hyemi. Dan saat tepat berada diatas payudara kanan Hyemi yang cukup besar, ia mengelus elus puting Hyemi dengan pelan dan teratur, membuat erangan Hyemi terdengar.
“Ssseehh… ahhh….” Desah Hyemi.
Seakan tidak puas membuat Hyemi tersiksa, kini ia menggaruk putting Hyemi dengan jari telunjuknya dari luar baju Hyemi.
“Ahhh…” tubuh Hyemi melengkung saking nikmatnya.
Ciuman Kyuhyun merayap menuju pipi kanan Hyemi, lalu bermuara di belakan telinga Hyemi, menghembuskan sejenak nafasnya yang hangat sebelum kemudian mengecupnya pelan dan menjadi ganas setelahnya.
Bosan mempermainkan Hyemi, Kyuhyun tiba-tiba saja meremas dada kanan Hyemi dengan keras, dan ia memasukan 2 jarinya ke dalam hole Hyemi tanpa aba-aba, membuat Hyemi berteriak antara ngilu dan terangsang.
“Annghh… aphhhoo… arrghhh…” desah Hyemi tiada henti. Kyuhyun yang melihat wajah terangsang Hyemi semakin tersenyum, kemudian iapun menjerit ketika tanpa sengaja kaki Hyemi menendang penisnya yang mengeras.
“Arrrghhh…. “
Hyemi membuka matanya, melihat Kyuhyun yang mengengadahkan wajahnya, memperlihatkan lehernya yang putih dan panjang. Dengan perlahan, Hyemi mengecupi adam apple Kyuhyun dengan lembut dan terbata. Membuat erangan Kyuhyun semakin terdengar.
Gyut… gyut… cplak…cpolk… remasan di dada Hyemi semakin mengeras, membuat putting Hyemi terlihat menonjol di balik seragamnya, kewanitaan Hyemipun dirasa sudah sangat basah, membuat Kyuhyun menambahkan satu jarinya lagi.
Kyuhyun memaju mundurkan serta memutar-mutarkan jarinya di dalam hole Hyemi dengan cepat.
“Ahh..ahh…oh… di sithu.. ahhhh….shhh…” desahan Hyemi membuat libidonnya semakin naik.
Dan saat Kyuhyun hendak membuka pakaian Hyemi, terdengar suara wanita yang memanggilnya.
Kyuhyun segera bangkit dari atas Hyemi, bergegas memakai pakaiannya kembali, lalu melirik Hyemi yang masih terbaring mengenaskan diatas kasurnya.
“Rapihkan pakaianmu. Kita lanjutkan pelajarannya besok.”
Meski masih lemas, namun Hyemi tetap mengikuti perintah Kyuhyun. Setelah semuanya kembali rapi, Kyuhyun menarik Hyemi untuk keluar dari kamarnya.
Hyemi berjalan dengan sedikit berlari karena menyamai langkah Kyuhyun. Ketika ia sampai di anak tangga, ia kembali mendengar suara wanita yang memanggil Kyuhyun.
Ia melihat ke sumber suara. Dan mendapati seorang wanita cukup berumur namun tetap terlihat anggun dan modis duduk di sebelah seorang lelaki berwibawa yang sepertinya tak jauh berdeda umur dengan wanita itu.
Kedua orang itu menatap kearahnya dengan pandangan terkejut, kemudian wanita itu tersenyum hangat padanya.
Saat Hyemi hendak membungkukan badan, Kyuhyun langsung menariknya menuju pintu keluar, ia melihat wanita tadi menjadi murung, sedang lelaki itu berdiri dan terlihat marah atas sikap Kyuhyun.
“CHO KYUHYUN! Dimana sopan santunmu pada umma dan appa hah?” teriaknya marah.
Hyemi membelalakan mata, umma dan appa? Ahh merekakah calon mertuanya? Fikirnya girang. Namun ketika ia melihat Kyuhyun, ekspresinya berubah kebingungan. Kyuhyun terlihat sedang menahan emosi dengan rahang yang mengeras dan tangannya yang menggenggam tangan Hyemi keras. Membuat gadis itu merintih kesakitan.
“Dia bukan ummaku.” Desis Kyuhyun lalu beranjak pergi sembari menyeret Hyemi. Meninggalkan kedua orang tuanya yang menatapnya kecewa.
Kyuhyun langsung membukakan pintu mobilnya lalu mendorong Hyemi dengan kasar, membuat Hyemi kembali melenguh kesakitan. Ia berjalan memutar menuju kursi kemudi dan menutup pintu dengan kasar hingga terdengar suara dentuman yang keras.
Hyemi menatap Kyuhyun takut, ia sungguh takut melihat Kyuhyun yang dilanda emosi. Sementara Kyuhyun tidak menghiraukan Hyemi karena focus mengendarai mobilnya dengan kecepatan diatas rata-rata.
Terdengar bunyi klakson ketika mobil Kyuhyun menyelinap dengan cepat mobil di depannya. Hyemi menciut di tempatnya, keringat dingin mulai bercucuran dari pori-pori wajahnya. Cengkraman tangan Hyemi pada savety belt semakin mengencang. Sesekali matanya tertutup untung menghalau rasa takutnya.
Hingga Kyuhyun memberhentikan mobilnya secara mendadak, membuat tubuh Hyemi sedikit terpental kedepan.
Nafas Kyuhyun masih memburu. Matanya menatap kedepan dengan tajam.
BRUK
Suara debuman terdengar ketika Kyuhyun memukul stir dengan keras. Ia mencoba menenangkan dirinya, dengan mata yang terpejam, Kyuhyun mulai mengatur kembali nafasnya.
Grep
Tiba-tiba saja ia merasakan sebuah elusan halus di telapak tangannya. Ia menengok kea rah samping, menemukan Hyemi yang tersenyum manis padanya meski dengan wajah yang masih pucat pasi.
“Apa kau baik-baik saja sekarang?” tanya Hyemi. Kyuhyun memalingkan wajahnya dari Hyemi.
“Kau seharusnya tidak berbuat seperti itu Kyuhyun-ah.” ucap Hyemi lembut sembari mengusap lengan Kyuhyun, menenangkannya.
Mendengar penuturan Hyemi yang seakan menyalahkannya, amarah Kyuhyun kembali meradang. Dengan tajam ia menatap Hyemi, namun hanya dibalas dengan senyuman oleh gadis itu.
“Diam kau! Kau tidak tahu apa-apa tentangku! Jangan sok tahu kau!” bentaknya.
“Kalau begitu biarkan aku mengetahui tentangmu.” Ucap Hyemi membuat Kyuhyun tercengang.
Dengan penuh harap, Hyemi menatap Kyuhyun, berharap lelaki itu mau membagi bebannya dengan Hyemi. Namun naas, Kyuhyun menganggap remeh Hyemi hingga suara decakan terdengar begitu menyayat hati Hyemi.
“Kyuhyun-ssi, seharusnya kau banyak bersyukur. Tuhan sangat baik padamu memberikan berjuta kelebihan pada dirimu. Bahkan appa dan ummamu..” belum sempat ia menlanjutkan ucapannya, Kyuhyun sudah menyela terlebih dulu.
“Dia bukan ummaku! Dia hanya wanita jalang yang menggoda lelaki berengsek hingga membuat ummaku pergi ke dunia yang berbeda denganku.” Terdengar nada sedih sekaligus emosi dari suara Kyuhyun.
Hyemi kembali mengelus pundak Kyuhyun, dan memberikan senyum meneduhkannya yang kali ini terlihat menenangkan dimata Kyuhyun.
Hyemi mengerti, ia sangat mengerti bagaimana rasanya ditinggal seorang ibu. Tapi itu bukan berarti bahwa mereka harus membenci pengganti ibu mereka itu.
“Apa kau mau mendengar kisah hidupku?” tanya Hyemi. Kyuhyun meliriknya dengan alis yang terangkat sebelah. Sedikit penasaran dengan kisah hidup gadis gila ini.
Tak mendapat jawaban dari Kyuhyun, Hyemi tetap menceritakan kisah hidupnya.
“Aku pun sama sepertimu Kyu. Ayah dan ibuku, mereka berdua bercerai ketika aku berumur 4 tahun.” Memori otak Hyemi kembali mengingat perjalanan hidupnya, membuat matanya mulai berkaca-kaca ketika mengingat itu semua.
Kyuhyun terkejut, tidak menyangka bahwa gadis periang disebelahnya ini memiliki kisah yang hampir sama dengannya. Kyuhyun menajamkan pendengarannya untuk mendengar dengan baik cerita gadis itu.
“Dan sejak saat itu aku tidak pernah bertemu lagi dengan ibu hingga sekarang. Hahaha…. Tapi kau tahu? ayahku adalah orang yang sangat hebat. Ayah…. Bekerja sebagai polisi untuk memenuhi kebutuhan hidup kami. Aku sangat sering melihatnya begitu kelelahan, hingga rasanya ingin menangis jika melihat raut lelahnya.”
TES
Setetes air mata mulai mengalir dari mata Hyemi, ia lantas menghapusnya dan kembali tersenyum.
“Ayah.. tidak pernah mau membuatku khawatir, oleh karena itu ia selalu tersenyum tiap kali aku menanyakan keadaannya.”
“Ayah juga berperan sebagai ibu,kaka,kekasih,teman,guru,juga sahabat bagiku. Hah… entah bagaimana hidupku tanpa ayah. Aku adalah anak tunggal, jadi hanya ayah yang aku punya di dunia ini. sangat mengerikan jika membayangkan kelak ayahku tidak hidup di dunia yang sama denganku.”
Hyemi bergidig ngeri membayangkan ayahnya kelak akan dipanggil Tuhan. Ia tidak siap dan tidak akan pernah siap akan saat itu.
Kyuhyun tercengang. Hatinya terasa terbentur oleh suatu benda yang sangat besar. Hyemi, si gadis pengganggu dan gilanya, ternyata adalah sosok yang tegar. Membuat suatu perasaan asing menjalar di sekujur tubuhnya ketika ia masih melihat senyuman di wajah Hyemi yang terlihat sendu.
“Jadi, kuharap kau tidak menyia-nyiakan apa yang Tuhan berikan padamu. Jangan sampai kau merasakan penyesalan, karena penyesalan itu datangnya di akhir. Aku yakin kau pasti akan hidup dengan lebih bahagia jika kau mau belajar menerima Kyuhyun-ssi.”
Sunyi. Hanya keheningan yang kini menyelimuti suasana di dalam mobil Kyuhyun. Kyuhyun yang masih terpana akan perkataan Hyemi dan Hyemi yang masih tersenyum dengan tulus pada Kyuhyun. Kedua mata mereka saling bertatapan, dan untuk pertamakalinya Kyuhyun tersenyum. Tersenyum dengan tulus kepada Hyemi.
Dan kalian tahu? kini Hyemi tengah menampilkan wajah terbodohnya. Kyuhyun terkikik kecil melihat ekspresi gadis itu. Tanpa membuang waktu, Kyuhyun kembali menjalankan mobilnya, mengantarkan Hyemi hingga rumahnya.
AUTHOR POV END-
KYUHYUN POV
Hari ini adalah hari dimana aku dan si gadis idiot itu melakukan olimpiade matematika tingkat nasional. Dan siapa sangka, ternyata dibalik sikap gilanya, gadis itu, Lee Hyemi, ternyata memiliki otak yang cerdas sehingga kami bisa mendapatkan juara pertama kali ini.
Kulihat ia sedang tertawa bersama teman-temannya yang memberikan semangat untuk kami. Ya, dia memanglah gadis yang sangat baik dan hangat, bagaikan matahari.
Meskipun awalnya aku sangat kesal pada gadis itu, namun sejak kejadian dimana ia mengusap lenganku dan ia bercerita mengenai kehidupannya, kurasa ia tidak semenyebalkan yang kukira.
Tapi tetap saja aku tidak mau jika ia terlalu dekat denganku. Gadis itu, ia sungguh tidak tahu malu. Bagaimana bisa ia selalu mengejar-ngejarku dan juga berkata ia mencintaiku? Ck, sungguh gadis sinting.
Aku yang sedari tadi terdiam di bangku taman, mulai merasa terusik dengan kehadiran si idiot yang lagi-lagi tersenyum dengan bodohnya padaku.
“Annyeong Kyuhyun-ssi. Ahhh selamat ya, akhirnya kita bisa menjadi pemenang di olimpiade ini. Kurasa kita adalah partner yang baik. Jadi jika kita menikah nanti kita akan menjadi pasangan paling serasi.” Ocehnya dengan mata berbinar dan tangan yang ia dekap di depan dada.
“Cih..” aku hanya mampu mencibir mendengar ocehannya. Kulihat ia menciutkan bibirnya lucu. Cih dasar anak kecil.
Aku beranjak hendak meninggalkan bangku itu, sebelum sebuah lengan menggenggam lenganku. Kutundukan kepalaku untuk melihat wajah Hyemi yang tertunduk. Aku terus memperhatikannya hingga kulihat dengan perlahan ia mendongakan wajahnya yang bersemu merah.
Sial! Entah mengapa melihat wajah sayunya yang memerah membuat adik kecilku menjadi mengeras. Pasti rasanya sangat menyenangkan jika saja si bodoh Hyemi itu mau meremas dan mengocok junorku. Ahh sial sial! Bagaimana bisa aku memikirkan hal kotor disaat seperti ini?
“Kyu…” suaranya, bibirnya, mungkin sangat hangat jika bibir dan lidahnya mau bermain di penisku, menjilat serta mengemut dengan sedikit gigitan di penisku. Arrrgghhh….. ini terasa semakin menyesakan.
“Mwo? Cepatlah bicara bodoh!”
“Huft, kau ini pemarah sekali. Aku hanya ingin bertanya, kapan kau mau menjadi kekasihku? Kau kan tahu bahwa aku mencintaimu. Ayolah…. Jadi kekasihku yayaya….” Ucapnya merajuk seraya menggoyang goyangkan lenganku.
“Kau gila!” jawabku lalu melepaskan genggamannya dan beranjak pergi tanpa melihatnya lagi. Paling-paling ia sedang menendang-nendang udara kosong disekitarnya. Khas orang autis.
———————–00000000000——————–
Sudah beberapa hari terakhir ini aku tidak melihat si idiot itu. Sebenarnya dia itu kemana? Mau menjadi anak nakal karena membolos? Cih dasar gadis bodoh!
“Kyu!” langkahku terhenti saat Donghae, temanku memanggilku. Aku berbalik ke arahnya. Ia yang sehabis berlarian masih berusaha menormalkan kembali nafasnya.
Kulihat ia dengan tatapan bingung, sembari sesekali membenarkan letak ranselku yang melorot.
“Wae?” tanyaku kesal. Kulihat ia menatapku bingung.
“Kau tidak menjenguknya?” kini aku kembali dibuat bingung dengan perkataannya.
“Mwo? Menjenguk? Menjenguk siapa?” tanyaku penasaran. Donghae berdecak lidah, lalu menarikku menuju mading terdekat.
Aisshh anak ini menyebalkan sekali! Berani-beraninya menyeret-nyeretku seperti ini.
“Lihatlah” tunjuknya pada papan mading yang berisi sebuah berita duka.
DEG
“I..ige..” ucapku tergagap. Sungguh, ini sangat membuatku terkejut.
“Eoh. Ayah Hyemi meninggal tepat saat kalian memenangkan olimpiade matematika itu. Bahkan suda beberapa hari ini tidak masuk sekolah. oh sungguh malang gadis itu. YAYAYA! CHO KYUHYUN! Mau kemana kau?” Tak kupedulikan ocehan Donghae.
Yang ada di fikiranku saat ini adalah gadis bodoh itu, Lee Hyemi. Bagaimana keadaannya saat ini? SIAL! Aku sungguh sangat menghawatirkannya.
Dengan kecepatan penuh, aku berlari menuju parkiran dekat gerbang. Bersiap menuju rumah Hyemi. Persetan dengan bel masuk yang sudah hampir berbunyi. Aku harus segera menemui gadis itu! harus!
Langkahku terhenti saat kulihat sosok wanita dengan rambut dan pakaian yang kusut. Iapun berjalan sambil merunduk, membuat banyak orang yang menatapnya aneh.
Tapi aku mengenal sosok itu. Hyemi, ya, dia Lee Hyemi! Aku yakin itu!
Aku berlari ke arahnya. Dan berhenti tepat didepannya. Hyemipun turut berhenti ketika menyadari ada seseorang yang berdiri di depannya, namun dengan wajah yang masih tertunduk.
Entah mengapah, aku merasa kini akulah yang menjadi idiot disini. Bahkan aku tidak tahu apa yang harus kuucapkan terlebih dulu untuk memulai perbincangan ini.
“Hey gadis idiot. Kemana saja kau selama ini hah? Mau menjadi anak nakal huh?” bodoh! Mengapa kata-kata itu yang justru terucap dari mulutku?
“Ya! jawab perta..” ucapanku terhenti ketika Hyemi mendongakan wajahnya, membuat mata kami saling beradu. Terkejut, aku bahkan tidak dapat mengucapkan sepatah katapun saat ini.
Wajahnya, matanya, sungguh kelam dan dingin. Seakan tidak ada cahaya apapun yang bisa terpancar dari matanya.
Ia menatapku dengan sorot mata yang dingin namun tajam. Dan wajahnya, sungguh tidak terbaca, benar-benar tanpa ekspresi. Namun auranya… kau akan merasa ketakutan jika merasakan aura kelammnya saat ini.
“Minggir.” Ucapnya dingin. Aku masih terdiam. Tidak percaya, Hyemi, Hyemi yang beberapa hari lalu masih sehangat sinar mentari kini menjadi dingin, sedingin es di dasar lautan kutub utara.
Tak mendapat respon dariku, Hyemi kembali melangkahkan kakinya melewatiku, mengabaikanku, tanpa senyum di wajahnya.
Aku terus memperhatikan punggunggnya. Ia mengabaikan semua orang yang menyapanya. Ia tidak memperhatikan siapapun, kalaupun ia melihat seseorang, ia akan menatap orang itu dengan dingin.
Kini aku sadar, ia telah berubah. Benar-benar berubah. Lee Hyemi, kini tengah hidup di dalam sisi gelapnya.
“Hyemi-ah…” lirihku.
THE END

Fc Populer:

%d blogger menyukai ini: