[Oneshoot/NC17/Kyuhyun] Kissmark

0
kyuhyun ff nc kissmark

Author : baozi
Tittle : KISSMARK~
Category : Oneshot , Romance,
Cast : Cho Kyuhyun
Rise Wu as Delyana Nasution
Kris Wu (Rise Wu appa)

           Park Chanyeol

                    And other cast-

Rating : NC 17

Author pov

Dentingan suara music memenuhi seisi ruangan tersebut. Banyak orang yang dengan lincah menggoyangkan tubuh mereka mengituki alunan music yang mengalun. Ini adalah tempat yang sering dikunjungi banyak orang, meski hanya sekedar untuk mencari hiburan, bersenang-senang, dan menghabiskan malam bersama pasangan mereka. Club.

Seorang yeoja cantik duduk menyendiri ia terlihat asing dengan orang-orang yang tengah, bersenang-senang menari-nari dilantai dansa. Ia terlihat aneh dan tidak suka, niatnya datang ke Club hanya untuk membuktikan sesuatu. Dia Rise Wu. Siapa yang tidak mengenal gadis cantik ini, dia adalah putri tunggal dari pengusaha sukses korea yang banyak disegani orang.

Cukup lama mulutnya mengatup, menatap seseorang yang ia tunggu-tunggu sejak tadi kehadirannya. Rise mencoba memicingkan matanya saat menyadari tatapan dari namja itu, namun ia mencoba acuh dan tidak memperdulikan kehadiran namja itu. Rise melihat namja itu berjalan kearahnya. Jantung nya berdegub kencang. Membayangkan apa yang akan dilakukan namja itu.

“Sial kukira dia kan duduk di sampingku..” batin gadis itu. Matanya menyipit saat melirik namja itu, ia berdecak kesal saat melihat namja itu menghampiri seorang yeoja cantik dan sexy.

“Bibi ubi itu lagi tsk..” serunya merendahkannya. Namja yang kini menjadi perhatiannya adalah Cho Kyuhyun. Namja yang bertubuh tegap dan berwajah tampan. Rise terus menatap gerak-gerik sepasang manusia itu. Ia terus berdecak kesal, saat yeoja itu dengan terang-terang menggoda Kyuhyun. Bahkan kini bergelayut manja dilengan, Kyuhyun. Rise menghembuskan nafasnya, menengedahkan wajahnya. Merapihkan rok mininya, yang naik akibat posisi duduknya.

“Oke permainan dimulai.” Ujarnya. Rise lantas berdiri dari tempatnya. Ia melangkah menuju lantai dansa, lihat baru beberapa langkah saja puluhan pasang mata namja memerhatikannya. Siap memintannya menjadi pasangan mereka. Tentu siapa yang tidak terpesona akan Rise Wu. Tanpa dibuat iklan pun, seluruh pengunjung Club tentu tau siapa dia. Ya dia anak dari pemilik Club tersebut, Rise Wu. Gadis cantik yang memiliki tinggi sekitar 167 cm itu, memiliki wajah yang cantik. Paras alaminya sangat menawan semua orang. Usia nya baru menginjak 17 tahun. Dia seorang pelajar yang masih duduk dibangku SMA.

Ayah nya adalah Kris Wu dia adalah pengusaha sukses dibidang industry hiburan, puluhan artis terkenal sekelas Ji Chang Wook bernaung diperusahannya. Belum lagi bisnis dibidang perhotelan serta belasan Mall atas namanya. Kris Wu adalah seorang pengusaha muda dengan seorang putri yang tengah beranjak dewasa, ya namja sukses itu adalah seorang duda dengan satu putri. Usia tahun nya baru ini menginjak 37 tahun, ya lebih tepatnya 12 tahun yang lalu kejadian kelam dimana mendiang istrinya mengalami kecelakaan hebat hingga merenggut nyawanya.

Rise menatap puluhan pasang namja dan yeoja yang memenuhi lantai dansa, ia melangkah pasti. Lalu tak lama kemudian datang seorang namja tampan, yang sudah terpesona akan dirinya sejak gadis itu di Club tersebut.

“Suatu kehormatain jika kau mau menjadi pasangan ku, malam ini nona..” Rise mencoba tersenyum, menyambut uluran tangan namja itu.

“Senang berkenalan, dengan mu nona. Perkenalkan nama ku, Park Chanyeol.” Namja berkulit putih pucat itu, lantas mencium punggung tangan rise dengan satu kecupan manis. Rise terkesiap.

Rise tersenyum, lalu berpikiran apa ia juga perlu mempekenalkan diri sepertinya iya, pikir gadis itu. “Ya nama ku….”

“Rise Wu. Aku tidak mungkin tidak tau, siapa gadis cantik yang kini ada dihadapanku.” Potong Chanyeol. Ia lalu membawa Rise ketengah-tengah lantai dansa.

“Ini tidak terlalu buruk. Dia cukup tampan.” Batin Rise sambil, menatap Chanyeol.

Namja itu melingkarkan tangan kekarnya dipinggang Rise, membawa satu tangan Rise untuk digenggamnya menyingkirkan jarak antara tubuh mereka.

“Aku tidak terlalu pandai berdansa Oppa..” bisik Rise ditelinga Chanyeol. Sontak ini membuat seseorang yang sejak tadi menatap mereka berdua, memanas. Namja itu Cho Kyuhyun. Dia mengehembuskan nafas nya, menanti-nanti apa saja yang akan dilakukan gadis kecil itu. Kehadirannya malam ini saja ditempat yang belum layak untuknya, sudah benar-benar membuat kesabarannya habis. Apa yang sebenarnya ada dipikiran gadis kecil itu. Ia menatap tajam pasangan itu, rahangnya mengeras saat melihat bagaimana namja itu menyentuh tubuh gadisnya. Kini ia sudah tidak bisa tinggal diam.

Rise tersenyum saat merasakan kini, hanya ada ia dan Chanyeol lah yang mengisi lantai dansa. Semenjak ia dan Chayeol bergabung dilantai dansa, beberapa orang hilir mudik meninggalkan lantai dansa memberikan tempat yang lebih leluasa untuknya dan Chanyeol. Tapi ada yang membuatnya lebih senang, itu tanda bahwa berarti namja itu bisa melihat dengan jelas aksinya ini.

“Tak kusangka kau lebih cantik dari yang orang bicarakan, sayang.” bisik Chanyeol. Rise sedikit merasa tidak nyaman saat namja itu dengan sengaja memberinya sentuhan fisik yang berlebihan.

“Kurasa semua orang dewasa, selalu berpikiran mesum.” Batin gadis itu.

“Diamlah. Kita hanya harus menikmati dansa ini, bukan begitu oppa..” seru Rise. Ia menatap nakal namja bertubuh jangkung itu. Rise lalu dengan inisiatif mengalungkan tangannya dileher, namja itu. Tersenyum. Chanyeol terlihat menatap lapar, gadis yang mencoba bermain-main dengannya ini. Rise merasakan wajahnya menghangat saat Chanyeol mendekatkan wajahnya kewajahnya, ia menegang ia tau apa yang akan dilakukan namja itu. Rise gelisah apa yang harus ia lakukan, apa ia harus menerima nya atau… Kini hanya sisa beberapa centi lagi, Chanyeol dapat merasakan seperti apa bibir mungil merah itu yang sejak tadi mengundangnya untuk melahapnya hingga tak tersisa.

Rise merasa dejavu saat seseorang menariknya. Rise mengerjap menatap namja yang kini mencoba menganggu aksinya. Rise tersenyum bangga, rencananya berhasil. Dengan nafas memburu Kyuhyun membawa gadisnya dalam jangkauannya, kesabarannya sudah habis saat melihat gadis kecil itu bahkan hampir dicium oleh namja itu. Chanyeol mendelik tidak suka, saat seseorang menganggu acaranya.

“Ayo kita pergi.” Desis Kyuhyun dengan tatapan tajam.

“Hey kau sudah menganggu acara ku. Lalu merebut pasangan ku begitu saja, memang nya siapa kau haa?” seru Chanyeol dengan tegas. Ia terlihat tidak suka dengan, Kyuhyun yang secara tidak langsung menganggu acaranya dengan Rise.

“Aku Cho Kyuhyun. Dan. Gadis. Ini. Adalah. Milikku.” Jawab Kyuhyun, disertai dengan penekanan disetiap kalimatnya. Sementara itu, Rise tetap diam tak membuka suara melihat dua orang namja itu tengah beradu mulut. Ia malah terlihat terpesona akan ketampan, Kyuhyun. Gadis itu tersenyum, usahanya ternyata tidak sia-sia. Mendatangi tempat tak layak ini, sekedar untuk menguji namja itu. Dan ya lihat rencananya berjalan, dengan lancar.

Rise lalu ditarik meninggalkan tempat itu. Kyuhyun segera membawa gadis kecil itu, kedalam mobilnya. Mobil yang akhirnya membawa mereka meninggalkan tempat itu.

.

.

.

“Apa peduli mu, kenapa kau menganggu acara ku haa?” tanya Rise. Sejak perjalan tadi, mereka saling diam tak ada yang berani membuka suara.

Kyuhyun tetap bergeming, mencoba focus mengendarai kemudinya ditengah-tengah jalanan Seoul yang cukup ramai malam ini. Ia membelah jalanan Seoul dengan kecepatan yang cukup tinggi. Sementara gadis itu menggerutu kesal, melihat Kyuhyun tak menjawab pertanyaan nya. Rise tiba-tiba saja menegang saat, merasakan Kyuhyun menaikkan kecepatannya.

“Huaaaa ahjussii apa yang kau lakukan?  Turunkan kecepatannya aku takut..” teriak Rise. Gadis menatap takut Kyuhyun yang tak kunjung memperdulikan ocehannya.

Rise terlihat kesal saat namja tampan itu tak kunjung menurunkan kecepatannya, gadis itu sudah tau betul jika namja itu tengah menahan amarahnya. Ia sudah mengenal dengan sangat dalam seperti apa, namja itu.

“Aku akan loncat jika kau tidak menurunkan kecepatannya, aku tidak mau mati konyol..” ancam gadis itu. Kyuhyun membanting setir kemudinya hingga mobil itu berhenti dengan tiba-tiba. Nafas nya memburu, ia jelas sedang menahan amarahnya terhadap gadis disamping nya itu.

“Apa kau sudah gila haa?”

“Kau yang sudah gila. Apa maksud mu datang ketempat itu, Rise Wu?” tanya namja itu balik, ia menatap dengan tajam gadis kecil dihadapannya itu. Kyuhyun mengacak rambutnya asal.

“Kau jelas tau apa tujuan ku.” Lirih gadis itu. Kyuhyun mendesah lagi-lagi ia mendapat jawaban yang tentunya sudah ia ketahui. Tapi menurutnya gadis itu terlalu keras kepala, sekedar hanya untuk mendengar kata-kata nya tempo hari.

Rise bergerak dari posisinya, menyampingkan tubuhnya melihat pemandangan luar melalui kaca mobil tersebut. Kyuhyun menepikan mobilnya dipinggir jalan, jalanan ini terlihat sepi hanya ada beberapa mobil yang melewati jalanan tersebut.

“Aku bukan pria baik-baik, kau tentu tau itu.” Tutur namja tampan itu, matanya terlihat memancarkan keputusasaan. Berawal dari pertemuannya dengan Rise, gadis yang notabennya adalah putri dari teman bisnis nya Kris Wu. Pertemuan pertama di antara mereka yang langsung membuat yeoja cantik itu, jatuh hati pada Kyuhyun. Semenjak itulah mereka dekat, hingga kini melibatkan perasaan mereka masing-masing. Mereka yang terpaut usia 10 tahun, membuat mereka berdua sulit untuk beradaptasi. Kyuhyun yang merupakan pria dewasa, dengan segala kesibukan serta pergaulannya dengan semua sahabat nya membuatnya harus ekstra menjaga Rise agar tetap menjadi gadis sesuai dengan umurnya saat ini. Tidak seperti malam ini, gadis itu dengan nekat mencoba ingin tau seperti apa dunia malam yang memang tak asing lagi bagi Kyuhyun.

“Aku tidak memperdulikannya.” Sangkal Rise dengan pelan, gadis itu tetap diam diposisi nya.

Jelas Kyuhyun sudah tentu sering mendengar jawaban seperti itu. Tidak bisa dibohongi memang bahwa ia juga teraamat menyayangi gadis itu, mencintainya bahkan. Tapi bukan itu masalahnya saat ini. Ya tentu ia juga tau jika, mereka memiliki perasaan yang sama tapi ini bukanlah saat yang tepat. Keadaan yang membuatnya belum mempercayai dirinya sendiri. Dulu saat pertama kali ia bertemu dengan Rise, Kyuhyun masih menjadi namja yang bebas. Dunianya berdekatan dengan dunia malam, kesenangan, hura-hura, wanita dan segala hal yang sewajarnya pria dewasa alami. Dan itu yang membuatnya kini belum bisa mempercayai dirinya sendiri, untuk benar-benar melabeli Rise sebagai miliknya, kekasihnya.

Kyuhyun menarik nafasnya, dengan lembut ia meraih tangan gadisnya menggenggamnya dengan lembut, mencoba menyalurkan kehangatan yang bisa ia berikan. Ia sangat menyayangi gadis ini tentunya, lalu kini mereka hanya perlu menunggu waktu itu datang, pikir namja itu.

“Rise aku adalah pria brengsek. Dan kini aku tengah dalam proses mengubah diriku menjadi pria baik, dan itu untuk mu. Kau hanya perlu tau bahwa, aku juga menyayangi mu. Kau hanya perlu menjadi dirimu sendiri, sesuai dengan usia mu saat ini. Aku tau kau mencinta ku, tapi bukan berarti aku mengijinkan mu mengenal seperti apa dunia ku.”

Rise bergerak matanya menatap mata teduh Kyuhyun, yang menatap nya penuh cinta. Ya namja itu memang akan selalu bisa meluluhkan hatinya. Dan saat ini ia kembali, luluh dengan kata-kata namja itu. Gadis itu mendesah ya, dia memang salah hanya karna kesalah pahaman mereka tempo hari sehingga ia nekat melakukan ini semua malam ini. Temasuk mendatangi Club tersebut, itu semua hanya karna ia ingin menunjukan nya pada Kyuhyun.

“Maaf. Aku hanya gadis SMA yang tidak tau apa-apa, dan itu yang membuat ku takut Kyuhyun..” lirih Rise dengan merdu ia, mulai berkaca-kaca. Matanya sudah mulai memanas. Ya gadis itu takut jika ia akan kehilangan Kyuhyun.

“Aku tengah mencari dunia ku yang baru, untuk meninggalkan dunia ku yang lalu. Aku ingin menjadi pria baik untuk mu, dan kau tidak perlu takut.” Jelas namja itu lagi.

“Lalu membiarkan Seohyun terus mendekati mu, begitu..”

“Aku sudah jelaskan bukan, sejak dulu gadis itu yang mengejar-ngejar ku bukan aku.” Sangkal Kyuhyun.

“Tapi aku ingin seperti Seohyun yang bisa mengerti pembicaraan mu dengan teman-teman mu mengenai bisnis, membicarakan hal menarik bersama, dann….”

“Aku tidak akan mencintai mu jika kau berusaha menjadi orang lain. Aku mencintai mu dengan apa adanya dirimu,” potong Kyuhyun dengan tegas, ia membuang nafas nya dengan kasar ia benar-benar harus ekstra bersabar menghadapi gadis remaja seperti Rise, pikir nya.

“Sekarang kau mengerti?” tanya Kyuhyun. Rise dengan cepat mengangguk.

“Sekarang aku yang bertanya, apa maksud mu membiarkan pria lain menyentuh mu haa?” tuntut Kyuhyun. Rise menganga mendengar pertanyaan Kyuhyun, ia mengigit bibirnya tidak tau akan menjawab apa.

“A akuuu hanyaa… Itu juga kau lakukan, kau lupa? Kau membiarkan bibi ubi itu bergelayut manja pada mu cihh..”

Kyuhyun tersenyum. Sudah jelas bahwa ia baru saja menjelaskannya, jika Seohyun gadis yang sering Rise panggil dengan panggilan Bibi ubi itu memang mengejar-ngejarnya sejak dulu.

“Aku tidak membiarkannya, sudah jelas dia yang berlebihan.” Sangkal Kyuhyun.

“Dan apa tadi bahkan namja tadi memeluk mu dengan erat, bahkan jika aku tidak segera datang ia akan mencium mu bukan begitu?”

“Tidak kami hanya berdansa.” Tegas Rise. Gadis itu menahan tawa saat Kyuhyun, memasang wajah yang jarang ia lihat jadi seperti ini jika namja itu tengah cemburu.

Kyuhyun dengan iseng meletakkan tangannya dilingkaran pinggang Rise, dan menggeletik gadis itu seolah memberi tau jika Kyuhyun tengah menghukum gadis itu karna dengan segaja membiarkan namja lain menyentuhnya.

“Ahhaahhaaa berhenti ini gelliii haaahhhhaa….”

Rise dengan cepat menahan lengan Kyuhyun. Iya tersenyum kini ia tau apa yang membuatnya mencintai namja itu. Kyuhyun selalu membuatnya merasa nyaman, bahagia, dan sangat disayangi. Kyuhyun tersenyum menatap gadis yang dicintainya. Ia menangkup wajah Rise, menyampirkan rambut halus yang menutupi wajah cantik Rise. Mereka terdiam, saling menatap seolah tengah menikmati saat-saat kebersamaan mereka.

“Tunggu aku mempercayai diriku, agar menjadi pria yang akan ayah mu ijinkan untuk menjaga mu, pantas bersanding dengan mu, dan mencintai mu seutuhnya..”

“Dan tunggu aku menjadi gadis dewasa, yang akan semakin pintar dan selalu mencintai mu.” Sambung Rise dengan merdu. Kyuhyun bergerak meraih kepala Rise, mencium kening gadis itu lama ia tengah membuat komitmen dalam hidup nya. Bahwa inilah saat nya ia berubah, menjadi pria yang pantas yang akan bersanding dengan wanita yang dicintainya. Kyuhyun menatap wajah cantik gadisnya, mengagumi keindahan yang Tuhan berikan pada gadisnya. Bibirnya selalu terlihat merah, dan membuatnya ingin merasai seperti apa rasanya. Mata yang indah, senyuman yang membuatnya jatuh cinta. Ia mencium mata lalu hidung Rise, dan berakhir dengan mengecup bibir cerry milik gadisnya.

Hatinya bergetar saat merasakan sensasi yang baru pertama kali ia, rasakan. Ini ciuman pertama mereka, dan Kyuhyun seolah enggan menyudahi nya ia malah mengenggerakkan bibirnya memulat bibir manis rise dengan gerakan teratur. Tangannya terulur meraih tengkuk gadisnya, memperdalam ciuman mereka. Rise seolah asing dengan hal tersebut, ia hanya mampu memejamkan matanya berpegangan pada lengan Kyuhyun dan menikmati nya. Kyuhyun dengan lembut merasai setiap celah bibir Rise, tak ingin terlewati sedikit pun. Merasai betapa ia akan ketagihan dengan bibir tersebut. Ia tau ini ciuman pertama gadisnya, maka dari itu Kyuhyun berkeinginan memberikan pengalaman ciuman pertama yang mengesankan untuk Rise. Agar gadis itu, selalu mengingatnya.

Kyuhyun melumat bibir bawah, Rise mengulum nya. Rise mengerang saat Kyuhyun menelusupkan lidahnya, mengajak lidah nya berperang. Rise mengalungkan tangannya pada leher Kyuhyun, memejamkan matanya menikmati hisapan dan lumatan yang Kyuhyun berikan. Ia seolah terhipnotis dan ikut membalas lumatan-lumatan Kyuhyun, nafasnya memburu saat ia mulai kehabisan nafas. Kyuhyun mengerang, ia tidak ingin berhenti kini ia merasa ketagihan.

Ciuman mereka semakin menggebu, Kyuhyun tak kunjung mengakhiri petautan bibir mereka. Rise mendesah panjang saat Kyuhyun menyudahi, pertautan mereka. Nafas keduanya memburu, seolah berlomba mencari pasokan oksigen yang mereka butuhkan saat ini. Kyuhyun menciumi seluruh wajah Rise, mengecupi tepian bibir gadisnya. Menatap wajah Rise penuh minat, terlihat merona dengan bibir merah yang membengkak. Kyuhyun mengatur nafasnya, gairah nya menggebu-gebu saat ini tapi akal sehat nya masih mengalahkan nya. Rise tersenyum, merasa bangga telah memberikan ciuman pertamanya untuk Kyuhyun. Nafas Kyuhyun masih sama memburunya, ia tidak tau akibatnya akan sejauh ini dan ia tau ia akan merasa ketagihan nanti. Ia menempelkan dahinya dengan dahi Rise, membelai rahang gadis kecilnya. Ia harus menunggu hingga gadis ini menjadi dewasa, dan lebih mempesona setelah itu ia akan mengenalkan hal lain selain ciuman, batin Kyuhyun.

Rise sedikit bergerak, menjangkau leher Kyuhyun yang sejak tadi menarik perhatiannya. Yang ia tau ia bisa memberikan sedikit, tanda bahwa Kyuhyun adalah miliknya. Rise dengan cepat mengecup leher Kyuhyun, mengecup adam apple Kyuhyun menggigitnya dan menghisapnya hingga meninggalkan bekas keunguan. Kyuhyun mengerang. Menciptakan sesuatu yang biasa disebut, kissmark. Ia tidak tau bagaimana gadis kecil ini bisa berfikiran melakukan hal tersebut. Matanya mengabut, gairahnya meningkat. Kyuhyun mendesah mengatur nafasnya, seolah memperingati bahwa ini belum saat nya untuk gadis itu.

Rise tersenyum melihat hasil karya nya, dileher putih Kyuhyun. Ia juga terkejut dan malu saat Kyuhyun menatapnya dengan tatapan terkejut. Intinya ia pernah melihat ayahnya, memiliki tanda yang sama persis yang ia lukis dileher Kyuhyun sebulan yang lalu. Setelah kepergian ayahnya selama satu minggu lamanya. Ayahnya mengatakan bahwa ia telah menemukan wanita yang akan menjadi ibunya, nanti. Ia sempat bertanya pada ayahnya, apa maksud tanda itu. Dan ayahnya menjawab bahwa itu adalah tanda jika, ia telah dimiliki oleh seorang wanita. Hingga Rise juga berpikiran melabeli Kyuhyun dengan tanda itu.

“Aku hanya bermaksud memberi tau gadis-gadis itu, jika kau adalah milik ku..” seru Rise dengan malu-malu. Wajahnya merona, Kyuhyun jelas tentu tau siapa yang dimaksud dengan gadis-gadis itu. Ya itu adalah, wanita-wanita yang mengaguminya, serta yang mendambakannya menjadi milik salah satu dari mereka. Kyuhyun tersenyum, bermaksud memberitahu bahwa ia sama sekali tidak keberatan. Malah ia rela jika, seluruh permukaan lehernya dipenuhi dengan jejak yang dibuat oleh gadisnya ia akan dengan sangat bangga menerimanya.

“Kau sudah sedikit lebih dewasa dari pertama kali kita bertemu, sayang..” bisik Kyuhyun ditelinga Rise. Gadis itu seolah di sengat aliran listrik saat mendengar ucapan Kyuhyun yang lebih tepatnya, seperti sebuah desahan dengan suara yang sexy dan merdu.

Kyuhyun kembali menyatukan bibir mereka, menekankan bibirnya dibibir manis Rise. Melumat nya, menghisap nya. Lalu turun kelekukan leher putih Rise, menghembuskan nafasnya disana. Membaui aroma Rise, yang sangat memabukan. Rise menggeliat merasakan sensasi hangat nafas Kyuhyun dileher nya, salah satu titik kelemahannya. Rise mengerang saat Kyuhyun mencium lekukan lehernya, hanya mencium dan berhasil membuatnya mengeluarkan suara aneh. Ia mengacak-ngacak rambut tebal Kyuhyun. Menarik kepala Kyuhyun, dari leher nya sebelum semua nya terlampau jauh, pikirnya. Kyuhyun terengah, akal sehatnya kembali berjalan ini belum saat nya Cho Kyuhyun, calm down. Ya belum saat nya. Kyuhyun menatap pipi merona gadis nya, mengecup pipi itu seolah merasa gemas.

“Aku ingin  membuat tanda yang sama pada leher mu” tawar Kyuhyun sambil tersenyum. Rise mendelik seolah mengatakan bahwa ia melarang Kyuhyun melakukannya.

“Tidak. Kau akan mati ditangan Daddy jika berani melakukannya.” Seru Rise, menjelaskan.

“Aku tidak akan takut mati.”

Rise mendelik, menatap tidak suka dengan jawaban Kyuhyun yang seolah menantang nya.

“Kalau begitu… kau akan segera diminta Daddy untuk segera melamar dan menikahi ku…” ancam Rise. Kyuhyun tertawa, seolah tidak terpengaruh dengan kemungkinan-kemungkinan yang baru saja dikatakan gadisnya.

“Itu menarik. Aku tidak keberatan, jika kita segera menikah. Bukan kah kau juga ingin seperti, itu?”

Rise membelalak, ia tak menyangka dengan ucapan Kyuhyun. Bagaimana jika Kyuhyun benar-benar melakukannya, lalu ayahnya melihat itu dan segera meminta pertanggung jawabannya dan menyuruh mereka segera menikah. Tidak. Batin Rise. Gadis itu masih ingin melanjutkan sekolahnya, dan bersenang-senang dengan teman sebayanya dan melakukan banyaklah. Dan ia juga sudah bertekad tidak akan menikah, sebelum ayahnya menikah dan menemukan kembali seseorang yang ia cintai.

“Kau seperti tidak ingin aku melakukannya.”

“Ya.”

“Hmmmm,,, baiklah aku harus segera mengantar mu pulang sebelum aku benar-benar melakukannya…” namja itu segera kembali pada posisinya, melanjutkan perjalanan mereka. Itu memang benar, Kyuhyun harus segera mengantar gadisnya pulang sebelum ia benar-benar tidak mampu lagi berpikir jernih dan dirasuki hasrat keinginan nya sendiri.

Rise melirik Kyuhyun, yang dengan tenang mengemudikan kendaraannya. Ia menatap tangannya, yang sejak tadi digenggam dengan erat oleh namja itu. Rise tersenyum, Kyuhyun memang sosok pria yang ia idam-idamkan sejak lama. Pria yang lembut, dewasa, penyayang, dan sabar itu sifat Kyuhyun yang akhir-akhir ini gadis itu temukan dalam diri Kyuhyun. Ia berpikir mungkin sifat itu muncul semenjak Kyuhyun mengenalnya, lebih tepatnya sifat itu muncul dalam diri Kyuhyun karna menghadapi sifat kekanakan dirinya selama ini.

—-<<@>>—-

Kyuhyun menatap rumah megah dihadapannya, yang terlihat sepi malam ini. Namja itu lalu menatap gadis yang terlelap dimobilnya, selama perjalanan Rise ternyata terlalelap dalam tidur. Ia memandang wajah damai gadisnya, ia sangat menyukai wajah ini terlihat sangat cantik dan alami. Kyuhyun menyingkirkan poni yang menutupi mata indah Rise, membelai rambut yang wanginya sangat Kyuhyun sukai itu. Kyuhyun mendesah, ia sangat tidak tega membangunkan gadis itu. Ya kini mereka sudah tiba di kediaman Rise, rumah megah yang terlihat sepi malam ini. Mungkin hanya ada beberapa pelayan di dalam, dan sepertinya Kris Wu sahabat nya sekaligus ayah dari gadisnya ini tengah tidak berada dirumah. Ya Kyuhyun ingat gadisnya, mengatakan ayahnya tengah pergi dalam tujuan perjalanan bisnis dalam jangka waktu lama.

Namja itu bergerak keluar dari mobil, segera melangkah dan membuka pintu kembali melihat sosok tertidur gadisnya. Kyuhyun meletakkan satu tangannya di punggung Rise, dan di lutut gadis itu mengangkatnya dan membawanya dalam gendongannya. Rise terasa sangat ringan digendongannya, pikir Kyuhyun.

Rise menggeliat saat merasakan tubuhnya dibawa oleh seseorang. Ia tersenyum saat menatap wajah serius Kyuhyun, yang tengah menggendongnya memasuki rumahnya. Rise terus berpura-pura tertidur saat mendengar suara pelayan yang membukakan pintu, untuk mereka.

Kyuhyun dengan langkah pasti membawa Rise, menuju kamar gadis itu. Kyuhyun mendesah saat membaringkan tubuh Rise, ditempat tidur miliknya. Ia membelai rambut Rise, menarik selimut dan sedikit mengecup pelipis gadisnya. Kyuhyun hendak beranjak saat tangan mungil Rise, malah menahannya. Kyuhyun menata mata Rise yang tadinya terpejam, kini menatapnya sendu. Gadis itu terbangun, batin Kyuhyun.

Rise mengalungkan tangannya dileher Kyuhyun, menahan namja itu. Ia ingin ditemani. Begitulah tatapan yang seolah Rise tunjukan pada Kyuhyun.

“Temani aku malam ini.” pinta gadis itu.

Kyuhyun tetap diam. Diam berpikir, antara mengiyakan atau menolak permintaan gadisnya.

Rise berdecak lalu menarik tengkuk Kyuhyum. Mengecup bibir Kyuhyun.

CUP..

Kyuhyun tetap diam. CUP..

Rise mengecup kembali bibir Kyuhyun. Kyuhyun tetap tak bergeming.

CUP..

CUP..

CUP..

Tiga kali Rise kembali mengecup bibir Kyuhyun, hingga mereka tertawa bersama. Merasa geli atas apa yang Rise lakukan.

“Bagaimana jika ayah mu mengetahuinya?” tanya Kyuhyun.

Rise menghembuskan nafasnya. Menatap Kyuhyun.

“Daddy masih dalam perjalanan bisnisnya.” Jelas Rise.

Kyuhyun menghembuskan nafasnya. “Baiklah.”

Rise segera menggeserkan tubuhnya, selagi Kyuhyun melepas sepatunya. Kyuhyun lantas membaringkan tubuhnya disamping Rise. Gadis itu bergeser, menjadikan lengan Kyuhyunn sebagai bantalnya. Kyuhyun tersenyum, dan memeluk gadis kecilnya dengan erat.

“Aku akan menemani mu, malam ini. Jadi tidurlah..” seru Kyuhyun. Ia mengecup sekali lagi pelipis Rise.

“Jaljayo oppaa..” jawab Rise. Gadis itu dengan manja memeluk Kyuhyun, memejamkan matanya berharap ia akan bemimpi indah malam ini, karna malam ini Kyuhyun akan menemaninya dan memeluknya sepanjang malam.

.

.

.

Pagi itu kediaman pengusaha Kris Wu, diselimuti ketegangan. Lebih tepatnya setelah Kris, pria itu menyaksikan sahabat karib nya berada dikediamannya. Dan tidak hanya itu, ditambah dengan keberdaan sahabatnya itu dikamar putri semata wayangnya. Memeluk putri nya, dalam keadaan satu tempat tidur. Kini mereka Kyuhyun dan Rise, duduk berdampingan dihadapan Kris pria yang tengah menanti penjelasannya dari apa yang baru saja ia saksikan.

“Kalian bisa menjelaskan nya pada ku.” Tutur pria itu dengan, tegas. Disamping nya duduk seorang yeoja cantik, yang dengan wajah keibuannya ia adalah Han Yeonsil wanita yang hendak Kris akan kenalkan pada putri nya hari ini sebagai calon istrinya. Pria itu sedikit malu saat Yeonsil harus ikut menyaksikan, kelakuan putri nya.

“Daddy bukankah, Daddy sedang dalam perjalanan bisnis?”

Kyuhyun dan Rise menatap gugup Kris yang pagi ini tengah menyidang mereka, pagi-pagi mereka dikejutkan dengan kemunculan si pemilik rumah. Apalagi Kyuhyun, namja itu terlihat gusar dan bingung terlebih Kris belum mengetahui jika ia menjalin hubungan dengan putrinya.

Kris kini menatap sahabatnya. Sebetulnya ia memang telah mengetahui jika Kyuhyun, sahabatnya dan putrinya sudah sejak lama dekat sejak pertama kali pertemuan mereka. Namun tetap saja ini hal yang pantas ia pertanyakan, bagaimana pun juga putrinya masihlah gadis kecil yang sangat ia sayangi lebih dari apapun.

“Kyuhyun. Kau bisa jelaskan padaku, bagaimana bisa kau ada dikediaman ku?”

“Maaf kan aku yang tidak mencertikan nya sejak awal padamu. Aku, emmhhh maksud ku kami memang menjalin hubungan. Dan kejadian pagi ini, aku bersumpah aku tidak melakukan apapun kami hanya sekedar tidur bersama.. ya hanya itu..” jelas namja itu, Kyuhyun sekuat tenaga menjelaskan nya pada sahabatnya, ia merasa malu karna tidak sejak awal memberitahu mengenai hubungan mereka.

Kris menghembuskan nafasnya, kini tatapannya beralih pada putrinya.

“Sayang Daddy ingin mendengar, penjelasan mu juga.” Pinta kris dengan lembut.

Kris lalu melirik wanita yang duduk disampingnya.

“Maafkan atas kelakuan putri ku.” Bisiknya, pada wanita itu. Han Yeonsil wanita itu, menoleh menatap pria yang beberapa hari lalu resmi melamarnya pada orang tuanya. Ia lantas tersenyum.

“Tidak apa-apa..” gumamnya. Sambil membelai punggung tangan Kris.

Wanita itu sekali lagi menatap gadis yang sebentar lagi, akan menjadi putrinya. Dia (Rise) sangat mirip dengan aku dulu, batin wanita itu.

“Daddy…”

“Hmmm Daddy aku mencintai Kyuhyun Oppa..”

Kris menganga mendengar putrinya dengan tegas berkata, mencintai seorang namja dihadapannya. Ia sudah semakin dewasa nampaknya, pikir namja itu.

“Sayang apa yang kau sukai dari sahabat Daddy yang tidak tampan ini,,” seru namja itu dengan nada bergurau.

Mereka yang berada diruangan itu tertawa.

“Kau menghina ku Kris..” cibirnya. Kyuhyun lantas tertawa.

“Daddy Kyuhyun Oppa adalah pria yang tampan…”

Kyuhyun tersenyum bangga saat mendengarnya, ia merasa ada yang membelanya.

“Setelah Daddy tentunya..” sambung gadis itu. Kyuhyun mendecak kesal. Sementara Kris dan yang lainnya tertawa.

Rise menatap wanita yang berdampingan dengan ayahnya. Ia sudah dapat menebak jika, wanita itu adalah wanita yang dimaksudkan ayahnya. Wanita yang akan menjadi ibunya.

“Daddy jadi wanita ini, yang membuat tanda keunguan dileher Daddy saat itu? Tanda yang Daddy katakan sebagai, tanda kepemilikan” celetuk gadis itu dengan nyaring. Kris dan wanita disamping nya itu pun segera diam, tidak berani menjawab. Apalagi Yeonsil wanita itu tersenyum gugup, sambil menatap Kris mempertanyakan bagaimana bisa putrinya bisa mengetahui hal tersebut. Kini giliran Kyuhyun yang tertawa, jadi itu yang kekasihnya dapat hingga ia sendiri melakukannya pada dirinya semalam. Ternyata ayahnya sendri yang mengajarkannya.

“Jadi kau juga melakukannya pada, Kyuhyun sayang..” tutur Kris sambil menunjuk leher Kyuhyun yang, memperlihatkan satu tanda keunguan.. Mereka saling menatap, lantas tertawa bersama.

END

Ff ini awalnya stak dipage 7 itupun karena penyakit males aku sering kambuh. Hehhe ini aku kelarin sekitar 4jam dan inilah hasilnya semoga engga mengecewakan, terlebih ini kan ff yg aku buat untuk sahabat aku yg jadi Rise disini tp aku buat dengan cast luhan. Kenapa aku ganti jd kyuhyun, ya itu juga karna kyuhyun bias selingkuhan aku hahaaa dan engga lupa big thanks banget buat yg udh RCL diff aku the second love maaf engga bisa aku bales satu-satu. duh udahlah yg jelas makasih buat kak cho handa kak ranufara yg aku repotin dengan ff-ff aku ini adalah ff ketiga yg aku kirim keflying semoga yg ini juga engga mengecewakan ini hasil imajinasi aku sendiri jadi mohon kalo engga suka jgn bash cukup ngmng dalem hati oke^^ RCL nya ditunggu makasih yg udah mau baca bye bye kalo komen nya positif aku usahain buat sequel kalo ada yang minta itu pun kekek^^

Fc Populer:

%d blogger menyukai ini: