[Oneshoot/NC17/Kyuhyun] I Got You

0
kyu hyun ff nc I got you
I Got You

Author        :Rachelliu
Title            :I Got You
Genre          Romance. oneshoot
Rate            :NC 17+
Cast            :Cho Kyuhyun , Kim Taerin

Gadis ini berlari dari kejaran orang-orang yang ingin menangkapnya, terlihat raut kegelisahan dari wajah cantiknya yang sudah penuh dengan keringat. Deru nafasnya memburu layaknya seorang pelari yang akan mencapai garis finish. Matanya mencari celah persembunyian yang ada disekitarnya, berharap para pemburunya tak menangkapnya. Gadis itu berlari dan berjongkok ke parkiran deretan mobil mewah yang ada ditempat itu ,karena gelap matanya tak dapat melihat jelas orang-orang yang mengejarnya.

Tangan gadis itu tak sengaja berpegangan pada knop pintu mobil dan ia sangat terkejut ketika mobil yang ia pegang terbuka, tanpa fikir panjang ia masuk ke dalam mobil mewah itu dan menutup pintunya.

“ku harap mereka tak menemukanku.”ucapnya seraya menghembuskan nafasnya karena lelah terus berlari.

“siapa kau?.”degg.. suara seorang pria menyadarkan gadis itu jika dirinya tak sendirian, dia melirik ke arah samping kemudi mobil dan menemukan seorang pria tengah memperhatikannya.

“sedang apa kau di mobilku?.”tanya pria itu lagi masih menatap tanya gadis yang memasuki mobilnya tanpa permisi.

“ak.. aku..”perkataannya tercekat tatkala beberapa orang berpakaian hitam yang tadi mencarinya ada didepan mobil yang ia masuki tanpa ijin ini. Dan orang-orang itu memperhatikan mobil yang ia tumpangi sekarang, mereka curiga.

Dan refleks gadis itu membalikan badannya kearah pria yang masih terkejut akan kehadirannya, gadis itu duduk dipangkuan pria dengan mengelungkan tangannya dileher pria itu layaknya sepasang kekasih sedang bercumbu mesra.

“apa tidak ada tempat lain untuk bercinta selain dimobil?.”ucap salah seorang pria berbaju hitam yang mengejar gadis ini, obrolan mereka terdengar cukup jelas ditelinga gadis yang sedang berpangku pada pria asing dihadapannya .

“aku jadi ingin bertemu kekasihku.”sahut pria berbadan kekar dengan terkekeh.

“ku rasa gadis itu sudah meninggalkan tempat ini.”orang-orang itu berbalik meninggalkan tempat itu.

Gadis itu baru menyadari sedari tadi pria yang memangkunya menatapnya tanpa berkedip, dia benar-benar memalukan.

“maaf.”ucap gadis itu berniat berpindah dari lelaki yang dibuatnya bertanya-tanya. Tapi tangan pria ini justru menahan pinggangnya agar tetap pada posisinya.

“maaf?.”ulang laki-laki itu .”setelah membuatku seperti ini kau meminta maaf?.”tambahnya lagi. Gadis dihadapannya hanya menggigit bibir bawahnya. Dia memang salah karena masuk kedalam mobil oarang lain tanpa ijin dan melakukan hal seperti ini.

“aku benar-benar minta maaf.orang-orang jahat itu mengejarku tuan.” Gadis itu memohon berharap lelaki dihadapannya mau melepaskannya.

“dan kau masuk ke mobilku tanpa ijin nona.”pria itu berbicara sedikit memajukan badannya membuat gadis dihadapannya memundurkan badan hingga terbentur kemudi mobilnya.

“ak.. aku, benar-benar minta maaf.”

“kau harus bertanggung jawab karena sudah ‘membangunkanku’!.”ucap pria itu memperlihatkan smirknya.

“ap.. apa maumu?.”tanya gadis itu ketakutan, faktanya laki-laki dihadapannya terlihat mengerikan. Gadis itu mencoba bangkit dari pangkuannya tapi tangan kekar pria itu tetap menahannya.

“kau tau apa maksudku.”ucap pria itu mengelus paha mulus sang gadis yang terekspos, membuat gadis itu terkejut.

Merasa mengerti dengan keinginan pria ini. ia mengambil aba-aba untuk melarikan diri dari pria yang sedang mengamati wajahnya itu. Ia berusaha melepaskan dirinya dari pria dihadapannya dengan mengangkat sebelah kakinya dan melakukan tindakan yang membuat pria dihadapannya tak berkutik.

Dukk..

“appo.”pria itu meringis merasakan sakit yang luar biasa pada area sensitifnya hingga membuat pegangan tangannya pada gadis itu terlepas membuat sang gadis lolos dari genggamannya.

“yak kau gadis brengsek.”gadis itu tak menghiraukan teriakan pria yang memanggilnya. ia berlari dan memberhentikan sebuah taxi dan berlalu meninggalkan pria yang masih memegangi selangkangannya dengan raut wajah kesakitan.

“awas saja kau.”pria itu mendengus dan alangkah terkejutnya ia menemukan sebuah benda asing dipangkuannya.

“dompet?.”

“gadis brengsek itu meninggalkan dompetnya.”pria itu tertawa sinis dan membuka isi dompetnya, ada beberapa uang dan credit card milik gadis itu serta kartu identitasnya.

“Kim Taerin.”seulas seringaian muncul diwajahnya.

***

*Kim Taerin*

Sebenarnya aku tak berniat masuk kuliah hari ini, tapi appa akan memarahiku jika tau aku tak masuk kuliah barang sehari saja karena beberapa minggu lalu aku mendapat surat peringatan dari dosen pembimbingku hingga membuat appa hampir mencekik leherku, yak. Membayangkannya saja membuatku bergidik ditambah pencabutan kartu kredit dan potongan uang jajan. Omong-omong kartu kredit sepertinya aku melupakan sesuatu.

“dimana dompetku?.”aku berusaha mencari dompetku didalam tas bahkan mengeluarkan semua isi tasku tapi nihil tak ada benda persegi panjang cokelat itu.

“Kim taerin?.”

“kau kenapa?.”aku bahkan tak menghiraukan pertanyaan dari pria yang sedang menanyaiku. Aku sibuk menunduk dan mengingat dimana letak dompetku. Dan teringat kejadian semalam, apa mungkin dompetku tertinggal pada mobil mewah pria mesum itu. Oh ya Tuhan. Bagaimana ini?

“rin-ah kau kenapa?.”aku mengangkat wajahku dan menatap pria dihadapanku dengan tatapan gelisah membuatnya menatap tanya padaku.

“sehun, dompetku tertinggal .”aku mengusap gusar wajahku dan pria dihadapanku hanya mengernyitkan dahinya.

“aku akan membayarkan makananmu tenang saja, tak usah khawatir.”ucapnya membuatku menggeleng.

“jika dompetmu tertinggal dirumah. nanti kau tinggal mengambilnya.”ucapnya lagi. Pria ini belum mengerti.

“dompetku tertinggal dimobil pria itu.”aku benar-benar frustasi.

“pria? Jangan bilang kau pergi kencan dengan ajhusi lagi rin-ah?.”pertanyaannya tepat sasaran. Semalam aku memang berkencan dengan seorang ajhusi bernama Lee hyukjae tapi tak kusangka pria itu benar-benar maniak seks. Kufikir dengan membuatnya mabuk akan mempermudahku mengambil semua uang dan credit card yang ada didompetnya, nyatanya pria itu sangat agresif saat mabuk membuatku ketakutan hingga melarikan diri dan sialnya pria itu memiliki banyak ajudan yang hampir membuatku gagal melarikan diri dan berakhir pada pria mesum yang tak sengaja mobilnya ku tumpangi. Lepas dari kandang macan masuk kesarang harimau. Ah sial, sial, sial.

“ku jamin tadi malam adalah yang terakhir.”ucapku menunduk mengingat kejadian memalukan itu. Aku tidak menjual tubuhku pada para lelaki hidung belang, aku hanya berkencan saja dengan mereka dan mereka akan dengan Cuma-Cuma memberikan banyak hadiah berharga untukku.appa selalu membatasi uang jajan untukku semenjak nilaiku turun, membuatku mencari uang tambahan untukku dengan cara yang tak lazim.

“berhentilah berkencan dengan ajhusi mesum rin-ah!, jika memang uang jajanmu masih kurang aku akan membagi uang jajanku denganmu.”pria dihadapanku terus mengoceh, dia sahabatku semenjak kanak-kanak entahlah apa yang membuat kami bersahabat tapi didekatnya membuatku nyaman.

“aku sudah bilang tadi malam yang terakhir.”ucapku memandang sehun yang masih menatap kesal padaku. Dia akan seperti ajhuma-ajhuma jika aku membuat ulah. Tapi yang ku suka darinya. pria ini tak pernah melarangku untuk melakukan hal konyol yang jelas-jelas salah dimatanya. Dia hanya akan menasehatiku setelahnya terserahku mendengarnya atau tidak, dan selalu berakhir dengan penyesalanku.

“lalu dimana kau meninggalkan dompetmu?.”

“jika aku tau dimana dompetnya, tak mungkin aku segusar ini.”aku memang tidak tau dimana sekarang dompetku, yang aku tau semalam pria itu ada didalam mobil mewahnya diparkiran sebuah club malam yang aku datangi dengan ajhusi mesum itu.

“kau ini benar-benar..”ucap Sehun menatap heran padaku.

***

Aku masih memikirkan keberadaan dompet dan isinya, dimana mereka sekarang? appa pasti mengamuk jika tau aku menghilangkan kartu kreditnya lagi. Benar-benar menyebalkan.

*Author*

Kim taerin mengikuti kuliah dengan fikiran yang tak fokus, fikirannya berada pada isi dompetnya. Ia terlihat frustasi dan sesekali mengacak rambut cokelat tuanya dengan gusar. Ia menunduk dan melipat tangannya pada meja. Kepalanya ia tenggelamkan pada lipatan tangannya, gadis itu memejamkan matanya berharap mendapatkan ketenangan. Tapi nyatanya dia malah tertidur pulas hingga tak menyadari keadaan kelasnya yang sudah ramai.

“kim taerin, sonsaengnim sudah datang. Bangunlah!.”ucap salah seorang teman yang duduk dekatnya, tapi gadis itu tak bergeming .

“taerin-ah. Sonsaengnim datang menghampirimu, bangunlah!.”titahnya lagi, namun gadis yang masih terlelap itu masih menutup rapat matanya. Sedangkan pengajarnya sudah ada dihadapannya.

“ada apa nona?.”pria itu bertanya dan memperhatikan seorang gadis yang tertidur pulas pada jam pertama mata kuliahnya, benar-benar tak bisa ditolerir.

“dia tertidur?.”pria itu bertanya lagi dengan nada sinis.

“kurasa begitu sonsaengnim.”ucap gadis itu.

“kim taerin bangunlah!.”temannya masih berusaha membangunkan Kim taerin.

Tapi tak ada sedikitpun tanda-tanda ia terbangun.

“yakk, minji-ah. Apa yang kau lak..”ucapannya tercekat kala pandangan matanya menangkap seorang pria yang ada dihadapannya.

“kau, bukankah kau yang..”gadis itu menunjuk pria itu dengan telunjuk tangannya dan menatap sekelilingnya, gadis itu sadar dia ada dikelas dan menjadi pusat perhatian. Pria yang sedang ditunjuknya hanya tersenyum sinis.

“berani sekali kau menunjuk sonsaengnim.”ucap teman yang membangunkannya sedikit berbisik gadis itu terkejut dan menurunkan tangannya.

“mwo?.”

“kau Kim taerin?.”pria itu bertanya pada Taerin. Gadis yang ditanyainya hanya mengangguk tak berani menatap sekelilingnya karena malu.

“setelah jam kuliahku selesai. Keruanganku!.”ucap pria itu kembali tersenyum sinis pada gadis yang sudah menekuk wajahnya karena malu.

“apa lagi ini?.”gumamnya pelan masih menundukan wajahnya terdengar beberapa teman sekelasnya mencibirnya.

“dia benar-benar pembuat masalah.”sindir salah seorang temannya.

***

Disini ia sekarang. Menunggu vonis dari pengajarnya, gadis ini memang selalu membuat masalah tak heran teman-temannya selalu berfikiran negatif tentang gadis ini. Pria itu duduk dihadapannya dan menatap gadis ini membuatnya tak berani mengangkat wajahnya.

“Kim Taerin, apa kau sedang memikirkan isi dompetmu hingga tertidur di jam mata kuliahku?.”degg. pertanyaannya membuat Kim taerin mendongak dan menatap pria yang sedang menopang dagunya dengan kedua tangannya itu.

“dompetku ada padamu?.”mata gadis itu berbinar.

“syukurlah, aku boleh memintanya?.”ucap gadis itu lagi tersenyum ke arah pria yang masih menatapnya.

“kau menginginkannya?.”Taerin mengangguk. Dia memang sangat menginginkan dompetnya kembali.

“tapi aku tak berniat memberikannya dengan Cuma-Cuma.”ucapan pria itu sukses membuat taerin menatap tanya pada pria itu.

“kau fikir setelah kejadian semalam aku bisa melepaskanmu dengan mudah.”pria itu tersenyum disela perkataannya.

“aku benar-benar minta maaf. Aku benar-benar tak sengaja.”sesalnya.

“kau benar-benar menginginkannya?.”kim taerin mengangguk lagi.

“bagaimana jika kau menebusnya?.”tawar lelaki yang tersenyum kearahnya.

“aku benar-benar tak punya uang.”gadis itu memang tak punya uang, bukankah dompetnya ada padanya.

“aku tidak meminta uangmu.”Kim taerin menatap tanya pria dihadapannya, jika tidak dengan uang lalu dengan apa.

“bagaimana jika kau membayarnya dengan…”

“tubuhmu..”degg. Kim taerin terkejut dengan tawaran pria ini.

“apa ? memangnya aku terlihat seperti wanita murahan.” Emosi gadis ini meluap, dia tak suka jika seseorang merendahkan dirinya seperti ini.

“memangnya kau bukan wanita murahan?.”degg. ‘mulut pria ini benar-benar kurang aja’ batin Taerin.

“kau keluar dari pub malam itu dan dikejar oleh para pria bertubuh kekar karena kau melarikan dirikan? Dan kau berkencan dengan ajhusi kaya. Gadis baik-baikkah itu? .” pria ini mengetahui semua tentangnya.

“jaga mulutmu sonsaengnim!.”dia benar-benar tak terima dengan perkataan pria dihadapannya meskipun faktanya memang demikian.

“cihh, aku tak bisa menjaga kejujuranku nona kim.”pria itu mendengus dan menatap remeh gadis dihadapannya. Yang dibalas tatapan geram dari Kim taerin.

“bagaimana?. kau menerima tawaranku?.”kim taerin menatap sinis pada pria yang sedang tersenyum penuh makna padanya.

“aku akan melupakan isi dompetku.”ucapnya berniat meninggalkan ruangan pria itu.

“bukankah ayahmu akan sangat murka.”sindir laki-kali itu kontan membuat Taerin menghentikan langkahnya dan menatap tak percaya padanya ‘kenapa dia bisa mengetahuinya?’

“appa akan lebih marah pada pria yang merendahkan putrinya.”ucap Taerin tak mau kalah, matanya mengkilat menyiratkan kebencian terhadap pria dihadapannya.

“bagaimana jika ayahmu malah menawarkan dirimu dan memberikanmu padakku?.”Taerin kembali tercengang atas penuturan pria dihadapannya, dia tidak mengerti maksud pria ini.

“itu tidak mungkin.”ucapnya dan meninggalkan ruangan pria dihadapannya dengan marah.

“aku merasa tertarik padanya.”ucap pria itu sesaat sang gadis meninggalkannya seulas senyum mengembang dibibirnya.

***

Kim taerin berjalan lemah dilorong kampusnya terlihat raut kesedihan dibalik paras cantiknya, bukankah gadis ini selalu berjalan percaya diri tanpa beban setiap harinya tapi karena dompet dan isinya membuat ia sefrustasi ini ditambah kejadian memalukan dan penawaran tak menyenangkan dari dosennya.

Kakinya terhenti mengamati seorang gadis dikursi taman kampus, gadis itu tengah membaca buku tebal yang ia yakini buku itu memuat banyak pengetahuan. Taerin melangkah menghampiri gadis itu dan duduk disamping kursi kosong.

“Jieun?.”panggilan dari Taerin sukses membuat gadis itu mengalihkan kesibukannya, ia menatap tanya seseorang yang memanggilnya.

*Kim Taerin*

Aku menghampiri Jieun berharap gadis dihadapanku bisa membantuku, dia mahasiswi terpandai dikelas ekonomi tidak heran jika hampir semua pengajar difakultasku mengenalnya dan dia pekerja keras. Bayangkan saja dia bekerja sambil berkuliah dan selalu mendapat A dalam kartu hasil semesternya bahkan scholarshipnya tetap bertahan. Berbeda jauh dengan diriku.

“ada apa?.” Tanyanya, aku berniat ingin menanyakan lowongan pekerjaan padanya. Tapi bagaimana mengatakannya.

“Taerin, ada apa?.”tanyanya lagi dengan nada ramah, lihatlah gadis ini benar-benar gadis baik-baik.

“aku mm, bagaimana mengatakannya ya.”

“ku dengar kau bekerja disebuah restoran.”gadis itu mengangkat kedua alisnya, nampaknya dia tak mengerti maksudku.

“aku berniat bekerja, apa masih ada lowongan pekerjaan ditempatmu?.”dia menatapku dan mengangguk-anggukan kepalanya. Aku tak mengerti dengan ekspresinya.

“kau benar-benar ingin bekerja bersama ku?.”tanyanya. aku hanya mengangguk berharap masih ada lowongan untukku.

“sebenarnya ada, tapi apa kau mau menjadi seorang pelayan?.”Jieun melirikku dari atas hingga bawah, nampaknya ia sedang memastikan kesungguhanku.

“aku mau ji, mulai kapan aku bisa bekerja ?.”tanyaku bersemangat.

“besok pulang kuliah, jangan lupa buat surat lamarannya Taerin.”ucapnya tersenyum kearahku. Gadis ini benar-benar dewi penolong. Jika tidak seperti ini aku tak akan punya uang.

***

Aku tak menyangka setelah memberikan lamarannya aku sudah diterima bekerja ditempat ini. Jieun bilang pemilik restoran ini yang melihat lamaranku dan langsung menerimaku. Kurasa ini hari baik untukku, ya meskipun hanya menjadi seorang pelayan setidaknya aku tidak harus membual pada ajhusi mesum.

Hari pertama bekerja cukup melelahkan, aku jadi teringat Sehun. Jika ia tau aku bekerja seperti ini pasti dia akan mengomel. Aku tak akan bercerita padanya untuk saat ini. dia sudah sering sekali ku repotkan.

“rin-ah, kau bersemangat sekali.”ucap Jieun mengambil gelas kotor pada meja pelanggan dihadapanku.

“ini hari pertamaku. Aku harus bekerja ekstra.”ungkapku terkekeh.

“maaf, hari pertamamu bekerja kau sudah lembur.”gadis itu merasa bersalah padaku padahal jelas dia yang menolongku.

“tak masalah ji.”aku akan berkilah pada appa dan eomma nanti, bilang saja jika aku belajar bersama Sehun.hihihi

ini hampir jam sepuluh malam restoran ini sebentar lagi tutup, jieun bilang restoran ini tutup jam sepuluh malam jadi sebentar lagi aku bisa pulang dan merebahkan badanku dikasur. Rasanya sungguh melelahkan.

“ini waktunya kita pulang.”ucap beberapa pekerja yang berseragam sama denganku mereka membereskan beberapa kursi dan meja serta beberapa orang yang menyapu lantai.

“rin-ah, ayo kita berganti baju!.”ajak Jieun kepadaku, aku mengangguk dan mengikutinya dari belakang. Getar posel Jieun terdengar dari saku celananya. Dia membaca pesan yang masuk dan terlihat raut perubahan dari wajahnya. Gadis itu dengan cepat mengganti bajunya.

“aku tak bisa pulang bersamamu, hari ini adikku berulang tahun.”sepertinya dia tak enak hati padakku.

“pulanglah, aku bisa pulang sendiri.”ucapku tersenyum meyakinkan Jieun. Gadis itu berlalu dihadapanku. Dan terlihat beberapa pegawai juga pergi meninggalkan ruangan ini. Aku melirik kearah samping kiri dan kanan ruangan nampaknya hanya ada beberapa orang yang masih membereskan ruangan.

“selesai juga.”gumamku dikancing terakhir kemeja hijau tua yang kupakai. Aku melangkahkan kakiku keluar ruangan itu tapi langkahku terhenti ketika seseorang menahan pergelangan tanganku. ‘apa ini hantu?’ ketika mulutku akan berteriak tangannya menutup mulutku dan menarik tubuhku. ‘ya Tuhan apa yang akan dilakukan orang ini?’.

Aku merasa tubuhku dipaksa masuk kesebuah ruangan yang kuyakin ini adalah ruangan khusus yang ada direstoran ini. Kenapa orang ini membawaku ketempat ini? Siapa sebenarnya dia?. Dia melempar tubuhku ke sofa panjang yang ada diruangan itu. Aku masih belum bisa melihat wajahnya. Ruangan ini tak begitu terang.

“kau..”aku merasa terkejut ketika orang itu menyalakan lampu utama diruangan itu hingga menampakkan wajahnya.

“kau mengikutiku?.”tanyaku dan pria itu terkekeh.

“bukankah kau yang datang sendiri kesini?.”apa maksud dari perkataannya. Oh jangan bilang dia pemilik restoran ini.

“aku pemilik restoran ini.”dugaanku tepat sekali, pantas saja lamaranku langsung diterima olehnya.

“apa maumu?.”ucapku to the point. Pria itu kembali terkekeh dan medekatkan wajahnya kearahku dia menyudutkanku ke sofa. Pria ini benar-benar mengerikan.

“aku mau..”dia berucap tepat pada telingaku dengan berbisik membuat bulu romaku merinding. Dan dengan sisa kekuatan yang ku punya aku mendorong dada bidangnya karena pria ini hampir menciumku, dia benar-benar kurang ajar.

Bukannya terlepas darinya tapi tangannya malah meraih pinggangku dan membalikan posisi, pria itu berada dibawahku. Dan sialnya tangan kekarnya menahan pinggangku.

“sonsaengnim, ku mohon lepaskan aku!.”aku memberontak dan berteriak berharap ada orang yang mendengarku, tapi pria dihadapanku malah terkekeh.

“jika kau terus bergerak, aku benar-benar akan menidurimu saat ini juga.”ucapannya membuatku terdiam ketakutan. Pria itu melonggarkan himpitannya ia melonggarkan pegangannya pada pinggangku. Aku bisa mencium aroma sampo dirambut cokelat lebatnya. Dia mendongak dan menatapku mata kami bertemu. Aku baru menyadari dia memiliki wajah sangat rupawan. Dan lamunanku tersadar tatkala aku merasakan benda lembut melumat permukaan bibirku. Pria ini menciumku. Tanganku menahan dan mendorong dada bidangnya tapi pria ini menahan pergelangan tanganku dan melepaskan tautan bibirnya dibibirku. Dia menatapku yang masih terkejut atas tindakannya tadi.

“rasanya benar-benar manis.”ucapnya. aku masih terkejut berharap detak jantungku berangsur normal.

“kau berniat memperkosa mahasiswimu sonsaengnim.”entah keberanian darimana mulutku berucap seperti itu. Pria dihadapanku hanya tersenyum dan mendekatkan kembali wajahnya pada wajahku.

“kau fikir aku serendah itu.”

“aku hanya sedang menguji diriku.”ucapnya lagi sukses membuatku menatap tanya padanya.

“ternyata kau sukses membuatku sangat menginginkanmu, hanya karena wajah polosmu ini ketika kau berada diapangkuanku malam itu.”ungkapnya menunjuk kearah keningku, hidungku, dan jari telunjuknya terhenti pada bibirku.

“dan bibir ranummu aku menyukainya.”aku terkejut mendengar pengakuannya. Dan pria itu kembali menenggelamkan bibirnya dibibirku, dan bodohnya aku menikamatinya.

***

Aku benar-benar harus menghindari sonsaengnim gila itu, ku harap kejadian tadi malam tidak akan terulang lagi. Mulai hari ini aku tak akan bekerja direstorannya lebih baik aku mencari pekerjaan yang lain. Pria itu benar-benar membuat hidupku resah, kenapa dia selalu muncul tak terduga?. Menyebalkan.

“kau tidak masuk kelas?.”ucap seseorang menepuk pundakku yang ku yakini pria itu adalah Sehun.

“aku sedang malas.”ucapku tak memandangnya. Sebenarnya aku tak mau bertemu Cho sonsaengnim itu jadi aku bolos mata kuliahnya.

“kudengar ada Sonsaengnim baru dikelasmu.”kenapa Sehun bisa mengetahuinya?. Aku hanya mengangguk mendengar pertanyaan darinya.

“gadis dikelasku histeris karenanya, mereka bilang sonsaengnim dikelasmu sangat keren.”pria gila itu sangat populer ternyata sampai mahasiswa fakultas teknik mengetahuinya.

“kau lebih keren.”ucapku menatap kearahnya, Sehun tersenyum dan terlihat wajahnya memerah.

“aku memang lebih keren.”gumamnya bangga akan dirinya sendiri. Memang faktanya sahabatku ini memang keren dan harus kuakui tak sedikit yeoja yang iri melihatku selalu menempel padanya.

“dan semalam kemana kau? Eommamu menelponku.”dugaanku benar eomma pasti bertanya pada laki-laki disampingku ini.

“aku belajar bersama jieun.”ucapku seadanya. Kuharap dia tak curiga dengan jawabanku. Apa jadinya jika dia tau aku semalam bekerja dan hampir diperkosa oleh sonsaengnim gila itu. Untung saja tadi malam appa pulang larut jadi aku tak harus mendengar ocehannya yang membuat telingaku sedikit tuli.

“kau tidak membohongiku ?.”

“anni.”sepertinya dia tau aku sedang berbohong, kau memang sahabatku .

“lalu untuk apa kau belajar, jika hari ini kau membolos.”tepat sasaran, jika pria ini tau aku sedang menghindari seseorang pasti dia banyak tanya.

“aku sudah bilang. Aku malas.”ucapku sedikit kesal dengan ke-sok-tauan dari pria ini.

“aku tidak mengerti dengan jalan fikiranmu.”

“aku tidak berharap kau mengerti.”

“bagaimana dompetmu?.”sehun mengingatkan dompetku lagi padahal aku sudah sedikit melupakannya.

“aku akan membeli yang baru.”ucapku meninggalkan pria disampingku. Sehun menatap heran tingkahku.

“ada apa dengannya?.”gumaman sehun terdengar samar ditelingaku

*Author*

Kim taerin berjalan menyusuri pertokoan dan kedai di salah satu pasar yang ada di Seoul, gadis ini benar-benar membolos kuliah. Ia berniat mencari pekerjaan. Tapi nyatanya tak ada satupun toko yang mau menerimanya sampai sore hari ini.

Ponsel gadis ini bergetar dibalik saku celana jeans yang dipakainya

Nuna,

Eomma dan appa menyuruhmu pulang sekarang!!

_Kim Taejun

Melihat isi pesan yang tertera diponselnya ia langsung bergegas menuju rumah, jika ayah dan ibunya sudah memberikan perintah pasti harus dilaksanakannya. “ada apa lagi ini?.”gerutunya diperjalanan menuju rumahnya.

Tak berapa lama Kim taerin sudah tiba dirumahnya, terlihat mobil ayahnya dan mobil mewah terpakir digarasi rumahnya, gadis itu merasa asing dengan mobil yang ada dirumahnya. ‘appa membelikanku mobil?.’batin Taerin bersorak.

Gadis itu melangkahkan kakinya kedalam rumah. Dan terlihat dua orang pria dan satu wanita paruh baya berpakaian formal sedang duduk dengan ayah dan ibunya, dan tatapannya terkunci pada salah satu pria yang menatap intens padanya.

“kemarilah taerin!.”ucap ibunya, gadis itu masih terkejut melihat seseorang yang dilihatnya ‘mau apa dia?’batinnya.

“dia Cho kyuhyun dan ini ayah serta ibunya.”ucap ibu Taerin, Kim Taerin mencoba bersikap sebaik mungkin dihadapan tamu orang tuanya meskipun rasanya ingin sekali meninggalkan tempat ini karena pria dihadapannya.

gadis itu masih tak mengerti kenapa Cho kyuhyun ada dihadapannya dengan ayah dan ibunya, Taerin menatap tanya pada ibunya yang dibalas senyuman.

“dia calon suamimu.”degg, merasa tersambar petir di sore hari. Taerin sangat terkejut dengan ucapan ibunya barusan. Pria yang dianggap gila ini adalah calon suaminya.

“maldo andwae.”ucapnya spontan. Membuat kedua orang tuanya menatapnya termasuk Kyuhyun dan kedua orang tuanya.

“aku tidak akan menikah dengan pria itu.”ayahnya menatap gadis itu tak terima.

“jaga bicaramu rin-ah!.”ucap ayahnya terlihat raut kemarahan dari raut wajahnya.”tuan dan nyonya Cho, aku dan putriku kebelakang sebentar.”ucap ibu Taerin membawa putrinya, mencoba melerai pertengkaran suami dan putrinya.

Nyonya kim membawa putrinya kekamarnya berharap putrinya berubah fikiran atas penolakannya tadi. Dia tau gadis dihadapannya tak akan menerima perjodohan yang dilakukan suaminya karena hutang perusahaan mereka yang terdengar sangat klasik. Dijodohkan karena hutang keluarga. Wanita paruh baya ini menceritakan tentang kebangkrutan usaha suaminya yang ia yakini bisa membuat putrinya luluh.

“aku tidak mau eomma.hikss.hikss.”putrinya menangis. dia benar-benar tak mau dijodohkan dengan lelaki yang jelas-jelas sangat mengincarnya.

“baiklah jika kau mau appa dipenjara dan kita hidup menggelandang dijalan.”degg, gadis ini kemudian memeluk ibunya merasa sangat bingung dengan keadaanya berharap ada opsi lain tapi nyatanya hanya itu pilihannya. ibunya sebenarnya sangat tak tega melihat anaknya tapi mau nabagaimana lagi.

“baiklah, aku akan menikah dengannya.”Kim taerin masih menangis dipelukan ibunya.

***

Satu minggu setelah pertemuannya dengan keluarga Kyuhyun. Kim taerin resmi menjadi istri dari Cho kyuhyun, gadis itu sempat menolak karena pernikahan tak terduganya dengan pria yang dianggapnya mengerikan itu terlalu terburu-buru tapi keluarganya terus mendesak apalagi Cho kyuhyun pria itu semakin menjadi-jadi.

Disini gadis itu sekarang berada, di apartemen milik Cho Kyuhyun. Dia akan menghabiskan malam pertama mereka disini. Tadinya ia berniat bermalam dirumah ayah ibunya tapi Cho kyuhyun menolak ajakannya. Mau tak mau ia harus menuruti kata suaminya sekarang.

Kim taerin duduk didepan meja rias. Gadis itu sibuk membersihkan wajahnya dari riasan yang ia pakai ketika acara resepsi pernikahannya dengan Cho kyuhyun. Pernikahan mereka terbilang tersembunyi karena memang hanya saudara dan kerabat dekat saja yang datang bahkan Sehun sahabatnya tak percaya ia menikah.

Dia tak menyadari seseorang memperhatikannya dari belakang, gadis itu masih sibuk menyisir rambut lurusnya. Setelah kegiatannya selesai ia berniat untuk mengistirahatkan badannya yang sudah sangat lelah. Gadis itu meregangkan badannya dan betapa terkejutnya ia ketika seseorang memeluknya dari belakang dan merapatan tubuhnya pada Taerin, siapa lagi jika bukan Cho kyuhyun.

“ka..kau mau ap..pa?.”ucapnya tergagap, Kyuhyun menaruh dagunya pada bahu istrinya.

“pertanyaan yang selalu kau lontarkan. Dan kau sendiri tau jawabannya.”gumam Kyuhyun mengeratkan pelukannya pada istrinya. Pria itu menghirup wangi tubuh dari istrinya.

“sonsaengnim ak.. aku.”

“hiks..hikss..hikss.”gadis itu tiba-tiba terisak. Kyuhyun melepas pelukannya dan membalikan tubuh istrinya, Pria itu menatap mata istrinya yang memerah karena air mata.

“kenapa kau menangis? .”ucap Kyuhyun menyeka air mata dari istrinya dan membawa tubuh istrinya duduk ketepian ranjang.

“aku tak akan memaksamu.”kyuhyun menyeka air mata istrinya kembali berharap gadis itu merasa aman didekatnya.

“apa kau menikah denganku hanya karena ingin meniduriku?.”kyuhyun tercengang dengan pertanyaan istrinya. Memang pada awalnya ia memang sangat menginginkan tubuh gadis ini serta motif balas dendam karena gadis ini sempat membuat benda pusakanya cidera tapi setelah memperhatikannya, pria ini sadar dia tidak hanya menginginkan tubuhnya melainkan hati dan perasaan gadis ini.

“untuk apa aku menikahimu jika hanya ingin tubuhmu saja.”ucap Kyuhyun mengelus surai cokelat gelap istrinya yang ada dalam rengkuhannya saat ini.

Gadis itu terdiam mendengar jawaban dari Kyuhyun.

“aku menginginkan semua yang ada di dirimu Kim taerin.”gumamnya lagi masih mengelus rambut istrinya dan menyadari tak ada jawaban dari istrinya.

“kau tidur.”setelah melihat kondisi Taerin yang memejamkan matanya akhirnya Kyuhyun membaringkan istrinya dan menyelimutinya. Pria itu tersenyum memperhatikan wajah damai istrinya yang tertidur.

“dari awal aku sudah tertarik padamu gadis brengsek.”ucapnya tersenyum dan mencium kening Taerin, karena merasa tenggorokannya kering. Ia bangkit dari ranjang dan meninggalkan istrinya yang tertidur. Seharusnya malam ini adalah malam pertamanya dengan Kim taerin tapi melihat gadisnya kelelahan dan menangis membuatnya tak tega.

*Kim taerin*

Sebenarnya aku hanya berpura-pura tidur saja setelah pria itu maksudku suamiku itu pergi meninggalkanku. Entahlah sepertinya ia keluar untuk menahan hasratnya, aku terbangun dan tetawa karena malam ini aku lolos darinya. Tapi mendengar penuturannya tadi membuatku merasa lega mengetahui isi hatinya.

Terdengar pintu dibuka dari luar kamarku dan Kyuhyun, aku segera membaringkan tubuhku dan memejamkan lagi mataku berharap ia tidak tau kalau aku belum tidur. Aku merasa ranjangnya bergerak tampaknya pria ini juga kelelahan dan memutuskan untuk tidur tapi kenapa aku merasakan hal lain. Oh tidak, pria ini memelukku. Dia mencari kesempatan, dan kurasakan lagi pria ini mengendus cupingku serta rahangku. Mataku membulat sempurna ketika merasakan tangannya meremas dadaku.

“kau…?.”ucapku menatap kearahnya dan menjauhkan tubuhku darinya.

“kau fikir aku bodoh huh.”ucapnya memperlihatkan smirk mengerikannya, jadi dia tau aku belum tidur. Tangan panajangnya menarik tubuhku mendekat padanya dan sedetik kemudian tubuhku sudah terkunci olehnya. Ia menahan kedua tanganku dan menghimpit kedua kakiku agar tidak memberontak, pria ini benar-benar mengerikan.

“lepaskan aku!.”ucapku memberontak yang tak dihiraukan olehnya. Pria itu malah mengendus leherku, sensasi apa ini kenapa mulutku malah mendesah. Bibirnya yang semula dileherku kemudian melumat bibirku kasar dan menyesapnya. Sial aku menikamatinya, tangan kekarnya melepas kancing piyama tidurku dan meloloskannya dari tubuhku. Dia meremas dadaku yang masih tetrbungkus bra dan tangannya masih menahan tanganku yang memberontak. Pria itu sukses melepas kaitan braku hingga membuat tubuh atasku tak terbungkus apapun.

Matanya mengkilat menatap payaudara sintalku membuatku bergidik dibuatnya, dia mengecup bagian dadaku dan menghisap puncuk dadaku membuatku menggelinjang dan merasakan sesuatu keluar dari daerah kewanitaanku.

“kau basah.”ucapnya tersenyum kemenagan, dia menjauhkan tubuhnya dan memperhatikan kondisiku saat ini yang ku yakini pasti sangat memalukan, kenapa aku menginginkan lebih dari sentuhannya lalu kenapa pria ini malah mengehntikannya.

“kau menginginkanku melanjutkannya?.”ucapnya mendekatkan lagi tubuhnya, aku hanya terdiam.

“jika kau ingin aku melakukannya katakanlah!.”ucapnya lagi dengan nada seduktif. Dadaku naik turun menormalkan detak jantung dan hasrtaku sendiri.

“lakukanlah.”ucapku tak memandang kearahnya, pria itu terkekeh.

“ucapkan dengan nada bergairah nyonya cho!.”pria itu berbisik pada telingaku membuat darahku berdesir.

“kyuhyun oppa. Aku menginginkamu.”aku tidak peduli dengan gengsiku saat ini. Kulihat seringaiannya muncul diwajah tampannya.

“Tuhan memang adil menciptakan gadis brengsek untuk pria brengsek.”gumamnya sebelum melumat bibirku dan memulai percintaan kami.

End

Fc Populer:

%d blogger menyukai ini: