Need A Baby chapter 2

0
Need A Baby chapter 2 ff nc kyuhyun eunso
Tittle: Need a Baby  (Chapter 2)
Cast:
Cho Kyuhyun
Song Eunso
And other cast
Category: NC-17, Chapter, Romance
Author: Mylittlechick
Eunso berdiri tegak diruang tamu dirumah besar milik Cho Kyuhyun itu sekali lagi, dengan tas berisi beberapa pakaian dan barang-barang penting miliknya berada disebelah kakinya. Ia menunggu dalam diam seseorang yang akan menyambutnya. Meskipun ia telah dipersilahkan masuk oleh penjaga gerbang, Eunso tetap belum nemenukan siapapun didalam rumah itu, termasuk Kim Jaewoo sendiri, pengurus rumah besar itu.

Eunso menoleh kearah tangga ketika mendengar suara langkah kaki, matanya melebar melihat sosok wanita anggun keibuan yang berparas cantik, wanita yang sudah berumur tetapi masih terlihat awet muda. “kau menunggu siapa?” tanya wanita itu, suaranya yang mengalun lembut membuat Eunso tersenyum.
“eehhm.. aku menunggu tuan Jaewoo”
“ada urusan apa dengan Jaewoo?”
Eunso diam, apa yang harus ia katakan untuk menjawab wanita ini. Aku adalah wanita yang akan mengandung anak dari Cho Kyuhyun selama sembilan bulan?.
“aah Eunso-ssi, kau sudah datang” Eunso menghembuskan nafasnya lega ketika mendengar suara Kim Jaewoo masuk kedalam ruangan itu.
Wanita dihadapan Eunso menaikkan alisnya bingung. “siapa dia?”
“dia wanita yang dicari oleh tuan muda, nyonya”
Wanita itu semakin menaikkan alisnya. “kau bercanda, apa Kyuhyun benar-benar akan melakukannya?” lalu menoleh kepada Eunso. “dan gadis ini bersedia melakukannya? Ia terlihat masih sangat muda”.
“sebenarnya bulan depan usiaku 24 tahun” Eunso menyahuti wanita itu.
“tetap saja kau masih sangat muda sayang, apa kau pernah menikah? Apa kau masih perawan?” Eunso menelan salivanya pelan, kenapa wanita ini mempertanyakan keperawananya juga. “kau masih perawan” tuduh wanita itu.
“tidak” jawab Eunso cepat.
“ya aku bisa melihat dari matamu. Aku tidak akan mengizinkan Kyuhyun melakukan ini. Merusak seorang gadis muda hanya untuk memenuhi obsesinya pada wanita yang sama sekali tidak memikirkannya”
“nyonya” panggil Eunso, menghentikan wanita itu yang hendak beranjak pergi. “kumohon, aku bisa melakukanya dan dengan kesadaran penuh bersedia melakukannya” Eunso tidak tahu siapa wanita ini, tapi ia harus memohon padanya, ia tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi jika semua ini batal, karena Eunso tidak akan sanggup mengembalikan uang yang sudah ia pakai untuk biaya operasi neneknya.
Wanita itu memandang sedih Eunso, ia tahu gadis itu adalah gadis yang baik dan sopan. Akan ada korban dari semua ini nantinya, yang pastinya membawa perasaan gadis ini. “ya Tuhan, sayang kau sudah gila.. putraku sudah gila. Dan kau juga sudah gila karena mematuhi semua perintahnya” wanita itu menunjuk tajam kepada Jaewoo. Satu-satunya namja yang patuh dan setia kepada Kyuhyun sejak Kyuhyun masih kecil hingga tumbuh besar menjadi namja yang berhati dingin. “lama-lama aku juga bisa gila”.
Wanita itu pergi meninggalkan ruangan itu dengan omelan yang panjang disetiap lorong rumah. Eunso menatap bingung wanita itu lalu menoleh kearah Jaewoo.
“nyonya Cho memang seperti itu. Ia menyayangi tuan muda sekaligus takut padanya. Mari Eunso-ssi.. kita akan pergi”
Eunso mengambil tasnya dan membawanya bersamanya, bukan masuk kedalam rumah tersebut tetapi keluar dari rumah itu. “kita akan kemana tuan?”
“kita akan ke rumah yang letaknya jauh dari keramaian. Dan panggil saja aku Kim ajhusi”
“nee.. Kim ajhusi. Apa aku akan tinggal disana?”
“ooh ya, berdasarkan perintah dari tuan muda, kau akan tinggal disana sebelum dan selama masa kehamilanmu nanti. Kau dilarang untuk keluar dari rumah itu selangkah pun, ini dilakukan untuk kerahasiaan bayi itu”
“aku mengerti” jawab Eunso patuh.
“bagaimana kabar nenekmu?”
“ne.. dia sudah membaik, dan kemarin sudah pulang kerumah”
“apa ada yang menjaganya?”
“yaa.. temanku”
Jaewoo tersenyum. “baguslah..”
Eunso tersenyum kepada Jaewoo. “terima kasih atas perhatiannya ajhusi”
Jaewoo membalas senyum Eunso dengan sukarela, ia menyukai gadis ini. pikirnya. “tidak perlu sungkan”
Bersama dengan Jaewoo, Eunso dibawa kesebuah rumah yang jauh dari keramaian. Rumah itu terletak didaerah pegunungan, terlihat sangat besar dan nyaman karena udara segar yang keluarkan dari pepohonan yang mengitari rumah itu. Jaewoo benar-benar serius ketika mengatakan rumah itu jauh dari keramaian, karena Eunso sedikitpun tidak melihat adanya rumah disekitar rumah besar itu.
“kenapa rasanya aku sedang berada dirumah seorang simpanan?” guman Eunso ketika memasuki rumah itu.
Jaewoo yang mendengar gumaman itu tersenyum. “ini rumah peristirahatan milik keluarga Cho. Tuan besar dan nyonya besar bersama tuan muda sering menghabiskan waktu ditempat ini ketika liburan. Rumah ini jarang didatangi lagi ketika tuan besar meninggal”
“beruntungnya aku bisa tinggal disini” seru Eunso kagum.
Jaewoo lagi-lagi tersenyum, ia benar-benar jadi menyukai gadis ini setelah beberapa jam bersama, Eunso ramah dan mudah tersenyum, Eunso juga selalu mengucapkan kata-kata yang sopan dan menghibur. Sulit untuk tidak menyukainya. Diam-diam Jaewoo berharap, mungkinkah Kyuhyun akan merasakan hal yang sama sepertinya?, menyukai gadis ini lalu melupakan wanita yang jelas-jelas tidak mencintainya serta melupakan ide konyol ini. “aku akan meninggalkanmu disini”.
“nee..? sendirian?”
“yaa.., tuan muda akan datang kesini”
“oh…?” rona merah merayapi wajah Eunso. “kapan?”
“aku tidak tahu pasti. Semua yang kau butuhkan ada disini, aku akan sering kesini membawa bahan-bahan makanan, tentunya kau harus memasak untukmu sendiri”
“aku mengerti”
“kalau begitu, aku permisi”
“aah.. ajhusi” panggil Eunso, menghentikan gerakan Jaewoo yang hendak beranjak dari sana. “aku penasaran bagaimana caranya nanti aku bisa hamil?” Jaewoo menaikkan alisnya tidak mengerti. “maksudku, apa dengan cara seperti bayi tabung?”
Jaewoo tersenyum memaklumi, jadi gadis ini sedikit khawatir, pikirnya. “tuan muda tidak akan melakukanya setenga-setengah Eunso-ssi. bayi tabung sangat beresiko, orang-orang bisa menyebarkan berita ini kapan saja”
“jadi maksudnya?” suara Eunso tercekat ditenggorokanya, jadi mereka harus melakukan hubungan seks?. Eunso menelan salivanya pelan.
“apa yang kau cemaskan? Itu bukan kali pertama kau melakukannya kan?”
Eunso tersentak kemudian tertawa canggung dengan wajah memerah. “ya tentu saja ajhusi”.
Eunso memperhatikan laju mobil Jaewoo yang menjauh, ia kembali kedalam kamar yang ditemukannya disalah satu kamar-kamar yang ada disana. Kamar itu cukup besar dan nyaman, dengan pemandangan indah terpampang luas dibalik jendela kamarnya. Eunso masih menghawatir apa yang akan terjadi padanya. Ia pikir, Cho Kyuhyun akan memintanya mengandung dengan cara seperti bayi tabung, tetapi yang akan terjadi bukan itu. itu artinya Eunso harus melepaskan keperawanannya terlebih dahulu.
Apa yang harus Eunso lakukan?, jika Cho Kyuhyun tahu ia masih perawan. Eunso yakin namja itu akan marah, sangat marah. Lalu apa?, menuntutnya karena telah berbohong?. “ ya Tuhan, apa yang harus aku lakukan?”.
.
.
.
Suara benturan Bat dan bola menggelegar ketika Kyuhyun berhasil memukul bolanya, bola itu melambung tinggi membuat Kyuhyun tersenyum puas. Bermain Baseball bisa menghilangkan rasa lelah dan stress seharian telah bekerja, selain itu bermain baseball membuatnya lupa pada Minhye. Hal ini selalu berhasil membuat perasaannya lebih tenang.
Kyuhyun keluar dari ruang berlatih memukul baseball, mengambil handuk lalu mengusap peluh diwajahnya.  Setelah ini ia akan langsung pulang menuju rumah yang akan menjadi tempat dimana Kyuhyun menyembunyikan seorang wanita yang sedang mengandung bayinya. Apa gadis itu sudah disana?, Kyuhyun mengambil tasnya kemudian bergegas menuju mobil yang akan membawanya kepada gadis itu.
.
“kau benar-benar akan melakukannya Kyuhyun-aa?” suara lembut ibunya terdengar dari handphonenya yang ia loudspeaker. Kyuhyun sedang dalam perjalanan ketika ibunya menelpon.
“apa maksud eomma?” tanya Kyuhyun, pura-pura tidak mengerti.
“gadis itu, kau benar-benar akan membuatnya hamil dan melahirkan anakmu begitu saja?”
Kyuhyun diam beberapa saat sebelum menjawab ibunya. “bukannya eomma menginginkan seorang cucu?”
“yaa.. eomma menginginkan seorang cucu, tapi beserta menantu.. eomma tidak mau cucu yang lahir diluar pernikahan”
“mianhae eomma, karena aku tidak akan pernah menikah”
“Cho Kyuhyun”
“eomma, aku tahu aku sudah gila, tapi aku sangat menginginkan seseorang untuk berbagi perasaan denganku”
“kau bisa memilih seorang yeoja untuk dijadikan istri”
“sudah kubilang, aku tidak akan mencintai wanita lain selain Minhye”
“kau tidak perlu mencintai yeoja itu agar kau bisa menikah”
“eomma…”
“Kyuhyun-aa..” ibunya menarik nafas panjang sebelum mengucapkan kata terakhir untuk menghentikan putranya. “gadis itu masih perawan, jangan rusak masa depannya dengan menyuruhnya mengandung anakmu, lalu kau buang dia begitu saja. pikirkan perasaannya setelah semua ini berlalu”
“dia sudah tidak perawan lagi” bantah Kyuhyun.
“tidak. Jelas dia gadis lugu yang masih perawan, kau juga tahu itu kan?”
Kyuhyun terdiam lama, berhenti di jalan karena lampu merah lalu mengusap tengkuknya lelah. Kyuhyun tahu, sungguh ia tahu gadis itu berbohong padanya, tapi Kyuhyun tidak bisa berhenti. Ia sudah begitu bersemangat membayangkan seorang bayi miliknya sendiri.
“Kyuhyun-aa..”
“arraso..” potong Kyuhyun. “aku akan menanyakan hal ini padanya, jika dia memang bersedia tidak ada yang bisa menghentikan aku. Termasuk eomma ataupun presiden negara ini. Eomma mengerti?”
“kuharap dia mau berhenti” bisik ibunya lirih.
“yeeahh.. berdoalah kalau begitu”.
.
.
BLAAAMMM…
Eunso terlonjak kaget mendengar suara pintu mobil yang ditutup. Tubuhnya terduduk tegak menunggu dengan jantung berdebar kencang. Munkinkah itu Kyuhyun?, sudah pasti itu Kyuhyun. menjawab pertanyaan Eunso, sosok maskulin namja itupun masuk dari pintu. Eunso berdiri dari sofa diruang tamu itu menghadap pada Kyuhyun.
Kyuhyun menghentikan langkahnya melihat Eunso berdiri didekat sofa, matanya menatap wajah Eunso dengan seksama, gadis itu memang benar-benar mirip dengan Minhye, pikirnya. Kyuhyun melangkahkan lagi kakinya mendekati gadis itu.
“kau sudah makan?”
“nee..”
Kyuhyun menganggukkan kepalanya. “aku belum, bisa kau siapkan makanan untukku?”
“ooh nee, tentu saja”
“baguslah, aku akan kembali dalam waktu tiga puluh menit”
Setelah Kyuhyun pergi dari hadapannya Eunso bergegas menuju dapur, ia memasak sesuatu yang bisa ia temukan dari dalam kulkas. Merasa bingung harus memasak makanan seperti apa untuk Kyuhyun, Eunso memutuskan untuk memasak semua bahan-bahan itu. Selesai memasak Eunso pun menyiapkan berbagai jenis masakan itu diatas meja makan. Beridiri disebelah meja makan menunggu Kyuhyun datang.
Tidak memakan waktu lama bagi Eunso untuk menunggu Kyuhyun tiba dengan keadaan bersih dan wangi setelah mandi. Namja itu menatap meja makan dengan alis terangkat keatas. “apa kau memasak untuk 5 orang?”.
“aku, tidak tahu apa yang kau suka, jadi aku memasak semua yang ada”
“persedian itu untuk satu minggu, kau tidak akan mendapatkan bahan makanan lagi sampai Jaewoon ajhusi datang kesini membawanya”. Lanjut Kyuhyun kemudian duduk dikursi makan. “sudahlah. Duduklah Eunso-ssi”
Eunso duduk tepat diseberang Kyuhyun. Matanya menatap takut-takut kearah Kyuhyun, namja itu makan dalam diam, menyuapi semua makanan yang dimasak oleh Eunso tanpa komentar apapun. Diam-diam Eunso merasa kecewa karena kebisuan itu, orang-orang selalu memujinya pintar memasak ketika mencicipi masakan yang ia buat, ini pertama kalinya ada seseorang yang mengacuhkannya begitu saja.
Selagi mengunyah Kyuhyun menyempatkan diri melirik Eunso, matanya menyorot tajam mengawasi Eunso, membuat gadis itu salah tingkah karenanya. Kyuhyun memandangi wajah Eunso lama, ia memang menangkap adanya kemiripan dengan Minhye, senyum dan cara Eunso menyibakkan rambut kebelakang telinga sama seperti Minhye, mata dan bentuk bibirnya juga sama. Bibir ranum berwarna merah meskipun tidak dipolesi oleh lipstik. Melihat itu Kyuhyun tahu, bibir itu belum pernah dicicipi sekali pun. Ibunya benar tentang Eunso.
Selesai makan, Kyuhyun meletakkan sikunya diatas meja lalu menangkupkan dagunya dipunggung tangannya, menatap Eunso dalam diam.
Sesekali Eunso menoleh kearah Kyuhyun, jantungnya berdegup kencang karena tatapan mata Kyuhyun. perasaanya mengatakan Kyuhyun sedang mencari-cari kesalahan pada dirinya. “Eunso-ssi”
“nee.. tuan?”
“apa kau tahu apa yang akan terjadi padamu agar kau bisa hamil?”
Eunso menelan ludahnya dengan susah payah. “tentu, Kim ajhusi sudah menjelaskan sedikit”
“lalu kenapa kau mau melakukannya?”
“tidak masalah untukku tuan Cho”
“tidak masalah meskipun kau masih perawan?”
Eunso memejamkan matanya, Kyuhyun tahu ia berbohong. “aku membutuhkan uang” jawab Eunso jujur.
Kyuhyun menaikkan alisnya sebelah. “begini, aku memberikan kau kesempatan untuk berfikir malam ini. jika kau ingin terus melakukan ini kau tetap tinggal, jika kau memutuskan untuk tidak melakukannya kau harus pergi  besok pagi-pagi sekali sebelum aku menyadarinya”
Eunso mendongak terkejut, apa itu maksudnya Kyuhyun akan melepaskannya jika Eunso tidak menginginkannya. “tapi uangnya?”.
“kau harus mengembalikannya, aku tidak akan memberikan uangku secara Cuma-Cuma. Tentu saja aku menginginkan sesuatu jika aku harus mengeluarkan uangku”. Kyuhyun berdiri lalu meninggalkan Eunso seorang diri. “kau punya waktu semalam untuk berfikir”.
Eunso berdiam lama sambil menatap kosong kedepan, pilihan apa yang harus ia ambil? Tentu saja pergi dari sini bukan? Tapi, akan butuh waktu untuk mengembalikan uang itu, dimana ia harus mencari uang sebanyak itu ketika sekarang ia tidak memiliki pekerjaan sama sekali?. Eunso menoleh kebelakang ketempat yang tadi dilewati oleh Kyuhyun.  Apa dia harus melakukan ini semua?.
.
.
Keesokan paginya Kyuhyun masih betah membaringkan dirinya diatas tempat tidur, pagi-pagi sekali ia sudah bangun dengan memasang pendengarannya setajam mungkin. Mencari-cari apakah gadis itu akan pergi atau tidak. Kepalanya tertoleh kearah pintu ketika mendengar suara pintu yang terbuka dan suara langkah kaki ringan seorang yeoja berjalan melewati kamarnya. Kyuhyun melirik jam diatas meja kemudian mendesahkan nafasnya, terlalu pagi untuk bangun dan bepergian. Gadis itu memutuskan untuk pergi. Pikirnya.
Kyuhyun menutup kepalanya dengan bantal, tadinya ia sangat berharap gadis itu tetap tinggal. Hanya gadis itu satu-satunya yang bisa memenuhi semua ambisinya, selain gadis itu bisa melahirkan anak untuknya gadis itu juga bisa menjadi jelmaan Minhye dengan wajahnya yang serupa.
Kyuhyun berguling dan duduk ditepian tempat tidur, mengusap rambutnya yang berwarna cokelat keluar dari kamar menuju dapur. Memutuskan untuk mengambil minum untuk membasahi tenggorokannya. Langkah kakinya berhenti dipintu dapur ketika melihat gadis itu sedang memotong sesuatu. Aroma wangi dari panci yang mengelegak tercium dihidung Kyuhyun.
Merasakan kehadiran Kyuhyun Eunso pun memutar tubuhnya, tersenyum kepada Kyuhyun.  “selamat pagi tuan, bahan makanannya masih ada, aku memutuskan untuk memasak sesuatu”
Kyuhyun memandangi lama wajah Eunso, bergerak mendekati gadis itu dengan langkah yang mematikan hingga Membuat gadis itu gugup. “jadi ini yang kau putuskan?” bisik Kyuhyun serak.
“aku tidak tahu lagi apa yang bisa kulakukan selain ini” jawab Eunso, menunduk  takut-takut.
Kyuhyun menyentuhkan tanganya dipipi Eunso, menengadahkan wajah gadis itu agar menatapnya. “peraturanya Song Eunso, kau dilarang mencampuri urusanku karena kita akan tinggal bersama, setelah bayi itu lahir aku ingin kau menghilang sepulihnya dirimu dari proses melahirkan. Tidak ada kunjungan untuk melihat bayi itu atau menanyai kabarnya. Aku ingin kau menganggap, kau tidak pernah hamil dan memiliki seorang anak. Karena yang aku inginkan adalah bayi itu, bukan dirimu. Kau mengerti?”
Eunso menelan salivanya pelan, itu adalah peraturan yang paling tidak manusiawi yang pernah ia dengar, tapi ia membutuhkan uang. “nee.. tuan” jawabnya.
Kyuhyun menaikkan alisnya, apakah uang begitu penting, sehingga gadis ini bersedia menukar keperawananya dan melahirkan seorang bayi hanya untuk uang?. Kyuhyun mengusap sudut bibir Eunso dengan gerakan yang bisa membuat gadis itu pingsan seketika. Luar biasa, kenapa bentuk bibirnya pun sama. Pikir Kyuhyun.
Eunso bisa merasakan degupan jantungnya berpacu cepat, mata Kyuhyun benar-benar memikatnya. Tubuhnya menjadi kaku dibawah tatapan mata itu, seolah-olah ia terhipnotis oleh mata itu. Kyuhyun menundukkan kepalanya kewajah Eunso. Sebelum Eunso menyadari apa yang sedang terjadi bibirnya menerima sapuan lembut dari bibir Kyuhyun. Hanya sebuah kecupan ringan.
Kyuhyun menarik kepalanya lalu sekali lagi Kyuhyun menempelkan bibirnya dibibir Eunso. Kyuhyun mencium Eunso dalam. Eunso merasakan sentakan aliran listrik ditubuhnya ketika bibirnya dijamah oleh bibir Kyuhyun, tanganya memegang tepian piyama depan Kyuhyun agar tidak terjatuh karena kakinya tiba-tiba saja tidak sanggup menopang tubuhnya.
Merasakan ketidak stabilan Eunso Kyuhyun mengalungkan lengannya dipinggang Eunso, menarik gadis itu kedalam pelukannya, ciumannya tidak lepas sedikitpun bahkan ketika Kyuhyun meletakkan tanganya dikepala Eunso, agar bisa menciumnya lebih dalam. Kyuhyun menjulurkan lidahnya diantara bibir Eunso, memaksa bibir itu terbuka. Tidak bisa menolak Eunso pun perlahan membuka bibirnya. Eunso memekik kaget ketika  lidah Kyuhyun mulai menjelajahi mulutnya. Ini ciuman pertamanya sekaligus pengalaman pertamanya dicium seperti ini, pikirnya.
Kyuhyun tidak berhenti sedikitpun, tubuhnya bereaksi aneh ketika mengecap bibir Eunso, ia ingin lebih. Rasa Eunso begitu menggoda, begitu memabukkan, berbeda dengan ketika ia mencium beberapa gadis sebelum ini. Kyuhyun melepaskan tautan bibirnya bergerak turun keleher Eunso, kebutuhan untuk dipuaskan mendesak keluar, tanganya yang berada dipinggang Eunso bergerak masuk kedalam kaos Eunso, menemukan permukaan kulit yang halus. Eunso menarik nafasnya cepat, merasakan panas dari tangan Kyuhyun menyentuh kulit perutnya. Tangan itu bergerak naik hingga…
Krrrrriinnggg… krrriiiingggg…,
Kyuhyun menolehkan kepalanya dari permukaan leher Eunso kearah telepon rumah yang tergantung ditembok  sisi kanan dapur. “sial..” Kyuhyun mengumpat pelan, melepaskan tanganya dari Eunso lalu berjalan menuju telepon.
Eunso mengatur nafasnya yang tersengal-sengal setelah kepergian Kyuhyun, ia bersandar pada tepian dapur sambil memegangi dadanya, mencoba menenangkan debaran jantungnya.
Kyuhyun mengatur nafasnya sebelum mengangkat telepon itu. “yeobboseyo?” jawab Kyuhyun serak.
“bagaimana..?” Kyuhyun memejamkan matanya kesal mendengar suara ibunya.
“apa eomma harus menelponku sepagi ini?”
“eomma benar-benar tidak bisa tidur semalaman karena memikirkan ini, jadi bagaimana?”
Kyuhyun menolehkan kepalanya kearah Eunso yang saat ini sedang memunggunginya, Kyuhyun yakin gadis itu sedang mencoba menenangkan diri dari serangan yang baru saja Kyuhyun lakukan. “dia akan mengandung anakku” jawab Kyuhyun.
“dia bersedia..? ya Tuhan, apa gadis itu sudah gila?”
“eomma.. dia gila atau tidak dia akan mengandung anakku” jawab Kyuhyun tegas.
“kau benar-benar Cho Kyuhyun, aku akan membawanya paksa. Ini harus dihentikan”
“terlambat eomma, dia sudah tidak perawan lagi sekarang” jawab Kyuhyun cepat, ia tidak akan membiarkan ibunya membawa paksa Eunso. Gadis itu akan melahirkan anaknya.
“kau bohong” tuduh ibunya.
“kalaupun aku bohong, aku akan melakukanya pagi ini juga, sebelum eomma datang”
“Cho Kyuhyun”
“eomma janji padaku, tidak akan melarangku lagi setelah gadis ini setuju bukan? Dan dia setuju. Aku tidak akan mengizinkan siapapun menghentikanku”
“kau.., benarkah kau anak yang lahir dari rahimku?. Cho Kyuhyun..?”
Kyuhyun diam tidak menjawab ibunya, itu bisa diartikan bahwa ibunya sudah sangat kecewa padanya. “mianhae eomma, aku benar-benar harus melakukannya. Kau tahu seperti apa perasaanku pada Minhye. Setelah tidak bisa mendapatkannya sekarang izinkan aku mendapatkan seseorang sebagai ganti dirinya”
Ibu Kyuhyun terdiam, ia menangkap uangkapan kesedihan dinada suara putranya. “ya Tuhan, ampuni aku karena mengizinkan putraku melakukan hal gila ini”
Kliiik.. telepon itupun terputus. Kyuhyun menutup teleponya dengan pandangan kosong, benar.. setelah ia tidak bisa memiliki Minhye, ia ingin melampiaskan rasa frustasinya itu pada seseorang, ia ingin seorang bayi. Menjadikan bayi itu sebagai ganti Minhye untuk diberikan seluruh kasih sayang dari Kyuhyun.
Kyuhyun memutar tubuhnya lalu bertatapan dengan wajah Eunso. Gadis itu sedikit tersentak ketika mata mereka bertemu, gadis itupun menundukkan kepalanya malu. Kyuhyun melangkah mendekati Eunso, menatap bibir gadis itu yang sudah bengkak karena ciumannya yang menggebu tadi.
Kyuhyun menelusupkan tanganya kerambut Eunso mengusapnya kebelakang, lalu tanganya berhenti ditengkuk Eunso, menundukkan kepalanya lagi untuk kembali mengecap bibir Eunso.
“tuan..” Eunso menempelkan tanganya didada Kyuhyun, berusaha menahan Kyuhyun, ia tidak sanggup menerima serangan ciuman lagi hari ini. jantungnya belum kembali tenang tetapi Kyuhyun sudah ingin memulai apa yang sempat terganggu tadi.
“terlambat untukmu menolakku, aku sudah memberimu waktu untuk pergi pagi ini tapi kau sepakat untuk tidak pergi” desis Kyuhyun.
“aku.. aku tidak tahu kalau harus sepagi ini”
“memang apa bedanya?”
Wajah Eunso merona karena rasa malu. Tentu saja ada bedanya, meskipun hatinya sudah mantap untuk melakukan hal konyol ini, tetapi ia masih belum siap untuk melakukannya secepat ini, tanpa sedikit pun tahu seperti apa namja yang akan menjadi pria pertamanya, pria yang akan mengambil seluruh dirinya ini. “apa aku boleh mengajukan beberapa pertanyaan padamu tuan?”
Kyuhyun menaikkan alisnya sebelah. “kau dilarang mencampuri urusanku, itu peraturannya”
“aku bukan ingin mencampuri urusanmu, aku hanya ingin tahu seperti apa namja yang akan mengambil..” Eunso menelan salivanya dengan susah payah, ia tidak bisa melanjutkan kalimatnya.
Kyuhyun menatap kedalam manik mata Eunso, tubuhnya sudah sangat ingin dipuaskan setelah bibirnya mengecap lekukan bibir Eunso. Setelah menutup teleponya, Kyuhyun sudah sangat ingin membaringkan Eunso saat ini juga dilantai dapur dan memilikinya, kemudian ia teringat bahwa gadis ini belum berpengalaman sama sekali. Kyuhyun mengerjabkan matanya sekali menarik Eunso kedalam pelukannya lalu menunduk menempelkan bibirnya dilekukan leher Eunso, tersenyum ketika gadis itu mengerang nikmat.
“cepat ajukan pertanyaanmu” desisnya dikulit leher Eunso. Gadis itu kehilangan kata-katanya ketika dengan sengaja Kyuhyun semakin menempelkan bibirnya tepat ditelinga Eunso. “pertanyaannya” desak Kyuhyun.
“ke.. kenapa anda begitu ingin bayi itu?” akhirnya Eunso berhasil mengeluarkan suaranya.
“karena aku ingin memiliki seseorang yang bisa mengerti aku”
“kenapa anda tidak mencari seorang istri saja? dia bisa melahirkan sepuluh anak untukmu”
Kyuhyun menelusupkan jari-jarinya dibalik celana Eunso menangkup bokong gadis itu lalu menariknya lebih erat, Eunso teresiap kaget bibirnya memekik pelan, tanganya mengepal erat baju piyama Kyuhyun.  “karena hanya ada satu gadis yang ingin kunikahi tetapi dia tidak bisa menjadi milikku”.
Eunso terkejut dengan jawaban itu, ia pikir akan mendengar alasan yang lebih gila lagi. Tetapi jawaban yang dilandasi alasan cinta itu membuatnya terenyuh. 
“sudah cukup, tidak ada pertanyaan lagi” Tangan Kyuhyun yang berada ditengkuk Eunso menengadahkan kepalanya, lalu Kyuhyun mencium gadis itu lagi dengan nafsu yang tidak ditutup-tutupi. Eunso akhirnya pasrah, ia terlalu mabuk oleh sapuan bibir dan tangan Kyuhyun ditubuhnya, tidak ada kata-kata lagi, tanganya yang mencengkeram baju Kyuhyun perlahan naik kelekukan leher Kyuhyun, nalurinya membawanya untuk lebih berani mengalungkan tangannya dileher Kyuhyun. Eunso cukup terkejut dengan reasiknya, ini pengalaman pertamanya dicium tetapi ia merasa reaksinya adalah benar.
“ehem.. tuan muda” sabuah suara terdengar dikejauhan, Eunso membuka matanya perlahan lalu terbelalak kaget melihat Kim Jaewoo berada tepat dibelakang Kyuhyun. “anda ada rapat dengan direksi pagi ini”
Kyuhyun melepaskan bibirnya dari Eunso, menarik nafas panjang lalu menyandarkan kepalanya dibahu Eunso menenangkan nafasnya yang memburu. Kim Jaewoo datang diwaktu yang tidak tepat. “tidak adakah dari kalian yang tidak mengangguku?” desis Kyuhyun marah.
“maaf tuan, nyonya besar bilang, rapat ini sangat penting”
Kyuhyun berdiam diri sambil memeluk Eunso, menarik nafas panjang berusaha mendinginkan darahnya yang memanas serta bagian tubuhnya yang sudah menegang. Setelah merasa bisa mengendalikan diri Kyuhyun melepaskan diri dari Eunso lalu menoleh kepada Jaewoo, menatap namja tua itu marah, lalu beranjak ke kamarnya untuk mandi.
Eunso yang merona karena malu memutar tubuhnya membelakangi Jaewoo. Jaewoo berdeham pelan lalu berjalan menyusul Kyuhyun, meninggalkan Eunso sendirian untuk menenangkan diri. Sungguh ini pengalaman pertamanya dicium kemudian dicumbu kemudian dipergoki oleh kepala pelayan rumah. Benar-benar pengalaman yang membuat cara kerja jantungnya tidak stabil.
.
.
“maaf tuan muda, lain kali aku akan menunggu sampai anda selesai” Jaewoo bersungguh-sungguh ketika mengatakannya, ia jarang sekali melihat Kyuhyun menatapnya marah ketika diinterupsi sedang mencumbu seorang wanita. Ia terbiasa menoleransi kegiatan Kyuhyun yang sering berganti-ganti wanita hanya untuk bersenang-senang, tetapi Kyuhyun tidak pernah marah padanya jika Jaewoo mengganggu, bahkan jika Jaewoo  mendapati Kyuhyun dalam keadaan tidak berbusana dengan seorang gadis.
“apa eomma yang langsung menyuruhmu kesini?” tanya Kyuhyun berang.
“yee.. secara langsung mendatangiku”
Kyuhyun berdecak kesal sambil mengancingkan kemejanya satu persatu, ia mengambil dasi dan memasang dasinya dengan piawai. Jaewoo lagi-lagi merasa bersalah karena membuat tuan mudanya itu marah. Sejak gadis bernama Kim Minhye menikah dengan laki-laki lain, Kyuhyun berubah menjadi namja yang dingin dan menutup diri, Kyuhyun sering mengencani beberapa wanita hanya untuk menjadi tempat pelampiasan rasa frustasinya pada Minhye.
Jaewoo sempat tidak mengerti kenapa Kyuhyun tidak meminta salah satu dari wanita-wanita itu untuk mengandung anaknya, Kyuhyun lebih memilih mengumumkan sebuah sayembara untuk itu. Mungkinkah Kyuhyun memang menantikan kehadiran Eunso?, seorang gadis lugu yang selalu memandang dengan tatapan penuh cinta.
Kyuhyun memutar tubuhnya menghadap kepada Jaewoon, selesai mengikat dasinya. “pastikan eomma tidak kesini dan membawa Eunso pergi”
“ne..” jawab Jaewoo patuh
“dan bawa beberapa bahan makanan lagi”
“lagi?”
“gadis itu menghabiskan seluruh isi kulkas malam tadi”
“oo.. baiklah tuan muda”
.
.
Eunso sedang berdiri didepan pintu rumah menunggu Kyuhyun yang saat ini sedang merapikan jasnya, gadis itu bisa melihat Jaewoo tengah sibuk menyiapkan beberapa keperluan Kyuhyun. selesai merapikan barang-barang Kyuhyun, Jaewoo memanggil tuan muda nya. Kyuhyun menganggukan kepalanya lalu menoleh kearah Eunso.
“dengar.. kau tidak boleh__”
“keluar dari rumah ini, aku mengerti” jawab Eunso langsung.
Kyuhyun berdeham. “kau tidak boleh ikut ibuku jika dia datang kesini”
“ooh? Ne.. baiklah” Eunso tersipu malu karena telah salah
Kyuhyun menatap Eunso sedikit lebih lama sebelum akhirnya pergi, membawa mobilnya sendiri. meninggalkan Eunso dan Jaewoo berdua saja. Eunso menoleh kepada Jaewoo dan tersenyum canggung. “kita bertemu lagi Kim ajhusi” sapa Eunso. “bagaiamana kabarmu?”
Jaewoo tersenyum. “tidak ada yang pernah menanyai kabarku sebelumnya. Aku sehat seperti biasa Eunso-ssi, terima kasih. Bagaiaman denganmu?”
“aku juga sehat seperti biasanya” jawab Eunso, tersenyum kepada Jaewoo.
“aah.. tuan muda bilang bahan-bahan makananmu habis?”
“oo nee. Aku memasaknya semua malam tadi, karena aku tidak tahu makanan seperti apa yang disukai olehnya”
Jaewoo tersenyu lagi. “aku akan mengatakan padamu makanan seperti apa yang dia suka”
“buat daftarnya?” usul Eunso.
Jaewoo tertawa, “benar akan kubuat daftarnya”
.
.
.
“Kim Jaewoo.. coba kulihat apa yang sedang terjadi disini” wanita berusia 40 tahunan dengan wajah yang masih sangat cantik itu masuk kedalam rumah yang ditempati oleh Kyuhyun untuk menyembunyikan Eunso. matanya menatap Jaewoo tajam. “dimana gadis itu?”
Jaewoo menolehkan kepalanya kekiri dan kanan mencari gadis itu. “aku yakin tadi dia ada disekitar sini” jawab Jaewoo.
“aku ingin bertemu dengannya”
“nyonya, tuan muda bilang anda dilarang membawanya pergi” sanggah Jaewoo.
Nyonya Cho menghembuskan nafasnya keras. “aku tahu, aku hanya ingin melihat gadis itu, cepat cari dia”
Setelah Jaewoo pergi mencari gadis itu Kim Younghwa memutuskan untuk mengitari sisi rumah, lama tidak mengunjungi rumah ini membuatnya ingin sekali mengenang masa-masa lalu, ketika ia bersama suaminya dulu mengunjungi rumah ini untuk menikmati liburan, bersama Kyuhyun yang dulunya masih seorang bocah laki-laki yang sangat manis. Younghwa tidak pernah tahu kenapa putranya yang manis bisa tumbuh menjadi namja yang arogan dan keras, hanya karena tidak bisa memiliki Minhye.
Kim Minhye adalah teman Kyuhyun sejak kecil, mereka sangat serasi dan saling menyayangi, tidak perlu bertanya lagipun Younghwa pasti akan merestui hubungan mereka, sayangnya Minhye lebih memilih laki-laki lain yang baru masuk diantara mereka. Kyuhyun bersedih, hatinya remuk dan hancur. Sudah banyak yang ia coba lakukan untuk menghibur Kyuhyun, tapi Kyuhyun tetap tidak tersentuh, tidak ada yang bisa mengubahnya lagi. Mungkin.. jika Kyuhyun menemukan seseorang yang bisa membuatnya jatuh cinta lagi, Kyuhyun bisa kembali menjadi Kyuhyunya yang manis.
Younghwa berhenti melangkah, matanya menangkap sosok gadis itu diluar jendela. Younghwa berjalan kearah teras samping rumah mendekati Eunso. Keningnya berkerut melihat gadis itu sedang berjongkok dengan sepiring nasi tergeletak diatas lantai. Younghwa bisa melihat seekor anjing sedang makan dari piring itu, anjing kampung berwarna kucing kecokelatan. Anjing yang selalu diajak Kyuhyun bermain jika mereka mengunjungi rumah ini.
“disini kau rupanya..”
Eunso menoleh cepat mendengar suara Younghwa, gadis itu berdiri lalu membungkukkan badannya, memberi hormat. “oo.. annyeong haseyo”
Younghwa menatap wajah gadis itu lama, ia tidak menyadarinya sebelum ini tapi sekarang ia tahu, wajah gadis ini mengingatkannya kepada Minhye, mereka mirip. “apa yang sedang kau lakukan?” tanya Younghwa lagi melirik kearah anjing yang masih mengunyah makanannya.
“oo.. maafkan aku, akan kucuci piringnya” seru Eunso cepat, ia mengusap kepala anjing itu pelan lalu mengambil piring itu menjauh.
“jangan.. biarkan saja” cegah Younghwa. “dia terlihat sangat kelaparan”
Eunso meletakkan lagi piringnya lalu berdiri, perasaanya sangat tidak enak karena menggunakan piring mahal untuk memberi makan si anjing, tapi ia tidak bisa mencegah dirinya sendiri untuk memberi makan najing itu.
Younghwa tersenyum kepada Eunso. “kau tahu anjing itu sangat tidak ramah, anjing ini hanya bersikap manis kepada Kyuhyun”. ujarnya takjub, dilihat dari segi manapun anjing itu sama sekali tidak terganggu dengan kehadiran Eunso didekatnya.
“oo.. kemarin juga dia hampir mengigitku, tapi hari ini dia bersikap manis ketika aku membawakan makanan untuknya”  Eunso tersenyum. “semua anjing selalu bersikap baik jika kita membawakan makanan”
Younghwa terdiam, terlalu takjub mendengar jawaban Eunso, jawaban yang sama seperti yang dijawab oleh Kyuhyun. “eomma, dia mau mendekatiku karena aku membawa sepotong hamburger, anjing selalu bersikap baik jika kita membawakan makanan” Younghwa bisa mengingat jelas apa yang Kyuhyun katakan padanya saat itu, saat Kyuhyun masih sangat bocah. Younghwa membersitkan hidungnya, airmata hampir saja jatuh mengingat kenangan manis itu.
“anda baik-baik saja nyonya?”
“oo.. sangat baik” jawab younghwa cepat, ia tersenyum kepada Eunso yang membuatnya teringat pada kenangan masa lalu.
Eunso menganggukkan kepalanya canggung, ia terkejut melihat kedatangan nyonya Cho kerumah itu, meskipun tadi Kyuhyun memperingatinya tentang kemungkinan wanita ini akan datang dan membawanya pergi tapi Eunso tetap terkejut. Eunso berdiri kaku dengan kedua tangan saling bertautan, tidak tahu harus bersikap seperti apa.
“tadinya aku ingin mengajukan beberapa pertanyaan padamu, tapi rasanya sekarang tidak penting lagi” Younghwa melirik kearah anjing itu. “anjing itu punya nama, tapi aku tidak pernah tahu siapa namanya kerena Kyuhyun merahasiakannya dari kami semua. Dia akan bersiul memanggil anjing itu dan menyebutkan namanya pelan-pelan agar kami tidak mendengarnya” Younghwa tertawa pelan. “Kyuhyun sangat menyayangi anjing itu, tetapi karena ia tahu ayahnya alergi pada anjing dia tidak pernah meminta kami untuk membawa anjing itu pulang, manis sekali bukan?”
“oo.. baik sekali” jawab Eunso menyetujui.
Younghwa tersenyum  lagi, ia menyukai gadis ini. pikirnya.
Jaewoo muncul dari pintu dengan langkah terburu-buru. “aah.. anda sudah menemukannya” ujarnya lega. Tadinya Jaewoo sempat berfikir Eunso telah kabur.
“kau sudah bekerja dengan keras Jaewoo-aa, aku akan pulang kalau begitu”
“ne nyonya”
“anda sudah mau pulang?” ujar Eunso, sedikit kecewa karena wanita itu sudah mau pergi. Ia ingin mendengar lebih banyak tentang Kyuhyun.
“Kyuhyun pasti akan sangat marah padaku jika tahu aku kesini” jawab Younghwa ramah. “Jaewoo-yaa, kau akan tetap disini?”
“tuan muda memintaku mengisi bahan makanan didalam kulkas”
“aa.. kalau begitu aku pulang”
“ne nyonya, kuantar sampai ke mobil”
Younghwa tersenyum untuk terakhir kalinya kepada Eunso lalu berjalan memasuki rumah lalu keluar menuju mobilnya yang ia parkir dihalaman luas rumah itu, ia berbalik menghadap kepada Jaewoo yang berdiri dibelakangnya. “apa ini hanya perasaanku saja atau kau juga merasakannya? Aku menyukai gadis itu”
“aku juga menyukainya, dia gadis yang baik”
“oo.. dia sangat manis dan berhati lembut, aku jadi berharap mungkinkah dia bisa membuat Kyuhyun berubah?”
“anda mau percaya padaku nyonya? Aku juga berharap seperti itu setelah pagi ini”
“apa yang terjadi pagi ini?” tanya Younghwa penasaran.
“aah tidak, aku tidak bisa menceritakannya”
“eeyy.. kau ini, selalu lebih patuh pada Kyuhyun dari pada aku” decak younghwa tak suka. “mungkinkah akan terjadi hal yang baik dari sayembara konyol Kyuhyun ini?”
“tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi nyonya, aku rasa mungkin saja”
“Jaewoo-yaa, terus awasi mereka dan kabari aku perkembanganya, arraso?”
“dengan senang hati nyonya”
Younghwa menganggukkan kepalanya menatap rumah itu lalu tersenyum, untuk pertama kalinya ia merasakan adanya harapan untuk melihat Kyuhyun bahagia. Younghwa masuk kedalam mobil dan bersenandung ringan, sama sekali tidak akan lagi protes dengan ide gila putranya itu.
.
.
Eunso mengintip dari kejauhan kepergian Younghwa, matanya tidak lepas menatap mobil sedang hitam itu sampai akhirnya menghilang diujung jalan. Eunso menoleh kearah anjing yang menyundulkan kepalanya dikaki Eunso, berjongkok agar bisa mengusap kepala anjing itu.
“heii.. nyonya itu bilang kau punya nama, kau mau bilang padaku siapa namamu?” Eunso terus mengusap kepala anjing itu. “kau mau menceritakan padaku seperti apa Cho Kyuhyun itu?, aku butuh sedikit tahu tentangnya”
Eunso duduk di sebuah undakan tangga dengan masih mengusap kepala anjing itu, anjing itu mendengkur pelan, meletakkan kepalanya dipangkuan Eunso. “aku ingin tahu lebih banyak tentang Cho Kyuhyun, meskipun aku melakukan ini semua hanya karena uang, aku tetap tidak bisa melakukannya begitu saja, aku butuh tahu seperti apa namja yang akan menjadi yang pertama untukku. Kau tahu kan? aku tidak berpengalaman, Aku dengar orang-orang bilang kau akan merasakan sakit yang luar biasa untuk pertama kalinya. Apa benar akan sakit?”
Heniiingggg….. Eunso mengerjabkan matanya bertatapan dengan mata anjing  bulat dan hitam anjing itu, anjing itu mengerjabkan matanya juga membalas tatapan mata Eunso. “maaf kau harus mendengar ceritaku” Eunso menggaruk telinga anjing itu lalu menghembuskan nafasnya. Apapun yang akan terjadi, sakit atau tidak, Eunso harus menyelesaikan ini semua dengan cepat. Meskipun ia baru satu hari ditempat tersembunyi ini Eunso sudah merasa rindu kepada neneknya dan Minri, ia ingin menjalani hari-harinya seperti biasa bersama neneknya dirumah kecil mereka, tidak dirumah besar yang kosong dan sepi ini.
“baiklah.. fighting Eunso-yaa”
.
.
Menjelan malam Eunso mengunci dirinya didalam kamar, mencoba menenangkan diri dan mencari keberanian. Ia tahu Kyuhyun sudah pulang setidaknya satu jam yang lalu, ia mendengar suara Jaewoo yang menyambutnya didepan pintu. Ketua pelayan itu memutuskan untuk tetap dirumah menemani Eunso sepanjang hari ini, menjawab apa yang pantas ia jawab dari beberapa pertanyaan Eunso, seperti berapa tinggi badan Kyuhyun hobi dan kebiasaan Kyuhyun. Hanya itu yang bisa ia dapatkan dari bertanya dengan Jaewoo. Tidak ada jawab spesifik seperti apakah Kyuhyun namja yang kasar atau lembut? Jaewoo tidak bisa menjawabnya.
Eunso menghembuskan nafasnya panjang, seperti yang sudah ia putuskan tadi siang, ia harus menyelesaikan ini dengan cepat agar ia tidak perlu merasa takut dan cemas lagi.
Tok..tok..tok..
“Eunso-ssi.. tuan muda memanggilmu”
DEG.. Eunso menoleh kearah pintu dengan gerakan yang bisa mematahkan lehernya, Eunso menelan salivanya lalu menarik nafas panjang. “baiklah.. ini saatnya” bisiknya lirih. Ia membuka pintu, melewati Jaewoo dengan kepala menunduk karena malu. Jaewoo menunjukkan dimana Kyuhyun berada yang langsung ditujunya dengan debaran jantung yang meningkat cepat.
Eunso mengetuk pelan pintu yang ada dihadapannya lalu membuka pintu setelah mendengar suara Kyuhyun yang mengizinkannya untuk masuk. Ruangan itu merupakan sebuah ruangan yang terdiri dari beberapa lemari tinggi yang diisi dengan berbagai macam jenis buku-buku, sebuah sofa terletak ditengah-tengah ruangan yang sengaja disediakan untuk siapapun duduk dan membaca buku yang ada disana.
Kyuhyun menoleh dari tempatnya berdiri sambil memegang satu buku, berjalan kesofa. “duduklah Eunso-ssi” titahnya.
Eunso pun patuh dengan berjalan kesofa yang berada diseberang Kyuhyun lalu duduk dengan patuh.
“melihat dari kejadian pagi tadi..”
“aku sudah siap melakukannya tuan” potong Eunso. ia harus mengatakannya dengan cepat sebelum keberaniannya menghilang.
Kyuhyun menaikkan alisnya menatap Eunso. “aku belum selesai bicara” ujar Kyuhyun dingin. Eunso mengatupkan bibirnya rapat, mungkin seharusnya dia tidak mengatakan apa-apa. Kyuhyun menggerakkan sudut bibirnya geli, melihat Eunso dengan wajahnya yang tegang serta gerakan badannya yang kaku dengan lantang mengatakan ia sudah siap membuat perutnya tergelitik ingin tersenyum.
Kyuhyun sedang berfikir untuk menunda memulai proses membuat bayi setelah melihat reaksi Eunso pagi tadi. Eunso mungkin benar, gadis itu harus mengenal dengan baik siapa namja yang akan memberikan benih dirahimnya. Karena itu Kyuhyun sudah menyuruh seseorang mencatat kebiasaan dan hobinya disebuah kertas hanya untuk ia berikan kepada gadis ini. Tapi melihat tekat diwajah Eunso, Kyuhyun pun terdiam.
“Eunso-ssi, kau yakin kau sudah siap?” Eunso menganggukkan kepalanya. “malam ini?” mengangguk lagi. “sekarang?” dan Eunso menganggukkan lagi kepalanya dengan wajah yang memerah. “aku cukup senang mendengarnya, tapi sebelum kita mulai aku ingin tahu siapa wanita dihadapanku ini”
“ne..?”
“aku hanya tahu namamu, Song Eunso, selain itu aku tidak tahu, kau lahir dimana, apa pekerjaanmu, apa kau memiliki saudara, aku ingin tahu” Kyuhyun tidak pernah berfikir ia ingin tahu tentang Eunso sebelum ini, baginya wanita dihadapannya ini adalah calon wanita yang akan mengandung anaknya, ia tidak perlu tahu masa lalu ataupun masa depan wanita ini, hanya saja ia ingin memuaskan rasa ingin tahunya.
“appa dan eomma meninggal karena kecelakaan, aku hidup hanya berdua saja dengan nenek, aku tidak punya adik ataupun kakak”
“pekerjaanmu?”
“dulunya seorang resepsionis”
“dulunya?”
“eeuhhmm.. aku dipecat tepat sehari sebelum aku mendatangimu” Eunso melirik kearah Kyuhyun hati-hati, haruskah ia menambahkan bahwa Kyuhyunlah yang sudah memecatnya?.
Kyuhyun menyandarkan punggungnya disandaran sofa, melipat kedua tanganya menatap Eunso intens, “apa tidak ada orang yang berharga dihidupmu? Seorang kekasih misalnya?”
Eunso menggelengkan kepalanya. “aku tidak punya kekasih”.
Kyuhyun menganggukkan kepalanya sekali. “baiklah, sudah cukup” Kyuhyun berdiri lalu berjalan menghampiri Eunso. Eunso menatap Kyuhyun dengan matanya yang melebar takut. Apa sudah waktunya?. “sekarang, sebaiknya kau…” Kyuhyun menarik tangan Eunso agar gadis itu berdiri dari sofa.
Eunso menelan salivanya pelan, jantungnya berdegup sangat kencang ketika pandangan matanya bertemu dnegan mata Kyuhyun, tatapan yang mematikan dan membuat kakinya luluh. Kyuhyun memamerkan smirknya kepada Eunso. “temani aku minum susu”
Eunso mengerjabkan matanya sekali, lalu dua kali. “ne..?”
“minum susu” jawab Kyuhyun lagi. “kajja..” tanganya yang memegang lengan Eunso menuntun gadis itu agar mengikutinya.
Eunso masih sedikit bingung, kenapa mereka minum susu? Bukankah seharusnya mereka memulai proses membuat bayi itu?. Meskipun Eunso bertanya-tanya, ia tetap mengikuti Kyuhyun dengan patuh menuju dapur, menemani namja itu minum susu seperti yang ia inginkan.
.
.
.
TBC..
Bertele-tele amat, mau begituan juga.. ckckckck.. :p

Fc Populer:

%d blogger menyukai ini: