MEMORIES PART 1

0
Memories ( Part 1 ) ff romance kyuhyun
Author : @KyuVie
Title : Memories ( Part 1 )
Genre : Romance, Hurt
Cast :
• Ahn Vee
• Cho Kyuhyun
Thank for Flying Nc Fanfiction, for Admin FNC. Especially, Handa Eonni.. thanks for you support Sister. For my sister Leen and Naomi, thank you so much.. to cover that you create for me. And not forget.. thanks to the readers.^^

TYPO IS A PIECE OF ART.^^
••••••••••••••••••••••••••••••••••••
Cinta adalah kehidupan, juga kematian..
Cinta adalah segalanya, ketika kita menghendakinya ada..
Cinta bagiku keutuhan memiliki secara seluruh..
Cinta merupakan hak, bukan sebuah kewajiban..
Cinta adalah sebentuk penawaran, Ia memiliki tempat..
Cinta bukan untuk di pertahankan, namun untuk di simpan…
{ Winter Romansa }
Musim dingin yang penuh dengan kehangatan. Darimu, Cho Kyuhyun. Namja dingin sehangat musim panas, seindah musim semi, semanis musim gugur. Dalam memori kecil yang aku miliki, aku menyimpan semuanya disana. Tentangmu, dihatiku…
Membayangkan kehidupan seperti apa yang dijalaninnya adalah sebuah luka. Ahn Vee adalah gadis remaja berusia dua puluh tahun yang hidup seorang diri sejak usianya sembilan tahun. Tidak memiliki orang tua sejak lahir bukanlah keinginannya. Menjadi serpihan daun-daun kecil yang terinjak bukan sama sekali pilihannya. Tapi mencintai dan di cintai namja itu adalah takdirnya.
Cho Kyuhyun adalah pria yang menurutnya di kirim oleh Tuhan. Pria berwajah dingin yang memiliki tangan hangat saat menyentuh kulitnya yang dingin. Saat orang-orang memandangnya sebelah mata, Cho Kyuhyun adalah pria yang memandangnya dengan penuh cinta.
Ingatan saat pertama kali bertemu pria itu adalah hari besar di mana Tuhan memulai keajaiban pertama untuknya. Ingatan keduanya saat pria itu mengatakan ‘Aku mencintaimu’ adalah keajaiban berikutnya. Begitu seterusnya, Cho Kyuhyun, dialah keajaiban yang Tuhan kirim untuknya.
“Aku sudah melihatmu melamun lebih dari lima menit.”
Ahn Vee hanya tersenyum memandang pria yang berada lima langkah di depannya. Pria yang baru saja berbicara. Dibawah lampu kecil jalanan, disamping tiang listrik yang terhubung satu sama lain dengan tiang-tiang lainnya. Cahaya redup di atas kepalanya tak sedikitpun menghilangkan ketampanan pria itu.
“Apa sekarang kau memiliki perkerjaan baru lagi?” Cho Kyuhyun mungkin sedang mencoba menekan suaranya agar terdengar menakutkan, tapi nyatanya dia gagal dan justru membuat Ahn Vee terkikik menertawai dirinya. “Apa aku terlihat sedang bercanda.”
Gadis itu menggeleng tanpa benar-benar menghilangkan tawa di bibir kecilnya, melangkah mendekati Kyuhyun yang sepertinya tidak berniat untuk bergerak. “Kau sudah pulang?”
“Jadi apa menurutmu yang kau lihat sekarang ini hantu?”
Ahn Vee kembali terkikik mendapatkan pria di depannya meranjuk. Sama sekali bukan Kyuhyun yang Ahn Vee kenal pertama kali. Jika dulu Kyuhyun adalah seorang pria dingin dan perhitungan dalam hal membuka mulutnya, sekarang Kyuhyun menjadi sedikit lebih cerewet. Terlebih saat menangani gadis ini, kekasihnya.
“Di luar dingin.”
Meskipun hampir memasuki musim semi, titik-titik salju masih nampak jatuh memenuhi kota. Tak aneh jika rasa dingin masih terasa meskipun sudah hampir memasuki akhir bulan febuari.
Kyuhyun menunjukan respon yang cepat dengan menarik tangan yeoja itu. Membawanya naik memasuki rumah atap kontrakan Ahn Vee. Tempat kecil yang hanya memiliki satu petak untuk menjadi tempatnya beristirahat. Kyuhyun bahkan membuatnya semakin terlihat sempit dengan meletakan sebuah piano di ruangan itu.
“Kau pergi ke pantai?”
“Hm.”
Kyuhyun menuntun Ahn Vee membawanya duduk di pinggiran ranjang. Setelah membuka sepatu gadis itu, Kyuhyun beranjak dari sana dan kembali dengan membawa sebuah baskom yang isinya di penuhi air hangat. Menarik kaki gadis itu masuk ke dalam baskom, tangan Kyuhyun bergerak lembut mengusap kaki gadis itu, membersihkannya.
“Kau akan sakit, ini musim dingin.”
“Aku menyukai musim dingin.”
Rasanya percuma saja bicara dengan gadis ini. Sejak mengenal Kyuhyun, yeoja ini tahu caranya mempertahankan keinginannya dengan sangat baik. Sama halnya saat Kyuhyun memaksa dirinya. Ahn Vee adalah yeoja yang belajar banyak pada kepribadian Kyuhyun dengan cepat. Terutama dalam hal mendebat pria itu sendiri.
“Apa tidak apa-apa kau ke sini? Ayahmu pasti akan sangat marah.”
“Aku harap dia tidak tahu jika anaknya mengendap keluar diam-diam.”
Kalimat itu sukses membuat Ahn Vee menarik simpul bibirnya. Kyuhyun selesai membersihkan kaki yeoja itu dan membuatnya terasa lebih hangat. Tanpa di suruh, Ahn Vee melesat naik ke atas tempat tidur setelah mengecup pipi Kyuhyun sebagai ucapan terima kasihnya.
Pagi hari dia harus kuliah, sepulang kuliah dia harus bekerja sebagai seorang pelayan di sebuah cafe. Ahn Vee bahkan menambahkan rasa lelahnya dengan pergi ke pantai sebelum dia benar-benar pulang.
“Kau tidak pulang?”
“Kau mengusirku?”
Ahn Vee hanya mendengus tanpa berniat membalas hujatan namja yang sekarang sudah terbaring di sampingnya, dengan tangan yang juga sudah memeluk tubuh Ahn Vee.
“Kau tidak merindukanku?”
“Sepertinya tidak.”
Lontaran cepat yang di berikan Ahn Vee nyatanya sukses membuat Kyuhyun tersenyum tanpa membuka matanya yang tertutup. Menikmati wangi tubuh wanitanya bahkan lebih penting di bandingkan memberi protes. “Jika begitu seharusnya aku tidak ke sini.”
“Memangnya ada yang menyuruhmu ke sini?”
Kalimat itu menarik mata pria itu terbuka. Melihat Ahn Vee dengan jarak yang begitu dekat adalah kesukaannya. Saat tersenyum bahkan saat wajah itu tak menunjukan ekspresi apapun. Kyuhyun menyukainya, menyukai segala hal tentang yeoja itu. Sama seperti saat ini, saat Ahn Vee tak menunjukan reaksi apapun atas lontaran kalimatnya, apalagi bersalah. “Baiklah, aku akan pulang.”
Tangan Ahn Vee bergerak lebih cepat sebelum Kyuhyun benar-benar beranjak dari sana. Mendekap namja itu dengan sangat kuat, menahannya agar tidak pergi sama seperti dirinya yang menahan untuk tidak menertawakan sifat kekanak-kanakan namja itu. “Coba saja jika kau berani?”
“Kau sendiri yang mengusirku.”
Keduanya tersenyum sebelum akhirnya melembur membagi kehangatan lewat dekapan tubuh masing-masing. Cara seperti itulah yang mereka lakukan untuk melepas rindu setelah tiga hari keduanya tidak bertemu satu sama lain. Menjadi seorang pewaris tunggal perusahaan besar korea membuat pria ini harus selalu berpergian meninggalkan Ahn Vee.
Dia adalah Cho Kyuhyun, namja yang berhasil menyelesaikan kuliahnya di usia dua puluh tahun, berhasil menduduki posisi seorang direktur perusahaan saat usianya yang sekarang baru menginjak dua puluh satu tahun. Membayangkan bagaimana kemampuan otaknya bekerja benar-benar sangat mengerikan.
Lalu bagaimana bisa dia mengenal pria ini? Tanyakan pada Tuhan, karena DIA-lah yang menentukan takdirnya.
“Apa saja yang kau lakukan tiga hari tanpaku?”
“Kuliah, bekerja, lalu__”
“Lalu?” Kyuhyun menghentikan gerakan tangannya mengusup kepala gadis itu. Ahn Vee yang mengantung kalimatnya berhasil membuat Kyuhyun menatap dirinya sedikit lebih tajam. “Apa?”
“Melirik pria tampan yang datang berkunjung ke cafe.”
Tidak seperti dugaan, mendengar itu Kyuhyun bukannya kesal apalagi berteriak memarahi yeoja itu. Dia justru tersenyum yang membuat Ahn Vee mencubit pipinya.
“Kali ini aku serius.”
“Jika begitu lakukan lagi.”
Dengan sekali gerakan, Ahn Vee berhasil membuat tubuhnya berada di atas tubuh pria itu. Kedua tangannya bertumpu di atas dada Kyuhyun, berbeda dengan pria itu yang sepertinya mencoba untuk terlihat tidak peduli. Kyuhyun bahkan lebih membiarkan tanganya menjadi bantal untuk kepalanya sendiri dari pada memeluk tubuh kekasihnya.
“Sekarang aku mulai mencurigaimu.”
“Apa?”
Kyuhyun menautkan satu alisnya berpura-pura tidak mengerti meskipun sebenarnya dia sangat mengerti. wajah gadis itu benar-benar terlihat menggemaskan saat sedang menahan kesal. Dan Kyuhyun biasanya akan melakukan cara apapun untuk bisa melihat ekspresi wajah itu.
“Kau pasti menemukan gadis lain saat di jepang?”
“Aku banyak menemui gadis disana.”
“Yak!”
Melihat reaksi itu membuatnya tidak bisa bertahan lebih lama untuk menggoda yeoja itu. Reaksi Ahn Vee terlalu cepat memancing Kyuhyun untuk gagal bertahan. Gerakan cepatnya yang hampir tak terduga berhasil membuat posisinya berubah. Kyuhyun persis di atas tubuh yeoja itu sekarang. “Aku benar-benar ingin memakanmu.”
Tanpa membiarkan Ahn Vee membuka mulutnya. Kyuhyun bergerak cepat menahan bibir mungil gadis itu, memberinya satu lumatan singkat sebelum Kyuhyun melepaskannya. Menatap lagi wajah yeoja yang selalu dirindukannya meskipun hanya terpisah dalam kurun waktu yang begitu singkat.
“Bogoshipo.”
Tatapan dan suara lembut pria itu membuat Ahn Vee tidak bisa menahan dirinya untuk tidak bergerak menjangkau bibir kekasihnya. Ahn Vee mengecup singkat bibir Kyuhyun berkali-kali dengan gemas yang berhasil menghasilkan kekehan dari keduannya.
Kyuhyun yang memang tidak pernah bisa bertahan akhirnya meraup bibir itu lebih dalam. Menelusuri garis bibir yeoja itu dengan lembut dan segala luapan rindunya. Ciuman yang di mulai dengan lembut dan manis itu berlahan berubah kasar. Tangan yang awalnya berada di kedua sisi wajah itu beranjak turun menjelajahi setiap inti tubuh kekasihnya. Ahn Vee bahkan tidak menahan desahannya saat bibir pria itu bergerak turun menyentuh lehernya.
Kyuhyun menarik nafasnya pendek-pendek dan mengenduskannya berlahan, mengecup bagian itu berulang kali yang di respon cepat oleh tangan Ahn Vee di atas permukaan rambutnya. Gerakannya yang terlalu lambat membuat yeoja itu geram dan kembali menarik bibir Kyuhyun agar menyatu dengan bibirnya. Mereka kembali dalam pergulatan panas hanya dengan lewat sebuah ciuman.
Nafas keduanya putus-putus saat bibir mereka terpisah. Kyuhyun tanpa menjauhkan wajahnya tersenyum menatap wajah yeoja di bawahanya. Mata Ahn Vee masih tertutup, nafas yeoja itu benar-benar berantakan menerpa kulit wajah Kyuhyun. “Saranghae.”
Bisikin kecil tepat di depan wajahnya mengundang Ahn Vee untuk membuka matanya. Pria di depannya tersenyum sebelum dia mendaratkan bibirnya di dahi Ahn Vee, sedikit lebih turun menyentuh hidungnya, bergerak sedikit ke sisi wajahnya menyentuh pipi yeoja itu hingga berakhir di daun telinga yeoja itu. Kyuhyun meniup-niup kecil benda itu dengan nafas hangatnya sebelum akhinya benar-benar menyentuhnya dengan bibir.
“Hyun~ah..”
Namja itu kembali setelah memberi satu gigitan kecil di telinga kekasihnya. Kyuhyun kembali menatap wajah Ahn Vee, yeoja yang saat ini melihat dirinya. “Mianhae, sepertinya aku akan bermain kasar malam ini.”
Setelah kalimat itu bibir keduanya kembali menyatu. Kyuhyun bahkan menyerangnya dengan sangat tidak sabaran yang membuat Ahn Vee sedikit kewalahan. Gerakan Kyuhyun yang semakin tidak sabaran membuat Ahn Vee bisa merasakan panas di tubunnya meluap. Bernafaspun rasanya tidak bisa ia lakukan dengan sesuka hatinya. Pada akhirnya, Cho Kyuhyun akan selalu berhasil mengusai dirinya.
******
Ahn Vee tidak berniat bangun lebih pagi karena hari ini dia tidak memiliki jadwal kuliah, tapi suara dering dan getaran ponsel milik Kyuhyun itu berhasil membuatnya kesal. Dia berusaha mengabaikan benda itu sama halnya dengan Kyuhyun, pria yang masih terlelap dalam tidurnya. Tapi Ahn Vee tidak bisa sama sekali, suara itu benar-benar mengganggu telinganya. Benda itu tidak mau berhenti berdering.
Karena kesal Ahn Vee akhirnya meraih benda itu di atas nakas samping tempat tidur. Dengan sendirinya matanya terbuka lebar, menemukan siapa yang melakukan panggilan pada ponsel Kyuhyun membuat Ahn Vee tiba-tiba saja panik. Padahal itu hanya sebuah panggilan dari pelayan sekaligus asisten pribadi Kyuhyun. Mengingat pria itu melakukan panggilan di pagi buta, pastinya itu bukan panggilan biasa.
“Hyun~ah, irona.”
Pria itu sama sekali tidak terlihat berniat untuk membuka matanya. Melihat gerakan Kyuhyun yang semakin erat memeluk Ahn Vee menjadi salah satu bukti jika Kyuhyun belum ingin bangun.
“Irona, palli.”
Kyuhyun kembali tak memberi respon kecuali hanya gumaan kecil yang terdengar malas keluar dari bibirnya. Gerakan Ahn Vee yang terus menguncang lengannya itu membuat Kyuhyun geram dan membalikan tubuhnya membelakangi yeoja itu.
“Pelayan Han menghubungimu.”
“Biarkan saja.”
“Tidak bisa seperti itu.”
Mendengar suara ocehan Ahn Vee yang tidak mau berhenti membuat Kyuhyun terpaksa membuka matanya. Yang di lihatnya pertama kali adalah senyuman tanpa dosa milik kekasihnya. Tangan Ahn Vee terulur mencoba memberikan ponsel milik Kyuhyun yang tadi sempat berhenti kini kembali berdering.
“Ini, angkatlah.”
Setelah menerima ciuman singkat dari Ahn Vee tepat di bibirnya, setengah hati Kyuhyun menerima benda itu. Setidaknya ciuman yang di lakukan kekasihnya itu berhasil membuat mood kesalnya berubah.
“Wae?”
‘Eodi?’
“Menurutmu?”
‘Cepatlah kembali sebelum nyonya dan tuan tidak menemukanmu di rumah.’
“Katakan saja pada mereka aku tidur di hotel.”
‘Lalu bagaimana dengan rapat?’
“Akan aku pastikan tiba di sana sebelum rapat di mulai.”
Tanpa menunggu jawaban pria itu, Kyuhyun sudah lebih dulu menekan tombol merah untuk mengakhiri panggilan. Dia sudah tidak menemukan keberadaan Ahn Vee di sampingnya, mendengar kran air dari kamar mandi menyala membuat Kyuhyun yakin, jika yeoja itu sedang menyelesaikan mandinya.
Cinta bagiku sebuah penerimaan dan penolakan..
Cinta adalah rasa yang membingungkan..
Cinta membuatku selalu berada di persimpangan..
Cinta menuntunku kepengasingan..
Cinta tak ubahnya sebuah tawaran..
Cinta bisa membunuh semua mimpi tanpa teriakan..
Cinta adalah hujan yang turunnya kadang tak terkirakan..
Cinta adalah sebentuk harapan, penantian sekaligus penyiksaan…
{ Winter Romansa }
Kyuhyun baginya seperti malaikat. Pria pertama yang mengulurkan tangannya untuk dia genggam, pria pertama yang mengajaknya masuk ke pintu dimana kebahagian itu berada. Tempat yang bahkan tidak bisa Ahn Vee singgahi lebih lama. Menemukan jalan keluar untuk bisa pergi dari dekapan pria itu adalah tujuannya.
Cho Kyuhyun, pria yang di demensi manapun tidak akan pernah bisa menjadi miliknya.
Pria itu melambaikan tangannya ke arah Ahn Vee. Setelah melewati sarapan pagi bersama, Kyuhyun akhirnya pamit untuk pergi ke kantornya. Wajah itu di penuhi senyuman yang lambat laur tenggelam oleh jarak. Melihat Kyuhyun berjalan semakin jauh membuatnya sadar. Sudah saatnya dia mengucapkan selamat tinggal.
Ahn Vee tidak tahu dengan apa yang di rasakan tubuhnya saat ini. Seharian ini tubuhnya benar-benar sangat rewel. Semuanya terus saja berputar, bagian dari penglihatannya mengabur. Ahn Vee bahkan tidak bisa merasakan keberadaan tulang di dalam tubuhnya sendiri. Rasanya begitu lemas, Ahn Vee bahkan seperti tidak memiliki kekuatan hanya untuk menopang tubuhnya.
Apa yang salah? Dia tidak melewatkan jam makannya hingga sampai siang tadi. Ahn Vee selalu makan dengan baik dan teratur. Baginya, kesahatan adalah yang terpenting.
“Kau tidak apa-apa?”
“Eo, gweancahana.”
Melihat gerakan Ahn Vee yang berjalan limbung membuat Ah Ri sadar jika temannya itu tidak dalam keadaan baik. Terlebih melihat wajah pucat gadis itu. Ahn Vee bahkan terus saja mengeluarkan isi perutnya sejak siang tadi.
“Sepertinya kau sakit, kajja kita ke Dokter.”
“Tidak, aku baik-baik saja Ah Ri~ah.”
Ahn Vee mencoba menolak dengan lembut ajakan yeoja itu. Bagaimanapun, Ahn Vee bukanlah tipekal yeoja yang suka merepotkan orang lain. Sekalipun itu Ah Ri, yeoja yang sudah di anggapnya seperti seorang sahabat. Jika dia harus pergi ke dokter, maka Ahn Vee akan pergi ke sana sendiri tanpa merepotkan orang lain.
Ahn Vee pikir kepalanya benar-benar bermasalah. Matanya bahkan sudah tidak bisa menangkap apapun dengan baik. Hati-hati dia mengerakan kakinya agar tidak menabrak apapun di dalam cafe, tapi semuanya menjadi gelap saat Ahn Vee benar-benar menabrak sesuatu. Tidak ada lagi yang bisa dia lihat kecuali teriakan Ah Ri yang samar-samar masih bisa di tangkap telinganya sampai akhirnya benar-benar menghilang.
Bukan hanya satu dua orang, Kyuhyun sudah menabrak lebih dari sepuluh orang selama dia berlari menyusuri rumah sakit. Saat mendengar Ahn Vee di larikan ke rumah sakit, Kyuhyun buru-buru meninggalkan kantor dan pekerjaannya begitu saja. Tanpa mempedulikan bagaimana kerasnya sekretaris pribadinya meneriaki dirinya untuk kembali duduk di kursinya.
Kyuhyun mendorong cepat pintu kamar bercat putih itu. Nafasnya tercekat dan sama sekali tidak teratur. Dia menemukan keberadaan yeoja itu terbaring di ranjang rumah sakit dalam keadaan sadar. Seorang Dokter sedang menanganinya. Mereka semua menoleh kearah Kyuhyun yang secara tidak langsung berhasil membuat keributan.
“Hyun~ah.”
“Gweanchana?” Kyuhyun berjalan masuk tanpa mempedulikan tatapan orang-orang di dalam sana ke arahnya. Menghampiri ranjang dimana Ahn Vee membaringkan tubuhnya. Buru-buru dia mendekap yoeja itu. Ketakutannya benar-benar berlebihan. “Apa yang terjadi?”
“Anda suaminya?”
Mendengar suara itu membuatnya sadar, mereka tidak hanya berdua. Seorang Dokter wanita dan beberapa perawat di dalam ruangan yang sama itu menatap Kyuhyun penuh selidik.
“Apa yang terjadi dengannya?” Bukannya menjawab, Kyuhyun malah ikut melempar pertanyaan pada Dokter di depannya.
“Tidak apa-apa, istri anda hanya sedikit shock saja. Dia hanya mengalami sedikit masalah yang umum pada tubuhnya. Mual dan pusing adalah hal yang wajar untuk ibu hamil.”
“Hamil?”
“Benar, istri anda sedang mengandung empat minggu.”
Tidak hanya Kyuhyun, Ahn Vee yang memang baru saja sadar saat Kyuhyun masuk ikut terkejut mendengar berita itu. Tubuhnya bahkan menegang hebat dengan tiba-tiba. Dengan kesadaran yang melayang-layang, dia mencoba untuk bangun dan duduk. Tangannya bergerak di atas perutnya sendiri. Dia hamil, dan Ahn Vee tidak menyadarinya sama sekali.
“Tidak, Dokter pasti salah.” Air matanya jatuh tanpa dia minta. Bukan tidak bahagia, hanya saja waktu dan caranya yang salah. Dia hamil disaat yang tidak tepat. Saat dirinya akan memutuskan pergi dari pria itu. “Coba periksa sekali lagi.”
“Kami sudah memastikanya, dan anda benar-benar hamil.”
“Baiklah, terima kasih Dokter.” Berbeda dengan Ahn Vee, Kyuhyun mencoba terlihat lebih tenang. Setidaknya jika Ahn Vee ingin menangis, mereka membutuhkan orang-orang itu untuk pergi.
Setelah membiarkan Dokter dan perawat pergi meninggalkan ruangan rawat Ahn Vee, Kyuhyun duduk di samping ranjang, meraih tangan yeoja itu. “Vee~ya.”
“Kyuhyun ini salah, ini tidak boleh terjadi.” Ahn Vee bahkan tidak bisa menyembunyikan guncangan hatinya. Berita ini benar-benar terdengar buruk baginya. Ahn Vee tidak bisa menerimanya. Bukan, tapi dia tidak sanggup. “Jebal, katakan padaku, ini tidak benar Kyuhyun.”
“Ahn Vee~ya, kumohon tenanglah.”
Bagaimana dia bisa tenang. Memikirkan apa yang akan terjadi pada dirinya dan pria itu membuat Ahn Vee begitu ketakutan. Seharusnya sejak awal dia tidak memulainya bersama pria ini. Ahn Vee bahkan sadar betul bagaimana keluarga Kyuhyun membenci dirinya dan juga hubungan mereka.
“Kita harus mengugurkannya bukan?” Ahn Vee mengucapkan kalimat biadap itu dengan sangat pelan. Air matanya bahkan sama sekali tidak berhenti keluar. Atau dirinya saja yang harus mati.
“Berhenti bicara omong kosong Ahn Vee~ah, aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi. Bayi itu anak kita, dan kita harus merawatnya.”
“Kyuhyun kau bahkan sangat tahu, itu tidak mungkin.”
Ahn Vee bahkan tidak tahu harus menjelaskan seperti apa pada pria itu. Dia hanya bisa menangis, menangisi kebodohannya sendiri dalam pelukan Kyuhyun saat ini. Bukan kebodohan karena mencintai pria ini, tapi kebohannya masuk dalam kehidupan pria ini.
Sudah berapa kali orang tua namja ini mengingatkan dirinya untuk menjauh, tapi Ahn Vee dan Kyuhyun seperti menutup mata dan telinga. Mereka selalu melakukan cara apapun untuk bisa selalu bersama. Bahkan bertemu dengan cara diam-diam.
‘Kau hanyalah gadis murahan tanpa asal usul yang jelas. Jauhi Kyuhyun.’
Kalimat seperti itu yang sering di dengarnya dari mulut ayah dan ibu Kyuhyun saat menemuinya. Memberi peringatan dan gertakan langsung pada Ahn Vee.
“Kita pasti bisa melewatinya, jangan berpikir untuk melarikan diri dariku.” Kyuhyun mengucapkan semuanya dengan sangat lembut, berharap gadis dalam pelukannya tenang dan berhenti menangis. “Kau percaya padaku?”
Ahn Vee hanya diam untuk beberapa saat sebelum akhirnya mengangguk. Usia Kyuhyun yang hanya terpaut satu tahun darinya itu terlalu dewasa untuk menanggapi situasi ini. Mereka bahkan masih terlalu muda untuk memiliki seorang bayi. Bagaimana bisa Kyuhyun berpikir untuk menjaga dan merawatnya.
Tanpa diketahui Kyuhyun air matanya kembali jatuh. Ahn Vee mengulurkan tangannya, ikut membalas pelukan namja itu. “Aku mencintaimu.”
*****
Entah apa yang Kyuhyun pikirkan saat ini. Namja itu gila dan jauh dari akal sehat. Ahn Vee bahkan tidak yakin dengan rencana namja itu yang membawanya pergi ke rumah besar keluarga Kyuhyun pagi ini. Memberitahu pada kedua orang tua Kyuhyun mengenai apa yang terjadi adalah tindakan yang paling gila.
Bagaimana caranya nanti menghadapi orang-orang itu. Ayah Kyuhyun dan juga ibunya adalah hal yang paling membuatnya ketakutan. Cara mereka menatap Ahn Vee selalu di penuhi kobaran api yang membuatnya menciut yang lambat laur merubahnya menjadi serpihan debu.
“Hyun~ah.” Ahn Vee menahan pergelangan tangan pria itu saat menariknya memasuki ruang tamu. “Aku rasa ini tidak benar.”
“Kau harus percaya padaku.”
Kyuhyun tersenyum mencoba menenangkan yeoja itu. Bukan pertama kalinya Ahn Vee menahan Kyuhyun sejak pria itu memutuskan membawanya pergi ke rumah ini saat pulang dari rumah sakit.
Dengan lembut, pria itu kembali menarik Ahn Vee. Puluhan pelayan membungkuk hormat mendapatkan kedatangan tuan muda mereka. Beberapa dari sana bahkan tak menyembunyikan keterkejutannya karena Kyuhyun membawa seorang gadis pulang ke rumah. Terlebih gadis yang penampilannya seperti Ahn Vee. Yeoja itu terlalu sederhana untuk di bawa masuk ke dalam lingkungan keluarga ini.
Tiba di ruang tengah, Kyuhyun menemukan keberadaan orang tuanya duduk di sofa besar dengan segelas teh di tangan masing-masing. Melihat kehadiran Kyuhyun disana membuat ibu dari namja itu tersenyum. Tidak bertahan lama senyuman itu menghilang, matanya yang menangkap keberadaan Ahn Vee disamping Kyuhyun membuatnya kehilangan selera untuk menarik lengkungan bibirnya.
“Apa yang sedang kau lakukan sekarang Cho Kyuhyun?”
Ayah dari pria itu bahkan tak menyembunyikan rasa tidak sukanya. Suara kerasnya yang penuh dengan tekanan itu sukses membuat ruangan ber-ac itu tiba-tiba panas. “Kau membawa sampah ke rumahku.”
“Dia yeoja yang aku cintai, bukan sampah.”
“Hyun~ah.” Hanna, ibu Kyuhyun hanya bisa memanggil nama anak itu, berharap putranya sadar jika yang di lakukannya sekarang adalah sebuah kesalahan. Kyuhyun hanya akan membuat masalahnya semakin rumit dengan membawa yeoja itu kehadapan orang tuanya.
“Bawa dia keluar.”
“Tidak sebelum kalian memberi kami restu.”
“Restu? untuk apa?” Hanna kembali membuka mulutnya. Meskipun wajah angkuh wanita itu tidak menghilang, tapi Hanna tidak bisa membohongin isi pikirannya yang tiba-tiba mendadak gelisah.
“Menikah, kami akan menikah.”
“Anak ini benar-benar kehilangan akal sehat!!”
Ahn Vee yang sejak tadi hanya diam disamping pria itu refleks menutup matanya. Terikan ayah Kyuhyun berhasil membuat tubuhnya bergetar ketakutan. Genggamannya pada tangan Kyuhyun semakin kuat yang membuat Kyuhyun menoleh ke arahnya. Pria itu tersenyum berharap Ahn Vee sedikit lebih tenang.
Seharusnya Ahn Vee sudah memprediksikan jika hal ini lah yang akan terjadi. Sebuah restu dari orang tua Kyuhyun itu adalah mustahil. Dan seharusnya, Kyuhyun juga mengetahui hal itu.
“Hyun~ah, sadarlah.”
“Aku bahkan sangat sadar eomma.”
“Tutup mulutmu Cho Kyuhyun!!”
“Dia mengandung anakku.”
“Mwo?”
Satu kalimat Kyuhyun berhasil membuat semuanya diam. Di luar dugaan, kalimat itulah yang justru membuat Ayah Kyuhyun semakin menunjukan taringnya. Kemarahannya meluap setelah beberapa detik terdiam. Pria paruh baya itu bahkan bertidak di luar perkiraan Kyuhyun.
“Bawa Kyuhyun ke kamarnya.”
Tanpa di perintah dua kali, para pengawal yang memang sejak tadi standby di sana menyeret Kyuhyun dengan paksa. Hal itu berhasil membuat genggaman tangannya pada Ahn Vee terlepas.
Meskipun lahir dari keluarga terpandang dan memiliki segala hal termasuk beberapa pengawal untuk menjaganya. Bukan berarti Kyuhyun adalah seorang pria lemah yang tidak tahu caranya membela diri. Kyuhyun nyatanya berhasil melepaskan diri dari jeratan para pengawal itu dengan kemampuannya sendiri.
“Aku akan tetap menikahinya.”
“Apa yang kalian lakukan?! seret dia ke kamarnya!!” Perintah pria itu langsung kembali di patuhi. Para pengawal kembali berhasil menjerat Kyuhyun, tapi tidak dengan menyeret tubuh Kyuhyun ke kamarnya. Pria itu bertahan dengan sangat baik pada poisisinya berdiri. “Pukul dia.”
Pria paruh baya itu tahu betul bagaimana caranya menghentikan pemberontakan anaknya sendiri. Setidaknya para pengawal tahu, dimana saja dia harus melakukan pukulan itu pada tubuh tuan mudanya tanpa harus benar-benar melukai namja itu. “Dan kau, apa yang kau lakukan disana, pergi dari rumah ini!!”
“Appa!!”
Ahn Vee yang melihat semua kejadian itu hanya bisa menangis. Yeoja itu tidak bisa melakukan apapun bahkan hanya untuk mengerakan jari-jari tangannya. Melihat Kyuhyun di tarik-tarik seperti itu lalu dipukuli membuatnya mati rasa. Pemandangan itu terlalu menakutkan.
Sadarlah, semua ini karena kesalahannu. Kau hanya membuatnya semakin sulit. Sejak awal, seharusnya kau tidak memulainya. Kau bahkan tahu, jika hubungamu dengan pria itu tidak akan pernah berhasil. Kau dan Kyuhyun memiliki dunia yang berbeda.
“Apa yang kau lakukan?”
“Mianhae.” Ahn Vee berguma lirih di sela air matanya. Pandangannya tidak lepas sama sekali dari pria itu. Pria yang di cintainya, pria yang selalu berkorban banyak untuk bisa melindunginya. Sedangakan Ahn Vee, dia hanya memberikan pria itu rasa sakit. “Aku akan pergi, jebal berhenti menyakitinya.”
“Vee~ya.” Suaranya benar-benar terdengar menyakitkan. Sesuatu yang bahkan hampir tidak pernah dilihatnya kini terlihat jelas disana. Pria itu menangis. Kepalanya menggeleng seolah memberitahu Ahn Vee untuk tidak melakukan hal tersebut.
“Mianhae, Hyun~ah.”
Ahn Vee mencoba bergerak dan berhasil membuat tubuhnya berbalik membelakangi Kyuhyun. Nyatanya kaki itu masih terasa begitu sulit untuk melangkah. Dia tidak mau pergi, Ahn Vee tidak mau meninggalkan Kyuhyun.
“Tunggu, kau melupakan sesuatu.”
Ahn Vee berhenti tanpa membalikan tubuhnya, yeoja itu hanya diam tanpa begerak. Pikirannya melayang-layang meratapi hidupnya dan hubungannya dengan pria itu yang harus berakhir menyakitkan seperti ini. Lalu lembaran uang yang jatuh di atas kepalanya itu membuatnya sadar. Tidak seharusnya dia bermimpi jika akhirnya dia harus terluka dan terinjak. Sama seperti dedaunan di musim gugur.
“Sepertinya itu cukup untuk menggugurkan bayi yang ada di dalam perutmu.”
“Appa!!”
Ahn Vee menggigit kuat bibirnya sama seperti dia mengepalkan tangannya, mencoba untuk terlihat kuat meskipun getaran tubuhnya tidak bisa membohongi orang-orang disana. Akhirnya dia tahu perasaan seperti apa yang dirasakan Kyuhyun saat dirinya mengatakan hal serupa seperti yang dikatakan ayah pria itu. Bagaimana bisa kau berpikir untuk menggugurkan bayimu sendiri. Terkutuk siapapun yang mengucapkan hal sekeji itu.
Baiklah, ini sudah cukup, tidak seharusnya dia berada disini, bahkan tidak seharusnya dia datang ke tempat ini. Kau hanya akan melukai dirimu sendiri dan juga pria yang kau cintai. Pergilah dan jangan pernah menoleh lagi.
******
Setiap hari hampir selama tujuh bulan Kyuhyun datang ke tempat yang sama. Rumah atap Ahn Vee. Dan untuk kesekian kalinya dia tidak menemukan yeoja itu disana. Isi rumah memang masih utuh, hanya saja pakaian Ahn Vee sudah tidak lagi berada pada lemari pakaiannya sejak hari pertamanya datang ke rumah ini setelah insiden di rumah besar keluarganya. Kyuhyun pastikan, Ahn Vee pergi meninggalkan rumah atapnya sejak hari itu juga. Karena satu hari setelah kejadian itu, Kyuhyun sudah tidak menemukan Ahn Vee di rumah atapnya.
Seharusnya sejak awal Kyuhyun tidak membawa Ahn Vee ke rumahnya, seharusnya hari itu dia bisa melawan ayah-nya dan melepaskan diri dari kurungan rumah itu. Tidak seharusnya dia membiarkan gadis itu pergi begitu saja, seorang diri tanpa Kyuhyun. Membuatnya menangis dan pergi meninggalkannya. Membawa juga calon bayi mereka.
Bagaimana bisa dia pergi tanpaku. Kyuhyun tidak hanya merutuk dirinya sendiri, dia juga ikut meruntuk Ahn Vee karena membuat dirinya harus terlihat tidak berguna seperti sekarang. Membuat Kyuhyun gila karena terus mencari yeoja itu yang tujuannya saja tidak Kyuhyun ketahui.
Sejak mengenal yeoja itu delapan tahun yang lalu, Ahn Vee adalah gadis kecil yang hidup seorang diri tanpa orang tua. Tidak ada satupun keluarga yang dimiliki gadis itu, kecuali Ah Ri yang di anggapnya seperti sahabat sejak yeoja itu memasuki high school. Kyuhyun tak menemukan gadis itu di tempat Ah Ri, dia benar-benar pergi tanpa menghilangkan jejak sedikitpun untuk Kyuhyun ikuti.
“Jangan hanya karena kau menghilang sekarang, aku akan menyerah.”
Sampai kapanpun, Kyuhyun tidak akan berhenti. Dia akan terus mencari dimanapun keberadaan yeoja itu, ke ujung dunia sekalipun, Kyuhyun akan mencarinya.
Setiap hari datang ke rumah ini hanya untuk memastikan jika gadis itu kembali membuatnya benar-benar terlihat seperti orang gila. Membayangkan Ahn Vee duduk di atas kursi kecil di depan piononya adalah halusinasi terbodohnya, memainkan benda itu untuk di pertunjukan pada Kyuhyun, bernyanyi dan tersenyum ke arahnya. Membuatkan lagi makanan untuk Kyuhyun, bermain kartu hingga pagi hari. Menemani Kyuhyun bermain gitar hanya untuk menciptakan satu lagu untuk dirinya.
Semua bayangan itu benar-benar menguras perasaanya. Bayangan delapan tahun bersama gadis itu menghilang seperti debu yang tertiup angin tanpa sisa.
******
Untuk kesekian kalinya Ahn Vee membalikan lagi kotak susu di tangannya. Membaca lagi sederet tulisan manfaat susu itu untuk kandungannya. Sudah hampir menginjak usia delapan bulan bayi itu berada di dalam perutnya.
Nyatanya hidup seorang diri dan jauh dari pria itu masih bisa membuatnya bertahan meskipun sulit. Ahn Vee melalui banyak hari beratnya tanpa kehadiran siapapun disisinya. Kyuhyun yang biasanya selalu ada kini hanya menjadi kenangan manis yang akan Ahn Vee simpan dalam ingatannya. Setidaknya dia membawa kenangan itu bersama bayi ini, Ahn Vee mendapatkan hadiah terbaik dari Kyuhyun untuk di bawanya pergi.
Lagi pula apa yang kau pikirkan tentang hidup seorang diri? kau bahkan mengalaminya sejak kecil. Ahn Vee adalah yeoja yang hidup seorang diri sejak kematian neneknya saat dia berusia sembilan tahun. Melewati masa-masa sulit itu sendiri demi bertahan hidup. Dia bahkan harus bekerja untuk bisa mendapatkan sesuap nasi untuk dirinya sendiri. Menjual kue dan bunga di pinggir jalan di lakukan olehnya hanya untuk mendapatkan sedikit uang.
Beruntung Ahn Vee adalah seorang gadis yang pintar. Dia tidak perlu mengeluarkan uang untuk biaya sekolahnya lagi sejak memasuki junior high school hingga memasuki universitas. Ahn Vee selalu mendapatkan biayasiswa karena kemampuan otaknya. Dan sekarang, lihatlah dia berhasil merusak masa depannya sendiri. Ahn Vee harus berhenti kuliah yang sudah mencapai semester tujuh demi bayi dalam kandungannya.
Setelah yakin dengan jenis susu yang di belinya, Ahn Vee bergeges pergi ke kasir untuk membayar. Memasuki bulan september udara benar-benar bersahabat. Dedaunan dengan warna kuning ke-emasan memenuhi kota siap untuk berguguran menyentuh bumi.
Ahn Vee harap mereka tidak akan terinjak. Tetaplah menjadi indah seperti saat kalian berada di atas. Di sukai dan di kagumi banyak orang.
Tidak satupun yang tahu jika dirinya masih berada di negara ini. Ahn Vee bersembunyi dengan sangat baik dari Kyuhyun. Begitupun dari Ah Ri, yeoja yang sudah di anggapnya sebagai sahabat sejak memasuki High School. Meskipun Ah Ri dan dirinya berada dalam tingkatan sosial yang berbeda, tapi Ah Ri tidak pernah memandang dirinya sebelah mata seperti kebanyakan orang-orang kaya lainnya. yeoja itu bahkan ikut bekerja seperti dirinya di cafe hanya untuk menemani masa sulit Ahn Vee.
Sebisa mungkin dia pergi tanpa meninggalkan jejak sedikitpun untuk Kyuhyun ikuti. Bahkan Ahn Vee tidak lagi mengunakan ponselnya untuk berkomunikasi dengan siapapun. Tapi harus dia akui, meninggalkan pria itu tanpa mengucapkan salam perpisahan ataupun selamat tinggal adalah sebuah penyesalan.
Ahn Vee harap namja itu hidup dengan baik tanpanya. Dia juga berharap hubungan Kyuhyun dengan keluarganya yang sempat rusak akan membaik setelah kepergiannya.
Setelah menghirup udara dalam-dalam dan menghebuskannya berlahan, dia kembali berjalan menyusuri trotoran jalan setapak yang biasanya di gunakan para pejalan kaki menuju halte bus.
Lalu setelah menunggu cukup lama duduk di tempat pemberhentian bus. Ahn Vee tidak juga menemukan bus yang menunju arah tempat tinggalnya melintas. Tidak biasanya seperti ini, ada apa dengan bus-bus itu.
Ahn Vee yang sadar hari sudah mulai terlihat gelap akhirnya memutuskan untuk mencari taxi. Membiarkan tubuhnya berdiri di pinggir jalan demi menghentikan transportasi itu. Sebuah mobil mewah yang berhenti tepat di depannya membuatnya gagal mendapatkan taxi yang hampir berhenti untuknya. Lalu seseorang yang keluar dari pintu belakang mobil itu sukses membuat tubuhnya menegang seketika.
“Ternyata kau masih hidup?”
Ahn Vee tidak menjawab, dia hanya membungkuk memberi penghormatan pada pria paruh baya yang di kenalnya sebagai ayah Kyuhyun. Bagaimana bisa dia bertemu dengan orang ini lagi setelah hampir tujuh bulan mengasingkan dirinya.
Ahn Vee memang masih tinggal di korea, tapi Ahn Vee mencari tempat yang jauh dari kehidupan Kyuhyun dan juga keluarga pria itu. Lalu apa yang membuatnya bisa kembali bertemu dengan ayah pria itu. Sebuah takdir (?)
“Kelihatnya kau baik-baik saja.”
Lagi-lagi Ahn Vee tidak menjawab, dia hanya memberikan seulas senyum untuk pernyataan pria itu. Pria tua yang saat ini memperhatikan dirinya dengan sangat tajam. Terlebih saat melihat bagian perut Ahn Vee.
“Maaf, aku harus pergi.”
Setelah membungkuk kecil, Ahn Vee bergeges menjauh dari pria itu. Ketakutan selalu dirasakan olehnya saat melihat orang itu. Terlebih tatapan mata itu yang terlalu tajam yang selalu berhasil menyudutkannya.
“Seharusnya kau pergi lebih jauh lagi.”
Ahn Vee berhenti tanpa membalikan tubuhnya. Sampai detik inipun, ingatan tujuh bulan itu masih begitu membekas. Dimana dirinya diperlakukan tidak menyenangkan oleh pria itu. Lalu apa sekarang dia akan di lempari lembaran uang lagi untuk membuatnya pergi lebih jauh sama seperti saat pria itu menyuruh Ahn Vee mengugurkan bayinya.
“Kau bahkan tidak menggugurukan bayi itu.”
Ahn Vee tetap diam meskipun kenyataannya dia ingin mengutuk mulut itu. Dengan keras dia mencoba bertahan dan tidak menunjukan sisi lemahnya di depan pria itu. Tidak bisakan dia hidup dengan tenang tanpa bayangan apapun mengenai Kyuhyun. Belum cukupkah rasa sakit yang selama ini Ahn Vee rasakan karena harus berada jauh dari pria yang di cintainya.
Setelah berdiri cukup lama dalam diam Ahn Vee akhirnya memutuskan untuk pergi saat pria itu tidak lagi berbicara. Lagi pula tidak ada yang ingin Ahn Vee dengar lagi dari pria paruh baya itu. Ahn Vee harap ayah dari pria yang di cintainya dapat mengerti meskipun hanya sedikit. Saat ini dia hanya butuh ketenangan, bukan uang pria itu.
“Kau awasi dia, cari tahu dimana dia tinggal. Pastikan dia berada jauh dari jangkauan Kyuhyun.”
“Baik Tuan.”
Rasa sakit itu sepertinya belum benar-benar berakhir. Ahn Vee menjatuhkan lagi air matanya tepat saat tubuhnya memasuki taxi. Dia gagal bertahan, luka yang berlahan sedang di rawatnya kembali terbuka.
Apa dia harus benar-benar pergi ke tempat yang jauh agar tidak lagi menemukan apapun tentang kehidupan namja itu. Termasuk ayah Kyuhyun. Haruskah dia melakukannya?
BRAK!!
Dunia seperti membawanya terbang ke alam yang berbeda-beda. Suara gaduh yang tertangkap oleh telinganya berlahan menghilang tergantikan oleh bayangan-bayangan yang berputar dengan cepat dari waktu ke waktu tanpa suara. Dia melihat semuanya, tentang masa kecilnya yang menyedihkan, pertemuan pertamanya dengan pria itu, kebersamaanya dengan Kyuhyun, pertengkarannya dengan keluarga pria itu. Semuanya berputar dengan sangat cepat dalam ingatannya.
Apa yang terjadi? Aku tidak bisa merasakan apapun lagi pada tubuhku. Apa dia akan benar-benar pergi jauh dari kehidupan namja itu.
Benar, kau harus pergi. Pergilah yang jauh tanpa terjangkau olehnya lagi..
Kyuhyun.. mianhae, aku harus membawanya pergi bersamaku..
To Be Continue…
?
“Bagaimana dengan kandungannya.”
“Bayi-nya masih hidup.”
“Persiapan untuk operasi.”
?
“Bagaimana dengan ibunya?”
“Dia meninggal saat melahirkan…”
?
“Jika begitu ikut aku kembali ke sana.”
“Kembali ke korea? apa boleh?”
?
“Aku menunggu ayahku.”
“Siapa?”
“Yang biasanya duduk disana.”
“Maksudmu Cho Kyuhyun~ssi?”
–TUT–

Fc Populer:

%d blogger menyukai ini: