Marriage Not Dating : Finally

0
finally ff nc kyuhyun
Author            : Garini Cho
Tittle               : Marriage Not Dating : Finally?
Category        : NC- 21, Marriage Life, Romance, Comedy
Cast                : Cho Kyuhyun | Yoo Hyunjin
Mobil Kyuhyun memasuki pelataran basement apartement miliknya dan Hyunjin. Sekarang sudah pukul 4 sore dan mereka baru sampai di Seoul setelah menempuh perjalanan lumayan melelahkan dari Busan. Setelah mobilnya terparkir dengan rapi, Kyuhyun mematikan mesin mobilnya. Direnggangkannya sedikit badannya yang terasa pegal karena mengemudi terlalu lama. Lalu pandangannya teralih pada Hyunjin yang berada di sebelahnya yang kini sedang tertidur. Kepala Hyunjin bersender pada jendela mobil sehingga kepalanya miring yang dapat Kyuhyun pastikan bahwa Hyunjin pasti akan mengeluh sakit pada lehernya saat ia bangun nanti. Lalu kini Kyuhyun sibuk menimbang-nimbang sesuatu di dalam pikirannya.

Apa aku bangunkan saja Hyunjin? Tapi aku tidak tega. Atau aku gendong saja dia masuk ke dalam apartemen? Ya Tuhan, pasti kami menjadi sorotan semua orang yang melihat kami dan mendapat julukan pasangan paling romantis jika aku melakukan itu. Hahahaha
Senyum geli Kyuhyun tidak bisa disembunyikan hanya karena membayangkan apa yang akan ia lakukan. Dengan segera ia membuka sabuk pengaman yang berada di badannya lalu keluar dari mobil. Kemudian berputar mengelilingi mobil menuju pintu di sisi satu lagi tempat Hyunjin berada. Dengan perlahan ia membuka pintu mobil karena Hyunjin yang kepalanya bersandar pada jendela pintu tersebut pasti akan terjatuh jika ia tidak hati-hati membuka pintu mobil. Segera Kyuhyun memegangi kepala Hyunjin saat pintu mobil baru terbuka sedikit. Dibetulkannya letak kepala Hyunjin sehingga kembali lurus. Diambilnya tas selempang milik Hyunjin yang berada dipangkuan gadis tersebut lalu memakai tas tersebut di lehernya. Kemudian dengan perlahan agar Hyunjin tidak terbangun, Kyuhyun membungkukkan badannya untuk menggapai kunci sabuk pengaman di samping tubuh Hyunjin.
Setelah sabuk pengaman Hyunjin terlepas, Kyuhyun sudah bersiap untuk menggendong tubuh Hyunjin. Namun setelah diperhatikannya sesaat jaket yang Hyunjin kenakan terbuka, sehingga ia berinisiatif untuk menutup terlebih dahulu jaket Hyunjin agar tidak terlepas saat ia menggendongnya nanti. Tangan Kyuhyun terulur untuk menaikkan buah kancing restleting jaket Hyunjin tepat di depan dada Hyunjin. Dengan posisi yang sangat dekat seperti saat ini, ternyata membuat Hyunjin merasa risih dalam tidurnya sehingga kini ia terbangun dan kaget setengah mati melihat Kyuhyun yang tepat berada di depannya dengan tangan yang berada di depan dadanya.
“Howaaa!” teriak Hyunjin kaget karena wajah Kyuhyun pun sangat dekat dengan wajahnya.
DUK!
Dan karena keget jugalah ia secara tidak sadar menggerakkan kepalanya refleks yang tanpa ia sengaja mengenai wajah Kyuhyun.
Kyuhyun sama kagetnya karena mendengar teriakan tiba-tiba Hyunjin yang sebelumnya ia ketahui masih tertidur dengan pulas. Dan kagetnya kini bertambah dengan hantaman kepala Hyunjin yang tepat mengenai sudut bibirnya. Spontan Kyuhyun langsung memundurkan kepalanya dan segera mengeluarkan tubuhnya dari mobil sambil meringis dan memegangi bibirnya yang perih karena hantaman kepala Hyunjin.
“Awwww!” pekik Kyuhyun tertahan karena ia masih tahu malu atas dimana dirinya saat ini. Ia masih di basement dan sedang meringis kesakitan akibat hantaman istrinya sendiri.
“Yaak! Apa yang kau lakukan, huh?” tanya Hyunjin heboh sambil ikut keluar dari dalam mobil. Ia kaget bukan main saat melihat wajah Kyuhyun tepat berada di hadapannya dan tangan Kyuhyun yang berada di atas dadanya. Apa yang akan Kyuhyun lakukan padanya? Apa efek minuman yang diberikan Nenek masih mempengaruhi tubuhnya? Lalu apakah Kyuhyun gila ingin melakukannya di dalam mobil? Ya tuhan!
Hyunjin berdiri tepat di samping Kyuhyun. Tatapannya memaksa Kyuhyun untuk segera memberikannya penjelasan atas apa yang baru saja Kyuhyun lakukan. Namun bukannya jawaban seperti yang ia inginkan yang ia dapat, kini mata Hyunjin terbelalak melihat darah segar keluar dari sudut bibir Kyuhyun.
“Kyu! Darah! Darah!” kini Hyunjin tambah heboh karena melihat darah yang keluar dari luka disudut bibir Kyuhyun. Ia menggerakkan tangannya heboh sambil menunjuk-nunjuk darah yang ia lihat. Kini ekspresi panik yang memenuhi wajahnya.
“Mwo? Darah? Darah!”
Mendengar kata darah dan melihat ekspresi Hyunjin yang berubah menjadi heboh dan panik membuat Kyuhyun dengan segera mengusap sudut bibirnya dan mendapati darah segar yang memang berasal dari sudut bibirnya yang terasa perih saat ini.
“Huwaaa! Eottokhe!” Hyunjin yang masih panik karena melihat bibir Kyuhyun yang berdarah akibat dirinya –yang tidak sengaja- membuat bibir Kyuhyun luka semakin panik. Bahkan ia sudah lupa dengan apa yang menjadi penyebab ia secara tidak sadar membenturkan kepalanya kepada Kyuhyun. Apa yang terjadi di dalam mobil yang ingin ia tanyakan pada Kyuhyun. Yang ia lakukan saat ini ialah ikut mengusap sudut bibir Kyuhyun yang masih mengeluarkan darah segar walaupun banyaknya tidak seberapa namun tetap saja berhasil membuat Hyunjin merasa bersalah karena telah membuat Kyuhyun terluka hingga berdarah seperti saat ini.
Dengan segera Hyunjin menutup pintu mobil dan menyeret Kyuhyun masuk kedalam apartemen mereka. Tangannya mengait pada tangan Kyuhyun yang bebas, karena tangan Kyuhyun yang satunya Kyuhyun gunakan untuk sesekali mengusap sudut bibirnya yang terasa perih.
Kini Hyunjin dan Kyuhyun sudah masuk ke dalam lift dan dengan segera Hyunjin menekan tombol angka lantai apartement mereka. Hyunjin menggigiti bibirnya dan matanya masih tertuju pada Kyuhyun yang sesekali membuat wajah meringis. Ia jelas merasa tidak enak hati dan merasa bersalah pada Kyuhyun. Bahkan tangannya ikut terjulur untuk mengusap pelan bibir Kyuhyun. Dalam hati merasa menyesal karena tidak sengaja membenturkan kepalanya pada Kyuhyun. Walau sebenarnya bukan sepenuhnya menjadi salah Hyunjin. Lagipula, mengapa wajah Kyuhyun sangat dekat dengan wajahnya?
Hyunjin menggeleng sekilas untuk menghilangkan pikirannya yang kembali mengingat peristiwa sebelum ia dengan tidak sengaja membenturkan kepalanya pada Kyuhyun.
Itu tidak penting sekarang. Aku harus mengobati bibir Kyuhyun terlebih dahulu.
Pintu lift terbuka dan Hyunjin serta Kyuhyun segera keluar lalu menuju apartement mereka. Dengan cepat Hyunjin memasukkan kode pengaman dan saat pintu terbuka, ia langsung masuk kedalam dan menuju ke dapur. Sedangkan Kyuhyun yang masih meringis membuka sepatunya dan berjalan menuju ruang tengah apartemennya sambil memegangi sudut bibirnya.
Tak berapa lama Hyunjin kembali dengan membawa ember yang berisi air ditangannya. Lalu ia meletakkan ember tersebut diatas meja dan kembali berjalan dan kali ini menuju kedalam kamar. Namun tak berapa lama Hyunjin kembali sambil membawa kotak P3K besar dan dengan segera mendudukkan dirinya disamping Kyuhyun.
Dibukanya kotak P3K tersebut lalu mengeluarkan apa-apa saja yang ia perlukan untuk membersihkan dan mengobati luka di bibir Kyuhyun. Lalu dengan perlahan Hyunjin membersihkan terlebih dahulu darah yang masih tersisa di luka sambil sesekali meniupnya seolah apa yang ia lakukan itu bisa mengurangi rasa perih yang Kyuhyun rasakan. Tentu saja Kyuhyun merasa perih, karena jelas-jelas ia memasang wajah meringis saat ini.
“Mianhae, Kyu. Aku tidak sengaja.” Ucap Hyunjin pelan sambil masih dengan telaten mengobati bibir Kyuhyun. Wajah mereka bisa dikatakan dalam jarak yang cukup dekat sehingga Kyuhyun saat ini dapat melihat dengan jelas wajah bersalah Hyunjin saat mengucapkan kata maaf barusan.
“Bagaimana bisa kau.. Aaww! Pelan-pelan, Jinnie” protes Kyuhyun saat ia kembali merasa perih saat Hyunjin mengolesi lukanya dengan salep luka.
“Ah, mian mian. Appo? Tahan sebentar, ne?” ucap Hyunjin lembut. Ia seperti sedang berbicara dengan anak kecil dan mungkin itu ia lakukan tanpa sadar karena ia terbiasa menghadapi anak kecil di klinik. Sesekali Hyunjin meniupi luka Kyuhyun yang kini sudah selesai ia obati.
“Bagaimana bisa kau membenturkan kepalamu padaku, Jinnie?” ucap Kyuhyun dengan hati-hati karena mengingat sudut bibirnya kini masih terasa perih. Ditatapnya Hyunjin yang kini sedang merapikan kembali kotak P3K diatas meja.
“Aku tidak sengaja. Lagipula, mengapa wajahmu sangat dekat dengan wajahku saat dimobil tadi? Aku sangat kaget” jelas Hyunjin yang kini sudah membalas tatapan mata Kyuhyun setelah sebelumnya pekerjaannya merapikan kembali kotak P3K sudah selesai.
“Aku tadi membukakan sabuk pengamanmu”
“Lalu kenapa tanganmu berada di.. dadaku?” tanya Hyunjin lagi yang sepertinya belum puas dengan jawaban Kyuhyun. Kini matanya ia alihkan kemana saja asal tidak melihat Kyuhyun. Masih terlalu malu untuk omongan yang terdengar intim seperti saat ini. Bahkan suaranya nyaris hilang saat ia mengucapkan kata ‘dadaku’ pada Kyuhyun.
Alis Kyuhyun berkerut seperti mencoba mengingat kapan ia meletakkan –lagi- tangannya di dada Hyunjin. Dan kerutan di dahinya hilang saat ia mulai menangkap maksud Hyunjin tentang tangannya yang menurut Hyunjin berada di dadanya.
“Aku tidak menyentuh dadamu. Aku sedang merapikan jaket yang kau kenakan, Jinnie”
“Mengapa kau harus merapikan jaketku?”
“Aku berniat menggendongmu masuk kedalam apartement”
“Mengapa kau berniat menggendongku?”
“Kau tadi sedang tidur”
“Mengapa kau tidak bangunkan aku saja?”
“Aku tidak tega. Kau terlihat sangat lelap”
“Kau yakin tadi tidak menyentuh..”
“Ani. Kau banyak sekali bertanya, Jinnie. Bibirku sedang sakit saat ini”
“Ah. Mianhae, Kyu”
Hyunjin berniat untuk meletakkan kembali seperangkat peralatan yang ia gunakan untuk mengobati luka Kyuhyun ke tempat semula namun niat tersebut diurungkan karena saat ia baru saja melangkah ia merasa ada yang aneh di telapak kakinya. Diletakkannya kembali apa-apa saja yang sudah berada di tangannya ke atas meja dan segera memeriksa apa yang berada di telapak kakinya. Dan alisnya berkerut. Tissue?
Matanya segera bergerak liar untuk memperhatikan sekeliling lantai ruang tengah apartemennya dan terkejut bukan main melihat banyak tissue dan sampah berserakan di lantai. Kenapa ia baru melihat apartemennya seberantakan ini? Apa yang terjadi dengan apartement mereka?
“Ige Mwoya!”
Mendengar teriakan Hyunjin, Kyuhyun pun mengikuti arah mata Hyunjin yang sedang menelusuri sekeliling ruang tengah mereka. Dan sama terkejutnya saat mendapati banyak tissue, dan bungkus-bungkus makanan berserakan di lantai.
“Aiiisssh Jinja! Ada apa dengan apartement kita?” pekik Kyuhyun heboh dan meringis di ujung kalimat yang ia ucapkan karena merasa perih di sudut bibirnya.
Hyunjin meletakkan kembali seperangkat peralatan yang awalnya akan ia kembalikan ke tempat sebelumnya di atas meja dan dengan gusar duduk kembali di sofa. Dan bertepatan dengan duduknya Hyunjin di sofa, TV layar datar di hadapan Kyuhyun dan Hyunjin tiba-tiba menyala dan menampilkan gambar yang sukses membuat keduanya menahan nafas karena shock.
“Aaahh.. aaahh…. yeesss… uugghh fasteeerrhh.. sshh”
“Kyaaaa!!!” pekik Hyunjin karena matanya sudah menangkap adegan vulgar yang muncul di TV dihadapannya. Dengan segera ia menutup matanya dengan rapat.
“Kyuuu! Itu… mengapa Tvnya ada… itu. Matikan Kyu!” pekik Hyunjin heboh. Tangannya menggapai-gapai bahu Kyuhyun agar Kyuhyun segera melakukan apa yang ia katakan, mematikan TV. Namun tidak ada pergerakan apapun dari Kyuhyun.
Dengan penasaran, Hyunjin mengintip dari celah yang ia buat pada matanya untuk melihat apa yang terjadi pada Kyuhyun. Mengapa lelaki itu tidak menjawab pertanyaannya dan melakukan apa yang ia katakan.
Dan tubuhnya tercekat saat mendapati Kyuhyun yang sedang menatap apa yang ditampilkan di TV dengan sangat serius. Mulut Kyuhyun menganga dan matanya tajam dan serius menatap TV.
Ditengah tubuhnya yang masih tercekat, telinganya yang dipenuhi dengan suara-suara aneh yang berasal dari TV, dan kepanikannya atas semua ini, Hyunjin masih dengan mata tertutup rapatnya mulai bergerak heboh mencari keberadaan remote TV untuk segera mengakhiri semua ini. Tubuhnya bergerak heboh diatas sofa untuk mencari remote dan mengabaikan Kyuhyun yang kini sedang menikmati –mungkin– apa yang sedang ditontonnya.
Layar TV berubah menjadi gelap kembali dan suara-suara aneh sudah tidak terdengar lagi saat Hyunjin sudah berhasil menemukan remote TV yang ternyata berada di bokongnya dan langsung mematikan TV mereka. Nafasnya memburu karena merasakan perasaan aneh pada dirinya dan hawa disekelilingnya.
Ya Tuhan! Apa yang baru saja terjadi? Kenapa tiba-tiba TV di apartemen menampilkan..
“Jinnie” panggil Kyuhyun yang berhasil membuat darah Hyunjin semakin berdesir. Bagaimana tidak, setelah apa yang baru saja terjadi, ia dan Kyuhyun masih duduk bersebelahan dan kini Kyuhyun memanggilnya dengan suara serak yang aneh di tangkap telinga. Dengan gugup Hyunjin berdiri dan berniat mengambil kotak P3K yang berada diatas meja.
Namun niat Hyunjin kalah cepat dengan Kyuhyun yang langsung menarik tangan Hyunjin dengan cepat sehingga membuat tubuh Hyunjin oleng dan terjatuh di atas tubuhnya yang sedang duduk. Matanya yang sudah menggelap langsung terhunus tajam ke dalam mata Hyunjin.
“Kyu, apa yang kau lakukan?” tanya Hyunjin dengan gugup. Ia berusaha bangkit dari tubuh Kyuhyun namun Kyuhyun segera melingkarkan tangannya pada tubuh Hyunjin sehingga Hyunjin tidak bisa bangkit dari tubuh Kyuhyun. Dan Hyunjin semakin panik.
“Jinnie, apa bisa kita..”
“Kyu, jika ini karena apa yang baru saja kita lihat, sebaiknya kau..” potong Hyunjin cepat sebelum Kyuhyun menyelesaikan ucapannya. Namun ucapannya pun tidak selesai ia ucapkan karena melihat Kyuhyun yang langsung menggeleng keras di hadapannya.
“Ani. Ini bukan karena apa yang baru saja aku lihat. Yah, mungkin sedikit. Tapi…”
Kyuhyun menyentuhkan sekilas bibirnya pada bibir Hyunjin seperti sedang mengukur reaksi seperti apa yang akan Hyunjin berikan padanya. Dan ia tersenyum senang saat melihat mata Hyunjin yang tertutup saat ia memberikan kecupan singkat itu. Kembali Kyuhyun menyentuhkan bibirnya di bibir Hyunjin namun kali ini ia melumat bibir Hyunjin pelan.
Sadar apa yang Kyuhyun perbuat, Hyunjin menjauhkan wajahnya sehingga pagutan bibirnya mereka terlepas. Ditatapnya Kyuhyun yang sedang menatapnya dengan pandangan mata yang sudah gelap. Alisnya berkerut karena mengingat sesuatu yang membuatnya janggal.
“Kyu, bibirmu sedang terluka” ucap Hyunjin sambil memperhatikan luka di sudut bibir Kyuhyun yang berjarak sangat dekat dengan matanya saat ini. Sedangkan Kyuhyun hanya menggidikkan bahunya menanggapi ucapan Hyunjin.
“Memang, tapi tidak sakit, Jinnie”
“Tadi kau bilang sakit” ucap Hyunjin lagi seperti sedang mengingatkan kembali tentang luka tersebut pada Kyuhyun. Namun Kyuhyun menggeleng pelan.
“Sekarang tidak sakit lagi”
Segera Kyuhyun membungkam bibir Hyunjin dan kali ini mulai melumat bibir Hyunjin. Tangan kanan Kyuhyun menelusup dan melingkar di sekeliling pinggang Hyunjin sedangkan tangan kirinya ia gunakan untuk meraup rahang Hyunjin sehingga ciuman mereka semakin dalam. Kyuhyun mulai memiringkan kepalanya agar lebih leluasa melumat bibir Hyunjin dan semakin gencar melakukannya saat samar-samar dapat ia rasakan Hyunjin membalas apa yang ia perbuat. Dapat ia rasakan -walau pelan- bibir Hyunjin yang mulai bergerak mengikuti gerakan bibir yang ia ciptakan. Dan ucapannya terbukti benar, bibirnya yang semula terasa perih kini tidak terasa perih sama sekali.
Hyunjin yang sudah mulai mengikuti gerakan bibir Kyuhyun hanya bisa memejamkan matanya menikmati perasaan aneh pada tubuhnya. Jantungnya berdebar dengan hebat, sehingga darah pada tubuhnya mengalir dengan deras di seluruh tubuhnya. Ia berciuman panas dengan Kyuhyun setelah apa yang mereka lihat di TV, dan kali ini mereka hanya berdua saja di apartement. Ya tuhan! Ini sesuatu yang baru pertama kali Hyunjin rasakan. Dan tanpa dikomando, tangan Hyunjin tanpa sadar terulur menuju bahu Kyuhyun.
Tak berapa lama pagutan lembut terjadi diantara mereka, Kyuhyun mulai menggigit pelan bibir bawah Hyunjin sehingga mau tak mau Hyunjin membuka sekilas bibirnya. Mendapat kesempatan seperti itu, dengan segera Kyuhyun menelusupkan lidahnya ke dalam mulut Hyunjin. Dan tersenyum dalam hati karena Hyunjin tidak melepaskan pagutan mereka seperti apa yang gadis itu lakukan saat mereka berada di rumah Kakek dan Nenek. Dihisapnya lidah Hyunjin dan Hyunjin yang tidak tahu harus berbuat apa hanya bisa pasrah dan mencoba menikmati apa yang Kyuhyun perbuat pada dirinya.
Kini tangan Kyuhyun yang semula berada di pinggang Hyunjin mulai bergerak mengelus sekitaran pinggang Hyunjin dengan lembut yang tentu saja berhasil menimbulkan perasaan gelenyar aneh pada tubuh Hyunjin. Dan Hyunjin yang sudah bisa dikatakan ‘pasrah’ terhadap apa yang Kyuhyun lakukan padanya mulai tenggelam dan larut dengan ciuman dan sentuhan Kyuhyun. Bahkan ia tidak menolak saat merasakan lidah Kyuhyun yang menelusuri gigi-giginya. Nafasnya kian memburu dan saling beradu dengan nafas Kyuhyun.
Dengan gerakan perlahan, Kyuhyun merubah posisi mereka saat ini sehingga Hyunjin berputar dan berbaring di atas sofa dan dirinya berada di atas Hyunjin dengan bibir mereka yang masih berpagutan. Dan sepertinya Hyunjin tidak sadar saat Kyuhyun merubah posisi mereka dilihat dari masih tertutupnya matanya menikmati ciumannya bersama Kyuhyun.
Kyuhyun sedikit merendahkan tubuhnya sehingga tubuh bagian atasnya bersentuhan dengan tubuh Hyunjin walau tidak sepenuhnya menimpa tubuh Hyunjin. Dan nafasnya semakin memburu saat merasakan dada Hyunjin yang turun naik akibat nafas gadis itu yang memburu tertekan karena dada mereka yang saling menempel. Tubuhnya yang tadi mulai mengeras kini bertambah keras akibat sensasi yang ia rasakan saat dadanya merasakan dada Hyunjin.
Ciuman mereka semakin liar. Keduanya sama-sama kelihangan kontrol dan hanya menikmati apa yang sedang mereka lakukan saat ini. Bahkan ciuman Kyuhyun kini terarah menuju dagu Hyunjin sebelum menciumi rahang Hyunjin. Hyunjin yang kini bibirnya sudah terbebas dari bibir Kyuhyun mulai menarik nafas sebanyak-banyaknya karena merasa jika hanya menarik nafas dari hidung saja tidak cukup untuk paru-parunya yang saat ini sedang kembang kempis. Tanpa sadar Hyunjin mendongakkan sedikit kepalanya keatas seperti memberikan keleluasaan pada Kyuhyun untuk bermain di sekitaran rahangnya.
Kyuhyun yang sadar Hyunjin telah mendongakkan kepalanya kini mengalihkan ciumannya pada leher jenjang dan putih milik Hyunjin. Diciumnya dan dihisapnya sekitaran leher Hyunjin yang selama ini sudah sangat ia idam-idamkan. Dihisapnya leher Hyunjin seperti apa yang ia bayangkan selama ini dan memindahkan ciumannya pada sisi leher Hyunjin yang satunya lagi lalu melakukan hal yang sama. Ciuman Kyuhyun semakin naik ke daun telinga Hyunjin dan menggigit pelan daun telinga Hyunjin sambil memberikan kecupan disana. Nafasnya semakin memburu dan tentu saja Hyunjin dapat mendengar dengan sangat jelas desahan nafas Kyuhyun yang menerpa telinganya. Bahkan gelenyar aneh yang ia rasakan kini semakin menggila akibat ciuman Kyuhyun pada belakang daun telinganya. Tubuhnya semakin meremang. Dan tanpa sadar Hyunjin mendesah pelan.
“Ehhmmhh” desahan tidak sadar keluar begitu saja dari bibir Hyunjin yang sedari tadi terbuka. Tangannya yang bebas kini beralih menuju rambut belakang Kyuhyun dan menelusupkan jari-jarinya di setiap helai rambut halus milik Kyuhyun.
Ciuman Kyuhyun kembali turun menuju leher Hyunjin dan kini ia menelusuri sepanjang tulang belikat Hyunjin. Setelah puas menciumi dan memberikan tanda kepemilikannya di leher Hyunjin, Kyuhyun menegakkan tubuhnya sehingga kini ia menduduki perut Hyunjin walau tidak sepenuhnya karena ia menopang berat badannya pada lututnya. Ditatapnya Hyunjin yang saat ini masih memejamkan mata dengan nafas yang tersengal-sengal dan dengan rambut yang sedikit berantakan.
Ya Tuhan! Ya Tuhan! Kau akan segera menjadi istriku sepenuhnya, Jinnie
Kini tangan Kyuhyun terulur menuju wajah Hyunjin dan merapikan rambut yang menempel pada sisi wajah Hyunjin lalu menyelipkannya kebelakang telinga. Kemudian dengan perlahan dan lembut jari-jari Kyuhyun mengelus pipi Hyunjin lalu menuju bibir Hyunjin yang basah akibat ciuman mereka. Diusapnya pelan bibir Hyunjin dan disaat yang bersamaan mata Hyunjin terbuka. Mata mereka saling beradu dan ada perasaan aneh yang menyelimuti keduanya saat mata mereka saling menatap lebih dalam.
Tangan Kyuhyun yang semula berada di bibir Hyunjin kini turun menuju restleting jaket yang Hyunjin kenakan. Masih dengan mata yang menatap Hyunjin dengan dalam, Kyuhyun mulai menurunkan resleting tersebut hingga restleting jaket Hyunjin terlepas. Dengan cepat Kyuhyun kembali merendahkan tubuhnya dan kembali menyatukan bibirnya dengan bibir Hyunjin. Dengan gerakan cepat ia melumat bibir Hyunjin dan menggunakan kesempatan ini untuk melepaskan jaket yang masih dikenakan Hyunjin.
Tangan Kyuhyun semakin bergerak liar. Setelah berhasil melepaskan jaket Hyunjin, kini tangannya menelusup masuk ke dalam baju Hyunjin. Dengan lembut menyentuh perut datar Hyunjin yang berhasil membuat Hyunjin mendesah pelan disela-sela ciuman mereka. Mendengar desahan pelan Hyunjin membuat Kyuhyun semakin bersemangat untuk menaikkan tangannya menuju dada Hyunjin yang masih tertutup bra. Dengan tangan gemetar Kyuhyun meremas pelan dada Hyunjin dan hampir menjerit kesenangan saat melakukannya.
Namun Kyuhyun tersentak teringat akan sesuatu. Diangkatnya wajahnya menjauhi wajah Hyunjin sehingga pagutan mereka terlepas. Ditatapnya Hyunjin dalam-dalam sambil menunggu gadis itu menenangkan dirinya.
“Jinnie” bisik Kyuhyun. Hyunjin yang masih memejamkan matanya dengan lambat membuka matanya untuk menatap Kyuhyun. Alisnya melengkung seperti bertanya mengapa Kyuhyun memanggilnya.
“Apa kita bisa melakukannya sekarang? Apa kau sudah siap?” ucap Kyuhyun masih menatap dalam mata Hyunjin.
Hyunjin hanya bisa menelan ludahnya dengan susah payah. Apa yang harus ia jawab? Apakah ia sudah siap? Namun dalam keadaan seperti saat ini bagaimana bisa Hyunjin berfikir dengan jernih. Bahkan kini di payudaranya masih melekat tangan Kyuhyun yang semakin membuatnya tidak bisa berfikir jernih. Mengapa Kyuhyun bertanya saat keadaannya sudah terlanjur seperti ini?
Jadilah Hyunjin hanya mengedip-ngedipkan matanya beberapa kali dengan wajah yang sudah seperti kepiting rebus di hadapan Kyuhyun.
“Apakah … disini?” ucap Hyunjin pelan. Yah, ia mencoba meyakinkan hatinya untuk merelakan dirinya, tubuhnya, bahkan mungkin hatinya diberikan seutuhnya pada Kyuhyun. Apa yang salah dengan itu? Kyuhyun suaminya bukan? Lalu mengapa ia harus ragu? Bagaimana bisa ia menjawab pada Kyuhyun bahwa ia masih tidak siap jika keadaannya saja sudah seperti ini. Bohong jika ia mengatakan tidak menikmati sama sekali apa yang ia perbuat dengan Kyuhyun dan bohong jika ia juga mengatakan bahwa ia tidak merasakan gairahnya mulai tersulut. Dia seorang wanita dewasa yang normal. Namun yang mengganjal adalah, apakah mereka akan melakukannya disini? Diatas sofa?
Matanya masih membalas tatapan tajam Kyuhyun sehingga ia dapat melihat kerutan mata Kyuhyun yang tercipta karena lelaki itu sedang tersenyum senang sekarang akibat mendengar jawaban yang ia berikan. Dengan cepat Kyuhyun memberikan kecupan kilat pada bibir Hyunjin dan memasang senyum bocahnya saat ia kembali mengangkat wajahnya.
“Kau tidak ingin kita melakukannya disini?”
Hyunjin menggelengkan kepalanya pelan untuk menanggapi pertanyaan Kyuhyun. Sebagai seorang perempuan, ia tidak pernah membayangkan dan menginginkan malam pertamanya ia lewatkan di atas sofa.
“Di kamar?” tanya Kyuhyun pelan sambil menundukkan wajahnya sehingga dahi mereka beradu. Senyum tidak bisa lepas dari bibirnya saat ini. Bagaimana tidak, Hyunjin sudah siap! Ya Tuhan, Hyunjin sudah siap dan dirinya sudah tidak sabar!
Hyunjin hanya diam dan tidak menjawab pertanyaan Kyuhyun. Pertanyaan Kyuhyun benar-benar membuatnya malu. Ia semakin merasakan pipinya memanas setelah mendengar pertanyaan Kyuhyun, dan senyum bocah Kyuhyun betul-betul sialan!
Karena tidak mendapat jawaban apa-apa dari Hyunjin, dengan usil Kyuhyun menggerakkan tangannya yang masih menangkup payudara Hyunjin dan meremasnya pelan. Tentu saja hal itu berhasil membuat Hyunjin mendesah sambil memejamkan matanya.
“Mmhhh..” desahan yang tidak bisa ditahan Hyunjin keluar begitu saja dari bibirnya yang sedang terbuka. Kyuhyun yang masih memasang senyum bocahnya merasa gemas akan hal itu dan menciumi pipi Hyunjin.
“Arraseo. Kau ingin di kamar” ucap Kyuhyun sambil terkekeh geli. Ia segera bangkit dari tubuh Hyunjin dan berdiri dengan sedikit oleng di atas lantai. Merasakan sedikit ngilu pada pangkal pahanya. Namun tidak memikirkan hal tersebut lebih jauh, kini Kyuhyun menyelipkan tangannya pada tubuh Hyunjin lalu menggendong tubuh Hyunjin.
Hyunjin yang takut terjatuh segera memeluk leher Kyuhyun dengan erat. Namun tidak sengaja bibirnya menyentuh leher Kyuhyun yang membuat Kyuhyun mengerang pelan.
“Jinnie, kau ingin melakukannya dikamar, ‘kan? Jangan mencium leherku”
“Aku tidak mencium lehermu” Hyunjin segera membela dirinya namun yang tidak ia ketahui bahwa nafasnya saat ini mengenai leher Kyuhyun saat ia berbicara. Kyuhyun kembali memejamkan matanya menahan gairahnya yang tersulut.
“Baiklah. Kita harus segera masuk ke dalam kamar” putus Kyuhyun lalu mulai melangkahkan kakinya lebar-lebar dan berjalan dengan cepat menuju kamar mereka.
“Buka pintunya, sayang” ucap Kyuhyun pelan pada Hyunjin saat mereka sudah berada di depan pintu kamar. Tentu saja ia meminta Hyunjin yang membuka pintu kamar mereka. Bagaimana mungkin ia membukanya sementara ia sedang menggendong Hyunjin.
Dengan perasaan malu karena Kyuhyun baru saja memanggilnya ‘sayang’, Hyunjin membuka pintu kamar mereka. Kyuhyun segera membawanya masuk setelah sebelumnya menutup pintu kamar mereka menggunakan kaki.
Kyuhyun meletakkan tubuh Hyunjin dengan perlahan di atas ranjang namun Hyunjin lebih memilih mendudukan dirinya diatas ranjang. Kemudian dengan tergesa ia membuka baju yang ia kenakan sehingga kini ia tidak memakai atasan sama sekali dan menyisakan celana yang ia kenakan. Dilihatnya kini Hyunjin yang sedang mengalihkan pandangannya ke sekeliling kamar saat ia sudah menghadapkan dirinya yang bertelanjang dada di depan Hyunjin. Senyum geli kembali terpatri di bibirnya menyadari betapa lucunya Hyunjin saat malu-malu seperti sekarang.
Segera Kyuhyun mengambil posisi duduk disebelah Hyunjin kemudian menggapai wajah Hyunjin untuk menghadap kearahnya. Ditekannya kedua pipi Hyunjin sehingga membuat bibir Hyunjin menjadi mengerucut dan maju. Dengan gemas diciumnya bibir Hyunjin hingga menimbulkan suara kecupan yang terdengar lucu.
“Kau sangat menggemaskan saat malu-malu padaku seperti ini”
Dan Hyunjin hanya bisa menundukkan wajahnya karena perkataan Kyuhyun yang memang benar adanya. Namun kemudian dirasakannya dahinya dikecup oleh Kyuhyun. Kemudian kecupan itu beralih menuju pipinya lalu bibirnya. Bibir mereka kembali bersatu dan mulai saling melumat. Kini Hyunjin sudah mulai paham bagaimana cara mengimbangi ciuman Kyuhyun.
Ciuman mereka mulai kembali panas seperti melanjutkan apa yang sudah terjadi sebelumnya di ruang tengah. Dengan perlahan Kyuhyun membaringkan tubuh Hyunjin masih dengan pagutan bibir mereka yang saling menyatu.
Tangan Hyunjin kini berada di lengan Kyuhyun, sehingga ia dapat merasakan otot lengan Kyuhyun yang walaupun tidak terlihat tetapi sesungguhnya ada. Dan karena Kyuhyun sudah tidak lagi memakai atasan, jadilah Hyunjin dapat langsung menyentuh kulit Kyuhyun di telapak tangannya.
Kali ini Kyuhyun tidak ragu lagi untuk menelusupkan tangannya kedalam baju Hyunjin. Diusapnya perlahan perut Hyunjin yang membuat gadis itu bergerak sekilas karena rasa geli dan nikmat yang timbul. Lalu tangan Kyuhyun semakin merambat keatas dan kembali menyentuh payudara Hyunjin. Diremasnya pelan payudara kiri Hyunjin dan disaat yang bersamaan Kyuhyun melepaskan ciumannya dari bibir Hyunjin dan mengalihkannya ke leher jenjang milik Hyunjin sehingga terdengarlah desahan tertahan dari bibir Hyunjin. Suasa desahan tersebut semakin membuat Kyuhyun bergairah.
Ciuman Kyuhyun semakin turun dari leher Hyunjin kini menuju dada atas Hyunjin. Di hirupnya aroma yang melekat pada tubuh Hyunjin dan menyurukkan wajahnya pada dada atas Hyunjin dari luar baju.
Dan kini Kyuhyun sudah tidak bisa lagi menahan lebih lama untuk memiliki Hyunjin seutuhnya. Kini kedua tangannya terulur pada ujung baju yang dikenakan Hyunjin lalu menariknya keatas berniat untuk melepasnya. Seperti mengerti maksud Kyuhyun, Hyunjin mengangkat tangannya keatas sehingga Kyuhyun lebih mudah melepaskan baju tersebut dari tubuh Hyunjin. Kyuhyun segera melempar baju Hyunjin entah kemana lalu kini pandangannya terpaku pada tubuh Hyunjin yang sesuai dengan apa yang selama ini ia bayangkan.
Ya Tuhan! Dada Hyunjin benar-benar Cup C! Astaga!
Kyuhyun menatap takjub pada dada Hyunjin yang membusung dan masih terbungkus bra pink yang Hyunjin kenakan. Sadar Kyuhyun memperhatikan dadanya dengan lekat, Hyunjin dengan segenap perasaan malunya mengarahkan tangannya untuk menutupi dadanya. Melihat hal itu dahi Kyuhyun berkerut bingung –dan tidak suka–
“Kenapa kau tutup? Ini.. ini benar-benar indah, kau tahu” ucap Kyuhyun sambil berusaha melepaskan tangan Hyunjin yang sedang menutupi dadanya sendiri.
Kembali Kyuhyun menyatukan bibirnya pada bibir Hyunjin yang langsung disambut oleh Hyunjin. Tangan Kyuhyun kini menjalar di atas bahu Hyunjin lalu dengan perlahan menurunkan tali bra yang menggantung di bahu tersebut. Masih sambil mencium Hyunjin, tangan Kyuhyun kini beralih menuju punggung Hyunjin dan sepertinya Hyunjin mengerti apa maksud Kyuhyun sehingga kini dapat Kyuhyun rasakan Hyunjin sedikit membusungkan dadanya –yang besar itu– keatas sehingga Kyuhyun bisa membuka pengait bra yang berada di punggung Hyunjin. Namun dengan ia membusungkan dadanya, Kyuhyun semakin merasakan payudara Hyunjin tersebut menekan dada Kyuhyun sehingga Kyuhyun semakin mengeras.
Dan Kyuhyun berhasil membukanya. Segera ia melepaskan bra milik Hyunjin, namun sebelum ia melempar bra itu entah kemana, Kyuhyun terlebih dahulu melihat tulisan di bra tersebut dan seketika senyum puas terpatri di bibirnya. Setelah itu ia melempar bra milik Hyunjin sembarangan.
Kembali matanya terpaku pada pemandangan yang baru pertama kali ia lihat secara langsung. Payudara seorang wanita, dan wanita ini adalah istrinya. Tubuh indah yang selama ini hanya bisa ia bayangkan kini berada dibawahnya dan bersedia untuk menjadi miliknya seutuhnya. Apakah ada yang lebih membahagiakan dari pada ini?
Payudara milik Hyunjin berukuran besar seperti apa yang selama ini ia bayangkan dan ia harapkan. Kedua gundukan indah itu membusung seperti menantangnya dan Kyuhyun menelan ludahnya dengan susah payah. Dan ereksinya semakin tegang melihat pemandangan ini.
“Kau tahu, Jinnie. Kau benar-benar sexy. Astaga! Aku tidak bisa menahannya lebih lama lagi”
Perkataan Kyuhyun semakin membuat Hyunjin memerah. Kini bibir mereka kembali saling melumat dan kali ini lebih panas dari pada sebelumnya. Kyuhyun yang sudah tidak tahan dan Hyunjin yang sudah pandai mengimbangi Kyuhyun.
Ciuman Kyuhyun semakin turun setelah dari bibir Hyunjin kini rahang dan leher Hyunjin. Tangannya tidak tinggal diam, sembari bibirnya bekerja di leher Hyunjin, kedua tangannya terulur untuk meremas payudara Hyunjin pelan sambil memainkan nipple milik Hyunjin diantara jari jempol dan telunjuknya yang berhasil membuat Hyunjin menggigit bibirnya untuk menahan desahan nikmat yang akan keluar dari bibirnya.
Bibir Kyuhyun semakin turun dan kini sedang menciumi dada bagian atas Hyunjin. Lalu menuju dada kiri Hyunjin menggantikan tangan kanan Kyuhyun yang tadinya bermain disana. Seperti seorang bayi yang kehausan, Kyuhyun menghisap nipple Hyunjin dan tangannya masih bergerak aktif di payudara Hyunjin yang satunya. Hyunjin yang tidak bisa menahan untuk tidak mengeluarkan desahan akhirnya mengeluarkan desahan tersebut.
“Aahh.. Kyu..” desahan nikmat Hyunjin yang tidak bisa ditahan akibat nikmat yang Kyuhyun berikan padanya.
Mendengar desahan dan namanya yang dipanggil Hyunjin semakin membuat Kyuhyun hilang kendali. Tangannya yang bebas turun menuju kancing celana yang Hyunjin kenakan dan dengan susah payah Kyuhyun berhasil membuka kancing celana tersebut. Diturunkannya celana milik Hyunjin hingga ke lutut menggunakan tangan lalu setelahnya ia menggunakan kakinya untuk melepas celana tersebut. Sehingga kini menyisakan Hyunjin yang hanya mengenakan celana dalam saja.
Kini tangan Kyuhyun mulai bergerak menuju selangkangan Hyunjin. Diusapnya milik Hyunjin dari luar celana dalam dan merasakan lembab pada celana dalam yang masih Hyunjin kenakan. Sementara mulutnya kini sudah pindah menuju payudara Hyunjin yang satu lagi dan melakukan hal yang sama seperti yang ia lakukan sebelumnya.
“Mmhh… Aaahhh”
Desahan Hyunjin semakin jelas saat Kyuhyun menelusupkan jarinya masuk ke celana dalam Hyunjin dan memainkan jarinya di sepanjang garis lipatan milik Hyunjin sehingga membuat Hyunjin semakin menggelinjang dilanda kenikmatan yang baru pertama kali ia rasakan selama hidupnya.
“Kau sudah sangat siap, sayang”
Perkataan Kyuhyun yang menggodanya tidak lagi Hyunjin hiraukan karena kini ia sibuk menggapai-gapai seprei untuk melampiaskan rasa nikmat yang semakin ia rasakan karena kini jari Kyuhyun tengah memainkan klitorisnya.
Kyuhyun menghentikan semua yang ia lakukan dan menegakkan badannya. Ditatapnya Hyunjin yang sedang menatapnya dengan tatapan bingung.
“Kau mau membukakan celanaku, Jinnie?” tanya Kyuhyun sambil memasang wajah menggodanya.
Nafas Hyunjn tercekat mendengar pertanyaan Kyuhyun. Bagaimana bisa Kyuhyun menawarkannya untuk membuka celana Kyuhyun sementara apa yang selanjutnya akan terjadi diantara mereka saja ia tidak tahu. Ini pertama kali ia alami dalam hidupnya. Dan untuk membuka celana Kyuhyun, rasanya ia masih malu untuk melakukannya.
“Apa, aku harus … membuka..” Hyunjin mulai mengeluarkan suaranya. Ia sudah dilanda malu dan Kyuhyun malah menambah rasa malu yang ia rasa. Dan dapat ditangkapnya Kyuhyun memasang senyum geli di wajahnya saat mendengar jawaban yang ia berikan.
“Aku hanya bercanda, Jinnie” ucap Kyuhyun dan setelahnya ia membuka celana beserta celana dalamnya sekaligus sehingga terpampanglah kini ereksinya yang sudah sangat siap untuk memasuki Hyunjin.
Hyunjin yang melihat sekilas ereksi Kyuhyun segera mengalihkan pandangannya ke arah lain. Ia sudah pernah melihat milik Kyuhyun saat mereka di Busan, namun tidak dalam keadaan ereksi seperti saat ini. Tidak dalam keadaan mereka yang sedang bersiap-siap untuk melaksanakan malam pertama mereka. Tidak dalam keadaan dirinya yang setengah telanjang dan berada di bawah tubuh Kyuhyun. Darahnya berdesir hebat saat matanya yang penasaran kembali melirik ke arah ereksi Kyuhyun.
Kenapa aku segugup ini. Di dunia kedokteran dapat aku ketahui tentang ereksi seorang pria yang akan melakukan hubungan seksual. Namun, yang aku lihat sekarang ini adalah milik Kyuhyun. Suamiku. Aaa, apa milik Kyuhyun akan muat?
Namun lamunan sesaatnya buyar saat ia merasakan kain terakhir yang tersisa di tubuhnya, celana dalamnya dengan perlahan terlepas dan menuruni kakinya. Kyuhyun melepaskannya dan menelanjanginya. Tubuh mereka berdua sama-sama polos.
Pandangan mata Kyuhyun kembali terpaku dengan terpesona saat melihat tubuh polos Hyunjn. Ya Tuhan! Ia lelaki paling beruntung di dunia!
“Jangan memandangku seperti itu, Kyu”
Ucapan Hyunjin membuat Kyuhyun kembali tersadar dari keterpesonaannya akan tubuh indah Hyunjin. Diturunkannya kembali tubuhnya untuk mencium bibir Hyunjin, lagi.
“Kau benar-benar seksi, Jinnie” bisik Kyuhyun ditengah ciuman mereka. Dan hal itu sukses besar untuk membuat Hyunjin terbakar. Bahkan kini ia sangat jelas merasakan ereksi Kyuhyun yang langsung mengenai perutnya.
Ciuman Kyuhyun turun secara perlahan menuruni tubuh Hyunjin. Di ciumnya setiap inci tubuh Hyunjin mulai dari rahang, leher, kedua payudara Hyunjin, perut datarnya dan hingga sampailah Kyuhyun di depan selangkangan Hyunjin. Matanya kembali terpaku dan menatap takjub pada milik Hyunjin yang tertutup rambut halus.
Dengan perlahan Kyuhyun melebarkan kedua kaki Hyunjin dan menekuknya, sehingga milik Hyunjin kini benar-benar terpampang jelas di depan matanya. Basah dan merekah.
“Kyuuhh..” desah Hyunjin saat Kyuhyun mulai merabai milik Hyunjin. Jari-jarinya bermain disana dan mulai memainkan klitoris milik Hyunjin. Dan seperti tidak puas hanya dengan menggunakan jarinya, Kyuhyun kini mulai mendekatkan wajahnya pada milik Hyunjin dan menelusupkan hidung mancungnya pada sela milik Hyunjin. Merasakan basah dan aroma khas. Dan dengan tidak sabar Kyuhyun menjilati milik Hyunjin dengan jari yang masih memainkan klitoris Hyunjin.
Mendapat rangsangan berlipat ganda dari Kyuhyun, Hyunjin tidak bisa melakukan hal lain selain mendesah nikmat. Kepalanya menengadah dan jarinya mencengkram erat sprei untuk melampiaskan rasa nikmat tiada tara itu. Tubuhnya menggeliat dan ini benar-benar sangat nikmat.
Puas menjilati milik Hyunjin, kini Kyuhyun dengan perlahan memasukkan jari telunjuknya kedalam tubuh Hyunjin. Ditatapnya Hyunjin yang sedang mengerutkan dahinya dan mulai meringis sakit saat jarinya semakin masuk kedalam.
“Appo?”
“Appo, Kyu”
“Tahan sebentar, Jinnie”
Jari Kyuhyun semakin lancar bergerak keluar masuk tubuh Hyunjin. Rasa perih yang mulanya dirasakan Hyunjin kini tergantikan oleh rasa nikmat yang berhasil membuatnya menggerak-gerakkan kepalanya kekiri dan kekanan. Gigitan pada bibirnya bahkan tidak bisa menahan desahan nikmat itu untuk tidak keluar.
Kyuhyun yang semakin bersemangat kini menambahkan jari tengahnya masuk ke dalam tubuh Hyunjin dan gerakan tangannya semakin lama semakin bertempo cepat.
“Eeengghh..”
Mata Kyuhyun terpaku melihat wajah Hyunjin yang tersiksa oleh kenikmatan yang ia berikan. Hyunjin masih saja bertahan dan memilih untuk menggigiti bibirnya sendiri agar suara desahannya tidak keluar.
“Jangan ditahan, Jinnie”
Secara otomatis Hyunjin melepaskan gigitannya pada bibir bawahnya dan bibirnya kini terbuka dan matanya terpejam. Kepalanya menengadah ke atas dan jari-jarinya masih mencengkram seprai. Peluh mulai terlihat di dahinya.
Kyuhyun semakin cepat menggerakkan kedua jarinya di tubuh Hyunjin dan ia tahu bahwa Hyunjin akan segera mendapatkan klimaksnya karena otot perut Hyunjin kini terlihat mulai tegang.
“Aaargh.. Kyuuuh” Desahan Hyunjin terdengar cukup panjang dan kuat saat gelombang kenikmatan itu ia rasakan untuk pertama kalinya. Kyuhyun tetap menggerakkan jarinya saat melihat Hyunjin sedang menikmati klimaks pertamanya sehingga gelombang kenikmatan itu lama menyerang Hyunjin. Kemudian saat melihat Hyunjin sudah mulai menenangkan dirinya dari pelepasan pertamanya, Kyuhyun mulai mengeluarkan kedua jarinya yang basah akibat cairan Hyunjin dan menjilati jarinya sendiri tanpa rasa jijik sama sekali.
Lalu Kyuhyun kembali menyatukan bibir mereka seolah membagi rasa cairan milik Hyunjin yang masih terasa di lidahnya pada Hyunjin. Ciuman mereka kembali terjadi dengan panas. Dan pada saat itulah Kyuhyun menggesekkan miliknya pada milik Hyunjin sehingga membuat Hyunjin mendesah nikmat disela-sela ciuman mereka.
Kyuhyun melepaskan ciuman mereka dan menatap dalam mata Hyunjin. Wajah Hyunjin mulai menegang dan nafasnya menjadi pendek-pendek. Kyuhyun tahu apa yang sedang di pikirkan Hyunjin sehingga ia membelai lembut wajah Hyunjin dan menghapus titik-titik peluh di dahi Hyunjin.
“Ada apa, Jinnie? Kau masih belum siap?” Tanya Kyuhyun lembut masih dengan menatap mata Hyunjin dengan dalam.
Hyunjin hanya menelan salivanya dan balas menatap mata Kyuhyun. Ia sudah berusaha meyakinkan dirinya sendiri untuk siap, namun ada sedikit rasa takut yang menyergap hatinya. Sedikit, hanya sedikit. Dan yang ia butuhkan saat ini hanyalah agar Kyuhyun menenangkan dirinya.
“Kau takut?”
“Sedikit”
“Lalu, apa kita hentikan saja?”
Hyunjin menggeleng pelan. Kyuhyun tersenyum melihatnya.
“Jangan takut, Jinnie. Aku tidak akan menyakitimu. Bisakah kau percaya padaku?”
Hyunjin semakin menatap mata Kyuhyun dalam dan kemudian menganggukkan kepalanya. Kyuhyun kembali tersenyum dan menautkan jari-jari Hyunjin pada jari-jarinya seolah apa yang ia lakukan itu bisa membuat Hyunjin merasa lebih tenang. Kemudian Kyuhyun mulai memasukkan miliknya pada Hyunjin, lagi. Ditatapnya Hyunjin yang mulai menyerngitkan alisnya saat milik Kyuhyun mulai masuk. Semakin lama semakin dalam dan Kyuhyun melihat air mata Hyunjin mulai menggenang di pelupuk matanya.
Tidak tega melihat Hyunjin yang meringis kesakitan, Kyuhyun memilih untuk menerobos milik Hyunjin dengan sekali hentakan sehingga Hyunjin tidak merasakan sakit lebih lama.
“Aarrgghh” pekik Hyunjin saat Kyuhyun berhasil merenggut keperawanannya. Diremasnya kuat tangan Kyuhyun yang masih bertaut dengan tangannya dan tanpa sadar menitikkan air mata karena menahan rasa perih yang tidak tertahankan.
Sedangkan Kyuhyun kini hanya mendiamkan tubuhnya yang sudah masuk seluruhnya pada tubuh Hyunjin. Ia merasakannya. Ia merasakan saat miliknya merobek sesuatu di dalam tubuh Hyunjin dan berhasil menerobosnya. Tubuhnya dan tubuh Hyunjin kini benar-benar menyatu. Direndahkannya tubuhnya agar dekat dengan tubuh Hyunjin. Diusapnya air mata yang keluar dari mata Hyunjin dan menyatuhkan dahi mereka.
“Sakit sekali?”
“Ne. Kau tidak merasakannya. Ini sakit sekali, Kyu. Mengapa kau masih bertanya?” rengek Hyunjin dengan mata yang masih berkaca-kaca. Air matanya kembali jatuh dari sudut matanya, namun melihat hal tersebut bukannya merasa kasihan Kyuhyun malah terkekeh pelan. Bagaimana tidak, Hyunjin bisa-bisanya merengek dan mengerucutkan bibirnya dengan berurai air mata di tengah-tengah percintaan mereka.
“Bagaimana bisa aku merasakannya, Jinnie. Uljima. Maafkan aku, ne? Apa aku terlalu keras?” tanya Kyuhyun dengan bibir yang berkedut geli. Dikecupnya pipi Hyunjin dan merasakan kepala Hyunjin yang bergerak mengangguk menanggapi pertanyaannya.
Kyuhyun masih belum menggerakkan tubuhnya yang sudah berada di dalam tubuh Hyunjin. Ditunggunya Hyunjin hingga istrinya itu tenang barulah ia memulai pergerakan.
“Apa kau.. hanya akan diam saja, Kyu?” tanya Hyunjin setelah cukup lama dalam posisi yang sama dan Kyuhyun belum memulai apa-apa. Sesungguhnya ia sangat malu saat menanyakan hal tersebut, namun ia mulai merasa pegal dengan posisi Kyuhyun yang nyaris menindihnya. Dan kini ia merasakan wajahnya terbakar.
“Kita mulai?” Kyuhyun terkekeh geli dan dengan perlahan mulai menarik miliknya dan memasukkan kembali kedalam tubuh Hyunjin tanpa menunggu jawaban Hyunjin. Masih dengan mata yang menatap awas pada raut wajah Hyunjin untuk mengukur apakah istrinya masih merasakan sakit atau tidak. Namun tetap dilanjutkannya kegiatan itu dengan perlahan dan mendesah tertahan karena miliknya yang terjepit dengan kuat di tubuh Hyunjin. Dan tentu saja rasanya sangat nikmat.
Hyunjin yang semula masih meringis lama-kelamaan mulai merasakan rasa nikmat. Kini rasa perih itu perlahan mulai tergantikan dengan rasa nikmat. Dan dapat dirasakannya gerakan Kyuhyun semakin cepat dan ia semakin merasakan kenikmatan itu.
Desahan keduanya mulai terdengar saling bersahutan. Kyuhyun kembali menyatukan bibirnya pada bibir Hyunjin yang langsung disambut ciuman panas oleh Hyunjin. Tangan Kyuhyun tidak tinggal diam, tangan kirinya masih menyatu dengan tangan kanan Hyunjin dan tangan kanannya kini merambat dan meremas pelan payudara Hyunjin. Sedangkan Hyunjin yang semakin merasakan nikmat kini menelusupkan jari tangan kirinya pada rambut belakang Kyuhyun dan meremasnya. Sesekali tangannya turun menuju leher Kyuhyun.
“Kyuuuhh.. Aaahhh”
“Jiinniee.. Kau begituh nikmat, sayaanggh”
Gerakan pinggul Kyuhyun semakin cepat dan keduanya semakin meracau tidak jelas. Lalu kembali menyatukan bibir mereka dan kembali berciuman panas. Kyuhyun mulai merasakan miliknya semakin diremas di dalam tubuh Hyunjin dan menyimpulkan Hyunjin akan segera klimaks, sama seperti dirinya, sehingga ia semakin cepat menggerakkan pinggulnya.
Kembali di satukannya jari-jari kedua tangannya dengan Hyunjin.
“Aaarrghhh Kyuuuhh”
“Jinniee, Aaarrgghhh..”
Dan kemudian terdengar suara erangan nikmat dari bibir mereka bersamaan. Kyuhyun dengan keras membenamkan miliknya pada tubuh Hyunjin saat ia mencapai klimaksnya yang bersamaan dengan klimaks Hyunjin. Cairan Kyuhyun terasa penuh keluar di dalam tubuh Hyunjin ditambah dengan dengan cairan milik Hyunjin. Nafas keduanya saling memburu.
Kyuhyun meletakkan kepalanya pada dada Hyunjin yang sedang naik turun karena sibuk menenangkan nafasnya yang sebelumnya tersengal-sengal karena percintaan mereka. Dan Kyuhyun pun merasakan hal yang sama. Mereka hanya diam untuk beberapa saat untuk sama-sama menikmati sisa-sisa percintaan mereka dan sama-sama saling menenangkan diri.
“Kyu, kau berat” protes Hyunjin karena Kyuhyun masih saja meletakkan kepalanya diatas dada Hyunjin. Dan ia tidak bohong bahwa ia memang merasakan berat. Digapainya kepala belakang Kyuhyun dan mengelus rambut Kyuhyun pelan. Dilihatnya Kyuhyun yang memejamkan matanya.
Mendengar protes Hyunjin, Kyuhyun membuka matanya lalu menyengir bocah. Kemudian menegakkan tubuhnya dan dengan perlahan melepaskan tubuhnya dari tubuh Hyunjin. Dan keduanya sama-sama melenguh pelan saat tubuh mereka saling terlepas. Kemudian Kyuhyun membaringkan tubuhnya di samping tubuh Hyunjin dan menghadapkan badannya kearah Hyunjin. Keduanya sudah terlihat tenang saat ini, namun Hyunjin terlihat lelah.
“Bagaimana?” tanya Kyuhyun tidak jelas namun senyum bocah itu tidak hilang dari bibirnya. Hyunjin yang matanya kini perlahan mengantuk menolehkan pandangannya ke arah Kyuhyun.
“Apanya yang bagaimana?”
“Bagaimana perasaanmu, tentang eerrr tadi?” senyum tidak jelas Kyuhyun semakin menjadi-jadi saat ia melontarkan pertanyaan itu.
“Hmm” Hyunjin berdehem tidak jelas sambil mengedip-ngedipkan matanya yang mulai terasa berat. Rasa lelah benar-benar menguasai tubuhnya bahkan hanya untuk menutupi tubuh bagian atasnya saja ia tidak sanggup. Pandangannya mulai tidak jelas begitu juga pendengarannya. Jiwanya seakan dipanggil oleh alam tidurnya.
Senyum Kyuhyun masih belum luntur. Dipandangnya Hyunjin dengan sayang dan tahu bahwa istrinya itu sedang kelelahan. Kyuhyun duduk di atas ranjang lalu mengambil selimut di bawah kaki mereka. Dengan perlahan ia menyelimuti tubuh Hyunjin –dan tubuhnya juga– lalukembali memposisikan diri tidur menyamping menghadap Hyunjin.
“Jinnie” bisik Kyuhyun. Tangannya terulur merapikan rambut Hyunjin dan membelai pipi Hyunjin sejenak. Hyunjin yang mendapat belaian tangan Kyuhyun semakin larut dan mengantuk. Dan perlahan matanya mulai tertutup.
“Saranghae”
FIN
%d blogger menyukai ini: