Lucky or Unlucky Part 2 END

0
Lucky or Unlucky Part 2 END ff nc kyuhyun
Author                        : Nami
Tittle               : Lucky or Unlucky (Part 2 END)
Category         : NC 17, Yadong, School life, Twoshoot
Cast                 : Cho Kyuhyun, Lee Minjae
Other cast       : Lee Donghae, Shim Changmin, Oh Hani, Go Minah, Cho Joori
-Part 2-
Kyuhyun menoleh dan melambaikan tangannya. “Kenapa kau lama sekali? Badanku sangat pegal menunggumu, Joori-ah. Ayo kita pulang,” ucap Kyuhyun sambil tersenyum dan membawa Joori kedalam rangkulannya.

“Ne.”
Minjae membeku. Entah mengapa perasaannya campur aduk sekaligus penasaran dengan yeoja bernama Joori yang saat ini disebelah Kyuhyun.
“Oh, ada orang lain juga?” tanya Joori pada Kyuhyun saat hendak masuk. Kyuhyun menoleh ke Minjae, lalu buru-buru mengalihkan pandangannya ke arah lain ketika mata mereka bepapasan.
“Joori imnida. Kau teman Kyuhyun Oppa?” tanya Joori sambil mengulurkan tangannya.
Minjae menjabat tangan Joori, “Ne. Minjae imnida.”
“Jika kau seumuran dengan Kyuhyun Opaa, sepertinya aku harus memanggilmu ‘eonni’ karena aku satu tahun dibawah kalian.” Ucap Joori dengan senyum lebar, berbeda dengan Minjae yang hanya tersenyum kecil.
Saat Joori maupun Kyuhyun sudah masuk ke dalam mobil, Minjae justru membuka pintu dan keluar. “Kyu, sepertinya aku pulang sendiri saja. Terima kasih.” Ucapnya buru-buru.
“Tidak perlu,” cegah Kyuhyun. “Aku akan mengantarkanmu, masuklah. Lagipula aku sudah berjanji pada Han ahjussi untuk mengantarkanmu pulang” lanjutnya.
Minjae akhirnya masuk ke dalam mobil kembali. Dia hanya terdiam disepanjang perjalanan, sambil sesekali melirik Kyuhyun yang sedang asik bercengkrama dengan Joori.
“Bagaimana kabar eomonim?” tanya Kyuhyun kepada Joori.
“Baik. Eomma sangat merindukanmu, Oppa. Sudah lama sekali kau tidak berkunjung.” Jawabnya.
“Aku juga sangat merindukan eomonim. Dan juga sangat merindukanmu,” ucap Kyuhyun dengan mengedipkan satu matanya ke arah Joori.
Minjae tiba-tiba merasa pusing dan mual mendengar obrolan Kyuhyun dan Joori. Jantungnya berdebar semakin cepat, dadanya terara sakit, air matanya mendesak keluar. Ingin cepat-cepat pergi dari mobil Kyuhyun yang tiba-tiba terasa seperti neraka baginya. Dia mengeluarkan ponselnya karena ada getaran kecil, lalu membuka. Ada dua pesan masuk dari teman-temannya.
From : Hani
Aku melihat Kyuhyun menjemput seorang yeoja. Jangan menyimpulkan apapun sebelum kau tahu sendiri dari mulut Kyuhyun siapa yeoja tersebut.
From : Minah
Jangan lupa untuk mengajak Kyuhyun mengerjakan hukumanmu. Biar bagaimanapun dia penyebab kau mendapatkan hukuman dan dia harus bertanggung jawab untuk membantumu.
Minjae memasukkan kembali ponselnya tanpa berniat membalas.
Kyuhyun berhenti disebuah rumah besar, lalu turun dan membukakan pintu mobil untuk Joori. “Sampaikan salamku pada eommonim,” ucap Kyuhyun lalu mengecup puncak kepala Joori. Joori mengangguk lalu melambai kepada Kyuhyun. Minjae benar-benar ingin berteriak saat ini, perasaan rindu, marah, cemburu, bercampur menjadi satu.
Kyuhyun sudah tidak mencintainya lagi. Kyuhyun membencinya, terbukti dengan pandangannya yang selalu datar. Kyuhyun sudah memiliki yeojachingu. Kalimat itu yang selalu berputar-putar di otak Minjae. Seharusnya Minjae senang dengan hal ini, tapi entah mengapa rasanya dadanya sangat sakit saat melihat Kyuhyun meletakkan bibirnya di dahi orang lain.
“Kau tidak turun?”
“Hah?” Minjae seperti orang bingung tidak jelas.
“Kita sudah sampai,” ucap Kyuhyun lagi.
Minjae menoleh ke samping dan mendapati rumahnya sudah dihadapannya. “Oh ne.” Minjae membuka pintu mobil Kyuhyun.
Minjae membalikkan badannya sebelum benar-benar turun dari mobil, “Kyu, nanti malam kau sibuk?” tanyanya.
“Ani. Wae?”
“Maukah membantuku mengerjakan hukumanku? Kau tidak perlu kerumahku, aku yang akan kerumahmu. Itupun kalau kau mau.”
Kyuhyun mengangguk dengan tenang. Berbeda dengan hatinya yang sedang meloncat kesana kemari sangat bahagia hingga rasanya ingin meledak seperti bom.
“Gomawo,” ucap Minjae singkat sambil menyisipkan senyuman terpaksa.
***
Kyuhyun mempersiapkan diri untuk bertemu Minjae malam ini. Dirinya harus terlihat tampan, yah walaupun memang sudah tampan sebenarnya.
TING TONG
Kyuhyun membukakan pintunya, lalu tersenyum lebar. Minjae ada didepan rumahnya? Benar-benar tidak bisa dipercaya.
“Annyeong princess,” sapa Kyuhyun.
Minjae berkedip-kedip bingung. Tadi siang seingatnya Kyuhyun sangat datar kepadanya, kenapa sekarang kembali seperti semula? Jangan-jangan Kyuhyun punya kepribadian ganda? Tanya Minjae dalam hati.
Kyuhyun menangkap raut bingung pada wajah Minjae. Dia buru-buru menggandeng tangan Minjae, dan membawanya ke lantai dua di kamarnya. Minjae diam saja menurut, pikirannya masih dibingungkan dengan sikap Kyuhyun saat ini.
“Kemarin-kemarin serta tadi siang aku hanya akting saja.” Ucap Kyuhyun saat mereka sudah sampai kamar.
Minjae diam.
“Kau marah?” tanya Kyuhyun.
Bukannya menjawab, Minjae malah mengeluarkan air matanya.
Kyuhyun kebingungan karena Minjae tiba-tiba menangis, “Kau kenapa, honey? Yak..yak..kenapa kau mengangis? Astaga…” Kyuhyun mengusap air mata Minjae dengan ibu jarinya. Bukannya diam, Minjae justru semakin menangis kencang, Kyuhyun menjadi kelabakan bingung, kesana kemari mencari tissue.
“Astaga sayang, kau kenapa? Berhentilah menangis.” Kyuhyun mencoba mendudukkan Minjae dikasurnya, lalu berlutut didepannya sambil mengusap air mata serta ingus Minjae dengan tissue yang sepertinya ikut keluar.
“Kau jahat!” teriak Minjae.
“Baik. Baik. Aku memang jahat. Aku minta maaf, Sayang.” Minjae menghentikan tangisannya, sehingga hanya menyisakan iskan-isakan kecil yang belum reda.
Ini pertama kalinya Kyuhyun menghadapi Minjae menangis. Sebelumnya hanya melihat Minjae yang suka menahan tangisannya. Tapi kali ini benar-benar menangis kencang didepan Kyuhyun.
Diambilnya teko air di meja samping tempat tidurnya, lalu menuangkan airnya pada gelas dan memberikannya pada Minjae.
“Kenapa kau menangis?”
“Kenapa kau selalu jahat padaku?” bukannya menjawab Minjae justru melontarkan pertanyaan kepada Kyuhyun.
“Aku jahat? Benarkah? Tapi seingatku aku tidak pernah mencoba membunuhmu. Aku justru sangat mencintaimu.”
“Kau aneh! Gila! Tidak waras!”
“Memang. Kau mungkin orang ke seratus yang mengatakan seperti itu. HAHAHA…” Kyuhyun tertawa tapi tidak dengan Minjae yang hanya terdiam.
“Kau tahu, hidupku terasa sangat membosankan sejak kedua orang tuaku bercerai. Appa pergi dengan wanita lain, sedangkan Eomma..entahlah aku tidak tahu dimana dia.”
“Aku menjalani hidupku yang selalu kesepian, biasa saja, datar, dan membosankan. Pelayan dirumahmu –Han ajumma– pernah bercerita padaku bahwa kau juga kesepian sama sepertiku, anak tunggal yang tinggal dirumah sendiri tanpa orang tua. Beliau memintaku untuk menjadi temanmu.”
“Mulai saat itu aku selalu mengganggumu, dengan tujuan untuk menghilangkan kebosanan yang ada dalam hidupku. Semakin lama entah mengapa perasaan lain tumbuh, perasaan ingin selalu menjaga, dan selalu melindungi. Aku tersadar, aku jatuh cinta padamu.”
“Tapi hal tersebut tidak menghentikanku untuk mengganggumu. Melihatmu marah, berteriak, memaki, memberikan kesenangan tersendiri bagiku karena aku tahu kau tidak sungguh-sungguh melakukannya.”
“Donghae selalu berkata agar aku berhenti mengganggumu, tapi tidak dengan Changmin. Dia selalu menjadi mata-mata untukku. Dia selalu melaporkan apa yang terjadi padamu di kelas.”
“Sejujurnya, Aku mengganggumu hanya ingin memberikan sebuah pengalaman baru yang menyenangkan untukmu. Tidakkah kau menyadarinya?” tanya Kyuhyun.
Minjae terdiam, hidupnya memang menjadi penuh pengalaman semenjak Kyuhyun mengganggunya. Tapi jika dibilang menyenangkan sepertinya tidak tepat.
“Kau ingat ketika aku menyuruh Han Ahjussi meninggalkanmu pulang? Saat itu aku tahu, kau tidak pernah sekalipun menaiki angkutan umum karena kau sangat manja dan penakut.”
“Tidakkah kau berpikir kedepan, bagaimana jika Han ahjussi tidak dapat menjemputmu dan aku tidak dapat mengantarkanmu pulang? Aku ingin membuatmu berpengalaman. Dan benar saja saat seminggu kemudian supir Han sakit sehingga tidak dapat menjemputmu. Dengan sangat terpaksa kau menaiki angkutan umum.” Minjae menganggukkan kepalanya.
Dia mengingat saat pertama kali pulang dengan angkutan umum, walaupun berdesak-desakan dia mencoba menikmatinya. Hal tersebut membutanya lebih bersyukur dengan nasib baiknya, karena setiap hari ada supir pribadi yang mengantar jemputnya.
Sejujurnya saat itu supir Han tidak benar-benar meninggalkannya, beliau mengikuti bus yang ditumpangi Minjae. Tentu saja karena takut jika terjadi sesuatu dengan majikannya.
“Lalu ketika kau ulang tahun, maafkan aku.” Kyuhyun tertawa sejenak.
“Aku melakukannya karena aku tahu orang tuamu tidak bisa pulang kerumah dan mengadakan pesta ulang tahun. Sebagai gantinya, aku menguyurmu dengan air closet di lapangan, sehingga menarik perhatian seluruh sekolah untuk meihat dan mereka menjadi tahu bahwa kau sedang berulang tahun, tidakkah kau menyadarinya semua orang disekolah ikut menyanyikan lagu ulang tahun dan memberimu selamat?”
Minjae tersenyum mengenang masa itu, saat itu dia benar-benar ingin membunuh Kyuhyun. Tetapi jika dia lebih menydarinya dan mengambil sisi positif, sesungguhnya Kyuhyun sedang membuatkan pesta tak terduga yang dihadiri seluruh sekolah untuknya.
“Untuk yang kemarin aku benar-benar minta maaf, karena membuatmu dihukum Kim Seonsaengnim. Saat itu aku hanya ingin memberikanmu pengalaman menarik, berdiri di depan kelas dengan satu kaki diangkat. Mengerjakan 100 soal matematika. Yah, mungkin memang memalukan. Tapi hal tersebut akan bermanfaat jika kau menarik segi positifnya. Kau akan lebih memahami matematika, dan…..”
“Dan membuat kakiku menjadi pegal” sahut Minjae sambil menunjuk kakinya.
“Yah memang benar, tapi ada lagi. Dan bisa membuatmu berduaan denganku sperti ini.” Kyuhyun berucap sambil menaik turunkan alisnya.
“Yak! Kau benar-benar menyebalkan Cho Kyuhyun,” ucap Minjae sambil berpindah tempat disebelah Kyuhyun dan menjambak rambutnya.
“Yak..yak..Minjae hentikan. Ini sakit.” Mohon Kyuhyun. Minjae akhirnya menghentikan tarikannya pada rambut Kyuhyun.
“Lalu yeoja tadi?” tanya Minjae sambil mengamati Kyuhyun yang berjalan kedepan kaca sambil merapikan rambutnya.
“Ahh, itu…. sepupuku Cho Joori. Aku memanggil eommanya dengan sebutan ‘eomonim’ karena dulu aku pernah diasuh olehnya selama 3 tahun.” Ucap Kyuhyun dengan cengiran kecil, tanpa dosa.
Dia kembali duduk didepan Minjae, “Coba kau tebak kenapa aku melakukannya?” tantang Kyuhyun.
“Emmm…. Karena kau ingin….” Minjae sebenarnya tahu jawabannya, tapi dia malu untuk mengatakannya kepada Kyuhyun.
“Karenaa…. emmm… karena… kau ingin…emmm,”
“Karena… kau ingin membuatku menyadari perasaanku.” Ucap Minjae sambil menunduk malu.
“EXACTLY!!!” seru Kyuhyun sambil menepuk tangannya keras membuat Minjae kaget.
“Lalu apa kau sudah menyadari perasaanmu?” tanyanya lagi.
“Aku tidak tahu. Tapi melihatmu bersama yeoja lain membuatku merasakan sesak dan sakit disini,” ucap Minjae sambil memegang dadanya.
Kyuhyun mengacak rambut Minjae pelan. Kyuhyun tahu Minjae memang mencintainya, tapi susah untuk mengatakannya. Kyuhyun tidak akan memaksa Minjae untuk berkata bahwa dia mencintainya. Cukup Minjae mengatakan bahwa dia merasa sakit dan sesak dihatinya membuktikan bahwa Minjae sedang cemburu.
“Saat ini apakah masih terasa sakit?” tanya Kyuhyun.
Minjae menggeleng, memang sudah tidak terasa sakit semenjak Kyuhyun mengatakan bahwa Cho Joori adalah sepupunya, “Aku merasa lega,” jawab Minjae.
“Sepertinya kita melupakan sesuatu. Kita masih punya 100 soal yang belum dikerjakan.”
Minjae tersadar. Benar! Masih ada 100 soal yang menanti mereka. Minjae memandangi Kyuhyun, dia ingin mengatakan sesuatu tapi haruskah? Bagaimana jika Kyuhyun justru menertawakannya? Dia akan malu setengah mati. Tapi jika dia tidak mengatakannya, bagaimana jika Kyuhyun melakukannya lagi kepada orang lain?
“Wae?” Kyuhyun menoleh karena merasa dipandangi Minjae terus menerus.
“Ani,” jawab Minjae singkat, lalu kembali berkutat pada buku didepannya.
“Katakan saja jika ada yang ingin kau katakan.” Minjae tetap menggeleng. Kyuhyun tahu sebenarnya Minjae ingin mengatakan sesuatu, tapi Kyuhyun tidak akan memaksa. Dia akan menunggu Minjae mengatakannya sendiri.
“Cho…”
“Jangan pernah mencium wanita lain lagi.” Ucap Minjae akhirnya sambil menundukkan kepala dan menggigit bibir bawahnya. Kyuhyun cukup terkejut dengan apa yang dikatakan Minjae. Tiba-tiba terbesit dipikirannya untuk menggoda Minjae.
“Wae? Aku memang mencintaimu, tapi kita tidak memiliki hubungan apapun. Kau tidak berhak melarangku.”
Kyuhyun benar. Mereka tidak memiliki ikatan apapun, untuk apa Kyuhyun harus menurut padanya. Memang siapa dirinya, “Eng.. terserah kau saja.” Minjae mendesah pasrah.
Kyuhyun menahan tawa melihat Minjae yang sepertinya lagi-lagi menahan tangis sambil menunduk. Kyuhyun tidak tega sebenarnya terus menggoda Minjae, tapi karena Minjae selalu memberikan respon yang menyenangkan Kyuhyun jadi bersemangat.
Dilihatnya Minjae yang masih menggigit bibir bawahnya. Kyuhyun perlahan-lahan menyentuh dagu Minjae, lalu mengangkatnya. Diusapnya butiran air diujung mata Minjae yang sudah siap meluncur.
“Aku hanya bercanda. Aku janji tidak akan mencium wanita lain selain yeoja paling cantik yang saat ini sedang berada didepanku,”
Minjae tersenyum lega mendengarnya. Kyuhyun berpindah duduk disamping Minjae, lalu tangannya melingkar di pundak Minjae dan meletakkan kepala Minjae di bahunya
“Mau menjadi kekasihku?” Minjae terkejut dengan ucapan Kyuhyun.
“Aku…Aku tidak bisa,” Minjae menundukkan kepalanya. Hati Kyuhyun terasa sakit kali ini. Ini bukan pertama kalinya Kyuhyun menawarkan hal semacam itu. Tapi melihat kondisi mereka yang sudah tampak akur sekaligus romantis dengan posisi yang emm..terlalu dekat, entah mengapa Kyuhyun berpikir Minjae pasti menerimanya. Tapi alangkah terkejurnya Kyuhyun saat Minjae tetap menolaknya.
Kyuhyun melepaskan tangan yang melingkar di bahu Minjae, lalu beranjak duduk didepannya dengan lesu. Dirinya kembali memandangi buku dan berkutat dengan soal-soal. Lain halnya dengan Minjae. Dia terus memandangi Kyuhyun dengan tawa yang hampir meledak.
“Cho, aku belum selesai berbicara. Kenapa kau pindah?” Tanya Minjae.
“Sudahlah, tidak perlu dilanjutkan. Kita harus segera menyelesaikan ini” Kyuhyun  menunjuk buku didepannya, tatapannya masih lesu. Minjae semakin tidak bisa menahan tawa melihat wajah Kyuhyun yang menurutnya sangat lucu dengan bibir yg mengerucut.
Ditariknya lengan Kyuhyun untuk kembali kesebelahnya. “Aku tidak bisa menolakmu, Cho” ucap Minjae sambil kembali menyandarkan kepalanya dipundak Kyuhyun.
Tubuh Kyuhyun rasanya hampir meledak mendengar ucapan Minjae. Apakah ini mimpi? Tanyanya berulang-ulang dalam hati.
“Cubit aku, Princess” Kyuhyun menyerahkan tangannya untuk Minjae cupit.
“AWWWWWWW”
“Masih merasa ini mimpi?” tanya Minjae.
Kyuhyun menggeleng. “Ini benar-benar nyata. Astaga hatiku rasanya hampir meledak. Dewi Fortuna pasti sedang berpihak padaku malam ini. Gomawo, Baby.”
Kyuhyun memeluk Minjae erat. Begitupula Minjae yang membalas pelukan Kyuhyun. Setelah dirasa cukup, Kyuhyun melepaskan pelukannya, dipandanginya Minjae intens dan hal tersebut tentu saja berhasil membuat Minjae semakin malu.
Mereka saling mendekatkan wajah mereka masing-masing, hingga hidung Kyuhyun menabrak hidung Minjae. Kyuhyun mulai memiringkan kepalanya, Minjae seakan terhipnotis langsung memejamkan matanya hingga sebuah material lembut sekaligus dingin mendarat tepat dipermukaan bibirnya. Awalnya hanya menempel, tapi semakin lama semakin bergerak intens melumat. Serasa ada aliran listik di tubuh Minjae yang membuatnya bergetar. Minjae awalnya memang terkejut dengan perlakuan Kyuhyun, tapi entah setan apa yang merasuki dirinya kini bibir Kyuhyun yang sedang melumatnya terasa sangat nikmat dan memabukkan.
Tidak hanya diam. Minjae membalas melumat bibir Kyuhyun.
Mereka tenggelam dalam ciuman yang cukup lama hingga Minjae menolehkan kepala kesamping dan membuat ciuman mereka terlepas. Selagi Minjae terengah-engah menarik napas sebanyak-banyaknya, Kyuhyun tidak tinggal diam, dia menurunkan ciumannya ke bahu Minjae.
“Kyuuhhh… Kita harus mengerjakan tugasnya,” ucap Minjae disela nafsunya yang semakin tersulut jika tidak segera dihentikan.
Kyuhyun tersenyum sambil menghentikan aktivitasnya di bahu Minjae. Lalu merapikan baju Minjae yang sedikit berantakan karena ulahnya.
***
“Kita istirahat dulu, Honey. Otak ku sudah cukup lelah terus menerus berpikir. Lagi pula kita sudah mengerjakan hingga 80 nomor. Masih ada sisa waktu, karena besok hari Minggu”
“Tidak, Kyu. Kita harus menyelesaikannya sekarang juga agar aku bisa segera pulang. Besok Minggu aku tidak punya waktu.”
“Hah. Benar-benar keras kepala.” Umpat Kyuhyun sambil berjalan ketempat tidur dan merebahkan dirinya.
Jarum jam sudah menunjukkan pukul satu malam, tapi tidak menghentikan aktifitas Minjae sama sekali.
“Selesai. Cho, antarkan aku pulang”
“Kau tidak lihat, ini sudah jam 1 malam? Kau menginap disini saja”
“Mwo????? Apa yang akan dikatakan Han Ajumma jika aku meningap dirumah seorang pria yang tinggal sendirian dirumahnya?”
Tanpa menjawab, Kyuhyun bangun dan mengambil ponselnya. Ditekannya beberapa nomor, lalu menempelkan ponselnya ditelinga.
“Yeoboseoyo,”
“…..”
“Minjae masih berada dirumahku ajumma. Kami baru saja menyelesaikan tugas kami 30 menit yag lalu. Minjae ketiduran, sejujurnya aku tidak tega membangunkannya karena sepertinya dia sangat kelelahan. Tapi jika kau ingin aku mengantarkannya pulang, aku akan membangunkannya dan mengantarnya pulang.”
“……”
“Ne ajumma. Aku akan menjaganya.”
“…..”
“Ne.”
Sambungan terputus. Minjae menatap Kyuhyun tidak percaya. “Dasar pembohong,” ucapnya lirih.
Kyuhyun meletakkan ponselnya lalu merebahkan dirinya kembali diatas kasur sambil tersenyum menatap Minjae, ditepuk-tepuknya tempat disebelahnya untuk mengisyaratkan agar Minjae juga ikut merebahkan dirinya disamping Kyuhyun.
Minjae menatap Kyuhyun tajam, “Antarkan aku ke kamar tamu, Cho”
“Shireo! Kita sudah menjadi sepasang kekasih Sayang, jadi kita malam ini tidur bersama.”
“Shireo! Shireo! Shireo!” Minjae tetap tidak mau mendekat kearah Kyuhyun. Dia tetap berdiri didekat pintu menunggu Kyuhyun bangun dan mengantarkannya ke kamar tamu.
“Baiklah-baiklah. Ikuti aku.” Kyuhyun akhirnya berdiri dan mengantarkan Minjae menuju kamar tamu.
Kyuhyun menuruni tangga, lalu melewati lorong yang cukup gelap hingga akhirnya berhenti disalah satu pintu. Dibukanya pintu tersebut, lalu menghidupkan lampu kamar. “Ini kamar tamunya, masuklah. Panggil aku jika butuh sesuatu,” setelah Minjae masuk, Kyuhyun menutup pintunya dan kembali berbalik menuju kamar.
Belum genap lima langkah, Kyuhyun mendengar pintu kamar kembali dibuka. Dia menolehkan kepalanya dan melihat wajah Minjae yang sepertinya ketakutan.
“Wae?”
“Bisakah lampu dilorong ini dihidupkan saja?” tanya Minjae.
Kyuhyun mengerutkan keningnya bingung, “Lorong ini lampunya rusak, dan aku belum sempat menggantinya. Tidurlah, ini sudah malam.”
“Apakah tidak ada kamar yang lebih dekat dengan kamarmu, Kyu”
Kyuhyun semakin bingung dengan ulah Minjae. Dilihat dari gerak-geriknya, sepertinya Minjae ketakutan. Tiba-tiba terlintas ide jahil di otak Kyuhyun.
“Tidak ada. Ah iya, jika kau ingin tidur jangan lupa matikan lampunya.”
“Wae?” tanya Minjae cepat.
“Gwaenchana. Hanya saja untuk mengantisipasi jika terjadi sesuatu.”
“Sesuatu apa?”
“Ah lupakan saja. Lagipula kajadiannya juga sudah sangat lama.”
“Kyu,” panggil Minjae mengisyaratkan ingin diceritakan apa yang dimaksud Kyuhyun.
“Dulu Changmin dan Donghae pernah meningap dan tidur dikamar ini. Changmin melihat sesuatu di kaca tapi Donghae tidak bisa melihatnya. Aku takut jika kau seperti Changmin, mungkin jika lampunya dimatikan kau tidak akan melihat apapun.” Kyuhyun berjalan kearah Minjae, lalu dikecupnya puncak kepala Minjae lembut.
“Tidurlah. Semoga mimpi indah.” Kyuhyun hendak berbalik, tapi Minjae menahan tangannya sehingga langkah Kyuhyun terhenti.
Minjae menundukkan kepalanya menimbang apakah ia harus mengatakannya kepada Kyuhyun atau tidak.
“Aku takut.” Guman Minjae pelan sambil masih memegang erat tangan Kyuhyun.
Kyuhyun menyeringai sepertinya rencananya hampir berhasil, batinnya.
“Tidak usah dipikirkan. Bisa jadi Changmin dan Donghae hanya mengarang cerita,” Kyuhyun mengecup dahi Minjae sekali lagi dan mengusap pipi Minjae menenangkan.
“Ak.. Aku.. Aku tidur .. emm .. denganmu saja.”
Hati Kyuhyun berteriak girang. Rencananya berhasil untuk menakuti Minjae. Sejujurnya cerita tadi hanya karangan Kyuhyun saja. Menggoda Minjae benar-benar menyenangkan, pikir Kyuhyun.
“Kau yakin?”
“Ya.”
“Tapi aku tidak mau tidur di sofa atau lantai. Aku juga tidak mau kau tidur di sofa atau lantai. Bagaimana?”
Minjae terlihat berpikir sejenak menimbang usulan Kyuhyun. Tidur satu ranjang bersama Kyuhyun? benr-benar mengejutkan. Bagaimana jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan? Pikiran aneh melayang-layang di kepala Minjae.
Setelah satu menit berlalu, Minjae akhirnya menyerah dan mau tidur satu ranjang bersama Kyuhyun. Ini lebih baik daripada dia harus tidur dikamar pojok yang terpencil, gelap, dan horor.
***
Dengan sangat terpaksa, Minjae tidur diranjang yang sama dengan Kyuhyun. Hatinya berdebar-debar tidak terkendali. Jantungnya berdetak semakin keras kala merasakan tangan Kyuhyun yang sedang membelai rambutnya pelan. Minjae tidak berani tidur menghadap Kyuhyun, alhasil dia membelakangi Kyuhyun dan meletakkan guling ditengah-tengah mereka sebagai pembatas.
“Honey, kau sudah tidur?”
“____” tidak ada jawaban. Kyuhyun tahu sebenarnya Minjae belum tidur, terdengar dari napasnya yang tidak teratur dan terdengar terburu-buru. Malam ini Kyuhyun juga tidak bisa tidur. Jantungnya berdetak lebih cepat sama seperti Minjae.
Diambilnya guling yang membatasi mereka. Dengan perlahan Kyuhyun melingkarkan tangannya diperut Minjae. Kyuhyun terenyum merasakan pergerakan perut Minjae berhenti, menandakan Minjae sedang menahan napas.
“Bernapaslah,” bisik Kyuhyun disela rambut Minjae. Setelah itu kembali ada pergerakan di perut Minjae.
“Aku merasa seperti bermimpi dapat memelukmu seperti ini,” ucap Kyuhyun kembali.
Dikecupnya tengkuk Minjae, sambil mempererat pelukannya.
Minjae merasa tubuhnya membeku, lalu bulu kuduknya berdiri ketika Kyuhyun mengendus tengkuknya. Minjae memejamkan matanya erat, jantungnya semakin meloncat kesana kemari tidak karuan.
“Sial,” Kyuhyun tiba-tiba mengumpat dan bangun dari ranjangnya. Hal tersebut mau tak mau membuat Minjae membuka matanya dan membalikkan badan melihat Kyuhyun yang sedang duduk diranjang membelakaninya.
“Kyu…” panggil Minjae. Kyuhyun menoleh singkat.
“Tidurlah,” setelah mengucapkan kata tersebut Kyuhyun berdiri dan melangkah keluar kamar. Sekilas Minjae melihat sesuatu yang menonjol dibalik celana Kyuhyun. Jangan-jangan Kyuhyun…
Minjae terenyum, lalu bangkit dari tidurnya dan melangkah mengikuti Kyuhyun dibelakang tanpa sepengetahuannya hingga Kyuhyun menghilang di balik kamar mandi. Sepertinya Minjae tahu betul apa yang akan dilakukan Kyuhyun, ide jahil muncul dikepalanya.
Kreeekk
Dibukannya pintu kamar mandi perlahan yang kebetulan tidak Kyuhyun kunci. Minjae terpaku sesaat melihat Kyuhyun menurunkan celananya serta celana dalamnya hingga lutut sehingga pantat montoknya terlihat. Minjae hanya berdiri tidak melakukan apapun, ide untuk membuat Kyuhyun terkejut hilang begitu saja. Minjae tidak tahu harus melakukan apa, dia hanya diam berdiri.
“Sssshhhh… Minjaeee … sshhh aahhh,” Kyuhyun terus mengurut juniornya sambil menggumamkan nama Minjae disela desahannya.
“Nggghhhh…Minjaeehhh…sshh…aaahh”
“K..kyu..” panggil Minjae pelan.
Kyuhyun menghentikan kocokan di juniornya, tubuhnya menegang. Minjae dibelakangnya? Astaga, Kyuhyun benar-benar tidak tahu setelah ini harus meletakkan muka dimana. Dia sudah tertangkap basah bermasturbasi sambil menggumamkan nama Minjae dan lebih parahnya Minjae melihatnya?
“KELUAR DARI SINI LEE MINJAE” tanpa sadar Kyuhyun membentak Minjae. Hal tersebut tentu saja membuat Minjae terkejut bukan main. Kerja otak Minjae sepertinya berhenti, tanpa sadar bukannya keluar Minjae justru mendekat. Kyuhyun mendengar langkah Minjae yang semakin mendekat buru-buru kembali menaikkan celananya serta celana dalamnya dan berbalik.
Mereka berdua sama-sama terkejut ketika berhadapan dengan jarak sangat dekat hampir menempel satu sama lain.
“Sudah kubilang tidur, kenapa kau mengikutiku?”
Minjae menunduk menyembunyikan kegugupannya, tapi justru yang dilihatnya adalah junior Kyuhyun yang masih terlihat menonjol dibalik celananya. Minjae buru-buru melihat ke samping, mukanya merah padam.
“Ak.. Aku.. Takut” ucap Minjae bohong. Sebenarnya Minjae mengikuti Kyuhyun bukan karena takut melainkan karena ingin mengagetkan Kyuhyun.
“Bohong.” Ucap Kyuhyun sambil mendekatkan wajahnya di depan wajah Minjae.
Minjae sudah menduga Kyuhyun akan mengetahuinya jika dia berbohong. Sebelum Kyuhyun melanjutkan keta-katanya Minjae langsung berbalik keluar kamar mandi dan berjalan cepat kearah kamar.
Kyuhyun mengikutinya dibelakang sambil tersenyum, lagi-lagi di otaknya terbesit ide gila. Minjae harus dihukum, pikir kyuhyun.
Sesampainya dikamar, Minjae langsung berbaring dan menutup tubuhnya dengan selimut hendak tidur. Namun Kyuhyun justru menyibakkan selimutnya dan menarik Minjae bangun.
“Sebelum tidur kita akan bermain sebentar, Sayang.”
“Shireo!!! Aku mengantuk Cho Kyuhyun” Minjae kembali berbaring dan menarik selimutnya sampai menutupi kepalanya, lalu berbalik membelakangi Kyuhyun.
“Aku akan terus mengganggumu hingga kau mau bermain sebentar denganku.”
“I DON’T CARE” teriak Minjae dengan suara teredam dibalik selimut tebal Kyuhyun.
Kyuhyun tidak tinggal diam, dia menggelitik pinggang Minjae terus menerus hingga Minjae terpaksa bangun dan menyerah. “Baiklah-baiklah. Kita bermain sebentar,” Kyuhyun tersenyum penuh kemenangan. Dia menghidupkan laptopnya, lalu mengambil stick PS.
“Kita akan bertanding, bagi siapa saja yang kalah harus menuruti kemauan pemenang.”
“OK. Deal!” setelahnya mereka berjabat tangan dan memulai bermain.
***
“Cho Kyuhyuuuuunnnn!! Apa yang kau lakukan???” Minjae berteriak histeris sambil menutup matanya dengan kedua telapak tangannya.
“Hei hei tidak perlu berteriak histeris seperti itu. Sesuai perjanjian yang kalah harus mengikut kemauan pemenang. Dan kau kalah.”
“Kau bermain curang tadi.” Ucap Minjae masih sambil menutup matanya.
“Sebelum bermain kita tidak membicarakan peraturan, Sayang. Itu tandanya bukan kecurangan. Sekarang kau harus berlutut didepanku,” Kyuhyun tertawa melihat wajah Minjae yang memerah.
“Shireo!!! Aku ingin pulang!”
“Penakut!”
“Kita putus saja!”
“Yak, jika kau berkata seperti itu lagi aku akan mengurungmu dirumahku selamanya!”
“Lakukan saja jika kau bisa!”
“Kau akan menyesal nanti!”
“Whatever!”
“Astaga Minjae aku benar-benar sudah tidak tahan. Cepat lakukan!”
“Itu menjijikkan, Cho Kyuhyun.”
“Tidak akan menjijikkan jika kau menikmatinya,”
“Aku tidak mau menikmatinya,”
“Kau akan menikmatinya”
“Tidak akan!”
Kyuhyun menghela napas dan berjalan mendekat ke arah Minjae. “Kau percayalah padaku. Hanya sebentar saja dan tidak akan menyakitkan.” Ucap Kyuhyun halus sambil membimbing Minjae duduk di sofa.
“Ak..aku tidak pernah melakukan sebelumnya. Aku takut, aku malu.” Minjae tidak melepaskan tangannya dari wajahnya. Membuat Kyuhyun semakin gemas.
“Tetap pejamkan matamu dan berikan tanganmu. Aku akan membimbingmu,” ucap Kyuhyun dengan mulai menggenggam tangan Minjae.
Minjae menurunkan tangannya, matanya masih terpejam erat. Dia pasrah dengan apa yang akan dilakukan Kyuhyun.
Sebuah benda lonjong terasa keras mendarat ditelapak tangan Minjae. Membuat Minjae semakin menahan napasnya. Kyuhyun membantu Minjae menggenggam benda tersebut dan meremasnya perlahan.
“Ngghh..” satu desahan lolos dari bibir Kyuhyun. Entah mengapa Minjae mulai senang mendengar Kyuhyun mendesah. Nalurinya membawanya untuk melakukan lebih. Minjae mulai tertarik dengan kegiatannya saat ini.
“Minjaehh lebbhhhiihhh kuuattt..ennggghh”
Matanya yang terpejam dibukanya perlahan seiring kuatnya remasan tangan pada junior milik Kyuhyun. Jantungnya berdegup kencang, Minjae cukup terkejut dan tidak menyangka Kyuhyun memiliki junior yang cukup besar dan panjang.
Dipandanginya Kyuhyun yang menyendarkan kepalanya di sandaran sofa sambil memejamkan mata erat, mukanya memerah, bibirnya terbuka dan tidak berhenti mendesah kenikmatan, keringat mulai mengalir di dahinya.
“Sshhh..aaahhh…nikkhhmattthh…”
Minjae tersenyum melihat Kyuhyun. Sepertinya Minjae tertarik untuk memperlakukan Kyuhyun seperti apa yang diperintahkannya tadi.
Dia berlutut diantara kaki Kyuhyun, lalu mendekatkan bibirnya di ujung junior Kyuhyun. Minjae mengecupnya pelan, lalu mulai memasukkan junior Kyuhyun didalam mulutnya.
Kyuhyun reflek langsung membuka mata merasakan benda basah menyentuh bahkan menyedot juniornya. Dia tersenyum melihat Minjae yang sepertinya menikmati.
“Kau terlihat sangat menikmatinya, honey.” Ucap Kyuhyun sambil menarik Kepala Minjae mendekat agar lebih dalam mengulum juniornya.
Minjae menatap Kyuhyun sinis, tidak dapat berbicara karena mulutnya tersumpal junior besar milik Kyuhyun.
“Ohhhh Minjae..lebihhh cepattt…Akh akuu hampir sampai…oohhhh sshhhh”
Minjae semakin mempercepat kocokannya pada junior Kyuhyun, dia juga ikut memainkan dua buah benda kembar bulat milik Kyuhyun.
“Akuu shhh samhh sampaiihhh..Aaaahhhhhhhhhhh” desahan panjang mengakhiri pertahanan Kyuhyun. Spermanya masuk kedalam mulut Minjae hingga ada yang menetes keluar karena tidak semuanya dapat tertampung. Bibir Minjae masih menggembung tidak tahu harus menelan sperma Kyuhyun atau memuntahkannya.
Kyuhyun menarik Minjae duduk dipangkuannya dengan posisi saling berhadapan sehingga kaki Minjae mengapit pinggang Kyuhyun.
Tanpa aba-aba Kyuhyun langsung melumat bibir Minjae hingga sperma yang ada di mulut Minjae berpindah ke mulut Kyuhyun. Mereka saling melumat dan menyesap bibir satu sama lain. Minjae menjambak rambut Kyuhyun meminta berhenti karena oksigennya mulai menipis.
Selagi Minjae menyandarkan kepalanya dibahu Kyuhyun sambil mengambil napas sebanyak-banyaknya, Kyuhyun menyusupkan tangannya dibalik rok milik Minjae. Dibelainya paha Minjae perlahan untuk untuk merangsang Minjae.
“SShhh,” Kyuhyun tersenyum ditengah kecupannya di bahu Minjae, akhirnya desahan lolos dari bibir mungil Minjae.
Kyuhyun kembali mencari bibir Minjae dan melumatnya, Minjae mengalungkan tangannya dileher Kyuhyun.
Mereka seakan lupa waktu karena tengah asik tenggelam dalam dunia baru yang penuh kenikmatan.
Perlahan-lahan Kyuhyun mengangkat kaos yang dikenakan Minjae, lalu melucuti branya. Hawa dingin langsung menerpa tubuh atas Minjae, karena AC di kamar Kyuhyun memang sedang menyala.
Dengan reflek Minjae menyilangkan tangan didepan dada untuk menutup payudaranya. Kyuhyun membelai rambut Minjae lembut, lalu menarik tangan Minjae agar menyingkir dari payudaranya. Dipandanginya peyudara Minjae tanpa berkedip.
“Kau sangat cantik, Sayang. Sangat-sangat cantik”
Di kecupnya bibir Minjae berkali-kali. Tangan Kyuhyun merambat naik hingga tepat diatas payudara Minjae.
“Nggghh,” Minjae melenguh saat Kyuhyun memberikannya remasan pelan dan teratur.
Kyuhyun masih mengenakan kaosnya, sedangkan bawahnya telanjang dengan junior yang sudah kembali tegak. Digendongnya Minjae kedalam pelukannya, lalu berdiri dan membawa Minjae ke tengah Kasur.
***
“Ahhh ahhh Ahhhh, Choo Kyuhyuuunn” Minjae terus mendesah ketika Kyuhyun melahap payudaranya dengan semangat. Sesekali menyedotnya dan memberikan gigitan-gigitan kecil yang membuat Minjae semakin dibawa terbang ke angkasa.
Ditariknya rok yang dikenakan Minjae hingga terlepas melewati kakinya. Lalu diturunkannya celana dalam Minjae. Sama seperti sebelumnya, Minjae lagi-lagi menggunakan tangannya untuk menutupi daerah intimnya karena malu.
Kyuhyun sengaja tidak langsung melihat tubuh bawah Minjae. Dia tetap bermain di payudara Minjae. Hingga Minjae mengerang, sepertinya pelepasan pertamanya. Minjae terengah-engah setelah orgasme, napasnya tidak beraturan.
Kesempatan itu digunakan Kyuhyun untuk melepaas kaosnya yang dari tadi masih melekat ditubuhnya. Hingga mereka kini sama-sama telanjang bulat.
Kyuhyun kembali menindih tubuh Minjae hingga dada mereka saling bergesekan.
“Sssshhh,” desah mereka bersamaan.
Mereka saling memandang satu sama lain. Kyuhyun menyelipkan rambut Minjae kebelakang telinganya. Sedangkan Minjae mengusap rambut Kyuhyun yang menutupi dahinya. Sejenak menghentikan aktifitas panas mereka untuk menikmati kemesraan ini. Mereka sama-sama diam. Hanya saling memandang menyelurkan rasa cinta.
Kyuhyun menyentuhkan juniornya yang sudah menegang diatas vagina basah milik Minjae. Membuat Minjae menahan desahan.
“Cho,”
“Hmm,”
“Apa yang kita lakukan sekarang salah.”
Kyuhyun menyernyitkan dahinya tidak suka dengan ucapan Minjae.
“Kita harus menghentikannya sebelum semuanya terlambat.”
Kyuhyun tetap diam tidak merespon Minjae sama sekali.
“Aku tahu kau menginginkannya, aku juga sama. Tapi kita masih sama-sama sekolah, tidak sepantasnya seperti ini.” Ucap Minjae sambil mengusap keringat di dahi Kyuhyun, lalu turun membelai pipi Kyuhyun lembut.
Minjae tahu, Kyuhyun sebenarnya enggan untuk menghentikan aktifitas mereka karena juniornya yang kembali regak dan keras. Minjae dapat merasakannya karena Kyuhyun sengaja menggesekkan juniornya di vagina milik Minjae. Dia mati-matian menahan desahannya agar tidak menyulut nafsu Kyuhyun.
“Pakai celanamu,” ucap Minjae kembali masih tetap mengusap pipi gembul Kyuhyun.
Kyuhyun mendengus dan meletakkan kepalanya dilekukan leher Minjae. “Shireo,” bisik Kyuhyun.
“Kau punya alat pelindung?” tanya Minjae.
“Tidak,”
“Punya obat pencegah hamil?”
“Tidak,”
“Maka dari itu pakailah celanamu, atau aku saja yang akan memakai celanaku. Jika tiba-tiba aku hamil tanpa menikah, Appa bisa membunuh kita.”
“Aku bisa mengeluarkan spermaku diluar Minjae sayang. Kau tidak akan hamil. Lagipula jika kau hamil, aku tidak akan kabur. Aku janji akan bertanggung jawab”
Minjae sebenarnya lelah terus-terusan berdebat dengan Kyuhyun, tapi Kyuhyun tidak mau mendengarkannya. “Aku harus melakukan apa agar kau menurut padaku?” tanya Minjae pada akhirnya.
Kyuhyun terlihat berpikir sejenak, lalu mengangkat kepalanya memandangi Minjae. Melihat Minjae yang sedang tersenyum Kyuhyun pun ikut tersenyum.
“Arrasseo. Aku akan memakai celanaku. Dan jangan lupa, aku meminta imbalannya setelah kita selesai melakukan percintaan ini.” Kyuhyun mengecup bibir Minjae singkat, lalu berdiri mengambil celana dalamnya dan memakainya.
***
Minggu pagi yang cerah hari ini tidak mengusik tidur nyenyak sepasang kekasih yang sedang terlelap setelah melewati malamnya yang panjang. Mereka tertidur sangat pulas karena memang baru terlelap sekitar pukul 4 pagi tadi.
Ddrrrrttt…ddrrtttt
Bunyi getaran ponsel yang beradu dengan meja kayu cukup keras berhasil membangunkan salah satu diantara keduanya. Minjae menggeliat pelan, lalu melepaskan tangan Kyuhyun yang melingkar di pinggangnya.
Dengan tubuh tanpa terbalut apapun, ia melangkahkan kakinya menuju ponsel tersebut. Dilihatnya tulisan pada layar tersebut yang masih berkedip-kedip.
Han ahjussi Calling
“Yeobboseoyo,” ucap Minjae sambil memunguti bajunya yang berserakan akibat aktifitas semalam, lalu memakainya sambil tetap berbicara pada orang di telepon.
“…..”
“Ne Ajussi. Aku akan pulang”
Diliriknya Kyuhyun yang masih terlelap. Minjae berjalan mendekat hendak membangunkannya tapi mengurungkan niat karena Kyuhyun terlihat sangat lelah.
Setelah membereskan buku serta perlengkapan sekolahnya, Minjae kembali menghampiri Kyuhyun. Dipandanginya Kyuhyun lama, lalu tangannya terulur membelai bibir Kyuhyun.
“Aku pulang dulu,” bisik Minjae diakhir kecupan singkat. Lalu membenarkan selimutnya.
Dengan mata terpejam Kyuhyun menarik tangan Minjae. “Tunggu,” ucapnya dengan mata masih terpejam.
Kyuhyun mendudukan dirinya dan menarik Minjae mendekat agar ikut duduk. “Kau tidak lupa bukan? Semalam aku belum mengucapkan keinginanku.”
“Aku ingin kita melakukan seperti yang semalam lagi suatu saat jika aku menginginkannya. Otte?”
“MWO???” pekik Minjae.
“Ayolah. Jebal?”
Minjae menghembuskan napasnya pelan. “Gurae. Tapi ada syaratnya,”
“Apapun itu tuan putri”
“Jangan ceritakan yang semalam kepada siapapun, hanya kita berdua yang tahu. Dan…jangan lupa pakai celanamu jika kita melakukannya.”
“Arra. Sepertinya aku akan membeli pelindung saja sebelum kita melakukannya.”
Minjae hanya tertawa membalas ucapan Kyuhyun, lalu kembali menciumnya singkat.
“Lanjutkan tidurmu. Aku pulang.”
Kyuhyun tersenyum sambil melambaikan tangannya. Setelah Minjae keluar kamar, Kyuhyun kembali merebahkan dirinya dikasur. Semalam benar-benar seperti mimpi, dimulai dari Minjae menjadi kekasihnya hingga percintaan mereka. Kyuhyun benar-benar merasa telah menjadi manusia paling beruntung di bumi ini. Dia meraba bibirnya lagi, lalu terenyum sendiri.
“Aku bisa gila” gumamnya.
***
Epilog
“Donghae-ah, ini untukmu” ucap Minjae sambil menyerahkan selembar handuk kecil serta botol air mineral kepada Donghae.
Minjae memang suka memperlakukan Donghae dengan baik, karena menurutnya Donghae seperti malaikat pelindung yang selalu melindugi dirinya dari tingkah laku Kyuhyun yang mirip setan.
“Gomawo,”
Saat ini Kyuhyun, Donghae, dan Changmin sedang bermain basket di aula sekolah seperti biasa, hanya saja semenjak Kyuhyun berpacaran dengan Minjae, Kyuhyun selalu mengajak Minjae ikut serta. Kadang Minjae juga mengajak sahabat-sahabatnya –Hani dan Minah–. Seperti hari ini Hani dan Minah ikut serta tetapi karena mereka tidak ingin berkeringat, mereka hanya duduk di pinggiran tribun.
“Ya..ya..ya..Kau ini apa-apaan? Yang menjadi kekasihmu itu aku, bukan ikan badut ini.” Ucap Kyuhyun sambil mendudukkan dirinya disebelah Minjae.
“Cho Kyuhyuuuunnn. Menyingkirlah, keringatmu sangat bau.” Minjae menutup hidungnya sambil mendorong Kyuhyun jauh-jauh.
“MWO? Apa kau bilang? Aku bau? Bagaimana dengan ini?”
Kyuhyun berdiri, lalu mengangkat lengan Donghae sehingga menampakkan ketiaknya yang berbulu dan mengapit kepala Minjae di ketiak Donghae.
“Kyu..kyu… apa yang kau lakukan?” Donghae mencoba memberontak, tetapi terlambat karena ketiaknya yang berbau asam serta berkeringat telah mendarat di wajah Minjae.
“CHO KYUHYUN LEPASKAN!!! KAU MAU MATI????????” teriakan Minjae menggema di dalam aula.
Changmin, Hani, dan Minah hanya menggelengkan kepala. Ternyata pacaran maupun tidak sama saja Kyuhyun dan Minjae tidak pernah bisa akur, pikir mereka.
FIN
Thank you for all. Sampai jumpa di cerita lainnya.

Fc Populer:

%d blogger menyukai ini: