Locked Out Of Heaven part 3 End

0
Locked Out Of Heaven part 3 End
Title.            : Locked Out of Heaven (Part 3)
Author.       : echiielicious
Category    : Romance, NC 21+, Yadong, Chapter
Cast.            :  *Kim Jaejoong
                        *No Eun Soo (OC)
                        *Lee Hyukjae
                        *Kim Gae Ri/Garry
                          (Jaejoong’s son)
Ini part terakhir dari FF ini. Terima kasih yang sudah mau membaca sampai part terakhir ini.Jangan lupa comment/kritik/saran yaa, chingu. Selamat menikmati ^^

-Eun Soo’s POV-
Aroma parfum maskulin, lembut, dan menenangkan menyeruak dihidungku. Meski mataku terpejam dan otakku belum sepenuhnya bekerja namun aku biasa merasakan aroma parfum ini. Aku mengenal pemilik aroma parfum ini. Wanginya sama seperti saat aku direngkuh seorang pria. Pria gila yang tiba-tiba datang di kehidupan tenangku bersama kekasihku. Pria angkuh dan sedingin es yang memintaku menikah dengannya, hanya karena menuruti permintaan bocah lelakinya.
Perlahan aku membuka kedua kelopak mataku. Samar aku melihat seorang pria di tepian kamar sedang merapikan kemeja yang dia kenakan. Kemeja berwarna putih itu memang cocok dikenakannya memperlihatkan ketegapan badannya. Kulihat ia sedang mengancingkan bagian tangan. 
Aku melirik ke arah jam digital yang ada di atas meja kecil tepat di sisi ranjang yang aku tiduri. Jam 1 siang.
“MWO?!!” pekikku lalu segera bangkit.
Ku lihat Kim Jaejoong menoleh ke arahku dengan wajah datarnya.
“Kenapa kau tak membangunkanku? Aku harus bekerja.” Aku bangkit menghampirinya dengan bedcover melilit ditubuhku. Meski kami sudah melakukan hal yang bagiku -tidak disengaja- aku masih risih bila harus berpenampilan naked depan pria gunung es ini. 
“Kau tidak perlu bekerja lagi.”
“Mwo? Yak! Kim Jaejoong paboya! Kalau aku tak bekerja darimana aku hidup? Darimana aku mendapatkan uang untuk makan dan membayar sewa rumah?”
“Dasar gadis bodoh,” katanya pelan lalu menghadap ke arahku yang sedari tadi berdiri dibelakangnya. “Kau memang benar-benar gadis bodoh. Kau lupa kita akan menikah, dan kau akan tinggal disini bersamaku dan Garry.” 
“Shireo! Aku tak mau menikah denganmu! Kau pikir aku bisa semudah itu menikah dengan pria yang tidak kucintai?”
“Lalu mengapa kau melakukan hal tadi?” Pertanyaan Kim Jaejoong spontan membuatku tergagap.
“I-i-itu aku ra-rasa aku terbawa suasana saja,” jawabku.
Kim Jaejoong menyentil dahiku. “Auuww! Yak! Mengapa kau menyentilku?”
“Karena kau bodoh. Kau tidak menyadari perasaanmu sendiri, meskipun mulutmu berkata tidak mencintaiku, tapi pikiran dan tubuhmu jelas-jelas menginginkanku.”
“Jangan terlalu percaya diri, Tuan Kim. Aku…”
“Sudahlah, aku berangkat kerja dulu. Ingat, kemasi barang-barangmu nanti malam kau kujemput.”
“Shireo!” 
Kim Jaejoong merapatkan tubuhnya kepadaku. Jantungku berdetak cepat, seperti bom waktu akan meledak. Darahku mengalir ke kepala menyebabkan  wajahku memanas. Wae? Kenapa aku seperti ini bila dia berada didekatku?
Cup!
Dia mengecup telingaku. Nyaris membuat lututku lemas. Refleks aku mendorongnya menjauh. “Cepat kau pergi kerja sana! Nanti kau terlambat!” 
Kim Jaejoong tersenyum penuh kemenangan. Sial! Ternyata dia membuktikan omongannya sendiri. Dan sepertinya itu benar! Haiiiiissshhh~ nappeun namja!
Sebelum meninggalkanku, Kim Jaejoong mengecup keningku, aku bisa merasakan sapuan bibirnya membuatku seperti tersengat listrik. Kenapa? Kenapa aku harus merasakan hal ini ketika Kim Jaejoong melakukan hal-hal yang tak ku duga. 
Apa benar aku mulai menyukainya? Tapi sejak kapan? Aaaaaaa- molla! Eun Soo paboya, aku mengetuk-ngetuk kepalaku sendiri.
————–
-Author’s POV-
-Magicals Salon & Bridal-
Saat ini Eun Soo sedang ada di salon. Ia memutuskan untuk mampir dulu sebelum dia mengemasi barang-barangnya. Eun Soo juga tak tahu apa yang membuatnya menuruti perkataan Kim Jaejoong. Mungkin karena situasinya tepat dengan insiden sakit hatinya karena perlakuan Hyukjae. Pria yang selama 7 bulan ini dipercayanya. 
Atau bisa saja karena Eun Soo terpikat dengan pesona Kim Jaejoong. Sejujurnya sejak awal pertemuan Eun Soo dengan Kim Jaejoong, Eun Soo sudah merasakan sesuatu yang berbeda. Detak jantungnya tak bisa terkendali, atau nafasnya yang  tiba-tiba tercekat. Itulah Eun Soo, dia tipe gadis yang sulit mengetahui perasaannya sendiri. 
Gadis itu melirik ponselnya. Semenjak kemarin Hyukjae tak pernah menelponnya atau mengiriminya pesan. Apa dia benar-benar kecewa karena Eun Soo akan menikah dengan pria lain?
“Harusnya aku yang kecewa, Hyukie-yaa” gumannya lemah. 
Ha Na menatap teman kerjanya itu dari meja kasir. Eun Soo yang duduk di sofa dari tadi hanya merungut sambil memandang layar ponsel.
Tae Yoon melirik ke arah Ha Na yang juga meliriknya. Mereka sudah tahu apa yang terjadi diantara Eun Soo dan kekasihnya.
“Yak! Eun Soo-yaa, mau sampai kapan kau seperti wanita autis disana?” tegur Ha Na, ia merasa risih karena Eun Soo yang biasanya ceria tiba-tiba seperti ini.
Han Na dan Tae Yoon menghampiri Eun Soo. Mereka duduk di sisi kanan-kiri gadis yang masih murung tersebut.
“Eonni, eotohkke?” Eun Soo merajuk.
“Wae? Apa lagi, Eun Soo-yaa?”
“Eonni, aku akan menikah.” 
“MWOOOOO?!!!” Han Na dan Tae Yoon membulatkan matanya, mereka tak percaya dengan apa yang baru saja mereka dengar.
“Yak! Paboya! Tadi kau bilang Hyukjae menduakanmu, sekarang kau bilang kau akan menikah.”
“Eonni, aku menikah bukan dengan Hyukjae.”
“Mwooo?!” Han Na dan Tae Yoon kembali dibuat shock.
“Aku akan menikah dengan ayah Garry, Kim Jaejoong-ssi.”
“Omo!” Tae Yoon dan Han Na saling berpandangan. 
“Jadi ucapan Garry waktu itu benar?” tanya Han Na yang hanya dijawab dengan anggukan kepala Eun Soo.
Tiba-tiba ponsel ditangan Eun Soo bergetar. 
“Yeobseo”
“Eun Soo-ssi, aku telah menelpon boss mu, dan dia telah mengijinkan kau berhenti kerja mulai hari ini. Cepat kemasi barangmu, jam 7 kau ku jemput,” suara Kim Jaejoong di seberang sana.
“Ne~” jawab Eun Soo lemah. Lalu menutup telponnya.
“Aku pamit dulu. Besok aku kesini lagi,” pamit Eun Soo lemah lalu bangkit dari sofa. Tae Yoon dan Han Na mengangguk masih tak percaya, mereka memperhatikan Eun Soo sampai gadis itu hilang dibalik pintu keluar. 
—————
-Eun Soo’s POV-
Besok adalah hari pernikahan itu. Nyonya  Kim yang menyiapkan semuanya. Aku? Aku hanya seperti tawanan yang dikurung disebuah apartemen mewah. Kim Jaejoong tak mengizinkanku kemana-mana, sebelum aku resmi menikah dengannya. Untunglah sesekali Nyonya Kim dan Garry main ke apartemen ini. 
Sudah hampir seminggu ini juga aku hidup bersama Kim Jaejoong. Kami tak pernah lagi melakukan hal ‘itu’. Dia tak pernah memaksaku untuk melakukannya. Kami tidur dikamar yang terpisah seperti sebelumnya. Hanya saja Kim Jaejoong tak pernah absen memberiku kecupan sebelum kerja dan sepulang kerja. Malah apabila dia bekerja lembur dan menemukan aku sudah tertidur di kamar, ia menyempatkan diri mengecup dahiku yang sudah tertidur. Aku tahu. Karena beberapa kali aku memergokinya saat aku berpura-pura tidur. 
“Eomma.” Hari ini Garry bersamaku di apartemen. Ia bersama Nyonya Kim yang  mengantarkan gaun pengantin untuk aku coba.
Garry sudah memanggilku eomma semenjak dia tahu bahwa aku akan menjadi ibunya, sesuai dengan keinginannya.
“Ne. Ada apa Garry-yaa?”
“Aku senang karna Eun Soo-ssi yang akan menjadi eommaku.” Garry memeluk tubuhku yang duduk disebelahnya. Aku memang menyayangi bocah kecil ini apalagi saat mengetahui ia sudah tidak memiliki eomma. 
“Ne. Gomawo Garry-yaa.” Aku tersenyum membalas pelukannya. “Aaa~ Garry-yaa, eomma ingin bertanya padamu.”
“Apa yang mau eomma tanyakan?”
“Kenapa kau memilihku sebagai eomma-ku?”
“Molla~ yang aku tahu, kau cocok dengan appa.” 
Mwo? Hanya itu? Hanya karena pemikiran sederhana itu? Aiiiisshh~ jinjjaa!
“Eun Soo,” panggil Nyonya Kim.
“Aaa~ ne. Wae?” tanyaku.
“Kau sudah memberitahu eomma-mu di Indonesia?”
“Aaaa~ sudah. Mereka akan tiba di Seoul besok pagi.”
Nyonya Kim tersenyum. Terlihat ia sangat bahagia. Benar-benar seorang eomma dan halmoni yang baik, pikirku.
————-
-Author’s POV-
Gadis berambut gelombang sepunggung itu menatap hiruk pikuk Seoul dari dalam apartemen lantai 17-nya. Hari pernikahannya tinggal menunggu jam. Dan sampai sekarang Lee Hyukjae tak pernah menghubunginya. Segitu sajakah perasaanmu padaku? pikir Eun Soo. 
Eun Soo tak menyadari seseorang membuka pintu apartemennya. Begitu membuka pintu, Kim Jaejoong menemukan gadisnya sedang menatap jendela apartemen yang menghadap jalanan kota Seoul. 
Gadis itu sudah mengenakan gaun tidurnya, rambutnya dibiarkan tergerai natural. Kim Jaejoong melangkahkan kakinya mendekati wanita itu. Selalu ada yang mendorongnya mendekati Eun Soo, setiap ia melihat tubuh gadis itu membelakanginya. 
Tubuh Kim Jaejoong semakin mendekat, namun nampaknya Eun Soo masih belum menyadari. Kim Jaejoong sempat memperhatikan pinggang ramping Eun Soo sesaat kemudian ia melingkarkan tangannya di pinggang itu. 
Eun Soo terlihat sedikit kaget, ia menoleh pada tangan kekar yang memeluknya dari belakang. 
“Haiiish~ mengagetkanku saja.” Eun Soo menatap wajah Kim Jaejoong ragu-ragu. Sejujurnya Eun Soo merasa agak kikuk dengan perlakuan Kim Jaejoong. Karena selama seminggu terakhir mereka tak pernah kontak fisik sedekat ini.
“Besok kita menikah. Apa kau merasa senang?” 
“Molla. Aku masih belum pasti apa yang aku rasakan.”
“Jinjja?” Kim Jaejoong merendahkan kepalanya lalu mengecup pundak Eun Soo yang terbuka.
“Kim Jaejoong-ssi.”
“Ne.”
“Apa kau mencintaiku?” 
Mendengar pertanyaan Eun Soo, Kim Jaejoong menjauhkan kepalanya. Ia memutar tubuh Eun Soo, hingga kini mereka saling bertatapan. Eun Soo sempat ragu-ragu menatap pria dihadapannya, tapi entah mengapa ada ikatan yang menariknya untuk menatap pria itu. Hatinya terenyuh melihat tatapan sendu Kim Jaejoong. Sesungguhnya ia merasa nyaman setiap Kim Jaejoong menangkapnya dengan sepasang matanya teduhnya seperti ini. 
Pria ini, pria bernama Kim Jaejoong. Meski Eun Soo baru mengenalnya, tak tahu mengapa ia terpikat pada pesona pria ini. Terpikat dalam setiap sentuhan yang diciptakannya. Apalagi saat kulit mereka bersentuhan, terasa seperti ada aliran listrik yang menyengat di tubuhnya. Dan juga disetiap pria ini menyentuhnya, Eun Soo tidak bisa memikirkan apapun, bahkan melupakan bayangan Lee Hyukjae dari benaknya. 
“Aku memang tak tahu apa aku mencintaimu atau tidak”, “yang aku tahu aku membutuhkanmu, tubuhmu dan hatimu bisa mengunciku di dalam surga. Surga kebahagiaan.” 
Eun Soo masih tak percaya dengan apa yang diucapkan Kim Jaejoong. Dia pikir di dunia ini seorang raja hanya akan bersanding dengan seorang ratu. Tapi, pria super kaya ini bisa membutuhkan gadis biasa, seperti Eun Soo. 
“Eun Soo,” Kim Jaejoong berbisik di telinga   Eun Soo. “Aku menginginkanmu.”
——————
Tubuh Kim Jaejoong kini berada di atas tubuh Eun Soo. Ia menatap kedua matanya mengunci pandangan Eun Soo. Wanita itu serasa terperangkap dalam ketegangan sekaligus kehangatan berada dibawah dekapan pria yang dipanggilnya ‘gunung es’ ini. Betapa sempurnanya wajah Kim Jaejoong untuk seorang gadis biasa seperti Eun Soo. Selama ini ia terbiasa menatap wajah Hyukjae, tapi ia belum pernah merasakan kehangatan yang berbeda seperti ini. Seperti saat Kim Jaejoong mendekapnya. 
Selain kehangatan, Eun Soo merasakan kenyamanan. Selain itu saat tubuh mereka bersentuhan saja Eun Soo bisa merasakan darahnya berdesir hebat, ada aliran hasrat dan gairah tersendiri saat pria ini menguncinya dalam tubuh tegapnya. Perasaan ini tak pernah ia dapatkan dari seorang Lee Hyukjae. 
“Katakan padaku, Eun Soo, apa yang kau inginkan setelah kita menikah?”
Kim Jaejoong membelai halus pipi Eun Soo, kemudian mengecup telinganya, seketika membuat Eun Soo menegang dan memikirkan lebih dari ini.
“Akuuh.. Akuuuu.. tidak menginginkan apa-apa.” Eun Soo mencoba menahan nafsunya karena Kim Jaejoong terus melahap telinganya. 
“Jinjja?” Kim Jaejoong setengah berbisik. Suaranya membuat gairah Eun Soo semakin naik. Sial kau Kim Jaejoong! Aku bisa mati perlahan kalau terus seperti ini, rutuk Eun Soo dalam hati.
Rambut halus Kim Jaejoong membelai halus leher Eun Soo. Bibirnya terus menyesap leher gadis itu. Memainkan tangannya di dada Eun Soo yang masih terbalut dress tidurnya. 
“Mulai besok, ketika kau akan tidur jangan pernah menggunakan benda ini.” Yang dimaksud Kim Jaejoong adalah bra merah yang terbungkus dalam gaun tidur Eun Soo. 
Kim Jaejoong beralih ke mulut Eun Soo, ia meraihnya, mengulumnya dengan penuh kelembutan dan nafsu. Eun Soo melingkarkan tangannya di tubuh Kim Jaejoong. Mereka berpagutan, saling memainkan lidah masing-masing. Terkadang meronta kenikmatan karena sensasi yang mereka ciptakan. 
Gaun tidur Eun Soo sudah terlepas dari tubuh rampingnya. Kim Jaejoong berusaha membuka bra dan panties yang gadis itu kenakan, sambil terus menciuminya. Berhasil membuat gadis yang dibawahnya naked, Kim Jaejoong fokus pada payudara Eun Soo yang kenyal dan padat. Ia mengulum nipple Eun Soo hingga gadis itu mengerang kenikmatan. 
“Aaaaahhh… Kim Jaejoong-ssi….aaaaaaashhhh” erangannya membuat Kim Jaejoong semakin bernafsu menjelajahi tubuh gadis yang berhasil membuatnya terbuai saat menyentuhnya. 
Kecupannya turun hingga ke perut rata Eun Soo, semakin turun- semakin turun hingga berhenti di bagian kewanitaan Eun Soo. Kim Jaejoong meregangkan kaki Eun Soo, kemudian menyesap sesuatu yang membuat gadis itu semakin meradang karena nafsu yang membuncah  di tubuhnya. 
Syaraf Eun Soo menegang sempurna ketika Kim Jaejoong terus menyesap klitorisnya. Dirasakannya jari pria itu melesak masuk ke dalam tubuhnya. 
“Ooooouuucchh… Aaaaahhh” desah Eun Soo. Kin Jaejoong memaju mundurkan jarinya, membuat lubang wanita itu basah. 
“Pp-paliii… P-paliiii… Aaahh aaahhh.. Oooh God!” Eun Soo terlena dengan perlakuan Kim Jaejoong, hingga membuatnya mengeluarkan cairan kentalnya yang langsung dinikmati Kim Jaejoong.
Eun Soo sibuk mengatur nafasnya, ia melihat Kim Jaejoong melepas boxernya. Junior pria itu menegan sempurna, memperlihatkan urat-urat kejantanannya. Membuat Eun Soo bangkit lalu meraih batang itu. 
Kim Jaejoong sempat terkejut dengan apa yang dilakukan Eun Soo. Namun ia mengerti, ia memposisikan dirinya duduk menyender pada headboard kasur. Ia membiarkan Eun Soo meraih juniornya, menjilatinya, mengulumnya bahkan menggigit lembut ‘adiknya’ tersebut. 
“Ooouuuh… Sssshhhh…” Kim Jaejoong mendesah nikmat. Ia tak menyangka wanitanya sungguh pandai memanjakannya seperti ini. 
Eun Soo terus mengulum junior Kim Jaejoong, memainkan lidahnya disana. Menggoda nafsu Kim Jaejoong dan menggelitik hasrat pria yang benar-benar menikmati permainan Eun Soo. Kim Jaejoong melenguh, menengadahkan kepalanya, menikmati kuluman Eun Soo yang begitu hebat. 
Eun Soo merasakan junior Kim Jaejoong berkedut hebat di mulutnya, dan tak lama setelah itu cairan Kim Jaejoong mengisi kerongkongan Eun Soo.
“Hhhhh…hhhhh…hhhh” Kim Jaejoong mengatur nafasnya seusai pelepasannya. Kemudian ia menatap Eun Soo, menatap bibir mungil Eun Soo yang menyisakan sedikit cairannya. 
“Ahjussi nakal,” ujar Eun Soo sambil tersenyum. Kim Jaejoong ikut tersenyum mendengar ucapan Eun Soo. 
Kim Jaejoong bangkit dari ranjangnya. Ia menarik tangan Eun Soo agar berdiri mengikutinya. “Aku masih menginginkanmu, Eun Soo,” bisik Kim Jaejoong. 
Ia kembali menatap Eun Soo kemudian menghujaninya dengan ciuman panas. Eun Soo meresponnya dengan cepat, mengikuti permainan pangeran es ini. Kim   Jaejoong tak mau menyia-nyiakan kesempatan ini, ia melesakkan lidahnya ke dalam mulut Eun Soo. 
Dengan perlahan Kim Jaejoong mendorong Eun Soo menempel ke dinding ber-wallpaper coklat. Ciumannya berpindah ke leher Eun Soo, dengan tangan menggerayangi payudara gadis yang mengerang kenikmatan itu 
“Kim Jaejoong-ssi… Aaaaahhh!” desah Eun Soo benar-benar tak kuasa menahan luapan nafsu yang diberikan Kim Jaejoong. 
Kemudian Kim Jaejoonh mengangkat kaki kanan Eun Soo ke pinggangnya. Tanpa persetujuan Eun Soo, ia mengarahkan juniornya ke dalam tubuh Eun Soo. “Shout my name, honey.”
“Aaaaakkk! Kim Jaejoong-ssi!!! Sssshhhh~”   Eun Soo terkejut tiba-tiba saja benda keras itu menghujam rahimnya.
“Sssssssshhhh! Milikmuuuhhh nikmat, sayang,” racau Kim Jaejoong memaju mundurkan juniornya dengan tempo cepat. 
“Aaaakkh… Aaaahhh! Aaaahhh! Sssshhhh!” 
“Ooooh.. Ooohh.. Eun Soo-yaa, milikmu sangat sempiiit… Aaaah” Kim Jaejoong makin mempercepat gerakannya sehingga Eun Soo terhimpit diantara dinding dan tubuh Kim Jaejoong. 
“Fasteerrr… Aaahhh… Kim Jaejoong-ssi! Aaaahhh… Sssshhh!”
“Teruskan sayaang.. Teruskan desahanmu” Kim Jaejoong mengocok juniornya, ia merasakan otot-otot vagina Eun Soo semakin menjepitnya, membuatnya ia semakin gila. Gila karena wanita ini telah membawanya ke puncak orgasme. 
“Aaahhh… Aaaakhhh… Oooh!” desahan Eun Soo semakin membuat Kim Jaejoong terbuai.
“Eun Soo-yaaah… Kauuh berhasil mengunciku ke surgamu… Aaaaakkkkh!”
Kim Jaejoong mendorong kuat-kuat juniornya, tak membiarkan celah sedikitpun untuk spermanya mengalir keluar. Ia meyakinkan agar semuanya berhasil mencapai rahim Eun Soo. 
—————-
-Eun Soo’s POV-
Aku melirik jam yang menunjukkan jam 2 malam. Haiiissh~ sama sekali aku belum bisa tertidur. Aku memikirkan pernikahanku pagi nanti. Eotohkke? Aku menikah dengan seorang duda anak 1, meskipun dia tampan tetap saja usia kami terpagut 9 tahun. 
Malah saat ini aku tengah tidur di dekapannya. Hangat dan nyaman itu yang kurasakan saat ini. Aku melirik pria disanpingku, yang asyik tertidur karena kelelahan dengan ‘aktivitas’ kami tadi. Sepertinya dia benar-benar membuang banyak energinya malam ini, pikirku. Aku terkekeh pelan. 
Tanpa kusadari aku menatap wajah tertidurnya. Aigoo~ padahal dia seorang pria tapi mengapa kulit wajahnya begitu bagus. Kurasa aku yang seorang wanita kalah cantik dengannya. Kuakui memang dia berbakat membakar gairahku, itu sudah kubuktikan dengan sentuhannya saja aku bisa mengharapkan sesuatu yabg lebih. 
Terlebih saat aku berada bersamanya, saat dia merengkuhku semua syarafku terhipnotis dengan perintahnya. Bahkan bayangan seorang Lee Hyukjae saja bisa lenyap dari pikiranku. Omona! Kau benar-benar nappeun namja, Kim Jaejoong-ssi.
Kupikir sewaktu Lee Hyukjae menyakitiku, hidupku akan sulit karena terbiasa olehnya. Tapi ternyata pria ini membuktikan padaku bahwa takdir bisa mengubah sesuatu yang mustahil. Dalam waktu hitungan hari aku bisa melenyapkan Lee Hyukjae dari benakku. Padahal aku dulu pernah menolaknya untuk seorang pria yang pada akhirnya menyakiti hatiku. 
Tuhan, inikah yang kau sebut takdir?
Aku tersenyum terus menatapi wajah Kim Jaejoong-ssi yang tertidur pulas. Aku menyusuri wajahnya dengan telunjukku. Mulai dari dahi, turun ke hidung lalu ke bibirnya. Haiiisssh~ bibir ini sangat ahli dalam mencium. 
“Semoga saat ku bangun besok pagi, aku sudah bisa mencintaimu, Jaejoong-ssi.” kataku pelan. Kemudian merapatkan tubuhku dengannya. Menarik selimut agar lebih menutupi tubuhku yang masih naked. 
Perlahan ku tutup mataku, menyusul Kim Jaejoong-ssi. 
————–
-Author’s POV-
Pukul 04.30 KST
Sepasang manusia yang ‘mempercepat’ malam pengantin mereka berdua, masih tertidur dengan posisi Eun Soo mendekap tubuh Kim Jaejoong. 
Eun Soo sama sekali tak mengetahui, ponsel yang ia letakkan di atas meja di sisi ranjang terus menyala sejak 15 menit yang lalu. Terlihat panggilan masuk untuknya. Jelas saja Eun Soo tidak mengetahui karena ia menyalakan mode Silent pada ponselnya. 
Incoming Call: LEE HYUKJAE
———-THE END———–

Fc Populer: