Human Love

0
human love ff nc kyuhyun
Author            : Lucrece
Tittle               : Human Love
Category        : NC21, Yadong, Romance, Oneshot
Cast                :
Cho Kyuhyun
Shin Naira
Jang Eun Bi
~ Happy Reading ~
 ‘Datanglah ke taman. Ada hal penting yang ingin ku katakan jadi tunggu sampai aku datang’
Mata wanita yang memegang ponsel pintarnya langsung membulat kaget tangannya juga berkeringat saat menerima pesan singkat dari sang suami, ia yang saat ini sedang santai duduk disofa depan TV pun dengan cepat beranjak dan melesat ke kamar mandi untuk mempersiapkan diri, ia tidak ingin membuat sang suami menunggu terlalu lama

Gadis itu tersenyum cerah saat sudah tiba di tempat tujuan, ia terlihat mengenakan celana pendek dan kemeja lengan panjang sederhana membalut tubuh mungilnya serta sebuah sepatu heels yang memperindah penampilannya, wanita bermata bulat ini sedikit tidak percaya diri saat berhadapan dengan Kyuhyun pasalnya tinggi badan Kyuhyun sangat berbeda dengan dirinya, dia terlihat seperti anak belasan tahun jika berdampingan dengan Kyuhyun, oleh sebab itu jika ada keperluan special—Naira menganggapnya begitu—seperti ini ia tidak ingin menyiayiakannya
Naira berjalan terus menyusuri taman dia sedikit mendesah karena sudah hampir dua jam Naira menunggu kedatangan Kyuhyun, kemudian kembali mendudukkan diri pada bangku yang ada disana. Ia merogoh tas kecil yang dibawanya dan mengeluarkan ponsel untuk mengecek keberadaan Kyuhyun. Tapi hasilnya nihil, Naira tidak mendapatkan informasi dari Kyuhyun
‘‘Apa dia membatalkannya?’’ gumamnya lebih ke dirinya sendiri ‘‘Atau jangan-jangan dia lupa? Ini sudah dua jam lebih’’ kemudian menunduk sedih ‘‘Tidak mungkin!’’ sanggahnya cepat, ia mengangkat tangannya keatas dan kembali memasukkan ponselnya ‘‘Aku akan menunggu sampai Oppa datang’’ ia berkata sambil mengepalkan tangan penuh semangat
____
‘‘Haiss.. Pergi kemana dia?’’ Kyuhyun membuang napas gusar, ia berjalan mondar-mandir di ruang santai melihat keluar jendela hujan tampak membasahi bumi malam ini. Kyuhyun memang janji akan bertemu dengan Naira ditaman sore tadi tapi dia lupa memberitahu gadis itu kalau ia membatalkannya
‘‘Apa dia masih menunggu di sana? Tapi tidak mungkin, ini bahkan sudah jam 9 malam’’ ia kembali bermonolog
‘‘Aku harus memastikannya!’’ Tekad Kyuhyun, ia langsung menyambar kunci mobil dan bergegas keluar rumah
Kyuhyun mematikan mesin mobil dan keluar dengan menggunakan payung yang memang telah disediakannya di jok mobil jika datang situasi seperti ini
Ia berjalan dengan mata yang menyisir kekanan dan kiri berharap menemukan sosok mungil sang isteri, ‘‘Kau dimana eoh?’’ Ia mendesah frustasi, pakaian yang dikenakannya sudah basah karena derasnya hujan serta kencangnya angin yang mendampinginya
Kyuhyun berhenti sebentar saat sepasang mata Onyx miliknya menangkap sesuatu didepan sana, di dalam box telephone yang berwana merah itu Kyuhyun seperti melihat seseorang sedang berjongkok didalamnya
Tidak ingin menunggu lebih lama dan membuatnya semakin penasaran, Kyuhyun melangkahkan kakinya lebar-lebar agar sampai dengan cepat
Saat sedikit lagi ingin mendekat ke dalam box telephone tersebut Kyuhyun tercekat. Didalam sana Kyuhyun bisa melihat bahwa sang isteri-lah yang sedang berjongkok untuk melindungi diri dari ancaman luar
Wanita itu seperti menggigil kedinginan, jelas saja! Dia tidak mengenakan penghangat apapun untuk membalut tubuh mungil itu dari dinginnya hujan. Gadis itu hanya mengenakan pakaian kemeja tipis dan celana pendek sambil berjongkok memeluk tubuhnya sendiri
Kyuhyun berjalan dengan pelan mengamati gadis didepannya dalam-dalam hingga akhirnya ia sampai juga dihadapan sang gadis kemudian membuka pintu box dengan pelan, ‘‘Naira’’ panggilnya
Merasa dirinya dipanggil wanita mungil dalam box itu pun mendongakkan kepala ‘‘Oppa datang?’’ Sapanya, dengan senyum yang sedikit dipaksakan. Bibirnya terlalu kaku untuk sekedar tersenyum, jelas saja dia sudah berada dalam box ini sejak 3 jam yang lalu. Menunggu redanya hujan
Pria itu tak sanggup lagi menahan rasa sesak didadanya melihat keadaan sang isteri seperti ini. Ia mengalihkan pandangan sebentar sebelum berkata dengan keras ‘‘Apa kau tidak punya otak huh? Kenapa masih berada disini? Kenapa tidak pulang saja bodoh!!’’ Bukannya pelukan hangat yang diberikannya pada Naira tapi justru makianlah yang keluar. Ia menetralkan detak jantungnya yang memburu. Dia tidak marah! Hanya saja dia merasa seperti bajingan jahat yang membiarakan isterinya menunggunya sampai seperti ini.
‘‘Bukankah Oppa bilang akan datang. Makanya aku menunggunya’’
‘‘Dasar bodoh! Bagaimana jika ada orang jahat yang akan melukaimu? Memperkosamu? Membuangmu? DemiTuhan! Apa kau tidak memikirkan hal itu?’’ Pria ini tampaknya marah besar hal itu terlihat dari urat dileher yang bermunculan, mata yang merah, napasnya yang memburu dan kepalan tangannya pada sisi tubuh yang berguna untuk menahan amarahnya
‘‘Ak—aku tidak memikirkan sejauh itu’’ jawabnya pelan dan dengan mata sedkit berair
Kyuhyun kembali menetralkan amarahnya. Sudahlah, bukankah Naira baik-baik saja? Bukankah hal itu yang diperlukan Kyuhyun? Tapi kenapa Kyuhyun memakinya sampai membuat Naira bergetar ketakutan seperti itu? Tunggu! bergetar??
Ya. Saat ini tubuh Naira sedikit bergetar, tangannya yang berada pada lutut bertautan tak tentu, bibirnya juga terlihat pucat dengan mata yang sedikit berkaca-kaca
Kyuhyun menyadari bahwa kelakuannya ini sangat keterlaluan, memarahi sang isteri yang sebenarnya bukanlah kesalahannya melainkan kesalahan Kyuhyun sendiri, Jika saja tadi dia menolak ajakan makan malam perpisahan dengan Jang Eun Bi semuannya tidak akan seperti ini. Ia pasti akan kesini menemui sang isteri dan mengajakknya berjalan santai menyusuri taman sambil berpegangan tangan, saling melempar senyum dengan bahagia.
Tapi semuanya sudah terjadi ia tidak bisa mengulangnya kembali
‘‘Berdiri! Kita pulang!’’ Kyuhyun berbalik dan berjalan diluan
Naira mencoba bangkit, kakinya terasa kaku karena terlalu lama ditekuk mengingat kecilnya box telephone
Kyuhyun berbalik karena tidak menemukan tanda-tanda kehadiran Naira dibelakangnya. Ia melihat gadis mungil itu sudah berdiri dengan senyum manis diwajahnya ‘‘Kau tunggu apa lagi? Cepatlah! Kau tidak berpikir untuk ‘ku menggendongmu bukan?’’ Tanya Kyuhyun sadis yang dibalas dengan gelengan cepat Naira. Gadis itu langsung berlari menuju Kyuhyun karena tadi Kyuhyun sudah jalan duluan meninggalkannya, alhasil baju yang dikenakannya basah terkena air hujan
__oo00oo__
Pip Pip
Kyuhyun membuka pintu dan meletakkan payung pada tempat yang telah tersedia di dekat rak sepatu ‘‘Mandilah setelah itu temui aku dikamar’’ ia berkata pelan dan tanpa memandang lawan bicaranya lalu melangkah masuk kedalam
Naira hanya bisa memandang punggung Kyuhyun dari sini, ia tersenyum kecut saat menyadari tindakan bodohnya hari ini. Ia berpikir hari ini adalah akhir dari penantian panjangnya untuk Kyuhyun. Mendapati pesan singkat dari sang suami yang begitu langka membuatnya terbang ke langit, Kyuhyun tidak pernah memintanya untuk ketemuan di luar memandangnya dirumah ini sebentar saja sudah membuat Kyuhyun marah-marah tak jelas. Apa lagi mengajaknya jalan keluar?
Tapi itu hanya fantasi Naira saja, tidak mungkin Kyuhyun secara tiba-tiba berubah menjadi baik dan berlaku sopan padanya. Air mata Naira yang sejak tadi telah ditahannya akhirnya keluar juga, ia menangis seguggukan dalam bathube menutupi wajahnya dengan kedua telapak tangan guna meredakan isakannya
Tok Tok Tok
Gadis mungil yang sedang berada didepan pintu kamar suaminya itu pun mewanti-wanti dengan cemas. Apa benar Kyuhyun menyuruhnya kekamar pria itu? Apa aku salah dengar? Karena memang sejak menikah ia dan Kyuhyun tidur dikamar yang berbeda, Kyuhyun yang menginginkan hal tersebut. Ia baru saja akan berbalik saat menemukan sang pemilik kamar sudah berada dihadapannya dengan celana pendek kain yang hanya menutupi setengah paha serta sebuah kaos biru tua polos dengan leher lebar menampakkan bahu putih mulus milik pria ini
Naira menelan salivanya pelan. Suaminya ini begitu mempesonanya, ketampannanya, tinggi tubuhnya, serta sifat dan kepribadiannya. Pria ini terlalu sempurna dan menyebakan Naira susah walau sekedar menarik napas ‘‘Masuklah’’ Ajak Kyuhyun. Ia sedikit memiringkan tubuh untuk mempersilahkan Naira masuk
Pria itu lalu mengunci pintu seketika Naira berbalik tak mengerti dengan kelakuan Kyuhyun ‘‘Aku hanya menguncinya. Apa ada masalah?’’ Balas Kyuhyun santai saat mendapati gadis mungil didepannya menatap ngeri kearahnya
Kyuhyun mengiring Naira sofa yang berada di sisi kanan kamar, ia mendudukkan gadis itu lebih dulu lalu beranjak kesudut kamar untuk mengambil sebuah gitar dan kembali duduk dihadapan sang isteri
‘‘Oppa akan bernyanyi?’’
‘‘Yah dan kau harus mendengarkannya, kau tahu ini kali pertama aku bermain bernyanyi untuk seorang wanita’’ ucapnya sambil tersenyum
Ia kemudian memulai petikan gitar sambil menatap lekat wanita mungil dihadapannya
Geude ije nae gyeotheo isseoyo
(Sekarang kau berada disampingku)
Hangsang malgeun nareun anira haedo
(Walaupun tidak cerah setiap hari)
Nae saram, naui sarangmaneuro utge haejul su itjyo ije geokjeong marayo
(Kau milikku dengan cintaku, aku bisa membuatmu tersenyum jadi jangan khawatir sekarang)
Nae saram, nae sarang
(Milik(orang)ku, cintaku)
Na boda deo sojunghan geudaega naega gidae swil su itdorok
(Kau lebih berharga dari diriku, kau dapat bersandar padaku dan beristirahat)
Jikhilkeyo, i moseup areumdaun i sungan sarangeuro
(Aku akan melindungimu, saat ini terlihat indah dengan cinta)
Uri yeongwonhi hamkke eonjekkajina hamkke haeyo
(Mari kita selalu bersama selamanya, bersama selamanya)
Geudae
(Kau)
Dangsineun naui sarang
(Kaulah cintaku)
Naira mendengarkan dengan perasaan yang berdebar, suara Kyuhyun begitu merdu ia juga terlihat tulus dan penuh penghayatan menyanyikannya. Hingga lagu yang dinyanyikan Kyuhyun habis ia masih belum sadar sepenuhnya dengan apa yang terjadi.
Pria itu mengakhiri lagu yang dinyanyikannnya dengan senyum cerah yang dipersembahkan untuk sang gadis. Sebenarnya dia juga tidak ingin melakukan hal—yang menurut sebagian wanita adalah hal romantis—ini. Tapi mau bagaimana lagi? Ia telah menggagalkan rencana kencannya dengan sang gadis, maka sekarang Kyuhyun ingin membalasnya
Kyuhyun berjalan keranjang dan menyuruh Naira mengikutinya ‘‘Kemarilah’’ Suara Kyuhyun saat mengatakanya begitu lembut dan menggiurkan dengan posisi menyamping di atas ranjang serta tangan yang menepuk-nepuk kecil tempat kosong sisi sebelahnya pria itu tersenyum mesra menatap Naira yang berdiri kaku ditengah ruangan
‘‘Tidak usah takut, aku tidak akan menyakitimu’’ Kyuhyun kembali menampakkan senyum tipisnya hingga matanya menyipit karena senyum yang terlalu lebar
‘‘A-aku’’ Naira bingung harus bereaksi seperti apa, ia meremas sisi gaun tidurnya gugup matanya juga berkelit tak nyaman
Tiba-tiba senyum diwajah sang suami lenyap begitu saja, ia kembali menampakkan wajah tak suka saat mendapati penolakan dari Naira. Ia beranjak dari tidur ranjang lalu melangkah lebar untuk mendapatkan Naira
Pria itu meraih lengan Naira sedikit kasar yang menyebabkan gadis mungil itu sedikit meringis lalu mendongkkan wajahnya menatap Kyuhyun lekat. Gadis itu terkejut karena mendapati pancaran mata kelam itu perlahan melembut lalu menurunkan intensitas remasannya pada lengan Naira tapi tidak sepenuhnya melepaskan
‘‘Kenapa kau menolak eoh?’’ mata kelam Kyuhyun menyusuri wajah cantik sang isteri tangannya terangkat membelai pelan rambut gadis mungil ini dan menyelipkan helaian rambut kebelakang telinganya
Sang suami membawa gadis mungil yang masih diam membisu ini ke ranjang miliknya lalu menidurkannya lembut. Gadis itu harap-harap cemas menanti hal apa yang akan Kyuhyun lakukan padanya, mata bening miliknya tak henti mengikuti pergerakan sang suami saat memutari ranjang untuk tidur di sisi sebelahnya
Kembali tangannya mengelus kepala Naira dan mengecup pelan puncak kepala sang isteri ‘‘Kau menyukai lagu yang ku nyanyikan tadi? Aku menyanyikannya khusus untukmu’’ Tanya Kyuhyun yang hanya ditanggapi dengan diam dari Naira, ‘‘Lagu itu ungkapan perasaanku’’
Kyuhyun mengerti dengan kediaman sang isteri mungkin Naira masih bingung dengan perubahannya yang tiba-tiba, maka dia kembali melanjutkan ‘‘Aku akan pergi’’ Katanya pelan, tangannya yang mengelus kepala Naira terhenti saat gadis dalam dekapanya ini mendongak seperti minta penjelasan lebih dari dirinya ‘‘Hanya 2 tahun. Aku sudah mendaftar’’
‘‘Kenapa tiba-tiba?’’ Tanya Naira pelan ketara sekali ada kesedihan dalam nada suaranya walau sudah berusaha mempertahankan kesedihannya tapi gadis itu seperti tidak sanggup, matanya mulai berkaca-kaca
‘‘Tidak tiba-tiba. Aku sudah memikirkannya jauh hari. Hanya saja waktuku memberitahumu sangat singkat’’ Kyuhyun berkata lembut yang sesekali menyunggingkan senyum menawannya pada sang gadis
Naira merasakan aura berbeda dari sang suami, pria itu menjadi lembut dan menerima Naira yang berkeliaran disekitarnya. Ia memandang Kyuhyun takut, takut jika Kyuhyun akan kembali menyakitinya atau sebenarnya sikap baik pria ini hanya untuk sementara karena pria ini berniat meninggalkannya
‘‘Kenapa Oppa berubah seperti ini? Apa Oppa sudah menerima kehadiranku?
Kyuhyun diam sebentar sebelum akhirnya menarik Naira untuk duduk berhadapan. Tangannya terangkat mengelus kepala wanita itu lalu turun perlahan mengusap lembut lengan kecil Naira dan semakin turun menarik kedua tangan Naira kepangkuannya ‘‘Naira’’ Panggilnya menetap lekat mata bening milik sang isteri ‘‘Aku minta maaf karena telah berlaku kasar padamu, mengabaikkanmu, membuatmu susah karna ku dan aku selalu membuatmu menangis’’ ia menarik napas sebentar sebelum kembali melanjutkan ‘‘Aku akan pergi selama 2 tahun. Pada saat itu aku ingin kita kembali memulainya mungkin aku tidak akan bisa menghilangkan luka dihatimu tapi aku ingin memperbaikinya. Waktu 2 tahun tidaklah lama maka dalam waktu yang singkat itu mari kita memantapkan hati dan belajar mendewasakan diri untuk membangun keluarga kecil kita kelak. Ayah yang sudah memilihmu untuk mendampingiku aku yakin Ayah memilih yang terbaik untuk putranya, tapi aku-lah yang menghancurkan semuanya’’
‘‘Oppa—kau tidak menghancurkannya. Mungkin karna kita terlalu muda untuk memulainya sehingga Oppa berpikir pernikahan ini sebagai beban dan tidak menikmatinya. Aku juga banyak kekurangan dan akan belajar lagi’’ Naira mengeratkan genggaman tangannya pada Kyuhyun
‘‘Jangan terlalu menungguku, jalani saja kehidupanmu seperti biasa. Jangan sering keluar rumah apalagi untuk bertemu dengan pria lain. Jika harus bepergian maka gunakan syal atau topi untuk menutupi wajahmu. Saat berada di perpustakaan pilihlah tempat yang berada disudut ruangan tapi jangan dekat dengan jendela’’ Mata Kyuhyun tampak berair memikirkan bagaimana hidup gadis mungil ini tanpa dirinya kelak tidak akan ada yang menjaga dan mendengarkan keluh kesahnya, memang dulu Kyuhyun tidaklah baik untuk Naira tapi ia selalu ada untuk menemani gadis ini keluar rumah dan walau Kyuhyun tidak menanggapi apapun cerita dari Naira tapi Kyuhyun selalu menjadi pendengar untuk isterinya dan isterinya inipun tidak pernah keberatan akan sikap dinginnya itu
‘‘Kau mengertikan?’’ Tanya Kyuhyun memastikan pendengaran gadisnya
‘‘Ne. Aku akan melakukan semuanya Oppa hiks’’ Ia membalas disertai dengan isak tangis yang sepertinya memang sangat cocok untuk moment mereka
Kyuhyun mengusap air mata yang jatuh membasahi pipi mulus Naira lalu menarik gadis itu masuk kedalam pelukannya ‘‘Aku menyukaimu’’ bisiknya pelan pada telinga Naira tangannya mengusap lembut punggung Naira
Tangis gadis itu pecah seketika mendengar penyataan Kyuhyun barusan, ia tidak menyangka akan memiliki saat-saat intim seperti ini pada sang suami. Dulu Kyuhyun begitu jauh baginya walau mereka sudah menikah itu tidak mengubah apapun bahkan dirinya hampir menyerah menjalani ini semua. Tapi akhirnya ia berhasil Kyuhyun menyukainya dan dia sangat bahagia akan hal itu, memang Kyuhyun belum mencintainya seperti dirinya yang sangat mencintai pria yang sedang memeluknya erat ini tapi ia yakin perasaan cinta itu akan segera hadir dihati Kyuhyun. Ia tidak akan berhenti berdoa untuk itu
Pria itu melepaskan pelukannya dan kembali menatap ke dalam mata Naira ‘‘Kau mau ‘kan menungguku?’’
Naira mengangguk semangat dengan air mata kembali menetes dipipi ‘‘Ne! Aku mau Oppa’’ Lirihnya pelan dan Kyuhyun membawanya kembali dalam pelukan hangat tubuhnya, ia mengecup kepala Naira sayang dan menghirup dalam-dalam aroma tubuh yang menguar memenuhi indera penciumannya ‘‘Kau hangat Nay, tubuhmu wangi’’ ia lalu tersenyum menikmati sensasi yang baru baginya dan gadisnya. Ia juga dapat merasakan bahwa tubuh gadis dalam dekapannya ini menegang akibat perkataannya
Kyuhyun sedikit melonggarkan pelukannya matanya tertuju pada bibir merah menggoda milik gadis mungil ini ia menurunkan kepalanya untuk menjangkau bibir sang isteri. Ia mengecup pelan bibir Naira, membelainya dengan lidahnya bibir ini begitu lembut dan lembab Kyuhyun lalu mengulumnya pelan karena terlalu terlena dengan sensasi yang dirasakannya saat bibir mereka bersentuhan
Kyuhyun meningkatkan intensitas ciumannya ia menggigit kecil bibir Naira lidahnya mengetuk-ngetuk permukaan bibir sang isteri sebagai tanda agar Naira membuka mulutnya untuk bisa Kyuhyun jelajahi
Kyuhyun dapat merasakan tubuh Naira bergetar dalam dekapannya sedang tangan gadis itu meremas kuat ujung kaos yang digunakan sang suami, Kyuhyun menarik gadis mungil itu dan mendudukkan di pangkuannya tanpa mengurangi intensitas ciuman
Seperti ada alarm yang memperingatkan Kyuhyun akan akhir dari kegiatan nikmat yang mereka lakukan ini ia menghentikan ciuman panas mereka dan memandang Naira dengan perasaan campur aduk
Ia merasa begitu bodoh menelantarkan wanita senikmat dan semenarik Naira, saat Kyuhyun mengecup bibir mungil itu ia merasa gugup serta jantungnya berdebar kencang, ia seperti merasa canggung padahal ia sangat sering melakukannya dengan Eun Bi.
Dan seperti seorang pelacur yang merangsang pelanggannya terlebih dahulu, Kyuhyun terangsang dibuatnya padahal mereka hanya berciuman panas tapi hal itu mampu membangkikan sebagian dari diri Kyuhyun. Ia tidak mengerti. Gadis mungil ini begitu berbeda dan Kyuhyun sangat bersyukur karena telah memilikinya. Kau kalah Cho Kyuhyun wanita ini begitu mempesonamu, apa kau sudah mencintainya eoh? Kyuhyun bergumam sendiri dalam hati
‘‘Aku tidak bisa meneruskannya atau kita akan berakhir dengan saling tersakiti’’ Menempelkan keningnya pada kening Naira ia mengangkat dagu gadis itu meminta perhatiannya ‘‘Aku ingin kita melakukannya dengan kesiapan hati dan perasaan cinta yang membuncah di hati masing-masing. Aku ingin berada disampingmu saat kau mengandung atau melahirkan jika kegiatan yang kita hentikan tadi membuahkan hasil maka aku tidak dapat melakukan hal itu. Kau harus menjaganya untukku eoh?’’
Wajah Naira bersemu merah mendengar penuturan sang suami, ia begitu terbang diperlakukan Kyuhyun begitu lembut dan manis seperti ini ‘‘Ne—Oppa’’ Ia menutup wajahnya dengan sebelah tangan. Kyuhyun terkekeh melihat tingkah malu-malu isteri mungilnya ini
‘‘Ayo kita tidur’’ Naira hendak beranjak dari ranjang tapi kegiatannya terhenti karena Kyuhyun dengan cepat mencegahnya ‘‘Mau kemana?’’ Tanyanya bingung
‘‘A-aku—’’
‘‘Sekarang dan seterusnya kita akan tidur seranjang sayang’’ Ia membaringkan Naira mendekap tubuh sang isteri lalu menenggelamkan wajah cantik itu dalam dada hangat miliknya ‘‘Nay, apa sebelumnya kau pernah berciuman?’’
Cukup lama Naira terdiam hatinya menghangat saat Kyuhyun kembali memanggil nama kecilnya dengan begitu lembut, kemudian menunduk lalu menggeleng pelan. Kyuhyun tertawa bahagia dan senyum kemenangan tak lepas dari bibir tebalnya ‘‘Wah.. Aku yang pertama eoh?’’
Kyuhyun kembali merasakan pergerakan kepala dari tubuh yang berada dalam dekapannya tapi kali ini berbeda, ia merasakan kalau Naira mengangguk pelan. Tawa Kyuhyun semakin menggema dalam kamar bercat putih ini, ia sungguh tidak dapat menyembunyikan kebahagiaannya! Ia berjanji pada dirinya sendiri jika sudah keluar dari pelatihan nanti ia ingin selalu berada disini gadis ini menemaninya dan melindunginya
__oo00oo__
Pagi yang cerah awal musim semi seorang gadis cantik lengkap dengan seragam sekolah miliknya tampak berjalan dengan riang, ia berlari dengan tergesa saat melihat sosok yang berhasil mencuri hatinya keluar dari gerbang rumah besar milik keluarganya. Ia mengeratkan pegangan pada kedua tali tas ranselnya dan berlari cepat menuju sang incaran, rambut hitam panjangnya tampak bergoyang indah dan tertiup angin
‘‘Selamat pagi Oppa’’ Sapanya dengan senyum khas miliknya
Pria yang dipanggil Oppa oleh gadis itu hanya menoleh singkat dan membuang napas kasar, ia terlalu malas menghadapi tingkah gadis hiper disebelahnya ini
‘‘Kita selalu keluar rumah bersamaan, apa kita berjodoh?’’
‘‘Hahh.. Pasti kita akan menjadi pasangan yang sangat berbahagia jika hal itu terjadi’’ Ia menolehkan kepala pada pri yang diketahiu bernama Kyuhyun itu ‘‘Benarkan Oppa?’’
‘‘Pagi ini aku ada kuis. Jadi jangan menggangguku’’ Kata Kyuhyun. Tanpa menolehkan kepalanya
‘‘Baiklah. Kalau itu mau Oppa’’ Ia menggerakkan tangan didepan mulut seperti membuat tanda menguncinya kemudian tersenyum cerah menampakkan deretan gigi rapihya. Melihat tingkah gadis aneh ini Kyuhyun hanya bisa memutar mata jengah
Sesampainya didalam bis mereka harus berdiri karena tidak ada tempat duduk yang kosong, Kyuhyun berdiri santai dengan salah satu tangan memegang gantungan pada bis lalu tangan yang lain dimasukkan kedalam saku. Ia juga menyumpal kedua telinga dengan earphone untuk mengurangi kebosanan
Mata bening gadis yang berdiri didekat dengan Kyuhyun menatapnya penuh kagum, ia sangat mengagumi sosok tampan ini. Ia sudah 2 tahun menjalani aktivitas ini bersama Kyuhyun pergi dan pulang sekolah bersama karena memang Naira dan keluarganya baru pindah dari Tongyeong hingga akhirnya mereka bisa bertetangga
‘‘Oppa’’ Cicit sang gadis—Naira pelan saat merasa ada yang aneh dengan dua pria disamping kanannya. Mereaka tampak semakin mendekat pada Naira dan mencoba menggapai-gapai rok-nya ‘‘O-Oppa’’ Keringat mulai mengucur di tubuh dan pelipis suaranya juga bergetar. Ia sungguh ketakutan! Tapi orang yang sedari tadi dipanggilnya tidak juga menanggapi, hal itu membuatnya lemas
Ia menggerakkan tangannya yang bergetar untuk menggapai tangan Kyuhyun hingga akhirnya pria itu menoleh dan mendapati wajah pucat gadis mungil itu tangannya yang memegang tangan Kyuhyun erat terasa dingin dan berkeringat
Kyuhyun langsung mengangkat kepalanya dari wajah pucat Naira dan mendapati wajah mesum dari dua pria yang ada di belakang Naira. Ia mengerti.
Ia menggertakkan gigi ‘‘Jaga tanganmu, Ahjushi’’ Kata Kyuhyun lantang yang menimbulkan tatapan-tatapan aneh dari para penumpang lain, Naira begitu syok walau belum sempat terjadi tapi kejadian barusan berhasil membuatnya gemetar ketakutan
Kyuhyun menarik dekat Naira menghimpitnya pada sisi bis yang kosong ‘‘Apa kau baik-baik saja?’’ Kyuhyun memperhatikan wajah Naira, walau tidak sepucat tadi tapi gadis didepannya ini masih tetap diam sungguh kejadian tadi berhasil membuat darah pria tampan ini mendidih. Ia mengusap pelan pelipis Naira dan mengelus punggungnya menenangkan ‘‘Tenanglah. Hal ini tidak akan terjadi lagi, aku akan selalu menjagamu. Jadi jangan khawatir’’
Kyuhyun tidak mengerti mengapa ia bisa berjanji seperti itu. Kalimat itu adalah ungkapan hatinya yang sangat kalut saat melihat kondisi Naira yang membuat hatinya sakit. Ia tidak menyukai gadis ini tapi juga tidak membencinya, ia merasa terbiasa dengan kehadiran Naira yang merecoki hidupnya
Setelah kejadian itu Kyuhyun selalu ada untuknya menjaga dan melindunginya, ia tidak ingin gadis ini terluka. Sampai akhirnya Kyuhyun bertemu dengan Eun Bi gadis cantik dan berbakat yang menjadi teman sekelasnya saat dibangku kuliah semester empat. Mereka sepakat untuk berpacaran karena memang Eun Bi menyukai Kyuhyun dan Kyuhyun juga menyukai Eun Bi. Sebaliknya kedekatan Kyuhyun dan Naira jadi semakin renggang. Hal itu membuat sifat Naira berubah ia mundur dalam misi pengajaran Kyuhyun, ia cukup tahu diri untuk merebut pacar orang, hingga saat Kyuhyun hampir menyelesaikan study S1-nya sang Ayah menyuruhnya menikah dengan Naira karena hanya gadis itu yang ia lihat dekat dengan Kyuhyun
Pria tampan itu tidak menolak karena memang setengah tahun dia berpacaran dengan Eun Bi ia tidak merasakan perasaan lebih pada wanita itu. Saat mendapati Eun Bi berciuman dengan pria lain di tangga darurat kampus ia juga tidak merasakan kemarahan
Hingga setengah tahun perjalanan pernikahannya bersama Naira pria itu akhirnya berinisiatif untuk menyudahi hubungannya dengan Eun Bi, dia tidak ingin terus menerus hidup dalam masalah yang telah ia bentuk sendiri. Ia mempunyai tanggung jawab terhadap perusahaan sang Ayah juga isterinya—Naira
‘‘Aku ingin menyudahi hubungan ini Eun Bi-ah’’ Pria didepan wanita yang memakai gaun hitam malam itu mengatakan permintaannya
‘‘Kenapa mendadak Oppa?’’
‘‘Aku sudah memikirkannya. Aku sudah memiliki isteri walau aku belum bisa mencintainya tapi aku ingin memperbaikinya dengan isteriku. Kuharap kau mengerti Eun Bi-ah’’
‘‘Tapi Oppa aku mencintaimu’’ balasnya dengan wajah memelas
Kyuhyun terkekeh pelan ‘‘Itu bukan cinta Eun Bi-ah, jika kau mencintaiku kau tidak mungkin berhianat dibelakangku’’
‘‘O-Oppa aku—’’
‘‘Aku meminta kita berpisah bukan karena itu, tapi karena aku ingin memperbaiki rumah tanggaku. Jangan ulangi sifat itu lagi jika kau telah menemukan orang yang kau cintai’’ Nasihat Kyuhyun lembut lalu mengelus pelan puncak kepala Eun Bi
‘‘Oppa—maafkan aku’’ Eun Bi tertunduk malu
‘‘Sudahlah’’
‘‘Sebagai tanda perpisahan maukah Oppa makan malam bersamaku? Kumohon Oppa’’
‘‘Hm.. Itu—’’
‘‘Ayolah Oppa. Ini yang terakhir’’
‘‘Baiklah’’ Kyuhyun tak sanggup menolak ajakan gadis ini karena memang selama mereka berpacaran telah banyak hal mereka lalui dan dia harus membalas hal itu. Tidak berat hanya makan malam biasa
__oo00oo__
Two Years Later
Seorang gadis tampak memperhatikan gedung tinggi yang berada di depannya ini. Sesekali ia menyelipkan rambut panjangnya ke belakang telinga karena angin bertiup cukup kencang siang ini, ia kembali memperhatikan penampilannya mulai dari gaun biru langit selututnya hingga sepatu wedges yang menghiasi kaki indahnya
Pintu gerbang besar yang ada dihadapan gadis mungil itupun akhirnya terbuka dan dengan perlahan menampilkan sosok pria yang selama ini dinanti-nantikan sang gadis, pria itu tersenyum hangat yang dibalas senyum kaku milik sang gadis ia terkejut menerima senyuman Kyuhyun yang tiba-tiba
Mereka telah lama tidak bertegur sapa sehingga membuat gadis mungil yang diketahui bernama Naira itu hanya bisa berdiri dengan canggung, mata beningnya mengamati pergerakan sang pria yang berjalan dengan santai menuju kearahnya
‘‘Hai’’ Sapa pria itu yang tidak lain adalah Kyuhyun
‘‘H-hai juga’’ Balas Naira sedikit gugup, ia mengalihkan pandangannya tak tahan dengan tatapan lembut yang diberikan pria didepannya ini padanya
‘‘Kau sudah lama menunggu?’’
‘‘Tidak juga’’
‘‘Kenapa kau menjemputku, aku malu bertemu denganmu dalam keadaan seperti ini’’ Ia mengusap tengkuknya pelan
‘‘Oppa tetap tampan’’
‘‘Kau benar. Dalam situasi apapun aku memang selalu tampan, Kau sudah makan siang?’’
‘‘Sudah’’
‘‘Hah.. Kenapa kau menjawab begitu singkat? Padahal kita sudah lama tidak bertemu’’ Kyuhyun menundukkan kepalanya ‘‘Apa kau sudah menemukan pria lain?’’
Wanita itu mengerjab mata kaget saat mendengar nada sedih dalam kalimat Kyuhyun ‘‘Tidak, itu tidak benar!’’ sanggah Naira cepat, ia tidak sadar kalau ucapannya barusan terlalu keras hingga menimbulkan senyum jahil diwajah pria yang menunduk itu ‘‘Ak-aku masih mencintaimu seperti dulu’’
Pria itupun mengangkat wajah senangnya, ia terkekeh kecil mendapati wajah malu Naira ‘‘Tentu saja. Harusnya aku tak perlu menanyakan itu, bukankah sudah jelas sejak senior high school kau dengan tidak tak tahu malu selalu menempeliku seperti permen karet, mengikutiku, memberiku bekal makan siang, selalu menyediakan air mineral di lokerku dan masih banyak lagi hal bodoh lain yang kau lakukan untukku. Jadi mana mungkin kau bisa secepat itu pergi dari pesona seorang Cho Kyuhyun bukan?’’ Jelas Kyuhyun bangga, ia melipat tangannya didepan dada dan mengangkat kepalanya angkuh
Wanita yang berdiri dihadapannya semakin menunduk menyembunyikan wajah yang sepertinya mata bening milik gadis ini telah memanas bersiap ingin menangis, tangannya menggenggam erat tali tas selempang yang dikenakannya untuk meredam perasaannya
Kyuhyun yang menyadari ada yang aneh dengan gadis dihadapannya tersentak. Apa yang baru saja kau katakan Cho? Kau kembali menyakiti hatinya!! Kyuhyun merutuki mulut kejamnya yang selalu mengeluarkan kata-kata kasar tanpa memikirkan dampaknya lebih dulu
Ia berdeham pelan ‘‘Terima kasih’’ gadis itu mengangkat kepalanya perlahan menatap mata pria didepannya. Kyuhyun yang melihat mata bening itu tampak berair tidak kuasa menahan perasaan, ada rasa perih di hatinya saat melihat gadis ini bersedih apalagi penyebabnya adalah dia sendiri ‘‘Ekhm.. Ak-aku hanya mau bilang itu! Jadi cepatlah kita pulang! Astagaa!! Disini panas sekali’’ ia jadi marah-marah dan berkata tak jelas. Sesaat tadi hatinya berdesir dan jantungnya kembai berdebar kencang saat melihat wajah polos Naira, pria itu gugup karena tidak bisa mengendalikan hasrat yang sepertinya ingin mencium bibir merah itu atau bahkan mencumbunya karena saat ini Naira memakai gaun yang terbuka pada bagian bahu dan itu membangkitkan setan dalam tubuhnya. Sial! Sadarlah Cho!! Ini masih siang bodoh!!
__oo00oo__
‘‘Kenapa kau tak pernah bosan menonton film ini?’’ Pria yang sedari tadi diam itu-pun membuka mulutnya. Saat ini pasangan suami isteri itu sedang bersantai didepan TV setelah tadi puas melahap makan malam buatan sang isteri
‘‘Oppa tidak suka? Aku bisa menggantinya’’ Naira sedikit membungkuk mengambil remote yang terletak diatas meja tapi niatnya terhenti karena pria yang sedang meletakkan kepalanya pada pangkuan Naira menahan bahunya
‘‘Kau ingin memancing ‘ku?’’ gadis itu mengerjitkan dahi bingung dengan pertanyaan sang suami ‘‘Jika kau membungkuk maka wajah ‘ku akan terkena payudaramu. Kau harus berkeringat untuk menuntaskannya?!’’ Jelasnya kesal
‘‘Ma-maaf aku tak sadar’’
‘‘Tidak masalah. Kau. Kenapa sangat menyukai film ini?’’
‘‘Aku? Aku menyukai raut wajah sang pria yang ternyata bernama Eugene Fitzherbert ia manis dan lucu sedangkan Rapunzel ia gadis yang menggemaskan juga begitu polos dan apa adanya, ia juga—’’
‘‘Bodoh sepertimu’’ Sambar Kyuhyun ‘‘Kalian memiliki sifat yang sama maka dari itu kau menyukainya. Hahh.. terlalu murahan’’
Pria itu terus mengatainya dengan kata-kata kasar ‘‘Benar. Terlalu murahan. Seperti diriku yang selalu mengejar-ngejarmu aku terlihat sangat murahan. Aku menyukaimu aku tidak ingin kau sakit maka dari itu aku melakukan semua hal bodoh yang pernah kau katakan, aku ingin berhenti tapi tidak bisa’’
‘‘Kalau begitu jangan’’ Kyuhyun menurunkan tangannya yang digunakan untuk menutupi mata meresapi tiap kata yang keluar dari mulut gadis mungil ini
Lalu dengan cepat menaikkan tubuhnya menjangkau bibir yang sedari tadi menggoda untuk dilumatnya. Tangan kanan miliknya digunakan untuk menopang tubuhnya sedang tangan kirinya menekan tengkuk Naira pelan. Kyuhyun terus melumat bibir mungil itu dengan perasaan mendamba jantungnya kembali berdebar kencang ia sedikit takut jika Naira merasakan debaran ini pasalnya tubuh mereka sangat menempel bahkan Kyuhyun bisa merasakan dada kenyal milik Naira kembang kempis karena napas gadis itu yang pendek-pendek
Kyuhyun melepaskan ciuman panasnya pada bibir manis Naira ‘‘Dasar bodoh. Kau jangan asal mengambil kesimpulan seperti itu, terlalu murahan maksudku disini adalah alasan kau menyukai film itu bukan sifat murahanmu’’
‘‘Aku mengerti’’ Jawab Naira pelan, ia kembali tersentak dadanya berdenyut nyeri saat Kyuhyun kembali mengatakan murahan bahkan kali ini lebih jelas kalau dirinyalah yang memiliki sifat itu
‘‘Hm.. Bisakah Oppa menyingkir sebentar? Aku ingin kekamar mandi’’
‘‘Tidak’’ balas Kyuhyun santai, ia memiringkan tubuhnya lalu menelusupkan tangan kirinya kebawah paha Naira dan memeluknya erat ‘‘Aku tahu kau berbohong. Kau ingin menangis disana ‘kan? Lakukan disini saja aku akan menemanimu. Ahh.. nyamannya.. aku jadi ingin tidur’’
Tidak beberapa lama kemudian isakan kecil mulai keluar dari bibir sang gadis ‘‘Hiks..’’ wanita itu menutup wajah dengan kedua telapak tangan, ia tidak mengerti mengapa dirinya tidak bisa membenci pria yang sekarang berstatus sebagai suaminya ini. Pria itu selalu menyakiti hatinya dan dirinya hanya bisa diam menunggu perlakuan kasar lain yang akan diberikan sang suami untuknya
Wanita mungil itu mengusap kasar air mata yang telah membasahi wajahnya ia menarik napas panjang. Dia sudah memikirkannya mungkin ini berat untuk dirinya tapi dia tidak ingin lagi menerima perkataan kasar dari Kyuhyun. Ternyata selama dua tahun perpisahan mereka tidak ada yang berubah semuanya masih sama dan sepertinya Naira harus tegas mengatasi masalah ini ‘‘A-aku ingin kita—’’
Perkataan Naira sontak saja terputus saat pemuda yang berada dipangkuannya kembali bangkit dan langsung melumat kasar bibir mungilnya. Matanya membulat sempurna napasnya putus-putus menerima kembali serangan Kyuhyun, ia melihat bahwa pria ini sangat menikmati aktivitasnya terbukti dari mata Kyuhyun yang memejam dan bibir yang tak henti melumat bibir Naira
Kyuhyun kemudian mengangkat tubuh kecil Naira, mendudukkan di pangkuannya lalu melepaskan ciuman panasnya, matanya menelusuri wajah cantik sang isteri tersenyum cerah saat melihat kacaunya wajah cantik itu
Ia membawa Naira kedalam pelukan hangat mengusap lembut surai halus itu ‘‘Kau ingin mengatakan apa eoh? Kau ingin kita bercerai?’’ Tanya Kyuhyun lembut
Naira tidak mengerti dengan jalan pikiran pria ini, Kyuhyun seperti memiliki dua kepribadian terkadang sangat kasar dan disaat bersamaan juga bisa berubah baik. Naira ingin menanyakannya tapi dia tidak memiliki keberanian jadinya dia hanya menggeleng sebagai jawaban atas pertanyaan Kyuhyun
‘‘Baguslah. Karena masih banyak hal yang ingin ku lakukan bersamamu. Seperti berciuman, bercumbu ataupun making love, bukankah aku sudah pernah bilang kalau aku ingin memperbaikinya? Aku ingin menemanimu saat hamil dan melahirkan anak-anak kita kelak. Dan hal yang paling kuinginkan adalah menua bersamamu Naira’’ Lalu mengecup pelan pelipis Naira
‘‘O-oppa’’
‘‘Hm? Apa kata-kata ku belum cukup untuk mengalahkan keraguan dihatimu?’’ Tangannya membelai pipi mulus Naira dan mengangkat dagu gadis itu agar menatapnya ‘‘Aku sudah berubah Naira. Dan itu karna mu, kau mengubahku dengan kesabaran dan kelembutan hatimu, aku sangat terkesan. Terima kasih karna kau masih sanggup mendampingiku, aku akan mengabdikan seluruh hidupku bersamamu Naira, isteriku yang sangat kucinta’’
Air mata kembali membasahi kedua pipi sang gadis, ia sungguh tak tahu kalau Kyuhyun ternyata memikirkan nasib rumah tangga mereka dan apa tadi kata pria ini barusan? Kyuhyun mencintai dirinya? Astaga!! Naira ingin sekali menjerit sanking bahagianya!
‘‘Kenapa menangis? Kau tidak ingin membalas pernyataan cintaku?’’
Naira mengangguk dan mengusap air matanya ‘‘Aku jugat mencintaimu Oppa’’ balasnya pelan
Tawa bahagia Kyuhyun terdengar memenuhi ruangan, ia menyerah untuk menahan diri terhadap pesona seorang Naira ‘‘Ini sangat melegakan bukan? Aku merasa lebih hidup dan itu karnamu’’ Ia sedikit menjawil hidung Naira dan terkekeh ‘‘Sudah malam ayo kekamar’’ Kyuhyun berdiri dengan cepat akibatnya Naira harus memeluk erat leher Kyuhyun agar tidak terjatuh ‘‘Lalu kita bercinta’’ Bisik Kyuhyun mesra tak lupa ia mengedipkan mata genit
__oo00oo__
Kamar mewah beraksen Eropa klasik milik dua insan yang saling bergumul diatas ranjang ini menjadi saksi bisu kegiatan panas dari pasangan yang dilanda cinta tersebut. Suara lenguhan pelan dari sang gadis terdengar begitu menggairahkan hingga mampu membangunkan hasrat terdalam sang pria
Entah siapa yang memulai melucuti kain yang menempel pada tubuh, mereka kini sudah telanjang. Tubuh mereka tampak berkilat akibat aktivitas panas yang mereka bangun. Kyuhyun—pria yang saat ini sedang mengulum gemas payudara sang isteri mendongakkan kepalanya ‘‘Aku tidak menyangka kau memiliki payudara seindah ini sayang’’ ia kembali meremas dan memainkan putting sang gadis ‘‘Kau menyembunyikannya dengan baik’’ lalu tersenyum melihat wajah terangsang sang isteri
Ia kembali naik untuk menjangkau bibir mungil Naira yang terbuka seperti memintanya untuk dilumat ‘‘Ahh..’’ desah Naira saat satu tangan Kyuhyun turun membelai kewanitaannya
‘‘Teruslah mendesah sayang, aku akan memuaskanmu’’
Ia turun menciumi dan menjilat seluruh tubuh Naira mulai dari dagu leher dan berhenti sebentar saat menemukan payudara kenyal sang isteri ia membelai pelan perut datar Naira lalu mengecupnya semakin turun hingga berhadapan dengan kemaluan sang gadis
Jantung Kyuhyun kembali berdebar kencang melihat kemaluan Nairaa, ia semakin membuka paha si gadis lalu menunduk sampai sebuah tangan menahan kepalanya ‘‘O-oppa ja-jangan.. Aku malu’’ wajahnya merah padam ditatap begitu intens oleh Kyuhyun
‘‘Aku tidak akan menyakitimu sayang, kau percayakan padaku?’’
Kyuhyun tersenyum menenangkan yang dibalas dengan anggukan kepala dari sang gadis. Mendapat persetujuan dari sang isteri Kyuhyun langsung menunduk dan mengecup pelan vagina Naira di susul dengan lenguhan manja dari sang gadis yang memejamkan mata nikmat
Pria itu begitu lihai membelai kemaluan sang isteri, ia menjilat dan mengetuk-ngetuk lubang kenikmatan itu dengan lidah panas miliknya hingga membuat Naira melengkungkan tubuhnya nikmat dan kembali menghempaskan kepalanya keranjang, kepalanya pening menerima serangan-serangan Kyuhyun dan tiba-tiba Kyuhyun menghentikan aktivitasnya dibawah sana
‘‘Kita harus bersama sayang’’ ia kembali mengulum bibir Naira yang sudah membengkak, pria ini terlalu gemas hingga terus menggigit dan menghisap bibir mungil sang isteri tanpa mempedulikan akibatnya
Selagi Kyuhyun mencium Naira tangan besarnya menuntun kejantanannya yang sudah sangat mengeras serta berurat itu kedalam lubang kenikmatan sang isteri. Ia memasukkannya perlahan dan merasakan tubuh Naira menegang dibawahnya ia mengelus kepala sang gadis untuk menenangkannya
Naira menahan napas saat seluruh kejantanan Kyuhyun telah memasukinya ia merasakan bahwa air mata mengalir disudut matanya. Ini terlalu perih! Teriaknya dalam hati ‘‘Jangan panik. Tenang saja aku akan menuntunmu kita akan mencapai puncak bersama’’ ujar Kyuhyun lembut dan mengecup pelan pelipis Naira
Pria itu mulai menggerakkan kejantanannya dengan perlahan sambil mengamati wajah kesakitan sang isteri, Kyuhyun begitu mengagumi wajah cantik dibawahnya ini mata bulat, hidung yang sedikit mancung dan kecil serta bibir mungil merah yang selalu menggoda untuk dihisap kini tampak membengkak
Kyuhyun semakin mempercepat gerakannya ia mengecup sebentar bibir Naira lalu menegakkan tubuhnya meraih tangan Naira dan menariknya mengikuti pergerakan dibawah sana. Ia mendongakkan kepala merasakan sensasi nikmat yang baru dialami sepanjang perjalanan hidupnya
Dibawah sana vagina Naira begitu ketat melingkupinya terasa panas dan menggairahkan, ia menurunkan wajah dan kembali mendapat pemandangan yang menabjubkan payudara kenyal sang isteri bergoyang dengan indah ia menangkup kedua payudara yang telah mengeras terangsang itu dan meremasnya
Kyuhyun merasakan bahwa sebentar lagi Naira akan sampai vaginanya menghisap semakin dalam kejantanan Kyuhyun, ia menjatuhkan tubuhnya memeluk Naira erat dan dibalas dengan sang isteri yang mengalungkan tangannya dileher Kyuhyun, napas Kyuhyun terasa panas dan memburu menerpa telinga Naira, jantungnya juga berdebar dengan kencang menanti pelepasan itu. Kyuhyun mengerang kuat saat pelepasaan itu menghampirinya dan sang isteri
‘‘Akhh..Ahh..’’ Desah mereka bersautan menetralkan detakan jantung yang melonjak dan napas yang satu-satu.
Kyuhyun mendiamkan sebentar kejantanannya didalam sana sebelum akhirnya mengeluarkannya dan berpaling kesisi gadis yang sekarang telah resmi jadi miliknya. Ia tersenyum bangga karena dapat menyelesaikan percintaan mereka dengan tuntas dan sangat bergairah
Ia menarik Naira mendekat ‘‘Ini hebat sayang. Gomawo’’ bisiknya lalu mengecup kembali bibir sang isteri lalu mengulumnya, Naira melenguh pelan sebagai respon perbuatan Kyuhyun ‘‘Apa aku sudah bilang kalau bibirmu begitu lembut dan manis. Aku selalu tergoda untuk melumatnya’’ ia menarik selimut untuk menutupi tubuh mereka kemudian menatap mata bening dihadapannya ‘‘Apa ada yang ingin kau tanyakan?’’ Kyuhyun memulai sesi diskusi dengan sang isteri, dia ingin menuntaskan kerisauan hati isteri cantiknya ini
‘‘Oppa tahu?’’
‘‘Tentu saja itu tergambar jelas diwajah cantikmu. Katakanlah’’
‘‘Apa Oppa sering melakukan ini? Oppa terlihat sangat mahir’’
‘‘Maksudmu bercinta? Kau bilang aku mahir’’ Seketika itu juga tawa dari seorang Cho Kyuhyun menggema memenuhi kamar ia sampai tidur telantang dan memegangi perutnya karena terlalu geli dengan pernyataan polos Naira, setelah merasa baikkan ia kembali memiringkan tubuhnya berdeham sebentar sebelum melanjutkan ‘‘Tidak sayang. Kau yang pertama’’ ia kembali membelai kepala Naira sayang
‘‘Jadi—kenapa—’’ ia tidak lagi sanggup melanjutkan perkataanya, wajahnya memerah malu
‘‘Hm.. Itu—itu’’ Kyuhyun bingung harus bagaimana menjelaskannya karena sesungguhnya saat dipelatihan ia sering menonton video dewasa dengan Naira sebagai objeknya. Ia tidak mungkin terus terang. Tidak mungkin. ‘‘Aku mengikuti feelingku sayang, seperti halnya air. Berjalan begitu saja. Yah, seperti itu’’ ia tertawa hambar
‘‘Eun Bi-ssi juga tidak?’’
‘‘Kami pernah bercumbu dan sering berciuman, tapi tidak sampai tahap ini’’
‘‘Kalau hubungan Oppa dengan Eun Bi-ssi bagaimana?’’
‘‘Apanya yang bagaiman? Kami sudah berakhir saat malam kau berteduh di box telephone itu’’ Dengus Kyuhyun malas ‘‘Sudahlah kenapa jadi menceritakan wanita lain? Kita ‘kan baru saja bercinta. Jadi mari kita memikirkan kelangsungan keluarga kecil kita saja’’
‘‘Seperti?’’
‘‘Bulan madu misalnya?’’ Alis Kyuhyun naik-turun dan senyum menggoda hadir menghiasi wajahnya
‘‘Tidak mungkin. Kita telah lama menikah’’
‘‘Memang apa salahnya? Apa mereka tahu jika kita pengantin baru atau tidak?’’
‘‘Baiklah aku setuju’’
‘‘YES!! Tapi kita perginya tunggu rambutku tumbuh saja. Aku tidak percaya diri jika seperti ini’’
‘‘Oppa masih tampan. Tenang saja’’
‘‘Aku tahu. Tapi aku malu sayang’’ rajuknya manja
‘‘Kalau begitu tidak usah saja’’ Naira membuang napas kesal lalu berbalik memunggungi sang suami
‘‘Wahh.. Apa ini? Kau marah karna kita tidak pergi bulan madu? Kita bisa melakukannya dengan rutin dirumah sayang’’ Kyuhyun membalikkan Naira lalu kembali menindih tubuh mungil itu ‘‘ Sekarang juga aku siap’’ Kyuhyun tersenyum jahil
‘‘A-aku—tidak’’
‘‘Jinjja.. Isteriku memiliki hasrat yang besar ternyata’’ Tambah Kyuhyun semakin membuat wajah wanita dibawahnya merona tak karuan
Kyuhyun tertawa lalu kembali membaringkan tubuhnya disamping Naira ‘‘Kita punya banyak waktu untuk melakukannya, aku tahu kau lelah. Kita tidur saja eoh?’’
Naira tersenyum dan menggangguk, Kyuhyun telah berubah ia menjadi lembut dan penuh perhatian. Aku semakin jatuh cinta padamu gumamnya dalam hati sambil mengeratkan pelukannya pada punggung Kyuhyun
‘‘Aku mencintaimu Naira. Selamanya’’
‘‘Aku juga sangat mencintaimu Oppa’’
== END ==
Terima Kasih karena sudah membaca sampai akhir
Sampai ketemu di lain waktu~ Annyeong~^^

Fc Populer:

%d blogger menyukai ini: