DRIBBLOVE Part 3

0
dribblove ff nc kyuhyun yadong romance
DRIBBLOVE [Chapter 3]
Author : namschoa
Title : DRIBBLOVE
Category : NC21, Yadong, Romance, Chaptered
Cast :
Cho Kyuhyun
Na Haeryung
Lee Donghae
Choi Siwon
Other cast
Disclaimer : Fiksi ini terinspirasi dari ketidakikutsertaan Kyuhyun untuk mengikuti event SM beberapa waktu lalu karena tur-nya bersama KRY, sehingga saya membuat fiksi dengan karakter Kyuhyun sebagai pebasket xD
So, enjoy~
WARNING!! FOR TYPO(S)~
 “Ternyata kami pernah bertemu. Bertemu di masa lampau. Dan itu membuat kami merasa sakit.”
~Happy Reading~
Seorang pria jangkung menyesap kopi pahitnya dalam cangkir porselen. Matanya tertutup oleh kacamata hitam yang bertengger dihidung mancungnya. Suasana di cafe itu terlihat sepi dari pengunjung. Hanya ada beberapa pengunjung yang datang untuk menikmati kopi dengan pekerjaan kantor yang mereka bawa.

Berbeda dengan pria berkacamata hitam itu, tampaknya ia tengah menunggu seseorang. Terbukti dari beberapa kali ia melirik ke arah jam tangan hitam yang ia kenakan. Sudah 20 menit pria itu menunggu seseorang. Tak lama seorang pria lain datang dari pintu cafe dan bergegas menuju meja pria tadi.
“Halo, maaf bila Anda menunggu lama.” Pria itu menyapanya dalam bahasa Mandarin yang fasih.
“Jangan terburu-buru, Donghae-ssi.” Sebaliknya, pria berkacamata hitam itu membalasnya dalam bahasa Korea.
“Kau bisa berbahasa Korea?”
Pria itu tersenyum dan membuka kacamatanya, “Senang bertemu denganmu, Donghae-ssi. Aku Choi Siwon.” Donghae menjabat tangan Siwon dengan erat, tak lupa pria itu membalas senyuman Siwon.
“Jadi, mengapa kau ingin bertemu denganku secepat ini Donghae-ssi? Bukankah pengadilan diadakan besok lusa?” tanya Siwon langsung keintinya. Sedetik kemudian Donghae dapat menilai bahwa Siwon merupakan pria yang tidak ingin basa-basi.
“Aku hanya melakukan perintah dari Kyuhyun.”
Siwon menjetikkan jarinya dan tersenyum, “Ah, pria itu, aku sangat ingin bertemu dengannya sekarang. Apa dia berada disini sekarang?”
“Tidak. Dia tidak disini.”
Siwon mengangguk, “Jadi?”
Donghae meletakkan kopernya keatas meja dan menggeserkan posisinya agar mudah diraih oleh Siwon. Siwon mengerutkan keningnya dan membuka koper tersebut. Mata pria itu terbelalak ketika melihat tumpukan uang yang bernominal tinggi. Siwon mengalihkan pandangannya kepada Donghae, untuk meminta penjelasan.
“Tolong cabut tuntutanmu, Siwon-ssi.” Nada Donghae terdengar memohon. Siwon terkekeh dan menutup koper itu kembali, “Tidak, aku tidak berniat melakukan itu. Uang itu sangat tidak kuperlukan.”
“Aku akan menambah jumlahnya jika itu terkesan kurang dimatamu.” Ujar Donghae meyakinkan.
Lagi-lagi Siwon menggeleng, “Aku tidak ingin menghancurkan hidupku dengan uang suap. Karena—“ Siwon menggantungkan kalimatnya, “Hidupku sudah hancur.” Suara Siwon terdengar bergetar. Donghae hanya bisa diam.
“Uang dapat membuat semua orang bahagia, tapi menurutku, uang tidak dapat mengembalikan kebahagiaanku, Donghae-ssi.”
“Baiklah, apa yang kau inginkan Siwon-ssi?”
“Aku?” Siwon tampak menimang, “Aku ingin menghancurkan pria itu dengan tanganku sendiri.”
“Sebuah balas dendam? Balas dendam tidak dapat mengembalikan kebahagiaanmu.”
Siwon tersenyum miring, “Kau tampaknya sudah mengerti, Donghae-ssi.”
Siwon menyesap kopinya yang sudah mulai dingin dan matanya terlihat memerah, terbukti dari gambaran-gambaran pembuluh darah yang berada di matanya. Kilatan amarah juga hadir disana.
“Balas dendam memang bukan untuk mengembalikan kebahagiaan, tidak! Tapi sepertinya balas dendam dapat mencabut kebahagiaan miliknya sama seperti saat dia merenggut kebahagiaanku!” rahang pria itu mengeras, tangan kanannya yang berada diatas meja ia kepal, Donghae masih tetap diam.
“Bahkan setelah aku kehilangan permataku, aku harus kembali kehilangan satu-satunya yang tersisa dalam hidupku untuk melakukan semua ini! Tidakkah kau mengerti kesengsaraanku selama bertahun-tahun ini?” Donghae masih setia mendengarnya.
“Apakah kau akan menghentikan semua cita-citamu yang telah berada didepan mata sedangkan kau menunggu saat-saat itu sejak lama? Tidak.” Siwon berusaha menyembunyikan airmatanya, tidak ingin mendapat penilaian lebih dari Donghae. Ia tetaplah seorang pria yang harus tegar.
“Maafkan aku, Siwon-ssi.” Hanya itu yang dapat Donghae katakan.
“Tidak adakah cara lain? Aku tahu semua penderitaanmu, tapi bisakah kita menyelesaikan semua ini tanpa ada campur tangan pemerintah?”
Siwon terkekeh, “Apa aku cukup mengerikan dihadapanmu?”
“Tidak, sekali lagi aku minta maaf.”
Siwon tampak menimang, akhirnya pria itu mengangguk, “Baiklah, aku akan mencabut semua tuntutanku, tapi tidak dengan balas dendamku.” Donghae mengangguk.
“Aku punya sebuah permintaan,” ucap Siwon dengan misterius.
~ DRIBBLOVE ~
Haeryung berdecak saat Kyuhyun masih saja mendiaminya. Sudah 30 menit Kyuhyun diam sambil menatap Haeryung dengan aneh. Bahkan Haeryung sudah menghabiskan jusnya karena ia merasa udara disekitarnya begitu panas.
“Kyuhyun-ssi, cepat berikan ponselku!” Kyuhyun masih saja diam.
“Kyuhyun-ssi!” Haeryung menyentaknya.
Kyuhyun memberikan ponselnya dengan malas. Haeryung menerimanya dengan heran. Apa dia tidak akan melakukannya? Ah, mengapa aku sangat berharap dia melakukannya? Itu salah!, batin Haeryung. Tapi aku penasaran, lanjutnya.
“Hanya itu? Baiklah aku pulang.” Kyuhyun segera menahan tangannya. Apa ini saatnya? Batin Haeryung lagi.
“Duduklah disini.” Kali ini Kyuhyun melembut.
“Untuk apa?”
“Bisakah kau melakukan itu tanpa banyak bertanya?” suara Kyuhyun mengeras, membuat Haeryung sedikit berjengit. Akhirnya Haeryung kembali terduduk dihadapan Kyuhyun.
“Kau aneh.” Kyuhyun tetap diam. Matanya masih menatap Haeryung.
“Baiklah, aku akan menunggumu sampai kau mau berbicara.” Haeryung menyandarkan tubuhnya sambil melipat tangan, balas menatap Kyuhyun yang masih diam.
“Temani aku latihan.” Ucap Kyuhyun akhirnya.
“Apa?”
“Kau tuli atau berpura-pura tuli?”
“Aish, bukan begitu. Mengapa kau tiba-tiba jadi seperti ini? Sangat berbanding terbalik dengan Kyuhyun yang kemarin.” Haeryung berdecak. Kyuhyun hanya acuh.
“Sudah kubilang Donghae hyung pergi ke China, jadi aku tidak punya seseorang untuk mengikuti setiap kegiatanku.”
“Maksudmu, kau ingin aku jadi asistenmu?” Haeryung melongo, membuat Kyuhyun melihatnya dengan jijik, “Wajah bodohmu itu sangat mengerikan.”
“Aish, aku serius!”
“Apa kau mau?” Kyuhyun meyakinkan.
“Tarifku sangat mahal.” Haeryung sedikit menggoda Kyuhyun yang terlihat menyedihkan.
“Bahkan uangku sanggup membeli seluruh apartemen di Korea Selatan.” Sombong Kyuhyun.
“Ck, kiasan yang sangat mempesona.”
Kyuhyun tersenyum miring, “Jadi?”
Entah dorongan darimana, Haeryung mengangguk tanpa berpikir jernih terlebih dahulu. Kyuhyun tersenyum puas dan berdiri dari duduknya, “Ayo.”
“Ya,” Haeryung menerima ajakan Kyuhyun dan berniat untuk melangkahkan kakinya. Lagi-lagi Kyuhyun menghentikannya,”Tunggu!”
“Apalagi?” ucap Haeryung tak sabar.
“Berikan semprotan pedas itu padaku.”
“Apa?”
“Cepat berikan, aku tahu kau menyembunyikan benda itu untuk mewanti-wanti jika aku melakukan sesuatu padamu.” Haeryung menelan salivanya. Matanya menatap Kyuhyun malas. Bagaimana bisa Kyuhyun mengetahui idenya itu. Dengan berat, Haeryung memberikan semprotan pedasnya pada Kyuhyun.
“Kau tidak tahu betapa sakitnya bila ini mengenai matamu.”
“Kau pernah merasakannya?”
~ DRIBBLOVE ~
Haeryung hanya terduduk malas sambil menonton Kyuhyun dan teman-temannya yang berlarian kesana kemari membawa bola berwarna merah. Tubuh mereka yang basah oleh keringat terlihat seksi dengan jersey yang mereka kenakan.
Haeryung tidak mengetahui siapa saja pria ditengah sana. Yang ia tahu hanyalah Jungsoo dan Hyuk Jae, itupun saat berada di fanmeeting beberapa hari yang lalu. Haeryung tersenyum saat melihat pemandangan didepannya, tiba-tiba ia ingin sekali memberikan Dami sebuah kejutan.
Haeryung mengeluarkan ponselnya dan memotret Hyuk Jae yang tengah berlarian. Entah sudah berapa kali Haeryung memotret figur seorang Hyuk Jae. Jika bukan karena sahabatnya, ia tidak akan melakukan hal sejauh ini. Mungkin Dami akan menaikkan gajinya karena Haeryung memberikan hadiah ini.
Haeryung merasa kecewa karena permainan mereka terhenti begitu saja. Itu artinya sudah cukup untuk memotret Hyuk Jae. Mereka terlihat saling menepuk bahu. Seperti memberi semangat pada satu sama lain. Sungguh persahabatan yang hangat.
Kyuhyun mendekat kearah Haeryung. Gadis itu berdiri dan ikut mendekat kearah Kyuhyun. Haeryung memberikan sebotol air mineral dan handuk kecil pada Kyuhyun, “Sudah selesai?”
“Sudah.” Nafas Kyuhyun terengah-engah. Pria itu mengusap wajahnya dengan Handuk yang Haeryung berikan.
“Kau harus mandi. Keringatmu banyak sekali.” Haeryung menutup hidungnya sebagai tanda bahwa ia sedang merasa jijik.
“Kau benar-benar cerewet!” Haeryung mengangkat bahunya tak peduli, “Kita pulang,” ajak Kyuhyun. Haeryung hanya menurut.
Kyuhyun melambaikan tangannya pada teman-temannya diujung sana sebagai tanda bahwa ia pamit pulang. Teman-temannya balas melambaikan tangan kearah Kyuhyun dan Haeryung. Haeryung hanya tersenyum sambil membungkukkan badannya.
Melihat itu Kyuhyun berdecak, “Mereka sudah punya kekasih.” Ucapnya sambil berlalu.
“Apa aku terlihat seperti wanita penggoda?” protes Haeryung sambil berjalan untuk menyusul Kyuhyun yang sudah berada didepan.
~ DRIBBLOVE ~
Inilah kali pertamanya Haeryung masuk kedalam apartemen Kyuhyun. Untuk ukuran pria, Kyuhyun merupakan tipe pria yang sangat rapi. Terlihat dari apartemennya yang begitu rapi. Bahkan bila dibandingkan, apartemen Kyuhyun jauh lebih rapi dari apartemennya.
Haeryung menelusuri setiap inchi interior apartemen Kyuhyun. Banyak tropi yang berjejer disana. Ia yakin bila itu semua milik Kyuhyun. Haeryung tidak menemukan satu foto Kyuhyun disana. Mungkin fotonya hanya berada dikamarnya. Lebih pribadi.
Aroma apartemennya pun dipenuhi dengan aroma tubuh Kyuhyun. Memabukkan. Haeryung sadar dalam pemikiran ini. Aroma tubuh Kyuhyun sangat akrab di indera penciumannya.
Haeryung kembali duduk disofa saat mendengar Kyuhyun membuka kenop pintu kamarnya. Pria itu tampak lebih segar dari sebelumnya.
“Baiklah, untuk hari ini, tugasku sudah selesai?”
“Belum.” Kyuhyun mengambil dua kaleng minuman soda dari lemari es dan memberikan satu pada Haeryung.
“Bagaimana kau bisa tahu minuman kesukaanku.” Haeryung membuka kaleng sodanya dan meneguk isinya dengan cepat. Kyuhyun dibuatnya ngeri.
Kyuhyun menatap tubuh Haeryung dari samping. Seulas senyum kecil terukir dibibir Kyuhyun. Wajah gadis itu sangat cantik dengan pipi bulatnya. Tubuhnya kecil, tapi ia tidak tahu mengapa pipinya bulat. Mungkin makanan yang ia makan mengendap dipipinya dan tidak menjadi daging ditubuhnya. Tapi bukan hanya itu saja yang membuat Kyuhyun jatuh cinta padanya. Bibir yang sangat tipis pada bagian atasnya membuat ia selalu ingin melumatnya setiap hari.
Pandangannya beralih pada dadanya. Kyuhyun membayangkan jika kedua benda itu pasti cukup penuh untuk berada dikedua telapak tangannya. Matanya terus turun hingga bagian pribadi Haeryung. Membayangkannya saja sudah membuat Kyuhyun ingin memenuhi kebutuhan biologisnya. Tapi ia harus menahannya. Ia tahu tidak akan mudah mendapatkan gadis itu.
Merasa diperhatikan, Haeryung melirik kearah Kyuhyun, membuat pria itu sedikit terkejut. “Apa yang kau lihat?” tanya Haeryung tajam.
“Aku yakin kau sudah tahu jawabannya, jadi tidak usah bertanya.” Jawab Kyuhyun santai.
“Menakutkan sekali.” Gumam Haeryung.
Lagi-lagi Haeryung menjadi kesal dibuatnya karena Kyuhyun terus menatapnya, “Berhenti menatapku seperti itu!”
“Aku ingin tubuhmu.” Ucap Kyuhyun polos.
“A—Apa?”
Kyuhyun sudah lepas kendali, persetan dengan Haeryung yang mungkin akan membencinya seumur hidupnya. Kyuhyun meraih tengkuk Haeryung dan meraup bibir milik Haeryung. Melumatnya kasar tanpa ampun. Pria itu tidak memberi sedikit kesempatan untuk Haeryung bernafas.
Kyuhyun menyesap kuat bibir Haeryung. Tangannya pun ikut bergerak aktif untuk menjamah seluruh tubuh Haeryung tanpa melewatkan apapun. Nafas Haeryung terengah, sedikit memohon kepada Kyuhyun untuk menghentikannya. Namun pria ini tidak sejalan dengannya.
Tangan Kyuhyun meremas pelan dada Haeryung yang masih tertutup. Kyuhyun benar, dada Haeryung cukup untuk berada ditelapak tangannya. Desahan ringan terdengar dari mulut Haeryung dengan fasih. Kyuhyun tampak terampil dalam hal ini meski ini hal pertama kali baginya.
“Cho—hhh” Haeryung mendesah diantara tautannya sambil meremas rambut tebal milik Kyuhyun. Pria itu masih asyik dengan bibir dan dada milik Haeryung
Bosan dengan ciumannya, Kyuhyun melepas tautannya, “Aku tidak ingin melakukan hal ini diatas sofa.”
“Aku bahkan tidak ingin melakukan semua ini.” Balas Haeryung dengan nafasnya yang terengah-engah.
“Sayangnya kau harus menurutiku.” Kyuhyun membawa Haeryung dipangkuannya dan menindih Haeryung tepat setelah punggung Haeryung menyentuh kasur miliknya.
Tak mau menunggu lama, Kyuhyun langsung menyesap leher putih milik Haeryung. Memberikan tanda kepemilikannya disana. Menyesapnya dengan kuat hingga sang empunya dengan mudahnya memberi ruang untuk Kyuhyun.
Sedetik kemudian, Haeryung yang menyadarinya langsung menjauhkan Kyuhyun dari lehernya, “Jangan lakukan itu!”
Kyuhyun mengangguk dan kembali mencumbu Haeryung. Haeryung berusaha mengimbangi Kyuhyun. Kali ini ciumannya bertambah panas. Decakan-decakan pun tercipta diantara mereka. Membuat nafsu mereka semakin menjadi-jadi.
Kyuhyun merobek kemeja milik Haeryung secara paksa. Terbukti jika Kyuhyun adalah tipikal pria yang tidak suka berlama-lama.
Haeryung yang terkejut segera menutup tubuh bagian atasnya, “K—Kau.”
Kyuhyun menggeleng dan menyingkirkan kedua tangan Haeryung. Pria itu langsung membuka bra milik Haeryung dan mengulum puncak dada kanan Haeryung sambil meremas yang satunya. Seakan ia tak mau kehilangan sedikit pun kesempatan. Kyuhyun menghisapnya dengan kuat bak seorang bayi yang sedang kehausan. Sedangkan Haeryung menggelinjang hebat, menahan setiap rangsangan yang diberikan oleh Kyuhyun.
Haeryung menekan kepala Kyuhyun dan meremas helaian rambut Kyuhyun. Kyuhyun berani bertaruh rambutnya rontok ditangan Haeryung. Kaki Haeryung tak sengaja menyentuh milik Kyuhyun yang sudah mengeras dibawah sana. Lantas Kyuhyun mengerang dan menghentikan kegiatannya.
“Kau sudah tidak sabar?” Kyuhyun membuka seluruh pakaiannya dan kembali mencium bibir Haeryung dengan cepat.
Tangan Kyuhyun mengelus milik Haeryung yang sudah basah sedari tadi. Gadis itu kembali mendesah saat Kyuhyun memasukan jarinya dipusat tubuhnya. Jari Kyuhyun menusuk-nusuk milik Haeryung hingga jarinya basah terkena cairan gadis itu.
Kyuhyun mengeluarkan jarinya dan kembali mencium Haeryung. Kali ini tangan Kyuhyun menuntun miliknya untuk masuk kedalam tubuh Haeryung.
Haeryung mencakar-cakar punggung Kyuhyun saat benda keras memaksa untuk masuk kedalam tubuhnya. Selang beberapa detik, darah segar milik Haeryung terlihat mengalir keluar dan membasahi seprai milik Kyuhyun.
Haeryung mengeluarkan air matanya yang sudah lama ia bendung. Tangan gadis itu mencengkram lengan Kyuhyun dengan kuat, “Itu sakit, bodoh!”
Kyuhyun berbisik ditelinga Haeryung sambil menahan rasa sakit dipunggungnya, “Lakukan apa yang ingin kau lakukan agar rasa sakitmu hilang.”
“Aku akan membunuhmu setelah ini!” Haeryung kembali menarik rambut Kyuhyun dan terlihat beberapa helai rambut Kyuhyun ditangannya.
“Silahkan.”
Kyuhyun mulai menggerakkan miliknya. Kaki Haeryung mengalung dipinggang Kyuhyun. Pria itu menusukan miliknya dalam-dalam hingga ia dapat merasakan dinding rahim gadis itu. Temponya pelan namun beraturan. Kyuhyun ingin menikmati permainan lembut.
Haeryung memejamkan matanya saat Kyuhyun menggerakan pinggulnya. Haeryung mulai berpikir bahwa bercinta itu sangat nikmat. Gadis itu mencengkram seprai dengan kedua tangannya untuk menumpahkan hasrat ditubuhnya.
Melihat Haeryung yang telah terbius oleh permainannya, Kyuhyun menaikan tempo gerakannya. Kali ini membuat ranjangnya berdecit. Mungkin orang luar dapat mendengar hal ini—ini berlebihan.
Kyuhyun semakin takjub ketika miliknya terasa basah oleh cairan Haeryung didalam sana. Membuat Kyuhyun semakin semangat untuk terus menghujamkan miliknya.
Haeryung sudah dua kali mengeluarkan cairannya. Tapi Kyuhyun masih belum saja mencapai puncaknya. Haeryung membantu Kyuhyun untuk bergerak. Gadis itu menggerakan pinggulnya berlawanan dengan Kyuhyun.
Suara kulit mereka yang beradu dan basah oleh keringat membuat permainan mereka semakin panas. Desahan demi desahan dilontarkan oleh bibir masing-masing.
Kyuhyun merasakan ada yang ingin keluar dari dalam dirinya. Pria itu semakin cepat menggerakan pinggulnya dan mengerang saat pria itu melepaskan cairannya. Rasa hangat mulai terasa dirahim Haeryung.
Nafas keduanya terengah-engah. Permainan pertamanya terkesan sangat panas—bagi mereka. Kyuhyun mencium bibir Haeryung singkat.
“Aku siap untuk dibunuh.” Gumam Kyuhyun.
Haeryung hanya diam sambil memandangi wajah Kyuhyun yang basah oleh keringat. Haeryung mengusap keringat yang mengalir di dahi dan pelipis Kyuhyun. Kali ini, Kyuhyun berkali-kali lipat lebih seksi dibandingkan saat ia bermain bola basket—menurutnya.
“Besok saja. Aku lelah. Aku ingin tidur.” Balas Haeryung.
Kyuhyun mengangguk. Keduanya kembali mendesah saat Kyuhyun mencabut paksa miliknya untuk keluar dari tubuh Haeryung.
Kyuhyun menggulingkan tubuhnya disamping Haeryung  dan menutup tubuh polos mereka dengan selimut. Kyuhyun memeluk Haeryung, “Selamat malam.”
“Malam. Tanganmu, diam.” Ucap Haeryung saat Kyuhyun meremas dadanya—lagi. Kyuhyun terkekeh dan mencium pipi Haeryung sebelum ia terbang ke alam mimpi.
~ DRIBBLOVE ~
Lagi-lagi Donghae merasa kesal saat panggilannya tidak dijawab oleh Kyuhyun. Pria itu mencoba menghubungi Kyuhyun beberapa kali, namun pria itu tidak menjawabnya. Donghae hampir frustasi dibuatnya.
Donghae kembali mencoba menghubungi Kyuhyun dan kali ini ada suara seorang gadis diseberang sana.
“Halo?” ucapnya gadis itu.
“Halo, kau siapa? Dimana Kyuhyun?”
“Kyuhyun? Dia sedang mandi, Donghae-ssi.” Seketika Donghae sudah tahu siapa yang menjawab teleponnya ini.
“Haeryung-ssi, itu kau? Beritahu Kyuhyun untuk menghubungiku kembali. Ini penting.”
“Ah, baiklah, akan ku sampaikan.”
“Terimakasih.” Donghae menutup sambungannya secara sepihak. Sedangkan Haeryung mengangkat bahunya tak peduli. Rasanya Donghae sangat terburu-buru tadi.
Haeryung kembali mengoleskan selai coklatnya pada selembar roti. Tak jauh dari sana, secangkir teh hangat ikut mendampinginya. Tak lama, Kyuhyun keluar dari kamarnya dan tersenyum pada Haeryung. Hari ini Haeryung merasa Kyuhyun lebih hangat dari sebelumnya.
Kyuhyun mencium puncak kepala Haeryung dengan pelan dan Haeryung dibuatnya bingung, “Kau benar-benar pria aneh.” Ucapnya sambil memberikan rotinya pada Kyuhyun.
“Terserah padamu. Bukankah kau akan membunuhku hari ini?” Kyuhyun memakan roti coklatnya dan duduk di meja makan. Haeryung menggeleng, “Aku tidak ingin masuk penjara.”
Kyuhyun tersenyum kecil mendengarnya. Haeryung yang teringat akan sesuatu segera memberikan ponsel Kyuhyun, “Donghae-ssi tadi menghubungimu dan memintamu untuk menghubunginya kembali.”
Kyuhyun menautkan alisnya sebelum ia tersadar akan sesuatu, “Donghae hyung?”
Dengan cepat Kyuhyun kembali menghubungi Donghae dan beberapa detik kemudian terdengar suara Donghae disana.
“Hyung?” panggil Kyuhyun.
“Kyuhyun, dia mengajukan sebuah permintaan untuk mencabut tuntutanmu itu. Kau sanggup untuk melakukannya?” Suara Donghae terdengar tidak sabaran.
“Apa yang dia inginkan?”
To Be Continue
Yeah, akhirnya Chapter 3 sudah di post! Maaf kalo encehnya tidak hot. Saya tidak pandai membuatnya haha. Saatnya menerima kritik dan saran yang masih dalam etika yang disempurnakan (?) xD Sekali lagi, terimakasih!

Fc Populer:

%d blogger menyukai ini: