Cool Husband Part 3

1
ff nc kyuhyun cool husband
*Preview*
Hyuna sedang berada diruangan yang ia yakini adalah ruang kerja Kyuhyun dan ada perpustakaan mini didalamnya. Binar matanya berubah ketika matanya menatap deretan buku berjajar rapi pada rak, ia melangkah kearah rak buku. Detik berikutnya, ia mentap deretan buku itu dengan kening yang berkerut.

“Bukan buku untuk referensi bisnis..”. Gumamnya. Jari manisnya menunjuk salah satu buku. “OMO!!..”. Hyuna terlonjak kaget, tanpa pikir panjang menarik buku itu dan membukanya dengan kening berkerut.
#WARNING#
OOC / DLDR
*Sorry for typo!
*Out Of EYD!
Present
“Cool Husband”
.
© 2015 Flaming Teeth Rich
Happy Reading ^^
[Chapter 3]
“Bukankah… ini katalog komponis terkenal dunia…?”
“Ah, ya.. Benar. Tidak salah lagi ini katalog milik Wolfgang Amadeus Mozart..”. Lanjutnya membuka katalog itu.
“Jadi selain bisnis, namja gila itu juga tertarik dengan karya-karya komponis dunia..”. Matanya kini beralih, menatap deretan buku itu lagi, untuk kesekian kali, ia kembali mengerutkan keningnya. “Ini.. Katalog musik Ludwig van Beethoven dan satunya Felix Mendelssohn..”. Hyuna nampak bingung.
“Aku kira dia hanya tergila-gila dengan bisnis..”
Suara gaduh diluar, menginterupsi kegiatannya mengagumi beberapa buku disana. Ia mengembalikan buku itu ketempatnya dan melangkah pergi dari ruangan itu.
Langkah kakinya berhenti tak jauh dari ruang makan. Disana terlihat seorang yeoja paruh baya yang sedang mencuci beberapa perabot dapur. Hyuna menatapnya dengan kening yang berkerut. Siapa dia?. Pelayan baru?. Pikirnya.
Merasa ada yang memperhatikan kegiatannya, Han ahjumma, pembantu satu-satunya dirumah itu, menoleh dan tersenyum mendapati Hyuna berdiri tak jauh dari tempatnya.
“Oh.. Nona Hyuna “. Sapanya lembut. Sementara Hyuna menatapnya masih dengan kening yang berkerut. “Nona..?”. Han ahjumma mengangguk. “Saya pembantu disini nona”. Hyuna mengangguk dan kemudian hanya ber-o ria. Ia kemudian menghampiri Han ahjumma dan membantunya menata beberapa piring dan gelas dirak yang cukup besar.
“Jangan nona, ini tugas saya..”
“Tak apa bi..”
“Tapi nona.. Tuan muda bisa marah..”
“Tidak. Tidak akan. Bilang saja aku yang memaksa. Lagipula dia sedang dikantor”. Katanya dengan senyum manis. Han ahjumma mengalah dan membiarkan Hyuna membantunya.
Selesai dengan itu, Hyuna masih setia menemani Han ahjumma, duduk dikursi dekat pantry, ia senang, tebakannya salah jika hanya dia satu-satunya wanita yang ada dirumah itu.
“Apa nona sudah sarapan?”. Hyuna mengangguk. “Apa ahjumma baru hari ini bekerja disini?”. Han ahjumma tersenyum mendengar pertanyaan itu terlontar.
“Tidak nona..”
“Tidak..?”. Han ahjumma mengangguk. “Tapi aku tidak melihat anda kemarin saat pesta pernikahan kami”
“Memang benar nona..”. Hyuna menatap Han ahjumma didepannya dengan kening yang berkerut. “Saya sudah lama bekerja disini. Sejak tuan muda belum lahir, saya sudah mengabdi pada keluarga tuan besar Cho..”. Hyuna mengangguk mengerti.
“Beberapa hari lalu, saya berkunjung ke London..”
“London..?”
“Ne, tuan dan nyonya besar Cho telah menetap disana saat tuan muda masih berusia lima tahun..”. Hyuna menatap Han ahjumma dengan tatapan meminta penjelasan tentang kehidupan Kyuhyun selama ini. “Bi.. Maukah bercerita lebih tentang Kyuhyun padaku?”. Pintanya dengan raut memohon yang tidak bisa ditolak oleh Han ahjumma. Wanita paruh baya itu mengangguk, duduk disebelah Hyuna.
“Sejak kecil, tuan muda tidak suka kehidupan disana. Setiap hari tuan muda merengek ingin pulang ke Korea. Tapi tak pernah dituruti oleh tuan besar. Sampai akhirnya tuan muda jatuh sakit.. Melihat putra satu-satunya begitu menderita, nyonya besar tidak tega..”. Han ahjumma berhenti sejenak, menatap Hyuna yang masih setia mendengarnya.
“Dan pada akhirnya beliau memohon pada tuan besar agar mengijinkan tuan muda pulang ke Korea. Saat itu saya dan Jung ahjussi ditugasi pulang ke Korea, merawat tuan muda dengan baik hingga saat ini. Tuan besar saat itu sangat sibuk, sementara nyonya besar menemani disana”. Lanjutnya.
“Jadi selama itu Kyuhyun hidup terpisah dengan kedua orang tuanya?”. Han ahjumma mengangguk. “Ternyata aku lebih beruntung darinya..”. Gumamnya lirih. “Apakah kedua orang tua Kyuhyun sering berkunjung kesini ahjumma?”. Entah dorongan apa, Hyuna berani menanyakan hal itu. Han ahjumma tersenyum.
“Mereka pernah berkunjung. Tapi… Bisa dengan hitungan jari..”. Hyuna mengerutkan keningnya, tak mengerti. “Maksud saya, dalam satu tahun, mereka hanya berkunjung selama empat kali, dan paling lama menghabiskan waktu tiga hari disini nona..”. Hyuna membulatkan matanya, ia benar-benar terkejut. Kasihan sekali Kyuhyun. Batinnya.
“Apa aku boleh tahu hal lain?”. Han ahjumma berfikir sejenak, ia mengangguk. “Ah tunggu, jangan terlalu formal bicara denganku ahjumma.. Anggaplah aku seperti putrimu sendiri..”. Lanjutnya dengan senyuman, wanita paruh baya itu tersenyum. “Tuan muda benar-benar tidak salah memilih istri. Baiklah, sesuai permintaan mu nona..”
Lalu ia memulai bercerita. “Saat tuan muda berusia tujuh belas tahun, entah apa yang telah direncanakan tuan besar, beliau tak mau tahu, saat diusia nya yang masih muda, tuan muda harus mau memimpin perusahaan yang ada di Korea. Ia harus rela melewati masa mudanya hanya untuk mengurus perusahaan itu.. Tuan muda menjalani home schooling untuk mengejar semua pelajaran diusia mudanya, tak hanya itu, tuan muda di didik keras untuk memahami seluk beluk tentang bisnis. Saat itu tuan muda benar-benar buta tentang bisnis, tapi seperti telah direncanakan, tuan besar mengirim salah satu tangan kanannya untuk membantu tuan muda..”. Hyuna mengangguk, mengerti.
“Dan nona..”. Han ahjumma menggantungkan ucapannya, ditatapnya Hyuna yang menatapnya dengan kening berkerut. “Nona pasti telah mendengar desas-desus diluar sana..”. Han ahjumma menghela nafas. “Benar. Itu memang benar, tuan muda memiliki sifat itu. Tuan muda yang dulu, tak seperti sekarang, saat kecil ia sangat patuh, murah senyum dan tak pernah memaksa kehendaknya, sampai akhirnya tuan besar memaksanya menjalankan perusahaan, itulah awal mula tuan muda menjadi sosok pria dingin, kaku dan bahkan cenderung memaksa kehendaknya”. Hyuna tertegun, sejenak. Mungkin karena masa mudanya terenggut tugas kantor. Pikirnya.
“Apa ahjumma.. tahu tentang pernikahan kami.. yang…”. Han ahjumma segera mengangguk, mengerti arah pembicaraan Hyuna.
“Iya nona.. Bibi sudah tahu. Tuan muda menceritakan semuanya. Termasuk pernikahan itu. Tuan muda sudah bibi anggap seperti anak sendiri dan begitu sebaliknya.. Awalnya bibi menentang keras keputusan tuan muda. Bibi khawatir yang akan ia nikahi adalah gadis dari bar.. Tapi setelah tuan muda menjelaskan semuanya, bibi menyetujui keputusannya. Tapi…. Apa nona baik-baik saja?”
“Ne.. Aku baik-baik saja ahjumma. Jangan khawatir..”. Seulas senyum menghiasi bibir Hyuna.
“Lalu kenapa ahjumma harus pergi ke London saat pernikahan kami?”. Rasa ingin tahu Hyuna sangat besar, entahlah ia memiliki keberanian darimana hingga melontarkan pertanyaan itu.
Wanita paruh baya itu tersenyum. “Bukan tanpa alasan nona.. Bibi pergi kesana karena perintah tuan dan nyonya besar. Mereka hanya ingin mengetahui bagaimana putra mereka mengurus sendiri pernikahannya tanpa campur tangan orang tuanya. Dan… seperti dugaan kami, tuan muda bisa menjalankan semuanya seorang diri dengan baik. Dan itu membuat tuan dan nyonya besar bangga padanya”. Hyuna mengangguk, mengerti.
“Apa ada lagi nona?”
“Neh? Oh, Tidak.. Aku rasa sudah cukup. Dan.. Maafkan aku mengganggu pekerjaanmu ahjumma..”. Han ahjumma tersenyum. “Tidak nona.. Jika tidak ada, bibi harus pergi ke supermarket. Apa nona mau ikut?”
“O-Oh.. Aku rasa lebih baik berdiam diri dirumah bi, aku akan berkeliling sekali lagi melihat isi rumah ini”. Jawabnya sopan. Han ahjumma mengangguk, setelahnya pergi meninggalkan Hyuna.
–oOo–
Three Days Later
Kyuhyun’s home, Pyeongchang-dong Real Estate – Seoul 6:38am KST
Seperti hari biasanya, Hyuna bangun pagi tanpa membangunkan Kyuhyun yang masih terlelap dalam tidurnya. Hyuna tidak mau mengganggu tidur suaminya, mungkin namja itu lelah setiap hari bergumul dengan kertas-kertas yang menguras kinerja otaknya. Pikirnya.
Dibiarkannya Kyuhyun, terserah namja itu akan bangun jam berapa, itu bukan urusannya. Well, dia bukan kategori istri yang baik.
Ah.. Dan hari ini gadis itu memiliki mata kuliah pagi, Hyuna terlihat cantik dengan balutan dress modern selutut berwarna hitam-bunga, simple, tapi terlihat sopan dan elegan, dengan rambutnya ia biarkan tergerai. Ia kemudian bergegas turun membantu Han ahjumma yang saat ini sedang sibuk menyiapkan sarapan untuknya dan Kyuhyun.
Wanita paruh baya itu berkali-kali melarang Hyuna membantunya, tapi gadis itu memang keras kepala, ia tak mau dilayani seperti itu, ia bukan putri raja yang harus dilayani, itulah jawaban yang selalu terlontar dari bibirnya. Ia sudah terbiasa berada didapur sejak perceraian kedua orang tuanya beberapa tahun lalu.
Dan disinilah ia sekarang, menata semua hidangan sarapan diatas meja makan yang cukup luas.
“Ahjumma… Apa ada yang lain?”
“Itu yang terakhir nona”. Hyuna mengangguk, dihampirinya Han ahjumma yang sedang mencuci perabot dapur. “Biar aku bantu meletakkan dirak..”. Tawarnya. “Jangan nona.. Pakaian nona bisa kotor..”. Wanita paruh baya itu menolak dengan halus. “Tak apa. Nanti bisa dicuci..”. Jawabnya dengan seulas senyum dan meletakkan perabot dapur pada rak.
Suara teriakan seorang yeoja diluar, menginterupsi kegiatan Hyuna dan Han ahjumma. Keduanya saling menatap dengan kening yang berkerut.
“Siapa sepagi ini berteriak begitu keras?”. Ucapnya meletakkan piring terakhir pada rak.
“Biar aku yang memeriksanya bi..”. Han ahjumma mengangguk. Hyuna melangkah pergi menuju sumber suara yang berasal dari ruang tamu.
Keningnya berkerut ketika mendapati yeoja dengan postur tubuh tinggi sedang beradu argumen dengan Jung ahjussi. Yeoja itu cantik, tapi kecantikannya saat ini tertutupi karena raut wajah marah yang ia tunjukkan pada Jung ahjussi. Hyuna diam ditempatnya, mendengarkan ocehan yeoja itu dengan Jung ahjussi yang tengah melarang yeoja itu semakin masuk kedalam rumah.
“Yah! Biarkan aku bertemu dengan Kyuhyun, pak tua!”. Kata yeoja itu.
“Tidak bisa nona! Anda harus mengerti!”
“Apanya yang tidak bisa!? Kau hanya sopir! Tak punya hak melarangku menemui majikanmu!”
“Saya tahu nona, ini perintah tuan muda. Anda tidak boleh mengganggunya”
“Apa katamu!!?. Aku tidak boleh menemui kekasihku sendiri!?”. Tatapan yeoja itu tajam, mampu menusuk mata siapapun yang menatapnya, sementara disudut sana, Hyuna hampir terlonjak kaget mendengar pengakuan yeoja itu. Apa katanya tadi? Kekasih? Siapa yang ia maksud kekasih?. Batinnya.
“Hey dengar pak tua! kau akan segera ku pecat ketika Kyuhyun menikah dengan ku!”. Ucap yeoja itu dengan bangga. Hyuna geram setengah mati karena ulah yeoja itu yang sungguh tidak sopan pada Jung ahjussi. Tanpa pikir panjang, ia melangkah. Ditatapnya yeoja itu dengan tatapan tajam.
“Yah! Siapa yang akan menikahimu nona!?”. Ucapnya dengan nada marah. Secara otomatis, Jung ahjusshi dan yeoja itu menatap Hyuna yang saat ini masih menatap tajam pada yeoja itu.
“Siapa kau?”
“Kenalkan, aku nyonya Cho!”. Jawab Hyuna dengan bangga.
“A-apa katamu?”
“Ya! Aku nyonya Cho, istri sah CEO Cho Corp! Dan kau..”. Jari telunjuknya mengarah pada yeoja itu. “Siapa kau, berani membuat onar di istanaku!?”. Keduanya saling menatap dengan tatapan yang sama-sama tajam. Membuat Jung ahjussi dan Han ahjumma –yang entah sejak kapan telah bergabung dengan mereka– tidak berani menengahi pembicaraan mereka.
“Tuan muda ada dimana bi?”. Bisik Jung ahjussi pada Han ahjumma. “Aku rasa dia masih tidur..”. Jawabnya lirih. “Lalu bagaimana ini? Nona Hyuna bisa tersakiti karena nona itu..”. Jung ahjussi terlihat khawatir. “Aku juga tidak tahu..”. Keduanya pasrah, hanya bisa diam ditempat tanpa berani melerai adu argumen kedua gadis itu.
“Oh.. Kenalkan, aku Kyungri. Park Kyungri. Gadis yang sebentar lagi akan menyingkirkanmu dari rumah ini!”. Hyuna semakin membulatkan matanya, ditatapnya Kyungri yang tersenyum penuh kemenangan.
“Apa katamu!!?”. Bentak Hyuna, Kyungri hampir terlonjak kaget. Tak disangka, gadis yang tidak lebih tinggi darinya, bisa mengeluarkan bentakan yang cukup keras.
“Kau wanita keberapa yang ditiduri olehnya?”. Ucap Kyungri tanpa memperdulikan Hyuna yang semakin geram karenanya.
Suasana diruang tamu semakin memanas, hingga ke-empatnya tak menyadari kehadiran Kyuhyun yang kini tengah berdiri dengan tatapan tajam nan menusuk–dengan setelan kantor, minus jas– dibalik dinding tak jauh dari ruang tamu. Dari sana ia bisa melihat dan mendengar semuanya dengan jelas. Tak ada niat melerai Hyuna dan Kyungri, dibiarkannya mereka beradu argumen.
PLAKKK!
Satu tamparan dengan mulus mengenai pipi Kyungri. Gadis itu otomatis memegangi pipinya yang memerah, nyeri akibat tamparan itu. Matanya menyala, menatap Hyuna penuh kebencian. Dilain sisi, Melihat hal itu, Jung ahjussi dan Han ahjumma terperangah tak percaya nona nya mampu melakukan hal itu. Tak hanya mereka, Kyuhyun yang sedari tadi memperhatikan, kini mulutnya menganga -juga- tak menyangka Hyuna nya bisa melakukan hal itu.
“Kau wanita jalang! Beraninya menamparku!?”
“Jangan pikir aku tidak berani denganmu nona! Dan aku bukan wanita jalang sepertimu. Harusnya aku yang menyebutmu wanita jalang! Kau tahu? Dengan tanpa malu, kau berbuat onar dirumah orang lain, mengaku suami orang sebagai kekasihmu!.. dan dengan tololnya kau yakin suamiku akan menikahimu!? Cih! Bermimpi saja nona!?”. Hyuna hampir terlonjak kaget karena ucapannya sendiri dengan mulus meluncur tanpa bisa ditahan.
“Kau!!”. Kyungri tak bisa lagi menahan amarahnya, ia mengangkat tangan kanannya dan bersiap membalas tamparan Hyuna. Menyadari apa yang akan dilakukan Kyungri padanya, Hyuna segera memalingkan wajahnya.
Detik berikutnya….
“Akh..”. Pekik Kyungri lirih. Merasakan sakit pada lengannya yang ditahan oleh tangan kekar seseorang sangat erat.
“Kau pikir apa yang akan kau lakukan!?”. Suara tak asing muncul dipendengaran Hyuna. Gadis itu menoleh, didapatinya Kyuhyun berdiri disampingnya tengah menahan lengan kanan Kyungri dengan tangan kirinya. Namja itu terlihat menahan amarahnya, ia melirik Hyuna dengan seulas senyum.
Detik berikutnya, ia melepas kasar lengan Kyungri, gadis itu meringis menahan sakit dilengannya.
Kyuhyun menarik pinggang Hyuna hingga menempel didada bidangnya tanpa celah. Tak membuang waktu, Kyuhyun melumat dengan lembut bibir ranum itu. Entah dorongan apa, Hyuna larut dalam ciuman menuntut Kyuhyun. Tangannya mengalung dileher Kyuhyun. Sementara Jung ahjussi dan Han ahjumma terlihat kikuk melihat pemandangan itu. Berbeda dengan Kyungri, yang terlihat kesal dengan pemandangan yang ada didepannya. Sial! Aku tak dianggap ada. Batinnya.
Kyuhyun melepas tautan bibir mereka. Dipandanginya Hyuna yang kini merona akibat ciuman menuntutnya yang dilihat beberapa orang. “Kau belum memberiku morning kiss sayang..”. Bisiknya menggoda, membuat Hyuna semakin merona, malu. Cepat-cepat ia buang rasa malu itu, dan detik berikutnya….
“OMO!! Hari ini aku ada mata kuliah pagi..”. Dilepasnya tangan Kyuhyun yang melingkar dipinggangnya. Ia menengok kebelakang Kyuhyun. “Han ahjumma tolong ambilkan tasku..”. Pintanya, dengan segera Han ahjumma pergi.
Tak butuh lama, Han ahjumma kembali dengan tas jinjing abu-abu milik Hyuna. “Terimakasih ahjumma..”. Sementara Kyuhyun sibuk menatap istrinya penuh tanya, tidak biasanya dia menurut saat dicium. Batinnya. Di sisi lain, Kyungri berkali-kali mendengus kesal.
Hyuna melangkah pergi, meninggalkan Kyuhyun dan Kyungri. “Ahjussi, kajja antar aku..”. Pintanya pada Jung ahjussi yang langsung mengangguk, melangkah keluar lebih dulu.
Detik berikutnya, Hyuna menghentikan langkahnya. Kyuhyun menatap dengan kening berkerut saat istrinya kembali menghampirinya. Entah karena apa, tanpa basa-basi Hyuna mengecup lembut pipi kiri Kyuhyun. Namja itu tertegun, detik berikutnya, ia terlihat sedang menahan gairah yang tiba-tiba saja muncul,,,, baru kali ini Hyuna berani menciumnya. Ya, walau hanya dipipi, tidak tahukah Hyuna telah membangkitkan gairah namja itu sepagi ini???. Sementara Kyungri terlihat kesal dengan kemesraan mereka.
“Aku pergi dulu.. Selesaikan urusan kalian!!”. Ucapnya pada Kyuhyun dengan seulas senyum. Diliriknya Kyungri yang sedari tadi hanya diam, melongo, menahan marah. “Dan kau..”. Jari telunjuknya mengarah pada Kyungri. “Jangan coba-coba menggoda suamiku!”. Gertaknya pada Kyungri yang mentap kesal padanya.
Setelahnya, Hyuna benar-benar pergi meninggalkan Kyuhyun dan Kyungri. “Aish.. Jinjja, aku benar-benar bisa gila”. Gerutunya sepanjang jalan dengan menggelengkan kepala.
–oOo–
Sepeninggal Hyuna, suasana hening menyelimuti ruang tamu rumah Kyuhyun yang cukup luas. Kyungri masih berdiri ditempatnya, begitu juga dengan Kyuhyun. Sementara Han ahjumma lebih memlilih pergi, menyibukkan diri dengan pekerjaan rumah.
Kyuhyun berdehem. “Apa yang kau lakukan disini?”. Ucapnya dengan nada marah.
“Dia istrimu?”. Kyuhyun mengangguk. “Kau pasti bohong..”. Kyungri tak terima. “Kau pikir aku bercanda hah!?. Tidak. Dia istriku. Istri sahku!”. Ucapan Kyuhyun dengan penekanan disetiap kata, membuat Kyungri terkejut.
“Sejak kapan?”
“Bukan urusanmu!”. Jawabnya sedikit kasar. “Bukankah aku sudah membayarmu? Apa masih kurang?”. Kyungri mengepalkan kedua tangannya mendengar ucapan Kyuhyun, ditatapnya Kyuhyun penuh amarah.
“Kau benar-benar jahat Kyu!”
“Aku jahat? Hey dengar nona, aku tidak pernah tertarik denganmu. Dan jangan pernah mengaku sebagai kekasihku. Karena aku, tak pernah sekalipun tertarik denganmu! Paham!?”. Kyungri menatap Kyuhyun dengan mata menyala, ia marah.
“Cepat pergi dari sini atau aku akan menyeret paksa keluar dari rumah ini!?”. Gertaknya pada Kyungri. Gadis itu buru-buru pergi dari rumah Kyuhyun dengan penuh amarah.
Bukan salah Kyuhyun jika ia tersakiti, namja itu memang tak pernah tertarik dengan Kyungri. Ia tahu sejak awal pertemuan dengan Kyungri, yeoja itu memiliki ketertarikan luar biasa padanya, tapi Kyuhyun tidak peduli. Baginya, Kyungri sama saja dengan gadis bar yang lain.
Gadis itu sebenarnya cantik, didukung dengan postur tubuh yang tinggi, banyak pria yang memujanya, kecuali Kyuhyun. Ia tak pernah menganggap keberadaan gadis itu, yang ia tahu, gadis bar sama saja, sama-sama mementingkan uang, bukan perasaan.
Kyuhyun terlihat gusar. Untunglah Hyuna nya bukan tipe yeoja lemah yang mudah ditindas. Tak perlu bukti lain, untuk membuktikan bahwa istrinya memang wanita kuat, toh pertunjukkan tadi sudah menjadi bukti betapa istrinya tidak mudah ditindas dan tak terpengaruh. Tapi…. Apa benar Hyuna tidak apa-apa?. Pertanyaan itu terngiang begitu saja dikepalanya. Mungkin saja memang Hyuna tidak apa-apa, dari caranya meladeni ocehan Kyungri, Kyuhyun yakin, Hyuna baik-baik saja.
–oOo–
Cho Corporation building, Jung-gu – Seoul 2:40pm KST
Kyuhyun menyandarkan tubuhnya pada kursi kebesarannya. Seperti hari biasanya, dipandanginya lalu lalang sore hari kota Seoul dari jendela dibelakangnya. Cukup lama ia termenung, hingga tak menyadari Minho berdiri tak jauh dari tempatnya. Kenapa dia? Batin Minho, ia melangkah menghampiri Kyuhyun dan duduk dikursi tepat didepan meja Kyuhyun.
Minho berdehem, dan otomatis Kyuhyun menoleh. Didapatinya Minho dengan raut bertanya. “Yah! Kau kenapa hyung?”. Kyuhyun hanya diam, diliriknya Minho dengan ekspresi datar.
“Oh.. Rupanya sekarang kau sudah tuli”. Ledeknya, Kyuhyun hanya mendengus kesal. “Yah! Kau kenapa Cho sajangnim? Tidak biasanya seperti ini. Apa karena…”. Minho menggantungkan ucapannya, ditatapnya Kyuhyun yang juga menatapnya dengan kening berkerut. “Hyuna… Terjadi sesuatu dengan istrimu?”. Kyuhyun menggeleng.
“Yah! Baiklah, memang seharusnya aku pulang”. Minho menyerah, merasa ia tidak diperhatikan oleh Kyuhyun. “Tunggu!!”. Akhirnya Kyuhyun mengeluarkan suara.
Namja itu menghela nafas. Ditatapnya Minho yang juga menatapnya dengan tanya. “Kau ingat gadis bar bernama Kyungri?”. Minho berfikir sejenak lalu mengangguk. “Dia datang kerumahku”. Sontak ucapan Kyuhyun membulatkan dengan sempurna sepasang bola mata Minho, ditatapnya namja itu dengan mulut menganga. “MWO!?”. Kyuhyun mengangguk.
“Bagaimana bisa dia tahu rumahmu?”
“Aku juga tidak tahu. Mungkin saja dia membayar mata-mata untuk membuntutiku”. Jawabnya ketus. “Apa yang dilakukan gadis itu disana?’. Tanya Minho penasaran. “Saat itu, aku melihat Hyuna dan Kyungri saling menatap dengan tatapan tajam, mereka terlihat sedang bertengkar. Sementara kedua pelayan ku hanya diam”
“Tunggu, apa kalian mengikat suatu hubungan dulu?”
“Apa maksudmu? Bukankah aku tidak pernah mau mengikat hubungan apapun dengan wanita bar itu”. Sampai akhirnya Hyuna datang, dan itu membuatku berani berkomitmen. Lanjutnya dalam hati.
“Hyung… Apa kau belum.. Ah, membayarnya lunas?”. Kyuhyun mendengus kesal mendengar pertanyaan Minho yang menurutnya menggelikan. “Bukankah kau tahu, sebelum aku kencani, aku sudah membayar lunas wanita itu”. Minho mengangguk.
“Benar juga. Lalu, kenapa dia kerumahmu?”. Ditatapnya Kyuhyun dengan kening yang berkerut.
“Entahlah.. Sepertinya gadis itu terobsesi denganku”
“Tapi… Apa selama ini kau tidak tertarik dengan yeoja itu hyung? Ah.. Maksudku, dari sekian banyak yeoja yang sudah kau kencani, hanya Kyungri satu-satunya yang bertahan lama”
Ditatapnya Minho dengan tatapan dingin. “Choi Minho! Kau gila atau apa hah!?. Mana mungkin aku tertarik dengan wanita seperti itu. Bahkan aku sama sekali tak bergairah saat dia menggodaku”. Kecuali satu orang, istriku sendiri. Entahlah, dia selalu bisa membangkitkan gairahku dibawah sana. Lanjutnya dalam hati.
“Apa yang dilakukan gadis itu disana?”
“Berbuat onar. Memaki Jung ahjussi. Mengaku kekasihku, dan yang lebih parah, dia bermimpi aku menikahinya”
“Kau benar hyung! Sepertinya gadis itu terobsesi denganmu. Lalu, istrimu? Apa dia baik-baik saja?”. Kyuhyun mengangguk. “Baik. Sangat baik. Kau tahu apa yang dilakukan Hyuna pada Kyungri?”. Minho menggeleng. “Hyuna menampar Kyungri!”. Seketika itu kedua bola mata Minho membulat dengan sempurna, mulutnya menganga.
“Itu yang aku suka dari istriku. Dia bukan wanita lemah yang mudah ditindas”
“Aku tidak menyangka istrimu bisa melakukan hal itu. Kau patut bangga dengannya hyung..”. Kyuhyun mengangguk. “Tapi….”. Ditatapnya Minho dengan kening berkerut. “Kau harus menjelaskan padanya hyung! Kau tahu kan, wanita itu bisa saja tidak terima karena tamparan itu”
“Kau benar! Aku memikirkan hal itu sejak berangkat kesini”. Minho mengangguk.
“Ini sudah sore, sebaiknya kau pulang hyung. Tak ada alasan untukmu tetap dikantor. Lagipula, hari ini tidak ada meeting penting”. Kyuhyun mengangguk. Keduanya melangkah pergi meninggalkan ruangan itu, pulang kerumah masing-masing.
Minho benar, kini tak ada lagi alasan Kyuhyun berlama-lama dikantor. Jika dulu, ia akan lebih memilih menghabiskan waktu dikantor atau pergi ke bar karena kesepian dirumah, sekarang tidak lagi, ada sosok mungil dengan paras cantik yang selalu ia rindukan ketika berada jauh darinya. Ya… Siapa lagi jika bukan istrinya.
Sadar atau tidak, namja itu belum mengutarakan perasaannya pada Hyuna. Yang ia tahu sampai detik ini, ia merasa sepi jika Hyuna jauh darinya.
Kyuhyun telah menaruh hati pada gadis itu sejak pertemuan tak disengaja beberapa waktu lalu. Tapi hingga detik ini, ia belum mengatakan mencintai gadis itu. Yah! Kyuhyun memang bukan tipe namja yang akan mengumbar perasaannya, ia cenderung menyimpannya sendiri, dan lebih menunujukkan rasa cintanya dengan perbuatan, bukan hanya kata- kata cinta yang menurutnya hanya manis dibibir saja.
Entahlah, ada apa dengannya,,,, hanya dengan melihat Hyuna,  gadis itu bisa dengan mudah membangkitkan gairah Kyuhyun yang selama ini terpendam begitu dalam, meskipun banyak gadis telah ia kencani, tak satupun dari mereka mampu membangkitkan gairahnya dengan cepat. Dan…. itulah yang membuatnya berani mengambil keputusan, berkomitmen, menikahi seorang gadis yang sama sekali tak ia kenal. Yah! Meskipun caranya sedikit nyeleneh dengan suatu perjanjian konyol itu. Tapi… itulah Cho Kyuhyun!
Apa sekarang dia sudah mulai mencintai Hyuna? Entahlah, hanya Kyuhyun yang tahu hal itu..
–oOo–
Two Days Later
Kyuhyun’s home, Pyeongchang-dong Real Estate – Seoul 9:56pm KST
Dua hari telah berlalu sejak kejadian adu argumen antara Hyuna dan Kyungri. Hari itu juga, sepulang dari kantor, Kyuhyun berniat menceritakan semua pada Hyuna. Namun ia mengurungkan niatnya setelah Han ahjumma mengatakan, istrinya terlihat kelelahan karena saat itu tengah sibuk mengurus persiapan acara amal yang diadakan kemarin dan akan berakhir tiga hari mendatang dikampusnya. Kyuhyun mengalah, tidak memaksa ego nya. Ia menunggu hingga hari ini, setelah kejadian tiga hari lalu, Hyuna tidur memunggunginya. Gadis itu tak mau disentuh olehnya. Apa dia marah karena Kyungri? Pikirnya setiap kali melihat Hyuna sudah lebih dulu berbaring diatas ranjang meringkuk, memunggunginya dengan selimut tebal menutup seluruh tubuhnya.
Malam itu Kyuhyun pulang larut karena ada beberapa perusahaan dibawah naungannya yang sedikit bermasalah. Namja itu berdiri diambang pintu, melangkah masuk dengan suasana remang dalam kamar. Dilihatnya Hyuna yang tengah bergumul dengan selimut menutup seluruh tubuhnya.
Setelah mengganti pakaian dengan piyama, ia melangkah, duduk menyamping tepat didepan Hyuna yang tengah terlelap dalam tidurnya. Kyuhyun menghela nafas, dia tidak bisa terus-terusan seperti ini. Dia harus mengatakan pada Hyuna semuanya. Harus. Dan harus malam ini. Ia tak ingin mengulur waktu lagi. Dan membuat Hyuna salah paham.
Rasanya sungguh aneh, dua hari ini istrinya tidur memunggunginya dan tak mau disentuh olehnya. Tiba-tiba muncul niat jahil dibenaknya. Kyuhyun melirik benda yang selalu dipeluk Hyuna saat tidur. Tapi malam ini, gadis itu tidak memeluk benda itu. Diambilnya roumang owl doll berwarna hijau yang terletak dibelakang kepala Hyuna.
Boneka owl berwarna hijau itu adalah benda kesayangan Hyuna. Ibunya memberikan padanya sebagai hadiah, sehari sebelum perceraian ayah dan ibunya terjadi. Boneka itu selalu ia bawa kemanapun kaki nya melangkah, bahkan ketika ia telah menikah dengan Kyuhyun, boneka owl itu juga ia bawa. Meskipun hanya sebuah boneka, Hyuna sangat menyayangi boneka owl itu. Baginya, itu adalah benda paling berharga yang pernah diberikan oleh ibunya.
“Aku tahu kau belum tidur”. Ucapnya lirih. Gadis itu tetap diam dalam tidurnya.
“Sampai kapan kau mengacuhkan aku seperti ini hmmm?”. Tak ada jawaban. Bukan Kyuhyun namanya jika ia menyerah, dengan pelan, dibukanya selimut yang menutupi wajah cantik istrinya. Dan terlihatlah wajah cantik itu. Kyuhyun mendekatkan wajahnya, dihirupnya wangi lili yang selalu membuatnya gila.
Deru nafas Kyuhyun terasa hangat dipipi Hyuna. Gadis itu menelan salivanya. Dan….. benar saja seperti kata Kyuhyun, gadis itu tidak benar-benar tidur.
Detik berikutnya, Kyuhyun mendaratkan ciuman hangat dipipi Hyuna. Sadar atau tidak, raut wajah Hyuna merona karena perlakuan Kyuhyun.
“Kau bangun atau boneka ini aku buang?”. Bisiknya menggoda. Ia tak menunggu jawaban Hyuna, karena ia sudah tahu jawabannya. Kyuhyun merangkak naik, berbaring disebelah Hyuna yang masih memunggunginya.
.
.
TBC
.
.
Lanjut? Comment  Juseyooooo~
Contact us on twitter @921127

Fc Populer:

  • Lanjuut thoor.. Kapan nih? Hihihi penasaran bangeet

  • Suka banget sama ini ff, kapan di lanjutin min? Aku gak sabar 🙂

%d blogger menyukai ini: