Cool Husband Part 2

1
cool husband part 2 kyuhyun ff nc
*Preview*
“A-Ah.. Sebenarnya ada yang ingin aku ceritakan padamu ..”. Senyuman manis menghiasi bibir Victoria. “Aku juga akan menikah sebulan lagi dengan kekasihku yang beberapa waktu lalu aku ceritakan padamu”. Lanjutnya.

“Jinjja?”. Victoria mengangguk. “Wah.. Chukkae unni… aku turut bahagia. Kalian berdua besok harus datang”. Victoria tersenyum malu dan mengangguk. Keduanya kini menikmati minuman yang sedari tadi sudah dipesan namun belum juga disentuh.
#WARNING#
OOC / DLDR
*Sorry for typo!
*Out Of EYD!
Present
“Cool Husband”
.
© 2015 Flaming Teeth Rich
Happy Reading ^^
[Chapter 2]
Kyuhyun’s home, Pyeongchang-dong Real Estate – Seoul 4:15pm KST
Upacara pernikahan Kyuhyun dan Hyuna telah selesai dilaksanakan tiga puluh menit yang lalu. Kyuhyun menginginkan private wedding untuk pernikahannya. Dia tidak mau sembarang orang tahu, hanya saudara dan beberapa kolega penting yang dapat hadir pada upacara dan pesta pernikahan mereka. Menurutnya, orang-orang yang tidak berkepentingan dengannya, tak masalah tidak mengetahui pernikahannya. Well, terserah kau saja Cho!!!.
Pasangan pengantin baru itu kini sibuk dengan para kolega yang datang memberi restu untuk pernikahan mereka. Hyuna terlihat cantik dengan balutan gaun pengantin berwarna putih. Sesekali ia tersenyum pada tamu undangan yang sama sekali tak ia kenal, meskipun senyum itu palsu, bukan Hyuna namanya jika hal kecil seperti itu tidak bisa ia tutupi. Dan benar saja, para tamu undangan tidak menyadari senyum palsu Hyuna yang terlihat tulus dan bahagia.
Saat ini Hyuna menemani Kyuhyun yang sedang meladeni celotehan koleganya seputar bisnis. Oh ayolah, Hyuna benar-benar bosan dengan suasana seperti ini. Matanya menatap sekeliling, tak lama, mata indahnya menyipit melihat segerombolan orang disudut sana yang ia yakini adalah ayahnya beserta dengan koleganya yang sedang tertawa renyah disana. Bahagia sekali. Pikirnya. Ia kemudian mengedarkan pandangan kesudut lain. Detik berikutnya, Hyuna tersenyum melihat Victoria sedang memilih makanan disana. Tanpa pikir panjang, ia melangkah meninggalkan Kyuhyun, pergi menghampiri Victoria.
“Yah! Istrimu mau kemana hyung?”. Tanya Minho ketika melihat Hyuna pergi meninggalkan mereka. Seketika itu Kyuhyun menoleh kebelakang, mau kemana dia?. Batinnya dengan kening berkerut. Ditatapnya Hyuna hingga gadis itu berhenti menghampiri seorang yeoja. Syukurlah yeoja. Pikir Kyuhyun yang kini kembali berceloteh dengan teman-temannya.
Disudut yang lain. Victoria masih bingung memilih makanan yang telah tersedia diatas meja. Terlalu banyak menurutnya. Hingga ia tak menyadari seorang yeoja mungil telah berdiri dengan balutan gaun pengantin yang semakin menambah kecantikannya.
“Unni, apa yang sedang kau lakukan?”. Victoria terlonjak kaget. Otomatis memutar tubuhnya kebelakang.
“Astaga Hyunayaaa.. Jantungku hampir copot. Untung tidak jadi”. Hyuna terkekeh.
“Bukan salahku unni.. Kau terlalu sibuk memandangi makanan itu”. Jawabnya polos.
“Ini terlalu banyak.. Aku bingung memilih, mana yang harus aku makan dulu”. Hyuna menimpalinya dengan senyuman. “Ah.. Ya ampun, Hyunayaaa.. Kau cantik sekali”. Pujinya pada Hyuna.
“Eyy… Berhenti mengatakan itu unni. Aku hampir mati bosan mendengar kata itu sedari tadi. Eoh, dimana tunanganmu unni?”
“Oh.. Ada pekerjaan yang harus ia selesaikan di China, jadi dia tidak bisa datang bersamaku. Dia menitip salam untukmu dan juga Kyuhyun-ssi“. Hyuna mengangguk, mengerti.
“Aku akan menemanimu unni..”
“Anni, Kau harus menemani suamimu disana. Bukan menemaniku disini..”
“Aish.. Biarkan saja! Aku tidak mau berkumpul dengan orang-orang yang hanya memikirkan bisnis, bisnis dan bisnis”. Victoria mengangguk, mengerti tabiat seorang Kim Hyuna yang tidak menyukai bisnis, entah karena alasan apa. Hyuna mengambil beberapa hidangan dan memakannya bersama Victoria. Beruntung hari ini Victoria datang ke pesta pernikahannya. Jika tidak, sudah bisa ditebak, Hyuna akan mati bosan tak ada teman.
–oOo–
Pesta pernikahan telah selesai beberapa jam yang lalu. Hyuna langsung menuju kamar untuk mandi dan mengganti gaun pernikahannya dengan piyama yang serba panjang. Ia berdiri, pandangannya mengedar keseluruh sudut kamar. Ditatapnya jam dinakas yang menunjukkan pukul 10:16pm KST.
“Kenapa aku bisa berada disini?. Aish.. Hyuna paboya..” Gumamnya lirih. “Oh Tuhan…. Aku harap ini hanya mimpi. Aku tidak berharap ini kenyataan”. Hyuna menggerutu tak jelas, mencoba meyakinkan dirinya sendiri.
“Ini keyataan dan bukan mimpi! Tidak ada mimpi yang senyata ini!”.
*DEG*
Suara dingin seorang namja dari belakang membuat Hyuna terlonjak kaget. Jantungnya kini berdegup kencang. Ia menoleh kebelakang, Kyuhyun telah berdiri dengan gagah tepat dibelakangnya. Hanya menyisakan beberapa langkah.
Namja itu lalu melangkah menghampiri Hyuna, tapi Hyuna mundur berusaha menjauhi namja yang sekarang menjadi suaminya. Menyadari gerakan Hyuna, Kyuhyun langsung menyambar lengan Hyuna. Ia memeluk istrinya dengan erat, Hyuna meronta merasakan sakit dipinggangnya karena pelukan tiba-tiba dari Kyuhyun. Kedua tangannya ia letakkan didepan untuk melindungi dadanya agar tidak menempel dengan dada bidang Kyuhyun.
“Lepaskan aku!”. Ia semakin meronta dalam pelukan Kyuhyun. Tapi namja itu sama sekali tak peduli. “Sakiiiiitttt! Lepaskan aku!”. Hyuna memekik kesakitan merasakan tangan kekar Kyuhyun yang memeluknya semakin erat.
“Jika kau terus meronta, aku akan semakin mengeratkan pelukanku”. Bisiknya menggoda pada Hyuna.
Hyuna akhirnya mengalah, ia tidak lagi meronta. Membiarkan namja itu memeluknya, menyandarkan kepalanya dibahu Hyuna. Dan benar saja, Kyuhyun tidak lagi mengeratkan pelukannya. Entah perasaan apa yang kini dirasakan Hyuna, baru pertama kali ini ada seorang namja yang bergelayut manja dibahunya. Hyuna beberapa kali menghela nafasnya dengan pelan, sungguh kerja jantungnya saat ini berdegup tak karuhan.
“Bagus! Tidak boleh melawan!”. Kyuhyun menikmati pelukannya. Dihirupnya dalam-dalam wangi bunga lili pada tubuh istrinya. Wanginya benar-benar memabukkan dan Kyuhyun menyukai wangi ini.
Direnggangkannya pelukan itu, ia menatap Hyuna dengan intens, membuat Hyuna gugup dan mengalihkan tatapannya. Dipandanginya Hyuna dari ujung rambut sampai ujung kaki. Kyuhyun mengerutkan keningnya, binar wajahnya berubah, mata elangnya menatap tajam kearah Hyuna.
“Kenapa memakai piyama seperti ini?”. Hyuna diam tak menjawab. Kyuhyun menghela nafas, ia sedikit tahu jika istrinya memiliki sifat keras kepala.
“Bukannya aku menyuruhmu memakai lingerie itu?”. Pandangan Kyuhyun beralih diatas sofa dimana lingerie itu teronggok disana. Hyuna hanya melirik lingerie itu. Ia ingat sekarang, tadi Kyuhyun memintanya memakai pakaian transparan itu. Melihat pakaian seperti itu, baru pertama kali untuknya. Ia merasa jijik, tak sanggup membayangkan dirinya hanya terbalut pakaian transparan itu.
“KIM HYUNA!!!” Hyuna terlonjak kaget, Kyuhyun membentaknya karena merasa diacuhkan oleh istrinya.
Gadis itu masih enggan menatap suaminya. Merasa diacuhkan lagi, dengan cepat Kyuhyun mendongakkan dagu Hyuna kearahnya, membuat Hyuna mau tidak mau menatap mata elang Kyuhyun yang menatapnya tajam hingga mampu menusuk hatinya. Hyuna mendelik, merasa terintimidasi dengan tatapan Kyuhyun.
“Apa!?” Jawabnya tak kalah membentak dengan bibir sedikit bergetar.
“Kenapa kau lebih memilih memakai piyama seperti ini?”
“A-Aku tidak suka memakai pakaian mengerikan itu!”
“Mengerikan katamu!?”. Rahang Kyuhyun mengeras, ditariknya Hyuna untuk mendekatkan wajah mereka, hingga Hyuna bisa merasakan deru hangat nafas Kyuhyun menyapu pipinya. Tangannya masih tetap diposisinya, untuk melindungi dadanya agar tidak menempel dengan dada bidang Kyuhyun.
Hyuna menyadari apa yang akan dilakukan oleh Kyuhyun, dengan segera memalingkan wajahnya. Dan tepat setelah itu, Kyuhyun meringis karena ciumannya hanya mengenai pipi Hyuna.
Kyuhyun mengerutkan keningnya. Dia tak percaya jika ciumannya ditolak oleh Hyuna. Selama ini, belum ada satupun yeoja yang berani menolak ciumannya.
“Kau menolak ciumanku!!?”. Kyuhyun melepas pelukannya, raut wajahnya berubah, namja itu marah. Menyadari hal itu, dengan segera Hyuna beringsut, menjauh.
“Aku tidak mau dicium olehmu!?”
“Apa katamu!?”
“Ya! Aku menolak dicium oleh namja sepertimu. Kenapa? Kenapa aku harus menurutimu!?”. Ucapan Hyuna benar-benar membuat Kyuhyun naik pitam.
Tatapan tajam mata elang itu kembali mengintimidasi Hyuna. “Kau harus mau! Karena kau istriku! Milikku! Ingat itu! Kau milikku! Tidak ada penolakan jika itu milikku!”. Namja itu benar-benar marah, setiap kata yang keluar dari bibirnya penuh penekanan, membuat Hyuna bergidik ngeri karenanya.
Dengan cepat, Kyuhyun menyambar pinggang Hyuna dan menghempaskan tubuh mungil itu ke ranjang. Hyuna kalah cepat dari Kyuhyun, ia tak bisa berbuat apa-apa sekarang.
“Kau tidak berpikir jika aku akan melewatkan malam ini bukan?”. Bisik Kyuhyun dengan seringaiannya yang kini berada tepat diatas tubuh mungil istrinya. Jantung Hyuna berdegup kencang. Ia tahu apa yang akan dilakukan Kyuhyun padanya.
“A-Apa yang kau lakukan?”. Tanya Hyuna gugup, Kyuhyun tidak menjawab, kedua tangan Hyuna dicengkram erat olehnya disisi kanan dan kiri kepala Hyuna. Detik berikutnya, Kyuhyun langsung mendaratkan ciuman menuntutnya pada Hyuna. Membuat yeoja mungil itu terkesiap dan tak berkutik atas perlakuan Kyuhyun. Ini ciuman pertamaku. Batin Hyuna.
Kyuhyun menghentikan sejenak aktivitasnya, ia memandang wajah cantik Hyuna dengan seringaian. “Jika kau menurut, aku akan melakukannya dengan lembut..”. Hyuna terdiam mendengar bisikan Kyuhyun yang terdengar menggoda. Merasa tidak ada jawaban, Kyuhyun kembali melanjutkan aktivitasnya mencecapi bibir Hyuna. Rasanya benar-benar manis, itulah yang kini ia rasakan. Bibir ranum Hyuna sungguh tidak ada duanya dibanding dengan beberapa yeoja yang pernah ia kencani.
Kyuhyun mengerang nikmat. Dicecapi dan dilumatnya bibir itu, lidahnya berusaha masuk kedalam, namun Hyuna menutup rapat mulutnya. Kyuhyun mendengus kesal, ia semakin mengeratkan cengkraman tangannya. “Buka mulutmu!”. Tidak ada pilihan lain bagi Hyuna, jika ia menolak, Kyuhyun tetap memaksanya. Dengan ragu, perlahan ia membuka mulutnya. “Gadis pintar..”. Gumam Kyuhyun. Tanpa menyia-nyiakan waktu, diciumnya bibir Hyuna penuh hasrat. Lidahnya masuk, menelusup kedalam, mengabsen barisan gigi yang tertata rapi didalam. Sungguh, ini pengalaman baru bagi Hyuna, dicium begitu panas oleh namja yang tak lain adalah suaminya sendiri. Hyuna larut dalam ciuman panas nan menuntut Kyuhyun.
Merasa puas disana, kini Kyuhyun mencecapi leher Hyuna. Dihisapnya dalam-dalam hingga meninggalkan beberapa jejak kissmark kepemilikan disana. Dihirupnya lagi aroma wangi bunga lili yang memabukkan. Ia sangat menyukai wangi ini.
Hyuna mati-matian menahan desahannya, tapi apa daya, ketika Kyuhyun semakin menggilai leher dan bibirnya, tubuhnya bergerak diluar kendalinya. “Ahhh..”. Satu desahan lolos begitu saja dari bibir ranumnya. Kini ia hanya bisa pasrah, mengerang nikmat akibat perlakuan Kyuhyun. Kenapa dia bisa semudah ini terbuai cumbuan Kyuhyun?. Disatu sisi ia merasa sakit pada pergelangan tangan yang masih dicengkram oleh Kyuhyun. “Hen.. Hentikan!!”. Pekiknya lirih, namun Kyuhyun tidak menghiraukan. Ia tetap melanjutkan aktivitasnya, meninggalkan kissmark pada leher Hyuna.
“Aku mohon.. Hentikan.. Tanganku sakit..”. Pintanya, dan lagi-lagi Kyuhyun tak menghiraukannya.
“Baiklah.. Hentikan Kyu.. Aku tidak akan melawan.. Lepaskan tanganku! Ini sakit..”. Hyuna berteriak dan meronta kesakitan, Kyuhyun melepas pergelangan tangan Hyuna yang sedari tadi dicengkram erat olehnya. “Oh.. Aku terlalu menikmatinya sayang… Aku lupa jika mencengkram tanganmu..”. Ucapnya menggoda, dengan jari telunjuknya memainkan hidung Hyuna.
Hyuna nampak kesal, ia menatap kedua pergelangan tangannya yang kini memerah akibat ulah Kyuhyun.
“Jika kau menolak, maka ini yang akan kau dapatkan. Sekarang, aku mau tidak ada lagi penolakan darimu!”. Kyuhyun menatap Hyuna dengan senyum smirk andalannya.
Hyuna mendengus kesal. Pernyataan Kyuhyun tak terbantahkan. Entahlah, kenapa Kyuhyun bisa seperti ini. Semua dugaannya benar, Kyuhyun memang benar-benar dingin dan kaku. Semua keinginannya harus dituruti.
“Ini sakit! Kau tahu, lihat akibat ulahmu!”. Keluhnya kesal. Tapi Kyuhyun sama sekali tidak peduli, ia memulai aktivitasnya lagi. Mencium leher Hyuna dengan penuh hasrat. Merasa puas disana, ia kembali mencium bibir ranum Hyuna. Lidahnya melesat kedalam, mengabsen lagi barisan gigi didalam. Kini tangannya tak tinggal diam, bergerilya keseluruh tubuh Hyuna. Dicecapinya lagi leher istrinya.
Hyuna mengerang nikmat merasakan daerah sensitifnya dicumbu begitu ahli oleh Kyuhyun. Oh Tuhan… Kenapa dengan ku? Pekiknya dalam hati.
“Tidak akan sakit jika kau menurut..”. Bisiknya semenggoda mungkin pada Hyuna. “Apa yang akan kau lakukan? Kau tidak bisa seenaknya sendi.. Akkkhhh..”. Hyuna memekik, merasakan tangan Kyuhyun kini meremas salah satu gundukan kenyal miliknya yang masih terbalut pakaian. “Ini harus disingkirkan!”. Tanpa persetujuan Hyuna, Kyuhyun melepas satu-persatu kancing piyama yang ia kenakan. Hyuna mengerang kesal. Ia tak punya cukup tenaga melawan Kyuhyun.
Namja menelan salivanya setelah berhasil meloloskan pakaian yang kini hanya menyisakan bra menutupi gundukan kembar itu. “Indah…”. Gumamnya. Tak menyia-nyiakan waktu, ia juga membuka pakaiannya. Hyuna yang berada dibawah kungkungannya terkesiap tak percaya dengan apa yang ia lihat. Dada bidang Kyuhyun sangat seksi dan menggoda dimatanya.
Tungu!!
Kenapa dia jadi mesum sekarang? Apa karena pengaruh cumbuan panas Kyuhyun?. Cepat-cepat ia menggelengkan kepalanya. Apa yang kau pikirkan? Paboya. Gumamnya dalam hati.
Tanpa persetujuan Hyuna, Kyuhyun menjilati salah satu gundukan kenyal milik Hyuna, sedang tangan satunya bermain-main dengan nakal pada gundukan kenyal yang satunya. “A-aaahhhh…”. Hyuna mendesah untuk kesekian kalinya. Kyuhyun tersenyum, “Bagus.. mendesahlah sayang..”. Perintahnya lalu melanjutkan ativitasnya mencecapi payudara Hyuna penuh nikmat dan tak lupa meninggalkan beberapa jejak kissmark di area itu. Hyuna menggelinjang geli. “Ini juga harus disingkirkan!”. Ucapnya disela cumbuannya dengan satu tangan membebaskan bra yang menutup gundukan kenyal itu. Kini tubuh bagian atasnya terekspos sempurna. Hyuna memejamkan mata, ia merasa malu. Menyadari hal itu, Kyuhyun mengeluarkan senyum smirk andalannya. “Hey.. Lihat aku sayang..”. Ucapnya menggoda. Ia mengecup sepasang mata indah Hyuna. Dengan terpaksa gadis mungil itu membuka matanya. Ditatapnya Kyuhyun yang kini tersenyum menatapnya penuh arti. “Kau malu? Tidak perlu malu, lihat aku…”. Hyuna nampak gugup. Dipandanginya dada bidang Kyuhyun diatasnya yang tak terbungkus sehelai benang. “Kita sama sekarang..”. Lanjutnya. Hyuna hanya bisa menelan salivanya, ia nampak gugup dalam posisi seperti ini.
“Tenang sayang.. Aku janji, ini tidak akan sakit..”. Tangannya tak tinggal diam, membelai lembut dada Hyuna. Lalu turun kebawah, menurunkan paksa celana Hyuna. Entah karena apa, Hyuna menurut, tak melakukan perlawanan pada Kyuhyun. Begitu selesai dengan itu, Kyuhyun melepas sendiri celananya. Kini keduanya sama-sama hanya terbalut satu penutup yang menutupi pusat tubuh masing-masing.
“A-apa yang akan kau lakukan?”
Kyuhyun tersenyum. “Kau pikir apa lagi huh?”. Jawab nya menggoda. Kini tangannya bergerilya, beralih menyentuh perut rata Hyuna, membuat gadis itu menggelinjang geli. “Kau tahu?…”. Hyuna mengerutkan keningnya. “Kau telah membangunkan little Cho sejak tadi..”
Tanpa basa-basi, Kyuhyun kembali melumat bibit Hyuna. Tangannya tak tinggal diam, meremas salah satu gundukan kenyal Hyuna, memilinnya, membuat Hyuna mengerang nikmat atas perlakuan Kyuhyun pada area itu. Dicumbunya salah satu gundukan kenyal itu, lidahnya menari-nari diatasnya. “A-aaahhhh… Kyu..”. Kyuhyun menyeringai mendengar Hyuna mendesah dan menyebut namanya. “Gadis pintar.. Sebut namaku sayang.. Hanya namaku..”. Perintahnya dengan masih mengerjai dua gundukan kenyal di dada Hyuna.
Tak lama, Kyuhyun menghentikan sejenak aktivitasnya. Ditatapnya Hyuna penuh hasrat. “Kau harus bertanggung jawab!”. Hyuna mendongak. “Kau telah membangunkan little Cho sayang…”. Bisiknya menggoda Hyuna.
“A-Aku tidak mau!”
“Kau harus mau! Ingat, tidak ada penolakan..”
“Kau lihat yang dibawah sana?”. Dengan ragu, entah karena dorongan apa, Hyuna melirik kebawah, didapatinya sesuatu yang telah menggembung dibalik celana dalam Kyuhyun. Ia menelan salivanya, merasa ngeri melihat sesuatu yang baru pertama kali ia lihat. “A-Aku tidak mau! Itu sakit..”. Ucapnya gugup pada Kyuhyun yang kini menatapnya dengan senyuman. “Tenanglah… Aku tidak menjamin itu tidak sakit…”. Raut wajah Hyuna berubah pucat, Kyuhyun menyadari hal itu, segera mengecup lembut bibir istrinya. “Percaya padaku.. Aku tidak akan menyakitimu.. Mungkin rasanya seperti kau sedang digigit semut.. Mungkin..”. Bisiknya pada Hyuna, lalu terkekeh.
Kyuhyun tidak bisa menunggu terlalu lama, ia menahan sesuatu dibawah sana yang terasa ngilu ingin segera dipuaskan. Tanpa menunggu jawaban Hyuna, jarinya bermain disekitar paha Hyuna yang masih tertutup rapat. “Buka pahamu sayang…”. Hyuna menggeleng, ia benar-benar takut sekarang. “Ayolah.. Aku hanya ingin memastikan sesuatu sudah siap dibawah sana untukku..”. Bujuknya. “Aku tidak mau! Pasti sakit..”. Rengeknya.
“Aku tidak mau dibantah sayang.. Buka sekarang, atau aku paksa!!?”. Tak ada pilihan lain, dengan ragu Hyuna membuka pahanya. Tangan Kyuhyun menyelinap dibalik celana dalam istrinya. Meraba sesuatu yang ia inginkan. “Kau basah sayang… Sudah siap untukku..”. Salah satu jarinya kini masuk ke dalam missV Hyuna. “A-aaahhhh.. Kyu…”. Hyuna mendesah, menggigit bibir bawahnya merasakan sesuatu yang baru pertama kali menyentuh, masuk kedalam miliknya yang paling berharga. “Bagus.. Mendesahlah sayang.. Sebut namaku..”. Jari Kyuhyun semakin dalam masuk ke area sensitif itu.
Hyuna merasakan sesuatu mendesak ingin segera dilepaskan. Dan detik berikutnya ia mendesah hebat merasakan sesuatu itu keluar dari area missV nya untuk pertama kali. “Aaa-aaahhhh…”. Kyuhyun menyeringai, akhirnya istrinya merasakan orgasme yang pertama. Tanpa pikir panjang, ia melucuti satu-satunya kain yang membungkus little Cho nya. “Mungkin ini akan sakit. Tapi aku akan melakukannya dengan lembut..”. Bisiknya pada Hyuna yang menatapnya sendu akibat pelepasan pertamanya. Dengan segera dan hati-hati ia memasukkan little Cho nya kedalam missV istrinya.
Hyuna mengerang, menggigit bibirnya lagi, merasakan sesutu yang amat besar mendesak masuk. “Kau benar-benar sempit..”. Ucap Kyuhyun disela-sela usahanya memasukkan little Cho lebih dalam. “Jangan ditahan sayang…”. Hyuna menuruti perkataan Kyuhyun, ia tidak lagi menahan. Dibiarkannya little Cho memasuki area missV nya. “Sakiiiiiiiiitttttt..”. Rintihnya merasakan little Cho telah masuk dengan sempurna didalam sana. Kedua tangannya mencengkram kuat seprai berwarna merah itu. Butiran krystal jatuh membasahi pipi Hyuna, bukan karena ia menangis. Tapi karena menahan rasa ngilu yang teramat, ini pengalaman pertama untuknya, sesuatu yang besar telah masuk kedalam pusat tubuhnya, dan itu rasanya sungguh menyakitkan. Dengan segera, Kyuhyun menyeka air mata itu dengan lembut, ia membiarkan little Cho nya sesaat untuk beradaptasi didalam sana. “Apa masih sakit?”. Hyuna mengangguk. “Aku akan mengurangi rasa sakitmu..”. Ucapnya yang kini mengecup lembut bibir Hyuna. Merasa Hyuna sudah tak mengerang sakit, Kyuhyun mulai menggerakkan little Cho nya dengan pelan. “A-aaaahhhh… Kyu.. Aaahhhh..”. Membuat Hyuna mendesah merasakan sesuatu yang bermain-main dibawah sana. Kyuhyun hanya tersenyum menanggapinya.
Kyuhyun semakin ahli memainkan little Cho nya. Ia tak tahan bermain-main sepelan ini. Ia merubah ritme gerakannya. “Maafkan aku…”. Gumamnya, mengecup lembut bibir Hyuna dan mendesakkan little Cho nya untuk masuk lebih dalam lagi dengan hentakan. “Ahhh.. Hyunayaaa…”. Kyuhyun mendesah merasakan little Cho nya masuk lebih dalam. Merasakan gerakan Kyuhyun yang kuat, tanpa Hyuna sadari, ia mencengkram kuat rambut halus Kyuhyun, menenggelemakan kepala suaminya didadanya. “Sakiiiiiittt…”. Kyuhyun mendongak, segera mengecup bibir Hyuna, mengalihkan rasa sakit yang mendera istrinya. Little Cho nya ditarik keluar masuk dibawah sana. “Tenanglah sayang.. Sakitnya hanya sebentar… Setelah ini, kau akan merasakan kenikmatan yang sesungguhnya..”. Kyuhyun semakin dalam lagi menekan little Cho nya dalam missV Hyuna. Keduanya mendesah hebat.
MissV Hyuna berkedut, menarik little Cho semakin kedalam. Menyadari hal itu, Kyuhyun tak menyia-nyiakan waktu, ia juga akan sampai, dengan sekali hentakan dimasukkan lagi lebih dalam little Cho nya, keduanya merasakan kenikmatan yang luar biasa setelah pelepasan yang mereka keluarkan bersama. Hyuna merasakan cairan hangat mengalir didalam missV nya.
Detik berikutnya Kyuhyun ambruk disebelah Hyuna. Mereka terengah. Kyuhyun menatap Hyuna yang kelelahan dengan senyum puas. “Kau sungguh luar biasa sayang..”. Ia memeluk Hyuna yang saat ini memejamkan mata, meringis kesakitan akibat ulahnya. Namja itu menarik selimut, menutupi tubuh full-nakednya dan Hyuna. Keduanya lalu terlelap dalam tidur.
–oOo–
Kyuhyun’s home, Pyeongchang-dong Real Estate – Seoul 7:18am KST
Sinar mentari pagi menerobos jendela kamar Kyuhyun yang masih tertutup tirai. Perlahan Kyuhyun membuka matanya, ia mengerjap, mengumpulkan kesadarannya. Detik berikutnya ia merasakan tangannya memeluk seseorang disampingnya. Dilirknya Hyuna yang masih terlelap. Kyuhyun ingat sekarang, ia sudah menikah. Tidak lagi tidur sendiri. Tidak lagi kesepian. Dengan pelan, Kyuhyun melepas pelukannya pada Hyuna, kemudian meregangkan kedua tangannya. Ia merasa pegal dibagian tertentu, keningnya berkerut, dan tak lama senyum simpul menghiasi bibirnya. Ia masih ingat dengan -sangat- jelas perbuataannya tadi malam pada Hyuna. Dilihatnya tubuh yang tertutup selimut. Ia mengerang mendapati tubuhnya full-naked. Perlahan Kyuhyun bangkit dari ranjang, mencari boxer yang ia lempar entah kemana semalam. Tak lama ia menemukan benda itu dan langsung memakainya. Detik berikutnya, timbul sifat evil dibenaknya. Perlahan ia naik keatas ranjang, memposisikan tubuhnya berhadapan dengan Hyuna yang masih tertidur pulas. Ia membelai lembut kening Hyuna.
Merasa ada sesuatu yang menyentuh keningnya dengan lembut, perlahan Hyuna membuka kedua mata indahnya. Ia mendongak, sedikit terkejut mendapati Kyuhyun tersenyum tanpa dosa padanya.
“Selamat Pagi..”. Ucap namja itu. Hyuna mendengus, pasalnya kini Kyuhyun menatapnya dengan tatapan mesum. “Kenapa memandangiku seperti itu?”
“Bagaimana tidurmu? Nyenyak? Kau mimpi apa hmmm?”. Tanya Kyuhyun tanpa ampun, tidak menghiraukan pertanyaan Hyuna dan malah ganti bertanya disertai nada ledekan. Hyuna memutar malas kedua bola matanya. “Kau tidak ingin melihat dibalik selimutmu?”. Ucapnya kini dengan nada pervert.
Pandangan Hyuna beralih kearah selimut. Dengan ragu, perlahan ia membuka selimut yang menutupi tubuhnya. Betapa terkejutnya ia menemukan tubuhnya full-naked tanpa sehelai benang yang membalut. “Kau mencari ini?”. Kyuhyun memegang piyama yang semalam dipakai oleh Hyuna. Ia terkekeh melihat raut wajah Hyuna yang memerah padam menatapnya, sekaligus terkejut karena piyamanya ada ditangan Kyuhyun. Dengan segera Hyuna menyambar baju tidurnya.
“Kau benar-benar gila!”.
Kyuhyun mengerutkan keningnya, menatap Hyuna. “Aku gila? Kau yang membuatku seperti ini! Hahaha”. Hyuna mendengus kesal. “Hey.. Apanya yang gila? Meniduri istriku sendiri bukan hal gila. Itu kewajiban sayang..”. Dikecupnya kening Hyuna yang kini mengerang kesal.
“Oh.. Hyunayaaa, tidak ingatkah kau malam pertama yang telah kita lewati semalam? Kau begitu menikmatinya sayang…”. Ucapnya semenggoda mungkin, berusaha mengingatkan Hyuna dengan percintaan panas yang telah terjadi antara mereka berdua tadi malam.
Hyuna memejamkan mata sejenak, ia ingat sekarang, jika semalam Kyuhyun menyerangnya tanpa ampun hingga menimbulkan rasa nyeri luar biasa pada tubuh bagian bawah. Ini pasti karena ulah namja gila itu, gumamnya dalam hati.
Hyuna meringis, Kyuhyun menatapnya cemas. “Wae?”. Hyuna masih diam, enggan meladeni pembicaraan Kyuhyun. “Kau kenapa Kim Hyuna!!?”. Kyuhyun mulai khawatir dengan istrinya. Hyuna kini memberanikan diri menatap Kyuhyun. “Tidak apa-apa!”. Jawabnya ketus sembari mengeratkan pegangannya pada selimut, ia takut jika Kyuhyun akan membuka selimut yang membalut tubuhnya.
“Kau.. Kau kenapa masih disitu? Pergilah mandi, kau harus kekantor bukan?”. Hyuna mengingatkan Kyuhyun dengan nada mengusir. “Haha.. Kau mengusirku? Takut aku menyerangmu seperti semalam?”. Ledeknya pada Hyuna yang kini merasakan raut wajahnya memanas.
Kyuhyun terkekeh. “Baiklah.. Kau terlihat sangat ketakutan sayang..”
“Dan juga.. Kau sangat luar biasa!”. Tambahnya dengan nada pervert yang kentara. Perlahan, Kyuhyun bangkit dari ranjang menuju kamar mandi.
Hyuna menghela nafas lega setelah melihat Kyuhyun pergi meninggalkannya, dengan segera ia memakai piyama itu. Ia merasakan nyeri yang luar biasa pada tubuh bagian bawah. Ia merintih lirih. “Akh..  Kenapa sakit seperti ini? Apa yang dia lakukan padaku semalam?”. Gumamnya lirih. Perlahan Hyuna mencoba bangkit dari ranjang. Tapi rasa nyeri itu semakin terasa, membuatnya mengurungkan diri untuk bangkit dari ranjang. Ia meringis. Menatap tubuh bagian bawahnya. Kau pasti bisa! Yakinnya dalam hati.
“Kau bisa berdiri bukan?”. Hyuna hampir terlonjak kaget mendengar suara yang tak asing ditelinga. Entah sejak kapan, Kyuhyun telah berdiri tak jauh dari ranjang dengan pakaian kantor yang rapi. Dia mandi atau hanya cuci muka? Cepat sekali. Batinnya.
Kyuhyun mencium gelagat aneh istrinya sejak tadi. “CHO HYUNA!!!”. Bentak Kyuhyun merasa diabaikan. Gadis itu terlonjak sedikit kaget. Ditatapnya Kyuhyun. “Ya! Aku bisa berdiri. Jangan meremehkanku!”. Jawabnya dengan nada kesal.
“Baik. Sekarang berdiri dan berjalanlah kemari!”. Pinta Kyuhyun.
Hyuna berusaha sekuat tenaga menahan rasa sakitnya. Ia tidak ingin Kyuhyun semakin menindasnya. Ia berusaha berdiri meskipun terasa nyeri dibagian bawah. Hyuna berhasil berdiri, ia melangkah pelan. Namun, raut wajahnya tidak bisa menipu. Hyuna kembali meringis. “Kenapa? Hanya beberapa langkah, kenapa lama sekali? Ayo, kemarilah sayang…”. Ledek Kyuhyun dengan merentangkan kedua lengannya pada Hyuna.
Gadis itu meringis untuk kesekian kalinya. Kyuhyun nampak cemas. Dibiarkannya Hyuna berdiri disana. Ia yakin gadis itu kesakitan. Tapi memang dasar keras kepala, Hyuna berusaha menutupinya. Tak berapa lama, Hyuna tidak bisa lagi menahan rasa sakitnya, ia menyerah. Kyuhyun menyadari istrinya sebentar lagi akan ambruk. Dan benar saja, tubuh gadis itu kehilangan keseimbangan, dengan cepat Kyuhyun menangkap tubuh mungil Hyuna. “Dasar bodoh! Kau pikir aku tidak tahu jika kau kesakitan!?”. Kyuhyun mengangkat tubuh Hyuna, meletakkannya diranjang.
Detik berikutnya, Kyuhyun segera mengambil ponselnya diatas nakas dan menekan tombol hijau. Lalu menghubungi seseorang disebrang, entah siapa yang ia hubungi.
“Kau benar-benar gila! Aku membencimu!”. Gerutu Hyuna kesal. “Kau pikir kau akan kemana hah?”. Tanya Kyuhyun tak kalah kesal. Keduanya saling menatap.
“Aku hanya ingin mandi dan pergi kuliah..”
“Bodoh! Kau sakit seperti ini dan masih memikirkan kuliahmu? Kau dirumah saja hari ini! Aku tidak memberimu ijin pergi kuliah”. Perintah Kyuhyun tak terbantahkan.
“Kau yang membuatku seperti ini!”. Hyuna membela dirinya, tak terima. Kyuhyun menatap tajam kearahnya. “Aku tidak ingin dibantah sayang! Kau harus dirumah!”. Hyuna mendelik mendengar pernyataan Kyuhyun dengan nada marah. Setelahnya hening.
Tok… Tok.. Tok..
Bunyi ketukan pintu mencairkan suasana hening didalam kamar. Kyuhyun dan Hyuna bersamaan menatap kearah pintu.
“Masuklah paman!”. Perintah Kyuhyun pada sopir nya. Dengan segera pria paruh baya yang sering dipanggil Jung ahjussi oleh Kyuhyun, masuk dan memberikan obat yang diminta oleh Kyuhyun. Hyuna melirik obat itu. Apa itu? Pikirnya dalam hati. Tak berapa lama, Jung ahjussi segera pergi dari hadapan Kyuhyun.
“Minum ini setelah kau sarapan. Dan jangan coba-coba membantahku!”. Hyuna mengangguk sebagai jawaban, ia enggan mengatakan sesuatu pada suaminya.
–oOo–
Hari itu, Hyuna hanya berdiam diri dirumah. Ia bermalas-malasan dan masih memikirkan kuliahnya.
Semua karena namja gila itu, dia selalu semaunya sendiri. Gerutunya dalam hati.
Hyuna bangkit dari sofa tempatnya menonton TV, ia berniat berkeliling rumah Kyuhyun yang sangat luas. Rasa ingin tahunya teramat tinggi, ia heran bagaimana bisa Kyuhyun seorang diri menghabiskan hari-harinya tanpa Appa dan Eommanya dirumah. Dari yang ia tahu, kedua orang tua Kyuhyun memang orang Korea, tapi keduanya menetap diluar negri. Ia ingat jika kemarin Jung ahjussi memberi tahu padanya jika mertuanya berhalang hadir di pernikahan mereka. Well, Hyuna tak ambil pusing akan hal itu. Ia bahkan tidak terlalu peduli dengan pernikahannya. Kenapa harus peduli jika pernikahan ini terjadi semata hanya karena perjanjian yang teramat konyol?. Pikirnya.
Cukup lama ia berkeliling, Saat ini Hyuna sedang berada diruangan yang ia yakini adalah ruang kerja Kyuhyun dan ada perpustakaan mini didalamnya. Binar matanya berubah ketika menatap deretan buku berjajar rapi pada rak, ia melangkah kearah rak buku. Detik berikutnya, ia menatap deretan buku itu dengan kening yang berkerut.
“Bukan buku untuk referensi bisnis..”. Gumamnya. Jari manisnya menunjuk salah satu buku. “OMO!!..”. Hyuna terlonjak kaget, tanpa pikir panjang menarik buku itu dan membukanya dengan kening berkerut.
.
.
TBC
.
.
Sorry FF nya makin ngawur :3 ini masih pendek yah??? ><
Mianhae.. NC abal banget! Gemeteran ketiknya haha
Next chap??? Hyuna dibikin garang dikit gpp yah! *eh*
LIKE AND COMMENT JUSEYOOOOOO~
*bow*

Fc Populer: