Beloved Friend Part 3

0
Tittle               :  Beloved Friend Part 3
Main Cast       :
Han YooRi
Cho Kyuhyun
Categori          :  NC17, Chapter, Friendship, Romance, Sad (mybe).
Author                        :  Sulfaminggo
Haii Chinggu.. J ini FF pertamaku LOH!, murni hasil dari pemikiranku sendiri. Aku disini berusaha menyajikan cerita yang menarik. Berceritakan persahabatan yang memiliki hubungan ‘special’ tetapi tidak ada satu dari mereka yang menyadari dan mengakui perasaan satu sama lain.

Di tunggu saran dan kritiknya yang dapat memotivasi. Hati-hati Typo berkeliaran!

HAPPY READING!!
_________________
“apa yang membuatmu kemari appa?”
Tanya Kyuhyun tanpa basa-basi kepada Cho Yongwa – appanya. Tatapan Kyuhyun menggambarkan bahwa ia tidak menginginkan appanya datang ke kantornya. Ia tau, jika ayahnya pulang ke Korea dan menemuinya pasti ada yang tidak beres, Mengingat mereka tidak pernah akrap. Watak keras Cho Yongwa membuat Kyuhyun menjauhinya sejak kecil, bahkan hingga ibunya meninggal Kyuhyun tidak pernah menggantungkan hidup pada ayahnya. Bahkan saat ayahnya pindah dan menetap dengan istri barunya di Amerika, Kyuhyun sama sekali tidak ingin  menginjakan kakinya di sana.
“bukankah aku sudah menghubungimu jauh hari? Kau harus menerima tawaranku Cho Kyuhyun!” pria baya yang memiliki mata tajam ini melempar map berkas di atas meja kerja Kyuhyun.
Kyuhyun membuka satu demi satu lembar berkas yang diberikan ayahnya. Kyuhyun membuang nafas berat, mengusap mukanya dengan kasar. Menatap tajam mata sang ayah, dengan menggepalkan tangan di atas mejanya.
“baiklah, aku akan Menikah dengan Kim Rena”
Cho Yongwa menunjukan senyum sinisnya. Keinginannya sudah disetujui oleh anak semata wayangnya. Bukankah ini hal yang bagus untuknya? Namun bisakah ia menunjukan senyum yang tulus? Oh tidak hatinya benar-benar kaku.
“kapan kau akan menemui Kim Rena?”
“secepatnya. Tapi beri aku sedikit waktu untuk menyelesaikan urusanku disini”
“baiklah, appa tidak bisa menunggu lama”
Cho Yongwa membalikkan badannya dan pergi meninggalkan ruangan kerja Kyuhyun. sedangkan Kyuhyun hanya menggerang frustasi, menggacak-acak rambutnya dan memijat pelipisnya. Perasaannya kali ini benar-benar bimbang. Ia tau ini akan terjadi, menikahi wanita pilihan ayahnya. Bukankah menikah adalah hal sacral, yang dilakukan oleh sepasang yang saling mencintai?. Tapi apa yang dialami Kyuhyun, ia menikah karena urusan bisnis?.
Perusahaan Cho Grup sedang berada di batas kebangrutan, sang ayah terlalu ambisius dalam satu proyek yang bernilai ratusan miliar, namun peruntungan tampaknya tidak dipihak pada Cho Grup karena kalah tender dengan perusahaan Kim Grup. Dengan demikian Cho Yongwa menjalani kesepakatan dengan tuan Kim, bahwa Cho Kyuhyun harus menikah dengan anak dari tuan Kim yaitu Kim Rena, maka hutang Cho Grup dianggap lunas.
Kyuhyun tidak mampu berbuat apa – apa, bahkan ia harus merelakan kehidupannya demi melunasi hutang sang ayah. Tidak – tidak Kyuhyun bukan merelakan kehidupannya demi sang ayah, bahkan ia merasa tidak perduli dengan kehidupan tuan Cho Yongwa, Namun Kyuhyun sangat tidak rela perusahaan Cho Grup jatuh di tangan orang lain. Perusahaan yang dirintis oleh sang ibu – Cho Yorim, jauh sebelum sesukses ini dan memiliki cabang di Amerika. Sebenarnya ayah Kyuhyun hanya menggantikan sang istri untuk menjalankan perusahaan, karena perusahaan Cho Grup merupakan perusahaan yang dimiliki dan dirintis oleh keluarga Cho Yorim, bahkan sebelum menikah dengan Cho Yongwa.
Sebelum Cho Yorim meninggal, ia memberikan wasiat terakir untuk Kyuhyun meneruskan perusahaan Cho Grup, Kyuhyun berjanji akan mempertahankan perusahaan Cho Grup di tanggannya sampai darah penghabisannya.
Yoori? Han Yoori? hanya nama itu yang ada dipiran Kyuhyun saat ini, bagus kau melupakannya Cho Kyuhyun? bagaimana dengan Han Yoori, jika kau akan menikah dengan wanita lain.
Tanpa memikirkan kondisinya yang berantakan, Kyuhyun bergegas keluar kantor untuk menemui Han Yoori. setidaknya ia harus mengucapkan perpisahaan bukan?
***
“kau terlihat pucat Yoori_shii, apa kau sakit?” Sungmin merasa kawatir dengan kondisi Yoori saat ini, mukanya benar-benar pucat.
“apa terlihat jelas?, emm aku memang agak pusing sungmin_shii.  Hari ini memang Yoori merasa pusing, sejak siang tadi badannya tiba-tiba lemas. Apa ia terlalu lelah karena lembur hampir setiap malam, untuk mempersiapkan desain bajunya?
“sebaiknya kau pulang lebih awal, istirahatlah”
“Anio sungmin_shii, aku baik-baik saja, tanggung sekali jika aku pulang sekarang” bahkan sekarang menunjukan pukul 15.00 KST, bukankah sebentar lagi jam pulang?
“kau yakin?”
“aku baik – baik saja” senyum Yoori meyakinkan Sungmin bahwa ia dapat bertahan. Sungmin menganggukan kepala mengerti dan kembali ke meja kerjanya. “jika butuh bantuan, panggil aku”.
Yoori kembali menyandarkan kepalanya di meja kerjanya, dengan di tompang oleh kedua tangan yang dilipat, ia hanya butuh istirahat sejenak. Yoori akui akhir – akhir ini memang ia selalu telat makan, lembur hingga tengah malam. Yoori akan bersungguh – sungguh dalam mengerjakan proyek fasion musim panas kali ini, ia harus menggapai mimpinya bukan.
Yoori mendongak, dan mencari obat di laci meja kerjanya. Ia yakin mempunyai obat penghilang sakit kepala di lacinya. Tetapi kegiatannya terhenti ketika menemukan pembungkus berwarna pink yang satu bulan sekali pasti ia butuhkan ‘pembalut’. Yoori menautkan alisnya, bukankah bulan ini ia belum datang bulan? Buktinya persediaannya masih terturup rapat, apakah ini artinya ia? Ah tidak-tidak Yoori membuang pikiran buruknya, mungkin akhir – akhir ini ia sedang setres, maka dari itu siklusnya tidak lancar. Benar!.
Dddrrtt… dddrrtt…
From : Mr. Cho Jelek
Yoong bisakah kau temui aku di taman, ada yang ingin aku bicarakan
Alis Yoori menyatu ketika membaca pesan dari Kyuhyun. Apa yang ingin Kyuhyun bicarakan? Tidak biasanya ia mengajak Yoori ketaman. Biasanya Kyuhyun akan menjemputnya, jika ingin mengatakan sesuatu. Bahkan Kyuhyun akan mengajak langsung ke apatermentnya.
To : Mr. Cho Jelek
Aku akan menemuimu setelah jam kantor. Tunggu aku
***
Kyuhyun duduk dengan gelisan dibangku taman, ia sudah menunggu kedatangan Yoori sekitar 4 jam lalu. “apa ini tidak terlalu lama? Bahkan jam pulang kantor sudah 3 jam yang lalu” Kyuhyun melirik ke segala arah mungkin seseorang yang ia tunggu akan terlihat, dengan sekali – kali ia melirik jam tangannya.
Langit sudah gelap, udara malam berhembus semakin dingin. Kyuhyun sudah mencoba menghubungi Yoori namun hanya suara dari operator yang ia dengar, menandakan bahwa Hanphone Yoori sedang tidak aktif. Kemana Yeoja itu?
***
Yoori mengejapkan mata perlahan, merasa terganggu dengan cahaya menyilaukan di matanya yang terlelap. Ia sudah sadar sepenuhnya, dan menyatukan alis begitu melihat suasana ruangan yang asing  untunya. Dengan nuansa serba putih dan bau obat – obatan yang kentara, bahkan tangannya kini sedang di infuse. Ya memang saat ini Yoori berada dirumah sakit, namun apa yang terjadi? Seingatnya sepulang kantor, ia berjalan kaki menuju taman, memang ia berniat untuk menemui Kyuhyun bukan.
Yoori teringat akan janjinya dengan Kyuhyun, kemudian Yoori mencoba untuk duduk “ahhkk” namun nihil, karena rasa pusing yang menyerangnya tiba – tiba.
Pintu kamar rawat  terbuka dan menampakan seorang dokter dan diikuti oleh perawat yang membawa nampan berisi makanan. “Selamat pagi nona Han, anda merasa lebih baik?” sapa dokter yang ber-nametag ‘Lee Jandy’.
“ahh Ne, saya hanya merasa sedikit pusing”
“Biar saya periksa keandaan anda dahulu” dengan telaten dokter Lee memerisa detak jantung, dan tekanan darah Yoori.
“Nona Han, tekanan darah anda rendah, sebaiknya anda lebih banyak istirahat, dan banyaklah makanan yang bernutrisi karena itu sangat pentik untuk pertumbuhan janin anda”
Deg!
“Ja -Janin?” Yoori merasa kaget, apa ia tidak salah dengar.
“selamat, usia kandungan anda berjalan lima minggu” dokter Lee tersenyum ramah “kondisi yang anda alami sangat wajar, karena hamil diusia satu sampai tiga bulan memang rentan kelelahan. Maka anda harus mengimbanginya dengan makanan bernutrisi”
“ta-tapi bagaimana bisa?”
“Ne?” dokter Lee menyatukan alisnya menandakan ia binggung dengan reaksi Yoori yang terkesan tidak senang dengan kabar kehamilannya
“maksud saya, bagaimana bisa saya berada dirumah sakit ini dok?” jawab Yoori kikuk menyadari raut binggung dokter Lee
“ahh, kemarin malam anda pinsan dan spertinya ada seseorang yang membawa anda ke rumah sakit. Kondisi anda sangat lemah, maka saya memberi obat tidur agar anda dapat istirahat cukup”
“Gamsahamnida dokter Lee” Yoori tersenyum dan mengangguk. Jadi ia pinsan saat perjalanan menemui Kyuhyun. Lalu apa Kyuhyun menunggunya? Pasti saat ini Kyuhyun sangat khawatir,
Dokter Lee membalas senyuman Yoori “lalu bagaimana dengan wali anda, Nona Han?. Apa anda ingin kami menhubungi mereka?”
“ahh.. itu tidak perlu dokter Lee, karena suami dan orangtua saya sedang berada diluar Negeri. Saya akan menghubungi mereka nanti” tutur Yoori. Tentang orangtua Yoori memang benar mereka sedang berada di Thailand karena ada perjalanan bisnis. Tetapi untuk suaminya? Yoori tidak mungkin mengakui jika ia belum mempunyai suami, bukan?
“baiklah, jika anda membutuhkan sesuatu, pangil perawat lewat tombol itu nona Han. Anda harus banyak istirahat. Saya permisi dulu”
“Ne, Gamsahamnida”
Dokter Lee meninggal kan kamar rawat. Yoori masih tidak percaya bahwa ia hamil, jadi ia benar-benar hamil? Ahh tentu saja  pabo. Kau sering ‘melakukannya’ dengan Kyuhyun, bahkan Kyuhyun tidak pernah memakai pengaman, bukan?. Lalu bagaimana dengan tanggapan Kyuhyun nantinya? Apa ia akan bertanggungjawab? Maksudnya Yoori bukan meragukan Kyuhyun, ia yakin pasti Kyuhyun akan bertanggungjawab dengan kehamilannya, namun Yoori merasa tidak yakin dengan perasaan Kyuhyun kepadanya, apa Kyuhyun akan tetap menikahinya tanpa perasaan cinta antara mereka berdua?
Yoori teringat dengan Hanphone nya, ia harus memberitau Kyuhyun. Yoori mengambil tasnya di atas meja samping tempat tidurnya, merogoh benda pipih di dalam tasnya. Oh Damn! Ternyata Hanphone nya Lowbaht. Lalu apa yang harus ia lakukan? Menunggu?.
Dan tentang karir Yoori? apa ia harus merelakan karirnya yang sebentar lagi akan bersinar? Ia hamil sekarang, apa mungkin bisa untuk tetap mengikuti kompetisi desain Dunia?. Terserahlah apa kata nanti. Yang paling penting saat ini, ia harus pulang untuk mengatakan kehamilannya pada Kyuhyun.
***
“tekanan darah anda sudah stabil nona Han, anda bisa pulang hari ini” dokter Lee memeriksa keadaan Yoori
“Jinja dokter Lee? Ah Gamsahamnida, anda telah merawat saya” binar Yoori mengetahui jika ia sudah boleh pulang hari ini. Dua hari berada di rumah sakit membuatnya tidak nyaman. Namun, untunglah ia sudah boleh pulang sekarang.
Dokter Lee tersenyum ramah, “ingat pesan saya nona Han, jangan terlalu sering bekerja lembur, kandungan anda sangat kuat tetapi tidak menutup kemungkinan kandungan anda bereaksi”
“Ne, saya akan menjaga pola makan dan istirahat saya”
***
Saat ini Han Yoori sedang berjalan menuju kamar apaterment Kyuhyun. sepulangnya dari rumah sakit, ia memutuskan bertemu dengan Kyuhyun. perasaannya benar-benar tidak tenang, Kyuhyun harus mengetahui tentang kehamilannya. Yoori sudah berulangkali menghubungi Kyuhyun, namun Hanphone Kyuhyun selalu tidak aktif. Ada apa dengan Kyuhyun? tidak biasaanya ia begini.
Setelah sampai didepan apaterment Kyuhyun, Han Yoori tiba – tiba merasa gugup. Ada apa ini? Yoori membuang nafas panjang, demi menghilangkan rasa gugupnya. Ia memutuskan untuk menekan bel dan menunggu sang pemilik membukakan pintu. Hei, bukankah Yoori sangat hafal kombinasi paswort apaterment Kyuhyun? lalu mengapa ia tidak langsung masuk.
“Ada yang bisa saya bantu?”
Deg!
Yang membuka pintu seorang wanita, tunggu? Wanita? Apa aku salah kamar?
“Kyuhyun, apa Cho Kyuhyun ada didalam?”
“Kyuhyun? ah, dia masih tidur. Anda siapa?”
Yoori menautkan alisnya, bukankah Kyuhyun tidak pernah mengijinkan seorang pun untuk menginap di apatermentnya? Kecuali dirinya? Lantas ini apa? Siapa wanita ini? dengan kondisi menggenakan baju tidur yang menampangkan paha dan dada atasnya, Yoori yankin wanita ini tidur di sini semalam. Tapi apa hubungan ia dengan Kyuhyun? bahkan Yoori tidak pernah melihat wanita ini sebelumnya.
“aku Yoori. Han Yoori, sahabat Kyuhyun. Ya sahabatnya. Kau siapa? Sepertinya aku tidak pernah melihatmu seblumnya?”  jawab Yoori berusaha setenang mungkin.
“aku Rena. Kim Rena, calon istri Cho Kyuhyun” jawab wanita itu bangga
APA?
Dia bilang calan istri? Apa aku tidak salah dengar? Kenapa Kyuhyun tidak mengatakan apapun tentang wanita ini? sejak kapan?
Han Yoori diam kaku, memandang lurus ke arah Kim Rena. Ia merasakan nyeri di dadanya, sesak sekali. Tidak Yoori sadari air matanya sudah menggenang di pelupuk mata. Namun sekuat hati Yoori menahannya, ia tidak boleh terlihat lemah dihadapan wanita itu.
“Ap -apa aku boleh menemuinya?” Tanya Yoori meahan tangis dan kekecewaanya.
Dengan cepat Kim Rena menjawab pertanyaan Yoori “aku rasa Kyu oppa tidak ingin di ganggu waktu tidurnya”
benar, kau benar Kyuhyun akan marah jika tidurnya diganggu. Tetapi dari mana kau tau? Apa kau sangat kenal dengan Kyuhyun?
“nanti sore, kami akan berangkat ke Amerika untuk mempersiapkan pernikahan. Jika kau ingin bertemu Kyu oppa, datanglah ke bandara”
Apa lagi ini? mempersiapkan pernikahan? Yoori berbicara dalam hati. Ia sudah terlalu shock dengan semua berita ini. Hatinya begitu ngilu. Apa-apaan Kyuhyun? sahabat macam apa dia? Yang tidak memberitahukan apapun kepada Yoori? ia anggap apa Yoori selama ini?
“baiklah, aku permisi” Yoori berbicara dengan suara serak yang bergetar. ia sudah berusaha untuk terlihat kuat didepan wanita Kyuhyun.  Jadi sebelum ia meneteskan air mata, lebih baik Yoori lekas pergi dari sana. Sedangkan Kim Rena, ia terus melihat kepergian Yoori dengan alis yang di tautkan. Ada yang aneh pikirnya. Namun kemudian Rena mengangkat bahu acuh dan kembali masuk dan menutup pintu apatermen Kyuhyun.
“siapa yang datang?” suara Kyuhyun dingin, berdiri di ruang tengah dengan dandanan khas bangun tidur.
“seorang wanita, namanya Han Yoori. apa kau mengenalnya?” jawab Rena santai dan berlalu melewati Kyuhyun.
Kyuhyun mencekram lengan Rena, “Han Yoora? Kenapa tidak kau suruh dia masuk?” Tanya Kyuhyun tajam
“Ck, apa dia orang special untukmu?” Rena menghempaskan tangannya hingga tangan Kyuhyun terlepas dari lengannya “aku sudah menyuruhnya datang ke bandara nanti, aku tidak ingin pernikahan kita gagal Cho Kyuhyun” cacar Rena tidak kalah sinisnya.
Rena sempat curiga pasti ada hubungan antara Kyuhyun dan wanita yang bernama Han Yoori itu. Pernikahannya dengan Kyuhyun tidak boleh gagal. Tidak ada yang bisa menghalanginya, termasuk wanita itu. Pernikahan Kyuhyun dan Rena memang hanya didasari oleh bisnis, namun tidak untuk Rena, ia mencintai Kyuhyun. itu yang ia rasakan. Walaupun sikap Kyuhyun terkesan dingin dan kasar terhadapnya, namun Rena tetap menyukai Kyuhyun. menurutnya itu merupakan daya tarik Kyuhyun.
“Apa kau mengatakan tentang pernikahan kita kepada Yoori?” Tanya Kyuhyun was-was, ia tidak bisa membayangkan apa respon Yoori jika mendengar berita terkutuk itu dari mulut orang lain.
“Ya aku memberitahuinya. Kenapa? Apa aku salah sudah memberitahukan kabar baik?”
“SIAL!!” umpat Kyuhyun meninggalkan Rena, menuju kamarnya.
***
Saat ini, Han Yoori sedang menangis di dalam taxi. Hatinya begitu hancur. Ia sangat kecewa dengan Kyuhyun. Ia juga bingung, ada apa dengan perasaannya saat ini. Ia merasa sangat tidak rela jika Kyuhyun dimiliki oleh wanita lain.
pabo, pabo, kau pabo Yoori_ah, memang siapa dirimu? Apa hak mu melarang Kyuhyun untuk menikah? Bahkan kekasihnya saja bukan. Kau harus sadar, Kyuhyun tidak mencintaimu, bahkan jika Kyuhyun ingin menikmati tubuhmu, itu karena kebutuhannya sebagai seorang pria. Bukan karena ia mencintaimu Yoori_ah. Yoori terus menyumpati dirinya sendiri dan air matanya yang terus mengalir di pipi mulusnya.
Janin? Lalu bagaimana dengan janin yang akan terus tumbuh di dalam perutnya?. Apa janin ini tidak akan pernah merasakan kasih sayang seorang ayah? lalu bagaimana Yoori harus membesarkannya? Bagaimana tanggapan orangtua Han Yoori? apa mereka akan menerima kehamilan Yoori? Yoori semakin terisak, ia merasa tidak bisa menjadi anak yang bisa membanggakan bagi orangtuanya. Ia merasa bersalah telah mengecewakan. Dan juga Yoori merasa tidak percaya diri untuk membesarkan anak nya seorang diri. Harus bagaimana? Apa yang harus Yoori perbuat.
Yoori merenung, hatinya begitu perih, ia memeluk perutnya yang masih rata. “eomma janji akan menjagamu. Kau harus menjadi anak yang sehat sayang”
TBC

Fc Populer:

%d blogger menyukai ini: