Beloved Friend Part 2

0
Beloved Friend Part 2 ff nc kyuhyun super junior
Tittle:  Beloved Friend Part 2
Main Cast       :
Han YooRi
Cho Kyuhyun
Categori          :  NC21, Chapter, Friendship, Romance, Sad (mybe).
Author                        :  Sulfaminggo
Haii Chinggu.. J ini FF pertamaku LOH!, murni hasil dari pemikiranku sendiri. Aku disini berusaha menyajikan cerita yang menarik. Berceritakan persahabatan yang memiliki hubungan ‘special’ tetapi tidak ada satu dari mereka yang menyadari dan mengakui perasaan satu sama lain.

Di tunggu saran dan kritiknya yang dapat memotivasi. Hati-hati Typo berkeliaran!
HAPPY READING!!
_________________
“Yoori_a ?”
“Oppa…?”
Siwon oppa menghampiriku dari kejahuan. Kenapa siwon oppa ada disini? Bukankah dia berada di jepang?
“sangat kebetulan, bertemu denganmu di sini?” siwon oppa tesenyum manis ketika sampai di depanku.
Kubalas senyumnya, “bukannya oppa berada di Jepang? Kenapa oppa pulang tidak menghubungiku?” wajahku berubah kecewa.
“Mian Yoori_a, aku baru sampai tadi pagi, karena ada pekerjaan disini. Lalu kau sendiri, sedang apa disini? dan… mana Kyuhyun? tumben sekali dia tidak di sampingmu”
“aku sedang belanja keperluan bulanan oppa. Emm…  Kyuhyun sedang sibuk bekerja, kau taukan oppa?”
“ahh.. begitu,” siwon oppa mengangguk – anggukan kepalanya mengerti “Sebenarnya aku merindukanmu Yoori_a, bukankah lebih nyaman jika kita minum kopi sambil berbincang-bincang?”
“ide bagus oppa. Tapi biarkan aku menyelesaikan belanjaku dahulu”
“kajja”
Siwon oppa mengikuti langkahku memilih – milih bahan makanan yang sempat tertunda. Setelah itu kami menuju ke kafe terdekat untuk menikmati kopi dan melepas rindu. Secara aku tidak bertemu siwon oppa sudah 2 tahun lamanya.
Siwon oppa adalah kakak tingkat aku dan Kyuhyun di bangku high school. Kami bertiga sering jalan bersama. Dapat dikatakan bahwa siwon oppa adalah penengah antara aku dan Kyuhyun jika kami berdua bertengkar. Siwon oppa sudah ku anggap sebagai kakak ku sendiri. Dia lebih dewasa dari Kyuhyun tentunya,
Sesampainya di kafe, kami berdua memesan kopi dan kue. Kami berbincang-berbincang melepas rindu. Aku sangat merindukan oppaku satu ini. Dia begitu keren sekarang, dengan kumis tipisnya. Ohh bertapa tampannya namja ini. Yang aku binggungkan sampai sekarang, kenapa namja satu ini belum juga memeiliki kekasih? Padahal siapa yeoja yang tidak mau dengan dia. Hmm namja yang pemilih. Kami membicarakan banyak hal, tentang karir ku, karir siwon oppa, dan tentang Kyuhyun tentunya,  walaupun orangnya tidak ada bersama kami, bukan berarti dia luput dari obrolan panjang ini.
Tidak terasa hari sudah gelap, benar-benar waktu berjalan sangat cepat.bukan?. sepertinya aku masih merindukan siwon oppa. Kurang sekali waktu 2 jam untuk melepas rindu. Tapi aku harus pulang mengingat langit sudah mulai gelap.
“aku masih merindukanmu oppa. Tapi hari sudah mulai gelap”
“kau benar.. cepat sekali waktu berlalu” siwon oppa memasang wajah kecewannya “kajja, ku antar kau pulang.”
“annio oppa.. aku membawa mobil.”
“baiklah, kita akan bertemu lain waktu.”
“oO.. aku akan mengajak Kyuhyun”
Siwon tersenyum “baiklah.. kajja.. ku antar kau sampai depan”
***
Kuparkirkan mobilku di garasi Apaterment Kyuhyun. berjalan menuju lantai 16, dan mengkombinasikan paswort Apaterment Kyuhyun. pintu terbuka, aku masuk dengn barang belanjaan di tangan. Apatermen ini begitu sepi. Ternyata Kyuhyun belum pulang. Kurenggangkan badanku di sofa dan menyalakan TV.
“ahhh…. Lelah sekali” kulirik jam tangan, waktu menunjukan pukul 19.00. KST
“aku rasa waktunya cukup untuk membuat makan malam” ku hapus rasa malasku, dan melenggang menuju dapur. Kutata bahan belanjaanku tadi ke dalam lemari pendingin, dan mulai memasak makan malam.
Tit… Tit…
Pintu apatermen terbuka, pasti itu kyuhyun. ku kecilkan api masakanku berniat menuju ruang tengah melihat siapa yang datang.
“Cho, kau sudah pulang” sapaku memamerkan senyum indah yang pernah kupunya. Bukankah sekarang aku seperti seorang istri yang menyambut kedatangan suaminya? Hahaha lucu sekali.
Kyuhyun membalas senyumku, “ kau memasak sesuatu Yoong?” seru Kyuhyun saat mencium aroma masakan.
“oO.. ku masakan makanan kesukaanmu Cho, mandilah dulu”
“kebetulan aku sangat lapar, aku kekamar dulu Ne” kyuhyun melangkah kekamarnya. Dan aku kembali ke dapur melanjudkan aktifitas memasakku.
Semua masakan sudah matang. Ku tata di meja makan. “kurasa sudah beres” senyumku mengembang. aku duduk di kursi, melihat Kyuhyun yang sudah segar dengan rambut sedikit basah, menggunakan kaos hitam dan celana jin selutut sedang menghampiriku. Waaahhh, benar – benar tampan.
“emmm.. sup iga? Sepertinya enak?” Kyuhyun menarik kursi makan depanku dan mulai mengambil nasi dan lauk pauknya dengan antusias.
“bukankah masakanku selalu enak? Makanlah, mukamu seperti singa yang sudah 2 hari tidak makan” senyum miring meremehkan
“terserah kau saja, aku memang lapar” jawabnya tak perduli dan langsung melahap makanannya.
Melihat Kyuhyun makan dengan lahap, senyumku mengembang. dia selalu membuatku tersenyum dengan tingkahnya. Tapi tunggu, kenapa hari ini aku lebih banyak tersenyum? Terutama jika memandang pria didepanku ini. Ah, entahlah, mungkin mood ku lagi baik hari ini. Karena perutku juga minta diisi, segera ku makan makanan di depanku.
“ahh.. masitha… kenyang sekali!” seru Kyuhyun sambil memegangi perutnya yang buncit. Asal kalian tau, Kyuhyun sangat rajin berolahraga, tetapi makannya sangat banyak, jadi perut buncitnya itu selalu menutupi sixpag nya.
“gendut sekali” kataku mengejek dan menunjuk perutnya.
“ini hanya sementara. Sebentar lagi perutku akan kembali sexy.” Jawab kyuhyun tidak mau kalah.
“ckckck… dasar babi” ejekku sambil menjulurkan lidah, mengambil piring kotor secepatnya dan berlari ke tempat pencucian.
“MWO..!! kau mengataiku babi? Aaaiisss.. awas kau” Kyuhyun mengambil piring kotor yang belum sempat ku ambil di atas meja makan, dan berlari mengejarku ke pencucian.
Athor Prov
“Yaak.. ampun Cho Kyuhyun.. ampun..” Yoori mengelijang tertawa geli, pinggangnya terus di gelitik oleh Kyuhyun.
Kyuhyun menghentikan gelitikan di pinggang Yoori, menjadi memeluk Yoori dari belakang. “siapa suruh kau mengataiku babi. Hemm??” bisik Kyuhyun serak, sambil mengendus leher belakang Yoori, karena saat ini rambut Yoori sedang dikuncrit kuda, tentu saja mempermudah Kyuhyun melancarkan aksinya.
“bukankah kau memang babi? Makanmu selalu rakus Cho?  aaahhh aku tetap geli” Han Yoori menggeliat dalam pelukan Kyuhyun.
Smirk Kyuhyun terlihat, ketika melihat respon Yoori terhadap aksinya di leher yeoja ini. Kyuhyun sangat senang mengerjai sahabatnya ini. Tetapi percayalah Kyuhyun sangat menyayangi Yoori. Jadi walawpun ada seribu akal untuk mengerjai Yoori, namun sebenarnya hal itu merupakan salah satu perhatian Kyuhyun kepada Yoori. Hanya saja mungkin caranya sangat aneh.
“aku belum mandi Cho!” Yoori berseru ketika merasakan ciuman Kyuhyun pada lehernya semakin dalam.
Dengan seketika Kyuhyun membalikan tubuh Yoori mehadapnya, mata mereka bertatapan. Menyiratkan rasa kerinduan dan kasih sayang. Cukup lama mereka diam dan hanya saling memandang. Seakan mereka hanya ingin menukarkan isi hati lewat tatapan.
Senyum mengembang diantara keduanya. Lalu di gantikan oleh tawa yang renyah. Tidak tau mereka tertawa karena apa? hanya mereka yang tau.
“tubuhku sangat lengket, aku mandi dulu” Yoori menepuk bahu Kyuhyun, dan melenggang menuju kamar Kyuhyun untuk mandi.
Kyuhyun hanya menarik nafas panjang, karena niatnya untuk mencium Yoori gagal. Dasar namja mesum. Bisakah dia berpikiran sedikit jernih?
***
Yoori keluar dari kamar mandi, menggunakan baby doll bermotif ‘winne the pooh’ kesukaannya. Yoori berjalan kearah Kyuhyun yang berada di atas ranjang king size, sambil memainkan game PSP nya. Apaterment ini memang dirancang dengan satu kamar tidur, karena Kyuhyun hanya tinggal sendiri disini. Asal kalian tau, tamu yang pernah menginap di apaterment ini hanya Han Yoori, Kyuhyun sangat tidak suka jika ada orang lain yang menginap di apatermennya, Kyuhyun memang mencintai kesendirian dan ketenangan. Mungkin karena dari kecil kondisi memaksakan dia seperti itu. Bahkan ayah Kyuhyun sekalipun akan tidur dihotel jika pulang ke korea.
Segala macam kebutuhan Yoori tertata rapi di lemari dan meja Kyuhyun. ya tentu saja, apatermen Kyuhyun ini adalah rumah keduanya. Yoori sangat sering menginap di sini. Terlebih lagi menghabiskan akhir pekan. Tentang ijin orangtua Yoori? jangan ditanya, karena orangtua Yoori sangat percaya dan menyayangi Kyuhyun. jadi kapanpun Yoori menginap, itu tidak jadi masalah.
“oh.. ya aku hampir saja lupa, tadi aku bertemu Siwon oppa di supermarket” Seru Yoori ketika mengingat pertemuannya dengan siwon tadi siang. Yoori memposisikan dirinya bersandar di tepi ranjang dengan duduk sejajar dengan Kyuhyun.
“siwon Hyung? Dia kembali ke Korea? “ tanya Kyuhyun mengalihkan pandangan dari PSP nya ke mata Yoori.
“oO.. siwon oppa ada pekerjaan disisni, jadi dia tidak akan lama”
“kenapa siwon hyung tidak menghubungiku?”
“molla, siwon oppa juga tidak memberitahuku jika dia kembali. Mungkin dia masih sibuk. Dan siwon oppa ingin bertemu lagi”
“begitu.. aku akan menghubunginya besok” jawab Kyuhyun santai, lalu meletakan PSPnya ke atas meja samping. Dan memposisikan dirinya tidur menghadap Yoori.
“kau tidak lelah? Tidurlah” perintah Kyuhyun menarik tangan Yoori samapai Yeoja itu merebah.
“sebenarnya aku sangat lelah, tapi aku tidak mengantuk”
“pejamkan matamu! Akan kutunggu sampai kau tertidur” Kyuhyun mengusap sayang rambut Yoori, berniat agar yeoja ini bisa lekas tidur dengan sentuhan nyamannya. Yoori pun menuruti Kyuhyun memejamkan matanya. Sungguh sentuhan yang nyaman. Tidak berapa lama, suara nafas teratur menggema di kamar Kyuhyun. ya mereka berdua sudah mulai terlelap.
***
Yoori sedang serius menggambar sketsa di buku gambarnya, sambil sesekali mencocokkan dan memilih desain yang cocok di laptopnya. Yoori sedang duduk disofa ruang tengah, Yeoja ini sedang serius mengerjakan desainnya. Desain baju musim panas, yang akan dikompetisikan dengan desainer dari berbagai Negara. Ini lah ajang yang Yoori tunggu-tunggu.
“kau sedang apa Yoong ?” Tanya Kyuhyun, membawa dua gelas jus jeruk, dan duduk di samping Yoori, mengambil remot TV dan menyalakannya.
“umm.. aku sedang membuat baju musim panas”
“musim panas? Waw pasti HOT!” seru Kyuhyun sambil melirik gambar Yoori dan meminum jus jeruknya.
“dasar mesum!” Mereka terkekeh
“kapan itu selesai?”
“jika aku lembur, mungkin 1 bulan lagi sudah selesai. Kontesnya akan diadakan 6 minggu lagi, aku harus bejerja ekstra”
“uum… aku akan menyemangatimu!” seru Kyuhyun menyemangati, dengan tangan digengamkan
Yoori tertawa senang. Merasa beruntung mempunyai sahabat seperti Kyuhyun.
“kau harus datang Cho. Di acaraku ini. Aku butuh penyemangat”
“tentu aku janji” mantap Kyuhyun
Kyuhyun sangat mengerti keinginan Yoori menjadi desainer dunia, itu merupakan cita-citanya sejak kecil bukan?, jika Yoori mau, Kyuhyun bisa menjadikan sahabatnya ini desainer dunia tanpa melalui kontes dari perusahaan korea. Tapi sayangnya Han Yoori sangat menentang kerja instan, dia ingin merasakan perjuangan dari nol, karena jerih payahnya sendiri, dan menjadi sukses.
***
“hhhhmm.. sore hari lebih segar jika makan mangga”
Yoori sedang berjalan menuju sofa yang di duduki Kyuhyun, membawa satu mangkuk mangga yang sudah di kupas dan dipotong – potong. Yoori duduk di samping Kyuhyun yang sedang asik menonton TV yang  sesekali memakan cemilan di atas meja.
“kau mau?” Yoori menyodorkan Kyuhyun sepotong mangga
Kyuhyun menggelengkan kepala menatap Yoori dengan  memasang wajah kecut, “sepertinya masam?”
“Ani, ini enak Cho. sungguh”
“Aku tidak mau.. Tapi kenapa kau membeli mangga masam? tumben sekali”
Han Yoori menatap Kyuhyun binggung, benar juga yang dikatakan namja ini. Han Yoori memang tidak pernah lupa membeli buah – buahan. Tetapi untuk mangga, rasanya memang jarang sekali Yoori membelinya. Tetapi sewaktu belanja kebutuhan di supermarket kemarin, entah kenapa Yoori ingin sekali memakan mangga.
“entahlah, sewaktu aku melihat tumpukan mangga, aku ingin sekali memakannya”
Kyuhyun menganguk – agukan kepalanya paham. “kalo begitu habiskan” Sembari merebahkan kepalanya di atas paha Yoori. Melanjutkan aktifitasnya yang tertunda yaitu melihat TV sambil memakan cemilan. Itu memang kebiasaan mereka jika santai melihat TV.
Ting… Tong… Ting… Tong..
Suara bel apatermen Kyuhyun berbunyi. Pandangan mata Kyuhyun dan Yoori bertemu, mengisaratkan, ‘siapa yang datang?’. Namun tidak ada dari mereka yang beranjak dari tempat dan ingin membukakan pintu.
Ting… Tong… Ting… Tong..
Bel apatermen Kyuhyun terus berbunyi, karena sang pemiliknya tidak lekas membukakan pintu.
“Aiiissss… siapa yang bertamu? Mengganggu saja!” kesal Kyuhyun bangun dari posisi tidurnya yang berada di paha Yoori, dan beranjak membukakan pintu.
Kyuhyun membuka pintu dengan malas,  “Hyung?” sapa kaget Kyuhyun melihat Siwon yang bertamu.
“Hai Kyu, lama tak berjumpa” menepuk pundak Kyuhyun, sebelum masuk kedalam apatermen melewati Kyuhyun begitu saja.
Kyuhyun mengikuti langkah siwon  “Yak! Aku belum menyuruhmu masuk Hyung!!, dan bukankah kau bilang jika berkunjung besok?”  protes Kyuhyun yang tidak suka akan sikap lancang siwon yang masuk keapatermenya tanpa aba – aba darinya. Namun siwon tidak memperdulikan celotehan Kyuhyun, melaju begitu saja ke ruang tengah.
“oppa?”  Yoori berdiri dari duduknya ketika sadar ada keributan antara Kyuhyun dan Siwon.
“Yoori_a kau disini?”  alis siwon menyatu melihat Yoori berada di apatermen Kyuhyun. tetaapi sedetik kemudian siwon tersenyum geli, apa ini yang menjadi alasan Kyuhyun marah jika dia masuk tanpa permisi?.  Siwon menoleh kearah Kyuhyun yang berada di blakangnya, menunjukan senyum gelinya.
“apakah aku mengganggu kalian?”
“cih.. yang benar saja? Bahkan kau belum menjawab pertanyaanku!” geram Kyuhyun, melipat tangannya di depan dada.
“hahaha. Aku sengaja membuat kejutan, datang lebih cepat dari rencana. Tetapi sepertinya aku disini yang terkejut”
Yoori terkekeh melihat tingkah dua sahabatnya ini, selalu seperti ini jika bertemu. Siwon yang selalu menjaili Kyuhyun, dan Kyuhyun yang selalu uring – uringan *ingat dengan sifat kekanakan Kyuhyun..
“sudahlah kalian, tidak berubah! … Oppa, mau minum apa?” lerai Yoori menuju dapur  merasa jika tidak dihentikan, maka perdebatan ini akan menjadi masalah panjang.
“Kopi. Seperti biasa” jawab siwon santai mengikuti langkah Yoori dan mendudukan diri di meja makan.
Kyuhyun yang masih kesal, mau tidak mau membaur bersama siwon dan Yoori di meja makan.
“Mocacino untuk siwon oppa, Vanilalate untuk tuan Cho, dan orance jus untukku” Yoori menyajikan minuman sambil mendudukan diri disamping Kyuhyun dan didepan siwon.
“Gomawo Yoori_a,” menyuprut sedikit kopinya
“Oppa, apa kau akan lama tinggal di Korea?” Tanya Yoori antusias
“Anio, besok aku harus pulang ke Jepang. Maka dari itu aku berkunjungnya sekarang”
“ah, sayang sekali, sungguh aku merindukan kita bertiga bisa jalan bersama – sama lagi oppa”
“kau benar Yoori_a, tapi bagaimana lagi, kau tau aku pengusaha sukses. Jadi aku benar-bnar sibuk” senyum sombong terpancar
Kyuhyun yang sedari tadi hanya mengaduk – aduk kopinya, sekarang ikut berkomentar “cih, percayadiri sekali”
Yoori menyikut lengan Kyuhyun dan memberikan tatapan mencibir.
“WAE?” seru Kyuhyun tak terima dan membalas tatapan Yoori yang tak kalah mematikannya.
siwon yang melihat itu malah tersenyum bahagia. Ternyata kedua anak manusia ini masih saja sama seperti dulu. Bahkan yang ada dipikiran siwon saat ini adalah, mengapa Kyuhyun dan Yoori tidak menikah saja? – oh tidak, jangankan menikah, unuk mengatarakan perasaan mereka saja belum. Parah!
“oppa, bagaimana jika kau makan malam disini. Akan kubuatkan makanan sepecial”
“aku terserah kepada yang memberi tempat”  siwon menatap kyuhyun dengan tersenyum.
Kyuhyun membuang nafas panjang, “terserah kalian saja, yang penting kau tidak menginap hyung, aku tidak suka privasiku di ganggu” kemudian kyuhyun beranjak menuju kamarnya untuk mandi meninggalkan yoori dan siwon yang sedang tersenyum dengan keputusan kyuhyun.
“aku mengerti kyu, aku tidak akan mengganggu kalian berdua” jawab siwon menyindir, ia  tau apa yang dilakukan sepasang manusia jika didalam apatermen.
***
“Cha, makanan sudah siap” Yoori menghidangkan makanan di atas meja, disana sudah ada siwon dan juga Kyuhyun yang sudah menanti menyantap apa yang Yoori sajikan.
“wahhhh…. Sepertinya enak”
“tentu saja oppa, masakanku selalu nomor satu” Yoori tertawa sombong, sambil duduk bergabung. Yang di iringi dengan kekehan siwon dan gelengan kepala kyuhyun.
Mereka bertiga pun memakan makanan yang di masak oleh Yoori dengan lahap. Tidak bisa dipungkiri masakan Yoori memang lezat. Tangannya selalu kreatif dalam membuat segala macam karya, entah itu makanan atau disain baju.
Setelah makan malam, mereka bertiga berbincang bincang di ruang tamu yang menjadi satu dengan ruang TV tentunya. Mereka saling tertawa, mengejek dan menyombongkan diri. Ya begitulah ketiga sahabat ini. tidak berubah dari jaman high school dahulu.
Karena hari mulai larut, siwon berpamitan untuk pulang. Karena besok pagi-pagi sekali ia harus terbang ke Jepang. Sebenarnya mereka masih enggan berpisah, namun apa boleh buat, waktu memang tidak bersahabat.
“oppa hati-hati”
“Oo. Jaga diri kalian”
“kau jangan sungkan – sungkan mampir lagi hyung”
“bolehkah? Kukira kau tidak akan mengijinkanku berkunjung lagi”
“sudah, jangan mulai lagi oppa”
“baiklah-bailah. Aku pamit dulu oh”
***
Setelah siwon pulang, Kyuhyun berjalan menuju kamar mandi yang berada pada kamarnya, sedangkan Yoori dengan setia mengikuti langkah santai Kyuhyun.
“Wae? Kau memandangiku seperti itu?” Kyuhyun yang dari tadi melakukan aktifitas rutinnya, yaitu menggosok gigi dan berniat untuk mengoleskan krim cukur di dagunya, merasa terganggu dengan tingkah Yoori ? sahabatnya yang sedari tadi memandaginya dari cermin.
“Biar aku yang melakukannya?” bukannya menjawab pertanyaan Kyuhyun, Yoori justru ingin mengambil alih aktifitas Kyuhyun. memang tidak jarang Yoori mebantu mencukurkan kumis tipis Kyuhyun.
Kyuhyun memberikan krim dan pisau cukurnya kepada Yoori, kemudian Kyuhyun menggendong Yoori hingga terduduk di atas wastafel dan menghadap Kyuhyun. dengan telaten Yoori mengoleskan krim di dagu Kyuhyun dan mencukurnya perlahan.
Dug, Dug, Dug
detak jantung Yoori berpacu lebih cepat, tatapan matanya tidak pernah lepas dari wajah Kyuhyun, bahkan Kyuhyun juga membalas tatapannya. Wae? Mengapa seperti ini, melihat wajahnya saja, ingin sekali Yoori mencium Kyuhyun, memeluknya. Ada apa dengan perasaannya? Akhir – akhir ini Yoori memang sering sekali merindukan Kyuhyun, ingin memeluk Kyuhyun, menciumnya, bahkan ‘bercinta’. Ya bukankah itu alasan Yoori untuk menginap? Dekat dengan Kyuhyun.
“selesai!” seru Yoori begitu tugasnya mencukur Kyuhyun tuntas, Yoori tersenyum lebar. Tentu saja mereka belum berniat untuk memalingkan tatapan satu sama lain. Seakan ingin membaca perasaan satu sama lain. Entah mendapat dorongan dari mana, Yoori mulai menempelkan bibirnya dengan Kyuhyun, melumatnya perlahan. Menyesapi hal yang ia inginkan sejak sore tadi. Namun ia tahan karena saat itu Siwon berkunjung.
Tak butuh waktu lama untuk Kyuhyun mengimbangi ciuman Yoori, bahkan Kyuhyun tidak menjadi dominasi diciuman mereka kali ini. Sebenarnya Kyuhyun cukup terkejut dengan ciuman dadakan dari Yoori, karena selama ini Kyuhyun yang memulai dahulu. Kyuhyun sangat menikmati ini. Tentu saja.
Yoori melepas tautan mereka, memberi kesempatan paru – parunya untuk menghirup oksigen lebih banyak. Mereka sama – sama terengah, terlihat sekali gairah dari wajah mereka.  Tanggan Yoori melepas kancing kemeja Kyuhyun, dengan gerakan sedikit menggoda
“A-aku menginginkannya Cho” gagap Yoori karena nafasnya yang belum teratur, juga karena ia tidak pernah seagresif  ini sebelumnya. Sebenarnya ia sangan malu meminta pada Kyuhyun, tapi apa boleh buat, Yoori sudah menahannya dari beberapa hari yang lalu.
“Aku menyukai godaanmu ini Yoong” bisik Kyuhyun di telinga Yoori, dengan senyum yang terpancar di wajahnya.
Bisikan Kyuhyun membangitkan semangat dalam hati Yoori. dengan kepercayaan tinggi. Yoori menegakkan kepala Kyuhyun untuk menghadapnya, dan mulai meraup bibir tebal Kyuhyun, kali ini ciuman mereka tidak ada kesan lembut, bahkan sangat menggebu. Suara decakan bibir mereka terdengar nyaring.
Yoori membuang kemeja Kyuhyun di lantai, setelah berhasil membukanya dari tubuh Kyuhyun. ciuman Kyuhyun menjalar ke sisi leher kiri Yoori, mengecup meninggalkan bekas kepemilikan di berbagai titik. Desahan – desahan Yoori tak tertahan lagi, karena tangan Kyuhyun sudah meremas payudara Yoori di balik bra hitamnya. Bahkan Yoori juga tidak sadar bajunya sudah kandas dari tubuhnya. Kyuhyun menaikan bra Yoori  sebatas dada atas, tanpa membuka pengaitnya, mengakibatkan payudaranya menyembul terkesan lebih sexy dimata Kyuhyun. dengan rakus Kyuhyun meraup dan menghisap putting Yoori bergantiian.
***
“lebih cepat Cho, oh,.. jangan menyiksaku ahhh..” dengan posisi Yoori yang duduk diwastafel memudahkan Kyuhyun untuk menguasai tubuh Yoori. mereka melakukannya dalam posisi seperti ini, Yoori mengalungkan kakinya dipinggang Kyuhyun, sedangkan Kyuhyun tetap berdiri mengarahkan kejantananya masuk lebih dalam ke pusat tubuh Yoori.
“aaahhhhhhhh………” dengan hentakan bertubi – tubi akhirnya Kyuhyun mendesahkan pelepasannya. Nafasnya terengah – engah di lengkungan leher Yoori. begitu pula dengan Yoori yang masih memeluk Kyuhyun, menunggu hingga cairan Kyuhyun habis dalam tubuhnya.
“apa kau puas? Humm..” Tanya Kyuhyun saat nafasnya sudah stabil, membelai rambut setengah basah Yoori dan mengecupnya singkat.
“sangat, gomawo” Yoori tersenyum sangat manis.
“kita istirahat ne” Kyuhyun menggedong Yoori dan merebahkan ke atas ranjangnya, memposisikan tidurnya dan menyelimuti tubuh polos mereka. Memeluk Yoori, seakan ia tak mau kehilangkan yoori bahkan untuk sedetik.
***
Yoori sedang mengolesi selai ke roti yang ia siapkan untuk sarapan. Yoori sudah rapi dengan setelan baju kerjanya, sedangkan Kyuhyun liat ia baru keluar dari kamarnya dengan baju kerja yang masih berantakan, dasi yang masih belum terikat sempurna. Kyuhyun berjalan cepat menuju ke tempat Yoori berdiri, Kyuhyun member kecupan singkat di kening Yoori. mengapa pagi ini Kyuhyun romantic sekali.
Yoori tersenyum,  “Bawa ini, dan makan ini” ia memberikan gelas susu dan menyuapi Kyuhyun roti yang sudah ia beri selai tadi. Kyuhyun menggigit rotinya sambil membawa segelas susu di tangannya. Sedangkan Yoori dengan cekatan membenarkan dasi Kyuhyun dengan sempurna.
“Sudah rapi. Cha, kita berangkat”
“Tunggu aku menghabiskan ini”
***
“Apa yang membuatmu kemari appa?”
Tanya Kyuhyun tanpa basa-basi kepada Cho Yongwa- appanya. Tatapan Kyuhyun menggambarkan bahwa ia tidak menginginkan appanya datang ke kantornya. Ia tau, jika ayahnya pulang ke Korea dan menemuinya pasti ada yang tidak beres, Mengingat mereka tidak pernah akrap. Watak keras Cho Yongwa membuat Kyuhyun menjauhinya sejak kecil, bahkan hingga ibunya meninggal Kyuhyun tidak pernah menggantungkan hidupnya pada ayahnya. Bahkan saat ayahnya pindah dan menetap dengan istri barunya di Amerika, Kyuhyun sama sekali tidak ingin  menginjakan kakinya di sana.
“bukankah aku sudah menghubungimu jauh hari? Kau harus menerima tawaranku Cho Kyuhyun!” pria baya yang memiliki mata tajam ini melempar map berkas di atas meja kerja Kyuhyun.
Kyuhyun membuka satu demi satu lembar berkas yang diberikan ayahnya. Kyuhyun membuang nafas berat, mengusap mukanya dengan kasar. Menatap tajam mata sang ayah, dengan menggepalkan tangan di atas mejanya.
“baiklah, aku akan Menikah dengan Kim Rena”
TBC

Fc Populer:

%d blogger menyukai ini: