Beautiful Wedding Part 2 (END)

0

Tittle                            : Beautiful Wedding Part 2

Author                         : Chiezchua

Main Cast                    : Cho Kyuhyun, Park Hyo Reen

Category                   : Romance, Marriage Life, Chapter, NC 21+

Disclaimer                   : This Story Is Mine, Pure My Imagination, All Right Reserved, No  Plagirism. No Copying Without Permission.

Hai hai masih inget gak sama FF Sweet Honeymoon yg pernah posting juga di blog ini?, kali ini aq bawa before story KyuReen pas Pernikahan mereka, FF ini juga sudah pernah aku posting di wep pribadiku ya.

Sebelumnya maaf kalau baca story ini mungkin kalian agak bingung sama alurnya soalnya disini hanya menceritakan Part saat pernikahan mereka saja. Jika berkenan kalian bisa menemukan story mereka yang lain  di wep pribadiku chievachiezchua.wordpress.com .  Semoga ada yang suka dengan ff ini,  kalau tidak suka mohon jangan bash, cukup tekan tombol back saja. Ok! terimakasih.

Sorry for typo and Happy Reading!!

.

You mean so much to me, I want the world to see,

I love you best explains how I feel for you. ~ Because Of You ‘Keith Martin’

Kau sangat berarti bagiku, Kuingin seluruh dunia tahu .

Kalimat ‘aku mencintaimu’ sungguh mewakili perasaanku padamu.

***

Kyuhyun mendudukkanku pada kursi yang tidak jauh dari tempat kami berdiri. Apa yang akan ia lakukan?

Kyuhyun naik ke atas teater mini yang berjarak tidak lebih dari lima belas meter di depan kami. Mengintrupsi beberapa pemain biola yang mengalunkan nada-nada indahnya di atas teater mini tersebut.

“Mohon perhatiannya sebentar bagi seluruh para undangan yang hadir di pesta ini, aku Cho Kyuhyun, mengucapkan banyak terimakasih atas kehadiran dan ucapan selamat serta do’a yang kalian berikan. Dan kali ini aku meminta waktunya sebentar, izinkan aku menyanyikan sebuah lagu untuk ratu di pesta malam ini, dialah istriku Cho Hyo Reen ”

Kyuhyun bersiap, duduk dibelakang grand piano berwana putih.

Ya Tuhan! Benarkah ia akan bernyanyi. Seperti apa suaranya. Siapa yang berani menabuh drum disaat yang tidak tepat ini, Jantungku berdegup kencang menanti bait-bait lirik yang akan ia suarakan. Kudengar suara dentingan piano sebagai nada pembuka saat Kyuhyun manarikan jemarinya di atas tut-tut piano.

If ever you wondered, If you touched my soul

Yes you do

Since I met you I’m not the same, You bring life to everything I do

Just the way you say hello, With one touch I can’t let go

Never thought I’d fall in love with you

Jika kau bertanya-tanya, Apakah kau tlah menyentuh jiwaku

Ya kau melakukannya

Semenjak berjumpa denganmu aku tak sama lagi, Kau memberi nyawa pada segala yang kulakukan

Sekedar caramu menyapaku, Dengan satu sentuhan tak bisa kulupakan

Tak pernah kukira akan jatuh cinta padamu

Aku membekap mulutku tidak percaya dengan semua yang aku dengar, rasa haru melingkupi sekujur tubuhku membuat semuanya terasa kaku, tanpa kusadari buliran-buliran bening jatuh mengalir di kedua pipiku. Hatiku benar-benar tersentuh mendengar lirik-lirik melodi yang ia nyanyikan. Apalagi suara Kyuhyun terasa begitu indah menyapa siapapun yang mendengarnya.

Because of you my life has changed, Thank you for the love and the joy you bring

Because of you I feel no shame, I’ll tell the world just because of you

You captured something inside of me, You make all of my dreams come true

I Love You best explains how I feel for you.

Karenamu hidupku berubah, Terima kasih atas cinta dan kegembiraan yang kau bawa

Karenamu aku tak merasa malu, Kan kukatakan pada dunia semua itu karenamu

Kau mengambil sesuatu dalam diriku, Kau membuat semua mimpiku menjadi nyata

Kalimat ‘aku mencintaimu’ sungguh mewakili perasaanku padamu.

Kehidupan seperti apa yang ia miliki dulu, Ya! Tuhan, benarkah aku memiliki penguruh besar padanya. Sunggu sampai detik inipun aku merasa belum melakukan apapun untuk membuatnya bahagia, mengapa ia begitu berlebihan?. Tanpa kusadari pipiku merona akibat sorakan para tamu undangan yang menggoda kami. Namun Kyuhyun tidak mau berhenti ia tetap melanjutkan lirik-lirik melodi selanjutnya.

The magic in your eyes, True love I can’t deny

When you hold me, I just lose control

I want you to know, That I’m never letting go

You mean so much to me, I want the world to see

It’s Because Of You

Sihir di matamu, Cinta sejati yang tak bisa kupungkiri

Saat kau mendekapku, Aku hilang kendali

Kuingin kau tahu, Bahwa aku takkan pernah melepaskanmu

Kau sangat berarti bagiku, Kuingin seluruh dunia tahu

Semua ini karenamu

~ Because Of You ‘Keith Martin’~

***

Kyuhyun Side

Pesta baru saja usai beberapa menit yang lalu, malam ini merupakan puncak dari kebahagiaanku dan aku yakin di hari-hari berikutnya akan lebih banyak lagi kebahagiaan yang menanti kami. aku dan Hyo Reen menginap di sebuah resort pribadiku yang tidak jauh dari bibir pantai. Begitu pula para undangan yang lain. Mereka semua menginap di salah satu hotel milikku yang berjarak beberapa meter saja dari resort ini. Baru akan kembali ke Seoul besok pagi, mengingat hari sudah semakin larut.

“Apa kau menyukainya?” melempar sembarang arah jas yang kupakai, menyisakan kemeja yang melekat di tubuhku serta menggulung lengannya hingga siku kemudian melepaskan kedua kancing teratas. Ahh! Aku mendesah lega karena leherku sudah terbebebas, merasa tidak tercekik lagi. Ikut bergabung dengan Hyo Reen, menghempaskan tubuhku pada sandaran sofa, duduk disamping istriku.

Cho Hyo Reen. Kini dia telah resmi menjadi milikku, dan aku bisa melakukan apapun padanya sesuka hatiku. Sudut bibirku terangkat sebelah membayangkan Hyo Reen yang mendesah nikmat dibawah kuasaku. Holy shit! hanya membayangkannya saja sudah membuat selangkanganku mengeras. Singkirkan pikiran mesummu itu Cho Kyuhyun. Aku menggeleng kuat Tch! Tapi sayangnya tidak bisa.

“Bagian mana yang kau maksud?” , Hyo Reen menatapku lekat. Tidak mengerti dengan apa yang kumaksud. Aish! gadis ini benar-benar membuatku gemas. Haruskah aku bertanya panjang lebar padanya.

“Pesta yang kubuat.”

“Lagu yang ku nyanyikan.”

“Haruskah aku menyebutkan semuanya satu-persatu padamu?” aku menunggu cukup lama sebelum ia mulai membuka suaranya. Apa yang sebenarnya ia pikirkan.

“Kau tahu, aku tidak memiliki satu katapun untuk mengungkapkan apa yang ku rasakan saat ini.”

“Baiklah, mungkin kau terlalu bahagia.” Jawabku sekenanya, aku tidak tahu apa yang ia rasakan saat ini. Hyo Reen sepertinya sangat sulit mengungkapakan apa yang ia rasakan. Tampak acuh, Hyo Reen hanya membulatkan mulutnya membentuk huruf ‘o’ menanggapi ucapanku. Aku memutar otakku keras, berusaha mencari obrolan yang cukup menyenangkan agar bisa berbicara lebih lama lagi dengan Hyo Reen.

Memang seperti inilah saat kami hanya berdua saja, hawa canggung selalu melingkupi atmosfir diantara kami meskipun aku sudah berusaha berbicara banyak padanya. Mungkin karena kami memang baru saja saling mengenal, meskipun kenyataannya aku dan Hyo Reen sudah resmi menjadi suami istri. Karena ini merupakan malam pertama kami maka aku putuskan untuk selalu mengodanya. Bersiaplah Cho Hyo Reen.

“Sampai kapan kau akan duduk disini menggunakan gaun itu, apa kau ingin terlihat seperti pengantin baru di drama-drama romantis yang menunggu sang pria membukakan gaun itu untukmu dengan alasan kau tidak bisa melakukannya sendiri?”. pipi Hyo Reen merona seketika mendengar penuturan konyol dari mulutku. Demi apapun aku tidak akan menolak jika disuruh menanggalakan semua kain yang melekat pada tubuhnya. Tapi tunggu dulu, rona seperti ini terlihat berbeda dari sebelum-sebelumnya. Apa mungkin…. ?

“Ya! Cho Kyuhyun, Jika aku bisa menaggalkannya, sudah kulakukan sejak tadi.” Hyo Reen mendengus seraya melipat kedua tangannya di depan dada. Mengabaikanku yang saat ini tengah menikmati wajah kesalnya karena satu langkah sudah berhasil menggodanya.

Aku terkikik geli sekaligus merasa gemas menikmati pemandangan bibir mengerucutnya. Bolehkah aku mengecupnya saat ini juga?

“Ikutlah denganku lebih dulu.” Aku menarik lengan Hyo Reen. Tapi tak seinci pun gadis itu menggeser pantatnya dari sofa. Aku sudah tidak sabar tentu saja. tanpa peringatan kuletakkan lenganku di bawah punggung serta lututnya, membopongnya ala bridal style. Aish! gaun lebar ini benar-benar merepotkanku. Aku harus berjalan berhati-hati saat menaiki tangga agar tidak menginjak juntaian gaun Hyo Reen yang terseret di lantai. Gadis ini sedikit memberontak dalam dekapanku, merasa tidak nyaman mungkin. “Turunkan aku Cho, aku bisa berjalan sendiri.”

“Kau akan kesulitan menaiki tangga dengan gaun selebar ini, diam saja dan turuti aku.” Seketika itu juga Hyo Reen diam tidak mengeluarkan suaranya sedikitpun hingga langkahku berhasil menginjak anak tangga terakhir dan kini kami berdua sudah berada di lantai dua dan berdiri di depan pintu sebuah kamar satu-satunya yang ada di lantai ini.

“Aku akan menunjukkan sesuatu padamu.”

***

Hyo Reen Side

Apa yang ingin ia tunjukkan, aku penasaran dengan sesuatu yang ada dibalik pintu ini?, pria ini selalu pintar membuatku terpana dengan semuanya, kejutan-kejutan yang ia berikan hampir delapan puluh persen tidak pernah terfikirkan dalam otakku. Tapi untuk kali ini sepeertinya aku bisa menebaknya. Mungkinkah ia akan menunjukkan kamar pengantin kami. Ya! Tuhan, hampir saja aku melupakan fakta bahwa ini adalah malam pertama kami. Aku merasakan tubuhku memanas seketika di ikuti dengan pipiku yang pasti sudah merona saat ini. sejak kapan Park Hyo Reen punya pikiran semesum ini?

“Jika kau ingin melihatnya bukalah lebih dulu.”  tanganku terulur menyentuh gagang pintu. Perlahan aku membukanya. Sedikit mengintip kedalam sebelum pintu sialan di depanku ini terbuka lebar sepenuhnya. Dan persis sepert dugaanku. Ini memang kamar pengantin kami.

Tapi semua yang ada di dalamnya sangat jauh berbeda dengan apa yang di dalam fikiranku. Kamar ini terlihat begitu indah , warna putih kembali mendominasi berpadu dengan warna merah cerah kelopak bunga mawar yang bertebaran di atas ranjang king size. Melihat pemandangan indah ini membuatku tiddak rela untuk menidurinya. Bolehkah pengantin baru tidur di atas sofa saja, karena tidak tega merusak kamar pengantinnya. Tch! Sungguh pertanyaan konyol?

“Apa kau menyukainya?” sekali lagi aku mendengar pertanyaan serupa dari bibir Kyuhyun. aku mendecak kesal. Harus berapa kali ia menanyaakan hal itu?. seorang presdir dari perusahaan ternama apakah tidak bisa menganalisanya sendiri. Sudah pasti wanita manapun akan terkagum-kagum mendapati perlakuan istimewa darinya seperti ini, apalagi aku yang notabene gadis biasa, bagaikan mimpi bisa menikmati semua keindahan ini. Bohong besar jika aku mengatakan tidak menyukai apa yang telah ia lakukan. Jantungku serasa ingin meledak akibat perasaan bahagia yang membncah dalam diriku hingga aku tidak mampu menyuarakan apapun isi hatiku sebenarnya. Benar-benar memusingkan.

“Jika aku berkata iya, apakah kau bersedia melepaskan resleting gaunku?”

“Apa kau sengaja ingin menggodaku?”

“Aku tidak sedang menggodamu tuan cho.”

“Apa kau akan tahu akibatnya jika aku melihat punggung mulusmu itu.”

“Tentu saja, karena aku tidak punya pilihan.” Selalu seperti ini. dan sialnya ia dua kali lipat lebih semangat untuk menggodaku.

“Apa ini sebuah persetujuan?”

“Jika aku mengatakan tidak setuju apa kau akan berhenti.”

“Tentu saja tidak, apa kau menyadari sejak di altar tadi aku sudah ingin memiliku seutuhnya.” Dengan satu dorongan ringan, Kyuhyun berhasil menghempaskan tubuhku ke atas kasur dengan posisi menelungkup. Semerbak aroma bunga mawar menyapa indera penciumanku. Terasa begitu menenangkan.

“Bersiaplah karna aku akan membukanya secara perlahan.” suaranya terdengar begitu serak seperti ada sesuatu yang menyangkut di tenggorokannya. Ya! Tuhann haruskah malam ini kami benar-benar melakukannya. Bukankah masih ada hari esok. Saat ini saja tulang-tulangku serasa dilolosi, apalagi nanti saat ia…..

Sial! Andai saja aku bisa membuka sendiri gaun sialan ini pasti Cho Kyuhyun tidak akan bisa memanfaatkan situasi. “Lakukan dengan cepat Cho, aku ingin mandi. ” Kyuhyun benar-benar sialan. Resleting ini terasa begitu panjang hingga puluhan meter karena jemari Kyuhyun yang bermain di atasnya tidak mau berhenti. Telapak tangannya begitu hangat menyentuh punggungku.

“Kita mandi bersama besok pagi saja sayang, heumm.” Tamatlah sudah tidak ada alasan lain untukku menolaknya malam ini. siapapun disana bisakah kalian menolongku agar bisa terlepas dari jeratan pria mesum ini?.

Kurasakan sesuatu yang lembut dan basah, menari-nari di atas punggungku yang entah sejak kapan sudah terekspos sepenuhnya. Bagian atas gaunku sudah mengumpul di pinggang akibat tarikan nakal Kyuhyun. sial ! bibirnya saja sudah membuatku melayang. Apa yang harus kulakukan.

Kyuhyun membalikkan posisi tubuhku menjadi terlentang di bawahnya. “Kau sangat indah,” Suaranya semakin terdengar serak. Holy shit! posisi seperti ini membuatku sangat malu. Setengah naked di depan seorang pria untuk yang pertama kali. Apa yang harus kulakukan untuk menyembunyikan rona merah ini. Meneggelamkannya di lautan ataukah menjatuhkan diri dijurang. Ahh! Tidak mungkin, itu semua terlalu ekstrim.

“Bolehkan aku merobek saja gaun sialan ini?”

“Jika kau melakukannya, aku tidak akan mengizinkanmu merobek sesuatu yang ada di balik gaun ini.” yang benar saja, merobek gaun seindah ini tidak akan pernah ku izinkan. Bagaimanapun juga aku sangat menyukainya karena ini adalah pemberian darinya. Tapi kanapa malah Kyuhyun sendiri yang tidak menghargainya. Park Hyo Reen kau melupakan fakta bahwa lelaki di atasmu ini memiliki banyak uanag yang bisa membelikannmu ratusan gaun serupa, seperti yang kau inginkan.

Kedua alisnya saling bertaut. Kyuhyun masih diam dengan posisi sebelumnya, menindih tubuhku dengan satu tangan yang ia tumpukan di samping kepalaku. Aku terkikik geli melihat ekspresi bingungnya. Sedangkan tangannya yang lain terulur seperti ingin menyentuh belahan dadaku. Tapi mengapa ia terlihat ragu?

“Apa kau keberatan jika aku melanjutkannya, cepat katakan sebelum aku lepas kendali.” Kyuhyun terlihat frustasi. Ya! Tuhan apakah ia salah mengartikan perkataanku tadi. Sesuai dengan janjiku untuk menjadi istri yang baik tentu saja aku tidak akan pernah menolak keinginannya.

“Aku tidak akan pernah keberatan jika kau melakukannya dengan pelan Cho.”

“Baiklah kalau itu maumu, malam pertama ini kita akan berlari santai saja.”

“Heeiish kau fikir ini perlombaan lari?”

“Mungkin bisa dibilang seperti itu, aku akan membuatmu merasakan sensasi puas dan begitu melelahkan.” Tch! Pria ini benar-benar.

“Kau sungguh tidak adil.” Aku mendelik ke arahnya.

“Apanya, bukankah aku akan membuatmu puas?”

“Lihat sendiri tubuhmu.” Aku membuang muka ke arah lain, dengan kedua tangan saling menyilang di depan dadaku. Berusaha menyembunyikan milikku yang sama sekali tidak berhasil kututupi. Aku yang setengah naked seperti ini dan dia masih berpakain lengkap. Tidak bisa di biarkan. Dari ekor mataku aku bisa menangkap senyuman penuh arti dari Cho Kyuhyun.

“Apa kau ingin melakukannya untukku atau aku yang melepasnya sendiri.” Pertanyaan konyol, tentu saja aku malu meskipun hanya untuk mengatakan dua huruf seperti kata ‘ya’. aku masih diam, tetap membuang muka ke arah samping, berpura-pura mengacuhkannya.

“Baiklah jika kau tidak mau aku akan melakukannya sendiri.”

Kyuhyun segera turun dari ranjang, menaggalkan segala apapun yang melekat pada tubuhnya. Tidak sampai satu menit ia sudah kembali akan merangkak di atas tubuhku. setelah berhasil meloloskan gaun sialan ini beserta celena dalamku sekaligus. gerakannya begitu cepat membuat kepalaku pening.

“Aku suka ini.” Kyuhyun menyentuhkan telunjuknya pada bibirku, kemudian mengecupnya ringan. Hanya sebuah kecupan, tidak ada lumatan setelahnya. Tapi semua itu justru membuatku semakin bergairah. Dan menginginkan lebih.

Dan apalagi ini…?, Kurasakan oksigen disekitarku semakin menipis akibat ulahnya. bukti gairah Kyuhyun dibawah sana sedang bermain-main di atas permukaan kewanitaanku. Aku tidak bisa membalas perlakuannya karena tubuhku benar-benar terkunci di bawah kuasanya. Tubuh kami saling menempel tanpa penghalang apapun. Sengatan-sengatan listrik statis itu mulai kurasakan saat Kyuhyun kembali menggerakkan miliknya di bawah sana. membuatku tidak tahan. “Ouucchh.” Desahan sialan itupun lolos dengan sempurna dari sela bibirku. Bukti gairah cintaku telah meluber membasahi milik Kyuhyun dan selangkanganku. Seiring dengan rasa nikmat yang kurasakan.

“Aku suka mendengar desahanmu sayang, mendesah lagi dan sebut namaku”

Satu kecupan lagi kudapatkan dileherku, Kyuhyun mendiamkan bibirnya cukup lama di sana, memberikan tanda kepemilikannya.

“Cho…!”

“Ada apa sayang.”

“Apa kau tidak ingin masuk?” persetan dengan urat malu, aku sudah memotongnya saat Kyuhyun berhasil menelanjangiku. Pria ini begitu pintar menggoda, membuat tubuhku bergejolak layaknya air bah yang siap menerjang kapan saja.

Kedua sudut bibir Kyuhyun tertarik ke atas membentuk senyuman menawan. Astaga! paru-paruku semakin sesak jika terus menerus disuguhi pemandangan seindah ini.

“Aku ingin melakukannya pelan-pelan sayang, sesuai dengan keinginanmu.” Satu kecupan lagi mendarat di keningku. Kuraskan hembusan nafas Kyuhyun terasa begitu hangat di permukaan kulitku. Membuatku merasa nyaman dan benar-benar di sayangi. Cho Kyuhyun kau membuatku gila.

“Kalau begitu sekarang cepat masuki aku.”

“Kau yakin, kurasa kita belum cukup banyak melakukan foreplay.”

“Cepat masuk atau aku akan berubah pikiran.” Astaga! ada apa dengan bibir ini, semua kinerja tubuhku seolah menghianati fikiranku. Kenapa aku jadi se-agresif ini?, entahlah! Otakku memnag sedang tidak sejalan denga tubuhku untuk saat ini. yang aku tahu hanyalah tubuhku saat ini merasa penasaran seperti apa sensasi saat milik Kyuhyun masuk kedalam kewanitaanku.

“Ya Tuhann!, kau membuatku tercengang Reen-ah, baikalah dengan senang hati aku akan mengabulkan keinginanmu.”

“Ini akan terasa sedikit sakit, tapi aku akan melakukannya dengan lembut.” Kupejamkan kelopak mataku sebagai tanda persetujuan untuknya.

“Sepertinya kau sudah cukup basah sayang.”

Kurasakan milik Kyuhyun di bawah sana perlahan-lahan mulai memasuki milikku, sedikit demi sedikit membuka lipatan-lipatan tubuhku yang masih tertutup rapat belum terjamah oleh siapapun. Kyuhyun lah orang pertama hingga akhir yang akan menyentuhku. Aku yakin itu.

Otot-otot kewanitaanku saling berkedut seolah ingin menutup kembali saat benda tumpul milik Kyuhyun ingin memasukinya lebih dalam. Terasa perih memang, tapi aku akan tetap bertahan demi Cho Kyuhyun, rasa sakit ini tidak sebanding dengan apa yang telah ia berikan padaku.

“Uhhh! Kau sangat sempit Reen-ah.”

Melingkarkan lenganku pada punggunya semakin menempelkan tubuh bagian atas kami. Begitu pula dengan kakiku yang ikut melingkar di pinggangnya, membuat milik Kyuhyun masuk lebih dalam pada tubuhku. Tubuh kami saling menempel begitu pula dengan peluh yang sudah melebur menjadi satu. “Ahhh!! Kau membuatku gila sayang, baiklah tinggal sedikit lagi, ini yang terakhir kali.”   Kyuhyun menyentakkan miliknya kuat, tubuhku ikut berjengit akibat rasa perih yang mendera di selangkanganku.

“Apa sangat sakit?” nada khawatir begitu terdengar jelas dari suara Kyuhyun. Aku tersenyum menanggapinya. Pria ini begitu penyayang. Aku sangat bersyukur karena Tuhan telah mempertemukan kami.

“Sakit sekaligus lega.” Jawabku jujur. Lega karena sesuatu yang berharga milikku telah berhasil didapatkan oleh suamiku sendiri.

“Aku akan diam, sampai rasa sakitmu mereda.” Kyuhyun mendaratkan bibirnya pada dahi, kemudian di kedua mataku. Semakin kebawah mencapai hidung dan berakhir pada bibirku. Kali ini ciuman yang ia berikan sangat berbeda dari sebelumnya, Kyuhyun melumat bibirku, menghisapnya kuat atas dan bawah secara bergantian, ciuman kami semakin memanas saat aku membalas lumatanya dan sedikit memberikan celah pada lidahnya agar bisa mengeksplorasi ke dalam mulutku.

Sesaat kemudian ia melepaskan pagutanya. Aku terengah-engah, nafasku putus-putus akibat minimnya pasukan udara yang masuk ke dalam paru-paru ku. Ciuman Kyuhyun benar-benar memabukkan, bohong jika aku mengatakan tidak menyukainya. ”Ma’af aku tidak bisa menahan untuk tidak melumat bibirmu.” Ia malah meminta ma’af disaat aku menikmati semua perkuannya.

Tubuh kami masih saling menempel, tapi tidak ada suara apapun di sekitar kami. Aku merasa bersalah karena telah membuat Kyuhyun menahan keras gairahnya. Apa yang harus ku lakukan?, pertanyaan serupa selalu terngiang di kepalaku.

“Bergeraklah Cho, sesuka hatimu.” Sedikit menggerakkan pinggulku, mencoba menggodanya.

“Benarkah, apa nanti tidak menyakitimu?” menggelengkan kepala. Berusaha meyakinkannya bahwa aku baik-baik saja. “Aku sudah tidak merasa sakit.”

“Baiklah, katakan padaku jika nanti kau merasakan sakit, arra!.” Mengecup bibirnya sebagai tanda aku menyetujui perintahnya.

Kyuhyun mulai bergerak, menarik miliknya perlahan kemudian menghujamkannya lagi ke dalam milikku, seperti itu terus dengan tempo yang berbeda-beda. Jemari-jemari nakalnya berlarian pada permukaaan tubuhku yang bisa ia jangkau dimana aja. Namun lebih sering ia menghinggapkan ibu jari dan telunjuknya pada nipple ku, salah satunya membuat gerakan memelintir. Sedangkan mulut sialannya tidak berhenti menggoda nipple ku yang lain. Membuatku semakin dihempaskan di awang-awang.

Jemariku sendiri meremas kain seprai yang berada di sisi tubuhku, tidak kuat merasakan siksaan kenikmatan yang Kyuhyun berikan. Aku mereasakan sesuatu akan meledak dari dalam tubuhku. tapi aku menahannya, tidak ingin puncak kenimatan itu ssegera berakhir. Aku masih ingin merasakan milik kyuhyun di dalam tubuhku lebih lama lagi. Menggigit bibir bawaku berusaha keras meredam gairahku yang akan meledak sebentar lagi

Tanganku terulur berusaha membingkai wajahnya, mendongakkan wajahnya agar menatap padaku.

“Ada yang ingin kutanyakan, Ouuch!” gerakan Kyuhyun tidak berhenti dibawah sana.

“Apa sayang?” Kyuhyun kembali mengecup bibirku sekilas. Namun gerakannya di bawah sana tetap teratur. Sepertinya dalam waktu dekat ini, dia belum akan mencapai klimaknya.

“Mengapa kau memilih hari ini untuk pernikahan kita. Ouuch !” Desahanku kembali lolos  akibat Kyuhyun tidak mau berhenti mengerjai tubuhku.

“Karena tanggal 11 …….. Arghh!”.  Kyuhyun menggantungkan kalimatnya. Sibuk dengan erangannya sendiri.

“Apa?” tanyaku cepat.

“Aku akan sampai sayang, tunggulah sebentar.” Kyuhyun menggerakkan miliknya semakin cepat, akupun pasrah dan ikut mengimbangi gerakannya. Gairah tertahan itupun kembali muncul di permukaan saat Kyuhyun menyentakkan begitu kuat miliknya di dalam tubuhku. Astaga! ini benar-benar nikmat.

.

.

.

.

.

“Arggg!, Shhh, Reen-ah.” Kyuhyun mengerang keras seiring pelepasan itu terjadi. Sedetik kemudian aku pun merasakan hal yang sama, ikut menyusul Kyuhyun. Puncak kenikmatan itu berhasil kuraih. Milikku berkedut kuat akibat tubuh Kyuhyun yang tertanam di dalam tubuhku terasa semakin mengeraa saat ia mengosongkan tubuhnya, menanamkan seluruh benihnya untukku. Milikku terasa begitu hangat merasakan bukti gairah cintanya memenuhi milikku, perutku serasa digelitiki saat sel sel sperma Kyuhyun berlarian menuju ke rahimku. Jadi seperti inilah rasanya. Sungguh begitu nikamat tidak ada satupun kata yang mampu nutuk mendiskripsikan ini semua.

Kyuhyun berbaring menyamping seraya mendekap tubuhku. sedangkan kontak kami masih tetap menyatu di bawah sana. “Apa kau lelah?” aku mengangguk seraya memejamkan mata. Ini pertama kali bagiku, tentu saja aku tidak menyangka jika efeknya sehebat ini. Mengantuk setelah bercinta. Apakah semua orang merasakannya?

“Tidurlah, aku akan menjawab pertanyaanmu besok.” Itulah kata terakhir yang aku dengar sebelum kesadaranku benar-benar menghilang. Kemudian terlelap kedalam mimpi yang indah.

***

Tidur dengan posisi yang sama sepanjang malam, tidak membuatku merasa kram sama sekali, akibat milikku yang masih tertanam sempurna di dalam tubuh Hyo Reen, begitu hangat kurasakan. Kulirik jam weker yang berada di atas nakas jarum jam tepat menunjukkan pukul sebelas lewat lima belas menit. Ini sudah hampir tengah hari tapi Hyo Reen masih tetap bergelung dalam dekapanku. Aku terkekeh kecil saat mengingat bagaimana moment percintaan kami semalam, yach! Aku harus menahan mati-matian gairah terpendamku agar tidak menyakiti Hyo Reen, tapi entah mengapa saat dipuncak kenikmatan, semua itu terasa lebih puas.

Sampai kapan wanita ini akn tertidur. Lensa mataku tidak pernah lepas dari wajahnya. Saat tidur seperti ia terlihat begitu manis. Semakin mengeratkan dekapanku pada tubuhnya. Sialnya! apa yang kulakukan justru membuat Hyo Reen menggeliatkan tubuhnya. Dan sesuatu di bawah sana tentu ikut bergerak. Berakibat fatal pada milikku dibawah sana yang terasa kembali menegang. Haruskah lagi?

Kelopak mata Hyo Reen mengerjab-ngerjab perlahan, mecoba menyesuaikan pencahayaan yang semakin terang akibat sinar mentari telah meninggi di atas sana. masuk dari sela-sela ventilasi kamar ini.

“Jam berapa sekarang?” suaranya masih terdengar serak tapi sexy dan aku menyukainya.

“Hampir jam dua belas.” Jawabku jujur. Memang iya kan.

“APA!!!” dengan terpaksa aku harus menutup telinga mendengar teriakannya. Hyo Reen membangkitkan tubuhnya secara tiba-tiba membuat kontak tubuh kami terlepas begitu saja. Aku mendesah saat merasakan kehilangan. Milikku sudah tidak terasa hangat lagi.

“Ya! Tuhan , kenapa kau tidak membangunkanku?” Hyo Reen mendelik ke arahku. Aku hanya mengendikkan bahu tidak peduli. “Wajar saja jika pengantin baru bangun kesiangan.”

“Lalu bagaimana dengan…..?” Hyo Reen mengantungkan kalimatnya. Tapi aku mengerti apa yang ia maksud.

“Kurasa meraka semua sudah kembali ke Seoul sejak tadi pagi.”

“Astaga! aku tidak pernah bangun sesiang ini.”

Hyo Reen melompat turun dari tempat tidur seraya menarik selimut tipis dan membungkus tubuhnya, tapi ia masih diam, hanya berdiri. Tidak beranjak sedikitpun dari posisinya saat ini.

“Ada apa?” tanyaku polos. Tentu saja aku tahu apa yang istriku ini rasakan.

“Kaulah penyebabnya dan masih bertanya tuan Cho.”

Aku terkekeh geli. “Baiklah, aku akan menggedongmu hingga kamar mandi, dan sebagai imbalannya kita akan mandi bersama.”

Hyo Reen membulatkan matanya. Namun tetep melingkarkan lengannya pada leherku. Akupun mengambil kesempatan mencuri morning kiss darinya. Meskipun sebenarnya ciuman ini tidak bisa diartikan demikian mengingat matahari sudah meninggi.

Aku menuruni anak tangga menuju ke kamar mandi yang ada di bawah, langkahku begitu perlahan-lahan agar moment ini tidak segera berakhir. Yach! Aku menyukai memandang wajah Hyo Reen dengan posisi seperti ini, karena aku bisa leluasa menatap kedalam matanya.

Aku menurunkan tubuh Hyo Reen pada jacuzzy yang di penuhi kelopak mawar dengan aromatherapi lilac yang aku tahu dari aroma parfum Hyo reen yang sering dipakainya. Pasti dia menyukai aroma tersebut. Akupun ikut masuk ke dalamnya dan ikut berendam bersama Hyo Reen.

“Bagaimana kau menyiapkan semua ini?”

“Itu tidak penting.” Jawabku asal. padahal kemarin aku sengaja menyuruh pegawai restroom untuk menyiapkan ini semua untuk pagi ini, aku bersyukur air dalam jacuzzy ini masih hangat. Mengingat kami berdua bangu terlalu siang.

“Kalau seperti ini aku tidak akan mandi dan hanya menatap ke arah luar saja memandangi keindahan laut. Apa tidak ada orang yang akan lewat di sana.” Telunjuk Hyo Reen menempel pada dinding kaca di depan kami, tapi apa yang ia maksud adalah sesuatu yang jauh diluar sana.

“Tidak akan, karena aku sudah menyewa tempat ini.”

“Berapa uangmu tuan Cho, aku akan ikut membayarnya.”

“Kau tidak usah berfikir sejauh itu, kau cukup membayarnya dengan ciuman”

“Kau menyebalkan, selalu melakukan apapun sesuka hatimu, dan lagi hilangkan fikiran mesumu itu”

“Tapi kau menyukainya bukan.”

“Bodohnya, memang iya.”

“Kau terlalu jujur.”

Aku menarik tubuh Hyo Reen, sebelum ia melayangkan protesnya padaku. mendudukkannya di pangkuanku, kemudian mendekap tubuhnya dari belakang. “Apa kau masih ingin tahu jawaban semalam.” Aku berbisik di samping telinganya.

Hyo Reen mengerutkan keningnya seolah sedang berfikir keras mengingat sesuatu. Setelah itu ia mengangggukkan kepalanya. Samar-samar Aku dapat meihat bayangan ekspresi penasarannya pada cermin yang berada di depan kami.

“Karena 11 adalah tanggal spesial saat kau pertama kali menghirup udara di dunia ini, dan begitu pula Februari merupakan bulan saat aku dilahirkan, kau ingat saat pertemuan kita dan aku langsung melamarmu hari itu juga?” Hyo Reen hanya mengangguk sekilas.

3 Februari dan 11 Maret , tanggal 3 saat aku melamarmu, tanggal 11 saat kita menikah. Apa kau tidak merasa tanggal lahirku dan bulan lahirmu menunjukan arti yang sma?”

“Aku tidak mengerti.”

“Ya! Tuhan, baiklah aku akan menjelaskannya, dengarkan baik-baik.”

“Februari dan 11, bukankah ada indikasi kesamaan diantaara keduanya, Februari menunjukkan angka 2 sedangkan 11 jika disandingkan akan mengartikan bilangan 2 juga.”

“ Sedangkan 3 dan maret, bukankah itu juga sama?”

“Itu artinya kita memang ditakdirkan untuk bersanding bersama anak-anak kita kelak.”

“Astaga! kau bisa berfikir sejauh itu?”

“Aku ini pintar, tentu saja bisa.”

“Tapi tunggu dulu, 11 = 2 menjadi 3, menurutku ini teori matematika yang sungguh aneh, tapi aku mengerti maksud di dalamnya, eummm, bukankah itu berarti kita hanya memiliki satu anak, eummm bukankah itu berarti kita hanya memiliki satu anak, aish! aku tidak setuju.”

“Aku juga, sepertinya lebih baik kita memilih tanggal lahirmu saja untuk menentukan jumlah anak kita,”

“Yang benar saja, aku tidak mau, bagaimana nanti cara mngeluarkan mereka semua. Lebih baik bulan lahirmu saja. 2 anak sudah cukup bagiku.”

“Apa kau yakin”

“Tentu.”

“Kalau begitu bolehkah aku membuatnya lagi sekarang?”

“Yak! Cho Kyuhyun kau sudah membuatku lemas semalaman.”

“Tapi kau akan merasa segar jika melakukannya disini, ayolaahh!”

END

Fc Populer:

%d blogger menyukai ini: