[Oneshoot/NC21/Kyuhyun] Crazy

0
kyuhyun ff nc crazy 21
Author : queencyblooms
Title : Crazy
Category : NC-21, Oneshoot
Cast :
– Cho Kyuhyun
– Choi Siwon
– Kim Yura
Other Cast :
– Cho Minhyuk
– Shin Heesun
– etc.
Author’s note : Annyeong~ queencyblooms hadir kembali. Dan lagi-lagi saya bawa ff yang berkategorikan no-romance! Kkk~ emang sih disini ada kisah orang yang jatuh cinta tapi ga ada romancenya sama sekali. Apakah ada yang mengerti? ._. Haha maaf sebelumnya kalau pernah baca ff dengan kesamaan cerita. Ide yang sama itu wajar, yang pasti cara penyampaiannya yang berbeda. Bener toh? :3 Tapi ide ini murni dari otak saya kok, saya udah diskusiin sama beberapa temen dan ada salah satu yang bilang kalo dia belum baca dengan jalan cerita seperti ini. Ah saya pun tak tahulah, semoga saja begitu hehehe~ Langsung dibaca aja ya.

Happy Reading~!
8
“Semua hal ini membuatku gila.”
“Aku mengamini ucapanmu kalau begitu.”
“Aish saekkiya~!”
Dan pria yang baru saja mendapat pukulan dibahu kanannya itu hanya tertawa melihat wajah kesal temannya yang tampak sangat kesal. Mereka, -Choi Siwon dan Cho Kyuhyun- daritadi hanya duduk diatas trotoar sambil sesekali menyesap kopi panas yang mereka beli beberapa waktu lalu dari mesin. Kyuhyun sedikit mengumpat karena kopinya mulai dingin, padahal ini baru berselang sekitar sepuluh menit. Udara Seoul memang sangat dingin akhir-akhir ini.
“Memangnya ada apa lagi dengan adikmu?” lanjut Siwon. Sudah bisa ia tebak kalau Kyuhyun sudah begini, pasti tidak ada masalah lain selain menyangkut adiknya.
“Dia minta uang, dan terus saja begitu. Dia kira aku ini Direktur? Pengusaha? Artis? Dasar tidak tahu diri. Sudah tahu aku susah payah bekerja sebagai penjaga kedai soju dengan gaji yang tidak seberapa.”
Siwon hanya menganga sesaat seraya mengangguk-angguk. Ini sudah kali kesekian Kyuhyun menceritakan hal serupa. Adik Kyuhyun yang bernama Cho Minhyuk itu dinilai oleh Siwon memang kurang sopan santun. Beberapa kali Siwon berkunjung kerumah Kyuhyun, matanya secara tak sengaja menangkap berbagai pemandangan aneh disana. Minhyuk yang meracau karena mabuk berat, atau pernah juga Siwon memergoki Minhyuk sedang bermasturbasi di kamar mandi.
Malang sekali nasib teman seperjuangannya ini.
“Kau cari kerja lain saja.” Ucap Siwon kemudian setelah menghabiskan kopinya lalu melempar wadah kertas itu ke tempat sampah dibelakangnya.
“Kerja apa, Siwon-ah? Aku ini hanya tamatan senior high. Kau dan aku, sama saja.”
Siwon mengangkat bahu. Kenyataannya memang seperti itu, tapi Siwon sedikit beruntung daripada Kyuhyun. Siwon kini bekerja sebagai seorang bartender di bar. Bar yang tidak terlalu besar memang, tapi pendapatannya lumayan. Sekitar dua kali lipat dari pendapatan Kyuhyun di kedai soju.
“Jika saja Minhyuk tidak ada, aku rasa aku bisa santai saja menjalani hidup.” Kyuhyun menghempaskan wadah kopinya yang sudah kosong ke atas aspal. “Aish, kenapa Eomma melahirkan anak seperti itu??”
“Sudahlah.” Siwon menepuk pundak Kyuhyun yang menjambak rambutnya frustasi. “Menurutku, kalau sekali lagi Minhyuk berulah sebaiknya kau pindah saja kerumahku. Aku masih punya satu kamar kosong yang dulu ditinggali Yura.”
“Yura?” Kyuhyun merasa tertarik mendengar nama itu. Siwon tinggal dengan seorang gadis? Kenapa ia bisa tidak tahu?
“Hey, otak mesummu mulai lagi eo? Yura itu sepupuku! Lagipula aku sekarang tinggal dengan Appa, aku tidak mungkin macam-macam, bodoh!”
Kyuhyun tertawa karena Siwon bisa membaca ekspresi wajahnya. “Aku tidak pernah tahu kau memiliki sepupu bernama Yura.”
“Tentu saja. Dia masih senior high sekarang, saat kita sekolah dulu dia masih di sekolah dasar jadi wajar kau tidak mengenalnya. Kau paham ahjussi?”
“Oh, anak-anak rupanya~” Kyuhyun mengangguk-angguk.
“Jadi bagaimana tentang gagasanku, Kyuhyun-ah?” lanjut Siwon lagi.
“Akan kupikirkan.”
8
“Oppa~ kau datang juga.”
Telinga Kyuhyun dengan jelas menangkap suara nyaring seorang gadis saat ia baru saja masuk dan melepas sepatunya didepan rumah. Rumah Siwon. Hanya berkunjung karena teman satu angkatannya di senior high ini memaksanya untuk berkunjung, Kyuhyun belum berencana untuk tinggal.
“Yura, kau disini?”
Kyuhyun menggeser posisi tubuhnya yang berdiri dibelakang Siwon. Tubuh Siwon memenuhi pintu dan menghalangi jarak pandangnya pada gadis bernama Yura itu yang entah mengapa membuat Kyuhyun begitu penasaran hanya dengan mendengar suaranya saja.
“Aku datang membawa makanan untukmu dan Samchon. Tapi Samchon sedang tidur.” Yura tersenyum begitu manis setelah menyudahi kalimatnya.
“Omo~”
Kyuhyun terpaku melihat senyuman itu. Yura adalah gadis muda yang sangat cantik dan memiliki senyum memikat, kesan pertama Kyuhyun yang ia ucapkan dalam hatinya saat akhirnya ia dapat melihat wajah gadis itu tanpa terhalangi oleh bahu Siwon lagi.
Siwon yang sudah melangkah masuk dan mendaratkan telapak tangannya pada rambut Yura hanya terkekeh melihat senyum manis khas sepupunya itu. Yura tertawa sesaat lalu tawanya terhenti begitu menyadari ada sosok pria asing yang berdiri diam didepan pintu.
“Oppa, itu siapa?” bisiknya pada Siwon.
“Eo?” Siwon pun berbalik, lalu mendecak melihat Kyuhyun yang masih belum menyentuh kesadarannya. “Ya! Kyuhyun-ah, apa yang kau lakukan disana?”
“Hoo, namanya Kyuhyun.” Gumam Yura sambil mengangguk-angguk.
“Kyuhyun-ah!!” seru Siwon lagi yang seketika membuat Kyuhyun melonjak kaget.
“Aish, maaf. Aku-aku memikirkan adikku.” elaknya dan segera mengekor langkah Siwon. Melewati Yura yang memandanginya cukup lama, Kyuhyun hanya menunduk karena jujur saja tiba-tiba ia menjadi sangat gugup dengan tatapan itu.
“Aish, ada apa denganku?” rutuknya dalam hati.
“Kyuhyun ini teman akrabku semenjak senior high.” Ucap Siwon pada Yura saat mereka sudah duduk melingkari meja kecil ditengah ruangtamu. Yura tersenyum menanggapinya. Ditatapnya Kyuhyun cukup lama hingga pria itu menjadi kembali salah tingkah.
“Oppa?” Yura mengulurkan tangannya pada Kyuhyun tapi tak kunjung mendapat respon. Pria itu hanya menunduk diam. Hingga akhirnya sikut Siwon yang mendarat cukup menyakitkan diatas pahanya membuat Kyuhyun tersentak.
“Sombong sekali kau.” Desis Siwon.
“Enak saja.” Kyuhyun membalas tak terima.
“Annyeong, aku Kim Yura.”
Mengulurkan kembali tangannya, Yura lalu tersenyum saat tangan Kyuhyun menyambut uluran tangannya. Hanya beberapa detik.
“Cho Kyuhyun.” Dengan cepat Kyuhyun melepas uluran tangannya sebelum gadis didepannya ini merasakan tangannya yang mulai lembab karena gugup.
“Kyuhyun akan tinggal disini.” lanjut Siwon setelah menengguk teh hijau dan meletakkannya diatas meja.
Mata Yura sedikit membesar. “Ne? Ah johayo~ Kyuhyun oppa tinggal saja disini menemani Siwon oppa dan Kiho samchon. Aku sebenarnya ingin tinggal disini tapi Appa dan Eomma melarang karena aku masih sekolah.” Bibir Yura mengerucut.
“Sial.” Dada Kyuhyun seakan tertohok melihatnya. Demi apapun, wajah gadis ini sungguh memikat untuknya. Terlebih saat bibirnya yang kemerahan itu mengerucut seperti tadi.
Sedetik kemudian Yura menatap Kyuhyun. “Bagaimana, oppa?”
“E-eh…” Kyuhyun mengusap tengkuknya. “Akan kupikirkan.”
8
Tatapan tajam dari sepasang mata itu seolah tak ingin lepas dari sekumpulan empat remaja yang sedang tertawa sambil meracau tidak jelas disalah satu meja di kedai tempatnya bekerja ini. Pria ini mendengus, tatapannya yang tertuju tepat pada seseorang diantara remaja-remaja itu semakin tajam ketika mendengar namanya sendiri disebut dengan kata ‘brengsek’ dibelakangnya.
“Minhyuk..” desisnya geram. Sudah jelas dari nama yang ia ucap, adiknya duduk diantara mereka dan dalam keadaan mabuk yang sangat parah. Dan bodohnya, Kyuhyun baru beberapa menit yang lalu menyadari jika Minhyuk berada disana. Suasana kedai yang cukup ramai malam ini membuat Kyuhyun cukup sibuk.
Setelah cukup lama berdiam diri melayani beberapa pelanggan, akhirnya yang Kyuhyun nantikan tiba juga. Kedai mulai tampak sepi. Kyuhyun segera mengalihkan tugasnya pada rekannya yang lain. Tak ada yang akan ia lakukan kecuali menemui Minhyuk dan menyeretnya pulang tentu saja.
Kyuhyun melangkah kasar mendekati meja yang Minhyuk dan teman-temannya tempati, ia benar-benar tidak tahan. Kali ini Minhyuk sudah sangat keterlaluan.
“Minhyuk-ah, kajja pulang!” seru Kyuhyun seraya menarik tangan Minhyuk cukup kasar. Ketiga pemuda yang lain terdiam menyadari kehadiran Kyuhyun dengan wajah horror seperti itu.
“Aish, hyung…kau?” Minhyuk menepis tangan Kyuhyun. “Kau kerja saja sana! Nanti berikan uangnya padaku~ Hahaha”
Tinju Kyuhyun mengepal. “Dasar tidak tahu diri!”
Plak..plakk.. Berulang kali Kyuhyun melayangkan tamparan pada kedua pipi Minhyuk. Mengejutkan semua yang berada disana, tak terkecuali. Yang mengenal sosok Kyuhyun tentu saja tidak menyangka seorang Kyuhyun yang dikenal ramah bisa berlaku seperti itu, terlebih pada adiknya sendiri. Namun Kyuhyun sudah benar-benar muak pada Minhyuk yang sudah sepuluh tahun ini hidup bagai benalu dalam hidupnya.
Sepuluh tahun yang lalu, terjadi kecelakaan tragis kereta listrik di daerah Myeongdong yang menyebabkan 90% penumpangnya tidak terselamatkan, dan malangnya orangtua mereka termasuk diantara 90% raga yang sudah tak bernyawa disana. Semenjak itulah Kyuhyun harus berjuang sendirian sejak umurnya 17 tahun, tanpa bantuan dari Minhyuk sama sekali. Minhyuk tiba-tiba saja menjadi pembangkang, bahkan pria dengan usia 3 tahun dibawah Kyuhyun itu dikeluarkan dari sekolah karena hampir setiap hari berkelahi dengan teman sekelasnya.
Kyuhyun sudah muak.
Setelah puas mendaratkan tamparan pada Minhyuk hingga tangannya memanas, Kyuhyun kemudian menyeret Minhyuk keluar dari kedai. Menghempaskan tubuhnya diatas trotoar.
Beberapa orang menjadikan adegan ini sebagai bahan tontonan namun Kyuhyun tidak peduli.
“Bunuh saja aku, hyung!” Minhyuk mengusap sudut kanan bibirnya yang sedikit berdarah karena tamparan Kyuhyun.
“Membunuhmu? Setelah itu aku akan masuk penjara, begitu? Kau memang senang melihatku menderita!”
Minhyuk tertawa dan bergerak bangkit. “Diamlah!”
Ditatapnya Kyuhyun tajam. “Aku tidak suka punya hyung sepertimu, kau tahu! Eomma dan Appa selalu membelamu dan tidak pernah melihatku sama sekali! Kau kira enak hidup seperti itu? Bajingan.”
“Ya! Apa kau bilang?!” Emosi Kyuhyun meningkat semakin parah. “Itu salahmu sendiri kenapa kau tidak pernah menjadi anak yang baik, brengsek!”
“Jadi menurutmu..” Minhyuk terbatuk. “..kau yang paling baik di dunia ini, begitu? Wah Cho Kyuhyun hyung, kau besar kepala sekali ya~”
“Sial.” Kyuhyun menarik bagian atas dari kaos Minhyuk hingga lehernya sesak. Namun beberapa detik setelahnya, Minhyuk menepis tangan Kyuhyun dengan kuat hingga Kyuhyun terjatuh dalam posisi duduk.
“Jangan sentuh aku, bajingan.” Ucap Minhyuk penuh penekanan. Tawanya meledak melihat wajah Kyuhyun yang memerah karena emosi. Berulang kali Minhyuk mengarahkan telunjuknya didepan wajah Kyuhyun dengan umpatan-umpatan yang sangat tidak pantas diucapkan oleh seorang adik untuk kakaknya.
Dan Kyuhyun hanya menahan diri untuk tidak melakukan hal yang lebih parah dari tamparan tadi, bagaimanapun juga Minhyuk adalah adiknya yang ia sayangi walau Kyuhyun sendiri tidak tahu sudah berapa puluh persen kadar sayangnya pada Minhyuk berkurang karena tingkah kurang ajarnya selama ini.
“Aku akan pergi dari rumah!” seru Minhyuk. Pria itu melangkah mundur menuju jalan raya didepan kedai. Satu sudut bibirnya naik keatas melihat Kyuhyun menggeleng dan mengatakan ‘jangan’.
“Kau takut eo? Kau takut aku akan…”
TIIIN TIINN..
Kyuhyun melotot melihat sebuah truk melaju deras kearah Minhyuk. “TIDAK! MINHYUK!!”
“MINHYUK!!”
CITTT..BRAAK!
Beberapa pasang mata melotot kaget melihat tubuh itu terpental cukup jauh dan terguling dengan cepat diatas aspal. Tidak terkecuali Kyuhyun. Jantungnya seperti berhenti berdetak melihat adiknya ditabrak oleh truk pembawa minuman. Kyuhyun terduduk lemas. Semua orang yang ada disana berlari mendekati tubuh Minhyuk yang kejang-kejang. Darah segar tampak jelas mengalir deras dari mata dan hidungnya. Namun Kyuhyun hanya diam terduduk diatas dinginnya trotoar.
“Tidak! Ini tidak mungkin! Tidak!”
Menjambak rambutnya sendiri dengan kuat, Kyuhyun lalu berteriak sejadi-jadinya.
“MINHYUK-AH!”
8
Airmata itu masih belum berhenti mengalir. Bahkan semenjak hampir dua jam yang lalu saat ia turun dari ambulan dan berlari-lari kecil mengiringi tandu yang membawa tubuh adiknya yang sekarat. Kini Kyuhyun hanya terduduk lemas diatas lantai. Sambil memeluk lutut yang sepertinya hanya merupakan hal satu-satunya yang dapat ia peluk sekarang, Kyuhyun mengumpat pelan, merutuki kebodohannya sendiri karena sudah berlaku kasar pada Minhyuk tadi. Didalam sana, di ruangan di sisi kiri tubuh Kyuhyun, Minhyuk sedang berjuang antara hidup dan mati. Pria itu kehilangan cukup banyak darah karena kecelakaan yang menimpanya. Sopir truk yang menabraknya lari begitu saja dan tak sempat tertangkap oleh kerumunan orang yang mengejarnya.
“Minhyuk-ah, maafkan hyung~”
“Kyuhyun-ah?”
Kyuhyun mendongak mendengar namanya disebut. Senyum tipis kemudian muncul diwajahnya melihat Siwon dan Yura berdiri didekatnya. Tapi sedetik kemudian Kyuhyun kembali memeluk lututnya. Bahkan melihat sahabat dan juga gadis yang ia sukai pun tidak dapat menenangkan hatinya untuk saat ini.
“Oppa, aku turut berduka. Semoga adikmu baik-baik saja.” Ucap Yura. Gadis ini tidak tega melihat Kyuhyun dengan kondisi kacau seperti ini.
Setelah mendengar kabar dari pemilik kedai tempat Kyuhyun bekerja dan juga mengetahui semua cerita dengan detail, tentu saja dalam hal ini Kyuhyun sama sekali tidak bersalah. Apa yang terjadi pada Minhyuk adalah murni sebuah kecelakaan.
“Terima kasih, Yura.” Jawab Kyuhyun dengan suara serak.
Siwon menghela nafas, kemudian ikut duduk disebelah Kyuhyun. Dinginnya lantai rumah sakit seketika menerpa tubuhnya yang memang sudah cukup dingin karena cuaca ekstrim diluar.
“Aku sangat ingin membantumu, Kyu..”
“Tidak apa-apa.” Potong Kyuhyun. “Kiho samchon sedang sakit dan ia lebih membutuhkan uangmu daripada aku.”
Mengusap pundak Kyuhyun. Hanya itu yang dapat Siwon lakukan kini. Sejenak ia menatap Yura yang matanya mulai berkaca-kaca. Gadis itu tidak tahan untuk tidak menangis. Ia belum pernah dalam situasi seperti ini selama dua puluh dua tahun hidupnya, tapi menurut apa yang ia dengar dari Siwon, Kyuhyun sudah pernah mengalami kehilangan diusianya yang masih muda dulu. Dan jika kini ia harus kembali kehilangan anggota keluarganya, Yura tidak tahu harus berkata apa. Ini pasti sungguh menyakitkan untuk Kyuhyun.
Sementara di kejauhan, ada sepasang mata yang semenjak tadi memerhatikan mereka bertiga. Terutama pada pria berkaos biru muda yang belum kunjung menghentikan tangisnya. Kedua sudut bibirnya tertarik membentuk senyuman, terkesan misterius namun memikat.
Ia akhirnya memutuskan pergi. Dan berencana akan kembali lagi saat pria yang menarik perhatiannya benar-benar sendirian, tanpa kedua temannya yang ia nilai cukup mengganggu.
8
Kyuhyun duduk lemas disalah satu anak tangga diteras rumah sakit. Keadaan Minhyuk sudah cukup stabil dari sebelumnya, tapi ia koma. Hidupnya kini bergantung pada semua alat yang ditancapkan ke tubuhnya dan juga suntikan serta obat dari Dokter yang Kyuhyun sama sekali tidak mengerti apa nama dan fungsi semua material itu pada tubuh Minhyuk. Tapi satu hal yang pasti dan Kyuhyun tahu, semua material itu akan Kyuhyun bayar dengan harga yang tidak murah. Kembali mengurut kepalanya yang terasa berat, Kyuhyun lalu mengunyah roti yang tadi sempat Yura berikan padanya. Kyuhyun kelaparan, dan tidak punya uang. Mengenaskan sekali hidupnya kini.
“Apa yang harus aku jual?” lirihnya. “Rumah? Aish siapa yang mau membeli rumah jelek itu.”
“Kau tidak perlu menjual apapun, anak muda.”
Alis Kyuhyun terangkat mendengar suara yang berasal dari kanan tubuhnya. Dengan cepat ia menoleh. Dahinya kemudian mengernyit melihat seorang wanita yang sepertinya sudah menginjak kepala tiga berjalan mendekat padanya sambil tersenyum. Senyum yang memikat dari bibir plumnya yang disapukan lipstick warna merah darah.
Sesaat Kyuhyun tertegun melihat penampilan wanita itu. Di cuaca dingin dan pada jam dua malam seperti ini, wanita itu mengenakan pakaian yang terbuka dengan warna biru tua dan juga syal bulu yang melingkar di lehernya, bukankah itu aneh?
“Sepertinya kau sedang kesulitan.” Ujarnya. Kini ia sudah duduk disamping Kyuhyun. Menampilkan setengah pahanya yang hanya tertutupi pakaian ketat yang ia kenakan.
“Adikku kritis.” Jawab Kyuhyun sekenanya.
“Siapa namamu, anak muda?”
“Cho Kyuhyun. Apa Nyonya disini sedang menjenguk seseorang?”
Wanita itu mengangguk. “Tadi sore keponakanku sakit dan aku yang mengantarkannya, tapi sekarang dia sudah kembali kerumah.”
Kyuhyun mengernyit bingung. “Lalu, apa yang Nyonya lakukan sekarang? Ini sudah tengah malam.”
Terkekeh, wanita itu lalu mengusap pundak Kyuhyun hingga pemiliknya merasa sedikit risih.
“Karena sepertinya kau sedang kesulitan, aku ingin menawarkan pekerjaan padamu. Bagaimana?”
“Oh?” Dada Kyuhyun berdebar mendengar itu. Secepat inikah Tuhan memberikannya jalan? “Pekerjaan?”
“Iya, jika kau tidak keberatan kita akan membahasnya di apartemenku saja. Bagaimana, Cho Kyuhyun?”
Menelan ludah, Kyuhyun lalu mengangguk tanpa perlu berpikir panjang. Mempunyai pekerjaan lain berarti ia akan mendapat uang yang lebih banyak dari pekerjaannya di kedai soju, dan itu juga berarti ia bisa melunasi biaya rumah sakit yang pasti akan segera ia tahu nominalnya. Nominal yang pasti tidak sedikit.
Wanita itu berdiri. “Bagus. Ayo kita pergi sekarang.”
Kyuhyun bergerak bangkit namun sedetik kemudian ia duduk lagi. Ia menoleh kebelakang pada pintu di ujung koridor tempat Minhyuk dirawat. “Tapi, adikku…”
“Tak perlu khawatir, Cho Kyuhyun. Makin cepat kau pergi, maka akan cepat juga kau mendapatkan uang untuk melunasi pengobatan adikmu. Paham?”
“A-arrasseo.”
Kyuhyun menghela nafas sesaat lalu mengekor langkah wanita itu yang berjalan beberapa langkah lebih dulu didepannya.
8
Aroma pengharum dari ruang utama di apartemen ini sudah begitu melekat di penciumannya. Aroma lavender yang menenangkan. Namun tentu saja tidak cukup untuk menenangkan dadanya yang sedang berdebar dengan tempo yang tidak beraturan didalam sana.
Well, ini sudah hampir satu jam pria berusia 27 tahun yang bernama Cho Kyuhyun ini duduk disalah satu kursi yang ada disana tapi ia bahkan belum berbicara apapun dan juga tidak melakukan apapun. Wanita tadi, yang belakangan Kyuhyun ketahui bernama –Shin Heesun dari kartu nama yang dia sodorkan, belum juga kembali. Heesun hanya berkata dia akan keluar tanpa menyebutkan tujuan dan berapa lama ia akan pergi.
Mengedarkan pandangannya pada seluruh sudut ruangan ini, Kyuhyun lalu menghembuskan nafas. Apartemen dengan nomor 1088 ini sangat mewah. Ruang utama yang tengah ia tempati ini saja sudah sekitar tiga kali lebih luas dari ruang tamu dirumahnya. Satu set sofa dengan warna merah cerah memenuhi penglihatan Kyuhyun karena tepat berada didepannya, tapi ia tidak duduk disalah satu sofa itu, Kyuhyun lebih memilih untuk duduk disalah satu kursi kayu yang berada tidak jauh dari sofa. Didepan sofa, terdapat tv layar datar berukuran besar lengkap dengan home theater. Kyuhyun hanya mendecak kagum, tak pernah ia bayangkan sebelumnya ia bisa masuk kedalam tempat seperti ini. Kedua kakinya pun tidak bisa diam. Kadang berayun, kadang saling membelit, atau apapun ia lakukan untuk mengusir rasa jenuhnya. Selain jenuh, Kyuhyun mendadak merasa gusar dengan ucapan Heesun tentang pekerjaan. Pekerjaan apa yang akan Heesun berikan untuknya nanti? Apa menjadi pesuruh di apartemen ini? Kyuhyun mengedikkan bahu. Jika gajinya lumayan, maka tentu saja ia akan menerima. Menjadi seorang pesuruh bukanlah hal yang sulit untuk pria yang sudah terbiasa hidup susah sepertinya. Apalagi hanya melayani seorang wanita berusia tiga puluh lima tahun seperti Heesun yang pasti lebih sering berada diluar rumah jika dilihat dari penampilannya yang glamour.
Kreek~
Refleks Kyuhyun menegakkan kedua kakinya mendengar suara pintu yang dibuka. Itu Heesun. Wanita itu tampak membawa sebuah paper bag berwarna hitam ditangan kirinya. Senyum memikatnya kembali ia tunjukkan pada Kyuhyun dan hanya Kyuhyun balas dengan anggukan sopan.
“Duduk saja. Jangan sungkan.”
Heesun meletakkan paper bag diatas meja pantry, dan melepas syal bulunya yang kemudian ia letakkan diatas sofa. Sedang Kyuhyun kembali duduk seperti perintah Heesun. Berjalan mendekati Kyuhyun yang masih dirundung berbagai pertanyaan didalam otaknya, Heesun lalu duduk didepannya, di sebuah single sofa. Matanya menatap intens pada Kyuhyun yang duduk mengatupkan pahanya diatas kursi berbahan jati. Heesun tertawa tanpa suara. Benarkah pria didepannya ini sudah berumur diatas seperempat abad? Demi apapun, ia terlihat sungguh polos seperti sepuluh tahun lebih muda dari usia sebenarnya.
“Cho Kyuhyun, apakah kita langsung saja?”
Kyuhyun menatap Heesun bingung. “Maksud anda, Nyonya?”
Heesun kembali terkekeh. Telunjuk rampingnya mengarah pada paper bag diatas meja pantry. “Buka itu dan kenakan apa yang sudah kusiapkan untukmu. Aku ingin kekamar dulu.”
Bangkit dari duduknya, Heesun kemudian berjalan menuju satu-satunya kamar dengan pintu warna putih yang terletak di selatan tubuh Kyuhyun. Dan Kyuhyun hanya memandang bingung pada paper bag hitam itu. Apa isinya? Apa yang harus ia kenakan?
Dengan sedikit ragu, Kyuhyun bangkit dan segera membuka paper bag itu, merogoh dan mengeluarkan isinya.
Mata Kyuhyun membesar melihat apa yang ada diatas telapak tangannya.
Satu bungkus kondom dan celana dalam merk Calvin Klein, bahkan label harganya dengan lima digit angka masih tergantung disana.
“Sial, apa maksudnya ini?” Kyuhyun menelan ludah. “Apa wanita itu akan memaksaku untuk…”
“Sudah, Cho Kyuhyun?”
Heesun yang keluar dari kamarnya hanya mengenakan jubah mandi membuat asumsi Kyuhyun atas apa yang akan dilakukan oleh wanita itu semakin jelas. Wanita itu ingin Kyuhyun bersetubuh dengannya malam ini.
Sialan.
Tidak.
Kyuhyun meracau dan memberontak didalam hati, namun kakinya yang bergetar entah kenapa mendadak terasa kaku saat Heesun perlahan mendekat dengan senyum memikat khas wanita itu.
“Sepertinya kau sudah mengerti pekerjaan apa yang aku maksud, anak muda?” Heesun tersenyum miring. “Oh ayolah, usiamu sudah matang. Kau pasti sudah mengerti.” Telapak tangannya yang lembut mengusap pipi Kyuhyun membuat tubuh pria itu kembali menegang.
Sial. Ini baru kali pertama Kyuhyun mengalami hal seperti ini selama hidupnya. Digoda oleh wanita yang hampir delapan tahun lebih tua diatas usianya. Kyuhyun merutuki kebodohannya yang mudah saja percaya dengan orang asing.
“Tidak!” seru Kyuhyun tiba-tiba saat wajah Heesun bergerak maju untuk menciumnya. “Aku tidak menyangka Anda akan seperti ini, Heesun-ssi. Aku tidak ingin menjadi gigolo!” ucap Kyuhyun tegas. Namun Heesun justru terkekeh mendengarnya.
“Lalu kau akan membiarkan adikmu mati?”
“Tidak, dia tidak akan mati!”
“Well~” Heesun menjauh dari tubuh Kyuhyun, bersandar di kepala sofa dan melipat kedua tangannya dibawah dada. “Kau kira aku tidak mendengar ucapan Dokter itu padamu? ‘Secepat mungkin saya minta lunasi biaya administrasi atau kami dengan berat hati tidak akan melanjutkan perawatan pada adik Anda’. Kau kira aku tidak dengar itu, Kyuhyun-ssi?”
Tinju Kyuhyun mengepal. Menyebalkan sekali karena apa yang Heesun ucapkan sama persis dengan ucapan Dokter tadi padanya. Jadi sudah semenjak awal Heesun mengikutinya dan sengaja menjebaknya karena tahu Kyuhyun sedang dalam kesulitan?
Kyuhyun menggeram. “Sialan!”
Heesun tersenyum miring. “Lebih baik kau simpan tenagamu untuk melayani aku, anak muda. Kau tahu, jika saja gigolo yang selama ini aku sewa berwajah tampan sepertimu aku rasa aku tidak akan bergonta-ganti pasangan lagi.”
“Aku bukan gigolo!” bentak Kyuhyun penuh penekanan.
“Sudah kubilang simpan tenagamu, Cho Kyuhyun.”
“Sialan. Aku tidak mau!”
“Oh, dan membiarkan adikmu itu terkapar begitu saja disana karena tidak ada tindakan? Bukankah tadi kau menangis sangat keras untuknya?”
Kepala Kyuhyun terasa berat. Kedua benda yang berada ditangannya ia remas dengan kuat digenggamannya. Kyuhyun menunduk dengan kedua bola matanya yang bergerak cepat. Bayangan tubuh Minhyuk yang ditabrak oleh truk, wajah Minhyuk yang penuh dengan darah, dan tubuh kurus Minhyuk yang ia gendong dikedua tangannya saat ambulance datang, semua itu tiba-tiba terbersit kembali dipikirannya. Deru nafas Kyuhyun semakin cepat. Pria itu sungguh bimbang sekarang. Biaya rawat inap dan perawatan untuk Minhyuk sangatlah besar dan Kyuhyun sampai kapanpun tidak akan sanggup membayar jika hanya mengandalkan gajinya di kedai yang tidak seberapa.
Tapi…
Kyuhyun melirik Heesun yang sedang meniupi kukunya.
Haruskah ia menjadi nista dan menyerahkan tubuhnya pada wanita ini hanya untuk Minhyuk yang bahkan sudah sangat tidak tahu diri selama ini?
“Jadi bagaimana, Kyuhyun?” Heesun kembali bersuara. “Kau bisa minta bayaran berapa saja padaku nanti.”
“Dimana kita akan melakukannya?”
Perkataan Kyuhyun mengundang Heesun untuk tersenyum. Senyum penuh kemenangan.
“Nggh~” Desahan demi desahan terdengar jelas dari dalam kamar dengan pintu cat putih di apartemen 1108 itu. Pintu kamar itu bahkan tidak pemiliknya tutup dengan rapat.
“Oh!” Heesun melenguh kuat saat Kyuhyun dengan tergesa memasukkan miliknya yang terlapisi oleh pengaman kedalam milik Heesun. Sementara Kyuhyun berusaha untuk menikmati seperti yang Heesun lakukan tapi ia tetap tidak bisa. Mendadak Kyuhyun memikirkan gadis itu, Yura. Gadis pertama yang menyita perhatian dan hatinya setelah sudah berbelas tahun lamanya Kyuhyun tak pernah jatuh cinta. Apa Yura tetap akan memanggilnya oppa dengan nada manja dan tersenyum manis seperti kemarin-kemarin jika tahu apa yang sekarang Kyuhyun lakukan? Sial. Kyuhyun sungguh sakit kepala karena hal ini.
Kyuhyun sejenak menatap Heesun yang berada dibawah tubuhnya. Wanita ini demi apapun sangat mulus tanpa cela. Usianya sudah kepala tiga tapi tubuh dan wajahnya tetap mulus dan kencang karena hasil perawatan mahal yang selama ini ia lakukan. Tubuhnya sintal dan ukuran dadanya bisa dibilang tidak normal. Tapi hal itu tidak mengubah perasaan Kyuhyun yang demi apapun sangat membenci wanita yang sedang ia masuki ini. Wanita ini sudah menjebaknya dan sialnya ia terjerat dengan mudah.
Setelah ini Kyuhyun berjanji tidak akan berurusan apapun lagi dengannya.
“Eggh!” Kyuhyun menggeram karena jalur masuknya sangat ketat.
Heesun meraih tengkuk Kyuhyun dan mencium bibirnya secara liar. Kyuhyun bergerak mengimbangi, lidahnya terjulur keluar dan membelit lidah Heesun yang menyambutnya dengan manis. Dan dibawah sana, Kyuhyun mulai menggerakkan pinggulnya perlahan. Heesun menggeram disela ciuman bibirnya yang sangat menuntut. Ia sudah lama tidak dijamah, dan malam ini adalah pelampiasannya. Tanpa ampun.
Kyuhyun yang melepas ciumannya membuat Heesun kecewa. Namun sedetik kemudian Heesun kembali tersenyum menggoda saat bibir Kyuhyun menjelajah diatas dadanya yang berukuran besar. Bibir Kyuhyun menangkup penuh nipple kanan Heesun, lidahnya bermain-main didalam sana, di puncak nipple yang sudah sangat menegang. Kyuhyun menggerakkan lidah dan tubuhnya cukup liar membuat erangan Heesun terdengar putus asa, terlebih saat tangan Kyuhyun melebarkan salah satu pahanya kemudian pinggul Kyuhyun bergerak semakin cepat, menghujam dalam titik gairahnya.
“Kyuhyun-ah~” Heesun meremas lengan Kyuhyun yang berisi.
Kyuhyun menghentikan permainan bibirnya pada nipple Heesun. “Ukh kau sempit.”
Heesun kembali tersenyum. “Aku anggap itu pujian.” Ia sudah berkeringat cukup banyak di menit kedua puluh mereka bergumul, dan ia tidak tahan lagi. Sebentar lagi ia akan menjumpai orgasmenya yang pertama.
“Aku akan..keluar..”
“Tunggu aku..” Kyuhyun menjatuhkan tubuhnya untuk memeluk Heesun. “Bersama.”
Heesun mengusap rambut tebal Kyuhyun yang berada dibawah dagunya. “Aaaangh~”
Dan baik Heesun maupun Kyuhyun sudah sampai pada pelepasan mereka yang pertama. Kyuhyun bangkit, sedikit menopang tubuhnya dengan kedua siku di masing-masing sisi tubuh Heesun. Cukup tersiksa karena menggunakan pengaman seperti ini.
Beberapa menit berlalu, hanya deru nafas keduanya yang terdengar didalam ruangan ini. Kyuhyun mengusap dahinya yang basah lalu melakukan hal yang sama pada Heesun. Masih dengan posisi yang sama, Kyuhyun mulai menggerakkan pinggulnya lagi. Membuat Heesun tersenyum menang. Tubuh Kyuhyun akan ia nikmati sampai pagi nanti, dan tak ada istirahat.
8
“Ada apa dengannya, oppa?” Yura memandang sedih pada Kyuhyun yang akhir-akhir ini selalu menghindar dari dirinya dan juga Siwon.
Disana, Kyuhyun yang berjalan lemah setelah keluar dari ruang administrasi untuk mengurus segala macam biaya untuk perawatan Minhyuk, seperti sama sekali tidak melihat kehadiran Yura dan Siwon yang sudah menunggunya karena dua hari pria itu menghilang tanpa kabar. Padahal sudah jelas tadi Yura melihat Kyuhyun menatap matanya selama beberapa detik. Tak mungkin Kyuhyun tak menyadari kehadiran mereka berdua, bukan?
Siwon mengusap pundak Yura yang melorot turun. Ia sudah tahu sepupunya ini pasti memiliki perasaan lebih pada Kyuhyun jika dilihat dari segala bentuk perhatian yang ia tujukan untuk sahabatnya itu. Tapi Siwon memilih untuk diam saja dan tidak ikut campur, lagipula tidak ada waktu untuk mengurusi perasaan cinta diantara mereka di situasi seperti ini.
“Molla~” jawab Siwon. “Dia sedang ditimpa masalah. Sebaiknya kita tak mengganggunya dulu.”
“Tapi, oppa…”
Siwon memeluk Yura yang semakin sedih. “Besok kau harus sekolah, ok? Satu bulan lagi ujian kelulusan dan kau tak boleh main-main. Jangan jadi seperti oppamu ini. Kau harus kuliah dan bekerja yang layak. Arrasseo? Sekarang kita pulang.”
Yura menghela nafas berat mendengar ucapan Siwon. “Baiklah.”
Akhirnya Yura memilih mengalah saat Siwon memeluk pinggangnya dan membawanya pulang. Sejujurnya, Yura masih ingin berada disini. Menemani Kyuhyun, menghiburnya, berbicara banyak dengannya seperti beberapa hari yang lalu saat Kyuhyun berkunjung kerumah Siwon. Tapi kata-kata Siwon memang benar, masalah yang sedang menimpa Kyuhyun begitu berat jadi wajar saja jika ia bersikap seperti tadi.
Yura menoleh pada koridor rumah sakit yang akan ditinggalkannya. “Nanti aku datang lagi, oppa.”
8
Kedua kaki itu bergerak cepat di anak tangga untuk menuju lantai lima yang menjadi tujuannya. Kesialannya yang kesekian untuk hari ini. Setelah tadi uang untuk melakukan operasi Minhyuk raib, kini kesialan kembali dialami oleh Kyuhyun karena lift lantai dasar semuanya penuh. Merasa tak ada waktu lagi, Kyuhyun pun memutuskan untuk menggunakan tangga selama kakinya masih kuat berlari. Hingga kini, dengan tergopoh-gopoh ia tiba didepan apartemen 1088. Perlahan ia menekan empat digit angka yang ia ingat pernah Heesun sebutkan saat terakhir kali mereka bertemu.
Bingo! Kyuhyun tersenyum lega karena ternyata ingatannya masih berfungsi dengan baik. Dengan gugup, ia mendorong pintu hingga terbuka. Dan benar dugaannya. Heesun tidak ada disini. Kyuhyun menggenggam rambutnya frustasi. Baru kemarin ia mendapat kabar dari Dokter yang mengatakan jika Minhyuk harus ditangani dengan operasi karena kondisinya sudah parah, dan kabar buruknya Kyuhyun sudah kehabisan uang untuk melunasi biaya sebelumnya yang sangat mencekik. Harus lari kemana lagi dirinya untuk mendapatkan uang?
“Kyuhyun?”
Dengan cepat Kyuhyun berbalik mendengar suara itu. Desahan nafas leganya terdengar jelas saat melihat Heesun yang berdiri didekat pintu yang sedetik lalu wanita itu tutup. Dan sekarang Kyuhyun menjadi sangat brengsek karena sudah melanggar sumpahnya sendiri yang tidak ingin kembali bertemu wanita ini. Tapi tak ada pilihan lain. Kyuhyun membutuhkan uang sekarang, yang jumlahnya bahkan lebih banyak dua kali lipat dari yang sebelumnya.
“Heesun-ssi, aku ingin menggunakan uang lagi. Adikku..dia…”
Belum sempat Kyuhyun menyudahi kalimatnya, Heesun sudah tersenyum miring dan berjalan masuk kekamarnya. “Cepatlah, aku tidak punya banyak waktu.”
Kyuhyun menghela nafas sebelum akhirnya mengekor langkah Heesun. “Maafkan aku, Tuhan.”
Keduanya sudah dalam keadaan tidak berbusana dan Heesun duduk dipangkuan Kyuhyun kali ini. Bibir keduanya sudah bertaut sejak dua menit yang lalu.
Namun dengan hati-hati Kyuhyun mendorong tubuh Heesun hingga ciuman mereka terlepas. Kyuhyun hanya tersadar akan sesuatu. “Tidak ada kondom hari ini?”
Heesun tertawa, lalu memeluk leher Kyuhyun dan menggesek miliknya yang sudah basah pada milik Kyuhyun. Dan tentu saja sebagai pria normal yang juga sudah terbawa permainan ini, milik Kyuhyun sudah sangat menegang dibawah sana.
“Tidak. Ini bukan masa suburku.” Jawab Heesun singkat.
“Okh!” Kyuhyun mengerang saat Heesun mengangkat pantatnya dan menelan milik Kyuhyun. Heesun mendesah lega setelahnya, lalu mulai bergoyang diatas tubuh Kyuhyun dengan tempo yang semakin cepat kian detiknya.
Sedang Kyuhyun memejamkan mata sambil tangannya meremas payudara Heesun yang tidak cukup muat ditelapak tangannya. Kyuhyun terlihat menikmati namun sebenarnya ia merutuk dalam hati. Wajah Yura kembali terbersit diotaknya. Wajah murung gadis itu saat Kyuhyun mengacuhkannya, dan nada bicaranya yang terdengar sangat sedih. Kyuhyun mendengar itu semua tentu saja. Dan Kyuhyun benar-benar merasa seperti seorang bajingan. Mencintai gadis muda bernama Kim Yura, tapi justru bercinta dengan wanita berusia kepala tiga yang liar bernama Shin Heesun yang tengah melahap bibirnya ini. Dan mau tidak mau Kyuhyun kembali mengimbangi. Wanita ini terlalu bernafsu. Kyuhyun saja cukup kewalahan saat pertama melayaninya.
Dan ini semua Kyuhyun lakukan demi Minhyuk yang masih belum juga sadarkan diri.
Kyuhyun mengucap nama Minhyuk tanpa henti dalam hatinya.
“Ini demi kau, Cho Minhyuk. Kau harus sembuh, apapun yang terjadi.”
8
Lampu merah yang menyala diatas pintu menandakan jika operasi sedang berlangsung, dan kini sudah memasuki menit ke sepuluh. Kyuhyun tampak meringkuk sambil memeluk kedua kakinya yang ia tekuk, pria itu berdiam diri di sudut koridor seraya terus berdoa agar operasi berjalan lancar dan Minhyuk selamat. Biarlah Minhyuk menjadi lebih kurang ajar dari sebelumnya, persetan jika sifat adiknya yang tidak tahu diri itu tidak berubah, karena yang Kyuhyun harapkan kini hanya satu. Ia ingin kembali melihat Minhyuk yang bernafas seperti biasa, tidak dengan bantuan alat-alat yang selama tiga hari ini menempel ditubuhnya.
Siwon dan Yura juga hadir disana, tapi hanya berdiri di kejauhan. Melihat kondisi Kyuhyun yang semakin harinya semakin kacau seperti itu membuat mereka tidak tega. Bahkan hanya untuk mendekat sekalipun. Terlebih Yura. Kini ia mengakui walau hanya didalam hatinya sendiri, bahwa ia menyayangi Kyuhyun lebih dari ia menyayangi seorang kakak seperti yang ia rasakan pada Siwon.
“Kau harus sadar, Cho Minhyuk. Kau kuat.” Gumam Kyuhyun berkali-kali.
Tik..tok..tik..tok..
“Ah sial lama sekali!” Seru Kyuhyun geram. Jam diatas pintu itu sudah menunjukkan pukul 9 malam lewat dua puluh lima menit. Yang berarti operasi itu telah berjalan selama satu jam lamanya. Mata Kyuhyun tak lepas memandangi lampu dibawah jam dinding, lampu masih menyala dengan warna merah sebagai simbol jika operasi masih belum selesai.
“Ya Tuhan, selamatkan Minhyuk. Hanya dia yang kupunya sekarang~” Kyuhyun memejamkan mata, menyatukan kedua telapak tangan dan ia tempelkan diatas dadanya. Bibir Kyuhyun bergerak-gerak menggumamkan doa yang ia panjatkan secara tulus untuk kesadaran Minhyuk.
Suara derap kaki orang-orang yang berlari mendekat padanya membuat mata Kyuhyun terbuka. Kyuhyun menoleh. Itu Siwon dan Yura yang kini sudah berdiri didepannya. Dua detik kemudian pandangan Kyuhyun teralih pada lampu diatas pintu yang sudah mati.
Dengan cepat Kyuhyun berdiri dan berjalan mendekati pintu ruang operasi. Dadanya berdebar keras menantikan hasil yang akan ia dengar. Begitupun dengan Siwon dan Yura yang sedang memejamkan mata sambil mengucap doa dalam hati mereka masing-masing.
Tak lama, seorang Dokter keluar dari ruangan didepan mereka. Kyuhyun menahan nafas melihat wajahnya yang murung.
“D-dokter, bagaimana?” tanya Kyuhyun cemas. “Minhyuk selamat ‘kan? Adikku baik-baik saja ‘kan?”
Yura dan Siwon saling menatap. Yura menggeleng. Dugaannya pasti salah. Sedang Siwon kembali menunduk. Apa yang ia dan sepupunya pikirkan kini adalah satu hal yang sama. Dokter pria didepan mereka yang diam saja dengan ekspresi wajah seperti itu membuat mereka semakin yakin dengan dugaan ini. Minhyuk-tidak-selamat.
“Maaf, Tuan Cho Kyuhyun. Kami tidak bisa menyelamatkan adik anda.” Ucap Dokter itu setelah sudah satu menit mereka tenggelam dalam keheningan.
Kyuhyun menggeleng. “Tidak, tidak. Anda jangan bercanda, Dokter.”
“Saya tidak mungkin bercanda, Tuan. Pendarahan epidural di kepala pasien sudah meluas dengan volume yang sangat besar. Telah terjadi trauma di kepalanya karena benturan yang sangat keras akibat kecelakaan itu. Pada awalnya Tuan Cho Minhyuk tidak separah ini, pasien hanya tidak sadarkan diri karena shock dan gangguan ringan pada kepalanya hingga menyebabkan pasien koma. Tapi hari ini dengan terpaksa saya menyatakan telah terjadi kematian pada batang otak pasien. Kami sudah berusaha semampu kami namun Tuhan yang mengatur semuanya, Tuan. Sekali lagi kami mohon maaf.” Jelas Dokter itu yang membuat ketiga orang didepannya terkejut bukan main.
Kyuhyun menggeleng cepat. “Tidak,tidak mungkin!”
“Cho Kyuhyun, tenanglah~” Siwon berusaha menahan tubuh Kyuhyun yang mulai memberontak, namun usahanya sia-sia. Tenaga Kyuhyun tiba-tiba menjadi sangat besar. Dengan cepat Kyuhyun berlari kedalam ruangan operasi. Mendekati Minhyuk yang sudah tidak bernyawa. Merasa panik, Dokter itu pun dengan cepat mengikuti Kyuhyun yang kini tengah mengguncang-guncang tubuh Minhyuk. Tiga orang lainnya didalam ruangan yang membantu proses operasi hanya dapat diam menyaksikan kejadian itu.
“Adikku tidak mungkin mati!!”
“Tuan Cho Kyuhyun, tenanglah.”
Kyuhyun menatap tajam pada Dokter disebelahnya. “Brengsek, tenang katamu? Tenang??” Dengan kasar, Kyuhyun meraih kemeja Dokter itu hingga tubuhnya sedikit terangkat dan tak berpijak di tanah. “Dokter sial! Kau apakan adikku hah?”
“Astaga, Kyuhyun!” Siwon yang melihatnya segera masuk dan menyelamatkan Dokter itu sebelum nantinya mati mengenaskan ditangan Kyuhyun. Dokter itu terduduk dan menarik nafas panjang saat sudah berhasil lepas dari perbuatan brutal yang Kyuhyun lakukan.
“Oppa~” Airmata Yura menetes menyaksikan itu semua. Kyuhyun yang mengguncang raga Minhyuk yang sudah tak bernyawa, Kyuhyun yang berteriak pada semua orang didalam sana, Kyuhyun yang menangis sejadi-jadinya. Semua itu membuat airmata Yura mengalir semakin deras. Tidak ada yang menyangka Minhyuk akan pergi secepat ini.
“Minhyuk-ah! Ireona! Ini Kyuhyun hyung! Oh Tuhan, kau kenapa tidur terus eo? Mau hyung belikan apa untukmu ah? So-soju? Bir? Katakan saja, Minhyuk. Bangunlah!!”
Siwon menunduk dalam. Ini terlalu menyedihkan untuk ia lihat.
“Minhyuk jebal jangan bercanda! Ini hyung, dongsaengie~ Ini hyung~! Minhyuk-aaaah!”
Kyuhyun mengerang frustasi. Tenaganya sudah habis dan kepalanya terasa sangat berat. Hingga tak lama kemudian tubuhnya terhempas keras keatas lantai. Kyuhyun tak sadarkan diri.
8
“Silahkan masuk. Apa perlu saya temani?”
Gelengan dan juga senyum dari pria bertubuh tinggi ini membuat petugas dengan pakaian serba putih itu kemudian melangkah pergi. Pria ini –masih sambil merangkul seorang gadis disebelahnya perlahan masuk kedalam ruangan itu. Keduanya menghela nafas melihat diujung sana, diatas ranjang kecil itu, orang yang sangat mereka sayangi sedang menangis sambil kedua tangannya memainkan sebuah botol soju, sesekali ia juga tertawa lalu kembali menangis beberapa detik kemudian. Kondisinya mengerikan. Kedua kakinya dirantai, rambutnya sudah sangat panjang dan tidak beraturan karena tidak pernah disentuh apapun kecuali tangan pemiliknya sendiri.
Ya, pria itu –Cho Kyuhyun dengan sangat berat hati divonis depresi akut atau dengan kasarnya kau boleh menyebut ia sakit jiwa.
Semenjak kepergian Cho Minhyuk dua minggu yang lalu, Kyuhyun yang sadar dari pingsannya langsung bertingkah aneh. Tak jarang ia melempari apa saja yang ada didekatnya pada Dokter ataupun Suster yang menanganinya. Hingga kini beginilah akhirnya. Cho Kyuhyun menjadi pasien rumah sakit.
Rumah sakit jiwa.
Dan kabar mengejutkan lainnya yang Siwon dan Yura dapat. Sekitar tiga hari yang lalu, seorang wanita dengan nama Shin Heesun datang kerumah sakit ini setelah mendapat berbagai informasi tentang kepindahan Kyuhyun dari rumah sakit sebelumnya. Pada awalnya kedatangan Heesun hanya untuk mengembalikan jaket dan uang Kyuhyun yang tertinggal di apartmen, tapi Siwon yang kebetulan berada disana tentu tidak membiarkan Heesun pergi begitu saja melihat penampilannya yang sangat terbuka dan anehnya Kyuhyun bisa tiba-tiba mengenal wanita ini. Dan Heesun tidak punya pilihan lain selain menceritakan semuanya, setiap detailnya. Heesun juga tidak berminat lagi pada pria yang memiliki gangguan jiwa seperti itu.
Yura sangat shock mendengar cerita yang Heesun tuturkan. Bukan karena hubungan yang terjadi antara Kyuhyun dan wanita itu, tapi karena Kyuhyun yang rela melakukan hal rendah itu demi Minhyuk. Yura tidak menyangka sebesar itu perjuangan Kyuhyun untuk Minhyuk, karena yang ia dengar dari Siwon bahkan Minhyuk sudah berlaku sangat tidak terpuji terhadap kakaknya sendiri.
“Oppa…” Yura bergerak mendorong pintu lebih lebar lagi.
Kyuhyun tampak terkejut melihat kehadiran dua orang ditengah pintu. Pria itu menutup wajah dengan kedua tangannya sambil terus berseru.
“Jangan mendekat! Pergi!” bentaknya.
Hati Yura bagai teriris mendengar bentakan Kyuhyun untuknya. Yura ingin melangkah lebih dekat namun Siwon menahannya.
“Aku tidak ingin kau terluka.” Bisik Siwon. Dan Yura hanya mengangguk, mengalah. Akhirnya, Yura hanya meletakkan kotak makanan yang ia bawa diatas lantai, lalu mendorongnya hingga mendekat pada ranjang tempat Kyuhyun duduk.
“Kyuhyun oppa jangan lupa makan.” Ucap Yura seraya tersenyum getir. Bagaimana caranya untuk tidak menangis melihat pria yang kau sayangi dalam kondisi seperti ini didepan matamu? Menyakitkan. Yura tidak tahan untuk tidak menangis. Gadis itu lalu berlari keluar yang sedetik kemudian disusul oleh Siwon.
Sedang Kyuhyun tertawa melihat ruangannya kembali kosong. Menggenggam botol soju ditangannya, pria itu kemudian merangkak mendekati kotak makanan yang Yura letakkan.
“Minhyuk-ah, apa kau sudah makan?” tanyanya dengan pandangan mata yang lurus menatap botol soju ditangannya. “Hyung punya makanan. Ayo makan bersama.”
!END!
Well~~~ bagaimana? Aish ini ff kesekian yang saya buat sangat parah dan asal-asalan. Asal tau aja sih, ini ff emang idenya udah lama nyangkut di otak tapi baru dibikinnya dua hari sebelum saya kirim ke flyingnc. Dan yah beginilah jadinya. Maaf untuk segala kekurangan ya, alur kecepetan, typo, atau segala hal yang dirasa ganjil mengenai proses operasi atau yang berhubungan dengan rumah sakit. Karena saya bersyukur sekali saya memang jarang berkunjung kerumah sakit. Saya adalah gadis yang sehat (?) /plak/ Jadi ini hanya hasil searching gitu dari mbah google yang baik hati, saya buka blog milik dokter yang bersangkutan dengan pendarahan epidural dan aduh susah sekali nyari curhatan dokter seperti itu, saya hanya nemu satu blog, makanya buat saya sendiri selaku penulisnya pun ini ff sangat sangat asal sekali. Mau belajar dari film tapi gatau mau nonton film apa .___. Dan mau diperbaiki lagi juga saya bingung mau diperbaiki di bagian mana hiks
Yasudahlah, yang penting ide saya sudah tersalurkan dan ga mandet di otak terus, ntar saya ikutan si Kyuhyun jadi gila :’)
Thanks for reading, guys! RCL ya ^^

Fc Populer:

%d blogger menyukai ini: