[Oneshoot/NC21/Kyuhyun] The Last Of Love

0
ff kyuhyun 21 the last of love
Title : The Last Love
Cast : Shin Hyuji, Cho Kyuhyun, and other cast.
Category : One Shoot, Married Life, Romance, Yadong, NC-21
Author : Kezya_Lizia
Aku gak memilki pengalaman mengenai dunia FF yang aku tahu baca dan comment udah deh. Untuk itu aku meminta kritik dan sarannya.

——-O.O——-

Apa kalian pernah merasakan jatuh cinta?? Tentu saja pernah bukan?? Walaupun itu hanya sekedar cinta monyet sekalipun. Seperti halnya denganku. Aku jatuh cinta pada saudaraku sendiri. Mungkin kalian akan mengganggapku gila dan sebagainya. Aku pun merasa ini tak benar, tapi mau bagimana lagi? Itulah kenyataan yang sebenarnya. Kami saling mencintai dan ia tak pernah mempermasalahkan tentang erbedaan usia diantara kami. Karena baginya cinta itu tidak memandang usia. Aku terkadang berpikir, sebenarnya yang tua disisni siapa? Yap, kami berbeda dua tahun. Bisa dibilang dia adalah adik bagiku. Karena memang aku tak pernah menaruh hati padanya, tapi tidak halnya dengan ia yang telah lama menaruh hati padaku. Jika musim liburan tiba, ia selalu berkunjung ke rumahku. Mungkin semenjak itulah ia mulai menyukaiku.
“chagi, apa yang sedang kau lakukan??” aku tersenyum bahagia, menerima pesan masuk darinya
“aku sedang bersantai.. lalu apa yang sedang kau lakukan?? Dan bisakah kau berhenti memanggilku sayang?? Aku merasa risih dengan panggilan itu! Dan bukankah aku lebih tua darimu?? Mengapa kau tak memanggilku dengan sebutan noona saja?? Atau panggil saja namaku!”
“aku sedang memikirkanmu.. tidak bisa, kau harus mulai terbiasa dengan sebutan itu! Bukankah sudah ku katakan bahwa usia tak menjadi masalah?? Oh ayolah, jangan seperti itu.. dan mulai sekarang kau harus memanggilku dengan sebutan chagi atau yeobo eoh??” aku menghela napas panjang, selalu saja kami seperti ini, dia tak pernah mau menuruti permintaanku yang satu itu. Oh ayolah, walaupun aku mencintainya, aku selalu merasa dihantui rasa bersalah karena hubungan ini yang tak wajar sama sekali.
“baiklah, terserah apa katamu saja. Percuma saja bukan, aku sudah melarangmu tapi kau tak pernah sekalipun menuruti kemauanku.”. “eoh dan satu lagi, aku tak mau memanggilmu dengan sebutan!”
“hahaha anak pintar. Untuk apa aku mengalah padamu! Aku ingin selalu aku yang menang.. tak apa jika kau tidak mau memanggilku dengan sebutan itu. Asal kan kau berhenti melarangku untuk memanggilmu chagi! Arra??”
“ne, arraseo..” anak ini benar-banar menyebalkan. Selalu saja bersikap semaunya. Asalkan kalian tahu, aku pun terpaksa menerimanya sebagai pacarku. Bagaimana ada seorang namja yang menyatakan cintanya pada seorang yeoja dengan cara yang tidak romantis dan penuh pemaksaan seperti dirinya. Kalian bayangkan saja, aku terus di tekan dan di paksa olehnya. Karena pada saat itu aku tak goyah pada pendirianku dan terus menolaknya, sampai akhirnya dia berhasil meruntuhkan pertahananku dengan bantuan pamannya. Entah dengan cara apa ia merayu pamannya untuk membujukku agar mnerima dirinya. Aku pun dengan terpaksa menerimanya karena tak tahan mendapat tekanan dari kanan dan kiri. Dengan harapan bahwa aku bisa menyadarkannya bahwa ia telah salah mengambil keputusan. Tapi apa yang terjadi?? Justru malah aku yang terjebak dalam permainanku sendiri. Aku jadi memiliki rasa terhadapnya. Ya beginilah pada akhirnya, sampai-sampai ia sudah memiliki rencana untuk ke depannya. Aku berharap ini akan segera berakhir sebelum terlampau jauh semuanya. Tapi berbeda dengannya yang mengharapkan lebih dari sekedar ini. Ia telah merencanakan pernikahan dengan ku yang tak ku tanggapi sedikitpun. Seperti halnya hari ini,
“kau mau kan menikah denganku??”
“ya Tuhan, yang benar saja?? Apa kau sudah gila?? Kita masih bersaudara. Apa yang akan dikatakan saudara kita yang lain kalau ini sampai terjadi??”
“apa peduli ku terhadap mereka?? Aku tak pernah peduli terhadap mereka! Yang aku pedulikan adalah dirimu yang akan menjadi ibu dari anak-anakku kelak. Lagi pula bukankah sudah ku katakan, aku tak perduli mengenai status kita yang bersaudara. Aku adalah cucu dari oppa ibumu. Jadi tak masalah bagiku!”
“jangan berkata yang tidak-tidak, aku selalu dihantui rasa bersalah karena telah menerimamu! Apa kau tak pernah memiliki perasaan bersalah tersebut?? ”
“oh ayolah chagi, bukankah pihak keluarga kita pun telah mengetahui hubungan kita?? Jadi untuk apa kita khawatir?? Ku rasa mereka pun menyetujui hubungan kita. Termasuk orang tuamu”
“tentu saja mereka tahu! Darimana lagi mereka mengetahuinya kalau bukan karena ulah mulut bocormu itu! Aku benar-benar malu.” Ya, hampir saudara-saudara kami yang lainpun tahu mengenai hubungan kami. Itu karena mulut besarnya pada saat berusaha mendekatiku. Ah anni, lebih tepatnya memaksaku untuk menerimanya. Bukankah telah ku katakan bahwa aku terpaksa menerimanya?? Entah apa yang dilakukan paman dan keponakannya itu sampai-sampai pihak keluarga lain pun mengetahui hubungan kami.
“itu karena ulahmu yang tidak mau menerimaku. Jadi terima saja akibatnya sekarang.”
“itu karena aku masih memiliki akal sehat. Tidak sepertimu yang sepertinya sudah tidak memilki otak.”
“berhentilah seperti itu. Kau membuat moodku turun”
“arra, mian” lagi-lagi kami terus seperti ini, selalu saja gagal usahaku untuk menyuruhnya berhenti memiliki rasa terhadapku.
“nah seperti itu, ayo kita lanjutan renacana kita ke depannya.. aku ingin kita menikah dan memilki banyak anak. Pasti akan terlihat sangat lucu dan menggemaskan.”
“apa yang kau katakan?? Aku baru akan menikah pada saat usiaku 25thn dan usiaku sekarang baru 15thn. Terserah padamu, apa kau akan sanggup menungguku selama 10thn?? Aku ragu kau mau menungguku selama itu. Dan apa kau katakan tadi?? Banyak anak?? Yang benar saja, kau pikir aku mesin pembuat anak?? Kau saja yangmelahirkan kalau seperti itu!”
“aish, tentu saja aku akan menggumu. Tak masalah 10thn yang akan datang pun aku akan tetap menunggumu. Karena aku mau kaulah yang menjadi ibu untuk anak-anakku kelak, bukan orang lain.” “eoh chagi, mana bisa aku melahirkan?? Aku kan namja.. bukankah yang bertugas melahirkan adalah kau sebagai yeoja?? Aku hanya bisa memberikan benihku hahaha”
“terserah apa katamu. Percuma saja, tiap kali kita berdebat pasti kau tidak mau mengalah.”
“baguslah kalau begitu. Kau pandai memasak??”
“kau meragukan kemampuanku??”
“anni, aku harap, kelak kita berumah tangga, setibanya aku pulang ke rumah kau yang memasakkan makanan kesukaanku” ya ampun, anak ini. Aku tak habis berpikir, bagaimana anak usia 13thn beroikir samapai sejauh itu??
“aku akan melakukannya jika itu benar-benar terjadi. Dan aku berharap itu tak pernah terjadi.” Beginilah ia, selalu saja aku yang memutuskan komunikasi dengan kalimat menggantung. Aku selalu lelah menunggu balasan darinya. Ya, tak bisa di pungkiri bahwa hatiku ikut bahagia saat ia mengatakan hal-hal yang manis.
Bukan apa-apa, aku mulai mencurigainya. Ia kerap kali berganti no. telpon. Oh ayolah, gadis mana yang tak curiga. Dan hubungan kami pun semakin renggang. Aku sering kali mengalami putus-nyambung dalam hubungan kami. Aku merasa lega, setidaknya ia sudah mengurangi rasanya terhadapku. Tapi disisi lain, aku merasa kehilangannya dan tak mau ia lepas dari hati dan pikiranku. Aku ingin memilikinya secara utuh. Hubungankami benar-benar berakhir setelah satu tahun kami menjalaninya dengan tak menentu.
One years later ——-O.O——–
Ternyata dugaan bahwa ia selingkuh benar adanya. Sore tadi aku menelpon ibuku karena aku begitu merindukannya. Ibuku terus pulang-pergi karena mengantar nenekku yang sakit terkena kanker mulut. Sore tadi, aku begitu penasaran dan tak bisa menahannya. Sampai akhirnya aku bertanya apakah ia suka membawa wanita ke rumah?? Dan ibu mengatakan ia memilki kekasih tapi tidak pernah dibawa ke rumah. Ia selalu berkunjung ke rumah kekasihnya. Bagaimana ibuku bisa tahu?? Tentu saja ia tahu, karena selama pengobatan, ibu dan nenekku menginap di rumah kakak ibuku, yang berarti kakeknya ex-pacaraku. Ibuku juga mengatakan kepadaku untuk berhenti memikirkannya.. karena pada akhirnya akulah yang akan tersakiti. Aku membenarkan ucapan ibuku. Dan berkata bahwa aku tak pernah mengharapkannya.
Aku berbohong. Jelas sekali kalau aku tak mampu membohongi perasaanku yang mulai tumbuh padanya. Entah ibuku menyadarinya atau tidak. Tapi aku tak mau membuatnya khawatir kepadaku. Jadi aku usahakan untuk tidak terlihat sedih, dan berkata biasa saja. Aku jadi menyesali keputusan yang telah ku buat pada saat itu.
Pada saat itu, aku menginjak kelas 1 SMA dan ia sedang duduk di bangku terakhir SMP. Aku memintanya unutuk tidak berkomunikasi dulu denganku selama dua minggu. Karena aku tak mau menjadi penyebab ia gagal dalam ujian sekolahnya. Dan ia benar-benar menuruti permintaanku. Dua minggu telah berlalu, dan ia tak pernah menghubungiku sekalipun. Disisi lain aku merasa sangat bersyukur, tapi disisi lain aku merasa begitu kecewa terhadapnya.
Three Years Later ——–O.O——–
Sejak itu, kami tak pernah bertemu atau melakukan komunikasi dalam bentuk apapun. Sampai pada suatu hari ia menghubungiku dan menanyakan kabarku. Karena lagi-lagi penasaran, aku menanyakan statusnya sekarang. Ia mengatkan bahwa ia telah memiliki seorang kekasih. Begitu mudahnya ia bertindak seolah tak pernah terjadi apa-apa. Aku sangat sakit mendengarnya. Sampai aku pun meminta kedua orang tua ku untuk mencarikan pasangan hidup. Kedua orang tuaku sempat menlak permintaanku. Karena mereka beranggapan bahwa itu adalah hak ku untuk memilih pendamping hidup. Orang tuaku tak mau terlalu ikut campur masalah pribadi seperti itu. Aku terus meyakinkan kedua orang tuaku bahwa mereka tahu yang terbaik untukku lebih daripada diriku sendiri yang mengetahuinya. Sebenarnya, aku sudah tak mau mencari namja lagi karena rasa sakit itu, sehingga meminta kepada orang tuaku untuk mencarikan pendampingku kelak. Hingga akhirnya orang tuaku menerima pinangan dari teamannya. Aku tak tahu apa ia teman dari eomma atau hanya sekedar rekan bisnis appa. Aku benar-benar tak peduli akan hal itu. Yang terpenting bagiku ia akan menyayangiku dengan tulus. Orang tuaku merekomendasikan namja yang bernama Cho Kyuhyun itu kepadaku. Aku pun hanya mengangguk dan menyetujui orang tuaku tanpa berpikir. Karena sekali lagi aku percaya bahwa orang tuaku tahu segalanya tentang diriku dibandingkan dengan diriku sendiri.
Author POV
Dirumah kediaman keluarga Cho, Kyuhyun baru saja pulang dari kantor dan disambut oleh nyonya Cho yang langsung berdiri menghampiri anaknya itu.
“Hyun-ah, eomma punya yeoja yang akan dijodohkan denganmu. Apa kau mau jika eomma menjodohkannya denganmu??” tanpa basa-basi, nyonya Cho langsung to the point saja pada intinya
“keunde eomma, bukan aku tak percaya pada yang eomma pilihkan untukku.. tapi aku sudah memiliki pilihanku sendiri”
“arraseo, eomma tak akan memaksamu.. eomma mengerti akan keinginanmu walau eomma sangat berharap banyak kau akan menerima tawaran dari eomma.. tapi itu tidak masalah selama itu yang kau putuskan bisa membuatmu bahagia.. apa eomma boleh tahu siapa yeojanya??”
“gomawo eomma.. karena telah menghormati keputusanku.. eumm, aku bahkan memiliki beberapa photonya, tunggu sebentar” Kyuhyun merogoh jas bagian dalam miliknya untuk mengambil dompet “ini eomma”
“omo, ya Tuhan Kyu~~ bukankah ini Shin Hyuji anak dari keluarga Shin?? Ini merupakan yeoja yang akan eomma jodohkan denganmu. Eiy, ternyata kau memilki selera yang sama tingginya dengan eomma eoh??”
“mwo?? Benarkah?? Aku pikir eomma tak mengenalinya.. bagaimana bisa eomma tak langsung melamarkannya untukku kalau yeojanya adalah Shin Hyuji”
“aish, kau ini. Tentu saja eomma tahu. Emmanya merupakan teman baik eomma dan appanya rekan bisnis dengan appa.. eomma dan appa sudah meminangnya untukmu seminggu yang lalu.. keluarga Shin menerima pinangan ini dengan bahagia. Bagaimana tidak, walau ia merupakan gadis yang cantik dan memilki kepribadian yang baik, itu tak menjamin untuk ia mudah mendapatkan namja. Walau ia menyerahkan masalah calon suaminya pada tuan Shin, itu tak mudah bagi kedua orang tuanya. Bahkan mereka sudah sangat frustasi karena tiap kali mereka merkomendasikan namja, putrinya tersebut slalu menolakkya dari alasan yang masuk akal sampai yang tak pernah tuan dan nyonya Shin pikirkan”
“tapi bagimana bisa ia menerimaku??”
“entahlah, saat eomma berbicara langsung dengan Hyuji, ia menjawab karena kau tidak pernah terlibat skandal miring yang mencoreng namamu. Kau tak pernah terdengar memilki yeoja nakal.. bahkan ia mengatakan bahwa selama ini kau sama sekali tak pernah terlihat berjalan dengan seorang wanita manapun kecuali dengan eomma dan noonamu.. ia pikir juga bahwa perbedaan usia diantara kalian bisa menjadikan kau lebih dewasa dalam bertindak dibandingkan dirinya..”
“bagaimana ia bisa mengetahui bahwa aku tak pernah berjalan dengan wanita manapun??”
“kau lupa, ia ikut andil dalam menjalankan bisnis keluarganya.. meskipun ia masih sangat muda, tapi ia ingin serba tahu dan tak pernah mau diam seperti yeoja pada umumnya.. meskipun ia tak pernah ikut bergabung dengan teman lainnya tapi ia memilki beberapa teman dekat yang suka bergosip tentang rekan bisnis, namja, bahkan musuh mereka.. ia akan menilai seseorang dari pernyataan teman-temannya”
“ahh, aku paham sekarang.. jadi kapan aku akan meikah dengannya?? Eomma tahu, aku slalu memata-matainya selama ini.. aku bahkan hampir gila saat beberapa namja rekan bisnisku menaruh hati padanya.. tapi aku bersyukur mereka mundur satu persatu untuk mendekatinya lagi. Saat aku bertanya mengapa, mereka mengatakan bahwa ia yeoja yang memilki temprament tinggi, jutek, dingin dan tak bersahabat. Walau memiliki tampang cantik, feminim, dan anggun, itu tak menjamin sikapnya dan mereka mengatakan tak mau berkenalan lagi dengannya”
“hahaha, lalu kenapa kau mau mendekatinya tak seperti teman-temanmu itu??”
“aku pikir, sikap arogannya itu hanya untuk menutupi sikap asli dirinya”
“kau benar Hyun-ah, eomma saja takjub melihatnya. Coba saja kau bayangkan, dia langsung akrab dengan Ahra dan bayinya.. ia bahkan langsung bermain dengan Nari saat melihatnya beditupun Nari, ia langsung menyambutnya dengan riang uluran tangan Hyuji.. saat eomma mendengarnya berbincang dengan Ahra, ia mengatakan bahwa sikapnya selama ini ia lakukan karean ia tak mau ternodai oleh orang lain selain suaminya. Ia bersikap seperti itu karena tidak ingin ada laki-laki yang mendekatinya. Ia ingin menjaga dirinya hanya untuk suaminya. Karena ia berpikir bahwa tak sepantasnya menodai dirinya untuk seorang laki-laki yang belum tentu ia akan menjadi suaminya.. eomma benar-benar bangga saat mendengarnya”
“aku juga begitu.. walau sempat terbelsit bahwa ia memilki kelainan pada dirinya.. keunde eomma, aku harus menjalankan bisnis yang berada di luar negeri untuk 5thn ke depan. Apa ia akan menungguku??”
“tak masalah, ia pasti menegerti dan tetap setia padamu.. tenang saja, eomma sudah mengikatnya untukmu. Eomma harap kau cepat menyelesaikannya dengan baik dan tak mengecewakan eomma dan appa.. lagi pula, ia masih 16thn mana mungkin tuan dan nyonya Shin mengijinkan putrinya denganmu untuk kau nikahi saat ini..”
Author POV end
Six Years Later —–O.O—–
Hyuji POV
Tibalah hari pernikahan itu, aku menikah dengannya. Pria yang tak ku tahu dan tak au ku tahu siapa dirinya. Sekarang ia telah menjadi suamiku. Aku memang belum bisa mencintainya. Tapi aku akan berusaha yang terbaik untuk belajar mencintainya, melupakan masa laluku dan hidup berbakti kepadanya.
Dia sangat dingin dan terlihat sangat manis saat tersenyum. Aku ragu, apa aku bisa meluluhkan hatinya dan mulai mencintainya seperti layaknya seorang istri terhadap suaminya. Dia terlihat sama sekali tak mencintaiku.
Setelah acara resepsi yang melelahkan dan menguras tenagaku, kami akhirnya tiba di rumah yang akan kami tempati. Ini merupakan rumah pemberian mertuaku. Ruamah ini sangat luas dengan taman yang begitu indah, dan aku sangat menyukainya. Aku harap bisa menanam banyak bunga yang indah disana saat mengisi hari-hari ku.
“chagi, kita sudah sampai..” aku terhenyak dari hayalanku dan menoleh kepadanya yang sedang tersenyum, dan tanpa sadar aku pun membalas senyuman itu.
“ahh, ne oppa..” ucapku gugup. Ia menggenggam tanganku dan menuntunku keluar pintu mobil dengan hati-hati dan penuh perasaan. Aku merasa tersentuh melihatnya. Aku menghapus pointku yang menilai bahwa ia sangat dingin. Ternyata ia adalah pria hangat dan sangat lembut terhadap wanita.
“hati-hati, pelan-pelan saja. Kau ini masih saja selalu tak bisa mengendalikan cara berjalanmu yang terlalu cepat. Ingat, kau sedang memakai gaun panjang. Jika tak hati-hati kau bisa terjatuh” peringatannya sambil terus menggenggam tanganku dan tersenyum manis padaku. Oh ya Tuhan, aku sepertinya benar-benar mulai jatuh cinta terhadapnya. Aku pun hanya mengangguk dan membalas senyumnya.
“ehm, kajja kita masuk. Ini sudah malam” sambil mengusap kepalaku dan mengalihkan tangan yang semula menggenggam tanganku menjadi merangkul pundakku dan berakhir dengan mencium kepalaku. Aku minikmatinya, aku merasa bahagia. Aku merasakan tenang dan damai saat ia melakukannya. Aku tak salah telah menerimanya. Aku sangat berterima kasih kepada orang tuaku yang telah memilihkan calon suamiku.
Hyuji POV end
Author POV
Mereka berjalan menuju lantai kedua tempat kamar mereka berada. Sambil terus bermesraan tanpa mengatakan sepatah katapun.
“chagi, aa…” ucapan Kyuhyun berhenti saat ada seseorang yang mengetuk pintu. Keduanya pun lantas menoleh dan menunggu pintu terbuka.
“maaf tuan muda, saya mengganggu anda. Saya hanya ingin meminjam nyonya muda sebentar saja.” Ucap seorang wanita paruh baya yang tak lain kepala pelayan di rumah ini.
“anniya, dia adalah istriku. Jadi ahjumma tak berhak membawanya dariku” kukuh Kyuhyun sambil mempererat pelukannya terhadap istrinya yang tak lain adalah Shin Hyuji. Ah anni, sekarang ia telah menikah, jadi ia berganti nama menjadi Cho Hyuji.
“ne imo, aku akan ikut bersamamu. Tunggulah diluar sebentar”
“ne nyonya” pelayan tersebut pun keluar kamar mereka menunggu sang nyonya ruamh di depan pintu kamarnya.
“kau memanggilnya imo??”
“emm, aku lebih suka memanggilnya seperti itu. Sangat tidak sopan memanggilnya ahjumma padahal ia telah lama bekerja mengabdikan dirinya. Aku telah menganggap semua asistant yang ada di rumahku bagian dari keluargaku. Untuk itu, aku harap oppa tidak keberatan saat aku memanggilnya imo”
“aku sama sekali tak keberatan menerimanya. Keunyang, aku tak mau kau pergi meninggalkanku”
“hanya sebentar oppa. Aku tak akan kemana-mana. Hanya berbicara dengan imo diluar. Eoh??”
“baiklah, kau boleh keluar” sambil mencium kepala istrinya penuh sayang.
——-O.O——-
“eoh nyonya, maaf atas kelancanganku yang telah menganggu anda” sesal kepala pelayan Lee.
“tak apa imo, aku merasa tak pernah anda ganggu. Mari kita mencari tempat yang lebih nyaman untuk berbicara”
Setibanya di ruang tamu, kepala pelayan langsung berbicara pada intinya tanpa bertele-tele
“begini nyonya, saya memanggil anda hanya ingin mengatakan tugas anda sebagai istri dari tuan muda Cho” Hyuji hanya mengangguk dan memperhatikan apa yang akan diucapkan wanita paruh baya itu. Terlihat sang kepala pelayan Lee menarik napas dalam dan menghembuskannya perlahan. Seolah ia telah siap mengatakan kalimat selanjutnya.
“sebelumnya perkenalkan, saya kepala pelayan di rumah ini. Nama saya Lee Sohwa. Anda bisa memanggil saya Lee ahjumma seperti yang tuan muda lakukan” Hyuji menggeleng tegas tak setuju dengan apa yang dikatakan wanita tersebut.
“saya sangat senang bisa berkenalan dengan anda. Tapi saya tidak mau memanggil anda dengan sebutan ahjumma. Saya akan memanggil anda dengan sebutan imo. Karena bagi saya anda adalah bagian dari keluarga ini. Sudah sepantasnya saya memanggil anda dengan sebutan seperti itu. Dan saya tidak menerima penolakan!” ancamnya sambil tersenyum. Sangat kepala pelayan pun hanya mengehela napas berat. Ternyata ia kan mengahadapi dua orang yang keras kepala yang menjadi tuan dan nyonya rumah ini.
“baiklah, terserah anda saja. Nyonya, ada beberapa hal yang harus anda tahu anda lakukan sebagai nyonya di rumah ini. Pertama, anda harus menyiapkan semua keperluan tuan muda, kedua……..” terlihat sang pelayan menoleh melihat respon dari nyonya muda tersebut. Hyuji hanya bengong saat mendengar perkataan wanita tersebut. Ia tidak pernah menyangka akan ada peraturan seperti ini.
“bagaimana bisa?? Itu terlalu privasi menurutku” ucapannya lirih dengan nada tak percaya.
——O.O——-
Dengan langkah ragu, Hyuji kembali memasuki kamarnya dengan suaminya sambil membawa linger yang diberikan Lee ahjumma. Setelah ia menerima berbagai macam peraturan yang dilontarkan oleh wanita tadi. Ia melangkah menuju ruang ganti untuk menukar bajunya dengan linger berwarna merah marun. Ia tidak pernah terbiasa memakai pakaian mini seperti itu. Walaupun ia seorang wanita, tapi ia tidak pernah memiliki baju transparan seperti itu. Ia pun memakai tambahan kimono handuk yang panjangnya mencapai paha putihnya.
Ia pun mulai melangkah dengan ragu menuju suaminya yang tengah berada di kamar mandi. Ia mengetuk pintu terlebih dahulu takut akan mengganggu suaminya. Tapi ia salah, Kyuhyun tidak ada disana. Ia pun memutuskan untuk menyiapkan air hangat untuk suaminya, denagn tambahan aroma terapi yang bisa membantunya untuk rileks.
Kyuhyun masuk ke dalam dengan menggunakan handuk kimono milkinya. Sambil membuka ikatan kimononya terus berjalan menuju bath-up tanpa memperhatikan sekitarnya, begitu juga dengan Hyuji yang tak sadar akan kehadiran suaminya. Terlihat sang suami sangat terkejut akan kehadirannya.
“eoh chagia, apa yang kau lakukan disini?? Apa kau akan membersihkan diri?? Tunggulah diluar, aku ingin menggunakan kamar mandinya terlebih dahulu”
Dengan perlahan ia mendekati suaminya yang sedang berendam menoleh kepadanya “aaaaa anni, aaa-aku hanya ingin menemani oppa saja… maaaaa maksudku, aku hanya akan menyiapkan air saja” sambil mendudukan dirinya dipinggiran bath-up di samping suaminya. Kyuhyun hanya melonngo menerima hal yang terjadi saat ini. Selintas ide jail terlintas dalam benak Kyuhyun yang melihat kegugupan dalam diri Hyuji.
“apa yang kau bisa membantu oppa?? Apa kau oppa mau menemani oppa mandi?? Ah, paling tidak seharusnya kau menggosok punggung oppa atau menyabuni oppa, otte??” ucapnya terus terang
“ne?? Aaanniya, aku akan keluar saja. Kau sudah besar, pasti bisa melakukannya sendiri”
“annio, kau harus disini sampai oppa selesai” menarik lengan Hyuji dan langsung mencari penggosok serta sabun cair miliknya dan langsung mengarahkannya untuk menggosok tangan Kyuhyun. Ia melakukannya dengan hati-hati dan penuh rasa sayang.
Berbeda dengan Hyuji yang merasa malu dan risih saat melakukannya, Kyuhyun justru menahan dirinya untuk tak menyentuh istrinya saat ini. Ia tahu, kalau istrinya belum siap sama sekali.
Hyuji menarik tangan Kyuhyun sebelah kanan untuk ia bersihkan, dan hal itu membuat handuk kimono yang ia kenakan tersingkap dan membelah pahanya. Kyuhyun sudah berusaha untuk tak tergoda dengan memalingkan wajahnya.
“chagia, aku hanya bercanda tadi.. kau tak perlu melakukannya, aku tak ingin lepas kendali terhadapmu.. keluarlah aku bisa melakukannya sendiri”
“aniya oppa, gwenchana. Ini sudah kewajibanku sebagai istrimu”
Kyuhyun hanya menghela napas dalam. Ia baru tahu kalau istrinya itu patuh terhadap perintah yang dikatakan kepala pelayan untuk memakai pakaian mini tersebut sebagai pengganti piamanya. Walaupun ia tahu bahwa Hyuji merasa risih akan hal ini. Tapi ia tak menunjukkannya pada Kyuhyun.
Hyuji benar-benar terkejut saat Kyuhyun menariknya ke dalam bath up dan mendudukkannya diatas pangkuannya. Belum habis rasa keterkejutannya, ia kembali dikejutkan oleh ulah Kyuhyun yang tiba-tiba melumat bibirnya dengan penuh hasrat. Kyuhyun merengkuh tubuhnya ke dalam pelukannya dan mengambil alih spon yang Hyuji gunakan untuk menggosoknya tadi.
Hyuji mendorong Kyuhyun menjauh untuk mengambil napas dan terkulai lemas setelah berciuman panjang dengan Kyuhyun. Untung saja Kyhyun memegang pinggangnya dengan erat, kalau tidak ia bisa saja membentur dinding tembok yang berada disebelah kanan. Hyuji tidak memiliki pengalaman apapun tentang hal-hal yang seperti ini. Yang ia tahu bagaimana cara megelola bisnis keluarga, mengatur rumah, memasak, dan merawat keponakannya, selain itu ia tidak tahu. Bahkan untuk memoleskan make up diwajahnya. Orang tua dan eonninya pun sempat khawatir akan perilaku yang Hyuji tunjukkan. Selama ini ia hanya memakai pelembab dan las bedak tipis diwajahnya dan tambahan lip blam apabila bibirnya terasa kering. Selain itu ia tak pernah menempelkan riasan lain diwajahnya.
“chagia mian, jeongmal mianhae aku tak bisa mengendalikan diriku sendiri.. pergilah ke dalam kamar dan ganti pakaianmu dengan yang baru.. aku tahu kau belum siap.. pergilah sebelum semuanya terlambat” dengan napas yang masih tersengal-sengal Hyuji mempererat peganngannya pada bahu Kyuhyun untuk mengumpulkan nyawanya.
“anniya oppa, aku sudah menjadi milikmu. Aku akan menerima apapun yang akan kau lakukan padaku malam ini. Aku tak mau menghalangi apa yang telah menjadi hakmu saat ini. Aku memang belum siap. Tapi saat tadi oppa menciumku, aku percaya padamu oppa. Oppa berhak mengambilnya. Lakukanlah apa yang ingin oppa lakukan. Jangan menahannya. Aku percaya pada suamiku..” Hyuji mengelus lembut pipi suaminya dan memberikan senyuman hangat kepadanya. Kyuhyun mengelus tangan Hyuji yang memegang pipnya dan membalas senyuaman istrinya. Ia benar-benar merasa beruntung karena telah memilki istri seperti Hyuji.
“baiklah, aku akan mengambil hakku sekarang….”
Kyuhyun langsung mencium kembali bibir istrinya yang telah mulai bengkak karena ulahnya tadi. Ia terus melumat, menghisap bahkan sedikit mengigitnya untuk memberikan akses lebih. Tanganya bahkan tak tinggal diam. Ia terus mengelus-ngelus bagian belakang tubuh Hyuji.
Setelah sekain lama ia menjamah istrinya sampai melepaskan pakaian yang melekat padanya hingga tak sehelai benangpun yang melekat diantara tubuh keduanya. Kyuhyun melepaskan pagutannya dan membawa istrinya yang terkulai lemas ke dalam shower untuk sekedar membersihkan sisa sabun dan langsung membawanya ke kamar mereka yang berukuran king size.
Ia membaringkan Hyuji dengan hati-hati. Tanpa menunggu lama, Kyuhyun menempatkan dirinya dan menunduk untuk sekedar mencium dahi istrinya.
“kau yakin?? Ini akan terasa menyakitkan untukmu dan aku tak ingin membuatmu menyesal karena melakukannya”
“tak apa oppa, aku tahu ini akan sakit. Semua wanita pasti akan merasakannya.. aku tak ingin membuatmu menahan apa yang kau inginkan. Lakukanlah, aku milikmu sekarang. Sesakit apapun itu, aku akan menerimanya. Aku ingin berbakti dan mengabdi pada suamiku”
Kyuhyun merasa terharu saat mendengar ucapan yang terlontar dari mulut istrinya itu. ia pun mulai menuntun milkinya ke dalam kewaintaan milki istrinya tersebut. Ia menggosok-gosokkan miliknya untuk menggoda istrinya.
“sshhhhh, ahhh oopp pppa jebal. Tolong jangan seperti iiinn nnnni….” Hyuji menggeliat tak tahan dengan apa yang dilakukan suaminya itu. ia resah tak menentu. Ia merasakan ingin diperlakukan lebih dari ini. Tapi ia tak tahu apa yang bisa membuat hal itu terpenuhi.
“sabar chagi, aku harus membuatmu basah terlebih dahulu. Aku tak mau kau sampai merasakan sakit yang luar biasa jika aku tak membuatmu basah lagi.. sepertinya sudah cukup, kau siap??” Hyuji hanya mengangguk pasrah pada suaminya itu.
Kyuhyun mulai memasukkan miliknya dengan perlahan dan mencabutnya kembali. Dengan sekali hentakkan, ia langsung memasukkan milkinya dan menerobos selaput dara milki Hyuji.
“aakkhh..” Hyuji terkejut dengan apa yang terjadi. Ia meremas punggung suaminya sambil terisak menahan sakit yang ia alami. Ia tak tahu kalau rasanya akan sesakit ini. Ia pikir rasa sakitnya akan sama seperti saat ia terkena jarum suntik.
Hyuji terus terisak. Melihat itu, Kyuhyun menundukkan wajahnya membelai lembut kepala Hyuji dan mencium dahinya lama. Tanpa terasa ia ikut menteskan air matanya. Ia tak tega melihat istrinya yang begitu menderita karena ulah dirinya.
“mianhae chagi, aku telah melukaimu. Aku melakukannya untuk tak membuatmu menderita. Karena kalau perlahan-lahan kau akan lebih merasakan sakit saat menerimanya”
“uljima oppa, nan gwenchana. Aku hanya terkejut saat menerimanya. Aku harap oppa mengerti. Jangan ikut menangis. Aku tahu kau akan melakukan apapun untuk tidak melukaiku. Aku sangat berterima kasih kau mau melakukan hal yang benar” Hyuji menghapus tetesan air mata Kyuhyun dan mencium lembut bibir suaminya untuk meyakinkan bahwa dirinya tak apa-apa. “seakarang lakukanlah apa yang ingin kau lakukan. Aku akan menerimanya. Jangan menahan dirimu lagi..”
Kyuhyun pun mengangguk dan mulai bergerak mencari kepuasan yang ia cari. Ia terus mengelus tubuh Hyuji. Dari mulai mengelus rambutnya, meremas dadanya, dan meraba perut rampingnya. Sesekali ia mencium bibir plum istrinya yang menggoda. Mereka terus melakukan hal itu sampai 3 ronde.
Kyuhyun tak melepaskan milkinya, ia langsung menarik Hyuji dalam dekapan hangatnya dan menyelimuti tubuh istrinya. Ia mengusap-ngusap punggung Hyuji memberikan rasa nyaman padanya. Hyuji mulai nyaman akan keadaan ini. Ia memejamkan matanya merasakan perlakuan suaminya yang sesekali mencium puncak kepala istrinya tersebut.
“saranghae, jeongmal sarangahe nae buin”
“nado sarangahe nae nampyeon”
“tetaplah berada disisiku mulai hari ini, nanti dan selamanya”
“eumm, aku akan mengikuti kemanapun oppa melangkah. Cintailah aku dengan hatimu sebagaimana oppa mencintai eommunim dan Ahra eonnie, lindungilah aku dengan ragamu, percayalah kepadaku sebagaimana oppa percaya terhadap diri oppa sendiri, tegur dan marahilah aku saat aku melakukan kesalahan, bimbinglah aku untuk menjadi istri yang berbakti padamu. Karena aku pun akan melakukan hal sama terhadapmu oppa…”
“arra, aku tak meragukanmu. Sekarang tidurlah, kau pasti sangat kelelahan hari ini”
Hyuji mengangguk dan merapatkan dirinya kepada Kyuhyun. Hal itu disambut bahagia oleh Kyuhyun yang ikut memperat dekapan pada pinggang istrinya..
——-__END__——-

Fc Populer:

%d blogger menyukai ini: