Bloody Venus

0
bloody venus ff nc kyuhyun
Author : skhmamel
Tittle : Bloody Venus
Category : NC21, Yadong, Romance, Fantasy, Oneshot
Cast : Minamiya Sakura, Cho Kyuhyun and Other
Aku menguap lebar melihat pertunjukkan theater didepan. Membosankan sekali. Berbeda jauh dari kenyataan yang ada. Aku pertama kali tertarik untuk melihat pertunjukkan theater ini karena judulnya Golden Apple. Aku smpat mengira seperti Golden Apple yang sebenarnya. Tapi pertunjukkan ini ternyata jauh dari harapanku dan apa itu? Siapa yang berperan sebagai Aphrodite? Jika ibu melihatnya dia akan benar-benar murka bahkan mungkin bisa mengutuk pemeran itu.

Sialan. Aku benar-benar sudah tidak tahan melihat pertunjukkan ini lagi. Jika sampai bibi Eris tahu namanya sudah berkembang menjadi sangat buruk mungkin dia benar-benar bisa menebarkan kebenciannya.
“oneechan, kau mau kemana?”
“aku sudah tidak tahan Adachi. Pertunjukkan ini benar-benar buruk. Kau pulang sendiri atau ikut denganku?” aku memberi pilihan pada perempuan disampingku.
“aku ikut.” Dengan raut cemberut Adachi mengikutiku. Ya, mau tidak mau dia pasti memilih pulang denganku dari pada dia harus pulang menggunakan taksi atau kereta.
“kenapa oneechan tidak tahan dengan pertunjukkan itu?” tanyanya setelah kita berada didalam mobil.
“ceritanya benar-benar jauh dari keadaaan yang sesungguhnya Adachi. Beruntung saja mereka tidak terkena kutukan para dewi yang terlibat.”
“tapi setidaknya itu mengobati rasa rindu oneechan kan?”
Aku menatap Adachi datar. “tidak sama sekali.”
Ya, hanya Adachi yang tahu siapa aku sebenarnya. Dari mana aku berasal, siapa orang tuaku dan siapa saudara-saudaraku.
“apa oneechan akan mengatakan ini pada bibi?”
“tidak, ibu bukan orang yang akan mengurus hal tidak penting seperti ini. Tapi pasti dia juga akan marah.” Aku sedikit memikirkan bagaimana reaksi ibu.
“kenapa oneechan tidak kembali saja?”
“jika aku bisa kembali, aku juga akan kembali Adachi. Tapi, sayangnya cermin yang membawaku ke dunia ini sudah dihancurkan oleh para monster brengsek itu.”
“oneechan kan bisa meminta pada Zeus untuk mengembalikan oneechan.”
“meminta pada Zeus? Kemungkinan dikabulkan oleh kakek adalah satu dibanding sepuluh ribu juta.”
“kalau begitu oneechan menikah saja. Apa oneechan mau menikah saat aku sudah tua sedangkan oneechan tidak bisa tua begitu?”
Aku terkekeh pelan. “kau ingin membuatku menjadi manusia seutuhnya dengan membujukku untuk menikah? Tidak Adachi, aku belum menemukan yang cocok untukku.”
“oneechan tidak mau kembali dan juga tidak mau menjadi manusia secepatnya.”
“kenapa kau cerewet sekali hah?”
“kenapa oneechan bilang? Oneechan cantik dan tidak akan menjadi tua. Sedangkan aku, aku akan menjadi nenek-nenek. Lalu ketika berjalan dengan oneechan nanti oneechan akan dianggap sebagai cucuku. Hwaaa… aku tidak mau oneechan.”
Aku mengelengkan kepala tidak percaya dengan tingkah perempuan disampingku ini.
“Adachi, aku juga akan menjadi tua. Kau tahu kan.”
“iya, tapi saat ini oneechan belum pernah tidur dengan laki-laki manapun.”
Aku benar-benar tidak habis pikir dengan jalan pikiran Adachi yang cukup pendek. Kebodohan sepertinya telah diberikan Ate pada Adachi secara berlebihan. Ya, tapi Adachi benar. Aku tidak bisa kembali dan aku juga sedikit ragu untuk menjadi manusia. Ya, aku memang harus membuat keputusan. Menikah? Dengan siapa?
***oOo***
Aku mengetuk-ketukkan jemariku sambil menatap para dewa-dewi didepanku. Rapat ini cukup menyiksaku yang seharusnya tidak terlibat dalam urusan para dewa-dewi. Aku hanya demigoddess. Lahir dengan ibu sang dewi Aphrodite dan ayah Nesseus, manusia biasa yang meninggal karena pertempuran melawan monster.
“ah, aku bosan Venus.” Saudaraku Eros mulai mengeluarkan rontahan kebosanannya.
Aku mendengus mendegar keluhan bodohnya itu. “kau baru ikut rapat ini pertama kali saja mengeluh bosan seperti mengikuti rapat yang ke sepuluh saja. Kau tidak lihat bagaimana denga diriku yang menghadiri rapat tidak berujung ini dari pertama kali?” aku menatapnya dengan sinis.
“eh, tatapanmu seperti tidak menujukkan kalau kau putri ibu saja.” Eros melontarkan cadaan tidak lucunya yang aku balas dengan pandangan ‘tidak lucu’
“baiklah, itu sama sekali tidak lucu.”
Zeus mengakhiri pertemuan yang tetap belum berujung ini dan akan dilanjutkan besok. Aku mendesah kesal pada Eros yang mengandengku dengan semangat keluar dari ruang pertemuan.
“kau mau membawaku kemana Eros bodoh.” Aku berteriak kesal.
“bersenang-senang adik kecilku.”
“kau ingin menjadikanku manusia seutuhnya? Tidak aku sangka kau sejahat ini Eros.” Aku menatapnya tidak percaya.
Eros melihatku lebih tidak percaya lagi lalu melayangkan pukulan ke kepalaku. Aku langsung merintih kesakitan.
“itu agar menyadarkanmu. Bagaimana mungkin aku membuat adikku menjadi manusia seutuhnya hah? Semua itu pilihanmu.”
“lalu untuk apa kau mengajakku.” Aku menyipitkan mata menatapnya.
“tentu saja melihatku bersenang-senang sayang.”
“melihatmu bercinta dan mendesah bersama para perempuanmu Eros? Oh, tidak terima kasih. Kau pikir aku apa, hah?”
“adikku yang sangat aku dan ibu sayangi dan yang sangat kami jaga kesuciannya.”
Aku mendengus sebal dengan kalimat hiperbolanya. “lalu kenapa kau mengajakku hah?”
“supaya kau senang sayangku.” Eros mencubit kedua pipi putihku yang langsung meninggalkan bekas merah akibat cubitannya.
“kau pikir aku nanti tidak akan terangsang hah?”
“kalau begitu kau bergabung bersama kita. Kurasa bercinta dengan kakak atau dewa tidak akan mengubahmu menjadi manusia utuh.” Cegiran lebar menghiasi mulutnya.
Aku memukul kepalanya keras. “kau pikir aku tidak mempunyai moral. lagi pula aku tidak menyukai barang bekas sepertimu.”
“hey! Venus. Kau bilang aku apa hah?!! Akan aku buat kau jatuh cinta pada seorang pecinta sejati.”
“kau lakukan itu padaku, akan aku patahkan kemaluanmu.” Aku mengancamnya dan ini tidak main-main.
“hahaha, aku hanya bercanda sayang.” Cengiran lebar keluar dari mulutnya sekali lagi. “sudahlah, aku tidak ingin berdebat dengan adikku. Sekarang kita pergi.”
Eros menyeretku tanpa jeda untukku menolaknya. Dan disinilah aku, memasang wajah masam melihat Eros bersama para perempuannya. Bercumbu dengan kurang ajarnya didepan perempuan polos sepertiku.
“Eros, bisakah aku pulang saja? Aku tidak mau melihat percintaan livemu.”
“kau harus melihatnya Venus. Ini sangat mendebarkan.”
Aku melempar gelas perunggu yang berada didepanku dan walah, tepat sasaran ke kepala cupid bodoh itu. “kau mau mencemari aku dengan kemesumanmu hah?”
“baiklah, baiklah aku akan pindah. Tetapi, kau harus tetap disini.”
Aku mencibir pelan dengan sikapnya yang berusaha menjadi kakak yang baik dengan memberikan pesan padaku. Eros dengan perempuannya masuk kedalam sebuah ruangan dan tidak diragukan lagi bahkan, suara desahan mereka masih dapat terdengar olehku. Terkutuklah telinga demigoddess ini.
Aku beranjak dari dudukku. Peduli setan dengan perintah Eros. Aku bosan dan Eros sangat lama ketika bercinta. Terkutuklah si Dewa Cinta itu. Aku melangkahkan kakiku keluar dari rumah border ini untuk kembali pulang ke Olympus.
Langkahku terhenti begitu merasakan ada yang mengikutiku. Ini sudah cukup malam dan siapa yang dengan beraninya mengikutiku? Aku membalikkan badanku dan menatap tajam monster yang dari sekian banyaknya yang menjadi musuh para dewa-dewi.
“Venus putri Aphrodite.” Ucapnya dengan senyum kemenangan.
“aku tidak mempunyai urusan dengamu makhluk kepala manusia dan badan kuda.”
“kau sama saja seperti ibumu. Angkuh.”
“karena aku adalah putri Aphrodite.”
“kalian benar-benar menyebalkan. Tidak dewa atau pun dewi bahkan demigoddess sepertimu juga menyebalkan.”
Makhluk itu dapat aku pastikan sangat marah pada ucapanku tadi. Tapi apa yang salah dengan ucapanku? Dia yang mengatakan aku angkuh seperti ibuku kan? Lalu dimana letak kesalahan ucapanku?
“lari.” Entah dari arah mana dia muncul dia dengan gerakkan cepat menarikku lari dan alhasil kami dikejar oleh makhluk hina itu. Aku bisa memastikan bahwa ini bukan Eros bajingan tengik itu. Aku juga tidak bisa melihat wajahnya yang kulihat hanya punggung bidangnya dan rambut pirang panjangnya yang tertiup angina malam. Aku melihat kebelakang makhluk itu masih mengikutiku dan dia.
“siapa kau?” aku membuka suaraku ditengah lari kami.
“tidak penting. Kau sedang dalam bahaya monster itu pasti sedang lapar.”
Aku memandang tidak percaya punggunya. Bahaya? Justru kau yang bahaya jika menolongku bodoh! Entah mengapa aku mengulum senyum melihat perwujudtan perhatiannya.
“terima kasih.”
“kau belum aman. Tidak usah berterima kasih.”
Aku melihat kebelakang. Sialan makhluk itu menguji kesabaranku dan sampai kapan aku dan laki-laki pirang ini berlari terus?
Laki-laki pirang itu menarikku kedalam dekapannya. Berusaha sembunyi dari makhluk antah beranta itu dan kembali lari lagi kearah yang berlawanan dengan makhluk itu. Kami sampai disebuah gubuk ditengah hutan. Laki-laki pirang itu membuka pintu gubuk dengan pedang platinanya dan dari situ aku mengambil kesimpulan bahwa dia adalah seorang pangeran.
“kalian pikir kalian bisa kabur dariku?”
Oh, Zeus. Makhluk ini benar-benar menyebalkan. Jika tidak ada laki-laki pirang ini sudah aku pastikan bahwa kepala dan badan buruknya itu akan terpisah dengan mengenaskan.
“kau masuklah kedalam. Biar aku yang menghadapinya.”
“tapi,…” sial. Aku masih belum bisa melihat wajahnya secara jelas. Rasanya cahaya bulan Arthemis tidak sedang bersinar malam ini.
“masuklah, aku akan melindungimu.”
“dasar manusia bodoh untuk apa kau melindungi seorang demigoddess.”
“dia adalah seorang perempuan dan menjadi kewajibanku sebagai pangeran sejati untuk melindunginya.”
Aku sedikit tersentuh dengan perkataanya.
“masuklah.”
“dia benar, tidak seharusnya kau melindungi seorang demigoddess.”
Tubuhku rasanya menegang. Tidak mampu bergerak. Dengan tiba-tiba tanpa menjawab pertanyaanku dia menciumku. Menciumku begitu dalam.
“itu jawabannya. Masuklah.” Aku mengerutkan kening tidak mengerti dengan maksud perkataannya dan mendorongku masuk kedalam gubuk tua.
Aku mencoba membuka pintu gubuk itu tapi tidak bisa. Entah apa yang menganjalnya hingga terasa sulit untukku buka. Aku berjalan kesana kemari mencoba mencari sesuatu didalam gubuk ini untuk kugunakan membuka pintu itu. Mataku menangkap sebuah cermin tua yang diatasnya terdapat tulisan yunani yang berarti ‘tersesat dalam lingkaran waktu’ aku mengkerutkan alisku. Apa maksud tulisan diatas cermin tua ini dan tiba-tiba tanpa terduga cermin itu mengeluarkan cahaya yang amat menyilaukan mataku.
Aku tidak tahu apa yang terjadi tapi, saat aku sadar aku sudah berada disebuah tempat yang menurutku asing. Aku menatap kesekeliling.
“bukankah itu Athena?” aku menatap sebuah patung batu yang berbentuk Athena. Sebenarnya dimana ini? Aku mencoba mencari pintu keluar dan betapa terkejutnya aku. Ini memang di Yunani tapi, ini bukan jaman dimana aku berada.
“ibu, dimana aku berada? Ibu tolong aku. Eros.” Rasanya aku ingin menangis.
Hampir satu bulan lamanya aku berada disini. Ibu dan saudara-saudaraku juga tidak kunjung datang kemari untuk menjemputku. Ah, sudahlah. Aku juga mulai terbiasa dengan keadaan disini. Hari ini aku memutuskan untuk datang ke kuil ibu. Aku ingin melihatnya walau itu hanya berwujud patung batu.
“ibu aku merindukanmu.” Aku menautkan kedua tanganku seperti kebiasaan manusia pada jaman ini. Aku ingin ibu melindungi dan memberikan kemudahan selalu untukku.
“akhirnya aku menemukanmu sayang.” Aku menatap sumber suara yang berasal dari arah belakang patung. Sebuah cahaya muncul dibalik patung dan munculah sosok yang selama ini aku rindukan.
“ibu.” Aku memeluk sosok dewi Aphrodite yang tidak lain adalah ibu kandungku.
“bagaiamana kau bisa berada di jaman ini sayang? Kau tahu ibu tidak tahu harus mencarimu kemana.” Ibu menangkup kedua pipiku. “ibu sudah menghukum Eros karena lalai menjagamu.”
“ceritanya panjang ibu dan Eros tidak bersalah, bu. Aku pergi tanpa berpamitan padanya.” Aku memeluk perempuan cantik didepanku.
“ibu akan meminta pada Zeus untuk mengembalikanmu. Tenanglah.”
“tidak usah ,bu. Aku nyaman tinggal disini dan aku tidak akan kembali.”
“kau sudah tidak waras Venus? Kau seorang demigoddess yang belum menjadi manusia seutuhnya. Kau masih makhluk abadi sayang. Kau tidak akan bertambah tua. Bagaimana jika manusia disini tahu?”
“maka dari itu bantu aku ibu.”
***oOo***
Aku membuka mataku. Kenangan masa lalu yang tiba-tiba hadir kembali. Kenangan bagaimana aku bisa berada di jaman ini sampai aku bertahan di abad dua puluh satu dengan bantuan ibu yang menyamarkan identitasku. Dan saat ini aku memakai identitasku sebagai Minamiya Sakura. Seorang perempuan karir berdarah jepang yang sangat sukses.
“kau sudah bangun?” aku menoleh dan mendapati ibu tengah duduk diatas sofa dan disampingnya tidak ketinggalan Eros.
“sejak kapan kalian disini?”
“sejak kau tertidur.”
Aku hanya membulatkan mulutku membentuk huruf O.
“telephon Adachi. Aku sudah memasakkan makanan yang sangat banyak.” Aku mengangguk dan menyentuh nama Adachi pada ponsel pintarku. Menghubunginya. Tanpa perlu waktu lama Adachi sudah berada didepan rumahku. Menekan belnya dengan kekuatan penuh.
“obasan.” Adachi memanggil ibuku dengan ceria.
“oh, Adachi yang cantik sudah datang.” Ibuku memeluk Adachi dengan senang. Ketahuilah. Seorang Aphrodite sangat tidak senang memanggil perempuan lain dengan sebutan cantik karena hanya dia yang tercantik.
Aku menatap Adachi. Aku masih ingat bagaimana pertemuanku dengan Adachi waktu itu. Aku bertemu dengan Adachi saat berada di Singapore dengan identitas sebagai Ling Fai seorang dokter perempuan sukses berdarah Singapore dan China. Aku bertemu dengan Adachi yang waktu itu masih duduk di bangku sekolah menengah pertama. Aku menolongnya yang terjatuh dari atas sepeda. Membantu mengobati lututnya yang terluka cukup parah.
Tiga tahun yang lalu aku memutuskan untuk pindah ke Jepang. Berganti identitas dari Ling Fai menjadi Minamiya Sakura, seorang desainer lulusan universitas mode ternama di Paris dan aku bertemu dengan Adachi kembali. Adachi menyadari kemiripanku dengan Ling Fai dan karena kepolosan, kejujuran juga kebaikkan hatinya aku menceritakan siapa diriku padanya.
“obasan, apa obasan merestui jika Sakura-neechan menikah?”
Ibu menatap Adachi lalu berganti menatapaku. “siapa calon suamimu sayang?”
Aku hamper saja tersedak dengan pertanyaan ibuku. “ibu percaya dengan kata-kata bodoh Adachi?”
“kau menikah juga tidak apa-apa.”
“lalu dengan siapa ibu?” aku mencoba bertanya pada ibu.
“bagaimana jika aku menjodohkanmu?” Eros mencoba memberikan saran.
“dengan seorang pecinta sejati Eros? Brengsek sekali kau.” Aku mendesis tidak percaya.
“hey, hey! Lalu kenapa jika dia seorang pecinta Venus?”
“Eros aku perempuan baik-baik dan kau memberiku seorang pecinta? Kakak macam apa kau?”
“sayangku, seorang pecinta pasti sangat tampan. Auranya berbeda dengan laki-laki lain dan yang pastinya dia kaya raya.”
“ibu, tolong jernihkan pikiran bodoh Eros.” Aku mendengus sebal dengan perkataan Eros.
“kalau begitu Eros-niisan, jodohkan Sakura-neechan dengan Cho Kyuhyun saja.”
Aku mendelik sebal pada Adachi begitu perempuan itu menyebut nama laki-laki brengsek itu.
“siapa Cho Kyuhyun itu Adachi cantik?” ibu mulai membuka mulutnya ingin tahu.
“dia adalah seorang laki-laki yang perempuan dengan sukarelanya melemparkan tubuhnya untuk tidur bersamanya. Pengusaha muda sukses asal Korea Selatan yang bergerak dibidang Perhotelan, Pariwisata, Fashion, Transportasi dan yang pasti dia empat puluh lima persen memonopoli keuangan Korea Selatan.”
“sepertinya dia cukup menarik Adachi.” Eros menunjukan tampang bodohnya lagi.
“dan dia juga brengsek! Aku akan mematahkan kemaluanmu Eros jika kau berbuat yang aneh-aneh. Aku berjanji itu.” Aku menghentikan makanku dan memutuskan ke kamar. Menenangkan pikiranku yang panas. Mendengar nama Cho Kyuhyun saja sudah menyulut emosiku.
***oOo***
“haruskah kita datang kesana Adachi?” aku bertanya pada Adachi sekali lagi.
“sudah berapa kali oneechan bertanya hal yang sama? Dan jawabanku tetap sama oneechan. Lagi pula kita juga sudah di airport.” Adachi membalasnya dengan tetap memandang pada ponsel pintarnya.
Aku mendengus sebal. Jika bukan karena dia adalah pelanggan VIP butikku pasti aku tidak akan mau datang ke pesta ulang tahun pernikahannya. Bukan tanpa alasan aku tidak mau datang. Pertama, pesta itu dilakukan di Seoul yang berarti kemungkinan dua puluh persen aku bertemu dengan Cho Kyuhyun brengsek itu. Kedua, pelangganku itu adalah salah satu pebisnis sukses di Seoul dan berarti kemungkinan aku bertemu dengan Kyuhyun menjadi empat puluh persen. Ketiga, pelangganku itu ternyata cukup dekat dan akrab dengan Kyuhyun, peluang bertemu dengannya di pesta itu bertambah menjadi Sembilan puluh Sembilan persen. Sialan bukan! Terkutuklah para Moira.
Aku memandang kota Seoul dari jendela kamar hotelku. Sendiri. Adachi memilih untuk turun ke bawah mengisi perutnya yang berisi para cacing yang sedang memberontak.
“kau sendiri?”
Aku menoleh kebelakang dan mendapati seorang perempuan cantik yang aku kenal.
“bibi Persefone? Apa yang kau lakukan disini?” aku bertanya ingin tahu.
“hanya ingin berjalan-jalan.”
“benarkah itu?”
“tidak juga, aku sedang bertengkar dengan Hades.”
Aku mencibir pelan. Sudah kuduga. Tapi harus aku akui pasangan yang paling membuat iri semua dewa-dewi adalah Hades dan Persefone. Siapa yang tidak iri dengan mereka? Ralat lebih tepatnya iri terhadap Persefone. Hades hanya mencintai Persefone dan itu terbukti dengan tidak adanya perempuan lain sampai sekarang.
“tidak biasanya kalian bertengkar. Masalah perempuan ya?”
Persefone mendelik kaget padaku. “kau pikir Hades seperti dewa yang lain? Tidak, ini masalah yang berbeda.”
“baiklah, aku tidak tertarik dengan masalah bibi.” Putusku dan memilih bermain dengan gadgetku.
“kau sangat menyebalkan Venus.” Bibi menghentakkan kakinya sebal dan menghilang. Mungkin dia kembali ke dunia bawah.
Aku menghembuskan napas berat. Tinggal di jaman ini pun masih membuatku harus terlibat dengan para dewa-dewi. Entah siapa saja yang mendatangiku secara tiba-tiba. Bercerita dari masalah penting hingga tidak penting bahkan terkesan bodoh seperti saudaraku Eros.
Aku melihat sekali lagi diriku didepan cermin sebentar lagi aku dan Adachi akan berangkat ke pesta ulang tahun pernikahan tuan dan nyonya Lee. Aku membenarkan sedikit tatananku.
“oioi, oneechan. Kau benar-benar cantik.” Adachi memasang senyumnya.
“aku kan putri Aphrodite.”
“oh, benar juga.” Adachi mengaruk kepalanya yang tidak gatal.
“jangan membuatku marah nanti Adachi.” Aku memeringatkan Adachi untuk menjaga mulutnya.
***oOo***
Kyuhyun melihat pintu masuk dengan senyum sumringah. Tampak perempuan yang ingin dilihatnya masuk dengan sahabatnya yang sangat dekat dengannya. Sialan! Perempuan itu tampil sangat cantik dan tentunya sexy. Kyuhyun mengumpat berkali-kali merasa tidak suka dengan penampilan perempuan itu malan ini. Terlalu, tidak. Sangat sexy dan menggoda. Membuat semua pasang mata lapar laki-laki disini menatapnya seakan dia adalah dewi seks. Kyuhyun menegak tequillanya dengan satu kali teguk.
“lihatlah, hyung. Bagaimana penampilannya malam ini? Rasanya aku ingin mengeretnya ke ranjang malam ini juga dan ke altar besok paginya.” Kyuhyun mengerutu panjang lebar pada laki-laki disebelahnya. Lee Hyuk Jae.
“sudah kubilang. Jika dia tidak bisa didapatkan secara baik-baik. Kau harus menggunakan cara yang licik.”
Kyuhyun menatap Sakura sekali lagi. Perempuan itu begitu membuatnya kesal. Dia membuat Kyuhyun jatuh cinta setengah mati padanya yang tidak pernah Kyuhyun rasakan pada perempuan lain. Dan dia juga membuat benteng es yang sangat sulit ditembus oleh Kyuhyun. Padahal semua perempuan menyerahkan dirinya secara sukarela pada Kyuhyun tapi, Minamiya Sakura?
“aku membawa obat tidur. Hari ini juga kau bawa dia ke ranjang dan besok kau bisa membawanya ke altar.”
Kyuhyun menatap Hyuk Jae tidak percaya. “haruskah aku memakai cara seperti itu? Terkesan hina sekali hyung.” Kyuhyun mempertahankan egonya.
“kau pikir seorang Minamiya Sakura akan melemparkan dirinya dengan sukarela padamu hah? Mustahil.”
Kyuhyun tampak menimbang-nimbang saran dari Hyuk Jae. Sementara laki-laki didepannya, Lee Hyuk Jae tengah bersorak gembira dalam hatinya. Ya, dia bukan Lee Hyuk Jae yang asli. Lee Hyuk Jae yang asli tengah tertidur didalam kamarnya dengan nyenyak. Dia adalah Eros yang menyamar menjadi Lee Hyuk Jae.
“baiklah, aku ikut rencanamu Hyung.”
Hyuk Jae memesan segelas wine terbaik dan mencampurkan obat tidur kedalamnya. Tidak ketinggalan juga sebuah mantra yang dapat meningkatkan nafsu seksual. Menunggu Sakura sendiri tanpa Adachi disampinya dan setelah saat itu tiba Hyuk Jae menyuruh pelayan untuk mengantarkan minuman itu ke Sakura. Dari kejauhan Kyuhyun dan Hyuk Jae melihat Sakura meminum wine yang sudah mereka campuri. Menunggu efek minuman itu bekerja.
Sakura sudah mulai memegangi kepalanya yang terasa berdenyut sakit. Mulutnya pun menguap seakan dia tidak tertidur selama dua hari. Kyuhyun yang berada dibelakangnya segera menarik tubuh Sakura sebelum perempuan itu limbung dan tidur di lantai. Membopong tubuh meninggalkan hiruk pikuk pesta. Sementara Eros yang menyamar sebagai Hyuk jae hanya tersenyum bahagia.
“dia sangat pantas untukmu sayangku.” Senyum kemenangan terpatri dengan apik diwajah Hyuk Jae.
***oOo***
Kyuhyun membaringkan tubuh Sakura ke atas ranjang kamarnya. Mengamati wajahnya yang tengah tertidur dengan pulas diatas ranjangnya. Kyuhyun membuka nakas disamping tempat tidurnya dan membuka kotak persegi yang terbuat dari kain beludru. Kotak biru tua itu berisi cincin yang sudah dia siapkan untuk perempuan yang tengah tertidur itu.
“kau akan menjadi milikku selamanya Ra-chan.”
Kyuhyun mendekati Sakura yang tengah tertidur. Menempelkan bibirnya ke bibir perempuan itu. Mengulum bibir bawah Sakura secara perlahan. Kyuhyun sedikit tersentak begitu mendapati Sakura membuka matanya. Kyuhyun langsung menarik bibirnya dan terduduk tegak sedangkan Sakura sendiri kini bangun dari tidurnya dan juga terduduk didepan Kyuhyun.
“apa yang kau lakukan Cho?” Sakura bertanya dengan suara lemah.
Kyuhyun menjadi kikuk dan tidak tahu harus menjawab apa. Menjambak rambutnya frustasi. Bagaimana mungkin ini terjadi? Sakura terbangun dan pastinya perempuan itu akan langsung memakinya, mengutuknya dengan sumpah serapanya. Terkutuklah obat tidur Lee Hyuk Jae.
Sakura menatap Kyuhyun bingung tapi yang paling membingungkan dirinya adalah gejolak dalam dirinya untuk menyentuh dan disentuh laki-laki didepannya. Entah berasal dari mana Sakura menarik Kyuhyun dan mengeret laki-laki itu hingga terlentang diatas ranjang. Sakura mencium bibir Kyuhyun. Mengigitnya keras hingga Kyuhyun membuka bibirnya membuat Sakura memasukkan lidahnya, membelit lidah Kyuhyun. Cukup lama kegiatan itu berlangsung membuat stok oksigen masing-masing menipis. Sakura melepaskan tautannya dan menatap Kyuhyun yang berada dibawahnya.
Kyuhyun hanya menatap bingung perempuan diatasnya. Apa yang terjadi pada perempuan dengan benteng es yang begitu tebal ini? Apa saja yang dimasukkan Hyuk Jae kedalam minumannya selain obat tidur? Batin Kyuhyun bertanya. Persetan dengan semuannya. Kyuhyun menarik Sakura, merubah posisi mereka menjadi dirinya yang diatas. Tangan Sakura bergerak membuka kancing kemejanya dengan jari-jari yang mengodanya. Kyuhyun sendiri tidak mau kalah, dia juga menarik turun dress Sakura menyisahkan hanya pakaian dalam yang dikenakan perempuan itu.
Kyuhyun mencium bibir Sakura sekali lagi. Ciuman itu turun ke leher putih Sakura dan mencumbunya dengan ganas. Meninggalkan banya bekas kepemilikan disana. Ciuman itu terus turun ke payudara Sakura yang penutupnya sudah dibuka oleh Kyuhyun. Menguasai payudara kanan kenyal itu dengan mulutnya membuat Sakura mendesah dan menekan kepala Kyuhyun untuk memperdalam apa yang dilakukan laki-laki itu. Selesai dengan yang kanan kini giliran Kyuhyun memuaskan payudara sebelah kiri Sakura. Kyuhyun tersenyum miring begitu melihat hasil kerjanya pada payudara kanan Sakura yang memerah dan membengkak.
Setelah dirasa Kyuhyun sangat senang bermain dengan payudaranya, Sakura menggulingkan Kyuhyun, merubah posisi mereka. Sakura tersenyum begitu melihat Kyuhyun dibawahnya.
“aku yang ambil alih Cho.”
Sakura melakukan hal yang sama yang dilakukan Kyuhyun padanya namun bedanya, Sakura juga mempermainkan kejantanan Kyuhyun dengan pahanya. Menggesek-gesekkan pahanya pada kenjantanan Kyuhyun yang masih terkurung didalam celana. Membuat Kyuhyun menggerang frustasi.
Kyuhyun mengguling Sakura, kembali berada diatasnya setelah dia rasa perempuan itu benar-benar mengodanya. Kyuhyun menurunkan celananya, membebaskan kejantanannya dari dalam kungkungan. Dia harus secepatnya memiliki perempuan ini sebelum perempuan ini sadar dan menendangnya dengan murka.
Kyuhyun menurunkan celana dalam Sakura. Memasukkan satu jarinya ke kewanitaan Sakura membuat perempuan itu menggelengkan kepalanya ke kanan dan kiri. Disiksa oleh Kyuhyun. Kyuhyun memasukkan satu jarinya lagi tapi tidak menggerakkannya. Membuat Sakura frustasi.
“kau ingin menyiksaku hah? Kumohon.” Pinta Sakura dengan suara lemahnya.
“ahhh…” desah Sakura begitu Kyuhyun menggerakkan kedua jarinya. Kyuhyun menarik jarinya setelah milik Sakura siap untuk menerima miliknya.
Kyuhyun memposisikan kejantanannya didepan pintu kewanitaan Sakura. Mendorongnya masuk membuat Sakura menjerit kesakitan. Rasanya tubuhnya seperti terbelah menjadi dua. Sakit dan perih. Kyuhyun menatap Sakura khawatir dengan keadaan perempuan itu.
“kau baik-baik saja Ra?”
“ya, lanjutkan.” Sakura hanya menjawab singkat.
Kyuhyun kembali mendorong kejantanannya. Menariknya keluar sedikit lalu mendorongnya dengan sekali dorong dan seluruh miliknya telah masuk kedalam milik Sakura. Mendiamkannya sejenak, membuat perempuan itu sedikit bernapas. Ini pertama kalinya untuk Sakura dan Kyuhyun cukup terkejut dan senang dengan itu.
Kyuhyun mulai menggerakkan kejantanannya maju mundur lama-kelamaan kegiatannya tersebut semakin menikkan temponya menjadi cepat. Membuat kedua manusia itu mendesah nikmat menikmati percintaan panas mereka.
“ahh… aaku hamper sampai Cho. Ssshhh…” ucap Sakura dengan desahannya.
“aku ju…ga. Kita keluarkan bersama.” Kyuhyun mempercepat tempo permainannya dan tidak lama kemudian dia merasakan bahwa kejantanannya siap untuk menyemprotkan berjuta-juta sperma untuk membuahi rahim Sakura.
Kyuhyun merasakan kejantanannya tersiram oleh cairan orgasme Sakura membuat miliknya berkedut ingin memuntahkan sperma. Kyuhyun mendorong kejantanannya masuk lebih dalam kedalam kewanitaan Sakura dan menembakkan spermanya. Pelepasan yang sangat membahagiankan untuknya. Akhirnya dia bisa memiliki perempuan dibawahnya denga seutuhnya. Kyuhyun menarik selimut untuk menutupi tubuh telanjang mereka. Melepaskan tautan penyatuan mereka dan memeluk posesif tubuh perempuan disampingnya.
***oOo***
Aku merasakan tubuhku seperti baru saja bekerja rodi siang dan malam selama satu minggu. Pegal dan remuk sekali dan yang pastinya ada sebuah benda yang tengah melingkari tubuhku dengan posesifnya. Aku melihat kesamping dan mendapati Kyuhyun tengah tertidur sambil memelukku. Catat, Kyuhyun memelukku tanpa menggunakan pakaian. Aku mengerjabkan mata berulang kali. Oh Zeus, apa yang terjadi? Dan aku juga merasakan paha kananku seperti menyentuh sesuatu yang kenyal.
Aku menyibakkan selimut yang menutupi kami berdua dan membekap mulutku tidak percaya. Apa yang sedang dirancang oleh Moira kali ini? Kami, aku dan Kyuhyun dalam keadaan yang tidak pantas. Kami berdua sama-sama telanjang bulat. Apa yang sudah terjadi? Mungkinkah aku sudah bercinta dengannya dan itu berarti aku menjadi manusia? Ya Tuhanku, kenapa bisa menjadi seperti ini? Dan juga kenapa harus Cho Kyuhyun brengsek, seorang pecinta yang sudah banyak tidur dengan perempuan yang tak terhitung jumlahnya? Kyuhyun membuka matanya saat aku melepaskan pelukannya dengan kasar.
“kau sudah bangun?” tanyanya dengan suara serak.
“justru aku mau bertanya kenapa kau terbangun Cho Kyuhyun? Padahal aku ingin membunuhmu.” Aku menatapnya tajam.
“ayolah Sakura, jangan menatapku seperti itu. Kemarin malam kita melakukannya dengan sadar dank au menyukainya.”
Aku menutup telingaku. “tidak Cho Kyuhyun brengsek! Aku tidak sadar!”
Kyuhyun memegang lenganku dengan keras. “cukup Sakura. Kau benar-benar menyebalkan! Aku mencintaimu dan aku tidak pernah seperti ini pada perempuan mana pun. Kenapa kau tidak bisa membuka sedikit hatimu hah?”
“membuka pada seorang brengsek sepertimu? Tidak!”
“berhenti memanggilku brengsek Sakura. Jika aku brengsek, aku akan meninggalkanmu sebelum kau terbangun dan tidak peduli bahwa kau baru saja kehilangan keperawananmu. Jadi, apa kau masih menyebutku brengsek?”
Aku terdiam dengan semua ucapannya yang panjang kali lebar. Ya,dia benar tapi sulit bagiku untuk mengakuinya yang terpenting sekarang adalah bukan keperawanan tapi, aku bukan demigoddess lagi. Aku manusia seutuhnya. Apa yang harus aku lakukan?
Kyuhyun berdiri dan mengambil sesuatu dari nakas samping tempat tidurnya sedangkan aku hanya menatap penuh tanya padanya.
“menikahlah denganku.” Kyuhyun membuka kotak kecil biru tua yang dipegangnya dan menyematkan cincinya di jari manisku.
“diammu aku anggap sebagai jawaban ‘ya’” ucapnya sekali lagi.
Hey! Apa-apaan memutuskan seenaknya begitu saja. Jika bukan karena dia sudah meniduriku dan aku menjadi manusia karenannya aku juga tidak mau menikah dengannya. Ya, mau tidak mau aku harus menikah dengan Cho Kyuhyun dengan terpaksa.
*** END **

Fc Populer: