You are… Part 4

0

ff nc 21 kyuhyun ri young
Author : BlossomRi
Tittle : You are… part 4
Category : Romance, Chapter, 21+
Cast : Cho Kyuhyun – Man Ri Young
Other Cast : Lee Donghae, Lee Hyuk Jae
Author’s Note : Hai hai… Selamat hari jadi wp FNC yang ke dua ^^ Tidak berharap lebih pada ff ini, hanya berharap bisa menghibur pembaca 😀
Tubuh nyonya Man terlihat tak seimbang. Kyuhyun dengan cepat berlari kearahnya dan langsung menangkap tubuh nyonya Man hingga akhirnya wanita itu tidak terjatuh di atas tanah. “Eommonim, anda baik-baik saja?” tanya Kyuhyun pada wanita yang sangat pucat itu.

“Bagaimana kondisi putriku?” tatapannya terarah pada Ryeowook.
“Masih di dalam, eommonim.” Balas Ryeowook setengah tidak enak hati pada Kyuhyun.
Sebenarnya, Ryeowook senang jika banyak orang lebih mempercayainya. Namun, melihat Kyuhyun diperlakukan tidak adil seperti itu, ia juga merasa sedih. Ri Young bukanlah haknya. Ryeowook kemudian berjalan mendekati nyonya Man dan Kyuhyun. Membantu Kyuhyun memapah nyonya Man menuju teras klinik.
“Aku sudah bilang, kau tak perlu ikut,” keluh nenek Man.
Setelah itu, tak ada yang berani bicara. Mereka malah menyibukkan diri dengan pemikiran masing-masing. Tak lama, pintu klinik dibuka. Kyuhyun adalah orang yang langsung memposisikan dirinya di posisi terdepan.
“Apa anda suami nyonya yang ada di dalam?” tanya dokter wanita yang baru saja memeriksa Ri Young.
“Ya, saya.” Kyuhyun menjawabnya mantap dan spontan. Hal itu sungguh membuat banyak pasang mata terkejut.
Nenek Man ingin sekali mengomeli Kyuhyun, tetapi nyonya Man menahannya. Bahkan sampai Kyuhyun memasuki klinik, tak ada suara peperangan dari nenek Man. “Berikan kesempatan untuk pria itu. Setidaknya, dia sudah memiliki niatan untuk bertanggung jawab, eommonim,” ucap nyonya Man dengan keringat yang mengucur deras.
“Ayo pulang.” Kini nenek Man malah terlihat tak peduli dengan segalanya. Ia sudah berjalan di depan kemudian berhenti. “Kim Ryeowook, bisakah kau gendong Kang Hee sampai rumah kami?” tanya nenek Man yang tak tega membiarkan nyonya Man berjalan sendiri.
“Bisa halmeoni. Mari eommonim.” Ryeowook berjongkok, memposisikan punggungnya untuk siap menggendong tubuh wanita kurus itu.
Nyonya Man terlihat tidak enak hati. Namun, tubuhnya terasa sangat lemas dan beberapa bagian tubuhnya merasakan sakit. “Maafkan aku yang hanya bisa merepotkan kalian.” Ryeowook menjawab dengan nada riang jika dia sangat senang bisa menggendong nyonya Man.
Kini, tinggalah Kyuhyun dan Ri Young beserta dokter jaga yang berada di klinik. Kyuhyun menatap Ri Young yang masih memejamkan matanya. Gadis itu terlihat sangat pucat. Hati Kyuhyun mendadak terketuk dan bergetar.
“Bagaimana kondisi mereka?”
“Istri anda sepertinya kelelahan dan sangat stress. Mohon lebih memperhatikan suasana hati dan kondisi tubuh istri anda.” Kyuhyun mengangguk mendengar penuturan dokter itu. “Untuk janin yang istri anda kandung, terlihat tidak begitu bermasalah. Tidak ada bercak darah yang keluar, sepertinya rahim istri anda kuat.”
Kyuhyun akhirnya mampu bernapas lega. Mendadak, ia diserang dengan kesadaran ‘kenapa aku sangat lega mendengar mereka baik-baik saja?’ bingung Kyuhyun. “Apa tidak ada hal berbahaya yang membuatnya pingsan?”
Dokter tadi menggeleng.
“Lalu kapan.. istri saya bisa pulang?” tanya Kyuhyun sedikit kaku.
Dokter tadi tersenyum menutup keterpesonaannya pada sosok tampan Cho Kyuhyun. “Kapan saja. Hanya, lebih baik jika menunggu istri anda siuman. Ini resep obat yang bisa tuan tebus di apotek. Obat-obatan di klinik ini belum memadai.”
Kyuhyun mengangguk sambil menatap secarik kertas yang baru saja ia terima. Tak lama, suara ketukan terdengar dari luar. Ternyata, itu adalah supirnya yang selalu setia berjaga untuknya. “Kau membawa mobil kemari?”
“Iya tuan.”
“Tolong beli obat-obat ini di apotik. Ini uangnya.”
“Baik tuan.”
Supir itu kemudian pamit dan Kyuhyun kembali duduk disamping Ri Young yang masih saja menutup matanya. Dokter tadi masih mengamati Kyuhyun. Ketertarikan terlihat jelas di matanya. Begitu besarkah pesona seorang Cho Kyuhyun?
Gosip mengenai kehamilan Ri Young langsung tersebar luas. Hal itu wajar saja. Warga desa adalah juaranya menyebar gosip. Dan hal itu sukses membuat nenek Man mengkerut malu. Bagaimanapun juga, nama Ri Young sangat baik di mata warga desa, sebelum masalah kehamilannya terkuak.
“Bisa-bisa tekanan darahku naik!” keluh nenek Man memijat keningnya
Ryeowook menatap kasihan pada nenek Man. Ya, pria itu masih disana. Dia duduk disamping nenek Man yang masih terlihat tak tenang. “Halmeoni, kenapa halmeoni tidak menerima pertanggung jawaban tuan itu? Dia terlihat serius.” Ryeowook mencoba berbicara dengan hati-hati. “Itu hanya saran saya, maaf jika saya lancang,” lanjut Ryeowook.
“Ceritanya panjang, Ryeowook-ah. Aku tidak ingin cucuku ditelantarkan, dia gadis yang ceroboh dan sangat polos. Aku tidak ingin hidupnya menjadi lebih buruk.” Ryeowook menatap kasihan pada nenek Man.
***
Ri Young membuka matanya saat sore menjelang. Tatapan matanya menangkap seorang Cho Kyuhyun yang nampak tertidur sembari bersedekap. Tubuh pria itu bersender di senderan kursi. Melihat hal itu, Ri Young berusaha bangun dan turun dari ranjang klinik kecil ini. Ia tak menemukan siapapun disana.
“Nyonya…” seorang wanita menghampiri Ri Young saat ibu hamil ini telah berada di luar klinik. “Kenapa anda keluar sendirian? Dimana suami anda?”
Ri Young mengerutkan keningnya, “Suami?” gumam Ri Young. Ekspresinya menunjukkan kebingungan dengan wajah pucat yang belum juga hilang. Wanita berjas putih tadi mengangguk dibarengi senyum berlesung pipi.
“Nyonya, mari masuk.” Supir Kyuhyun yang sejak siang tadi berjaga di samping mobil mahal milik Kyuhyun, kini tengah berlari menghampiri Ri Young.
Ri Young menatap pria berpakaian rapi itu dengan tatapan bingung. Ia sama sekali tak mengenal pria ini. Melihatpun baru kali ini, tapi Ri Young benar-benar merasa aneh karena diperlakukan seperti seorang majikan. “Berniat meninggalkanku?” tiba-tiba suara Kyuhyun menggema.
“Tuan…” supir itu membungkukkan badannya kearah Kyuhyun.
“Ayo pulang istriku..” Kyuhyun merangkul bahu Ri Young dengan senyum hambar yang ia buat-buat.
Mendadak tubuh Ri Young bergetar. Ia masih saja merasakan ketakutan dalam dirinya saat berdekatan dengan seorang Cho Kyuhyun. Keringat langsung membanjiri pelipis Ri Young dan hal itu sukses membuat Kyuhyun kalang kabut.
“Kau kenapa?” tanya Kyuhyun panik.
Dokter wanita tadi langsung berlari mendekati Ri Young. “Tuan, tolong bawa istri anda ke dalam,” pinta dokter. Kyuhyun langsung sigap menggendong Ri Young sambil sedikit berlari memasuki klinik.
Kyuhyun memperhatikan dokter memeriksa Ri Young. Ia bahkan dapat dengan jelas melihat perut Ri Young yang tak tertutup kemeja. Risih sebenarnya, tetapi ia sadar jika sebelumnya mungkin ia sudah menyentuh bagian itu. Tanpa Kyuhyun sadari, tangannya terus menggenggam tangan Ri Young.
“Bagaimana, dokter?” tanya Kyuhyun.
“Sebaiknya anda membawa istri anda ke rumah sakit yang memang memiliki dokter spesialis kandungan. Saya tidak berani menduga-duga,” balas dokter wanita tadi.
“Ya.” Kyuhyun segera merengkuh tubuh Ri Young dan membopongnya tanpa persetujuan sang pemilik tubuh. “Apa saya harus membayar lagi?” tanya Kyuhyun saat sudah berada di ambang pintu.
Dokter wanita tadi tersenyum dan menggelengkan kepalanya. “Anda sudah membayar lebih tadi. Semoga istri anda dan janin baik-baik saja.”
“Terima kasih.” Kyuhyun langsung berjalan cepat menuju mobilnya. “Rumah sakit!”
Supir tadi terlihat menengok ke belakang. Ia menatap kearah Kyuhyun penuh tanda tanya. “Daerah mana, tuan?”
“Kau tahu rumah sakit daerah sini?” Ri Young menggelengkan kepalanya. “Aish! Ke Seoul!” hanya itu yang terlintas di pikiran Kyuhyun.
“Tidak. Aku tidak apa-apa. Aku hanya mau pulang!”
Kyuhyun menatap murka kearah Ri Young. “Kau akan membahayakan dirimu sendiri dan anak kita? Ibu macam apa kau ini?” entah dorongan dari mana, kalimat itu terlontar begitu mulus dari mulut Kyuhyun. “Kau bahkan berkeringat sangat banyak dan tubuhmu terus gemetaran, kau bilang itu tidak apa-apa? Hah… sepertinya kau benar-benar ingin aku dibunuh orang tuaku!” kini Kyuhyun merubah nadanya menjadi gumaman.
“Ini tidak akan terjadi jika tak ada kau disini.” Ri Young mencoba membela dirinya. “Jika kau turunkan aku disini, aku jamin akan sampai rumah dengan selamat tanpa gemetar!” Ri Young bahkan berusaha untuk tak menatap kearah Kyuhyun.
“Jangan harap.”
“Kyuhyun-ssi, aku mohon pulangkan aku…” emosi Ri Young berubah. Emosi membaranya tadi kini sudah melumer menjadi emosi dimana ia hanya ingin menangis.
Kyuhyun mengernyitkan keningnya. “Ada apa denganmu? Kenapa aneh sekali?” tanya Kyuhyun to the poin. Ri Young hanya menatap kearah Kyuhyun dengan mata berkaca-kaca. Oh.. baiklah, gadis itu sudah berusaha keras dengan memberanikan diri menatap Kyuhyun. Pria yang pernah memperkosanya.
“Pak Jang, pulang!”
“Kemana tuan?”
“Rumah desa.”
“Baik, tuan.”
Ri Young akhirnya sedikit bernapas lega. Namun, suara perut laparnya terdengar. Kyuhyun bahkan sampai menahan tawa saat pria itu juga mendengar suara cacing di perut Ri Young tengah berdemo.
“Mau makan apa?” tanya Kyuhyun sedikit lunak.
Ri Young menundukkan kepalanya. Sungguh malu. “Man Ri Young…” Kyuhyun mengangkat dagu Ri Young agar bertatapan dengannya. “Aku sudah bilang bukan, aku akan bertanggung jawab. Bersikaplah baik padaku.”
“Tolong, hanya antarkan aku pulang.” Jawaban Ri Young itu hanya mampu membuat Kyuhyun mendesah pasrah. Ia memberi kode pada supirnya agar segera melajukan mobil.
Saat sampai di depan rumah kecil yang Ri Young tempati, mereka berdua melihat suasana rumah yang cukup ramai. Banyak orang yang berada di depan rumah, kebanyakan sibuk memgobrol. “Ada apa ini?” gumam Ri Young bingung. Ia akhirnya memilih untuk berjalan mendekat, mencoba mencari jawabannya sendiri. Kyuhyun-pun mau tak mau juga mengikuti Ri Young.
“Permisi…” Ri Young dengan sopan melewati kerumunan.
“Ri Young-ah… akhirnya..” nenek Man terlihat lega melihat kedatangan Ri Young.
Wanita paruh baya itu sesekali menyeka air matanya. Seketika, Ri Young dilanda ketidak tenangan. Ia raih tangan neneknya, “halmeoni, ada apa? Apa terjadi sesuatu pada eomma?” tanya Ri Young.
Nenek Man mengangguk. Wanita berambut putih itu menuntun Ri Young menuju kamar mereka. Disana, Ri Young dapat dengan jelas melihat wajah pucat sang ibu. Disamping sang ibu, ada seorang dokter pria tua yang baru saja menyelimuti ibunya.
“Sepertinya ginjal satu-satunya nyonya Heo Kang Hee semakin tidak berfungsi dengan baik,” ucap dokter kepercayaan warga desa ini.
“Eomma…” Ri Young berlari terhuyung kearah ibunya yang tengah memejamkan mata.
Air mata gadis itu meleleh. Isakan juga tak bisa ia redam. Kyuhyun yang sejak tadi mengikuti Ri Young, kini hanya mampu menatap wanita itu dengan tatapan iba. Hatinya terketuk. Bagaimanapun, ia tak pernah melihat kejadian semenyedihkan ini.
“Halmeoni, Ri Young-ah, bagaimana jika kita bawa eommonim ke Seoul?” suara Kyuhyun terdengar berbeda. Dari nadanya saja, terdengar sangat lembut.
Ri Young menatap Kyuhyun cukup lama. Ia melihat sosok Kyuhyun yang lain disana.
“Ya. Untuk terakhir kalinya, tolong bantu keluargaku, Kyuhyun-ssi.” Ri Young berbicara disela tangisnya.
Mendengar itu, Kyuhyun mengangkat nyonya Man. Ri Young dan nenek Man mengikuti Kyuhyun di belakang pria itu. ‘Tuhan, tolong ibuku…’Ri Young terus berdoa disela tangisnya. Ia tak bisa membayangkan bagaimana kelanjutan hidupnya jika tak ada kehadiran sang ibu.
“Jadi itu pria yang sudah menghamili Ri Young?”
“Katanya itu suaminya?”
“Aku tadi melihat mereka bertengkar sebelum Ri Young pingsan. Katanya, pria itu akan bertanggung jawab. Kemungkinan mereka berhubungan di luar nikah.”
“Oh.. pergaulan anak kota sungguh menakutkan. Aku harus mengingatkan Hee Sun.”
“Tapi Ri Young beruntung. Pria itu tampan dan kaya.”
“Aku hanya tidak menyangka, gadis yang terlihat polos itu ternyata sudah sering berhubungan dengan laki-laki.”
Dan masih banyak lagi omongan warga yang sempat menyaksikan kejadian tadi. Ryeowook yang sejak tadi ada disanapun hanya mampu diam dan mendengarkan. Ia diam karena terlalu shock. Sejak tadi ia disana, mencari dokter dan mencoba menenangkan nenek Man. Namun, ia sama sekali tak terlihat di mata Ri Young. Hatinya sungguh sakit karena itu. Perjuangan kerasnya, nyatanya bisa digeser oleh seorang Cho Kyuhyun yang hanya membuntuti Man Ri Young.
“Aku kasihan pada Ryeowook. Mereka terlihat serasi. Tapi…”
“Ryeowook pria yang baik. Dia harus mendapatkan wanita yang jauh lebih baik dari Ri Young.”
“Tapi Ri Young sangat cantik. Ah.. sayang sekali..”
“Sudahlah, kalian tidak perlu bergosip. Ri Young sudah memiliki garis takdir sendiri. Jangan cap Ri Young yang buruk-buruk jika kita belum tahu apa-apa. Aku percaya jika anak itu tidak seburuk yang kalian bicarakan.” Nenek Kim terlihat masih bersimpati dengan keluarga Man ini. Beliau kemudian mengajak cucunya –Kim Ryeowook- untuk segera pulang.
***
Saat bereka baru saja sampai di salah satu rumah sakit yang terletak di Seoul, Kyuhyun segera membukakan pintu untuk Ri Young dan membantu mengangkat tubuh nyonya Man saat petugas medis mulai berlari mendekat.
“Tenanglah..” bisik Kyuhyun sambil meraih bahu Ri Young dan berjalan bersama wanita itu.
Mereka berjalan cukup terburu sembari mengikuti petugas medis membawa nyonya Man. Nenek Man diam-diam memperhatikan cara Kyuhyun memperlakukan cucunya. Perasaannya berkata lain. Hatinya bergetar dan entahlah, pemikirannya sempat berubah untuk seorang Cho Kyuhyun.
“Duduklah. Aku akan mengambilkan minum,” ucap Kyuhyun pada Ri Young saat mereka berada di depan ruang UGD.
Ri Young hanya diam dan menatap pintu di depannya dengan tatapan kosong. Nenek Man bergeser untuk lebih dekat dengan cucunya. “Ingatlah janin yang tengah kau kandung. Ibumu akan baik-baik saja. Bukankah uang kita sudah banyak? Halmeoni juga menabung. Semoga jika tabungan halmeoni, tabunganmu dan hasil penjualan rumah digabung, uangnya akan cukup.” Ri Young hanya membalasnya dengan anggukan. Namun, air matanya tetap tak berhenti keluar.
Kyuhyun membeli dua botol air mineral. Ketika ia akan meninggalkan kasir di kantin rumah sakit, ponselnya bergetar. Nama Lee Donghae tertera jelas disana. “Ada apa, hyung? Apa tentang kematian pohon-pohon anggurku?”
“Ya, Kyu. Tapi ini hanya setengah petak. Apa kau sudah meyakinkan Ri Young? Sepertinya…”
“Hyung, aku sedang ingin fokus dengan kehidupanku yang lain. Tolong terus awasi ladang anggurku bersama Eunhyuk hyung. Aku percayakan pada kalian. Ada hal mendesak yang harus aku urus.”
Kyuhyun segera mematikan sambungan telepon dan berjalan terburu kearah Ri Young. Sepertinya keajaiban baru saja terjadi. Seorang Cho Kyuhyun sudah tidak mengagung-agungkan anggur-anggurnya. Ia kini malah mengacuhkan anggurnya demi seorang Man Ri Young, si gadis miskin.
“Minumlah,” ucap Kyuhyun saat menyodorkan sebotol air mineral pada Ri Young. “Halmeoni juga,” lanjut Kyuhyun sambil memberikan botol yang lainnya pada nenek Man.
Kyuhyun menatap Ri Young penuh rasa bersalah. Kemurkaannya di hari yang lalu, nyatanya sekarang berubah menjadi penyesalan. Ia benar-benar tidak tahu jika wanita yang sudah ia siksa, ia rusak dan ia perlakukan tidak baik ini, ternyata memiliki problema hidup yang benar-benar pelik.
“Eoh, eomma..” nenek Man menatap kearah Kyuhyun, tapi tidak untuk seorang Man Ri Young. “Tolong segera datang ke rumah sakit Seoul. Aku disini bersama Ri Young.” Kyuhyun terlihat serius saat menelpon ibunya.
“Apa terjadi sesuatu pada calon menantuku dan calon cucuku?” suara nyonya Cho terdengar sangat panik saat itu.
“Mereka baik-baik saja. Hanya, eommonim masuk UGD. Segeralah kemari bersama appa.”
“Ya. Tentu. Perlakukan mereka dengan baik.”
Kyuhyun menatap Ri Young setelah sambungan telepon dengan ibunya berakhir. Wanita itu masih saja menatap kearah pintu dengan penuh harap. ‘Maafkan aku, Ri Young-ah. Mungkin aku akan memanfaatkan situasi ini. Tapi sungguh, sekarang kau dan janin yang kau kandung itu benar-benar prioritasku.’
***
Ditempat lain, tiga orang tadi terlihat menunjukkan raut kelegaan setelah salah satu dari mereka menyelesaikan panggilan melalui telepon. Nyonya Cho serta Donghae dan Eunhyuk. Mereka tengah berkumpul di rumah besar milik Cho Kyuhyun.
“Benar bukan, Kyuhyun akan luluh. Anak itu sebenarnya memiliki hati yang sangat lembut.” Nyonya Cho berseru gembira.
“Sebentar lagi mereka pasti akan segera bersatu. Kyuhyun harus berterima kasih padaku.” Eunhyuk terlihat bahagia.
Tuan Cho terlihat berjalan terburu dari arah rumah belakang.. “Yeobo, segeralah bersiap-siap. Ibu dari gadis itu masuk UGD. Anak buahku baru saja mengabari.”
“Apa? Appa, jangan bercanda!” nyonya Cho mendadak panik dan saling melempar pandang kearah Donghae dan Eunhyuk yang tak kalah terkejut.
“Segera ke rumah sakit Seoul. Ayo.” Tuan Cho langsung menarik tangan istrinya dan meninggalkan Eunhyuk serta Donghae yang masih belum bergerak dari posisi mereka.
“Apa kita harus bahagia sekarang?” tanya Eunhyuk.
Donghae menggelengkan kepalanya. Mereka kini hanya mampu menatap satu sama lain kemudian mendesah lelah. “Malang sekali hidupmua Ri Young-ah…” gumam Donghae sedih.
Saat di perjalanan, nyonya Cho mendapatkan panggilan dari putranya dan ia menatap suaminya bingung. “Angkat saja. Bersikaplah seolah-olah kita belum tahu dan akan segera kesana,” ucap tuan Cho yang duduk disamping istrinya.
***
Pintu ruang UGD akhirnya terbuka. Ri Young langsung berlari kearah salah satu dokter yang baru saja keluar. “Dokter, bagaimana ibu saya?”
“Kami harap, segera dilakukan operasi pencangkokan ginjal. Namun, kami butuh pendonor yang cocok.”
Mendengar itu, tubuh Ri Young merosot ke lantai. Nenek Man terlihat memeluk Ri Young untuk berbagi kesedihan. Mereka hancur. Sungguh, terutama Ri Young. Sejak awal, ginjalnya tidak cocok dengan sang ibu. Dan ia kini tak tahu, siapa orang yang memiliki ginjal yang cocok dengan sang ibu dan rela mendonorkan ginjalnya.
Kyuhyun mendengar itu dengan sangat jelas. Entah dapat keberanian dari mana, pria itu langsung beranjak dari duduknya dan berlari memanggil dokter tadi. “Bisa dokter cek apakah ginjal saya cocok dengan pasien?” kalimat itu terlontar luwes dari seorang Cho Kyuhyun.
“Kyuhyun-ssi…” gumam Ri Young tak percaya dengan hal yang baru saja Kyuhyun katakan. “Jangan…” suara Ri Young tercekat. Ia kini hanya mampu menggelengkan kepalanya.
“Baik. Jika anda siap, kunjungi lab saja.”
Kyuhyun mengangguk. Pria itu kemudian berjalan mendekati Ri Young dan meraih tubuh Ri Young agar segera bangkit. “Kenapa kau melakukan ini? Tolong urungkan niatmu..” Ri Young kembali menangis tersedu.
“Beliau akan menjadi ibu mertuaku. Aku akan mencoba menebus kesalahanku yang telah merusak putrinya dan kau harus tahu, aku melakukannya atas dorongan hatiku sendiri. Jika aku mampu, aku akan melakukan yang terbaik. Tapi, aku meminta tiga buah janji.”
Ri Young masih menangis terisak. Pandangannya tak jelas bahkan hanya untuk menatap Kyuhyun dalam posisi sedekat ini. “Jaga kesehatanmu, jaga anak kita, dan menikahlah denganku,” bisik Kyuhyun. Kyuhyun kemudian mendudukkan Ri Young dan beralih kearah nenek Man yang sejak tadi menatap keduanya. “Halmeoni, tolong jaga calon istriku dan calon anak kami. Saya akan segera kembali.” Kyuhyun kemudian berjalan meninggalkan mereka.
“Kyu…” nyonya Cho terlihat lega dapat berpapasan dengan putranya.
“Ri Young ada disana, tolong temani dia sebentar. Aku akan segera kembali.”
Tuan Cho menelisik ekspresi putranya. Rasa bangga sungguh ia rasakan sekarang. Dia akhirnya bisa mengatakan, ‘kaulah putra kebanggaanku’ dalam hatinya. Ini yang ia harapkan, Kyuhyun menyadari kesalahannya dan mempertanggung jawabkan perbuatannya.
“Ayo..” tuan Cho tak memperdulikan akan kemana putranya. Yang ia tahu, Cho Kyuhyun tak akan lagi lepas tangan.
Nyonya Cho berjalan di depan suaminya. Matanya berbinar saat melihat sosok gadis dalam mimpinya. Ini nyata. Gadis itu benar-benar Man Ri Young. Ingatannya tidak salah. Ia masih ingat betul bagaimana wajah gadis yang tengah memangku bintang di dalam mimpinya. “Oh.. kau benar-benar nyata..” ucap nyonya Cho dan langsung memeluk Ri Young.
“Nyonya…” Ri Young terkejut mendapatkan pelukan itu.
“Tenanglah, Kyuhyun akan melakukan yang terbaik,” bisik nyonya Cho.
‘Tapi aku benar-benar tidak mengharapkan dia. Dia pria asing yang mendorongku memasuki hutan belantara ini. Haruskah aku mati untuk meninggalkan semua rasa ini? Dia benar-benar sukses membuatku kehilangan harapan untuk hidup.”
To Be Continued

Fc Populer:

%d blogger menyukai ini: