You are… Part 3

0
ff nc 21 kyuhyun ri young
Author : BlossomRi
Tittle : You are… part 3
Category : Romance, Chapter, 21+
Cast : Cho Kyuhyun – Man Ri Young
Other Cast : Lee Donghae, Lee Hyuk Jae
Author’s Note : Hai hai… Selamat hari jadi wp FNC yang ke dua ^^ Tidak berharap lebih pada ff ini, hanya berharap bisa menghibur pembaca 😀
Ri Young, nenek Man dan nyonya Man sudah berada di kamar mereka. Bisa dibilang ini adalah sidang. Ri Young harus mempertanggung jawabkan praduga neneknya tadi. “Katakan, kau benar hamil?” tanya sang ibu.

Ri Young hanya menunduk. Ia tak tega melihat wajah ibunya yang semakin pucat.
“JAWAB MAN RI YOUNG!” bentakan itu sukses membuat Ri Young terlonjak.
“Iya…” cicit Ri Young.
“Kau pernah melakukannya?”
Ri Young mengangguk.
“Jangan terlalu keras padanya. Kau harus mendengarkan penjelasannya dulu.” Nenek Man mencoba menenangkan nyonya Man dan ia terus menepuk-nepuk ringan punggung Ri Young.
Nyonya Man menghela napas panjang, “eommonim, jangan terlalu memanjakan dia. Lihatlah, dia membawa aib untuk keluarga kita. Aku benar-benar tidak menyangka jika pergaulannya sungguh kelewat batas.” Selesai mengucapkan itu semua, mata nyonya Man melebar. Ia teringat akan sesuatu, “jangan-jangan, uang yang selama ini kau dapatkan itu adalah hasil menjual tubuh?”
“Eomma…” tanpa menunggu lima detik, air mata Ri Young sukses menetes. Tak menyangka jika ibunya akan menuduhnya serendah itu.
‘PLAK’
“Eommonim…” nyonya Man menyentuh pipinya yang baru saja mendapat hadiah panas dari sang mertua.
Nenek Man terlihat sangat geram. Ia tak terima jika cucunya dinilai serendah itu walaupun ibu dari cucunya itu yang mengatakan. “Pikirkan apapun kalimat yang akan kau keluarkan. Teganya kau mengecap putri kandungmu seburuk itu. Kau pantas marah, tapi jangan gunakan kekuasaan marahmu itu untuk menghakiminya dan menuduhnya macam-macam. Ri Young, dia…”
“Halmeoni…” Ri Young menggelengkan kepalanya. Berharap sang nenek dapat menutup mulut.
“Jangan tutup-tutupi apapun, Ri Young-ah. Aku tidak ingin ada orang yang memicingkan mata kearahmu!” nenek Man terlihat sangat murka. Bahkan nenek tua itu sampai berdiri dan berkacak pinggang menghadap menantunya. “Kalau kau tahu bagaimana perjuangan putrimu, mungkin kau hanya bisa menangis sampai pingsan. Kau tidak tahu bahwa…”
“Halmeoni…”
“Dia diperkosa…”
“Halmeoni!!!” teriakan Ri Young itu menutup penjelasan sang nenek.
Nyonya Man menunjukkan ekspresi keterkejutan yang sangat nyata. Ia hanya terdiam terpaku. Mulutnya ternganga dan matanya menatap datar.
***
Eunhyuk dan Donghae akhirnya mengunjungi kediaman Kyuhyun yang disana masih ada kedua orang tua pria bermarga Cho itu. Saat baru saja sampai di ruang tamu, nyonya Cho mengajak mereka ke taman belakang.
“Buat dia menyadari kesalahannya. Ayahnya sangat marah dan kini tak mau bicara dengan Kyuhyun,” ucap nyonya Cho.
Eunhyuk dan Donghae saling menatap.
“Bibi, sebelumnya saya mau tanya, benar jika Ri Young hamil seperti yang bibi beritahukan melalui sambungan telepon tadi pagi?” nyonya Cho mengangguk sebagai jawaban dari pertanyaan Eunhyuk.
“Aku memimpikan seorang gadis cantik berambut panjang bergelobang di bagian bawah rambutnya. Gadis itu tersenyum sambil memangku bintang yang bersinar sangat terang dan Kyuhyun ada disampingnya. Memperhatikannya bahkan menyentuh bintang itu.”
Donghae dan Eunhyuk menganga mendengarkan penjelasan nyonya Cho yang sudah cukup dekat dengan mereka. “Itu benar ciri-ciri Ri Young…” gumam Donghae tanpa sadar.
“Jadi kalian juga mengenal sosok Ri Young itu?”
“Tentu saja, bibi. Dia mencuri anggur di perkebunan Kyuhyun dan tertangkap oleh Kyuhyun. Bahkan ia sempaat bekerja di ladang.” Eunhyuk antusias menceritakan sosok Ri Young. “Ri Young juga yang membuat kami rajin main ke ladang. Wajahnya alami. Bagian tubuh tertentu juga berukuran cukup…” Donghae menyenggol lengan Eunhyuk agar saudaranya itu tidak keterusan berbicara mesum tentang gadis yang telah dinodai oleh Kyuhyun.
“Dia sexy?”
Eunhyuk mengangguk, “hanya dia tidak mengumbar keseksiannya. Dia gadis yang sangat polos dan sederhana.” Kali ini Eunhyuk berbicara menggunakan otak warasnya.
“Donghae-ya, kau tahu bagaimana menilai gadis cantik, bukan?” Donghae hanya tersenyum. “Kau juga tahu bagaimana proporsionalnya wajah cantik wanita? Tolong ceritakan sosok Ri Young menurut kaca matamu.” Nyonya Cho menatap Donghae penuh harap.
Donghae terdiam sejenak, mencoba mengingat sosok Man Ri Young. “Dia memiliki jidat yang cukup lebar, tapi tak selebar milik Kyuhyun. Matanya cukup lebar dibanding mata orang Korea, tapi aku yakin jika ia tak melakukan operasi plastik. Kelopak mata gandanya ada. Hidungnya cukup mancung. Menurut saya dia termasuk sangat cantik untuk kategori wanita Korea yang tidak melakukan pembedahan pada wajahnya.”
“Aku sangat puas mendengar penjelasanmu. Pantas Kyuhyun melakukannya walau dia sedang mabuk. Anak itu, pintar sekali memilih wanita.” Nyonya Cho terlihat tersenyum lebar. “Sekarang kalian bisa mempengaruhi Kyuhyun.”
“Ayo..” Eunhyuk terlihat sangat semangat. Mereka akhirnya berjalan menaiki tiap anak tangga untuk bertemu dengan Cho Kyuhyun.
Saat membuka pintu kamar Kyuhyun, Eunhyuk dan Donghae mendapati Kyuhyun tengah memunggungi mereka. Kyuhyun terlihat menempelkan ponsel disamping telinganya dan tengah mendengarkan sesuatu dari ponselnya dengan serius.
“Apa? Jeollanam-do? Pinggiran gunung Jiri? Itu sangat jauh… astaga…” Eunhyuk dan Donghae saling melempar pandang. “Ya, kirimkan saja alamat lengkapnya. Terus perhatikan dia.” Kyuhyun memasukkan tangannya ke dalam saku. Sampai sekarang, ia belum menyadari jika kedua kakaknya tengah berdiri di belakang sambil menguping.
“Jeollanam-do?” ucap Eunhyuk tanpa suara. Donghae mengangguk. “Kesemek, apel, enak..” lanjut Eunhyuk yang akhirnya mendapat pelototan tajam dari Donghae.
“Apa?!”
Eunhyuk dan Donghae kembali menatap Kyuhyun dengan penuh keterkejutan.
“Ada pria yang terus menempel pada Ri Young?” Eunhyuk menahan tawanya. Baru kali ini ia mendengar Kyuhyun menaikkan nada suara hanya karena membahas wanita. “Ha? Mereka membawa kotak-kotak makanan? Ri Young juga? Hah… baiklah. Terus awasi mereka. Jangan biarkan mereka hanya berdua saja!”
Saat Kyuhyun berbalik, ia terkejut setengah mati ketika melihat Eunhyuk sudah tersenyum menunjukkan gusi-gusinya dan Donghae yang menunjukkan ekspresi serius. “Kau menyuruh seseorang untuk mencari Ri Young?” tanya Donghae tanpa senyum sedikitpun.
“Banyak orang, bukan seseorang. Anak itu benar-benar merepotkan!”
“Kyu, kau tulus mencarinya untuk bertanggung jawab atau karena apa? Hah?”
Kyuhyun terhenyak. Ini pertama kalinya Donghae terlihat meledak. “Hyung, kau ini kenapa?” Kyuhyun balik bertanya. Eunhyuk yang menyadari situasi semakin tegang, kini berusaha memikirkan sesuatu untuk menarik perhatian mereka.
“Jangan mempermainkan perempuan!”
“Kenapa? Toh, dia pencuri anggurku! Dia lebih menyeramkan dari perempuan.”
“Terus saja sugesti hati dan pikiranmu dengan kalimat itu! Kyu, ingat kata-kataku, kau akan menyesali semua ini. Melihat caramu berbicara tadi, bukan tidak mungkin jika kau akan jatuh cinta pada gadis yang selalu kau juluki pencuri anggurmu itu. Aku yakin, kau kelak akan mengejar-ngejar Ri Young bahkan akan mengemis untuk melihat anaknya!”
“Hae-ya…” Eunhyuk menyentuh pundak Donghae. “Kyu… apa yang Donghae katakan sangat besar kemungkinannya terjadi. Oh… aku mengingat sesuatu..”
Eunhyuk mengeluarkan ponselnya dan mencari catatan yang ia buat di dalam ponselnya. “Ini tentang reinkarnasi. Kemarin aku bertemu dengan kakek tua yang berpakaian sangat lusuh. Beliau bilang, kita harus segera menemukan reinkarnasi dari seorang dewi.”
“Hyung… masalahku sangat genting! Appa akan merusak ladang anggurku jika aku tak segera menemukan Ri Young.”
Donghae memutar bola matanya, terlihat sangat kesal. “Dengarkan ceritaku sampai akhir, bodoh! Ini juga tentang Ri Young dan bisnis anggurmu. Mau dilanjut?” Eunhyuk mendumal. Kyuhyun mengangguk setelahnya. “Beliau bilang, dewi itu bereinkarnasi menjadi gadis biasa yang terlihat sangat cantik dan imut. Parasnya seperti paras dewi itu tapi nasibnya tak seperti nasib para dewi yang sangat beruntung. Kau tahu dulu sebelum dia bereinkarnasi, dia dewi apa?”
Kyuhyun menggelengkan kepala.
“Dia dewi anggur! Dan dia selalu berdekatan dengan buah anggur.”
Mendengar ucapan Eunhyuk itu, Kyuhyun tertawa mengejek. “Hei, hyung… jangan membuat lelucon. Aku bukan anak kecil yang akan percaya cerita itu. Mana ada dewi anggur? Hah…” jawaban Kyuhyun itu membuat Eunhyuk melotot tajam kearahnya.
“Buktikan saja jika kau tak percaya. Aku hanya menyampaikan amanat kakek tua itu. Aku juga tidak rugi jika ladang anggurmu sirna.” Eunhyuk menoleh kearah Donghae. “Hae-ya, ayo pulang.”
Sepeninggalan kedua kakak sepanti asuhan itu, Kyuhyun sedikit terhasut. Apapun yang menyangkut anggurnya, ia akan melakukan yang terbaik. Sungguh. Oleh karena itu, ia langsung menyambar jaket tebalnya dan berjalan tergesa.
“Kau mau kemana?” teriak sang ibu saat Kyuhyun sudah meninggalkan pintu depan.
“Mencari cucu kalian!” balas Kyuhyun dengan berteriak pula. Ia bagkan tak menoleh sedikitpun kearah ibunya.
Tuan Cho mendekati istrinya yang terlihat panik. “Biarkan anak itu berusaha memperbaiki kesalahannya. Aku baru saja mendapat kabar dari orang suruhanku jika Kyuhyun mengerahkan beberapa orang untuk mencari gadis bernama Ri Young itu sejak semalam dan belum lama ini, mereka menemukannya.” Nyonya Cho terlihat lega mendengar penuturan sang suami.
***
Ri Young menatap bahan-bahan makanan dengan tidak berselera. Ryeowook melihat hal itu. “Hei.. ada masalah? Sejak memasak makanan untuk sarapan, kau terlihat tidak bersemangat dan matamu terlihat bengkak.” Ryeowook mendekati Ri Young.
“Tidak apa-apa..” senyum Ri Young terpaksa berkembang.
“Ei.. jangan membohongi Kim Ryeowook. Aku ini sahabatmu, apa kau akan menyimpan rahasia dariku?”
“Kita harus memasak untuk makan siang.”
Ryeowook mencekal tangan Ri Young yang siap mengangkat beberapa sayur untuk diiris. “Waktu makan siang masih lama. Biasanya kau akan memintaku bernyanyi atau kita sekedar membaca. Ada apa?”
“Oppa.. tidakkah kita terlalu dini untuk saling berbagi cerita?”
“Bagiku tidak. Selama aku mengatakan jika seseorang itu sahabatku, aku akan melakukan yang terbaik untuk dia. Tak ada kata lama dan baru. Percayalah padaku.”
Ri Young menghela napas. Ia kembali menimang kalimat apa yang tepat untuk ia sampaikan pada seorang Kim Ryeowook. Ia sebenarnya juga sangat tidak mau merepotkan pria feminin ini, tapi pria ini menekannya untuk bicara. “Kau tahu apotek yang cukup dekat di daerah ini?” Ryeowook mengangguk. “Ayo antarkan aku..”
“Ayo…” Ryeowook mengulurkan tangannya. Senyumnya terbit. Akhirnya ia memiliki sahabat yang benar-benar mempercayainya.
Mereka berjalan keluar dengan bergandeng tangan dan tak merasa curiga dengan pria berkaos cokelat yang tengah berjalan di belakang mereka. Ri Young bahkan menarik tangan Ryeowook agar mereka bisa berjalan lebih cepat.
“Oppa, kau bisa menunggu disini?” tanya Ri Young saat mereka sudah sampai di depan apotek.
Ryeowook mengerutkan keningnya. “Kenapa? Kau tak mempercayaiku?” pertanyaan balik dari Ryeowook itu kembali membuat Ri Young menghela napas kesal. Akhirnya Ri Young menarik tangan Ryeowook memasuki apotek yang ukuran bangunannya terbilang sangat kecil.
“Apa ada vitamin untuk ibu hamil?” tanya Ri Young tanpa pikir panjang.
Ryeowook menoleh tegas kearah Ri Young. “Kau hamil?” bisik Ryeowook yang nampak bingung. Ri Young hanya mengangguk sebagai jawaban. “Kau sudah punya suami?” kembali Ryeowook membuat pertanyaan dan kini juga membuat petugas apotek menatap kearah mereka.
“Ini..” Ri Young memberikan sejumlah uang sesuai yang tertera pada layar harga.
Mereka akhirnya keluar dengan Ri Young yang tak lagi menggandeng tangan Ryeowook. Pria berwajah tirus itu menatap Ri Young dengan tatapan tak terbaca. “Jangan katakan pada siapapun. Oppa sudah janji..” Ri Young bahkan berbicara tanpa menoleh kearah Ryeowook.
“Kau terlihat santai, apa kau sudah menikah?”
Pertanyaan Ryeowook itu sukses membuat Ri Young menghentikan langkah kakinya. “Apa aku harus kembali menangis dan terus menangis?” Ri Young balik melempar pertanyaan kearah Ryowook.
“Maafkan aku. Aku tidak akan lagi bertanya jika kau tidak mau menceritakannya sendiri. Aku juga janji untuk tidak menceritakan ini pada siapapun.”
“Oppa, maafkan aku. Aku tidak bermaksud memarahimu. Sungguh. Aku.. aku hanya sedang tidak dalam kondisi yang baik.”
Ryeowook mengangguk.
“Aku mengerti.” Ryeowook kemudian mengulurkan telapak tangannya. “Ayo bergandengan.” Ri Young kemudian tersenyum dan menyambut tangan Ryeowook.
Dibalik pohon besar, pria berkaos cokelat tadi memperhatikan mereka. Ia kemudian menghubungi orang yang menyuruhnya, Cho Kyuhyun. “Tuan, sepertinya mereka sudah sangat dekat. Tetapi, Ryeowook belum tahu apapun tentang kehidupan nona Ri Young. Mereka baru saja pergi ke apotek dan Ryeowook sempat menanyakan tentang status nona Ri Young yang sudah menikah atau belum. Saya simpulkan, nona Ri Young membeli alat tes kehamilan.”
***
Sore menjelang. Kyuhyun akhirnya sampai di desa kecil yang membuatnya berjuang keras hanya untuk sampai sana. Mobilnya kini berhenti di depan rumah kecil yang menurut orang kepercayaannya, itu adalah rumah kecil yang dihuni oleh Ri Young.
Saat Kyuhyun akan keluar dari mobilnya, ia melihat Ri Young berjalan seorang diri memasuki pelataran rumah kecil itu. Rumah yang didoninasi oleh benda-benda kayu. “Man Ri Young!” langkah kaki Ri Young mendadak terhenti.
“Cho…” gumam Ri Young yang langsung menunjukkan raut ketakutan.
“Ada yang ingin aku bicarakan…” belum sempat Kyuhyun menyelesaikan kalimatnya, Ri Young sudah berlari memasuki rumah kecil itu. “Ya! Jangan berlari, kau membahayakan bayi kita!” teriak Kyuhyun.
“Bayi kita?” tanya nenek Man yang ternyata berada di belakang Kyuhyun.
Kyuhyun berbalik dan dapat dengan jelas menatap wajah wanita paruh baya yang berbicara tadi. “Oh… Annyeonghaseyo halmeoni. Apa anda mengenal gadis tadi?” Kyuhyun masih belum menyadari siapa yang tengah ia ajak bicara. “Tolong panggilkan Ri Young untuk saya. Saya benar-benar ingin berbicara serius dengannya. Halmeoni, ini tentang anak kami…”
“Sebentar.” Nenek Man berjalan cukup cepat untuk ukuran usia renta. Sebenarnya nenek Man mendumal. Hanya saja, Kyuhyun tak mendengarnya.
Tak lama, nenek Man keluar lagi. “Halmeoni, bagaimana…” tiba-tiba wajah Kyuhyun basah kuyup. Pelakunya adalah nenek Man yang datang dengan segayung air. “Halmeoni…”
“Pergi dari sini! Jangan ganggu cucuku! Wajahmu tak menggambarkan kebejatanmu, sungguh menipu..”
“Halmeoni…”
Nenek Man memasuki rumah kecil itu seolah menutup telinganya. Ia sama sekali tak menoleh kearah Kyuhyun. Membiarkan anak muda yang ternyata telah menghancurkan cucunya itu basah kuyup dengan hasil nol besar.
“Jadi itu laki-laki yang memperkosamu?” tanya nyonya Man pada Ri Young.
Ri Young mengangguk.
“Pria kaya. Sopan santun sangat kurang walau wajahnya tampan,” gumam nenek Man. “Apa kau sudah menghubunginya tentang kehamilanmu? Kenapa pria tadi mengatakan bayi kita?”
Ri Young menggelengkan kepalanya.
Di luar, Kyuhyun masih berdiri terpaku. Berharap agar Ri Young berbaik hati untuk keluar. Tiba-tiba ponselnya bergetar. Segera ia rogoh sakunya dan mendapati nama Lee Donghae tertera di layar ponselnya.
“Kenapa hyung?”
“Aku baru saja mendapat kabar jika pohon anggurmu yang posisinya ada di pojok paling selatan mati. Katanya, tadi pagi masih layu, tetapi saat siang hari, daunnya semakin layu dan buah-buah anggur yang masih muda langsung berguguran.”
“Apa?! Kau tidak bercanda, hyung? Apa appa merusaknya?”
“Tidak Kyu, aku serius. Kau menuduh ayahmu? Ini tidak terlihat seperti dirusak Kyu. Ayahmu bahkan terkejut mengetahui kabar ini.”
Tubuh Kyuhyun lemas mendapati kabar itu. “Kyu.. sepertinya apa yang Hyukie ucapkan itu benar.”
“Oh.. atau jangan-jangan dia yang melakukannya?”
“Kau menuduhnya? Heuh.. kau masih berpikiran picik tentang kami. Hyukie dan aku sejak tadi sibuk mengurus pekerjaan kami. Semalam kami juga lembur. Lagi pula, tadi pagi kau juga masih di Korea dan bertemu kami, mana mungkin kami pelakunya. Kalau tidak percaya, tanyakan saja pada sekertarisku. Divisiku dan hyukie mengadakan lembur bersama.”
“Ya Tuhan…”
“Kyu.. apa kau sudah berhasil menemukan Ri Young? Aku takut jika Hyukie tidak bohong. Aku tidak mau usaha yang kau rintis selama ini bangkrut.”
“Hah… cerita gila! Kenapa harus terjadi padaku? Ya, aku menemukannya. Hanya saja, dia tak mau menemuiku!”
***
Pagi menjelang dan Kyuhyun masih setia menunggu Ri Young. Ia sudah berganti pakaian dan matanya masih saja terjaga. Tidur di dalam mobil sungguh bukan kebiasaannya, itu sebabnya ia tak bisa tidur sejak semalam.
“Tuan, itu nona Ri Young.” Supir Kyuhyun menunjuk kearah Ri Young yang baru saja keluar dari rumah kecil tadi.
Mata Kyuhyun terbelalak lebar dan ia bergegas turun dari mobilnya untuk mendekat kearah Ri Young. “Man Ri Young, kita harus bicara!” Kyuhyun langsung mencegat jalan Ri Young dan hal itu hanya dihadiahi tatapan datar oleh gadis yang tubuhnya lebih berisi dibanding saat ia masih tinggal di pinggiran Seoul.
“Ri Young-ah..”
Ri Young dan Kyuhyun menoleh. Ryeowook terlihat jalan kearah mereka dengan menenteng sayur mayur, sesekali memperhatikan sayur mayur yang ia bawa rusak atau tidak. Sehingga ia tak memperhatikan sosok Kyuhyun yang menghalangi pandangannya pada Ri Young.
“Minggir…” Ri Young mencoba mendorong Kyuhyun ke samping, tetapi pria itu hanya bergerak sedikit. Dorongannya tak cukup kuat untuk membuat seorang Cho Kyuhyun melangkah mundur.
“Oh.. kau sedang ada tamu?” tanya Ryeowook penuh keterkejutan saat ia sudah fokus kearah depan.
Ri Young menggelengkan kepalanya, “dia tamu tak diundang.” Ri Young mencoba mencari jalan lain dan kembali gagal, Kyuhyun kini sudah mencengkeram lengannya. Ryeowook bingung harus berbuat apa. Dipikirannya, mungkin itu pria yang sudah melakukan hubungan lebih dengan Ri Young.
“Lepas!”
“Kembali ke Seoul!”
“Aku bilang lepas!”
“Kembali ke…” ucapan Kyuhyun terhenti. Ia kemudian menoleh kearah Ryeowook yang baru saja menampik tangannya pada lengan Ri Young.
“Jangan paksa Ri Young! pantas saja jika Ri Young tak mau denganmu, perangaimu saja benar-benar menyebalkan. Kau tidak tahu bagaimana etika memperlakukan perempuan? Ckckck…”
Kyuhyun mendesis. “DIAM KAU!”
‘BYUR’
Kyuhyun kembali basah kuyup. Nenek Man mendadak datang dan langsung menyiram tubuh Kyuhyun dengan air setengah ember yang ia bawa dari dalam. Nyonya Man akhirnya menampakkan dirinya.
“Halmeoni…” keluh Kyuhyun.
Nenek Man melotot kearah Kyuhyun dan masih memegang ember berwarna orange itu. Nyonya Man kemudian berjalan mendekati Kyuhyun. Menatap Kyuhyun dalam dan tersirat kebencian di dalamnya. “Boleh aku menamparmu?” tanya nyonya Man geram.
“Eommonim..” Kyuhyun mencoba menahan sekaligus menolak pertanyaan nyonya Man. Ia sangat tahu jika wanita ini adalah ibu dari Man Ri Young walau baru sekali melihatnya. Wajah mereka cukup mirip.
Nyonya Man mengepalkan tangan kirinya kuat-kuat. Namun, hal itu tak seperti yang ia katakan tadi. Ia tak terlihat akan menampar Kyuhyun. Malah, ia memberikan barang kecil ke tangan kanan Kyuhyun.
“Eomma…”
“Kang Hee!”
Ri Young dan sang nenek memanggil nyonya Man bersamaan. Mereka terkejut dengan hal yang baru saja nyonya Man lakukan. Ryeowook kini mencoba mencuri pandang. Namun, keterkejutannya tak dapat ia tutupi. Ada dua garis merah di benda kecil yang baru saja diberikan pada Kyuhyun.
“Jangan salah paham, aku memberikan ini bukan untuk meminta pertanggung jawaban darimu! Aku hanya ingin menamparmu dengan kenyataan, akibat perbuatanmu, kau merusak putriku. Rasanya, aku ingin mencekikmu kemudian melemparmu ke sungai Han! Ya Tuhan…” air mata nyonya Man sudah mengalir bebeas.
Kyuhyun masih fokus menatap alat tes kehamilan yang jelas-jelas menunjukkan hasil positif. “Tolong ijinkan saya bertanggung jawab..” Kyuhyun akhirnya melunakkan nada bicaranya. Pikirannya kacau. Ia hanya ingat kalimat itu. kalimat yang sudah ia hapalkan sejak semalam.
“Terima kasih, tapi aku tidak mau.” Ri Young langsung berjalan meninggalkan tempat itu. Ia menarik tangan Ryeowook untuk ikut bersamanya.
Nyonya Man kembali menunjukkan ekspresi datar. Kyuhyun hanya mampu diam sambil menatap punggung Ri Young yang semakin menjauhi mereka. “Jangan mengharapkan hak asuh.” Kalimat yang dilontarkan oleh nenek Man membuat Kyuhyun menoleh.
“Halmeoni, tolong dengarkan penjelasan saya. Tolong… saya akan bertanggung..”
Tanpa menunggu Kyuhyun menyelesaikan kalimatnya, nenek Man menggandeng menantunya untuk kembali masuk ke dalam rumah. Kini, menyisakan Kyuhyun seorang diri disana. Akhirnya Kyuhyun memilih untuk kembali masuk ke dalam mobilnya. “Bisakah kau mencarikan aku tempat tinggal disini? Sepertinya akan butuh waktu lama untuk membawa gadis itu ke Seoul.”
“Baik tuan, saya akan carikan.”
Ponsel Kyuhyun kembali bergetar. Kini nama Eunhyuk yang tertera di layarnya. Segera Kyuhyun menerima panggilan dari salah satu kakaknya itu. “Kenapa hyung? kau akan bercerita lagi tentang reinkarnasi?” tanya Kyuhyun tak berselera.
“Tidak Kyu, ini tentang pohon-pohon anggurmu.”
Mata Kyuhyun terbuka lebar dan minatnya kembali, “ada apa? Katakan hyung! Apa pohon anggurku yang mati hidup lagi?” Kyuhyun mampu mendengar Eunhyuk berdecak dibalik sambungan.
“Kau tengah bermimpi? Mana ada begitu. Sekarang yang ada, satu petak pohon anggurmu kembali mati. Itu juga dimulai dari selatan lagi, posisinya disamping petak yang kemarin mati.”
“Jangan bercanda, hyung!” wajah Kyuhyun memucat.
“Aku serius Kyu. Kematian yang sekarang tanpa ada tanda-tanda layu. Boleh aku tebak, kau pasti masih meremehkan pesan kakek itu. Kau belum menemukan Ri Young kan?”
Kyuhyun memutar bola matanya. Selalu saja mengangkat topik itu. “Enak saja! Aku sudah menemukannya!”  Kyuhyun dapat mendengar nada terkejut dari Eunhyuk. “Ya, aku sudah menemukannya tapi dia tidak mau menerimaku. Dia terbukti hamil, hyung.”
“Apa? Hamil? Kau yakin? Ya Tuhan… subur sekali kalian. Aku tidak pernah membayangkan kau seperkasa itu Kyu… Hahaha…”
“Hyung, ini bukan waktunya bercanda! Bantu aku mencari jalan keluar! Aku tidak mau kehilangan pohon-pohon anggurku!”
Kyuhyun mampu mendengar Eunhyuk mendesah. “Bagaimana lagi? Aku sudah menyampaikan solusinya. Sekarang kembali ke dirimu, percaya atau tidak. Kalau aku dan Donghae percaya. Oh ya Kyu, aku akhiri sambungannya. Aku harus berangkat ke luar kota.”
“Eum…”
Kyuhyun kemudian mengacak-acak rambutya. Frustasi dengan semua ini. Tiba-tiba ponsel Kyuhyun kembali bergetar. Sebuah pesan singkat masuk, dari Eunhyuk. ‘Kyuhyun, gunakan hati dan tunjukkan usaha kerasmu untuk mendapatkan simpati dari Ri Young dan keluarganya. Dia gadis yang baik. Jika kau ditolak, maka cobalah lagi dan lagi. Mungkin sampai pohon-pohon anggurmu mati semua dan kau kehilangan anggur-anggurmu.’
“Sial…” umpat Kyuhyun. “Cari makanan!” perintah Kyuhyun pada sang supir yang masih duduk dibalik kemudi.
Ri Young terlihat tidak semangat. Kini ia dan Ryeowook tengah mempersiapkan beberapa jenis sayuran untuk di masak di dapur besar, dapur milik tuan Song Il Hwan yang sekaligus pemilik ladang pohon kesemek terbesar di desa ini.
Melihat Ri Young menunjukkan ekspresi sedih dan muram, Ryeowook akhirnya meletakkan sawi putih yang terakhir ia cuci. Ia mendekati Ri Young dan duduk di samping gadis itu. “Wanita hamil tidak boleh terlalu banyak pikiran,” mulai Ryeowook. Pria itu mencoba menunjukkan senyum yang menenangkan untuk Ri Young, walaupun sebenarnya, hatinya sangat tidak tenang. “Jadi pria tadi ayah dari bayi yang kau kandung?”
“Oppa..” gumam Ri Young.
“Dia tampan, hanya terlihat gemuk dan galak.” Ryeowook kini bahkan telah menggenggam tangan Ri Young. “Aku janji, ini rahasia kita. Janji..” Ryeowook kemudian mengangkat kelingkingnya. Menunggu Ri Young menautkan kelingking mereka.
“Janji..” Ryeowook mengulang kalimat itu lagi saat Ri Young sudah menyambut kelingkingnya. “Sekarang tersenyumlah. Untuk sementara waktu, kita fokus pada memasak. Egois memang, tapi jika kita tidak memasak, banyak orang tidak akan sarapan.”
Ri Young mencoba senyumnya. Ia kemudian mengangguk. Biarlah kemelut hati dan pikirannya hanya ia sendiri yang mampu merasakannya. Ia tak ingin membebani orang lain.
***
Kyuhyun akhirnya menemukan sebuah rumah kecil yang sangat strategis tepat saat terik matahari berada di atas kepala mereka. Rumah yang ia sewa adalah rumah berukuran kecil yang posisinya berhadapan dengan rumah kecil yang dihuni Man Ri Young dan keluarganya. Kebetulan yang melegakan.
“Ayo kita beli makan,” ajak Kyuhyun pada sang supir.
“Tuan ingin makan apa?” tanya pria yang kini sudah menanggalkan jas kebesarannya.
“Apapun yang dijual disini. Aku benar-benar lapar.”
Mereka akhirnya memutuskan untuk keluar mencari kedai atau apapun yang pastinya menjual makanan layak konsumsi. Namun, saat mobil yang Kyuhyun tumpangi sudah mendekati tanjakan, ia melihat Ri Young bersama Ryeowook tengah berjalan sembari menenteng beberapa tempat makan.
“Berhenti,” perintah Kyuhyun.
Kyuhyun langsung keluar dari mobilnya dan berlari tanpa suara menuju Man Ri Young. Segera ia merebut tempat makan yang Ri Young tenteng di tangan kanan dan kiri wanita itu dan hal itu sukses membuat Ri Young terkejut. “Wanita hamil tidak boleh bekerja terlalu keras!” ucap Kyuhyun saat Ri Young menghadiahi tatapan tajam kearahnya.
“Ayo…” Ryeowook bersuara untuk melerai keduanya.
Akhirnya, Ri Young tetap diam dan kembali berjalan. Ryeowook berjalan disampingnya dan Kyuhyun tertinggal di belakang mereka. “Apa sebenarnya pekerjaan kalian? Kenapa kalian selalu berdua membawa barang-barang seperti ini?”
“Tuan, pantas saja Ri Young menolakmu, kau sungguh cerewet,” ledek Ryeowook.
“Kau…” Kyuhyun menghentikan kalimatnya saat Ri Young menoleh kearahnya.
Ri Young dan Ryeowook berbelok menuju ladang kesemek dengan pepohonan yang sangat rindang. Kyuhyun merasa takjub. Ini pertama kalinya ia menginjakkan kaki di desa yang masih sangat asri seperti ini.
“Pria itu siapa?” tanya nenek Kim, nenek dari Kim Ryeowook.
Tatapan mata nenek Man berubah tajam. Ia masih saja memasang tatapan tajam kearah Kyuhyun tanpa mau membuka mulutnya. “Annyeonghaseyo… saya Kyuhyun, calon..”
“Lebih baik kita segera makan. Ryeowook-ah, kau bisa meletakkannya disini,” potong nenek Man.
Ryeowook segera meletakkan bekal-bekal yang ia bawa dan menoleh kearah Kyuhyun. “Tuan, perlu bantuan untuk meletakkannya?” sindir Ryeowook saat Kyuhyun malah mematung.
“Ah.. ya. Aku bisa sendiri.”
Para nenek mengamati Kyuhyun dari ujung kaki ke ujung kepala. “Kau sepertinya datang dari kota,” ucap nenek Jung. Kyuhyun tersenyum dan mengangguk. “Sepertinya dia orang kaya. Tampan,” ucap nenek yang lain.
“Ayo makan.” Mereka kemudian mulai duduk dan mengambil lauk yang mereka sukai.
Ryeowook dan Ri Young tersenyum memperhatikan para nenek terlihat menikmati masakan mereka, sedangkan Kyuhyun hanya memperhatikan Ri Young saja. Mendadak ia merasakan rasa bersalah pada gadis itu.
“Halmeoni, kami pamit untuk mengantar makanan ke rumah-rumah,” pamit Ryeowook.
Kyuhyun mengikuti keduanya tanpa banyak komentar setelah tadi Ryeowook mengatakan jika ia sangat cerewet. Ia juga tak lupa untuk menunjukkan sopan santunnya, terutama pada nenek Man.
“Lebih baik naik mobilku saja. Apa kalian sudah makan?” Kyuhyun mencoba beramah tamah, tetapi Ri Young masih menunjukkan ekspresi kerasnya.
“Tidak perlu, tuan. Penduduk yang akan kami antarkan makanan, jalan rumahnya hanyalah jalan setapak yang kecil. Mobilmu mungkin tidak akan bisa melewatinya. Kami akan makan setelah ini. Jika tuan ingin segera makan, silahkan.” Ryeowook mencoba ramah pada Kyuhyun.
Ri Young masih saja membisu. Ia belum mampu menatap kearah Kyuhyun. Bayangan malam itu sungguh mengerikan di ingatannya. Pria ini benar-benar seperti monster di matanya. Ryeowook tiba-tiba mengalihkan pemikiran Ri Young dengan menggandeng tangan gadis itu.
“Hei, jangan kurang ajar pada calon istriku!” Kyuhyun menarik tangan Ri Young dari Ryeowook.
“Jangan pernah memasang ekspresi dan gaya seperti itu! Aku tidak akan terpengaruh. Ingat, aku sudah memperlakukanmu dengan sangat baik walau kau seseorang yang tak termaafkan!” Ri Young mengucapkan kalimat itu sekuat tenaga dengan emosi yang terasa sangat kuat. Kyuhyun merasa familiar dengan kalimat ini. Tapi, pikirannya yang kacau sedang tidak bisa diajak kompromi.
Tiba-tiba Ri Young menghempaskan pegangan tangan Kyuhyun dengan sangat keras, kemudian berjongkok dan menangis terisak. “Ri Young-ah…” Ryeowook ikut berjongkok dan mencoba menyentuh pundak Ri Young dan Kyuhyun kembali mengusir tangan Ryeowook.
“Tuan, lebih baik anda meninggalkan Ri Young dulu!” Ryeowook mulai terlihat geram.
“Kenapa? Dia calon istriku!”
“Dia belum mengatakan akan menikah denganmu kan?!”
“Dia sudah mengandung anakku, jadi dia pasti akan menikah denganku!”
Mereka terlihat beradu mulut dengan sengit. Bahkan, tak menyadari jika beberapa orang mulai berkumpul untuk menyaksikan pertengkaran mereka. Mendadak, Ri Young terduduk dan tubuhnya bertemu dengan tanah. Banyak orang memekik dan Kyuhyun langsung membopong tubuh Ri Young.
“Ri Young-ah..” Ryeowook terus memanggil nama Ri Young walau ia sangat tahu jika gadis itu tak akan mendengarnya.
“Dimana rumah sakit di daerah sini?” tanya Kyuhyun dengan panik kearah Ryeowook.
Ryeowook ikut menatap Kyuhyun. Bingung. Ia juga panik. “Disini sangat jauh dari rumah sakit.” Kyuhyun terperangah tak percaya. “Ada klinik tak jauh dari sini. Ayo…” Ryeowook sempat menarik baju Kyuhyun. Bahkan di saat genting seperti ini, Kyuhyun lupa jika ia mempunyai mobil dan supir yang siap mengantarnya kemanapun. Mereka kini hanya berlari dengan Kyuhyun membopong tubuh lemas Ri Young. Entah keajaiban dari mana, rasa lapar yang sejak tadi menderanya sudah tak ia rasakan.
Kyuhyun berdiri berdampingan dengan Ryeowook di depan pintu luar klinik. Mereka tak diijinkan masuk, karena disana tidak ada kamar khusus untuk memeriksa pasien. “Apa tempat ini layak? Astaga.. aku harus segera membawa Ri Young ke Seoul!” gerutu Kyuhyun dengan kepanikan ekstra.
“Aku tidak tahu apa yang terjadi pada kalian, tapi aku hanya berharap agar tuan tetap bertanggung jawab atas kehamilan Ri Young. Dia gadis yang baik. Tinggalkan selingkuhan tuan atau hal apapun yang akan membuat Ri Young sakit hati.”
“Aku tidak pernah selingkuh! Enak saja kau bicara! Tanpa kamu suruh, aku juga akan tetap bertanggung jawab!” omel Kyuhyun. ‘Dia dewi anggurku. Jika aku menelantarkan mereka, bisa-bisa aku kehilangan anggur-anggur kesayanganku!’ lanjut Kyuhyun dalam hatinya. Namun, Kyuhyun merasa ada yang mengganjal saat ia mengatakan hal itu dalam hatinya. Seperti perasaan tidak terima pada dirinya sendiri.
Kedatangan nenek Man dan nyonya Man membuat perhatian Kyuhyun dan Ryeowook beralih. “Kau..” nenek Man melemparkan tatapan tajam ke Kyuhyun. “Ryeowook-ah, bagaimana kondisi Ri Young?” kini tatapan nenek Man tertuju pada Ryeowook dengan lembut.
“Eommonim…” Kyuhyun berlari menuju kearah nyonya Man dengan ekspresi panik.
To Be Continued

Fc Populer:

%d blogger menyukai ini: