[Oneshoot/NC21/Kyuhyun] Forced Marriage

1
ff nc kyuhyun forced marriage
Forced Marriage
Main Cast: SJ’s Kyuhyun, Choi Yoonjung [OC]
Support Cast: Choi Yoora [OC], Kwon Yuri [OC]
Genre: Marriage Life, Romance
Rated: NC +21
Twitter: kkezzgw|| Blog: wonkyoonjung
Disclaimer: This fanfiction is inspirated by Marriage Life Fanfiction. Choi Siwon is the main cast for the original version of this fiction [this is FM 2nd version].
Summary: “Pernikahan didasari oleh kesucian yang membawa pasangan suami-istri menjadi satu, terlebih jika pernikahan yang didasari cinta abadi, semua akan terasa indah. Namun, mengapa aku harus menjalani pernikahan ini karena sebuah tuntutan dan kebencian? Mengapa Tuhan tidak berpihak padaku? Ia memang pria sempurna, tapi apa itu membuatku bahagia? Aku membencinya, sekarang, besok, dan sampai kapanpun.”

“I will never be happy with you…”
———————————-
 Forced Marriage – ©kkezzgw
———————————-
Aku memandangi sosok gadis yang sekarang berdiri di depan cermin, yang sekarang berbalut gaun pengantin berwarna putih susu bertaburkan berlian seharga ratusan juta, belum lagi kain sutra yang sengaja di import dari India khusus untuk gaun pengantin ini. Tatanan rambut serta riasan wajah yang semakin membuat sosok gadis itu terlihat elok karena ditangani oleh penata rias terbaik di Korea Selatan. Seharusnya gadis ini merasa senang di hari pernikahannya, terlebih dia akan dinikahi oleh putra tunggal keluarga chaebol terkaya di Korea Selatan. Seharusnya gadis ini tersenyum saat membayangkan dirinya akan menikahi pria se-sempurna calon suaminya sekarang. Seharusnya ia senang hidupnya dan keluarganya akan terjamin dengan sangat aman. Seharusnya……seharusnya…….hentikan. Akan terlalu banyak seharusnya yang akan kau ucapkan jika kau terus melanjutkan desisan kesedihanmu.
Yoonjung, neo baboya? Kau seharusnya bahagia mendapatkan semua ini. Menikah, menjadi istri, dan menjadi seorang ibu, bukankah ini keinginanmu sejak dulu? Membangun keluarga kecil yang harmonis, melahirkan anak dari rahimmu sendiri, menikmati waktu bersama seseorang yang akan menjadi milikmu selamanya, melihat kesuksesan anakmu, dan melihat cucu – cucumu dengan rambut yang sudah beruban? Ya, maksudku aku ingin merasakan semua itu bersama pria yang kucintai, bukan dengannya. Bukan dengan pria yang terobsesi padaku.
Pria itu, Cho Kyuhyun. Pria yang sudah masuk ke dalam hidupku sesuka hatinya, tanpa memikirkan hatiku. Pertemuan pertama kami terjadi saat pesta pernikahan Yoora eonnie. Keluarga dia adalah salah satu tamu undangan, mereka adalah kolega ayahku. Keluarga chaebol terbesar di Korea, dengan harta yang melimpah, kekuasaan tinggi, serta kesempurnaan dalam keluarga itu. Diakhir acara, tradisi dari keluarga Choi adalah bersulang bersama dengan tamu – tamu penting seusai acara dalam sebuah ruangan pribadi, hanya ada beberapa keluarga disana, termasuk keluarganya. Disitulah ia melihatku, dengan tatapan yang sulit kuartikan. Aku berusaha tidak peduli dan terus berdekatan dengan sahabatku Yuri. Begitulah, ia tak berhenti menatapku, seakan aku adalah sesuatu yang sangat dia inginkan. Lagi – lagi aku berusaha tidak peduli dan tetap fokus pada sahabatku.
3 bulan setelah pernikahan Yoora eonnie, perusahaan ayahku divonis akan segera gulung tikar karena tindakan biadab dari salah satu karyawan perusahaan yang menjual saham ke pasar saham dengan harga yang sangat murah sehingga membuat perusahaan yang sudah dibangun ayahnya dengan susah payah selama puluhan tahun terancam kandas seperti kapal tenggelam. Aku terus menangis setiap kali ayahku pulang dengan keadaan memprihatinkan demi memperbaiki kondisi perusahaan yang semakin memburuk, terkadang ia menangis. Aku berusaha bekerja semaksimal mungkin untuk membantu ayahku, tapi itu semua tidak membuahkan hasil sama sekali.
Suatu hari ayahku datang dengan muka yang tenang, namun terdapat keraguan dan kepahitan dalam tatapannya saat menatapku. Malam itu, kami se-keluarga berkumpul di ruang keluarga dengan suasana yang tidak mengenakan. Disitulah ayahku memberi tahuku bahwa keluarga Cho Kyuhyun melamarku untuk menjadi istri dari putra mahkota keluarga itu serta Nyonya Cho untuk perusahaan besar mereka. Kontan saja aku menolaknya dengan nada suara tertinggi yang aku punya.
Ayah menatapku dalam lalu mendesah berat, “Baiklah jika kau tidak mau, appa ini benar – benar bukan seorang ayah yang baik. Tega – teganya menjodohkan anaknya hanya demi uang. Baiklah, appa meminta maaf jika kita akan jatuh miskin karena kecerobohanku. Appa lebih baik menjadi miskin…dibanding membiarkan putri kandungku menderita karena perjodohan ini.”
Aku yang mendengarnya justru menangis, membuat mereka panik. Aku tak tega melihat appa seperti ini, sebelum ia bahkan menikah dengan eomma, perusahaan itu sudah berdiri. Bisa dibilang appa adalah pewaris perusahaan kakekku. Perusahaan yang sudah dibangun lebih dari 20 tahun harus musnah dalam hitungan detik hanya karena aku menolak membantu?
Dengan berat aku pun menerima perjodohan ini, keluargaku sempat memaksaku untuk memikirkan baik – baik tentang keputusan ini. Aku tetap pada pendirianku untuk menikah dengan Cho Kyuhyun, semua ini kulakukan hanya untuk membantu keluargaku.
2 hari kemudian kami bertemu disebuah restoran yang dipesan khusus oleh keluarganya. Kami saling bertatapan saat secara resmi bertemu, ia tersenyum padaku dengan begitu manis, namun aku hanya membuang muka dan mengalihkan pandanganku pada ponsel. Aku akui ia adalah sosok pria dengan segala kesempurnaan fisik yang tidak bisa kuelak. Tampan, kaya, tinggi, kulit seputih pualam, tubuh tegap, pintar, serta kemampuan dia dalam berbisnis harus diberi 5 bintang dalam penilaian apapun. Namun segala kesempurnaan itu tak mampu membuatku menyukainya, justru malah membuatku semakin tak suka dan tak nyaman dengan ketimpangna fisik kami.
Kami beberapa kali berkencan, dan selama berkencan itu pula ia mencuri ciumanku, termasuk ciuman pertamaku. Beberapa minggu kemudian, datanglah hari ini. Hari dimana aku akan menjadi pendamping hidupnya, menjadi istri yang harus melayani suaminya, menjadi istri yang wajib meneruskan keturunan keluarga Cho.
Tanpa kusadari lelehan air mata kembali membanjiri pipiku.
Lamunanku terpecahkan saat kakakku masuk ke dalam ruang tunggu pengantin, ia melihat lelehan air mata yang berusaha kutahan sejak tadi namun tetap tak bisa kuhentikan. Seketika itu juga ia memelukku dengan erat, ia ikut menangis, seakan tak peduli dengan riasannya yang sudah memeprcantik dirinya sejak dini hari.
“Yoonjung-ah, mianhae, jeongmal mianhae. Eonnie memang bukan eonnie yang baik, eonnie tidak bisa membantumu…..membantumu—” ia tak sanggup melanjutkan kata – katanya saat aku menatapnya dengan tatapan meyakinkan.
“Na gwaenchana, eonnie.”  kataku sambil berusaha tersenyum.
Yoora eonnie menggenggam jemariku lalu membawaku keluar dari ruang tunggu, membimbingku menuju tempat pemberkatan pernikahanku dengan pria itu, pria yang sama sekali tidak kuharapkan untuk menjalani hidup bersama sampai maut memisahkan. Aku masih berharapa sekarang aku sedang bermimpi, atau sekedar melamun sejenak. Tapi tidak, ini kenyataan, bahkan aku sudah berdiri di ambang pintu menuju altar.
Dengan susah payah aku menggenggam tangan ayahku yang sekarang sudah berdiri di sampingku dengan tatapan sendu. Aku tahu ia merasa bersalah padaku, karena dialah aku harus rela menyerahkan segalanya kepada pria itu. Aku berusaha tersenyum padanya, meyakinkan dirinya kalau aku tidak masalah dengan semua ini, ya setidaknya di hadapan ayahku aku harus bersikap seperti menginginkan hal ini.
Pria itu sudah berdiri sambil tersenyum manis di depan altar dengan tuxedo berwarna hitam yang membalut tubuh kekarnya dengan sempurna, tak perlu riasan yang terlalu banyak untuk wajah se-sempurna dia, mungkin gadis manapun yang melihatnya akan berlari menghambur ke dalam pelukkan pria tampan itu, memintanya untuk segera menikahinya. Tapi tidak denganku, aku membencinya. Ya, aku membencinya dan perasaan ini tak akan pernah berubah, sampai ia menceraikanku walaupun kemungkinannya tidak mencapai satu persen.
Ia tersenyum saat memandangiku, lalu meraih jemariku dengan erat saat ayahku menyerahkan putri bungsunya kepada pria ini.
“Kau…..kau luar biasa cantik, Choi Yoonjung.” katanya sambil memandangiku dengan tatapan memuja. Aku hanya diam tak peduli dengan perkataanya. Ia membimbingku menghadap kepada Tuhan, ia terus tersenyum bahagia, sedangkan aku? Jangankan tersenyum, sekedar menatapnya tanpa amarah saja rasanya sulit sekali.
Tanpa banyak bicara, kami langsung menghadap pendeta yang sudah siap membimbing kami mengucapkan wedding vow. Aku berusaha menahan air mataku yang siap meluncur dati mataku. Ini bukan air mata bahagia, namun air mata penderitaan.
“Hadirin yang terkasih, hari ini kita berkumpul disini untuk menyatukan pasangan yang akan mengikat janji sehidup semati di hadapan Tuhan.” pendeta itu memulai. Para undangan pun mulai memerhatikan acara sakral ini dengan hikmat.
‘Sehidup semati, yang benar saja’ umpat Yoonjung dalam diam.
“Saudara Cho Kyuhyun, maukah engkau mengambil wanita ini sebagai istri yang diberikan oleh Tuhan di dalam pernikahan yang kudus? Maukah kau melindungi dia, menghibur dia, menghormati dan memelihara dia, baik pada waktu dia sehat maupun pada waktu dia sakit, serta mencintainya selama ia hidup?”
Tanpa ragu, Kyuhyun menjawab, “Ya, saya bersedia.”
Pendeta itu menoleh kearahku, “Saudari Choi Yoonjung maukah engkau menerima pria ini sebagai suami yang diberikan oleh Tuhan di dalam pernikahan yang kudus? Maukah kau menemani dia, menghibur dia, menghormati dan memelihara dia, baik pada waktu dia sehat maupun pada waktu dia sakit, kaya maupun miskin, serta mencintainya selama ia hidup?”
Aku hanya diam. Aku benar – benar tidak mau mengatakan sumpah yang penuh dengan dusta seperti ini di hadapan Tuhan, aku tidak mencintainya.
“Saudari Choi Yoonjung?” ulang pendeta itu dengan tatapan aneh. Kyuhyun menatapku dengan tatapan tajam sambil mencengkram jemariku yang terasa kelu sejak tadi, ia tidak main – main dengan semua ini, bagaimana jika pria ini mengacaukan perusahaan ayahnya jika ia mengatakan kata yang tak ingin di dengar semua orang di ruangan ini? Dan entah apa nasib keluarganya setelah ini, bahan cemooh masyarakat awam? Atau gelandangan di Seoul?
Aku kembali membuang nafas dengan berat, “Ya, saya bersedia.”
Kami saling berhadapan untuk mengucap sumpah suci untuk kedua kalinya. Pendeta itu mempersilahkan Kyuhyun memulainya terlebih dahulu.
Aku mengerjap kaget saat Kyuhyun meraih kedua tanganku sambil membacakan sumpahnya, “Saya, Cho Kyuhyun, mengaku dan menyatakan di sini, di hadapan Allah dan Pendeta serta jemaat yang hadir sebagai saksi, bahwa saya mengambil Choi Yoonjung sebagai isteri yang sah, dan saya sebagai suami yang setia akan tetap mengasihi dan melayani dia pada waktu suka maupun duka, pada waktu sehat maupun sakit dan akan memelihara dia dengan setia. Saya berjanji akan menuntut hidup suci dengan isteri saya dengan menyatakan kesetiaan dan iman saya di dalam segala hal kepadanya sesuai dengan Injil Tuhan Yesus Kristus.”
Kyuhyun mengusap pelan jemariku dengan lembut dan aku hanya diam tak bergeming. Pendeta itu tersenyum padaku, terpaksa aku meraih jemarinya dan menarik nafas dengan berat sebelum mengucapkan sumpah ini.
“Saya, Choi Yoonjung, mengaku dan menyatakan di sini, di hadapan Alalh dan Pendeta serta jemaat yang hadir sebagai saksi, bahwa saya menyambut Cho Kyuhyun, sebagai suami yang sah, dan saya sebagai suami yang setia akan tetap mengasihi dan melayani dia pada waktu suka maupun duka, pada waktu kaya maupun miskin dan akan memelihara dia dengan setia. Saya berjanji akan menuntut hidup suci dengan suami saya dengan menyatakan kesetiaan dan iman saya di dalam segala hal kepadanya sesuai dengan Injil Tuhan Yesus Kristus.”
Semua yang datang ke pernikahan ini menghembuskan nafas lega saat kami selesai mengucapkan wedding vow. Beberapa dari mereka tersenyum bahagia menyaksikan kami sudah resmi menjadi suami istri. Kami saling memasukkan cincin ke jari manis masing – masing dalam diam.
“Di hadapan Tuhan, keluarga serta para hadirin yang terkasih, saya meresmikan kalian menjadi suami istri.”
Saat pendeta itu menyuruh mempelai pria menciumku, aku hanya bisa berpasrah. Jelas aku ingin menghilangkan bagian ini, tapi kurasa itu hal yang tidak mungkin terjadi jika aku menikahi pria hypersex seperti Cho Kyuhyun. Kami saling menatap manik mata satu sama lain. Ia tersenyum begitu menawan sebelum akhirnya aku merasakan bibirnya melumat bibirku dengan intens. Aku hanya diam tak melawan apalagi membalasnya. Tepuk tangan riuh langsung mewarnai ciuman kami. Ia melepaskan ciumannya lalu mendekatkan mulutnya ke telinga kiriku, “Aku tidak sabar menanti malam pertama kita, Nyonya Cho” katanya dengan suara seraknya. Aku menatapnya marah dan langsung membuang muka. Ia hanya tersenyum lalu merangkul pinggangku sambil menebarkan senyum kepada tamu undangan di ruangan itu.
Kyuhyun sengaja mendesain ballroom Lotte Hotel ini menjadi sebuah altar di gereja rangkap resepsi pernikahan, karena itu pernikahan kami berjalan sekitar tiga jam, dengan pemberkatan satu jam dan resepsi dua jam. Ia juga yang memilih pesta ini diadakan di malam hari, entah apa rencananya aku benar – benar tak peduli lagi, lebih tepatnya aku hanya bersantai di rumah dan hanya mengikuti semua yang disiapkan, bukankah itulah tugas boneka?
Tepat pukul sembilan malam, pesta pernikahan kami selesai. Aku mengganti gaun pengantinku dengan dress ungu bertali spaghetti selutut, tentunya ini bukan aku yang memilih. Seorang pelayan mengantarkan dress ini kepadaku saat acara resepsi selesai. Tentu saja ini dari Cho Kyuhyun. Jujur, aku ragu melihat dress yang ku kenakan sekarang, dress ini benar – benar terbuka, terutama bagian bahu. Aku takut hal itu terjadi malam ini mengingat Kyuhyun terlihat sangat bergairah saat mengatakannya padaku.
Saat aku keluar dari ruang ganti, aku melihat Kyuhyun sedang berbincang dengan keluargaku, terlihat kedua orangtuanya yang ikut bergabung dengan mereka. Tak sampai sedetik setelah itu, mata Kyuhyun bertemu denganku yang sekarang sedang menatapnya takut – takut. Ia mengamati tampilanku dari kaki hingga keatas, ia hanya diam sambil menatapku dengan tatapan terpana. Aku buru – buru membuang muka dan menghampiri mereka semua.
“Yoonjung-ah, kau ini lama sekali. Cepat ikut Kyuhyun ke tempat tinggal kalian yang baru.” kata Nyonya Cho setengah bercanda.
Aku hanya tersenyum seadanya pada mertuaku, Yoora eonnie menatapku sedih dan aku hanya membalasnya dengan senyuman. Kyuhyun memeluk pinggangku posesif lalu pamit meninggalkan keluarga kami. Mobil hitam bertubuh rendah sudah menanti kami untuk menuju tempat tujuan kami. Selama di perjalanan, Kyuhyun tak berhenti memandangiku, membelaiku, dan bahkan sesekali mengecupi leherku yang terbuka. Aku berusaha melawannya tapi tindakanku malah membuatnya semakin liar dan tak terkendali. Ku putuskan hanya diam dan tak mempedulikan pria yang sekarang sedang sibuk memainkan tubuhku. Aku merasa kotor setiap kali ia melakukan hal ini padaku, walaupun ia memang berhak melakukannya karena status sialan yang baru saja mengikat kami.
Kami sampai di rumah bergaya Eropa dengan kemegahan yang terpancar dari sisi manapun. Aku hanya diam sambil memandangi rumah itu, inilah yang diinginkan setiap wanita di belahan dunia manapun. Hidup mewah dikelilingi harta dan pelayan yang akan melayanimu jika kita membutuhkan sesuatu, apalagi didampingi seorang suami yang bisa dikatakan sempùrna secara fisik. Ini semua tetap tak membuatku senang, aku kembali membayangkan jika diriku menikah dengan pria yang kucintai, aku tidak mungkin seperti ini.
Tanpa aba – aba, Kyuhyun memeluk pinggangku dari belakang sambil mengecupi leherku, hembusan nafas hangatnya membuatku meremang. Namun akal sehatku masih bekerja dengan baik, “Apa ia gila? Ini masih di pekarangan rumah dan dia sudah sibuk mencumbuku?” batinku mulai menyuarakan protesnya.
Aku berusaha melepaskan diri dari pelukkannya, “Oppa, mwohae? Geumanhae….”
Masih mengecupi leherku, bibirnya melengkung membuat seringaian tipis, “Cho Yoonjung, kau sudah resmi menjadi milikku. Apapun yang kita lakukan sudah sah di mata Tuhan. Kau tidak bisa mengelak lagi…terutama untuk malam ini, sayang.” katanya tanpa mempertimbangkan jawabanku dan langsung mengangkat tubuhku masuk ke dalam kediamannya.
Aku meronta dalam gendongannya, aku benar – benar tidak mau menyerahkannya padanya. Tidak saat ini, tidak besok, dan tidak akan sampai kapanpun.
“Oppa kumohon…kumohon jangan hmftt….” Kuraskan bibir tebalnya menekan bibirku penuh dengan gairah. Ia menciumku dengan segala hasratnya tanpa memedulikan air mataku yang terus mengalir deras membasahi kedua pipiku. Tanganku masih berusaha mendorong dada bidangnya sampai aku terkesiap saat pangkal paha suamiku mulai mengeras dan menyentuh daerah sensitifku, terlebih pria ini sedang menggendongku menuju kamarnya yang terletak di lantai dua, tanganku beralih memeluk lehernya sambil membiarkan bibir panasnya menghisap milikku dengan gairah yang sudah meluap. Ia membuka pintu kamar kami dengan tangan kirinya, karena tangan kanannya sibuk mendekap tubuhku.
Kyuhyun langsung menjatuhkanku di ranjang berukuran king size di kamar kami. Aku merasakan nyeri di tanganku yang membentur kayu tempat tidur. Aku terus bergerak mundur, menjauhi bahaya yang sekarang berada tepat di depanku, pergerakanku terhenti saat tembok sudah membatasi ruang gerakku. Tanpa menunggu lama, ia membuka tuxedo putih dan kemejanya. Aku yang melihatnya langsung berinisiatif untuk melarikan diri, tapi lengan panjangnya langsung menangkapku dan menindihku. Ia benar – benar tak memedulikan air mataku yang sudah membanjiri wajahku.
“Oppa kumohon, jangan..jangan lakukan ini…jebal” kataku dengan tatapan sayu. Kali ini aku benar – benar memohon padanya.
Ia mencium kedua mataku bergantian, lalu kening, hidung, dan terakhir mengemut bibirku dengan nafsu. Ia menjauhkan wajahnya lalu menyibakkan rambutku yang menutupi hampir setengah dari wajahku, lalu menjilat air mata yang sudah membasahi kedua pipiku sejak tadi.
“Tidak bisa, sayang. Kau tahu? Sejak pertama kali aku melihatmu, aku sudah membayangkan bagaimana kita bercinta dihiasi dengan suara desahanmu yang pelan namun merangsangku. Aku sudah menginginkanmu sejak awal, dan aku akan memenuhi keinginanku malam ini, bersamamu. Nikmatilah, sayang.”
Aku baru akan menjawabnya namun bibirnya sudah melumat bibirku kembali, memanggutnya dengan intens. Aku hanya diam tak bergeming, membiarkannya menyesapi semua rasa yang ada di bibirku. Kyuhyun meremas buah dadaku membuatku mendesah, ia memasukkan lidahnya ke dalam mulutku saat bibirku terbuka. Saliva kami bercampur menjadi satu, ia terus menciumku dalam membuatku sesak nafas. Kepalanya ia gerakan ke kanan-kiri sambil mencuri mengambil nafas, kedua tangannya menyelinap ke balik punggungku, memelukku agar tubunya semakin menempel dengan milikku. Ciumannya semakin dalam, ditambah dengan pelukannya yang semakin erat dan jemarinya yang menekan tengkukku membuat nafasku terenggal – senggal. Ciumannya berpindah ke leherku, ia menghisap, melumat dan menggigit permukaan kulit leherku, seakan menandakan bahwa aku miliknya, hanya miliknya. Tidak akan ada pria lain yang akan menyentuhku seperti yang ia lakukan sekarang.
Ia membalik tubuhku, lalu membuka resleting dressku dengan cepat, tangannya meraba punggungku yang nyaris telanjang lalu menempelkan ujung hidungnya ke punggungku, “Kau sangat indah, Yoonjung-ah, dan akan kupastikan hanya aku pria yang dapat menikmati keindahan itu” katanya dengan suara seraknya, menandakan hasratnya sudah membakar akal sehatnya. Ia menciumi punggung telanjangku sambil berusaha membuka pengait braku.
Mataku memerah menyadari Kyuhyun mulai membuka dressku dengan perlahan, menurunkannya melalui bahu lalu membuka pengait braku. Seketika itu juga, terpampanglah salah satu benda paling berhargaku, benda yang selama ini kujaga dengan baik hanya untuk suamiku. Ia membalikkan tubuhku dan terdiam sambil menelan ludah saat melihat milikku sudah mencuat dengan indah di hadapan mata lelakinya, dengan gesit ia langsung mencumbuku dengan mesra.
“Kau milikku, Choi Yoonjung. Selamanya kau menjadi milikku.”
AUTHOR POV
Setelah itu Kyuhyun kembali mencium bibir istrinya mesra, memanggutnya dengan segala hasratnya yang tertahan selama ini, ciumannya turun ke leher, bahu, dan berakhir di buah dada Yoonjung yang sudah merangsangnya sejak tadi ia melihat sang istri berjalan ke altar.
Puting Yoonjung yang berwarna merah mudah dengan ukuran yang tidak kecil membuat Kyuhyun semakin bernafsu untuk merasakannya, ia pun langsung mengecup dada kanan Yoonjung lalu mengemutnya, membuat gadis itu mendesah hebat, jemari lentiknya tanpa sadar mengacak rambut Kyuhyun frustasi, “Ahhh…hmmm..Kyuhyun-ah”
Desahan demi desahan terus terdengar di telinga Kyuhyun membuat nafsunya semakin terbakar, seakan fantasinya tentang gadis ini terbayar sudah begitu music terindah di dunianya terdengar untuk pertama kalinya malam ini. Ia mengecup, melumat, mengulum serta meremas buah dada Yoonjung yang semakin mengeras karena perbuatannya. Aksi itu membuat Yoonjung tak tahan lagi, ia mendesah hebat merasakan kenikmatan yang baru pertama kali ia rasakan, kakinya sudah bergerak gelisah di bawah sana, ia dapat merasakan kewanitaannya sudah basah karena perbuatan suaminya.
Kyuhyun menghisap puting Yoonjung sambil menyelipkan jarinya ke celana dalam Yoonjung yang sudah basah akibat orgasme. Merasakan bulu – bulu halus yang semakin merangsang birahinya. Ciumannya turun ke perut datar Yoonjung, lidahnya menjilat pusar gadisnya dengan nafsu.
“Ahh~~oppa~~je~jebal~~hmfftt~~~” Yoonjung terus mendesah sambil meremas sprai ranjangnya yang sudah berantakan sejak pertama kali mereka sampai disini.
Kyuhyun sampai di pusat tubuh Yoonjung yang masih tertutupi oleh celana dalam berwarna putih, dengan giginya ia menurunkan penutup itu lalu memandang milik Yoonjung dengan takjub, hatinya berdesir dengan debaran jantung yang mewarnai setiap pergerakan mata lelakinya saat memandangi keindahan Tuhan pada tubuh istrinya. Ia merabanya sekilas membuat Yoonjung semakin gila, “Eungg~~~”
“Kau basah sekali sayang…” kata Kyuhyun sambil melihat Yoonjung yang sekarang menatapnya dengan penuh kebencian, namun Kyuhyun dapat merasakan gairah yang terpancar dari mata indah wanitanya itu. Pria tahu istrnya menikmati servisnya, sehingga tanpa menunggu lama ia menghembuskan nafas pada daerah sensitif itu lalu segera menjilati kewanitaan Yoonjung dengan lembut, membuat gadis itu semakin gila.
“Opp~~oppa~~~~apa~~yang kau lakukan~eunggg~~~” desahan Yoonjung semakin menjadi – jadi. Ia tidak menyangka sesuatu yang ia kira sangat menjijikan ternyata terasa sangat nikmat saat ia sudah merasakannya sendiri. Merasakan lidah panas Kyuhyun menjilat dan mengemut pusat tubuhnya membuat tubuh Yoonjung bergetar. Tanpa sadar kedua paha gadis sudah menghimpit kepala suaminya yang direspon sang suami dengan semakin mengemut klitoris gadis itu dengan semangat, terlebih saat jari pria itu masuk ke dalamnya. Ia meliuk – liukan tubuhnya gelisah saat merasakan kenikmatan itu.
“ahh~~~oohh~~~bbeer~~hhenn~~~~tii~llahhh~~” gumam Yoonjung frustasi.
Kyuhyun terus menjilati milik Yoonjung dengan nafsu, membiarkan gadis itu semakin terangsang karenanya. Lidahnya kadang berpindah pada kedua paha Yoonjung yang sibuk menghimpitnya secara tak sadar, menjilati paha itu yang terasa nikmat olehnya.
“Demi Tuhan, Yoonjung. Kau nikmat sekali…” desis Kyuhyun dengan suara seraknya yang membuat Yoonjung terangsang.
Yoonjung tak dapat mengelak jika ia pun ikut terangsang dengan desahan pelan Kyuhyun yang sejak tadi keluar, ia hanya berusaha mengelak, namun hati dan pikirannya benar – benar bertolak belakang kali ini. Yoonjung mengakui jika ia menikmati semua servis Kyuhyun atas tubuhnya.
Tiba – tiba Yoonjung merasakan sesuatu ingin keluar dari dalam tubuhnya, “Oppa~~~.aku ingin~~ehmmm~~~~”
“Keluarkan untukku, sayang~” kata Kyuhyun sambil mengeluar-masukkan lidahnya ke dalam pusat tubuh Yoonjung.
Yoonjung pun menyerah dan mengeluarkan cairan orgasme pertamanya, tanpa menunggu lama Kyuhyun menjilati cairan itu sebelum kembali menindih tubuh Yoonjung yang sekarang sudah telanjang bulat yang penuh peluh akibat percintaan mereka, udara di kamar itu terasa panas serta aroma seks begitu terasa di indera penciuman. Yoonjung mendesah saat merasakan tubuh Kyuhyun yang juga sudah telanjang bulat bersentuhan dengan tubuhnya, terlebih saat kejantanan Kyuhyun bergesekan dengan miliknya membuatnya melenguh tak sadar.
Kyuhyun kembali meraup bibir Yoonjung, mencium bibir ranum itu dengan gemas sambil meremas dada sintal Yoonjung dengan lembut. Kali ini Yoonjung membalasnya, menghisap bahkan melumat bibir tebal suaminya dengan nafsu yang sama, ditambah tubuh mereka yang bersentuhan membuat ciuman ini terasa lebih intim, gadis itu seakan melampiaskan nafsunya yang sudah tertahan sejak tadi.
Kyuhyun merasakan miliknya dan Yoonjunga bertemu, ia pun menggesekkannya membuat gadis itu mendesah hebat sambil meraba punggung Kyuhyun manja, “Ahh~~oppa~~oppa~~eungg~~” Yoonjung mendesah saat merasakkan gesekkan antara miliknya dan sesuatu yang ia yakini adalah junior suaminya. Kyuhyun yang tahu Yoonjung menikmati servicenya mulai menggerakkan pinggulnya naik turun, merasakkan nikmatnya milik mereka berdua saling bersentuhan dan memberikan kenikmatan masing – masing.
Yoonjung membuka matanya sambil menatap Kyuhyun yang juga sedang menatapnya, ia merasakkan kenikmatan yang tak pernah ia rasakan sama sekali. Desahannya semakin tenggelam saat Kyuhyun mencium bibirnya lagi. Yoonjung memeluk tubuh kekar berepeluh Kyuhyun dengan intim, berusaha merapatkan tubuhnya dengan tubuh telanjang suaminya. Tangannya meraba dada kekar Kyuhyun sambil melenguh nikmat. Kyuhyun tersenyum dibalik ciuman mereka saat menyadari pergerakan Yoonjung yang menginginkan dirinya.
Ciumannya beralih ke telinga Yoonjung lalu mengulumnya lembut, sedangkan gadis itu semakin sulit bernafas karena perbuatan panas suaminya pada tubuhnya, lengannya memeluk leher Kyuhyun sambil meraba punggung telanjang pria itu.
Kyuhyun kembali menatap Yoonjung lalu tersenyum. Secara tak sadar Yoonjung tersenyum manis kearah Kyuhyun, membuat hati pria itu membuncah. Ini adalah senyuman Yoonjung yang pertama untuknya, senyuman penuh ketulusan bukan keterpaksaan. Kyuhyun kembali mengecupi setiap inci wajah Yoonjung dan mengemut bibir ranum itu lagi. Lidahnya menerobos masuk saat Yoonjung membiarkannya. Terjadilah perang lidah diantara mereka berdua, saling berbagi saliva serta keintiman.
“Aku akan memasukkannya..” gumam Kyuhyun pelan saat melepas ciuman itu. Yoonjung hendak protes namun Kyuhyun kembali mengulum putingnya membuat Yoonjung mendesah hebat. Perlahan, sesuatu mencoba masuk ke dalam tubuh Yoonjung dengan gerakan pelan namun pasti.
Yoonjung meremas sprai dengan gemas sambil menggigit bibirnya yang memerah sambil berusaha melupakan rasa sakit yang ada dibawahnya saat junior Kyuhyun mulai memasuki vaginanya lebih dalam.
“AHHHH~~” pekik Yoonjung keras.
Kyuhyun memejamkan matanya sambil sesekali melihat kearah tempat peraduan dirinya dan istri terkasih, ia berkonsentrasi penuh untuk menerobos sesuatu yang menandakan Yoonjung masih seorang gadis. Ia berusaha sekeras mungkin untuk melakukannya dengan perlahan, bagaimanapun ini adalah pengalaman pertama gadis itu, dan ia akan membuatnya seindah mungkin sehingga gadis itu sadar jika pria ini begitu memujanya dan mencintainya. Ia tahu gadis itu kesakitan, berbanding terbalik dengannya yang merasakan kejantanannya dipijat oleh otot-otot kewanitaan Yoonjung yang menjepit miliknya, membuatnya nyaris frustasi dan mendambakannya setiap saat, ia yakin ini akan menjadi candu untuknya.
“AHHHHH KYUHYUN~~~AHHHH~~~APPO!” jerit Yoonjung merasakkan Kyuhyun menerobos sesuatu membuat darah mengucur dari vagina Yoonjung, darah mengalir dari vagina Yoonjung, menunjukkan kalau laki-laki itu adalah yang pertama, merenggut hal yang selama ini dijaganya dengan baik untuk suaminya, dan ia bersyukur setidaknya suaminyalah yang mengambil itu. Yoonjung menitikkan air mata saat merasakkan sakit yang begitu memilukkan memenuhi vaginanya yang sekarang di sesaki oleh junior Kyuhyun yang besar.
Kyuhyun mengecup kening Yoonjung dengan lembut yang masih diam tak bergeming, “Gomawo, Yoonjung-ah” katanya sambil tersenyum. Ia tak dapat mengelak jika ia begitu bahagia dan merasa beruntung karena ialah yang pertama untuk gadis ini, dan ia pastikan hanya miliknya sajalah yang berhak memasuki lubang ini.
Pria itu menyadari Yoonjung yang kesakitan, ia pun mencium bibir gadis itu sambil meremas payudara wanitanya membuat Yoonjung melupakkan rasa sakitnya. Setelah beberapa lama, rasa sakit itu hilang dan berubah menjadi kenikmatan tersendiri untuk Yoonjung.
“Kalungkan tanganmu di leherku” kata Kyuhyun lembut, Yoonjung menurutinya.
Kyuhyun yang menyadari Yoonjung sudah tidak merasakkan sakit mulai menumbuk dengan perlahan, menarik tubuhnya dan menenggelamkannya lagi di liang Yoonjung.  Tiba – tiba dengan kencang membuat tubuh Yoonjung bergoyang kencang, wanita itu mendesah hebat, Yoonjung bergerak berlawanan dengan Kyuhyun membuat payudara indah Yoonjung bergetar, Kyuhyun tidak bisa menelan air liurnya begitu melihatnya dan langsung melahap payudara Yoonjung dengan rakus.
“Ughhh~~~ arrghhhh~~ aahhh ahhh ahhh~~ ouhhhh~~oppa~~”
Jemari lentik Yoonjung menyisir rambut Kyuhyun,  sesekali ia menjambaknya begitu ia merasakan junior Kyuhyun menumbuk titik rangsangnya. Kyuhyun sibuk memainkan payudara Yoonjung, ia tanpa henti mengulum puting Yoonjung yang sudah mengeras, tangannya yang menganggur meremas payudara yang lainnya membuat Yoonjung semakin gila. Terkadang desahan Yoonjung tenggelam saat Kyuhyun kembali menekan bibirnya pada bibir gadis itu serta lidah mereka yang langsung berperang di dalam sana.
Kyuhyun semakin mempercepat gerakannya hingga Yoonjung mencakar punggung putih mulus Kyuhyun dengan jemarinya. Tangannya kadang berpindah menuju tengkuk Kyuhyun yang membuat pria itu semakin bernafsu.
Kyuhyun terus menggenjot vagina Yoonjung semakin intens. Mulutnya terus-terusan beraksi di payudara Yoonjung. Ia bisa merasakan juniornya diremas dengan sangat kencang dan ketat oleh vagina Yoonjung yang memang masih sangat sempit dan justru itulah yang membuat pria itu lupa diri.
Yoonjung yang sudah  tidak tahan melingkarkan kakinya di perut Kyuhyun mengikuti nalurinya. Ia menekan pinggang Kyuhyun agar kejantanannya masuk semakin dalam. Menghujam milikinya dengan hantaman kedua benda mereka yang saling berbenturan. Vagina Yoonjung berdenyut cepat, tapi kali ini terasa jauh lebih nikmat. Kyuhyun menambah iramanya seakan tahu apa yang akan terjadi selanjutnya, “Keluarkan untukku, sayang.” Kyuhyun memintannya sambil kembali mencium bibir Yoonjung.
Yoonjung menyerah. Ia meledak dalam kenikmatan luar bisa yang diciptakan Kyuhyun. Semua saraf tubuhnya lemas seketika membuatnya begitu ringan. Ia seperti melayang tapi pelukkannya pada Kyuhyun tetap erat.
“Choi Yoonjung, kau milikku, sayang.” Kyuhyun menghentakkan juniornya keras sedalam mungkin ke dalam kewanitaan Yoonjung, membenamkan wajahnya di sisi leher mulus Yoonjung sambil mengecupi leher jenjang itu dengan lembut. Menyerah pada sebuah pelepasan yang luar biasa untuknya. Benih – benih dirinya menyemprot ke luar begitu banyak di dalam kewanitaan Yoonjung.
“Ohh~~Yoonjung~~ah~~” Yoonjung yang sudah lemas mendengar desahan Kyuhyun yang memanggil namanya. Kyuhyun lemas di atasnya, ia sibuk menormalkan nafasnya yang tersenggal – senggal setelah peraduannya bersama sang istri tercinta.
Ia menatap Yoonjung lalu segera memeluknya intens, tangannya meraih kepala Yoonjung dan membenamkan kepala Yoonjung ke dadanya, “Tidurlah, sayang, kau pasti lelah.” Yoonjung yang sudah kelelahan langsung memejamkan matanya tanpa memedulikan apapun lagi.
Kyuhyun memperhatikan wajah Yoonjung, ia bahagia menjadi pria pertama yang menyentuh Yoonjung, “Terimakasih Yoonjung, aku pria pertama yang menyentuhmu. Saranghae~” ia mengecup kening Yoonjung yang sudah terlelap dalam tidurnya.
Malam itu, aku menyerahkan segalanya kepada Cho Kyuhyun, pria yang berstatus sebagai suamiku dan menjadi raja atas seluruh kebaikan Tuhan yang ada pada tubuhku. Dan malam ini juga, aku bukanlah Choi Yoonjung, melainkan Cho Yoonjung, seorang gadis yang bertransformasi menjadi milik seorang pria sempurna yang tak kucintai, menyedihkan memang, namun kita tak akan tahu apa yang Tuhan tulis dalam buku kehidupan kita yang ada di tangannya dan hanya Ia yang berhak mengubahnya.
**
Bunyi kicauan burung serta pancaran sinar matahari yang masuk melalui ventilasi udara membuatku mulai melenguh malas untuk beranjak dari tidurku dan meninggalkan alam mimpi. Aku tertidur lelap malam ini, entah kenapa. Ragaku masih belum terkumpul sempurna saat aku membuka mata. Terlihat atap berwarna putih gading dengan ukiran ala kerajaan Eropa yang terpampang di depanku. Aku mengerutkan dahi bingung, seingatku atap kamarku bermotif pink rose dengan kerajaan – kerajaan kecil layaknya kerajaan putri. Keheranan itu terjadi sebelum bayangan kejadian semalam memenuhi pikiranku.
Aku menoleh singkat untuk memastikan bayangan itu dan mendapati pria itu sedang tersenyum kearahku, pria yang sudah merenggut segalanya dan menjadikan tubuhku hanya untuknya, karena aku memang sudah miliknya sepenuhnya. Ia tersenyum dengan sangat bahagia, terlihat dari tatapan mata serta bibirnya yang terus membentuk bulan sabit, belum lagi kedua lesung pipinya yang membuatnya terlihat semakin bahagia.
Aku memejamkan mataku, berusaha memikirkan kalau aku masih ada di alam mimpi, tidak saat aku merasakan tubuhku menempel sempurna di atas tempat tidur dengan keadaan tak berbusana, dan aku merasakan pria itu juga memiliki kondisi yang sama, dengan posisi ia memelukku dengan posesif, tubuh kami masih bersentuhan intim. Kurasakan ia membelai beberapa bagian tubuhku sambil tersenyum kearahku.
Dengan keras aku berusaha menahan tangis ini lalu memutar tubuhku memunggunginya, saat itulah aku baru menangis, aku benar – benar sudah menjadi miliknya, seutuhnya, bahkan tubuhku juga di-rajai olehnya. Kurasakan Kyuhyun membelai perut rampingku sebelum ia memeluk pinggangku dan mengecupi bahu dan leherku. Ia menghembuskan nafas hangatnya pada daerah itu membuatku sedikit bergeming.
“Terimakasih sayang. Kau membuatku menjadi pria paling beruntung karena menjadi pria pertama yang menyentuhmu. Tak akan kubiarkan siapapun berani menyentuhmu seperti apa yang semalam kulakukan padamu. Saranghae…” katanya dengan suara seraknya lalu kembali melanjutkan aktifitasnya.
Aku hanya diam tak bergeming merasakan sentuhannya lagi, ia kembali menindihku lalu mendekatkan bibirnya ke telingaku, “Bolehkah….kita memulainya lagi?”
Bibirnya melumat bibirku lagi dengan gairah yang masih menggebu seperti semalam, aku benar – benar tidak peduli saat ia memulainya lagi. Aku hanya dia sambil memandangi langit – langit saat pria ini kembali mencumbuku.
**
Aku rasa aku masih hidup karena aku masih bisa bernafas, sisanya aku merasa menjadi mayat hidup atau menjadi pajangan paling apik di rumah.
Sepanjang hari di rumah, tidak bisa berbuat apa – apa selain memasak atau sekedar berjalan – jalan di sekitar taman rumahnya yang memang luar biasa besar dan indah.
Setiap hari Selasa dan Kamis aku ada jam kuliah, dirumahku. Ya, bahkan aku pun harus kuliah dirumah. Kyuhyun adalah pria dengan segala sifat menyebalkan, posesif, dan protektif di dalamnya. Di dalam rumah yang berukuran raksaksa ini, Kyuhyun menyiapkan ruangan kelas khusus untukku, seakan ia sudah merencanakan semua ini. Dan hanya aku sendiri yang belajar disini. Dosen – dosen yang datang juga datang dari kampusku yang dibayar mahal oleh suamiku untuk mengajariku secara pribadi. Bahkan semua dosenku adalah seorang wanita, semua yang berjenis kelamin laki – laki akan langsung ia seleksi sekalipun dosen itu memiliki ilmu yang tinggi.
Aku tidak boleh berhubungan dengan siapapun selain dengannya, setiap malam ia akan mengecheck semua gadgetku, memastikan apakah aku berhubungan dengan pria lain selain dengan dirinya, bahkan untuk menghubungi keluargaku saja rasanya sulit sekali. Saat aku beralasan ingin menelpon orangtuaku, ia akan mengawasiku, dan yang paling parah aku dilarang berhubungan dengan kakak sepupuku yang bersekolah di Belanda. Kami memang sangat akrab, bahkan terkadang aku cenderung lebih akrab dengannya dibanding dengan ayahku sendiri. Aku kadang memberanikan diri untuk menghubunginya dan saat Kyuhyun tahu tentang hal itu, ia akan menghukumku di ranjang dan membuatku terkulai lemas dan kesakitan keesokannya. Aku tidak pernah menghubungi Yuri barang sedikitpun, aku menjelaskan padanya berpuluh – puluh kali aku membutuhkan seorang teman.
“Kalau begitu, kita harus melakukan program bayi sesering mungkin agar kau memiliki teman.” kupingku panas setiap mendengar kalimat itu, dan setelah itu kami kembali beradu diatas ranjang.
Hidupku benar – benar berantakan sekarang. Semua kacau. Aku tertekan dalam belenggu kecintaannya padaku. Tidak, ia tidak mencintaiku, ia terobsesi padaku. Apapun yang kulakukan selalu membuatnya tersenyum sekalipun aku menghujatnya dengan makian. Aku berusaha membuatnya membenciku agar dia segera menceraikanku atau bahkan membunuhku. Aku lebih baik mati dibanding disiksa secara halus olehnya. Tapi ia seakan tidak peduli dengan semuanya dan tetap bercinta denganku.
Setiap ia pulang kerja, aku wajib memakai  lingerie yang disediakan olehnya, aku tidak pernah diizinkan memakai piyama yang tertutup. Setelah mandi, ia langsung meghampiriku dan kami pun bercinta. Dia menggunakan tubuku untuk memenuhi kebutuhannya setiap harinya. Pria ini jelas seorang hypersex, setiap malam ia akan menyentubuhiku dan pagi harinya terkadang ia kembali melakukannya. Tubuh bagian tertentu ku sudah memar dan bahkan nyeri setiap kali ia melakukannya, jika aku mengatakan hal ini padanya, ia akan berfikir bahwa aku melakukan hal ini dengan pria lain dan semakin gila meniduriku. Aku benar – benar frustasi, rasa lelah dalam tubuhku tak bisa kuhindari, bibirku luka karena setiap aku melakukan hubungan dengannya, ia selalu menggigitnya karena aku terus melawan. Seluruh bagian tubuhku sakit dan nyeri, aku beanr – benar tersika. Pernah dalam pikiranku terbesit ingin melarikan diri dari belenggu penyiksaannya, tapi aku memikirkan keluargaku yang sangat bergantung padaku dan perusahaannya saat ini. Keluargaku juga tidak diizinkan untuk menemuiku. Aku seperti berada di penjara bawah tanah yang terkunci di dalamnya dan tidak bisa kemanapun selain berdiam diri dan menangis.
Ia sering mendapati mataku yang sembab, dan ia terlihat khawatir. Semua yang ia lakukan padaku atas dasar cinta, menurutnya. Ia terus – terusan mengakan ‘Saranghae‘ kapanpun dan dimanapun. Saat bangun tidur, selesai sarapan, berangkat kerja, dan tentunya saat bercinta. Tapi aku tidak pernah membalas semua itu barang sedikitpun walaupun pernikahan ini sudah berjalan kurang lebih enam bulan lamanya. Dan selama itulah aku harus melayaninya, melayani segala kebutuhan dan keinginannya, memberikan seluruh tubuhku setiap malamnya untuk ia jamah.
Apakah penyiksaan ini akan berakhir? Kenapa Tuhan begitu kejam padaku?
Aku ingin ia berubah
Aku ingin ia menjadi pria yang lembut dan penuh kehangatan
Setidaknya jika ia tidak mau menceraikanku, aku mau ia merubah sikapnya
Setidaknya aku bisa menikmati hari – hariku dengan kedamaian
Setidaknya aku memiliki suami yang mencintaiku
Dan setidaknya aku merasa nyaman berada di dekatnya
Tapi itu hanya harapanku, selama enam bulan hidup bersama dengan Cho Kyuhyun, tidak kudapatkan semua itu.
“Kau mau kemana?” erangnya saat aku memutuskan untuk ke kamar mandi.
“Ini sudah pagi, aku harus menyiapkan sarapan, bisakah kau memberikanku space sedikit saja untukku beraktifitas?” kataku dengan nada sinis yang kupunya. Sejujurnya ini hanyalah alasanku untuk menghindari serangannya kembali. Sekarang masih pukul tujuh pagi dan dia sudah memintanya kembali? Apa ia gila? Apa kemarin malam belum cukup ia membuat bagian tubuhku nyeri kembali?
Saat aku ingin membuka pintu, Kyuhyun sudah meraih tubuhku yang hanya aku balut dengan lingerie yang tergeletak di lantai. Ia merapatkan tubuhnya dengan tubuhku di dinding lalu memandangku tajam.
“Apa kau mencoba melawanku, huh?!” geramnya lalu kembali mencium bibirku, aku kembali diam tak merespon semua sentuhannya. Ia melepas ciuman kami lalu menatapku dengan tatapan menerkam, “Buka mulutmu dan gerakan bibirmu jika kau masih ingin keluar dari kamar ini.” katanya tajam lalu kembali mencium bibirku dengan gairah yang tak pernah surut.
Aku yang sudah pasrah hanya membalasnya, berusaha memenuhi kebutuhan sexnya. Ia langsung merobek lingerie itu dengan kasar dan melingkarkan kakiku ke pinggangnya, lalu ia menggendongku kembali ke ranjang, kami pun kembali bercinta untuk ke-sekian kalinya.
**
“Aku mungkin akan lembur hari ini, kau tidur duluan saja sayang.” katanya sambil mengelus rambutku. Aku hanya diam sambil terus mennyimpul dasinya seperti biasa dengan wajah datar dan dingin.
“Aku berangkat dulu, bye.” katanya lalu mengecup keningku sebelum ia menghilang masuk ke dalam mobil mewahnya. Aku terus memandangi mobilnya yang semakin jauh meninggalkan rumah kami, lalu masuk kembali ke dalam rumah.
Sepi. Itulah yang kurasakan setiap dia sudah berangkat kerja, hanya ada koki, pelayan, tukang kebun, serta penjaga rumah yang menemaniku setiap harinya. Aku semakin muak dengan semua ini, rasanya aku sudah tidak tahan lagi dengan kesendirian ini. Kuputuskan untuk nekad menghubungi Yuri, setelah enam bulan lamanya aku tidak menghubungi dia sama sekali. Aku tidak peduli aku akan dihukum oleh Cho Kyuhyun, aku sudah benar – benar tidak peduli lagi tentang hidupku.
Aku benar – benar merindukan segalanya. Pergi dan berbincang bersama teman – temanku, belajar bersama, bahkan berfoto bersama mereka. Aku benar – benar merindukan itu semua, seakan Kyuhyun sudah merenggut semua masa bahagia seorang gadis berusia dua puluh empat tahun sepertiku. Ku tekan beberapa angka yang menghubungkanku dengan Yuri, aku menggigit bibirku ragu saat Yuri belum kunjung mengangkat telponku. Tak lama, aku mendengar suara Yuri,
“Yeoboseyo?”
“YUL! Ini aku…Yoonjung..” kataku senang.
“Omo! Yoonjung-ah! Aku  merindukanmu, sungguh apa yang terjadi sebenarnya terhadapmu? Kenapa kau tidak pernah ke kampus lagi? Kenapa kau tidak pernah menghubungiku lagi? Aku sempat berfikir untuk meminta maaf padamu…”
Aku menutup mulutku dengan telapak tangan agar isakkan tangisku tidak terlalu terdengar olehnya, “Ceritanya panjang, Yul. Bisa kau datang ke rumahku sekarang?”
“Tentu saja bisa! Rumahmu dimana sekarang? Astaga bahkan aku saja tidak tahu rumahmu dimana, Yoonjung-ah”
Aku membacakan alamat rumah kami, Yuri pun mengangguk mengerti, “Aku akan segera kesana, kebetulan hari ini aku tidak ada jadwal kuliah.”
“Ku tunggu Yul, aku benar – benar merindukanmu…” gumamku sebelum perbincangan kami berakhir.
**
TING TONG TING TONG~
TING TONG TING TONG~
Aku langsung membuka pintu rumahku dan mendapati Yuri berdiri disana dengan tanktop hijau dan celana pendek berwarna hitam, stylenya tidak pernah berubah, aku benar – benar merindukannya sehingga saat aku melihatnya aku langsung memeluknya erat, “Yuri-ah, Yul…..hiks…Yuri-ah!” kataku sambil terisak di bahunya.
Yuri kaget mendapat perlakuanku dan langsung panik, “Yoonjung-ah, waegurae? Kenapa…kenapa kau menangis? Uljima—” kata Yuri masih dengan kepanikannya lalu mengelus rambutku dengan lembut.
Aku sudah tidak peduli lagi dengan segalanya, aku menumpahkan semua emosi yang kutahan selama ini pada bahu Yuri yang sekarang sudah basah karena air mataku. Aku merasakan pelukkan Yuri semakin erat di punggungku. Tiba – tiba tubuhnya bergetar menandakan ia pun ikut menangis.Kami memang seperti anak kembar, saat satu diantara kami sedang menangis, biasanya yang lain akan ikut merasakan perasaan itu. Kami tidak menyadari sekarang posisi kami masih berada di depan pintu masuk.
**
“Ceritakan padaku selengkap – lengkapnya, Choi Yoonjung!” kata Yuri yang sekarang sudah berada di ruang keluarga. Aku sengaja membawanya kesana karena ada home theater, sofa, serta beberapa bantal yang mungkin bisa menampung air mataku.
Aku duduk di depannya sambil mengusap air mataku yang masih tersisa, “Yuri-ah, aku sudah tidak kuat lagi hidup bersamanya…sungguh, aku tidak kuat, Yul-ah..” kataku parau.
Yuri semakin bingung lalu memegang kedua bahuku, ia menatapku dalamm berusaha mencairkan semua masalahku yang seakan membeku hanya di dalam hatiku, “Ceritakan….semuanya padaku, sekarang. Kau menghilang berbulan – bulan tanpa kabar, kupikir kau ke luar negeri atau bahkan marah padaku! Lebih baik ceritakan segalanya.” tegasnya.
“Aku….aku dikurung di dalam rumah olehnya, Yul”
“MWORAGU?”
Aku memejamkan mataku sekilas lalu kembali menatapnya, “Aku tidak pernah kemana pun selama berbulan – bulan. Aku rasa ia memang sakit jiwa atau sejenisnya, dia over protective dan possessive Yul….aku bahkan sangat sulit menghubungi keluargaku sendiri, aku juga tidak boleh menghubungi siapapun. Aku menelponmu kesini dengan segala kenekatan yang sudah ku kumpulkan sejak jauh – jauh hari. Kau ingat Choi Siwon, kakak sepupuku yang tinggal di Belanda? Dia akan langsung menghukumku jika tahu aku berhubungan dengannya!” kataku sambil menangis.
Yuri terperangah mendengar ceritaku dan langsung menatapku tajam, “Apa dia sakit jiwa? Dia menghukummu dengan apa? Memukulimu? Atau—” Yuri terlihat ragu untuk melanjutkan kalimatnya, ia langsung menggigit bibir bawahnya.
Yoonjung yang melihat gelagat Yuri seakan tahu sahabatnya mengerti apa yang dimaksud dengan ‘menghukum’ langsung menimpali, “Iya…dia menghukumku dengan cara seperti itu. Tidak hanya itu, dia…dia memperlakukanku seperti budak seksnya. Bayangkan saja, setiap hari kami berhubungan intim, tubuhku terasa sakit dan nyeri di tubuh bagian – bagian yang ia sentuh, jika aku mengeluhkan itu padanya, ia akan menuduhku berhubungan dengan pria lain dan malah semakin gila menerjangku. Aku bingung harus bagaimana, Yul. Aku merasa aku bukan seorang Yoonjung yang kau kenal lagi, aku merasa aku sejenis wanita bayaran yang harus melayani pelanggannya. Aku sudah tidak kuat lagi Yul, hajiman, keluargaku sangat bergantung dengan perusahaan mereka. Aku sempat beberapa kali memikirkan cara untuk melarikan diri, tapi…tapi aku teringat oleh keluargaku….Yul, eottokhae? Na eottokhae?”
Yuri yang sudah menangis langsung memelukku dengan erat, ia sama sekali tak menyangka se-menderita ini aku hidup bersama pria seperti Cho Kyuhyun, “Yoonjung-ah, uljima. Aku benar – benar sahabat yang bodoh karena tidak menyadari hal ini, aku akan membantumu keluar dari masalah ini! Aku tak akan membiarkan sahabatku menderita seperti ini! Nanti akan kuhubungi keluargamu—“
Aku melepaskan pelukan Yuri lalu menggelengkan kepala dengan cepat, “Andwae! Kau tidak boleh memberi tahu mereka Yul, ini berbahaya untuk mereka”
“Kenapa tidak? Ini masalah serius, babo!”
Aku menggeleng kembali lalu menggenggam tangannya, “for God’s sake, Kwon Yuri, jangan beritahu keluargaku soal ini. Jika Kyuhyun tahu, ia akan benar – benar menghancurkan perusahaan keluargaku!”
Yuri mengerutkan dahinya tak mengerti, “Bukankah perusahaan keluargamu hanya dibantu bukan dikendalikan?” gumam Yuri bingung.
Aku menggeleng, “Perusahaan appa sudah dikendalikan oleh Kyuhyun sepenuhnya karena dampak kejadian waktu itu membuat nilai jual saham perusahaan appa turun drastis, dan dia selalu mengancamku dengan hal itu. Aku ingin sekali meneriakan sesuatu untuk menantangnya tentang hal ini, tapi aku tidak tega dengan ayahku. Perusahaan ini dibangun bahkan sebelum ayahku lahir, aku benar – benar tidak tega menghancurkannya begitu saja. Karena itulah aku rela semua milikku diambil agar keluargaku bisa bahagia, Yul! Aku ingin…setidaknya ia berubah menjadi lebih baik, jika dia memang jodohku, setidaknya ia tidak memperlakukanku seperti itu lagi Yul, aku benar – benar sudah tak kuat hidup bersamanya….”
Yuri tak mampu berkata apa – apa lagi, kami menangis bersama di ruangan yang menjadi saksi tak hidup yang menyaksikan dan mendengar semua curhatanku terhadap sahabatku sendiri. Aku benar – benar sudah lama tidak merasakan hal ini, mengobrol dan berbagi dengan sahabatku. AKu tidak peduli Kyuhyun akan melakukan apa nanti malam jika ia tahu aku menceritakan segalanya.
**
Aku benci saat menyadari  langit sudah berubah warna menjadi hitam pekat, matahari mulai meninggalkan bumi Seoul dan digantikan oleh bulan, artinya aku akan segera bertemu dengannya, entahlah apa yang akan ia lakukan malam ini, aku sudah benar – benar berpasrah.
Aku masih belum bisa tertidur, apa ini sudah menjadi kebiasaanku untuk menungunya pulang? Ia bilang hari ini akan lembur, artinya ia pasti pulang diatas jam sembilan malam, sebelum aku menikah dengannya, aku pasti sudah mengantuk jika zona waktu sudah memasuki pukul sebelas malam, tapi hari ini aku bisa membuka mata sampai jam dua belas malam, tepat saat ia pulang.
Kudengar suara pintu dibuka, aku menoleh dan mendapati suamiku pulang dengan muka yang lesu dan letih, sesekali ia memijat lehernya dan berpindah ke pelipisnya. Matanya bertemu denganku, terlihat keterkejutan dari pandangannya saat melihat aku masih tersadar pada dini hari, “Kau belum tidur?” tanyanya lembut. Aku hanya mengangguk seadanya dan sedikit malas.
Entah kenapa, aku pun memutuskan untuk menghampirinya yang sekarang sedang melepas setelan jas yang membaut ketampanannya semakin bertambah, “Kau mau teh?” kataku ragu – ragu.
Ia menoleh kearahku lalu tersenyum dengan lembut, Kyuhyun mengelus rambutku dengan lembut membuatku sedikit heran dengan sikapnya namun sedikit terbuai juga, ”Tidak. Ini sudah malam, sayang. Kenapa kau belum tidur?”
“Aku juga tidak tahu kenapa aku belum tidur” batinku menyuarakan jawaban dari pertanyaan Kyuhyun. Kyuhyun berjalan melewatiku sambil meraih handuk dan piyama tidurnya lalu masuk ke dalam kamar mandi.
Entah angin apa yang membawaku menuju dapur, aku mengambil sebuah cup lalu kumasukkan teh seduh itu ke dalamnya, kutuangkan air hangat yang kuambil dari dispenser lalu membawanya ke kamar. Kyuhyun belum selesai membersihkan diri saat aku masuk ke dalam kamar, aku meletakkan teh itu di samping lampu tidur disisi tempat ia biasa mengistirahatkan diri.
Aku yakin Kyuhyun akan menyentuhku setelah ini, sehingga aku tidak memejamkan mata sama sekali dan hanya menunggunya keluar dari kamar mandi. Tak lama terdengar bunyi pintu terbuka dan keluarlah Kyuhyun dengan bebrapa perlengkapan mandinya. Ia melihatku yang sudah memakai salah satu lingerie yang ia berikan. Ia hanya menatapku datar lalu berjalan mendekati tempat tidur kami.
Mataku menutup menandakan aku sudah siap dijamah olehnya. Tapi aku merasakan sebuah kain menutupi tubuhku yang terbuka membuatku menoleh kearahnya, yang sekarang sedang memandangiku dengan senyum penuh sayang.
Ia menyelimutiku? Apa aku sedang bermimpi? Aku menatapnya dalam diam, tidak ada sama sekali tatapan nafsu ataupun belaian darinya, hanya sebuah tatapan penuh cinta dan kecupan di keningku yang membuatku semakin heran akan sikapnya malam ini, “Tidurlah, kau pasti lelah.” katanya lalu tidur memunggungiku. Aku menatap Kyuhyun yang sekarang sedang mematikan lampu tidurnya dan ruangan menjadi sedikit gelap.
Ini pertama kalinya terjadi, ia tidak menyentuhku barang sedikitpun. Ini pertama kalinya juga ia tak memelukku, dan bahkan ia tidur dengan posisi memenggungiku.
Ada apa dengannya?
**
“Oh kau sudah bangun?” sapanya saat melihatku keluar dari kamar, aku kembali heran melihat tingkahnya. Seorang CEO perusahaan besar di Korea Selatan sekarang sedang memakai apron dan meletakan hasil masakan di meja makan, terlihat aneh dan sialnya—terlihat sexy. Ia memandangku sekilas lalu tersenyum, “Ayo sarapan…”
Aku mengerjap – ngerjapkan mataku heran lalu menghampirinya, ia sudah duduk di kursi di hadapanku lalu mengambil makanan yang ia buat.
“Kau bisa membuat bulgogi?” aku memekik saat melihat apa yang ia masak. Ia mengangguk lalu tersenyum padaku, “Aku mempelajarinya untukmu, kau suka bulgogi, kan?”
Entah kenapa hatiku berdesir mendengar Kyuhyun mengatakan itu. Ia sengaja mempelajari dan membuatkannya khusus untukku?
“Cicipilah, kuharap kau menyukainya. Aku berani bersumpah aku bahkan pernah menanyakan langsung pada koki kita, kau tenang saja.” katanya.
Aku mengambil sumpitku lalu memasukkan daging itu ke mulutku. Enak. Aku balik menatapnya, “Mashita oppa…” kataku.
Kyuhyun tersenyum bahagia saat aku memuji masakannya, ia mengacak rambutku pelan lalu meletakkan sumpitnya di meja, “Habiskanlah….aku sengaja membuatnya untukmu!”
“Ini terlalu banyak, bantu aku menghabiskannya!”
Kyuhyun tertawa riang mendengarnya, “Yak! Jangan kau pikir aku tak tahu kau shikshin! Aku sengaja membuatnya dengan porsi besar, sudahlah habiskan saja. Setelah makan bersiaplah, kita akan mengunjungi keluargamu.”
“UHUK…UHUK—” aku tersedak dan langsung membuat Kyuhyun menghampiriku, “Gwaenchana?” tanyanya terdengar panik.
“Gwaenchana…uhuk…mwo? Kau ingin mengajakku menemui keluargaku?” kataku heran.
Ia mengangguk lalu tersenyum, “Ne, bersiaplah. Jam sepuluh kita berangkat.” katanya lalu berjalan masuk ke dalam kamar. Kali ini aku benar – benar heran dengan tingkahnya yang berubah 360 derajat dari biasanya.
Kemarin malam ia tidak menyentuhku barang sedikitpun, hari ini ia mengajakku bertemu dengan orang tuaku, sebenarnya dia kenapa?
**
“Yoonjung-ah!!” pekik Eomma saat melihatku lalu segera memelukku dengan erat. Aku memeluknya erat, rasanya sudah lama sekali saat aku merasakan bau tubuh ibuku yang sangat kurindukan.
“Putriku…” aku lalu memeluk appa yang juga terlihat sangat senang saat melihat aku akhirnya mengunjungi mereka. Kurasa mereka wajar bersikap seperti itu, karena kami memang tidak bertemu muka selama enam bulan lebih.
Kyuhyun tersenyum canggung kearah mereka, “Mianhae, abeonim, emmonim, kami belum sempat mengunjungi kalian karena aku terlalu sibuk…”
Kedua orangtuaku tertawa lalu appa menepuk bahu Kyuhyun, “Gwaenchana, Kyuhyun-ah. Kau memang pekerja keras, aku benar – benar tidak heran. Asal kau memberi makan putri kami dengan baik, aku tidak masalah dengan ini”
“YOONG!!!!” aku menoleh dan mendapati Yoora eonnie sedang berlari kearahku lalu segera memelukku, “Ah! My cutie pie! I miss you so damn much, deer!” Kyuhyun tersenyum melihat keakrabanku dengan keluargaku.
“Oh, Jinhyuk oppa!” sapaku pada suami Yoora eonnie. Suaminya hanya tersenyum lalu mencubit pipiku usil, “Hi, Choi Choding!”
“Hei, ayo masuk ke dalam!” kata appa menyuruh kami semua masuk ke dalam rumahnya.
**
Kami berbincang – bincang sambil menyantap makan siang kami, tawa serta godaan terus terdengar sepanjang makan siang ini. Kyuhyun juga terlihat akrab dengan Jinhyuk oppa, pria yang sama – sama bermain di dunia bisnis tentu saja memiliki humor sendiri yang tak kami mengerti.
“Appa senang kedua putriku sudah mendapatkan suami yang terbaik.” katanya diiringi senyuman tipis.
Aku terdiam mendengarnya, dan aku melihat Kyuhyun oppa sedikit menunduk mendengar perkataan appa, ekor matanya melirik kearahku, kenapa dia?
“Tentu saja appa, kedua anakmu ini tidak se-bodoh itu memilih suami!” sekali lagi aku hanya diam mendengarnya, sedangkan Kyuhyun menghembuskan nafasnya dengan berat. Aku penasaran dengan apa yang sedang dipikirkan pria itu, wajahnya terlihat murung.
“Oh iya Yoonjung-ah, bisakah kau temani aku berbelanja besok? Kau tahu Victoria’s Secret baru meluncurkan new perfume product, selain itu ada banyak new summer collection, apa kau mau pergi bersamaku? Kita sudah lama tidak menghabiskan waktu bersama!”
Aku memejamkan mataku untuk memikirkan jawaban penolakkan apa yang terbaik, aku yakin suamiku akan menghukumku jika aku menerima tawaran eonnie, dan tentunya aku akan kembali mendapat hukuman di ranjang, “Ah, pergilah Yoonjung. Apa kau membutuhkan credit card unlimited milikku?”
Kali ini aku menoleh kearahnya, masih tidak percaya dengan apa yang kudengar. Ia memberiku izin untuk keluar rumah? Dan terlebih lagi, tanpanya? Yang benar saja, apa pria ini sedang kesurupan?
“Woah! Suamimu saja menyuruhmu, masa kau mau menolak, huh?”
**
Aku menatap jalanan di depanku, tidak ada perbincangan sama sekali diantara kami seperti biasa, suasana tetap kaku dan canggung. Kyuhyun berkonsterasi penuh pada jalan, sedangkan aku memikirkan kenapa suamiku bisa berubah seperti ini. Aku menoleh kearahnya, berusaha mencari jawaban dari kegundahan hatiku sejak kemarin malam.
“Oppa!” panggilku kearahnya. Dia bergumam singkat untuk menjawab panggilanku.
Aku menatapnya kembali lalu sedikit memutar tubuhku agar sedikit mengarah kepadanya, “Aku ingin bertanya sesuatu”
“Gabjagi…..gabjagi waeyo? Kenapa kau tiba – tiba berubah seperti ini?”
Aku melihat Kyuhyun terhenyak sedikit dengan pertanyaanku, terlihat dari guratan di keningnya serta rahangnya yang mengeras, ia hanya diam tak menjawabku.
Saat aku hendak menuntut jawabannya, ia langsung memotong perkataanku, “Apa kau lapar? Kita bisa pergi ke Insandong untuk membeli Patbingsu bersama, kau mau?”
Sekali lagi ia membuatku terheran – heran dengan tingkahnya, “Ini benar – benar tidak masuk akal“
**
Aku keluar dari kamar mandi dengan lingerie yang biasa ku kenakan, aku menjadi terbiasa dengan pakaian – pakaian seperti ini semenjak menjadi istri Cho Kyuhyun. Kulihat Kyuhyun sedang berkutat dengan gadgetnya, setelah itu matanya menatapku intens.
Ah Choi Yoonjung, kau benar – benar bermimpi saat berharap Cho Kyuhyun berubah dalam hal ini, ini hal yang tidak mungkin ia bisa hilangkan, bahkan mungkin sampai kita tua.
Nafas Kyuhyun mulai tak karuan. Ia pun bangkit dari tempat tidur, aku hanya diam seakan pura – pura tak tahu apa yang akan ia lakukan. Biar kutebak, memuji kecantikanku? Merapatkan tubuhku ke dinding lalu menciumiku? Atau langsung menggendongku lurus ke tempat tidur?
Hatiku mencelos saat melihat Kyuhyun justru berjalan menuju lemari pakaianku lalu terlihat mencari – cari sesuatu. Oh Kyuhyun, kau tenang saja ini salah satu lingerie terseksi yang kau belikan untukku, apa tubuhku kurang terekspos dengan pakaian ini?
Aku mengerjap – ngerjapkan mata saat Kyuhyun membawa piyama tidur yang sudah berapa bulan tidak kukenakan sama sekali, seakan mengerti dengan kebingunganku, ia menyerahkan piyama itu ke tanganku lalu mengelus puncak kepalaku, “Gantilah pakaianmu lalu tidur.” katanya sambil tersenyum lalu berjalan meninggalkanku yan masih terpaku di tempat.
Demi Tuhan, dia kenapa?
“Dan…buanglah semua lingerie sialan itu. Mulai besok, pakai piyamamu”
Aku terkejut mendengar perkataannya, mataku menoleh kearah tempat tidur dan mendapati Kyuhyun sudah berbaring dengan posisi punggung yang menghadapku, lagi.
**
Ternyata kejadian – kejadian aneh terus menimpaku selama kurang lebih empat minggu. Tidak ada lagi Kyuhyun si binatang buas pemangsa paling hebat di ranjang, tidak ada lagi belaian mesranya, tak ada lagi bisikkan hangatnya dengan husky voicenya yang penuh gairah, tidak ada lagi kecupan di bibir atau bahkan pelukkan dari pria ini.
Ada apa sebenarnya?
Kenapa….kenapa terasa aneh untukku?
Apa aku berbuat salah padanya?
Kenapa ia berubah menjadi pria paling lembut dan penyayang yang pernah kulihat?
Kenapa ia berubah menjadi pria dengan sejuta pesona yang baru terpancar keberadaannya sekarang
Ini benar – benar aneh, ia membiarkanku kembali datang ke kampus yang langsung membuat heboh seluruh teman bahkan dosenku. Ia mengizinkanku pergi keluar bersama teman – temanku seperti dulu lagi, ia membiarkanku berbincang dengan keluargaku dengan sesuka hati, dan yang paling mengejutkan, ia juga membiarkanku berbincang dengan Siwon oppa.
Dan yang paling penting dari segalanya, sudah sekitar satu bulan ia tak pernah menyentuhku barang sekedar leher atau pahaku, yang biasanya menjadi tempat awal mula aksi bercinta kami. Ia tidak mabuk, ia pulang dengan keadaan seperti sebelum – sebelumnya, ia hanya mengelus rambutku dengan sayang dan sesekali mengecup keningku. Suatu hari ia datang dengan tumpukan piyama tidur untukku, ia melarangku memakai lingerie pemberiannya yang membuatku semakin heran.
Aku merasakkan gejolak perasaan aneh yang tiba – tiba muncul di dadaku setiap ia melakukan semua tindakan romantisnya. Dia benar – benar romantis, aku tidak bisa mengelak dengan mengatakan sikapnya tidak romantis. Terkadang aku tidak bisa menyembunyikan senyumku saat ia sudah memperlakukanku dengan sangat lembut.
Hanya itu yang ia lakukan.
Tapi keanehannya tidak berakhir disana, ia terkadang berusaha menjauhiku, berusaha membuat tubuhnya berjauhan dengan tubuhku, ia memang menunjukkan sikap romantisnya, tapi bahkan jika aku tak sengaja memegang dadanya ia akan langsung menjauhiku dan terlihat gusar.
Apa dia bosan denganku?
Apa dia akan segera menceraikanku?
Apa dia sudah mendapatkan yang lebih baik dariku diluar sana?
Apa dia mendapatkan kepuasan diluar sana sehingga ia tak membutuhkanku lagi?
Tiba – tiba perasaan tak suka langsung memenuhi pikiranku, bayangan Kyuhyun bercumbu dengan wanita lain membuat pikiranku sedikit panas. Aku sudah terbiasa dengan sentuhannya, aku bahkan merasa aneh saat ia tidak menyentuhku lagi seperti biasanya, seakan pria itu sudah mengikat diriku sepenuhnya dalam hidupnya.
Aku ingin sisi nakal Kyuhyun sedikit kembali, aku benar – benar merindukan belaiannya. Aku memutuskan untuk mendekatinya saat kami sama – sama berada di tempat tidur, aku memperhatikan garis rahangnya yang terliha maskulin serta bulu – bulu tipis di sekitar dagunya membuat ia terlihat benar – benar ‘lelaki’.
“Kyuhyun oppa!”
Ia berdehem singkat, “Kenapa tiba – tiba kau berubah 360 derajat? Apa aku salah padamu?” kataku dengan ragu.
Ia terdiam kembali setiap aku menanyakan hal ini, kali ini ia memutar tubuhnya menghadapku, tanpa kuduga ia justru mengusap pipiku dengan lembut lalu tersenyum, “Tidurlah, sayang. Ini sudah malam.” katanya sebelum membalikkan tubuhnya kembali.
Lagi – lagi kalimat itu yang kudengardari bibirnya.
Choi Yoonjung, apa yang sudah kau lakukan terhadapnya?
Aku mengingat – ngingat saat terakhir kami bercinta, aku tidak menghujaninya dengan makian, saat itu aku malah mendesah nikmat merasakkan dirinya ada dalam diriku.
Lalu…lalu mengapa ia menjadi seperti ini?
**
Suasana hening kembali menyelimuti acara makan malam kami. Tak banyak aktifitas yang kulakukan maupun yang dilakukan selama kita makan tadi, kami sama – sama berkonsentrasi dengan makanan kami masing – masing. Sebenarnya aku memikirkan sikapnya yang semakin lama semakin berubah, sekarang ia terkesan semakin menghindariku, bahkan tak ada lagi kecupan dikening atau belaiannya pada rambutku yang pasti ia lakukakan.
Sendok dan garpu hanya kuadukan di atas piring, aku sama sekali tidak nafsu untuk makan. Kutatap wajah letih suamiku, kuperhatikan wajahnya semakin lama semakin tirus, kantung mata yang semakin terlihat, belum lagi tidak ada senyum yang terukir di wajahnya selama beberapa hari. Ia terlihat sedang stress, aku benar – benar tidak tahan lagi dengan ini semua.
Aku takut
Aku takut ini kesalahanku, yang membuatnya menjadi seperti ini
Apa aku terlalu kasar padanya?
Kembali kutatap wajah Kyuhyun yang hanya diam dan tetap menunduk, memasukkan makanannya ke dalam mulut dengan wajah tertunduk, aku pun memberanikan diri untuk memanggilnya, “Oppa”
Ia terdiam, matanya baru bertemu dengan milikku setelah beberapa detik aku memanggilnya, “Hmm?”
Aku sudah tidak tahan lagi, tiba – tiba tetesan air mata mulai menggenang di mataku, “Kenapa oppa menjadi seperti ini?”
Kyuhyun menatapku dengan tatapan sendunya, “Apa maksudmu, Yoonjung?”
“Bahkan ia tak memanggilku dengan sebutan yang biasa ia gunakan untukku?“
Kali ini aku benar – benar menangis membuat ia membulatkan matanya panik, “Kau tidak pernah mempedulikanku lagi, oppa! Kau berubah! Kau bersikap cuek padaku, kau seakan melupakanku walaupun aku disampingmu, bahkan kau bicara padaku seperlunya, sisanya aku hanyalah pajangan paling cantik yang ada di rumah ini! Apa…apa alasanmu memberikan kebebasan padaku karena kau sudah bosan padaku? Apa kau akan segera menceraikanku? Apa…apa kau sudah menemukan pengganti untukku? Dan…dan….dan apakah kau sudah mencintai wanita lain? Jika memang begitu, katakan saja oppa! Aku siap kau ceraikan sekarang juga! Kau sungguh tidak punya perasaan oppa, setelah semua yang kau lakukan terhadapku, kau malah—“
Kyuhyun langsung bangkit dari duduknya sambil menggelengkan kepala, dia berlutut di depanku lalu kedua tangannya menangkup kedua pipiku, ibu jari tangannya menghapus air mataku yang terus keluar tanpa bisa ku kendalikan. Aku memejamkan mataku sambil berusaha mengalihkan pandanganku darnya, namun ia semakin erat memegangnya dan meraih dahuku agar wajahku bertatapan langsung dengannya.
Kyuhyun menatapku dengan ekspresi paling menderita yang pernah kulihat, aku menatapnya masih dengan mata yang penuh dengan air mata, aku melihat butiran air mata mulai memnuhi matanya membuatku kalut, “O…oppa..”
“Apa…apa aku salah bertindak lagi? Apa aku menyakitimu lagi? Apa keputusanku jauh lebih menyakitimu?” katanya dengan mata yang sudah berkaca – kaca.
Aku menatapnya bingung, “Apa maksudmu oppa?”
“Aku berusaha menjadi sosok suami yang kau impikan, Yoonjung-ah. Aku berusaha sebisa mungkin untuk menjadi sosok pria yang kau harapkan untuk mendampingin hidupmu. Sungguh, aku tak pernah berfikir barang sekali pun untuk menceraikanmu apalagi berhenti mencintaimu…”
Aku tersentak dengan perkataannya barusan, apa maksudnya? Suami idamanku? Kapan aku pernah mengatakan—omo! Jangan – jangan…..
FLASHBACK [Author POV]
Kyuhyun memandangi foto pre-wedding yang ada di figura photo di meja kerjanya, ia tersenyum lirih melihat wanita itu tidak pernah benar – benar tersenyum padanya. Ia melirik jam dinding di ruang kerjanya lalu tersenyum, ia ingin mengajak istrinya makan siang, atau lebih tepatnya jajan di pinggir jalan. Kyuhyun tidak pernah mencobanya, tapi jika memang Yoonjung menyukainya, ia akan melakukan hal itu. Dengan gerakan cepat ia berlari ke luar ruang kerjanya untuk kembali ke rumah, menjemput istrinya.
Sampai dirumah, ia mengernyitkan dahinya heran melihat ankle boot yang tak ia kenali berada di depan rumahnya. Dengan pelan ia masuk ke dalam rumah, tak berniat memanggil istrinya karena penasaran siapa yang datang, Kyuhyun mendengar isakan tangis dari ruang keluarga membuatnya semakin panik. Ia mempercepat langkahnya lalu membuka pintu ruangan itu perlahan.
Ia melihat istrinya sedang menangis di depan gadis yang Kyuhyun ketahui bernama Yuri, ia berniat untuk menemuinya, menanyakan apa permasalahan yang membuat istrinya bisa menangis sehebat itu, namun ia urungkan niatnya dan memilih menjadi pendengar yang baik.
Hatinya mencelos saat mendengar Yoonjung mengungkapkan seluruh isi hatinya, jika ia tidak mengendalikan diri, tubuhnya pasti sudah jatuh ke lantai saat ini. Ia tak menyangka ia seperti monster dalam gambaran Yoonjung, ia tidak menyangka ia telah merenggut seluruh kebahagiaan istrinya. Ia tidak menyangka semua yang ia pikirkan dan lakukan justru semakin membuat wanitanya membencinya.
Dengan kalut, Kyuhyun meninggalkan rumahnya dan kembali ke kantor. Di kantor ia hanya diam dengan tatapan kosong, ia benar – benar kacau setelah mendengar perkataan Yoonjung tentang dirinya. Mendengar wanita yang sangat ia cintai membencinya, melihat air mata keluar dari matanya karena dia.
Sampai akhirnya Kyuhyun memutuskan suatu keputusan yang ia jamin akan merubah seluruh hidupnya, “Baiklah, Yoonjung-ah. Aku akan menuruti segala keinginanmu, aku akan membuatmu bahagia, sekalipun aku akan tersiksa akan segala keputusanku ini, aku rela atas kau bisa kembali merasakan kebahagiaan yang sempat kuambil darimu. Aku rela sayang, karena aku mencintaimu.”
Malam itu, Kyuhyun memutuskan hal yang akan mengubah segalanya, ia berharap ini bisa membuat istrinya merasa lebih baik, sekalipun ia harus mengorbankan dirinya sendiri.
END OF FLASBACK [End of Author POV]
“Kyuhyun mendengar semua yang kuungkapkan pada Yuri?“
Aku membulatkan mataku lalu segera menatapnya, kulihat ia tersenyum tipis melihat ekspresiku yang terlihat panik, “Oppa, keuge…”
“Aniya, kau tidak perlu ketakutan seperti itu, sayang. Aku sadar perbuatanku selama ini benar – benar menyiksamu. Aku bukanlah suami yang baik untukmu, aku selalu menyakitimu hampir setiap malamnya. Aku selalu melarangmu berhubungan dengan siapapun selain denganku, bahkan aku melarangmu keluar dari rumah ini. Mianhae, Yoonjung-ah. Aku tahu aku menyiksamu baik fisik maupun psikis, aku menyadari semua itu tapi entah kenapa hatiku terus mengatakan untuk tetap melakukannya padamu.”
Yoonjung terperangah mendengar untaian permintaan maaf suaminya, mulutnya sudah terbuka untuk menjawab namun Kyuhyun kembali memotognya, “Aku melakukan itu semua karena aku terlalu mencintaimu, aku benar – benar mencintaimu sampai akalku seperti dibutakan oleh kecemburuan setiap kau berdekatan dengan orang lain, karena kau tidak pernah bersikap seperti itu padaku. Aku cemburu pada mereka yang bisa mendapatkan segala kasih sayangmu, sedangkan aku tidak. Karena itu aku mengurungmu di rumah ini agar kau hanya dapat melihatku dan mencintaiku, tapi pikiranku jelas salah. Justru kau semakin membenciku dan sempat berfikir untuk meninggalkanku, aku tahu kau tetap di sisiku karena keluargamu, aku rela melakukan apapun asal kau tetap di sisiku, sehingga aku kerap kali mengancammu dengan semua urusan tentang perusahaan keluargaku. Pernah terlintas dalam pikiranku untuk membiarkanmu bahagia dengan melepaskanmu, tapi aku tidak sanggup untuk berpisah denganmu. Hari itu aku mendengar semua pikiranmu tentang diriku, saat itu aku hancur. “
“O…oppa—“
“Aku tidak tahu harus berbuat apalagi, kau mungkin tidak menyadari kehadiranku saat itu, tapi semua perkataanmu menyadarkanku akan sikapku padamu selama ini. Dari yang kutangkap, kau menggambarkanku sejenis binatang buas yang terus menerus menerkam mangsanya, lagi – lagi aku benar – benar kalut dan bergegas kembali ke kantor. Saat di kantor pun aku tidak bekerja sama sekali, aku terus memikirkan semua perkataanmu dan air matamu yang terus keluar saat kau mengatakannya pada Yuri. Aku merasa menjadi suami paling kejam di dunia ini, aku terus menyakitimu, memperbudakmu, memperlakukanmu seperti budakku, dan terus mengurungmu. Asal kau tahu Yoonjung, aku benar – benar menyesal hari itu, sehingga aku memikirkan cara untuk merubah segalanya, terutama dalam hal bercinta. Aku sebisa mungkin menekan nafsuku dengan menghindarimu. Bukannya aku sudah bosan denganmu atau bahkan tidak mencintaimu lagi, hanya saja aku berusaha semaksimal mungkin untuk tidak menyakitimu, aku memberikan segala yang kau mau setelah kejadian itu, karena aku tahu apa definisi kebahagiaan untukmu. Kau telah mengubah hidupku, aku tidak biasanya seperti ini. Kau tahu, sejujurnya sebelum kita bertemu di pesta pernikahan kakakmu, aku sering melihatmu di sudut café di daerah Gangnam, kau terlihat sangat anggun dengan dress berwarna pastel yang sering kau gunakan, dengan ditemani novel atau laptop atau buku gambar kau biasa duduk disana. Senyum manismu seolah membiusku setiap aku melihatnya, setiap jam makan siang aku akan kesana hanya untuk melihatmu yang sedang menyelesaikan tugas – tugas kuliahmu, aku akan berbalik dari café jika tak melihatmu disana. Aku sering mendengar percakapanmu dengan Yuri, aku selalu tersenyum saat mendengar suaramu yang terdengar menenangkan hati. Aku menyuruh orang untuk menyelidiki siapa kau, dan aku tahu kau adalah Choi Yoonjung, putri bungsu keluarga Choi Seunghyun, yang kebetulan sekali adalah kolega perusahaanku. Saat aku mendengar kakakmu akan menikah, aku terlalu bersemangat ingin datang ke pernikahan itu membuat orangtuaku bahkan heran, karena aku tidak biasanya berminat untuk datang ke resepsi pernikahan. Namun aku tak peduli, aku hanya memikirkan aku bisa bertemu denganmu, dan bahkan mungkin berkenalan denganmu. Sungguh Yoonjung, kau wanita pertama yang berhasil menarik perhatianku, membuat duniaku terasa terombang-ambing, membuatku terus memikirkan sesuatu yang lain selain pekerjaan. Aku mencintaimu lebih dari segalanya Yoonjung-ah, termasuk diriku sendiri. Aku rela tersiksa dengan semua ini, cemburu, mengikuti semua permintaanmu, dan bahkan menahan segala hasratku, itu kulakukan karena aku sangat mencintaimu. Kumohon jangan berfikir untuk meninggalkanku, Yoonjung, aku tidak tahu akan seperti apa hidupku jika tanpamu disisiku. Sampai sekarang, aku masih menunggumu membalas perasaanku padamu, walaupun aku harus selamanya, aku akan tetap menunggumu, aku ingin kau mencintaiku sama seperti aku mencintaimu, Choi Yoonjung.”
Aku menangis mendengar semua ungkapan hatinya, ini benar – benar mengharukan, aku tidak menyangka perasaan Kyuhyun padaku sebesar ini, kubungkam isakan tangisku dengan telapak tanganku, tangan kirinya sudah berpindah ke tengkukku dan tangan kanannya membelai rambutku dengan lembut, “Uljima…kau membuatku semakin tersiksa dengan air matamu!”
Aku menatap matanya dalam, mencari kebohongan dari segala perkataan maupun ungkapan rasa cintanya padaku, tapi yang kutemukan adalah kejujuran yang murni dan kehangatan. Hatiku mendesir mendengar segala kejujurannya, Kyuhyun benar – benar mencintaiku setulus hatinya, hanya dia belum tahu bagaimana cara memperlakukan seorang wanita yang ia cintai, tanpa berfikir dua kali, aku segera memeluknya erat, kulingkarkan kedua tangaku di lehernya dan mendaratkan kepalaku di bahu tegapnya. Isakan itu semakin deras saat aku menemukan tempat yang terasa aman dan nyaman untuk mencurahkan segalanya.
“Oppa jeongmal mianhae. Mianhae, aku selalu bersikap kasar padamu, mianhae aku tidak mengerti tentang perasaanmu padaku, aku memang tersiksa dengan segalanya, tapi aku lebih tersiksa lagi saat kau mengacuhkanku, selama sebulan terakhir ini, aku melihat dirimu yang sesungguhnya. Cho Kyuhyun yang penuh dengan cinta bukan hawa nafsu, yang memperlakukanku sebagai wanita sungguhan, aku sudah melihat sisi dirimu yang sesungguhnya oppa. Aku sadar aku tidak membencimu, aku…aku mulai menerimamu dalam hidupku. Saat kau menjauhiku, aku merasa sesuatu seperti mengganjal pikiranku, aku sadar aku mulai mencintaimu, Cho Kyuhyun.”
Kyuhyun langsung melepaskan pelukanku dan menatap mataku dalam, terlihat dari tatapannya ia seakan tidak percaya apa yang baru saja ia dengar, “Apa pendengaranku bermasalah?”
Aku menggeleng lalu tersenyum tulus, reflek jemariku menyentuh tengkuknya dan mengelusnya singkat, “Tidak ada yang salah dengan pendengaranmu oppa, aku memang mencintaimu, yeobo”
Seketika itu juga matanya berbinar, menandakan kebahagiaan hatinya membuncah saat ini, Kyuhyun kembali tersenyum persis seperti yang kulihat saat ia berdiri di altar, aku membalas senyumannya dan ia langsung merengkuh tubuhku ke dalam pelukannya, ia memelukku erat seakan tidak ada hari lain untuk melakukannya, ia menciumi pipiku gemas lalu mendekatkan bibirnya ke telingaku, “Akhirnya aku mendengar kalimat itu dari mulutmu sendiri, sayang! Bahkan kau memanggilku dengan sebutan yeobo!”
“Sayang, sayang, sayang. Ah aku benar – benar merindukkan panggilan itu“
Saat pelukan kami terlepas, Kyuhyun kembali membuatku melenguh manja karena ia menyentuhkan hidung dan kening kami usil, aku bisa merasakan nafas hangatnya menerpa kulit wajahku membuatku sedikit geli, tak lama kurasakan bibirnya melumat bibirku lembut. Aku menikmati sentuhannya yang dilandasi cinta, bukan seperti biasanya yang dilingkupi hawa nafsu. Kukalungkan lenganku di bahunya yang tegap dan membalas mengulum bibirnya, tangan kanannya memeluk tubuhku erat dan tangan kirinya menekan tengkukku agar memperdalam ciuman kami.
Tiba – tiba ia melepaskan ciuman kami, aku menatapnya heran yang sekarang langsung terdiam, “Waeyo?” tanyaku bingung.
Ia menghembuskan nafasnya dengan berat, “Aku tidak mau terbawa suasana Yoonjung-ah, aku tidak mau menyakitimu lagi.”
ASTAGA CHO KYUHYUN!
Aku terkekeh geli lalu memukul pundaknya, “Yak! Bukankah kau punya hak untuk melakukannya padaku? Lagipula…..kita sudah lama tidak melakukannya.” tiba – tiba perasaan aneh muncul di hatiku, aku yakin semburat merah pasti menghiasi pipiku saat ini.
Kyuhyun menggeleng lalu kembali menangkup pipi tirusku, “Aku tidak akan melakukannya sampai kau yang memintanya, sayang.” katanya diiringi senyuman yang dapat membuatku meleleh saat ini juga.
Kyuhyun berdiri lalu mengambil piring yang ada di meja makan, “Tidurlah, ini sudah malam, aku yang akan membersihkan ini semua.” Katanya tanpa menoleh kearahku.
Aku mengambil piring yang sekarang ada di tangannya, mataku menyipit mengancam saat menatapnya, “Biar aku saja, bukankah ini tugas seorang istri?”
Kyuhyun kembali tersenyum saat aku mengatakan kata ‘istri’, hari ini aku mengungkapkan semuanya padanya, termasuk tentang statusku di rumah ini. Ia pun mengangguk mengerti lalu mengecup keningku singkat, “Aku akan menunggumu di kamar, ara?”
Aku mengangguk sambil tersenyum manis. Perasaanku seakan terlepas begitu saja seiring dengan kalimat cinta yang ku ucapkan untuknya, aku berjanji hanya pria bernama Cho Kyuhyun sajalah yang akan mendengarnya mengatakan cinta, tentunya selain ayah dan kakak sepupunya.
**
“Jinjjayo? Dia mengatakan itu semua?” kata Yuri saat kami bertemu di cafe tempat kami biasa mengobrol. Aku hanya mengangguk sambil tersenyum tipis.
“Lalu..lalu hubungan kalian semakin mesra karena kejadian malam itu?” aku kembali mengangguk.
“Daebak, jinjja! Yoong, kau sangat beruntung mendapatkan Cho Kyuhyun, aku berani bersumpah dia benar – benar mencintaimu, mendengar ceritamu saja aku sudah bisa menyimpulkan betapa ia  mencintaimu sampai ia rela mengorbankan seluruh kebahagiaannya demi mu! Ah jinjja, rasanya aku ingin membuat novel dari kisah cinta kalian!” kata Yuri dengan wajah yang gembira, aku pun kembali tersenyum, “Kau benar, aku benar – benar beruntung bisa menikah dengan pria yang sangat mencintaiku seperti Kyuhyun.”
Yuri tersenyum menggoda, “Aigoo, perkataanmu serta tingkahmu bulan lalu benar – benar berbeda 360 derajat dengan sekarang Yoong! Saat itu kau terlihat sangat menyedihkan, tapi sekarang? Lihatlah, kau berperan seperti istri yang berbahagia!” ejeknya membuatku cemberut.
“Mwoya! Aku hanya baru menyadari segalanya, bagaimana perasaanku padanya dan sebenarnya apa yang membuatnya begitu. Oh iya Yul, kemarin malam Kyuhyun menitipkan salam terima kasih untukmu!”
Yuri mengerutkan dahinya bingung, “Terima kasih? Untuk apa? Aku tidak pernah memberikannya apapun.”
Aku menahan tawaku sebelum menjawab, “Membantunya menyadarkan segala kesalahannya padaku sebulan yang lalu…” kataku jahil.
Yuri tampak berfikir sejenak sebelum ia menyadari apa maksudku, “OMO!” pekiknya keras membuat beberapa pengunjung cafe menoleh kearah kami, kami pun tersenyum sungkan lalu kembali fokus ke masalah kami.
“Yak! Neo baboya?! Kecilkan suaramu!”
Yuri menepuk dahinya frustasi, “Yoonjung-ah, bagaimana ia bisa mendengar semua perbincangan kita? Aish jinjja, aku merasa tidak enak padanya, apa dia marah? Apa saat itu akau memaki – makinya? Atau mengejeknya? Aish na eottokhae?”
Aku kembali tertawa lalu menepuk keningnya, “Tentu saja tidak! Justru ia berterimakasih padamu yang sudah membantu banyak dalam proses hubungan kami secara tidak sadar.”
Yuri mengerucutkan bibirnya kesal, “Aish tapi tetap saja aku merasa tak enak padanya”
“Sudahlah, lupakan tentang itu! Ada masalah yang jauh lebih penting!”
“Mwoga?”
“Kau pernah bilang padaku kalau suamiku jelas – jelas hypersex, benar kan?” Yuri mengangguk menyetujui ucapanku, “Itu memang faktanya, geureum?”
“Dia tidak pernah menyentuhku selama sebulan penuh, bahkan sampai sekarang ia belum pernah menyentuhku lagi. Apa menurutmu ini sedikit aneh? Atau jangan – jangan…..ia menumpahkan nafsunya kepada wanita malam?” kataku dengan keragu, aku bersumpah wajahku terlihat mengerikan saat mengatakan dan membayangkannya.
Yuri langsung terdiam, jika ia sedang memikirkan sesuatu yang meburutnya penting ia pasti akan seperti ini, “Ani, tidak mungkin Kyuhyun seperti itu! Asal kau tahu Yoong, jika pria sudah mencintai wanita begitu dalam, tidak ada satupun wanita lain yang mampu menarik perhatiannya selain wanita itu!”
Kali ini aku yang terdiam ikut memikirkan apa yang sebenarnya terjadi.
“ASTAGA!” pekik Yuri membuatku langsung menoleh kearahnya.
“Mwol? Mwoga?”
“Kenapa aku tidak memikirkan hal itu sejak tadi huh.”
“Apa ini tentang suamiku?”
“Jelas tentang suamimu! Aku tahu apa yang ia lakukan selama ini!”
**
Terdengar suara pintu kamarku terbuka, aku yakin suamiku baru pulang sekarang. Ia memang mengatakan kalau ia akan pulang malam hari ini, dan seperti biasa ia menyuruhku untuk tidur bahkan melarangku untuk menunggunya. Namun bayangan suamiku pulang dengan wajah letih dan lesu membuatku cemas. Bagaimanapun ia bekerja untuk menghidupiku.
“Demi Tuhan, yeobo, bukankah kubilang jangan menungguku? Ini sudah hampir dini hari” katanya lembut.
Aku menghampirinya yang sedang sibuk membuka jasnya, “Bukankah sudah kubilang aku tidak mau? Kau mau teh?” kataku sambil tersenyum.
Ia berdecak lalu mengacak rambutku gemas, “Kau memang paling keras kepala. Tidurlah sayang, aku tidak perlu teh, yang aku perlukan adalah melihat tubuhmu terbaring di atas ranjang dengan mata terpejam yang sibuk berkelana di dunia mimpi.”
Aku mengerucutkan bibirku kesal lalu berjalan ke arah ranjang, ia hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya lalu masuk ke kamar mandi. Aku melirik jam dinding di kamarku, tak terasa sudah pukul 11 malam. Mataku pun semakin terasa berat, setelah melihat Kyuhyun entah kenapa rasa kantukku baru menghinggapiku. Akhirnya tanpa kusadari aku pun mulai memasuki alam mimpiku.
**
Aku terbangun saat tanganku tidak merasakan Kyuhyun ada disampingku, kulirik jendela kamarku yang masih terlihat gelap menandakan ini masih malam. Lalu dia kemana?
“Ahhhh……ughhh…hmmmphhh”
Aku membulatkan mataku saat mendengar suara – suara aneh dari dalam kamar mandiku, itu suara Kyuhyun. Apa ayng sedang ia lakukan di tengah malam? Suaranya terdengar sedikit aneh, ia seperti sedang—OMO! Aku menutup mulutku yang sudah terbuka lebar lalu mengingat perkataan Yuri tadi sore.
Flashback
“MWORAGU?”
Yuri mengangguk mantap, “Ne! Aku yakin pasti ia melakukan hal itu, tidak ada hal lain yang bisa dilakukan untuk pria hypersex seperti dia, Yoong! Kau bilang dia semakin kurus dan terlihat letih, kan? Itu tanda – tanda ia sering melakukan hal itu! Belum lagi ia selalu pulang malam membuat tubuhnya semakin cepat lelah, sudah pasti ia melakukannya, Choi Yoonjung!”
Aku menggelengkan kepala tidak sependapa sambil menatapnya dengan tatapan tidak setuju, “Yak! Tidak mungkin ia melakukan itu! Aku bahkan tidak pernah melihatnya—”
Yuri menepuk keningku sambil menatapku geram, “Neo baboya? Ia tidak mungkin melakukannya di tempat dan waktu sembarangan, karena ia tidak ingin kau tersiksa……Ah! Aku yakin ia melakukannya di malam hari!”
Aku semakin bingung mendengar kata-katanya, “Malam hari? Tidak mungkin, Yul! Kami 1 kamar dan tidak pernah ada hal yang—”
Sekali lagi Yuri memotong perkataanku, “Yak! Tentu saja ia tidak melakukannya di sampingmu, Yoonjung! Oh, pasti ia melakukannya di kamar mandi! Ne, tidak ada tempat lain selain tempat tidur dan kamar mandi untuk melakukan hal sejenis itu!”
Aku menggaruk tengkukku ragu, “Lalu bagaimana caranya agar aku memastikan apa yang kau katakan?”
“Bangunlah di malam hari, dan coba dengar suara – suara aneh dari suamimu. Aku jamin 100 persen kau akan mendengarnya!”
Aku mendekatkan wajahku kearahnya, “Lalu apa yang harus kulakukan?”
Yuri menepuk keningnya frustasi melihat kepolosanku, “YAK CHOI YOONJUNG! Apa aku harus menjelaskan hal – hal pribadi tentang suami istri padamu? Lagipula, apa kau tega melihatnya tersiksa seperti itu sedangkan kau juga menginginkan hal yang sama? Dan yang terpenting, kau sudah mencintainya! Apalagi yang kau takutkan dengan hubungan kalian? Dan juga, bukankah ia mengatakan ia tak akan menyentuhmu sebelum kau menginginkannya? Jika kau tak memulai duluan, artinya ia akan selalu melakukan itu dengan caranya sendiri!”
End of Flashback
Kugigit bibirku sambil memikirkan apa yang harus kulakukan saat ini? Terdengar suara desahan Kyuhyun semakin keras dan penuh akan fantasinya tentang diriku. Aku pun mengangguk mantap. Bagaimanapun aku istrnya, aku harus menemaninya dan melayaninya, termasuk dalam hal ini. Aku tidak akan membiarkan ia semakin tersiksa dengan segala fantasinya.
Aku pun turun dari tempat tidurku dan berjalan mendekati pintu kamar mandi kami, membuka pintu kamar mandiku perlahan. Mataku membulat sempurna saat mendapati suamiku sedang ‘bermain’ sendirian. Ia memejamkan matanya, menikmati sentuhan yang ia ciptakan sendiri sambil menyebut namaku.
Aku terdiam melihat itu semua. Suamiku benar – benar mencintaiku, jadi ini yang ia bilang menyakiti dirinya sendiri? Jelas, dia hanya bisa memfantasikan diriku yang seharusnya bisa ia jamah, namun ia menahan keinginannya demi kebahagiaanku.
Tanpa berfikir panjang, aku pun langsung membuka piyama tidurku serta pakaian dalamku, membiarkan tubuh polosku terpampang. Ia masih belum menyadari kehadiranku, aku pun berjalan mendekatinya.
Kyuhyun yang sepertinya sudah mencapai orgasmenya baru menyadari keadaanku dan membulatkan matanya kaget, “Yoonjung-ah…” gumamnya pelan
Aku menggelengkan kepalaku sambil tersenyum usil, “Astaga yeobo, kau benar – benar nakal..” kataku masih terus mendekatinya
Ia bangkit dari bathtub lalu meraih handuk yang digantung di dekat bathtub, “A..aku bisa menjelaskannya, sayang” ia langsung melilitkan handuk itu ke pinggangnya yang polos.
Ia mengerjapkan matanya saat aku menempelkan tubuh telanjang kami, ia terlihat gelisah mendapat perlakuanku, “Menjelaskan apalagi sayang? Aku tahu kau membutuhkan bantuanku, ya kan?”
Kyuhyun semakin gelisah, ia memegang bahuku dan sedikti menjauhkan tubuhnya dariku, “Kumohon, Yoonjung sayang. Keluarlah, sebelum terjadi sesuatu diantara kita” Aku terkikik geli mendengar kalimatnya yang terdengar begitu aneh di telingaku, aku segera menahan pinggangnya yang ingin menjauh dariku.
“Aku tak akan meninggalkanmu yang sudah tersiksa seperti itu, lagi. Aku tidak mau membuat suamiku tersiksa dengan fantasinya.” Aku membuka lilitan handuknya lalu merapatkan tubuh kami.
Biarkan aku bertindak seperti wanita penggoda, aku tidak peduli, yang terpenting adalah bagaimana aku memuaskan hasratnya yang sudah tertahan selama ini. Untuk pertama kalinya aku menciumnya, melumat bibir tebalnya sambil melingkarkan lenganku di lehernya.
Author POV
Kyuhyun yang memang sudah tidak tahan langsung mencium Yoonjung intens, tangannya mengelus punggung telanjang istrinya, memeluk tubuh istrinya agar semakin menempel dengan tubuhnya.
“Ehhm~~~” desah Yoonjung yang tertahan dalam ciuman mereka.
Kyuhyun semakin gencar mencium bibir ranum istrinya, ia melingkarkan kedua kaki jenjang Yoonjung ke pinggangnya. Tangan Yoonjung yang bebas langsung mencari kran air dan menyalakannya, membuat permainan mereka semakin basah dan menggairahkan.
“Ouhh~~~ye~~yeobo~~hmmftt~~”
Yoonjung terus mendesah ketika Kyuhyun mulai memindahkan ciumannya ke leher mulusnya, menghisap setiap jengkal yang ada disana, meninggalkan kissmark yang menandakan dirinya hanyalah milik Kyuhyun. Hatinya berdesir begitu merasakan bibir Kyuhyun kembali merajai tubuhnya, betapa ia merindukan sentuhan suaminya yang selalu menerbangkannya ke langit ketujuh. Perlahan cumbuan Kyuhyun semakin turun membuat tubuh Yoonjung semakin meliuk kebelakang, secara perlahan mereka pun sudah terduduk di dalam bathtub sambil terus berbagi keintiman.
Desahan Yoonjung semakin menjadi ketika Kyuhyun memasukan puting kanannya ke dalam mulutnya, mengulum sambil memainkan lidahnya di payudara indahnya, tangan kirinya meremas dada kirinya dengan intens membuat Yoonjung tak kuasa menahan desakan hasratnya yang sudah mencapai titik tertinggi. Setelah itu tangannya mulai meremas bokong Yoonjung, seakan mengomandokan Yoonjung untuk memperbesar suara desahannya.
“Yeobo~~kau~~benar – benar~~ohhhh~~~God”
Kyuhyun menindih di dalam bathtub yang sekarang berisi air yang berasal dari kran, mereka tertawa dalam pergulatan mereka sebelum Kyuhyun kembali melumat bibir manis Yoonjung, Kyuhyun memutar kepalanya ke kanan-kiri sambil memperdalam ciumannya. Saliva mereka menyatu, lidah mereka berperang di dalam sana membuat keduanya mendesah tertahan.
Tangan kanan Kyuhyun sudah berpindah ke vagina Yoonjung, Kyuhyun memasukkan telunjuknya ke lubang kenikmatan Yoonjung yang masih terasa sempit namun hangat dan menggairahkan birahinya. Mengaduk – aduk vagina Yoonjung dengan jarinya itu membuat Yoonjung mendesah kenikmatan. Ia mendekap punggung Kyuhyun sambil membelai rambut Kyuhyun yang ia rasakan sekarang, menahan kenikmatan yang diberikan suaminya.
“Yeobo~~masuk~~ah~~kkan~~sekarang~~ehmmm” kata Yoonjung.
Kyuhyun pun memasukkan juniornya secara perlahan membuat Yoonjung mendesah nikmat, pria itu menyingkirkan rambut yang menutupi kecantikan Yoonjung. Mereka saling melempar senyum, Kyuhyun mengecup kening, hidung, dan berakhir di bibir Yoonjung. Sambil berciuman, Kyuhyun mulai menggenjot juniornya ke dalam lubang kenikmatan Yoonjung, menyodoknya dengan intens membuat Yoonjung kembali mendesah nikmat.
“Ehmm~~ahhhh~Kyu…Kyuhyun”
“Hmmpphhh~~~ini aku~~sa~~yang”
Kyuhyun semakin cepat menggenjot juniornya sampai merasa vagina Yoonjung mulai berkedut, “Oppa~~aku~~ahhhhhh~”
“Keluarkan chagi~~~ya~~hmmfttt”
Yoonjung mengeluarkan cairannya, membuat junior Kyuhyun terasa hangat, Kyuhyun masih menggenjot juniornya sampai ia mencapai puncaknya. Kyuhyun jatuh diatas tubuh ramping istrinya, Yoonjung tertawa menyadari air mulai menenggelamkan mereka. Kyuhyun yang menyadarinya ikut tertawa, “Bagaimana kalau kita selesaikan semuanya di ranjang?”
Yoonjung kembali tertawa lalu melingkarkan lengannya di leher Kyuhyun manja, ia mengedipkan sebelah matanya, menggoda suaminya yang langsung menatapnya dengan mata hitamnya yang sarat akan gairah, “Asal kau tidak takut, yeobo.”
Kyuhyun tersenyum menggoda mendengar godaan Yoonjung, “Kita lihat siapa yang menang, sayang.”
Kyuhyun segera menggendong Yoonjung dan secara naluriah Yoonjung langsung melingkarkan kedua kakinya di pinggang Kyuhyun, tidak ingin melepas tautan tubuh mereka di bawah sana. Sesekali Yoonjung mendesah saat merasakan dadanya dan dada suaminya bersentuhan, membuat suatu kenikmatan tersendiri. Kyuhyun membawa Yoonjung ke ranjang dan menidurinya di sana. Kyuhyun bergerak lagi dengan cepat memompa Yoonjung dibawah tindihannya. Vagina Yoonjung yang licin mempermudah gerakkan keluar masuk juniornya.
Yoonjung merintih lagi ketika junior Kyuhyun yang keras terus bekerja di tubuhnya. Tubuh Kyuhyun yang besar menutupi tubuhnya. Kyuhyun menarik kepalanya dan menyetuhkan bibirnya dengan bibir Yoonjung. Yoonjung menutup matanya menyerah pada lidah Kyuhyun yang begitu gesit mengeksporasi mulutnya. Ritmennya yang cepat memperbudak Yoonjung untuk mengerakkan tubuhnya juga, Yoonjung menggerakkan tubuhnya berlawanan dengan Kyuhyun.
“Ahh~~sayang kau sangat nik~~~mat~~hmmftt” desah Kyuhyun.
“Yeo~~bo~~terusssss~~~ohhhhh~~~~”
Kyuhyun tersenyum puas. Dia terus mengajak bokong Yoonjung bergoyang. Dia mempercepat dorongannya dan membuat tubuh Yoonjung semakin bergoyang hebat. Kedua kaki Yoonjung semakin menekan punggung Kyuhyun agar kejantanan suaminya semakin menekan ke vaginanya.
“Mmmm~~~~hsssshh~~~”
Nafas Kyuhyun tidak teratur. Rasanya sangat nikmat karena kejantanannya diapit vagina Yoonjung yang sempit. Juniornya seperti digelitik hebat. Dia melihat Yoonjung meringis dan menggigit bibir meresapi kenikmatan yang sama.
“Yoonjung~~aku~~akan~~~sampaaaiii~~~”
Mereka mencapai klimaks mereka secara bersamaan, membuat cairan mereka bertemu. Dalam hati, mereka sama – sama berharap pertemuan itu akan menghasilkan benih cinta mereka. Peluh sudah membasahi tubuh mereka berdua setelah pergulatan panjang tadi.
Mereka saling menatap intens, Kyuhyun menidurkan Yoonjung di sampingnya, merengkuh wajah istrinya sambil menatap matanya mesra, “Gomawo untuk segalanya, istriku.” Yoonjung hanya tersenyum tulus membalasnya.
“Tidurlah, kau pasti lelah..” Kyuhyun baru ingin merangkul Yoonjung, namun istrinya itu justru menjauhkan tubuhnya dari Kyuhyun membuat Kyuhyun bingung, “Wae?”
Yoonjung menatap Kyuhyun pura – pura kesal. Kyuhyun benar – benar kaget saat Yoonjung merangkak keatas tubuhnya, menindih tubuh atletisnya dengan intim sambil tersenyum menggoda, “Suamiku tidak akan puas hanya dengan 2 kali permainan, aku sudah hafal itu, yeobo. Jangan membohongiku.”
Kyuhyun yang menyadari Yoonjung mengetahuinya hanya tertawa, “Lalu kau mau apa sayang?”
Yoonjung mencondongkan wajahnya ke wajah Kyuhyun, “Aku ingin melakukan hal yang tidak pernah kulakukan, hanya untuk suamiku.” mereka saling memandang sambil tersenyum sembali kembali berciuman. Pergulatan bibir mereka diiringi dengan hasrat keduanya yang masih menggebu – gebu.
Tangan Yoonjung yang kini bebas tidak mau kalah ia membelai dada Kyuhyun. Melepas ciuman mereka dan menghujani dada Kyuhyun dengan ciuman dan belaiannya yang menggoda.
Perlahan – lahan Yoonjung melepaskan junior Kyuhyun dari lubang kenikmatannya. Ia merangakak turun dari tubuh Kyuhyun tanpa melepas ciumannya di tubuh Kyuhyun. Tangannya bergerak menjelajahi tubuh Kyuhyun dengan nakal. Diikuti dengan ciumannya di sepanjang jalur tangannya. Kyuhyun hanya mampu membelai rambut Yoonjung. Pria jangkung itu kini yang mendesah nikmat mendapat service Yoonjung yang di luar dugaannya, terasa nikmat. Yoonjung sampai di junior Kyuhyun yang berdiri dengan tegaknya. Ia menjilat ujung junior Kyuhyun dengan lidahnya, mengocoknya cepat dan menekan-nekan daerah pangkal kejantanan Kyuhyun. Cairan bening mempermudah Yoonjung memainkan benda tumpul itu. Dan seketika itu Kyuhyun mengerang.
“aahhhrg Yoonjung~~kau~~~astaga~~”
Lalu Yoonjung semakin mundur dan dalam posisi sujud mengulum junior Kyuhyun. Yoonjung memainkan kejantanan Kyuhyun di dalam mulutnya. Dia juga menggelitik dan meremas sepasang testis yang menggantung di pinggir kejantanan suaminya. Yoonjung mengulum, menghisap dan menggigit lembut milik Kyuhyun, menyedot ujung junior Kyuhyun kuat – kuat dengan mulut mungilnya. Memainkkan lubang kecil yang ada di sana dengan lidahnya yang lincah menari – nari di ujung junior Kyuhyun. Kadang dia menarik ulur kepalanya dan membuat sebagian kejantanan Kyuhyun keluar masuk mulutnya.
Jari – jarinya sibuk meremas milik Kyuhyun yang lain, meremasnya seperti Kyuhyun meremas payudarannya.
“Choi Yoonjung~~ kau membuatku gila~~~aarrghh.” desah Kyuhyun tak karuan.
Kyuhyun mengelus sesekali mendorong kepala Yoonjung. Karena lidah yeojanya itu yang berjalan di sekitar juniornya dan menghisapnya tanpa ampun. Kyuhyun tidak pernah menyangka istrinya yang polos dan pemalu bisa seliar ini. Bagaimana Yoonjung bisa melakukannya dengan sangat baik?
Yoonjung melipat bibirnya, membungkus giginya dengan bibirnya. Ia menarik ulur junior Kyuhyun yang ada di mulutnya. Dilihatnya Kyuhyun yang menatapnya dengan mata yang menahan hasrat yang akan segera memuncah itu. Yoonjung menghisapnya lebih kuat dan dalam hingga menyentuh pangkal tenggorokkannya.
Kyuhyun mendesis dengan nafasnya yang memburu.
“Yoonjung~~aku akan keluar~~~”
Saat Kyuhyun sudah mencapai orgasmenya, ia pun memutar tubuh Yoonjung dan ia kembali berada di atas istrinya. Kyuhyun mendudukan posisi mereka membuat Yoonjung duduk di atas pangkuannya. Kyuhyun kembali mencumbu bibir Yoonjung dengan ganas dan Yoonjung menggesek-gesekan payudaranya di dada Kyuhyun. Setelah puas bercumbu, Yoonjung mencium dan menjilat leher Kyuhyun.
“Ahhhhh~~~ohhhh~~~” desah Kyuhyun nikmat.
Dia pun memegang kepala Yoonjung lalu mengelus-elus punggung gadisnya itu. Mereka melakukan pemanasan lagi sambil tertawa riang. Kyuhyun membuka kedua kaki Yoonjung dan mau memasukan kejantanannya kembali.
Yoonjung kembali mengerang nikmat merasakkan junior Kyuhyun kembali memasukinya. Kyuhyun mendorong-dorong kejantanannya, dia menggoyangkan bokongnya dengan hebat. Tubuh Yoonjung bergetar. Kyuhyun senang melihat payudara Yoonjung yang bergoyang melambai-lambai, membuat ia kembali mengulum puting pink Yoonjung yang terlihat menggemaskan. Pangkal junior Kyuhyun menggelitik hebat titik panas dalam vagina Yoonjung. Wanita itu tiada henti mengeluh dan merintih keenakan.
“God~~~Yoojung kau benar – benar~~ohhhh~~~”
“Kyuhyun~~~oppa~~~hmmmffttt~~~” ucap Yoonjung saat di sela – sela kuluman Kyuhyun pada payudara Yoonjung.
Kyuhyun klimaks dan ia menghujamkan juniornya sedalam yang bisa ia capai di vagina Yoonjung. Ia menyemburkan jutaan spermanya dalam rahim Yoonjung. Kembali berharap akan membuahkan hasil cinta mereka.
Mereka terkapar setelah durasi panjang penuh gairah itu. Berbaring menatap ke atas dengan pandangan kosong dalam diam. Yoonjung tidak tahu harus berkata apa, perasaan malu, senang, dan bangga ia rasakan di saat yang bersamaan.
Ia sudah akan memejamkan matanya saat Kyuhyun tiba – tiba menarik tubuhnya menyamping hingga mereka saling menatap satu sama lain. Kyuhyun menatapnya lembut penuh cinta. Lalu mengecup bibirnya dan tersenyum sangat mempesona setelahnya. Yoonjung membalas senyuman itu sambil membelai rambut Kyuhyun sayang.
“Terimakasih sayang, kau benar – benar memuaskan hasratku. Saranghae!~” kata Kyuhyun sambil mengecup kening Yoonjung penuh cinta.
Yoonjung membalas pelukkan Kyuhyun dan membenamkan kepalanya di dada suaminya sanbil sambil tersenyum, “Nado saranghae, yeobo.”
Pasangan suami istri itu pun terlelap dalam pelukkan mesra dari pasangan mereka, mereka berdua bahagia bisa melakukan ini dengan tulus hati dan tanpa paksaan sedikitpun, terlebih untuk Yoonjung yang akhirnya bisa membuat suaminya puas karena perbuatannya.
**
Mataku mulai membuka diiringi dengan lenguhan manja dari mulutku, matahari mulai memantulkan sinarnya melalui jendela kamarku yang sedikit terbuka. Aku mengerjap – ngerjapkan mataku lalu melirik ke tubuh suamiku yang tepat berada dalam pelukanku, tapi sebelum mataku melirik kearahnya mulutku dengan reflek meringis merasakan nyeri di sekitar organ kewanitaanku, tanganku yang memeluk tubuh kekarnya sedikit mencakar punggung itu.
“Gwaenchana?” suara serak Kyuhyun terdengar benar – benar panik dan kalut, oh tidak Choi Yoonjung, kau membuatnya kembali merasa bersalah. Aku menatapnya yang sekarang sedang menatapku dengan tatapan bersalah, kembali aku melihat tatapan itu darinya.
Ia merengkuh wajahku lalu mengelusnya dengan lembut, seakan takut melukaiku dengan sekali sentuhan, “Mianhae Yoonjung-ah, aku..aku—“
Aku sudah tidak tahan dengan semua kegundahan hatinya, aku meraih pipi suamiku lalu mengecup bibirnya gemas, ia terlihat kaget mendapat perlakuanku yang tak pernah ia dapat sekalipun.
Aku menjauhkan wajahku lalu menatapnya intens, “Na gwaenchana. Mengapa kau selalu berfikiran yang aneh, yeobo? Bukankah aku yang memintanya?”
Kyuhyun menggelengkan kepalanya, “Tapi tetap saja ini kesalahanku, sayang. Lihatlah, setelah apa yang kulakukan terhadapmu semalam dengan menumpahkan semua hasrat tertahanku selama ini, kau harus meringis kesakitan di pagi hari. Aku takut kau—“
“Mungkin aku sakit karena kita sudah lama tidak melakukannya, sudah lebih dari sebulan kau tidak menyentuhku, yeobo. Kurasa hal itu wajar terjadi padaku…” kataku yang kembali memotong kalimatnya.
Kyuhyun kembali menatapku, masih dengan tatapan penuh kekhawatirannya, “Hajiman, yeobo—“
“Yeobo, justru kau membuatku marah dengan tak mempercayai kata – kataku bahwa aku baik – baik saja, kau ini membuatku merasa menjadi istri yang buruk untukmu, yang tidak bisa memuaskan suami bernafsu tinggi sepertimu!” kataku dingin.
Kali ini ia tertawa kecil lalu mengelus punggung polosku dengan lembut, “Aniya, kau adalah wanita terbaik yang pernah kumiliki, kaulah wanita yang berhasil membuatku merasakan apa itu cinta. Aku tidak peduli ada berapa juta wanita yang lebih baik darimu, tapi untukku kaulah satu-satunya wanita yang bisa membuatku mencurahkan segala yang bisa kulakukan untuk seseorang.”
Ah, tidak, tidak, ia mulai lagi. Pipiku pasti sudah memerah mendengar perkataannya itu, aku memukul dadanya pelan membuat ia kembali tertawa, “Jangan membual denganku!”
“Aku sungguh – sungguh dengan perkataanku, honey! Dan semalam, kau benar – benar hebat, aku tidak menyangka kau benar – benar hebat memuaskanku, servicemu membuatku terus mendambakannya. Katakan padaku kau mempelajarinya darimana?”
Aku memejamkan mataku malu, kali ini aku mencubit otot perutnya yang membuatnya kembali tertawa lalu memelukku lagi, “Mwoya! Jangan sampai aku menyesal sudah melakukan itu padamu!” kataku sambil memajukkan bibirku.
Ia kembali tertawa, “Yeobo, bersiaplah. Nanti siang kita akan pergi ke suatu tempat, aku menyiapkan surprise untukmu!”
Aku mengernyitkan alisku lalu menatapnya, “Surprise? Yak, jangnahanya? Hari ini bukan hari ulang tahunku!”
Ia tersenyum lalu menggigit bibir bawahnya nakal, “Kalau aku memberitahumu, namanya bukan surprise, Yoonjung”
Aku memajukan bibirku pura – pura kesal lalu memukul dada telanjangnya, “Aish jinjja! Ara, aku akan bersiap – siap!” kataku sambil melepaskan pelukannya.
Tanpa kuduga, ia menarik pinggangku lalu menindihku lagi, aku menatapnya dengan ekspresi menghakimi sedangkan ia tersenyum menggoda, “Siapa bilang kau bisa pergi sekarang, Nyonya Cho? How about our daily routine?”
“Morning kiss? Kisseu? Omo, aku sudah memberikannya padamu!”
Ia menggelengkan kepalanya lalu menempelkan hidung kami, “Tidak sesuai harapanku! Jadi kau harus mengulangnya!”
Aku baru ingin menjawabnya namun bibirku sudah dibungkam oleh lumatan bibir darinya. Bibirnya menggigit bibirku gemas membuatku melenguh manja dan membuka mulutku. Dengan tubuh yang masih polos kami saling mengulum dan mencicipi setiap sudut bibir kami, lidah kami saling melilit, desahanku tertahan dalam bungkaman ciumannya. Kami tertawa dalam ciuman itu, hidung dan kening kami menempel sempurna membuat suasana romantic tak dapat dihindari, “Saranghae, Choi Yoonjung!”
Aku mengelus tengkuknya manja sambil tersenyum, “Nado saranghae, Cho Kyuhyun!”
Kami saling memandang intens diiringin senyuman sebelum bibir kami kembali berkutat dalam peraduan. Saat berciuman dengan suamiku, semua bayangan kejadian dari awal kami bertemu hingga menjadi seperti sekarang seakan berputar dalam benakku. Saat pertama kali aku menjadi istrinya, aku merasa menjadi wanita paling menyedihkan di Korea Selatan, namun sekarang aku merasa menjadi wanita paling beruntung yang pernah ada karena menjadi istri dari pria yang begitu menyayangiku, mengasihiku, dan mencintaiku. Tak ada lelaki lain yang memperlakukanku seperti apa yang Kyuhyun lakukan padaku. Satu hal yang membuatku semakin mencintainya adalah saat dimana ia mengungkapkan semua yang ia lakukan padaku, ia menahan semua yang membuatnya sakit hanya demi melihatku tersenyum. Aku merasa bodoh baru menyadari hal itu sekarang, tapi aku bersyukur karena aku tidak terlalu terlambat, karena sosok Choi Yoonjung yang membenci Cho Kyuhyun dan yang mencintai Choi Kyuhyun jelas memiliki perasaan yang berbeda. Boleh kuralat kata – kataku sebelumnya?
Aku mencintai Cho Kyuhyun, sekarang, besok, dan sampai kapanpun.
THE END
Woah, akhirnya selesai juga^^ terimakasih untuk readers yang mau meluangkan waktu untuk baca FF ini dan admin yg mau ngeshare kkk~ maaf kalo ini panjang banget, ya walaupun readersku yang disana2/? Udah biasa sama aku yg doyan nulis panjang, tapi berhubung ini pertama kalinya share FF disini, jadi sebenernya pengen dibikin 2S tapi terlalu males buat manjang2in lagi soalnya ini FF lama yang aku remake dari castnya Siwon jadi Kyuhyun [I’m WonKyu shipper lol]. Aku juga berencana bikin Kyuhyun POV dan sequel dari FF ini sendiri, ya semoga kesampean berhubung kurikulum 2013 is no joke T~~~T.
Semoga suka sama karya-karyaku dan jangan memplagiat>< Annyeong:*

Fc Populer:

  • Anonim

    nicceeee

    • =D
      Thank you.. lain kali komennya jangan make anonim ya wkwk

  • Woahhhhhhh keren banget ceritanya!!!!!! > //< hng kyuhyun romantis banget >//< awalnya aku kira yuri yg cerita ke kyuhyun.. Ternyata kyuhyun tau sendiri.. Wahhh daebak!!!!!

  • Hot,romance aww~~ i like it! critanya bagus bangett >< kapan" bkin ttg member bts yaa ^°^

  • hwwaaaaaaaaaaaa..suka banettt sama ceritannya..so sweeeeeetttttt dan romantis bangettt.. huwaa kyuhyun dan yoonjung..kerennnn
    daebakkkk..!!! ^^ *.*

  • huwahhhhhhh daebakkkkk!!!! ini ff kudu wajib ada squelnya thorr,ga mau tau pokoknya kudu ada squelnya *maksa hehehe
    ini ceritanya keren bangett,ya ampun makin cinta rasanya sama kyuhyun kalo gini wkwkwk alurnya dari awal sampe akhir rapih banget..memuaskan pembaca pokoknya thor kerennn…
    jan lupa thor squel nya yakk ditunggu..

  • lee niear

    Daebak!!!jinja jinja daebak. Kereeen alurnya rapih. Pake teka teki. Aku kira ini sad ending. Hwuaaa author daebak.

%d blogger menyukai ini: