[Oneshoot/NC21/Siwon] Now You’re Mine

1
now you are mine ff nc siwon
Author : WonSiKyu
Tittle : Now You’re Mine
Category: NC21, Yadong, Oneshoot
Cast :
Choi Siwon
Park Nayeon
Choi Sihyun
Annyeong Haseyo!!! WonSiKyu kembali.  Tanpa babibu langsung saja, di tampi (?). RCL ^~^
– – – — – – – – – — – — – — – — – — – – – – – – –
[Nayeon POV]
Akhirnya kini aku mengerti. Apa yang dikatakan Sihyun 2 minggu yang lalu.
~Flashback~
“Sihyun-ah!!!” Aku berteriak memanggil nama sahabatku.
Annyeong! Naneun Park Nayeon imnida. Umur 24 tahun. Kuliah di Kyung Hee University. Aku bukan yeoja yang special. Keluargaku bukan keluarga kaya, bahkan masuk ke Universitas inipun karena aku dapat beasiswa. Aku hanya seorang ELF. Dan aku termasuk ELF yang beruntung. Kalian tahu siapa Sihyun?

Choi Sihyun. Dia sahabatku. Sahabatku dari awal aku kuliah disini. Dialah yang sebenarnya ELF yang beruntung. Dia mempunyai seorang oppa dan nampyeon seorang super star. Mereka member dari boyband yang seluruh dunia pasti sudah mengenalnya. Super Junior.
Sihyun nampyeon adalah member termuda alias magnae di Super Junior. Kalian tahukan namja yang -aku akui- kurang ajar terhadap hyung-hyungnya dan namja terkasar yang pernah ada. Tapi itu yang para Sparkyu sukai darinya. Dialah Cho Kyuhyun. Mereka baru saja menikah seminggu yang lalu. Ketika aku mendengar bahwa ia telah di lamar oleh namja dan ia menerimanya aku sungguh kaget. Bagaimana tidak? Dia itu Antis Cho Kyuhyun. Walaupun dia seorang ELF.
Dan oppa Sihyun. Namja berlesung pipit dikedua pipinya dan bila tersenyum akan membuat yeoja manapun klepek-klepek. Namja yang bertubuh sempurna dengan 6 perut kotak-kotaknya dan tingginya yang menjulang (?). Namja yang mempunyai wajah sempurna. Wajah yang tak pernah tersentuh pisau bedah itu. Dialah namja bernama Choi Siwon. Oppanya Sihyun. Namja yang telah membuatku hilang akal. Membuat aku selalu tidak pernah tidur nyenyak.
“Mwo?” Tanya Sihyun yang masih menatap buku tebal yang ada didepannya sambil meminum cola.
“Aku terpilih.”
“MWO?!” Seketika cola yang belum berhasil masuk ketenggorokannya meloncat tepat mengenai mukaku. Aish! Yeoja ini jorok sekali.
“Jinjjayo?”
“Nde.” Ucapku sambil melap cola yangada diwajahku.
Sihyun menatapku dengan aneh. Ada apa dengannya?
“Apa kau yakin?”
“Tentu saja. Ini satu-satunya cara agar aku bisa dekat dengan Siwon oppa. Menjadi wakil managernya walau hanya sementara. Dan ini juga bisa membantu ekonomi keluargaku. Wae?”
Ya! Kali ini aku akan menjadi wakil manager Siwon. Minggu kemarin aku mengikuti sebuah audisi. Mereka mencari orang yang bisa menjadi wakil Prince Manager untuk menjaga Siwon. Karena Siwon akan bermain drama. Yah … kali ini Siwon akan bermain drama sendirian tanpa Donghae lagi yang menemani. Dan jadwal SUJU begitu padat. Jadi Prince Manager mencari seseorang untuk menjaga Siwon, sedangkan ia menjaga member-member SUJU yang lain. Dan sebelum dipilih mereka bertanya tentang semua yang Siwon suka dan rahasianya. Aku? Tentu saja yang paling unggul. Karena rahasia Siwon yang tidak diketahui publik saja aku tahu. Dari mana lagi aku tahu kalau bukan dari Sihyun. Walau aku sering memaksanya untuk mengatakannya.
“Ani. Hanya saja …”
“Mwo?”
“Ani.”
“Soalnya kalau tidak dengan ini aku tak akan pernah bisa dekat dengan Siwon oppa. Kau kan tak mau memperkenalkanku dengannya. Waktu pernikahanmu saja kau mengusirku darinya.”
“Ya! Ini semua demi kbaikanmu!”
“Mwo? Wae? Kenapa bisa demi kebaikanku?”
“A … a… aniyo.”
Aku menatapnya heran dan menuntut. Menuntut agar ia menjelaskan maksudnya.
“Ah, aku lupa. Aku sudah di tunggu Kyu. Aku harus cepat pergi. Annyeong, Nayeon-ah.”
^^^^^^^^^^^^^^^^
Ku tatap pantulan tubuhku di cermin. Baju terusan berwarna putih selutut dan cardigan biru membalut tubuhku.
Cha! Semuanya sudah terlihat rapih dan … cantik. Hari ini adalah  hari pertama bekerja. Rasanya jantungku tak berhenti untuk berdetak kencang. Inilah moment yang kutunggu-tunggu. Bertemu langsung dengan Siwon –Yah, walau aku pernah bertemunya dikonser atau acara yang ia datangi-, belum lagi aku akan berdekatan denganya. Huwaaa!!! Rasanya aku ingin nangis karena bahagia.
Kusambar tas kecil biru dikasur. Dan segera melangkah keluar dari rumah.
[Author POV]
Sementara itu.
“Siwon-ah, Hari ini kau akan bertemu dengan wakilku.” Ucap Kim Jung Hoon, yang biasa di panggil Prince Manager, Manager Super Junior.
“Hmmm … dia seorang namja?”
“Ani, dia yeoja.”
“Mwo?!”
“Ne, dia yeoja. Dia juga seorang ELF.”
“Bagaimana bisa kau menunjuk seorang ELF untuk jadi wakil manager?”
Sesuatu yang di khawatirkan Siwon kalau managernya seorang ELF adalah kejadian yang dulu terulang. Dulu ketika Siwon masih syuting Poseidon. Jung Hoon, pernah mengadakan audisi ini. Dan yah. Yang terpilih adalah ELF yeoja. Karena semua pesertanya ELF dan yeoja. Dan saat syuting wakil managernya itu bukannya membantu Siwon ini itu, dia malah hanya memperhatikan Siwon tanpa melakukan apapun. Dan ketika disuruh mengurusi ini da itu tanpa Siwon. Ia tak akan bisa bekerja dengan baik. Dan itu membuat semuanya kacau.
“Tenanglah. Kulihat yeoja ini tak terlalu fanataik dan dia juga seorang mahasiswi yang pintar.”
“Hmm .. baiklah.”
^^^^^^^^^^^^^^
Hampir 1 jam Siwon dan Jung hoon menunggu kedatangan Nayeon. Tapi yeoja itu tak muncul-muncul.
“Apa kau yakin dia yang tebaik?” Tanya Siwon sambil menatap Jung hoon dengan tatapan ‘Ini sudah ja berapa?’
“Aish! Bersabarlah sedikit, kau tahukan yeoja itu memang selalu telat.”
BRAAAK!!! Tiba-tiba pintu ruangan mereka terbuka. Menampakan sesosok yeoja tinggi ramping dan manis dengan nafas terengah-engahnya.
“Mianhae, aku terlambat.” Yeoja itu berusaha mengatur nafasnya.
[Nayeon POV]
Aku tersenyum pada Jong hoon sunbae. Ini semua gara-gara bus sialan itu. Pake acara mogok segala.
Dia menatapaku pasrah. Aku mengalihkan tatapanku dan pindah kepada namja yang duduk di depannya. Seketika senyum yang ada di wajahku hilang tergantikan dengan wajah tak peraya.
Ya Tuhan! Benarkah ini bukan mimpi. Namja yang selama ini aku puja-puja, aku impikan setiap malam tepat di depanku dan dia tersenyum padaku. Omo! Jika ini mimpi jangan bangunkan aku tuhan. Namja ini begitu sempurna.
~Flashback end~
Aku tarik kembali ucapanku. Namja ini tidak sempurna, dia menyebalkan! Kalian tahu apa yang menjadi makananku tiap hari ketika aku menjadi wakil managernya. Cacian, bentakan dan makian, itulah yang menjadi santapan makan siang dan malamku.
Ada-ada saja yang bisa membuat ia membentakku. Meskipun aku tak melakukan kesalahan, ia selalu membentakku. Tepatnya menyuruhku melakukan sesuatu dengan betakan. Belum lagi mulutnya yang cerewet. Jauh berbeda ketika aku hanya melihatnya di TV atau di sebuah show. Yang ku tahu dia itu namja pendiam dan gentle.
Aish! Akhirnya aku benar-benar mengerti apa yang Sihyun katakan. Benar-benar mengerti. Namja ini sungguh menyebalkan. Sejak aku mulai bekerja ia tak pernah lagi memberiku senyum manisnya yang ia berikan seperti yang ia lakukan ketika kami pertama kali bertemu.
“NAYEON-AH!!!” Namja itu berteriak dengan suara cemprengnya -yang dulu pernah kubilang merdu-. “Mana colaku?!” Belum selesai aku menjawab. “Nayeon-ah!!! Mana jacket yang akan kupakai.”
“Nayeon-ah!!!”
“Nayeon-ah!!!”
“Nayeon-ah!!!”
“KAU DIAM LAH SIWON-SSI!!!” Bentakku padanya.
^^^^^^^^^^
Ku jatuhkan semua benda yang berada di kantongku. Aish! Aku lupa membelinya. Cola kesukaan Siwon aku lupa membelinya. Ia akan memarahiku jika aku tak membelinya. Aish! Jinja! Nayeon baboya!
Kulihat Siwon yang masih asyik syuting. Masih ada waktu sebelum ia istirahat. Akupun segera meninggalkan lokasi syuting. Menuju mini market terdekat.
Sesampainya disana aku membeli 10 kaleng cola. Namja itukan bagai kecebong yang suka minum.
Sepulang dari mini market dan hampir dekat kelokasi syuting. Tiba-tiba …
“Park Nayeon-ssi?” Seseorang memanggilku dengan ragu. Aku menoleh.
“Kim Yura-ssi?” Aku menyebutkan nama dari namja yang memanggilku dengan ragu.
“Nayeon-ah. Apa kabarmu?” Ternyata benar dia.
“Baik. Bagaimana denganmu?” Tanyaku bahagia.
Kim Yura. Namja ini adalah temanku ketika SMA sekaligus cinta pertamaku. Aku tak menyangka dapat bertemu dengannya disini.
“Sedang apa kau disini?”
“Aku sedang bekerja. Menjadi wakil manager Siwon.”
“Mwo? Kau hebat sekali.”
Akhirnya aku dan dia terlibat pembicaraan yang cukup menyenangkan. Hingga lupa.
[Siwon POV]
“Cut. Siwon-ssi kau boleh istirahat.”
“Ne.” Jawabku sambil meninggalkan lokasi syuting.
Kemana yeoja itu? Kenapa dia tak ada di tempat biasa. Akupun mencarinya disekitar lokasi syuting. Hingga akhirnya kutemukan ia. Dia sedang asyik berbicara dengan seorang namja. Siapa namja itu?
Kulihat dia tertawa bahagia berbicara dengan namja itu. Aish! Yeoja itu! Ia kan sedang bekerja.
Ketika aku hendak menghampirinya tiba-tiba aku teringat sesuatu. Sepertinya aku pernah melihat namja itu. Akupun segera membuka dompetku dan mengeluarkan selembar photo. Photo ini aku dapat dari dompet Nayeon yang terjatuh. Yeoja itu tak pernah merasa kehilangan. Dan untuk itulah aku ambil saja.
Namja itu benar yang ada diphoto ini. Aish! Jangan-jangan namja ini namjachingu Nayeon. Tapi bukankah waktu itu ia pernah bilang tak pernah mempunyai seorang namjachingu? Ah! Apa peduliku.
Akupun melangkah meninggalkannya dan namja itu.
^^^^^^^^^^
[Author POV]
“Dari mana saja kau?” Tanya Siwon dingin. Ketika Nayeon sudah duduk disampingnya.
“Aku membeli cola. Kemarin aku lupa membelinya.” Ucap Nayeon sambil membuka sekaleng cola. “Nih,”
“Shireo.”
“Mwo?”
“Aku tidak mau minum cola hari ini.”
“Waeyo?”
“Pokoknya aku tidak mau!!!” Tanpa Siwon sadar ia telah membentak Nayeon.
“Aish! Jinja! Jika kau tak mau bilang baik-baik. Tak usah membentakku seperti itu.”
Siwon tersadar ia baru saja membentak Nayeon. Mengapa ia bisa membentak Nayeon? Apakah ia sedang marah? Tapi marah kenapa? Apa karena tadi Nayeon berbicara dengan namja tadi? Aish! Jinja! Jangan bilang dia sedang cemburu.
^^^^^^^^^^^
[Nayeon POV]
“Gasahamnida.”
“Gasahamnida.”
Syutingnya Siwon sudah selesai. Mulai besok aku bebas. Dan besok aku akan pergi jauh dari namja yang –sebenarnya jauh dari kata- sempurna ini. Tadinya kami ingin makan bersama dengan para kru. Tapi nampaknya Siwon tidak sedang enak badan. Jadi kami tidak bisa ikut.
Siwon mengemudikan mobil dengan pelan. Jujur aku masih suka padanya. Suka ketika dia diam. Ketika dia diam seperti ini rasanya dia sangat cool.
“Kenapa kau menatapku seperti itu?”
“Nde? A … ani. Siapa yang sedang menatapmu?”
“Kau ini suka sekali menyangkal. ‘Bilang saja wajahmu ini tampan sekali, kau mmbuatku terpesona’.”
Pletak! Aku memukul kepalanya dengan skripnya.
“Ya! Kenapa kau memukulku?”
“Kau menyebalkan.” Jawabku tanpa menatapnya.
“Kau marah?”
“Ani. Hanya bosan.”
“Bosan?”
“Bosan mengurus syetan sepertimu.”
“Bila aku syetan berarti kau iblis.”
“Mwo?”
“Ani.” Ia terdiam sesaat, “Kau mau makan apa?”
“Eum … aku ingin jajangmyeon,”
“Mwo?!”
“Wae? Emang kenapa kalau aku ingin jajangmyeon?”
“Ani. Tapi kau sama saja dengan adikku …”
“Sihyun-ah?”
“Ne, kau …”
“Di depan situ jangmyeonnya enak sekali. Kita makan disana!”
“Kau ini suka sekali memotong pembicaraan orang dan memerintah.”
“Ya! Siapa yang kau bilang suka memerintah?! Aku baru sekali ini menyuruhmu.” Nayeon terdiam sesaat. “Lagian aku bukan menyuruhmu aku mengajakmu.”
“Tapi nada bicaramu seperti menyuruhku.”
“Sudahlah. Aku ingin makan. Cepat berhenti didepan!”
“Tuhkan kau menyuruhku.”
“Diam!”
^^^^^^^^^^^^
[Siwon POV]
Yeoja ini rakus sekali. Saus jajangmyeon yang ia makan bertebaran (?) di mulutnya.
“Muelba (apa yang kau lihat)?” Tanyanya sadar aku memperhatikannya.
Aku menunjuk saus yang ada diujung bibirnya. Dia mencoba menghapusnya dengan lidahnya tapi ditempat yang salah. Aku mengambil sapu tanganku. Ketika aku ingin membersihkannya ia masih menjilat bibirnya. Seketika aku terpaku dengan bibirnya.     Tiba-tiba saja aku ingin mencium bibir tipisnya yang berwana pink itu. Aish! Jinjayo! Kenapa aku jadi seperti ini? Penyakit Hyuk sudah menular padaku.
Akhirnya akupun melempar sapu tanganku padanya.
“Ya!”
Aku tak mengacuhkannya. Aku sudah sibuk mengatur jatungku yang tak berhenti berdetak cepat. Dan suhu tubuhku yang tiba-tiba saja memanas saat menatap bibirnya.
“Siwon-ssi!” Tiba-tiba dia memanggilku.
“Mwo?”
“Gwenchanayo?”
“Huh?”
“Muka mu begitu merah. Kau baik-baik saja?”
“Nde?” Aku mengusap kedua pipiku.
Aish! Kenapa bisa ketahuan. “ Aniyo. Gwenchana.”
^^^^^^^^^^^^^
Aish! Kenapa bisa mogok begini? Aku melihat mesin mobil yang kukira bermasalah. Tapi tak ada sedikitpun masalah.
Kulihat sekeliling. Tak ada seorangpun disini. Sepi hanya suara ombak yang sepertinya pantai tak jauh dari sini.
Ck! Kulihat Nayeon dengan muka ketakutannya melihat kanan kiri yang gelap hanya ada satu lampu jalan yang tepat berada di atas mobilku.
“Hah!” Aku mendesah sambil menghempaskan badan ke kursi kemudi.
“Bagaimana? Ada masalah apa?” Tanya Nayeon.
“Ani … tak ada masalah apapun.”
“Kau tahu kita dimana?” Tanyaku padanya.
“Mollayo. Aku kan sedang tidur.”
“Aku juga tidak tahu kita dimana. Kau sudah menelepon manager Jung Hoon.”
“Nde. Tapi tak di angkat.”
“Aish! Jinja!”
Aku pun mengambil iPhone-ku.
“Hyung?” Panggilku ketika telephone telah tersambung.
“Nde. Waeyo, Wonie-ah?” Tanya Leeteuk hyung, suaranya seperti orang bangun tidur.
“Aku butuh bantuanmu.”
“Mwo? Apa yang bisa kubantu?” Tanyanya.
Belum sempat aku menjawab. Telephone putus hpku habis batrei.
“Kita tunggu hingga ada orang yang lewat.”
“Mwo?” Nayeon bertanya dengan wajah ketakutannya.
“Tenanglah tak kan ada apa-apa disini.”
^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^
[Author POV]
Hampir setengah jam Siwon dan Nayeon menunggu. Hingga akhirnya. Seberkas cahaya datang dari depan. Siwon segera keluar dari mobil. Dan melambaikan tangan *kok kayak dihutan aja*
2 orang ahjussi berjalan kearahnya.
“Ada yang bisa kami bantu?” Tanya salah satu ahjussi pada Siwon.
“Mobil saya mogok. Bisa kah ahjussi menolong saya.”
“Nde. Baiklah.”
“Sepertinya tak ada yang salah. Mungkin harus dibawa kebengkel.” Ucap ahjussi itu.
“Aish! Apakah disini tak ada bengkel?” Tanya Siwon.
“Ani. Bengkel satu-satunya ada jauh disana.”
“Oh, ne. Tapi apakah disini ada penginapan?”
“Ne. 10 meter dari sini kau akan menemukannya.”
“Oh, ne. Jeongmal Gasahamnida.”
Siwonpun segera membuka pintu mobil tepat disamping Nayeon duduk.
Bruk … “Nayeon-ah!!!”
Tepat disaat Siwon mmbuka pintu tubuh Nayeon terjatuh. Syukurlah Siwon dengan cepat Siwon menangkap Nayeon.
“Nayeon-ah!” Siwon menepuk pipi Nayeon. Rasa khawatir mulai menjalar ditubuh Siwon.
“Nayeon-ah!” Siwon kembali menepuk pipi Nayeon.
“Eum …” Nayeon begumam kecil lalu kembali diam setelah sebelumnya bibir Nayeon bergerak seperti orang makan.
“Ternyata kau tidur. Syukurlah.”
Akhirnya dengan tubuh tegapnya, Siwon menggendong Nayeon dengan Bridal Style.
[Siwon POV]
Aish! Kenapa tubuh yeoja ini berat sekali. Tubuhnya kecil tapi berat sekali.
Setelah hampir 30 menit, akhirnya aku sampai disebuah penginapan yang sangat sederhana. Aish! Apakah tak ada penginapan lain disini?
^^^^^^^^^^^^^
[Author POV]
Akhirnya merekapun menginap dipenginapan sederhana itu. Sayangnya dipenginapan itu hanya tersisa satu kamar. Hingga akhirnya mau tak mau Siwon harus sekamar dengan Nayeon.
Setidaknya ini lebih bagus dari pada tidur di mobil. Lain yang diharapkan. Siwon sama sekali tidak bisa tidur.
Bagaimana tidak. Penginapan ini hanya menyediakan tempat tidur lantai saja. Bagaimanapun juga seorang Choi Siwon mana bisa tidur dilantai. Ia sudah terbiasa tidur dikasur besar yang nyaman.
Lain halnya dengan Nayeon. Sejak tai ia masih tertidur nyenyak. Sama sekali tak mempedulikan sekitar.
[Siwon POV]
Ya Tuhan. Kenapa hari ini aku begitu sial.
Tak sengaja aku menoleh pada Nayeon yang tertidur dengan pulasnya.
Wajahnya sangat polos. Kutelusuri garis wajahnya dengan jariku. Lembut. Memang ini bukan pertama kalinya aku menyusuri  wajah seorang yeoja. Tapi ini pertama kalinya kurasakan kulit selembut bayi.
Yeoja ini. Yeoja yang sudah membuatku menjadi pria aneh. Bermula dari keisengan mengerjainya dihari pertama yang telat. Melihat wajahnya yang marah. Sungguh membuat ku ketagihan. Wajahnya memang cantik bila tersenyum tapi wajahnya ketika marah itu lebih cantik dari segalanya.
Kutatap kelopak mata yang tah mengapa menjadi begitu indah. Kelopak mata yang dibaliknya kutahu ada bola mata yang tak kalah indah. Perlahan tatapanku turun dari mata hingga bibirnya.
Bibirnya sekali-sekali bergerak menggumamkan sesuatu yang tak jelas. Neomu kyeopta. Entah apa yang sudah merasukiku. Kudekatkan wajahku perlahan padanya, mencoba untuk mengecup bibir mungilnya itu.
Jarak kami semakin dekat. Merasa udara disekitarnya berkurang. Perlahan kelopak mata itu terbuka. Memperlihatkan sepasang bola mata yang begitu indah. Omo! Kenapa aku baru mnyadarinya sekarang? Matanya begitu indah. Kuakui hatiku bergetar melihatnya.
Kualihkan tatapanku dari matanya yang indah itu. Kutatap bibir merah muda yang mungil itu. Kulihat bibir itu bergrak seakan ingin mengeluarkan sepatah kata. Tapi belum sempat bibir itu mengeluarkannya, aku telah membungkamnya dengan kecupan yang lembut. Kukecup berulang-ulang bibir mungilnya itu.
Kurasakan pemberontakan darinya. Kulepaskan kecupanku pelan. Sangat pelan.
Dia menatapku kaget dan tak percaya.
Entah karena bola mata yang indah itu terus menatap bola mataku. Dan itu membuat hatiku sungguh berdebar. Hingga akhirnya aku mengucapkan sesuatu yang tak pernah ku katakan pada siapapun kecuali mungkin dalam drama yang kubintangi. Bahkan kata inipun tak pernah aku ucapkan pada Stella –kalian pasti tahu siapa dia-.
“Saranghae,”
Setelah mengucapkannya aku kembali mencium bibirnya. Tak lupa menutup mataku sebelumnya. Nampaknya ia tak percaya dengan apa yang kukatakan. Tentu saja. Seorang Choi Siwon mengatakan perasaannya padamu, bagaimana perasaanmu?
Dan sepertinya ‘setelah ini’ Nayeon harus mengadakan syukuran. ‘Setelah ini’?
[Author POV]
Siwon terus mencium bibir Nayeon dengan lembut. Seakan-akan bibir itu adalah sebuah benda yang tak boleh rusak atau cacat sedikitpun.
Beberapa menit kemudian Siwon mulai melumat bibir Nayeon masih dengan kelembutan. Dan Nayeon yang sedari tadi hanya bengong. Akhirnya mulai membalas ciuman Siwon. Dengan cara menutup mata dan menimatinya.
Lidah Siwon menjilat bibir Nayeon. Menyuruh Nayeon untuk membuka bibirnya. Bagai kerbau yang dicucuk hidungnya Nayeon menurut dibukanya mulutnya. Lidah Siwonpun masuk tanpa aba-aba (?) terlebih dahulu.
Diabsennya seluruh gigi Nayeon satu persatu. Nayeon membalasnya dengan menjilat bawah lidah siwon yang menjilat gigi Nayeon.
Perlahan tangan Siwon mulai nakal. Dibukanya satu persatu kancing kemeja Nayeon perlahan. Ketika Siwon ingin mebuka kancing keempat dari kemeja berwana biru muda itu. Tangan Nayeon menahan tangan Siwon. Bersamaan dengan itu Nayeon menghentikan ciuman yang mulai memanas mereka.
Siwon membuka matanya. Betapa kagetnya Siwon melihat setetes air mata jatuh dari bola yang menurutnya indah itu dan mengalir dipipi Nayeon yang mulus bagai kulit bayi.
“Nayeon?”
“Apa kau sadar dengan yang kau lakukan ini?”
“Nde?”
“Kau melakukannya dengan hatimu?”
“Ne, tentu saja.”
Nayeon menatap kedua mata Siwon. Mencari sebuah kebohongan dimata yang tak kalah indah dari matanya itu. Tapi sedikitpun tak didapatkannya.
“Aku tak berbohong, Nayeon-ah. Demi tuhan, aku mencintaimu. Aku tak tahu sejak kapan perasaan ini datang tapi. Perayalah perasaan itu ada disini. Demi Tuhan.” Siwon meraih tangan Nayeon dan menyimpannya didada Siwon yang bidang.
Selama seperkian menit mereka hanya saling tatap menatap. Hingga akhirnya Siwon kembali mendekatkan wajahnya pada Nayeon.
“Percayalah. Aku sungguh berdosa jika berbohong padamu. Karena telah menyebut Demi Tuhan.” Dengan suara yang seperti bisikan Siwon mengucapkannya.
Siwon menutup matanya dan kembali melumat bibir Nayeon. Nayeon menutup kedua matanya dan mebalas lumatan Siwon.
Hampir 15 menit Siwon dan Nayeon hanya saling melumat bibir masing-masing.
Mereka sekarang sudah topless. Perlahan Siwon meremas kedua dada Nayeon dengan lembut.
“Ehmmm …”
Siwon mengalihkan ciumannya menuju leher Nayeon yang jenjang dan putih.
Remasan Siwon pada kedua buah dada Nayeon mulai menguat (?). Nayeon membalasnya dengan mengusap ke 6 kotak yang ada diperut Siwon. Selama ini dia hanya bisa melihatnya dan sekarang akhirnya ia bisa menyentuhnya.
“Apa kau pernah membayangkan ini?” Tanya Siwon tiba-tiba.
“Nde?”
“Membayangkan mengusap perut sixpack ku?”
“A… aniyo. Aku tidak pernah membayangkannya.”
“Jujurnya saja aku sering menangkapmu melihat perutku ini dengan tatapan seperti ingin menatapnya. Ayolah mengaku saja.”
“Kau ini cerewet sekali.” Nayeon menarik leher Siwon dan mencium bibir Siwon lembut.
Kegiatan mereka yang sempat berhenti kini kembali berlanjut. Tangan Siwon kembali bermain dikedua dada Nayeon yang tak begitu besar. Dimainkannya niple Nayeon.
“Ahm .. hmmm … ah … siwon-ssiihh …”
“Panggil aku oppa, chagi. Aku ini lebih tua dari mu.” Siwon melepaskan ciuman mereka.
“Aku tahu.” Sahut Nayeon dan kembali melumat bibir Siwon.
“Chaahhmm… giyaahh … kauhmm… sukahmm … sekaliahh … menciumku … hmmm…?”
“Aku sependapat dengan Yesung oppa, bibirmu seksi oppa hmmm ….” Nayeon melepaskan ciumannya dan mengarahkan kepala Siwon menuju lehernya.
Siwon memberi beberapa kissmark di leher putih Nayeon. Perlahan ciuman Siwon menurun menuju kedua dada Nayeon. Dengan gemas Siwon langsung melumat niple Nayeon. Menghisapnya dengan kuat.
“Ahhhmmmm … oppahmmm … ahmmm …” Mendengar desahan Nayeon, Siwon memperkuat hisapannya.
Tak mau kalah, Nayeon mengusap abs Siwon dan memainkan kedua niple Siwon.
“Kauhhm … nakallhhhm …”
“Ahhh … Siwonhhh … ahmm …”
Setelah puas mengulum, menghisap niple Nayeon bergantian. Siwon mengalihkan ciumannya menuju perut datar Nayeon.
“Siwon-ssi … gelihhh …”
“Kenapa kau memanggilku dengan itu lagi hmmm?” Tanya Siwon sambil meremas dada Nayeon.
“Ahh .. ituhh … gerakanhmm … refleks…”
Perlahan Siwon membuka kancing celana Nayeon. Dan membuka celana Nayeon. Hingga akhirnya Nayeon kini hanya memakai celana dalam berwarna biru tua. Dengan tidak sabaran Siwon melepaskan celana dalam Nayeon.
“Ya! Kenapa kau begitu tidak sabaran?!” Bentak Nayeon sambil menutup miss V nya.
“Ya! Kenapa ditutup?!” Siwon tak kalah garang dari Nayeon. “Awas!” Siwon menarik tangan Nayeon yang menutup miss V nya.
“Ya! Ah …” Belum selesai Nayeon memprotes, Siwon dengan ganasnya melumat bibir vagina Nayeon.
Siwon mengecap cairan Nayeon yang keluar. “Rasanya aneh.” Ucap Siwon polos. “Tapi tak apalah.” Siwon kembali menjilat dan melumat miss V Nayeon. Nayeon yang melihatnya hanya geleng-geleng dan kmbali mendesah saat dirasakannya lidah Siwon masuk kedalam miss V nya.
“Ahhmm … hmmm … ahhh … Siwonnsiiihh …” Cairan cinta Nayeonpun keluar. Untuk pertama kalinya Nayeon merasakan sensi yang aneh.
Kenapa cairannya jadi tambah banyak? Tanya Siwon dalam hati. *Aish! Suamiku ini polos sekali. Makinya bang kerjaan jangan baca alkitab aja. Nonton yadong kek kali-kali ama si enyuk oppa tuh #PLAAAK*
Setelah selesai menghabiskan cairan Nayeon. Siwon mebuka celana yang masih melekat ditubuhnya. Sekaligus underwarenya.
“Nayeon-ah, bolehkan aku?” Tanya Siwon sambil memposisikan juniornya didepan miss V Nayeon. *me : gak boleh! Itu hanya punyaku! #dilempar sendal oleh readers*.
Nayeon dengan muka yang memerah mengangguk. Dan itu membuat Siwon gemas. Iapun mencubit pipi Nayeon.
“Awww!!! Kenapa kau mencubitku?!”
“Mukamu yang merah itu sungguh menggemaskan.” Jawab Siwon sambil mencium bibir Nayeon dan mulai memasukan juniornya kedalam Miss V Nayeon.
“Hmmm ..hmm …” Nayeon mengigit bibir Siwon. Menahan rasa sakit yang mulai menjalar ditubuhnya.
Tanpa terasa air mata Nayeon mengalir dipipinya. Melihatnya Siwon langsung menghentakkan juniornya kedalam Nayeon dengan sekali hentakkan.
“Hmmm!!!” Nayeon berusaha melepaskan ciuman Siwon. Tapi Siwon tak mau melepaskan ciumannya.
Nayeon memukul punggung Siwon dengan keras dan Siwonpun melepas ciumannya.
“Ya!” Keduanya sama-sama berteriak.
“Kau mau membunuhku apa?!” Bentak Nayeon.
Siwon yang tadinya ingin marah malah bertanya dengan wajah polosnya, “Mwo?”
“Ya! Kau memasukan juniormu dalam sekali hentakan dan kau membungkam mulutku. Bukannya itu kau ingin membunuhku.”
“Memangnya kenapa jika aku mlakukannya dengan sekali hentikan.”
“Itu sakit bodoh!”
“Oh, ne. Mianhae.” Seperti bayi tanpa dosa Siwon mengatakannya.
PLETAK! “Ya! Kenapa kau memukulku aku kan sudah minta maaf!”
“Kau benar-benar tak berperasaan! Cepat lepaskan juniormu dariku!”
“Shireo!”
Siwon tanpa aba-aba langsung menggerakan juniornya dngan cepat.
“Ya! Choi Siwon-ssi! Ahh,, .. hmm … ahh…”
[Nayeon POV]
Ada apa dengan namja ini sebenarnya. Tadi ketika di awal permainan ia bertingkah seperti benar-benar pria dewasa. Dan sekarang ketika permainan inti, dia kembali menjadi Siwon yang selama ini bersamaku. Kekanak-kanakan dan kasar.
Siwon menggerakan juniornya keluar masuk dengan begitu cepat. Sakit yang kurasakan tadi sekarang sudah tergantikan dengan rasa nikmat yang begitu menjalar hingga ujung kepalaku.
“Ahhh .. hhmmm … Siwonssi … adahhh … yangahhhh … mauhhh.. keluar … Ahhhmmm …” Kukeluarkan sesuatu yang sedari tadi sudah mendesak. Dan rasanya begitu nikmat. Ini kedua kalinya aku merasakannya.
“Ahhh … Nayeonhhh … Akuhhmm .. Jugaahhhmm …” Sesuatu mengalir dalam Miss V ku. Akhirnya Siwon ambruk menindihku.
Selama beberapa menit kami sama-sama mengatur nafas. Siwon berpindah kesamping.
Setelah kurasakan nafasku mulai tertatur. Akupun menoleh kesamping. Namja itu masih mengatur nafasnya. Merasa diperhatikan iapun menoleh padaku.
Dia tersenyum. Senyum yang selama 2 minggu ini tak pernah kudapat.
Dia menarik tanganku dan memelukku. “Nayeon-ah, saranghae.”
Aku tak menjawab tapi membalas pelukannya. “Kau tak mencintaiku?” Tanyanya.
“Ani.” Jawab ku singkat.
“Mwo?” Kulihat matanya membulat.
“Aku sama sekali tidak mencintaimu.”
Kau tahu? Ekspresinya saat ini sungguh menggemaskan.
“Baiklah! Aku akan membuatmu jatuh cinta kalau begitu.”
“Nde?”
Dapat Kulihat senyum evilnya mulai keluar. Baru kali ini aku tahu kalau Siwon juga mempunyai senyum evil yang tak jauh berbeda dengan adik iparnya.
“Ya! Siwon-ssi kau mau apa?!”
————————–
Gimana??? GJ kah??? Kritik dan sarannya ditunggu.

Fc Populer:

%d blogger menyukai ini: