[Oneshoot/NC21/Kai EXO] Be Naughty And Wildly

0
Author : ssilverkey
Title : Be Naughty and Wildly
Category : NC21, Oneshot, Yadong
Cast: Kai
Kim Ji Won
Park Chan Yeol
Oh Se Hun(Cuma lewat)

WARNING! Abal, first NC, Slight! Threesome, Sex Toys.

EXO.
Dua belas lelaki muda yang tampan sedang bergerak sesuai irama di panggung megah M!Countdown. Penampilan mereka begitu memukau setiap mata yang melihat; itu semua karena mereka tak pernah absen untuk latihan baik siang maupun malam.

Dorm-latihan-manggung-menjalankan schedule-dorm.
Selalu seperti itu tanpa ada pencerahan dalam artian yang ‘iya-iya’.
Yah kecuali untuk Kai dan Chan Yeol yang setiap malam minggu selalu menonton yah-kau-tahu-lah dan mereka melakukan self service bersama.
Bukan. Mereka berdua bukan gay. Mereka berdua lelaki normal yang akan melakukan self service ketika menonton film –ehm, blue film.
Dan mereka; kini menyebabkan suara-suara yang sensual mengisi kamar Kai. Itu bukan suara mereka melainkan suara seorang gadis muda yang sepertinya sebentar lagi akan pingsan karena kelakuan ‘nakal’ kedua lelaki itu.
Flashback
“Hyung! Ayolah antar aku ke kamar mandi, kau kan hyungku yang paling baik.”
Chan Yeol menatap malas Kai yang kini menarik-narik kostum panggung yang dikenakannya. Karena takut rusak karena kekuatan Kai, akhirnya Chan Yeol lebih memilih mengalah dan mengantarkan lelaki itu ke kamar mandi di pojok lorong gedung SM.
Mereka berjalan beriringan menyusuri lorong. Sesaat mereka terkesiap karena mendengar suara yang ‘wah’ dari dalam gudang penyimpanan di sebelah kamar mandi. Karena otak mereka memang hanya terisi oleh hal yang ‘wah’ maka mereka dengan cepat mengintip ke dalam ruangan tersebut.
Baik Kai maupun Chan Yeol tampaknya akan semakin mirip dengan Kyung Soo karena mata mereka yang kini membulat sempurna. Didepan mereka kini terlihat seorang gadis yang cukup sering mereka lihat sedang menonton sebuah anime yang menampilkan dua orang lelaki saling bergumul.
“Kai, kau tahu siapa gadis itu?” bisik Chan Yeol ditelinga Kai.
Kai menelan ludahnya –akibat mendengar suara lain keluar dari bibir gadis yang sedang diintipnya– dan mengangguk pelan. “I-itu kan Ji Won trainee yang tahun depan akan debut,” Chan Yeol mengangguk pelan sementara Kai membulatkan matanya lagi merasakan sesuatu terjadi pada Chan Yeol. “Hyung! Kau berdiri eoh?”
Chan Yeol menatap Kai. “Aku kan memang sedang berdiri,”
Kai menepuk jidatnya pelan. “Maksudku juniormu bodoh!” ucap Kai dengan kesal karena menghadapi kebodohan hyungnya satu ini. Chan Yeol nyengir ringan yang baru menyadari bahwa miliknya memang berdiri –sama seperti Kai. Lelaki mana sih yang tak berdiri jika mendengar desahan sensual seorang gadis?
“Ya, Kai. Eotteokhae? Aku benar-benar tak bisa menahannya.” Chan Yeol berbisik ringan pada Kai dengan nada gelisah. Jangankan Chan Yeol, Kai juga benar-benar tak bisa menahannya.
Tampaknya bisikan ringan Chan Yeol mengambil perhatian gadis itu–Ji Won. Buktinya sekarang dia menengok ke arah Kai dan Chan Yeol yang masih saja cengo karena kepergok sedang mengintip. Gadis itu membulatkan matanya dan buru-buru menaikkan kaosnya yang melorot karena kegiatannya tadi–meremas payudaranya sendiri.
Kai dan Chan Yeol yang buru-buru bangkit malah jatuh ke depan. Membuat Kai merasakan sakit karena ‘adiknya’ berbenturan dengan lantai.
“Sunbaenim?” cicit Ji Won pelan. Jantungnya berdebar kencang mendengar lenguhan Kai. Gadis itu menggigit bibirnya, belum sadar kalau notebooknya belum dimatikan. “A-apa yang sunbaenim lakukan disini?”
Chan Yeol langsung bangkit menatap cengo Ji Won sementara Kai duduk sambil menutupi selangkangannya yang menonjol. Sungguh memalukan. Ji Won membelalakkan matanya melihat selangkangan Chan Yeol yang menonjol lalu menutup matanya dengan kedua tangannya.
“Chan Yeol s-sunbaenim, tu-tutupi juniormu!” pekik Ji Won yang menyadarkan Chan Yeol. Wajah lelaki tinggi itu memerah hingga ke telinganya. Satu pertanyaanya. Memangnya Chan Yeol punya malu?
ѼѼѼ
“Jadi, Ji Won. Kau menyukai film seperti itu?”
Ji Won mengangguk tanpa ragu atas pertanyaan Kai. Kedua lelaki di ruangan itu lagi-lagi membelalakkan matanya menatapi Ji Won tak percaya. Gadis seperti itu menyukai blue film yaoi?
“Wah, tidak bisa dipercaya!” pekik Chan Yeol.
Ji Won nyengir ringan menanggapi pekikan Chan Yeol, sementara Kai sedang sibuk menutupi selangkangannya yang masih belum bisa kembali normal. Ji Won yang melihat hal itu tertawa kecil.
“Jadi Kai sunbae, kau berdiri karena mendengar desahanku atau mendengar desahan yang ada di film itu?” tanya Ji Won usil. Dan tentu saja Kai memerah mendengar pertanyaan usil Ji Won.
Hoobaenya satu ini memang benar-benar!
“Tentu saja kami berdiri karena desahanmu Ji Won-ah, kami ini masih normal tau!” balas Chan Yeol sengit tanpa rasa malu yang membuat Ji Won memasang seringainya.
“Desahanku? Yang seperti aahhhnnn~~ atau ohhhh~~” Ji Won kembali membalas–menggoda– kedua lelaki itu dengan desahannya. Chan Yeol dan Kai hanya bisa saling menyikut. Berdiskusi melalui mata mereka.
“J-jangan menggoda Ji Won-ah, kami bisa saja menyerangmu sekarang juga!” balas Kai dengan suara tercekat menahan nafsu.
“Kalau begitu serang saja aku,” balas Ji Won ringan yang membuat Kai mundur selangkah dari posisi duduknya sementara Chan Yeol memberikan tatapan –benarkah-boleh-?
Ji Won mengangguk pada Chan Yeol. Tanpa ragu Chan Yeol menciumi gadis di depannya, melumat bibir plum gadis itu dengan cukup kasar. Sudah lama Chan Yeol ingin mencoba hal ini dan baru terwujud kali ini.
Kai yang melihat pergulatan bibir mereka hanya bisa diam membeku. Seluruh tubuhnya merinding mendengar suara decapan saliva pasangan didepannya itu. Dengan sembunyi-sembunyi dia memasukkan tangannya ke dalam celananya –mengocok, menaik turunkan tangannya pada juniornya yang sudah menegang.
Ji Won dengan cepat membuka jaket merah Chan Yeol dan memasukkan tangannya ke dalam kaos yang Chan Yeol pakai. Sementara lelaki itu menjilati dan menghisap cuping telinga Ji Won kemudian berlanjut ke leher jenjangnya, membuat tanda disana.
“Aaahhh~ Chan Yeol sunbae ahhhnnn~~” desahan Ji Won memenuhi ruangan. Membuat kedua lelaki disana lebih terbakar birahinya.
Chan Yeol kini meremas kedua gundukan di dada Ji Won dari luar kaus putih tipisnya yang sudah basah oleh keringat. Dia terus meremas payudara Ji Won dengan gemas seolah itu adalah bola karet yang sering dimainkannya saat kecil.
“Chan Yeol sunbae oohhh shit!” suara Ji Won kembali terdengar ketika Chan Yeol menghisap putingnya dari balik kausnya. Menggigitnya cukup kencang dengan gigi-giginya yang keras. “Ahhnnn Kai sunbae kemarilahhh~~” panggil Ji Won yang saat itu melihat Kai bermain single.
Kai yang terpanggil hanya menuruti Ji Won dan menuju gadis itu. Akalnya sudah termakan oleh nafsu yang membuatnya tak bisa berpikir jernih lagi. Kini Kai duduk di belakang gadis itu, memasukkan tangannya ke dalam kaus Ji Won dan meraba perut ratanya. Karena merasa ternganggu, Kai membuka paksa kaus Ji Won, membuat Chan Yeol yang saat itu sedang menghisap puting Ji Won terganggu.
Ji Won mengacak rambutnya dan terus mendesah ketika Kai menciumi punggungnya dan meremas payudaranya dari belakang. Sementara Chan Yeol membuka hotpants Ji Won lalu menggelitik klitoris Ji Won, menjilat dan menghisapnya.
“Ahhh~ sunbaenim~ a-aku ingin keluar~”
Mendengar itu, Kai makin keras meremas payudara Ji Won dan sesekali memencet putingnya. Dibawah, Chan Yeol memasukkan lidahnya, menahan jalur orgasme Ji Won yang membuat gadis itu menjepit kepala Chan Yeol –tersiksa karena orgasmenya ditahan.
“Chan Yeol sunbae! Jangan menahannya ahhnnn~” protes Ji Won yang orgasmenya ditahan, Chan Yeol menuruti Ji Won dan keluarlah cairan orgasme Ji Won.
“Kau mengagumkan Ji Won-ah,” puji Chan Yeol lalu menatapi tubuh telanjang Ji Won yang penuh keringat. Dan juga lihat payudara sintalnya yang memerah akibat terus-terusan diremas oleh Kai. “Kai, di dorm ada siapa?”
Kai mendongak tanpa menghentikan kegiatannya. “K-kurasa ada Min Seok hyung,” kini Kai menurunkan tangannya, memasukkan satu jarinya ke lubang vagina Ji Won.
Chan Yeol tampak berpikir serius sementara Kai terus-terusan memanja Ji Won, berusaha agar desahan gadis seksi yang tiga tahun lebih muda darinya itu tak berhenti.
“Ahhh~ sunbae, ba-bagaimana kalau ahhh~” Ji Won berusaha berbicara tapi gerakan keluar-masuk Kai menahannya. Gadis itu memberi kode agar Kai berhenti dulu lalu baru melanjutkan kata-katanya. “Bagaimana kalu di dormku saja? Para trainee sedang pulang ke rumah mereka masing-masing,”
Chan Yeol mengangguk semangat lalu dengan cepat memakaikan Ji Won baju. Menggendongnya menuju mobil dan langsung melesat ke dorm Ji Won.
ѼѼѼ
“Ahhhnnnn~ oppa! Le-lepaskan ikatanku ahhnnngg~”
Tubuh Ji Won menggeliat seksi di atas tempat tidurnya. Kedua tangannya terikat ke atas, kedua puting payudaranya dijepit sex toys yang bergetar begitupun lubang vaginanya yang dimasuki vibrator oleh Kai tadi.
Ji Won kembali berteriak ketika dia mencapai orgasmenya–yang entah keberapa– kakinya menendang kesana kemari dan lubang veginanya terlihat sangat merah. Kedua lelaki yang membawanya kini sedang menonton gadis itu dari pojok ruangan tanpa pakaian atas. Menampilkan abs Kai dan perut rata Chan Yeol.
“Kai, aku benar-benar sudah tak tahan.” Bisik Chan Yeol pada Kai. Bukan hanya tak tahan, lelaki itu juga kasian melihat Ji Won yang meminta untuk dilepaskan. Kai berjalan ke arah gadis itu dan melepaskan semua sex toys yang ada padanya, tak lupa melepas ikatan gadis itu.
“Ahhh hhnnn~ oppa aku lelah,” lirih Ji Won ketika Kai memerangkapnya. Dengan ganas Kai melumat bibir Ji Won tanpa ampun. “Mmmmhh~”
Kai mamasukkan lidahnya, mengabsen satu-persatu gigi Ji Won. Melepaskan gadis itu sebentar ketika dia kehabisan napas. “Kan sudah kuperingatkan tadi Ji Wonnie, aku bisa saja menyerangmu.” Sedetik kemudian Kai kembali melumat bibir Ji Won.
Chan Yeol yang melihat hal itu bergumam dalam hati. Kasihan, kalau Kai sudah jadi liar begitu habislah dia. Bisa-bisa aku tidak dapat jatah lagi. Chan Yeol berjalan keluar kamar itu, berusaha meredam nafsunya dengan film tengah malam yang tengah diputar. “Kai, kalau kau selesai beritahu aku!”
Sementara Kai kini melepas celananya, membebaskan sang adik yang sedari tadi terasa sesak. Lelaki itu menduduki perut rata Ji Won sambil meremas payudara Ji Won yang sudah sangat merah. “Ji Won-ah kau sungguh sangat seksi.”
“Ahh ahhnnn oppaaaarhh a-aku lelah oppasshh~~” Ji Won berusaha menghentikan kegiatan Kai yang sedang meremas payudaranya. Tapi nihil. Nafsu telah membakar habis akal sehat Kai.
Kai memajukan wajahnya, menjilat dan menghisap sekitaran payudara Ji Won. Jarinya mengelus vagina Ji Won yang sudah sangat basah, memelintir klitorisnya dan kadang menarik-narik klitoris Ji Won.
“Ahhh oppa cepat selesaikan, aku sangat le–“
Kai memasukkan tiga jari sekaligus ke dalam vagina Ji Won.
“–arrhhhhhhh oppa neomu apa ahhhnn~” setitik air mata jatuh dari sudut mata Ji Won. Kai yang melihat air mata itu menjilatnya berusaha menenangkan Ji Won. “Nhhh oppa~”
Kai merasa Ji Won mulai tenang dan lelaki itu menggerakkan jari-jarinya di dalam sana dengan cepat, membuat tubuh Ji Won menggelinjang sehingga payudaranya bergoyang kesana-kemari. Decitan kasur Ji Won mewakilkan seberapa liar permainan Kai.
“O-oppa aku da–“ cairan cinta Ji Won kembali keluar. “–aahhhhh.”
“Sabar sayang, aku akan memasukkannya sekarang apa kau siap?”
Ji Won menggeleng. Membuat Kai menaikkan alisnya. “Ja-jangan oppa, aku masih virgin,” Lirih Ji Won pelan. Kai –yang notabene tidak memiliki rasa apapun pada Ji Won hanya menjauhkan juniornya dari vagina Ji Won. “A-aku akan mengoralmu.” lanjut Ji Won.
Kai yang merasa tak enak hanya menggeleng pelan sambil tersenyum. “Tak usah Ji Won-ah, mianhae karena sudah menyentuhmu.”
Ji Won bangkit dari tidurnya lalu menerjang Kai yang berdiri di depan sofa kecil di ruangan itu. Akibatnya Kai jatuh terduduk dan Ji Won memegang junior Kai yang sangat keras dan tegak. “Aku akan bertanggungjawab, oppa.”
Dengan satu kalimat itu, Ji Won memasukkan junior besar Kai ke dalam mulutnya. Menghisapnya dan sesekali menggigit kecil junior Kai. Memaju-mundurkan kepalanya sampai sesekali dia tersedak karena junior Kai menyentuh tenggorokannya.
“Ahhh Ji Won-ah k-kau tak perlu me–ahhhh jeongmal!” Kai menadahkan kepalanya sambil mengeluarkan desahan-desahan nikmat akibat perlakuan Ji Won. Suara beratnya yang seksi membuat birahi Ji Won kembali naik dan makin mempercepat gerakan in-out-nya.
“J-Ji Won-ah a-aku keluar ahhhhh shit!”
Sperma Kai menembak di dalam mulut Ji Won. Ji Won tanpa ragu menelan sperma Kai, menenggaknya dengan mudah bagaikan meminum air mineral. Sisa-sisa sperma Kai yang tak tertelan, mengalir di sudut bibi Ji Won.
“Ji Won-ah kau tak perlu melakukannya,” ucap Kai setelah dia berhasil mengatur nafasnya. Menatapi gadis seksi yang kini terbaring lemas di karpet beludru biru. “Aku benar-benar merasa tak enak.”
Ji Won bangkit dari baringannya lalu menduduki paha Kai. Membuat vagina basah Ji Won kembali bersentuhan dengan paha Kai dan membuat lelaki itu menelan ludah. “Aku ingin melakukannya karena aku memiliki alasannya,”
“A-apa itu?” tanya Kai dengan susah payah menghadapi tubuh telanjang Ji Won.
“Aku menyukaimu sunbae,” pernyataan Ji Won membuat Kai terdiam sejenak. “Tapi aku tak mau melakukannya sampai aku menikah nanti.”
Kai terdiam mendengar pernyataan Ji Won yang begitu mendadak. Sebenarnya Kai juga tertarik pada gadis ini sejak pertama melihatnya latihan dance. Kai juga sering sekali mencuri pandang terhadap Ji Won.
“Aku memang belum terlalu menetapkan,” jawab Kai pelan. “Tapi kurasa aku memang tertarik padamu Ji Won-ah.” Lanjut Kai lalu sedetik kemudian mencium lembut bibir Ji Won. Tanpa ada rasa nafsu.
Namun ciuman itu berubah sesaat setelah Ji Won menggerakkan tubuhnya. Menggesek vaginanya dengan paha Kai. Dan desahan-desahan sensual kembali terdengar dari kamar itu.
.
.
.
“Ji Won sudah dimiliki Kai. Sepertinya aku harus memohon padanya agar sekali saja aku bisa menyentuh Ji Won, hiks.” Gumam Chan Yeol setelah mendengar percakapan singkat Kai-Ji Won.
End of flashback
“Ahhhhnnnn Chan Yeol oppaaarhh~”
Chan Yeol menggigit dan menghisap puting payudara Ji Won dengan cukup keras ketika dia merasa juniornya terhisap oleh Ji Won. Sementara dibelakang Kai sedang mengeluar-masukkan juniornya pada lubang anal Ji Won.
“Baby you’re so tight aahhhhh~” desah Kai begitu dia merasa lubang anal Ji Won mengepitnya dengan kencang. Kai makin mempercepat gerakan pinggulnya yang membuat Ji Won makin menghisap junior Chan Yeol.
“J-Ji Won-ah terus~ hisap terus ahhh shit~” suara berat Chan Yeol mengalun dengan indah. Tiga jarinya dia masukkan ke dalam vagina Ji Won. Membuat Ji Won makin memperketat lubang analnya dan juga makin menghisap junior Chan Yeol.
Kai, Ji Won dan Chan Yeol sepakat akan bercinta bertiga setiap sebulan sekali –karena Chan Yeol memohon dengan sangat pada Kai dan Ji Won. Lagipula Kai senang bercinta bertiga karena Ji Won akan menjadi semakin agresif, meskipun rasa tak rela meggantungi hatinya.
“Ahhhhh JI WON!” teriak Kai dan Chan Yeol secara bersamaan ketika mencapai orgasmenya lalu disusul Ji Won yang sudah ke sepuluh kali mencapai orgasme. Tampaknya Ji Won akan pingsan lagi kali ini.
Cklek!
“Ya! Chan Yeol! Kai! Kalian ini berisik sekali!”
Chan Yeol dan Kai menoleh pada sumber suara. Mendapati Se Hun ada disana.
“A-annyeong Se Hun sunbae,” sapa Ji Won lemah.
Se Hun yang menatapi kegiatan nista kedua hyungnya hanya geleng-geleng kepala. Tapi ketika dia menatap tubuh telanjang Ji Won yang penuh keringat, kissmark dan sperma di seluruh tubuhnya, Se Hun berkata.
“Bolehkah aku iku? Kumohon Jong In hyung~~~~”
.
.
.
|fin|
/mimisan/
UWAAAAAA NC pertamaku!
Aku bener-bener merinding nulisnya, entah kenapa aku kebangun pas malam trus dengan sendirinya berpikiran liar –setelah aku mimpi Kai this and that–
Dan kenapa aku adain Se Hun sang maknae polos diakhir aaaaaaaa!!!

Fc Populer:

%d blogger menyukai ini: